Anda di halaman 1dari 12

PROSES PEMBENTUKAN UREA

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Ilmu Keperawatan Dasar (IDK) I

Disusun Oleh: Kelompok 4 Hera Herfianti Ika Sartika M. Kartiwa Nandi (KHG. C10015) (KHG. C10016) (KHG. C10028) (KHG. C10029)

Rizky Ahmad Firdaus (KHG. C10035)

1A S1 Keperawatan

STIKES KARSA HUSADA GARUT ANGKATAN III TAHUN 2010/2011

KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur bagi Allah SWT, karena berkat Kudroh (kuasa) dan iradah (kehendak)-Nya lah, akhirnya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Ultrastruktur Sel. Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ilmu Dasar Keperawatan. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah dan dilimpahkan kepada tauladan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya dan umatnya yang senantiasa konsisten menjalankan sunahnya. Dalam penyusunan makalah ini penyusun telah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan penyusun. Namun sebagai manusia biasa,penyusun tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan baik dari segi isi maupun tata bahasa. Tetapi walaupun demikian penyusun berusaha sebisa mungkin menyelesaikan makalah ini meskipun tersusun sangat sederhana. Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penyusun harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Kendati demikian tidak dapat penulis pungkiri bahwa pada saat penyusunan makalah ini, banyak kesulitan yang dihadapi dan dengan bantuan serta support dari pihak-pihak yang terkait sangat membantu terselesaikannya makalah ini. Akhirnya, penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar-basarnya kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam menyelesaikan masalah ini. Semoga makalah ini bagi bermanfaat khususnya bagi bagi penulia dan umumnya bagi pembaca.

Garut, 13 Desember

Penyusun

BAB I PENDAHULUAN

Urea (CO[NH2]2) merupakan produk metabolik mengandung nitrogen dari katabolisme protein pada manusia, yang mewakili lebih dari 75% nitrogen non-protein yang dieksresikan. Biosintesis urea dari amonia asal nitrogen-asam-amino dilakukan oleh enzim hepatik pada siklus urea. Selama proses katabolisme protein, nitrogen asam amino dikonversi menjadi urea dalam hati melalui enzim siklus urea. Lebih dari 90% urea diekskresikan melalui ginjal, dan sebagian melalui saluran gastrointestinal dan kulit. Akibatnya, penyakit ginjal terkait dengan penumpukan urea dalam darah. Peningkatan konsentrasi urea plasma menandai kondisi uremik (azotemik). Urea diserap ulang secara aktif atau disekresikan oleh tubula-tubula tetapi disaring secara bebas oleh glomerulus.

1 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Urea Urea adalah suatu senyawa organik yang terdiri dari unsur karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen dengan rumus CON2H4 atau (NH2)2CO. Urea juga dikenal dengan nama carbamide yang terutama digunakan di kawasan Eropa. Nama lain yang juga sering dipakai adalah carbamide resin, isourea, carbonyl diamide dan carbonyldiamine. Senyawa ini adalah senyawa organik sintesis pertama yang berhasil dibuat dari senyawa anorganik, yang akhirnya meruntuhkan konsep vitalisme. Urea (CO[NH2]2) merupakan produk metabolik mengandung nitrogen dari katabolisme protein pada manusia, yang mewakili lebih dari 75% nitrogen non-protein yang dieksresikan. Biosintesis urea dari amonia asal nitrogen-asam-amino dilakukan oleh enzim hepatik pada siklus urea. Selama proses katabolisme protein, nitrogen asam amino dikonversi menjadi urea dalam hati melalui enzim siklus urea. Lebih dari 90% urea diekskresikan melalui ginjal, dan sebagian melalui saluran gastrointestinal dan kulit. Akibatnya, penyakit ginjal terkait dengan penumpukan urea dalam darah. Peningkatan konsentrasi urea plasma menandai kondisi uremik (azotemik). Urea diserap

ulang secara aktif atau disekresikan oleh tubula-tubula tetapi disaring secara bebas oleh glomerulus. B. Rumus Urea

2 C. Sifat Kimia 1. Molekul dan struktur kristal Dalam urea padat, pusat oksigen bergerak dalam dua Nho ikatan hidrogen . Yang padat dan penuh semangat yang menguntungkan-ikatan hidrogen yang dihasilkan jaringan mungkin didirikan pada biaya pengepakan molekul efisien: struktur ini cukup terbuka, pita membentuk terowongan dengan bagian persegi lintas. Karbon dalam urea digambarkan sebagai hibridisasi sp
2,

obligasi CN memiliki karakter ikatan ganda yang signifikan, dan

oksigen karbonil adalah dasar dibandingkan dengan, katakanlah, formaldehida . kelarutan tinggi air Urea mencerminkan kemampuannya untuk terlibat dalam ikatan hidrogen yang luas dengan air. Berdasarkan kecenderungan untuk membentuk kerangka berpori, urea memiliki kemampuan untuk senyawa organik banyak perangkap. Dalam apa yang disebut clathrates , organik "tamu" molekul diadakan pada saluran dibentuk oleh heliks yang saling terdiri dari hidrogen-ikatan molekul urea. Perilaku ini dapat digunakan untuk campuran terpisah, misalnya dalam produksi bahan bakar penerbangan dan minyak pelumas , dan dalam pemisahan parafin . Sebagai heliks yang saling berhubungan, semua heliks dalam kristal harus memiliki sama wenangan molekul . Hal tersebut ditentukan pada saat kristal bernukleus dan dengan

demikian dapat dipaksa oleh pembibitan. Kristal yang dihasilkan telah digunakan untuk memisahkan campuran rasemat . 2. Reaksi Urea bereaksi dengan alkohol membentuk urethanes . Urea bereaksi dengan malonat ester untuk membuat asam barbiturat . D. Synthesa Urea Urea dihasilkan dari ammonia liquid dan gas CO2 sebagaimana reaksi sebagai berikut : (1) 2 NH3 (l) + CO2(g) <==> NH2 CO ONH4 (liq Ammonium Karbamat)

(2) NH2 CO ONH4(l) <==> NH2 CO NH2 (liq Urea) + H2O(liq)

Reaksi (1) merupakan pembentukan karbamat secara cepat dan eksotermis. Reaksi (2) merupakan dekomposisi karbamat menjadi urea dan air yang berjalan lambat dan sedikit endotermis.

Kondisi reaksinya sebagai berikut : Tekanan Temperatur Rasio mol NH3/CO2 (feed reaktor) 141 200 kg/cm2(A) 183 189oC 2.9 4.0

E. Proses Pembentukan Urea Katabolisme protein dan asam-asam amino menghasilkan pembentukan urea, yang sebagian besar dibersihkan dari tubuh oleh ginjal. Berikut ini adalah sskema pembentukan urea
Protein

---------------------------------------Asam Amino

Proteolisis, dilakukan oleh enzim

------------------------------------------ Transaminasi dan deaminasi oksidatif

Amonia

----------------------------------------

Sintesis enzimatis dalam siklus urea

Urea

4 F. Difusi Urea Pada ginjal normal, 40% sampai 70% urea yang sangat difusif bergerak secara pasif keluar dari tubula ginjal dan ke dalam interstitium, yang pada akhirnya memasuki plasma kembali. Difusi urea yang baik juga tergantung pada laju aliran urin, dengan lebih sedikit yang memasuki interstitium pada keadaan aliran-tinggi (seperti, saat hamil) dan sebaliknya. Akibatnya, bersihan urea pada umumnya menjadi ukuran GFR (laju filtrasi glomerular) yang kurang tepat. Pada ESRD, diuresis osmotik pada nefron-nefron yang tetap fungsional membatasi difusi balik urea sehingga bersihan urea mendekati bersihan inulin (dengan mempertimbangkan metode referensi untuk penilaian GFR).

G. Metode Pengukuran Urea Metode-metode untuk pengukuran urea dengan menggunakan sistem kimia kering telah dilaporkan dengan menggunakan pendekatan urease dan berbagai metode pendeteksian. Pada salah satu pendekatan, sebuah membran semi-permeabel memisahkan tahapan pertama dari reaksi yang melibatkan urease, dan amonia dideteksi dengan menggunakan reaksi indikator pH sederhana. Urea juga telah diukur dengan menggunakan metode konduktimetri dimana sebuah sampel dan reagen yang mengandung urease diinkubasi dalam sebuah sel konduktivitas dengan laju perubahan produktivitas yang dipantau pada saat urea dikonversi menjadi spesies ionik. Pada sebuah pendekatan potensiometri, sebuah elektroda selektif-ion amonium digunakan dan

urease diimobilisasi pada sebuah membran; prinsip ini telah diterapkan pada beberapa alat penguji perawatan. Spesifitas semua metode ini pada umumnya berterima, khususnya untuk prosedur dehidrogenase urease-glutamat; akan tetapi, interferensi amonia endogen harus diantisipasi ketika protokol yang digunakan memanfaatkan sampel untuk menginisiasi reaksi. Ini bisa relevan pada sampel-sampel lama, pada beberapa urin, dan pada gangguan metabolik tertentu. Lazimnya, nilai CV intra-analisis yang kurang dari 3,0% dengan nilai harian yang kurang dari 4,0% dapat dicapai dalam rentang konsentrasi 14 sampai 20 mg/dL (5,0 sampai 7,0 mmol/L). Dengan variasi biologis intrinsik yang tinggi dari urea plasma, ini masih berada dalam standar kinerja analitis yang diinginkan.

5 H. Fungsi Urea
a) Urea melayani peran penting dalam metabolisme nitrogen yang mengandung senyawa

oleh hewan dan merupakan zat yang mengandung nitrogen utama dalam urin dari mamalia;
b) Banyak digunakan dalam pupuk sebagai sumber nitrogen nyaman; c) Urea juga merupakan penting bahan baku bagi industri kimia ; d) Pertanian, Lebih dari 90% dari produksi dunia urea diperuntukkan untuk digunakan

sebagai pupuk nitrogen-release;


e) Urea merupakan bahan baku untuk pembuatan banyak senyawa kimia penting, seperti :

berbagai plastik , terutama resin urea-formaldehida, berbagai perekat

seperti urea-

formaldehida atau urea-melamin-formaldehida digunakan di laut kayu lapis, Kalium cyanate , bahan baku industri lainnya, Urea nitrat sebagai bahan peledak;
f)

Medis , Urea digunakan dalam topikal dermatologis untuk mempromosikan produk rehidrasi dari kulit Jika ditutupi oleh oklusi berpakaian , urea persiapan% 40 juga dapat digunakan untuk non operasi debridement dari paku;

g) Urea merupakan komponen utama dari suatu obat alternatif pengobatan yang disebut

terapi urine;
h) Metode Industri , Untuk digunakan dalam industri, urea dihasilkan dari sintetis amonia

dan karbon dioksida ;

i)

Memainkan peran dalam sistem pertukaran lawan dari nefron , yang memungkinkan untuk reabsorpsi air dan ion kritis dari urin diekskresikan.

6 BAB III PENUTUP Kesimpulan Urea adalah suatu senyawa organik yang terdiri dari unsur karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen dengan rumus CON2H4 atau (NH2)2CO. Urea merupakan produk metabolik mengandung nitrogen dari katabolisme protein pada manusia, yang mewakili lebih dari 75% nitrogen non-protein yang dieksresikan. Lebih dari 90% urea diekskresikan melalui ginjal, dan sebagian melalui saluran gastrointestinal dan kulit. Pada ginjal normal, 40% sampai 70% urea yang sangat difusif bergerak secara pasif keluar dari tubula ginjal dan ke dalam interstitium, yang pada akhirnya memasuki plasma kembali. Pada ESRD, diuresis osmotik pada nefron-nefron yang tetap fungsional membatasi difusi balik urea sehingga bersihan urea mendekati bersihan inulin (dengan mempertimbangkan metode referensi untuk penilaian GFR). Urea memiliki beberapa fungsi, yaitu: berperan penting dalam metabolisme, bahan baku bagi industri kimia, sebagai pupuk, metode industri, medis, dan lain-lain.

7 DAFTAR PUSTAKA Cree, Laurie. (2005). Sains Dalam Keperawatan. Jakarta: EGC.

8 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ..i

DAFTAR ISI .ii BAB I PENDAHULUAN BAB 11 PEMBAHASAN ..1 ..2

A. Pengertian Urea ..2 B. Rumus Urea C. Sifat Kimia ..2 ..3

D. Synthesa Urea ..3 E. Proses Pembentukan Urea F. Difusi Urea ..4

..5 ..5

G. Metode Pengukuran Urea H. Fungsi Urea

..6

BAB III PENUTUP ..7 DAFTAR PUSTAKA ..8

ii