Anda di halaman 1dari 43

Laporan CO OP_ XVI 2011

LAPORAN
COOPERATIVE EDUCATION PROGRAM

TOTAL E&P INDONESIE EAST KALIMANTAN DISTRICT, BALIKPAPAN

Disusun Oleh :
ARI UTARI
NIM. 07.1101.5009.10

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS MULAWARMAN 2011 |

Laporan CO OP_ XVI 2011

IDENTITAS PESERTA CO-OP

Nama Pemagang NIM/SMT Jumlah SKS yang telah lulus Alamat Rumah

: Ari Utari : 07.1101.5009.10 : 141 SKS : Jl. H. Emboen Suryana Perum Sambutan Permai Blok Cb. Rt. 23 No. 25 Samarinda

Tlpn/ Hp Institusi Magang Nama Institusi Unit kerja Pembimbing Lapangan Head Service Head Departemen

: 085250463839 / 085752063949 : Perusahaan Minyak dan Gas : TOTAL E&P INDONESIE : Corporate Communication (EKC/COM) : Hendratno Eko Putro : Visnu C. Bhawono : Theresia Siahaan

Laporan CO OP_ XVI 2011

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr. wb

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesempatan sehingga kami dapat menyelesaikan kegiatan Cooperative Education Program (Co-op) angkatan ke-16 tahun 2011 dan menyusun laporan kegiatan ini dengan baik. Laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban mahasiswa coop setelah menjalani kegiatan co-op selama 6 bulan di Perusahaan Total E&P Indonesie Balikpapan. Penulis merupakan salah satu mahasiswa yang lulus seleksi tes Co-op pada tanggal 17 Desember 2010. Kemudian selama kegiatan Co-op berlangsung di tempatkan di

Communication (EKC/COM) Department sejak tanggal 17 Januari 2011. Di dalam laporan ini di bahas mengenai beberapa kegiatan yang dilaksanakan selama menjadi mahasiswa coop di Communications

(EKC/COM) Departement. Tidak sedikit pengalaman baru dan ilmu yang diperoleh selama menjalani kegiatan coop hampir 6 bulan. Pentingnya pengetahuan untuk mengenal situasi tempat kerja yang sesungguhnya sangat berguna dan diharapkan dapat bermanfaat ketika harus terjun langsung sebagai subjek di lingkungan kerja nantinya. Selama berada di sini pula, penulis belajar untuk mendengarkan, menerapkan beberapa ilmu pengetahuan dari kampus, serta belajar untuk berhubungan profesional dengan rekan di tempat kerja. Selain itu, tidak ada yang dapat diberikan kepada para guru-guru yang mengajarkan berbagai ilmu tersebut selain ucapan terima kasih, yang penulis ucapkan kepada : 1. Keluarga tercinta yang telah memberi kepercayaan dan izin untuk tinggal cukup jauh dari rumah dan mengikuti kegiatan coop di perusahaan Total E&P Indonesia Balikpapan selama kurang lebih 6

Laporan CO OP_ XVI 2011

bulan. Terima kasih untuk dukungan dan doa yang diberikan di setiap langkah, semoga dapat selalu memberikan yang terbaik. 2. Ibu Judith Dipodiputro selaku Vice President of Corporate Communication, Goverment Relation & CSR Division (COM) 3. Bapak Leo Tobing selaku Head Division EKD Communications, Goverment Relation, and Assistance to Operations - Advisory 4. Bapak Handri Ramdani selaku Head Dept. EKD Communications Methods, yang sangat sabar mendengar ributnya kami di balik dinding. Yang selalu memperoleh kiriman paket tak terduga. Terima kasih untuk kesempatan belajar yang diberikan selama di sini serta tegur sapa setiap pagi dan siang. 5. Ibu Theresia Siahaan selaku Head Departement of EKD Communications, sangat teguh dan tegas dalam menjalankan tugasnya. Yang tidak pernah menyudutkan, yang tidak pernah menyalahkan. Dari ibu saya belajar mencari solusi, belajar teliti, belajar teguh dan tegas, belajar melalui cerita-cerita Ibu. Mohon maaf untuk semua kesalahan yang pernah saya perbuat, semoga ibu tidak bosan mengajak kami makan siang bersama. 6. Bapak Rochmat Djatmiko Head Department EKD Government & Institutional Relations 7. Bapak Denny Halim selaku Head Departement of EKD Land Assistance to Operations 8. Bapak Dr. Eko Sustyo selaku penanggungjawab TEPI Program for Health & Nutrition (CSR/HN) 9. Bapak Eko Hendratno Putro, selaku mentor selama melaksanakan kegiatan Co-Op yang telah memberikan tanggung jawab untuk melaksanakan tugas di sini. Terima kasih untuk semua kemudahan yang diberikan untuk melakukan beberapa hal sekaligus, yang berhubungan dengan kegiatan magang dan kampus. Untuk semua kebebasan menemukan dan belajar apapun selama melaksanakan kegiatan magang. Untuk kesabaran mempunyai mentis yang nakal pembabal sekali. Untuk semua traktiran makannya. Untuk semua candaan penghilang penat selama bekerja. Terima kasih untuk kesempatan mengenal karakter berbagai wartawan dari bermacammacam media. Mohon maaf untuk setiap kesalahan yang saya perbuat, selama magang. Semoga segala kesempatan yang diberikan di sini dapat berguna bagi saya kelak. 10. Bapak Budi Surya, yang memberi kesempatan kepada saya untuk mengenal binding machine, sehingga saya mampu membuat Visit Program yang berjilid-jilid dalam waktu singkat. Terima kasih untuk menengok meja saya setiap pagi. Terima kasih untuk pelajaran mengenai emas 20 kg nya hehehe. 11. Bapak Suwono Sapawi, yang sangat bapak sekali. Terima kasih untuk kesabaran menghadapi kami yang lamban mengerti. Untuk kesabaran mendengar celotehan kami. Mohon maaf untuk kesalah yang kami

Laporan CO OP_ XVI 2011

lakukan, terutama dalam menyelip nyelipkan dokumen penting selama kegiatan magang. 12. Mba Suprapti, yang tidak pernah lelah mendengar celotehan kami. Terima kasih untuk setiap kesempatan belajar berbagai hal di sini. Untuk setiap kebesaran hati menghadapi berbagai macam kepala. Untuk setiap waktu luang di tengah-tengah kesibukan demi mendengar curahan hati kami. Untuk setiap kesempatan ikut serta dalam kegiatan CSR di lapangan, yang sangat saya sukai. Mohon maaf atas semua keributan yang kami lakukan, atas kelakuan teman saya, terutama ronald dengan semua wallpapernya dan nova dengan jurus SOTA-nya. Terima kasih untuk teladan bertahan di segala situasi dan berbagai karakter manusia. 13. Mba Krisradytio D, untuk waktu luang yang disediakan sehingga dapat menikmati batagor, es krim, gosip gosip mini dan canda tawa. Semoga tidak pernah bosan dengan sapaan saya di pagi hari. Semoga tidak pernah bosan saling berbagi cemilan, 14. Mba Annisa Nurr dan Mba Andrea , untuk semua kesempatan turut serta dalam event internal yang diadakan oleh COM. Terima kasih telah diberikan kepercayaan menghandle beberapa bagian dalam kegiatan tersebut, sungguh sangat berarti rasanya bisa membantu suksesnya acara. Mohon maaf pada setiap kesalahan dalam mendistribusikan dokumen (red : menghilangkan dokumen) semoga segera dilupakan ya Mba. 15. Mas Dicky Hutagalung, yang tidak segan selalu mau bergabung bersama kami, terima kasih untuk setiap ajakan makan barengnya, untuk semua scene sinetron yang dilakoni. Untuk semua waktu yang diberikan di sela-sela kesibukan hanya untuk menjawab pertanyaan simple saya. Mohon maaf, atas gangguan kami selama bekerja. 16. Mas Riezky dan Mas Nawaf, yang selalu sabar dengan celotehan saya, terima kasih untuk humor kecil di sela-sela dateline anda. Mohon maaf bila tak dapat membantu banyak. 17. Bu Hertaty, yang selalu rajin sekali memforward teleponnya. Terima kasih bu, sudah bersedia berbagi ilmu, saling berbagi makanan, terima kasih untuk setiap pelajaran sederhana namun tak boleh luput ketelitian yang diberikan dalam mengurusi pekerjaan di kantor. Mohon maaf pada tiap kesalahan dalam melakukan pekerjaan ya bu. 18. Pak Yoesman, yang selalu berbagi pengalamannya bersama Ronald. Terima kasih untuk tiap candaan dan penghilang penat serta sovenir yang diberikan. 19. Pak Yadi, yang menyayangi kami semua di sini. Terima kasih pak sudah sabar menghadapi kami, dan meminta macam-macam kepada bapak. Mohon maaf bila kami selalu meminta di saat yang tidak tepat. 20. Mba Carolina, yang berada nun jauh di base. Satu-satu nya teman asyik di ajak nelpon selama mengerjakan pekerjaan kantor. Terimakasih mba sudah membuat suasana ribet menjadi santai,

Laporan CO OP_ XVI 2011

sehingga lebih asyik mengerjakannya. Mohon maaf jika tidak bisa selalu langsung terbang ke base ketika dibutuhkan. 21. Tim CSR; Bapak Arif, Bapak Jusman, Mba Hetty, Mba Lolita terima kasih atas pekerjaan yang diberikan dan kesempatan ikut pada kegiatan yang diselenggarakan oleh tim CSR. 22. Kepada Pak Rimul, Pak Saleh, Ibu Asni, Pak Jamal, Pak Mukmin, Pak Kusnan, Pak Dwi, Pak Dwi, Pak Sugeng, Pak Syukur, Mas Ikbal. Walau penulis jarang berinteraksi dengan bapak-bapak dan ibu sekalian dalam hal kerjaan, akan tetapi sambutan kalian yang selalu ramah terhadap penulis membuat penulis senantiasa merasa nyaman berada di sekitar kalian. Terima kasih banyak. 23. Semua Employee, driver, security dan OB yang selalu ada dan ramah kepada kami selama melaksanakan kegiatan magang. 24. Teman-teman OJT bersama yang silih berganti selama menjalani kegiatan Co-Op, Untuk Gea, Intan, Rino, Jojo dan Hizky yang tidak pernah bosan berkumpul bersama kami. 25. Teman baruku selama masa coop berlangsung, Nova dan Ronald. Untuk setiap cekikikan yang diberikan. Setiap kesabaran terhadap kebawelan saya, setiap lagu dan wallpaper aneh yang dihasilkan Ronald, untuk semua penampungan curhatan pada Nova dan sumber inspirasi kesabaran selama bekerja. Terima kasih kawan, partherku setiap pagi dan sore, tiada kata terindah bagi mu. 26. Semua teman-teman coop seangkatan dan mantan coop yang masih bersedia berkumpul dan bermain bersama. Kalianlah salah satu alasan yang membuatku betah berada di sini. Terima kasih untuk semua tawa itu. Saya selaku penulis laporan ini memohon maaf apabila terdapat kekurangan baik disengaja maupun tidak disengaja selama menjadi mahasiswa Co-Op, sehinga saran dan kritik anda sangat penulis harapkan. Terima kasih.

Wassalamualaikum, wr. wb

Balikpapan, Juli 2011

Ari Utari

Laporan CO OP_ XVI 2011

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Indonesia memiliki prospek industri minyak bumi yang menjanjikan kedepannya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan penduduknya. Berbagai penemuan cadangan minyak bumi dan pembangunan kilang-kilang minyak yang telah dilakukan di beberapa tempat di Indonesia, yang dapat menjadikan bangsa ini memiliki potensi yang cukup menjanjikan pada usaha migas untuk masa mendatang. Hal ini dapat kita lihat pada potensi-potensi sumber minyak bumi yang terdapat di beberapa daerah di kepulauan Indonesia. Salah satu contohnya kawasan Delta Mahakam yang berada dalam wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kawasan Delta Mahakam merupakan wilayah yang kaya akan sumber daya alam, terutama minyak bumi. Cadangan terbesar terdapat lapangan Peciko dan Tunu yang saat ini dieksploitasi perusahaan migas multinasional asal Perancis, Total E&P Indonesie. Dalam perkembangan bidang usaha pertambangan migas, semakin banyak mengembangkan strategi dalam memaksimalkan penerimaan Negara, yang pada akhirnya melibatkan banyak sektor lainnya. Semakin banyak sector yang ikut berkontribusi maka semakin banyak pula tenaga kerja yang terlibat di dalamnya. Salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten. Sumber daya manusia yang kompeten dan yang berkualitas sangat dibutuhkan untuk mendukung produktivitas dan aktivitas agar tujuan perusahaan atau suatu organisasi dapat tercapai dengan sempurna, oleh karena itu diperlukan pengembangan pegawai agar mutu dan kemampuan sumber daya manusia yang telah ada mampu bersaing dan dapat mengikuti perkembangan zaman, terlebih pada era globalisasi, dimana ilmu pengetahuan dan tekhnologi di berbagai bidang berkembang dengan sangat pesat. Seiring dengan arus era globalisasi maka metode-metode pengembangan pegawai harus menyesuaikan dan tepat sasaran, agar pegawai dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan. Untuk menciptakan sumber daya manusia tersebut, perusahaan juga turut serta dalam bidang pendidikan melalui penerimaan siswa dan mahasiswa

Laporan CO OP_ XVI 2011

magang. Magang adalah kegiatan mandiri mahasiswa yang dilaksanakan di luar lingkungan kampus untuk mendapatkan pengalaman kerja praktis yang sesuai dengan keilmuan. Kegiatan magang dilaksanakan sesuai dengan formasi structural dan fungsional pada instansi tempat mafang baik pada lembaga pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), perusahaan swasta atau lembaga lain yang relevan. Kegiatan magang merupakan pelaksanaan dari salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, untuk memfasilitasi mahasiswa dalam mengaplikasikan pengetahuan yang didapat selama perkuliahan ke dalam dunia kerja. Fakta seringkali menunjukkan bahwa sarjana-sarjana yang baru lulus (fresh graduate) belum mampu bekerja secara optimal karena belum mempunyai pengalaman kerja. Kegiatan magang merupakan sarana latihan kerja bagi mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan keterampilan di bidang keilmuan kesehatan masyarakat. Hal tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam ilmu pengetahuan serta upaya untuk membentuk sikap dan keterampilan profesional dalam bekerja. Kegiatan magang berarti melaksanakan apa yang menjadi fungsi, tugas, kewajiban, dan pekerjaan pokok dari institusi tempat magang, yang relevan dengan keilmuan kesehatan masyarakat. Mahasiswa peserta magang diharapkan dapat membantu

memecahkan masalah kesehatan yang mungkin sedang dihadapi oleh institusi magang tersebut. Salah satu implementasi CSR dalam dunia pendidikan adalah Program Cooperative Academic Education disingkat Co-op. Co-op adalah belajar bekerja terpadu yang melibatkan tiga pihak yaitu Mahasiswa, Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha. Program ini merupakan salah satu strategi pendidikan dan produktif pengembangan SDM yang mengintegrasikan mahasiswa dengan berbagai latar belakang ilmu dari bangku kuliah dengan pengalaman kerja yang

(work-based learning atau work-integrated learning) agar mahasiswa dapat menemukan dan mengalami sendiri apa yang disebut dunia kerja. Kebijakan perusahaan dalam mengembangkan lingkungan strategis yaitu melalui CSR akan menjadi landasan dari program-program kolaborasi yang

terkait dengan pemberdayaan para mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan kewirausahaan melalui program Co-op. Selain dari sasaran yang

Laporan CO OP_ XVI 2011

bernuansa kemampuan penguasaan teknologi dan bisnis tersebut, program CSR juga ditujukan untuk memberikan akses dalam pemberdayaan masyarakat baik yang terkait langsung dengan proses Bisnis Perusahaan maupun lingkungan strategis yang lain, misalnya lingkungan dunia pendidikan. Tujuan yang ingin dicapai dari konsep ini adalah pemberdayaan masyarakat Indonesia yang mampu berperan dalam ekonomi global yang sudah terasa sangat kompetitif ini dengan melalui program-program kemitraan (partnership) antara dunia Pendidikan & Industri. Untuk membuat lulusan perguruan tinggi tidak canggung menghadapi dunia kerja, harus ditempuh dengan cara membiasakan mahasiswa mengalami dunia kerja itu sendiri. Asumsinya adalah karena dunia kerja tidak sama dengan dunia kampus. Dalam ruang kuliah dan di ruang laboratorium maupun bengkel fakultas sekalipun, para mahasiswa baru menghadapi kerja. Program belajar-bekerja terpadu yang kini tengah dikembangkan, adalah strategi pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang mengintegrasikan mahasiswa dengan latar belakang ilmu yang didapat di bangku kuliah dengan pengalaman kerja produktif. Program tersebut di dunia internasional dikenal sebagai work - integrated learning atau Co-Operative Education program. Dalam pelaksanaannya melibatkan tiga komponen peserta, yakni mahasiswa, perguruan tinggi dan dunia usaha. Berangkat dari kenyataan itulah, maka Mendiknas dalam konferensi internasional The First Indonesian National Executive Conference on CoOperative Education yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 21 April 1994 mencanangkan program Co-Operative Education. Program Co-Op Education merupakan program dari pemerintah pusat yaitu kerjasama antara Dinas Pendidikan Nasional dengan Perusahaan Migas yang mengikutsertakan mahasiswa dan Gas Bumi. Program Co-Op yang kini dikembangkan di Indonesia adalah kegiatan pendidikan bagi mahasiswa jalur strata satu (S-1) yang telah menyelesaikan semester enam, tetapi belum lulus. Pelaksanaannya, para peserta program yang dari perguruan tinggi untuk mendapatkan tantangan dunia belajar. Sedangkan dalam industri, mahasiswa harus menghadapi tantangan riil di dunia

pengalaman kerja dalam dunia usaha industri khususnya bidang usaha Minyak

Laporan CO OP_ XVI 2011

10

memakan waktu antara 3-6 bulan itu bersifat sukarela dan selektif, tidak secara langsung mengaitkan program dengan mata kuliah tertentu, namun dapat menggantikan praktik kerja lapangan atau jenis kerja praktik lainnya. Dalam kaitan itu, para peserta program Co-op harus melalui seleksi. Fokus program ini adalah pada para mahasiswa S-1 karena relevansi pendidikan tinggi pada jenjang ini harus mengalami kritik cukup tajam. Ada salah satu keluhan perusahaan, yakni bahwa lulusan S-1 masih memerlukan masa penyesuaian selama 4-12 bulan saat memasuki pekerjaan baru. Alasan itu pula yang menyebabkan para sarjana lulusan S-1 dalam melamar pekerjaan seringkali kalah bersaing dengan lulusan program diploma III atau lulusan politeknik dengan alasan para sarjana tidak siap pakai. Padahal, berdasarkan pengalaman para pengelola perusahaan menunjukkan, setelah para sarjana lulusan S-1 melampaui "titik kritis" tertentu pada kurun waktu beberapa bulan sampai satu tahun, mereka dapat berperan lebih besar bagi perkembangan perusahaan. Program Co-Op yang dikembangkan ini, secara khusus ditujukan kepada mahasiswa S1, berdasarkan pertimbangan bahwa kurikulum program Sarjana bersifat umum, tetapi lulusannya harus mampu menyesuaikan dengan dunia kerja. Yang dimaksud dengan dunia kerja (workplace) adalah wujud nyata kegiatan bekerja (baik di bidang produksi maupun jasa) baik sebagai pekerja (employee) maupun sebagai wirausahawan (enterpreneur). Meskipun bersifat sukarela, keikutsertaan dalam program Co-Op harus melalui seleksi yang sungguh-sungguh sehingga peserta Co-Op juga memberikan keuntungan kepada perusahaan/industri dan tidak menjadi

penghambat atau beban di perusahaan. Pembudayaan Co-Op diharapkan dapat menambah kriteria baru dalam pengadaan pegawai (recruitment). Calon pegawai dapat ditarik dari mahasiswa peserta yang sedang atau telah menyelesaikan Co-Op dengan baik, setelah lulus S1 maupun dengan melihat surat keterangan bekerja sebagai mahasiswa CoOp. Program Co-Op merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas SDM, khususnya dalam pendidikan tinggi bagi mahasiswa S1. Melalui program Co-Op, mahasiswa akan memperoleh pengalaman kerja di perusahaan sehingga pada akhirnya mahasiswa tersebut dapat memahami hubungan pendidikan

Laporan CO OP_ XVI 2011

11

akademis dengan dunia kerja. Dengan demikian, ia akan lebih siap menyesuaikan dirinya dengan tuntutan dunia kerja setelah lulus S1 nanti. Program Co-Op ini bersifat elektif & selektif yang dilaksanakan melalui seleksi, dengan kriteria yang telah ditetapkan baik kemampuan akademik maupun personal qualities. Pada akhir masa magang mereka yang dinyatakan selesai dan lulus diberikan sertifikat kelulusan Co-Op. Di perusahaan mahasiswa Co-op diperlakukan sebagaimana layaknya karyawan dalam suatu perusahaan yang bersangkutan, sehingga diharapkan terjadi feedforward antara peserta Co-Op dengan users. Peserta Co-Op memberikan kontribusi keilmuan kepada perusahaan sekaligus tidak menjadi penghambat bagi perusahaan. Sementara perusahaan memberikan kesempatan memperoleh pengalaman kerja kepada peserta Co-Op. Perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan memiliki peran yang sangat besar dalam upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan daya saing bangsa. Agar peran yang strategis dan besar tersebut dapat dijalankan dengan baik, maka lulusan perguruan tinggi haruslah memiliki kualitas yang unggul. Dalam masa ini, seorang mahasiswa bukan hanya dituntut berkompeten dalam bidang kajian ilmunya tetapi juga dituntut untuk memiliki kompetensi yang holistik seperti: mandiri; mampu berkomunikasi; memiliki jejaring (networking) yang luas; mampu mengambil keputusan; peka terhadap perubahan dan perkembangan yang terjadi di dunia luar, dan lain-lain. Fakta yang terjadi menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kualifikasi tersebut sulit ditemukan, untuk hal tersebut maka dibutuhkan sebuah program magang sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa tingkat akhir yang dharapkan siap untuk terjun langsung di dunia kerja dan dapat lebih mudah memperoleh pekerjaan, dengan didukung dengan pengalaman magang yang telah ada. B. Tujuan 1. Tujuan Umum a. Mahasiswa memperoleh gambaran nyata tentang lokasi, struktur organisasi, fungsi dan tugas di unit tempat magang.

Laporan CO OP_ XVI 2011

12

b. Mahasiswa memperoleh pengalaman dan wawasan professional dalam dunia kerja di bidang kesehatan masyarakat. c. Mahasiswa dapat meningkatkan keterampilan profesional di tempat magang secara nyata. d. Mahasiswa mampu dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program-program yang dilakukan di dunia kerja. e. Mahasiswa mampu memberikan alternatif pemecahan masalah di tempat magang. 2. Tujuan Khusus 1. Untuk mengetahui gambaran lokasi, struktur organisasi, tugas pokok dan fungsi divisi tempat magang di Total E&P Indonesie 2. 3. Untuk mengetahui kondisi lingkungan kerja tempat magang di Total E&P Indonesie Untuk mengetahui masalah epidemiologi berdasarkan teori HL. Bloom pada karyawan di divisi tempat magang di Total E&P Indonesie 4. Untuk mengetahui usaha yang dilakukan perusahaan melalui media informasi dalam mengurangi masalah epidemiologi pada karyawan di tempat magang Total E&P Indonesie 5. Untuk mengetahui rekomendasi yang dapat diberikan kepada pihak perusahaan agar dapat mempertahankan kinerja yang efektif dan efisien C. Manfaat 1. Bagi Mahasiswa a. Memperdalam dan meningkatkan keterampilan dan kreativitas mahasiswa. b. Mahasiswa mampu memahami lebih jauh mengenai penerapan ilmu kesehatan masyarakat terutama bidang epidemiologi kerja di lapangan. c. Mahasiswa mampu menganalisis dan memutuskan program yang sesuai dengan masalah yang ada di lapangan

Laporan CO OP_ XVI 2011

13

2. Bagi Fakultas Kesehatan Masyarakat a. Sebagai masukan dan refrensi untuk mengevaluasi sampai sejauh mana kurikulum yang ada sesuai dengan kebutuhan industri. b. Sebagai masukan untuk penyempurnaan kurikulum di masa datang. c. Meberikan output mahasiswa yang berkompetensi yang sesuai dengan peminatan. d. Mengenalkan fakultas kesehatan masyarakat terhadap perusahaan atau tempat instansi. 3. Bagi Total E&P Indonesie a. Sebagai bahan masukan pertimbangan untuk penetapan kebijakan program kesehatan bagi karyawan selanjutnya. b. Merupakan sarana untuk mengkomunikasikan antara Perusahaan dan Fakultas Kesehatan Masyarakat. D. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Co-Operative education (Co-op) yang diikuti penulis dilaksanakan di TOTAL E&P INDONESIE. Selama mengikuti Cooperative Education (CoOp), penulis ditempatkan di bawah pimpinan Ibu Theresia Siahahan sebagai kepala Divisi EKD Communications, Goverment Relations and Assistance to Operations (EKC) pada Corporate Communication (EKC/COM) Department yang juga dipimpin oleh Ibu Theresia Siahaan dan mentor penulis adalah Bapak Hendratno Eko Putro yang berada di service EKD Public & Press Relations (EKC/COM/PPR) sebagai Officer Press Relations. Divisi

Comunication sendiri berlokasi di gedung BRI lantai 7 Jl. Jendral Sudirman, Balikpapan-Kalimantan Timur. Pelaksanaan Co-op berlangsung selama kurang lebih 6 bulan, dimulai pada tanggal 17 Januari 2011 sampai 30 Juni 2011, dengan penambahan selama 1 minggu menjadi 17 Juli 2011 karena menunggu proses seleksi Co-Op yang baru serta Hand Over kegiatan pekerjaan dari Co-Op XVI ke Co-Op XVII.Waktu kerja selama magang adalah dari hari Senin hingga Jumat mulai pukul 07.30 sampai pukul 17.30 WITA. Penulis juga dapat bekerja di luar kantor ketika ada event yang pelaksanaannya di luar jam kerja dan di luar wilayah kantor.

Laporan CO OP_ XVI 2011

14

Laporan CO OP_ XVI 2011

15

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

A. Gambaran Umum TOTAL E&P INDONESIE TOTAL E&P INDONESIE merupakan anak cabang dari TOTAL Group yang berkantor resmi di Tour Coupole, 92078 Paris La Defense Cedex, France Paris, Perancis. Saat ini TOTAL merupakan perusahaan minyak dan gas bumi terbesar keempat di Asia, yang beroperasi di 103 negara dengan jumlah pegawai sebesar lebih dari 123.000 orang. TOTAL E&P INDONESIE didirikan di Jakarta pada tanggal 14 Agustus 1968 untuk pengeboran wilayah Jambi Timur (Sumatera Selatan). Sejak saat itu TOTAL E&P INDONESIE menggalangkan kerja sama dengan pemerintah Indonesia sebagai Kontraktor Bagi Hasil dalam eksplorasi dan produksi cadangan hidrokarbon di Indonesia. TOTAL E&P INDONESIE memiliki kantor pusat di Plaza Kuningan, Menara Utara, Jalan H.R Rasuna Said Kav. C 11-14, Jakarta 12940. Kantor TOTAL E&P INDONESIE distrik Kalimantan Timur bertempat di Jalan Laksda Yos Sudarso, Balikpapan 76123. TOTAL E&P INDONESIE bergerak di bidang eksplorasi dan produksi gas alam serta minyak bumi, sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan BPMIGAS (Badan Pengelola Minyak dan Gas Bumi). Sejak kemitraannya dengan INPEX tahun 1970, TOTAL E&P INDONESIE baru mendapat keberhasilan sebagai operator di Kalimantan Timur wilayah kerja Mahakam. Kiprah TOTAL E&P INDONESIE selama beroperasi lebih dari 3 dekade dapat dibagi dalam dua fase besar.

Laporan CO OP_ XVI 2011

16

Fase pertama adalah tahapan produksi minyak dengan ditemukannya lapangan-lapangan minyak Bekapai dan Handil di wilayah kerja Mahakam pada tahun 1972 dan 1974. Kedua lapangan minyak ini mulai berproduksi pada tahun 1974 dan 1975. Produksi minyak mencapai puncaknya pada tahun 1977 dengan angka rata-rata 230.000 barel minyak per hari (bopd) dan pada saat ini secara bertahap berangsur-angsur menurun. Perusahaan telah mengupayakan langkahlangkah untuk memperlambat penurunan produksi minyak sekaligus

mengoptimalkan produksi hidrokarbon melalui program yang teruji. Fase kedua, TOTAL E&P INDONESIE mengkaji ulang potensi

hidrokarbon di wilayah Mahakam dalam pencarian gas alam sebagai kunci masa depan Kalimantan Timur. Eksplorasi dan penilaian menuju pada penemuan cadangan gas alam yang signifikan di lapangan-lapangan Tambora, Tunu, Sisi, Nubi dan Peciko. Sejak produksi gas dan unit-unit produksi dari lapangan-lapangan tersebut dirampungkan secara bertahap, TOTAL E&P INDONESIE menjadi produsen gas terbesar di Indonesia dan memasok lebih dari 60% gas alam ke Bontang, kilang LNG terbesar di dunia. Pasokan gas juga disalurkan ke

kawasan industri di Kalimantan Timur di mana terdapat pabrik pupuk, urea, metanol, dan amoniak untuk kebutuhan pasar dalam negeri. Produksi hidrokarbon dari Blok Mahakam (ganti jadi tahun berapa) tercatat mencapai sekitar 500.000 boepd (80.000 bopd minyak dan kondesat dan 2.400 juta Standard kaki kubik per hari (MMscfd) gas). Pada tanggal 21 Maret 2004, TOTAL E&P INDONESIE berhasil mencapai produksi hidrokarbon tertinggi setara 566.500 boe termasuk 2.725 MMscf gas.

Laporan CO OP_ XVI 2011

17

TOTAL E&P INDONESIE di tahun mendatang akan terus melanjutkan pengembangan lapangan Mahakam dengan tujuan meningkatkan produksi dan penjualan hidrokarbon. Hal ini sesuai dengan target dari perusahaan untuk menjadikan TOTAL E&P INDONESIE sebagai produsen penyumbang gas alam terbesar di Indonesia serta hanya dibawah CALTEX dalam hal produksi keseluruhan hidrokarbonnya. Kegiatan TOTAL E&P INDONESIE memberikan kontribusi penting dalam pengembangan propinsi Kalimantan Timur dan pemulihan ekonomi Indonesia.

B. Tonggak Sejarah Runtutan tonggak sejarah TOTAL E&P INDONESIE adalah sebagai berikut: 1968 Berdirinya TOTAL INDONESIE Penandatanganan Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract-PSC) dengan Pertamina untuk wilayah Jambi, Sumatera Selatan. 1970 TOTAL INDONESIE turut serta dalam kontrak Mahakam dan Bunyu, Kalimantan Timur, sebagai operator, bersama JAPEX (kini INPEX Corporation). 1972 Penemuan lapangan minyak Bekapai di lepas pantai Mahakam. 1974 Penemuan lapangan minyak Handil dan Tambora di delta sungai Mahakam. Produksi awal lapangan minyak Bekapai. 1975 Produksi awal lapangan minyak Handil. 1976 Penyelesaian pembangunan terminal dan penampungan minyak Senipah. 1977 Penandatanganan Kontrak Bagi Hasil Muturi, Irian Jaya. Puncak produksi minyak Mahakam dengan jumlah rata-rata 230.000 bopd. Penemuan lapangan gas Tunu di delta Sungai Mahakam. Produksi awal kilang gas alam cair Bontang. 1980 Penemuan lapangan gas Tambora di delta Sungai Mahakam. 1982 Pengiriman pertama gas ikutan Handil dan Bekapai ke jaringan gas Kalimantan Timur untuk selanjutnya dikirimkan ke kilang gas alam cair Bontang.

Laporan CO OP_ XVI 2011

18

1983 Penandatanganan Kontrak Bagi Hasil Malawi, Kalimantan Barat. 1984 Produksi awal lapangan minyak Tambora. 1986 Penemuan lapangan gas Sisi di lepas pantai Mahakam. Penandatanganan Kontrak Bagi Hasil Muara Kampar, Sumatra Tengah. 1988 Penandatanganan JOB Tengah, Kalimantan Timur. Keikutsertaan di Blok Tuban, Jawa Timur. Awal operasi ekstraksi LPG di kilang Bontang. 1989 Penandatanganan JOB Lahat, Sumatera Selatan. Produksi awal Tambora. 1990 Produksi awal gas Tunu. Awal operasi CPU Fase I Tambora-Tunu. Penandatanganan Kontrak Bagi Hasil Natuna Barat, di laut Cina Selatan. 1991 Perpanjangan Kontrak Bagi Hasil Mahakam hingga 2017. Keikutsertaan di wilayah Rebi, Kai dan Tanibar, Laut Banda, Indonesia Timur. Penemuan lapangan gas Peciko di lepas pantai Mahakam. 1992 Penemuan lapangan gas Nubi di lepas pantai Mahakam. Produksi awal CPU fase II Tambora-Tunu. 1993 Kelanjutan Fase II Tambora-Tunu. Penyelesaian pembangunan Fase II lapangan Tunu. 1994 Produksi gas mencapai 1000 MMscfd. Penemuan lapangan Mudi di wilayah Tuban. 1995 Produksi awal perolehan gas EOR di Handil. Awal proyek debottlenecking CPU Tambora-Tunu. Awal proyek pengembangan Tunu Utara. Partisipasi di Blok B Jambi Selatan, Sumatera Selatan. 1996 Produksi minyak kumulatif Wilayah Kontrak Mahakam mencapai 1 miliard barel. Awal Proyek pengembangan Peciko. Produksi Hidrokarbon melebihi produksi puncak tahun 1977 dengan jumlah 230000 bopd. Penemuan Stupa di lepas pantai Mahakam. Penemuan Bungkal di Jambi Selatan. 1997 Produksi awal lapangan gas Tunu Utara.

Laporan CO OP_ XVI 2011

19

Penandatanganan Kontrak Bagi Hasil Saliki dan Sebawang di Kalimantan Timur. Produksi hidrokarbon mencapai 280000 boepd. 1999 Produksi awal gas Peciko. 2000 Penyelesaian Tunu Fase VII. 2003 Peresmian Proyek Kompresi lapangan Tunu pada tanggal 15 September (Tunu Fase Soekarnoputri. 2004 Pada tanggal 21 Maret, produksi hidrokarbon mencapai 584927 boe termasuk 2725 MMscf gas. 2007 Mulai dioperasikannya lapangan gas di Pulau Sisi-Nubi. 2008 40th anniversary Mulai dioperasikannya Peciko 5 & new OWTU CPU Peresmian Sisi Nubi oleh Bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono 2009 Mulai dioperasikannya Tunu 11 S/ Tunu 11 N/ Tunu12 GTS Fx dan GTS Nx 2011 Peresmian Lapangan Pengolahan Tunu oleh Menteri ESDM Bapak Darwin Zahedy Saleh. C. Daerah Operasional TOTAL E&P INDONESIE Kegiatan eksplorasi dan produksi minyak bumi dan gas alam oleh TOTAL E&P INDONESIE di lakukan di delta Sungai Mahakam Kalimantan Timur. Saat ini lapangan produksi TOTAL E&P INDONESIE Kalimantan meliputi lokasi-lokasi sebagai berikut : 1. Tambora Tunu (Tatun) Lapangan minyak dan gas Tambora terletak di tengah delta Sungai Mahakam. Tunu adalah lapangan gas dan kondensat yang sangat luas meliputi 400 kilometer persegi, terbentang sejauh 80 kilometer dari utara hingga selatan di perairan dangkal sepanjang garis pesisir batas luar delta Sungai Mahakam. Produksi Pengembangan Tambora dan Tunu masing-masing dimulai pada tahun 1984 dan tahun 1990. Sejak tahum 1991 dilaksanakan tahap-tahap VII dan Tunu Fase VIII) oleh Presiden Megawati

Laporan CO OP_ XVI 2011

20

pengembangan fasilitas Tunu untuk meningkatkan produksi gas sekaligus memenuhi komitmen pengiriman ke kilang LNG Bontang. Pengembangan Tunu masih berlanjut dengan penambahan kompresor, anjungan manifold serta pengeboran sumur-sumur baru.

Tunu Central Processing Unit

2. Bekapai Senipah Peciko (BSP) Lapangan Bekapai yang terletak 15 km di sebelah Tenggara delta Sungai Mahakam ini pertama kali ditemukan pada bulan Maret 1972 seluas 20 kilometer persegi dan mulai beroperasi pada tahun 1974 dengan produksi minyak mentah sekitar 45 ribu barrel per hari, saat ini jumlah produksi rata-rata mencapai 2500 barrel per hari. Hingga akhir tahun 2006, 76 sumur telah diexplorasi dan 17 diantaranya masih berpotensi. Hingga saat ini produksi minyak telah mencapai 1,300 BOPD dan sumur gas mencapai 20 MMscfd, setara dengan 11,625 BOEPD. Bekapai merupakan lapangan yang telah matang, sekitar 95% perbaikan telah dilakukan. Namun pada tahun 2007 mulai kembali terlihat sumur potensial yang masih ada di lapangan tersebut.

Laporan CO OP_ XVI 2011

21

Lapangan Minyak Bekapai Dampak dari peningkatan produksi lapangan Handil serta tak adanya dermaga untuk menampung kapal tangki berukuran besar, sebuah terminal penampungan minyak permanen dibangun di desa dekat pesisir SENIPAH, sekitar 20 km selatan Handil. Terminal Senipah (Onshore) yang selesai dibangun pada 1976, menampung minyak mentah dari lapangan-lapangan Handil dan Bekapai, kondensat dari lapangan-lapangan Tunu dan Tambora serta untuk mengolah gas dari Peciko. Sejak tahun 1982, gas ikutan dari Handil dan Bekapai dikirim ke kilang gas alam cair Bontang. Minyak mentah dan kondensat yang telah diolah ditampung dan diekspor secara terpisah.

Laporan CO OP_ XVI 2011

22

Terminal Minyak dan Kondensat Senipah Lapangan Peciko (Offshore) ditemukan pada tahun 1983, 60 kilometer lepas pantai, timur-laut kota Balikpapan, Sebelah barat-daya Lapangan Bekapai di Selat Makassar. Produksi awal 400 MMscfd meningkat secara bertahap menjadi 1300 MMscfd gas pada tahun 2004 dengan dilakukannya

pengembangan anjungan, pengeboran sumur-sumur baru dan penambahan instalasi prosesor dan kompressor di darat.

Lapangan Gas Peciko

Laporan CO OP_ XVI 2011

23

3. Handil Lapangan Handil terletak di sekitar Sungai Mahakam dan ditemukan pada bulan Maret 1974 di antara pulau-pulau yang berawa yang saat pasang air laut sebagian selalu terendam dan tertutup oleh tumbuhan nipah-nipah yang rimbun, mulai beroperasi sekitar tahun 1975 yang pada saat itu merupakan salah satu lapangan minyak terbesar di Indonesia. Produk yang dihasilkan dari Handil adalah minyak dan gas. Minyak mentah dikirimkan ke Senipah untuk proses lebih lanjut, setelah sebelumnya melalui pre-treatment di CPA Handil untuk memisahkan gas dari liquid, sedangkan gas dikirimkan ke Badak. Karena kilang minyak di Handil termasuk tua, bahkan sebagian sudah tidak berproduksi lagi, maka dibuat platform Handil Gas Lift (HGL) dan Handil Enchanced Oil Recovery (HEOR). HGL mengangkat minyak bumi dengan cara mengijeksikan gas ke dalam pipa sumur minyak sehingga minyak yang ada dapat terdorong keluar sumur. Sedangkan untuk system HEOR udara diinjeksikan pada satu titik, dan gas hasil injeksi keluar dari sumur lain. Produksi pertama Handil sekitar 200 ribu barrel per hari.

Laporan CO OP_ XVI 2011

24

Lapangan Minyak Handil CPA

Adapun unit-unit pengolahannya, yaitu: 1. Central Processing Area (CPA) Handil, untuk minyak dari Handil 2. Central Processing Unit (CPU) 1 dan 2, untuk gas dari Tatun 3. North Processing Unit (NPU), untuk gas dari Tunu Utara 4. Senipah Oil and Condensate Terminal, sebagai pusat pengolahan minyak dari Bekapai, Handil dan kondensat dari Tatun 5. Peciko Processing Area (PPA), untuk gas dari Peciko 6. South Processing Unit (SPU), untuk gas dari pulau Sisi-Nubi. 7. Bekapai Senipah Peciko (BSP) - Peciko Processing Area (PPA), Terminal Processing Area (TPA), Terminal Land Area (TLA), Senipah Gas Oil and Condensate Terminal. 8. Terminal Receiving Facilities (TRF) Gas and Condensate Fascilities

Seluruh produksi gas kemudian dikirim ke Bontang, setelah sebelumnya melalui metering unit di Total Receiving Facilities (TRF) Badak, sedangkan seluruh produksi minyak dan kondensat dikirimkan ke Total Refinery and Distribution (TRD) yang terletak di luar negeri dengan kapal tanker.

D. Struktur Organisasi Total E&P Indonesie Struktur organisasi merupakan kerangka hubungan satuan-satuan organisasi yang di dalamnya terdapat pejabat, tugas serta wewenang yang masing-masing mempunyai peranan tertentu dalam kesatuan yang utuh. Efektifitas, efisiensi kerja dapat tergambarkan melalui struktur organisasi dan uraian kerja/pembagian kerja. Dengan demikian dapat dilihat jelas tugas, kewajiban, dan tanggung jawab masing-masing jabatan yang dipegang.

Laporan CO OP_ XVI 2011

25

Adapun organisasi TI yang dipimpin oleh President Director dan General Manager (DG) yaitu: 1. Executive VP Operations& EK District Manager (EVP) 2. Drilling, Well Service & Logistics (DWL) 3. Field Operations (FO) 4. Geosciences & Reservoir (GSR) 5. Information Systems & Telecommunication (IST) 6. Supply Chain (SC) 7. Facilities Engineering (ENG) 8. Health, Safety & Environment (HSE) 9. Security Balikpapan (EVP/SEC) 10. Human Resources & General Service (HRC) 11. Corporate Communications. Government Relations, and CSR (COM) 12. Legal Affairs & General Counsel (LEG) 13. Coordination (CRD) 14. Finance (FIN) 15. Business Development & Corporate Planning (BD) 16. Marketing (MKT) 17. Project Construction (PJC)

Laporan CO OP_ XVI 2011

26

BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN


Selama mengikuti Cooperative Education (Co-Op), penulis ditempatkan di Communication (EKC/COM) Department yang dipimpin oleh Ibu Theresia Siahaan dan mentor penulis adalah Bapak Hendratno Eko Putro yang berada di service EKD Public & Press Relations (EKC/COM/PPR) sebagai Officer Press Relations. A. Profil Divisi Tempat Magang Divisi Corporate Communications, Government Relation & CSR di pimpin oleh Ibu Judith NP sebagai Vice President yang berlokasi di Jakarta. Divisi ini terbagi menjadi tiga (3) sub divisi yaitu: 1. Corporate Communication (CCO) Departemen yang berperan dalam mendukung perusahaan dalam membangun, menjaga dan menciptakan komunikasi yang baik dan image positif kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) baik dari hubungan dalam perusahaan hingga pada hubungan luar perusahaan diantaranya media, masyarakat dan lembaga yang berhubungan langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan perusahaan. 2. Corporate Social Responsibility (CSR) Departemen kemasyarakatan yang mempunyai tugas dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat yang diutamakan pada daerah sekitar operasional perusahaan dengan mendukung pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development). Fokus CSR meliputi beberapa hal, diantaranya adalah bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, infrastruktur, dan Pelestarian Budaya. Corporate Social Responsibility (CSR) yang dipimpin oleh Bapak Kusuma Adinugroho. 3. EKD Communications, Government Relation and Assistance to Operations (EKC) Divisi yang bertanggung jawab atas kegiatan general affairs yang meliputi Government & Institutional Relations (EKC/GOV), EKD Land Asistance to

Laporan CO OP_ XVI 2011

27

Operations (EKC/LSO), EKD Liaison Officer to Operations (EKC/LOO), EKD Communication (EKC/COM) dan EKD Commnication Method (EKC/MTH). Government Relations and Assistance to Operations (EKC) yang dipimpin oleh Ibu Theresia Siahaan (act) yang berlokasi di East Kalimantan District (EKD) dan menjadi tempat magang penulis. COM bertindak sebagai fasilitator bagi departemen-departemen lain dalam perusahaan untuk berhubungan dengan pihak-pihak diluar perusahaan yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan (stakeholder). Juga berfungsi membangun hubungan yang harmonis dengan para pihak terkait (pemerintahan setempat, media, lembaga pendidikan serta masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan. EKD Corporate Communication (EKC/COM), juga berhubungan dengan media dan external public relation. External Relations adalah department dalam perusahaan Total E&P Indonesie yang bertugas menjalin dan mempertahankan hubungan komunikasi yang baik dengan pihak luar perusahaan dan memproduksi daily news clipping (kliping harian media massa mengenai perkembangan migas dan perusahaan migas) yang kemudian disebarkan melalui media perusahaan untuk kalangan internal karyawan perusahaan melalui intranet. Department External, yang berada di bawah Divisi CSL, secara struktural membawahi Public Relations& Corporate Visibility Events Service, Media/ Press Relation Service, dan Field Facilitator (FF). Namun, secara fungsional, External juga ikut membantu dan men-support kinerja department lain. Secara garis besar, External berfungsi membuat program-program antisipatif dan representative melalui komunikasi dan koordinasi proaktif. Jika dijabarkan lebih lanjut, program External meliputi program-program yang berfungsi untuk: Untuk mempertahankan dan meningkatkan hubungan yang harmonis dengan otoritas lokal dan masyarakat di sekitar daerah operasi perusahaan; misalnya dengan mengadakan informal meeting dengan lurah/kades, pertandingan persahabatan, safari Ramadhan, dan perayaan bersama hari kemerdekaan. Untuk memberikan dukungan profesional untuk divisi lain / departemen / proyek dalam perusahaan dalam berurusan dengan masyarakat local; misalnya saat divisi lain akan menjalankan program seperti seismic maka

Laporan CO OP_ XVI 2011

28

tim

External

melalui

Field

Facilitator

akan

membantu

dengan

mengadakan sosialisasi bersama masyarakat atau aparat setempat mengenai seismic supaya tidak terjadi isu-isu yang dapat menghambat program divisi lain. Untuk memastikan bahwa program CSR perusahaan/ informasi HSE/ penghargaan TEPI tersampaikan dengan baik kepada komunitas local; misalnya dengan publikasi penghargaan TEPI melalui majalah dinding sekolah, pelatihan tentang HSE (Health, Safety, and Environment), dan sebagainya. Untuk melakukan koordinasi rutin secara internal maupun external perusahaan, baik melalui meeting bulanan maupun meeting mingguan, intern divisi External maupun dengan divisi lain.

B. Kegiatan Selama Program Co-op Sebelum melaksanakan kegiatan berikut : 1. Briefing dengan HRD

Co-Op

selama

6 bulan, para

mahasiswa Co-Op diwajibkan untuk melaksanakan beberapa kegiatan, sebagai

Briefing pada awal pertemuan dengan HRD (HRD diwakili oleh Sdri. Nikira Dewati), dimana HRD memberi penjelasan mengenai cara kerja dan tata tertib untuk pelaksanaan magang atau dalam perusahaan disebut dengan Coop. Selain tata tertib, HRD juga memberikan surat perjanjian atau agreement antara kedua belah pihak (peserta Co-Op dan perusahaan), setelah proses agreement dijalankan maka Sdri. Nikira Dewati membacakan divisi dan mentor yang akan membimbing masingmasing peserta selama masa coop. 2. Pembuatan Badge Dalam masa CO-OP, penulis diwajibkan untuk memiliki badge sebagai tanda pengenal dan tanda keluar atau masuk pintu kantor divisi Commuication. Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan (terutama setelah maraknya kasus terorisme pada perusahaan asing di Indonesia) dan agar tidak sembarangan orang yang dapat masuk ke dalam kantor. Bila ada tamu pun harus memakai badge bertuliskan Visitor, dan untuk

Laporan CO OP_ XVI 2011

29

mendapatkannya harus menitipkan kartu identitas kepada security di depan pintu.

3. Safety Briefing Untuk menjamin keselamatan dan keamanan Kerja, setiap karyawan maupun pemagang di TEPI diwajibkan mengikuti Safety Briefing sebagai tindakan preventif jika terjadi bencana yang tidak diinginkan seperti ledakan, kebakaran, dan sebagainya. Briefing ini mennjelaskan tentang apa saja yang harus dilakukan oleh semua orang di dalam gedung TEPI jika sirene tanda bahaya dinyalakan.

Selama pelaksanaan kegiatan Co-Op penulis menerima tugas berdasarkan petunjuk mentor, yang pada akhirnya menjadi tugas rutin setiap hari. Selain itu penulis juga terlibat dalam beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh departemen COM dan CSR. Beberapa dekripsi mengenai kegiatan tersebut adalah sebagai berikut : a. Kegiatan Rutin 1. Membuat News Clipping & News Analysis Membuat kliping dan analisis berita mengenai perkembangan industry minyak dan gas, kemudian mengupload ke dalam intranet agar dapat dibaca oleh semua karyawan Perusahaan TOTAL E&P. Berita yang telah dikumpulkan akan dimasukkan ke dalam database News Analysis untuk melihat perkembangan TEPI dibandingkan perusahaan minyak dan gas lainnya. Melalui database ini pula dapat dilihat arah perkembangan tersebut, baik positf maupun negative. 2. Membuat Press Release Untuk beberapa jenis kegiatan yang dilaksanakan khususnya kegiatan external, maka akan dibuat Press Release nya. Penulis bertugas membuat beberapa draft press relase untuk kegiatan Penanaman 500 Pohon Mangrove dan Pelaksanaan Kegiatan EQUIP, yang akan dikoreksi kembali oleh mentor kemudian diterbitkan untuk mendukung pemberitaan acara tersebut di media massa.

Laporan CO OP_ XVI 2011

30

3. Registrasi Surat Masuk dan Surat Keluar Sebagai Departemen yang berhubungan dengan pihak TEPI dengan pihak luar (stakeholder) sekitar wilayah operasional TOTAL E&P INDONESIE seringkali menerima surat masuk (incoming letter) yang berhubungan dengan permohonan donasi, penawaran kerjasama, sponsorship, undangan, dan lain-lain. Kemudian memberikan balasan setelah surat mendapat tanggapan dari departemen dan kepala divisi. Dalam hal ini penulis juga bekerjasama dengan mahasiswa Co-Op lain yang memiliki job desciption yang hampir sama. 4. Menangani Administrasi COM Beberapa urusan administrasi yang ada di CSR & COM dan menjadi tanggung jawab penulis, antara lain : Requisition (PRO) Request For Payment (RFP) Clearing of Advance (COA) sering disebut juga dengan Settlement Petty Cash Voucher (PCV)

5. Menangani Administrasi Personal COM Mission Mission Order Mission Ticket Recup or Leave Mission Activity Sheet (MAS) Mission Expense Sheet (MES)

6. Membantu dalam kegiatan koresponden Selain itu, penulis juga bertugas untuk mengirimkan surat yang sudah diberi nomor dan dipublikasi lalu dikirim ke tempat tujuan baik melalui Mailing Room atau melalui fax.

7. Membantu Memperbarui (updating) data donasi dan sponsorship

Laporan CO OP_ XVI 2011

31

Salah satu fungsi CSR & COM adalah untuk menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar wilayah operasional TOTAL E&P INDONESIE. Salah satu bentuk wujud nyatanya adalah dengan memberikan membutuhkan. Dalam hal ini penulis memperbaharui/merigistrasi setiap donasi yang diajukan ke pada pihak TOTAL E&P INDONESIE dan meng-update apakah ditolak atau disetujui. Juga membantu dalam menyiapkan Request For Payment (RFP) dan Clearing of Advance (settlement). 8. Membantu menscan berita, dokumen dan surat-surat Scanning surat dalam lingkungan kerja merupakan hal yang tak kalah penting. Sebab agar data/dokumen/berita/surat dapat disimpan/difile dalam komputer dan berita dapat tersebar dengan cepat, biasanya berita/dokumen/surat tersebut discan terlebih dahulu. Dalam hal ini, penulis biasanya bertugas men-scan berita/surat/dokumen tersebut lalu mengirimkannya kepada yang bersangkutan/berkepentingan melalui via email. 9. Mengikuti Meeting Bulanan Divisi Communication Setiap satu bulan sekali, divisi Communication (COM) memiliki agenda meeting bulanan untuk membahas berbagai program kegiatan selama satu bulan ke depan dan mereview program bulan lalu. Setiap departemen melaporkan pekerjaannya masing-masing dan terjadi diskusi/ tanya jawab mengenai program yang telah dilaporkan. Meeting ini juga membahas pergantian atau perpindahan koordinator departemen. 10. Meeting bersama perwakilan media massa Balikpapan (Smart FM, Kaltim Pos, Tribun Kaltim, dan Pos Kota Kaltim) Meeting bersama perwakilan wartawan media massa local ini diselenggarakan untuk membahas persiapan sosialisasi Seismik di Samarinda. Seismik adalah aktivitas pencarian sumber daya alam dan mineral yang ada di bawah permukaan bumi dengan bantuan gelombang seismik. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari kesalahan sumbangan atau dana kepada orang-orang yang

Laporan CO OP_ XVI 2011

32

pemberitaan di media yang dapat menyebabkan kesalahpahaman dan merugikan perusahaan. Wartawan yang menghadiri meeting ini pun bukan sembarang wartawan. Mereka adalah wartawan senior yang sudah menguasai seluk beluk migas dan perusahaan migas. Meeting yang berlangsung di Kafe Betawi, Mall Balcony Balikpapan, ini berlangsung non-formal dan santai namun tetap focus pada pembahasan utama.

11. Menyiapkan Perlengkapan Pertandingan Bulutangkis Persahabatan Pihak TEPI selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak lainnya, termasuk media massa, salah satunya dengan mengadalakan pertandingan olahraga. Dalam kesempatan ini, penulis diberi informasi mengenai persiapan yang diperlukan untuk mengadakan pertandingan bulutangkis dengan kelompok wartawan di Kaltim Post. Penulis bersama mentor menyiapka beberapa perlengkapan olahraga yang dibutuhkan dan juga beberapa souvenir untuk para wartawan tersebut.

b. Kegiatan Event Internal Sebagai salah satu tanggung jawab divisi communication sebagai divisi yang bertugas membina hubungan baik dengan divisi lainnya, maka divisi ini akan selalu melaksanakan event yang berhubungan dengan hari besar tertentu yang melibatkan para karyawan TEPI sendiri. Disini penulis turut serta dalam membantu persiapan acara hingga membantu pelaksanaan acara. Event Internal yang dilaksanakan selama menjalani program Co-Op ini antara lain : 1. Penyambutan Balikpapan Divisi com juga turut serta bertanggung jawab dalam Kedatangan Pimpinan Total E&P Perancis Ke

penyambutan kedatangan Pimpinan Total E&P Perancis ke Balikpapan. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memantau kesiagaan para pekerja terhadap upaya mempertahankan Zero Accident di Perusahaan Total E&P Indonesie. Pimpinan Total E&P Perancis melihat Demo Fire & Rescue team di NPU. Kemudian dilanjutkan memberi sambutan di Kantor utama Total di Balikpapan. Disini penulis ikut serta dalam persiapan acara

Laporan CO OP_ XVI 2011

33

sambutan pimpinan Total E&P Perancis di gedung OFL Total Base Balikpapan.

2. Staff Meeting Untuk kegiatan internal, setiap periodenya divisi com akan melaksanakan staff metting yang memberikan kesempatan bagi karyawan permanent untuk berdiskusi mengenai perkembangan industria migas di TEPI dan prospoek serta tanggung jawab di masa depan. Selain itu, dibahas pula mengenai perkembangan kejadian kecelakaan kerja, perkembangan sumber daya manusia dan sistem pembayaran upah kerja bagi para karyawan. Disini penulis terlibat dalam mempersiapkan tempat acara hingga bertanggungjawab ketika sesi tanya jawab yang merupakan rangkaian acara staff meeting. 3. Penyambutan Kedatangan Mentri ESDM Divisi Communication mendapat tanggung jawab untuk menjadi event organizer acara Tunu Inauguration yang akan dihadiri dan diresmikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia Bapak Zahedy M. Saleh, dengan lokasi di South Processing Unit (SPU). Acara ini akan diselenggarakan pada 25-26 Maret 2011 dan mengundang beberapa aparat pemerintahan setempat. Selain membuat daftar panitia, pengisi acara, dan tamu dari pihak management TEPI yang akan menghadiri acara Tunu Inauguration/ Kunjungan Menteri ESDM di SPU, penulis juga diberi tanggung jawab untuk membuat alternative desain committee name tag untuk acara Kunjungan Menteri ESDM di SPU. Penulis membuat beberapa pilihan desain name tag yang sesuai dengan standar perusahaan yang terlihat simple dan professional. Desain tersebut akhirnya diserahkan kepada mentor untuk dicek dan dipilih. Kemudian membuat table name yang berguna sebagai penentu tempat duduk bagi para pejabat yang di undang ke acara Gala Dinner. Penentuan tempat duduk di arahkan langsung oleh pimpinan divisi COM.

4. Farewell For Retires TEPI (Part 1 & Part 2)

Laporan CO OP_ XVI 2011

34

Untuk memberi penghargaan pada para karyawan TEPI yang sudah pensiun, TEPI mengadakan acara Farewell Party sekaligus sebagai pesta perpisahan dengan pensiunan TEPI yang sudah berjasa pada perusahaan selama bertahun-tahun. Selama menjadi peserta magang, penulis ikut serta dalam dua acara serupa, Farewell Party for Retires yang pertama diadakan di Gunung Utara pada bulan Maret 2011 dan Farewell Party for Retires yang kedua diadakan di Hotel Novotel Balikpapan pada bulan Juni 2011. Disini penulis ikut serta dalam persiapan pelaksanaan acara yaitu dalam membuat dan menyebarkan invitation letter via email, serta membantu jalannya acara pada hari H. serta dalam menyiapkan beberapa foto para karyawan yang pensiun sebagai salah satu bahan video klip yang diputar selama ketika acara berlangsung. 5. Pasar Bubrah Salah satu acara yang diadakan oleh TEPI adalah Pasar Bubrah yang dilaksanakan pada bulan April 2011, yang diadakan di perumahan Gunung Utara. Acara ini merupakan rangkaian acara kuliner tradisional dan penampilan para karyawan TEPI dalam parade dan pentas seni. Dalam acara ini, TEPI mengizinkan semua masyarakat untuk turut serta menyaksikan parade ini, termasuk masyarakat luar. 6. Diversity Day - Kartini Day Program kerja divisi Communication juga menyangkut dalam merayakan peringatan hari besar, termasuk peringatan Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April. Pada tahun ini peringatan Hari Kartini di rayakan dengan mengadalan talkshow bersama tokoh wanita yang dianggap berpengaruh dalam Diversity Day. Dalam acara ini pula diselenggarakan perlombaan menghias kue bagi para karyawan laki-laki dan membuat rak sepatu untuk karyawan wanita. Pada kesempatan ini, penulis bertanggungjawab terhadap promosi kegiatan, pembagian souvenir dan menjadi penerima tamu selama acara berlangsung.

Laporan CO OP_ XVI 2011

35

7. Inaguration Inaguration merupakan salah satu rangkaian acara Diversity Day, yang diadakan dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Dalam event ini Divisi Com menyelenggarakan perlombaan membuat poster, lagu dan foto yang bertema diversity bagi seluruh karyawan TEPI. Event ini berlangsung selama sebulan sebagai batas waktu pengumpulan hasil karya peserta lomba. Pada puncak acara, dipilih 10 karya terbaik untuk setiap kategori dan akhirnya ditentukan 3 juara pada setiap jenis lomba. Pada event ini, penulis bertugas membantu persiapan acara, seperti membantu menyortir hasil karya para peserta lomba dan pada saat pelaksanaan acara penulis bertanggung jawab pada sebagai pemandu game bagi para pengunjung. 8. Cultural Festival Cultural Night Acara Cultural Festival merupaka acara puncak dari keseluruhan rangkaian event Diversity. Event berisi pameran kuliner dari berbagai Negara yang dapat dicicipi selama acara berlangsung pada stand nya masing-masing. Acara berlangsung dengan diisi berbagai penampilan dari karyawan TEPI berupa penampilan menyanyikan lagu, memainkan alat music tradisional, menarikan tarian tradisional, dsb. Tidak hanya karyawan dari Indonesia saja, tetapi juga para expartial turut serta dalam meramaikan acara ini. Pada event ini, penulis bertanggung jawab dalam membagikan souvenir bagi para panitia dan mengkoordinir hadiah bagi para pemenang lomba Diveristy Day.

9. Nobar Ethics Movie Divisi Comunication juga bertanggung jawab dalam penyampaian peraturan-peraturan di TEPI melalui pembuatan berbagai media promosi baik berupa komik, stiker, poster hingga ini film yang diperankan sendiri oleh para karyawan TEPI.

Laporan CO OP_ XVI 2011

36

Media film mini memuat tayangan berupa etika selama bekerja di TEPI, yang membahas mengenai aturan dalam menggunakan fasilitas kantor, disiplin dalam mematuhi waktu, menjaga kerahasiaan informasi di TEPI, dsb. Salah satu cara memperkenalkan film mini ini, maka divisi communication mengundang para karyawan untuk nonton bareng di gedung OFL Total Base Balikpapan, yang dibuat seperti sedang menonton di bioskok, dengan makanan dan souvenir berupa kaos. Disini penulis ikut serta dalam membantu persiapan penyebaran undangan, penerima tamu, pembagian tiket nonton dan pembagian souvenir berupa kaos di akhir acara.

10. IFP Lunch & Dinner Tidak hanya memperkenalkan TEPI kepada mahasiswa local, pihak CSR juga berusaha mempertahankan kerja sama dengan universitas di luar negeri, dalam hal ini IFP di Perancis yang merupakan universitas khusus yang mengambil jurusan pada bidang industry minyak dan gas. Para mahasiswa diundang dalam rangkaian acara, untuk

mengetahui proses pengolahan minyak di TEPI. Divisi comm. Internal berusaha untuk mengadakan penyambutan dan acara perpisahan bersama yang dihadiri oleh pihak IFP serta para alumni IFP yang sekarang menjadi karyawan TEPI. Di sini penulis bertanggung jawab dalam penyebaran invitation letter dan konfirmasi kehadiran para undangan internal serta para head Division. Serta ikut serta dalam pelaksanaan acara yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Novotel Balikpapan.

c. Kegiatan Event External Selain mengadakan event internal untuk membina hubungan baik antara karyawan, divisi COM juga tidak luput dalam melaksanakan event external untuk membina hubungan baik dengan masyarakat sekitar. Terutama masyarakat yang tinggal di sekitar Wilayah Kerja Perusahaan (WKP).

Laporan CO OP_ XVI 2011

37

Seluruh kegiatan external ini biasanya menjadi tanggung jawab departemen CSR. Di sini penulis bertugas membantu persiapan acara hingga

pelaksanaannya yang biasanya akan ikut terjun langsung ke lapangan atau daerah tempat pelaksanaan kegiatan. Beberapa event yang dilaksanakan selama masa program CO-OP antara lain :

1. HSE Traning Untuk Pemuda Muara Jawa Pelatihan Safety ini merupakan pelatihan yang dilakukan pada 40 orang pemuda yang berasal dari Kecamatan Muara Jawa. Pelatihan yang dilakukan berupa : a. Safety Rigging b. Pelatihan Escafolding c. Basic Safety Di sini penulis bertanggungjawab dalam membantu selama proses pelatihan berlangsung, yaitu selama 5 hari.

2. Pelatihan Tanggap Bencana di WKP TEPI Salah satu upaya comdev perusahaan TEPI dalam membina masyarakat adalah dengan memberikan pengetahuan, terutama kepada masyarakat yang berada di sekitar wilayah kerja TEPI. Pada tahun 2011, TEPI melaksanakan pelatihan Tanggap Bencana di beberapa seperti Muara Jawa, Handil, Sanga-sanga, Samboja, dll. Penyuluhan dan pelatihan ini dilaksanakan selama satu hari penuh pada setiap kecamatan selama 5 hari. Materi yang diberikan dalam penyuluhan antara lain : a. Pengetahuan mengenai perkembangan insdustri migas di Indonesia, khususnya yang berasal dari TEPI b. Resiko yang mungkin ditimbulkan dengan adanya Perusahaan migas c. Cara mengetahui pertanda munculnya bencana seperti bencana banjir, tanah longsor, tsunami dan gempa bumi d. Cara melakukan pertolongan pertama pada korban kecelakaan e. Pemanfaatan jasa pelayanan kesehatan seperti puskesmas

Laporan CO OP_ XVI 2011

38

Media yang digunakan selama penyuluhan antara lain, power point sebagai cara menampilkan slide, pembagian poster yang memberikan ilustrasi mengenai tanda-tanda kemunculan bencana dan pembagian buku yang berisi cerita komik mengenai cara mengenal tanda bahaya dan cara menanggapinya.

3. Penanaman Sejuta Pohon Dalam rangka memperingati Ulang Tahun Bhayangkari, pihak Kapolda mengadakan kegiatan penghijauan di beberapa tempat, termasuk di daerah Delta Mahakam. Daerah ini merupakan salah satu wilayah operasi TEPI. Pihak Kapolda bekerja sama dengan TEPI dalam upaya pelestarian hutan mangrove di sekitar wilayah tersebut. Oleh karena itu, diadalah acara Penanaman Sejuta Pohon yang dihadiri oleh 500 orang yang terdiri dari pasukan brimob, polisi dan masyarakat umum. Penanaman pohon dilaksanakan di beberapa titik di sepanjang wilayah delta Mahakam. Dalam rangkaian acara ini, penulis ikut serta dalam mempersiapkan tempat acara di Handil Base, bertanggungjawab dalam mengkoordinir konsumsi bagi para peserta, persiapan logistic bagi Kapolda yang akan berangkat dengan menggunakan seatruck dan dalam mempersiapkan visitor kit sebelum acara berlangsung. 4. Amabasador Training Pendidikan selalu merupakan hal yang sangat berpotensi untuk dibina. Begitu pula cara pandang pihak TEPI yang mengadakan pelatihan tanggap bencana bersama siswa sebagai pesertanya sebanyak 400 orang. Acara ini dilaksanakan pada hari sabtu di lapangan merdeka Balikpapan. Disini penulis bertugas membuat buku laporan kegiatan yang berisi daftar peserta pelatihan ambassador.

5. NGO Forum

Laporan CO OP_ XVI 2011

39

Membantu pelaksanaan NGO Forum berupa pembuatan sertifikat, konfirmasi alamat LSM yang mengikuti pelatihan untuk mengirimkan sertifikat tersebut kepada LSM yang berada di luar wilayah Balikpapan.

6. Penanaman 500 pohon karet Kegiatan ini dilaksanakan rangka merayakan HUT Kalimatan Timur dan turut serta turut serta dalam kegiatan Kaltim Go Green yang merupakan perintah bapak Gubernur Kalimantan Timur. Pelaksanaan Penanaman 500 pohon ini dilaksanakan pada hari Minggu, 29 Januari 2011 di Kecamatan Muara Jawa, kegiatan ini diikuti oleh semua pegawai TEPI yang ada di divisi COM dan CSR. Dalam kegiatan ini, pemagang bertugas membuat press release yang berisi mengenai rangkaian acara penghijauan tersebut. d. Kegiatan Lainnya Selain ikut serta dalam pelaksanaan kegiatan di atas penulis juga turut membantu dalam mengerjakan tugas lain yang diberikan oleh karyawan lain. Kegiatan tersebut antara lain :

1.

Membuat angket Survey Kepuasan Penduduk terhadap Media Informasi TEPI (Mading) Untuk mengukur tingkat efektivitas media perusahaan, digunakan kuesioner yang akan dibagikan pada beberapa sampel di tiap divisi EKD TEPI. Pertanyaan kuesioner ini berkaitan dengan pendapat sampel penelitian mengenai tampilan, kemudahan akses, rubrik favorit, serta saran mengenai media terkait. Kuesioner yang telah terisi nantinya akan dihitung persentase jawabannya untuk mengukur tingkat efektivitas media perusahaan sebagai media penyebar informasi karyawan TEPI. Kemudian setelah hasil survey didapatkan maka penulis membuat hasil rekap angket tersebut agar dapat diperoleh hasil pengukuran kepuasaan tersebut dari beberapa kecamatan yang menjadi tempat dibagikankannya angket tersebut.

2. Membantu Membuat Visitor Kit

Laporan CO OP_ XVI 2011

40

Seluruh acara external yang diadakan oleh TEPI, berupa kunjungan dari pihak luar ke site akan dipersiapkan susunan acara dan daftar tujuan yang keseluruhannya di rangkum dalam Visitor Kit. Dalam hal ini, penulis ikut serta dalam menyiapkan beberapa jilid visitor kit yang isi nya telah di atur terlebih dahulu oleh panitia. Sehingga lebih mudah dalam pembuatannya.

3. Membantu Membuat dan Menyebarkan Media Promosi Salah satu media promosi yang biasa dibuat adalah undangan untuk acara yang dilaksanakan oleh pihak TEPI. Selain itu penulis juga membantu dalam mendistribusikan poster, flayers untuk setiap event yang dilaksanakan. Sehingga karyawan atau sasaran tujuan acara dapat datang untuk menghadiri acara tersebut. 4. Membuat Hasil Rekap Question And Answer Pada acara staf meeting yang diadakan divisi comm. Terdapat session Tanya jawab yang jawabannya telah direkam dalam recorder, disini penulis diberi kesempatan untuk belajar membuat hasil rekap session Tanya jawab tersebut sehingga dapat dilaporkan kepada pimpinan tentang keberhasilan acara tersebut dalam sudut pandang penerimaan informasi kepada para peserta staf meeting. 5. Membuat Buku Tamu Untuk Resepsionist Di Total Base Balikpapan Untuk membantu jalannya kegiatan harian divisi communication, penulis juga bekerja sama dengan resepsionist di Total Base Balikpapan dalam membantu mempersiapkan beberapa fasilitas di ruang recepsionist tersebut yang merupakan kepanjangan tangan divisi comm. Di Total base Balikpapan. Dalam hal ini, penulis juga bertanggungjawab untuk membuat buku tamu untuk para karyawan dan tamu di Total Base Balikpapan. 6. Membantu Mengupdate Weekly Circular Weekly circular merupakan salah satu media informasi mengenai karyawan yang akan stand by di setiap divisi. Melalui media ini, para

Laporan CO OP_ XVI 2011

41

karyawan dapat mengetahui, jika para Head Divisi sedang keluar dan orang yang menggantikannya (acting). Kemudian karyawan juga dapat mengetahui beberapa orang yang standby pada divisi-divisi yang kruisial, seperti dokter jaga setiap harinya. Tugas divisi com adalah memperbaharui data tersebut kemudian menguploadnya ke dalam intranet. Disini penulis diberi kesempatan untuk membuat beberapa weekly circular yang dibantu oleh Sekretaris Comm yaitu Ibu Hertaty. 7. Membantu Menyiapkan Weekly Report Untuk Sterring yang dilaksanakan setiap hari Jumat di Total Base Balikpapan, sebagai laporan per minggu atas kegiatan yang dilaksanakan oleh setiap divisi. Disini penulis membantu dan sekretaris pada dalam akhirnya memperbaharui laporan setiap departemen

menerbitkan laporan mingguan untuk divisi comm. Serta mempersiapkan laporan dari divisi lainnya yang akan diprint dan dibawa sebagai bahan dalam sterring.

Laporan CO OP_ XVI 2011

42

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan Setelah mengikuti dan menjalani Program Cooperative Education, maka Penulis dapat menyimpulkan bahwa : 1. Program Cooperative Education telah memberikan kontribusi yang cukup baik kepada mahasiswa maupun perusahaan. Perusahaan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk telah mendapatkan

pengalaman baru dalam dunia kerja pada perusahaan industri, khususnya perusahaan yang bergerak di bidang Migas. Sedangkan mahasiswa turut membantu pelaksanaan kegiatan administrasi dan turut menyumbangkan sumbangan pemikiran bagi perusahaan. 2. Program Co-op merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas SDM, khususnya dalam pendidikan tinggi bagi mahasiswa S1. Melalui program Co-Op, mahasiswa akan memperoleh pengalaman kerja di perusahaan sehingga pada akhirnya mahasiswa tersebut dapat memahami hubungan pendidikan akademis dengan dunia kerja. Dengan demikian, ia akan lebih siap menyesuaikan dirinya dengan tuntutan dunia kerja setelah lulus S1 nanti. 3. Melalui adanya CO-OP yang diadakan dalam waktu yang tidak sebentar yaitu sekitar 6 bulan, mahasiswa peserta CO-OP diberi kesempatan untuk belajar sebanyak-banyaknya mengenai segala yang berhubungan dengan divisi dimana mahasiswa tersebut ditempatkan. 4. Melalui berbagai event yang diadakan dan diadakan selama masa COOP, penulis mengerti usaha yang dilakukan oleh divisi COM dalam menjalankan fungsinya di TEPI dalam menjaga silaturahim antar karyawan di dalam TEPI sendiri, perusahaan yang bekerja sama dengan TEPI serta lingkungan masyarakat sekitar.

4.2 Saran Penulis mencoba memberikan beberapa saran, di antaranya : 1. Hendaknya Program Cooperative Education lebih disosialisasikan kepada seluruh pegawai TOTAL E&P INDONESIE agar tidak terjadi kesulitan

Laporan CO OP_ XVI 2011

43

dalam memperlakukan dan menempatkan antara peserta Co-Op dengan OJT. 2. Sebaiknya pihak perusahaan lebih siap dalam penempatan peserta CoOp dan memberikan gambaran yang jelas tentang status, hak dan kewajiban, serta job description Co-Op kepada departemen yang akan ditempati peserta. 3. Sebaiknya dibuat sebuah panduan atau petunjuk pelaksanaan Co-Op yang mencakup aturan-aturan, hak dan kewajiban peserta Co-Op di perusahaan sehingga pelaksanaan Co-Op dapat berjalan dengan lancar. 4. Sebaiknya diberikan pula pengetahuan tambahan kepada para karyawan dalam mengoperasikan mesin-mesin sederhana yang digunakan dalam menunjang pekerjaan, seperti fotocopy,fax, scanner, mengganti catridge dan dalam mengatasi printer yang macet, sehingga karyawan dapat tetap menjalankan tugasnya membantu. 5. Sebagai divisi communication yang merupakan ujung tombak TEPI, baik di lingkungan TEPI sendiri maupun lingkungan masyarakat luar, hendaknya karyawan dapat bersikap sesuai yang diharapkan. Terutama dalam menghadapi tuntutan masyarakat luar dalam meminta konfirmasi proposal atau dalam penerimaan tamu di divisi comm. Serta dalam menjaga hubungan harmonis antara sesama karyawan di dalam satu divisi comm. Itu sendiri. Sehingga dapat tercipta suasana saling menghormati dan menghargai sesame dan dapat menjalankan fungsinya sebagai karyawan dengan baik. ketika para pemagang tidak dapat turut