PENERAPAN PEMBELAJARAN MELALUI MODEL TEAMS GAME TOURNAMENT MENGGUNAKAN TEKNIK TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR

SISWA DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARA TIK KELAS X DI SMAN 1 KOTA BANYUWANGI

Oleh : DEVIANA HARSTUTI NIM : 209533424057

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA 2009 Februari, 2012

Paparan selengkapnya disajikan berikut. Karena itu sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan. Untuk mewujudkan sistem pendidikan yang demikian itu perlu adanya peran aktif dari semua pihak diantaranya adalah pemerintah. efektifitas metode pembelajaran. Selama ini proses pembelajaran kita lihat masih menganut model pembelajaran konvensional. ruang lingkup dan keterbatasan penelitian. orang tua siswa. A. serta definisi istilah. tujuan penelitian. nasional. peningkatan kurikulum. serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. peningkatan kualitas sarana dan prasarana belajar dan bahan ajar yang memadai. manfaat penelitian. peningkatan kualitas pendidikan. peningkatan kompetensi guru. Latar Belakang Pendidikan adalah suatu hal yang harus dipenuhi dalam upaya meningkatkan taraf hidup bangsa Indonesia agar tidak sampai tertinggal dengan bangsa lain. guru dan lain-lain. antara lain. peningkatan kualitas pembelajaran.BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini dipaparkan latar belakang. terarah dan berkesinambungan. yaitu proses pembelajaran yang berpusat pada guru . Peningkatan kualitas pendidikan disekolah dapat ditempuh dengan berbagai cara. global sehingga diperlukan pembaharuan pendidikan secara terencana.

dan terbukti saat pelajaran dimulai banyak siswa yang ngobrol sendiri dan kelihatan sekali mereka merasa bosan dengan metode yang dilakukan oleh guru mata pelajaran TIK. khususnya mata pelajaran TIK masih disampaikan dengan metode ceramah. Dengan adanya hal tersebut sebaiknya guru menerapkan metode talking stick untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa. . Hal ini di duga akan mempengaruhi aktivitas belajar siswa di dalam kelas. Dengan metode konvensional pada saat pelajaran dimulai siswa ada yang mengobrol sendiri dengan teman yang lain. Hal ini diduga akan mempengaruhi aktivitas belajar siswa didalam kelas. jenuh dan tidak dapat berperan aktif serta tidak bisa belajar mandiri. sebagai metode yang lebih dominan meskipun diselingi dengan praktikum langsung antara guru dan murid. menghidupkan PC pada saat penjelasan guru untuk bermain game ataupun browsing internet. Metode ceramah sebagai metode utama bukan berarti tidak cocok untuk digunakan tetapi penggunaan metode tersebut yang mendominasi menyebabkan siswa merasa bosan. Kondisi ini diduga akan sangat mempengaruhi keaktifan siswa di dalam kelas. Hal ini di perkuat oleh hasil observasi yang telah dilkukan oleh peneliti sebelum melakukan penelitian.dan selama itu pula kemampuan siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran dan kemandirian dalam belajar tidak akan tampak. Jika penerapan metode pembelajaran untuk mata pelajaran TIK hanya menggunakan metode ceramah sebagai metode utama. Pembelajaran konvensional menganggap guru adalah satu-satunya sumber belajar yang dianggap serba tahu. maka proses belajar akan terasa membosankan bagi siswa karena terasa monoton. SMAN 1 Kota Banyuwangi hingga saat ini dalam pelaksanaan pembelajaran.

1.Berdasarkan latar belakang ini maka penulis mengambil judul ³Penerapan Pembelajaran Inovatif Melalui Metode Teams Game Tournament Menggunakan Teknik Talking Stick Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Tekhnologi Informasi dan Komunikasi Kelas X Di SMAN 1 Kota Banyuwangi´ B. Proses pelaksanaan pembelajaran Inovatif melalui metode Teams Game Tournament menggunakan teknik Talking Stick pada mata pelajaran Tekhnologi Informasi dan Komunikasi kelas X SMAN I Kota Banyuwangi 2. Mengetahui tingkat keaktifan belajar siswa melalui metode Teams Game Tournament menggunakan teknik Talking Stick pada mata pelajaran Tekhnologi Informasi dan Komunikasi kelas X SMAN I Kota Banyuwangi. Selanjutnya tujuan tersebut dipaparkan sebagai berikut. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini difokuskan pada peningkatkan kekatifan dan prestasi belajar siswa kelas X tahun ajaran 2012/2013 SMAN 1 Kota Banyuwangi melalui metode Teams Game Tournament menggunakan model Talking Stick. . Mengetahui hasil prestasi belajar siswa melalui penerapan pembelajaran Inovatif melalui metode Teams Game Tournament menggunakan teknik Talking Stick pada mata pelajaran Tekhnologi Informasi dan Komunikasi kelas X SMAN I Kota Banyuwangi. 3.

. maka penelitian ini ditekankan pada upaya meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa melalui model Teams Game Tournament menggunakan metode Talking Stick pada Mata Pelajaran TIK di SMA Negeri 1 Kota Banyuwagi kelas X. Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut. terpacu dalam proses belajar dalam kegiatan belajar dikelas. baik dari segi kemampuan. waktu dan dana serta melihat luasnya permasalahan yang diidentifikasi.C. Bagi Guru Penggunaan metode Talking Stick digunakan untuk mempermudah para guru dalam mengaktifkan kegiatan pembelajaran dikelas 3. 2. D. Bagi Sekolah Dengan penerapan pembelajaran metode talking stick dapat diharapkan untuk menjadi pertimbangan pihak sekolah dalam menetukan metode ajar yang lebih baik untuk meningkatkan keaktifan kegiatan kelas dan hasil peningkatan hasil belajar. penelitian ini terbatas dalam satu kelas. Selain itu. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian Karena keterbatasan peneliti. Bagi Siswa Dengan adanya penerapan metode Talking Stick siswa dapat lebih aktif . 1. Manfaat Penelitian Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan peningkatan pemahaman dari hasil belajar pada seluruh mata pelajaran.

E. . Model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan. Definisi Istilah atau Definisi Operasional 1. 2. Peningkatan prestasi belajar adalah dilihat dari peningkatan prestasi hasil belajar yang dicapai oleh siswa yang ditunjukkan dengan membandingkan nilai rata-rata skor tes yang ditinjau pada proses pembelajaran sebelum diberi tindakan kelas dengan rata-rata skor tes setelah diberi tindakan. Mengacu dalam kemampuan memahami karakteristik siswa dan memberikan perhatian dan respon stimulus pada siswa. melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status. Peningkatan Keaktifan Belajar Siswa adalah keaktifan siswa dapat dilihat dari sikap. 3. tingkat emosi siswa dan minat belajar siswa tersebut.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.