Anda di halaman 1dari 2

Ofiolit Ofiolit merupakan kompleks batuan dengan berbagai karakteristik dari layer ultramafik, dengan ketebalan dari beberapa

ratus meter sampai beberapa kilometer bersusun atau berlapis dengan batuan gabro dan batuan dolerite, dan pada bagian atanya tersusun oleh pillow lava dan breksi, sering berasosiasi dengan batuan sediment pelagic (Ringwood, 1975). Sedangkan menurut Hutchison (1983), ofiolit merupakan kumpulan khusus dari batuan mafik-ultramafik dengan batuan beku sedikit kaya asam sodium dan khas berasosiasi dengan batuan sediment laut dalam. Ofiolit diinterprestasikan sebagai kerak samudera dan batuan tektonik mantel bagian atas dan akhirnya membentuk daratan (Penrose, 1972; coleman 1977 dalam Clague dan Straley, 1977). Menurut Hutchison (1983), bahwa susunan ideal ofiolit terdiri dari rangkaian beberapa karakteristik batuan. Pada perkembangan lengkap ofiolit, tipe batuannya tersusun dari bawah ke atas. Yaitu : a. Kompeks ultramafik, terdiri atas harsburgit, lerzolit dan dunit, biasanya dengan batuan metamorfik akibat tektonik (umumnya serpetinit). b. Kompleks gabro, biasanya membentuk layer layer dengan tekstur kumulus, berisi peridotit kumulus dan piroksenit dan lebih sedikit terubah dibandingkan dengan kompleks ultramafik. c. Kompleks dike, terdiri atas dike diabas membentuk zona pemisah pad dasar palgiogranit samapi gabro dan saling bertampalan dengan ekstrusif lava bantal. (kompleks dike tidak selalu hadir). d. Kompleks vulkanik mafik, umumnya terdiri dari pillow lava (lava bantal). e. Pada bagian atas assemblage (kumpulan batuan) tersebut, kemudian berasosiasi dengan batuan sediment pelagis yang secara khas meliputi fasies laut dalam seperti rijang, serpih dan batugamping mikrit. Batuan ultramfik merupakan batuan yang kaya mineral mafik (mineral ferromagnesia) dengan komposisi utama batuannya adalah mineral olivine, piroksen, hornblende, mika dan biotit, sehingga batuan ultramafik memilki indeks warna >79% dan sebagian besar berasal dari plutonik (Waheed 2002) Menurut Burger (2000) dalam Nuhsantara (2002), komposisi kimia penyusun batuan ultramfik adalah sebagai berikut : SiO2 (38-45%), MgO(30-45%), Fe2O3 dan FeO (7-10%), Al2O3(0.3-0.5%),Cr2O3(0.21.0%),NiO(0.2-0.3%),CaO(0.01-0.02%), MnO(0.1-0.3%),NaO (0.00-1.00%), K2O (0.00-0.30%), H2O (1014%). Total diekspresikan dalam Fe2O3 dan FeO. Jenis jenis batuan ultramfik 1. Peridotit Peridotit biasanya membentuk suatu kelompok batuan ultramafik yang disebut ofiolit, umumnya membentuk tekstur kumulus yang terdiri dari atas harsburgit, lerzolit, werlite dan dunit. Peridotit tersusun atas mineral mineral holokristalin dengan ukuran mesium kasar dan berbentuk anhedral. Komposisinya terdiri dari olivine dan piroksen. Mineral asesorisnya berupa plagioklas, hornblende, biotit dan garnet (William, 1954) 2. Dunit Menurut William (1954), bahwa dunit meupakan batuan yang hamper murni olivine (90-100%), umumnya hadir sebagai forsterit atau kristolit, terdapat sebagai sill atau korok-korok halus (dalam dimenai kecil). Sedangkan Waheed(2002), menyatakan bahwa dunit memiliki komposisi mineral hamper seluruhnya adalah monomineralik olivine (umumnya magnesia olivin), mineral asesorisnya meliputi : kromit, magnetit, ilmenit dan spinel. Pembentukan dunit berlangsung pada kondisi padat atau hampir padat (pada temperature yang tinggi) dalam larutan magma dan sebelum mendingin pada temperature tersebut, batuan tersebut siap bersatu membentuk massa olivine anhedral yang saling mengikat (Williams,1954). Terbentuk batuan yang terdiri dari olivine murni (dunit) misalnya, membuktikan bahwa ;arutan magma (liquid) berkomposisi olivine memisah dari larutan yang lain (Wilson, 1989). Menurut sanders dan Norry (1989), dunit merupakan anggota dari kompleks ofiolit, pembentukan dunit terjadi pada sekuen mantel bagian bawah, sekuen ini berkomposisi sebagian besar atas peridotit dan peridotit yang terserpentinisasi serta berasosiasi dengan harsburgit, lerzolit, dan dunit. Sedangkan menurut Clague dan Straley (1977), menyatakan bahwa dunit dijumpai pada bagian paling bawah dari kompleks ofiolit (mantel bagian atas) membentuk tekstur kumulus.

3. Serpentinit Serpentinit merupakan abatuan hasil alterasi hidrotermal dari batuan ultramafik, dimana mineralmineral olivine dan piroksen jika alterasi akan membentuk mineral serpentin. Serpentin sangat umum memiliki komposisi batuan berupa monomineralik serpentin, batuan tersebut dapat terbentuk dari serpentinisasi dunit, peridotit (Waheed, 2002). Serpentinit tersusun oleh mineral grup serpentin >50% (Williams, 1954). Menurut Hess (1965) dalam Ringwood (1975), bahwa pada prinsipnya kerak serpentinit dapat dihasilkan dari mantel oleh hidrasi dari mantel ultramafik (mantel peridotit dan dunit). Dibawah pegunungan tengah samudera (mid Oceanic Ridge) pada temperature <500o. serpentin kemudian terbawa keluar melalui migrasi litosfer. Serpentinisasi Pada Mineral Olivin Menurut Waheed (2002), bahwa serpentin merupakan suatu pola mineral dengan komposisi H4Mg3Si2O9, terbentuk melalui alterasi hidrotermal dari mineral ferromagnesian seperti : olivine, piroksen, dan amfibol. Umumnya alterasi pada olivine dimulai pada pecahan/retakan pada kristalnya secepatnya keseluruhan kristal mungkin teralterasi dan mengalami pergantian. Menurut Waheed (2002), bahwa serpentinisasi pada olivine memerlukan : penambahan air, pelepasan magnesia atau penambahan silica, pelepasan besi (Mg, Fe) pada olivine, konversi pelepasan besi dari bentuk ferrous (Fe2+) ke ferri (Fe3+) ke bentuk magnetit. Asal nikel Menurut Boldt (1967), bahwa inti bumi mengandung lebih kurang 3% Nikel, kemudian zona nmantel bumi yang mempunyai ketebalan sampai 2.898 km mempunyai kandunungan nikel antara 0.1-0.3% (Anoim,1985). Ni terdapat dalam mineral olivine, piroksen, ilmenit, magnetit (Brown dan Wager, 1967) serta mineral serpentine nickeliferous yang merupakan derivative dari olivine (Mg, Fe, Ni)2SiO4 karena proses hidrotermal (Fortunadi, 2000). Ni dalam batuan ultramfik terutama terdapat dalam mineral mafik. Umumnya proporsinya : Olivin > Orthopiroksen > Klinopiroksen. Kromit dan magnetit mungkin juga berisi lebih sedikit Ni. Di dalam mineral mafik, nikel terutama terdapat dalam jaringan mineral olivine yang terbentuk pada proses kritalisasi awal. Masuknya Ni ke dalam struktur mineral olivine melalui prilaku magmatik. Olivine dapat mengandung 0.4% NiO dan 0.322% Ni. Olivin (mineral yang terbentuk pada temperature tinggi) sangat tidak stabil di bawah kondisi atmosfer, sehingga saat terjadi pelapukan akan melepas ion Ni yang terdapat dalam ikatan atomnya (Waheed, 2002). Unsure logam Ni dan Co sebagai penyusun mag dan Co=0.82A) dengan jari-jari Mg dan Fe sehingga Ni dan Co dapat bertukar (Proses replacement) dengan Mg dan Fe pada jaringan mineral asli. Ni dan Co menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam batuan ultramfik, dimana dalam keadaan segar mengandung Ni sebesar 0.1 sampai 0.3% (Prijono 1977 dalam Nushantara, 2002).%ma basa hadir dalam kristal olivine dan enstatite karan adanya kesamaan jari-jari ion (Ni=0.78 Nikel hidrosilikat (garnierite) Umumnya hidroksidasi dari beberapa unsure kimia dijumpai berasosiasi denan lingkungan leterit. Ion - ion