Anda di halaman 1dari 22

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nya paper yang berjudul Perkembangan Ilmu Manajemen dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan moral maupun material sehingga paper ini dapat tersusun dengan baik. Penulis menyadari bahwa apa yang telah dipaparkan pada paper ini masih jauh dari tingkat sempurna baik menyangkut isi, teknis, maupun bahasa. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan paper ini. Betapapun kekurangan itu, penilaian sepenuhnya diserahkan kepada para pembaca. Akhirnya penulis berharap semoga paper ini dapat bermanfaat sehingga dapat disimak dalam bentuk bahan bacaan.

Denpasar, 5 Oktober 2011

Penulis

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..................................................................................................................i DAFTAR ISI...................................................................................................................................ii BAB I...............................................................................................................................................1 PENDAHULUAN...........................................................................................................................1 Latar Belakang.............................................................................................................................1 1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................................2 1.3 Tujuan Penulisan....................................................................................................................2 BAB II..........................................................................................................................................3 PEMBAHASAN..............................................................................................................................3 2.1 Sejarah Manajemen................................................................................................................3 2.2 Teori Manajemen Klasik........................................................................................................4 Teori Manajemen Ilmiah..............................................................................................................6 Teori Organisasi Klasik................................................................................................................9 2.5 Aliran Manajemen Modern..................................................................................................14 2.6 Perkembangan Teori Manajemen Di Masa Mendatang......................................................16 BAB III..........................................................................................................................................18 KESIMPULAN..............................................................................................................................18 Simpulan.....................................................................................................................................18 Saran...........................................................................................................................................19

ii

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Manajemen adalah suatu proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, mengendalikan dan menggerakkan sumber daya untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Manajemen dibutuhkan pada semua kegiatan yang di organisasi dan dibutuhkan dimana saja orang-orang bekerjasama untuk mencapai tujuan yang sama. Sesungguhnya manajemen telah lama ada jauh sebelum bangsa Indonesia merdeka. Salah satunya yang dapat dilihat bahwa manajemen telah digunakan dalam kehidupan masyarakat zaman dahulu adalah adanya bukti piramida di Mesir, adanya benteng raksasa yang sekarang dikenal dengan Tembok Besar Cina, adanya bangunan Kabah di Makkah, dan masih banyak contoh lainnya. Dengan adanya bngunan-bangunan tersebut menunjukkan bahwa zaman dulu manajemen telah diterapkan dalam kehidupannya. Kesemua bukti tersebut menunjukan bahwa sesungguhnya manajemen merupakan ilmu baru, bahkan dalam konsep yang paling treadisional sekalipu telah dikenal dan dijalankan oleh orang-orang terdahulu. Kemudian Perkembangan teori manajemen terjadi sangat pesat pembahasan dan pemahaman tentang manajemen mengenai sasaran, perlu diketahui terlebih dahulu proses perkembangan teori- teori dan prinsip- prinsip manajemen yang akan memberikan landasan kuat bagi pemahaman perkembangan selanjutnya. Teori relativitas telah banyak membantu ahli fisika untuk mengendalikan atom melalui hukum aerodynamics. Begitu juga teori- teori dan prinsip- prinsip dan prinsip- prinsip manajemen membuat lebih mudah bagi manajer untuk memutuskan apa yang harus dilakukan agar dapat menjalankan fungsinya secara efektif . Tanpa teori semua pembahasan adalah berupa intuisi dugaan dan harapan yang akan membatasi penggunaannya dalam organisasi yang semakin kompleks. Tapi sayangnya sampai sekarang tidak ada suatu teori umum atau sekumpulan hukum bagi manajemen yang dapat diterapkan untuk semua 1

situasi diatas. Teori manajemen dibagi menjadi tiga aliran, yaitu (1) Aliran klasik (yang dibagi menjadi dua aliran yaitu teori manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik) , Aliran Hubungan Manusiawi atau sering disebut Aliran Neoklasik, dan aliran Manajemen Modern. Dalam paper ini akan membahas mengenai perkembangan sejarah manajemen, perkembangan teori manajemen klasik, teori manajemen ilmiah, teori organisasi klasik, aliran manajemen modern dan perkembangan teori manajemen di masa depan. 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana sejarah perkembangan manajemen? 2. Bagaimana perkembangan teori manajemen klasik? 3. Bagaiman perkembangan teori manajemen ilmiah? 4. Bagaimana perkembangan teori organisasi klasik? 5. Bagaimana perkembangan aliran manajemen modern? 6. Bagaimana perkembangan teori manajemen di masa datang? 1.3 Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui sejarah perkembangan manajemen. 2. Untuk mengetahui perkembangan teori manajemen klasik. 3. Untuk mengetahui perkembangan teori manajemen ilmiah. 4. Untuk mengetahui perkembangan teori organisasi klasik. 5. Untuk mengetahui perkembangan aliran manajemen modern. 6. Untuk mengetahui perkembangan teori manajemen di masa datang.

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Sejarah Manajemen Salah satu bukti manajemen telah ada adalah dengan adanya bukti piramida di mesir. Adanya bangunan di mesir menujukan bahwa pada jaman dahulu ada serangkaian kegiatan yang di atur sedemikan rupa, mengikuti tahapantahapan tertentu yang telah disiapkan hingga bangunan piramida yang megah di tengah gunung pasir dapat menjadi decaka kagum masyarakat di seluruh dunia dari dulu hingga kini. Dari sejarah dapat kita ketahui bahwa tidak kurang dari ribuan orang telah terlibat dalam bangunan piramida di mesir. Selain piramida di mesir , kita juga dapat melihat adanya benteng rasaksa yang berdiri sepanjang ribuan kilometer di cina. Benteng ini juga menunjukan betapa orang-orang Cina dahulu telah melakukan kegitan menajemen (dalam bentuk apapun kegitan manajemen tersebut) sehingga bangunan benteng yang kokoh tersebut dapat bertahan kokoh hingga hari ini. Di mekah juga terdapat juga bangunan kbah yang sepanjang tahunnya menjadi kunjungan rutin bagi para umat muslim di seluruh dunia yang mengadakan ibadah haji atau umroh. Kekuatan kbah ini telah menunjukan bahwa manajemen telah diketahui dan dijalankan oleh umat manusia. Kesemua bukti tersebut menunjukan bahwa sesungguhnya manajemen merupakan ilmu baru, bahkan dalam konsep yang paling treadisional sekalipu telah dikenal dan dijalankan oleh orang-orang terdahulu. Kemudian Perkembangan teori manajemen terjadi sangat pesat pembahasan dan pemahaman tentang manajemen mengenai sasaran, perlu diketahui terlebih dahulu proses perkembangan teori- teori dan prinsip- prinsip manajemen yang akan memberikan landasan kuat bagi pemahaman perkembangan selanjutnya. Teori relativitas telah banyak membantu ahli fisika untuk mengendalikan atom melalui hukum aerodynamics. Begitu juga teori- teori dan prinsip- prinsip dan prinsip- prinsip manajemen membuat lebih mudah bagi 3

manajer untuk memutuskan apa yang harus dilakukan agar dapat menjalankan fungsinya secara efektif . Tanpa teori semua pembahasan adalah berupa intuisi dugaan dan harapan yang akan membatasi penggunaannya dalam organisasi yang semakin kompleks. Tapi sayangnya sampai sekarang tidak ada suatu teori umum atau sekumpulan hukum bagi manajemen yang dapat diterapkan untuk semua situasi diatas. Teori manajemen dibagi menjadi tiga aliran. 1. Aliran Klasik dapat dibagi menjadi dua aliran lagi. Teori Manajemen Ilmiah. Teori Organisasi Klasik.

2. Aliran Hubungan Manusiawi atau sering disebut Aliran Neoklasik. 3. Aliran Manajemen Modern dibagi menjadi dua pedekatan manajemen yaitu : Pendekan Sistem. Pendekan Kontigen( contingency approach).

2.2 Teori Manajemen Klasik Sebelum munculnya zaman manajemen ilmiah telah terjadi revolusi industri pada abad ke 19 yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan sesuatu pendekatan manejemen yang sistematik. Usaha usaha pengembangan manjemen kemudian dilakukan oleh para teoritis. Perkembangan teori teori dan prinsip prinsip manajemen selanjutnya akan dilakukan dengan menguraikan para tokoh dan gagasan mereka. 1 Robert Owen (1771-1858) Robert Owen merupakan manajer dan pemiliki beberapa pabrik kapas di Inggris. Pada waktu itu kondisi pabrik owen sedang sangat buruk. Sampailah Owen pada kesimpulan bahwa manajer harus menjadi pembaharu (reformer).Beliau melihat peranan pekerja yang cukup penting, sebagai asset perusahaan. Pekerja bukan hanya sebagai input, tetapi merupakan sumber daya

perusahaan yang signifikan. Selanjutnya dia memperbaiki kondisi kerja pekerjanya, dengan mendirikan perumahan (tempat tinggal) yang lebih baik. Beliau mendirikan toko dimana pekerja bisa membeli barang kebutuhan di took dengan harga yang murah. Mengurangi jam kerja menjadi 10,5 jam perhari dari sebelumnya sekitar 15 jam sehari, dan menolak pekerja di bawah umur 10 tahun. Owen berpendapat dengan memperbaiki kondisi kerja atau investasi pada sumber daya manusia, perusahaan dapat melakukan inventasi pada sisi teknis, seperti pada mesin, dan melupakan perbaikan/investasi pada sumber daya manusia. Disamping itu, Owen memperkenalkan sistem penilaian terbuka dan dilakukan setiap hari. Dengan cara semacam itu manajer diharapkan bisa melokalisir masalah yang ada dengan cepat. Cara semacam itu juga membuat pekerja yang berprestasi menjadi bangga, karena namanya dikenalkan ke pekerja lain. Cara semacam ini mendorong sistem feedback yang banyak dibicarakan pada masa-masa berikutnya. 2. Charles Babbage Babbage meerupakan profesor matematika di Inggris. Dengan latar belakang kuantitatifnya, beliau percaya bahwa prinsip-prinsip ilmiah dapat diterapkan untukmeningkatkan efisiensi produksi, produktivitas naik, biaya operasi turun. Kontribusinya terlihat dari bukunya On the Economy of Machinery and Manufactures. Beliau menganjurkan pembagian kerja (division of labor), sehingga kerja/ operasi setiap pabriknya bias dianalisis secara terpisah. Dengan cara semacam training bias dilakukan dengan lebih murah. Pekerja yang melakukan pekerjaan yang sama secara berulang-ulang akan semakin terampil, dan berarti semakin efisien. Dia percaya bahwa metode kuantitatif bias digunakan untuk menganalisasi persoalan perusahaan seperti untuk

mengefisienkan penggunaan bahan baku atau fasilitas lain. Dengan ide-ide semacam itu Babbage merupakan pioneer manajemen ilmiah. Teori Manajemen Ilmiah Aliran manajemen imiah di tandai dengan perkembangan ilmu manajemen dari kalangan insinyur seperti Henry Towne, Frederick Winslow Taylor, Frederick A. Halsey, Henry L. Gantt, Frank dan Lillian Gilbreth, dan Harrington Emerson. Manajemen Ilmiah atau dalam bahasa Inggris disebut dengan scientific management yang dipopulerkan oleh Frederick Winslow Taylor dalam bukunya yang berjudul Principles of scientific management pada tahun 1911. Dalam bukunya itu, Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah adalah "penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan." Beberapa penulis seperti Stephen Robbins menganggap tahun terbitnya buku ini sebagai tahun lahirya teori manajemen modern. 1. Frederick Winslow Taylor (1856-1915) Manajemen ilmiah mula-mulanya dikembangkan oleh Frederick Winslow Taylor sekitar tahun 1900-an. Karena karyanya Taylor disebut sebagai Bapak Manajemen Ilmiah. Namum dalam buku literatur manajemen ilmiah sering di artikan berbeda. Arti pertama, Manajemen ilmiah merupakan penerapan metoda ilmiah pada studi, analisa, dan pemecahan masalah-masalah organisasi. Sedangkan arti kedua, Manajemen Ilmiah adalah seperangkat mekanisme-mekanisme atau teknik-teknik a bag of tricks- utuk meningkatan efisiensi kerja organisasi. Taylor menuangkan gagasan-gagasannya dalam tiga judul makalah, yaitu Shop Management, The Principle of Scientific Management, dan Testimony Before the Special House Committee, yang dirangkum dalam sebuah buku yang berjudul Scientific Management, Adapun 4 prinsip dasar penerapan pendekatan ilmiah

pada manajamen dan pengembangan teknik untuk mencapai efisiensi yaitu adala sebagai berikut : a. Pengembangan metodametoda ilmiah dalam manajemen, agar sebagai contoh metoda yang paling baik untuk pelaksanaan setiap pekerjaan tertentu. b. Seleksi ilmiah kemampuannya. c. Pendidikan dan pengembangan ilmiah para karyawan d. Kerjasama yang baik antara manajemen. 2. Henry L. Gantt (1861- 1919) Henry L. Gantt mengemukakan gagasan-gagasannya bahwa kerjasama yang saling menguntungkan antara tenaga kerja dan manajemen, seleksi ilmiah tenaga kerja, sistem insentif (bonus) untuk merangsang produktivitas, dan penggunaan instruksiinstruksi kerja yang rinci. Henry L. Gantt memberikan kontribusinya dengan adanya penggunaan metoda grafik yang dikenal sebagai Bagan Gantt (Gantt Chart), untuk perencanaan, kordinasi dan pengawasan produksi. 3. Frank dan Lillian Gilbreth (1868 1924 dan 1878 1972) Manajemen ilmiah kemudian dikembangkan oleh pasangan suami-istri Frank dan Lillian Gilbreth. Frank Gilberth, seorang pelopor pengembangan studi gerak dan waktu, menciptakan berbagai teknik manajemen yang diilhami Taylor. Dia sangat tertarik terhadap masalah efisiensi terutama untuk menemukan cara terbaik pengerjaan suatu tugas. untuk karyawan dapat diberikan

tanggung jawab atas sesuatu tugas sesuai dengan

Sedangkan Lillian Gilberth lebih tertarik pada aspek-aspek manusia dalam kerja, seperti seleksi, penempatan dan latihan personalia. Dia mengemukakan gagasannya dalam bukunya yang berjudul The Psychology of Management. Baginya, manajemen mencapai seluruh potensinya sebagai mahluk hidup. 4. Harrington Emerson (1853 1931) Pemborosan dan ketidak-efisienan adalah masalah-masalah yang dilihat Emerson sebagai penyakit sistem industri. Oleh sebab itu, Emerson mengemukakan 12 prinsip-prinsip efisiensi yang sangat terkenal, yang secara ringkas adalah sebagai berikut : a. Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas b. Kegiatan yang dilakukan masuk akal c. Adanya staf yang cakap d. Disiplin e. Balas jasa yang adil f. Laporan-laporan yang terpecaya, segera, akuran dan ajeg sistem informasi dan akuntansi g. Pemberian perintah- perencanaan dan pengurutan kerja h. Adanya standar-standar dan skedul-skedul- metoda dan waktu setiap kegiatan i. Kondisi yang distandardisasi j. Operasi yang distandardisasi k. Instruksi instruksi praktis tertulis yang standar l. Balas jasa efisiensi- rencana insentif 8

Sumbangan dan Keterbatasan Manajemen Ilmiah Manajemen ilmiah tidak hanya mengembangkan pendekatan rasional untuk pemecahan masalah-masalah organisasi tetapi juga meletakkan dasar profesionalisasi manajemen dengan penerapan metoda metoda pada berbagai macam kegiatan organisasi. Teknik teknik efesiensi manajemen ilmiah seperti studi gerak dan waktu, yang menyebabkan kegiatan berjalan lebih efisien. Gagasan seleksi dan pengembangan ilmiah yang menimbulkan kesadaran akan pentingnya kemampuan dan latihan untuk meningkatkan efektivitas karyawan. Akhirnya manajemen ilmiah yang telah mengemukakan pentingnya disain kerja, mendorong manajer untuk mencari cara terbaik pelaksanaan tugas. Setelah revolusi mental yang dicanangkan oleh Taylor dalam prakteknya, timbul masalah-masalah sebagai keterbatasan penerapan ilmiah yaitu sebagai berikut : 1. Kenaikan produktivitas sering tidak diikuti kenaikan pendapatan 2. Perilaku manusia yang bermacam-macam menjadi hambatan 3. Pendekatan karyawan 4. Manajemen ilmiah juga mengabaikan keinginan manusia untuk kepuasan kerja. Teori Organisasi Klasik Teori manajemen ilmiah memfokuskan pada upaya meningkatkan produktifitas. Teori organisasi klasik (teori administrasi klasik) memfokuskan pada kebutuhan mensistematisasi cara-cara pengelolaan organisasi yang semakin komplek. 1. Henry Fayol (1814-1925) rasional hanya memuaskan kebutuhan-kebutuhan

ekonomis dan phisik, tidak memuaskan kebutuhan-kebutuhan sosial

Henry Fayol merupakan industrialis Prancis yang sering dikenal dengan sebagai Bapak Aliran Manajemen Klasik, karena upayanya mensistematisir studi manajerial. Pokok pikirannya yang ditulis dalam bukunya yang berjudul General and Industrial Management. Menurut Fayol, praktek manajemen dapat dikelompokkan ke dalam beberapa pola yang dapat diidentifikasi dan dianalisis. Selanjutnya analisis tersebut dapat diajarkan kepada manajer lain atau calon manajer. Fayol membagi kegiatan bisnis ke dalam 6 (enam) kegiatan pokok yang saling berkaitan : 1. Teknis-memproduksi produk 2. Komersial membeli bahan baku dan menjual produk 3. Keuangan mencari dan menggunakan dana 4. Keamanan menjaga keryawan dan kekayaan perusahaan 5. Akuntansi mencatat dan mengukur transaksi 6. Manajemen Dari keenam kegiatan tersebut, Fayol memfokuskan pada manajemen, karena menurutnya manajemen merupakan kegiatan yang paling terlupakan. Fayol merupakan orang pertama yang mengelompokkan kegiatan manajerial ke dalam : (1) Perencanaan, (2) Pengorganisasian, (3) Pengarahan, dan (4) Pengendalian. Fayol percaya bahwa kegiatan manajemen mencakup keempat fungsi tersebut. Pengelompokan semacam itu cukup berpengaruh samapai saat ini. Buku-buku manajemen biasanya ditulis berdasarkan keempat fungsi tersebut. Prinsip-prinsip praktek manajemen yang efektif menurut Fayol adalah sebagai berikut : 10

1.

Pembagian Kerja Spesialisasi membuat kerja

lebih efisien. Lini perakitan merupakan contoh spesialisasi. 2. Wewenang Manajer harus memberikan perintah

agar bisa dikerjakan. Wewenang formal memberiakan hak untuk memerintah, tetapi wewenang personal juga harus dicapai agar perintah lebih efektif. Contoh wewenang personal adalah keahlian yang dimiliki oleh manajer atau pengetahuan yang melebihi pengetahuan karyawannya. 3. Disiplin Anggota organisasi harus mematuhi

aturan dan perjanjian yang mengatur organisasi. Disiplin dihasilkan dari kepimpinan yang baik pada setiap tingkat organisasi, perjanjian yang fair (misalnya prestasi akan dihargai lebih) dan hukuman atas pelanggaran. 4. Kesatuan komando Setiap karyawan hanya

menerima instruksi dari satu atasan. Jika karyawan mempunyai beberapa atasan, konflik dan kekacauan akan terjadi. 5. Kesatuan pengarahan Kegiatan-kegiatan dalam

organisasi yang mempunyai tujuan yang sama, harus diarahkan hanya oleh satu manajer dengan menggunakan rencana tunggal. 6. Kepentingan individu harus tunduk pada

kepentingan organisasi Kepentingan individu tidak boleh mengatasi kepentingan organisasi. 7. Penggajian Sistem penggajian harus fair baik

untuk manajer maupun karyawan.

11

8.

Sentralisasi Manajer bertanggung jawab terhadap

organisasinya (karena itu bisa memberikan perintah kepada karyawan), tetapi pada saat yang bersamaan karyawan hatus diberi wewenang yang cukup untuk melaksanakan pekerjaannya. Dengan demikian tingkat sentralisasi dan desentralisasi yang optimal harus dicari. 9. Hirarki Garis Wewenang dalam organisasi turun

dari manajer puncak sampai ke karyawan tingkat bawah dalam organisasi. 10. Perintah. Sumber Daya (materi dan manusia) harus

dikoordinasikan sedemikian rupa sehingga selalu siap pada waktu dan tempat yang diperlukan. 11. Persamaan Manajer dan harus fair dalam dengan

memperlakukan karyawan. 12. efiensi. 13.

karyawan

bersahabat

Stabilitas staf perpindahan kerja (turnover) yang

tinggi harus dihindari karena membuat organisasi tidak

Insiatif Karyawan diberikan kebebasan untuk

berinisiatif melakukan pekerjaan. 14. Espirit de Corps Kerja tim, semangat tim, rasa

persatuan dan kebersamaan harus didorong dan dipelihara. Contoh cara mendorong semangat tim adalah menggunakan bahasa verbal, bukannya bahasa tertulis. Fayol percaya bahwa manajer bukan dilahirkan, tetapi diajarkan. Manajemen bisa dipelajari dan dipraktekkan secara efektif apabila prinsip-prinsip dasarnya dipahami.

12

James D. Mooney mengklasifikasikan sebagai sekelompok, dua atau lebih, orang yang pergabung untuk tujuan tertentu. Menurut 1. Mooney untuk merencanakan Syarat-syarat organisasi adanya perlu diperhatikan empat kaidah dasar yaitu : Koordinasi koordinasi meliputi wewenang, saling melayani, doktrin (perumusan tujuan) dan disiplin. 2. Prinsip skalar proses skalar membunyai prinsip dan pengaruh sendiri yang tercemin dari prospek 3. 4.

kepemimpinan, delegasi dan definisi fungsional. Prinsip funsional adanya funsionalisme bermacamPrinsip staf kejelasan perbedaan antara staf dan lini. macam tugas yang berbeda. 2. Mary Parker Follett (1868 1933). Follett dan Barnard bertindak sebagai jembatan antara teori klasik dan hubungan manusiawi karena pemikiran mereka berdasarkan kerangka klasik tetapi memperkenalkan beberapa unsur-unsur baru tentang aspek-aspek hubungan manusiawi. Follett adalah ahli ilmu pengetahuan sosial pertama yang menerapkan phisikologi pada perusahaan, industri dan pemerintah. Dia percaya bahwa konflik dapat dibuat konstruktif dengan penggunaan proses integrasi dimana orang-orang terlibat mencari jalan pemecahan bersama perbedaan-perbedaan di antara mereka. Dia juga menguraikan suatu pola organisasi yang ideal dimana manager mencapai koordinasi melalu komunikasi yang terkendali dengan para karyawan. 3. Chaster I. Barnard (1886 1961) Charter I. Barnard adalah president perusahaan bell telephone di new Jersey. Dia memandan organisasi sebagai sistem kegiatan yang diarahkan pada tujuan. Fungsi-fungsi utama management menurut pandanganya adalah perumusan tujuan dan 13

pengadaan sumber daya- sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapi tujuan. Dia juga mengemukakan teori penerimaan pada wewenang, menurut teorinya bawahan akan menerima perintah hanya bila mereka memahami dan memahami dan mampu serta berkeinginan untuk menuruti atasannya. Barnard adala pelupor dalam penggunaan pendekatan sistem untuk pengelolaan organisasi . Sumbangan dan Keterbatasan Teori Organisasi Klasik Sistematisasi yang dilakukan oleh Fayol masih mempunyai pengaruh yang cukup besar pada studi manajemen sampai saat ini. Sistematisasi tersebut memberikan pandangan (insight) terhadap bidang-bidang yang harus dianalisis untuk meningkatkan efektivitas manajemen. Sumbangan terhadap manajer praktis juga cukup signifikan. Manajer disadarkan terhadap persoalan-persoalan yang seringkali muncul dalam organisasi. Teori organisasi klasik dikritik karena nampaknya teori tersebut lebih tepat untuk lingkungan yang stabil, tidak cepat berubah-ubah. Lingkungan bisnis saat ini cepat sekali berubah-ubah sehingga validitas teori organisasi klasik dipertanyakan. 2.5 Aliran Manajemen Modern Masa manajemen modern berkembang melalui dua jalur yang berbeda. Jalur pertama merupakan pengembangan dari aliran hubungan manusiawi yang dikenal sebagai perilaku organisasi dan yang lain dibangun atas dasar manajemen ilmiah dikenal sebagai aliran kuantitatif ( opration research dan management science atau manajemen operasi). Dalam perkembangan aliran perilaku organisasi ditandai dengan pandangan dan pendapat baru tentang perilaku manusia dan sistem sosial. Tokohtokoh aliran ini antara lain : 1. Abraham Maslow yang mengemukakan adanya hirarki kebutuhan dalam penjelasan tentang perilaku manusia dan dinamika proses motifasi. 14

2. Douglas Mcgregor dengan teori X dan Y nya 3. Frederick Herzberg yang menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua factor 4. Robert Blake dan jane Mouton yang membahas lima gaya kepemimpinan dengan kisi-kisi manajerial ( managerial gride ). 5. Rensis Likert yang telah mengidentifikasi dan melakukan penelitian secara ekstensif mengenai empat sistem manajemen, dari sistem 1 : exploitif otoritatif sampai sistem manajemen, dari sistem 4 : partisipatif kelompok. 6. Fred Fiedler yang menyarankan pendekatan contingerency pada studi kepemimpinan. 7. Chris Argyris yang memandang oganisasi sebagai sistem social atau sistem antar hubungan biaya. 8. Edgar Scherin yang banyak meneliti dinamika kelompok dalam organisasi dan lain-lainnya. Sedangkan aliran kuantitatif ditandai dengan berkembangnya tim-tim riset operasi (operations research) dalam pemecahan masalah-masalah industri yang didasarkan atas kesuksesan team-team riset operasi Inggris dalam perang dunia II. Sejalan dengan perkembangan komputer elektronik dan komunikasi, teknikteknik riset operasi mendaji semakin penting sebagai dasar rasional dalam pembuatan keputusan dan prosedur-prosedur tersebut diformalisasikan dan dikenal sebagai aliran management science. Langkah-langkah pendekatan management science sebagai berikut : 1. Rumusan Masalah 2. Penyusunan Suatu Model Matematis 3. Mendapatkan penyelesaian dari model 4. Pengujian model dan hasil yang didapatkan dari model 5. Penetapan pengawasan atas hasil-hasil 6. Pelaksanaan hasil dalam kegiatan- implementasi

15

2.6 Perkembangan Teori Manajemen Di Masa Mendatang Ada lima kemungkinan arah pengembangan teori manajemen di masa mendatang yaitu : 1. Dominan = Salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna. 2. Divergence = Setiap aliran berkembang melalui jalurnya sendiri. 3. Convergence = Aliran aliran dapat menjadi sepaham dengan batasan batasan diantara mereka cenderung kabur. 4. Sintesa = Masing masing aliran berintegrasi. 5. Proliferation = Akhirnya ada kemungkinan muncul lebih banyak aliran lagi. Menurut Waren Haynes dan Joseph L. Massie membedakan enam aliran teori manajemen yaitu : 1. Aliran akuntansi manajerial. 2. Aliran ekonomi manajerial. 3. Aliran thesis organisasi. 4. Aliran hubungan manusiawi dan perilaku manusia. 5. Aliran kuantitatif ( matematika dan statistik ) 6. Aliran teknik industri. Menurut John G. Hutchinson juga membagi aliran pemikiran manjemen menjadi enam yaitu : 1. Aliran operasional dan proses manajemen. 2. Aliran empirik atau kasus. 3. Aliran prilaku manusia. 4. Aliran sistem sosial. 5. Aliran teori keputusan 6. Aliran matematik. Tetapi bagaimanapun juga pendekatan pendekatan baru tersebut tampak belum menjadi suatu aliran baru hanya lebih merupakan pembicaraan khusus dari serangkaian masalah.

16

17

BAB III KESIMPULAN Simpulan Sesungguhnya manajemen sudah ada sejak lama ada jauh sebelum bangsa Indonesia merdeka. Salah satunya yang dapat dilihat bahwa manajemen telah digunakan dalam kehidupan masyarakat zaman dahulu adalah adanya bukti piramida di Mesir, adanya benteng raksasa yang sekarang dikenal dengan Tembok Besar Cina, adanya bangunan Kabah di Makkah, dan masih banyak contoh lainnya. Kesemua bukti tersebut menunjukan bahwa sesungguhnya manajemen merupakan ilmu baru, bahkan dalam konsep yang paling treadisional sekalipu telah dikenal dan dijalankan oleh orang-orang terdahulu. Teori manajemen dibagi menjadi tiga aliran, yaitu (1) Aliran klasik (yang dibagi menjadi dua aliran yaitu teori manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik) , Aliran Hubungan Manusiawi atau sering disebut Aliran Neoklasik, dan aliran Manajemen Modern. Toeri manajemen klasik memunculkan 2 tokoh, yaitu Robert Owen yang berpendapat bahwa manajer harus menjadi pembaharuan sedangkan Charless Babbage menerpkan keefisiensian produksi. Pada teori manajemen ilmiah lebih menekankan metoda-metoda manajemen ilmiah dalam kegiatan organisasi, sistem ketenagakerjaan dan produktivitas. Sedangkan pada teori organisasi klasik memberikan pengaruh yang cukup besar pada studi manajemen sampai saat ini yang dilakukan oleh Fayol. Aliran manajemen modern berkembang melalui dua jalur yang sangat berbeda, yang pertama dikenal sebagai aliran prilaku organisasi, dan yang kedua dikenal sebagai aliran kuantitatif. Dari ketiga aliran utama dalam bidang manajemen akan ada 5 kemungkinan arah perkembangan teori manajemen seperti dominan, divergence, convergence,sintesa, proliferation.

18

Saran Paper ini ditulis dengan harapan dapat menjadi sumber dan bahan bacaan bagi para pembaca terutama bagi para mahasiswa yang ingin memahami dan menekuni mata kuliah pengantar manajemen dan diharapkan bisa mengimplementasikan ilmu manajemen dalam dunia industri nantinya.

19

DAFTAR PUSTAKA Handoko, T Hani. 2009. Manajemen Edisi Kedua. Yogyakarta : BPFE Trisnawati Sule, Ernie dan Kurniawan Saefullah. 2010 . Pengantar Manajemen. Jakarta : Kencana Hanafi, Mamduh. M. 2003. Manajemen Edisi Revisi. Yogyakarta: UPP AMP YKPN http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen

20