Anda di halaman 1dari 9

Definisi dan Ruang Lingkup Antropologi Kesehatan

 Antropologi kesehatan mempelajari sosio-kultural dari semua masyarakat yang berhubungan dengan sakit dan sehat sebagai pusat dari budaya, di antaranya objek yang menjadi kajian disiplin ilmu  Terdiri dari :  1)penyakit yang berhubungan dengan kepercayaan (Misfortunes ),dibeberapa masyarakat misfortunes disebabkan oleh kekuatan supranatural maupun supernatural atau penyihir, 2) kelompok healers ditemukan dengan bentuk yang berbeda disetiap kelompok masyarakat,3) healers mempunyai peranan sebagai penyembuh, dan 4) adapun perhatian terhadap suatu keberadaan sakit atau penyakit tidak secaraindividual, terutama illness dan sickness pada keluarga ataupun masyarakat. Jauh sebelum apa yang disimpulkan ahli-ahli antropologi pada akhir abad 20, pada tahun 1924 W.H. R. River, seorang dokter,menyebutkan bahwa kepercayaan medis dan prakteknya tidak dapat dipisahkan dari aspek budaya dan organisasi sosial yang lain

A.Model Sosiologi Kesehatan


1.Model Evolusi a.Charles Darwin Social Darwinism ( Spesies Natural selection ) 1.Faktor ketahanan fisik 2.Berfindah, mencari tempat yang lebih cocok 3.Bertahan, pengembang iptek b.Auguste Comte 1.Manusia adalah benda mati yang memiliki nyawa 2.Metafisika penjelasan fenomena alam melalui analisis abstrak 3.Scientific stage semua unsur penyebab dijelaskan melalui analisisi tentang proses ilmiah / alamiah c.Karl Marx 1.Setiap perbedaan akan hancur 2.Muncul peradaban paling tinggi sosialis menggantikan feodalis 3.Perubahan harus duupayakan perombakan sosial ( revolusioner ) d.Herbert Spencer 1.Perubahan masyarakat secara alamiah 2.Masyarakat bergerak ke arah lebih baik dan sempurna e.Emile Durkhein Model evolusi semu, karena perubahan tidak selalu ke arah kesempurnaan : 1.Spesialis pekerjaan sederhana mechanical solidarity 2.Kepadatan penduduk spesialisasi berbeda organic solidarity f.Leslie White 1.Tingkat perubahan tidak berdasarkan urutan tapi bisa meloncat 2.Medernisasi glonal

2.Model Struktural Fungsional


a.Talcott Parsons Prasyarat fungsional untuk suatu struktur : 1.Ada teknologi memadai untuk kebutuhan makan, pakaian, perumahan 2.Kebutuhan emosional, spritual, kebudayaan 3.Anggota mengkoordinasikan, mengingtegrasi dengan kebutuhan kelompok 4.Analisis lembaga masyarakat misalnay keluarga b.Kritik 1.Kebiasaan merugikan dipertahankan 2.Unsur bermanfaat bagi sub sistem tetap tidak bagi sistem 3.Unsur bermanfaat bagi sistem tetapi tidak bagi sub sistem 4.Sistem sosial tidak selalu berhubungan secara harmonis 3.Model Komplik a.Karl Marx Proses sosial bukan untuk harmonisasi tapi perjuangan untuk memperoleh keuntungan teori pertentangan kelas b.Komplik dinamika sosial Komplik manifes dan latent c.Analisis gejala sosial politik 4.Model Interaksi Simbolik 1.Interaksi individu mendasar masyarakat 2.Peranan interaksi fleksibel sesuai situasi 3.Analisis hubungan perawat klien

4.Pengalaman Sakit a.Rasa sakit, kurang enak badan b.Pengetahuan tentang gejala dan penafsiran c.Takut dan cemas d.Sistem rujukan awam ( lay referral system ) e.Sick role legitimacy f.Jadi pasien g.Rehabiltasi C.DICISION THEORETIC MODEL FAGREGA = Aplikasi lintas budaya ( cross culture ) Sistem Perilaku sakit 1.Sistem Biologis proses fisiologis dan kimia 2.Sistem sosial individu, kelompok, lembaga 3.Sistem fenomenologis tingkat kesadaran pengertian individu 4.Sistem memori pengalaman sakit. Sikap, kepercayaan yang mempengaruhi ketiga sistem lain.

B.MODEL PERILAKU KESEHATAN


1.Model Suchman ( Social Networt Model ) Orientasi kesehatan berhubungan dengan perilaku keluarga dan ada empat unsur perilaku sakit : a.Perilaku itu sendiri b.Tempat / ruang lingkup c.Validasi perilaku selama perilaku medis d.Sekuensinya 2.Alternatif Perilaku Sendiri a.Mencari pertolongan kesehatan b.Fragmentasi perawatan kesehatan c.Menggunakan pertolongan kesehatan d.Pengobatan sendiri e.Menghentikan pengobatan 3.Sekuensi Peristiwa a.Pengalaman dengan gejala penyakit b.Penilaian terhadap peran sakit c.Kontak dengan perawat kesehatan d.Sembuh atau masa rehabilitasi

Perilaku Sakit 1.Pengenalan gejala sakit 2.Penilaian dan evaluasi sakit 3.Pertimbangkan pengobatan ( sendiri, lay referal sistem dst ) 4.Ada lima bagaian : Rencana pengobatan Keuntungan dan kelebihan Analisis biaya, waktu, tenaga Analisis manfaat setiap alternatif Memilih rencana pengobatan 5.Mengulangi perilaku berdasarkan pengalaman Pengaruh Sosial Budaya 1.Persepsi sakit yang berbeda 2.Nilai dan biaya pengobatan berbeda dari segi budaya D.HEALTH BELIEF MODEL Rosenstock 1.Persepsi 2.Penilaian 3.Pencetus E.MODEL ANDERSON DAN BARTKUS J.G. Anderson dan D>E> Bartkus kebutuhan kesehatanKarakteristik sosial demografi 1.Penilaian individu tentang sumber pelayanan kesehatan 2.Penilaian orang lain tentang sumber pelayanan kesehatan 3.Persepsi tentang gejala penyakit serta kecendrungan tindakan sebagai respon 4.Persepsi pelayanan kesehatan 5.Faktor ekonomi 6.Fasilitas pelayanan kesehatan ( kemudahan mendapat ) 7.Faktor sosial demografi ( umur, tingkat pendidikan ) 8.Kemampuan mengenali gejala 9.Orientasi pelayanan kesehatan

F.MODEL KOSA DAN ROBERTSON 1.Penilaian gangguan kesehatan 2.Rosa kuatir karena gejala penyakit 3.Penerapan pengetahuan terhadap kesehatan 4.Tindakan untuk menghilangkan kekuatiran: Floathing anxiety : mengambang dialami setiap orang terlepas dari penyakit itu sendiri Specific anxiety : Respon sesuai tingkat keperawatan Ada pengaruh sosial budaya G.MODEL MECHANIC Help Seeking 1.Adanya penyimpangan 7. Keseriusan penyakit 2.Dampak sakit terhadap keluarga dan sosial 8. Frekuensi penyakit 3.Informasi yang tersedia, pengetahuan, kebudayaan 9. Batas toleransi individu 4.Kebutuhan melawan penyakit 10. Interpretasi penyakit 5.Adanya kebutuhan lain yan lebih penting 6.Sumber pengobatan yang tersedia

FAKTOR BUDAYA PADA HARAPAN PERANSAKIT ( Alexander Segal )


1.Peran Budaya Membentuk pengertian manusia tentang kesakitan, kesehatan, Aktifitas aktifitas untuk mengobati Penting untuk mengetahui konsep sick role 2.Keterbatasan ( Model Persons ) : Tidak observasi sistematis dari kelakuan manusia Observasi secara abstrak sejumlah hipotesa yang dilembagakan Konsep baru sick role -. Hak : Tidak menjelaskan , petigas sebagai sehat : Tangkat orang lain (selama sakit ) 3.Redefinisi Kewajiban : Unwanted condition coba diatasi : kemauan untuk mengobati Peran sakit dipengaruhi : Sosial Budaya Faktor Psikologis