Anda di halaman 1dari 16

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

PENGARUH VARIABEL PRODUK, HARGA, LOKASI DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA RUMAH MAKAN PADANG SEDERHANA DI KOTA MALANG Oleh: Tin Agustina Karnawati *)

Abstraksi Perilaku konsumen menggambarkan suatu proses bagaimana seorang konsumen tersebut memilih sampai membeli suatu produk. Dengan mengkaji perilaku konsumen, maka perusahaan dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen terhadap proses pengambilan keputusan pembelian. Rumah Makan Padang Sederhana sebagai salah satu rumah makan Padang di kota Malang, perlu mengetahui pentingnya pemahaman terhadap perilaku konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan uji asumsi klasik yang meliputi heteroskedastisitas, multikolinieritas dan autokorelasi serta analisis regresi linier berganda, uji t, uji F dan R2 (koefisien determinasi). Penelitian ini berusaha untuk menjelaskan pengaruh variabel Produk, Harga,Lokasi dan Promosi terhadap keputusan pembelian konsumen dalam mengkonsumsi masakan Padang di Rumah Makan Padang Sederhana di kota Malang. Variabel yang berpengaruh dominan dalam proses pengambilan keputusan pembelian pada penelitian ini adalah variabel Lokasi. Kata kunci : perilaku konsumen. Variable produk, harga dan lokasi. *) Dosen Jurusan Manajemen STIE ASIA Malang

Latar Belakang Rumah makan dengan masakan tradisional siap saji yang bertaraf sederhana maupun yang bertaraf eksklusif, dengan berbagai macam pelayanan yang diberikan semakin bermunculan di sekitar kita. Dengan penyajian menu makanan dan pelayanan yang beragam mereka berusaha bersaing agar rumah makannya dipilih dan mampu menarik minat konsumen untuk singgah. Pemilik rumah makan berusaha memberikan kepuasan kepada konsumen dan memenuhi keinginan mereka melalui pemberian pelayanan yang sebaikSekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang 74

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

baiknya melalui penyajian menu yang beragam dan berkualitas, harga yang sepadan dan pemilihan lokasi rumah makan yang strategis. Untuk dapat bertahan dari situasi persaingan yang ketat maka pemahaman mengenai perilaku konsumen sangat diperlukan guna mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen. Karena itu pemahaman tentang perilaku konsumen memang sangat diperlukan oleh semua jenis usaha karena semua kegiatan pemasaran yang dilakukan ditujukan untuk memberikan kepuasan kepada konsumennya. Keputusan konsumen dalam pembelian dapat dipengaruhi beberapa faktor yang berkaitan dengan unsur bauran pemasaran seperti Produk, Harga, Promosi dan Distibusi, namun dalam kenyataannya perilaku individu juga sangat terkait dengan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya, seperti faktor-faktor pribadi,faktor budaya atau kultural, faktor sosial, dan faktor psikologis pada konsumen. Pemahaman tentang keputusan pembelian sangat penting bagi pemasar karena keputusan pembelian dapat menggambarkan penilaian yang baik maupun yang tidak baik, perasaan-perasaan yang emosionil, rasional dan kecenderungan berbuat atau bertindak selama waktu tertentu terhadap beberapa obyek atau gagasan. Untuk menghasilkan sebuah keputusan pembelian biasanya konsumen akan melewati tahap pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif setelah itu baru dapat menghasilkan sebuah keputusan pembelian. Dari tanggapan yang diberikan dapat berasal dari pengalaman langsung merupakan karakteristik penting dari suatu keputusan pembelian. Rumah Makan Padang Sederhana yang terletak di jalan Letjen Sutoyo dan pertigaan jalan WR Supratman Malang dapat dikategorikan sebagai Rumah Makan Baru yang cukup besar dengan fasilitas parkir yang cukup luas, berada di daerah yang ramai dipusat kota dan dilalui lalu lintas jalur utama kota Malang. Dalam kenyataannya Rumah Makan Padang Sederhana ini cukup diminati konsumen, dengan banyaknya pengunjung yang datang untuk menikmati makanan yang disajikan. Ini menjadi suatu bukti bahwa Rumah Makan Padang Sederhana merupakan salah satu rumah makan dengan masakan khas Padang

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang

75

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

yang diminati konsumen, mengingat banyaknya pesaing yaitu rumah makan jenis lain yang ada didaerah ini. Rumusan Masalah 1. Apakah terdapat pengaruh antara variabel produk, harga, lokasi dan promosi terhadap keputusan pembelian konsumen pada Rumah Makan Padang Sederhana Malang secara sendiri-sendiri? 2. Apakah terdapat pengaruh antara variabel produk, harga, lokasi dan promosi terhadap keputusan pembelian konsumen pada Rumah Makan Padang Sederhana Malang secara serempak? 3. Variabel manakah yang berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian konsumen pada Rumah Makan Padang Sederhana Malang? Kajian Pustaka Secara mendasar variabel dalam penelitian ini dapat ditelusuri dalam teori dasar yang termasuk pada konsep Bauran Pemasaran yang disitir dari beberapa pakar seperti menurut Assauri (1999 : 180) bahwa bauran pemasaran adalah variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari system pemasaran, variabel yang mana dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi pera pembeli atau konsumen. Keempat unsur variabel bauran pemasaran tersebut adalah : Strategi Produk, Strategi Harga, Strategi Penyaluran atau Distribusi dan Strategi Promosi. Sedangkan menurut Mc Carthy, yang dikutip Kotler (1994) pengertian secara sederhana dapat dikemukakan bahwa Product (produk) merupakan kombinasi dari barang dan jasa yang ditawarkan kepada konsumen.Price (harga) merupakan jumlah uang yang harus dikorbankan oleh konsumen untuk memperoleh suatu produk. Place (tempat) merupakan aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan oleh perusahaan sehingga produknya tersedia dan mudah didapat oleh konsumen.

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang

76

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

Sedangkan menurut Gitosudarmo (1995:110) Bauran Pemasaran (marketing mix) adalah perpaduan antar produk, harga, promosi dan distribusi yang digunakan oleh pengusaha untuk memasarkan produknya atau melayani konsumennya, juga digunakan untuk mempengaruhi konsumennya. Dari kedua definisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa marketing mix merupakan inti pemasaran. Setiap unsur yang terdapat dalam kombinasi tersebut saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Dari keempat variabel yang terdapat dalam kedua definisi tersebut dalam kedua definisi tersebut perlu dikombinasikan dengan baik agar kegiatan pemasaran dapat bekerja secara efektif dan efisien. Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memperoleh perhatian, permintaan, pemakaian atau konsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan, meliputi benda fisik, jasa, orang, organisasi, ide atau gagasan. Dalam kebijaksanaan produk, termasuk perencanaan dan pengembangan produk, perlu adanya suatu pedoman untuk mengubah produk yang ada (produk yang sama jenisnya dengan model baru), membuat produk baru (yang benar-benar baru), atau produk tiruan yang baru bagi perusahaan tetapi baru bagi pasar. Selain itu keputusan juga perlu diambil menyangkutmasalah pemberian merk, pembungkusan, warna dan kebijaksanaan pelayanan. Harga meliputi kebijaksanaan harga, manajemen harus menentukan harga dasar dari produknya, kemudian kebijaksanaan menyangkut potongan harga, pembayaran ongkos kirim, persaingan harga. Distribusi meliputi masalah pemilihan yang akan digunakan untuk menyalurkan produknya, serta mengembangkan sistem distribusi yang secara fisik menangani dan menyangkut produk melalui saluran tersebut. Ini dimaksudkan agar produk dapat mencapai pasar yang ingin maju dituju dengan lebih efektif dan efisien. Promosi adalah unsur yang didayagunakan untuk memberitahukan dan membujuk pasar tentang produk baru perusahaan. Iklan, penjualan perorangan dan promosi penjualan merupakan kegiatan utama promosi (Stanton, 1996:47).
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang 77

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

Menurut Swasta dan Handoko (2000 : 10), pengertian perilaku konsumen didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen mengandung dua elemen penting, yaitu proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik yang melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, dan mempergunakan barang dan jasa. Perilaku konsumen tidak hanya mengamati kegiatan-kegiatan yang tampak jelas dan mudah diamati saja, yang merupakan suatu bagian dari proses pengambilan keputusan, melainkan hendaknya juga menyangkut pada kegiatan-kegiatan yang sulit dan tidak dapat diamat yang selalu menyertai pembelian. Jadi analisis perilaku konsumen harus menganalisa kegiatan-kegiatan yang jelas terlihat dan proses-proses yang sulit diamati dan berarti selain mempelajari apa yang dibeli konsumen juga mempelajari dimana, bagaimana cara membelinya serta dalam kondisi yang bagaimana barang dan jasa tersebut dibeli. Untuk memahami ini semua maka diperlukan sebuah model perilaku konsumen. Model Perilaku Konsumen Menganalisis perilaku konsumen adalah sesuatu yang sangat kompleks, terutama karena banyaknya variabel yang mempengaruhi dan kecenderungan untuk saling berinteraksi. Baik itu dari proses pengambilan keputusan untuk membeli sampai keputusan untuk memakai suatu produk atau jasa. Di samping itu perusahaan juga harus memahami betul-betul bagaimana tanggapan konsumen terhadap rangsangan pemasaran yang telah dilakukan perusahaan. Oleh karena itu perusahaan dan para ahli telah banyak berusaha dalam meneliti hubungan antara rangsangan pemasaran dan tanggapan konsumen. Titik tolak mereka adalah model tanggapan konsumen seperti yang tampak pada gambar di bawah ini :

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang

78

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

Gambar 1. Model Perilaku Pembeli Pada gambar 1 nampak bahwa rangsangan pada sebelah kiri gambar ini ada dua jenis. Rangsangan pemasaran terdiri dari produk, harga, tempat, dan promosi. Rangsangan lainnya terdiri dari kekuatan-kekuatan dan peristiwa-peristiwa besar dalam lingkungan pembeli, yaitu : ekonomi, teknologi, politik, dan kebudayaan. Semua rangsangan ini masuk melalui kotak hitam pembeli dan menghasilkan serangkaian tanggapan pembeli yang diamati seperti terlihat pada sebelah kanan gambar : pemilihan produk, pemilihan merk, pemilihan penyalur, waktu pembelian, dan jumlah pembelian. Sedangkan kotak hitam pembeli terdiri dari dua komponen. Pertama karakteristik pembeli yang mempunyai pengaruh besar terhadap bagaimana ia memahami dan memberikan reaksi terhadap rangsangan ini. Kedua, proses keputusan pembeli itu sendiri mempengaruhi hasil. Selain memahami model perilaku konsumen di atas, perlu pula dipahami faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Dalam membeli sesuatu, konsumen melalui suatu proses keputusan yang terdiri dari pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan perilaku sesudah pembelian. Semua pembelian ini dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 2.Proses Keputusan Pembeli


Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang 79

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

a. Pengenalan Masalah Proses pembelian dimulai dengan pembeli mengenali suatu masalah atau kebutuhan. Pembeli memberikan pandangan yang berbeda antara keadaannya yang sesungguhnya dan keadaan yang diinginkannya. Pada tahap ini para pemasar perlu menentukan keadaan yang biasanya menggerakan pengenalan masalah konsumen untuk mengeahui : (a) jenis rasa membutuhkan atau masalah yang timbul, (b) apa yang membuat rasa kebutuhan ini timbul dan (c) bagaimana kebutuhan itu mengarahkan ke produk tertentu. b. Pencarian informasi Seorang konsumen yang telah dirangsang kebutuhannya itu dapat atau tidak dapat mencari informasi lebih lanjut. Jika dorongan itu kuat dan obyek pemuas kebutuhan yang telah ditentukan dengan baik itu berada didekatnya, sangatlah mungkin konsumen akan lalu membelinya. Inti yang penting dari pemasar adalah sumber informasi utama yang akan digunakan oleh konsumen dan tiap pengaruh terhadap keputusan pembelian kemudian. Sumber informasi konsumen tergolong ke dalam 4 kelompok : 1. Sumber personal : keluarga, teman, tetangga, kenalan. 2. Sumber komersial : periklanan, tenaga penjual, pedagang, kemasan dan pameran. 3. Sumber publik : media massa, organisasi penilaian konsumen. 4. Sumber eksperimental : penangan, pengujian, dan penggunaan produk. Pada umumnya konsumen menerima sebagian besar keterbukaan informasi mengenai sebuah produk dari sumber komersial yaitu sumber yang didominasi oleh pemasar. Kebutuhan yang paling efektif cenderung datang dari sumber pribadi. Mengenai sumber informasi yang digunakan oleh konsumen, pemasar harus dengan cermat mengindentifikasinya dan arti penting sumber sebagai informasi. c. Evaluasi Alternatif Ada berbagai proses evaluasi keputusan. Konsep dasar tertentu membantu memberikan gambaran kepada proses evaluasi konsumen. Konsep yang pertama adalah ciri-ciri produk (product attributes). Konsumen akan memberikan perhatian yang paling besar
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang 80

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

terhadap ciri yang berhubungan dengan kebutuhannya. Konsep kedua, konsumen mungkin berbeda dalam memberikan bobot pentingnya (important weights) pada ciri-ciri yang relevan. Suatu perbedaan dapat ditarik diantara pentingnya suatu ciri dan ciri yang menonjol dari produk. Pemasar harus lebih memberikan perhatian pada pentingnya ciri dari pada menyoloknya ciri, karena arti pentingnya akan dikenali kembali bila disebutkan. Konsep yang ketiga, konsumen mungkin mengembangkan suatu himpunan kepercayaan merek (brand belief) mengenai dimana tiap merek itu berada pada tiap ciri. Kepercayaan konsumen ini dapat bervariasi sesuai dengan ciri yang sebenarnya, karena pengalaman khususnya, pengaruh persepsi selektif, distorsi selektif dan ingatan selektif. Konsep keempat, konsumen dianggap mempunyai fungsi utilitas untuk setiap ciri. Fungsi utilitas menggambarkan bagaimana konsumen mengharapkan kepuasan produk bervariasi menurut tingkat alternatif dari setiap ciri. Konsep kelima, konsumen tiba pada sikap ke arah alternatif merk melalui prosedur evaluasi tertentu. Dari riset telah ditemukan bahwa konsumen menerapkan prosedur evaluasi yang berlainan untuk membuat pilihan diantara obyek-obyek yang berciri ganda. d. Keputusan Membeli Tahap evaluasi keputusan memungkinkan untuk konsumen menggolong-golongkan obyek ke dalam himpunan pilihan. Konsumen akan membentuk suatu niat membeli dan keputusan membeli. Faktor-faktor ini dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 3. Tahap-tahap Antara Evaluasi Alternatif dengan Keputusan Pembelian

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang

81

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

Yang pertama adalah sikap orang lain. Sampai sejauh mana sikap orang lain akan mengurangi alternatif yang lebih disukai seseorang itu tergantung pada dua hal: 1. Intensitas sikap negatif yang dimiliki orang lain terhadap alternatif yang lebih disukai oleh konsumen 2. Motivasi konsumen untuk mentaati keinginan orang lain. Yang kedua, niat pembeli juga dipengaruhi oleh faktor situasional yang tidak diinginkan. Konsumen membentuk suatu niat membeli atas dasar faktor seperti pendapatan keluarga yang diharapkan, harga yang diharapkan, dan manfaat yang diharapkan dari produk tersebut. Bila konsumen hampir bertindak, maka faktor situasional yang tidak diinginkan dapat mengganggunya untuk merubah niat membelinya itu. e. Perilaku Sesudah Pembelian Setelah membeli produk, konsumen akan mengalami tingkat kepuasan dan ketidakpuasan. Konsumen juga akan terlibat dalam tindakan sesudah pembelian pada pemasar. Tugas pemasar tidak berakhir pada saat produk sudah dibeli, tetapi juga berkelanjutan sampai pada periode sesudah pembelian. Kepuasaan atau ketidakpuasaan terhadap produk akan memberikan umpan balik terhadap perilaku kemudian. Jika konsumen merasa puas, ia akan memperlihatkan suatu kemungkinan besar untuk membeli produk tersebut pada kesempatan lain. Konsumen yang puas juga akan cenderung mengatakan hal-hal yang baik mengenai produk pada orang lain. Sedangkan konsumen yang tidak merasa puas akan memberikan tanggapan yang berbeda. Konsumen yang tidak puas akan mencoba mengurangi ketidaksesuaian ini karena dorongan dalam organisme manusia untuk membuat kehormatan intern, konsistensi, keharmonisan antar pendapatnya, pengetahuan dan nilai-nilai. Jadi memahami kebutuhan konsumen dan proses pembelian adalah dasar untuk keberhasilan pemasaran. Dengan memahami bagaimana pembeli menyelesaikan pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku purna
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang 82

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

pembelian, maka pemasar dapat menemukan banyak gambaran dalam kaitan dengan pemuasan kebutuhan pembeli. Namun dalam kenyataannya konsumen tidak selalu melalui proses ini dari tahap ke tahap, artinya ada kalanya atau ada kemungkinan pembeli langsung mengambil keputusan pembelian tanpa mendahului proses/tahap sebelumnya, karena konsumen tersebut adalah pelanggan tetap dan sudah sering datang dan makan di Rumah Makan Padang Sederhana Malang. Model Konseptual dan Hipotesis Secara sederhana model kerangka pemikiran penelitian dapat digambarkan seperti berikut :

Gambar 4 : Model konseptual Dengan adanya bauran pemasaran yang ada seperti disebutkan, yaitu variabel produk, variabel harga, variabel lokasi dan variabel promsi maka diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan mengenai keputusan pembelian konsumen pada Rumah Makan Padang Sederhana Malang. Sedangkan Hipotesis penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut : H1 : Diduga ada pengaruh yang signifikan antara variabel bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, lokasi dan promosi terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli makanan pada Rumah Makan Padang Sederhana Malang secara sendirisendiri.

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang

83

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

H2: Diduga ada pengaruh yang signifikan antara variabel bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, lokasi dan promosi terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli makanan pada Rumah Makan Padang Sederhana Malang secara serempak. H3: Diduga variabel produk adalah yang berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian konsumen pada Rumah Makan Padang Sederhana Malang. Metode Penelitian dan Analisis Dalam penelitian ini digunakan Desain Riset Kausal yang berguna untuk menganalisis hubungan-hubungan antara variabel satu dengan variabel lainnya mengacu pada pendapat Umar (2000), obyek penelitiannya adalah konsumen di Rumah Makan Padang Sederhana Malang pada saat penelitian dilakukan sekaligus untuk mendapatkan data primer yang berupa jawaban atas pertanyaan dalam kuesioner yang diberikan. Dengan jumlah sampel penelitian yang selanjutnya disebut sebagai responden, sebanyak 100 orang mengacu pada pendapat Cooper dan Emory (1999) bilamana jumlah populasi tidak diketahui secara pasti. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik accidental sampling, mengacu pada pendapat Sugiono (2003 : 73) bahwa accidental sampling adalah teknik penentuan sampel dari populasi berdasarkan kebetulan yaitu responden yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel bila dipandang cocok sebagai sumber data. Metode Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan bantuan alat analisis statistik, sebagaimana untuk menguji Instrumen adalah Uji Validitas dan Reliabilitas, sedangkan dalam pengujian hipotesis digunakan Uji t dan Uji F, di dukung dengan analisis Regresi Linear Berganda untuk mengetahui variabel yang berpengaruh terhadap kepuasan konsumen melalui pengolahan data pada skala Likert operasionalisasi variabel.

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang

84

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

Hasil Penelitian dan Pembahasan Secara umum dapat dikemukakan karakteristik responden pada saat penelitian dilakukan adalah 63% berjenis kelamin laki-laki , 37% perempuan dengan kisaran usia antara 16 45 tahun sebanyak 90% dan diatas 45 tahun hanya 10% saja berpendapatan rata-rata antara Rp 1.000.000 Rp 2.000.000 dan bekerja sebagai karyawan ( 89%) , hal ini wajar karena daerah disekitarnya merupakan pertokoan dan perkantoran, sehingga Rumah Makan Sederhana sering digunakan untuk tempat makan siang para pegawai atau karyawan di perkantoran sekitarnya yang menginginkan makan siang praktis dan cepat mengingat waktu istirahat yang singkat. Dari pengolahan statistic pada instrument diperoleh bahwa semua instrument yang dituangkan dalam 15 butir item dapat dinyatakan valid. Sedangkan pengujian reliabilitas diperoleh nilai yang reliable. Berikut ini tabel 1 memaparkan tentang hasil tersebut : Tabel 1 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Hasil Instrumen 0,624 0,741 0,468 0,828 0,544 0,603 0,572 0,455 0,544 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid
85

Reliabilitas r Alpha = r tabel = 0,7180 0, 2407.

r Alpha >r tabel sehingga instrument dalam pernyataan kuesioner tersebut bersifat reliable.

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

10 11 12 13 14 15

0,775 0,810 0, 577 0,605 0,558 0.677

Valid Valid Valid Valid Valid Valid

Sumber : Data diolah Dari penelusuran hasil tanggapan responden dalam masing-masing instrument penelitian Variabel Produk diperoleh informasi bahwa 86 % responden menyetujui pernyataan tentang rasa masakan yang enak, tersedia berbagai menu dan cara penyajian yang bersih. Variabel Harga dapat diketahui bahwa 89 % menyatakan harga cukup terjangkau dan sesuai dengan kualitas rasanya, sedangkan 92 % menyatakan setuju dengan keberadaan lokasi yang strategis berada di tepi jalan raya, suasana dan ruangan yang nyaman serta keberadaan fasilitas parker yang cukup luas, sehingga memudahkan kendaraan roda dua dan empat untuk parkir tanpa harus khawatir terhadap keamanannya.Variable Promosi diperoleh informasi bahwa 78% responden menyetuji pernyataan bahwa mereka mengenal keberadaan rumah makan Sederhana Malang melalui informasi dari brosur yang dikirimkan ke kantor-kantor mereka serta tampilan papan nama yang cukup menarik dan jelas yang dipasang di depan area Rumah makan Sederhana Malang. Berikut dipaparkan tabel 2 yang berisi informasi tentang hasil pengujian dengan bantuan software SPSS berikut :

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang

86

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

Tabel 2 Koefisien Regresi, Uji t, Uji F , r dan R Determinasi Variabel Konstanta (a) Produk Harga Lokasi Promosi 5,213 0,236 0,236 0,267 0,201 R = 6,126 Sumber : Data diolah Hasil pengujian hipotesis I diketahui dengan Uji t yang menunjukkan bahwa Variabel Produk (sign = 0,020), Harga ( sign= 0,040) Lokasi ( sign = 0,015 dan Promosi (sign = 0,010) berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian konsumen di Rumah makan Sederhana Malang. Hasil pengujian hipotesis II diperoleh dari Uji F menunjukkan bahwa ketiga variabel Produk, Harga dan Lokasi secara Simultan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen di Rumah makan Sederhana Malang dengan nilai F =4,604 ( sign = 0,015 ).Sedangkan pengujian Hipotesis III diketahui dengan melihat hasil pengujian Korelasi diketahui bahwa variabel Lokasi menjadi variabel yang dominan berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian ( r = 0.225 ) sehingga asumsi dalam hipotesis III ditolak, karena bukanlah produk yang menjadi alasan utama dalam keputusan pembelian konsumen, tetapi justru Lokasi, hal ini dimungkinkan karena produk masakan Padang memang hampir sama baik dalam menu dan cara penyajiannya, sedangkan lokasi yang strategis, nyaman dan aman serta luas lahan parkirnya memang hanya diperoleh di Rumah makan Padang Sederhana Malang.
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang 87

t 3,854 2,362 2,081 3,477 2,467 F = 4,604

Sig 0,000 0,020 0,040 0,015 0,010 0,000

r 1,000 0,137 0,195 0,225 0,220

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

Hasil perolehan nilai Determinasi R sebesar 61,26 % dapat disimpulkan bahwa keputusan pembelian konsumen dapat dijelaskan oleh pengaruh variabel Produk, harga, Lokasi dan Promosi sedangkan sisanya 38,74 % dijelaskan oleh variabel lainnya seperti variabel pelayanan dan variabel internal dan eksternal dalam perilaku konsumen yang lainnya yang tidak termasuk dalam penelitian ini

Daftar Pustaka: Assauri, Sofyan, 1987, Manajemen Pemasaran Dasar Konsep dan Strategi, Rajawali Press, Jakarta. Cooper, R, Donald and William, Emory, 1999. Metode Penelitian Bisnis. Terjemahan Ellen Gunawan. Jakarta : Erlangga. Engel F., James Blackwell, D. Roger Miniard W. Paul, 1995, Perilaku Konsumen, terjemahan Budijanto, cetakan kesatu, Binaputra Aksara, Jakarta. Gitosudarmo,Indriyo (1995), Manajemen Pemasaran, Edisi Pertama, Yogyakarta : BPFE. Umar, Husein, 2000. Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama. Kotler, Philip and Amstrong, 1993, Manajemen Pemasaran Analisa Perencanaan dan Pengendalian, Terjemahan Jaka Wasana, Erlangga, Edisi 5, Jilid 1. Kotler, Philip, 2001. Marketing Management. Elevent edition. Prentice Hall. Mc. Carty, E. Jerome, 1994, Dasar-dasar Pemasaran, terjemahan Agus Dharma, Edisi Kelima, cetakan pertama. Stanton,J William (1996), Prinsip Pemasaran I, Edisi Ketujuh, Jakarta : Erlangga. Sugiyono, 2003. Statistika Untuk Penelitian. Bandung : CV. Alfabeta. Swasta, Basu dan T. Hani Handoko, 1982, Asas-asas Marketing, Edisi II, Liberty, Yokyakarta. Swasta .Basu, 2000. Manajemen Pemasaran Modern. Edisi Kedua. Yokyakarta : Liberty.
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang 88

Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIA

Vol. 5 No. 1. Desember 2010

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang

89

Beri Nilai