Anda di halaman 1dari 17

Mata Kuliah

PENDEKATAN EKONOMI POLITIK


Dosen : Prof. DR. Said Zainal Abidin

RINGKASAN BAHAN

HOW COUNTRIES COMPETE


( Bagaimana Negara – Negara Berkompetisi )

Strategi, Struktur, dan Pemerintah dalam Ekonomi


Global

Nyoman Rudana
NPM 08.D.040

19 Nopember 2008

Magister Administrasi Publik


Manajemen Pembangunan Daerah
STIA LAN Jakarta
BAGAIMANA NEGARA – NEGARA BERKOMPETISI

Negara berkompetisi untuk berkembang. Ini merupakan salah satu hasil dari globalisasi,
dimana negara berkompetisi untuk memperebutkan pasar, teknologi, keahlian dan investasi.
Dalam hal ini pemerintah berperan besar dalam membantu negara berkompetisi, dengan
good governance, menyediakan investasi dengan bunga rendah, menghormati hak
kekayaan intelektual,. Mendorong pengembangan teknologi dan penyediaan lapangan kerja,
inflasi rendah, dan percepatan pengembangan pasar dalam negeri. Tujuan dari kompetisi ini
adalah pertumbuhan dan perkembangan negara, untuk menurunkan tingkat kemiskinan,
mengakomodasi urbanisasi, meningkatkan standar hidup dan menciptakan lapangan kerja.

Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis Richard H.K Vietor, tidak ditemukan warga
negara yang mempunyai cukup informasi yang memainkan peran dalam mempengaruhi
strategi pemerintahnya, kecuali Singapore. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan
masyarakat mengenai bagaimana kinerja. konomi sebenarnya merupakan fungsi dari
kebijakan pemerintah.

Pengembangan Strategi dan Struktur

Strategi

Untuk mencapai tujuan perkembangan ekonomi, diperlukan strategi, yang mencakup


a. Kebijakan makroenomi :
1. Kebijakan fiskal, dimana keseimbangan fiskal dicapai melalui melalui perluasan atau
penurunan berbagai belanja pemerintah, selain juga melalui kebijakan perpajakan,
investasi, belanja konsumen.
2. Kebijakan moneter, bertujuan menciptakan dana yang cukup untuk membiayai
pertumbuhan ekonomi yang sehat tanpa inflasi dan mempertahankan cadangan dana
yang adekuat untuk pertukaran mata uang asing.
3. Kebijakan makroekonomi, meliputi pengendalian nilai tukar mata uang,.
4. Kebijakan pendapatan, dengan pengendalian harga dan gaji. Terutama digunakan
pada saat darurat untuk mengemndalikan inflasi bilamana kebijakan moneter tidak
efektif.

b. Kebijakan mikroekonomi :
1. Kebijakan perdagangan meliputi penggunaan tarif, kuota, perjanjian pembatasan
( ekspor ) dll.
2. Pembatasan atau promosi FDI ( Foreign Direct Investment ), ditujukan untuk
melindungi industri dalam negeri dari kepemilikan asing atau dari kompetisi asing.
3. Nasionalisasi dan privatisasi yang dilakukan oleh negara dengan harapan
mempengaruhi kepemilikan perusahaan, umumnya dilakukan pada industri utilities
( minyak, gas, listrik, jalan kereta api, penerbangan, telekomunikasi ) , perbankan,
industri berat ( baja, galangan kapal, mobil ).
4. Regulasi ekonomi, umumnya diimplementasikan untuk mengoreksi beberapa
kesalahan ekonomi seperti monopoli alami, moral hazard. Dilakukan pada industri
vital, seperti transportasi, energi, telekomunikasi, jasa keuangan.
5. Kebijakan kompetisi, seperti provisi antitrust ( di Amerika Serikat dan Eropah ),
kebijakan kartel, kebijakan monopoli.
6. Subsidi, termasuk hibah, pengurangan pajak.

2
Bila kebijakan mikroenomi ini dikoordinasikan, maka dapat disebut sebagai kebijakan
industrial.

Struktur

1. Struktur politik : demokratik, autokratik, komunis.


2. Struktur Ekonomi, pada skala makro, diterapkan pada sektor konsumsi, investasi,
pemeirntahan dan perdagangan.
3. Struktur institusional, menyangkut sistem perbankan, peradilan, kepolisian, militer,
aturan hukum terutama hak kepemilikan.
4. Struktur lain – lain :
Perjanjian tenaga kerja, sistem tabungan, bentuk birokrasi, pembagian kekuasaan
antara legislatif dan eksekutif, antara pemeirntah federal dan negara bagian dll.

Pengembangan Suimber Daya

1. Sumber Daya Alam ( tanah, cadangan energi, mineral ), harus dikembangan secara
efektif dengan menghindari kerusakan lingkungan berlebiha.
2. Pengembangan sumber daya manusia, baik kualitas maupun kuantitas.
a. Pengembangan kualitas melalui pendidikan formal dan informal ( transfer teknologi,
ketrampilan managerial )
b. Pengembangan kuantitas melalui pengendalian kelahiran ( KB ).
3. Sumber daya teknologi melalui riset. Contoh : Jepang, Cina
4. Sumber daya kapital, dimana ada 5 jalur untuk mengakumulasikan dana :
a. Pinjaman dari bank dalam negeri Negara Asia adalah penabung, mereka menabung
untuk hari tua.
b. Struktur institusi merupakan hal penting. Bila pasar ekuitas lemah seperti di Jepang
dulu, maka bila pendalian kapotal mencegah masuknya investasi asing, maka
tabungan mengalir ke bank domestik sekalipun bunganya rendah. Bila jumlah bank
terbatas, pemerintah mudah mengarahkan tabungan bank untuk pinjaman ke
industri.
c. Pasar ekuitas dalam negeri, melaluyi bank investasi, diskonto, pembelian langsung
online.
d. FDI ( investasi asing langsung ), yang banyak mengalir dari negara maju ke negara
berkembang terutama sejak awal 1980 an.
e. Pembiayaan hutang luar negeri., dengan perdagangan surat hutang negara kepada
orang asing.Krisis pinjaman meningkatkan peran IMF sebagai lender of last resort
( sumber dana pinjaman terakhir )
g. Pinjaman luar negeri tak terjadwal. Misal India pada masa swadeshi, dimana
penduduk India harus menggunakan barang dalam negeri, karena kenaikan harga
minyak, pemeirntah tidak punya cuklup dana dan terpaksa meminjam dari luar
neegri untuk membiayai defisit neraca perdagangannya, dan hal ini akhirnyan
menimbulkan krisis hutang.

Penggunaan Sumber Daya yang Efisien

1. Kompetisi Asing, akan membuat negara menggunakan sumber daya secara efisien
atau malah gagal melakukan efisiensi.
2. Kompetisi doemstik. Amerika Serikat dalah contioh dimana dengan hampir tidak ada
perusahaan pemerintah serta adanya Undang – Undang Antitrust sejak 1890 an,
kompetisi di pasar domestik sangat ketat.

3
3. Kompetisi untuk mendapatkan FDI. Contoh : Cina berkompetisi denga zona ekonomi
dan pengembangan teknologi dan modal ventura untuk perusahaan dengan
teknologi baru.
4. Alokasi administratif. Contoh pemerintah Singapura bertanggung jawab terhadap
alokasi sebagian besar investasi, sementara di negara Barat, konsep ini tidak
berhasil.

Peran Pemerintah

Pertumbuhan pemerintah memerlukan pemeirntahan yang baik. Di sini pemerintah


berperan untuk :
1. Menjamin keamanan baik dalam negeri maupun internasional, sehingga mekanisme
pasar dapat berjalan.Kejahatan individu membuat jalanan tidak aman, kejahatan
terorganisir termasuk yang terkait dengan agama, seperti kegiatan terorisme, dapat
mengganggu arus perdagangan.
2. Menciptakan kontrak, melindungi hak kepemilikan, dan mendorong penegakan
hukum. Diperlukan peradilan yang berfungsi baik, serta hukum sekuritas yang
memfasilitasi investasi, regulasi perbankan yang menjamin deposito, hubungan yang
baik antara negara- dan prppinsi / daerah.
3. Menanggung resiko, baik resiko biasa melalui sistem asuransi, serta resiko luar
biasa, seperti yang menyangkut regulasi fasilitas nuklir.
4. Menangani makroekonomi, menggunakan kebijakan fiskal dan moneter.
5. Menerapkan kebijakan industrial, seperti yang diterangkan pada kebijakan
mikroekonomi di atas.

Manfaat Kompetitif

Di bawah ini kita dapat melihat perkembangan yang pesat di Jepang, Singapura, Cina dan
India. Negqara yang besar seperti Cina dan Amerika Serikat dapat maju akibat pasar
domestiknya yang besar sedangkan negara kecil seperti Singapura dan itali, kebijakan
ekspor penting. Jepang praktis mengimpor hampir semua sumber daya, sedangkan negara
yang kaya sumber dayanya ( minyak _ seperti Meksiko dan Saudi arabia, tidak
menggunakannya dengan efektif. Di sinilah pentingnya peran pemerintah dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi.

KEAJAIBAN EKONOMI JEPANG

Jepang sebelum tahun 1853 di bawah kepemimpinan para shogun adalah negara terutup,
namun pada tahun 1853, Mathew Perry dari Amerika Serikat datang ke Edo dengan empat
kapal hitam ( kapal uap ), untuk menjajaki hubungan perdagangan dengan Jepang. Pada
tahun 1854, ditandatangani perjanjian perdagangan yang menjadi awal terbukanya Jepang
dengan dunia luar, dan pada akhirnya menuntuhkan dominasi para shogun. Keterbukaan
Jepang berlanjut pada era Restorasi Meiji mulai 1868 yang mendukung p[endidikan asing,
teknologi asing untuk mengejar ketinggalan Jepang terhadap dunia Barat.

Kekuatan Institusi

1. Rasa malu akibat kalah pada Perang Dunia kedua, dimana budaya malu ini merupakan
sisa budaya Konfusianisme. Semangat juang bangsa Jepang membuat mereka bertekad

4
membangun kembali bangsanya yang kalah, namun kali ini melalui ekonomi, bukan
militer.

2. Politik Jepang adalah demokrasi parlementer, yang stabil setelah 1955, yaitu sejak
dikuasai oleh Partai Liberal Demokrat ( LDP ), dengan ekonomi kapitalis, dimana
sebagian besar aset negara diprivatisasi. Terdapat dualisme dalam penggunaan tenaga
kerja, perusahaan besar dalam industri berat , dengan perusahaan kecil yang
mendominasi lebih dari 70 % ekonomi. Tenaga kerja pada perusahaan strategis bersatu
dalam persatuan perusahaan ( enterprise unions ), dengan sistem penggajian
berdasarkan senioritas dan karyawan dipekerjakan seumur hidup. Ketiga kejaiban ini,
yang disebut uchiwa, berperan dalam kesuksesan perekonomian Jepang.

3. Sistem pendidikan yang baik, yang sifatnya meritokrasi, berdasarkan kepada ujina
masuk universitas yang kompetitif, yang membangun sistem piramid dengan Universitas
Tokyo di urutna paling atas.

4. Konstitusi Jepang yang baru membuat hilangnya peran kaisar, militer atau kepemilikan
keluarga dari zaibatsu tradisional. Setelah Jendral Mac Arthur pergi meninggalkan
Jepang, hanya manager bisnis dan birokrat pemerintah yang memegang kekuasaan.

5. Birokrasi, dengan 12 menteri kabinet, yang bertanggung jawab kepada Perdana Menteri
yang lemah, dengan cepat didominasi oleh 2 kementrian, yaitu Kementrian Keuangan
( Ministry of Finance / MOF ) dan Kementrian Perdagangan dan Industri ( MITI ). MOF
mengendalikan bank sentral, kebijakan fiskal dan moneter, pengumpulan pajak,
regulasi perbankan, asuransi dan sekuritas, MITI menentu7kan kebijakan industrial
melalui pengendalian impor, nilai tukar mata uang asing, FDI dan kebijakan antitrust
( anti monopoli ).

6. Window guidance, Pada tahun 1950 an, perbankan Jepang dikuasai oleh keiretsu, yaitu
kelompok industri yang mewarisi zaibatsu. Mereka bersatu dengan kepemilikan silang,
board of director dan hubungan perdagangan yang saling terkait, dan sumber dana yang
berawsal dari bank papan atas keiretsu. Pertyumbuhan Jepangh yang pesat
menyebabkan jumlah pinjaman mencapai di atas 100% dari nilai kapital. Ini memberi
kekuasaan yang besar dari MOF dan Bank Jepang melalui window guidance. Bila
pinjaman terlalu besar sehingga memicu inflasi, bank sentral akan meminta perlambatan
pertumbuhan.

7. Dibentuknya Shingikai, badan penasehat, yang memfasilitasi antar pemimpin bisnis dan
serta kalangan pebisnis dengan pemeirntah, terutama dalam isu kebijakan hambatan
perdagangan yang berlebihan, pemotongan harga, kendali mutu dll.Badan ini
berinteraksi dengan keidanren, organisasi bisnis utama dengan lebih dari 700
perusahaan besar dan asosiasi perdagangan, atau dengan kelompok zaiki ( pemimpin
bisnis )

8. MITI mengeluarkan 3 UU penting :


a. UU Pertukakaran Mata Uang Asing dan Pengendalian Perdagangan Luar Negeri tahun
1949, memberikan MITI kekuasaan untuyk mengendalikan impor dan
mengalokasikan mata uang asing.
b. UU Investasi Asing tahun 1950, dimana MITI mengendalikan semua transaksi yang
menyangkut mata uang asing, termausk lisensi teknologi, yang melibatkan transaksi
mata uang asing.

5
c. UU Anti Monopoli , tahun 1947 yang direvisi di tahun 1953, yang memperbolahkan
dua tipe kartel, yaitu kartel penekan, yang berperan saat suplai melebihi permintaan,
dan kartel rasionalisasi, yang membatasi teknologi atau output yang terstandarisasi.

Strategi Pembagunan

Antara 1952 – 1960, para politisi, birokrat dan pemimpin bisnis Jepang bersama – sama
mengembangkan strategi pembangunan :
1. Rekonstruksi, membangun kembali infrastruktur dan industri dasar. Hal ini memerlukan
dana sangat besar dimana pemeirntah dan pebisnis bersama – sama membiayainya.
Pembangunan ini meningkatkan PDB jepang mencapai 9,8% antara 1950 – 1960.

2. Penentuan pasar sasaran ekspor, yaitu ke Amerika Serikat yang ekonominya baik,
dengan mengekspor barang berharga rendah. Hal ini menimbulkan friksi perdagangan
dengan AS pada era 1970 – 1980, dengan kebijakan anti dumpingnya.

3. Memilih produk yang mempunyai keunggulann komparatif terhadap AS, yaitu produk
bernilai tambah tinggi dengan UU Industri Sasaran di tahun 1950 an yang ditetapkan
okleh Diet Nasional ( National Diet of Japan ), yaitu meliputi baja, gal;angan kapal,
aluminium, petriokimia,kendaraan bermotor, elektronik, peralatan dan pesawat terbang.

4. MITI mendorong investasi pada industri skala besar, dengan mempertimbangakn skala
ekonomis. Pabrik – pabrik bajanya dibangun berdekatan dengan pelabuhan laut dalam,
kendaraan bermotor dan elektronik dibandun di Tokyo ( Toyota City ) dan Osaka
( Matshushita ).

5. MITI mencari teknologi terbaik dan melisensinya untuk kepentingan industri dalam
negeri.

6. MITI dan MOF membantu bank besar dalam mengalokasi kapital baik ekuitas maupun
pinjaman ke sektor industri strategis.

7. Banyak insentif bagi warga Jepang untuk menabung :


a. ada perbedaan yang besar antara penyesuaian konsumsi terhadap disposable income
yang tinggi.
b. tidak adanya jaminan sosial membuat orang jepang menabung untuk hari tua.
c. Sistem penggajian berdasarkan bonus lumpsum
d. Pemerintah memberikan serangkaian penghapusan pajak tabungan sampai 3 juta yen
dan untuk pendapatan yang diperoleh dari menjual rumah tinggal.
e. harga barang konsumsi dan rumah di Jepang cukup tinggi mengurangi tingkat
konsumsi.

8. Pemerintah Jepang juga menabung dimana antara 1854 – 1871, neraca fiskal positif
secara konsisten, sekitar 9 – 10%, dan tabungan ini disediakan untuk membiayai
infrastruktur publik.

6
Struktur Organisasi

Pemerintahan Jepang didominasi oleh LDP ( Liberal Democratic Party ) . Sohyo merupakan
konfederasi pekerja nasional, EPa melakukan perencanaan makroekonomi, diselaraskan
dengan perencanaan mikroekonomi dari MITI. Bank sentral Jepang ditunjuk berdasarkan
saran dari MOF ( kadang dari MITi juga ), sehingga tidak independen dan lebih menrupakan
saluran untuk kebijakan finansial dan moneter dari MOF kepada bank – bank besar. Karena
pertanian Jepang membutuhkan protejksi bea masuk dan subsidi, petani jepang
mengorganisir diri secara nasional untuk mendukung LDP dan sebagai gantinya, Diet
mempertahankan harga tinggi untuk padi dan memproteksi komoditas makanan lain dari
kompetisi internasional.

Kinerja ( 1961 – 1971 )

1. EPA yang dibentuk di tahun 1961meningkatkan pendapatan nasional Jepang dua kali
lipat di tahun 1970 dengan rata – rata pertumbuhan ekonomi 10,6% setahun.
2. Komposisi konsumsi terhadap GDP dari 63%v turun menjadi 50%, artinya makin kaya
orang Jepang, makin sedikit mereka mengkonsumsi apa yang mereka hasilkan. Juga
belanja negara turun dari 16 % ke 7%, dan ditamvah dengan struktur pajak progresif,
meingkatkan pendapatan negara. Jadi stimulasi pertumbuhan ekonomi mengarah
kepada supply side economics.
3. Investasi rata – rata tumbuh 14,5%, Jepang menginvestasikan lebih dari 1/3 outputnya
pada pabrik dan mesin – mesin baru.
4. Ekspor tumbuh 14,7% dan pertumbuhan impor berada di bawah ekspor.
5. Tingkat pengangguran turun dari 2% menjadi 1% pada pertengahan tahun 1960 an.
6. Membangun secara internal :

7
a. SDM dengan ketrampilan tinggi
b. metode pengambilan keputusan berdasarkan konsensus
c. membangun institusi yang menstimulasi tabungan dan investasi
d. proses perencanaan birokrasi efektif

Pembangunan eksternal :
a. berkompetisi dengan target hanya pada pasar sasaran
b. tergantung kepada kekuatan AS
c. nilai tukar uang tetap ( fixed exchange rates )

Namun keajaiban ekonomi Jepang berakhir setelah jatuhnya cadangan emas AS akibat
Perancis, Jerman dan Negara Barat lain kehilangan kepercayaan terhadap dollar yang
menandai berakhirnya Bretton Wood System. 15 Agustus 1971, Presiden Nixon mengenakan
kuota impor 10% kepada Jepang. Adanya protes dari para pelobi Amerika dari industri baja,
galangan kapal, dan elektronik terhadap kebijakan dumping dari Jepang ikut
mempengaruhi kebijakan AS terhadap Jepang.

PERUSAHAAN SINGAPURA ( Singapore Inc )

Strategi Pengembangan

1. Melampaui Negara tetangganya sebagai partner perdagangan dan menarik perusahaan


asing untuk memproduksi barang di Singapura untuk direekspor ke negara Barat.

2. Menjadi oasis dunia pertama di kawasan dunia ketiga dengan menghilangkan hambatan
perdagangan dan investasi, dan membangun Kawasan Industri Jurong ( The Jurong
Industrial Park ).

3. Kementrian Perdagangan dan Industri mendirikan Economic Development Board ( EDB )


di tahun 1961 sebagai one stop shop ( toko serba ada ) bagi investor asing, dengan
kosentrasi pada industri petrokimia, pembuatan dan perbaikan kapal, metal dan
elektronik. Investor akan mendapat penghapusan pajak.

Kebijakan Tenaga Kerja

Kuncinya adalah kekuatan pekerja yang produkti dan pasif. Karena pasca kemerdekaan
Singapura tahun 1965, banyak insiden mogok kerja, Lee Kuan Yew melarang serikat
pekerja yang antagonis dan menahan beberapa pemimpin serikat pekerja. Lalu pemerintah
mendridikan penggantinya, yaitu National Trade Union Congress ( NTUC ) yang mewakili
kepentingan pekerja selaras dengan filosofi partai PAP. Peemrintah juga mendirikan Badan
Penggajkian National ( National Wage Council ) untuk mengatur penggajian.

Suksesnya EDB dalam menarik investor akhir tahun 1970 an membuat Singapura
kekurangan pekerja, dan hal ini membuat masuknya banyak tenaga kerja asing, baik
tenaga ahli maupun tenaga kerja kasar. Namun demikian, pemerintah sulit
mempertahankan tenaga kerja ahlinya, sehingga dilakukan program – program di awal
200o an untuk meningkatkan angka kelahiran di Singapura dan mempertahankan penduduk
Singapura agar tidak beremigrasi ke luar negeri.

8
Tabungan

1. Pemerintah mendirikan The Central Provident Fund ( CPF ) di tahun 1955, yang
merupakan program tabungan wajib. Sebelum pension, penduduk Singapura menerima
penghapusan pajak berdasarkan dari kontyribusinya di masa lalu disertai bunga, dengan
tingkat bunga berdasarkan pada deposit tetap dan tingkat deposito tabungan dari bank
– bank besar, dengan garansi dibayar minimal 2,5% per tahun. Dana CPF diinvestasikan
pada obligasi pemerintah beresiko rendah, dipergunakan untuk mengembangkan
infrastruktur dan bisnis – bisnis pemerintah.

2. Dengan tabungan yang ada, Pemerintah berinvestasi di bidang infrastruktur, dengan


mendirikan perumahan rakyat dan kemudian mendirikan fasilitas pelabuhan yang luar
biasa serta Kawasan Industri Jurong. Akhir – akhir ini pemerintah mendirikan pulau
Jurong dengan 7 pulau kecil,untuk pengembangan industri petrokimia dan manufaktur.
Selama leboh dari 3 dekade, pemerintah membersihkan kanal / jalur transportasi air,
membangun gedung modern, airport terbaik ( Changi ), jalan raya modern, rumah sakit,
universitas, sarana penerbangan, serta infrastruktur telekomunikasi serat optik.

3. Perbedaan dengan negara lain yang menyolok adalah pemerintah Singapura


mengendalikan aset secara langsung. Selain tanah dan 85% perumahan yang
disewakan, pemerintah mengendalikan 20% PDB. Temasek Holding milik pemerintah
menguasai 20% dari kapitalisasi pasar Singapura dan dikelola seperti bisnis dengan
dewan direksi independen.

4. Pemerintah mendirikan Dewan Standard Produktivitas ( Productivity Standard Board ) di


tahun 1981 untuk menjamin agar investasi menghasilkan pertumbuhan. Dewan ini
kemudian diganti menjadi SPRING ( Standards, Productivity and Innovation ) di tahun
2001 dnegan ketuanya Deputi Perdana Menteri Lee Hsien Loong. Organisasi ini
melakukan pelatihan produktivitas, lingkaran kualitas, redisain peekrjaan, perbaikan
standar kerja, pemberian insentif kepada perusahaan skala kecil dan menengah, jejaring
pedagang eceran, dll.

Sistem Politik

1. Anggota kabinet Singapura terdiri dari orang berbakat, kebanyakan berpendidikan luar
negeri dalam bidang ekonomi dan bisnis, dan pegawai negerinya berpendidikan,
berbakat dan dibayar tinggi.

2. Perpindahan pekerjaan secara lateral sering diberlakukan, sehingga setiap orang


mengenal satu sama lain dan mempunyai pemahaman yang baik mengenai banyak
bidang pekerjaan.

3. Tidak ada korupsi di antara birokrat Singapura. Pemerintah terkenal dengan kejujuran
dan keterbukaannya. Indeks Persepsi Korupsi dari Transparansi Internasional menilai
Singapura sebagai negara terbersih kelima dari 145 negara dan satu – satunya negara
Asia yang berada pada top 15.

4. Pemerintah mempertahankan kendali yang kuat terhadap lingkungan sosial dan fikis,
dengan memberlakukan berbagai larangan, seperti dilarang meludah dis embarang

9
tempat dan gerakan bersih dan hijau, dengan penanaman pohon dan pembersihan
sungai Singapura.

5. Harga kendaraan bermotor dan pajak dikendalikan pemerintah untuk kepentingan sosial.
Pajak mobil impor tinggi, untuk membatasi jumlah kendaraan. Zsebagai gantinya,
disediakan transportasi massal yang memadai.

6. Penduduk singapura berbahasa salah satu dari empat bahasa, Inggris, Mandarin, Melayu
atau Hindi, dimana Inggris merupakan bahasa kedua.

Kebijakan Fiskal dan Moneter

Sejak tahun 1970, pemerintah menjalankan budget berimbang, dimana belanja investasi
dibiayai sebagian besar oleh obligasi yang dibeli oleh CPF. Kebijakan moneter dikendalikan
oleh Otoritas Moneter Singapura ( Monetary Authority of Singapiore / MAS ), yaitu bank
sentral yang berkuasa mengendalikan regulasi perbankan, sekuritas, asuransi dan nilai
tukar mata uang.

Kebijakan Industrial

Kebijakan industrial Singapura adalah untuk menarik investasi asing dari eropa dan AS
( dan juga Jepang ) untuk membangun fasilitas industri petrokimia, perkapalan dan
perakitan di oasis dunianya yang pertama. Hal ini berlangsung baik sampai awal 1980 an
setelah kejutan minyak yang kedua, dimana negara dengan upah pekerja rendah
( Malaysia, Thailand dan Cina ) muncul sebagai kompetitor. Pemerintah memutuskan
meningkatkan upah pekerja, dengan harapan investor asing meningkatkan nilai tambah dari
bisnisnya. Hal ini berlangsung gbaik sampai tahun 1985 dimana terjadi resesi ekonomi yang
cukup besar. Pemerintah membentuk komite gugus tugas yang menemukan bahwa
pemerintah terlalu banyak intervensi, sehingga dilakukan langkah pengurangan intervensi
pemerintah, penetapan upah dan penurunan tabungan.

Singapura berhasil menjadi pusat perdagangan dengan volume perdagangan mencapai 3


kali PDB di tahun 1990 awal. Badan Pengembangan Perdagangan yang kemudian diganti
menjadi Perusahaan Singapura Internasional ( International Enterprise Singapore ) telah
berhasil membuat Singapura sebagai trading hub. Tahun 1989 Singapura meluncurkan
Trade Net, sistem pemrosesan elektronik perdagangan ( e trade ) pertama.

Strategi untuk Meningkatkan Produktivitasnya Kembali

1. Pada skala mikroekonomi, EDB membangun strategi ekosistem untuk meningkatkan


inovasi dan teknologi dari lima kelompok industri : petrokimia, elektronik, logistic dan
transportasi, komunikasi informasi dan media dan ilmu biomedika ( farmasi, teknologi
kedokteran, bioteknologi, dan industri kesehatan ).

2. Membangun Biopolis, yaitu biomedical hub di Asia, dengan mendirikan perusahaan –


perusahaan biomedikal dan farmasi menyediakan pelayahnan satu langkah untuk
investor. Biomedical Services Group didirikan untuk membantu perusahaan dalam
perencanaan, investasi dan pemasaran di bidang biomedika.

10
3. Biomedical Sciences Investment Fund didirikan untuk mendanai perusahaan biomedika
yang baru.

4. Sistem pendidikan ditingkatkan dengan rencana mendirikan 10 institusi kelas dunia di


tahun 2008. INSEAD, John Hopkins, Whartton, MIT sudah mendirikan kampus satelitnya
di Singapura.

5. A*STAR ( Agency for Science, Technology and Research ) didirikan tahun 1991 untuk
membangun dasar keilmuan bagi Singapura melalui rencana 5 tahun.

6. Pertengahan 2002, ERC merekomendasikan pemerintah memotong pajak perusahaan


dan pajak pendaopatan pribadi serta meningkatkan kompetisi untuk menstimulasi
kewirausahaan.

CHINA – NEGARA YANG PRAGMATIS

Reformasi Pragmatis dari Deng Xiaoping ( 1978 – 1997 )

Deng, berbeda dengan Mao, adalah individu yang pragmatis yang menginginkan
pemerintahan yang stabil dan pertumbuhan ekonomi. Dia tidak peduli apakah kucing hitam
atau putih, yang penting bisa menangkap tikus.

1. Pengendalian populasi.
Bila Mao Zedong yang berpaham komunisme mendorong pertambahan penduduk untuk
memenuhi kebutuhan tenaga kerja, maka Deng sebaliknya. Tahun 1978, Deng
menerapkan kebijakan satu anak. Tanpa ijin khusus wanita hanya boleh melahirkan 1
anak. Diberikan insentif finansial ( pemotongan pajak ) sebagai imbalan, namun juga
sangsi sosial, sterilisasi dan kadang aborsi paksa diberlakukan terutama di daerah
pedesaan. Hal ini menurunkan angka kelahiran di Cina sampai 0,9% pada akhir abad 20.
Tahun 2000aturan dimodifikasi dengan memperbolehkan keluarga mempunyai dua anak
bila anak pertama perempuan.

2. Reformasi pertanian.
Pada jaman Mao, produksi pertanian menurun sampai harus mengimpor karena petani
harus menjual produk dengan harga kontrak yang rendah kepada pemerintah. Deng
meningkatkan harga kontrak komoditas dan mengijinkan petani menjual produknya
pada harga pasar ( suatu sistem dua harga ).

3. Pembentukan TVE ( Township and Village Enterprises ), perusahaan yang merupakan


gabungan antara kota dan desa, untuk menggunakan sumber daya yang surplus dan
memproduksi barang konsumsi. Adanya TVE memebrikan lapangan kerja kepada 129
juta orang di tahun 1995.

4. Tahun 1979 pemerintah mendirikan 4 SEZ ( Special Economic Zones ) di sepanjang


pantai, 3 buah di propinsi Guangdong dekat Hongkong dan satu di propinsi Fujian, di
seberang selat dari Taiwan. SEZ diperlengkapi dengan insentif pajak, prosedur perijinan
yang mudah, lokasi pabrik,suplai listrik yang terjamin, dan ketersediaan tenaga kerja,
dengan tujuan menarik FDI. Tahun 1984, SEZ diperluas ke Senzhen, Zhuhai, Shantou,

11
Xiamen dan Hainan. Tahun 1988 zona inin diperluas ke sepanjang sungai Yangtze,
sungai Mutiara, semenanjung Shandong dan Liaodong, dan diperluas lagi di tahun 1992.
Pada SEZ ini bergabung industriawan dari Taiwan, Eropah, AS, dan Jepang

5. Memperbaiki SOE ( State Owned Enterprises ) / perusahaan negara dengan


pembentukan Sistem Pertanggung jawaban Manajemen pada awal tahun 1980 an,
namun kurang berhasil.

6. Pelepasan kendali pemerintah terhadap harga secara bertahap. Pada jaman Mao, harga
barang ditetapkan oleh pemerintah dimana pemerintah menetapkan harga sangat
rendah sehingga pengusaha tidak emmperoleh margin yang cukup. Deng meningkatkan
harga sesuai dengan harga pasar, namun beras, listrik, perumahan tidak benar – benar
dillepas oleh pemerintah sampai abad 21.

7. Perubahan kebijakan fiskal dan pertukaran mata uang asing. Sistem perpajakan
didesentralisasi ke tingkat daerah.
a. Pajak diturunkan, termasuk pajak pertambahan nilai, pajak pendapatan perusahaan
perusahaan dan pribadi.
b. Diterapkan dual exchange rates, yuan / renminbi ( RMB ) untuk transaksi domestik
dan sertifikat Nilai Tukar untuk investor asing. Sistem ini menimbulkan korupsi
karena adanya gap antar nilai tukar. Oleh sebab itu, tahun 1994, yuan didevaluasi
50% dan ditetapkan sebesar RMB 8.3 / USD.
c. Pengendalian inflasi dilakukan dengan meningkatkan suku bunga dan menahan bankir
yang membuat pinjaman ilegal.

8. Menerapkan strategi zhuada fangxiao terhadap perusahaan negara ( SOE ),


mempertahankan yang besar, membuang yang kecil, dengan :
a. mereformasi SOE yang besar termasuk industri berat.
b. propinsi diperbolehkan melakukan privatisasi SOE yang lebih kecil.
c.SOE yang buruk kinerjanya diperbolehkan untuk merger atau dibiarkan bangkrut.

Strategi pengembangan ekonomi Deng secara implisit meliputi dua hal final :
1. Meningkatkan produktivitas dan belanja R&D, dimana Rencana Lima Tahun yang ke – 9
( 1996 – 2000 ) mengadopsi kebijakan industrial yang jelas. Ada 5 pilar industri yang
menjadi target proteksi dan investasi : mesin, elektronik, petrokimia, otomotif, dan
konstruksi.
2. Liberalisasi perdagangan. Cina melobi untuk masuk GATT dan WTO.

Di bawah Deng Xiaoping Cina meliberalsiasi ekonomi dengan tetap memegang kekuasaan
politik di pusat. Deng Xiaoping meinggal tahun 1997 dan digantikan Jiang Zemin.

Pertumbuhan yang Sukses dan Masalah Institusi

Jiang Zemin ( 1997 – 2002 ) melakukan perbaikan – perbaikan dan juga mengalami
masalah di masa pemerintahannya.

1. Privatisasi TVE setelah tahun 1997, dengan mempertahankan yang besar dan
membiarkan perusahaan yang kecil mati.

12
2. Tahun 2002 pemerintah mendirikan SASAC ( State Asset Supervision and Administration
Commission ) untuk mengendalikan perusahaan yang besar termasuk 3 perusahaan
minyak besar ( Petro China, Sinopec, CNOOC ). Tujuannya merasionalsiasi manajemen
pemerintah dan meingkatkan kinerja perusahaan – perusahaan kunci.

3. Tahun 1999, pemerintah mendirikan 4 perusahaan aset manajemen, satu perusahaan


untuk satu bank besar untuk mulai membeli aset yang kinerjanya buruk dan menjualnya
dengan harga diskon. Pemerintahn juga mengijinkan bank besar untuk lmencatatkan diri
di bursa saham Cina.

4. Quanxi, hubungan timbal balik, yang berasal dari budaya konfusianisme, merupakan
budaya yang berpotensi besar menjadi korupsi di Cina. Hubungan antara birokrat yang
gajinya rendah dengan pebisnis menyebabkan quanxi berubah menjadi korupsi. Oleh
sebab itu pemerintah di tahun 1996 mengeluarkan kampanye pukulan keras, dengan
mengeksekusi ribuan orang yang terlibat korupsi dan kejahatan keuangan.

5. Pengangguran diatasi dengan restrukturisasi TVE dan SOE walau tidaks epenuhnya
teratasi, terutama orang berusia separuh baya sulit mencari kerja.

6. Seperti halnya negara lain yang mulai maju, Cina mengalami penggunaan energi
berlebih, polusi lingkungan, polusi air , erosi, deforestasi. Untuk masalah perubahan
iklim, Cina menyumbang emisi 13% dari total CO 2 dunia.

Cina masuk WTO tahun 2001, dengan memasukkan 3 prinsip keterbukaan pasar :
1. Cina berkomitmen untuk menghilangkan hambatan non tarif, menurunkan terif / bea
masuk, dan membuka sektor pelayanan.
2. Negara pengimpor berkomitmen untuk menghilangkan kuota tekstil dan pakaian
yang asalnya berada di bawah perjanjian multifiber .
3. Persetujuan dari AS dan negara lain untuk memberikan Cina status negara yang
paling diminati

Kepemimpinan Generasi Keempat dan Masalah yang Dihadapi

Jiang Zemin digantikan Hu Jintao tahun 2002 sebagai Sekjen Partai Komunis. Hu
merupakan generasi keempat pemimpin Cina setelah Mao Zedong, Deng Xiaoping, Jiang
Zemin. Berbagai masalah dihadapi Hu :
1. Dari sisin politik, Cina perlumengkonsolidasi kekuatan di dalam negeri untuk
mengendalikan Hongkong tanpa memaksa terlalu keras, mendisipinkan Korea Utara,
meingkatkan hubungan dengan AS, mempertahankan hubungan dengan Taiwan.
2. Adanya serangan SARS tahun 2002, yang diatasi dengan memobiliasi pemerintah untuk
mengendalikannya.
3. Demonstrasi pengikut Falun Gong tahun 1999 menyisakan ribuan orang ditahan di
penjara.
4. Distribusi pendapatan tidak merata terutama antara urban dan rural. 5% penduduk
terkaya mempunyai 10 kali pendapatan dari yang miskin.
5. Pengangguran akibat penyesuaian struktural dengan WTO
6. Ketidakseimbangan hubungan dagang bilateral dengan AS dimana barang Cina mengalir
deras masuk ke AS dan nilai kurs yuan yang undervalue terhadap dollar akibat di
pegged / dipatok sejak tahun 1994, menyebabkan neraca perdagangan Cina surplus

13
terhadap AS. Hal ini menyebabkan tahun 2004 Senat AS meloloskan mosi untuk
mengenakan 27% bea masuk terhadap barang Cina.
7. Liberalisasi ekonomi yang meluas.

INDIA BERGERAK MAJU

India adalah negara yang subur, dan kaya mineral, dengan 18 bahasa dan 650 dialek. 81%
penduduknya beragama Hindu, dengan filosofi Varna Dhama, yang membagi manusia
menjadi 4 varna atau kategori / kasta, yaitu : Brahmana, kaum pendeta ; Kshatria, kaum
pejuang, Vaishya, kaum pedagang, dan Sudra, rakyat jelata. Tiap kasta masih terbagi
menjadi ratusan subkasta, dengan status lokal,fungsi dan hubungan yang berbeda. Kasta
terendah adalah Dalit atau yang tak tersentuh ( The untouchable ), yang secara tradisional
merasa ditakdirkanuntuk hidup miskin dan terdiskriminasi. Dalit secara eksplisit sudah
dihapuskan dari konstitusi, dimana masyarakat dilarang melakukan diskriminasi terhadap
kaum Dalit, termasuk dalam organisasi pemerintahan. Olehs ebab itu pemerintah
menyediakan 15% kursi untuk kaum Dalit di parlemen,demikian juga, institusi pendidikan,
universitas harus membuka diri terhadap kaum ini.

India adalah republik yang sekuler, dengan demokrasi perlementer yang meniru sistem
Inggris dan dijalankan oleh birokrasi yang berjumlah besar. Jawaharlal nehru, yang
emmimpin India pasca kemerdekaan, mengambil alih pengendalian ekonomi India, dimana
tahun 1948 pemeirntah mengeluarkan Resolusi Kebijakan Industrial, yang memberikan
otoritas eksklusif kepada pemerintahterhadap jalan kereta api, telekomunikasi, listrik dan
pos. Nehru menjadin ketua Komisi Perencanaan, yang membuat dua keputusan kunci :
1. berapa besar investasi ( yang diasumsikan didukung oleh tabungan domestik )
2. bagaimana investasi ini dialokasikan

Pada Resolusi Kebijakan Industrial yang kedua ( 1956 ), pemerintah memperluas kendalinya
terhadap 12 sektor termasuk perbankan komersial, asuransi, pembasmi hama,
pertambangan, baja, kimia, minyak. Juga membentuk sistem lisensi industrial yang rumit.
Sejalan dengan kemajuan yang dicapai, maka impor meningkat pesat ( baik peralatan
maupun barang konsumsi ) yang menyebabkan krisis nilai tukar di tahun 1957. Oleh sebab
itu pemerintah :
1. Memberlakukan bea masuk tinggi dan kuota impor dan mencoba mempercepat produksi
dalam negeri yang sebelumnya impor. Pemerintah mengkampanyekan pemakaian
produk dalam negeri ( Swadeshi ) .
2. Tahun 1973, Indira Gandhi meminta Parlemen untuk memberlakukan UU Regulasi Nilai
Tukar , dimana kepemilikan asing dibatasi maksimal 40%.
3. Pemeirntha menetapkan harga untuk berbagai jenis barang dan jasa termasuk jkasa
transportasi, pembasmi hama tanamana, baja, farmasi, gula, listrik dll.
4. Pemeirntah membentuk Pengaturan Sick Unit ( Unit yang bermasalah ) untuk mencegah
perusahaan menjadi bangkrut dengan mensubsidi melalui bank pemerintah

Permit Raj, birokrasi India yang besar dan tidak efisien, merupakan saluran korupsi,
dimana tahun 1991, 49% output industri dikendalikan langsung oleh pemerintah dan 100%
pasar modal, bank dan asuransi ada di tangan pemerintah.

14
Problem lain yang dihadapi India adalah karena oil shock ( kejutan karena naiknya harga
minyak ) yang pertama ( 1973 – 1974 ) dan kedua ( 1979 – 1980 )dimana India
kekurangan minyak untuk menjalankan industrinya dan kurang dana untuk melakukan
impor minyak. Hal itu disebabkan karena swadeshi menghambat pengembangan ekspor
yang kompetitif. Jadi makin banyak India mengimpor minyak, makin banyak ia meminjam
dollar untuk membayarnya sehingga arus kasnya menjadi negatif mencapai USD 6,7 miliar
di tahun 1980.

Tahun 1984, Rajiv Gandhi, Perdana Mentri terplih melalukan reformasi dengan :
1. menghapuskan 16 industri dari Sistem Praktek Perdagangan Restriktif dan Monopoli,
2. menghapuskan lisensi untuk untuk investasi manufaktur pada barang konsumsi dan
3. memperkenalkan broad band ( pita lebar ) dalam lisensi, yang memperbolehkan
perusahaandengan 30 ribu unit output untuk meningkatkan kapasitasnya tanpa lisensi.
4. memotong pajak pendapatan pribadi dan penyederhanaan sistem pajak
5. mendorong FDI dalam melakukan joint venture

Hal ini meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi India namun di tahun 1991,
dengan makin meningkatnya hutang dollar karena impor minyak, India meminta bantuan
IMF. Rao dan Menteri keuangannya Manmohan Singh mendapat fleksibilitas karena
menjaminkankan 25 ton emas ke Bank of england sebagai kolateral untuk pinjaman darurat
manakala mereka tidak mencapai persetujuan dengan IMF. Merek ememperkenalkan
program agresif untuk menstabilkan ekonomi dan memulai reformasi mikroekonomi yang
secara bertahap, sejalan dengan Washington Consensus ( yaitu serangkaian kebijakan yang
diterapkan negara Barat, termausk IMF, Bank Dunia dan Departemen Keuangan AS ,
terhadap negara berkembang yang menghadapi penyesuaian struktural ). Reformasi yang
dilakukan adalah :
1. Memotong subsidi untuk mendurunkan defisit.
2. Meningkatkan suku bunga untuk menarik investor India terhadap hutang pemerintah.
3. Mendevaluasi Rupee 22%
4. Menurunkan bea masuk dan menyederhanakan prosesnya.
5. Prosedur FDI disederhanakan.
6. Kapasitas lisensi dihapus.
7. Kepemilikan asing ditingkatkan dari 40% menjadi 51%.
8. Perusahaan publik boleh membentuk joint venture dengan perusahaan swasta.

IT dan Outsourcing

Terkait dengan industrialisasi, pemerintah India mendukung sekolah tinggi di India untuk
membangun dasar pengetahuan teknikal. Dnegan 16 universitas negeri dan ribuan college/
akademi, India memproduksi tenaga terdidik dan para insinyur dalam jumlah besar yang
akhirnya banyak beremigrasi ke luar negeri terutama ke AS. Ada dua fenomena yang
berkembang pada pertengahan 1980 an :
1. Fenomena IT. Dengan longgarnya pembatasan impor teknologi dan tidak adanya pajak
terhadap ekspor sofware, wirausaha India membangun perusahaan jasa IT dengan
tingkat pertumbuhan mencapai 30%. Bisnis IT tidak dipegrauhi oleh isu kebijkakan
karena tidak eksis secara nyata, sehingga tidak memerlukan jalan raya, pelabuhan,
serta tidak memiliki masalah dalam ketenaga kerjaan.
2. Outsourcing. Kemampuan bahasa Inggris yang baik dari para tenaga kerja terdidik
membuat perusahaan AS melakukan outsourcing ke India dan mendirikan
perusahaannya di sana.

15
Dampak yang baik dari pertumbuhan bisnis IT adalah membaiknya neraca keuangan india
dari negatif menjadi positif, dari 2001 – 2004 namun menjadi negatif kembali di tahun
2005.

Masalah Struktural yang Menetap

FDI tetap sedikit sampai tahun 2005 dimana mayoritas hanya merupakan joint venture. Hal
ini disebabkan :
1. India gagal menyediakan listrik, transportasi dan infrastruktur kominikasi yang
memadai.
2. regulasi yang rumit di tingkat negara bagian dan federal, pajak ekspor dan bea masuk
tinggi
3. lambatnya kemajuan dalam proses privatisasi.

Pemasukan pajak juga kecil, karena ekonomi formal hanya meliputi 30 juta penduduk dan
banyak dari mereka tidak bayar pajak. Mengendalikan pengeluaran pemeirntah juga sulit
dimana :
1. karena friksi dengan Pakistan, anggaran pertahanan mencapai 25% dario pendapatan.
2. Banyak bencana alam
3. Subsidi pertanian dan energi yang mencapai 11% budget.

Konflik sosial dan politik antara India dengan Pakistan dalam memperebutkan Kashmir
merupakan salah satu isu untuk meingkatkan FDI. Oleh sebab itu opemerintah India terus
menerus mengupayakan berbagai upaya negosiasi dengan Pakistan termasuk opengurangan
jumlah tentara India dan proposal pembangunan Kashmir sebesar USD 5 juta.

Di tahun 2006, Perdana Menteri Singh dan Menteri Keuangan Chidambaran membuktikan
komitmennya terhadap reformasi dengan :
1. Meneruskan reformasi regulasi dan pajak
2. Melanjutkan privatisasi.
3. Memperluas belanja infrastruktur dengan mengurangi defisit budget federal sampai
3,8%.

Namun ada beberapa masalah yang menetap :


1. Biaya tenaga kerja lebih tinggi 20-30% dari Cina
2. Kemiskinan dan memburuknya distribusi pendapatan masih merupakan masalah
struktural
3. Pengangguran masih sekitar 10%

Masalah terbesar jangka pendek adalah :


1. Fiskal defisit dari pemerintah pusat dan negara bagian
2. Infrastruktur yang tidak adekuat terutama listyrik
3. Kurangnya FDI
4. Hubungan dengan Pakistan
5. Hutang mencapai 86% GDP.

Musim semi 2006, pertumbuhan India mencapai 9,3% hamopir sama dengan Cina

16
KESIMPULAN :

Jepang : Budaya malu akibat kalah dalam PD II merupakan pendorong utama untuk maju
mengejar ketinggalan.

Singapore : pemerintah mengelola negara seperti mengelola sebuah perusahaan dengan


Perdana Menteri sebagai CEO.

Cina : liberalisasi perdagangan namun kekuasaan politik tetap dikendalikan oleh pusat

India : banyak konflik politik internal, birokrasi rumit, menyebabkan pertumbuhan tidak
konsisten namun keunggulan IT dan bahasa Inggris membuat negara Barat khususnya AS
melakukan outsourcing serta mudah bagi tenaga terdidik India untuk mencari kerja di luar
negeri.

17