Anda di halaman 1dari 11

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

ANALISIS FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP EARNING PER SHARE PADA PT. ASTRA AGRO LESTARI Tbk TAHUN 2002 2010 Oleh : Nurhidayah *)

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis financial leverage yang terdiri dari debt to assets ratio, debt to equity ratio dan degree of financial leverage terhadap earning per share pada PT. Astra Agro Lestari Tbk. Dan menemukan bahwa financial leverage yang meliputi debt to assets ratio, debt to equity ratio dan degree of financial leverage berpengaruh signifikan terhadap earning per share dengan F hitung 8,272 dan signifikansi 0,022 di bawah 0,05. Sebesar 83,2% perubahan earning per share disebabkan oleh perubahan pada financial leverage. Variabel debt to assets ratio memiliki t hitung 3,622 dengan signifikansi 0,015. Debt to equity ratio memiliki t hitung 2,617 dengan signifikansi 0,047. Degree of financial leverage memiliki t hitung 2,537 dengan signifikansi 0,050. Oleh karena masing-masing veriabel memiliki signifikansi di bawah 0,05 maka secara parsial variabel debt to assets ratio, debt to equity ratio dan degree of financial leverage berpengaruh signifikan terhadap earning per share. Variabel debt to assets ratio merupakan variabel financial leverage yang dominan mempengaruhi negatif earning per share PT. Astra Agro Lestari Tbk, sebesar -1013. Kata kunci : Financial Leverage, Earning Per-Share *) Dosen STIE ASIA Malang

PENDAHULUAN Dengan pertumbuhan yang cukup konsisten, subsektor perkebunan mempunyai peran strategis, diantaranya: penyediaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, sumber devisa, pengentasan kemiskinan, dan konservasi lingkungan. Subsektor perkebunan merupakan salah satu subsektor yang mengalami pertumbuhan paling konsisten, baik ditinjau dari areal maupun produksi. Secara keseluruhan, areal perkebunan meningkat dengan laju 2.6% per tahun sebesar 15.103,5 juta hektar pada periode tahun 2000-2003, dengan total areal pada tahun 2003 mencapai 16.291,8 juta hektar. Dari beberapa komoditas perkebunan yang
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang 89

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

penting di Indonesia seperti karet, kelapa sawit, kelapa, kopi, kakao, teh, dan tebu. Tetapi hanya kelapa sawit, karet dan kakao tumbuh lebih pesat dibandingkan dengan tanaman perkebunan lainnya dengan laju pertumbuhan diatas 5% per tahun sebesar 19.604,5 juta hektar. Pertumbuhan yang pesat dari ketiga komoditas tersebut pada umumnya berkaitan dengan tingkat keuntungan perusahaan komoditas yang relatif lebih baik dan juga kebijakan pemerintah untuk mendorong perluasan areal komoditas tersebut. (Susila & Goenadi, 2010). Salah satu perusahaan yang berkecimbung di sub sektor perkebunan adalah PT Astra Agro Lestari Tbk, yang bergerak dibidang pertanian, didirikan pada tahun 1981. Bisnis utamanya adalah minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO). Pada tahun 2008, luas lahan kelapa sawit perusahaan mencapai 500 ribu hektar, dengan kapasitas produksi CPO mencapai 990 ribu ton/tahun. Namun, akibat pengaruh krisis keuangan di tahun 2008 harga-harga berbagai komoditas dunia mengalami penurunan, termasuk harga CPO. Pada bulan Agustus tahun 2008 harga CPO terus merosot, hingga oktober tahun 2008, berada di kisaran US$ 733 per ton. Padahal, harga rata-rata US$ 1.175 per ton. Akibat berfluktuasinya harga CPO dipasaran mengakibatkan tingkat penjualan dan keuntungan PT. Astra Agro Lestari mengalami fluktuasi. Akibat naik turunnya penjualan CPO berdampak pada harga saham PT. Astra Agro Lestari yang sempat berada pada level tertingginya pada tanggal 26 Ferbuari 2008 yaitu Rp 35.300 per lembar saham dengan nilai transaksi harian sebesar Rp106 milyar. Serta berdampak pada earning per share yang dibagikan kepada pemegang saham. PT. Astra Agro Lestari pada tahun 2005 sebesar Rp. 502 miliar. Pada tahun 2006 mengalami penurunan sebesar Rp. 500 miliar, sedangkan di tahun 2007 earning per share mengalami peningkatan sebesar Rp. 1,253 miliar. Tahun 2009 mengalami penurunan sebesar Rp. 1,055 miliar sedangkan di tahun 2010 mengalami peningkatan Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalah di atas, perumusan masalah adalah sebagai berikut :
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang 90

sebesar Rp. 1,281 miliar.

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

1. Apakah debt to assets ratio, debt to equity ratio Tbk tahun 2001 2010?

dan degree of financial leverage

mempunyai pengaruh secara parsial terhadap earning per share PT. Astra Agro Lestari 2. Apakah debt to assets ratio, debt to equity ratio dan degree of financial leverage mempunyai pengaruh secara simultan terhadap earning per share pada PT. Astra Agro Lestari Tbk tahun 2002-2010 ?

Tujuan Penelitian Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui apakah debt to assets ratio, debt to equity ratio dan degree of financial leverage berpengaruh secara parsial terhadap earning per share PT. Astra Agro Lestari Tbk tahun 2001 2010 2. Untuk mengetahui apakah debt to equity ratio, debt to equity ratio dan degree of financial leverage berpengaruh secara parsial terhadap earning per share PT. Astra Agro Lestari Tbk tahun 2001 2010

TINJAUAN TEORI 1. Pengertian dan Jenis Analisa Leverage Leverage berasal dari kata lever yang berarti pengungkit (dongkrak). Cara kerja pengungkit adalah digerakkan dengan tenaga yang relatif ringan, tetapi mampu mengangkat beban yang lebih berat. Leverage bersumber dari penggunaan biaya tetap (fixed cost), baik biaya dari aktivitas operasi maupun biaya tetap dari aktivitas keuangan. (Mardiyanto, 2009 : 248). Jenis- jenis analisa leverage terdiri dari : a. Operating leverage

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang

91

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

Menurut Syamsuddin (2007 : 107) Operating leverage timbul karena adanya fixed operating cost yang digunakan di dalam perusahaan untuk menghasilkan income. Operating leverage didefinisikan sebagai kemampuan perusahaan di dalam menggunakan fixed operating cost untuk memperbesar pengaruh dari perubahan volume penjualan terhadap earning before interest and taxes (EBIT). b. Financial leverage Menurut Atmaja (2008 : 268) Financial leverage merupakan ukuran bagi risiko keuangan dan dapat diketahui dari biaya tetap dari dana utang (fixed financial charges) yang digunakan. Financial leverage tinggi akan menyebabkan risk juga tinggi sehingga biaya modal juga tinggi. c. Leverage Total Menurut Syamsuddin (2007 : 119) Total Leverage ini dapat didefinisikan sebagai kemampuan perusahaan dalam menggunakan biaya tetap, baik biaya-biaya tetap operasi maupun biaya-biaya tetap financial untuk memperbesar pengaruh perubahan volume penjualan terhadap pendapatan per lembar saham biasa (earning per share). Oleh karena itu total leverage dapat dipandang sebagai refleksi keseluruhan pengaruh dari struktur biaya-biaya tetap operasi dan biaya tetap financial perusahaan. 2. Pendapatan Per Lembar Saham Biasa (Earning per share) Menurut Hampton dan Tuharjo (2004:5) menyatakan bahwa Earning per share is calculated by deviding net income by the number of shares out standing. Besarnya earning per share dapat dicari dengan membandingkan antara laba bersih dengan jumlah saham yang beredar. Hal ini berarti jika laba bersih naik, namun jumlah lembar saham yang beredar tetap, maka earning per share akan naik demikian pula sebaliknya. Rasio earning per share mengukur seberapa besar pendapatan bersih yang dihasilkan perusahaan tiap-tiap lembar saham yang beredar. Bagi investor rasio ini yang diperlukan untuk mengetahui kemapuan perusahaan dalam menghasilkan laba (earned) tiap lembar saham.
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang 92

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

Pertumbuhan earning per share suatu perusahaan tergantung dari kemampuan perusahaan itu sendiri dalam menghasilkan laba. Suatu perusahaan dapat dikategorikan mengalami pertumbuhan earning per share yang baik, jika terjadi peningkatan earning per share dari satu periode ke periode berikutnya. Menurut Syamsuddin (2007 : 66) Pada umumnya manajemen perusahaan, pemegang saham biasa dan calon pemgang saham sangat tertarik akan earning per share, karena hal ini menggambarkan jumlah rupiah yang diperoleh untuk setiap lembar saham biasa. Para calon pemegang saham tertarik dengan earning per share yang besar, karena hal ini merupakan salah-satu indikator keberhasilan suatu perusahaan.

Kerangka Konseptual

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang

93

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

Hipotesis Dari permasalahan yang telah di tetapkan di atas maka hipotesis yang di penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Ho = Di duga tidak pengaruh yang signifikan secara parsial debt to assets ratio, debt to equity ratio dan degree of financial leverage terhadap earning per share. H1 = Di duga terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial debt to assets ratio, debt to equity ratio dan degree of financial ratio terhadap earning per share. 2. Ho = Di duga tidak pengaruh yang signifikan secara simultan debt to equity ratio, debt to equity ratio dan degree of financial ratio terhadap earning per share. H1 = Di duga terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan debt to equity ratio, debt to eqity ratio dan degree of financial terhadap earning per share. uji dalam

METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini digunakan desain riset kausal atau sebab akibat yang berguna untuk menganalisa hubunganhubungan antara variabel satu dengan yang lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya. Sampel penelitian ini adalah PT. Astra Agro Lestari periode tahun 2001 2010. Metode Analisis Data Analisis ini untuk menentukan persamaan regresi yaitu dengan menentukan besarnya nilai konstanta dan koefisiennya. Model persamaan regresi berganda adalah : (Cooper dan Emory, 1996: 147) Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e Keterangan : Y = Earning Per Share a = Konstanta b1, b2, b3 = Koefisien regresi untuk X1, X2, X3
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang 94

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

X1 = Debt to assets ratio X2 = Debt to equity ratio X3 = Degree of financial leverage e = Error Term Dari persamaan regresi diatas maka dilakukan uji statistic sebagai berikut : a. Uji F Uji F digunakan untuk menguji keberartian pengaruh dari seluruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Pengujian ini dilakukan dengan mengamati Fhitung pada tingkat kepercayaan 95 % dan derajat kebebasan df = (k-1) dan (n-k) dimana n adalah jumlah observasi dan k adalah jumlah variabel termasuk intersep. b. Uji t Uji t digunakan untuk menguji koefisien regresi secara parsial. Pengujian ini dilakukan dengan mengamati t-hitung pada tingkat kepercayaan 95% dan derajat kebebasan df(keuangan-1) dan (n-kl) dimana n jumlah observasi adalah jumlah variabel intersep. HASIL PENELITIAN Analisis Regresi Berganda Analisis regresi berganda dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Analisis regresi berganda diolah dengan menggunakan program SPSS (Statistical Package for Social Science) Versi 15.00 for Windows. Berikut disajikan hasil analisis regresi berganda yang terdiri dari Uji F, R Square, dan Uji t pada tabel berikut ini:

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang

95

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

Tabel 1 Hasil Analisis Regresi Berganda Variabel Koefisien Beta T Sig t Keterangan

Konstanta 231.450 X1 X2 X3 ttabel R Square Fhitung Sig F Ftabel -4079.029 1352.840 2949.524 -1.013 0.762 0.557 = 2.570 = 0.832 = 8.272 = 0.022 = 5.409 -3.622 2.617 2.573 0.015 0.047 0.050 Siginifikan Siginifikan Siginifikan

Berdasarkan hasil analisis regresi berganda pada tabel di atas dapat diketahui model persamaan regresi linier berganda yang diperoleh dari hasil penelitian ini sebagai berikut: Y = 231.450 4079.029 DAR + 1352.840 DER + 2949.524 DFL + e Berdasarkan nilai Beta (standardized coefficients) dari hasil regresi berganda, diketahui bahwa variabel independen yang memiliki nilai Beta tertinggi adalah variabel debt to assets ratio (X1) yaitu 1,013 sehingga variabel debt to assets ratio merupakan variabel financial leverage yang dominan mempengaruhi earning per share pada PT. Astra Agro Lestari Tbk. Uji Hipotesis Untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen) dengan tingkat signifikansi yang digunakan sebesar 0,05. Berdasarkan hasil uji hipotesis sebagai berikut :
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang 96

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

1. Uji t a. Pengujian variabel Debt to assets ratio Variabel debt to assets ratio (DAR) nilai thitung sebesar -3.622 dengan sig t sebesar 0.015. Karena nilai mutlak thitung > ttabel (3.622 > 2.570) atau sig t < 5% (0.015 < 0.05) sehingga H1 diterima, maka secara parsial variabel debt to assets ratio (DAR) berpengaruh signifikan atau H1 di terima terhadap variabel earning per share (Y). Karena koefisien regresi bertanda negatif (-4079.029) mengindikasikan semakin tinggi nilai debt to assets ratio mengakibatkan semakin rendah nilai earning per share. b. Pengujian variabel debt equity ratio Variabel debt to equity ratio (DER) nilai thitung sebesar 2.617 dengan sig t sebesar 0.047. Karena nilai mutlak thitung > ttabel (2.617 > 2.570) atau sig t < 5% (0.047 < 0.05) sehingga H1 diterima, maka secara parsial variabel debt to equity ratio (DER) berpengaruh signifikan atau H1 diterima terhadap variabel earning per share (Y). Karena koefisien regresi bertanda positif (1352.840) mengindikasikan semakin tinggi nilai Debt to assets ratio mengakibatkan semakin tinggi pula nilai earning per share. c. Pengujian variabel degree of financial leverage Variabel degree of financial leveDFrage (DFL) nilai thitung sebesar 2.573 dengan sig t sebesar 0.050. Karena nilai mutlak thitung>ttabel (2.573 > 2.570) atau sig t = 5% = 0.050 sehingga H1 diterima, maka secara parsial variabel degree of financial leverage (DFL) berpengaruh signifikan terhadap variabel earning per share (Y). Karena koefisien regresi bertanda positif (2949.524) mengindikasikan semakin baik degree of financial leverage mengakibatkan semakin baik pula earning per share. 2. Uji F Pengujian ini digunakan untuk melihat pengaruh seluruh variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil uji F pada tabel
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang 97

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

4.14 menunjukkan bahwa nilai Fhitung menunjukkan nilai sebesar 8.272 (signifikansi F= 0.022). Jadi Fhitung>Ftabel (8.272 > 5.409) atau Sig F < 5% (0.000<0,05) sehingga H1 diterima. Artinya bahwa secara bersama-sama variabel debt to assets ratio (DAR), debt to equity ratio (DER), dan degree of financial leverage (DFL) berpengaruh signifikan terhadap variabel earning per share. Salah satu indikator keberhasilan suatu perusahaan ditunjukkan oleh besarnya earning per share dari perusahaan yang bersangkutan. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini antara lain : hasil uji F menunjukkan bahwa secara simultan atau bersama-sama variabel financial leverage yang meliputi debt to assets ratio, debt to equity ratio dan degree of financial leverage berpengaruh signifikan terhadap earning per share. Dari hasil uji t menunjukkan bahwa secara parsial debt to assets berpengaruh negatif terhadap earning per share. Dari hasil uji t menujukkan bahwa secara parsial debt to equity ratio berpengaruh signifikan terhadap earning per share. Dari hasil uji t menunjukkan secara parsial degree of financial leverage berpengaruh signifikan terhadap earning per share.

DAFTAR PUSTAKA Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek, Edisi Revisi V. Rinelka Cipta, Jakarta. Atmaja, Setia, L. 2008. Teori dan praktik manajemen keuangan. Andi, Yogyakarta. Direktorat Jenderal Perkebunan-Kementerian Pertanian. Keterlibatan Tenaga Kerja Sektor Perkebunan Terus Meningkat.

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang

98

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

http://ditjenbun.deptan.go.id/index.php/component/content/article/36-news/202-keterlibatantenaga-kerja-sektor-perkebunan-terus-meningkat.html (Online), di akses tanggal 6 januari 2010. Faris, Rahmandra, H. 2009. Pengaruh leverage dan profitabilitas terhadap earning per share sebelum dan sesudah right issue pada perusahaan manufaktur yang listing di PT. Bursa Efek Indonesia periode 2001-2004, Skripsi tidak diterbitkan, Universitas Negeri Malang. Ghozali, Imam, 2007. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Yogyakarta. Ifa, Kusyanti. 2005. Pengaruh leverage terhadap earning per share (studi kasus pada perusahaan yang termasuk LQ-45 di Bursa Efek Indonesia, Skripsi tidak diterbitkan, Universitas Muhammadiyah Malang. Moeljadi. 2006. Manajemen keuangan 1 pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Bayu Media. Nazir, Muhammad. 1985. Metodologi Penelitian. Ghalia Indonesia, Jakarta Susila & Goenadi. Peran Sub Sektor Perkebunan Dalam Perekonomian Indonesia, di askes tahun 2010. http://www.ipard.com/art_perkebun/des14-04_wrs-I.asp (Online), di akses tanggal 21 desember 2009. Syamsuddin, Lukman. 2007. Manajemen keuangan perusahaan edisi baru 9. Grafindo Persada, Jakarta. Tuharjo. 2004. Struktur Modal dan Pendapatan. Jurnal Ekonomi dan Manajemen. Wahyu, Santoso. PT. Astra Agro Lestari: Terpukul Harga CPO Dunia.

http://wisdomarket.blogspot.com/2009/05/pt-astra-agro-lestari-aali-terpukul.html (Online), di akses tanggal 4 mei 2009.

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang

99