REFERAT HIFEMA

OLEH : VALENSIA PEMBIMBING : DR. NURBUANTO, SpM

ANATOMI

ANATOMI Iris lanjutan badan siliaris kedepan merupakan diafragma yang membagi bola mata menjadi 2 segmen : segmen anterior & segmen Posterior ´ Ditengahnya berlubang : pupil ´ Iris membagi 2 : bilik mata depan ( camera oculi anterior = COA) & bilik mata belakang ( camera oculi posterior = COP ) ´ .

Jaringan trabekulum memegang peranan pentiing dalam sirkulasi aqueous humor.´ Camera Oculi Anterior ( COA ) merupakan sebuah ruangan kecil berisi aqueous humor yang terdapat antara endotel kornea dan akar iris. Jaringan ini merupakan suatu anyaman yang mengisi kelengkungan sudut filtrasi. ´ . Aqueous humor yang diproduksi oleh badan siliar dialirkan ke camera oculi posterior ( COP ). COA. Bagian utama dari COA adalah jaringan trabekular yang ada di bagian sudut bilik mata depan. maka aliran aqueous humor akan terganggu sehingga menyebabkan peningkatan tekanan intraocular. pupil. Apabila jaringan trabekulum tertutup oleh iris.

DEFINISI ´ hifema adalah suatu keadaan dimana ditemukan darah dalam bilik mata depan yang terjadi akibat trauma tajam maupun tumpul yang merobek pembuluh darah iris atau badan siliar .

Perdarahan spontan dapat terjadi pada mata dengan rubeosis iridis. Perdarahan pasca bedah.ETIOLOGI Penyebab hifema adalah : ´ ´ ´ Gaya-gaya akibat kontusif sering merobek pembuluhpembuluh iris dan merusak sudut kamera okuli anterior biasanya pada trauma tumpul atau trauma tembus. tumor pada iris. retino blastoma. dan kelainan darah. bisa juga terjadi pada pasca bedah katarak kadang-kadang pembuluh darah baru yang terbentuk pada kornea dan limbus pada luka bekas operasi bedah katarak dapat pecah sehingga timbul hifema .

maka dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu : 1. Primer Perdarahan yang terjadi segera sesudah trauma 2. Perdarahan sekunder ini terjadi oleh karena resorbsi dari bekuan darah yang terjadi terlalu cepat. sehingga pembuluh darah tidak dapat waktu cukup untuk regenerasi kembali. Perdarahan lebih hebat dari yang primer.KLASIFIKASI Berdasarkan waktu terjadinya hifema. . Oleh karena itu seorang dengan hifema harus dirawa sedikitnya 5 hari. Perdarahan ulang terjadi pada 16 sampai 20% kasus dalam 2 sampai 3 hari. Sekunder Biasanya timbul setelah 5-7 hari sesudah trauma.

... . Iskemia. Neovaskularisasi : Diabetes Mellitus.. Tumor mata : Retinoblastoma Kelainan pembuluh darah mata : Juvenille xanthogranulomatosa..LANJUTAN. Pembentukan Sikatriks.. mikrohemangioma iris. Tindakan pembedahan intraokuler Hifema sekunder biasa terjadi secara spontan akibat rapuhnya pembuluh darah atau gangguan mekanisme pembekuan darah sehingga prognosisnya lebih buruk. Hifema juga bisa terjadi sekunder oleh akibat dari : ´ ´ ´ ´ ´ Kelainan pada iris : rubeosis iridis.

PATOFISIOLOGI Sumber perdarahan tersering pada hifema adalah iris. Di daerah iris ini terdapat otot-otot pengatur pupil seperti otot siliar. Pada trauma tumpul benturan yang mendadak dapat meregangkan pembuluh darah limbus dan dislokasi iris dan lensa. . sfingter pupil. Pergeseran lensa dapat menimbulkan robekan pada iris atau badan siliar sehingga menimbulkan perdarahan yang tampak pada COA. Adnya trauma tembus atau trauma tumpul seringkali menyebabkan rupturnya otot-otot tersebut dan menyebabkan perdarahan. dan dilator pupil. Ada 2 mekanisme yang dapat menyebabkan perdarahan disekitar iris: ´ ´ Iris merupakan jaringan mata yang kaya akan vaskularisasi.

GEJALA KLINIS Adanya riwayat trauma ´ Rasa sakit yang hebat disertai rasa menekan kepala ´ Penurunan penglihatan (derajat penurunan bervariasi tergantung jumlah darah yg mengisi COA ´ Bila duduk terlihat di bagian bawah bilik mata depan atau dapat menempati seluruh ruang bilik mata depan ´ .

Pemeriksaan bagian dalam mata dengan lup. Terdapat batas yang cukup tegas antara bagian COA yang terisi darah dan yang tidak. atau slitlamp untuk melihat keadaan struktur jaringan intra okular Peningkatan tekanan intra okular umumnya terjadi dalam 24 jam pertama dan butuh penatalaksanaan segera untuk mencegah komplikasi atrofi papil saraf optik yang dapat mengakibatkan hilangnya penglihatan..PEMERIKSAAN OFTALMOLOGI ´ ´ ´ ´ ´ Melihat adanya darah yang menggenangi COA. oftalmoskop. Pemeriksaan visus dan tekanan intra okular. .

.... sehingga aqueous humor tetap tertahan di COA dan menyebabkan peningkatan tekanan intra okular. Peningkatan TIO dapat disebabkan: ´ ´ ´ Sumbatan jaringan trabekula oleh sel darah merah dan bekuan fibrin dari pendarahan Dislokasi lensa akibat trauma mendorong iris ke depan sehingga menutup jaringan trabekula Jaringan trabekula yang tertutup menyebabkan hambatan aliran aqueous humor... ...LANJUTAN.

PEMERIKSAAN PENUNJANG ´ ´ CT scan Ultrasound biomicroscopic (UBM) .

´ .DIAGNOSIS Diagnosis hifema ditegakkan melalui anamnesis dan pemeriksaan oftalmologi ´ Adanya riwayat trauma disertai keluhan sakit pada mata dan penglihatan yang menurun.

Hifema dibagi menjadi beberapa tingkatan berdasarkan ketinggian perbatasan darah pada COA Ketinggian darah Grade 1 Grade 2 Grade 3 Grade 4 < COA -½ COA >½ COA SELURUH COA 58% 20% 14% 8% Frekuensi .

.

KOMPLIKASI Sinekia ´ Imbibisi kornea ´ Peningkatan TIO ´ Pendarahan okular posterior ´ .

Keadaan Hifema total bertahan selama 5 hari Hifema difus bertahan selama 9 hari Komplikasi Sinekia anterior perifer TIO > 25 mmHg selama 6 hari Ada tanda-tanda dini imbibisi kornea Imbibisi kornea TIO > 50 mmHg selama 5 hari TIO > 35 mmHg selama 7 hari Atrofi papil saraf optic .

PENATALAKSANAAN ´ Pasien hifema disarankan untuk tirah baring dan mengurangi aktivitas. Penatalaksanaan medikamentosa yang dapat diberikan untuk pasien hifema yaitu : ´ Untuk mengurangi rasa sakit dapat digunakan analgesik asetaminofen. . Pasien diistirahatkan dengan posisi kepala yang agak ditinggikan sekitar 30-60 derajat dan kedua mata ditutup untuk memberikan istirahat pada mata.

.LANJUTAN. Steroid dapat diberikan setelah hari ke-3 dari terjadinya hifema..... Steroid bermanfaat untuk mencegah terjadinya komplikasi seperti sinekia posterior.. atau iridosiklitis. sinekia anterior perifer... ‡ . ‡ Pemberian sikoplegik seperti atropin 1% tetes mata bermanfaat untuk mencegah kontraksi badan siliar agar tidak terjadi perdarahan ulang.

.LANJUTAN.. perlu ditambahkan antiglaukoma sistemik seperti asetazolamid..... ´ Pemberian antiglaukoma lokal seperti timolol atau golongan penghambat kolinesterase apabila terjadi peningkatan tekanan intra okular.. Apabila dengan pengobatan tersebut TIO masih tetap tinggi. ..

..LANJUTAN........ Pada dasarnya pengobatan hifema ditujukan untuk ´ ´ ´ ´ ´ ´ Menghentikan perdarahan dan mencegah perdarahan ulang Mengeluarkan darah dari COA Mengendalikan tekanan intra okular Mencegah terjadinya imbibisi kornea Mengobati uveitis akibat hifema Menemukan penyulit sedini mungkin .

Indikasi dilakulakannya parasintesis antara lain: Hifema grade 3 atau grade 4 tanpa tanda-tanda absorpsi darah setelah 8 hari Tidak ada tanda-tanda berkurangnya darah setelah 5 hari pada hifema grade 4 Imbibisi kornea Hifema grade 3 dengan TIO tetap • 25 mmHg selama 6 hari meskipun telah diberikan antiglaukoma secara optimal Hifema grade 4 dengan TIO tetap • 50 mmHg selama 4 hari meskipun telah diberikan antiglaukoma secara optimal Pasien hifema grade berapapun yang menderita sickle cell dengan TIO tetap • 35 mmHg dalam24 jam 5.´ Apabila diperlukan.7 ´ ´ ´ ´ ´ ´ . dapat dilakukan tindakan pembedahan atau parasintesis di samping pengobatan medikamentosa tersebut.

PROGNOSIS Prognosis hifema ditentukan berdasarkan ´ Kerusakan struktur okular lainnya. misalnya ruptur koroid atau perlukaan macula ´ Ada tidaknya perdarahan sekunder ´ Ada tidaknya komplikasi seperti glaucoma. imbibisi kornea. atau atrofi optik .

Hifema dapat di akibatkan oleh trauma tumpul yang menyebabkan peregangan pembuluh darah di daerah limbus dan robekan pada iris atau badan siliar. Selain itu bisa juga terjadi sekunder akibat kelainan pembuluh darah yang terlihat pada COA. Namun sedikitnya darah yang terlihat pada COA tetap harus diperhatikan karena mungkin terjadi kerusakan struktur mata yang lebih dalam. Pasien hifema biasa datang dengan adanya riwayat trauma pada mata diikuti keluhan rasa sakit dan menurunnya penglihatan. Terkadang diperlukan pemeriksaan yang lebih mendalam seperti CT Scan dan Ultrasound Biomicroscopic untuk mengetahui adanya fraktur tulang orbita atau corpus alineum. Diagnosis cukup mudah ditegakkan berdasarkan anamnesis tersebut ditambah pemeriksaan yang memperlihatkan adanya darah di COA.KESIMPULAN ´ ´ Hifema merupakan keadaan dimana COA terisi oleh darah. .

´ ´ Hifema merupakan kegawatan dalam penyakit mata karena apabila tidak segera diatasi dapat timbul komplikasi yang cukup menyulitkan. dan penurun tekanan intraocular. Apabila dengan medikamentosa hifema tidak teratasi. pemberian obat analgesic. steroid. . Penatalaksanaan yang segera dapat menurunkan kemungkinan terjadinya komplikasi sehingga memberikan prognosis yang lebih baik. Penatalaksanaan hifema dilakukan mulai dengan mengistirahatkan pasien dengan posisi yang agak ditinggikan. dapat dilakukan tindakan pembedahan atau parasintesis. Komplikasi hifema dapat menyebabkan peningkatan tekanan intra ocular yang berakhir pada atrofi papil saraf optic dan kebutaan.

Pocket. 2000. Sagung Seto. Riodan-Eva. Nana. ed. edisi ke 2. P.brooksidepress.htm Anonim diunduh dari www.G.org/Products/OperationalMedicine/DATA/operatio nalmed/SickCall/Eye/Hyphema.medscape.org. Atlas. 1993.qa/mejem/March2004/Edited/ostudy3. 2002. edisi 14. D. dalam : Oftalmologi Umum. Ilyas. Wijana.DAFTAR PUSTAKA ´ ´ ´ ´ ´ ´ ´ ´ ´ ´ Vaughan. Jakarta.klikdokter. Ilmu Penyakit Mata. Abadi Tegal. hal : 384 ² 385. Textbook. Widya Medika. Sidarta. Glaukoma. Jakarta : CV. hal : 264. Suyono Joko. Opthalmology. A.com Anonim diunduh dari http://emedicine. T. 2nd Ed 2007.com/article/1190165-overview Anonim diunduh dari www. Asbury.htm . Jakarta. Ilmu Penyakit Mata Untuk Dokter Umum dan Mahasiswa Kedokteran.hmc. Hal 314 ² 315 Hifema diunduh dari http://www.