Anda di halaman 1dari 2

PEMBAHASAN Bayam merupakan salah satu tanaman sayuran yang memiliki siklus hidup yang singkat, dimana tanaman

ini sudah dapat dipanen pada umur 3-4 minggu setelah penanaman. Umumnya perbanyakan tanaman bayam dilakukan secara generatif yaitu melalui biji (Hadisoeganda, 1996). Bayam dapat tumbuh pada daerah dataran rendah ataupun dataran tinggi, dan tumbuh optimal pada kisaran pH netral (6-7). Namun bayam hanya akan tumbuh dengan optimum pada daerah dengan ketinggian kurang dari 1.400 meter dpl. Menurut Lestari (2009), iklim yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bayam adalah curah hujan yang mencapai lebih dari 1.500 mm/tahun, cahaya matahari penuh, suhu udara berkisar 17-28oC serta kelembaban udara 50-60% (Lestari, 2009). Pelaksanaan teknis di lapangan ialah suhu di area penanaman terlalu panas sehingga pada penanaman periode pertama hanya sedikit yang tumbuh, yang kemudian dilakukan penyebaran benih periode kedua agar lahan dapat dimanfaatkan sepenuhnya. Bayam yang dihasilkan tergolong bayam organik, karena dalam penanamannya vermikompos. Beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab kenapa benih yang disebar tidak tumbuh sepenuhnya atau pertumbuhannya tanaman bayam tidak merata. Pertama, curah hujan di sekitar areal penanaman rendah. Dapat diketahui bahwa 3 minggu ke belakang, daerah Bogor (khususnya Dramaga) jarang turun hujan. Selain itu faktor kedua ialah tidak dilakukan penyiraman terhadap tanaman bayam dan hanya mengandalkan turunnya hujan. Ketiga, terkait dengan media tanam, kemungkinan besar pemberian pupuk tidak merata sehingga pertumbuhan bayam juga tidak merata, atau bibit yang ditanam terlalu dangkal atau terlalu dalam. Keempat, pH tanah yang tidak cocok untuk tanaman bayam. Setelah berumur kira-kira 3 minggu dilakukan pemanenan tahap pertama. Dari pemanenan tersebut diperoleh bayam sebanyak 1,7 kg untuk luas lahan 1,87 m2. Pemanenan dilakukan dengan mencabut tanaman bayam hingga ke akarnya. Hal ini dapat membuat bayam lebih tahan lama sebelum dikonsumsi. Menurut Utama (2005), waktu terbaik untuk melakukan pemanenan adalah pagi atau sore hari, tidak menggunakan pupuk sintetis namun menggunakan

dimana saat itu suhu lingkungan relatif rendah. Selesai dilakukan pemanenan, bayam kemudian dicuci untuk menghilangkan kotoran yang masih menempel, selain itu dari segi ekonomi sayuran bersih akan memiliki daya jual yang mahal. Langkah berikutnya pisahkan sayuran yang tergolong kualitas rendah yaitu berdasarkan ukuran, tingkat kematangan atau warna sayuran (Muchtadi dan Anjasari, 1995).

Beri Nilai