P. 1
Persebaran Fauna Di Indonesia

Persebaran Fauna Di Indonesia

|Views: 4,790|Likes:
Dipublikasikan oleh Hani Sabrina

More info:

Published by: Hani Sabrina on Feb 19, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2013

pdf

text

original

Persebaran Fauna di Indonesia

AUTHOR: WINDOWS7BLOG| POSTED AT: 18:54 | FILED UNDER: PELAJARAN

Pola persebaran fauna di Indonesia sama dengan pola persebaran flora di Indonesia. Pola persebaran fauna di Indonesia terbagi atas tiga wilayah persebaran, yaitu :

Wilayah

Persebaran

Fauna

Indonesia

Barat

Dikawasan wilayah persebaran fauna Indonesia Barat, corak faunanya sebagian besar sama dengan corak fauna Asia.

Hal tersebut dikarenakan letak Indonesia barat dulunya bergabung dengan benua Asia sehingga banyak hewan dari Asia beralih ke wilayah Indonesia barat. Setelah hewan tersebut sampai di Indonesia berjuta-juta tahun yang lalu bumi mengalami pergeseran. Yang tadinya Indonesia barat bersatu dengan benua Asia sekarang menjadi terpisah. Hal tersebut menjadikan hewan yang tadinya dari benua Asia yang datang ke Indonesia barat tidak dapat kembali ke kawasan Asia.

Daerah persebaran fauna Indonesia barat meliputi pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali dan Pulau Kecil lainnya yang dikenal sebagai Paparan Sunda. Persebaran fauna Indonesia barat dibatasi oleh garis Wallace. Garis Wallace yaitu garis batas penyebaran fauna Asia di Indonesia.

Fauna khas dari Indonesia bagian Barat Adalah Gajah, Badak, Banteng, Harimau, Orang Utan, Beruang, Siamang, dan lain sebagainya.

Wilayah

Persebaran

Fauna

Indonesia

Tengah

Wilayah persebaran fauna Indonesia Tengah disebut juga wilayah fauna peralihan, karena fauna di kawasan Indonesia tengah merupakan fauna peralihan antara fauna tipe Asia dengan fauna tipe Australia.

Wilayah persebarasn fauna di Indonesia Tengah terletak di antara garis Wallace dibagian barat dan garis weber di bagian timur. Daerah persebarannya meliputi pulai Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Pulai kecilnya lainnya. Daerah kawasan ini dinamakan kawasan Wallace. Fauna khasnya yaitu Anoa, Babi Rusa dan Komodo

Wilayah

Persebaran

Fauna

di

Indonesia

Timur

Wilayah persebaran fauna di Indonesia Timur, hewan yang hidup di daerah tersebut mirip dengan hewan tipe Australia karena pada zaman dahulu wilayah Irian Jaya, menyatu dengan wilayah Australia sehingga banyak hewan yang dari Australia berpindah ke kawasan Indonesia Timur.

Setelah hal itu terjadi, kemudian beberapa juta tahun kemudian bumi mengalami pergeseran yang menyebabkan pulai Irian Jaya beserta pulau kecil lainnya yang menyatu dengan Australia menjadi terpisah. Dengan begitu

ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. Garis weber yaitu garis batas penyebaran fauna Australia di Indonesia.hewan yang beralih dari Australia ke Indonesia Timur tidak dapat kembali ke Australia. Fauna khas dari Indonesia Timur yaitu Kangguru. Adanya garis ini juga tercatat oleh Antonio Pigafetta tentang perbedaan biologis antara Filipina dan Kepulauan Maluku. tercatat dalam perjalanan Ferdinand Magellan pada 1521. Musang berkantung. Kasuari. Garis ini melalui Kepulauan Melayu. Garis Wallace adalah sebuah garis hipotetis yang memisahkan wilayah geografi hewan Asia dan Australasia. Garis Wallace Dari Wikipedia bahasa Indonesia. antara Borneo dan Sulawesi. yang menyadari perbedaan yang jelas pada saat dia berkunjung ke Hindia Timur pada abad ke-19. Pondasi ilmu ini . Garis ini lalu dinamakan "Wallace-Weber". Garis ini dinamakan atas Alfred Russel Wallace. burung Cendrawasih. Persebaran fauna di kawasann Indonesia Timur dibatasi oleh garis weber. berdasarkan tipe-tipe flora dan fauna. di timur kebanyakan berhubungan dengan spesies Australia. Bagian barat dari garis ini berhubungan dengan spesies Asia. Garis ini lalu diperbaiki dan digeser ke Timur (daratan pulau Sulawesi) oleh Weber. cari Garis Wallace. Batas penyebaran flora dan fauna Asia lalu ditentukan secara berbeda-beda. Kakatua dan burung Kasuari. dan antara Bali (di barat) dan Lombok (di timur). Ilmu Biogeografi adalah ilmu tentang bagaimana penyebaran spesies-spesies (hewan dan tumbuhan) di permukaan Bumi dan bagaimana penyebaran itu terjadi.

Jadi. mungkin sebagian Sulawesi pernah bersatu dengan benua Australia-Pasifik. seorang naturalist Inggris kawan Wallace. kepada Henry Bates. Berikut ini adalah kisah tentang hal itu sebagaimana dituturkan oleh Awang Harun Satyana dalam iagi-net. Wallace berpendapat bahwa Kepulauan Indonesia dihuni oleh dua kelompok fauna yang berbeda. satu kelompok di timur satunya lagi di barat. Kalimantan dan Sulawesi. Tahun 1863 dalam sebuah makalah berjudul ³On the physical geography of the Malay Archipelago´ ± Journal of Royal Geographical Society no. Wallace menekankan bahwa mesti telah terjadi sesuatu dengan permukaan Bumi di tempat ini sehingga fauna-faunanya ganjil. Wallace menggeser garisnya di sektor Sulawesi lebih ke timur lagi sebab di Sulawesi Barat masih cukup dominan ditemukan fauna-fauna Asia. =================== Garis Wallace Tahun 1858. dan sebagian lagi pernah bersatu dengan Australia. 33. Dari penelitian-penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh ahli2 fauna dan flora ditemukan bahwa Garis Wallace ini tidak pernah tegas. Wallace mendefinisikan garis pembatas dua kelompok ini menggunakan penyebaran burung. masuk ke Selat Makassar lalu berakhir di sebelah selatan Selat Lombok. Konsep Garis Wallace ini mengesankan para ahli biogeografi sebab penyebaran flora pun mengikutinya. dan di antara Pulau Bali dan Lombok. Lalu ia menarik garis di antara Filipina dan Maluku. Di suratnya itu. Saat itu. penyelidikan geologi di Indonesia baru saja dimulai oleh Pemerintah Belanda dan tentu belum menyentuh sama-sekali Sulawesi. Tahun 1859. meskipun daerah tersebut memiliki kondisi iklim dan daratan yang sama. Semoga bermanfaat. Wallace percaya bahwa Kalimantan. ia menemukan perbedaan yang tajam jenis-jenis organisme antara bagian baratlaut dan tenggara. Garis hipotetik itulah yang kemudian dikenal dengan Garis Wallace. tetapi dapat bergeser-geser ke timur atau barat di Sulawesi. ini pendapat menantang dari Wallace. Ketika ia melakukan perjalanan di Kepulauan Indonesia. dan Timor. dalam bukunya ³The World of Life´ (Chapman and Hall. tiga tahun sebelum Wallace meninggal. Garis pembatas ditariknya di antara Bali dan Lombok dan di antara Kalimantan dan Sulawesi. London). Tahun 1910. cerita itu dapat saya hadirkan di sini. Flora-flora pegunungan di Sulawesi Barat mirip flora pegunungan di Kalimantan dan Jawa. Dengan izin darinya.diletakkan oleh Alfred Russel Wallace ketika ia menerapkan Teori Evolusi untuk menginterpretasikan spesies yang sangat beranekaragam dan menjelaskan bagaimana sungai dan deretan pegunungan bisa membatasi penyebaran spesies tersebut. Jawa. tetapi jelas meyakinkan bahwa Sulawesi adalah wilayah pertemuan sekaligus perbatasan zone-zone biogeografi. datang sepucuk surat dari Wallace di Indonesia. Papua. Garis itulah yang kemudian disebut para ahli ³Garis Wallace´. Maluku. Wallace menarik garis pembatas fauna Indonesia Barat dan Indonesia Timur dari sebelah timur Filipina. Tetapi fauna Sulawesi begitu ganjilnya sehingga surat Wallace berikutnya pada tahun 1859 kepada Bates menyebutkan bahwa sebagian Sulawesi kelihatannya pernah bersatu dengan Asia. dan Sumatra suatu saat pernah saling bersatu dengan Asia. sedangkan flora di tanah yang berasal dari lapukan batuan ultrabasik d .

Seluruh Sulawesi bagian barat adalah milik Sundaland. bahkan sekarang di bawah Teluk Tomini pun ± Cekungan Gorontalo. Mereka dulu bagian Sundaland yang saat ini berposisi di tengah Indonesia oleh pemisahan di Selat Makassar. ikut berevolusi sampai ke bentuknya sekarang. Geologi Pulau Sulawesi Kita para geologist tahu bahwa Sulawesi merupakan wilayah pertemuan sekaligus perbatasan antara provinsi-provinsi geologi. bagian paling timur Sulawesi yaitu Sulawesi Tenggara-Buton dan Banggai Sula adalah segmen massa benua asal Australia yang berpindah ke tempatnya sekarang oleh percabangan Sesar Sula-Sorong. Bagian tengah Sulawesi yang disusun massa batuan metamorfik dan ofiolit adalah massa asli Sulawesi yang terjadi atau terangkat di situ oleh proses pertemuan provinsi-provinsi geologi. Hal itu menyebabkan Pulau Sumatera. dan Lydekker Agustus 3. Pemisahan dan pertemuan massamassa kerak batuan ini tentu ada penumpangnya. maka di Sulawesi bertemu juga berbagai zone biogeografi flora dan fauna. Jawa. Ahli flora terkenal zaman Hindia Belanda. van Steenis pada tahun 1972 meneliti flora pegunungan Sulawesi dan membaginya sebagai flora asal lokal (autokton) dan flora asal luar (alokton). 1858).adalah berciri Sundaland. yaitu flora dan fauna yang juga telah hadir sejak lama di atasnya. 2010 Ketika jaman es. Lihatlah gambar-gambar di bawah ini untuk melihat perbedaan antara jaman es dan jaman sekarang. ³I believe the western part to be a separaed portion of continental Asia. dan Kalimantan merupakan bagian dari benua Asia. sedangkan Pulau Papua merupakan bagian dari benua Australia. kalau di Sulawesi bertemu berbagai provinsi geologi. Ilmu Biogeografi Wallace sejak tahun 1858 telah menyadari perubahan-perubahan geologi yang terjadi di wilayah Indonesia bagian tengah ini dan implikasinya kepada penyebaran fauna.Sulawesi bagian timur ternyata mirip flora Papua yang juga tumbuh di tanah hasil lapukan batuan ultrabasik. . Garis Wallace. Ilmu Biogeografi lahir di Indonesia. oleh Wallace. Sedangkan. Pemisahan oleh Selat Makassar terjadi pada Paleogen. ketika ia menulis sebaris kalimat kepada Henry Bates. sementara pertemuan dengan segmensegmen massa benua Australia terjadi pada Neogen. Maka. permukaan air tidak setinggi sekarang. the eastern the fragmentay prolongation of a former Pacific continent. Weber.´ (Alfred Russel Wallace.

Peta Dunia pada jaman es berwarna coklat Warna abu-abu merupakan keadaan ketika jaman es sedangkan warna putih merupakan keadaan sekarang. Lombok. Pulau Sulawesi. Jika kalian amati baik-baik pada gambar kedua. . Bagian itulah yang disebut sebagai Wallacea. NTT dan pulaupulau pecahan lain tidak ada pada jaman es.

Wallace menjelajahi Malaysia dan Indonesia. Kemudian Garis Weber. sama seperti Garis Lydekker tetapi hanya beda dalam pembatasannya. Ia merupakan orang asal Jerman yang berprofesi sebagai zoologist (ahli ilmu hewan) dan biogeographer (orang yang ahli dibidang biogeografi). geologiwan (ahli geologi). Antara tahun 18541862. di Indonesia kita mendapati bahwa Garis Wallace dan Garis Weber itu dibedakan. geographer. Karena itu. ia menggambarkan garis pemisah biogeografi Australialis yang berada di bagian barat Indonesia dan Asialis yang berada di bagian kiri Indonesia. tidak banyak informasi tentang garis Lydekker yang bisa ditemui di website Indonesia. garis imajiner yang memisahkan Daratan Indonesia Barat dengan daerah Wallacea (Indonesia Tengah). (Inggris). dan penulis buku ilmu pengetahuan alam yang lahir di kota London. Tetapi. ia menemukan garis Wallace setelah ia menyadari adanya perbedaan antara fauna bagian barat dan timur. . Richard Lydekker (25 Juli 1849 ± 16 April 1915) adalah seorang naturalist (ahli flora dan fauna). adalah garis imajiner yang memisahkan daerah Wallacea dengan daerah Indonesia Timur. Garis Lydekker adalah garis imajiner yang memisahkan daerah Wallacea dengan daerah Indonesia Timur.Alfred Russel Wallace (8 Januari 1823 ± 7 November 1913) adalah seorang naturalist ( ahli flora dan fauna). Pada tahun 1895. Garis Weber dicetuskan oleh Max Carl Wilhelm Weber (5 Desember 1852 ± 7 Februari 1937) atau juga dikenal sebagai Max Wilhelm Carl Weber. ia juga dikenal sebagai orang yang membantu Charles Darwin untuk mencetuskan teorinya. Garis imajiner yang sering dipakai untuk memisahkan zona di Indonesia adalah garis Wallace dan Garis Weber. Selain menemukan garis Wallace. Sehingga Garis Wallace bisa juga berarti garis imajiner yang memisahkan Daratan Indonesia Barat dengan daerah Wallacea. Garis Wallace sering juga disebut sebagai Garis Wallace-Weber di luar negeri. anthropologist dan biologist. explorer. Pada tahun tersebut.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->