Anda di halaman 1dari 7

A.

DEFINISI y Pruritus ialah sensasi kulit yang iritatif dan menimbulkan rangsangan untuk menggaruk (Djuandha, Adhi, 1993 : 268, Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin,FKUI Jakarta) y Pruritus merupakan hasil stimulasi gradasi ringan pada serat saraf (Djuandha,Adhi, 1993 : 274) y Pruritus (gatal) merupakan ketidaknyamanan utama sampai tingkat ringanatau berat pada inflamasi kulit (Long, BC, 1996 : 611, Keperawatan MedikalBedah Vol. 3, Alumni Pendidikan Keperawatan, Padjajaran, Bandung) y Pruritus (gatal-gatal) merupakan salah satu dari sejumlah keluhan yang palingsering dijumpai gangguan dermatologik yang menimbulkan gangguan rasa nyaman dan perubahan integritas kulit jika pasien meresponnya dengangarukan (Brunner dan Suddarth, 2002 : 1854) y Pruritus (gatal-gatal) adalah suatu perasaan yang secara otomatis menuntut penggarukan (www.medicastore.com)

B. ETIOLOGI Pruritus dapat disebabkan oleh faktor eksogen atau endogen. a. Eksogen, misalnya dermatitis kontak (pakaian, logam, benda asing),rangsangan oleh ektoparasit (serangga, tengau, skabies, pedikulus, larvamigrans) atau faktor lingkungan yang membuat kulit lembab atau kering. b. Endogen, misalnya reaksi obat atau penyakit sebagai contoh dapat disebutdiskriasia darah, limfoma, keganasan alat dalam dan kelainan hepar atauginjal. Acapkali kausa secara klinis pada permulaan belum diketahui

C. MANIFESTASI KLINIK Manifestasi klinik pruritus adalah tanda-tanda garukan dan ekskoriasi.Pada garukan akut dapat timbul urtikaria, sedangkan garukan akut dapat timbulurtika, sedangkan pada garukan kronik dapat timbul perdarahan kutan danlikenifikasi. Garukan dengan kuku menyebabkan ekskoriasi linear pada kulit danlaserasi pada kukunya sendiri.Keringanan perasaan gatal dengan garukan hanya akan ada, bila kausa pruritus tidak terletak di alat sentral.

D. PATOFISIOLOGI Prutitus merupakan sistom kutan yang memprovokasi keinginan untuk menggaruk dan merupakan gejala yang mendasari banyak gangguan. Merupakanmodifikasi rasa nyeri tapi kurang dapat ditolerir. Hanya terjadi pada kulit, jaringan mukosa tertentu dan mata. Daerah yang paling sering sensitif terhadapgatal ialah lubang hidung, hubungan mukokutaneus, telinga luar, perineum. Salah satu penyebab pruritus adalah kulit kering, kadang-kadang akibatmandi yang berlebihan, terutama terlalu banyak busa, yang pengaruhnya bisamenimbulkan kekeringan. Penyebab umum dari gatal adalah kulit kering, yang mengiritasi kulit : plastik kaca fiber, wol, produk tanaman, serangga, reaksi obat ireaksi psikogenis, penyakit kulit : inflamasi, dermatitis, penyakit infeksi, penyakit sistemik : penyakit kandung empedu obstruktif, uremi, diabetes melitus, neoplasia : penyakit hodgin, leukemia, limfoma. Faktor yang menambah intensitas gatal adalah vasodilatasi, anoksia jaringan dan sirkulasi statis. Pruritus memicu respon motoris untuk menggaruk.Orang dengan gatal intensif dapat mengupas kulit tergali sampai ke dalam kulit dengan kuku untuk mengurangi rasa gatal. Orang dengan gatal yang menyeluruhakan tampak dengan gerakan yang konstan menekuk-nekukan anggota badan,menggosok-gosok dan menggaruk-garuk.Seperti rasa sakit,rasa gatal timbul akibat aktivitas ujung-ujung saraf sensorik diperbatasan dermis dan epidermis. Menurut Bickfoard ada dua jenisrespon terhadap stimulus rasa gatal. a. Rasa gatal setempat (spontanius itch)Yaitu rasa gatal yang timbul sesudah stimulus dan masa laten,rasagatal ini cepat hilang. b. Rasa gatal difus (itchy skin)Rasa gatal timbul sesudah stimulus,berikutnya dan meluaskesekitarnya. (Long, B.C, 1996 : 612).

E. PATHWAY PRURITUS Bahan pengiritasi Reaksi hipersensitifitas Sirkulasi darah berkurang

Eritema, parut lesikel

Erupsi

PRURITUS

Menggaruk daerah yang sakit

Infeksi sekunder Ekskoriasis, Erosi

Kerusakan integritas kulit

Resiko terhadap Gangguan citra tubuh Pola tidur tidak efektif infeksi

Kurang pengetahuan (Doenges, M.E, dkk, 1999 : 804-823, Price, SA dan Wilson, LM, 1991 : 498-500),Corwin Elizabeth J, 2000 : 595)

F. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1.Resti Infeksi berhubungan dengan kerusakan perlindungan kulit 2.Nyeri (akut) berhubungan dengan kerusakan jaringan kulit 3.Gangguan citra tubuh dengan HDR berhubungan dengan kecatatan kulit.

G. PENYEBABNYA Faktor-faktor atau keadaan yang bisa pruritus antara lain: 1. Faktor lokal,sensitivitas kulit terhadap sesuatu stimulu, kulit kering

akibatkelembaban kurang,mandi terlalu sering,pada orang tua akibat faal perubagan kulit yang menimbulkan iskemi dan atropi kulit. 2. Faktor lingkungan : suhu tinggi 3. Uremi penyakit pada gagal ginjal kronik 4. Bendungan saluran empedu dimana terjadi peningkatan kadar garamempedu. 5. Policytemia urea. Rasa gatal diprofokasi oleh kontak dengan air,disebutaquagenik pruritus. Berasosiasi dengan konsentrasi darah vena yang tinggi,mungkin histamin berperan sebagai modiator,biasanya rasa gatal bisa dikurangi oleh anti histamin 6. Kehamilan trimester akhir.Pruritus bisa timbul dengan atau tanpa kelainan kulit,bisa lokal ataugeneralisata. Pruritus generalisata bisa merupakan gejala utama penyakitsistemik,maka harus ditanggapi dengan serius seperi demam oleh sebabyang tiada diketahui. Penelitian membuktikan bahwa reseptor gatal hanya ditemukan pada lapisan kulit teratas, sehingga gatal tidak pernah dirasakan pada jaringan yanglebih dalam seperti otot, sendi, maupun organ dalam. Mekanisme gatal dapat berasal dari: a. Sistem saraf, yaitu akibat akumulasi bahan perangsang gatal danakibat kerusakan saraf yang ditimbulkan oleh berbagai penyakitseperti tumor otak dan kencing manis. b. Faktor psikologis yang berhubungan dengan gejala kelainan jiwaseperti halusinasi. c. Ransangan pada respon syaraf kulit.

H. KOMPLIKASI Bila skabies tidak diobati selama beberapa minggu atau bulan, dapat timbuldermatitis akibat garukan. Erupsi dapat berbentuk impetigo, ektima, sellulitis,limfangitis, dan furunkel. Infeksi bakteri pada bayi dan anak kecil yang diserangscabies dapat menimbulkan komplikasi pada ginjal. Dermatitis iritan dapat timbul karena penggunaan preparat anti skabies yang berlebihan, baik pada terapi awalataupun pemakaian yang terlalu sering.

a. PENANGANAN Penanganan gatal harus ditujukan pada penyebab yang mendasarinya. Untuk mendiagnosis penyebabnya secara tepat diperlukan keahlian dokter yang telah

berpengalaman ditambah bantuan berbagai pemeriksaan penunjang bila perlu. JikaAnda mengalami gatal-gatal berat yang mengganggu atau disertai gejala penyakitserius seperti yang telah diuraikan di atas, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk memperoleh penanganan lebih lanjut. Penderita dermatitis, infestasi parasit, penyakit jamur dan penyakit kulit lain sebaiknya memeriksakan diri ke dokter spesialis kulitdan kelamin. Untuk gatal ringan dengan penyebab yang tidak membahayakan seperti kulitkering, dapat dilakukan penanganan sendiri berupa: a. Mengoleskan pelembab kulit berulang kali sepanjang hari dan segera setelahmandi. b. Tidak mandi terlalu sering dengan air berkadar kaporit tinggi. c. Menggunakan sabun hipoalergenik dan nonbasa. d. Memasang alat pelembab udara, terutama di ruangan ber-AC. e. Mengenakan pakaian yang tidak mengiritasi kulit seperti katun dan sutra,menghindari bahan wol serta bahan sintesis yang tidak menyerap keringat. f. Menghindari konsumsi kafein, alkohol, rempah-rempah, air panas dankeringat berlebihan. g. Menghindari hal-hal yang telah diketahui merupakan penyebab gatal. h. Menjaga higiene pribadi dan lingkungan. i. Mencegah komplikasi akibat garukan dengan jalan memotong kuku danmenggosok kulit yang gatal menggunakan telapak tangan sebagai gantimenggaruk. Obat yang dapat dipergunakan antara lain obat oles antigatal(dengan kandungan mentol, kampor, kalamin dan doxepin HCl) serta obatminum, seperti doxepin dan antihistamin.

ASUHAN KEPERAWATAN PENGKAJIAN Biodata Cantumkan biodata klien secara lengkap yang mencakup umur, jenis kelamin, suku bangsa. Keluhan utama Biasanya klien datang ke tempat pelayanan kesehatan dengan keluhan gatal pada kulitnya, intensitas gatal lebih sering terasa pada malam hari.

Riwayat penyakit sekarang Factor pencetus timbulnya pruritus dapat disebabkan oleh adanya kelainan sistemik internal seperti diabetes melitus, kelainan darah atau kanker, penggunaan preperat oral seperti aspirin , terapi antibiotic, hormone. Adanya alergi, baru saja minum obat yang baru, pergantian kosmetik dapat menjadi factor pencetus adanya pruritus. Tanda-tanda infeksi dan bukti lingkungan seperti udara yang panas, kering, atau seprei/selimut yang menyebabkan iritasi, harus dikenal. Pruritus dapat terjadi pada orang yang berusia lanjut sebagai akibat dari kulit yang kering. Riwayat penyakit dahulu Pruritus merupakan penyakit yang hilang/ timbul, sehingga pada riwayat penyakit dahulu sebagian besar klien pernah menderita penyakit yang sama dengan kondisi yang dirasa sekarang. Riwayat penyakit keluarga Diduga factor genetic tidak mempengaruhi timbulnya pruritus. Kecuali dalam keluarga ada kelainan sistemik internal yang bersifat herediter mungkin juga mengalami pruritus. Riwayat psikososial Rasa gatal dapat pula disebabkan oeh factor psikologik seperti stress yang berlebihan dalam keluarga atau lingkunagn kerja. Pruritus menimbulkan gangguan rasa nyaman dan perubahan integritas kulit. Rasa gatal yang hebat akan menganggu penampilan pasien.

Kebiasaan sehari-hari Penggunaan sabun dan zat kimia tertentu, biang keringat (miliaria) dan kontak dengan pakaian dari bahan wol juga dapat berkaitan dengan pruritus.

DIAGNOSA 1. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan adanya lesi, erosi. 2. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan adanya kerusakan integritas kulit. 3. Pola tidur tidak efektif berhubungan dengan adanya rasa gatal. 4. Resiko terhadap infeksi berhubungan dengan adanya lesi. 5. Kurang pengetahuan kurang terpapar informasi.

DAFTAR PUSTAKA Djuanda, Adi, Dr. 1993. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. FKUI Jakarta. Long, Barbara, C. 1996. Keperawatan Medical Bedah, Volume 3. VAIA PendidikanKeperawatan Padjajaran, Bandung