Anda di halaman 1dari 17

RSU KASIH IBU - EXTENSION ARSITEKTUR - BAB - 06 DENPASAR - BALI PEKERJAAN PINTU, JENDELA & HARDWARE

DAFTAR ISI

01. 02. 03. 04. 05. 06.

PEKERJAAN DAUN PINTU BAJA (STEEL DOOR). PEKERJAAN KUSEN DAN PINTU BESI TAHAN API (FIRE DOOR).. PEKERJAAN JENDELA KACA RANGKA ALUMINIUM.. PEKERJAAN KUSEN DAN DAUN JENDELA KAYU DAN PEKERJAAN DAUN PINTU LAPIS WOOD-VENEER.... PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI... PEKERJAAN KACA DAN CERMIN....

29

30

34

37 40 43

PT. Jasa Ferrie Pratama

28

RSU KASIH IBU - EXTENSION ARSITEKTUR - BAB - 06 DENPASAR - BALI PEKERJAAN PINTU, JENDELA & HARDWARE
01. PEKERJAAN DAUN PINTU BAJA (STEEL DOOR)

a. Lingkup Pekerjaan 1. Bagian ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan seperti dinyatakan dalam gambar. 2. Bagian ini meliputi : Pintu-pintu panel besi untuk ruang panel, pintu grille besi dan pintu lain sesuai dengan gambar.

b. Bahan-bahan 1. Rangka baja, produksi KRAKATAU STEEL atau yang setara. 2. Penutup terbuat dari bahan plat baja. Ketebalan daun pintu 40 mm. Di bagian dalam daun pintu diisi Polyurethane Injection dengan densitas 33 -35 kg/m3. Konstruksi daun pintu dengan sistem penangkupan tanpa las. 3. Pintu baja adalah produksi DORALUX ex BOSTINCO atau yang setara.

c. Pelaksanaan 1. Pemotongan baja siku untuk sambungan bersudut 45 derajat harus dilakukan dengan sempurna dan rapi. 2. Penyambungan dengan pengelasan pada setiap sambungan harus mempunyai jarak +/- 2 mm. Pengelasan pelat baja harus sedemikian rupa agar tidak terjadi gelombang-gelombang, sehingga permukaan pelat rata. Pengelasan / penyambungan ini harus kuat dengan menggunakan las listrik. 3. Bekas-bekas pengelasan harus dirapihkan dengan gurinda atau alat lain, agar didapatkan suatu permukaan yang rata. 4. Untuk mencegah terjadinya karat / korosi, sebelum difinish, baja siku tau pelat besi harus dilindungi dengan cat meni besi yang telah disetujui Konsultan Pengawas. 5. Penutup pintu baja difinish meni dan cat besi, warna akan ditentukan kemudian oleh Konsultan Pengawas. 6. Kontraktor harus memperhatikan serta menjaga pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan lain, jika terjadi kerusakan akibat kelalaiannya, maka Kontraktor tersebut harus mengganti tanpa biaya tambahan.
PT. Jasa Ferrie Pratama

29

RSU KASIH IBU - EXTENSION ARSITEKTUR - BAB - 06 DENPASAR - BALI PEKERJAAN PINTU, JENDELA & HARDWARE

02.

PEKERJAAN KUSEN DAN PINTU BESI TAHAN API (FIRE DOOR)

a. Lingkup Pekerjaan 1. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya, termasuk pengangkutan yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini sesuai dengan yang dinyatakan dalam gambar, memenuhi uraian dan syarat-syarat di bawah ini serta memenuhi spesifikasi dan persyaratan dari pabrik pembuatnya. 2. Melaksanakan seluruh pekerjaan kusen dan pintu besi tahan api (fire door) hingga didapatkan hasil yang baik dan sempurna. 3. Pekerjaan pintu besi tahan api mencakup pekerjaan kusen, angkur, engsel, tungkai pintu, kunci dan silinder serta segala perlengkapan pintu besi tahan api yang disyaratkan sesuai dengan ketentuan pabrik pembuatnya.

b. Persyaratan Bahan 1. Kontruksi Pintu (Kusen dan Pintu) a) Tiga faktor mutlak yang harus dipenuhi untuk pintu untuk disyaratkan sebagai Pintu Tahan Api, yaitu : Stabilitas terhadap api, yaitu kemampuan dari bagian konstruksi gedung, dengan atu tanpa bantalan peluru, untuk menahan keruntuhan pada saat terjadi kebakaran. Integritas terhadap api, yaitu kemampuan elemen pembagi ruang pada gedung untuk mencegah terjadinya celah yang menyebabkan lidah api dan asap panas dapat menembus dari satu ruang ke ruang lainnya sewaktu terjadi kebakaran. Isolasi panas, yaitu kemampuan elemen pembagi ruang pada konstruksi gedung untuk mencegah menjalarnya panas dari satu ruang ke ruang lainnya

b) Pintu besi tahan api harus telah melalui pengujian dan dinyatakan memenuhi persyaratan sebagai pintu tahan api oleh lembagalembaga pengujian dengan standar Internasional, yaitu - MPA dengan standar Germany (DIN), yaitu : DIN 4102 : Part 5 - LPC Laboratories dengan standar Inggris (BS), yaitu : 476 : Part 22, yang juga setara ISO.
PT. Jasa Ferrie Pratama

30

RSU KASIH IBU - EXTENSION ARSITEKTUR - BAB - 06 DENPASAR - BALI PEKERJAAN PINTU, JENDELA & HARDWARE
- Underwriters Laboratories (UL) dengan standar Amerika (ASTM), yaitu UL 10B. Dan juga Rekomendasi Uji Coba Proteksi Kebakaran (Pintu Tahan Api) dari Laboratorium Dinas Kebakaran DKI Jakarta. c) Semua bagian pintu yang terbuat dari plat baja, yaitu daun pintu, kusen dan perangkaan, haruslah terbuat dari plat baja dengan jenis baja canal dingin / baja putih atau Cold Rolled Steel Sheet. d) Daun pintu berbentuk Rebated Door, dilengkapi dengan bibir pintu selebar 24 mm di sekeliling daun pintu yang merupakan satu kesatuan plat dengan plat permukaan pintu, sehingga pemukaan pintu menjadi rata. Ketebalan daun pintu untuk seluruh tingkatan fire rating 1, 2 atau 3 jam adalah 55 mm. Bagian dalam daun pintu diisi rock wool sebagai isolator panas (sesuai DIN 4102 : Part 1), agar pada saat terjadi kebakaran, kenaikan suhu (temperature rise) permukaan plat pintu pada sisi yang tidak terbakar tidak melebihi 450F (23C) pada 30 menit pertama. e) Bentuk Kusen sesuai dengan type yang tertera di dalam Door Window Schedule & Hardware di dalam gambar. f) Untuk pintu yang menggunakan panel pandang (Vision Panel), maka pintu hanya boleh dilengkapi dengan kaca tahan api terbuat dari Borosilicate Float Glass dengan ketebalan 6 mm, yang sesuai dengan BS 476 : Part 8 or 22 Ukuran kaca yang tidak diperkenankan adalah 250 x 150 mm,, 400 x 150 mm atau 1350 x 150 mm. Ketahanan api (fire rating) pintu akan mengikuti tingkat ketahanan api dari kaca dengan ukuran di atas.

g) Ketahanan terhadap api (fire rating) yang disyaratkan adalah 2 jam. h) Standar kualitas adalah produksi dalam negeri dari Bostinco atau setara. i) Finishing akhir pintu menggunakan cat Danapaints, ICI atau setara (Full system). besi produksi dari

2. Perangkat Keras (Hardware) Pintu. a) Engsel (hinges). b) Tungkai pintu (handle/backplate) terbuat dari bahan Aluminium Alloy yang di-anodize warna natural. Konstruksi handle dan backplate terpisah. Kedua handle dihubungkan dengan solid square double entry function stabile spindle diameter 9 mm, sedangkan kedua sisi backplate dihubungkan dan dipasang di pintu dengan sistem back to back through fixing.
PT. Jasa Ferrie Pratama

31

RSU KASIH IBU - EXTENSION ARSITEKTUR - BAB - 06 DENPASAR - BALI PEKERJAAN PINTU, JENDELA & HARDWARE
Pada bagian tengah handle terdapat inti baja (steel core), yang dimaksudkan agar bila terjadi kebakaran aluminium meleleh maka pintu masih dapat dioperasikan c) Rumah kunci (lockcase) jenis Mortice Lock terbuat dari steel zinc plated, dengan lidah siang dan malang digalbani. d) Silinder dengan panjang +/- 71 mm, terbuat dari perak nikel ( silver nickle) yang tahan terhadap korosi dan memiliki 5 pin tumblers, dengan sistem Masterkey. e) Flushbolt, dipasang di daun pintu non-aktif pada pintu ganda (double door). Tipe dari Perangkat Keras tersebut sesuai dengan yang seperti tertera di dalam Door & Window Schedule and Hardware Schedule di dalam gambar 30619 A702.

c. Syarat Pelaksanaan Pekerjaan Kusen dan Pintu Besi Tahan Api (Fire Door) 1. Persiapan Pelaksanaan a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor wajib meneliti gambargambar yang ada dengan memeriksa kebenaran ukuran, leveling, tipe dan lokasi pintu serta menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. b. Kontraktor menyiapkan tenaga kerja yang ahli dalam jenis pekerjaan ini, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lain yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan. c. Pengangkutan, penyimpanan dan pemasangan pintu / kusen harus dilindungi selama pekerjaan berlangsung, baik dari segi kemungkinan kerusakan fisik maupun penyelesaian permukaannya. d. Tempat penyimpanan daun pintu dan kusen harus di dalam ruangan / beratap, bebas dari air hujan dan genangan air serta disusun rapi dengan posisi tegak terhadap sisi panjang kusen / daun pintu. e. Perlu diperhatikan koordinasi dengan pekerjaan lain, baik yang sudah dan yang belum terpasang, terutama untuk pekerjaanpekerjaan yang telah selesai pelaksanaannya. f. Kontraktor diwajibkan membuat metode pelaksanaan dan shop drawing dengan mengikuti ukuran, bentuk, mekanisme pembukaan pintu sesuai detail gambar dan mengajukan contoh bahan, yang sesuai spesifikasi, untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Perencana / Konsultan Pengawas.

PT. Jasa Ferrie Pratama

32

RSU KASIH IBU - EXTENSION ARSITEKTUR - BAB - 06 DENPASAR - BALI PEKERJAAN PINTU, JENDELA & HARDWARE
2. Pelaksanaan Pekerjaan a. Konstruksi tiang / kolom dan balok beton untuk lubang kunci harus kuat untuk menahan konstruksi / beban kusen dan pintu, vertikal / horizontal dan lurus terhadapa lantai dan dinding lainnya, serta disiapkan lubang angkur (steel bar) dengan ukuran, jumlah dan jarak sesuai shop drawing, dengan toleransi 10 mm. b. Semua bahan dan pekerjaan yang terpasang sebelum dan sesudah pekerjaan dilaksanakan harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas. c. Kusen yang dipasang pada lubang pintu harus diberi angkur dengan ukuran, jumlah dan jarak sesuai shop drawing dan standar paberik, kemudian disetel dan di las pada tulangan kolom / balok dengan baik dan harus benar-benar lot. d. Setelah kusen terpasang, maka lubang angkur di cor dan harus bebas dari pengaruh pekerjaan lain dan tumbukan keras yang diakibatkan lalu lalang dan aktifitas lain selama 3x24 jam. Setelah cukup kokoh berdiri ditempatnya, barulah daun pintu dipasang dan di setel dengan toleransi maksimum 5 mm dari bawah lantai finish dan 3 mm dari kusen untuk sisi lainnya. e. Daun pintu setelah terpasang harus rata, tidak bergelombang, kokoh, siku dan lot, serta mekanisme semua perangkat keras yang terpasang dapat dioperasikan dengan lancar dan sempurna, sesuai dengan yang dipersyaratkan dan disetujui oleh Konsultan Pengawas. Apabila terjadi kemacetan, harus dibongkar dan diperbaiki atas biaya Kontraktor. f. Cara pemasangan perangkat keras pintu yang dibutuhkan harus sesuai dengan standar / spesifikasi dari pabrik dan pekerjaan pengelasan, pelubangan, penguatan dan hal-hal lain yang diperlukan dalam pemasangan tersebut harus dilakukan di pabrik.

g. Seluruh permukaan pintu / kusen setelah di cat dasar (oxyde primer) dari pabrik, serta sempurna dalam pemasangan / penyetelan, termasuk perangkat kerasnya, maka selanjutnya di cat akhir dengan cat besi yang bermutu baik. h. Finishing akhir menggunakan cat besi yang telah disetujui oleh Pemberi Tugas / Konsultan Perencana dengan cara pelaksanan sesuai dengan ketentuan pabrik (full system) dan ketentuanketentuan pada pasal mengenai pekerjaan Cat pada Buku RKS ini.

PT. Jasa Ferrie Pratama

33

RSU KASIH IBU - EXTENSION ARSITEKTUR - BAB - 06 DENPASAR - BALI PEKERJAAN PINTU, JENDELA & HARDWARE

03.

PEKERJAAN JENDELA KACA RANGKA ALUMINIUM

a. Lingkup Pekerjaan 1. Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat Bantu lainnya, untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna. 2. Pekerjaan ini meliputi pembuatan daun pintu dan jendela panil kaca seperti yang ditunjukkan dalam gambar.

b. Persyaratan Bahan 1. Bahan Rangka - Dari bahan aluminium framing system dari produk dalam negeri ex. SUPEREX / ALKASA atau setara disetujui Konsultan Perencana / Pengawas. - Bentuk dan ukuran profil disesuaikan terhadap shop drawing yang telah disetujui Konsultan Perencana / Pengawas. - Pewarnaan anodized 18 micron. - Nilai batas deformasi yang diijinkan 2 mm. - Bahan yang diproses pabrikan harus diseleksi terlebih dahulu dengan seksama sesuai dengan bentuk toleransi, ukuran, ketebalan, kesikuan, kelengkungan, pewarnaan yang diisyaratkan oleh Konsultan Perencana / Pengawas. - Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan aluminium serta memenuhi ketentuanketentuan dari pabrik yang bersangkutan. 2. Penjepit kaca Digunakan penjepit kaca dari bahan karet yang bermutu baik dan memenuhi persyaratan yang ditentukan dari pabrik, pemasangan diisyaratkan hanya 1 (satu) sambungan serta harus kedap air dan bersifat structural seal. 3. Bahan Panil Kaca Daun Pintu, Jendela Semua bahan kaca yang digunakan harus bebas noda dan cacat, bebas sulfida maupun bercak-bercak lainnya, dari produk Asahimas
PT. Jasa Ferrie Pratama

34

RSU KASIH IBU - EXTENSION ARSITEKTUR - BAB - 06 DENPASAR - BALI PEKERJAAN PINTU, JENDELA & HARDWARE

atau yang setara, kecuali untuk kaca bagian luar seperti dijelaskan diatas dengan ketebalan menurut perhitungan.

c. Shop Drawing dan Contoh 1. Kontraktor wajib membuat shop drawing (gambar detail pelaksanaan) berdasarkan gambar dokumen kontrak dan telah disesuaikan dengan keadaan di lapangan. 2. Kontraktor wajib membuat shop drawing untuk detail-detail khusus yang belum tercakup lengkap dalam gambar kerja / dokumen kontrak. 3. Dalam shop drawing harus jelas dicantumkan semua data yang diperlukan termasuk keterangan produk, cara pemasangan atau pernyataan khusus yang belum tercakup secara lengkap di dalam gambar kerja / dokumen kontrak sesuai dengan spesifikasi pabrik. 4. Shop drawing sebelum dilaksanakan harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Konsultan Pengawas. 5. Kontraktor wajib mengajukan contoh dari semua bahan. 6. Contoh bahan yang digunakan harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas lengkap dengan data teknis dan ketentuan-ketentuan lain dari pabriknya. . 7. Semua bahan untuk pekerjaan ini harus ditinjau dan diuji, baik pada pembuatan, pengerjaan maupun pelaksanaan di lapangan oleh Konsultan Pengawas atas tanggungan Kontraktor tanpa biaya tambahan.

d. Pelaksanaan 1. Persyaratan Pekerjaan - Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar, uraian dan syarat pekerjaan atau petunjuk Konsultan Pengawas. - Semua bahan yang telah terpasang harus disetujui oleh Konsultan Pengawas. - Semua bahan yang telah terpasang harus dilindungi dari kerusakan dan benturan, dan diberi tanda untuk mudah diketahui. - Pemotongan kaca harus rapi dan lurus, diharuskan menggunakan alat-alat pemotongan kaca khusus

PT. Jasa Ferrie Pratama

35

RSU KASIH IBU - EXTENSION ARSITEKTUR - BAB - 06 DENPASAR - BALI PEKERJAAN PINTU, JENDELA & HARDWARE
2. Pekerjaan Pemasangan - Pemasangan kaca ini dilaksanakan pada semua pekerjaan pemasangan kaca yang disebutkan dalam gambar seperti partisi, pintu. - Ukuran, tebal dan jenis kaca yang dipasang sesuai dengan petunjuk gambar uraian dan syarat pekerjaan tertulis serta petunjuk Pengawas dan Perencana. - Pemasangan kaca-kaca dalam sponing rangka aluminium sesuai dengan persyaratan dari Pabrik. - Perhatikan ukuran dan bentuk list profil yang dipakai untuk pemasangan ini apakah telah sesuai dengan petunjuk gambar dan spesifikasi bahan kusen / kerangka yang terpasang. - Dipakai bahan untuk lapisan kedap air pada kaca dengan rangka aluminium yang berhubungan dengan udara luar, untuk bagian dalam dipakai sealant sesuai dengan persyaratan dari pabrik. Disyaratkan tebal sealant maksimal 5 mm yang tampak dari kaca dalam kerangka. - Kaca harus terpasang rapi, sisi tepi harus lurus dan rata, tidak diperkenankan retak dan pecah pada sealant / tepinya, bebas dari segala noda dan bekas goresan. 3. Pekerjaan Perapihan Adalah merapikan kembali akibat-akibat dari pekerjaan pembobokan, pemasangan, dan lain-lain yang berkaitan terhadap bagian-bagian dinding, lantai dan langit-langit yang berdekatan dengan tempat pekerjaan tersebut. Kontraktor wajib memperhatikan serta menjaga pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan lain, jika terjadi kerusakan akibat kelalaiannya, maka Kontraktor tersebut harus mengganti tanpa biaya tambahan.

e. Pengujian Mutu Pekerjaan 1. Mutu bahan memenuhi persyaratan yang tertulis dalam buku ini. 2. Semua kaca yang terpasang tidak boleh terjadi retak tepi. 3. Kaca yang telah terpasang harus terkunci dengan sempurna dan tidak bergeser dari sponing. 4. Pada saat terpasang, semua kaca tidak boleh bergelombang, apabila masih terlihat adanya gelombang, maka kaca tersebut harus dibongkar atas biaya Kontraktor.

PT. Jasa Ferrie Pratama

36

RSU KASIH IBU - EXTENSION ARSITEKTUR - BAB - 06 DENPASAR - BALI PEKERJAAN PINTU, JENDELA & HARDWARE

04.

PEKERJAAN KUSEN DAN DAUN JENDELA KAYU DAN PEKERJAAN DAUN PINTU LAPIS WOOD VENEER

a. Lingkup Pekerjaan 1. Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna. 2. Pekerjaan ini meliputi pembuatan kusen kayu, daun jendela kayu dan daun pintu kayu dilapis wood-veneer / seperti yang dinyatakan / ditunjukkan dalam gambar.

b. Persyaratan Bahan 1. Bahan Kayu - Mutu dan kualitas kayu yang dipakai sesuai persyaratan dalam NI-5 (PPKI) tahun 1961 dan persyaratan lain yang tertulis dalam bab material kayu. - Kayu yang dipakai harus cukup tua, lurus, kering dengan permukaan rata, bebas dari cacat seperti retak-retak, mata kayu dan cacat lainnya. - Kelembaban kayu rangka daun pintu disyaratkan 12% - 14%. - Untuk rangka kayu yang dipakai adalah kayu kamper Samarinda dengan mutu baik, keawetan kelas I dan kelas kuat I II. Ukuran daun pintu yang tertera dalam gambar adalah ukuran jadi.

2. Bahan Panil Daun Pintu Rangka daun pintu terdiri atas 3 lapisan multiplek dengan ketebalan 9 mm + 15 mm + 9 mm Penutup permukaan daun pintu terdiri atas Wood Veneer tebal 4 mm dengan motif dan warna yang akan ditentukan kemudian sehingga ketebalan total pintu adalah 41 mm. Pada bagian tepi daun pintu (sekeliling daun pintu) diberi edging kayu Sungkai (solid wood) tebal 12 mm Permukaan multiplek / plywood harus rata, halus, mampat dan berserat baik, bebas dari mata kayu serta cacat estetis lainnya. Warna urat sungkai plywood harus seragam dan mendapat persetujuan dari Konsultan Perencana untuk dipakai.
37

PT. Jasa Ferrie Pratama

RSU KASIH IBU - EXTENSION ARSITEKTUR - BAB - 06 DENPASAR - BALI PEKERJAAN PINTU, JENDELA & HARDWARE
Bahan yang dipakai produksi dalam negeri kualitas terbaik merk Asahi, Garuda, Kelinci, Polyplex, Pelita atau setara.

3. Bahan Perekat - Untuk perekat digunakan lem kayu yang bermutu baik. - Semua permukaan rangka 4. Bahan Finishing Finishing formula kayu menggunakan finishing melamic.

c.

Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan lubang-lubang), termasuk mempelajari bentuk, pola, penempatan, cara pemasangan, mekanisme dan detail-detail sesuai gambar. 2. Sebelum pemasangan, penimbunan bahan ditempat pekerjaan harus ditempatkan pada ruang / tempat dengan sirkulasi udara yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan terlindungi dari kerusakan dan kelembaban. 3. Harus diperhatikan semua sambungan siku / sudut untuk rangka kayu dan penguat lain yang diperlukan hingga terjamin kekuatannya dengan memperhatikan / menjaga kerapihan terutama untuk bidang-bidang tampak tidak boleh ada lubang-lubang / cacat bekas penyetelan. 4. Semua kayu tampak harus diserut halus, rata, lurus dan siku-siku satu sama lain sisi-sisinya dan dilapangan sudah dalam keadaan siap untuk penyetelan / pemasangan. 5. Semua ukuran harus sesuai gambar dan merupakan ukuran jadi. Pemotongan dan pembuatan profile kayu dilakukan dengan mesin diluar tempat pekerjaan / pemasangan. 6. Contoh-contoh yang telah disetujui akan dipakai sebagai standar / pedoman bagai Konsultan Pengawas untuk menerima / memeriksa bahan-bahan yang dikirim oleh Kontraktor ke lapangan. 7. Perlengkapan pintu dan jendela : - Lihat Door & Windows schedule - Untuk type kunci tersebut harus disediakan Master Key; type-type yang dipakai tercantum pada gambar. - Kunci tanam harus terpasang kuat pada rangka daun pintu.

PT. Jasa Ferrie Pratama

38

RSU KASIH IBU - EXTENSION ARSITEKTUR - BAB - 06 DENPASAR - BALI PEKERJAAN PINTU, JENDELA & HARDWARE

Pelaksanaan 1. Umum Kontraktor harus memperhatikan serta menjaga pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan lainnya, jika terjadi kerusakan, maka Kontraktor tersebut harus mengganti tanpa biaya tambahan.

2. Teknis - Mekanisme kerja harus sesuai dengan gambar. - Engsel atas dipasang tidak lebih dari 28 cm (dari) sisi atas pintu ke bawah. Engsel bawah dipasang tidak lebih dari 32 cm (as) dari permukaan lantai keatas. - Engsel tengah dipasang pada 1/3 jarak antara engsel atas dan engsel bawah diukur dari engsel atas (as) kebawah, atau 2/3 jarak antara engsel atas dan engsel bawah diukur dari engsel bawah (as) keatas. - Untuk pintu toilet, jarak tersebut diambil dari sisi atas dan sisi bawah daun pintu. - Handle dan penarik pintu (door pull) dipasang 105 cm (as) dari permukaan lantai setempat atau lihat gambar. - Posisi lock dan latch harus ditentukan dan diajukan Kontraktor untuk disetujui Konsultan Pengawas. - Door closer yang digunakan adalah type hidrolik, automatic back check dengan adjustable force. Pengatur kecepatan closing dan latch dikehendaki jenis hold open yaitu pintu dapat menutup secara regular dan dapat berhenti dalam posisi terbuka dengan sudut bukaan tertentu. - Daun pintu Daun pintu sungkai plywood / yang dipasang pada rangka multiplek adalah dengan cara di lem tanpa pemakuan. Jika diperlukan harus menggunakan sekrup galvanized atas persetujuan Konsultan Perencana/Pengawas tanpa meninggalkan bekas cacat permukaan yang tampak. Khusus untuk daun pintu dengan finishing formica / plastic laminated di rekatkan dengan lem pada permukaan bidang plywood (14 mm) yang telah dipasang pada kerangka daun pintu. Perekatan formica / plastic laminated harus dilakukan dengan mesin pres di workshop. Pada bagian daun pintu lapis sungkai plywood, harus dipasang rata, tidak bergelombang dan merekat dengan sempurna. Permukaan sungkai plywood tidak boleh didempul.
- Pintu-pintu di toilet harus 1 (satu) set dengan Cubical Partition.
PT. Jasa Ferrie Pratama

39

RSU KASIH IBU - EXTENSION ARSITEKTUR - BAB - 06 DENPASAR - BALI PEKERJAAN PINTU, JENDELA & HARDWARE

05.

PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI

a. Lingkup Pekerjaan 1. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan dan alat-alat bantu lainnya, termasuk pengangkutan yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini sesuai dengan yang dinyatakan dalam gambar, memenuhi uraian dan syarat-syarat di bawah ini, memenuhi spesifikasi dan persyaratan dari pabrik pembuatnya. 2. Melaksanakan semua pekerjaan alat penggantung dan pengunci hingga diperoleh hasil yang baik dan memuaskan. 3. Pemasangan alat penggantung dan pengunci dilakukan meliputi seluruh pemasangan pada daun pintu dan jendela, seperti yang ditunjukkan / disyaratkan dalam gambar perencanaan. b. Bahan-Bahan 1. Semua hardware yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam buku Spesifikasi Teknis. Bila terjadi perubahan atau penggantian hardware akibat dari pemilihan merek, Kontraktor wajib melaporkan hal tersebut kepada Pemberi Tugas / Konsultan Perencana / Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. 2. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda pengenal dari pelat aluminium tebal 1 mm atau plexyglass tebal 2 mm berukuran 3 x 6 cm. Tanda pengenal ini dihubungkan dengan cincin nikel pada setiap anak kunci. 3. Harus disediakan lemari penyimpanan anak kunci terbuat dari kayu kamper Samarinda dengan finishing politur yang dilengkapi dengan kait-kaitan untuk anak kunci lengkap dengan nomor pengenalnya. Lemari berukuran lebar 60 cm x tinggi 90 cm dengan tebal 15 cm, berdaun pintu kaca 6 mm memakai engsel piano dan handle aluminium, serta dapat dikunci. 4. Standar kualitas produksi dari GRIFF, SIMON-WERK atau setara (lihat hardware schedule). 5. Engsel pintu dipasang sekurang-kurangnya 3 buah untuk setiap daun pintu dengan menggunakan sekrup kembang dengan warna yang sama dengan warna engselnya. Jumlah engsel yang dipasang harus diperhitungkan menurut beban berat daun pintu. Tiap engsel dapat memikul minimal 20 kg beban. 6. Tipe dan ukuran engsel jendela harus disesuaikan dengan ukuran dan berat jendela
PT. Jasa Ferrie Pratama

40

RSU KASIH IBU - EXTENSION ARSITEKTUR - BAB - 06 DENPASAR - BALI PEKERJAAN PINTU, JENDELA & HARDWARE
7. Seluruh rangkaian kunci-kunci harus tercakup dalam satu sistem Masterkey. Biaya untuk Masterkey harus sudah termasuk dalam penawaran. 8. Kontraktor harus membuat daftar perlengkapan pintu dan jendela untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Perencana / Konsultan Pengawas. 9. Penggunaan perlengkapan pintu (engsel, kunci, door closer, door stop, dll) disesuaikan dengan jenis / tipe pintunya serta lokasi ruangnya. 10. Sebagai pedoman penggunaan perlengkapan pintu dapat dilihat pada Daftar Perlengkapan (Hardware Schedule) berdasarkan tipe pintu dan jendela pada gambar arsitektur. Kontraktor harus mengajukan daftar perlengkapan pintu dan jendela dan harus mendapatkan persetujuan dari Pemberi Tugas / Konsultan Perencana / Konsultan Pengawas.

c. Syarat Pelaksanaan 1. Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor harus menyerahkan contoh material untuk mendapatkan persetujuan dari Pemberi Tugas / Konsultan Perencana. Contoh yang diajukan harus dilengkapi dengan perhitungan berat tipe pintu dan jendela untuk dapat menentukan tipe engsel dan jendela yang akan dipakai. 2. Kontraktor harus membuat Skema Masterkey untuk mendapatkan persetujuan dari Pemberi Tugas sebelum pekerjaan dimulai. 3. Kontraktor harus membuat metode pelaksanaan, shop drawing dan mock up untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas sebelum pekerjaan dimulai. Biaya pembuatan mock up menjadi tanggungan Kontraktor. 4. Engsel atas dipasang 28 cm (as) dari permukaan atas pintu. Engsel bawah pintu dipasang 32 cm (as) dari permukaan bawah pintu. Engsel tengah dipasang 1/3 jarak antara kedua engsel tersebut (dibagian atas) atau 2/3 jarak antara kedua engsel tersebut (dibagian bawah). 5. Handle dan penarik pintu (door pull) dipasang 105 cm (as) dari permukaan lantai atau sesuai dengan gambar arsitektur. 6. Pemasangan lockcase, handle dan backplate serta door closer harus rapi, lurus dan sesuai dengan letak posisi yang telah ditentukan oleh Konsultan Pengawas. Pemasangan backplate dan lockcase harus rata (tenggelam) didalam pintu.

PT. Jasa Ferrie Pratama

41

RSU KASIH IBU - EXTENSION ARSITEKTUR - BAB - 06 DENPASAR - BALI PEKERJAAN PINTU, JENDELA & HARDWARE
7. Setelah door closer terpasang, Kontraktor harus mengadakan penyetelan sehingga pintu dapat menutup dan membuka dengan baik dan sempurna (Kontraktor juga harus mengajarkan cara penyetelan kepada Pemberi Tugas. 8. Pemasangan floor hinges pada pintu harus disesuaikan dengan ketentuan dari pabrik pembuatnya. 9. Engsel jendela dipasang pada tempatnya sesuai dengan pintunya. 10. Handle pengunci jendela dipasang tepat di bagian tengah kusen dan jendela. 11. Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik, untuk itu harus dilakukan pengujian secara kasar dan halus. 12. Tanda pengenal anak kunci pintu harus dipasang sesuai dengan pintunya. 13. Semua perlengkapan pintu dan jendela yang telah ditentukan harus terpasang dengan baik, rapih, lurus dan kuat, serta dapat berfungsi dengan sempurna. Apabila hal tersebut tidak tercapai, Kontraktor wajib memperbaiki tanpa tambahan biaya.

PT. Jasa Ferrie Pratama

42

RSU KASIH IBU - EXTENSION ARSITEKTUR - BAB - 06 DENPASAR - BALI PEKERJAAN PINTU, JENDELA & HARDWARE
06. PEKERJAAN KACA DAN CERMIN

a. Lingkup Pekerjaan 1. Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. Pekerjaan kaca dan cermin meliputi seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam detail gambar.

b. Persyaratan Bahan 1. Kaca adalah benda terbuat dari bahan glass yang pipih pada umumnya mempunyai ketebalan yang sama, mempunyai sifat tembus cahaya, dapat diperoleh dari proses-proses tarik, gilas dan pengambangan (Float Glass) / Kaca panasap sesuai yang ditunjukkan pada gambar. 2. Toleransi lebar dan panjang. Ukuran panjang dan lebar tidak boleh melampaui toleransi seperti yang ditentukan oleh pabrik. 3. Kesikuan Kaca lembaran yang berbentuk segi empat harus mempunyai sudut serta tepi potongan yang rata dan lurus, toleransi kesikuan maximum yang diperkenankan adalah 1,5 mm per meter. 4. Cacat-cacat - Cacat-cacat lembaran bening yang diperbolehkan harus sesuai ketentuan dari pabrik. - Kaca yang digunakan harus bebas dari gelembung (ruang-ruang yang berisi gas yang terdapat pada kaca). - Kaca harus bebas dari komposisi kimia yang dapat mengganggu pandangan. - Kaca harus bebas dari keretakan (garis-garis pecah pada kaca baik sebagian atau seluruh tebal kaca). - Kaca harus bebas dari gumpilan tepi (tonjolan pada sisi panjang dan lebar kearah luar/masuk). - Harus bebas dari benang (string) dan gelombang (wave) Benang adalah cacat garis timbul yang tembus pandangan. Gelombang adalah permukaan kaca yang berubah dan mengganggu pandangan.
PT. Jasa Ferrie Pratama

43

RSU KASIH IBU - EXTENSION ARSITEKTUR - BAB - 06 DENPASAR - BALI PEKERJAAN PINTU, JENDELA & HARDWARE
- Harus bebas dari bintik-bintik (spots), awan (cloud) dan goresan (scretch). - Bebas lengkungan (lembaran kaca yang bengkok) - Mutu kaca lembaran yang digunakan mutu AA. - Ketebalan kaca lembaran yang digunakan tidak boleh melampaui toleransi yang ditentukan oleh pabrik. Untuk ketebalan kaca 5 mm kira-kira 0,3 mm.

5. Jenis-jenis kaca yang dipergunakan sesuai petunjuk dalam material schedule dan gambar arsitektur, produksi dari ASAHIMAS atau setara.

AKHIR BAB

PT. Jasa Ferrie Pratama

44