Anda di halaman 1dari 10

MTs.

Kanjeng Sepuh

2011

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Salah satu alat optik alamiah yang merupakan salah satu anugerah dari Sang Pencipta adalah mata. Untuk manusia dengan penglihatan normal, sejauh ini mata merupakan indra yang paling penting. Mungkin beberapa diantara kita harus memakai kacamata agar dapat melihat dengan baik. Kacamata adalah alat bantu bagi seseorang yang memiliki kelainan pada matanya. Kacamata juga termasuk alat optik. Alat optik lain yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari adalah kamera, Dengan kamera kita dapat memindahkan keadaan nyata disekitar kita ke dalam lembaran film. Selain mata, kacamata dan kamera, masih banyak dijumpai alat optik lain di sekitar kita, misalnya saja teleskop, mikroskop, dan lain-lain. Tetapi dalam makalah ini yang akan dibahas adalah tentang alat optik mata.

1.2 Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah : 1. Penulis dapat mengetahui tentang alat-alat optik terutama mata yang termasuk salah satu panca indra terpenting pada manusia. 2. Penulis dapat mengetahui dan memahami tentang bagian-bagian mata beserta fungsinya dan juga kelainan mata yang di alami manusia. 3. Memenuhi tugas mata pelajaran Fisika.

Tugas Makalah Fisika

MTs. Kanjeng Sepuh

2011

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Mata dan Bagian-bagian mata Mata merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting dan merupakan bagian dari lima panca indera kita. Tanpa mata orang tidak akan pernah menikmati keindahan dunia ini. sudah sewajarnyalah kita patut bersyukur kepada Tuhan yang telah memberi anugrah yang luar biasa ini. dengan bantuan mata kita dapat membedakan benda berdasarkan tingkat kecerahan, bentuk, tekstur, kedalaman, tingkat tembus pandang, gerakan dan ukuran benda. Dilihat dari bagian-bagian mata, mata dapat diumpamakan sebagai sebuah kamera. Berikut ini merupakan bagian-bagian mata :

Gambar 1. Bagian-bagian mata Keterangan: Sklera atau selaput putih merupakan bagian luar yang melindungi susunan mata
Tugas Makalah Fisika 2

MTs. Kanjeng Sepuh

2011

bagian dalam yang lembut. Retina adalah bagaian syaraf yang sangat sensitif terhadap cahaya. Lensa mata berfungsi untuk memusatkan cahaya yang masuk ke dalam mata Iris merupakan bagian otot yang dapat mengatur sinar yang masuk ke mata ; menambah atau mengurangi cahaya yang masuk ke mata. Pupil (biji mata) yaitu lubang yang memungkinkan cahaya masuk. Kornea merupakan lapisan pelindung mata yang jernih. Syaraf optik atau syaraf penglihatan berfungsi untuk menghantarkan sinyalsinyal(isyarat-isyarat) listrik ke otak. Di otak sinyal tersebut diolah, kemudian timbul pesan informasi dari apa yang dilihat. 2.1.1 Kornea Kornea merupakan bagian mata yang bersifat tembus pandang dan berfungsi sebagai pelindung mata. Agar tetap bening dan bersih, kornea ini dibasahi oleh air mata yang berasal dari kelenjar air mata. Kornea juga membantu terjadinya pembiasan pada lensa mata. 2.1.2 Pupil Pupil adalah bagian mata yang berfungsi mengatur besar kecilnya cahaya yang masuk ke bola mata. Pupil terdapat di tengah-tengah iris. Pupil dapat membesar dan mengecil, seperti fungsi diafragma pada kamera. Pupil membuka dan menutup secara otomatis bergantung pada cahaya yang masuk. Jika cahaya terang, pupil akan mengecil, sedangkan ketika gelap, pupil akan membesar.

Normal

Terang

Gelap

Gambar 2. Ukuran pupil pada keadaan normal, terang dan gelap. 2.1.3 Retina
Tugas Makalah Fisika 3

MTs. Kanjeng Sepuh

2011

Retina adalah selaput tipis di bagian belakang bola mata yang paling banyak mengandung syaraf penglihatan. Retina berfungsi sebagai layar, tempat terbentuknya bayangan, seperti halnya pelat film pada kamera. Pada retina terdapat dua bintik, yaitu bintik kuning (fofea) dan bintik buta (blind spot). Pada bintik kuning terdapat sejumlah sel syaraf kerucut, sedangkan pada bintik buta tidak terdapat sel syaraf batang maupun kerucut. Suatu objek dapat dilihat dengan jelas apabila bayangan objek tersebut tepat jatuh pada fofea. Dalam hal ini lensa mata akan bekerja secara otomatis untuk memfokuskan bayangan objek tersebut sehingga tepat jatuh pada bagian fofea. 2.1.4 Lensa mata Lensa mata berfungsi untuk membentuk bayangan pada retina. Bayangan yang terbentuk harus tepat pada retina sehingga dapat terlihat dengan jelas. Untuk mengatur agar bayangan selalu jatuh pada retina, lensa dapat menebal dan menipis disesuaikan dengan jarak benda terhadap mata. Bayangan yang terbentuk pada retina bersifat nyata, terbalik diperkecil. Lensa mata berbeda dengan lensa kamera, tetapi memiliki fungsi yang sama. Pada kamera, untuk memfokuskan bayangan pada pelat film, lensa kamera harus dimajukan atau dimundurkan. Pada mata, untuk memfokuskan bayangan pada retina, yaitu dengan mencembungkan atau memipihkan lensa. Daya untuk mebuat lensa mata cembung dan memipih sesuai dengan jarak benda yang dillihat disebut dengan Daya Akomodasi. 2.1.5 Iris Iris merupakan bagian mata yang mengatur besar-kecilnya pupil. Iris disebut juga selaput pelangi. Iris terdapat dibelakang kornea dan berpigmen. Pigmen ini menentukan warna pada mata seseorang seperti hitam dan coklat untuk orang asia, biru dan hijau untuk orang eropa. 2.1.6 Aquerus Humour & Vitreous Humour Aquerus humour adalah suatu cairan yang komposisinya serupa dengan cairan serebrospinal. Demikian pula antara lensa mata dan bagian belakang mata terisi semacam cairan kental (Vitreous Humour). Vitreous Humour adalah suatu cairan kental yang mengandung air dan inukopolisakarida. Cairan ini bekerja
Tugas Makalah Fisika 4

MTs. Kanjeng Sepuh

2011

bersama-sama lensa mata untuk membiaskan cahaya sehingga tepat jatuh pada fofea atau dekat fofea. 2.2 Pembentukan Bayangan Pada Mata Ketika kita melihat suatu benda, berkas cahaya yang dipantulkan benda masuk ke mata kita dan oleh lensa mata (lensa kristalin) berkas cahaya itu akan difokuskan sehingga bayangan yang terbentuk akan tepat jatuh di retina. Oleh karena jarak antara mata dan lensa selalu tetap, maka untuk melihat benda yang jaraknya berbeda-beda kecembungan lensa mata perlu diubah-ubah. Kemampuan otot siliar untuk mengubah kecembungan lensa mata ini disebut daya akomodasi mata. Daerah penglihatan mata seseorang sangat dipengaruhi oleh kemampuan mata untuk mengubah kecembungan mata orang tersebut. Orang normal akan dapat melihat benda sedekat-dekatnya pada jarak rata-rata 25cm dengan menggunakan daya akomodasi maksimum dan akan melihat sejauh-jauhnya hingga jarak yang tak terhingga dengan menggunakan daya akomodasi minimum. Jarak terdekat yang dapat dilihat seseorang disebut titik dekat mata (punctum proximum) sedangkan titik terjauh yang masih dapat dilihat mata disebut punctum remotum. Berikut ini gambar Pembentukan bayangan benda pada retina, lensa mata berfunsi seperti lensa cembung.

Bayangan Benda Benda

Gambar 3. Proses pembentukan bayangan pada mata 2.3 Daya Akomodasi Kemampuan mata untuk menyesuaikan diri terhadap objek yang dilihat dinamakan daya akomodasi mata. Saat mata melihat objek yang dekat, lensa mata akan berakomodasi menjadi lebih cembung agar bayangan yang terbentuk jatuh tepat di retina. Sebaliknya, saat melihat objek yang jauh, lensa mata akan menjadi lebih pipih untuk memfokuskan bayangan tepat di retina. Titik terdekat yang mampu dilihat oleh mata dengan jelas disebut titik dekat mata (punctum proximum/PP). Pada saat melihat benda yang berada di titik
Tugas Makalah Fisika 5

MTs. Kanjeng Sepuh

2011

dekatnya, mata dikatakan berakomodasi maksimum. Titik dekat mata disebut juga dengan jarak baca normal karena jarak yang lebih dekat dari jarak ini tidak nyaman digunakan untuk membaca dan mata akan terasa lelah. Jarak baca normal atau titik dekat mata adalah sekitar 25 cm. Adapun, titik terjauh yang dapat dilihat oleh mata dengan jelas disebut titik jauh mata (punctum remotum/PR). Pada saat melihat benda yang berada di titik jauhnya, mata berada dalam kondisi tidak berakomodasi. Jarak titik jauh mata normal adalah di titik tak hingga (~).

Gambar 4. Daya Akomodasi Pada Mata 2.4 Cacat Mata Seseorang yang mengalami kelainan atau ketidak normalan pada matanya misalkan tidak bisa melihat jauh, tidak bisa melihat dekat atau tidak mampu membedakan garis lurus maka orang tersebut dikatakan mengalami cacat mata atau aberasi. Cacat mata semacam ini dapat ditolong dengan menggunakan kaca mata, lensa kontak ataupun dengan jalan operasi. 2.4.1 Rabun Jauh (Miopi) Orang yang menderita rabun jauh atau miopi tidak mampu melihat dengan jelas objek yang jauh tapi tetap mampu melihat dengan jelas objek di titik dekatnya (pada jarak 25 cm). titik jauh mata orang yang menderita rabun jauh berada pada jarak tertentu (mata normal memiliki titik jauh tak berhingga). Rabun jauh dapat dibantu dengan menggunakan lensa divergen yang bersifat menyebarkan (memencarkan) sinar. Lensa divergen atau lensa cekung atau lensa negatif dapat membantu lensa mata agar dapat memfokuskan bayangan tepat di retina.
Tugas Makalah Fisika 6

MTs. Kanjeng Sepuh

2011

Gambar 5. Miopi ditolong dengan lensa negatif Jarak fokus lensa dan kuat lensa yang digunakan untuk memperbaiki mata yang mengalami rabun jauh dapat ditentukan berdasarkan persamaan lensa tipis dan rumus kuat lensa.

Di sini jarak s adalah jarak tak hingga (titik jauh mata normal), dan s adalah titik jauh mata (PR). Prinsip dasarnya adalah lensa negatif digunakan untuk memindahkan (memajukan) objek pada jarak tak hingga agar menjadi bayangan di titik jauh mata tersebut sehingga mata dapat melihat objek dengan jelas. 2.4.2 Rabun Dekat (Hipermetropi) Orang yang menderita rabun dekat atau hipermetropi tidak mampu melihat dengan jelas objek yang terletak di titik dekatnya tapi tetap mampu melihat dengan jelas objek yang jauh (tak hingga). Titik dekat mata orang yang menderita rabun dekat lebih jauh dari jarak baca normal (PP > 25 cm). Cacat mata hipermetropi dapat dibantu dengan menggunakan lensa konvergen yang bersifat mengumpulkan sinar. Lensa konvergen atau lensa cembung atau lensa positif dapat membantu lensa mata agar dapat memfokuskan bayangan tepat di retina.

Tugas Makalah Fisika

MTs. Kanjeng Sepuh

2011

Gambar 6. Hipermetropi ditolong dengan lensa konvergen Jarak fokus lensa dan kuat lensa yang digunakan untuk memperbaiki mata yang mengalami hipermetropi dapat ditentukan berdasarkan persamaan lensa tipis dan rumus kuat lensa.

Di sini jarak s adalah jarak titik dekat mata normal (25 cm), dan s adalah titik dekat mata (PP). Prinsip dasarnya adalah lensa positif digunakan untuk memindahkan (memundurkan) objek pada jarak baca normal menjadi bayangan di titik dekat mata tersebut sehingga mata dapat melihat objek dengan jelas. 2.4.3 Presbiopi Presbiopi merupakan cacat mata yang lebih banyak disebabkan oleh faktor usia. Orang yang usianya sudah lanjut, daya akomodasinya semakin melemah sehingga lensa mata sukar mencembung secembung-cembungnya dan memipih sepipih-pipihnya. Cacat mata presbiopi adalah cacat mata yang tidak dapat melihat benda-benda jauh atau dekat dengan jelas. Unutk menolong orang yang menderita cacat mata presbiopi, harus digunakan kacamata rangkap terdiri atas lensa cekung untuk melihat benda-benda jauh dan lensa cembung untuk melihat benda-benda dekat.

Tugas Makalah Fisika

MTs. Kanjeng Sepuh

2011

BAB III KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini adalah : 1. Mata merupakan alat optik yang paling penting bagi manusia yang terdiri dari lensa mata, kornea, iris, pupil, retina, syaraf optik, sklera, viteous humour, aquerus humour, dan lain-lain yang bekerja sesuai dengan fungsinya masingmasing. 2.
3.

Suatu bayangan benda mata akan terbentuk jika tepat jatuh pada retina. Cacat mata dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu miopi (rabun jauh) yang ditolong dengan lensa divergen, hipermetropi (rabun dekat) yang ditolong dengan lensa konvergen.

Tugas Makalah Fisika

MTs. Kanjeng Sepuh

2011

DAFTAR PUSTAKA
Karim, Sheful dkk. 2008. Belajar IPA. Jakarta : PT. Setia Purna Inves Noor, S dan Kaniawati. 2007. Sains Untuk Pemula. Bandung : PT. Setia Purna Inves http : / Dunia Fisika.Com/ Alat optik/ Friday, May 27th, at 14:05 pm

Tugas Makalah Fisika

10