Anda di halaman 1dari 6

Foto thorax

Pemeriksaan foto thorax meliputi traktus respratorius da system kardiovaskuler. Untuk dapat membaca atau mempelajari foto rontgen pada umumnya dibutuhkan ilmu dasar yakni : 1. Ilmu anatomi 2. Ilmu patofisiologi : bagaimana pathogenesis suatu penyakit dapat menimbulkan kelainan pada organ yang diserang : lokasi, kelainannya apa (infiltrate, eksudat, transudat, kavitas, fibrosis, dll) 3. Fotografi atau roentgenografi : bagaimana bentuk kelainan bila di foto rontgen. Fotografi atau roentgenografi Azas azas radiografi : a. Sumber sinar atau tube obyek film developer fixer film +

> >

> >

b. Sinar x menembus jaringan, sebagian akan diserap dan sebagian lagi menembus obyek. Banyaknya yang diserap tergantun kpadatan jaringannya, makinpadat makin banyak yang diserap dan makin sedikit yang menembunya, ini membedakan densitas jaringan pada foto roentgen. c. Film adalah lembar celluloid yang ilapisi zat kimia AgBr yang mempunyai sifat bereaksi bila dikenai sinar yaitu berubah bila dikenai sinar yaitu berubah menjadi warna hitam. Densitas jaringan atau benda dibedakan menjadi 5 macam : 1. Sangat opaque yaitu logam 2. Moderately opaque : tulang, kalsifikasi,batu

3. Intermediate : semua soft tissue, jantung dan pembuluh darah 4. Moderately lusent : lemak 5. Very lusent : udara Metode pemeriksaan Foto roentgen thorax Rongga thorax berfsifat sangat istimewa karena diisi dengan organ organ yang sangat berbeda denitasnya, oleh karenanya memiliki syarat-syarat pembuatan foto yang baik yang tidak dikenal dalam pembuatan foto bagian tubuh yang lain. Syarat foto toraks yang baik adalah : a. Posisi PA ( Posteroanterior )dengan jarak tube film 180 cm, sinar dari arah punggung, film menempel di dinding depan thoraks b. Kondisi fot dengan kardiovaskuer yang tepat sesuai ketebalan rongga thorak c. Inpirasi dalam d. Simetris e. Scapula tidak menutupi lapangan paru-paru, dapat diperoleh dengan posisi sendi bahu endorotasi maksimal. Posisi posisi foto thoraks lain yang perlu : a. Lateral, umumnya untuk menentukan massa, korpus alineum dan analisa jantung. b. Lateral dekubitus, untuk evaluasi cairan. c. Lordotik AP, untuk meneliti daerah apeks. d. Oblique, untuk evaluasi jantung. Foto thoraks normal 1. Yang perlu diketahui dahulu addalah : a. Jaringan paru paru yang berisi udara b. Jantung yang berisi darah

Rongga toraks dibagian bawah dibatasi kedua diafragma, dilateal oleh lengkung kosta yang sebenarnya diselimuti pleura parietalis dan ditengah ditengah terdiri dari mediastinum, pembuluh-pembuluh darah besar, trachea dan bronku primer. Parenkim paru yang normal tidak terlihat karena dominasi udara didalamnya, yang menjadi petunjuknyaadalah arteri Pulmonalis beserta cabang cabagnya yang dalam foto roentgen dibaca sebagai corakan bronkovaskuler. 2. Tulang tulang kerangka toraks : scapula, klavikula, kosta,ternum, dan vertebra. 3. Jaringan jaringan lunak : payudara, papilla mamae,muculus pektolis mayor, musculus strnocleidomastoideus, lipatan kulit, lemak ubkutan. 4. Dikenal daerah atau area atau lokasi sebagai berikut : a. Apeks paru b. Basal paru c. Parakardial d. Para aorta e. Para tracheal f. Parahilar g. Lateral h. Sesuai lobus lobusnya

Sistem kardiovaskular Penilaian jantung : 1. Kedudukan atau situs 2. Kolumna vertebralis 3. Ukuran dan pembesaran jantung 4. Aorta 5. A. pulmonalis dan cabang cabangnya 6. Paru paru keseluruhan

1. Kedudukan atau situs Situs jantung berada di hemithoraks kiri Kelainan : a. dekstrokardia : fundus dan apeks dikanan c. dekstroversi : fundus dikiri dan apek dikanan

2.

Kolumna vertebralis

Skoliosis dan kifosis dapat mengubah kedudukan bentuk jantung

3. Ukuran dan pembesaran jantung Ukuran digunakan cardio thoracic ratio (CTR) normal tidak lebih dai 50% Bila jantung membesar, harus dianalisa bagian apa yang membesar. untuk itu kita harus diketahui batas dinding jantung : a. Batas kanan dibentuk oleh atrium kanan, aorta ascenden dan vena cava superior b. Batas kiri dibentukoleh arcus aorta, pinggang jantung yang konkaf tempat tonjolan a. pulmonalis dan artikel atium kiri serta ventrikel kiri yaitu apeks jantung. Sifat pembesaran jantung a. Pembearan menyeluruh pada pericardial efusi b. Pembesaran local : Atrium kanan : Jantung melebar kekanan melebihi 1/3 diafragma dan berbentuk setengah bulatan.

Atrium kiri : Diisi kanan tampak double contour atau batas kembar pinggang jantung mendatar atau mencembung tampak tonjolan aurikel atrium kiri bronkus primer kiri mendatar esophagus terdesak kebelakang pada foto Ba lateral

Ventrikel kanan : batas kiri jantung melebar kekiri melebihi 2/3 diafragma dan apek terangkat keatas batas jantung menempel sternum lebih dari 1/3 bagian pada foto lateral

Ventrikel kiri : Batas kiri jantung melebar kekiri bawah lebih dari 2/3 diafragma pada foto lateral ruangan Holzknecht terisi jantung.

4. Aorta a. Arkus aorta biasanya tidak mencapai ketinggian artikulasio ternoklavikularis, Bila sampai apalagi dengan aorta descenden yang melengkung kekanan disebut prominent atau elongasio aortae b. Aorta yang melebar dapat pada aneuryssma, tetralogi of fallot dan AI/AS ( aorta configuration ) c. Aorta yang mengecil pada MS/MI, defek septum jantung (L-R shunt) 5. Arteri pulmonalis dan cabang cabangnya a. A. pulmonalis dapat melebar, > 1cm pada defek septum (L-R shunt) dan dekompensatio kordis kiri b. Corakan bronkovasskuler meningkat berarti pembuluh darah arteri yang ada jadi melebar dan bertambah densitasnya (jumlah darah/perfusi bertambah) melebihi 2/3 lapangan paru sampai diperifer atau lateal, dilhat terutama dibagian basal dan parakardial, mialnya kongesti paru. c. Corakan bronkovaskuler berkurang berarti pembuluh darah arteri mngecil dan nsitasnya menurun (perfusi menurun) misalnya pada Pulmonal stenosis. d. Vena pulmonalis tidak memberi banyak sumbangan pada keadaan normal, tetapi pada bendungan/kongesti paru akan melebar atau bertambah didaerah suprahiler

kanan kiri yang disebut gambaran kumis terbalik atau inverted mustache. Peningkatan perfusi pada arteri dan vena ini dikenal sebagai Hipertensi Pulmonal. e. Pada Hipertensi Pulmonal dapat terjadi pelebaran didaerah hilus, kemudian tibatiba menyempit kearah perifer, misalnya PPOK. f. Gambaran kongesti paru adalah edema paru yang dapat dibedakan : 1) edema alveolar, terjadi secara aku dengan gabran bercak-bercak kesuraman perihiler berbenuk bat wing atau butterfly wing 2) edema interstistial, terjai secara kronis dengan gambaran becak- bercak kesuraman di basal sampai parahiler. g. Dapat terjadi bendungan saluran limfe yang dapat dibedakan adanya gambaran : 1) Garis - garis Kerley B: dilapangan lateral bawah,sejajar 2) Garis garis Kerley A : radier diparahiler 6. Paru paru Dapat menunjukan akibat keadaan jantung yang mempengaruhi paru seperti : edema paru, efusi pleura dan bendungan system limfe yaitu garis Kerley A dan B.