Anda di halaman 1dari 7

Soal dari 5R

y y

Apa yang dimaksud dengan 5R Penerapan 5R di Jepang, di Negara Eropa

D i E r op a di k e n a l 5 C, ya i t u Clearcut (singkirkan), Configure (susun/tata), Clearand Check (bersihkan dan periksa ulang), Conform (pastikan pada tempatnya), dan Custom and Practice (biaskan dan praktekkan) di Amerika Serikat dengan5 S : Sort (memilah), Straighten (meluruskan), Scrub (gosok), Systematize (sistemisasi), dan Standarize ( sta nda r isa si).

y y y y y -

Apa manfaat dari 5R bagi perusahaan, karyawan dan konsumen Bagaimana langkah-langkah penerapan 5R Apa kaitannya 5R dengan produktivitas perusahaan Kaintan 5R dengan kegiatan pemeliharaan Berikan contoh penerapan 5R dengan contoh visualnya : Pada kegiatan gugus kendali mutu

7)Sistem saran dan gugus kendali mutu diperlukan agar membuat p e k e r j a a n l e b i h m u d a h d i l a k s a n a k a n , m e n y i n g k i r k a n h a l - h a l y a n g menjemukan/tidak perlu,

men ciptakan suasana n yamana, aman, produktif,meningkatkan kualitas, menghemat waktu dan biaya

Penerapan Kaizen

Kegiatan pemeliharaan dan keselamatan Perancangan tempat keja (work design)

Jawaban : Apa yang dimaksud engan 5R (5S) : 5R merupakan budaya tentang bagaimana seseorang memperlakukan tempat kerjanya secara benar. Bila tempat kerja tertata rapi, bersih, dan tertib, maka kemudahan bekerja perorangan dapat diciptakan, dan dengan demikian 4 bidang sasaran pokok industri, yaitu efisiensi, produktivitas, kualitas, dan keselamatan kerja dapat lebih mudah dicapai. RINGKAS Prinsip RINGKAS adalah memisahkan segala sesuatu yang diperlukan dan menyingkirkan yang tidak diperlukan dari tempat kerja. Mengetahui benda mana yang tidak digunakan, mana yang akan disimpan, serta bagaimana cara menyimpan supaya dapat mudah diakses terbukti sangat berguna bagi sebuah perusahaan. Langkah melakukan RINGKAS : 1. Cek-barang yang berada di area masing-masing. 2. Tetapkan kategori barang-barang yang digunakan dan yang tidak digunakan. 3. Beri label warna merah untuk barang yang tidak digunakan 4. Siapkan tempat untuk menyimpan / membuang /memusnahkan barang-barang yang tidak digunakan. 5. Pindahkan barangbarang yang berlabel merah ke tempat yang telah ditentukan. RAPI Prinsip RAPI adalah menyimpan barang sesuai dengan tempatnya. Kerapian adalah hal mengenai sebagaimana cepat kita meletakkan barang dan mendapatkannya kembali pada saat diperlukan dengan mudah. Perusahaan tidak

boleh asal-asalan dalam memutuskan dimana benda-benda harus diletakkan untuk mempercepat waktu untuk memperoleh barang tersebut. Langkah melakukan RAPI : 1. Rancang metode penempatan barang yang diperlukan, sehingga mudah didapatkan saat dibutuhkan 2. Tempatkan barang-barang yang diperlukan ke tempat yang telah dirancang dan disediakan 3. Beri label / identifikasi untuk mempermudah penggunaan maupun pengembalian ke tempat semula. RESIK Prinsip RESIK adalah membersihkan tempat/lingkungan kerja, mesin/peralatan dan barang-barang agar tidak terdapat debu dan kotoran. Kebersihan harus dilaksanakan dan dibiasakan oleh setiap orang dari CEO hingga pada tingkat office boy. Langkah melakukan RESIK : 1. Penyediaan sarana kebersihan, 2. Pembersihan tempat kerja, 3. Peremajaan tempat kerja, dan 4. Pelestarian RESIK. RAWAT Prinsip RAWAT adalah mempertahankan hasil yang telash dicapai pada 3R sebelumnya dengan membakukannya (standardisasi). Langkah melakukan RAWAT : 1. Tetapkan standar kebersihan, penempatan, penataan 2. Komunikasikan ke setiap karyawan yang sedang bekerja di tempat kerja RAJIN Prinsip RAJIN adalah terciptanya kebiasaan pribadi karyawan untuk menjaga dan meningkatkan apa yang sudah dicapai. RAJIN di tempat kerja berarti pengembangan kebiasaan positif di tempat kerja. Apa yang sduah baik harus selalu dalam keadaan prima setiap saat. Prinsip RAJIN di tempat kerja adalah

LAKUKAN APA YANG HARUS DILAKUKAN DAN MELAKUKAN APA YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN Langkah melakukan RAJIN : 1. Target bersama, 2. Teladan atasan 3. Hubungan/komunikasi di lingkungan kerja 4. Kesempatan belajar

JANGAN

Keuntungan
3.2 Keuntungan menerapkan 5R Takashi Osada (1995) menyatakan bahwa keuntungan yang kita peroleh bila menerapkan 5R antara lain: a. Menyediakan tempat kerja yang menyenangkan. Tempat kerja yang bersih, rapi dan teratur memungkinkan kita akan lebih senang dan bersemangat untuk bekerja. b. Membantu untuk mengefisienkan pekerjaan.Tentu kita akan frustasi apabila setiap mencari barang yang dibutuhkan harus mencari-cari dahulu, atau membongkar semua isi tempat penyimpanan. Jika setiap barang di tempat kerja telah tersusun, benar pada tempatnya, tentu akan mudah menemukannya bila mana diperlukan, sehingga lebih efisien. c. Memperkecil kecelakaan kerja. Lingkungan yang ber-5R akan membawa kita bekerja di lingkungan yang bebas bahaya kecelakaan kerja (termasuk pada pekerjaan konstruksi prasarana). Dengan menerapkan 5R di tempat kerja kita berarti kita telah menjamin keselamatan kita dan rekan kita. d. Membimbing pada kualitas produk yang lebih baik dan peningkatan produktivitas. Bagi perusahaan yang telah menerapkan 5R dengan sungguh-sungguh, jumlah defect/cacat akan relatif lebih rendah dari pada perusahaan yang belum menerapkan. Oleh karena itu produktivitas akan meningkat, bila produktivitas meningkat kita semua akan mendapat bagian atas kemakmuran perusahaan.

3.4 Manfaat 5R Pelaksanaan 5R yang baik di perusahaan, dijelaskan oleh PT X dalam Pedoman 5R, akan memberikan manfaat yang baik ke pada karyawan, perusahaan, pelanggan, pemasok maupun pemegang saham (pendana) sebagai berikut: a. Bagi karyawan akan merasakan: Keamanan. Kenyamanan Kesehatan. Tidak cepat jenuh/semangat tinggi. Sikap kerja yang posisiti/konstruktif. b. Bagi perusahaan akan meningkatkan:


Citra / Bonafiditas. Kecepatan bisnis.

Penghematan. Perolehan laba. Kemampuan. c. Bagi pelanggan memperoleh akan kepastian karena: Meminimalisasi kesalahan / kekeliruan. Kecepatan dan ketepatan layanan. d. Bagi pemasok memperoleh akan kepuasan karena: Kecepatan dan ketepatan layanan. Meminimalkan kesalahan. e. Bagi pemegang saham/ pendana akan memperoleh kepuasan karena: Keyakinan atau kepercayaan akan usahanya. Percontohan usaha. f. Bagi pemasok memperoleh akan kepuasan karena: Kecepatan dan ketepatan layanan. Meminimalisasi kesalahan. Tambahan

Pelaksanaan 5R secara terus men erus akan memb erikanmanfaat yang besar bagi :1. Karyawan / ti, karena denga n adanya lingkungan kerjayang baik akanmemberikan manfaat dalam hal :- K e s e l a m a t a n d a n K e s e h a t a n K e r j a ( K 3 ) d a p a t terjaga.- Kerapihan dan kemudaha n dalam pemakaianbarang / arsip.- K e b i a s a a n s e r t a h u b u n g a n k e r j a y a n g h a r m o n i s diantara sesama karyawan / ti maupun antaraatasan dan bawahan.- Menciptakan tempat kerja yang menyenan gkan.2 . P e r u s a h a a n , d e n g a n a d a n y a s i s t e m k e r j a y a n g b a i k d i semua bidang kerja akan tercipta banyak manfaat,seperti :- Citra Perusah aan terangkat.- Da ya saing meningkat.- Hemat biaya dan waktu.- Kemampuan produkti vitas meningka t.- SDM yang berkwalitas.- Kepercayaan dari pihak luar.3. Konsumen, pihak konsumen merupakan mitra dalamtumbuh dan berkembangnya Perusahaan akan ikut merasak anmanfaatnya,seperti :Menekan tingkat kesalahan / kek eliruan pesan an.- T e p a t w a k t u . K w a l i t a s d a n k w a t i n t a s y a n g t e r j a g a s e r t a h a r g a yang terjangkau

3.5 Program 5R sangat terkait dengan K3 1) Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa program 5R tersebut sangat berkaitan erat dengan masalah Keselamatan, dan Kesehatan Kerja (K3), termasuk benang merah yang ada di dalam standar OHSAS 80001, seperti tentang elemen implementasi dari sistem manajemen K3 menurut OHSAS 80001, yang diimplementasikan dalam Gerakan 5R baik untuk bangunan gedung perkantoran, maupun pabrik dan laboratorium. 2) Program 5R menjadi pondasi bagi pembentukan budaya K3 karena menjadi program yang paling sederhana ini bisa dilakukan secara sedikit demi sedikit namun berkelanjutan (gradual continuous improvement), menuju target nihil kecelakaan (zero accident).

4.2 Pengukuran produktivitas kerja Produktivitas dapat diformulasikan sebagai rasio output/input atau dengan: P = Produktivitas. O = Output (Masukan). I = Input (Keluaran). Pengertian produktivtas perlu dibedakan dengan produksi. Yang diukur adalah produktivitas kerja secara keseluruhan, karena 5R di perusahaan X memang dilaksanakan di seluruh Divisi. Ukuran produktivitas kerja di sini sebagai input adalah seluruh total karyawan dan sebagai output adalah netto penjualan tiap tahun. Data yang dikumpulkan tentang hasil penjualan, jumlah tenaga kerja sejak tahun ke 1 sampai tahun ke 12 dan dihitung produktivitas tenaga kerjanya. Untuk melihat apakah ada pengaruh 5R pada hasil penjualan, dicoba membandingkan periode sebelum penerapan 5R yaitu tahun ke 1 sampai dengan tahun ke 7 dengan periode berikutnya yaitu sejak mulai penerapan 5R yaitu dari tahun ke 8 sampai dengan tahun 12. Hasil pengumpulan data sebagai berikut:

Tabel 1 Hasil Pengukuran Produktivitas Kerja Sebelum Melaksanakan Tenaga Kerja Produktivitas Program 5R dan Penjualan (Milyar Rp.) (Orang) Kerja Sesudah (Juta Rp/orang) Melaksanakan Program 5R
Tahun ke

Keterangan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

6.953 13.704 4.624


44.019 82.553

5.143
5.095 5.140 5.319 5.472

1.35 2.69 0.90


8.28 15.09

Sebelum 5R - - - - - - Mulai 5R

56.680 32.436 59.463


102.402 103.642 96.855 92.457

5.440
5.470 5.414 4.973 4.818 4.463 4.275

10.40
5.93

10.98

20.59
21.51

21.70 21.63

Dari Tabel 1 di atas tampak bahwa sebelum menerapkan 5R produktivitas kerja masih lebih kecil dibanding setelah menerapkan 5R, yaitu dari tahun ke 1 hingga tahun ke 7 produktivitas kerja tertinggi adalah Rp 15.09 juta/orang, sedang tahun lainnya ada yang hanya satu digit, seperti pada tahun ke 3 mempunyai produktivitas kerja yang hanya Rp 0.90 juta/orang. Dibandingkan setelah menerapkan 5R pada tahun ke 8 (lihat kolom keterangan tentang tahun dimulainya 5R pada Tabel 1 Hasil pengukuran produktivitas kerja sebelum melaksanakan Program 5R dan sesudah melaksanakan Program 5R), terjadi peningkatan produktivitas karyawan, bahkan nilai ini tidak pernah dicapai pada tahun-tahun sebelumnya pada saat sebelum menerapkan 5R. Seperti pada tahun 11 pengukuran, produktivitas kerja karyawan tertinggi adalah Rp 21.70 juta/orang. Meski tidak selalu meningkat, namun produktivitas kerja karyawan dari data tampak lebih tinggi dari sebelum menerapkan 5R.

Gerakan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) sangat berkaitan erat dengan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang sesuai dengan standar OHSAS 18001 (Ocupational Health and Safety Assessment Series). Pada saat dimulainya Gerakan 5R terlihat bahwa produktivitas kerja karyawan naik cukup besar dari Rp 5,93 juta /karyawan pada tahun ke 7 menjadi 10,98 pada tahun ke 8 atau naik 85,2%. Demikian pula pada tahun ke 9 produktivitas kerja menjadi 20,59 atau naik 87,5% dibandingkan dengan produktivitas kerja tahun ke 8.