Anda di halaman 1dari 11

[Document Title]

[Document Subtitle]
Dhea Nazmi Rifa

Makalah Biologi

Makalah Biologi Evolusi 1. 2. 3. 4. Mengidentifikasi berbagai teori evolusi Mengidentifikasi studi tentang evolusi organisme tertentu Mengidentifikasi pandangan baru terhadap teori evolusi Mengidentifikasi bahwa pandangan tersebut membuktikan sains bersifat relatif yaitu dapat disempurnakan apabila ditemukan bukti-bukti ilmiah 5. Mengidentifikasi pandangan baru tersebut

Teori Evolusi Jean Baptist Lamarck Ahli biologi dari Perancis yang membuat suatu teori mengenai makhluk hidup yang sederhana dengan yang modern mamiliki suatu hubungan asal-muasal. Teori Lamarck dikenal dengan paham "use and disuse" dari buku Philosophie Zoologique yang sudah tidak dapat diterima alias gagal. Dalam bukunya lamarck menjelaskan teorinya dengan inti sari sebagai berikut di bawah ini : 1. Makhluk hidup sederhana adalah nenek moyang dari makhluk hidup yang sempurna / modern dengan tingkat kompleksitas yang tinggi. 2. Makhluk hidup akan senantiasa beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya dengan menggunakan organ tubuhnya. 3. Organ tubuh yang sering dipakai atau digunakan akan berkembang ke taraf yang lebih baik, sedangkan organ yang jarang ataupun yang tidak pernah digunakan akan menghilang. 4. Perubahan organ tubuh akan diwariskan dan diturunkan ke generasi berikutnya atau keturunannya. Contoh yang digunakan lamark untuk memperkuat teorinya adalah pada binatang / hewan menjangan. Pada awal mula ceritanya menjangan tidak punya tanduk. Tetapi karena kepalanya sering digunakan untu beradu kepala antara menjangan yang satu dengan yang lain, maka tumbuh tanduk panjang. Semakin sering beradu pala, semakin panjang tanduknya.

Charles Robert Darwin

Teori Darwin tentang evolusi didasarkan pada pokok-pokok pikiran sebagai berikut: Tidak ada dua individu yang sama. Setiap makhluk hidup punya kemampuan untuk berkembang biak. Untuk berkembang biak perlu makanan dan ruang yang cukup. Bertambahnya makhluk hidup tidak berjalan terus menerus. Selain dari hasil ekspedisi di benua Amerika Selatan, teori evolusi Darwin didasarkan atas pengetahuannya ketika ia mempelajari buku Principles of Geology karya Charles Lyell (1830) dan buku An Essay on The Principles of Population karya Robert Malthus. Charles Darwin mengemukakan teori evolusinya dalam buku yang berjudul On The Origin of Species by Means of Natural Selection atau Asal Mula Spesies yang Terjadi Melalui Seleksi Alam. Ada dua teori utama. Pertama, spesies-spesies yang hidup sekarang ini berasal dari spesies-spesies yang hidup dimasa lalu. Kedua, seleksi alam merupakan penyebab evolusi adaptif.

August Weismann Berdasarkan percobannya, August Weismann menyimpulkan dan memberikan teorinya tentang evolusi, yaitu: 1. Perubahan jaringan tubuh karena faktor lingkungan tidak diwariskan kepada keturunannya. 2. Evolusi merupakan gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetika

Alfred Russel Wallace Mengembangkan suatu teori seleksi alam yang pada dasarnya sama dengan yang dikemukakan oleh Darwin. Teori evolusi Wallace berasal dari hasil ekspedisi ke daerah bekas jajahan Inggris di Malaysia, kemudian Borneo (Kalimantan), Sulawesi, dan Maluku. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa fauna di Indonesia Barat berbeda dengan Indonesia Timur. Pengamatan yang lain tentang hukum alam yaitu terjadinya persaingan antara individu intra maupun inter spesies atau survival of the fittest.

Carolus Linnaeus
Penggagas sistem klasifikasi biologi modern, menunjukkan bahwa seluruh dunia kehidupan dapat diatur dalam hierarki yang, apabila digambarkan dalam bentuk diagram, menyerupai silsilah. Setelah Linnaeus, para naturalis sering menanggap bahwa makhluk hidup saling 'berkerabat' namun mereka belum tahu apa penyebabnya.

Gregor Mendel
Seorang pendeta dan ilmuwan dari ceko, yang mempelajari ilmu keturunan. Dengan mengobservasi kacang pulung selama bertahun-tahun, Mendel mengambil kesimpulan bahwa ada suatu patron dalam keturunan. Hasil penyelidikan Mendel menjadi dasar ilmu genetika.

Evolusi Organisme Tertentu Evolusi organisme terjadi melalui perubahan pada sifat-sifat yang terwariskan. Contoh pada salah satu organisme yaitu : Evolusi Kuda
Lima belas juta tahun yang lalu, banyak hutan yang berubah menjadi padang rumput. Hal ini terjadi karena meningkatnya intensitas iklim yang dingin dan kering. Kondisi ini telah mengakibatkan banyak hewan kehilangan tempat tinggal dan terpaksa hidup di habitat yang baru, padang rumput. Salah satu dari hewan-hewan tersebut adalah seekor

mamalia yang dinamakan "Hyracotherium". Hewan ini hidup di Zaman Eosen. Hewan ini diduga sebagai nenek moyang dari kuda yang hidup sekarang. "Hyracotherium" adalah hewan herbivora yang memiliki kelengkapan empat puluh empat gigi dengan mahkota gigi yang rendah, gigi-gigi ini dipergunakan untuk mengunyah daun-daun dari pohon atau semak. "Hyracotherium" adalah "equine" pertama yang diketahui, banyak saintis

mempercayai bahwa mamalia inilah yang telah menurunkan berbagai jenis kuda yang ada pada zaman sekarang. "Hyracotherium" telah beradaptasi dengan baik untuk hidup di padang rumput. Mamalia ini memiliki empat jari di tiap-tiap kakinya. Jari-jemari ini berfungsi sebagai penyangga untuk menahan hampir seluruh berat tubuhnya. "Hyracotherium" berukuran kira-kira sama dengan ukuran seekor kancil. Pada Zaman

Oligosen, "Hyracotherium" mengalami kepunahan. Akan tetapi, mamalia ini telah menurunkan keturunannya yang dinamakan "Mesohippus". "mesohippus" berukuran lebih besar daripada "Hyracotherium". Struktur tubuh "Mesohippus" menunjukkan bahwa hewan

ini telah beradaptasi dengan sangat baik untuk hidup di padang rumput, hal ini ditunjukkan dengan berkurangnya jumlah jari pada setiap kaki "Mesohippus" menjadi tiga jari di setiap kakinya. Jari tengahnya juga lebih besar daripada jari-jari lainnya. Selain itu, hewan ini juga memiliki kaki yang lebih kuat dan lincah dibandingkan dengan "Hyracotherium". Hewan ini memiliki leher yang agak panjang. Pada mulutnya, ditemukan beberapa gigi pra-geraham yang hampir berkembang menjadi gigi geraham. Gigi seperti ini tentu akan meningkatkan kemampuannya untuk mengunyah makanan. Pada

pertengahan Zaman Miosen, Hidup sejenis kuda yang disebut "Merychippus". Spesies kuda ini diperkirakan merupakan keturunan dari "Mesohippus". Seperti nenek moyangnya, "Merychippus" masih memiliki leher yang agak panjang yang khas. Diduga, leher panjang ini berfungsi sebagai alat bantu saat ia merumput, sehingga ia bisa merumput dengan tenang dengan posisi berdiri. "merychippus" memiliki tiga jari pada kaki belakangnya, dan empat jari pada kaki depannya. Kaki "Merychippus" berkembang menjadi kaki yang panjang, agak berbeda dangan kaki yang dimiliki kuda zaman sekarang. Sekarang,

"Merychippus" telah punah. Penyebab kepunahannya diperkirakan akibat perubahan iklim besar-besaran yang mengakibatkan terjadinya zaman es. Penelitian menunjukkan bahwa "Merychippus" telah menurunkan keturunan yang berupa kuda zaman sekarang ("Equus"). Jari-jemari pada nenek moyangnya telah berkurang jumlahnya sampai tinggal satu jari di setiap kakinya yang telah dilindungi oleh kuku yang sangat keras dan telah termodifikasi. Struktur kaki kuda zaman sekarangpun telah beradaptasi bukan hanya untuk hidup di padang rumput tetapi juga untuk berlari dengan cepat. Jenis kaki ini membuat kuda dapat berlari dengan sangat cepat tanpa khawatir akan resiko terkilir.

Pandangan Baru Mengenai Evolusi


Harun Yahya

Merupakan antitesis dari teori evolusinya Charles Darwin. Darwin mengungkapkan bahwa makhluk hidup muncul di dunia merupakan kebetulan semata tanpa ada yang menciptakannya. Darwin juga memperkenalkan bahwa satu spesies atau mahluk bisa melakukan evolusi menjadi mahkluk yang lain dalam jangka waktu yang lama. Jelas sekali pandangan Darwin dianggap HarunYahya bertentangan dengan dogma agama yang menyebut Tuhan sebagai pencipta segala jenis makhluk hidup, termasuk didalamnya manusia. Teori yang ditemukan Darwin bisa dikatakan memperkuat keyakinan kaum taeisme dan komunisme, sebaliknya meruntuhkan dan atau bertentangan dengan normatif keagamaan yang menganggap Tuhan sumber segala kehidupan dan penciptaan.

Esensialisme Teori Darwin Sebagaimana dipahami, dan hal ini yang menjadi urgensi mendasar counter teori evolusi menurut Harun Yahya yakni kehidupan suatu mahkluk dibentuk melalui pencampuran beberapa senyawa anorganik yang bergabung dalam suatu waktu dan kondisi tertentu, yang juga melalui bantuan fenomena alam terjadi secara random. Pada awalnya senyawa tersebut membentuk molekul, dan kemudian berkembang menjadi bulir kehidupan hingga mengalami perkembangan yang terus menerus hingga saat ini. Inti konsep teori evolusi Darwin bisa dibaca bahwa waktu, unsur serta materi non-bendawi lah yang menjadi cikal bakal terbentuknya produk yang diciptakan. Dan hal itu terjadinya dengan sendirinya tanpa ditentukan atau diatur oleh apapun dan siapapun. Sontak saja, dasar teori tersebut banyak menimbulkan kegaduhan intelektual diantaranya datang dari Pierre Paul Grasse yang menyuatakan bahwa teori evolusi sungguh sulit diterima akal. Sehingga dalam bukunya, Evolution of Living Organism, ia menyebut bahwa evolusi Darwin hanya kebetulan saja telah sangat dipercayai oleh banyak orang yang berlindung dibawah kedok ateisme. Teori Evolusi Harun Yahya Mengcounter teori evolusinya Darwin, Harun Yahya yang concern mengadakan penelitian dan menulis buku-buku keislaman jelas merasa keberatan dengan evolusi Darwin tersebut. Dengan teorinya yang secara khusus membantah teori Darwin yang fenomenal sekaligus kontroversial itu, Harun Yahya banyak menyebutkan dan mengalirkan data-data yang menggugurkan teori evolusi yang telah banyak disembah orang selama berabad-abad silam. Hal bantahan tersebut misalnya, teori kebetulan pembentuk evolusi itu, ternyata jika diamati secara mendalam banyak sekali contoh adanya rancangan yang seolah by design atau disengaja oleh sang Maha Pengatur. Dari beragam bukti ilmiah yang ditemukan para ilmuwan tak ada indikasi yang menyeret bahwa mahkluk hidup terbentuk melalui proses evolusi dimana makhluk hidup yang berbeda tak muncul ke muka bumi dengan jalan berevolusi. Sebaliknya, by design dari rancangan Tuhan secara nyata dibuktikan dengan munculnya spesies makhluk hidup yang muncul secara serentak dan bersama-sama dengan sempurna. Misalnya reptil, dari awal kemunculan memiliki bentuk sebagaimana reptil yang ada saat ini, tidak merupakan evolusi dari bentuknya semula sebagai bukan reptil . Dan masih banyak dalil

lain yang diungkap dalam teori evolusi menurut Harun Yahya yang ternyata jika dikaji lebih mendalam lebih masuk akal dan diakui oleh berbagai ilmuwan Barat sekalipun.

membuktikan sains bersifat relatif yaitu dapat disempurnakan apabila ditemukan bukti-bukti ilmiah Kontroversi akan teori evolusi berhubungan dengan perkembangan sains
Penjelasan spekulatif atau konjektur disebut sebagai hipotesis. Penjelasan yang telah diuji dengan baik disebut sebagai teori. "Fakta" tidak berarti "kepastian absolut".

y Hukum ilmiah merupakan sebuah konsep yang berhubungan dengan teori


ilmiah. Teori ilmiah yang bergantung pada sebuah prinsip sederhana sering disebut sebagai "hukum" ilmiah. ". Prinsip utama dalam ilmu pengetahuan adalah bahwa sebuah teori ilmiah diharapkan mempunyai kekuatan prediksi. Verifikasi prediksi tersebut dilihat sebagai dukungan yang penting terhadap teori tersebut. Sebagaimana dengan teori lainnya, teori evolusi juga memberikan beberapa prediksi

Fakta
Fakta sering kali digunakan oleh para ilmuwan untuk merujuk pada data-data eksperimen ataupun pengamatan objektif yang dapat diverifikasi. "Fakta" juga dapat digunakan secara lebih luas untuk merujuk pada hipotesis apapun yang memiliki buktibukti yang sangat banyak dan kuat. Evolusi merupakan fakta dalam artian ia mempunyai bukti-bukti yang sangat banyak. Sering kali, evolusi dikatakan sebagai fakta dalam artian yang sama kita mengatakan perputaran bumi mengelilingi matahari juga merupakan sebuah fakta.[ Para ilmuwan sering kali menggunakan kata "fakta" untuk menjelaskan sebuah pengamatan. Tetapi, para ilmuwan juga dapat menggunakan fakta untuk memaksudkan sesuatu yang telah diuji ataupun terpantau berkali-kali sedemikiannya tidak terdapat lagi alasan yang kuat untuk terus-menerus menguji ataupun mencari-cari contoh. Terjadinya evolusi dalam artian ini adalah fakta. Para ilmuwan tidak lagi mempertanyakan apakah perubahan pada keturunan (benar-benar) terjadi karena buktinya sudah sangat kuat.[17]

Pada filsuf sains memiliki argumen bahwa kita tidak pernah mengetahui segala sesuatunya dengan kepastian yang absolut: bahkan pengamatan secara langsung pun bergantung pada asumsi dasar bahwa indera dan instrumen pengukuran yang kita gunakan adalah benar. Dalam pengertian ini, keseluruhan fakta bersifat sementara. [sunting]

Teori
Teori ilmiah menjelaskan suatu kerangka koheren yang sesuai dengan data-data pengamatan. Definisi ilmiah kata "teori" berbeda dengan pengertian kata ini secara umum. Secara umum, "teori" dapat berarti sebuah konjektur, opini, ataupun spekulasi yang tidak mempunyai dasar-dasar fakta maupun dapat membuat prediksi yang dapat diuji kebenarannya. Dalam ilmu pengetahuan, pengertian teori lebih kaku, yakni: teori haruslah didasarkan pada fakta-fakta yang terpantau dan dapat membuat prediksi yang dapat diuji.

Mengidentifikasikan Pandangan Baru (Teori Harun Yahya)

Teori Harun Yahya berhubungan erat dengan kontroversi akan teori evolusi berhubungan dengan filsafat, sosial, dan agama y Sejak dari publikasi buku Darwin "The Origin of Species, evolusi mendapat banyak kritik dan menjadi tema yang kontroversial. Namun demikian, kontroversi ini pada umumnya berkisar dalam implikasi dari teori evolusi di bidang filsafat, sosial, dan agama. y Di dalam komunitas ilmuwan, teori evolusi telah diterima secara luas dan tidak mendapat tantangan. Seperti yang sudah diprediksi oleh Darwin, implikasi yang paling kontroversial adalah evolusi manusia. y Khususnya, banyak yang tidak menerima bahwa segala jensi makhluk hidup, termasuk manusia, berasal dari proses alam yang tidak memerlukan campur tangan dewa-dewa, termasuk Tuhan. Aliran yang sering dianggap berlawanan dengan teori evolusi adalah penciptaan (ciptaanisme atau creationism dalam bahasa Inggris) yang mempercayai bahwa makhluk hidup dan

segala jenisnya diciptakan oleh Tuhan, secara terpisah (tidak ada kesamaan leluhur, atau bahwa satu jenis makhluk hidup tidak diturunkan dari jenis makhluk hidup lain). y Ciptaanisme pertama kali timbul di kalangan Kristen literalis yang tidak dapat menerima evolusi karena dianggap bertentangan dengan narasi kisah penciptaan tujuh hari pada Kitab Kejadian dalam Perjanjian Lama, namun belakangan muncul juga di kalangan Islam (walau sebenarnya di dalam y Al-Qur'an tidak ada narasi penciptaan spesifik seperti dalam Kejadian). Penyebab penolakan sebagian kalangan beragama tesebut mungkin disebabkan anggapan bahwa evolusi menghilangkan 'peran Tuhan' dalam penciptaan, atau bahkan bahwa evolusi menyokong ateisme, kendati evolusi sebagai sains tidak bisa ikut campur persoalan tindakan ilahi, yang berada dalam ranah keimanan, artinya berada di luar sains.

HY telah mengajukan usul untuk menggantikan teori evolusi Darwin. Apabila HY benarbenar telah meruntuhkan teori evolusi, tentunya mereka punya suatu teori lain untuk menggantikan kedudukan evolusi sebagai kerangka penjelasan berbagai fakta dalam biologi. Penulis merasa teori HY berhak menerima pertimbangan serius dari kalangan ilmuwan biologi. Apabila teori yang diajukan mereka bisa menjelaskan berbagai penemuan dalam biologi dengan lebih baik daripada kerangka penjelasan evolusi yang sekarang berlaku, maka akan terjadi suatu revolusi ilmiah besar, suatu pergeseran paradigma, ketika ide-ide lama yang telah usang digantikan oleh seperangkat teori baru yang lebih konsisten dengan kenyataan di alam. Patut disayangkan bahwa HY dalam Keruntuhan Teori Evolusi maupun karya-karya lainnya belum memberikan deskripsi sistematis atas teori yang mereka ajukan. Kekuatan suatu teori dalam sains diukur dari kemampuannya menjelaskan fakta-fakta yang ada. Apabila teori HY bisa menjelaskan fakta-fakta dalam biologi lebih baik daripada teori evolusi Darwin, maka tentunya para ilmuwan harus bersedia membuang teori Darwin dan mengakui kekuatan teori HY. Tentangan Pada Teori Evolusi Harun Yahya
1. Tulisan Harun Yahya, khususnya mengenai evolusi, telah dikritik dan dibantah

secara luas oleh kalangan ilmiah. 2. Gerdien de Jong, dari Utrecht University, mengatakan bahwa penalaran Harun Yahya mengenai evolusi absurd. 3. Kevin Padian, profesor Biologi dari University of California, Berkeley, mengatakan bahwa Harun Yahya tidak memiliki pengertian mengenai bagaimana mahluk hidup berubah. 4. PZ Myers, profesor Biologi dari University of Minnesota, Morris, mengatakan bahwa tulisan Harun Yahya mengikuti pola yang repetitif: menunjukkan foto fosil dan hewan yang masih hidup, dan mengklaim bahwa tidak ada perubahan. Namun, klaim ini salah, karena mahluk yang ditunjukkan itu telah berubah, sesuai perubahan zaman. 5. Komisi Eropa untuk Budaya, Ilmu, dan Pendidikan mengatakan dalam laporannya bahwa dalam buku Harun Yahya mengenai evolusi, tidak ada argumen yang didasari pada bukti ilmiah dari hasil sebuah penelitian. 6. Richard Dawkins, pakar evolusi terkemuka, menulis resensi mengenai tulisan Harun Yahya, dan menunjukkan sejumlah kesalahan fakta, seperti identifikasi spesies yang keliru, dan pemakaian foto yang tidak menunjukkan spesies yang sesungguhnya ada. Selanjutnya, Dawkins mengatakan bahwa Harun Yahya tidak mengerti apa yang dia berusaha untuk bantah.

Pihak-Pihak Lain Yang Mirip Dengan Teori Evolusi Harun Yahya Tentunya hal tersebut tak mengherankan, mengingat teori evolusi melalui seleksi alam pun ditemukan secara terpisah oleh dua orang, yakni Charles Darwin dan Alfred Russel Wallace. Philip Johnson, seorang profesor hukum di Universitas Berkeley dan penulis buku Darwin on trial, juga mengajukan kritik terhadap teori Darwin. Walaupun Johnson juga tidak menjelaskan terperinci mengenai teorinya, penulis menemukan banyak kesamaan dalam pandangan mereka (kecuali pada poin 8 ringkasan teori HY). Johnson dkk. menyebut teorinya sebagai teori Desain Cerdas (Intelligent Design Theory). Seorang staf Harun Yahya, dalam komunikasi pribadi dengan penulis, juga menyatakan bahwa teori yang mereka ajukan adalah Desain Cerdas.

Beberapa ilmuwan yang keberatan dengan teori Harun Yahya mengajukan argumen bahwa Harun Yahya tak memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai untuk mengajukan teori biologi (Adnan Oktar pernah kuliah di jurusan Seni Murni di Universitas Mimar Sinan). Akan tetapi Charles Darwin sendiri tidak memiliki pendidikan biologi formal, melainkan pendidikan kependetaan dan kedokteran (serta melakukan penelitian dan pengamatan selama bertahun-tahun) ketika mengajukan teori evolusi.

Intinya, teori terbaru milik Harun Yahya belum bisa dinyatakan salah ataupun benar,

sama halnya dengan teori evolusi Darwin. Manusia khususnya ilmuwan akan terus mengembangkan ilmu pengetahuan, hal ini tidak menutup kemungkinan adanya teori evolusi baru ataupun teori evolusi yang sudah ada dapat disempurnakan.