PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk

2010

LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT

Memacu Daya, Meningkatkan Hasil
Enhancing Capacity for Higher Output

Mewujudkan Visi Menjadi Perusahaan Tambang Batu Bara Utama
Realizing a Major Coal Mining Company

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 1

P

T Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) sebagai salah satu perusahaan tambang utama di Indonesia, di tahun 2010 mulai mewujudkan rencana optimalisasi potensinya dengan membangun infrastruktur untuk menunjang kegiatan produksi maupun transportasi, meningkatkan kapasitas produksi dan mengintegrasikan sistem pengelolaan hasil produksi dengan pemasokan batubara ke konsumen. Pelaksanaan program tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan Perseroan di masa mendatang yang kini mulai menunjukkan hasilnya.
coal mining companies, optimizes its potentials by constructing infrastructure to support production and transportation, stepping up production capacity, and integrating production management system with coal supply to consumers. The program was part of the Company’s expansion plan that has come to fruition.

In 2010, PTBA being one of Indonesia’s major

2

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Operasi yang Semakin Efisien
More Efficient Operations

Biaya Produksi Swakelola
Inhouse Production Cost

5,6%
The Company’s cost of inhouse production per ton at mine is lower than other coal companies. And yet the Company maintains its cost and operating efficiency drive that has enabled production to increase at reduced output cost, although fuel and labor costs continue escalating. Hence, the Company successfully cut production cost per ton at mine by 5.6% lower from the preceding year.

Biaya produksi batubara swakelola Perseroan di tambang per ton cukup rendah dibandingkan perusahaan sejenis. Namun demikian Perseroan tetap melakukan langkah pengendalian biaya dan berbagai langkah efisiensi operasional, sehingga di tengah kecenderungan peningkatan biaya bahan bakar dan tenaga kerja, volume produksi berhasil ditingkatkan dengan biaya per out-put produk yang semakin rendah. Dengan upaya tersebut Perseroan dapat menurunkan biaya produksi per ton batubara swakelola di tambang sebesar 5,6% lebih rendah dari pada biaya tahun 2009.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 3

Volume Produksi dan Penjualan yang Meningkat
Higher Production and Sales
Total Produksi
Total Production

Total Penjualan
Total Sales

7,4%

3,7%

Revitalisasi dan optimasi peralatan produksi membuat Perseroan mampu meningkatkan produksi hingga sebesar 7,4%, diiringi dengan keberhasilan perluasan pasar dan kerjasama dengan PT KAI dalam upaya meningkatkan kapasitas angkut kereta api, sehingga volume penjualan batubara meningkat 3,7%.

Revitalizing and optimizing production equipment boosted production by 7.4% and expanded market working closely with PT KAI to improve railway loading capacity and resulted in coal sales increase of 3.7%.

4

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Pengembangan Usaha yang Terintegrasi dan Dinamis
Integrated and Dynamic Business Development

Realisasi pengembangan usaha secara terintegrasi kini telah semakin mewujud, yakni, pembangunan PLTU skala kecil dengan bobot pekerjaan telah mencapai 85%, pengembangan potensi ekonomis dari Coal Bed Methane (CBM) yang telah memasuki tahap persiapan pemboran eksplorasi, peningkatan kapasitas angkut jalur KA eksisting dan pengembangan jalur KA khusus batubara ke Lampung yang telah sampai pada penandatanganan kontrak Engineering Procurement Construction (EPC) sehingga pasar batubara kalori rendah.

Peningkatan Kapasitas dan Pengembangan Angkutan KA
Increasing and Developing Train Loading Capacity

The realization of integrated business development has brought more encouraging results: the construction of small-scale Thermal Power Plant (TPP) was 85% completed, Coal Bed Methane (CBM) project was nearing exploration drilling phase, EPC contract to increase the existing railway loading capacity and to construct coal transportation railway to Lampung was signed, hence opening a wider market for low-calorie coal.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 5

Standar Baru Dalam Pengembangan Lingkungan
New Standards of Environmental Development

Sebagai wujud kepedulian pada upaya pelestarian lingkungan, Perseroan melanjutkan pembangunan Taman Hutan Rakyat (TAHURA) Tanjung Enim seluas 5.934 hektar yang terbagi atas 12 zona. PTBA berhasil mempertahankan PROPER HIJAU tingkat Nasional di tahun 2010 dalam pengelolaan lingkungan tambangnya.

PROPER HIJAU
Green PROPER

As evidence of PTBA concern for environmental conservation, the Company continued the development of Tanjung Enim People’s Forest Park (TAHURA) measuring 5,934 hectares divided into 12 zones. PTBA retained its National GREEN PROPER award in 2010 for its effort to manage the surrounding environment.

• Dijual sebagai BBG. JANGKA PANJANG LONG TERM Mengembangkan potensi ekonomi CBM di wilayah konsesi PTBA (Tanjung Enim. TEKNOLOGI INFORMASI Information Technology • Evaluasi dan penggantian sistem operasional secara berkala. • Tarahan 2 x 8 MW – EPC Contractor appointed. • Persiapan pemboran eksplorasi di Tanjung Enim. • Membangun PLTU kecil untuk kebutuhan sendiri di tiga lokasi. • Periodic evaluation & replacement of software. Menandatangani kontrak penjualan batubara peringkat rendah jangka panjang dengan PLN. Ombilin and Peranap). • Upgrade perangkat keras. • Penggantian dan penambahan armada truk & shovel dengan kapasitas yang lebih besar. PLTU 2 x 200 MW in Madura. TUJUAN OBJECTIVE To be used as fuel for the Company’s own TPP. • Ikut serta dalam proses tender IPP PLTU Mulut Tambang 2 x 300 MW dan 2 x 600 MW di Tanjung Enim. others IPP. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP Thermal Power Plant • Memenuhi keperluan daya listrik sendiri. Increasing economic value of low-calorie coal by approximately 34% of reserves.6 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Sasaran Pengembangan Perusahaan Company Development Goal DIVERSIFIKASI PENDAPATAN Diversification of Earnings BATUBARA KALORI RENDAH Low Calorie Coal Pemanfaatan sebagai bahan bakar PLTU milik sendiri maupun milik IPP lain. • Tanjung Enim 3 x 10 MW . • To fuel TPP.t rendah sebesar kurang lebih 34% dari cadangan batubara yang selama ini belum diproduksi. PROGRAM 2010 2010 PROGRAM Memanfaatkan nilai ekonomi batubara kalori peringkat rendah sebesar lebih kurang 34% dari cadangan batubara yang selama ini belum dieksploitasi.and large-scale IPP for sale to PLN. • Pembangunan PLTU Unit Tanjung Enim 3 x 10 MW mencapai 85 %. • In preparation of exploration drilling in Tanjung Enim. • Constructing medium. • To be sold as gas fuel. • Participated in mine mouth IPP tender for 2 x 300 MW and 2 x 600 MW in Tanjung Enim. • Replacement and addition with bigger truck & shovel. Boost in house production higher than 40%. • Membangun PLTU ukuran sedang dan besar untuk dijual ke PLN. • Constructing small-scale TPP for own use in three locations. • Recondition and relocate 2 BWE from TAL to MTBU site. terutama truk dan shovel. . • Routinely maintain 3 other BWE. Pembebasan Lahan 100% dan transmisi 88%. • Selling electricity to PLN. • Penunjukan Kontraktor EPC untuk PLTU Tarahan 2 x 8 MW. 2 x 300 MW in Peranap Riau. • Upgrade peralatan hardware. • Peranap mine mouth 2 x 10 MW – EPC tender and electricity tariff negotiation in progress. PLTU 2 x 200 MW di Madura. PLTU Mulut Tambang 2 x 300 MW di Peranap Riau. Signing long-term low-calorie coal sales contract with PLN. • Tahap lelang EPC dan negosiasi tarif listrik untuk PLTU mulut tambang 2 x 10 MW Peranap. • Banjarsari 2 x 100 MW – EPC Contractor appointed and electricity tariff renegotiated. transmission area 88% cleared. • Integrate product handling system • Upgrade hardware • Merekondisi dan memindahkan 2 unit BWE dari lokasi TAL ke MTBU. Ombilin dan Peranap). • Menjual listrik kepada PLN. Make IT the Company’s operational backbone. • Perawatan rutin 3 unit BWE lainnya. • Upgrading hardware. • Penunjukan kontraktor EPC dan renegosiasi tarif listrik untuk PLTU Banjarsari 2 x 100 MW. PERALATAN PRODUKSI Production Equipment • Optimalisasi 5 unit BWE sistem. Meningkatkan produksi swakelola dengan porsi di atas 40%. Menjadikan TI sebagai tulang punggung operasional Perseroan. • Start adding mining equipment particularly truck & shovel. • Integrasi sistem penanganan produk. Developing economic potentials of CBM in PTBA concession areas (Tanjung Enim. • Memulai program penambahan APU. Site area 100% cleared. • UKL and UPL for the project obtained. • Optimizing 5 BWE system. • Meeting the Company’s electricity needs.85% completed. PENGEMBANGAN OPERASIONAL Operational Development COAL BED METHANE (CBM) • Sebagai Bahan Bakar PLTU. • Memperoleh proyek Upaya Kelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL).

439 peserta. • Membangun jaringan KA khusus batubara. Code of Conduct and Board Manual). Menunjang volume penjualan hingga 82 juta ton/tahun. • Renew Collective Labor Agreement with PTBA Labor Union. • Memperbarui kesepakatan dalam Kontrak Kerja Bersama dengan wakil SPBA. • Sosialisasi GCG pada pegawai. SDM yang memiliki kualitas internasional. • Pelaksanaan program CSR dan pengembangan masyarakat. • Increasing loading port & discharging capacity and stockpile. • Melaksanakan program Bina Wilayah. • Penyelesaian fasilitas barge loading di pelabuhan Tarahan. MENINGKATKAN TATA KELOLA Corporate Governance Development MENINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIA Human Resources Development MENINGKATKAN PENGEMBANGAN LINGKUNGAN Environmental Development • Melengkapi seluruh pranata organisasi. • Tahap pembentukan Sistem Pelaporan Pelanggaran (SPP) . • Cooperation with PT KAI to increase existing railway transport capacity. • Melakukan asesmen terhadap 334 karyawan dan mempromosikan 45 karyawan. • Completion of loading barge facility at Tarahan port. • Pengesahan Soft Structure GCG (GCG Code. • Install whistle blowing system. secara bertahap di lokasi rencana Zona Penerima. • Carry out Area Development Program. • Melakukan pelatihan SDM yang diikuti 3. • Terpeliharanya lingkungan alam yang lebih asri. • Endorse GCG Soft Structure (GCG Code. Step up sales volume to 82 million tons per year. • Environmental monitoring in three main locations in accordance with Environment Quality Standard. Develop HR competence by training and periodic evaluation. • Equipping all organizational system. Menjadi Good Corporate Citizen. • Upgrading capacity of coal handling facility in Tanjung Enim mine and Tarahan port. • Bekerja sama dengan PT KAI untuk meningkatkan kapasitas angkut jaringan yang sudah ada. • Revegetasi lahan pascatambang secara bertahap dan berkelanjutan. Code of Conduct (COC) dan Board Manual). • Pernyataan kepatuhan seluruh pegawai dalam penerapan COC GCG. • Meningkatkan pemanfaatan sumber daya air. • Declaration of Commitment to GCG. • Refurbishment of Kertapati pier. • Assess 334 and promote 45 employees. • Socialize GCG to employees. • Enhancing GCG best practices and periodic assessment. • Head of Agreement (HOA) on coal transportation to Tanjung Api-api (South sumatera) with Adani (India). • Persiapan fasilitas produksi di MTBU mencapai 65%. • Preserve surrounding environment. Meningkatkan kompetensi SDM melalui pelatihan dan evaluasi secara berkala. Be a Good Corporate Citizen. . • HOA angkutan batubara KA khusus ke Tanjung Api-api (Sumsel) dengan Adani (India). • 65% completion of MTBU production facility. • Revegetation and development of People’s Forest Park in Receiving Zone. • Revegetate post-mining. • Carry out Partnership & Community Development Progarm. • CSR and Community Development program. • External assesment. • Asesmen oleh pihak independen. Human Resource with international qualification. • Memantau lingkungan di tiga lokasi utama sesuai standar Baku Mutu Lingkungan (BML).439 people. • Melaksanakan program PKBL. • Pelaksanaan revegetasi dan pembangunan Taman Hutan Rakyat. • Peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. • Meningkatkan best practices penerapan GCG dan evaluasi berkala.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 7 INFRASTRUKTUR Infrastructure • Peningkatan kapasitas bongkar muat pelabuhan dan stockpile. • Optimize water sources. • Refurbishment dermaga di Kertapati. • Improve surrounding community welfare. • Pengembangan coal handling facility di Tanjung Enim dan di pelabuhan Tarahan. • HR training attended by 3. COC by employees. • Constructing coal-transport railway.

281.754 526.596.402.133 4.875 6.2 50.2 48.459 409.002 (1.650 (600.0 62.709.266 774 911.Depresiasi dan Amortisasi 62.116 675.292.133.548.501 1.6 23.942 56.2 47.746 8.4 42.559 5.190 644.106.9 33.832 2.728 959.008.512 6.722.3 59.235 197.947.957 RASIO-RASIO (Dalam %) RASIO PERTUMBUHAN Penjualan Laba kotor Laba usaha Laba bersih Laba bersih per saham RASIO USAHA Laba Laba Laba Laba Laba Laba Laba Laba Laba kotor terhadap penjualan usaha terhadap penjualan bersih terhadap penjualan kotor terhadap jumlah ekuitas usaha terhadap jumlah ekuitas bersih terhadap jumlah ekuitas kotor terhadap jumlah aset usaha terhadap jumlah aset bersih terhadap jumlah aset 46.5 178.295.1 25.624 420.3 62.792 151.932 447.166 (1.372 8.527 5.720 1.531.0 117.8 491.701.376.713) 9.5 85.156 4.8 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 IKHTISAR UTAMA Ikhtisar Keuangan Financial Highlights NERACA (Dalam juta Rp) ASET Kas dan setara kas Piutang usaha (bersih) Persediaan (bersih) Aset lancar lainnya (bersih) Aset lancar Taksiran klaim atas kelebihan pembayaran pajak Investasi pada perusahaan asosiasi Properti pertambangan (bersih) Aset tetap (bersih) Aset tidak lancar lainnya (bersih) Aset tidak lancar Jumlah aset KEWAJIBAN DAN EKUITAS Hutang usaha Biaya yang masih harus dibayar Hutang pajak Kewajiban lancar lainnya Kewajiban lancar Penyisihan manfaat pensiun dan kesejahteraan karyawan Penyisihan beban pengelolaan lingkungan hidup setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Kewajiban jangka panjang lainnya Kewajiban tidak lancar Jumlah kewajiban Hak minoritas Jumlah ekuitas Jumlah kewajiban dan ekuitas Modal kerja bersih 73.187 8.699 4.0 135.622.043 2.005 701.158 301.9 34.740 84.979 187.4 40.750 1.078.779 120.2 35.8 75.1 26.972 199.2 29.7 59.593) 2.854 (4.230 102.092 (1.722. kecuali laba bersih per saham) Penjualan Harga pokok penjualan Laba kotor Beban usaha Laba usaha Pendapatan lain-lain (bersih) Bagian (rugi)/laba bersih dari perusahaan asosiasi Laba sebelum pajak penghasilan Pajak penghasilan Hak minoritas atas rugi/(laba) bersih anak perusahaan Laba bersih Jumlah saham beredar (juta lembar) Laba bersih per saham Harga pasar saham terhadap laba bersih per saham EBITDA Pengeluaran usaha** 7.220 2.156.075 997.527 3.063 383.493.369 431.6) (24.076.451 74.315.132 6.736 8.843.156 748.392 3.661 76.927 6.304 1.848 1.7 57.063 446.154 (4.2 31.346.517 125.8 (11.039 (3.097 789.954 2.565) 2.304 872 26 2.908 1.953 266.8 60.380.836 128.644.032.301) 4.891 2.366.584 362.686.104 1.675) (1.184 15 3.2 42.908 759.727.505.054.295.988) 3.0 579.063 5.055) (6.998.2 135.136) 3.502 .104.228 (3.990 553.723 2.466 5.343 308 1.423 610.352.844.909.672 (837.862 8.147.8 26.4 23.391 122.407 7.734 2.3 RASIO KEUANGAN Aset lancar terhadap kewajiban lancar Jumlah kewajiban terhadap jumlah aset Jumlah kewajiban terhadap jumlah ekuitas PENGELUARAN MODAL (Dalam juta Rp) Rutin Pengembangan Jumlah pengeluaran modal * Disajikan kembali ** Harga Pokok Penjualan + Beban Usaha .687 1.4 57.846) 1.315 217.008) 2.238) 3.669.309 48.553 (1.6) (35.1) (26.3 36.498.352) 3.578 3.678 171.225 58.599.7 33.578 5.762.1 39.304.6 41.699 5.384 81.106.304 741 9 2.178 423.152 562.392 2010 2009 2008 PERHITUNGAN LABA RUGI (Dalam juta Rp.7 88.645.258.918 411.620 199.2 28.542 921.150) 2.4) 24.650.925 128.0 37.4) (26.0 43.041.036.556 46.133 548.0 365.8 40.987 1.040 111.901 158.743 2.072 174.8 28.216.771 2.551.707.078.9 54.7 30.530.057 (5.783.028.483 69.212 1.949.733 79.022 6.

347 99.352 188.451 2.154 2.5 37.304 315 38 1.519 1.2 17.501.019 360.984 114.0 0.3 17.055 163.7 21.1 25.8 22.137 293.3 413.590 194. net Current assets Estimated claims for tax refund Investments in associated Mining properties. net Fixed assets.931 26.7 34.562 (282.2 43.8 17.936 2006 1.073 (678.8 15.181 2.819 560.6 544.622.5 48.526 12.950 75.414 447.2 28.025 403.035 774.5 27.093 12.734 1.123.776 12.107.080.4 21.970 Sales Cost of sales Gross profit Operating expenses Operating income Other income (net) Share in net (loss)/income of associate Profit before income tax Income tax expense Minority interest in net income of subsidiaries Net income Number of share (in million share) Earning per share Price earning ratio EBITDA Operating expenditures** RATIOS 16.8 32.973 3.480 (2.533.297) 656.6 21.127 483 368.295.857 Routine Development Total capital expenditures * As restated ** Cost of Sales + Operating Expenses .936) 1.460 3.222.761 1.998 39.407) 1.831 3.5 49.979.825 (725.347.1 15.539 64.1 4. net Other current assets.870 744.1 40.734 16.750) (601) 726.341 170.979.5 18.838 71.295.198.025 1.335.533 292.514 (1.174 668.200 759.3 39.009.153.560 800.7 33.228 BALANCE SHEET (In million Rp) ASSETS Cash and cash equivalents Trade receivables.950 (180.765 547.482 25.541 3.7 58.030) 1.670 2.291.241 898.675.508 271.916.831 3.6 36.6 49.254 355.181 2. net Non-current assets Total assets LIABILITIES AND EQUITY Trade payables Accrued expenses Taxes payable Other current liabilities Total current liabilities Provision for retirement and employee benefits Provision for environmental protection reclamation and mine closure Other long term liabilities Total non-currets liabilities Total liabilities Minority interest Total equity Total liabilities and equity Net working capital INCOME STATEMENTS (In million Rp.107.501 3.841) 896.001 3.Depreciation and Amortization . net Inventories.545 310.350 83.159 261.6 13.803.181 99.9 (In percentage) GROWTH RATIO Sales Gross profit Operating income Net income Earning per share OPERATIONAL RATIO Gross profit to sales Operating income to sales Net income to sales Gross profit to equity Operating income to equity Net income to equity Gross profit to total assets Operating income to total assets Net income to total assets FINANCIAL RATIO Current assets to currents liabilities Total liabilities to total assets Total liabilities to total equity CAPITAL EXPENDITURES (In million Rp) 24.082.0 21.112 1.335.318 2.771) (2. net Other non-current assets.211 2. except earnings per share) 4.509) 485.6 60.249 17.019 97.571 455.304 211 17 738.MAIN HIGHLIGHTS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 9 2007* 2.451 431.8 18.855 (2.

493.3 2.727.548.4 3.8 897.106.6 2.184 872 741 485.216.707.9 7.622.9 3.2 2. 101 105 165 06 07 08 09 10 .5 656.2 3.8 3.9 2.722.844.0 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 Laba Bersih (Rp miliar) Net income (Billion Rp) EBITDA (Rp miliar) EBITDA (Billion Rp) Laba Bersih per Saham Earning per share (Rp) (Rp) 2.9 1.6 6.7 8.7 2.2 7.4 1.304.7 726.909.7 8.123.078. Improving efficiency while focusing on business development for higher values.10 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 IKHTISAR UTAMA (Rp miliar) Assets (Billion Rp) Aset Penjualan Sales (Billion Rp) (Rp miliar) Laba Usaha (Rp miliar) Operating Income (Billion Rp) 8.082.2 3.947.1 1.2 738.669.008.0 211 315 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 Dividend per Share (Rp) Dividen per Saham (Rp) 533 371 Meningkatkan efisiensi seraya fokus pada pengembangan usaha untuk memberi nilai yang lebih tinggi.2 4.533.979.107.

240.030 10.397.400 1.712.817 4.553.114 9.728 2.218 3.971 507.400 1.580 8.792 8.852.022.835 400.657 3.819 391.150 1.100 2.763.258 1.454.546 10.968 2.175.068.797.484.430 6.750.144.165.228.240.430 10.312 12.109 712.165.002 12.640 (dalam ton) 8.424 4.695.180.892 10.683 840.665.416.510 • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Muara Tiga Besar Selatan • Banko Barat UPT Total Production Ombilin Mining Unit (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT International Prima Coal Total Production PEMBELIAN PURCHASES 574.294 1.271.388 13.783 574.558 12.388.548.147.722.984 1.511 8.251 722.429 8.243 57.940 10.945 (dalam ton) 511.476.169.426.606.850 11.185 1.478.955.320 RAILWAY TRANSPORTATION Tanjung Enim Ke Tarahan Tanjung Enim ke Kertapati Jumlah Angkutan Tanjung Enim to Tarahan Tanjung Enim to Kertapati Total Transportation PENJUALAN Domestik Ekspor SALES Domestic Export (in tons) Jumlah Penjualan Total Sales .501 1.871.870 8.277.649 2.086.013 1.321.536.510 (in tons) • PT Bukit Asam Prima • PT International Prima Coal • PT Bukit Asam (Persero) Tbk Jumlah Pembelian Jumlah Produksi & Pembelian (dalam ton) • PT Bukit Asam Prima • PT International Prima Coal • PT Bukit Asam (Persero) Tbk Total Purchase Total Production & Purchase (in tons) ANGKUTAN KERETA API 8.114 400.600.783 12.757.049 40.131.310 4.090 6.840 1.884 3.637.199 10.956.896 8.708 366.150 2.736 8.450 1.920.477 1.843 9.472 2.MAIN HIGHLIGHTS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 11 Ikhtisar Operasi Operational Highlights PRODUKSI (dalam ton) Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Muara Tiga Besar Selatan • Banko Barat Jumlah Produksi UPT Unit Pertambangan Ombilin (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT International Prima Coal Jumlah Produksi 2010 2009 2008 2007 2006 PRODUCTION (in tons) Tanjung Enim Mining Unit (UPT) 6.912 11.796 5.498.690 8.897.900.770 783.915.522 10.280.077 10.950.288.734 6.272.620 76.507 560.310.776 1.565 8.209 880.846.803.586 9.781 2.551 12.050.333 5.014 4.612 12.588 508.012 9.922 6.630.613 4.402 5.595.006.509 5.300.161 784.339.461.487.

Stern Steward & Co. Mei May The Best Performing Listed Company 2010 dari Majalah Investor. National GREEN PROPER Award from Ministry of Environment. September September Peringkat 3 Annual Report Award 2009 kategori Non Keuangan Listed Company. 3rd Best Website in BUMN Award presentation. Juli July The Best Public Companies based on WAI (Wealth added Index) dari Indonesia’s Best Wealth creators 2010 Method Indonesia. and SWA Magazine. dalam acara Investor Award. 3rd Rank Operations Management. The Best Performing Listed Company 2010 by Investor Magazine version. November November PROPER HIJAU tingkat Nasional dari Kementrian Lingkungan Hidup. 1st Rank Finance Performance. The Best Company of the Year in International Good Company Award presentation. The Most Trusted Company in GCG Award organized by The Indonesian Institute for Corporate Governance & SWA Magazine. Desember December Predikat Terpercaya dalam GCG Award yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance & Majalah Swa. Agustus August 3rd Best Website dalam acara BUMN Award. Peringkat ke 1 Finance Performance. 2nd Runner-up Best Website 2010 in ISRA Award presentation . PTBA memperoleh runner up II Best Website 2010. Penganugerahan ISRA. 3rd Rank 2009 Annual Report Award (non-financial listed company). 2nd Rank in Mining Companies category in Investor Award presentation. and 3rd Rank GCG Implementation in Business Review Award presentation. The Best Role of Stakeholder dalam IICD Award Corporate Governance Award 2010 dari Majalah Investor. Predikat Aditama untuk Lingkungan dari Kementrian ESDM. Stern Steward & co and Swa.12 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 IKHTISAR UTAMA Penghargaan dan Sertifikasi Awards and Certifications Januari January The Best Company Of The Year dalam International Good Company Award. The Best Role of Stakeholder in IICD Corporate Governance Award 2010 from Investor Magazine. Peringkat ke 3 Operation Management. The Best Public Company from Indonesia’s Best Wealth Creators 2010 (Wealth Added Index) Method Indonesia. Aditama Predicate for Environment from EMR Ministry. dan Peringkat ke 3 GCG Implemention dalam Acara Business Review Award. Peringkat 2 dengan Kategori Perusahaan Pertambangan.

MAIN HIGHLIGHTS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 13 Piagam dan Trophi Penghargaan Sertificate and Trophy Awards BUSINESS REVIEW AWARD ADITAMA ANNUAL REPORT AWARD 3rd BEST WEBSITE. BUSINESS REVIEW AWARD . BUMN AWARD 2nd BEST USER INTERFACE WEBSITE SWA 100: BEST WEALTH CREATORS 2nd BEST SUSTAINABILITY REPORTING CORPORATE GOVERNANCE AWARD BEST PERFORMING LISTED COMPANY 2010 PROPER HIJAU 1st RANK FINANCE PERFORMANCE.

Maret March 23 Penandatanganan Engineering Procurement Construction (EPC) dan Operation & Maintenance (O&M) antara PT Bukit Asam Transpacific Railway (anak perusahaan PTBA) dan China Railway Group Limited di Beijing untuk Proyek Pembangunan Angkutan Kereta Api dan Pelabuhan Batubara dengan panjang jalur sekitar 307 KM dan kapasitas angkut 27 juta ton per tahun.14 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 IKHTISAR UTAMA Peristiwa Penting 2010 2010 Significant Events Februari February 23 Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PTBA dan PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) tentang Pengembangan Gasifikasi Batubara dan Pemanfaatan Gas Hasilnya sebagai Bahan Baku dan Bahan Bakar di Pabrik PT Pupuk Sriwidjaja (Persero). Signing Memorandum of Understanding between PTBA and PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) on Coal Gasification and Resultant Gas Usage as Raw Material and Fuel in PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) factory. length 307 Km and capacity 27 million tons per annum. Annual General Meeting of Shareholders. dengan salah satu keputusan Utama Perubahan Anggaran Dasar Perseroan. June Penandatanganan Nota Kesepahaman/MOU antara PTBA dan PLN tentang pasokan batubara kalori peringkat rendah ke PLTU milik PLN. April April 21 Juni Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2010. Signing Memorandum of Understanding between PTBA and PT PLN to supply low-calorie coal to PLN TPP. 10 . Signing Engineering Procurement Construction (EPC) and Operation & Maintenance (O&M) Agreements between PT Bukit Asam Transpacific Railway (subsidiary of PTBA) and China Railway Group Limited in Beizing for Railway and Coal Port Development Project. one of the resolutions was to amend the Articles of Association.

PTBA membagikan Dividen Interim Tahun Buku 2010. . Signing Amendment to EPC Contract for Banjarsari mine mouth 2 x 100 MW TPP. PT Adani Global and South Sumatera Provincial Administration regarding coal transportation. Retaining National GREEN PROPER Award. PT Adani Global dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tentang Angkutan Batubara.MAIN HIGHLIGHTS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 15 Agustus August 25 Penandatanganan Head of Agreement (HOA) antara PTBA. Desember December 3 29 Penandatanganan Amandemen Kontrak EPC PLTU mulut tambang Banjarsari 2 x 100 MW. November November 15 Mempertahankan peringkat PROPER HIJAU tingkat Nasional. Paying interim dividend for accounting year 2010. Signing Head of Agreement (HOA) among PTBA.

Health and Environmental Conservation Perlindungan Lingkungan Environment Conservation Laporan Pelaksanaan Reklamasi dan Rehabilitasi Progress Report of Reclamation and Rehabilitation Pengembangan Teknologi Informasi Information Technology Development Pengembangan Sumber Daya Manusia Human Resource Development PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Management Discussion and Analysis Kondisi Umum dan Prospek Usaha General Condition and Business Prospects Kondisi umum perekonomian global dan Indonesia General Condition of Global and Indonesian Economy Prospek permintaan batubara Coal Prospects 16 19 20 21 21 22 23 24 24 25 25 26 27 103 104 104 104 115 115 129 130 Laporan Kinerja Usaha Business Review Segmen Batubara Coal Segment Segmen Briket Briquette Segment Tinjauan Kinerja Keuangan Financial Review 29 30 30 34 35 37 130 137 143 145 146 147 149 152 152 38 38 44 Strategi Bisnis 2011 Business Strategy in 2011 Informasi-informasi Material Material Information Perjanjian-perjanjian Penting Significant Agreements .16 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 IKHTISAR UTAMA Table of Contents 1 5 8 11 12 14 SEKILAS KINERJA PTBA PTBA Performance Highlights IKHTISAR UTAMA Main Highlihts Ikhtisar Keuangan Financial Highlights Ikhtisar Operasi Operational Highlights Penghargaan dan Sertifikasi Awards and Certifications Peristiwa Penting 2010 2010 Significant Events DAFTAR ISI Table of Contents INFORMASI PERSEROAN Corporate Information Visi dan Misi Visi and Mission Riwayat Singkat Brief History Kegiatan Usaha Business Activity Lokasi Operasi Perseroan Operational Location Sumber Daya dan Cadangan Batubara Coal Resources and Reserves Produk Batubara Coal Products Alamat Kantor Office Address Akses Informasi Access to Information Anak Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi Subsidiaries and Associated Companies Lembaga Penunjang Pasar Modal Capital Market Supporting Institution Struktur Organisasi Organization Structure INFORMASI BAGI INVESTOR Investors Information Kondisi Pasar Modal Capital Market Condition Kinerja Saham PTBA PTBA Share Performance Kronologi Pencatatan Saham PTBA PTBA Share Listing Chronology Pemegang Saham Shareholders Register Kebijakan Dividen Dividend Policy LAPORAN MANAJEMEN Management Report Laporan Komisaris utama Report from The President Commissioner Laporan Direktur Utama Report from The President Director Neraca Balance Sheet Perhitungan Laba Rugi Statement of Income Arus Kas Cashflow Rasio-rasio Keuangan Financial Ratios Kebijakan Permodalan Capitalization Policy Realisasi Belanja Modal Capital Expenditure Daftar Isi 55 56 56 68 73 78 86 89 94 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL Operational Management Report Rencana Strategis Perseroan Corporate Strategic Plan Pengembangan Usaha Business Development Risiko dan Manajemen Risiko Risk and Risk Management Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Perlindungan Lingkungan (K3LL) Work Safety.

6 Pernyataan Dewan Komisaris dan Direksi Statement of the Board of Commissioners and Directors LAPORAN KEUANGAN Financial Statements 255 258 262 264 265 270 280 281 .K. Health and Environment Komitmen terhadap Kualitas Produk dan Perlindungan Pelanggan Commitment to Product Quality and Consumer Protection Hubungan Harmonis dengan Masyarakat berlandaskan Prinsip-prinsip Tata Kelola yang Baik Harmonious Relationship with The Community Based on Good Corporate Governance Principles DATA PERSEROAN Corporate Data Profil Dewan Komisaris Board of Commissioners’ Profile Profil Direksi Board of Directors’ Profile Profil Sekretaris Perusahaan dan SPI Corporate Secretary and Internal Audit Unit’s Profile Profil Komite-komite Committees’ Profile Referensi Silang Daftar Isi Dengan Peraturan Bapepam LK. X. No.MAIN HIGHLIGHTS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 17 154 154 155 155 155 156 156 157 159 162 163 Transaksi Benturan Kepentingan Conflict of Interest Transactions Transaksi Material Material Transactions Perubahan Anggaran Dasar Amendment To Articles of Association Penjualan Kembali Saham Perseroan Shares Buy Back Program Akuisisi Acquisition Pendirian Anak Perusahaan Establishment of Subsidiaries Transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa Related Party Transactions Reklasifikasi Akun Reclassification of Accounts Aset dan Kewajiban Kontijensi Contingent assets and liabilities Perkembangan Terakhir Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Prospective Accounting Pronouncement Kejadian Setelah Tanggal Neraca Subsequent Events 232 234 Pelaksanaan Prinsip-prinsip Dasar GCG Implementation of GCG Basic Principles Lain-lain Others LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Report on Corporate Social Resposibilities Pengantar Preface Program Kemitraan dan Bina LIngkungan Partnership and Community Development Program 241 242 243 165 166 166 167 171 173 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Corporate Governance Report Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Implementation of Corporate Governance Tujuan Penerapan Objective Asesmen Praktek GCG Assesment of GCG Practice Panduan dan Struktur Tata Kelola Corporate Governance Code and Structure 250 250 Rapat Umum Pemegang Saham General Meeting of Shareholders Hubungan serta Koordinasi Dewan Komisaris dan Direksi Coordination between Board of Commissioners and Board of Directors Dewan Komisaris Board of Commissioners Direksi Board of Directors Komite-komite dan Laporan Komite Committees and Committee Report Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary Sistem Pengawasan dan Pengendalian Internal Internal Audit and Control System Kode Etik Code of Conduct 251 176 251 179 189 199 215 219 225 253 Pengelolaan Pelestarian Lingkungan Environmental Management Pemenuhan Hak-hak Karyawan dan Penghargaan terhadap Hak Azasi Manusia Fulfillment of Employee Rights and Respect for Human Rights Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lingkungan Work Safety.6 Cross Reference to Bapepam LK Rule X.K.

18 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 INFORMASI PERSEROAN .

0 hektar hectares Luas seluruh wilayah kuasa pertambangan Perseroan Total Company’s Mining concession area miliar ton billion tons Total Sumber Daya batubara Perseroan Total coal resources miliar ton billion tons Total cadangan tertambang Perseroan Total mineable reserves .CORPORATE INFORMATION PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 19 Informasi Perseroan Corporate Information 90.3 2.702 7.

20 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 INFORMASI PERSEROAN VISI VISION Menjadi Perusahaan energi berbasis batubara yang ramah lingkungan To become an environmentfriendly coal-based energy company MISI • • • • • Fokus kepada core competency dan pertumbuhan yang berkesinambungan Memberikan tingkat pengembalian yang optimal kepada pemegang saham Meningkatkan budaya korporasi yang mengutamakan kinerja Memberikan kontribusi pengembangan ekonomi nasional Memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan MISSION • • • • • Focus on core competency and sustainable growth Optimize shareholders’ return Promote a performance-based corporate culture Contribute to national economic development Contribute to the improvement of community welfare and the preservation of environment STRATEGI Perusahaan energi berbasis batubara yang ramah lingkungan dan terkemuka di Indonesia yang menerapkan Enam Langkah Strategis: 1. 3. 5. 6. Fokus pada pertumbuhan produksi/penjualan batubara Fokus pada proyek-proyek dengan skala kesiapan 1 Restrukturisasi korporasi Meningkatkan kompetensi dan regenerasi SDM serta meningkatkan budaya korporasi yang mengutamakan kinerja Meningkatkan sistem remunerasi yang berdasarkan kinerja (performance based reward) Meningkatkan peringkat kinerja penataan pengelolaan lingkungan STRATEGY Indonesia’s leading environmentally friendly coal-based energy company that adopts Six Strategic Steps: 1. 4. 3. 5. 6. 2. Focus on the growth of coal production/sales Focus on projects with readiness scale 1 Corporate restructuring Boost human resource competence and regeneration as well as promote a performance-based corporate culture Improve remuneration system based on performancebased reward Promote performance rating in environmental management . 2. 4.

pada 1993 Pemerintah menugaskan Perseroan untuk mengembangkan usaha briket batubara. PN TABA converted its status to a limited liability company under the name of PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. yang selanjutnya disebut Perseroan. while commercial production began in 1938. BUSINESS ACTIVITY Pursuant to Article 3 of the Company’s Articles of Association. the mining workers fought for the nationalization of the mines. baik untuk keperluan sendiri maupun keperluan pihak lain. baik hasil sendiri maupun hasil produksi pihak lain. Pada 1950. Perseroan melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut: • Mengusahakan pertambangan yang meliputi penyelidikan umum. pada 1990 Pemerintah menetapkan penggabungan Perum Tambang Batubara dengan Perseroan. On December 23. pengolahan. pemurnian. pengangkutan dan perdagangan bahanbahan galian terutama batubara. When the Dutch Colonial period ended in Indonesia. maksud dan tujuan Perseroan ialah berusaha dalam bidang pengembangan bahan-bahan galian.CORPORATE INFORMATION PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 21 RIWAYAT SINGKAT Sejarah pertambangan batubara di Tanjung Enim dimulai sejak zaman kolonial Belanda tahun 1919 dengan menggunakan metode penambangan terbuka (open pit mining) di wilayah operasi pertama. eksplorasi. in 1990 the Government merged Perum Tambang Batubara with the Company. baik di dalam maupun luar negeri. the Indonesian Government approved the establishment of State-Owned Bukit Asam Coal Mine or Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA). Using underground mining method. Trading products of the foregoing business activity. in accordance with the prevailing laws and regulations under the limited liability principles. In 1950. further called the Company. exploration. in 1993 the Company was assigned by the Government to develop coal briquette business. • • • • • • . Further processing of mining products particularly coal. To develop coal industry in Indonesia. Managing and operating ports and piers specifically designated for coal. exploitation.” BRIEF HISTORY The coal mining in Tanjung Enim was initiated by the Dutch Colonial Government in 1919 by operating the first coal mine using open pit mining method in Air Laya. Pada 23 Desember 2002. Dalam rangka meningkatkan pengembangan industri batubara di Indonesia. Mengusahakan dan mengoperasikan pelabuhan dan dermaga khusus batubara. processing. the objective of the Company is to develop mining operation. In1981. In line with the national energy security development program. 2002 the Company became a publicly listed company on the Indonesian Stock Exchange under the code of “PTBA. particularly coal mining. terutama pertambangan batubara sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundangundangan yang berlaku dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.” KEGIATAN USAHA Sesuai Anggaran Dasar Perseroan Pasal 3. at home and abroad. Pada 1981. Memperdagangkan hasil produksi sehubungan dengan usaha di atas. eksploitasi. either own or other parties’ production. sedangkan produksi untuk kepentingan komersial dimulai pada 1938. Selanjutnya mulai 1923 beroperasi dengan metode penambangan bawah tanah (underground mining) hingga 1940. para karyawan Indonesia kemudian berjuang menuntut perubahan status tambang menjadi pertambangan nasional. Sesuai dengan program pengembangan ketahanan energi nasional. Pemerintah RI kemudian mengesahkan pembentukan Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA). either for own use or for others. PN TABA kemudian berubah status menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero). Mengusahakan pengolahan lebih lanjut atas hasil produksi bahan-bahan galian terutama batubara. Perseroan mencatatkan diri sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia dengan kode “PTBA. initial operation commenced in 1923 and lasted until 1940. transporting and trading of mining products particularly coal. yaitu di Tambang Air Laya. purifying. Seiring dengan berakhirnya kekuasaan kolonial Belanda di tanah air. The Company business activities are as follows: • Mining operation covering general research.

12. OMBILIN Unit Pertambangan Mining Unit Sumberdaya Resources Cad tertambang Coal Reserved 3.000 ton/tahun tons/year 2.10 miliar ton billion tons : 0.5 juta ton/tahun million tons/year Kapal Ship : Max 8.59 miliar ton billion tons : 0.000 ton tons 1. baik untuk keperluan sendiri maupun untuk keperluan pihak lain.80 miliar ton billion tons Cad tertambang Coal Reserved : 0. for own purpose or for others.000 DWT 1.IPC Kuasa Pertambangan Mining Concession Sumberdaya Resources Cad tertambang Coal Reserved : 0. LOKASI OPERASI PERSEROAN OPERATIONAL LOCATION SOUTH CHINA SEA 2 1 PADANG PEKANBARU 1 4 2 3 1 3 LAMPUNG SAMARINDA BALIKPAPAN 2 JAVA SEA SURABAYA 3 INDIAN OCEAN 1. Pelabuhan Port TARAHAN Stockpile Stockpile : 560. Providing consultancy services and engineering in coalmining-related fields and processed mining output.045 miliar ton billion tons : 0. 95.000 ton tons Kapasitas Capacity : 2. Pelabuhan Port TELUK BAYUR Stockpile Stockpile : 90. Pabrik Briket Briquette Factory LAMPUNG Kap. TANJUNG ENIM Pertambangan Mining Unit Sumberdaya Resources Cad tertambang Coal Reserved 4.000 ton/tahun tons/year 2.01 miliar ton billion tons : 6. Pabrik Briket Briquette Factory GRESIK Kap. 8.5 juta ton/tahun million tons/year Kapal Ship : Max 40.000 ton/tahun tons/year Kepemilikan Perseroan Company Ownership : 51% 3. • • Managing and operating thermal power plant. PERANAP CERENTI Kuasa Pertambangan Mining Concession Sumberdaya Resources : 0.29 miliar ton billion tons 1 11 1 Cadangan Tertambang Coal Reserved : 1. Pabrik Briket Briquette Factory TANJUNG ENIM Kap. SAMARINDA .000 DWT sumberdaya cadangan tertambang Sumberdaya Coal Resources : 7.000 DWT 3.35 miliar ton billion tons : 1.02 miliar ton billion tons 1. JAKARTA Kantor Perwakilan Representative Office Kapasitas Capacity : 12 juta ton/tahun million tons/year Kapal Ship : Max 80.99 miliar ton billion tons 1 18 Samarinda 1 Samarinda Cerenti Ombilin Tanjung Enim % Cerenti Ombilin Tanjung Enim % 87 80 .000 ton tons Kapasitas Capacity : 2.27 miliar ton billion tons 2. Dermaga Pier KERTAPATI Stockpile Stockpile : 50. Memberikan jasa-jasa konsultasi dan rekayasa dalam bidang yang terkait dengan pertambangan batubara beserta hasil-hasil olahannya.22 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 INFORMASI PERSEROAN • • Mengusahakan dan mengoperasikan pembangkit tenaga listrik uap.

300 Ha Banko Barat (390/KPTS/Tamben/2010.950 Ha. Tambang batubara Ombilin seluas 2. 30 Apr 2010): 3.937 Ha Banjarsari.230 Ha dan di lokasi kecamatan Palaran. Samarinda (through subsidiary PT International Prima Coal measuring 3. In addition to these Mining Concessions.8 miliar ton.414 hectares covering Muara Enim Regency and Lahat Regency. yakni: • Lembah Segar dan Talawi (05. maka jumlah cadangan tertambang menjadi 2.87. 27 Apr 2010) seluas 18.500 Ha Banko-Tengah Blok Barat (391/KPTS/Tamben/2010.CORPORATE INFORMATION PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 23 SUMBER DAYA DAN CADANGAN BATUBARA Perseroan memegang hak Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi sebagai berikut: Tambang batubara Tanjung Enim seluas 66. 13 Apr 2010): 22. Perseroan juga memegang hak IUP Operasi Produksi dilokasi Peranap. If the mineable reserves at Lahat Regency are included.0 miliar ton. Sumatera Selatan.238 Ha. 30 Apr 2010): 3. Arahan Selatan (461/KPTS/HK-KS/Pertamben/2003): 24.96PPO289) measuring 18.Perindagkop. Arahan Utara. Arahan Selatan (461/KPTS/HK-KS/Pertamben/2003): 24. Indragiri Hulu Riau (09/IUP/545-02/IV/2010. consisting of: • Lembah Segar dan Talawi (05.238 Ha. 30 Apr 2010): 882 Ha.8 billion tons.950 hektar. 13 Apr 2010): 2.Perindagkop. Ombilin coal mine of 2. excluding mineable reserves in the Mining Concession location at Lahat Regency which is in dispute with the local Administration. Kungkilan.300 Ha Banko Barat (390/KPTS/Tamben/2010. 29 Okt 2010): 7. While total mineable reserves reached 1. 19 Jul 2010) seluas 3. . Bunian. 30 Apr 2010): 2. Bunian. Merujuk pada hasil penilaian sumber daya (resources) dan cadangan (reserve) oleh pihak independen yaitu “International Mining Consultant (IMC)” pada Desember 2008. Kungkilan. “International Mining Consultant (IMC)” of December 2008.0 billion tons. Arahan Utara.621 Ha Muara Tiga Besar (304/KPTS/Distamben/2010. the Company also holds Mining Concession in Peranap Indragiri Hulu Riau (KW.751 Ha Bukit Kendi (305/KPTS/Distamben/2010.937 Ha Banjarsari.950 hectares.621 Ha Muara Tiga Besar(304/KPTS/Distamben/2010. 29 Okt 2010): 7. total sumber daya batubara (resources) Perseroan mencapai 7.87. yang terdiri atas: • • • • • • • Air Laya (751/KPTS/Dispertamben/2010. 13 Apr 2010): 22. 13 Apr 2010): 2.414 hektar yang meliputi Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lahat. With reference to the assessment of resources and reserves by an independent consultant. 13 Apr 2010): 4. the Company has total mineable reserves of 2. South Sumatera. consisting of: • • • • • • • Air Laya (751/KPTS/Dispertamben/2010.423 Ha Banko-Tengah Blok Timur (389/KPTS/Tamben/1010.3 billion tons throughout this Mining Concession area.751 Ha Bukit Kendi (305/KPTS/Distamben/2010. and in Palaran District. 13 Apr 2010): 4.423 Ha Banko-Tengah Blok Timur (389/KPTS/Tamben/1010. 30 Apr 2010): 2. belum termasuk cadangan tertambang pada KP yang berlokasi di kabupaten Lahat yang berstatus sedang dalam tahap penyelesaian dengan Pemda setempat. 30 Apr 2010): 882 Ha. Apabila cadangan tertambang pada KP di Kabupaten Lahat diperhitungkan. kota madya Samarinda (melalui anak perusahaan PT International Prima Coal) dengan no keputusan (454/375/HK-KS/VII/2010. Sedangkan jumlah cadangan tertambang mencapai 1. COAL RESOURCES AND RESERVES The Company holds Mining Consession in the following areas: Tanjung Enim coal mine of 66. the Company has total coal resources of 7.3 miliar ton yang tersebar di seluruh KP tersebut di atas. Selain IUP Operasi Produksi tersebut.950 Ha.500 Ha Banko-Tengah Blok Barat (391/KPTS/Tamben/2010.230 Ha.

0 14.0 5. Tanjung Periuk No.1 Teluk Bayur.700 7. +62-21-525 4014 F.0 KANTOR PUSAT Head Office Jl. 452 993 Pelabuhan Teluk Bayur Teluk Bayur Port Jl.adb) IM (%. Rasuna Said Blok X-5 Kav. +62-734-451 096. +62-711-512 617 F.5 0. Sumatera Barat P.0 39.0 40.1 11.5 41.adb) Ash 8.adb) TS 0. 452 352 F.300 5.4 41. Bandar Lampung P.ar) TM 34 30 28 21 18 14 (%.0 5. 31 996 F. 63 522.5 45. Coal Brand IPC 53 BA 55 BA 59 BA 63 BA 67 BA 70 (Kcal/kg.5 42. H.8 6.0 39.+62-721-31 545.0 40. +62-751-63 533 Unit Pertambangan Ombilin (UPO) Ombilin Mining Unit Sawahlunto Sumatera Barat P. +62-754-61 021 F.6 0.0 (%. +62-21-525 4002 .7 13.adb) VM (%.0 7.000 15.9 40. Indonesia P. Sumatera Selatan P. 2-3 Jakarta 12950 P.300 6.adb) CV (%. COAL PRODUCTS The Company produces a variety of coal products with differing quality of content.500 5. Stasiun Kereta Api Palembang. Parigi No.R.adb) FC (%.0 5. +62 734 451 096. 452 993 Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) Tanjung Enim Mining Unit Jl. +62-734-451 095.1 Tanjung Enim 31716 P.7 5. Parigi No.6 0. 15 Tarahan. 1 Tanjung Enim 31716 Sumatera Selatan.6 0. Soekarno Hatta Km. +62-721-31 577 KANTOR PERWAKILAN JAKARTA Jakarta Representative Office Menara Kadin Indonesia 15th Floor Jl.6 0. +62 734 451 095.2 41. +62-711 511 388 Pelabuhan Tarahan Tarahan Port Jl. +62-751-62 522. 31 686 F. +62-754-61 402 Dermaga Kertapati Kertapati Pier Jl. 452 352 F.1 39.3 7.24 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 INFORMASI PERSEROAN PRODUK BATUBARA Perseroan memiliki beragam jenis produk batubara sesuai dengan kadar kualitas yang terkandung di dalamnya.3 6.900 6.7 47.

Banten P. +62-24-6595 186 Unit Usaha Lampung Lampung Business Unit Jl. 452 352 F.1. +62-21-525 4014 F. +62-31-395 0601 AKSES INFORMASI Informasi untuk pemegang saham. as well as in developing various coal derivative products. Raya Natar Km. +62-21-727 96176 Unit Usaha Serang Serang Business Unit Jl. maupun untuk pengembangan berbagai produk derivatif batubara. +62-21-525 4002 www. 1A Blok M.1 Semarang. 6 Manyar Gresik 61151. H. Lampung Selatan P. Parigi No. the Company sets up several subsidiaries to support the Company in reaching its production and sales target. 2-3 Jakarta 12950 P. SUBSIDIARIES AND ASSOCIATED COMPANIES In line with the corporate vision to become a competitive coal-based energy company and to give optimum value to its stakeholders. Tanjung Enim Sumatera Selatan 31716 P.id ANAK PERUSAHAAN DAN PERUSAHAAN ASOSIASI Sejalan dengan visi Perseroan untuk menjadi perusahaan energi berbasis batubara yang berdaya-saing dan memberikan nilai optimal bagi para pemangku kepentingan. Falatehan Raya No.CORPORATE INFORMATION PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 25 Unit Pengusahaan Briket Briquette Business Unit Jl. Jawa Timur P. +62-24-6585 185 F. 452 993 Unit Usaha Semarang Semarang Business Unit Kawasan Industri Terboyo Blok O No. Raya Bojonegara Km. maka Perseroan membentuk beberapa anak perusahaan yang bergerak sebagai sektor pendukung pencapaian target produksi dan penjualan Perseroan. +62-254-700 1236 Unit Usaha Tanjung Enim Tanjung Enim Business Unit Jl. +62-721-774 266 Unit Usaha Gresik Gresik Business Unit Jl. Kebayoran Baru Jakarta 12160 P. +62-734-451 095.R. Raya Manyar Km. +62-21-727 96115.7 Serang.co.ptba. 727 96241 F. +62-721-783 558 F. Rasuna Said Blok X-5 Kav. Jawa Tengah P. +62-31-395 0288 F. berita terbaru dan informasi umum tentang Perseroan dapat diperoleh melalui : ACCESS TO INFORMATION Information for Shareholders. . 16 Natar. +62-734-451 096. updated news and general information of the Company can be accessed through: INVESTOR RELATIONS Menara Kadin Indonesia 15th Floor Jl.

Jakarta Selatan 12920 P.99 99.99 99. Jenderal Sudirman Kav. +62 21 521 2901 F.34 Jakarta 10220 P. +62 21 570 9026 Notaris Public Notary Fathiah Helmi Graha Irama Lt. Rasuna Said Kav.99 65 10 51 LEMBAGA PENUNJANG PASAR MODAL CAPITAL MARKET SUPPORTING INSTITUTIONS Biro Administrasi Efek Share Registrar PT Datindo Entrycom Puri Datindo Wisma Sudirman Jl. +62 21 570 9009 F. 1 & 2 Kuningan. H.R. Indonesia P.R. +62 21 5290 5555 / 5290 5050 .26 26 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 INFORMASI PERSEROAN NAMA NAME TAHUN PENDIRIAN 1996 2005 2007 2007 2007 2007 2008 2008 2008 ESTABLISHMENT BIDANG USAHA CORE BUSINESS STATUS Sudah operasi Operational Tahap pengembangan Developmental stage Sudah operasi Operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Sudah operasi Operational KEPEMILIKAN OWNERSHIP (%) 75 PT Batubara Bukit Kendi PT Bukit Pembangkit Innovative PT Bukit Asam Prima PT Bukit Asam Metana Ombilin PT Bukit Asam Metana Enim PT Bukit Asam Metana Peranap PT Bukit Asam Banko PT Bukit Asam Transpacific Railway PT International Prima Coal Penambangan batubara Coal mining Pembangkit listrik tenaga uap Thermal power plant Perdagangan batubara Coal trading Penambangan gas metana Methane gas mining Penambangan gas metana Methane gas mining Penambangan gas metana Methane gas mining Penambangan batubara Coal mining Angkutan batubara Coal transporting Penambangan batubara Coal mining 59.75 99. +62 21 5290 7304-6 Kantor Akuntan Publik Public Accountant Tanudiredja Wibisana & Rekan PriceWaterHouseCoopers (PwC) Plaza 89 Jl.6 Jakarta 12940. X-7 No. Rasuna Said Blok X-1 Kav.6 Jl. H.99 99.

TEKNOLOGI INFORMASI Information Technology MAIZAL GAZALI SM. ANALISIS. PERENCANAAN KORPORAT Corporate Planning HANANTO BUDI LAKSONO SM. KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN Partnership and Community Development ZULFAHMI MGR. EVALUASI DAN OPTIMASI PRODUKSI Analysis. BAGIR SM. UNIT PENGUSAHAAN BRIKET Briquette Business Unit GM: General Manager SM: Senior Manager Mgr: Manager Ka: Kepala Head Pgs: Pengganti Sementara Temporary Replacement . LOGISTIK Logistics KORPORAT Corporate UNIT OPERASIONAL Operational Unit MUNANDAR SAI SOHAR ANSYORI AKHMAD HARUN AL RASYID GM.A. UNIT PERTAMBANGAN TANJUNG ENIM Tanjung Enim Mining Unit GM. HARSONO KA. SUMBER DAYA MANUSIA Human Resources ERDAWATI MGR. UNIT DERMAGA KERTAPATI Kertapati Pier Unit PGS GM. efficient and effective organization structure aimed at reaching an optimum performance growth in accordance with the industry development. PEMASARAN BATUBARA Marketing WIRYAWAN SM. PENANGANAN DAN ANGKUTAN BATUBARA Coal Handling and Transportation M. PERBENDAHARAAN DAN PENDANAAN Treasury and Funding DADAN RUSWANDANA SM. JAMIL SM. efisien dan efektif sesudai dengan perkembangan industri serta dalam rangka mencapai pertumbuhan kinerja yang optimal. ORGANIZATION STRUCTURE The Company establishes a dynamic. UMUM DAN HUBUNGAN EKSTERNAL General Affairs and External Relations BAMBANG SUTRISNO SM. PROGRAM KESEHATAN Health Program SONNY H. UNIT PERTAMBANGAN OMBILIN Ombilin Mining Unit OCTAVINA GM. RUMAH SAKIT BUKIT ASAM Bukit Asam Hospital ACHMAD SUDARTO SEKRETARIS PERUSAHAAN Corporate Secretary M. Evaluation and Production Optimization EDY PURWANTO SM. SISTEM MANAJEMEN PERUSAHAAN Corporate Management System SURYO EKO HADIANTO SM. UNIT PELABUHAN TARAHAN Tarahan Port Unit MUZANI WAHAB GM.CORPORATE INFORMATION PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 27 STRUKTUR ORGANISASI Perseroan menerapkan struktur organisasi yang dinamis. DIREKTUR UTAMA President Director SUKRISNO DONO BOESTAMI DIREKTUR KEUANGAN Finance Director MILAWARMA DIREKTUR OPERASI/ PRODUKSI Operations/Production Director HERI SUPRIYANTO DIREKTUR PENGEMBANGAN USAHA Business Development Director TIENDAS MANGEKA DIREKTUR NIAGA Commerce Director MAHBUB ISKANDAR DIREKTUR SDM & UMUM HR & General Affairs Director SUHERMAN SM. AKUNTANSI DAN ANGGARAN Accounting and Budgeting ISKANDAR MALIKI SM. PENGEMBANGAN KORPORAT Corporate Development ENDANG PURNOMO MGR. SATUAN PENGAWASAN INTERN Internal Auditor FLIDELIN KATILI SM. HUKUM DAN ADMINISTRASI KORPORAT Legal and Corporate Administration AKHMAD ABBAS MGR.

28 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 INFORMASI BAGI INVESTOR .

INVESTORS INFORMATION PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 29 Informasi Bagi Investor Investors Information IHSG Kenaikan IHSG di tahun 2010 CPI surged in 2010 46.13% 33% COMPOSITE PRICE INDEX (CPI) Harga Saham Share Price Harga Saham PTBA naik di tahun 2010 Increase of PTBA share price in 2010 .

Nilai kapitalisasi pasar saham di BEI pada di tahun 2010 mencapai angka Rp3. IDX market capitalization was recorded at Rp3. frekuensi transaksi dan nilai perdagangan atau kapitalisasi pasar. Selanjutnya. and at year end CPI closed at 3.703. many stocks at the bourse gained significant price increase. sebesar Rp 4.12 trillion or up 26. In 2010. Besides being listed at the main board. Kebijakan stimulus ekonomi melalui ekspansi moneter di Amerika dan guncangan pasar uang di Eropa. angka IHSG tidak pernah lebih rendah dari angka penutupan tahun 2009 sepanjang perdagangan bursa di tahun 2010.019. Jakarta Islamic Index. LQ45 (45 saham terlikuid si BEI).30 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 INFORMASI BAGI INVESTOR KONDISI PASAR MODAL Seiring dengan perbaikan kondisi makroekonomi.51 atau mengalami kenaikan sebesar 46. membuat kelebihan likuiditas pasar modal di kawasan tersebut cenderung bergerak ke emerging market. Titik terendah posisi penutupan IHSG terjadi pada tanggal 8 Februari 2010. kegiatan transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2010 berlangsung dinamis dengan kecenderungan menguat hingga akhir tahun.019. Positive sentiment triggered by global and national economic recovery invigorated market activities at IDX. Setelah ditutup .250 Sepanjang tahun 2010 saham PTBA mengalami perkembangan harga dan volume transaksi yang dinamis.35 at 2009 yearend. PTBA is also listed at Jakarta Mining Index.35. LQ45 (45 most liquid shares at IDX).79% dibandingkan nilai kapitalisasi pasar tahun 2009 yang sebesar Rp2.05 triliun. PTBA SHARE PERFORMANCE The Company shares are traded at the Indonesia Stock Exchange (IDX) under trading code PTBA starting December 2002 when the Company launched its Initial Public Offering (IPO). frequency of transactions and trading value or market capitalization.35. During 2010 PTBA share price and transaction volume experienced a dynamic growth. Hal tersebut tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hampir seluruh sahamsaham blue-chips yang tercatat di bursa dan tergabung dalam kelompok LQ45 mencatat kenaikan harga. kegiatan transaksi pasar modal di BEI terus meningkat.475.564.13% dibandingkan dengan penutupan akhir tahun 2009 di level 2. Jakarta Islamic Index. yakni pada level 2.05 trillion. Following the more vibrant market and higher CPI level.51 indicating an increase of 46.703. On 8 February 2010 CPI hit the lowest closing point which was 2.1 % dari posisi sebesar Rp13.247. Tingkat kenaikan tersebut merupakan kenaikan indeks yang terbaik di Asia Pasifik. KINERJA SAHAM PTBA Saham Perseroan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode perdagangan PTBA sejak Initial Public Offering (IPO) Desember tahun 2002.475 or lower than 2009 yearend closing of 2.4% dibandingkan rata-rata nilai transaksi harian tahun 2009. Selama tahun 2010.78 triliun di tahun 2009.1% over Rp13. IHSG ditutup pada level 3.38 triliun. showing a jump of 94. sehingga pada akhir tahun 2010. Afterwards. saham PTBA tercatat sebagai anggota dari Jakarta Mining Index.247. termasuk Indonesia. Throughout 2010. naik 60. After closing at Rp17.09 trillion or soared 60. Indeks Bisnis-27 dan Indeks Kompas 100. total rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp5.79% from Rp2. Seiring dengan sentimen positif sinyal perbaikan kondisi perekonomian global maupun nasional.74 triliun atau melonjak 94.4% from 2009 average of Rp 4.564. including Indonesia. Business Index 27 and Kompas Index 100.74 trillion. Daily average trading value reached Rp5. Foreign investors’ contributed much to the movement of CPI.78 trillion the year before. This positive environment was reflected in the Composite Price Index (CPI) movement. Economic stimulus policy through monetary expansion in the United States of America and financial market jolt in the European countries pushed stock market excess liquidity in the region to flow to emerging markets. Selain tercatat di papan utama. during the whole 2010 CPI was never lower than the 2009 closing position. Most blue-chip shares listed at the bourse and classified under LQ45 were priced higher.38 trillion in 2009.12 triliun. Sepanjang 2010. Pemodal asing turut berperan mempengaruhi pergerakan IHSG tersebut. BEI membukukan nilai pembelian bersih (net buy) oleh pemodal asing senilai Rp26. IDX booked a foreign net buy of Rp26. trading activities at the Indonesia Stock Exchange (IDX) throughout 2010 were revitalized continuing on the upward trend towards the end of the year. naik 26.13% compared to 2.564.564. banyak saham-saham emiten di bursa mencatat tingkat kenaikan yang cukup tinggi.09 triliun. CAPITAL MARKET CONDITION Against the background of rebounding macro-economies. Seiring dengan peningkatan kegiatan transaksi dan level IHSG tersebut.35. diangka 2. lebih rendah dari posisi penutupan tahun 2009.

Namun demikian harga saham PTBA juga sempat mengalami koreksi dengan harga terendah terjadi pada posisi Rp15.. to reach 288. Number of shares traded throughout second quarter jumped 33% from first quarter. Nonetheless.950 per lembar. Kemudian harga saham PTBA pada akhir triwulan II ditutup pada level Rp17.000 lembar saham.250 per saham. During the following two quarters PTBA share price reached the highest point at the start of third quarter. In a more vibrant market following a positive sentiment on the face of higher selling prices of energy commodity.400 persaham sebelum akhirnya ditutup pada harga lebih tinggi dari posisi harga penutupan akhir tahun 2009. Posisi penutupan ini menunjukkan harga PTBA meningkat sebesar 33% dari posisi penutupan tahun 2009. In the second quarter. Demikian pula pada triwulan ke IV. yakni pada harga Rp17. Pola pergerakan saham PTBA dapat dilihat pada grafik ikhtisar saham dan tabel berikut. PTBA share price even rose to Rp18. .400 per saham. With improving price. price bounced back and closed at Rp17. but closed lower at quarter-end. Volume saham yang diperdagangkan selama triwulan ke II ini meningkat. tanggal 30 Desember 2010. after some correction it hit the lowest point of Rp15. Volume saham yang diperdagangkan pada triwulan III dan IV semakin berkurang dengan semakin naiknya harga saham PTBA. in the third and fourth quarters PTBA shares were traded in smaller volume. per share at end of December 2009. yakni mencapai titik tertinggi pada awal triwulan III. 33% dari volume perdagangan di triwulan I.290. showing a 33% surge from 2009 closing.000 shares. yakni menjadi sebesar 288. saham PTBA lebih aktif diperdagangkan.300 in the first quarter of 2010. Likewise.000 per saham.300 per saham pada triwulan pertama 2010. PTBA shares were more actively traded.400 before finally closed at Rp17.700.250. harga saham PTBA berada pada posisi Rp22. Pada triwulan II ini harga saham PTBA sempat kembali terkoreksi mencapai harga terendah Rp15. harga saham PTBA sempat mengalami peningkatan harga hingga berada di level Rp18.INVESTORS INFORMATION PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 31 Pelabuhan Tarahan Tarahan Port pada posisi Rp17.400 or higher than 2009 yearend closing price.700. Sejalan dengan peningkatan aktivitas perdagangan di Bursa karena adanya sentimen positif perbaikan harga jual komoditas energi. PTBA share was priced at Rp22. Evolution of PTBA shares is shown in the following chart and table. At end of second quarter. Pola pergerakan saham PTBA selama dua triwulan selanjutnya berulang. in the fourth quarter at bourse closing on 30 December 2010. PTBA price was again corrected and dropped to Rp15.290. yaitu sebesar Rp17.250 per saham di akhir Desember 2009.000 per share. Rp17.250 per saham.950.250. and increased to Rp19. namun ditutup pada level yang lebih rendah di akhir triwulan. Di akhir penutupan bursa BEI. dan mencatat kenaikan harga hingga menjadi Rp19.

BWE System di lokasi Tambang Air Laya BWE System in Tambang Air Laya site . Operator BWE System di area kemudi BWE System operator in controlling area 2.32 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 INFORMASI BAGI INVESTOR INFORMASI BAGI INVESTOR Investors Information 1 2 1.

750 10.600 14.950 15.100 6. Year of 2010 40000 35000 30000 25000 20000 15000 10000 5000 0 0 10 20 25 15 Volume Perdagangan Trading Volume Harga Saham Share Price 50 APR SEP MAR MAY AUG OCT Kinerja Saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia.700 17.000 288. Tahun 2010 Stock Performance in Indonesia Stock Exchange.892.300 19.INVESTORS INFORMATION PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 33 Kinerja Saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia.950 2009 DEC 216. Year of 2009 50000 45000 40000 35000 30000 25000 20000 15000 10000 5000 0 20 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 NOV DEC JAN FEB JUN JUL Volume Perdagangan Trading Volume Harga Saham Share Price MAR NOV AUG MAY OCT Harga dan Volume Transaksi Saham per Triwulan di Bursa Efek Indonesia (Rupiah) Quarterly Stock Price and Transaction Volume at the Indonesia Stock Exchange (Rupiah) 2010 PERIODE TERTINGGI HIGHEST TERENDAH LOWEST PENUTUPAN CLOSING VOLUME (JUMLAH SAHAM) VOLUME (NO OF SHARES) PERIOD Triwulan Pertama Triwulan Kedua Triwulan Ketiga Triwulan Keempat 18.400 17.500 13.250 19.450 6.000 20.763. Tahun 2009 Stock Performance in Indonesia Stock Exchange.100 18.000 248.000 APR JUN JAN FEB SEP JUL First Quarter Second Quarter Third Quarter Fourth Quarter PERIODE TERTINGGI HIGHEST TERENDAH LOWEST PENUTUPAN CLOSING VOLUME (JUMLAH SAHAM) VOLUME (NO OF SHARES) PERIOD Triwulan Pertama Triwulan Kedua Triwulan Ketiga Triwulan Keempat 8.500 370.500 610.500 159.221.290.664.794.199.700 6.000 224.500 First Quarter Second Quarter Third Quarter Fourth Quarter .100 18.750 11.532.250 22.200 14.700 16.450 22.250 372.100 17.050 15.400 15.

25 Juni 2004 25 June 2004 Divestasi Lanjutan Pemerintah menawarkan sahamnya sejumlah 286.25 million Series I warrants to the shareholders. Pada IPO ini.74% 16.68% 0.19% 29. yang dapat dilaksanakan hingga 22 Desember 2005.9 million without any issuance of new shares. Negara: State: Negara: State: Publik: Public: 100% 83.98% .02% 27.26% Negara: State: Publik: Public: 70.5 million new shares owned by the Company. Perseroan juga menerbitkan waran Seri I sebanyak 173. kecuali Negara Republik Indonesia.02% 34. that may be exercised until 22 December 2005. the Company also issued 173. Further Divestment The Government offered its 286.28% 29.72% 31 Desember 2004 31 December 2004 Negara: State: Publik: Public: Hasil konversi Waran Seri I: Result of Series I Warant: Masa Konversi Waran Seri I Berakhir Series I Warrant expire date Negara: State: Publik: Public: Hasil konversi Waran Seri I: Result of Series I Warant: Negara: State: Publik: Public: 70.5 million series B shares oowned by the Government and 31.34 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 INFORMASI BAGI INVESTOR KRONOLOGI PENCATATAN SAHAM PTBA TANGGAL SAHAM DATE TINDAKAN KORPORASI CORPORATE PTBA SHARE LISTING CHRONOLOGY KOMPOSISI KEPEMILIKAN OWNERSHIP COMPOSITION Pra IPO Pre IPO 23 Desember 2002 23 December 2002 Initial Public Offering Privatisasi dengan menawarkan 346. excluding the state of Republic of Indonesia.49% 31 Desember 200531 Desember 2010 31 December 200531 December 2010 65.13% 22 Desember 2005 22 December 2005 65.5 juta saham Seri B milik Pemerintah dan 31.9 juta tanpa adanya penerbitan saham baru.49% 7.5 juta saham baru milik Perseroan. In this IPO. Privatization by offering 346.25 juta yang diberikan kepada pemegang saham.

104 1.500 totalling Rp4.406.000 (four trillion Rupiah).00 29.710.00260 0.087. Milawarma.Cooperative .989.399 19.304.999.000.819. Mahbub Iskandar Ir.549 77.131.Foreign Company Subtotal Total Status Kepemilikan Saham oleh Direksi Share Ownership by the Directors NAMA NAME 2010 LEMBAR SAHAM NUMBER OF SHARE % JUMLAH SAHAM % TOTAL SHARE LEMBAR SAHAM NUMBER OF SHARE 2009 % JUMLAH SAHAM % TOTAL SHARE Ir.500 1.248 501.Bank .000 3.498.Yayasan .000 373.901 449.850 0.166 0. Komposisi Pemegang Saham Perseroan pada Akhir Tahun 2010 & 2009 Composition of the Company’s Shareholders at End of the Year 2010 & 2009 KEPEMILIKAN JUMLAH SAHAM TOTAL SHARE 2010 Pemodal Nasional Negara Republik Indonesia Investor Domestik .729.500 93.000 26.Reksadana Subtotal Pemodal Asing . Sukrisno Ir.657.23 1.261.457 2.Local Government .276.362 78.850 2.416 0.Indonesian Individual .999.322.250.000 113.225 0.000 0.000 70.103 1.474. SHAREHOLDERS REGISTER The Company’s Authorized Capital consists of one Dwi Warna Series A share at a par value of Rp500 and 7.001 0.645 80.000.01619 200.999.983.00260 0.000 398.00599 0.227 0.801 2.Eng 200.Pemerintah Daerah .148 2.999.500 51. M.000 85.004 4.000 12.000 (empat triliun Rupiah).Foreign Individual .Perorangan Asing .Dana Pensiun .000 29.301 2.77 100.Insurance .00868 0.421.50 100.00 0.00868 0.500 sehingga total modal dasar Perseroan adalah senilai Rp4.000 60.999.312.000 138.Limited Liability Company .900 501.Employee .50 1.227 0.304.094.000 3.153 28.049 1.500 96.500 1.01727 .884.549 107.101 19.999.500 33.000.Bank .500 2.068 4.Asuransi .036.003 0.297 1.702 32.000.999.00490 0.Koperasi .000.578.131.INVESTORS INFORMATION PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 35 PEMEGANG SAHAM Modal Dasar Perseroan terdiri atas 1 (satu) lembar saham Seri A Dwi Warna dengan nilai nominal Rp500 dan 7.500 65.802.999 Series B shares (ordinary shares) at a par value of Rp3.500 1.Perseroan Terbatas .500 55.02 2009 2010 % 2009 OWNERSHIP Indonesian Investors Republic of Indonesia Domestic Investor . Drs.000 0.999.498.Perorangan Indonesia .689 3.754 21.261.835.000.372.000.001 0.999 lembar saham Seri B (saham biasa) dengan nilai nominal Rp3.500 28.Karyawan .000 10.Pension Fund .Mutual Fund Subtotal Foreign Investor .854.000 60.393 1.999.Badan Usaha Asing Subtotal Total 459.999.087.020 21.900 446.Foundation .000 2.02 65.

Tanjung Enim .36 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 INFORMASI BAGI INVESTOR Operasional BWE di Tambang Air Laya. Tanjung Enim BWE operations in Tambang Air Laya.

INVESTORS INFORMATION

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 37

Komposisi Pemegang Saham yang Memiliki Saham <5% Composition of Shareholders with Equity of < 5%
URAIAN Lokasi Domestik Asing Total Jenis Investor Ritel Institusi Total 30.370.053 775.674.297 806.044.350 4 96 100 35.929.500 770.114.850 806.044.350 4 96 100 304.334.202 501.710.148 806.044.350 38 62 100 356.731.549 449.312.801 806.044.350 44 56 100 2010 % 2009 % DESCRIPTION Location Domestic Foreign Total Type of Investor Retail Institution Total

KEBIJAKAN DIVIDEN
Perseroan menetapkan kebijakan penggunaan laba bersih hasil operasional selama satu tahun buku dan membayar dividen secara tunai atas laba bersih setelah memperhatikan tingkat laba yang diperoleh, jumlah cadangan yang harus disisihkan dan rencana pengembangan usaha. Hal ini dilakukan sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan. Besaran dividen yang dibagikan kepada seluruh pemegang saham diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan. Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Perseroan untuk menciptakan manfaat terbaik bagi para pemegang saham. Sesuai dengan isi prospektus Perseroan, manajemen akan membayarkan dividen minimal 30% dari laba bersih, kecuali ditentukan lain oleh Rapat Umum Pemegang Saham. Tahun 2010, PTBA kembali membagikan dividen interim tahun buku 2010, sebesar Rp66,75 per saham yang sudah dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2010. Dalam beberapa tahun terakhir, besaran dividen yang dibagikan selalu di atas batasan minimal tersebut. Tahun 2010, seiring pelaksanaan pengembangan usaha, dividend Pay Out Ratio ditetapkan sebesar 45% dari laba tahun buku 2009. Hal tersebut ditunjukkan pada tabel berikut.
TAHUN BUKU ACCOUNTING YEAR LABA BERSIH NET INCOME (Juta Rp) (Million Rp)

DIVIDEND POLICY
In accordance with the Company’s Articles of Association, it is the Company’s policy to appropriate net operating profit earned during the whole accounting year to pay cash dividend after taking into account the rate of profit earned, allowance for reserves and business expansion program. The amount of dividend paid to all shareholders is determined by General Meeting of Shareholders.

This policy is part of the Company’s commitment to provide optimum shareholders’ return. In line with the Company’s prospectus, the management pays a minimum dividend of 30 percent of net profit, unless decided otherwise by General Meeting of Shareholders. For accounting year 2010, PTBA paid an interim dividend of Rp 66.75 per share on 29 December 2010.

During the past few years, the amount of dividend paid has always been above the minimum rate. In 2010 along with business growth, dividend payout ratio was 45% of 2009 profit, as shown in the following table.

DIVIDEN YANG DIBAGIKAN DIVIDEND PAID (Juta Rp) (Million Rp)

DIVIDEN PER SAHAM DIVIDEND PER SHARE (Rp) (Rp)

RASIO PEMBAYARAN DIVIDEND PAYOUT RATIO

2005 2006 2007 2008 2009

467.060 485.670 760.207 1.707.770 2.727.734

233.530 242.835 380.104 853.885 1.227.480

101,35 105,39 164,97 371,05 532,73

50 % 50 % 50 % 50 % 45 %

38

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

LAPORAN KOMISARIS UTAMA

Laporan Komisaris Utama
Report From The President Commissioner

Peningkatan sikap profesional dalam mengembangkan usaha untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang guna mencapai tujuan jangka panjang Perseroan.
Professional attitude in developing business and facing challenges to seize opportunities and attain the Company’s long-term objective.

Para pemegang saham yang terhormat,
Mewakili Dewan Komisaris, pertama-tama saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan ungkapan syukur kehadiratNya atas keberhasilan Perseroan dalam melalui tahun 2010 dengan cukup baik. Perekonomian Indonesia di tahun 2010 tumbuh cukup baik, mengikuti kondusifnya perekonomian dunia yang mulai lepas dari pengaruh krisis finansial global di awal tahun 2009. Bersama dengan beberapa negara di kawasan Asia, yang dimotori oleh China dan India sebagai penggerak perekonomian kawasan, GDP Indonesia tumbuh sebesar 6,1%, lebih tinggi dari peningkatan GDP tahun 2009 yang sebesar 4,5%.

To our distinguished shareholders,
On behalf of the Board of Commissioners I would like to take this opportunity to thank God for the Company’s success in the year 2010 successfully.

In 2010 Indonesia’s economy was moving on the upward trend after the world economy recovered from global financial turmoil in early 2009. Along with a few other Asian countries, with China and India as the driving forces, Indonesia’s GDP grew 6.1%, higher than 2009 growth which was recorded at 4.5%.

REPORT FROM THE PRESIDENT COMMISSIONER

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 39

Dr. Supriyadi

Komisaris Utama President Commissioner

40 40

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

LAPORAN KOMISARIS UTAMA

Meningkatnya konsumsi domestik adalah faktor pendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Stabilitas politik dan keamanan yang terjaga dan tingkat likuiditas perekonomian yang terpelihara membuat peringkat utang luar negeri membaik menjadi Ba1 (Moody’s) dan BB+ dengan outlook positif (Standard & Poors). Banyak ekonom meyakini perekonomian Indonesia berada pada kondisi yang stabil dan siap berkembang lebih lanjut di masa mendatang.

Stronger domestic consumer demand was instrumental in Indonesia’s economic development. Overall political stability and security as well as well-maintained financial liquidity improved the country’s foreign debt rating to Ba1 (Moody’s) and BB+ with positive outlook (Standard & Poors). Many economists are convinced that Indonesia’s economy is stable and all set for further growth.

KONDISI UMUM PERSEROAN
Di tengah atmosfir perekonomian yang kondusif tersebut, Perseroan mampu mencatat kinerja operasional yang baik. Produksi berhasil ditingkatkan 7,4% menjadi sebesar 12,46 juta ton. Volume penjualan batubara naik 3,7% menjadi 12,95 juta ton. Namun demikian, rata-rata harga jual batubara Perseroan yang turun hingga sebesar 14,5%, membuat kinerja keuangan Perseroan tidak sebaik tahun 2009. Perseroan telah mengantisipasi kondisi ini dan berhasil melakukan berbagai inovasi dalam operasional Perseroan sehingga mampu menurunkan biaya produksi batubara swakelola di mulut tambang sebesar 5,6% dari biaya tahun sebelumnya. Namun demikian, efisiensi tersebut tidak cukup menutupi penurunan pendapatan akibat turunnya harga jual sehingga, laba bersih Perseroan di tahun 2010 turun menjadi Rp2,01 triliun dan laba bersih per saham turun menjadi sebesar Rp872. Dengan perkiraan membaiknya permintaan dan harga komoditas tambang di masa-masa mendatang, pada tahun pelaporan ini, Dewan Komisaris dan Direksi telah merumuskan dan menetapkan serangkaian program dan strategi pengembangan usaha yang dituangkan dalam Rencana Jangka Panjang Perseroan. Keberhasilan upaya efisiensi operasional dan upaya merealisasikan era PTBA Emas yang mulai menampakkan wujudnya, senantiasa dikomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan, sehingga citra Perseroan tetap terjaga positif. Hal ini tampak dari pergerakan harga saham PTBA yang ditutup menguat 33% menjadi sebesar Rp 22.950 per saham di akhir tahun 2010.

GENERAL CONDITION OF THE COMPANY
In this favorable economic climate, the Company performed very well. Production increased by 7.4% to 12.46 million tons. Coal sales volume rose 3.7% to 12.95 million tons. However, average coal selling price dropped 14.5% and consequently operating results were below 2009 performance.

The Company had anticipated this circumstance and made various innovative efforts that managed to lower inhouse coal production cost at mine mouth by 5.6% down from the preceding year. However, such efficiency was insufficient to cover the declining income caused by lower selling price consequently, net profit decreased to Rp2.01 trillion and net earning per share dropped to Rp872.

In anticipation of improving demand and price of mining products in the near future, the Board of Commissioners and Board of Directors devised and established a series of program and strategy for business development which were incorporated in Corporate Long Term Plan.

The success of operating efficiency drive and initiatives towards PTBA Golden Era were begining to take shape and always communicated to all stakeholders to preserve the Company’s good image. The result was reflected in PTBA shares positive trend that closed 33% higher to Rp22,950 per share at the end of 2010.

PENGAWASAN DAN PENILAIAN ATAS KINERJA MANAJEMEN
Sepanjang tahun pelaporan, Dewan Komisaris melakukan tugas pengawasan terhadap kebijakan manajemen, mekanisme kepengurusan dan operasional Perseroan yang dijalankan oleh Direksi serta memberikan arahan dan nasihat kepada Direksi. Dalam melaksanakan tugas pengawasan dan memberikan nasihat, Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit, Komite Nominasi, Remunerasi & PSDM, Komite GCG, serta Komite Asuransi, Risiko Usaha & Pasca Tambang, yang secara rutin melakukan rapat-rapat konsultatif dengan pihak manajemen Perseroan.

SUPERVISION AND EVALUATION OF MANAGEMENT PERFORMANCE
Throughout the year under review the Board of Commissioners fulfilled its oversight responsibility towards the management policy, management mechanism and operations of the Company, and gave counsel to the Board of Directors in performing its duty. In the discharge of its duty, the Board of Commissioners is assisted by Audit Committee, Nomination, Remuneration and HRD Committee, GCG Committee, and Insurance, Business Risk and Post-Mining Committee, who hold routine consultative and coordination meetings with the management.

REPORT FROM THE PRESIDENT COMMISSIONER

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 41

Berdasarkan evaluasi atas kinerja operasional di tahun pelaporan, Dewan Komisaris meminta Direksi untuk senantiasa melakukan inovasi-inovasi operasional sehingga Perseroan dapat beroperasi dengan lebih efisien, mengingat harga jual batubara yang fluktuatif serta variasi kualitas batubara yang dimiliki oleh Perseroan. Direksi diminta untuk meningkatkan kerjasama strategis dengan PT KAI guna menjamin peningkatan daya angkut batubara dari areal tambang ke pelabuhan sehingga volume penjualan dapat senantiasa ditingkatkan di masa mendatang. Selain itu, Direksi juga diminta untuk memberi perhatian lebih pada kelancaran realisasi proyek-proyek pengembangan yang memiliki nilai sinergis dengan upaya peningkatan efisiensi operasional dan masih dalam kaitan pengembangan “core competency,” seperti pembangunan PLTU mulut tambang untuk penggunaan sendiri. Dewan Komisaris juga memberi nasihat kepada Direksi agar melakukan upaya-upaya lebih tegas untuk mengamankan wilayah konsesi Perseroan demi menjaga aset Perseroan.

Based on the evaluation of the current year operating results, the Board of Commissioners asked the Board of Directors to continually make operational innovations so that the Company may operate more efficiently amid fluctuating coal price and considering its varied coal quality.

We also expected the Board of Directors to foster a strategic collaboration with PT KAI to ensure higher railway loading capacity from the mines to the ports so as to increase our future sales volume. The Board of Directors was also urged to pay more attention to our development projects to create synergy with operating efficiency drive to develop core competency, such as the construction of mine mouth TPP for our own purpose. The Board of Commissioners also called on the Board of Directors to be more resolute in safeguarding the Company’s concession areas to protect our assets.

Kami meminta Direksi untuk senantiasa melakukan inovasi-inovasi operasional sehingga Perseroan dapat beroperasi dengan lebih efisien.
We urge the Board of Directors to continually make operational innovations to allow higher operating efficiency.

Untuk lebih meningkatkan peran pengawasan dan praktik tata kelola yang baik, Dewan Komisaris telah merealisasikan pembentukan Komite GCG. Selain itu, Dewan Komisaris telah memperkuat fungsi pengawasan dan pengarahan di bidang pengembangan sumber daya manusia dengan menambah tugas Konarba sehingga komite ini menjadi Komite Nominasi, Remunerasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, disingkat Konarba dan PSDM. Dewan Komisaris dengan didukung oleh Komite-Komite telah meminta Direksi agar meningkatkan praktik GCG dengan semakin mengintensifkan upaya sosialisasi dan internalisasi Manual GCG terbaru yang terdiri dari Board Manual, Code of

To enhance supervision and good corporate governance practice, GCG Committee was set up. In addition, the Board of Commissioners reinforced its oversight and direction responsibilities in human resource development by enlarging Nomination and Remuneration Committee to become Nomination, Remuneration and Human Resource Development Committee, shortened to NR & HRD Committee.

Conduct, dan GCG Code. Dalam kaitan ini, Dewan Komisaris telah menegaskan agar Direksi dapat menindaklanjuti dan meningkatkan praktik GCG mengacu pada best practices demi meningkatkan kinerja Perseroan yang berkelanjutan.

With the support of related Committees, the Board of Commissioners has urged the Board of Directors to enhance GCG practice by intensifying socialization and internalization of the latest GCG Manual consisting of Board Manual, Code of Conduct and GCG Code. In this context, the Board of Directrs has been advised to follow up the implementation of GCG best practices for the sake of the Company’s sustainable business growth.

PELAKSANAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN
Dengan pengawasan Dewan Komisaris, Direksi telah merencanakan secara intensif dan melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) yang berkelanjutan sebagai salah satu bentuk penerapan prinsip GCG.

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PERFORMANCE
The Board of Directors, under the supervision of Board of Commissioners, has intensively carried out the corporate social responsibility program being one of GCG principles.

42

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

LAPORAN KOMISARIS UTAMA

Kami meminta Direksi agar terus meningkatkan implementasi kebijakan remunerasi berlandaskan kompetensi sehingga tercipta sistem kerja produktif.
We advise the Board of Directors to continue implementing competencebased remuneration system to create a productive working condition.
Perseroan telah menunjukkan komitmen dan inisiatif tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui pelaksanaan serangkaian program yang meliputi PKBL, Bina Wilayah, pengelolaan dan pemantauan lingkungan, serta programprogram yang berhubungan dengan pemenuhan hak-hak karyawan yang memberikan dampak ganda bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar dan pegawai. Berbagai program tersebut dilaksanakan secara terintegrasi dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, lingkungan dan internal Perseroan. Cakupan program yang menyeluruh ini juga berhasil menciptakan keseimbangan antara operasional bisnis dan CSR Perseroan di mana setiap pihak tidak hanya cukup menjadi penerima manfaat semata, namun juga turut memegang andil dalam penerapan program-program CSR secara berkelanjutan. Dalam bidang lingkungan, Perseroan menerapkan sistem akreditasi ISO 9001: 2000 dan ISO 14001: 2004 demi menjamin terlaksananya aplikasi sistem kerja yang berkualitas dan ramah lingkungan, sehingga berhasil terus mempertahankan peringkat PROPER Hijau, dari Kementerian Lingkungan Hidup. The Company proves its commitment to the local community through Partnership, Community Development and Area Development Programs, environmental management and other programs directed towards the growth and development of the local community and employee well-being.

These programs are integrated and carried out jointly with the surrounding community and other relevant parties. An equilibrium between business operations and CSR aspects is reached where all parties involved act not only as receivers but also as givers in carrying out CSR programs.

The Company applies ISO 9001: 2000 and ISO 14001: 2004 for the application of high quality and environmentally friendly work system. For its commitment to good environmental management, the Company retained the Green PROPER rating from the Department of Environment

PENINGKATAN KOMPETENSI SDM
Dewan Komisaris dan Direksi telah menyelesaikan penyusunan RKAP tahun 2011 yang berisi serangkaian target dan program kerja dengan sasaran yang lebih tinggi, selaras dengan sasaran yang hendak dicapai dalam RJPP. Dengan latar belakang perekonomian yang semakin kondusif seperti tergambar di atas, Dewan Komisaris meyakini Direksi akan sanggup memenuhi seluruh target yang ditetapkan.

HUMAN RESOURCE COMPETENCE DEVELOPMENT
Approaching the year 2011 the Board of Commissioners and Board of Directors have prepared Annual Budget and Work Program, outlining work program with higher targets that is commensurate with the objective of Corporate Long Term Plan. Against a backdrop of improving economic condition as described previously, the Board of Commissioners is confident the Board of Directors has the ability to reach all the established targets. We appreciate the sifnificant success made by the Board of Directors in managing and developing our human resource. To ensure sustainable business growth, we advise the Board of Directors to be more focused on developing our employees as the strategic partners of the Company.

Dewan Komisaris mengapresiasi kemajuan-kemajuan berarti yang telah dicapai Direksi dalam mengelola dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Untuk menjaga kesinambungan bisnis di masa mendatang, Direksi diminta memberi perhatian lebih pada pengembangan kompetensi sumber daya manusia dengan menempatkan karyawan sebagai strategic partner Perseroan.

REPORT FROM THE PRESIDENT COMMISSIONER

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 43

Berbagai capaian kinerja Perseroan dan implementasi rencana maupun strategi operasional tidak akan berhasil tanpa didukung oleh human capital yang kompeten. Oleh karena itu, Dewan Komisaris meminta Direksi agar terus meningkatkan implementasi kebijakan remunerasi berlandaskan kompetensi dan kinerja sehingga tercipta sistem kerja produktif yang lebih mendukung pengembangan Perseroan.

TheCompany’s achievements and business strategy realizations will not be possible without the support of competent human capital. Therefore, the Board of Commissioners advises the Board of Directors to continue implementing competenceperformance-based remuneration system to improve productivity to support the Company’s business continuity.

STRATEGI BISNIS DI MASA DEPAN
Dewan Komisaris memberi arahan agar Direksi semakin mengoptimalkan potensi strategis Perseroan. Direksi juga diminta untuk mengembangkan potensi sumber daya batubara yang belum ditambang secara optimal, serta potensi lainnya dalam rangka meningkatkan pendapatan. Pengembangan potensi lain di atas antara lain berupa pengembangan potensi CBM dan pembangunan PLTU, baik di mulut tambang maupun non mulut tambang. Dalam hal ini, Dewan Komisaris meminta Direksi agar senantiasa mencermati tahapan perkembangan pelaksanaannya, terutama dampak lingkungan dan dampak terhadap mayarakat sekitar serta mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.

FUTURE BUSINESS STRATEGY
The Board of Commissioners advises the Board of Directors to optimize other strategic potentials. Besides coal resources that are not optimally excavated, other potentials should also be developed to augment income.

Developing other potentials includes developing CBM potentials and constructing mine mouth and non-mine mouth TPPs. In this context, we ask the Board of Directors to observe the progress made, particularly its impact on the surrounding environment and community and anticipate any obstacle that may arise.

UCAPAN TERIMA KASIH
Dewan Komisaris optimis bahwa Perseroan akan mampu meningkatkan kinerja yang positif dengan terus bekerja keras dan menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan tata kelola penambangan yang baik (good mining practice). Dewan Komisaris meminta seluruh jajaran manajemen dan karyawan agar bekerjasama secara sinergis, serta bersikap profesional dalam menjalankan tugas dan amanat untuk mengembangkan Perseroan. Mewakili Dewan Komisaris, saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran Direksi dan seluruh pegawai Perseroan atas kerjasama, loyalitas dan jerih payahnya dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang-peluang yang akan semakin terbuka di masa-masa mendatang sebagai bekal yang sangat bermanfaat bagi terwujudnya citacita pengembangan Perseroan di masa mendatang. Akhir kata, saya juga menyampaikan penghargaan kepada para pemangku kepentingan atas dukungan dan kepercayaannya kepada PT Bukit Asam (Persero) Tbk selama ini.

A NOTE OF THANKS
The Board of Commissioners is optimistic that the Company will thrive with good results by working hard, implementing good corporate governance principle and good mining practice. The Board of Commissioners expects the management, at all level to work synergically and professionally to develop the Company.

On behalf of the Board of Commissioners, I wish to express our highest regard to all members of the management and personnel of the Company for their cooperation, loyalty and concerted effort in facing challenges and using every opportunity to attain the objective of the Company. In closing I would like to convey my appreciation to the stakeholders for their continued support and trust in PT Bukit Asam (Persero) Tbk all these years.

Atas nama Dewan Komisaris, On behalf of the Board of Commissioners,

Dr. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner

on behalf of the Board of Directors I am pleased to report that the Company closed the year 2010 with encouraging operating results. To our distinguished shareholders. and rising fuel and electricity costs. atas nama Direksi. . Opportunities arising from global and national economic revival lay in the increased usage of alternative energy sources including coal in the Asia Pacific region as well as in the domestic market. External challenges facing us during the year came from keener competition in the domestic market. Dengan mengucap syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Para pemegang saham perseroan yang terhormat. Focused on operating efficiency and business development to be Indonesia’s largest integrated coal mining company. With an expression of gratitude to God the Almighty.44 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN DIREKTUR UTAMA Laporan Direktur Utama Report From The President Director Fokus pada efisiensi operasional dan pengembangan usaha menuju perusahaan tambang batubara terintegrasi yang terbesar di Indonesia. saya menyampaikan bahwa Perseroan telah berhasil melewati tahun 2010 dengan mempertahankan catatan kinerja yang lebih menjanjikan untuk tahun-tahun mendatang. kecenderungan meningkatnya penggunaan batubara kalori lebih rendah dengan harga jual yang lebih rendah dan naiknya harga BBM dan tarif listrik. Perseroan menghadapi tantangan eksternal berupa peningkatan persaingan usaha di pasar domestik. Peluang yang muncul dari membaiknya perekonomian global dan nasional adalah semakin meningkatnya penggunaan sumber energi alternatif termasuk batubara di kawasan Asia Pasifik maupun di pasar domestik. higher demand for low-calorie coal at lower selling price.

REPORT FROM THE PRESIDENT DIRECTOR PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 45 Ir. Sukrisno Direktur Utama President Director .

sehingga laba bersih per saham berubah menjadi sebesar Rp872 dari angka sebesar Rp1. EBITDA dropped 30.184 per saham di tahun sebelumnya. Perseroan harus menghadapi kenyataan berupa penurunan rata-rata harga jual produksinya di pasar.0% di tahun 2010. sparepart and material and electricity consumption.95 triliun di tahun sebelumnya. This growth was the result of the Company’s collaboration with PT Kereta Api Indonesia that improved railway loading capacity by 3. mencakup: penghematan konsumsi BBM. Likewise. The Company responded well to this higher coal demand by stepping up production by 7.7% from 12. improving efficiency and realizing development plan in anticipation of larger production in the near future.60 million tons the year before.91 trillion from Rp8. EBITDA mengalami penurunan sebesar 30. Stock market positive reaction as a reflection of stakeholders’ appreciation was the 33% increase in PTBA share price that closed at Rp22. Perseroan melaksanakan beberapa program untuk mengendalikan biaya produksi.95 trillion the preceding year. Perseroan menjalankan dua strategi utama. memaksimalkan produksi batubara secara swakelola dengan mengoptimalkan penggunaan BWE system dan mengembangkan sistem penambangan shovel & truck.66 triliun. sekaligus mengantisipasi munculnya peluang usaha di masa mendatang. i. These programs were consistently communicated to the stakeholders so our corporate image remained good. Upaya efisiensi dilakukan melalui tiga cara yakni: mengendalikan biaya produksi.4% to stand at Rp2.60 juta ton di tahun sebelumnya.46 million tons from 11.950 per saham di akhir tahun 2010.7% dari angka 12. Laba bersih Perseroan juga mengalami penurunan sebesar 26. maximizing inhouse coal production by optimum use of BWE (Bucket Wheel Excavator) system. Demikian juga volume penjualan berhasil ditingkatkan 3.01 trillion.6% menjadi Rp2. Perseroan telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan mencanangkan program efisiensi operasional sebagai upaya menekan seluruh biaya operasional di bawah kendalinya. sehingga citra Perseroan tetap terjaga positif.e. Net profit declined 26.184 a year before. improving efficiency and stepping up production capacity of inhouse coal.46 juta ton. However. OPTIMIZING GROWTH POTENTIALS THROUGH IMPROVING EFFICIENCY AND REALIZING DEVELOPMENT PLAN Facing challenges and opportunities in 2010. yakni fokus pada peningkatan efisiensi operasional dan merealisasikan rencana pengembangan usaha yang berkaitan dengan upaya peningkatan produksi dalam waktu dekat.48 juta ton menjadi 12.66 trillion.4% to 12. Hal ini tercermin dari reaksi para investor di pasar modal yang tetap memberikan apresiasinya.6% menjadi Rp7.0% in 2010. The Company has taken necessary steps through efficiency program to cut operating expenses in anticipation of future business opportunities.01 triliun.91 triliun dari angka sebesar Rp8.6% to Rp7.4% dari tingkat produksi 11. serta optimalisasi inside dump. Several programs were launched to reach production cost efficiency including saving fuel. Namun demikian.950 by end 2010 with intensive trading. developing shovel & truck mining system.95 million tons.4%. . we had to face the fact of falling average selling price that reduced total sales by 11. Efficiency drive was done by cutting production cost. suku cadang dan material serta konsumsi energi listrik.48 million tons to 12. dengan intensitas perdagangan yang tetap likuid. MEWUJUDKAN PELUANG PERTUMBUHAN MELALUI PENINGKATAN EFISIENSI OPERASIONAL DAN REALISASI RENCANA PENGEMBANGAN Menghadapi tantangan dan peluang di tahun 2010.46 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN DIREKTUR UTAMA Perseroan telah merespon dengan tepat kecenderungan peningkatan permintaan batubara tersebut dengan berhasil meningkatkan produksinya menjadi sebesar 12.6% to Rp2. Kenaikan penjualan ini selaras dengan keberhasilan kerjasama dengan PT KAI sehingga meningkatkan kapasitas angkut KA batubara sebesar 3. menjadi sebesar Rp2. Berbagai upaya tersebut secara konsisten dikomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan. Hal ini membuat nilai penjualan total turun 11. lowering net earning per share to Rp872 from Rp1. meningkatkan efisiensi operasional serta meningkatkan kapasitas produksi batubara swakelola.95 juta ton. naik 7. and optimizing inside dump. sehingga harga saham PTBA ditutup menguat 33% menjadi sebesar Rp22. sales volume increased 3. the Company devised two major strategies.

The Company began to realize various business development projects which were incorporated in five strategic plans. Perbaikan sistem kerja dilakukan diantaranya melalui penerapan sistem operasional terintegrasi. prestasi pembangunan telah mencapai 85%. scheduling equipment maintenance and refining stockpile management. Perbaikan sarana dan prasarana dilakukan melalui antara lain: optimasi areal stockpile dan perbaikan komponen conveyor belt. we will soon operate two BWE systems and one spreader. Termasuk dalam hal ini adalah pelaksanaan perawatan peralatan secara terencana dan perbaikan manajemen stockpile. Work system was improved by implementing integrated operating system backed by information technology. Production cost per ton of inhouse mine at mine mouth was also cut down by 5. dengan dukungan Teknologi Informasi. Untuk meningkatkan efisiensi operasional. facilities and infrastructure. Facilities and infrastructure improvement was done by optimizing stockpile area. because it is fueled by low-calorie coal which has so far been regarded as by-product. Perseroan melaksanakan upaya perbaikan sistem kerja. perbaikan sarana dan prasarana. Production capacity of inhouse mine was increased by adding more production units and boosting production machinery capacity from below 30 tons to over 50 tons. repairing and relocating two BWE and one spreader from TAL to MTBU site. that have recently been relocated from TAL site. yang harga produknya di luar kontrol Perseroan. to self-produced electricity-based power. Sesuai rencana.95 juta ton. perbaikan dan relokasi 2 unit BWE dan 1 unit spreader dari areal TAL ke areal MTBU.6% dari tahun 2009. Akhir tahun 2010. The Company enhanced operating efficiency by improving work system. yakni pembangunan unit PLTU mulut tambang 3 x 10 MW milik sendiri di Tanjung Enim. salah satu rencana strategis tersebut semakin mendekati penyelesaiannya.REPORT FROM THE PRESIDENT DIRECTOR PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 47 Pelaksanaan program efisiensi operasional berhasil menurunkan biaya produksi batubara di mulut tambang sebesar 5. tanpa membuka areal pit baru. Penyelesaian proyek ini akan sangat mendukung program efisiensi melalui pengalihan pemakaian energi berbasis BBM. mengingat bahan bakarnya menggunakan batubara kalori rendah yang selama ini menjadi by-product.e. Perseroan meyakini biaya produksi per ton akan semakin rendah dengan beroperasinya PLTU ini. at prices beyond our control. The completion of this program will support our efficiency program through conversion from fuel-based energy. . Perseroan mulai merealisasikan berbagai rencana pengembangan usaha yang sebelumnya dirangkum ke dalam lima strategi pengembangan. As planned. Pelaksanaan seluruh program tersebut mampu meningkatkan produksi batubara Perseroan menjadi sebesar 12. Perseroan akan segera mengoperasikan 2 sistem BWE dan 1 spreader yang baru dipindahkan dari lokasi TAL dan dalam operasinya menggunakan energi listrik.6% dari biaya di tahun 2009. which by the end of 2010 was 85% completed and expected to commence operation in 2011. perbaikan sarana pembongkaran batubara di pelabuhan Tarahan dan dermaga Kertapati. sehingga PLTU ini diharapkan siap beroperasi pada tahun 2011.6% from 2009. Biaya produksi per ton batubara swakelola di mulut tambang juga berhasil ditekan hingga sebesar 5. repairing conveyor belt. These programs increased coal production to Rp12. Pada tahun 2010.6% from the preceding year. i. operated by electricity. menjadi berbasis listrik produksi sendiri. as well as repairing and replacing mining machinery.95 million tons without opening new mining pits. Untuk meningkatkan kapasitas produksi tambang swakelola dilakukan dengan penambahan jumlah unit produksi serta peningkatan kapasitas alat produksi dari kapasitas di bawah 30 ton menjadi di atas 50 ton. In 2010 one of the five plans was nearing completion. Operating efficiency program reduced coal production cost at mine mouth by 5. serta perbaikan maupun penggantian alat penambangan. The Company is certain that production cost per ton will be lower with the new TPP operating. as well as improving coal discharging facility at ports. the construction of the Company’s own mine mouth 3x10MW TPP in Tanjung Enim.

Kegiatan pembuatan sumur bor eksplorasi mulai dilakukan sebagai pilot test yang akan langsung diikuti dengan proses produksinya. The Company is optimistic this project will be realized sooner than originally planned considering the Company’s partners are experienced in developing CBM gas. The joint venture company will build coal port in Lampung with a mooring capacity suitable for ‘capesize’ ship with loading capacity of 150. Perseroan terus bergiat merealisasikan rencana strategis lain. The 307-km track will connect Tanjung Enim and Lampung with an estimated loading capacity of 25 million tons per year. one of which is Banjarsari Mine Mouth TPP (2 x 100 MW). through BATR. pada tahun 2010 telah dicapai kesepakatan harga jual-beli listrik baru yang akan dituangkan dalam Amandemen PPA antara Perseroan dengan PLN dan pembebasan lahan PLTU serta jaringan transmisi telah diselesaikan. Gubernur Sumsel dan izin prinsip pembangunan jalur Perkeretaapian Khusus dari Menteri Perhubungan RI di tahun 2009. The first plan was to increase the existing railway loading capacity jointly with PT KAI under a long term contract (CTA) to gradually reach 20 million tons per year to Tarahan (Lampung) and 2.3 miliar dan O&M (Operator and Maintenance) selama periode 20 tahun dengan nilai US$3.48 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN DIREKTUR UTAMA Perseroan juga percaya akan berhasil menyelesaikan proyek PLTU untuk pemakaian sendiri berkapasitas kecil lainnya. melalui pembentukan perusahaan baru. The second plan was to construct new railway tracks by establishing a joint venture company.5 miliar antara BATR (anak perusahaan PTBA) dengan China Railway Group Limited untuk merealisasikan proyek tersebut. In the meantime.000 tons. we are cautiously and thoroughly building other TPP with large and medium capacity. Untuk PLTU Banjarsari. yakni peningkatan kapasitas angkut batubara. mengingat para mitra Perseroan sudah berpengalaman dalam pengembangan gas CBM. sehingga pada akhir tahun 2010 proyek ini telah memasuki tahapan persiapan pemboran ekplorasi dan civil works di Wilayah Kerja Tanjung Enim. The exploration drilling has started as a pilot test that will be immediately followed by production. Perseroan. The Company continued to increase loading capacity through three strategic plans. Tarif baru tersebut telah mendapat persetujuan Menteri ESDM.5 billion were signed by BATR (PTBA subsidiary) and China Railway Group Limited who would develop the project. melalui BATR kini telah menindak lanjuti perkembangan We are also confident we will finalize building other smaller TPP for our own use. In March 2010 EPC (Engineering. Governor of South Sumatera. Diharapkan pada tahun 2011 Amandemen PPA telah ditandatangani.000 ton. dilakukan melalui peningkatan kapasitas angkut pada jalur eksisting bekerja sama dengan PT KAI. dengan kemampuan sandar hingga kapal jenis Capesize yang berdaya angkut 150. dilakukan dengan membangun jalur KA baru.7 million tons to Kertapati. Selain membangun jalur kereta api. Rencana pertama. Proyek ini telah mendapatkan izin prinsip dari Gubernur Lampung. new electricity selling rate of Banjarsari TPP was agreed and would be incorporated in the Amendment to Power Purchase Agreement (PPA) between the Company and PLN.3 billion and O&M (Operator and Maintenance) 20-year contract worth US$3. . The Company. Jalur baru sepanjang 307 km ini akan menghubungkan Tanjung Enim – Lampung. Sedangkan realisasi pembangunan PLTU berkapasitas sedang maupun besar yakni diantaranya PLTU Mulut Tambang Banjarsari (2 x 100 MW) maupun IPP lainnya. Procurement and Construction) contract worth US$1. melalui penandatanganan kontrak angkutan jangka panjang (CTA). Pada bulan Maret 2010 proyek ini mencatat kemajuan lain berupa Penandatanganan Kontrak EPC (Engineering. and the Minister of Transportation for the construction of Special Railway Track. dengan daya angkut menjadi 20 juta ton pertahun ke Tarahan (Lampung) dan 2. Minister of Energy and Mineral Resources has approved the new tariff and hopefully the amended PPA will be signed in 2011. dilaksanakan dengan hati-hati dan seksama. In 2010. perusahaan patungan ini juga akan membangun pelabuhan khusus batubara di Lampung.7 juta ton ke Kertapati (naik bertahap). dengan perkiraan daya angkut sebesar 25 juta ton per tahun. Rencana kedua. Upaya Kelola Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) untuk proyek ini telah diselesaikan dan diperoleh. Program pengembangan lain yang dapat direalisasikan adalah pemanfaatan kandungan CBM untuk mendapatkan sumber pendapatan baru. Perseroan optimis proyek ini akan dapat terealisir lebih cepat. Land clearance for TPP and transmission network were finalized. melalui tiga rencana strategis. Procurement and Construction) senilai US$1. Another business development that can be carried out is developing Coal Bed Methane (CBM) as business diversification. Environmental Management Action (UKL) and Environmental Monitoring Action (UPL) permits were obtained and at end 2010 preparation for exploration drilling and civil works in Tanjung Enim was in progress. In 2009 this project was granted in-principle approval (approval in principle) by the Governor of Lampung.

Realizing the other two strategic plans. . The Company is optimistic that loading volume of existing railway track will rise with the enforcement of Coal Transportation Agreement (CTA) starting in 2010. the Company will be in a position to sell its coal products by railway up to 82 million tons per year.e. Perseroan optimis akan mampu menjual batubara melalui angkutan kereta api hingga sebesar 82 juta ton per tahun. is currently writing up AMDAL (environmental impact assessment) for railway. The implementation of CTA is expected to significantly increase loading capacity. Perseroan juga mentargetkan penyelesaian penetapan jalur KA dan dimulainya proses pembebasan lahan bagi pembangunan jalur KA baru ini. Di masa mendatang.8 million tons from 2009. Dengan ketiga skenario angkutan batubara tersebut. yakni akuisisi atau kerjasama dengan pengelola tambang batubara untuk memperluas area kelolaan dan meningkatkan cadangan serta rencana pengembangan angkutan laut batubara tetap dipertimbangkan dan dijalankan secara prudent. locomotives and other railway infrastructure. serta adanya koordinasi intensif dengan PT KAI. India.8 juta ton atau tumbuh 3% dari angka tahun 2009. to develop a 270-km railway track from Tanjung Enim to Tanjung Api-api (South Sumatera) to transport coal at an annual capacity of 35 million tons. Dalam kaitan CTA ini. Adani Group. This was made possible by the addition of more chains of coaches. In connection with the CTA. dalam jangka waktu beberapa tahun mendatang. PTKA will raise loading capacity by adding more coaches. Penyelesaian pembangunan PLTU untuk pemakaian sendiri akan membuat kinerja operasional semakin efisien dan realisasi proyek CBM akan menambah sumber pendapatan Perseroan. stockpile and port. BERSAMA MITRA MEWUJUDKAN PENINGKATAN KINERJA Kerjasama strategis dengan PT KAI selama tahun 2010 menghasilkan peningkatan daya angkut kereta api menjadi 10. This way. in the forthcoming years the Company will become the largest coal miner in Indonesia.REPORT FROM THE PRESIDENT DIRECTOR PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 49 tersebut dengan penyusunan AMDAL Kereta Api dan AMDAL Stockpile dan pelabuhan serta telah memproses izin pembangunan pelabuhan. berjarak kurang lebih 270 km dengan kapasitas angkut 35 juta ton per tahun. Perseroan merintis kerjasama pengembangan angkutan KA batubara dengan perusahaan asal India. Rencana ketiga. improvement of transport management and departure frequency as well as intensive coordination with PT KAI. gerbong serta prasarana perkereta apian lainnya. The completion of own TPP construction will increase efficiency and CBM project will augment operating income. IMPROVING PERFORMANCE JOINTLY WITH PARTNERS Strategic venture with PT KAI during 2010 improved railway transporting capacity by 3% to 10. acquisition of or joint operation with other coal mining companies will extend operating area and increase reserves while developing sea transport cautiously and prudently. Peningkatan volume angkut batubara ini merupakan hasil dari penambahan gerbong pengangkut dan perbaikan sistem manajemen angkutan. Dengan cara demikian. i. target Perseroan untuk menjadi perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia dapat terealisir. The Company expects track site designation and land clearance will be finalized for the new railway construction. and processing port construction permit. peningkatan intensitas keberangkatan dan penambahan rangkaian gerbong. Angkutan KA ini menempuh jalur dari lokasi Tanjung Enim ke pelabuhan Tanjung Api-api (Sumatera Selatan). If the three scenarios of coal transport can proceed as planned. The third plan was to venture into a joint project with Adani Group. Implementasi CTA ini diharapkan akan mampu meningkatkan daya angkut batubara secara signifikan. Perseroan optimis bahwa volume angkut melalui jalur KA eksisting ini akan dapat ditingkatkan sesuai dengan implementasi Coal Transportation Agreement (CTA) yang mulai dijalankan sejak tahun 2010. PT KAI akan meningkatkan kapasitas angkut dengan menambah lokomotif. Realisasi dua rencana strategis lainnya.

72 millon tons (36.95 million tons. produksi batubara swakelola akan semakin meningkat. Untuk maksud tersebut dan dalam rangka meningkatkan kualitas penerapan tata kelola yang baik. Considering the big plan that lies ahead the Company provided a series of integrated training and well-planned recruitment program.6 million tons in 2009. Thus.95 juta ton.72 juta ton (36. the Company’s total coal production increased to 12. Pelatihan tidak hanya ditujukan pada peningkatan kompetensi semata.5 million tons from 11. Pada tahun-tahun mendatang. Pada tahun-tahun mendatang. i. Komposisi penjualan di tahun 2010 juga membaik dimana dari total volume penjualan sebesar 12. sekaligus mencakup jaminan pembelian dari potential buyer mitra kerjasama luar negeri dalam jangka panjang. the Company organized special training on Code of Conduct that touches on ethics and morals that should be upheld by all personnel in working within the organization.6 juta ton di tahun sebelumnya. penjualan domestik adalah sebanyak 8.23 juta ton (63. For that reason and in order to improve good governance practice. Perseroan telah mempersiapkan SDM untuk merealisasikan rencana besar di masa mendatang dengan menyiapkan serangkaian program pelatihan terpadu dan program rekrutmen yang terencana. seiring dengan telah selesainya persiapan sarana produksi di MTBU dan program relokasi 2 unit BWE dan 1 unit spreader. Perseroan telah mengimplementasikan Key Performance Indicators (KPI) dan Balanced Scorecard sebagai tools untuk mengukur kompetensi kinerja individual dan satuan kerja. Perseroan menyelenggarakan pelatihan khusus mengenai implementasi code of conduct yang berisi uraian butir-butir etika dan moral yang harus dipegang teguh oleh segenap jajaran SDM dalam berkarya di perusahaan.5%) and export 4. as out of total sales of 12. yaitu spiritual.50 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN DIREKTUR UTAMA Kereta api pengangkut batubara melintasi TLS di Tanjung Enim Coal transporting train passing TLS inTanjung Enim Perseroan telah mempersiapkan seluruh jajarannya untuk memanfaatkan momen peningkatan permintaan batubara dan peningkatan daya angkut kereta di tahun-tahun mendatang dengan meningkatkan kapasitas produksi. HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT The Company continuously enhances human resource competence and provides performance-based career development program. but also their mental and spiritual quality to develop trilogy of intelligence. emosi dan intelektual. In the upcoming years.5%) dan ekspor sebanyak 4.5 juta ton dari 11.e. spiritual. mengingat kerjasama peningkatan daya angkut yang dilakukan. . inhouse coal production will continue rising along with coal overall production. seiring dengan peningkatan total produksi batubara. komposisi penjualan ini akan lebih berimbang.5%). tapi juga pada peningkatan kualitas mental dan spiritual guna menumbuhkan trilogi kecerdasan. Hal ini telah dibuktikan dengan naiknya produksi menjadi 12. as MTBU starts production and two BWEs and one spreader are reconditioned. This composition will be more balanced in the future as a result of bigger loading capacity and foreign potential buyers’ guaranteed order. Sales composition in 2010 improved with higher domestic ratio. PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Perseroan menerapkan program peningkatan kompetensi secara berkesinambungan sekaligus melaksanakan pengembangan karir berbasis kompetensi.23 million tons (63. Training was not directed towards employees’ competence only. We use Key Performance Indicators (KPI) and Balanced Scorecards to measure individual and work unit competence and performance.5%). emotional and intellectual. domestic sales reached 8. The Company prepared itself to capitalize on the rising coal demand and railway transporting capacity by boosting coal production.

In fulfilling its CSR function. by way of providing management and entrepreneurship training and disbursing revolving funds . The three plans to increase railway loading capacity will enable the Company to supply coal from Tanjung Enim to global and domestic markets up to 82 million tons every year. Dengan partisipasi tersebut. Selain itu dilakukan penandatanganan pernyataan kepatuhan untuk melaksanakan aturan-aturan yang terkandung dalam Code of Conduct dan Pedoman GCG. in 2010 the Company socialized and implemented GCG Code and Code of Conduct that had been reviewed and rewritten. (iii) hak asasi manusia. O n t h e e co n o m i c s i d e . Sebagai wujud komitmen peningkatan penerapan praktek GCG tersebut. (v) product responsibiity and (vi) society. Perseroan telah merintis sosialisasi dan pelaksanaan COC dan Pedoman GCG tersebut kepada seluruh pemangku kepentingan.REPORT FROM THE PRESIDENT DIRECTOR PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 51 Realisasi tiga rencana peningkatan daya angkut kereta akan membuat Perseroan mampu memasok batubara dari Tanjung Enim ke pasar domestik maupun global hingga sebesar 82 juta ton/tahun. As a reflection of its commitment to implementing these GCG principles. employees signed declaration of compliance with GCG Code and Code of Conduct. (ii) environment. (iv) employment practices and proper work conditions. The same Codes were disseminated to the stakeholders particularly on the subject of goods and services procurement by suppliers and partners. The Company will continue to evaluate and assess the implementation of GCG principles. didahului dengan penerapan butir-butir menyangkut ketentuan pengadaan barang dan jasa terhadap para pemasok dan mitra kerja. kesejahteraan masyarakat ikut meningkat seiring dengan perkembangan usaha Perseroan. (v) tanggung jawab produk dan (vi) kemasyarakatan. dilakukan dengan memberikan pelatihan manajemen dan kewirausahaan serta bantuan dana bergulir bagi usaha kecil CONCERN FOR THE COMMUNITY – REFLECTION OF CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY The Company’s concern for the neighboring community well-being is reflected in the promotion of the community potentials to grow along with the Company. focusing on six areas: (i) economy. Perseroan telah menetapkan komitmen jangka panjang. Dalam melaksanakan CSR ini. the Company establishes long term commitments. WUJUD TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Perseroan merancang pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan dengan sasaran meningkatkan keikutsertaan masyarakat agar berkembang bersama Perseroan. (iii) human rights. (iv) praktek ketenagakerjaan dan kelaikan kerja. Perseroan akan terus meningkatkan kualitas penerapan GCG ini dan melakukan evaluasi serta asesmen secara berkala. pada tahun 2010 Perseroan melakukan sosialisasi dan implementasi Pedoman GCG maupun Code of Conduct yang telah selesai dikaji dan disusun ulang. PENINGKATAN IMPLEMENTASI TATA KELOLA Perseroan meyakini bahwa seluruh raihan kinerja operasional tersebut akan dapat ditingkatkan secara berkesinambungan apabila Perseroan mampu secara konsisten meningkatkan kaidah-kaidah tata kelola yang baik. (ii) lingkungan. Intensive training sessions were carried out to instil into the employees the importance of GCG. KEPEDULIAN MASYARAKAT. program yang dilaksanakan meliputi pengembangan pola kemitraan usaha kecil dan koperasi. INTENSIFIED IMPLEMENTATION OF CORPORATE GOVERNANCE We are aware of the fact that the overall operating achievements can be maintained if the Company is able to consistently enhance its good corporate governance practices. Di bidang ekonomi. t h e p ro g ra m i m p le m e n te d includes developing partnership with small businesses and cooperatives. Sosialisasi dilakukan melalui penyelenggaraan pelatihan intensif kepada pegawai akan pentingnya peningkatan penerapan praktek GCG. terdiri atas enam fokus kegiatan meliputi (i) kegiatan ekonomi. Additionally.

pengembangan sarana umum. pendidikan dan atau pelatihan. The Company even took a step further and became a pioneer in conserving the environment and rehabilitating post-mining areas by designing 5. COMMITMENT TO ENVIRONMENTAL CONSERVATION Various programs were launched to realize our mission of “giving the utmost contribution to community welfare and environment conservation.52 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN DIREKTUR UTAMA dan koperasi yang tersebar di wilayah operasional Perseroan. This way. Perseroan meyakini dengan pelaksanaan program yang tepat sasaran akan memberikan dampak peningkatan kesejahtaraan masyarakat sekitar agar lebih berdaya dan mandiri serta terpeliharanya hubungan yang harmonis dan berkesinambungan antara perseroan dengan masyarakat. Total dana yang digulirkan oleh Perseroan melalui PKBL pada tahun 2010 mencapai total Rp93.” This commitment was turned into reality by a series of rehabilitation program towards post-mining area designed jointly with an independent consultant using ISO 14001: 2004 accredited system.42 miliar. We appreciate the important role of our people through continuous competence development programs.77 miliar di tahun 2009. The Company has contributed to social welfare through natural disaster relief. a harmonious relationship will be fostered between the Company and the local community. Perseroan bertekad untuk meraih Proper Emas pada tahun-tahun mendatang. Selanjutnya Perseroan juga telah melaksanakan program di bidang sosial melalui bantuan: bencana alam.42 billion. or rose 236% from Rp27. Semua upaya tersebut merupakan jawaban terhadap meningkatnya tuntutan masyarakat dunia akan terciptanya lingkungan hidup yang lebih baik untuk kehidupan mendatang.77 billion in 2009. Such development is expected to serve as facilitator and accelerator in the growth of small businesses with multiplier effect to the self-reliance and welfare of the local community.” Perseroan menerapkan serangkaian program rehabilitasi lingkungan purna tambang yang dirancang bersama konsultan independen serta menggunakan sistem terakreditasi ISO 14001: 2004. Real accomplishment in 2010 was the retention of Green Proper rating as designated by the Department of Environment. to small businesses and cooperatives throughout the Company’s operating areas. construction of public utilities and religious utilities.934 hectares of post-mining area to become People’s Forest Park (Tahura). All these efforts are in response to growing world demand for a better living environment of the future. PANDANGAN KE DEPAN Semakin kondusifnya perekonomian global maupun nasional seperti diprediksikan oleh para ekonom diperkirakan FUTURE OUTLOOK The improving world and national economy as predicted by the economists will create challenge and opportunity for the Kami memaknai peran penting SDM bagi Perseroan dengan memberikan program peningkatan kompetensi secara berkesinambungan. Total fund disbursed by the Company to Partnership and Community Development Program in 2010 reached Rp93. Pengembangan tersebut diharapkan akan menjadi fasilitator dan akselerator bagi pertumbuhan usaha kecil yang membawa dampak berganda (multiplier effect) terhadap kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di sekitar lingkungan Perseroan. sarana ibadah dan pelestarian alam. . as well as environmental conservation. Perseroan bahkan telah melangkah lebih jauh dan menjadi pelopor dalam hal pelestarian lingkungan dan rehabilitasi pascatambang dengan telah merancang dan merealisasikan rencana pengembangan daerah pascatambang seluas 5. MEWUJUDKAN KOMITMEN PELESTARIAN LINGKUNGAN Perseroan secara komprehensif menerapkan berbagai program untuk mewujudkan salah satu misi “memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan. The Company is determined to earn Gold Proper in the upcoming years. peningkatan kesehatan. We believe that focused programs will empower the surrounding community to improve their own welfare and independency. education and training. naik 236% dari Rp27.934 ha menjadi Taman Hutan Rakyat (TAHURA). Hasil nyata di tahun 2010 adalah keberhasilan mempertahankan peringkat Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup. healthcare.

000MW TPP will give an even bigger push to domestic coal demand. Company. kepercayaan dan kerjasamanya. penyelesaian proyek PLTU berbahan bakar batubara 10. Our gratitude is also extended to all stakeholders of PT Bukit Asam (Persero) Tbk who faithfully gave their support for the sustainable growth of the Company. didukung oleh SDM yang kompeten serta dilaksanakan dengan kualitas implementasi GCG yang meningkat akan membuat Perseroan mampu meraih peluang yang terbentang. Ucapan terima kasih tak lupa kami sampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan PT Bukit Asam (Persero) Tbk lainnya yang senantiasa memberikan kerjasama terbaik bagi kiprah dan pertumbuhan kinerja Perseroan secara berkelanjutan. PENUTUP Dalam kesempatan ini. improved global economy particularly in the Asia Pacific region is predicted to open new markets in India. The opportunity is the rising world and domestic coal demand. In terms of domestic demand. Vietnam maupun Malaysia seiring dengan pesatnya pertumbuhan perekonomian di negara tersebut. Direksi berpendapat bahwa peluang bagi pengembangan. All of the employees deserve our appreciation for their dedication and services that enabled the Company to perform well and build a strong foundation for future growth. the Company is on a better footing to seize the opportunity for meeting the rising demand. Considering the external condition. considering the abundant reserves it has on hand. perluasan dan peningkatan volume penjualan batubara Perseroan akan semakin terbuka. As an enterprise that has a vision of becoming the largest integrated coal miner in Indonesia. CLOSING On this occasion. Untuk pasar ekspor. Rencana proyek PLTU 10. The building of second phase coal-fired 10. We are confident that through an integrated business development strategy. while the challenge is the ability to produce coal efficiently to maintain profitability. Dengan memperhatikan kondisi eksternal tersebut. China. Vietnam and Malaysia as a consequence of the fast growing economy in that region. sedangkan tantangannya adalah memproduksi batubara dengan biaya yang lebih efisien untuk menjaga tingkat profitabilitas. mengingat besarnya cadangan sumber daya yang dimiliki. Penghargaan yang sama juga disampaikan kepada pemegang saham. Begitu pula kepada seluruh karyawan yang telah dengan penuh dedikasi menjadikan kerja sebagai ibadah. Sukrisno Direktur Utama President Director .REPORT FROM THE PRESIDENT DIRECTOR PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 53 membuka peluang dan tantangan bagi Perseroan. Sebagai perusahaan yang berwawasan untuk menjadi perusahaan tambang batubara terintegrasi yang terbesar di Indonesia. Dari sisi permintaan domestik. Atas nama Direksi On Behalf of the board of Directors Ir. trust and cooperation. Dengan menerapkan strategi pengembangan terintegrasi. customers and partners for their patronage. we wish to thank the Board of Commissioners for its supervision and guidance. We also convey our high regard to the shareholders. On the export side. competent human capital and better GCG implementation. kami ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada Dewan Komisaris atas pengarahannya kepada Direksi. the Company will be in a position to avail itself of every opportunity that unfurls. Peluangnya adalah semakin meningkatnya permintaan batubara dunia maupun nasional. expanding and increasing sales volume are in the picture. the Board of Directors is of the opinion that opportunities for developing.000MW TPP will become the key driving force to get the national economy rolling and coal demand rising. Perseroan berada dalam posisi yang lebih baik untuk meraih peluang dalam memenuhi kebutuhan yang meningkat tersebut. the completion of first phase coal-fired 10.000 MW tahap kedua akan semakin meningkatkan kebutuhan batubara di tanah air. perbaikan kondisi perekonomian global terutama di kawasan Asia Pasifik diprediksi membuka peluang pasar di negara-negara seperti India. yang memungkinkan Perseroan mampu mempertahankan kinerja usaha dan menyiapkan landasan yang baik bagi pertumbuhan usaha di masa mendatang.000 MW tahap I akan ikut mendukung roda perekonomian nasional dan meningkatnya permintaan batubara. China. pelanggan dan mitra usaha atas dukungan.

54 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL .

OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 55 Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report Perseroan mengembangkan usaha melalui penyiapan rencana strategis yang matang dan bijaksana dengan mempertimbangkan dan memitigasi seluruh risiko yang dihadapi serta menjalankan operasional penambangan yang aman. ramah lingkungan dan efisien dengan didukung teknologi informasi terkini dan SDM yang berkompeten The Company has devised prudent and thorough strategic business development plans by identifying and mitigating risks. environment-friendly and efficient mining operations with the support of the latest information technology and competent human resource . conducting safe.

which are: • • • • • • • • • Focus on the growh of coal production and sales This is to overcome transporation problem that lies in the limited loading capacity of train being the only low-cost means of transport. the Company has formulated its Corporate Strategic Plan. terutama batubara yang semakin terbuka. developing Indonesia Prima Coal (IPC). Untuk mewujudkan target tersebut. Rencana Strategis Perseroan terdiri dari enam strategi operasional utama. pengoperasian dan pengembangan tambang Internasional Prima Coal (IPC). Six main operating strategies of the Strategic Plan are the elaboration of the Company’s Vision and Mission to be accomplished in 2009-2013. The Company takes business development measures aiming to step up production and sales. the Company seeks to develop its business prudently and continuously. The long-term target is to arrive at an era of Golden PTBA. yakni keterbatasan daya angkut kereta-api sebagai satu-satunya sarana angkut paling ekonomis. Perseroan merealisasikan rencana pengembangan usahanya secara prudent dan berkesinambungan. pembangunan PLTU milik sendiri. installing own thermal power station. Corporate resctructuring This is done through setting up subsidiaries that handle non-core business. Meningkatkan peringkat kinerja penataan pengelolaan lingkungan dari hijau menjadi emas. Perseroan telah menuntaskan penyusunan Rencana Strategis Perseroan. pengembangan tambang-tambang lainnya. yakni: • Fokus pada pertumbuhan produksi dan penjualan batubara. Sedang peningkatan produksi dan penjualan dilakukan melalui optimasi kinerja unit bersangkutan. pengembangan tambang Peranap. Peranap and other mines. Promote a reward based performance system. pengembangan angkutan laut batubara serta akuisisi tambang berpotensi. Stepping up production and sales is carried out by optimizing the work of related units. Fokus pada proyek-proyek pengembangan Perseroan fokus pada pembangunan jaringan angkutan kereta api baru dan pelabuhan. This would mean increasing the loading capacity of existing railway system and the port handling capacity. merupakan penjabaran dari Visi dan Misi Perseroan yang akan dicapai pada kurun waktu 2009-2013 untuk menjamin pencapaian target-target yang ditetapkan. expand coal product marketing . Lihat uraian MD&A: Prospek Usaha. Target jangka panjang Perseroan adalah mencapai era PTBA Emas. • • PENGEMBANGAN USAHA Sesuai dengan visi menjadi perusahaan energi berbasis batubara yang berdaya saing dan memberikan nilai optimal kepada para stakeholder. Meningkatkan kompetensi dan regenerasi SDM dan menciptakan budaya korporasi yang mengutamakan kinerja. Focus on development projects The Company concentrates in constructing new railway tracks and ports. The Plan is based on global and Indonesian macro-economic forecast over a period between 2009 and 2013. CORPORATE STRATEGIC PLAN To respond to the world and national economic development and the increasing demand for energy resources particularly coal in the last few years. See MD&A: Business Prospect. meningkatkan BUSINESS DEVELOPMENT In keeping with the corporate vision of becoming a highly competitive coal-based energy company and maximizing stakeholders’ return. Program yang dilakukan adalah melalui peningkatan daya angkut dari jaringan yang sudah ada dan peningkatan kapasitas pelabuhan. Improve performance rating in environmental management from green to gold. Meningkatkan sistem remunerasi yang berdasarkan kinerja (reward based performance). developing coal sea transport and acquiring potential mines. Boost the competency and regeneration of human resource as well as promote a performance-based corporate culture. Perseroan melakukan berbagai langkah pengembangan usaha dengan sasaran meningkatkan produksi. Rencana tersebut disusun berdasarkan lanskap kondisi perekonomian global dan makro ekonomi Indonesia pada kurun waktu 2009-2013.56 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL RENCANA STRATEGIS PERSEROAN Sejalan dengan perkembangan perekonomian Indonesia maupun global beberapa tahun terakhir dan mengantisipasi peluang peningkatan kebutuhan sumber energi. Strategi operasional ini dimaksudkan untuk mengatasi hambatan transportasi. Restrukturisasi Korporasi Dilakukan melalui pendirian anak-anak perusahaan yang menangani bisnis non-core.

MINING ACQUISITION A strategy implemented to increase coal production is the acquisition of new mines as alternative coal sources outside the mining area of Tanjung Enim and Ombilin. technicaly as well as legally. The Company estimates this area has coal reserves of 45 million tons. In 2008. dengan pertimbangan utama antara lain: cadangan yang minim dan tidak ekonomis. as well as unfavorable price and business scheme. Namun demikian. Berbagai aksi korporasi yang dilakukan sepanjang tahun 2010 dan upaya pengembangan usaha yang telah dirintis tahun sebelumnya adalah sebagai berikut. the Company made two major scenarios to increase coal transport volume. memperluas pemasaran produk batubara serta memanfaatkan secara optimal potensi cadangan sumber dayanya yang berlimpah. making trains the most economical means of transport. membuat kereta api menjadi sarana angkutan utama batubara yang paling ekonomis. teknis maupun legal. Pengembangan usaha terintegrasi menjamin peningkatan kinerja yang berkelanjutan. maximizing the loading capacity . harga dan skema bisnis yang tidak sesuai dengan pihak Penjual. IPC telah berproduksi sejak tahun 2009. peningkatan produksi dan penjualan batubara Perseroan harus selalu dikaitkan dengan kemampuan angkut produk melalui jalur kereta api ini. INCREASE OF COAL TRANSPORT VOLUME The Company’s coal mines are located relatively far from the ports. Consequently. increasing coal production and sales is always related to the loading capacity of the railway facility. and capitalizing on its abundant coal reserves and resources.85 million. The first acquisition of Mining Concession was accomplished in September 2008 through taking over a 51 percent ownership of PT International Prima Coal (IPC) located in East Kalimantan at a transaction value of US$ 17. tidak ada realisasi akusisi yang dilakukan. there was no acquisition made by the Company because there was no commercial potential mine. In 2010. Perseroan saat ini sedang mencari dan menjajagi beberapa tambang yang potensial untuk diakuisi. The year 2010 witnessed the following corporate actions and business development efforts that had actually started the preceding year: AKUISISI TAMBANG Salah satu strategi yang dilakukan untuk meningkatkan produksi batu bara adalah melalui akuisisi perusahaan tambang. A prudent and integrated business development to ensure sustainable performance. Sebagai konsekuensi.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 57 penjualan. area. The main obstacles included small and uneconomical reserves. PENINGKATAN VOLUME ANGKUTAN BATUBARA Lokasi areal penambangan batubara Perseroan yang relatif jauh dari pelabuhan. yang mendorong Perseroan melaksanakan berbagai upaya untuk meningkatkan kapasitas angkutan kereta api. IPC commenced operations in 2009. big but low-quality reserves and long transporting distance. Penyebabnya adalah belum adanya tambang yang layak secara komersial. Dimulai tahun 2008 lalu. First. Perseroan menjalankan dua skenario utama peningkatan volume angkutan batubara.85 juta. Berbagai langkah aksi korporasi telah dilaksanakan untuk meningkatkan produksi dan mengatasi kendala-kendala yang selama ini membatasi kemampuan Perseroan untuk meningkatkan volume penjualan maupun produksi batubara. Di tahun 2010. di luar areal tambang di Tanjung Enim dan Ombilin. cadangan cukup besar namun kualitas rendah dan jarak angkut cukup jauh. sebagai sumber alternatif produksi batubara. melalui kepemilikan sebesar 51% saham PT International Prima Coal (IPC) yang berlokasi di Kalimantan Timur dengan nilai transaksi sebesar USD17. Menurut taksiran Perseroan. Various corporate actions have been taken to boost production and overcome the long standing obstacles that have limited the Company’s ability to increase production and sales. prompting the Company to take several measures to improve the train loading capacity. Akuisisi pertama KP dilakukan pada bulan September 2008. kawasan ini memiliki sumber daya batubara sebesar 45 juta ton.

in October 2009 the Company entered into Coal Transport Agreement (CTA) with PT KAI to cover the period from 1 January 2010 to 31 December 2029. Jalur baru sepanjang 307 km ini akan menghubungkan Tanjung Enim – Srengsem (Lampung). The agreement also fixes transport fare and enforce “Take or Pay” system. Further. Upaya pertama. with the approval of EGMS dated 28 May 2008. Upaya kedua. economical coal sales and bring maximum return to the Company. yang akan membangun jalur KA baru. dengan perkiraan daya angkut sebesar 25 juta ton per tahun.7 million tons. This scheme is essential to ensure capacity upgrade is in accordance with the agreement and transport cost is commensurate with coal production increase. gradually increasing the existing railway loading capacity from Tanjung Enim to Tarahan Port to reach 20 million tons and from Tanjung Enim to Kertapati to reach 2. Enhancing coal loading capacity by existing railway track gradually to reach 22. Perseroan pada bulan Oktober 2009 melakukan Perjanjian Angkutan Batubara Jangka Panjang (Coal Transport Agreement /CTA) dengan pihak PT KAI yang berlaku mulai 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2029. Perjanjian tersebut mengatur formula tarif angkutan dan memberlakukan sistem “Take or Pay. Tanjung EnimTarahan and Tanjung Enim-Kertapati. merintis pembangunan jalur kereta api baru dari areal tambang ke pelabuhan muat yang memungkinkan penjualan produk batubara secara efisien. Penyelesaian formula tarif tersebut penting untuk memastikan terlaksananya peningkatan angkutan batubara sesuai Perjanjian dan lebih memastikan perhitungan biaya angkutan yang menyertai peningkatan produksi batubara Perseroan. ekonomis dan memberikan hasil maksimal bagi Perseroan.7 juta ton per tahun.58 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL Pertama. dilakukan melalui pembentukan perusahaan baru. Kedua. which will build a new railway track. sehingga total kapasitas angkut menjadi 22. Perseroan menunjuk Konsultan Independen Mott MacDonald untuk merumuskan formula tarif dan formula take or pay angkutan kereta api batubara jangka panjang. which are PT Bukit Asam Transpacific Railway. PT KAI menyanggupi untuk meningkatkan kapasitas angkut batubara melalui jalur yang sudah ada. yakni PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR). Tanjung Enim-Tarahan dan Tanjung Enim-Kertapati. Second.7 juta ton per tahun. Dalam perjanjian tersebut. of the existing railway tracks. PT Transpacific Railway Infrastructure/TRI (80%) and China Railway Engineering (10%).7 tons per year. PT Transpacific Railway Infrastructure/TRI (80%) dan China Railway Engineering (10%). To guarantee increased railway loading volume. secara bertahap menjadi sebesar 22. gradually to reach 22. Second effort. the Company appointed an independent consultant Mott MacDonald to formulate tariff and ‘take or pay’ scheme for long-term railway coal transport. setelah mendapat persetujuan RUPSLB tanggal 28 Mei 2008. at an estimated loading capacity of 25 million tons per year.7 juta ton. involving PTBA (10%). Under the agreement. pioneering the construction of new railway tracks from the mining area to the loading port that will facilitate efficient. The new 307-km track will connect Tanjung Enim and Srengsem (Lampung). Meningkatkan kapasitas angkut batubara melalui jalur yang sudah ada secara bertahap menjadi sebesar 22. melibatkan PTBA (10%). melakukan optimasi dan peningkatan daya angkut melalui jalur kereta-api yang telah ada.7 million tons per year. First effort.7 million tons by yearend 2014.” Sebagai tindak lanjut perjanjian tersebut. . setting up a new company. making total loading capacity of 22. starting 2010 PT KAI will increase coal loading capacity of the existing tracks.7 juta ton pada akhir tahun 2014. mulai tahun 2010. meningkatkan secara bertahap kapasitas angkut kereta api eksisting dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan menjadi 20 juta ton dan dari Tanjung Enim ke Kertapati menjadi 2. Untuk menjamin peningkatan volume angkutan kereta api.

In March 2010 EPC (Engineering. If the three scenarios of coal transport can proceed as planned. Categorized according to the investment cost and the internal process. This project is expected to meet the electricity needs of the nation and the Company’s operations. in due time the Company will be in a position to sell its coal products by railway transport up to 82 million tons per year. Perkembangan selanjutnya. sedang 70% lainnya dari pinjaman. Lampung. Selain membangun jalur kereta api. in developing coal railway transport at a capacity of 35 million tons per year.3 miliar dan O&M (Operator and Maintenance) selama periode 20 tahun dengan nilai US$3. Land acquisition would be soon initiated. Proyek ini telah mendapatkan Izin Prinsip dari Gubernur Lampung pada 22 September 2008 dan izin prinsip dari Gubernur Sumsel tanggal 13 Oktober 2008 dan pada Oktober 2009.dilakukanpresentasi di hadapan Gubernur Lampung dan Gubernur Sumatera Selatan beserta Dinas terkait mengenai Rencana Pembebasan Lahan. proyek-proyek pembangunan PLTU mulut tambang ini terbagi atas beberapa kelompok. Procurement and Construction) contract worth US$1. This project was granted in-principle approval (approval in principle) by the Governor of Lampung on 22 September 2008 and by the Governor of South Sumatera on 13 October 2008. BATR (Anak Perusahaan) dalam proses melakukan penyusunan AMDAL Kereta Api dan AMDAL Stockpile dan Pelabuhan serta telah memproses izin pembangunan pelabuhan. a survey was conducted for railway alignment and railway track designation. Langkah lain yang dilaksanakan adalah melakukan survey untuk alignment kereta api dan menetapkan trekking jalur KA. India. Dengan demikian jika ketiga skenario angkutan batubara tersebut dapat berjalan sesuai rencana. Besides collaborating with China.5 billion were signed by BATR (PTBA subsidiary) and China Railway Group Limited to develop the project. Perseroan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mulut tambang. The establishment of this new transport company is directed towards supporting the Company’s coal production increase. proyek ini juga telah memperoleh izin prinsip pembangunan jalur Perkeretaapian Khusus dari Menteri Perhubungan RI. In addition. Besides building railway tracks. the Company also has a joint project with Adani Group. stockpile and port was under way and port construction permit was issued. Additionally.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 59 Pendirian perusahaan angkutan baru ini juga dimaksudkan untuk mendukung peningkatan produksi batubara Perseroan. the Company made a presentation to the Governors of Lampung and South Sumatera regarding land clearance plan. Lampung. The 270-km track construction is patronized by the South Sumatera Provincial Administration to connect Tanjung Enim and Tanjung Api-api. sepanjang 270 km. Total financing is 30% own funds and 70% borrowing. Writing up AMDAL (environmental impact assessment) for railway. Pengembangan proyek ini selain bertujuan mendukung pemenuhan kebutuhan listrik nasional juga untuk memenuhi kebutuhan operasional Perseroan. As a follow up. Berdasarkan besaran nilai investasi yang dibutuhkan dan proses internal yang harus dilakukan. yakni: CONSTRUCTION OF MINE MOUTH THERMAL POWER PLANT To optimize the use of low-calorie coal for economic benefit that will in turn maximize shareholders’ return. Selanjutnya akan memasuki tahap persiapan pembebasan lahan. Perseroan akan mampu menjual batubara melalui angkutan kereta api hingga sebesar 82 juta ton per tahun. Selain kerjasama dengan perusahaan asal China. Sebagaitindaklanjutdariperjanjiantersebut. the Company constructed Thermal Power Plant (TPP).3 billion and O&M (Operator and Maintenance) 20-year contract worth US$3. Adani Group dengan memasok batubara sebesar 35 juta ton per tahun.5 miliar antara BATR (anak perusahaan PTBA) dengan China Railway Group Limited untuk merealisasikan proyek tersebut. Procurement and Construction) senilai US$1. Perseroan juga berpartisipasi dalam pengembangan angkutan KA batubara yang dilakukan oleh perusahaan asal India. Skema pembiayaan 30% modal sendiri. Rencana angkutan KA yang dimotori oleh Pemprov Sumatera Selatan menempuh jalur Tanjung Enim ke pelabuhan Tanjung Api-api. perusahaan patungan ini juga akan membangun pelabuhan khusus batubara di Srengsem. the mine mouth TPP projects are divided into several groups: . PEMBANGUNAN PLTU MULUT TAMBANG Untuk meningkatkan pemanfaatan batubara berkalori rendah dan mendapatkan manfaat ekonomis yang berujung pada peningkatan imbal hasil kepada pemegang saham. the joint venture company will build a coal port in Srengsem. pada bulan Maret 2010 telah dilakukan Penandatanganan Kontrak EPC (Engineering. an in-principle approval was also issued for the construction of Special Railway Track by the Minister of Transportation in October 2009.

. PT Navigate Innovative Indonesia (NII) dan Pembangkit Jawa Bali (PJB). Pelaksanaan proyek dilakukan oleh anak perusahaan. Draft amended PPA has been discussed and drawn up and will be signed soon after EMR Minister approves the new electricity tariff. China National Electric Equipment Corporation. The re-tender was caused by a request for change in EPC contract value following global financial crisis that affected the exchange rate of American Dollar against Rupiah and Yuan. • Projects approved by GMS The construction of Banjarsari Mine Mouth TPP with a capacity of 2 x 100 MW in Lahat Regency. menggantikan kontraktor sebelumnya yaitu Jiangxi Electric Power Overseas Engineering Co. Amandemen PPA akan ditandatangani setelah ada persetujuan Menteri ESDM mengenai Tarif Jual Beli Listrik yang baru. PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI). Procurement. a consortium of PTBA. Diharapkan persetujuan Menteri ESDM segera diperoleh. dengan konsorsium PTBA. Bulan Agustus 2010 telah dicapai kesepakatan harga jual beli listrik baru yang akan dituangkan dalam Amandemen PPA antara Perseroan dengan PLN. Procurement. From the re-tender a new contractor. Draft PPA telah dibahas dan disiapkan. The construction of this project was delayed due to a re-tender process for Engineering. Sumatera Selatan telah memperoleh persetujuan RUPSLB 10 Mei 2006. South Sumatera was approved by EGMS on 10 May 2006. projected to meet the needs for electricity in Sumatera. Perkembangan lainnya. Land for this TPP was 100% acquired and certificated in the name of BPI. Sebagian besar (70%) keperluan pendanaan pembangunan proyek dibiayai melalui pinjaman. EMR Minister approval for the new tariff is still pending. new electricity tariff was agreed and would be included in the Amendment to PPA between the Company and PLN. sisanya (30%) melalui modal sendiri. was appointed replacing Jiangxi Electric Power Overseas Engineering Co. lahan untuk pembangunan PLTU ini telah 100% dibebaskan dan disertifikasi atas nama BPI. and the increased price of steel. Construction (EPC) contractor. while transmission land was 88% cleared. serta adanya kenaikan harga baja. The ministerial approval is expected any time soon and PPA Amendment can be signed in 2011. yaitu PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI). munculnya cost overrun dan revisi harga batubara sebagai bahan bakar PLTU. proyek ini mencatat perkembangan lain dengan telah ditandatanganinya Amandemen Kontrak EPC PLTU pada tanggal 3 Desember 2010. Construction (EPC) PLTU akibat adanya permintaan perubahan nilai kontrak EPC sebagai dampak krisis keuangan global yang membuat nilai kurs Dollar Amerika terhadap Rupiah dan Yuan berubah.60 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL • Proyek yang telah mendapat persetujuan melalui RUPS Pembangunan PLTU Mulut Tambang Banjarsari berkapasitas 2 x 100 MW di Kabupaten Lahat. sehingga Amandemen PPA dapat ditandatangani di tahun 2011. Melalui tender ulang tersebut diperoleh kontraktor baru. Selain perkembangan menyangkut PPA tersebut. In August 2010. An Amendment to EPC contract for this project was signed on 3 December 2010. Selain kenaikan biaya EPC. PT Navigate Innovative Indonesia (NII) and Pembangkit Jawa Bali (PJB). Pembangunan proyek ini sempat terkendala oleh pelaksanaan tender ulang kontraktor Engineering. yang diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera. Tarif baru tersebut sampai sekarang masih menunggu persetujuan Menteri ESDM. The major part or 70% of financing was borrowed and the remaining 30% was self-funded. The project was built by a subsidiary that was set up in 2007. membuat manajemen PT BPI mengajukan permintaan kenaikan harga jual listrik kepada PT PLN (Persero) yang akan dituangkan dalam Amandemen Power Purchase Agreement (PPA). Besides increased EPC costs.Ltd. yang dibentuk tahun 2007. sedang lahan untuk transmisi telah 88% dibebaskan. yaitu China National Electric Equipment Corporation.Ltd. cost overrun and adjusted price of coal as TPP fuel prompted the management of PT BPI to propose an increase in electricity selling tariff to PT PLN (Persero) which would be incorporated in Amendment to Power Purchase Agreement (PPA).

Tanjung Enim . Tanjung Enim Operational activities in Tambang Air Laya.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 61 Kegiatan Operasional di Tambang Air Laya.

This TPP project has not been approved by PTBA GMS. • Total low-calorie coal to be supplied by PTBA for this project is estimated at 1 million tons per annum. Pada tahun 2010. operate and maintain TPP signed in 2006. Sumatera Selatan dirancang untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan Sumatera dan Jawa. In 2010. As a follow-up the Company began preparing for land clearance. the Company estimates that the Sumatera-Java electricity inter-connection has to be finalized in 2016. PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk dan Pemerintah Kabupaten Muara Enim). Electricity distribution from the project site to Java Island is to be carried out through electric transmission line Sumatera-Java. Based on PLN 2010-2019 program. Projects Yet to be Approved by GMS Mine Mouth TPP Banko Tengah of 4x600 MW in Muara Enim Regency. dengan perkiraan kebutuhan sebesar 10 – 12 juta ton per tahun. sebagian akan melalui kabel bawah laut. partly through undersea cables. Proposal penawaran penjualan listrik dari PLTU ini telah diajukan kepada PLN pada 2007. was suspended. Perseroan bersama-sama mitra strategis juga melakukan serangkaian proses negosiasi tarif listrik (Purchase Power Agreement / PPA) dengan pihak PLN dan pembahasan skema pembiayaan proyek dengan potential lenders maupun potential insurer yang masih berlangsung hingga akhir 2009. operasi dan pemeliharaan PLTU yang ditandatangani pada 2006. For selling electricity from this TPP a proposal was submitted to PLN in 2007. In this project the Company works with a strategic partner from China (China Huadian Corporation) and a few national partners (PLN. • Proyek yang belum Mendapat Persetujuan RUPS PLTU Mulut Tambang Banko Tengah dengan kapasitas 4x600 MW di Kabupaten Muara Enim. Penyelesaian proyek peningkatan daya angkut KA akan membuat Perseroan menjadi salah satu pemasok batubara terbesar di Indonesia. Perseroan memperkirakan proyek yang menghubungkan interkoneksi sistem kelistrikan Sumatera-Jawa ini harus selesai pada tahun 2016. PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk and Regental Administration of Muara Enim). Pada proyek ini Perseroan menggandeng mitra strategis dari Cina (China Huadian Corporation) dan beberapa mitra nasional (PLN. melalui perjanjian usaha patungan pembangunan. under a joint venture agreement to build. . Together with its strategic partners the Company made a series of negotiations for electricity tariff (Purchase Power Agreement / PPA) with PLN and discussed the project payment scheme with potential lenders and potential insurers continuing towards the end of 2009. sehingga terjadi penundaan negosiasi PLTU Banko Tengah yang produksi listriknya sebagian besar dipasok ke Pulau Jawa. Perseroan kemudian menindaklanjuti langkah ini dengan melaksanakan tahapan persiapan pembebasan lahan.62 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL Total kebutuhan batubara kalori rendah yang akan dipasok PTBA untuk keperluan proyek ini adalah sekitar 1 juta ton per tahun. Pengaliran listrik dari areal proyek ke Pulau Jawa rencananya akan dilakukan melalui jaluran transmisi listrik Sumatera-Jawa. Proyek PLTU ini belum mendapatkan persetujuan RUPS PTBA. so negotiation on Banko Tengah TPP. preparing Mining Concession area for supplying coal to TPP at an estimated volume of 10 – 12 million tons per year. South Sumatera was designed to meet electricity demand in Sumatera and Java areas. PLN masih perlu memprioritaskan pelaksanaan program-program pemenuhan tambahan pasokan listrik bagi sistem interkoneksi Sumatera sendiri. which supplied most of its electricity to Java. PLN was still concentrating on increasing electricity supply to Sumatera inter-connection system. Berdasarkan RUPTL PLN 2010-2019. Increased railway loading capacity will turn the Company into one of the largest coal suppliers in Indonesia. mempersiapkan wilayah khusus Kuasa Pertambangan untuk pasokan batubara ke PLTU.

65% was completed. Until end of 2010. Dry Coal Shed.#3. 3. menjadi berbasis listrik. DM water.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 63 PLTU Tanjung Enim Tanjung Enim Thermal Power Plant • Proyek yang tidak memerlukan Persetujuan RUPS PLTU Mulut Tambang Tanjung Enim kapasitas 3 x 10 MW di Tanjung Enim Pembangunan PLTU ini ditujukan untuk pemakaian sendiri di Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT). China. PLTU ini menggunakan bahan bakar batubara limbah yang selama ini belum termanfaatkan. konstruksi dan erection boiler dan ESP No. the construction was +85. dry coal shed. . Pada bulan Maret 2009 Perseroan menandatangani perjanjian kontrak EPC PLTU dengan Konsorsium China Overseas Engineering Holding Limited – Zheajiang Xizi United Engineering Co Ltd – Jiangxi Jiusheng International Electro-Mechanical Equipment Co. construction and erection of boiler and ESP No. When completed this project will support coal mining efficiency program by shifting fuel-based to electricitybased energy consumption as fuel price is beyond the Company’s control. This TPP is fueled by waste coal which has never been utilized. • Projects not Requiring GMS Approval Tanjung Enim Mine Mouth 3 x 10 MW TPP This TPP is constructed with the purpose of meeting the needs of Tanjung Enim Mining Unit. pondasi peralatan utama. Penyelesaian proyek ini akan sangat mendukung program efisiensi kegiatan penambangan batubara melalui pengalihan pemakaian energi berbasis BBM. Breakdown of work accomplished included detailed design. konstruksi dan erection i boiler dan ESP No. other foundation work.Ltd in Huangzhou. Work in progress included cooling tower. major equipment base.65%. DM Water. construction ad erection of boiler and ESP No. Selain itu diputuskan Black and Veatch International sebagai Konsultan Supervisi Pekerjaan EPC. yang harga produknya di luar kontrol Perseroan. kemajuan pembangunan PLTU Tanjung Enim telah mencapai + 85. Hingga akhir 2010.#2 dan Main Power House (MPH) dan pengawasan kegiatan EPC Kontraktor. shipment peralatan utama. China. 2 and main power house (MPH) as well as overseeing EPC contractor work. chimney. In March 2009 the Company entered into a TPP EPC contract with a consortium China Overseas Engineering Holding Limited – Zheajiang Xizi United Engineering Co Ltd – Jiangxi Jiusheng International Electro-Mechanical Equipment Co. Black and Veatch International was assigned as Consultant for supervising the EPC work. chimney. pondasi lainnya.Ltd di Huangzhou. Sedangkan pekerjaan yang sedang berlangsung antara lain mencakup: penyelesaian pekerjaan Cooling Tower. major equipment shipment. Adapun rincian pekerjaan yang telah dilaksanakan mencakup: detail desain.

Pembangunan PLTU akan dilakukan secara paralel dengan pengembangan tambang Peranap Sampai akhir 2009. particularly to support the Company’s operations in Tarahan port. At the end of 2010.64 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL PLTU Paket untuk Pelabuhan Tarahan. At the end of 2010. . Peranap Mine Mouth 2 x 10 MW TPP in Indragiri Hulu Riau The idea of building this project started in 2008 after conducting studies in TPP construction and mine development in Peranap Mining Concession area. Hingga akhir 2010. Proses pembahasan jual beli listrik baik dengan PLN WRKR maupun dengan Pemerintah Daerah Tk II Kabupaten Indragiri Hulu yang diwakili oleh Perusda Inhu juga masih berlangsung. Negotiation on electricity selling price with PLN and Indragiri Hulu Regental Administration. Setelah pada 2008 menunjuk Konsultan Teknis dan mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris pada Agustus 2009. diharapkan Perseroan dapat memanfaatkan batubara kalori rendah untuk mewujudkan komitmen pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat setempat. Penyelesaian seluruh proyek PLTU akan menjamin pemasaran 14 juta ton/tahun batubara kalori rendah dari areal sekitar Tanjung Enim dan Peranap. Construction will be parallel to the development of Peranap mine. terutama mendukung kebutuhan operasional Perseroan di pelabuhan Tarahan. was still in progress. represented by Indragiri Hulu Regental Company. Perseroan telah menindak lanjuti rencana ini dengan melakukan proses tender kontraktor EPC. PLTU Mulut Tambang Peranap kapasitas 2 x 10 MW di Kabupaten Indragiri Hulu Riau Gagasan pembangunan proyek ini telah dimulai sejak 2008 dengan pelaksanaan studi pembangunan PLTU dan studi pengembangan tambang wilayah Kuasa Pertambangan Peranap. Kontraktor EPC Pembangunan PLTU Pelabuhan Tarahan telah ditunjuk dan dilanjutkan dengan proses CDA (Contract Discussion Agreement) dan pembahasan kontrak. Melalui pembangunan PLTU berkapasitas 2 x 10 MW ini. Proses Pelelangan Kontraktor EPC Pembangunan PLTU Peranap mengalami batal tender karena tidak memenuhi syarat jumlah peserta yang hanya diikuti oleh 2 peserta. Pembangunan PLTU berkapasitas 2 x 8 MW ini juga ditujukan untuk keperluan sendiri. A bid for Contractor Overseer was opened and the winner had yet to be decided. an EPC contractor was appointed and Contract Discussion Agreement (CDA) was discussed. The construction of TPP of this capacity should enable the Company to make use of low-calorie coal to meet the electricity needs of local community. After appointing Technical Consultant in 2008 and obtaining the Commissioners’ approval in August 2009. Until end of 2009. The completion of all TPP projects will secure annual sales of 14 million tons low-calorie coal from Tanjung Enim and Peranap areas. Sedangkan Konsultan Pengawas (Supervisi) telah dilakukan pelelangan dan sedang dalam proses penunjukan pemenang. Hingga akhir 2010. the tender for EPC Contractor of Peranap TPP Construction failed as the number of participants (only two) was below requirement. the Company invited tenders for EPC contractor. the Company was still negotiating electricity selling tariff with the Local Administration of Indragiri Hulu Regency. Packet TPP for Tarahan Port This 2 x 8 MW TPP is also designed to meet the Company’s own needs. Perseroan masih dalam proses pembahasan jual beli listrik dengan Pemerintah Daerah Tk II Kabupaten Indragiri Hulu.

8-2.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 65 PENGEMBANGAN COAL BED METHANE (CBM) Selain berbagai upaya peningkatan produksi dan efisiensi proses penambangan. PT Pertamina EP memiliki data bor dan seismik yang lengkap sementara Arrow Energy (Tanjung Enim) Pte Ltd sudah berpengalaman dalam pengembangan gas CBM di Australia. PT Bukit Asam Metana Enim).5% (melalui anak perusahaan Perseroan. considering PTBA has full coal geology data. 0. The Company is optimistic that this project can be accomplished sooner than originally planned. Environmental Management Action (UKL) and Environmental Monitoring Action (UPL) permits were obtained and at end 2010 preparation for exploration drilling in Tanjung Enim was in progress.6 trillion cubic feet (TCF) CBM content in Tanjung Enim is 0. 27. 27. Perseroan optimis proyek ini akan dapat terealisir lebih cepat dari perkiraan awal. Salah satu alternatif diversifikasi usaha dalam memanfaatkan sumber daya Perseroan yang berlimpah adalah pengembangan Coal Bed Methane (CBM) di wilayah Tanjung Enim. Upaya Kelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) telah diperoleh dan sampai dengan akhir tahun 2010 telah memasuki tahapan persiapan pemboran ekplorasi di Wilayah Kerja Tanjung Enim. Saat ini sedang dalam proses negosiasi Joint Operation Agreement antara para pihak.6 trillion cubic feet (TCF) Penandatanganan PSC untuk proyek ini telah dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2009 antara para pihak dengan BPMigas dengan komposisi para pihak 45% dan BPMigas 55% dan berlaku selama 30 tahun. One alternative of business diversification in taking advantage of the abundant reserves was developing Coal Bed Methane (CBM) in Tanjung Enim.8-2.5 % (through subsidiary. PT PHE Metra Enim 27. In July 2008 exploration was commenced by designating drilling site to extract CBM gas sample in Tanjung Enim.5% and Arrow Energy Tanjung Enim Pte Ltd 45%. The exploration indicated a CBM content of 0. mengingat PTBA sudah memiliki data geologi batubara yang lengkap. bekerjasama dengan PT Pertamina Hulu Energi (melalui PT PHE Metra Enim) dan Arrow Energy Indonesia (melalui Arrow Energy Tanjung Enim PTE Ltd). PT Pertamina EP has full drilling and seismic data while Arrow Energy (Tanjung Enim) Pte Ltd is experienced in CBM gas development in Australia. CBM content in this area will be exhausted within minimum 40 years.8 – 2. Dengan perkiraan produksi sebesar 50 juta kaki kubik gas per hari (50 MMSCF/day) maka kandungan CBM di areal ini akan habis minimal dalam waktu 40 tahun. . PT Bukit Asam Metana Enim). Mulai Juli 2008 tahap eksplorasi telah dilaksanakan melalui penentuan lokasi bor bagi pengambilan sample gas CBM Tanjung Enim. Indikasi awal dari proses eksplorasi tersebut menunjukkan kandungan CBM antara 0. Work Program & Budget and Manpower Placement Plan was approved by BPMIGAS. DEVELOPMENT OF COAL BED METHANE (CBM) Besides various efforts to boost production and improve mining efficiency.6 trillion cubic feet (TCF). valid for 30 years. Perseroan juga melakukan pengembangan usaha yang bertujuan untuk memperkuat fondasi bisnis perusahaan. dengan struktur kepemilikan PTBA. Currently negotiation for Joint Operation Agreement is under way among the parties.6 trillion cubic feet (TCF) Kandungan CBM di Tanjung Enim berjumlah antara 0.6 trilliun cubic feet (TCF). the Company also made business expansion to strengthen its foundation.2. PT PHE Metra Enim.8-2. Ownership composition is PTBA 27. The Production Sharing Contract (PSC) for this project was entered into on 4 August 2009 between the parties and BPMigas with a composition of the parties 45% and BPMigas 55%.8 .5% dan Arrow Energy Tanjung Enim PTE Ltd 45%. At an estimated production of 50 million cubic feet of gas per day (50 MMSCF/day). The strategy adopted was business diversification to improve added value. Strategi yang diterapkan adalah dengan melakukan diversifikasi usaha guna meningkatkan nilai tambah. in collaboration with PT Pertamina Hulu Energi (through PT PHE Metra Enim) and Arrow Energy Indonesia (through Arrow Energy Tanjung Enim Pte Ltd). Work Program & Budget dan Rencana Penempatan Tenaga Kerja (RPTK) telah disetujui oleh BPMIGAS.

Hasilnya menunjukkan bahwa pengembangan angkutan laut tersebut akan dapat menunjang kinerja Perseroan karena mampu mengurangi ketergantungan angkutan pada perusahaan lain. the Company made a more comprehensive feasibility study of coal sea transport development. and to write up the strategic plan in 2010. DEVELOPMENT OF COAL SEA TRANSPORT To respond to the increasing coal demand in domestic and overseas market. the Company obtained the Commissioners’ approval to develop coal sea transport to be followed up by preparatory measures to establish subsidiary company in coal sea transport. Perseroan kemudian melaksanakan studi kelayakan pengembangan angkutan laut batubara yang lebih komprehensif. improve bargaining position and facilitate coal distribution. Bulan Juli 2009. Pelabuhan Tarahan Tarahan Port . In July 2009.66 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL PENGEMBANGAN ANGKUTAN LAUT BATUBARA Dengan mempertimbangkan semakin meningkatnya permintaan batubara domestik maupun global. The study showed that sea transport development would support the Company’s performance as it could reduce dependence on other companies’ transport. meningkatkan posisi tawar dan mempermudah pendistribusian batubara. Perseroan mendapatkan persetujuan Komisaris untuk mengembangkan angkutan laut batubara yang ditindak-lanjuti dengan langkah-langkah persiapan bagi pendirian anak perusahaan angkutan laut batubara dan penyusunan rencana strategis pendirian anak perusahaan di tahun 2010.

found in coal layer resulting from chemical and physical processes. yang terkandung di dalam lapisan batubara sebagai hasil dari proses kimia dan fisika. Berpartisipasi pada upaya penurunan emisi gas penyumbang kerusakan lapisan ozon. dimana air akan dipompa keluar dari lapisan batubara melalui proses pemompaan (dewatering). CBM exploitation does not disturb existing coal production. gas sampling as well as geological and geophysical evaluation. so that hydrostatic pressure drops and gas is extracted from coal through cleat and fracturing to the surface. Dalam penambangan batubara di Indonesia. Pemanfaatan gas CBM umumnya digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga gas. selanjutnya gas dapat keluar dari batubara melalui cleat dan rekahan untuk dialirkan ke permukaan. untuk gas perumahan serta sebagai bahan baku pembuatan pupuk urea. where water is pumped out of coal layer by dewatering process. sehingga gas dapat keluar dari batubara melalui cleat dan rekahan untuk selanjutnya mengalir ke permukaan. CBM is produced through exploitation hole. • • • • • • CBM exploration is done by core hole drilling. Benefit to PTBA • • • • Creating added value as income source diversification. sehingga tekanan hidrostatik akan menurun. AMGas trapped in coal due to water hydrostatic pressure. residential consumption and urea-based fertilizer production. overburden scraping wastes CBM content to the atmosphere to become a destroyer of ozone layer. Proses pemompaan air keluar dari batubara (dewatering) akan menurunkan tekanan hidrostatik.     . Pumping water out of coal (dewatering) process will reduce hydrostatic pressure and release gas from coal through cleat and crack to further flow to the surface. Eksploitasi CBM tidak berdampak pada proses produksi batubara saat ini. Manfaat Bagi PTBA • • • • Memberikan nilai tambah bagi Perseroan berupa sumber pendapatan baru. • • CBM is usually used for gas-fired power plant. • What is CBM? Coal Bed Methane (CBM) is methane gas (CH4) that is naturally formed together with traces of other hydrocarbon and non-hydrocarbon gases (85%-99% methane). Meningkatkan keamanan proses penambangan apabila Perseroan merealisasikan rencana tambang dalam. pengupasan over burden yang dilakukan membuat kandungan CBM ini terbuang ke atmosfir dengan percuma dan menjadi salah satu unsur gas perusak lapisan ozon. Eksplorasi CBM dilakukan melalui teknik pemboran core hole & gas sampling dan proses Geologi & Geofisika. CBM umumnya diproduksi melalui lubang bor (exploitation hole). Enhancing security if the Company realizes its plan to operate deep mining. Participating in the reduction of gas emission that destroys ozone layer. yang umumnya dilakukan secara open pit. In Indonesia’s mostly open pit coal mining.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 67 Apa itu CBM? • Coal Bed Methane (CBM) merupakan gas metana (CH4) yang terbentuk secara alami bersama dengan sejumlah kecil kandungan gas hidrokarbon dan non-hidrokarbon lainnya (85-99% metana). Cara Produksi CBM CBM Production Method Gas terperangkap di dalam batubara akibat tekanan hidrostatik dari air.

In 2010. General strategy adopted in risk management includes: • • • Integrating the whole business process into risk management process. MEMBUAT KONTEKS Establish the Context KOMUNIKASI & KONSULTASI Communication & Consultation Identify Risks ANALISIS RISIKO Analyse Risks EVALUASI RISIKO Evaluate Risks MEMPERLAKUKAN RISIKO Treat Risks Selama tahun 2010. Intensifikasi risk awareness process pada seluruh komponen Perseroan. Risks identified are then mitigated and followed-up with anticipatory measures to address detrimental business condition. PEMANTAUAN & PENGKAJIAN IDENTIFIKASI RISIKO PENILAIAN RISIKO Risk Assessment Monitor & Review .68 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL RISIKO DAN MANAJEMEN RISIKO Perseroan mengoptimalkan peranan Manajemen Risiko untuk melakukan identifikasi dan mitigasi atas berbagai risiko yang dihadapi dan berpotensi menghambat pencapaian target Perseroan. Proses Manajemen Risiko Perseroan merupakan suatu proses terstruktur. This process is based on AS/NZ 4360 risk management guide as depicted in the following chart. fokus kerja sistem manajemen risiko adalah semakin meningkatkan intensitas dan kualitas pengelolaan risiko untuk menjamin peningkatan kinerja Perseroan. Strategi umum yang diterapkan dalam pengelolaan risiko ini adalah: • • • Mengintegrasikan seluruh proses bisnis ke dalam proses manajemen risiko. Pembaruan Risk Register secara konsisten melalui pemantauan risiko secara terus menerus. Intensifying risk awareness process in all components of the Company. sistematis serta berulang untuk meningkatkan kinerja pengelolaan risiko perusahaan yang berkelanjutan (continous improvement). RISK AND RISK MANAGEMENT The Company steps up the function of Risk Management to identify and mitigate various risks with potentials to constrain the Company from reaching its target. Consistently updating Risk Register by continuous risk monitoring. Hasil identifikasi kemudian dimitigasi dan ditindak lanjuti dengan langkah-langkah antisipatif terhadap berbagai perkembangan kondisi lingkungan usaha yang bisa berdampak negatif. Management Risk process in the Company is a structured. the work of risk management system was focused on intensifying the performance and improving the quality of risk management to support the Company in its performance. systematical and recurring process for continuous improvement of the Company’s performance. Proses ini mengacu pada pedoman manajemen risiko AS/NZ 4360 seperti digambarkan pada bagan berikut.

OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 69 Proses Pembubutan di bengkel kerja Lathing process in workshop Sosialisasi dan implementasi aturan “Pedoman Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi. Socialization and implementation of “Integrated Corporate Risk Management Guide” under accredited AS/NZ 4360 standard to improve the Company’s ongoing risk management.” yang mengacu pada standar terakreditasi AS/NZ 4360 untuk meningkatkan pengelolaan risiko perusahaan secara berkelanjutan. .

risiko SDM. social and document risks. . yaitu risiko yang diakibatkan oleh faktor-faktor eksternal. human error and system failure. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko hukum. risiko pompa. the Company has compiled a list comprising 37 risks that should be routinely monitored to be followed by mitigating steps as follows. Berdasarkan hasil identifikasi risiko yang dilakukan secara berkesinambungan sejak 2006. environment. pump. yakni: Based on the result of continued risk identification process since 2006. kesalahan manusia dan kegagalan sistem.70 70 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL • • Peningkatan kompetensi dan pengetahuan personil yang bertanggngung jawab dalam pengelolaan Manajemen Risiko baik melalui seminar maupun pelatihan Pengembangan Business Continuity Management yang didukung oleh Business Continuity Plan • • Upgrading the competence and knowledge of personnel responsible for Risk Management through seminars and training classes. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini antara lain risiko mutu produksi. yaitu: • Risiko Eksternalitas. Included in this category are legal. Perseroan telah merumuskan daftar 37 risiko yang harus dipantau secara rutin dan berkesinambungan untuk kemudian dilakukan langkah mitigasinya. Risiko Operasional. investor relations. risiko lingkungan. Developing Business Continuity Management backed by Business Continuity Plan. This category includes the risks of product quality. manpower. risiko hubungan investor. • • Operational Risks. contractor and fraud & corruption. 1 RISIKO MUTU Quality RISIKO ANGKUTAN KA Railway RISIKO HUKUM Legal issue RISIKO ASET Asset 9 RISIKO PERSAINGAN Competition RISIKO SDM Manpower 17 RISIKO EKSPLORASI Exploration 25 RISIKO KOMODITAS Commodity RISIKO TRANSAKSI STRATEGIS Strategic transaction RISIKO PENGADAAN Procurement RISIKO SOSIAL Social issue RISIKO KREDIT (KBL) Loan/credit RISIKO STAKEHOLDER Stakeholders RISIKO KOLEKTIBILITAS Receivables turnover RISIKO FLUKTUASI Cash movement 33 RISIKO DEMURRAGE Demurrage 2 10 18 RISIKO INVESTASI Investment 26 34 RISIKO PROYEK Project 3 11 RISIKO BBM Fuel RISIKO ALAT Equipment 19 RISIKO NILAI TUKAR Exchange rate RISIKO KENAIKAN BIAYA OPERASI Operating cost RISIKO DOKUMEN Document 27 35 RISIKO PASAR Market RISIKO STRIPPING RATIO Stripping ratio 4 12 20 28 36 5 RISIKO LAHAN Land 13 RISIKO CHF CHF 21 29 37 FRAUD & CORRUPTION Fraud and corruption 6 RISIKO POMPA Pump 14 RISIKO SAFETY Safety RISIKO LINGKUNGAN Environment RISIKO ANGKUTAN TONGKANG Barge transportation 22 RISIKO PAJAK Tax RISIKO HUBUNGAN INVESTOR Investor relations 30 7 RISIKO KONTRAKTOR Contractor 15 23 31 8 RISIKO SISTEM INFORMASI Information System 16 24 RISIKO TDL Quality Risk 32 Secara garis besar tiga puluh tujuh risiko tersebut dapat dibagi menjadi lima kelompok. The 37 risks are classified into five groups: • External Risks. caused by external factors. risiko stakeholder dan risiko sosial. risiko kontraktor. caused by inadequacy or dysfunction of internal process. stakeholder. risiko dokumen dan risiko fraud and corruption. yaitu risiko yang disebabkan oleh ketidakcukupan dan atau tidak berfungsinya proses internal.

sesuai dengan dampak yang ditimbulkannya. project and CHF risks. Risiko Kecelakaan Fatal. • • Strategic Risks. cash movement and credit risks. They are legal. caused by market variable movement of the Company’s product. Risiko yang telah ditindak lanjuti adalah risiko hukum. • Market Risks. High Risk. Some of the 37 risks are high and extreme risks that need to be closely watched. Perseroan telah menyelesaikan masalah perizinan ini. terkait pemberlakuan Peraturan pelaksanaan dari UU no 4 tentang Minerba tahun 2009. besides identifying fraud and corruption risks and devising mitigation measures. 4/2009. Risiko Lahan. Included in this category are project. . dan mengubah izin pengelolaan wilayah konsesinya menjadi IUP. Risiko Pengadaan. fatal accident. yaitu risiko yang ditimbulkan oleh fluktuasi target keuangan atau ukuran moneter perusahaan. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko pajak. exchange rate. Level risiko tersebut adalah: Berisiko Sangat Tinggi (Extreme Risk). Risiko Keuangan. the Company took care of the high risks identified. quality. strategic transaction and investment risks. Mitigating extreme and high risks is the priority of managing and controlling risks. These categories are Extreme Risk. risiko nilai tukar dan risiko harga komoditas. yakni perubahan KP menjadi IUP. yaitu risiko terjadinya kerugian akibat pergerakan variabel pasar produk Perseroan. cash movement. • • Financial Risks . Risiko Mutu. procurement. on the subject of conversion from MC to MBL. risiko transaksi strategis dan risiko investasi. investment. Risiko Sistem Informasi. Perseroan kemudian membagi lagi risiko tersebut ke dalam beberapa tingkatan (level) risiko sebagai acuan dalam pengendalian risiko. land. The risk mitigated was legal risk associated with the implementation of Mineral and Coal Law No. Risiko Project dan Risiko CHF. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko proyek. yang diakibatkan karena gejolak beberapa variabel makro. Dari 37 jenis risiko tersebut terdapat beberapa risiko yang sangat memerlukan prioritas pengendalian karena memiliki level risiko sangat tinggi (extreme) dan tinggi (high) yaitu: Risiko Hukum. Risiko Strategis. yaitu risiko yang antara lain disebabkan oleh adanya penetapan dan pelaksanaan strategi yang tidak tepat. market. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko pasar. Medium Risk and Low Risk.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 71 • Risiko Pasar. Berisiko Sedang (Medium Risk) dan Berisiko Rendah (Low Risk). Risiko Pasar. caused by fluctuations of the Company’s financial target or monetary measures due to macro variable changes. The Guide contains information Mitigasi kelompok risiko dengan level extreme risk dan high risk sebagai prioritas penanganan dan penanggulangan risiko. risiko kolektibilitas piutang. Risiko Fluktuasi Kas. Perseroan juga terus melaksanakan sosialisasi dan menerapkan aturan “Pedoman Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi yang mengacu pada standard AS/NZS 4360:2004 The Company spreads the risks into several categories as guidance in risk management according to the effect they impose. exchange rate and commodity price risks. commodity. The “Integrated Corporate Risk Management Guide” under AS/NZ 4360:2004 standard was disseminated to all functional units for implementation. Included in this category are market. caused by unsound strategy and business decision making. receivables turnover. serta pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat. The Company finalized this permit issue and converted its concession to MBL (Mining Business Licence). information system. risiko fluktuasi kas dan risiko kredit. Perseroan menindak lanjuti hasil mitigasi atas jenis risiko tinggi yang diidentifikasi. Risiko Investasi. contractor. In 2010. Pada tahun 2010. Berisiko Tinggi (High Risk). This category includes tax. selain mulai mengidentifikasi dan menyusun langkah-langkah mitigasi risiko fraud and corruption.

dari risiko tinggi menjadi risiko menengah Improved from high to medium risk Risiko kenaikan biaya operasi Higher operating costs Risiko kolektibilitas Receivables turnover Penerimaan pembayaran turun Lower profit margin Menurun. on the mechanism of measuring. menjadi risiko menengah Improved from extreme to medium risk Risiko Angkutan Tongkang Barge transportation Denda akibat kurang pasokan dan penurunan reputasi Higher barge charges. low reputation Risiko masih berada pada level medium. JENIS RISIKO TYPE OF RISK Contractor Risiko Kontraktor DAMPAK IMPACT Target produksi tidak tercapai Lower product quality LANGKAH MITIGASI MITIGATION MEASURES • Penilaian kinerja rutin • Pemeriksaan peralatan • Pengawasan dengan efektif • Routine performance evaluation • Equipment control • Effective supervision • Monitoring biaya • Pelaksanaan program efisiensi • Cost control • Efficiency drive • Penagihan piutang secara intensif • Implementasi sangsi denda dalam kontrak • Intensive collection of receivables • Imposing penalty sanction • Sinkronisasi produksi batubara dengan kap angkut. The following table describes the mitigation measures and risk level changes. and their risk level was lowered. the Company evaluated and mitigated all risks with detrimental potentials. • Penetapan kontrak penjualan dan pengiriman disesuaikan dengan kemampuan sandar dan bongkar muat jetty pihak penerima. Mitigasi atas risiko langsung dilakukan terhadap risiko-risiko yang tergolong extreme dan high risk. Melalui penerapan atas pedoman pengenalan dan langkah mitigasi risiko tersebut. • Close cooperation with port of destination so barge can moor on time • Sales and delivery term in contract to suit mooring and unloading capacity of receiving jetty STATUS RISIKO RISK LEVEL Menurun. dari sebelumnya berada pada level rendah Worsened from low to medium risk . late delivery. Pedoman tersebut mencakup informasi mengenai mekanisme pengukuran. higher production cost per ton Risiko komoditas Commodity Rendahnya harga jual batubara perseroan Low coal selling price Risiko berhasil diturunkan kembali dari level risiko ekstrem. penanggulangan dan pelaporan risiko. diharapkan seluruh satuan kerja dapat memahami pengelolaan risiko yang ada di unit-unit kerja serta menganggapnya sebagai early warning system dalam meminimalisir kemungkinan terjadinya risiko dan dampaknya terhadap jalannya usaha Perseroan. all work units are expected to understand the risk management as an early warning system to minimize risks and their effect on the overall performance. During 2010. dari risiko rendah menjadi risiko menengah Improved from high to medium risk Meningkat. Perubahan dan mitigasi atas beberapa risiko dimaksud.72 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL keseluruh unit fungsional terkait. lower loan repayment Risiko stripping ratio Stripping ratio Meningkatnya biaya produksi per ton Higher stripping ratio. By using the guide to take risk mitigation measures. • Penggalian sesuai sekuen penambangan. Sepanjang tahun 2010 Perseroan telah melakukan pengkajian dan melakukan mitigasi atas seluruh risiko-risiko yang akan atau kemungkinan besar memberi dampak negatif terhadap operasional. • Harga jual ekspor sesuai indeks harga internasional. mapping. handling and reporting risks. disajikan dalam tabel berikut. pemetaan. • Penjualan berbasis product driven • Synchronizing production and loading capacity • Drilling according to mining sequence • Product-driven sales • Pencantuman harga jual internasional pada kontrak. dari risiko rendah menjadi risiko menengah Worsened from low to medium risk Meningkatnya stripping rasio Lower cash position. sehingga terjadi perubahan status dari risiko-risiko dimaksud. termasuk upaya mitigasi yang dilakukan. Extreme and high risks were mitigated. • Seleksi ketat calon pembeli • Listing international selling price in contract • Export selling price according to international price index • Strict selection of prospective buyers • Kerjasama erat dengan pelabuhan tujuan agar angkutan tongkang dapat sandar tepat waktu. dari risiko tinggi menjadi risiko menengah Improved from high to medium risk Meningkat.

” Untuk mendapatkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang maksimum. In 2010. injury-free working environment and operates by nomal operating standards” In a bid to meet maximum work safety and health standard. In July 2010.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 73 PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA PERLINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL) KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Perseroan telah menetapkan kebijakan mendasar mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja. According to the required implementation of WSH standard. The implementation of such standard was followed by the adoption of Contractory Safety Management System (CSMS) designed to monitor the performance of the Company’s work units and its working partners or third party contractors in implementing WSH Management Standard. The Company and related parties are determined to create a healthy. the Company has routinely held safety committee meetings with work units and working partners or mining contractors. Pertemuan rutin bertujuan mengingatkan semua pihak agar tetap melaksanakan segala ketentuan yang berkaitan dengan K3. Sesuai dengan standar penerapan K3 yang disyaratkan. dalam menerapkan SMK3. untuk menjamin kualitas pelaksanaan K3 di wilayah operasionalnya. Perseroan sejak 2007 menerapkan perluasan Standar Manajemen K3 (SMK3) dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI dan pada tahun 2008 juga menerapkan sistem standar K3 dari OHSAS 18001:2007. bebas cidera dan melakukan kegiatan operasional sesuai kaidah yang berlaku. Sejak Juli 2010. Perseroan telah mengintegrasikan semua sistem operasional ini ke dalam Bukit Asam Management System (BAMS). Routine meetings are meant to remind all parties to adhere to all WSH regulations. HEALTH AND ENVIRONMENTAL CONSERVATION WORK SAFETY AND HEALTH The Company sets a basic work safety and health (WSH) rule: “Work safety and health are the responsibility of all people. in 2007 the Company implemented Work Safety and Health Management Standard laid down by the Department of Manpower and Transmigration. yakni “Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah tanggung jawab semua pihak. and in 2008 adopted WSH standard OHSAS 18001:2007. to guarantee the quality of WSH practice in its operating areas. oleh sebab itu Perseroan bersama pihak terkait bertekad menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Perseroan melaksanakan 3 langkah strategis terkait dengan K3. yakni: WORK SAFETY. the Company took three strategic steps in relation to WSH: . Perseroan secara rutin melaksanakan pertemuan safety committee baik dengan unit-unit kerja terkait maupun dengan mitra kerja/kontraktor penambangan. Pemberlakuan ketentuan tersebut kemudian diikuti dengan pelaksanaan Contractory Safety Management System (CSMS) yang ditujukan untuk mengetahui kinerja satuan kerja di lingkungan Perseroan dan mitra kerja atau kontraktor pihak ke tiga. Di tahun 2010. the Company integrated all operating systems into Bukit Asam Management System (BAMS).

training each work unit to be occupational risk conscious and providing adequate work safety appliances are the Company’s responsibility to the surrounding environment and community.74 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL Operational Management Report Unit Pemadam Kebakaran PTBA PT Bukit Asam Fire Fighting Unit Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat melalui pelatihan setiap unit kerja agar sadar risiko kecelakaan kerja dan penyediaan peralatan keselamatan kerja yang memadai sebagai wujud pertanggung-jawaban Perseroan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. . Creating a safe and healthy working environment.

3 electrical installations) and +956 units (dump truck and heavy equipment) were labeled operating permit by KTT. terdiri dari: 2010 1 33 74 1 4 2 2 2 14 4 1 • WSH-based human resource development for mining employee certification aimed at motivating employees of all managerial levels (from line management). dengan standarisasi atau sertifikasi pegawai tambang.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 75 • Peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia berbasis K3. dengan tujuan memotivasi pegawai dalam semua jenjang manajerial (dimulai dari lini manajemen) untuk menumbuhkan perhatian dan perilaku yang mendahulukan aspek keselamatan dan kesehatan kerja. terdiri dari pesawat angkat angkut (21 unit). The outcome of the program was 264 people were certificated. Memasukan aspek keselamatan dan kesehatan kerja dalam perencanaan prakualifikasi calon kontraktor penambangan pada penerapan program Contractor Safety Management System (CSMS) dengan tujuan mengetahui kinerja kontraktor/mitra kerja pada perseroan dalam penerapan SMK3. • • Inserting WSH aspect in pre-qualification process of mining contractor candidates in implementing Contractor Safety Management System (CSMS) to discover partners’ performance in observing WSH Management System. Dari kedua audit tersebut didapatkan hasil “tidak ada temuan Mayor.” To ensure all parties concerned really observe WSH Management Standard. 4 pressure vessels. The findings revealed that there were no major threats. dengan standarisasi atau sertifikasi peralatan/unit. according to OHSAS 180001: 2007 certification. Untuk memastikan bahwa semua pihak terkait benar-benar melaksanakan segala ketentuan terkait dengan SMK3. TUV NORD Indonesia. Selain itu Perseroan juga melakukan Audit Eksternal Sertifikasi SMK3 berbasis Peraturan menterti Tenaga Kerja (Permenaker 05/Men/1996) di Unit Pertambangan Tanjung Enim dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja oleh Badan Sertifikasi independent PT. in 2010 the Company conducted external surveillance audit at Tanjung Enim Mining Unit in cooperation with an independent certification institution. dengan tujuan peralatan/unit dijamin aman dipergunakan sesuai kaidah keselamatan dan kesehatan kerja. to encourage awareness of WSH aspect. Another WSH Management Standard external audit based on Manpower Minister Regulation No. dan sebanyak ± 956 unit (Dump truck & alat berat) telah diberi tanda izin operasi oleh KTT. • Improving worthiness of production equipment and mine auxiliaries for equipment certification to guarantee that equipment are safe to use according to WSH standard. instalasi listrik (3 unit). bejana tekan (4 unit). pada tahun 2010 Perseroan melakukan audit eksternal Surveilance OHSAS 18001: 2007 di Unit Pertambangan Tanjung Enim dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja oleh Badan Sertifikasi independent TUV NORD Indonesia. Hasil yang dicapai sebanyak 28 unit telah tersertifikasi. PT Sucofindo. Sucofindo. The result was 28 units were certificated (21 loaders. 05/ Men/1996 was conducted at Tanjung Enim Mining Unit by an independent certification institution. WSH management that was consistently implemented by the Company and all personnel successfully brought . Hasil yang dicapai sebanyak 264 orang telah tersertifikasi. as follows: JENIS SERTIFIKASI Pengawas Operasional Utama Pengawas Operasional Madya Pengawas Operasional Pertama Ahli K3 Umum Manajemen Perawatan Tambang Perencanaan Tambang Terbuka Operasi Penambangan Inspeksi K3 Operator Pesawat Angkat Angkut Juru ledak kelas II Proteksi Radiasi 2009 5 33 68 1 0 0 0 0 19 0 0 TOTAL 6 66 142 2 4 2 2 2 33 4 1 CERTIFICATION Chief Operations Supervisor Middle Operations Supervisor First Operations Supervisor General WSH Expert Mine Maintenance Management Open Mine Planning Mining Operation WSH Inspection Loader Operator Explosives Expert Class II Radiation Protection • Peningkatan Kelaikan Peralatan Produksi dan Penunjang tambang.

The Company’s commitment to WSH measures is proven by the successful WSH performance audit based on OHSAS 180001: 2007 certification and Minister of Manpower Regulation No. In addition to work safety. Total kecelakaan tambang yang terjadi pada tahun 2010 berjumlah 22 orang. as well as prevention and control of PAK. Evakuasi korban gunung Merapi di Jogjakarta. sepanjang tahun 2009. consisting of accidents resulting in lost workdays or causing injury to five persons (one fatality. Although mainly responsible for the Company’s internal purposes. . konseling. training and counselling. pencegahan dan pengontrolan terhadap risiko terjangkitnya PAK. Perseroan juga memperhatikan kesehatan para pegawai maupun keluarga mereka. this Team is also available to help people outside the mining compound as corporate social responsibility duty. Selain Keselamatan Kerja. pelatihan. Perseroan melakukan kegiatan peningkatan kesadaran akan kesehatan kerja. terdiri dari kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan hari kerja/injury sebanyak 5 orang (1 orang kategori Fatal. Tim Penanggulangan Kecelakaan dan Kebakaran telah melakukan kegiatan antara lain : • • • Evakuasi korban gempa bumi di Mentawai. untuk menjaga kesehatan para pegawai. Perseroan telah membentuk Tim Penanggulangan Kecelakaan dan Kebakaran yang berada di bawah koordinasi Satuan Kerja Keselamatan. Sebagai wujud kepedulian terhadap komunitas sekitar. Tim ini juga dimungkinkan bertugas di luar lokasi tambang Perseroan sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan. E va c u a t i n g v i c t i m s o f M t . Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) Unit Pertambangan Tanjung Enim yang bertugas untuk mengorganisasikan dan mengendalikan kegiatan Penanggulangan Kecelakaan dan Kebakaran. PAHK and other serious diseases. in 2010 the Fire and Accident Control Team provided assistance in the following areas: • • • Evacuating earthquake victims in Mentawai. Penanggulangan kebakaran pemukiman penduduk. the year 2010 to an end with only one fatal occupational hazard. Mining accidents that occurred in 2010 involved 22 persons. PAHK. the Company forms Fire and Accident Control Team under the coordination of Work Safety & Health and Environment Work Force of Tanjung Enim Mining Unit. seperti diamanatkan peraturan perundangan yang berlaku. Controlling fire in local residential areas. serta penyakit serius lainnya. tasked to organize and control fire and accident handling activities. 05/Men/1996. Periodic medical check-ups are provided and health consciousness is enhanced. The Company provides health-related education. Manajemen K3 yang secara konsisten diterapkan oleh Perseroan dan segenap insan perusahaan membuat tahun 2010 berhasil dilalui dengan hanya mencatat 1 kecelakaan yang termasuk kategori fatal. As a reflection of its concern for the local community.76 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL Komitmen Perseroan dalam melaksanakan K3 ditunjukkan dengan keberhasilan audit pelaksanaan K3 berdasarkan sertifikasi OHSAS 180001: 2007 dan berdasarkan Permenaker 05/Men/1996. the health of employees and their family also gets the Company’s attention as ruled by the law. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pendidikan. 2 orang kategori kecelakaan berat & 2 orang kategori kecelakaan ringan) dan kecelakaan yang tidak mengakibatkan kehilangan hari kerja/ non injury sebanyak 17 orang. Mengatasi terjadinya risiko Kecelakaan Kerja. Selain pemeriksaan berkala. Sekalipun pada dasarnya bertugas di lokasi tambang yang merupakan kegiatan internal perusahaan. To control work accident risks. two serious injury and two minor injury) and accidents that caused no lost workdays or no injury 17 persons. M e ra p i e r u p t i o n i n Jogjakarta.

Penanganan korban di Rumah Sakit Bukit Asam Victim treatment in Tanjung Enim Hospital 3. Fasilitas operasi mata katarak di Rumah Sakit Bukit Asam Cataract surgery facility in Tanjung Enim Hospital . Petugas Rescue PT Bukit Asam PT Bukit Asam Rescue Officer 2.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 77 77 2 1 3 1.

Komitmen Perseroan terhadap perlindungan lingkungan. integrated. In accordance with Law No. terpadu.” . and continuously improves its system to reach a maximum result. The Company’s commitment to protect the environment is elaborated in its Environmental Policy: ”The Company takes care of the physical and social environment in which it operates by preventing. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja berbasis Permenaker 05/Men/1996 dengan predikat ”Bendera Emas” dengan pencapaian 91% dari pemenuhan 166 kriteria audit. Bukit Asam juga melayani pemeriksaan kesehatan lainnya & pengobatan kepada karyawan & keluarga karyawan atas tanggungan perusahaan dan melayani pemeriksaan dan pengobatan masyarakat sekitar dengan biaya yang disubsidi oleh perusahaan. in 2010 the Company through Tanjung Enim Mining Unit was awarded with: • Pratama Award for Mining Work Safety and Health. Perseroan melakukan pemeriksaan kesehatan berkala terhadap karyawannya minimal 1 tahun sekali.1 th 1970). serta menerapkan sistem manajemen lingkungan secara konsisten. • • Uraian lebih lengkap Mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja ada pada Laporan Keberlanjutan PTBA 2010. aktif dalam penaatan peraturan perundangan lingkungan dan persyaratan lainnya. Oleh karena itu setiap langkah operasional di lapangan senantiasa dilaksanakan dengan memperhatikan butirbutir sebagaimana tercantum dalam dokumen AMDAL. documented. every step in the field is taken with due respect to the provisions in AMDAL. signifying successful WSH management in a mining company employing more than 1.000 orang.” ENVIRONMENTAL CONSERVATION The Company operates in full compliance with u n i v e r s a l l y a p p l i e d e n v i ro n m e n t a l m a n a g e m e n t standards. Selain itu RS. For its effort in managing work safety and health. Further discussion on WSH is provided in PTBA 2010 Sustainability Report under the same title. fulfilling 91% of 166 audit criteria. restoring. The Company complies with environmental regulations and implements a consistent. Therefore. pemulihan. Bukit Asam. terdokumentasikan. terpelihara dan selalu melaksanakan perbaikan secara berkelanjutan untuk memperoleh hasil yang maksimal. as well as subsidized medical care to the local community.000 people. Unit Pertambangan Tanjung Enim menerima penghargaan : • Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan dengan Katagori “Pratama” yaitu perusahaan yang baik dalam pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja dilingkungan perusahaan pertambangan yang mempunyai pegawai di atas 1. UKL dan UPL yang merupakan prasyarat sekaligus parameter yang disepakati bersama instansi terkait sebelum dilakukan kegiatan operasional. 32 tahun 2009 mengenai perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. 1/1970. and continued environmental management system. dengan judul bab sama. Golden Flag Award for WSH Management Standard implementation under Manpower Minister Regulation No. the Company provides yearly medical check-ups for employees conducted by Bukit Asam Hospital.78 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL Sesuai dengan peraturan (UU no. 05/Men/1996. pelestarian dan perlindungan lingkungan. yang dilakukan oleh RS. Perseroan senantiasa peduli terhadap lingkungan baik secara fisik maupun sosial sehingga menjadi bagian integral dari lingkungan global dalam melakukan pencegahan. 32/2009 regarding environmental protection and management. conserving and protecting the environment. PERLINDUNGAN LINGKUNGAN Perseroan menjalankan kegiatan operasionalnya dengan kepatuhan penuh terhadap standar-standar manajemen pengelolaan lingkungan yang berlaku secara universal termasuk didalamnya ketentuan yang disebutkan dalam Undang-undang Lingkungan Hidup No. including Environment Law No. Atas usaha-usaha/ kinerja dalam pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan maka pada tahun 2010. dituangkan dalam Kebijakan Lingkungan yakni: ”Dalam menjalankan kegiatan usahanya. UKL and UPL documents which are the pre-requisites and parameter established in the pre-operating period. The hospital also extends companypaid healthcare to employees and their family.

pengembangan dan rehabilitasi lingkungan secara berkelanjutan. . monitoring. pemantauan.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 79 79 Reklamasi kawasan tambang di Banko Barat Mining site reclamation in Banko Barat Misi Perseroan salah satunya memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan diwujudkan dengan penerapan Green Mining yang mencakup pelaksanaan program-program pengelolaan. developing and rehabilitating the surrounding environment. The Corporate Mission to contribute to public welfare and environment conservation is realized through Green Mining practice by continuously managing.

yakni “Memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan. audit. setiap tahun Perseroan menetapkan parameter indikator sasaran lingkungan sesuai dengan peraturan yang berlaku. 10/2010. ENVIRONMENTAL MANAGEMENT The Company consistently manages the environment to reduce the impact of mining activity to the community and environment which is in line with the Company’s mission. 18 tahun 2008 dan PP No. audit lingkungan. Gambaran umum program perlindungan lingkungan yang dilakukan oleh Perseroan adalah sebagai berikut. Evaluasi terhadap indikator sasaran lingkungan tersebut kemudian dibahas secara rutin setiap tahun pada forum manajemen lingkungan. The indicators are set based on South Sumatera Governor Regulation No. grouped into two major programs: Environmental Management and Environmental Monitoring. Perseroan telah menyelesaikan dokumen Rencana Penutupan Tambang (RPT) dan rencana reklamasi lima tahunan (Jamrek) sebagai suatu dokumen utama pelaksanaan reklamasi yang kelak akan dijabarkan dalam rencana kegiatan tahunan. 17 dan No. the Company sets a parameter of environment target indicators on a yearly basis in accordance with the law. The Company has finalized mining closure plan and five-year reclamation plan as the principal reclamation documents to be included in the Company’s annual work program. The environmental protection program launched by the Company includes: PENGELOLAAN LINGKUNGAN Perseroan melakukan kegiatan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan untuk mengurangi dampak kegiatan pertambangan bagi lingkungan dan masyarakat. sesuai dengan salah satu misi perusahaan. Berdasarkan sistem tersebut Perseroan kemudian mendesain dan melaksanakan berbagai program terkait dengan lingkungan yang tebagi atas 2 program utama.” To measure the effectiveness of environmental management. In accordance with ISO 14001:2004 standards evaluation of the environment target indicators is discussed annually on a routine basis in environmental management forum. sebagai bagian upaya perbaikan terus menerus untuk mencapai tingkat kepatuhan yang maksimal. 17 and No. yakni Pengelolaan Lingkungan dan Pemantauan Lingkungan. . evaluasi kinerja lingkungan dan kajian daur hidup pokok.” Untuk mengukur efektivitas pengelolaan lingkungan. sesuai syarat ISO 14001: 2004. Keberhasilan pelaksanaan program-program tersebut diukur melalui pemenuhan terhadap serangkaian parameter Baku Mutu Lingkungan (BML) yang ditetapkan sesuai dengan peraturan daerah setempat/pemerintah pusat atau standar akreditasi yang digunakan dan pengukurannya dilaksanakan oleh pihak-pihak independen yang kompeten. The measuring process was conducted by competent independent parties. 10 tahun 2010 dari ESDM. ENVIRONMENTAL MANAGEMENT CERTIFICATION The Company adopts accredited ISO 14001:2004 system to ensure an effective environmental management covering management system. This is an effort to reach full compliance with the requirements so as to control the environmental impact of mining operations.80 80 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL SERTIFIKASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN Perseroan menjalankan sistem terakreditasi ISO 14001: 2004 untuk meningkatkan efektifitas kegiatan pengelolaan lingkungan yang mencakup sistem manajemen lingkungan. the Company designed and executed various programs associated with environment. The success of these programs implementation is measured by meeting a series of Environment Quality Standard parameters adjusted to the central/local government regulations or accreditation standards applied. The preparation of this document is to comply with Energy and Mineral Resources (EMR) Minister Regulation No. 18/2008 and Government Regulation No. performance evaluation of the environment and study of basic living cycle. Indikator tersebut mengacu ketentuan Pemda setempat (Pergub Sumsel No. The implementation of every environmental management program is monitored and evaluated by using the parameter taking into account the major effects arising from mining activities. Penyelesaian penyusunan dokumen tersebut sebagai implementasi atas Permen No. that is ”To give the utmost contribution to community welfare and environmental conservation. Setiap program pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang dijalankan kemudian dipantau dan dievaluasi dengan menggunakan parameter yang telah mempertimbangkan penilaian terhadap dampak utama yang muncul akibat kegiatan penambangan. sehingga dampak lingkungan dari operasional kegiatan tambang dapat dikendalikan. Based on the system. 18 tahun 2005) mengenai pemenuhan baku mutu lingkungan untuk pemeriksaan beberapa indikator baku mutu lingkungan (BML). 18/2005 regarding environmental quality standard (BML).

The findings of measuring major pollutant indicators showed that all areas’ indicators were below BML.000 < 400 < 235 < 230 Rencana Plan Rp4.87 . effluent and waste control Partnership and community development program Pemantauan luas lahan terubah Pembukaan Lahan dan Reklamasi Lahan Bekas Tambang seusai peraturan yang berlaku. Pemeliharaan tanaman Pengurasan lumpur di kolam pengendap Pembuatan kolam pengendap lumpur Pembibitan dan penanaman Pengelolaan tanah pucuk Penanggulangan air asam tambang (AAT) Penanggulangan erosi Penelitian dan pengembangan Penanganan limbah B3.17 of 2005. seluruh areal menunjukkan indikator berada di bawah BML yang dipersyaratkan.94 22 – 178 Aktual Actual Rp4. Ensuring released water from the mines meets standards of environmental quality in compliance with the Governor of South Sumatra Regulation no.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 81 Dalam rangka pengelolaan lingkungan tersebut Perseroan melakukan pengukuran dan pemantauan indikator utama pada areal lokasi kegiatan operasional di Tambang Air Laya.31 . Muara Tiga Besar dan Banko Barat. Hasil pengukuran atas indikator cemaran utama pada tabel berikut menunjukkan. 18 Th 2005.4 – 139 0. The Company measured and monitored major indicators in Tanjung Air Laya.8.775 217 .3.59 Menjamin Kualitas Udara Ambien dan Emisi Udara di Area Tambang dan Sekitarnya memenuhi Baku Mutu Lingkungan (BML) sesuai Per Gub Sumsel No. Emisi dan Effulent Program kemitraan dan bina lingkungan . SO2 CO NO2 O3 Debu µg µg µg µg µg < 900 < 30.7 0. I PARAMETER PARAMETER SATUAN UNITS MAX LEVEL MAKS AKTUAL ACTUAL Menjamin Keluaran Air dari tambang memenuhi Baku Mutu Lingkungan (BML) sesuai Per Gub Sumsel No.000 2.18 of 2005. Ensuring the quality of air ambience & air emission within the area and its surrounding fulfills standard of environment quality in compliance with the Governor of South Sumatra Regulation no.001 .321 0.8.3. 17 Th 2005.100/ton III Pemenuhan Provisi Lingkungan Rp/ton Fulfillment for Rp/tonnes environmental provision Perseroan menjalankan program-program lingkungan diantaranya melalui: • • • • • • • • • • • • pengelolaan The Company runs the following environmental management programs: • • • • • • • • • • • • Monitoring converted land area Land clearance and reclamation of used mining sites Plants maintenance Draining mud out of sedimentation pool Making sedimentation pool Cultivating and planting seedlings Management of top soil Management of mine acid water Management of erosion Reserach and development Emissions. Muara Tiga Besar and Banko Barat mines.0001.082/ton 22 . 1 2 3 4 II pH Residu tersuspensi Besi (Fe) total Mangan (Mn) total mg/l mg/l mg/l 6-9 < 300 <7 <4 6 .01 0. Hasil pengukuran pemantauan lingkungan atas parameter indikator BML untuk tahun 2010 The following is the result of environmental monitoring on BML indicator parameter in 2010 NO.

yang berasal dari unit kerja (bengkel). 15 of 15 May 2005 concerning Emissions from Non-Moving Sources. used batteries and used oil filters. Perseroan melakukan pembakaran limbah B3 dengan incenerator dan melaksanaan proses bioremediasi untuk material yang tercemar hydrokarbon. The management of emissions. dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Darmo. Waste control is carried out in the following ways: • • • General waste originating from residential and mining areas is discharged into Desa Darmo dumping area.85/1999 regarding management of hazardous waste. 18 jo No. effluent and waste is based on the standardized parameters as prescribed in the Governor of South Sumatera Regulation No. Melakukan penyemprotan debu (dust suppression system) di lokasi stockpile secara reguler dan pemantauan emisi genset serta incenerator.82 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL Perseroan menggunakan standar parameter yang telah ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Sumatera Selatan No. is an evidence of its commitment to environmental management. • Regularly spraying dust using dust suppression system in stockpile locations and monitoring emissions from gensets and incinerators. pengelolaannya dilakukan sesuai PP No. is processed in accordance with Government Regulation No. Air quality control is carried out in a number of ways which are: • Maintaining and spraying mine roads with water tanks. Adapun langkah pengelolan selengkapnya adalah sebagai berikut: • Limbah umum. 18 jo No. The Company’s mining environmental quality. yakni dijadikan pupuk Bokashi yang kemudian dibeli oleh Perseroan untuk digunakan saat revegetasi lahan. • Planting trees in buffer zone locations and final mining locations. Pengelolaan kualitas udara dilakukan melalui diantaranya: • • • Pemeliharaan dan penyiraman jalan tambang dengan truk tangki air. Hazardous waste. Penanaman pohon di lokasi buffer zone dan lokasi yang final tambang. Perseroan mengelola limbah umum dan limbah bahan berbahaya dan beracun. organic waste is processed by turning it into Bokashi fertilizer which is subsequently bought by the Company for land revegetation. pengelolaannya melibatkan masyarakat sekitar. The Company also controls regular general waste. antara lain seperti oli bekas. 15 tanggal 15 Mei 2005 mengenai Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak (STB) untuk mengelola emisi. effluent dan limbah. burning hazardous waste using incinerators and using bioremediation process for hydocarbon-contaminated materials. Untuk limbah yang bersifat organik. . hazardous and toxic waste In addition to air emissions. batere bekas dan filter oli bekas. Selain emisi udara. yang berasal dari area perumahan dan area penambangan Perseroan. Limbah B3.85 Tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3. such as used oil. which is far below the acceptable threshold. Selain melakukan daur ulang limbah B3 bekerjasama dengan mitra yang telah mempunyai izin KLH. Hasil pengukuran kualitas lingkungan pertambangan berada jauh di bawah ambang batas menunjukkan bukti komitmen Perseroan terhadap pengelolaan lingkungan. Waste management efforts carried out by the Company jointly with licensed partners include recycling hazardous waste. By involving local community. originating from work units (workshops).

erosion as well as wildlife and aquatic organisms living around the mining area. erosi hingga satwa liar dan biota air yang hidup di sekitar area pertambangan. Daily for pH water debit *) Sekali sebulan Once a month Setiap Triwulan Every quarter Setiap Triwulan Every quarter Dua kali setahun Twice a year Dua kali setahun Twice a year Sekali sebulan*) Once a month *) Sekali sebulan*) Once a month *) Kontinyu*) Continuous *) Sekali sebulan*) Once a month *) Dua kali setahun Twice a year Dua kali setahun Twice a year Dua kali setahun Twice a year Sekali setahun Once a year 1 Kualitas Air Water quality 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kualitas Udara Ambient Ambient air quality Emisi Udara (sumber tidak bergerak) Air emissions (non-moving sources) Kebisingan Noise Kualitas Tanah Soil quality Revegetasi Revegetation Lingkungan kerja Working environment Tanah Pucuk Top soil Swa bakar Spontaneous combustion Erosi Erosion Infeksi Saluran Pernafasan Akhir (ISPA) Upper Respiratory Tract Infection Satwa Liar Wildlife Biota Air Water biota Sosial. sekaligus sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko lingkungan. Perseroan melakukan aktifitas pemantauan rutin sebagai berikut: ENVIRONMENTAL MONITORING The Company routinely monitors the environmental condition of the surrounding mining area to minimize environmental damage. and at the same time to mitigate risks to the environment. Pada tahun 2010. Ekonomi dan Budaya Social. land pollution. Economy and Culture 10 7 10 9 10 19 11 10 9 3 10 7 10 *Dilakukan oleh PTBA Done by PTBA . air quality. kualitas udara. Untuk pH dan debit air dilakukan setiap hari *) Twice a month (by third party and PTBA Lab). Kegiatan pemantauan lingkungan yang dilakukan meliputi antara lain pemantauan kualitas air. Routine monitoring activities In 2010 included the following: JENIS PEMANTAUAN OBJECT OF MONITORING JUMLAH TITIK PANTAU MONITORING POINTS 38 FREKWENSI PEMANTAUAN DILAKUKAN PIHAK INDEPENDEN MONITORING FREQUENCY BY INDEPENDENT PARTIES Dua kali sebulan (oleh Pihak 3 dan Lab PTBA). soil quality.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 83 PEMANTAUAN LINGKUNGAN Perseroan melakukan pemantauan secara rutin terhadap kondisi lingkungan di sekitar area penambangan dengan tujuan meminimalisir kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi. Environmental monitoring activities included monitoring water quality. pencemaran tanah. kualitas tanah.

dan presentasi lingkungan. used bench marking. Several research activities conducted in 2010 were: • • • • • • Implementation & development of Mikoriza to support revegetation of used mining areas. the Company prepared an environmental commission document. Selain melaksanakan langkah-langkah Perlindungan tersebut. Melakukan pelatihan pengelolaan sampah terhadap masyarakat sekitar perusahaan. studi banding (bench marking). Cultivating seedlings by tissue culture method. Melakukan konservasi tanaman lokal. put up banners. Revegetation with oil palms and direct trial-and-run revegetation. Perseroan juga melakukan sosialisasi lingkungan melalui pelatihan lingkungan. Beberapa kegatan penelitian yang dilaksanakan pada tahun 2010 dalah : • • • • • • Implementasi & pengembangan Mikoriza untuk medukung revegetasi lahan bekas tambang. baliho. ENVIRONMENTAL RESEARCH AND DEVELOPMENT To preserve the surrounding environment. sesuai standar akutansi keuangan (PSAK 33). Perseroan mengimplementasikan pola Green Mining dengan melakukan penanaman pohon-pohon di luar areal tambang dan penebaran ikan di badan sungai bersama masyarakat.84 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL Incenerator. As a reflection of its commitment to environmental and post-mining management and in accordance with financial accounting standards. serta pengembangan potensi lingkungan di masa mendatang. spanduk. and gave presentation on the subject of environment. posters and billboards. . Kajian dan pemanfaatan oli bekas untuk peledakan (pencampuran ANFO). and to develop environment potentials in the future. hazardous waste treatment PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN LINGKUNGAN Untuk menjaga lingkungan di areal kegiatannya. distributed books and magazines. Sebagai wujud komitmen manajemen terhadap lingkungan dan pascatambang. Melakukan revegetasi dengan tanaman sawit dan uji coba revegetasi secara direct. The Company implemented Green Mining pattern by planting trees outside the mining area and releasing fish in the rivers together with the community members. Conservation of local plants. pengolahan limbah B3 Incinerator. Perseroan melakukan sejumlah kajian dan penelitian yang sekaligus merupakan bagian proses evaluasi kondisi lingkungan area pertambangan dan sekitarnya. buku dan majalah lingkungan. Study and use of used oil for explosives (ANFO compound). Perseroan menyusun dokumen provisi lingkungan. Mengembangkan pembibitan dengan metode kultur jaringan. To socialize with the local community the Company organized training programs. Training local community in waste management. poster. the Company conducted various studies and researches to evaluate the condition of mining area and its surrounding.

or a total of Rp197 billion.2% from Rp174 billion in 2009 to Rp4.6% dari tahun lalu. Atas berbagai upaya-upaya perlindungan lingkungan tersebut Perseroan kemudian meraih beberapa penghargaan dalam pengelolaan lingkungan. or went up 19. yakni total sebesar Rp174 miliar. For its continued efforts in environmental conservation the Company received several environmental management awards: • • Green PROPER Rating from Environment Ministry and South Sumatera Governor Aditama Rating in Enviro Award from EMR Ministry Uraian lebih lengkap mengenai Perlindungan Lingkungan ada pada Laporan Keberlanjutan PTBA 2010. The Company consistently evaluates and controls hazardous and toxic wastes in concert with the prevailing laws and regulations. Jumlah dana yang telah dikeluarkan untuk pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada tahun 2010 adalah sebesar Rp29.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 85 Selain evaluasi emisi. Perseroan secara berkelanjutan mengelola limbah B3 secara hati-hati sesuai peraturan perundangan yang berlaku. atau total sejumlah Rp197 miliar. The overall result of monitoring and evaluation performed in accordance with established standards showed that all environmental parameters met Environment Quality Standard. dengan judul bab sama. yakni sebesar Rp24. the Company allocated funds for environmental management and conservation program at an amount to be based on the weight of coal produced. Jumlah dana tersebut meningkat 13. With increased production and the Company’s commitment to environmental conservation.2 billion the preceding year.6% from Rp24. in 2010 the funds allocated for this activity was increased 13. produksi dan komitmen Perseroan terhadap kelestarian lingkungan. pada tahun 2010. Biaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan tersebut meningkat 19.12 miliar.2% dari tahun lalu. Keseluruhan hasil pemantauan dan hasil evaluasi yang kemudian dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan menunjukan bahwa semua parameter lingkungan telah memenuhi BML. under the same title.100/ton. .100/ton. Seiring dengan peningkatan. jumlah provisi yang disisihkan untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp4. BIAYA DAN PENGHARGAAN UNTUK PENGELOLAAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN Sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. yaitu: • • Peringkat Hijau untuk PROPER Pusat maupun Provinsi Sumsel Peringkat Aditama untuk kategori Enviro Award dari Kementrian ESDM COST AND COMMENDATION FOR ENVIRONMENTAL MANAGEMENT AND CONSERVATION In compliance with the law.12 billion. Total funds disbursed for environmental management and conservation in 2010 totalled Rp29. Perseroan telah menyisihkan dana untuk kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang jumlahnya ditetapkan sebagai provisi atas tiap satuan berat batubara yang diproduksi.2 miliar. Further elaboration on Environmental Conservation is provided in PTBA Sustainability Report 2010.

Pembukaan lahan dilakukan bertahap. Menggunakan Incenerator untuk limbah. 18/2008 concerning Reclamation and Mine Closing which required the following: i. Slope & back slope. oil palm. Zona Bumi Perkemahan 12. Ada proses pembentukan Slope & Back Slope. Planting cover crop. 4/2004 concerning Utilization of Used Coal Mining Area of PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk in Muara Enim Regency.Setting up tissue culture laboratory to cultivate prime seedlings such as rubber. 4 Tahun 2009 dan Permen No. 7. Rip Rap. 9. The implementation of post-mining reclamation and rehabilitation program was in keeping with Mining Area Master Plan devised in 1994 and master plan for utilizing post-coal-mining area as Tanjung Enim People’s Forest Park (TAHURA). v. 10. check dam. 3. Seluruh ketentuan tersebut telah dipenuhi oleh Perseroan seperti diuraikan pada bagian “Perlindungan Lingkungan” di atas. 6. Zona Penerima/Rekreasi Zona Sarana Prasarana Zona Hutan Tanaman Zona Kebun Koleksi Zona Kebun Buah Zona Peternakan Zona Wisata Air Zona Penelitian Produktif Zona Pertanian/Agro-forestry PROGRESS REPORT OF RECLAMATION AND REHABILITATION PROGRAM Land clearance and mining area reclamation have been carried out pursuant to the provision of Law No.934 ha to serve as People’s Forest Park. Zona Perikanan 11. 11. 6. dengan membagi area pascatambang menjadi beberapa zona. etc. Perseroan kemudian melangkah lebih jauh dan menjadi pelopor dalam hal pelestarian lingkungan dan rehabilitasi pasca tambang dengan menetapkan serta merancang daerah pascatambang seluas 5. iv. iii. pengapuran. Perseroan kemudian melaksanakan program pembangunan Tahura Enim sesuai dengan Perda Kabupaten Muara Enim No. Canal. The Company continued with the construction of Tahura Enim in accordance with Muara Enim Regency Regional Government Regulation No. 18 tahun 2008 mengenai Reklamasi dan penutupan Tambang yang menegaskan bahwa: i. Rencana ini kemudian dikukuhkan untuk dilaksanakan melalui program jangka panjang. Receiving/Recreational Zone Utility Zone Plantation Forest Zone Collection Garden Zone Fruit Garden Zone Cattle Breeding Zone Water Recreation Zone Productive Research Zone Agro-forestry Zone Fishery Zone Camping Zone Animal Zone 10. Gradual land clearance. program reklamasi lahan pascatambang sebagai Tahura Enim yang telah dilaksanakan adalah: • Pada Zona Penerima: . ii. 7. gradual and ongoing program. dividing the post-mining area into several zones: 1. iv. post-mining reclamation program for Tahura Enim included the completion of: • In Receiving Zone . check dam. Zona Satwa Pada tahun. A regional government regulation confirmed this plan to be a long-term. 9.” The Company took a step further and pioneered in environmental conservation and post-mining rehabilitation by designating and designing a post-mining area of 5. dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda).Pembuatan laboratorium Kultur Jaringan untuk mengembangkan jenis-jenis bibit yang unggul seperti: karet. 5. Melakukan penanaman Cover Crop. 12. Pelaksanaan program reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang mengacu pada Rencana Induk Wilayah Pertambangan (RIWP) yang telah dibuat sejak tahun 1994 serta Master Plan pemanfaatan lahan bekas tambang batubara sebagai Tahura Enim. vi Bioremediation. 5. 4 tahun 2004 tentang Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Batubara PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk di Kabupaten Muara Enim. 3. wetland for liquid waste and vii sedimentation pool. 4. iii.86 86 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL LAPORAN PELAKSANAAN REKLAMASI DAN REHABILITASI Pembukaan lahan dan proses reklamasi areal tambang Perseroan telah dilaksanakan sesuai dengan butir-butir ketentuan pada UU No. yaitu: 1. Membuat saluran. ii. 2. calcification. . All the requirements were met by the Company as described in the preceding section of “Environmental Conservation. 8.934 ha menjadi Taman Hutan Rakyat (TAHURA). 4/2009 and Government Regulation No. 8. secara bertahap dan berkelanjutan. dan lain-lain In 2010. 2. v. wetland untuk limbah cair dan vii. 4. rip rap. Melaksanaan Bioremidiasi. Incinerator for waste. sawit. Mebuat kolam pengendap. vi.

Tanjung Enim People’s Forest Park (TAHURA) development reflects the Company’s commitment to environmental conservation. .OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 87 87 Perawatan tanaman buah di area pembibitan. Tanjung Enim Nurturing fruit trees in Tanjung Enim nursery Pengembangan TAHURA Tanjung Enim sebagai wujud komitmen Perseroan terhadap pelestarian lingkungan.

Conducting local field survey jointly with Bengkulu University . In Productive Research Zone . Reviewing TAHURA Enim master plan . tanaman durian dan lain-lain. Pada Zona Sarana dan Prasarana Melanjutkan rencana pembuatan kantor terpadu untuk Satker K3L dan BWE System. Pada Zona Penelitian Produktif. Perseroan juga menyiapkan lahan TPU yang baru. and preparing new TPP site.Synchronizing TAHURA location with productive forest zone under permit to use productive forest zone. Melakukan review master plan TAHURA ENIM. bowling alley. Perseroan melakukan pengkayaan tanama dengan jenis tanaman lokal yang bernilai ekonomis tinggi.Dalam review ini Perseroan melakukan sinkronisasi lokasi rencana TAHURA dengan kawasan hutan produksi dengan kewajiban izin pakai kawasan hutan produksi. sarana olah raga bowling. Replacing pioneer plants (acasia) with teak. puspa.Conducting reserach on intercrop plants jointly with UNSRI at Banko Barat In Plantation Forest Zone. plant enrichment with local plants having high economic value in Air Laya and Banko Barat.Relocating community membes and TPP to convert the area to TAHURA buffer zone. durian. . • • • . jogging track dan futsal. Perseroan mengganti tanaman pioneer (Akasia) dengan Jati. baik di Airlaya maupun di Banko Barat. .Proses pelaksanaan relokasi penduduk dan TPU untuk dijadikan buffer zone Tahura (jalur hijau). .Melakukan kerjasama penelitian jenis-jenis tanaman jarak dengan UNSRI di IUP Banko Barat.Melakukan kerjasama penelitian lapangan lokal dengan Universitas Bengkulu. etc.88 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL Perseroan mengimplementasikan pola Green Mining secara terpadu dalam kegiatan penambangan. .Melanjutkan pembuatan Gedung olah raga. Wetland dan Borashi di Banko Barat Wetland and Borashi in Banko Barat . Puspa. Pada zona Hutan Tanaman. jogging track and futsal court.Continuing the construction of sportshall. Sengon. • • • • • . The Company implemented Green Mining pattern in its mining operations. . sengon. In Utility Zone Setting up an integrated office of WSH work unit and BWE system.

and reflects the readiness of the Company to offer its best services to meet market needs and demand. Human Resources dan Materials. Risk Management. Human Resources and Materials. The Company consistently invests in the application and infrastructure of information technology in an effort to realize its vision. Natar and Gersik units. PT Bukit Asam Prima (PT BAP). proses dan sumberdaya IT. PT Bukit Asam Prima (PT BAP). Pemasangan dilakukan guna mendukung implementasi laporan keuangan konsolidasi. Meningkatkan kemampuan pengelolaan. The installation had a purpose of supporting the implementation of consolidated financial statements. Financial. The Company is currently using Ellipse Enterprise Resource Planning (ERP) system that has integrated the main operating modules such as Operation & Maintenance.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 89 PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI Perseroan mengembangkan Teknologi Informasi untuk memberikan dukungan dalam pencapaian visi menjadi perusahaan energi berbasis batubara yang berdaya saing tinggi dan strategi pertumbuhan Perseroan. processing and resources capacity. Briquette Jakarta. efektivitas kinerja dan sekaligus merefleksikan kesiapan Perseroan dalam memberikan pelayanan terbaik sesuai kebutuhan dan permintaan pasar. Tanjung Enim. Developing information technology proves to enhance the efficiency and effectiveness of business performance. Perseroan kemudian merealisasikan program pengembangan TI guna mendukung peningkatan kinerja Perseroan. Perseroan melakukan investasi berkesinambungan dalam bidang aplikasi maupun infrastruktur teknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi tersebut. Menyempurnakan model bisnis menuju solusi terintegrasi. Tahapan ini disusul dengan peningkatan kecepatan akses Network (WAN) sebagai berikut. • • • • Saat ini Perseroan menggunakan sistem Ellipse Enterprise Resource Planning (ERP) yang telah mengintegrasikan modul-modul operasional utama yakni modul Operation & Maintenance. Pengembangan teknologi informasi selama ini terbukti dapat mendukung peningkatan efisiensi. Risk Management. yaitu: • Memasang instalasi infrastruktur jaringan (leased-line WAN) ke lokasi Unit Pertambangan Ombilin. Resource Management and Performance Measurement. This stage was followed by improving the speed to access Network (WAN) as follows: LOKASI LOCATION KONEKSI AWAL INITIAL CONNECTION UPGRADE 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps Tanjung Enim – M. Financial. dilanjutkan ke lokasi Unit Briket Natar dan Gersik. Improving business model towards integrated solutions.Kadin Jakarta Tanjung Enim – Tarahan Tanjung Enim – Kertapati Tanjung Enim – Ombilin Tanjung Enim – BAPrima Jakarta Tanjung Enim – Briket Blok M Tanjung Enim – Briket Natar Tanjung Enim – Briket Gersik 2 Mbps 1 Mbps 1 Mbps 256 Kbps 256 Kbps 256 Kbps 256 Kbps 256 Kbps . Resource Management dan Performance Measurement. yakni Strategic Alignment. Value Delivery. Target yang dituju adalah: • Menerapkan prinsip-prinsip IT Governance. The target of developing information technology system is: • Applying IT Governance principles that cover Strategic Alignment. The Company has completed the following IT development program to support the improvement of its performance: • Installing network infrastructure (leased-line WAN) in the locations of Ombilin Mining Unit. unit kerja Briket Jakarta dan Tanjung Enim. Enhancing IT management. Value Delivery. INFORMATION TECHNOLOGY DEVELOPMENT Information Technology is developed to support the realization of the corporate vision of becoming a highly competitive coal-based energy company and to adopt the corporate development strategy.

90

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL

Pusat kontrol alat-alat operasional Operating instruments control center

Supply Chain Management System meningkatkan efisiensi operasional Perseroan.
Supply Chain Management System to support operating efficiency.

OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 91

Mengembangkan Ellipse System dengan menerapkan Multi-District untuk kebutuhan konsolidasi keuangan (General Ledger), dilanjutkan dengan menerapkan implementasi Multi Distrik Tahap II (Aset Tetap dan Payroll) untuk mempercepat proses konsolidasi laporan keuangan seluruh anak perusahaan.

Developing Ellipse System with Multi-District application for financial consolidation needs (General Ledger), followed by implementing Multi District Stage II (Fixed Assets and Payroll) to speed up the process of consolidating all subsidiaries’ financial statements.

Guna mendukung kecepatan pemrosesan, Perseroan kemudian meningkatkan kapasitas storage untuk aplikasi Ellipse (ERP) dari 1 Tera menjadi 2,5 Tera, untuk aplikasi ECMS 1,5 Tera dan untuk aplikasi SCMS 1,5 Tera. Langkah ini disusul dengan peningkatan kemampuan PC untuk menunjang proses bisnis, yakni mengganti 100 PC yang habis masa sewa dan 250 buah PC PIII & PIV (total 350 PC) serta penambahan sewa 50 Notebook. Pada tahun 2010, Perseroan membangun aplikasi baru yang masih dalam tahap proyek, yakni: Supply Chain Management System dan Enterprise Content Management System. • Supply Chain Management System (SCMS) Supply Chain Management System merupakan sistem yang mengintegrasikan rangkaian proses bisnis end-to-end dari perencanaan tambang, produksi, pengelolaan stock, transportasi dan pemasaran. Selain fungsi transaksi SCMS, untuk mendukung percepatan pengambilan keputusan baik operasional maupun strategis juga tersedia aplikasi untuk analisa dan optimasi proses penanganan batubara serta executive information system (EIS). Untuk mendukung keandalan SCMS, aplikasi ini juga menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) dan mengintegrasikan semua peralatan seperti alat ukur timbangan (belt scale dan truck scale) ke dalam SCMS. Untuk menjamin keandalan sistem dan menghindari adanya human error, proses go-live sistem ini dilaksanakan dalam beberapa phase yaitu orientation and planning, installation software and hardware, business requirement, mine to TLS, TLS to port, marketing to invoice, integration and finance, optimization and Executive Information System (EIS). Untuk mendukung implementasi sistem ini Perseroan menyiapkan SDM dengan melakukan pelatihan sesuai tahapan implementasi kepada user, key user, super user. Untuk personil TI telah dilakukan pelatihan untuk report developer. Sedangkan pelatihan untuk System Admin yang meliputi admin database (oracle), operating system (AIX dan Windows), Network, hardware (blade server management) dan backup & restore (Symantec) akan dilaksanakan ditahun 2011.

To expedite processing, the Company increased storage capacity of Ellipse (ERP) application from 1 Tera to 2.5 Tera, for application ECMS 1.5 Tera and for SCMS application 1.5 Tera. The next step was upgrading PC capacity to support business processing to replace 100 PC whose rent expired and 250 PCP III & IV (total 350 PC), and to rent 50 Notebooks.

In 2010, the Company built up a new application, i.e. Supply Chain Management System and Enterprise Content Management System. • Supply Chain Management System (SCMS) Supply Chain Management System (SCMS) is a system that integrates a series of end-to-end business processes from mining plan, production, stock management, transportation to marketing. In addition to SCMS, for fast operational and strategic decision making, there is also an application for analysing and optimizing coal handling process, as well as Executive Information System (EIS).

To ensure SCMS reliability, this application also makes use of RFID (Radio Frequency Identification) technology and integrates all equipment such as belt scale and truck scale into SCMS.

To guarantee system reliability and to prevent human error, the go-live system is run in several phases: orientation and planning, installation software and hardware, business requirement, mine to TLS, TLS to port, marketing to invoice, integration and finance, optimization and Executive Information System (EIS).

In a bid to support the implementation of the system, the Company provides training for users, key users and super users in accordance with the implementation phase. IT personnel have been trained for report developer. While Administrative System training covering admin database (Oracle), operating system (AIX and Windows), network, hardware (blade server management) and back-up & restore (Symantec) will be conducted in 2011.

92

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL

Perseroan melakukan tinjauan berkala dan secara berkesinambungan memperbaiki serta meningkatkan kemampuan TI untuk mendukung bisnis Perseroan.
Periodic review is made to repair and upgrade IT capacity and advantage to support the Company’s business operations.

Kemajuan pekerjaan sampai dengan akhir tahun 2010 sebesar 58% yang diharapkan akan selesai pada triwulan II tahun 2011. • Enterprise Content Mangement System (ECMS) Kemajuan pekerjaan sampai dengan akhir tahun 2010 adalah sebesar 89%, diharapkan dapat diselesaikan pada triwulan I tahun 2011. Aplikasi ECMS adalah aplikasi yang digunakan di PTBA agar dapat memudahkan dalam melaksanakan manajemen proses bisnis dan manajemen dokumen. ECMS terdiri dari 2 aplikasi yaitu Workflow Elektronik (BPM-Business Process Management) dan Manajemen Arsip Elektronik (UCM-Universal Content Management), dimana Workflow Elektronik berfungsi untuk melakukan manajemen prosedur kerja (work flow management), distribusi informasi, monitoring beban kerja (load balancing) dan penelusuran posisi dari proses (tracking of process), sedang Manajemen Arsip Elektronik berfungsi sebagai pusat repository (mempercepat pencarian dan update informasi), akses kontrol (security), manajemen dokumen (posisi penyimpanan fisik dokumen), retensi (jadwal musnah) dan electronic document (tanpa ruang penyimpanan/ go-green dan tanpa kerusakan dokumen fisik). Aplikasi ECMS berbasis Oracle ECM (oracle UCM dan Oracle BPM). Untuk implementasi sistem ini dibutuhkan hardware baru seperti server aplikasi produksi, development, database dan standby server, selain server juga diperlukan storage, tape backup dan scanner. Untuk mendukung implementasi sistem ini Perseroan telah menyiapkan SDM dengan melakukan pelatihan terhadap end-user dan admin aplikasi. Sedangkan pelatihan untuk personil TI seperti System Admin yang meliputi admin database (oracle), operating system (AIX dan HACMP), Network, hardware (blade server management), backup & restore (TSM-Tivoli System Management) akan dilaksanakan tahun 2011. •

At end of 2010, this project was 58% completed and expected to be finalized in 2nd quarter of 2011.

Enterprise Content Management System (ECMS) At end of 2010, this project was 89% completed and expected to be finalized in 1st quarter of 2011.

ECMS application is used by PTBA to facilitate business management and document management.

ECMS consists of two applications, i.e. Electronic Workflow (BPM-Business Process Management) and Electronic File Management (UCM-Universal Content Management). Electronic Workflow is for workflow management, information distribution, load balancing, and process tracking, while Electronic File Management is for repository (speeding up information retrieval and update), access control (for security), document management (the placement of physical document), retention (disposal schedule) and electronic document (without storage/go green and without physical document damage).

Application of Oracle-based ECMS (Oracle UCM and Oracle BPM). This system application requires new hardware such as production application server, development, database, standby server, storage, backup tape and scanner. To support the implementation of the system, the Company provides training for end-users and admin application users. IT personnel have been trained for report developer. While Administrative System training for IT personnel covering admin database (Oracle), operating system (AIX and HACMP), network, hardware (blade server management) and back-up & restore (TSM-Tivoli System Management) will be conducted in 2011.

OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 93

Alat kontrol kerusakan belt conveyor Conveyor belt damage control device

CDP (Central Distribution Point)

94

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL

Perseroan juga mulai merintis implementasi e-procurement. Sistem ini akan dikembangkan di tahun 2011, dengan target yang akan dicapai diantaranya: • • • • • • Mempercepat dan meningkatkan proses pengadaan barang atau jasa. Meningkatkan transparansi dan menyederhanakan proses pengadaan. Mendapatkan harga penawaran yang lebih kompetitif, cepat dan akurat. Menurunkan biaya proses pengadaan dan volume pekerjaan yang bersifat administratif. Melakukan pemantauan (monitoring) proses. Melakukan pemantauan (monitoring) dan pengendalian kinerja kontrak dan kinerja vendor.

E-procurement implementation has been prepared for further development in 2011, with the following targets:

• • • • • •

Accelerating and improving goods and services procurement. Enhancing transparency and simplifying procurement process. Obtaining more competitive prices quickly and accurately. Reducing procurement cost and paper work volume Monitoring process. Monitoring and controlling contractor and vendor performance.

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
Perseroan menetapkan misi pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah menyediakan SDM dan Sistem Manajemen SDM yang terbaik, untuk menunjang pengembangan Perusahaan. Sementara visi pengelolaan SDM adalah “Menjadikan SDM PT Bukit Asam (Persero) Tbk sebagai keunggulan kompetitif Perusahaan.” Untuk mewujudkan misi dan visi tersebut, Perseroan menetapkan serangkaian langkah-langkah strategis pengelolaan SDM sebagai berikut: • Mengusahakan pengembangan dan pemenuhan kompetensi pegawai serta penyiapan manajemen/ pemimpin Perseroan yang profesional. Melakukan penyelarasan (alignment) organisasi dan penyempurnaan sistem manajemen SDM. Memfasilitasi pembentukan budaya unggul.

HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT
The corporate mission in managing human resource is to have the best human resource and human resource management system in support of the Company’s development. While the corporate vision in managing human resource is “To make PT Bukit Asam (Persero) Tbk human resource the competitive advantage of the Company.” To realize such vision and mission, the Company adopts a series of strategic measures in managing human resource as follows: • Developing and realizing personnel potentials and grooming professional candidates for management/ leadership level. Aligning organisation and improving human resource management system. Cultivating culture of excellence.

• •

• •

Perseroan meyakini berbagai pencapaian dan pertumbuhan kinerja yang diperoleh hingga saat ini merupakan wujud nyata dari kerja keras dan dedikasi seluruh pegawai Perseroan. Keyakinan ini menumbuhkan pemahaman bahwa SDM merupakan unsur penggerak terpenting dari seluruh operasional bisnis yang dilaksanakan oleh Perseroan dan menempatkan SDM sebagai mitra strategis perusahaan. Sejalan dengan strategi pengelolaan SDM, Perseroan telah memiliki struktur organisasi yang lengkap dalam pengelolaan SDM, meliputi fungsi perencanaan, pengembangan SDM, pendidikan dan pelatihan, administrasi kepegawaian dan hubungan industrial. Melalui berbagai fungsi tersebut, Perseroan berupaya mewujudkan misi untuk menyediakan SDM dan sistem manajemen SDM terbaik untuk menunjang pengembangan Perseroan. Diakhir tahun 2010, Perseroan memiliki jumlah pegawai sebanyak 3.201 orang dengan lokasi penugasan yang tersebar di Unit Pertambangan Tanjung Enim, Unit Pertambangan Ombilin, Unit Pengusahaan Briket serta 89 orang yang diperbantukan pada anak perusahaan dan Dana Pensiun milik Perseroan.

The Company is confident that the countless achievements and growth in the Company performance reflect the hard work and dedication of all personnel. This confidence leads to an understanding that human resource is the prime driving force of the entire business operations and the strategic partner of the Company.

In line with its human resource management strategy, the Company has equipped itself with a comprehensive organization structure with the functions of human resource planning, development, education and training, personnel administration and industrial relations. Through these functions the Company strives to accomplish its mission to install the best human resource and human resource management system in support of the Company’s continued growth. At the end of 2010, the Company employed 3,201 people posted in various sites, Tanjung Enim Mining Unit, Ombilin Mining Unit, Briquette Business Unit, and 89 people assigned in the Company’s subsidiaries and Pension Fund.

OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 95

Pengawas di bengkel kerja di Tanjung Enim Supervisor in Tanjung Enim workshop

Pengembangan kompetensi pegawai yang berkelanjutan sebagai mitra strategis untuk mendukung pengembangan usaha Perseroan.
Continuously enhancing the competence of employees as strategic partners to support the Company’s future business development.

96

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL

TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN. TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN.

Demografi pegawai menunjukkan 16 orang pegawai 2010 adalah lulusan sarjana Strata-2, 347 orang lulusan strata-1, 214 orang lulusan D-3, 1.547 orang lulusan SLTA dan 1.078 1.133 1.133 orang lulusan jenjang pendidikan SLTP hingga SD, sesuai dengan lingkup pekerjaan yang dibutuhkan pada berbagai bidang operasional Perseroan. 17 17 355 355

Employee demography indicates that in 2010 the Company’s s/d SLTPSLTP s/d workforce consisted of 16 post-graduates, 347 graduates, SLTASLTA and 1,078 1.600 214 under-graduates,1.600 high school graduates 1,547 2009 2009 junior high and elementary school graduates, depending D3 D3 on the scope of work required in various areas of the S1 S1 Company’s operation.
S2 S2

219 219 Tabel demografi pegawai menurut jenjang pendidikan Employee demography by education TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN.PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN. TABEL DEMOGRAFI TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN. 1.547 1.547
s/d SLTPSLTP s/d

1.078 1.078 1.133 2009 1.600

up to Junior Junior High School up to High School

s/d SLTP SLTA D3

SLTASLTA D3 S1 S2 D3 S1 S2

Senior Senior High School High School

2010 2010

Diploma Graduate Diploma Graduate

17 355 219

16 16

S1 S2

Graduate Graduate

347 347 214 214 Demografi pegawai menurut usia.

Doctoral Doctoral

TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN. 1.547 Sementara berdasarkan umur pegawai, komposisi demografi Perseroan adalah, 5 orang (0,16%) berusia < 25 th, 102 orang (3,19%) berusia 25<30 th, 19 orang (0,59%) berusia 30<35 1.078 th, 193 orang (6,03%) berusia 35<40 th, 408 orang (12,71%) berusia 40<45 th, 1.430 orang (44,7%) berusia 45<50, dan 2010 1.044 orang (32,61%) berusia di atas 50 th. 16 347 Tabel demografi pegawai menurut usia (dalam %) 214 Demografi pegawai menurut usia. Employee demography by age (in %) 0,7 0,9 27,5 2,8 6,5
32,6
<25 25 - 30 30 - 35

0,7 0,9

2,8 comprises 5 27,5Under age classification, employee demography <25 (0.16%) aged <6,5 102 persons (3.19%) aged 25<30, 25, 25 - 30 up to Junior High School 19 persons (0.59%) aged 30<35, 193 persons (6.03%) aged SLTA 30 - 35 Senior35<40, 408 persons (12.71 aged 40<45, 1,430 persons (44.7%) High School aged 45<50, and 1,044 persons (32.61%) aged 35 - 4050. over D3 2009 Diploma Graduate
s/d SLTP persons S1 S2

18,5

40 - 45 45 - 50 > 50

Graduate

Doctoral

43,1 0,2 0,6 3,2 6,0 12,7

<25 25 - 30 30 - 35 35 - 40 40 - 45 45 - 50 > 50

2009 18,5

35 - 40 40 - 45 45 - 50 > 50

2010

43,1 0,2 0,6 3,2 6,0 32,6 12,7

44,7

<25 25 - 30 30 - 35 35 - 40

2010

adaptation. and interview. REKRUTMEN PEGAWAI Perseroan menerapkan kebijakan rekrutmen umum yang menetapkan bahwa proses penerimaan pegawai berawal dari kebutuhan Satuan kerja (user) dan dalam bagian akhir (wawancara) juga melibatkan user. medical check-up. psikotes. kemampuan kerjasama tim (komunikasi dan kepemimpinan) dan motivasi. terlebih dahulu para calon pegawai tersebut mengikuti program management trainee. selection. a prospective employee is required to take management trainee course. learning spirit). Sebelum diangkat menjadi pegawai tetap. recruitment to allow regeneration and to maintain the Company’s competitive advantage. To exercise its function. HRD menetapkan kebijakan umum mengenai sourcing. and by an assessment center for position level III and above.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 97 Kondisi demografi di atas menunjukkan jumlah pegawai Perseroan dengan usia di atas 45 tahun lebih dominan. pass aptitude test. selama tahun 2010 Perseroan menjalankan berbagai program. problem solving dan pengambilan keputusan). yakni sampai 77%. Rekrutmen pegawai baru dilakukan sesuai analisa kebutuhan jangka panjang dengan mempertimbangkan kompetensi pegawai yang ada. Sedangkan untuk pengisian jabatan kosong. Dalam menjalankan fungsinya. tes kesehatan. attitude test. The Company sets several criteria in selecting human resource. The Human Resource Department acts as facilitator and regulator of recruitment process. problem solving and decision making) teamwork spirit (communication and leadership) and stamina (motivation. and recruitment administration. Recruitment is adjusted to long-term manpower requirements (the next three years for graduates and one year for senior high school graduates). proses seleksi dan administrasi penerimaan pegawai. kompetensi pegawai serta regenerasi Perseroan. Recruitment is adjusted to long-term manpower requirements by considering the competence of the incumbents. adaptasi serta kemauan belajar calon pegawai. the Company addressed the situation by conducting various programs such as training courses to boost employees’ competence. rekrutmen dilaksanakan dengan melakukan seleksi melalui asesmen kompetensi (teknis) untuk jenjang Jabatan IV ke bawah dan menggunakan assessment centre untuk Jenjang Jabatan III ke atas. RECRUITMENT OF EMPLOYEES General recruitment policy directs that recruitment process starts with the user and ends with the user (during interview). Untuk menjaga daya saing. which require applicants to pass several qualification tests: thinking ability (analysis. Perseroan menetapkan beberapa kriteria dasar dalam seleksi SDM. disebut Graduate Development Program. As employees aged over 45 (77%) outnumber those of younger age. psycho test. new recruits are selected by technical competence assessment for position level IV and below. Selection is made involving a third party and applicants should meet administrative requirement. Pada pelaksanaannya rekrutmen dilaksanakan berdasarkan rencana kebutuhan tenaga kerja jangka panjang (3 tahun kedepan untuk lulusan S-1 dan 1 tahun ke depan untuk lulusan setingkat SLTA). Prior to permanent employment. yakni: kapasitas calon pegawai yang meliputi lulus uji kemampuan berpikir (analisa. To fill vacant positions. dan wawancara. Proses seleksi melibatkan pihak ketiga dan dilakukan melalui pemenuhan aspek administrasi. HRD. Human Resource Department formulates a general policy of sourcing. bertindak sebagai fasilitator dan regulator proses penerimaan. fulfil . called Graduate Development Program. termasuk rekrutmen dan pelatihan berkesinambungan. PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEGAWAI Pelatihan dan pengembangan pegawai dilaksanakan berdasarkan analisa kebutuhan pelatihan dalam rangka EMPLOYEE TRAINING AND DEVELOPMENT Employee training and development are based on analysis of training needs to realize employees’ potentials.

Technical competence development through Technical and Non-technical Training attended by 2.124 1.260 2. One of the special management training progams in 2010 was “Bukit Asam Management System.179 3.179 employees. Peningkatan kompetensi teknis pegawai. mencakup: • Peningkatan kompetensi manajerial pegawai melalui program pengembangan manajemen. Salah satu pelatihan khusus dalam bidang manajemen yang dilaksanakan pada tahun 2010 adalah “Sistem Manajemen Bukit Asam. attended by 576 participants. diikuti oleh 2.179 pegawai. Training programs conducted in 2010 include: • • • • • Managerial competence development through management development program involving 1. Perseroan telah menyelesaikan Leadership Development Programme untuk menyiapkan kader pemimpin perusahaan. Pelatihan ini diperuntukkan bagi para Manajer.98 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL Pengembangan kompetensi SDM juga dilakukan sebagai bagian dari implementasi Sistem Manajemen PTBA Terintegrasi. professional/certification requirements and to comply with the laws and regulations.260 pegawai.260 employees. Human resource development is a long-term investment that will positively affect the future performance of the Company. In 2010.” conducted by LIPI. tuntutan profesi/sertifikasi dan ketentuan perundang-undangan. the Company organized Leadership Development Program to groom company management candidates. senior managers and general managers. pemenuhan kompetensi. Pengembangan SDM merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja Perseroan di masa mendatang. Competence development is part of the implementation of Integrated BA Management System. Its aim was to enhance all participants’ understanding of the integrated Bukit Asam Management System backed by the most up-todate information technology that would be implemented soon. Rekapitulasi penyelenggaraan training tahun 2010 2010 training programs conducted by the Company JENIS PELATIHAN Manajemen Teknik Jumlah EKSTERNAL EXTERNAL INTERNAL INTERNAL JUMLAH TOTAL TYPE OF TRAINING Management Technical Total 136 414 550 1. Technical competence assessment at level IV and V for 217 employees and non-technical competence assessment at level III and IV for 117 employees. This training was designed for managers. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman seluruh peserta atas penerapan sistem manajemen PTBA yang makin terintegrasi dan didukung oleh sistem teknologi informasi terkini yang tengah dan akan segera diimplementasikan. Program-program pelatihan yang dilakukan Perseroan pada tahun 2010. Senior Manajer dan General Manajer. melalui Pelatihan Teknik dan Non Teknik. dengan jumlah peserta mencapai 576.” diselenggarakan oleh LIPI.765 2. .439 Tahun 2010.889 1. diikuti oleh 1. Pelaksanaan Uji Kompetensi teknis dilakukan terhadap pegawai dengan jenjang jabatan IV dan V sebanyak 217 orang sedang uji kompetensi non teknis terhadap pegawai dengan jenjang jabatan III dan IV sebanyak 117 pegawai.

To evaluate the performance of all personnel. Monitoring system is also used to evaluate overall . averaging Rp3. equal. Sepanjang tahun 2010 lalu. Selanjutnya Perseroan menetapkan proses pemantauan atas keseluruhan capaian kinerja masing-masing individu maupun group/ EMPLOYEE REMUNERATION AND WELFARE Competence development is followed by giving employees opportunity for career development commensurate with their performance. tingkat divisi/tim sampai dengan tingkat individu. selain telah meningkatkan 65 orang jenjang jabatan pegawai. The Company applies “Balanced Scorecard” tool to ensure that all employees are appraised in an accurate. Pengembangan karir dilakukan melalui rotasi/promosi berbasis kompetensi dan kinerja pegawai sesuai kebutuhan perusahaan.93 miliar untuk mengembangkan kompetensi pegawai melalui pelatihan termasuk seminar dan workshop. responsibility and remuneration. and workshop. mulai dari penyusunan rencana. Untuk menentukan kinerja seluruh pegawai perusahaan. balanced and transparent fashion in terms of their career development.93 billion for the development of employee competence by way of training. Perseroan kemudian memberikan kesempatan kepada seluruh pegawai untuk memperjuangkan hak-haknya secara berimbang dan setara melalui Serikat Pekerja Bukit Asam (SPBA). Perseroan telah melakukan promosi terhadap 45 orang pegawai. Langkah rotasi dan promosi dalam meningkatkan kompetensi pegawai akan efektif jika dilakukan secara terencana dan didukung dengan staf yang mampu menilai kompetensi pegawai dengan tepat dan cermat. in 2010 the Company spent Rp10. Sehingga pengembangan karir pegawai berjalan secara efektif. Rotation and promotion in developing employee competence will be effective when done with good planning and supported by people who are able to make an accurate and thorough evaluation of employee competence to ensure career development is effected effectively and efficiently in accordance with the Company’s development.2 million per employee. This is to guarantee equal opportunity in career development for all employees in line with the Company’s own development. tanggung jawab dan remunerasinya. Equality of rights and obligations between the employees (in person or by representation of Bukit Asam Labor Union) and the Company is incorporated in Collective Labor Agreement (CLA). kesamaan dan transparansi yang berimbang dalam menilai kompetensi seluruh pegawai. This Agreement ensures the employees’ support to the Company’s continued operations in a conducive industrial relation. the Company applies Key Performance Indicator (KPI) that is put in place from corporate down to division/team and individual level. Melalui PKB ini pola hubungan industrial antara Perseroan dan dukungan pegawai terhadap keberlangsungan operasional yang kondusif lebih terjamin. efisien dan selaras dengan perkembangan Perseroan. 45 employees were promoted and 65 employees received position upgrade. Kesepakatan yang setara antara kewajiban maupun hak pegawai di satu pihak (baik secara pribadi maupun melalui SPBA) dengan Perseroan dilain pihak kemudian dituangkan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Perseroan menetapkan Key Performance Indicator (KPI) yang direncanakan dan ditetapkan mulai level perusahaan. perkembangan karir.2 juta/pegawai. continual and yearend performance review. sehingga rata-rata biaya pengembangan setiap pegawai adalah sebesar Rp3. In total. performance review secara kontinyu dan penilaian kinerja secara berkala. Proses manajemen kinerja ini berlangsung melalui siklus manajemen kinerja. During the year. PERSAMAAN KESEMPATAN DALAM PENGEMBANGAN JENJANG KARIR Perseroan terus mengembangkan dan menyempurnakan seluruh pranata yang mendukung penilaian kemampuan pegawai secara adil dan transparan. The Company gives all employees opportunity to fight for their equal and impartial rights through Bukit Asam Labor Union. sepanjang tahun 2010. Perseroan mengeluarkan biaya sebesar Rp10. Career development is also carried out by way of rotation/ promotion based on employee competence and performance according to the needs of the Company. The process of performance management runs through performance management cycle that covers planning. EQUAL OPPORTUNITY IN CAREER DEVELOPMENT The Company continued to develop and improve all systems and facilities in support of fair and transparent employee competence evaluation.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 99 Secara total. REMUNERASI DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI Perseroan menindaklanjuti peningkatan kompetensi SDM dan promosi jabatannya seimbang dengan peningkatan kompetensi dan penilaian kinerjanya. Perseroan menerapkan sistem tools “Balanced Scorecard” untuk mendapatkan akurasi. seminar. Hal ini dilakukan untuk menjamin persamaan kesempatan bagi seluruh Pegawai dalam mengembangkan karirnya sesuai dengan perkembangan perusahaan.

” bekerja sama dengan lembaga yang kompeten. Perseroan telah melaksanakan program “Jaminan Hari Tua” (JHT). By this application. Perseroan juga menyediakan jaminan layanan kesehatan melalui RSBA dan program Asuransi Kesehatan Tugu mandiri untuk pegawai dan pensiunan pegawai. whether as an individual. Perseroan telah menerapkan standar penggajian berdasarkan pemeringkatan pegawai dan jenjang jabatan. counselling and controlling. Langkah penting lainnya yang dilakukan adalah penyempurnaan sistem pengembangan pegawai melalui penerapan “Talent Management” dengan tujuan diperolehnya gambaran rinci mengenai ketersediaan dan penempatan pegawai sesuai kebutuhan organisasi. Hasil evaluasi ini kemudian digunakan untuk dua tujuan. counseling. employee development. Another important measure taken was improving employee development system through the application of “Talent Management” to arrive at a detailed picture of the availability and placement of employees as required by the organization. The Company also seeks to formulate a competitive remuneration standard by taking part in a remuneration survey in similar industry. selection and . jaminan kesehatan. pension and paid-leave in accordance with the prevailing regulations. Secara berkala. Monitoring is carried out through coaching. The Company has devised a remuneration standard based on employee rank and position level. as coaching measures for those with below standard performance. First. Besides performance-based remuneration. Bukit Asam Pension Fund and Retirement Savings Program in collaboration with reputable and competent institutions. Periodic evaluation is made on all personnel. achievement of each individual or group. Secara keseluruhan proses tersebut merupakan upaya standarisasi sistem kompensasi dan imbal jasa Perseroan yang diarahkan untuk meningkatkan motivasi pegawai dalam meningkatkan kompetensi dan kinerjanya. uang pensiun dan hak cuti yang ditentukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. The whole process is a means to standardize compensation and benefit system towards motivating employees to step up their competence and performance. health insurance. baik pada tingkat individual. PENYELARASAN ORGANISASI DAN PENYEMPURNAAN SISTEM MANAJEMEN SDM Perseroan dalam rangka menunjang pertumbuhan yang berkesinambungan telah melakukan evaluasi dan penyelarasan organisasi sesuai dengan dinamika perubahan perusahaan. a team or a company as a whole. The result of this evaluation is then used for two purposes. yakni feedback bagi pengembangan kompetensi SDM bersangkutan dan memberikan penghargaan untuk yang memiliki kinerja sama atau melebihi target sesuai kesepakatan KPI sebelumnya serta langkah pembinaan bagi yang kurang atau tidak dapat mencapai ukuran kinerja yang ditetapkan . Untuk memberikan remunerasi yang kompetitif. Dana Pensiun Bukit Asam dan program pensiun “Tabungan Hari Tua. the Company provides other benefits in the form of holiday bonus.100 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL kelompok. And second. Perseroan mengikuti remuneration survey pada industri sejenis. Melalui penerapan ORGANIZATION ALIGNMENT AND HUMAN RESOURCE MANAGEMENT SYSTEM IMPROVEMENT In a bid to ensure a sustainable growth the Company has conducted organisational assessment and alignment in accordance with the Company’s changing requirements. Pemantauan dilakukan melalui coaching. Perseroan selanjutnya melakukan evaluasi atas kinerja seluruh insan perusahaan. Perseroan memberikan tunjangan lain kepada pegawai dalam bentuk Tunjangan Hari Raya (THR). The Company also provides health care plans through Bukit Asam Hospitals and Tugu Mandiri Health Insurance Progam for employees and retirees. remunerasi pegawai ditinjau dan disesuaikan dengan kompetensi dan prestasi kinerja. The Company has set up Retirement Benefit Program. Remuneration is commensurate with employees’ competence and performance. dan controlling. team maupun pada tingkat perusahaan secara periodik. Selain remunerasi yang sejalan dengan perkembangan industri maupun kinerja. as feedback for developing the employee’s competence and giving award for above standard achievement in accordance with Key Performance Indicator (KPI). sebagai bagian dari pemenuhan kesejahteraan pegawai. These are all aimed at satisfying employees’ welfare.

diantaranya: • Pengembangan assesment center. serta panduan asesmen kompetensi teknis. penyempurnaan model kompetensi dan penyempurnaan panduan CULTIVATING CULTURE OF EXCELLENCE Cultivating culture of excellense is an effort to motivate employees to constantly give their best performance and contribution to the Company. melalui standarisasi sistem manajemen kinerja yang diharapkan dapat mempercepat pembentukan budaya berbasis kinerja. setelah dilakukan review atas katalog kompetetensi inti. nomination will be based on the individual employee’s competence and performance. managerial aptitude. Pembinaan mental dan spiritual pegawai serta mensosialisasikan nilai-nilai unggul Perseroan sebagai mana tertera pada buku Kode Etik Perseroan dan Manual GCG yang telah diperbaharui. personal and technical characteristics. The Company then reviewed the competence model used as reference and developed an Assessment Center. Implementation of Employee Job Performance Rating in every semester. Culture of excellence cultivating program conducted in 2010 included: • • • • • • • assessment. • • Developoment of assesment center. Sosialisasi dan Implementasi sistem penghargaan dan sanksi yang dilakukan secara transparan dan terukur. seleksi dan nominasi pegawai berbasis pada kompetensi dan kinerja yang bersangkutan. Dissemination and implementation of a transparent and measured reward and punishment system. sebagai acuan pemberian penghargaan dan pengembangan karyawan. maka pengembangan. after reviewing core competence catalogue. using pre-established Key Performance Indicator as the basis of reward and development of employees. menggunakan KPI yang ditetapkan sebelumnya. Implementasi Balance Score Card di seluruh satuan kerja Perseroan. Perseroan kemudian melakukan review atas model kompetensi yang digunakan sebagai acuan.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 101 tersebut. diikuti pengembangan Assessment Center. Melakukan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai (PPKP). . manajerial. PENINGKATAN BUDAYA UNGGUL Pembentukan dan peningkatan Budaya Unggul merupakan bagian dari upaya memotivasi pegawai agar senantiasa berkinerja dan memberikan kontribusi terbaik bagi Perseroan. These measures successfully improved competence model and produced assessment guide. improvement of competence model and assessment guide. Langkah-langkah tersebut kemudian berhasil menyempurnakan model kompetensi dan menyusun panduan assesment. Development of mental and spiritual aspects of employees and dissemination of values of excellence practiced by the Company as laid down in the Corporate Code of Conduct and the revised GCG Code. karakteristik pribadi dan teknis. pada setiap semester. Program pembentukan dan peningkatan budaya unggul yang dilakukan pada tahun 2010. as well as technical competence assessment guide. Implementation of Balanced Score Card throughout the Company by way of standardizing performance management system expected to expedite the establishment of performance-based culture.

102 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN .

MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 103 Pembahasan dan Analisis Manajemen Management Discussion and Analysis Perbaikan dan pembangunan prasarana pendukung produksi serta penajaman pelaksanaan program efisiensi untuk menyambut peluang dan menjamin peningkatan kinerja berkelanjutan dimasa mendatang Construction and Improvement of production supporting infrastructure and focused on efficiency program in anticipation of business opportunity and sustainable future growth .

Increase in domestic consumption.21 billion. Rupiah exchange rate strengthened and closed at Rp8. secara keseluruhan indikator ekonomi makro menunjukkan perekonomian Indonesia berada pada kondisi yang mantap dan siap berkembang lebih lanjut di masa mendatang. macro economic indicators prove that Indonesia’s economy is stable and ready to develop further in the years to come. With this promising development. coal remained the second chief global energy source . higher than 4. Akibatnya tingkat pertumbuhan perekonomian global di tahun 2010 tidak setinggi perkiraan semula. Irlandia.4% menjadi Rp8. Indonesia is also tied to this economic growth dynamics. Pertumbuhan konsumsi domestik. developed countries’ monetary policy that kept interest rates at low levels coupled with monetary stimulus bail-out packages are expected to leave room in the financial market to boost investment and capital market activities. Kawasan Eropa sekalipun mengalami pertumbuhan.991/US$ signifying a rise of 4. dengan outlook positif dan lembaga pemeringkat Fitch telah meningkatkan peringkat utang tersebut menjadi BB+ (satu tingkat di bawah investment grade). GENERAL CONDITION AND BUSINESS PROSPECTS GENERAL CONDITION OF GLOBAL AND INDONESIAN ECONOMY The global economy began to recover in the middle of 2009 and continued through 2010 with the highest growth contributed by countries in the Asia Pacific region. Indonesia improved its foreign loan rating. investment and export spurred Indonesia’s GDP to post a 6. Perekonomian Indonesia. kembali meningkat.1% hike.1%. Inflasi relatif terkendali pada kisaran 6.5%. global economic recovery in 2010 was not as high as had been predicted. coal and other mining minerals.to BB. Perkembangan positif perekonomian tersebut. European countries’ economic growth was stunted by fiscal crises in Portugal. and Fitch Ratings raised it to BB+ (one grade lower than investment grade).991/US$. The robust economic growth in the region raised demand and price of major commodities such as palm oil. demand for primary commodities including energy sources is expected to see an upward trend. 4. On the face of the encouraging economic performance.94%. batubara tetap menduduki peringkat kedua COAL PROSPECTS Growth of World Coal Consumption According to BP Statistical Review of World Energy. suku bunga rujukan BI tetap di kisaran 6. Situated in the Asia Pacific region. Peningkatan perekonomian kawasan Asia Pasifik yang tinggi mendorong permintaan dan harga berbagai komoditas utama seperti CPO. lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Namun demikian sinyal kebijakan moneter negara-negara maju yang mempertahankan suku bunga rendah dan disertai paket stimulus moneter diperkirakan akan membuat pasar finansial tetap longgar untuk mendorong peningkatan investasi maupun kegiatan pasar modal.4%.5% in 2009. termasuk sumber energi. Juni 2010.5% dan cadangan devisa meningkat mencapai angka US$ 96.menjadi BB. yang berada di kawasan Pasifik tak lepas dari dinamika pertumbuhan tersebut. Overall. Ireland. Bank Indonesia benchmark rate was stable at 6. with positive outlook.5%. Kinerja perekonomian Indonesia tersebut membuat peringkat utang luar negeri Indonesia naik. As a consequence. Dengan demikian. terutama China dan India. Inflation was relatively under control at 6. Amerika Serikat masih mengalami kendala dengan defisit ganda dan tingkat pengangguran yang relatif tinggi. peningkatan kegiatan investasi dan perbaikan kinerja ekspor membuat GDP Indonesia mencatat kenaikan sebesar 6. Yunani dan Italia.104 104 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN KONDISI UMUM DAN PROSPEK USAHA KONDISI UMUM PEREKONOMIAN GLOBAL DAN INDONESIA Pemulihan perekonomian global yang dimulai sejak pertengahan 2009. However. June 2010.21 miliar serta kurs rupiah ditutup menguat 4. Italy and Greece. diperkirakan akan membuat permintaan komoditas utama. mainly China and India. sempat terguncang oleh krisis fiskal di negara Portugal. Rating agency Standard & Poors raised foreign loan grade from BB. The United States of America was still facing double digit deficit and higher unemployment rate. dengan tingkat pertumbuhan terbesar lebih banyak disumbang oleh membaiknya perekonomian negara negara di kawasan Asia Pasifik. PROSPEK PERMINTAAN BATUBARA Perkembangan Konsumsi Batubara Dunia Sesuai dengan data BP Statistical Review of World Energy. terus berlanjut di tahun 2010 lalu. Lembaga pemeringkat Standard & Poors meningkatkan peringkat utang luar negeri dari BB. batubara dan bahan mineral kembali meningkat.94%. foreign exchange reserves improved totalling US$96.

Juni 2010.6 3.6 1.9% 0.644.43 ton coal Di kawasan Asia Pasifik. -15.3%.43 ton batubara Source: BP Statistical Review of World Energy.4% total konsumsi batubara Asia Pasifik.903. i. dengan mayoritas penggunaan sebagai bahan bakar PLTU.3 % A THD B -11.3% 3.278. Only in the Asia Pacific region coal consumption remained high as shown in the following table: Realisasi Konsumsi Batubara Global (Dalam juta ton setara minyak) Actual Global Coal Demand (In million tons of oil equivalent) KAWASAN Amerika Utara Amerika Tengah dan Selatan Eropa dan Eurasia Timur Tengah Afrika Asia Pasifik Konsumsi Batubara Global 2005 2006 2007 2008 A 2009 B 531.1 602. Beberapa negara lain di kawasan ini.2 107. Japan.4% of total coal consumption in the region. batubara adalah sumber energi utama.3 9. Konsumsi batubara di kedua negara tersebut juga tetap meningkat.8 -6.6 614.1 1.4%.3 -11.184. In the Asia Pacific region. During the world economic recession in 2009 these two countries stood fast with stable growth of economy and coal consumption. whose economy is largely associated with the Atlantic region. In 2009 coal contribution reached 29. Other countries in this region such as Taiwan and Thailand also decreased their consumption.7% 13. The same data indicated that the 2009 global economic crisis had caused energy source consumption (including coal) in most industrialized countries dropped.3 2.4%.3% as shown in the following table.7 0. China dan India adalah konsumen utama sejak beberapa tahun terakhir dengan masing sebesar 71. mampu bertahan dengan tetap mencatat pertumbuhan perekonomian.5 Sumber : BP Statistical Review of World Energy. However.5 456. (termasuk batubara) di hampir seluruh kawasan negara industri utama dunia mengalami penurunan. secara keseluruhan. seperti Taiwan dan Thailand juga mengalami penurunan.1 2.3 106. Dari total penggunaan batubara di kawasan Asia Pasifik.0 526.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 105 sumber energi global utama setelah minyak bumi.023.e.1 21. after crude oil. konsumsi sumber energi.1 101. Data yang sama menunjukkan bahwa tahun di 2009. .286. Konsumsi batubata Jepang di tahun 2009 lalu sempat turun cukup besar.4% of total energy source consumption.4% dari total penggunaan sumber energi.0 1. seperti ditunjukkan pada tabel berikut.0 3. June 2010 1 ton oil equivalent = 1.6 9.9 606.8 9.7 9. Jepang. Hal tersebut tampak pada tabel berikut.038. coal is the main energy source and the major part is used for TPP fuel.2 THD TOTAL 2009 16.3 22. Saat krisis perekonomian global tahun 2009 melanda.9 21.2 3.0 2.1 102.2% 0.1 24.0 516. China and India have been the biggest consumers for the past few years respectively at 71.0 -3. Namun karena total konsumsi batubara China dan India yang besar. Konversi 1 ton setara minyak = 1. konsumsi batubara kawasan Asia Pasifik di tahun 2009 tetap meningkat sebesar 6. Hanya di kawasan Asia Pasifik konsumsi batubara tetap mengalami peningkatan. due to the considerable coal consumption of China and India. kedua negara ini.3 -0. dengan mayoritas kegiatan ekonominya terkait dengan kawasan Atlantik.6 528. total consumption in Asia Pacific region in 2009 rose by 6. saat puncak krisis perekonomian global.5% and 11. was also impacted by world economic crisis.6% REGION North America Central & South America Europe & Eurasia Middle East Africa Asia Pacific Total World Coal Consumption 614.903. tidak luput dari pengaruh krisis perekonomian global.7 22.151. Its coal consumption in 2009 dropped significantly.2 513.4 6.773.2 111.3% 65.4 3.5% dan 11. yakni -15. Di tahun 2009 kontribusi batu-bara sebagai sumber energi mencapai 29.4 9.

World crisis that had bigger impact on the Atlantic region consequently caused a decline in the region’s coal production.8 14.144.4% 1.1 52.4 1. Dampak krisis perekonomian global yang lebih berpengaruh di kawasan Atlantik.408.4% 0.1 1.0 2.8 629.9 578. the economic trend remained more stable and coal production continued to rise in 2009.1% 0.0% 71.023.2 28.8 140.044.2 5.8 -3.9 140.0 1.0 230.9 0.7 41.0 -2.9 420. recording a growth of 8.8 68.3 3.035.4 7.313.1 11.3 2.8 30.6 5.9% Sumber: BP Statistical Review of World Energy.8 0. While in the Pacific region.6% 12.3 7.4 0.4 1.3 9.2 -15.7 5.3 -7.2 15.1 634.0% 4. Konversi 1 ton setara minyak = 1.5% REGION Australia Bangladesh China China Hongkong SAR India Indonesia Japan Malaysia New Zealand Philippines South Korea Taiwan Thailand Others Total Comsumption Asia Pacific 53.3 6.903.1 0.8 444. Sedangkan untuk kawasan Pasifik.7 54.0 -1.3 THD TOTAL 2009 2.9 30.6 446.1 40.2 128.3 1. sebesar 8. Realisasi Produksi Batubara Global (Dalam juta ton setara minyak) Actual World Coal Production In million tons of oil equivalent KAWASAN Amerika Utara Amerika Tengah dan Selatan Eropa dan Eurasia Timur Tengah Afrika Asia Pasifik Produksi Batubara Global 2005 2006 2007 2008 A 2009 B % A THD B THD TOTAL 2009 REGION North America Central & South America Europe & Eurasia Middle East Africa Asia Pacific Total World Coal Production 618.5 57.1 7.644.2 6. Juni 2010.7 1. June 2010 1 ton oil equivalent = 1.9 1.3 3.6 38.6 0.6 0.215.7 1.3 438.7% 1.1 2.2% 1.43 ton batubara Source: BP Statistical Review of World Energy.5 1.1 1.4 -20.3%.4% 11.5 54. June 2010 1 ton oil equivalent = 1.4 1.1 119.336.8% 0.5 210.3% 0.0% 1.6 1.7 53.43 ton coal .2 5.7 6.8 4.106 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Realisasi Konsumsi Batubara Asia Pasifik (Dalam juta ton setara minyak) Actual Asia Pacific Coal Consumption (In million tons of oil equivalent) NEGARA Australia Bangladesh China China Hongkong SAR India Indonesia Jepang Malaysia Selandia Baru Filipina Korea Selatan Taiwan Thailand Lainnya Total Konsumsi Asia Pasifik 2005 2006 2007 2008 A 2009 B 50.5 108.7 -7.2 17.2% 64.1 2.5% 0.5 54.2 3.7 -9.4 1. trend ekonomi yang tetap positif membuat produksi batubara di kawasan ini di tahun 2009 tetap meningkat.637.9 1.1 28.5 50.1 0. as shown in the following table.4 26.4% 5.4 1.8 46.0 8.0 7.1 452.0 66.100.8 39. Juni 2010.5 2.6 7.871.3 2.43 ton coal Perkembangan dan Proyeksi Produksi Batubara Dunia Mengingat biaya transportasi yang cukup besar.5 6. membuat produksi batubara di kawasan tersebut rata-rata menurun.0 -15.6 245.151.0 144.0 7.7 14.4 30.3% 3.4 Sumber: BP Statistical Review of World Energy. kebutuhan batubara dipenuhi dari kawasan terdekat.5 3. coal demand is met by countries in the closest region.4 125.9 3.406.4 1.4 -7.0 143.537.3%.8 14.0 2.3 28.7 184.1 7.0 141.0 9.1 55.0 195.3 2.764.3 28.6 12.4 1.213.0 637.2 0.1 32.6 % A THD B -1.9 59. seperti tampak pada tabel berikut.1% 0.43 ton batubara Source: BP Statistical Review of World Energy.4 6.3 2.882.1 51.4 24. Konversi 1 ton setara minyak = 1.2% 0.1 121.8 38.2 0.773. Growth and Projection of World Coal Production Considering the high cost of transportation.

876.3 28. sehingga kekurangannya harus dipenuhi lewat impor.1 2.6 195.0 1. but due to its insufficient production. as both countries are in a position to produce coal in excess of their domestic consumption. A study by Wood Mackenzie “Coal Market Service.3 25.4 10. Namun demikian produksi batubara India masih belum mencukupi. sebagai konsumen batubara kedua terbesar. June 2010. Hal tersebut ditunjukkan pada illustrasi berikut.216. sejak beberapa tahun terakhir merupakan negara pemasok batubara di pasar global (terutama wilayah Pasifik).1% 1.3 220.43 ton coal Kajian Wood Mackenzie.9 8.1 miliar ton di tahun 2025 seiring membaiknya perekonomian global dan meningkatnya permintaan.1% 9. China being the biggest consumer of coal in the world meets the major part of its demand by domestic mining.0 133.6 14.5% 7. terutama Indonesia dan Australia akan mendominasi pasokan.425. strives to be self-sufficient.1 93. memenuhi sebagian kebutuhannya melalui kegiatan penambangan dalam negeri. Indonesia is now in competition with Australia to be the world largest coal supplier. the second largest coal consumer. India.2 32.205.045. June 2010” memprakirakan.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 107 China sebagai konsumen terbesar batubara di dunia. Konversi 1 ton setara minyak = 1.2 119.1 2. According to BP Statistical Review of World Energy. Juni 2010. mainly Indonesia and Australia.3 1. since 2005 Indonesia’s coal production has grown at a higher rate than that of Australia. dalam “Coal Market Service.3% 70.641. June 2010 1 ton oil equivalent = 1.1 10.4 22.8 1.5 8.9 18.7 1.9 211.2 8. peningkatan suplai batubara di pasar global dari angka 621 juta ton di tahun 2009 menjadi 1.9 1.0 162. Not only is China a consumer. Sehingga selain sebagai konsumen.4 181.3 210.552.1 170.8 23. but it is also the largest coal producer in the world. will dominate coal supply. Demikian juga India. Realisasi Produksi Batubara Asia Pasifik (Dalam juta ton setara minyak) Actual Asia Pacific Coal Production (In million tons of oil equivalent) NEGARA Australia China India Indonesia Vietnam Lainnya Total Produksi Asia Pasifik 2005 2006 2007 2008 A 2009 B % A THD B THD TOTAL 2009 REGION Australia China India Indonesia Vietnam Others Total Asia Pacific Coal Production 205.282.2 1. The following illustration depicts the estimate.770. Juni 2010.3 1. .43 ton batubara Source: BP Statistical Review of World Energy.0% 1. it has to rely on import. mengingat keduanya mampu memproduksi batubara dalam jumlah melebihi kebutuhan domestik. Indonesia kini bersaing dengan Australia sebagai pemasok batubara terbesar di pasar global. June 2010” estimates world coal supply will increase from 621 million tons in 2009 to 1.4 28.0 217. berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri.4% Sumber: BP Statistical Review of World Energy.1 1.2 21.1 228. In recent years Indonesia and Australia have met world coal demand (particularly in the Pacific region). China adalah produsen batubara terbesar di dunia.8 30. menunjukkan bahwa laju pertumbuhan produksi batubara Indonesia sejak tahun 2005 berkembang lebih cepat dari pertumbuhan produksi Australia.6 140.5 155.3 9. Countries in the Asia Pacific region.0 28. Data BP Statistical Review of World Energy. dengan kontribusi meningkat dari perkiraan sebesar 54% di tahun 2009 menjadi 61% di tahun 2025.5 3. increasing their contribution of 54% in 2009 to 61% in 2025.120. Indonesia dan Australia.1 billion tons in 2025 as world economy bounces back and demand increases. Negara-negara di kawasan Asia Pasifik.

200 1. Indonesia is projected to be in a position to meet domestic coal demand and to step up its export supply. Projected Supply by Exported Country Note: in million tons . Even after the coal-fired 10. kondisi tersebut membuat suplai batubara Indonesia ke pasar global akan tetap mendominasi pada beberapa dekade mendatang. terutama di kawasan Asia Pasifik. akan tetap menjadi pemasok batubara utama di pasar global. biaya produksi batubara Indonesia tetap bersaing. Therefore. The country’s coal exports are predicted to rise to 323 million tons in 2015 and 374 million tons in 2020. Indonesia will continue to dominate the world market with its coal supply in the next few decades. menurut kajian tersebut. Indonesia will retain its role as the major coal supplier in the world market especially in the Asia Pacific region. selain cadangan yang memadai dan tingkat konsumsi yang relatif rendah. Sekalipun proyek PLTU berbahan bakar batubara dengan daya 10. Indonesia’s coal production costs are highly competitive because mining companies rely on low-cost river transport in Kalimantan.000 800 Mt Other Venezuela Canada USA China Vietnam South Africa Colombia Russia 2010 2011 2013 2014 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2009 2012 2015 2016 2025 600 400 200 0 Australia Indonesia Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service Indonesia. According to the study. sekaligus tetap meningkatkan pasokan ke pasar ekspor.000 MW TPP phase 1 and phase 2 are operational. with its abundant reserves and relatively low consumption.000 MW tahap 1 dan tahap 2 telah beroperasi. This is because Indonesia. Biaya produksi batubara Indonesia sangat bersaing karena di kalimantan menggunakan sarana angkut melalui sungai yang berbiaya rendah dan di Sumatera menggunakan sarana kereta api yang cukup ekonomis. Penyebabnya adalah. and economical railway transport in Sumatera. Indonesia diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan batubara.108 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Global Seaborne Thermal Coal Supply 2009-2025 1. Jumlah ekspor batubara Indonesia diperkirakan terus meningkat menjadi naik 323 juta ton di tahun 2015 dan mencapai 374 juta ton di tahun 2020. enjoys low production costs.

400 1. Menurut kajian Wood Mackenzie pertumbuhan pasar batubara global akan meningkat dari angka sebesar 720 juta ton di tahun 2010 menjadi 1. dengan kontribusi pertumbuhan permintaan terbesar berasal dari kawasan Asia Pasifik. In the Pacific region outside OECD coal demand was predicted to increase at a high rate following the regional growth. At end 2025. (termasuk Amerika Serikat. According to OECD research.9%. According to Wood Mackenzie. sehingga mempengaruhi pertumbuhan permintaan batubara di kawasan Pasifik. Di akhir 2025. sehingga membuat permintaan batubara kawasan ini meningkat dengan cepat. Asia Pacific region being the major consumer. Senada dengan kajian tersebut. dalam beberapa dekade mendatang pertumbuhan konsumsi batubara global akan terkonsentrasi di kawasan Pasifik.000 800 Pacific Total Atlantic Total Landborne Seaborne Mt 600 400 200 0 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service . in 2011 most industrialized countries will record economic growth. from 484 million tons to 874 million tons. impacting coal demand in the Pacific region. Noember 2010 that covered 34 developed countries (including USA.200 1. June 2010” predicts GDP of China will increase by 8. South America and Europe) will not increase their coal consumption as they are turning to nuclear and gas as energy sources. dengan kisaran 3. kawasan ini diperkirakan menguasai 72% perdagangan batubara global melalui laut. 8. June 2010” memprediksi. Coal Demand Forecast by Trade Basin and Transport Mode 1.1% (Preview of the United Nations Economic Report for 2011). kawasan Atlantik (Amerika Utara.9%. dengan China diperkirakan mencatat pertumbuhan ekonomi terbesar diikuti oleh India. Wood Mackenzie study estimates world coal market will increase from 720 million tons in 2010 to 1. OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) Economy Outlook. In the same tune Wood Mackenzie in its study “Coal Market Service. Menurut Wood Mackenzie. OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) Economy Outlook. biro Wood Mackenzie dalam kajian “Coal Market Service. Pertumbuhan perekonomian global pada tahun-tahun mendatang akan tetap berlangsung. GDP China akan tumbuh cukup besar. GDP growth of those countries vary. hampir seluruh negera industri utama diperkirakan akan mencatat pertumbuhan perekonomian. Japan and South Korea) predicted that in 2010 GDP would grow 2.8%.2 billion tons in 2025. Taiwan 6% dan Korsel 4%.2 miliar ton di tahun 2025. Sebaliknya. yang mencakup 34 negara maju. this region is predicted to control 72% of world coal trading by sea. the Atlantic region (North. Perekonomian kawasan Pasifik diluar OECD diperkirakan meningkat lebih cepat. On the other hand. Menurut kajian OECD. Selatan dan Eropa) tidak akan mencatat pertumbuhan konsumsi batubara. November 2010. yakni tumbuh dari angka 484 juta ton menjadi 874 juta ton. karena peningkatan penggunaan energi nuklir dan gas. and China is predicted to post the highest growth followed by India. in the next few decades world coal demand will be concentrated in the Pacific region. Tingkat pertumbuhan GDP negara-negara tersebut bervariasi. Taiwan 6% and South Korea 4%.1% (Preview of the United Nations Economic Report for 2011). untuk tahun 2011 mendatang.8%. Projected World Coal Consumption The economic upswing in 2010 impacted world coal demand. The world economy will continue to improve in the coming years at around 3.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 109 Proyeksi Konsumsi Batubara Dunia Perbaikan kondisi perekonomian global di tahun 2010 lalu turut mempengaruhi permintaan batubara global. Jepang dan Korsel) memprediksikan pertumbuhan GDP tahun 2010 sebesar 2.

Perkembangan pembangunan PLTU barbahan bakar batubara di Malaysia dan Filipina akan membuat permintaan impor dari kedua negara ini meningkat pesat di tahun-tahun mendatang. In the Asia Pacific region. While Indonesia. namun akan mampu memenuhi kebutuhan batubara dari dalam negeri.110 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Seaborne Thermal Coal Demand by Region 1.200 1.000 900 800 700 600 500 400 300 200 100 0 Mt 2025 Other Philippines Thailand Malaysia Taiwan South Korea Japan China India 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service 2025 .000 800 Mt Other Americas Europe Asia 600 400 200 0 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service Di kawasan Asia Pasifik. Seaborne Thermal Coal Demand by Region 1. Sedang India dengan jumlah cadangan dan produksi yang lebih terbatas membuatnya berpotensi menjadi importir batubara terbesar dalam dekade mendatang. China sekalipun merupakan konsumen batubara terbesar. The construction of coal-fired TPP in Malaysia and the Philippines will increase their coal import in the coming years. relatif mampu memenuhi kebutuhannya dari produksi tambang-tambang dalam negeri. Japan will be replaced by China and India as major coal importers. In the meantime India with its limited reserves and output is more likely to become the biggest coal importer in the coming decades. is able to be self-sufficient in coal requirements. Despite being the largest coal consumer. despite its numerous TPP of similar nature. Sedang Indonesia. posisi Jepang sebagai salah satu importir batubara besar akan terus tergeser oleh China dan India. China is able to satisfy its own needs with domestic mine products. walaupun banyak membangun proyek PLTU serupa.

322GAR 125. when the world financial crisis was at its peak. terutama di India.55 28.65 34. 98.12/Mt.12/Mt in March 2009.85 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 26. seiring dengan trend pemulihan perekonomian global.30 40. dengan titik terendah ada pada harga US$60. For the past three years. as the world economy rebounded.50 34.1% per annum until 2020. saat puncak krisis finansial global melanda.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 111 Kajian US Energy Information Administration dalam Annual Energy Oulook 2010. terkompensasi oleh penggunaan gas dan energi nuklir. While Non-OECD countries particularly in the Asia Pacific region will increase their consumption at an average rate of 1.79/ Mt. yang sempat menyentuh angka US$194.00 40.50 29. harga spot batubara global sempat turun.75 2007 45. Sedang negara-negara Non-OECD. It should be noted that low-calorie coal will enjoy better price in the future. The rising trend of coal price in the Pacific region is shown in the following graphic. Hal yang patut dicermati adalah kecenderungan peningkatan harga batubara kalori rendah dimasa mendatang. Mulai akhir 2009.1% pertahun hingga tahun 2020.00 53. and 2% per annum from 2020 until 2035. terutama kawasan Asia Pasifik tingkat konsumsi batubara meningkat dengan laju rata-rata sebesar 1.00 2010 Harga patokan batubara global dalam tiga tahun terakhir di pasar spot berfluktuasi. Afterwards. particularly in India and Indonesia. spot price dropped to its lowest US$60. Starting end 2009. Proyeksi Harga Batubara Di Kawasan Pasifik Seiring dengan proyeksi meningkatnya permintaan batubara di pasar Pasifik.79/Mt. mengingat cukup banyaknya PLTU berbahan bakar batubara kalori rendah yang saat ini tengah dibangun dikawasan Pasifik. untuk kemudian meningkat dengan laju 2 % pertahun untuk periode 2020 hingga 2035.00 2005 52. A report by US Energy Information Administration in “Annual Energy Outlook 2010” has the same conclusion.25 2006 2007 55. Hal tersebut ditunjukkan pada grafik berikut. Historical Japan Thermal Price Trend 6.65 2008 2009 70. as more and more TPPs using low-calorie coal are being built in the Pacific region. juga menunjukkan kesimpulan senada.00 . as shown in the following graph. terjadi pada bulan Maret 2009.75 31. in the longer term coal requirements of OECD countries (the majority is in the Atlantic region) will not increase as they are compensated by gas and nuclear sources. Wood Mackenzie research reveals that benchmark price in this region tends to increase in the coming few years. yakni dalam jangka lebih panjang kebutuhan batubara di negara-negara OECD (mayoritas berada di kawasan Atlantik) tidak mengalami pertumbuhan. the highest occurred in July 2008 at US$194. Projected Coal Price in Pacific Region and Indonesia In line with the projected higher coal demand in the Pacific region.30 37. Kecenderungan peningkatan harga batubara di kawasan Pasifik diperlihatkan pada grafik berikut. i. dengan harga patokan tertinggi terjadi pada bulan Juli 2008. harga pasar spot batubara global cenderung meningkat. riset Wood Mackenzie menunjukkan bahwa harga patokan batubara di kawasan Pasifik cenderung meningkat dalam beberapa tahun mendatang. spot coal price also improved. Setelah itu.e. global spot price has been volatile. dan Indonesia.

and Indonesian Coal Index benchmark for 6.1% dari produksi tahun 2009 yang sebesar 215. naik 10.7 juta ton.9 juta ton. Di Indonesia. Ltd. in its publication “Indonesian Coal and Power. But in July 2009 this benchmark price started picking up. benchmark price of all calorie types declined in March – May 2009. pada bulan-bulan Maret-Mei 2009. produksi batubara terus menunjukkan trend yang meningkat.500 Gar calorie rose to US$125. berlaku pada seluruh tipe kalori. The follwing graph shows the price trend. produksi batubara Indonesia tahun 2010.07/Mt. Namun kemudian harga patokan ini sejak bulan Juli 2009 cenderung terus meningkat. sehingga harga patokan Indonesian Coal Index untuk kalori 6. berasal dari PTBA dan perusahaan tambang batubara lainnya..322GAR 220 200 180 160 US$/mt 140 120 100 80 60 40 20 22 Aug 05 Feb 02 Apr 30 Apr 25 Jun 19 Sep 19 Okt 23 Jul 05 Mar 16 Nop 14 Des 28 Mei 08 Jan GC 2008 GC 2009 GC 2010 JFY 2010 Di pasar dalam negeri. Produksi batubara sebesar itu. In the domestic market. harga patokan batubara untuk periode 2009-2010. Historical Indonesian Coal Price Index 140 120 100 US$/mt 80 60 40 20 0 2 Jan 09 30 Jan 09 27 Feb 09 27 Mar 09 24 Apr 09 22 Mei 09 19 Jun 09 17 Jul 09 14 Aug 09 11 Sept 09 9 Okt 09 6 Nop 09 4 Des 09 31 Des 09 2 9Jan 10 25 Feb 10 26 Mar 10 23 Apr 10 21 Mei 10 18 Jun 10 16 Jul 10 13 Aug 10 10 Sep 10 8 Okt 10 4 Nop 10 3 Des 10 ICI 6500Gar ICI 5800Gar ICI 5000Gar ICI 4200Gar Perkembangan Produksi dan Konsumsi Batubara Indonesia. . That considerable output came from PTBA and other coal mining companies. Indonesian Coal Production and Consumption Indonesia’s coal output continued on the upward trend as reported by Energy Publishing Pty. mencapai total 237.9 million tons. Hal tersebut tergambarkan pada grafik berikut.” In 2010 Indonesia’s coal production reached 237.1% from 2009 that stood at 215. Seperti ditunjukkan oleh data publikasi “Indonesian Coal dan Power” (ICP) dari Energy Publishing Pty Ltd.07/ Mt. sempat diwarnai penurunan. or up 10.7 million tons.112 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Historical Global Coal Spot Price Index 6.500 Gar sempat menyentuh angka US$125.

2010 (in thousand tons) Production. total domestic coal requirement is projected to increase significantly.866 Untuk konsumsi dalam negeri.234 215. permintaan pasokan batubara di dalam negeri diproyeksikan terus meningkat. sekitar 46% jenis batubara yang akan digunakan adalah batubara kalori rendah dengan nilai kalori sebesar 4. 2010 . jenis batubara yang digunakan untuk PLTU cenderung semakin bergeser ke arah batubara kalori rendah.3 juta ton di tahun 2014. On the domestic side. Dengan kecenderungan permintaan dalam negeri yang semakin banyak membutuhkan batubara kalori rendah.797 47.9 95.9 87.8 25.148 47. .386 191.2014 (dalam juta ton) Projected coal requirement of PLN.9 59.2 8. maka total kebutuhan batubara di pasar domestik pada masa-masa mendatang akan meningkat cukup signifikan.8 million tons in 2010.200 Kcal/kg AR. Various factors as depicted above will create opportunities and at the same time pose challenges for the Company to devise its long-term business strategy.488 158. This is because Indonesia has abundant reserves of low-calorie coal which means supply will be more secured.3 4200 5100 6100 Total Sumber Source : ESDM 8. diantaranya melakukan proses produksi yang lebih efisien.3 million tons in 2014.2 27.2 36. Domestic coal demand is expected to continue rising in the future. Selain terkait dengan proyek pembangunan PLTU 10. Export and Consumption of Coal in Indonesia 2007-2010 (in thousand tons) TAHUN YEAR PRODUKSI PRODUCTION EKSPOR EXPORT DOMESTIK DOMESTIC 2007 2008 2009 2010 Sumber Source: Indonesian Coal and Power 193. sehingga dapat mempertahankan marjin.936 237.556 204. Dari perkiraan realisasi kebutuhan batubara sebesar 40. Gambaran realisasi produksi. coal usage by other industries is predicted to continue rising. Besides being used in the 10. The following table shows actual production.456 50. the Company has devised general strategy. it is estimated to increase to 95.8 28.9 40. and the rest is for domestic consumption.012 176. Ekspor dan Kebutuhan Domestik Batubara Indonesia 2007 .000 MW tahap pertama dan kedua.9 8. Dengan asumsi pembangunan PLTU berbahan bakar batubara berjalan lancar. kebutuhan batubara untuk sektor industri lain juga diperkirakan terus meningkat. Sisanya digunakan untuk kebutuhan domestik. In 2014.8 juta ton di tahun 2010.7 4.1 8. covering improved efficiency in production process to earn good margin. Assuming the construction of coal-fired TPP runs well. consumption and export of coal in Indonesia. Di tahun 2014. konsumsi dan ekspor batubara Indonesia adalah sebagai berikut. Dimasa mendatang.3 42. The major part of Indonesia’s coal is delivered to global market.5 2014 44.9 78 2013 35. Hal ini terjadi karena cadangan batubara kalori rendah di Indonesia cukup banyak sehingga pasokan lebih terjamin.4 Berbagai faktor seperti tergambar dari uraian mengenai permintaan batubara tersebut di atas menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi Perseroan dalam menentukan strategi bisnis jangka panjang. mostly used by TPP belonging to PLN and other Independent Power Providers (IPP). menjadi 95. Proyeksi kebutuhan batubara PLN.7 4.200 (Kcal/kg AR).4 43. 2010 – 2014 (in million tons) 2010 2011 NILAI KALORI (KCAL/KG AR) CALORIE RATE (KCAL/KG AR) 2012 32. the type of coal used by TPP tends to shift to low-calorie coal. Perkembangan Produksi.000 MW TPP phase 1 and 2.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 113 Sebagian besar produksi batubara Indonesia dipasok ke pasar global. As the domestic demand for low-calorie coal continues to rise. sebagian besar digunakan sebagai bahan bakar PLTU milik PLN maupun IPP. around 46% will be lowcalorie coal with calorie level of 4. Based on actual coal requirement of 40. Perseroan telah mempersiapkan strategi umum.033 39.689 163.

Three major targets of efficiency program: production costs. . efisiensi operasional.114 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Stockpile Pelabuhan Kertapati Kertapati Port Stockpile Tiga sasaran utama program efisiensi Perseroan: biaya produksi. peningkatan produksi swakelola. operating efficiency and Inhouse production increase.

inventories were managed at optimum level. Untuk meningkatkan efisiensi operasional. meningkatkan efisiensi operasional dan meningkatkan kapasitas produksi batubara swakelola.Meningkatkan manajemen stockpile. agar sejalan dengan keberhasilan program peningkatan kapasitas angkut kereta api. Peningkatan Efisiensi Operasional Perseroan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan efisiensi operasional penambangan. . .Mengoptimalkan inside dump untuk memperpendek jarak angkut tanah.Stripping ratio control according to plan. . .Stock taking and continuous monitoring of supplies and spareparts. kualitas produksi dan jaminan ketersediaan batubara dengan tetap menjaga aspek Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) dan Lingkungan.Melakukan blasting tanah penutup. .Implementing integrated operating system backed by information technology (SCMS). suku cadang/ material serta konsumsi energi listrik. diantaranya mencakup: melakukan penghematan konsumsi BBM. To reduce production cost. . Perseroan secara konsisten menerapkan strategi produksi terintegrasi.Condition-based maintenance of main equipment. improving operational efficiency and increasing inhouse coal production capacity. . yakni: • Perbaikan sistem kerja. berbagai inovasi dan perbaikan menyangkut sistem kerja yang dilaksanakan Perseroan mencakup diantaranya: . Dengan cara ini Perseroan mampu mengontrol tingkat persediaan dalam jumlah yang memadai (tidak berlebihan) memantau aktifitas penambangan dan pengangkutan dengan akurat serta tepat waktu. dengan dukungan Teknologi Informasi berupa pengimplementasian SCMS. optimalisasi inside dump untuk memperpendek jarak angkut. optimizing inside dump to shorten transporting distance. Perseroan melaksanakan beberapa program. coal handling. Perseroan melaksanakan beberapa program.Cover soil blasting. . meliputi 3 kelompok upaya. . . yang berfokus pada peningkatan efisiensi operasional produksi. memaksimalkan produksi batubara secara swakelola dengan mengoptimalkan penggunaan BWE system dan mengembangkan sistem penambangan shovel & truck. . among others by: . Untuk mencapai target produksi tersebut. By this system.Melakukan pengendalian stripping ratio sesuai rencana. Untuk menekan biaya produksi. sparepart/ material and electricity consumption. Upaya-upaya tersebut ditujukan untuk mencapai 3 (tiga) sasaran utama yakni: menekan biaya produksi.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 115 LAPORAN KINERJA USAHA SEGMEN BATUBARA Perseroan menetapkan target peningkatan produksi batubara pada 2010. the Company launched several programs including saving fuel. product quality and coal availability while preserving the environment and ensuring work safety and health.Menerapkan sistem operasional terintegrasi. the Company consistently implemented an integrated production strategy focused on production efficiency.Melaksanakan stock opname dan monitoring persediaan barang dan suku cadang secara kontinyu. Operational efficiency was improved by conducting various programs covering the following three groups of activity: • Work system improvement.Improving stockpile management. handling batubara. mining and transporting activities were accurate and timely. Operational Efficiency Improvement The Company improved mining operational efficiency through many ways aimed at reducing production cost. maximizing inhouse coal production by optimum use of BWE (Bucket Wheel Excavator) system and developing shovel & truck mining system. . . To reach the production target.Optimizing inside dump to shorten transporting distance. BUSINESS REVIEW COAL SEGMENT The Company aimed to step up its coal production in 2010 to keep up with railway bigger loading capacity.Melakukan perawatan terencana (condition base maintenance) peralatan utama.

juga untuk mendukung dan mengantisipasi peningkatan kegiatan penambangan Perseroan di masa mendatang. .Repair and relocation of 2 BWE and 1 spreader from TAL to MTBU area. areal stockpile dan areal pelabuhan. dengan penjelasan lebih detail ada pada uraian tersendiri. • • Replacement and addition of production machinery This program aimed to increase operating efficiency and production in 2010 and the ensuing years.116 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN . seluruhnya dioperasikan di areal Tambang Air Laya (TAL). . In 2007 the operation of BWE diminished due to limited area suitable for BWE system. Prasarana yang diperbaiki terutama berada di areal penambangan. . Mulai tahun 2007 pengoperasian BWE berkurang karena keterbatasan area layak operasi bagi BWE system.Mud handling with gravitation system to replace conventional method that uses pumps or trucks & shovels.Memperbesar kapasitas tampung temporary stockpile. . Penggantian dan Penambahan Alat Produksi: Program ini selain ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional juga mampu mendukung program peningkatan produksi di tahun 2010 maupun di masa mendatang. The BWE’s to be relocated were overhauled to extend their operating life for another 15 years. as described in more detail separately. . • Perbaikan sarana dan prasarana: Program ini selain ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional pada tahun 2010 lalu.Mempersiapkan penggunaan BWE sebagai reclaimer di temporary stockpile.Conveyor Information System program to detect belt conveyor damage by stages. Dengan mempertimbangkan efisiensi serta optimalisasi aset operasi. In consideration of efficient and optimum operations of assets. Dengan program overhaul tersebut. Facilities and infrastructure improvement This program was designed not only to improve operating efficiency. .Perbaikan dan relokasi 2 unit BWE dan 1 unit spreader dari areal TAL ke areal MTBU.Preparation of BWE as reclaimer of temporary stock.Membuat program Conveyor Information System yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan (stadium) belt conveyor secara bertahap sehingga dapat merencanakan pekerjaan penggantian belt secara lebih baik untuk mengurangi jam breakdown mesin. Infrastructure improvement was mainly in mining area. allowing more efficient belt replacement schedule and reducing machine breakdown hours. Perseroan mulai tahun 2009 melakukan persiapan pemindahan BWE system ke lokasi Tambang Muara Tiga Besar Utara (MTBU). by regular replacement of pulley and installation of infra red censor. . . . Perbaikan dan Pemindahan BWE System Perseroan memiliki dan mengoperasikan 5 unit BWE system. The program included replacement and addition of shovel & truck especially soil transporter with bigger capacity from approx.Increased of temporary stock capacity. Dalam waktu bersamaan Perseroan juga melakukan perbaikan besar (overhaul) terhadap BWE system yang akan direlokasi. Repair and Relocation of BWE System The Company owned and operated five units of BWE in Tanjung Air Laya (TAL).Modification and repair of rotary car dumper and the like. starting in 2009 the Company made preparation to relocate BWE to Muara Tiga Besar Utara (MTBU) mine consisting of two BWE’s and one spreader. . melalui penggantian pulley secara teratur disertai pemasangan sensor infra merah. . Program yang dilakukan adalah penggantian dan penambahan alat produksi Shovel & Truck menjadi lebih besar terutama alat angkut tanah dari kapasitas 30-an ton menjadi 50 ton keatas pada areal penambangan swakelola.Modifikasi dan perbaikan peralatan rotary car dumper dan sejenisnya.Pengelolaan lumpur dengan sistem gravitasi untuk menggantikan metode konvensional yang menggunakan pompa atau metode truck & shovel. such as piling and stock-pile areas: . but also to support and anticipate higher mining activity in the future. Kegiatan yang dilakukan dalam hal ini menyangkut diantaranya: .Modification and repair of conveyor belt. maka akan memperpanjang umur operasi BWE system hingga 15 tahun kedepan dari umur operasi normal. • . berupa 2 unit BWE dan 1 unit spreader. 30 tons to over 50 tons in inhouse mining area.Modifikasi dan perbaikan sistem conveyor belt.

MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 117 Pembangunan PLTU 3 x 10 MW untuk mendukung operasi BWE System yang lebih efisien.4 % dibandingkan volume produksi tahun 2009 yang berjumlah 11.05 million tons the preceding year. Memanfaatkan tenaga kerja terampil yang telah ada. Existing skilled laborer can be employed. Unit Pertambangan Ombilin dan dari anak perusahaan. Banko Barat. Perkembangan Produksi Pelaksanaan strategi operasional membuat Perseroan berhasil kembali meningkatkan volume produksi batubara menjadi 12. the Company gained minimum added values such as: • • • • • Mining operation will be more cost-efficient. maka kompetensi SDM Perseroan dalam mengelola tambang secara penuh akan semakin meningkat juga. Ombilin Mining Unit and subsidiaries PT International Prima Coal. Muara Tiga Besar Utara. Out of the total production.6 million tons. naik 11. Alat Produksi BWE system dapat dioperasikan dengan baik hingga selama 15 tahun kedepan. nilai tambah minimum yang diperoleh perseroan seperti : • • • • • Efisiensi biaya operasi penambangan akan membaik. Supporting the energy saving program launched by the government. . Mendukung program penghematan energi yang digalakkan pemerintah. yaitu dari Tanjung Air Laya (TAL).5 million tons.5% from 5. Peningkatan produksi batubara pada tahun 2010 terutama berasal dari Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT). Coal production increase in 2010 was mainly derived from Tanjung Enim Mining Unit.5 juta ton.e. Banko Barat. Seiring dengan optimalisasi BWE system tersebut. Production Development The integrated operational strategy helped the Company increase its coal production to 12. or increased 11. Muara Tiga Besar Utara.4 % from 2009 which totalled 11. BWE equipment can operate for another 15 years. Perseroan berhasil memanfaatan kembali alat BWE system yang sudah habis nilai bukunya.6 juta ton. Dengan peningkatan secara bertahap. Dari keseluruhan produksi tersebut. Perseroan melakukan pembangunan PLTU 3 x 10 MW milik sendiri guna mendukung program operasi BWE system serta program efisiensi lain secara menyeluruh dengan menggunakan bahan bakar batubara limbah yang selama ini belum termanfaatkan.64 million tons. Perseroan berencana menaikkan kapasitas produksi swakelola. naik 7.64 juta ton.05 juta ton. The Company plans to gradually upgrade the capacity of Inhouse production. and improve employees’ competence in mine management. Tanjung Air Laya. PT International Prima Coal. inhouse production rose to 5. Dengan melaksanakan program revitalisasi BWE system dan Pembangunan PLTU 3 x 10 MW milik sendiri. up 7. Constructing 3 x 10 MW TPP for a more efficient BWE operation. i. BWE equipment that has zero book value is re-utilized. Secara bertahap. produksi yang dilakukan secara swakelola meningkat menjadi 5. By revitalizing BWE system and constructing the Company’s own 3 x 10 MW TPP. Optimizing BWE system was accompanied by the construction of owned 3 x 10 MW TPP to back up BWE system and other efficiency programs using waste coal that had previously been squandered.5% dari produksi tahun sebelumnya sebesar 5.

Di Indonesia hanya PTBA yang mengoperasikan peralatan tambang BWE system dengan kapasitas besar. .500 kw electricity. Metode penambangan menerus menggunakan alat gali Bucket Wheel Excavator (BWE).000 kPa. bucket wheel diameter 9 m. Tanjung Enim. Hal ini karena kondisi areal penambangan PTBA. diameter roda bucket 9 m dengan berat total 520 ton. PTBA owned 5 BWE currently. yang relatif datar dan luas serta. with high cut (HC) vertical position height of 12m. belt conveyor and material spreader. dan alat penyebar material (spreader). horizontal reach 90 m. BWE is big in size.300 bcm/hour. BWE is operated using 1.500 kw. Saat ini PTBA memiliki 5 BWE. daya dukung tanah yang memadai. minimal 100 kPa dengan kekerasan material yang bisa digali sampai dengan 5. at least 100 kPa and material hardness up to 5. Open pit mining can generally be done by continuous mining method and conventional mining method. This is possible as the Company’s mining area in Tanjung Enim is flat and vast with adequate land support. Kapasitas penggalian BWE adalah sebesar 1. Ukuran peralatan BWE cukup besar. alat angkut ban berjalan (belt conveyor). BWE excavating capacity is 1. In Indonesia PTBA is the only company that operates high-capacity BWE mining equipment. BWE beroperasi dengan daya listrik 1.118 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Bucket Wheel Excavator BWE Tambang terbuka secara umum dapat dilakukan dengan metode penambangan berkelanjutan (continuous mining) dan metode penambangan konvensional. and total weight 520 tons. Continuous mining method uses excavating tool Bucket Wheel Excavator (BWE).000 kPa. double deep step (DDS) 12 m.300 bcm/jam. dengan jangkauan vertikal posisi high cut (HC) 12 m dan double deep step (DDS) 12 m serta jangkauan horizontal 90 m.

4 7.5 -90.402 16.951 574. yaitu PT Bukit Asam Prima (BA Prima) pada 2007 dan juga memperoleh 59% saham PT International Prima Coal di 2009.144. the Company built Supply Chain Management System (SCMS) that will be implemented in five phases.783 12. Phase 4 is Integration and Finance. Guna menjaga keamanan pasokan kepada para konsumen. Phase 1 is Mine to Train Loading Station (TLS). to Perseroan menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008 untuk menjamin kualitas produk batubara yang dihasilkannya.4 • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Banko Barat Jumlah Produksi UPT Unit Pertambangan Ombilin (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT International Prima Coal Total Production Purchases 511.912 11. i. the Company set up a subsidiary that is engaged in coal trading. Coal Handling To handle coal properly. In line with increased railway capacity.783 574.131.558 12.846. yaitu untuk menangani material /batubara mulai area tambang hingga Stock Pile/TLS.2 776.1 19.175. yaitu untuk menangani batubara mulai dari TLS sampai dengan Pelabuhan. production volume rose from 10.6 -8.e. Tahap pertama adalah Phase Mine to Train Loading Station (TLS).770 783.546 10.728 2.871.243 57.218 3.477 1. volume produksi meningkat dari 10.781 2. The Company applies Quality Management System ISO 9001: 2008 to control coal product quality.547 585.4 217. Perseroan mendirikan anak perusahaan yang bergerak dalam bidang jual beli batubara.757.971 507.8 10. .620 76.630. to handle coal from TLS to Port.280.667 40.792 32. Tahap kedua.185 -11 -3 7 • PT Bukit Asam Prima • PT International Prima Coal • PT Bukit Asam (Persero) Tbk (UP Ombilin) Total Purchase Total Production & Purchase Seiring dengan kenaikan kapasitas angkut. Tahap ketiga.8 million tons or by 3%.945 5.595.150 2. PT Bukit Asam Prima (BA Prima) in 2007 and also acquired 59% stake in PT International Prima Coal in 2009. Phase TLS to Port. sales and billing. Marketing dan Penagihan.850 11.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 119 Produksi dan Pembelian Batubara (Ton) Coal Production and Purchase (Tons) URAIAN Produksi (dalam ton) Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Banko Barat Jumlah Produksi UPT Unit Pertambangan Ombilin (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT International Prima Coal Jumlah Produksi Pembelian • PT Bukit Asam Prima • PT International Prima Coal • PT Bukit Asam (Persero) Tbk (UP Ombilin) Jumlah Pembelian Jumlah Produksi & Pembelian 2010 2009 % DESCRIPTION Production (in tons) Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) 6.006 13. To secure supply to consumers. Phase 3 is Marketing and Billing.046. Phase 2 is TLS to Port.461. to handle coal from mining area to stock pile/TLS.5 miliar ton menjadi 10.8 miliar ton atau 3%. Penanganan Batubara Perseroan mulai membangun Supply Chain Management System (SCMS) yang akan diterapkan dalam 5 tahap.600.796 5. to manage marketing.5 million tons to 10.

Pengendalian kualitas. Untuk tahun 2010. Langkah tersebut diikuti dengan melakukan general overhaul stacker reclaimer di stockpile untuk mempercepat proses penanganan batubara. Phase 5 is Optimization and EIS. Perseroan telah melakukan penambahan fasilitas Hopper Blender untuk mendukung proses blending batubara. diikuti dengan pengujian di areal stockpile pelabuhan sebelum pemuatan ke kapal. followed by general overhaul of stacker reclaimer in stockpile area to speed up coal handling. The Company has installed additional Hopper Blender facility to support coal blending process. which cover: • Stockpile Management Stockpile from production and blending process is classified according to the Company’s market brand quality. Tahap keempat. Perseroan melakukan uji sampling untuk memastikan kualitas batubara yang akan ditambang. Our laboratory is accredited by the National Accreditation Committee with Laboratory Quality Management System certification. Untuk mendukung program pengendalian kualitas Perseroan mulai membangun sistem manajemen penanganan batubara terintegrasi secara bertahap. Tahap kelima. yaitu tahapan untuk mengimplementasikan modul optimasi dan EIS. Unit Laboratorium Perseroan telah terakreditasi dengan sertifikat ISO/IEC 17025: 2005 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). Pengaturan tumpukan batubara hasil produksi dan proses blending dilakukan sesuai dengan klasifikasi kualitas market brand Perseroan. yaitu tahapan untuk mengintegrasikan SCMS dengan sistem lainnya yang ada di PTBA termasuk dengan sistem keuangan. Proses pengendalian kualitas ini berpedoman pada standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008. • • Quality Control The Company strictly controls product quality on every production stage according to Quality Management System ISO 9001: 2008. stockpile di daerah penambangan sebelum pemuatan ke kereta api atau dikirim ke konsumen. the Company runs sampling tests to control the quality of coal to be excavated. sudah direalisasikan tahap pertama sistem ini.120 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN yaitu pengelolaan pemasaran dan penjualan batubara serta proses penagihan. additional testing is done on port stock-pile prior to loading to ships. to implement optimization module and Executive Information System. Pengujian kualitas batubara kemudian dilakukan di areal tambang. Quality tests are then performed in the mine and mining stock-pile area before loading and delivery to PTBA owned port and pier by railway. For delivery by sea. Optimasi dan EIS. To support quality control program the Company sets up an integrated coal management system by stages. yang mencakup: • Pelaksanaan Manajemen Stockpile. The Company handles coal in accordance with the standards of ISO 9001: 2000 Quality Management System to control product quality and supply to the consumers. As dictated by the system. Dengan sistem tersebut. In 2010 the first stage of this system was completed to handle coal from the mines to train loading stations. Integrasi dan Keuangan. . integrate SCMS and other systems including financial system. Perseroan menjaga kualitas produksi melalui mekanisme quality control yang ketat pada setiap tahapan produksi. yakni penanganan batubara dari areal tambang sampai pemuatan kereta api (train loading station/TLS). Perseroan melakukan penanganan batubara sesuai standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008 untuk menjamin kualitas dan pasokan batubara kepada konsumen.

MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 121 Transportasi kereta api pengangkut batubara Coal transporting train Analisis kualitas batubara dilakukan oleh Unit laboratorium Perseroan yang telah menerima sertifikat Sistem Manajemen Mutu Laboratorium ISO/IEC 17025: 2005 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). Sedang dari Tanjung Enim ke dermaga Kertapati. naik 5% dari 1. jumlah volume angkutan batubara melalui kereta api ke Pelabuhan Tarahan dan Dermaga Kertapati mencapai 10.580 % 3 5 3 RAILWAY TRANSPORTATION (in tons) Tanjung Enim Ke Tarahan Tanjung Enim ke Kertapati Jumlah Angkutan Tanjung Enim to Tarahan Tanjung Enim to Kertapati Total Transportation . Pengangkutan Perseroan bekerjasama secara intensif dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dalam proses pengangkutan batubara dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan (Lampung) dan Dermaga Kertapati (Palembang).5 million tons in 2009 to 8.956.7 million tons in 2010. Transportation In transporting coal from Tanjung Enim to Tarahan Port (Lampung) and Kertapati Pier (Palembang).5 juta ton pada 2009. Pelaksanaan bongkar muat batubara dari gerbong keretaapi menggunakan Rotary Car Dumper (RCD) di Pelabuhan Tarahan dan Apron Feeder (AF) di Dermaga Kertapati. Laboratorium ini juga bertanggung jawab melakukan pengujian kualitas air buangan tambang untuk menjaga agar terpenuhinya Standar Baku Mutu Lingkungan.5 million tons.1 juta ton.5 juta ton. Tahun 2010. the Company depends on PT Kereta Api Indonesia (PT KA).940 10.454.7 juta ton pada 2010.498.763.430 10. ANGKUTAN KERETA API (dalam ton) 2010 8.712.8 million tons or increased 3% from 2009 volume of 10. While from Tanjung Enim to Kertapati increased 5% from 1.050. Pengawasan dan pencatatan distribusi batubara menuju Pelabuhan atau Dermaga. Proses yang dilalui dalam pengangkutan batubara meliputi: • Pengaturan jumlah dan kualitas muatan batubara yang akan diangkut oleh masing-masing gerbong kereta api melalui Train Loading Station (TLS). In 2010.040 2009 8.150 1.9 million tons to 2. Supervising and recording coal distribution to ports or piers.100 2. Coal quality analysis is performed by the Company’s laboratory that has Laboratory Quality Management System ISO/IEC 17025: 2005 Certification from the National Accreditation Committee. Volume angkutan batubara dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan mengalami peningkatan 3% dari 8. menjadi 8. The process of coal transporation includes: • • • • • Arranging the volume and quality of coal to be transported by each train coach from Train Loading Station (TLS). This laboratory is also responsible for testing the quality of waste water from the mines to ensure compliance with the Environmental Quality Standard.9 juta ton menjadi 2.1 million tons. Unloading coal shipment from train coaches using Rotary Car Dumper (RCD) in Tarahan ports and Apron Feeder (AF) in Kertapati piers. total volume of coal shipment by train to Tarahan Port and Kertapati Pier reached 10. Coal shipment volume from Tanjung Enim to Tarahan Port rose 3% from 8.8 juta ton atau meningkat 3% dari volume tahun 2009 sebesar 10.

Perseroan juga telah merintis program pengembangan untuk angkutan KA khusus batubara yang baru untuk meningkatkan kapasitas angkut batubara. The Company pioneered the construction of new railway lines to increased its railway capacity. Strategi Pemasaran Untuk menjamin berlangsungnya peningkatan penjualan dimasa-masa mendatang di tengah kecenderungan permintaan batubara yang meningkat. Direktur Operasi Produksi Perseroan diangkat menjadi Anggota Kehormatan Executive Committee PT KAI dan menghadiri rapat reguler. • • Commitment to Customer Service The Company gives priority to transparency and responsibility principles in serving its customers to prove its commitment to providing the best customer service.122 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Peningkatan volume angkut batubara ini merupakan hasil dari perbaikan sistem manajemen angkutan serta adanya koordinasi intensif antara Perseroan dengan PT KAI. (See discussion on “Business Development”). Perseroan membuka layanan pengaduan dengan menyediakan saluran telpon. Untuk menjamin pelayanan pada pelanggan. The Company. the Operations/Production Director of the Company was appointed Honorary Member of PT KA Executive Committee and attended regular meeting. email maupun surat kepada pelanggan. telah menunjuk konsultan independen untuk menyusun formula tarif dan formula take or pay. Marketing Strategy In an effort to secure future sales amidst the increasing of coal demand. The Company promptly responds to various demands and complaints from the customers. e-mail or letter. The Company also directly supported the improvement of coal loading capacity by reparing rail-loop and routinely maintaining its own loading and unloading facilities. Komitmen pelayanan pelanggan Perseroan selalu mengutamakan prinsip transparansi dan responsibilitas dalam memberikan layanan kepada konsumen demi memenuhi komitmen layanan terbaik kepada konsumen. Perseroan meyakini penerapan komitmen pelayanan terbaik akan mampu mendukung target peningkatan penjualan Perseroan di masa mendatang. Perseroan juga berperan langsung mendukung peningkatan kapasitas angkutan batubara. Mulai tahun 2009. The Company strongly believes that the best customer service will assist the Company to reach its increased sales target. the Company adopted the following marketing strategy that included: • Commitment to Product Quality Commitment to quality is very important because not only does it affect the consumers’ business operations but it also plays a decisive factor of consumers’ trust in the coal product of the Company. Perseroan menjalankan strategi pemasaran meliputi: • Komitmen jaminan kualitas produk Jaminan kualitas ini sangat penting karena selain mempengaruhi kelancaran operasional bisnis konsumen juga merupakan faktor penentu tingkat kepercayaan konsumen agar terus menggunakan batubara hasil produksi Perseroan. In 2010 the draft final report was submitted to all parties and will be implemented starting 2012. melalui perbaikan rail-loop dan perawatan rutin di fasilitas muat dan bongkar milik Perseroan. To support its customer service the Company sets up a Customer Center to handle complaints by telephone. The bigger railway capacity is believed to substantially increase sales from Tanjung Enim mine. (Lihat bahasan “Pengembangan Usaha”). Quality is controlled by implementing quality management based on accredited analysis process. Coal Transportation Agreement (CTA) with PT KAI was followed by the appointment of an independent consultant to formulate tariff and ”take or pay” schemes. . The larger coal shipment volume was made possible by improved transportation management system and intensive cooordination between the Company and PT KAI. Perseroan memberikan tanggapan yang cepat terhadap berbagai permintaan dan keluhan konsumen sebagai bagian dari komitmen pelayanan Perseroan. is committed to ensuring the quality of coal delivered to consumers is in accordance with the quality agreed upon in the contract. Oleh karena itu Perseroan selalu memberikan jaminan bahwa kualitas batubara yang diterima konsumen telah sesuai dengan kesepakatan kontrak terkait. Perseroan menindak lanjuti Coal Transportation Agreement (CTA) bersama-sama dengan PT KAI. In 2009. Pada tahun 2010 draft final report sudah disampaikan kepada para pihak dan akan diimplementasikan mulai tahun 2012. Jaminan kualitas dikontrol melalui penerapan manajemen mutu yang melibatkan pelaksanaan proses analisis terakreditasi. Program pengembangan angkutan tersebut diyakini akan mampu mengatasi kendala Perseroan dalam meningkatkan jumlah penjualan batubara secara substansial dari lokasi tambang Tanjung Enim. therefore.

MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 123 1 2 3 1. Pengambilan sampel batubara di TLS Tanjung Enim Collecting coal sample at Tanjung Enim TLS 3. Uji Kualitas Batubara dengan alat Atomic Absorbtion Spectro Photometer Testing coal quality with Atomic Absorption Spectro Photometer . Stacker Reclaimer di Tanjung Enim Tanjung Enim Stacker Reclaimer 2.

port and finance activities. consumer demand and production problems on site and in transporting process that may affect sales volume. sedangkan harga penjualan selalu mengacu pada harga pasar batubara thermal internasional. . • Koordinasi Manajemen Perseroan menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang melibatkan seluruh mata rantai produksi dan penjualan (supply chain) secara rutin. pelabuhan dan keuangan. Melalui penerapan sistem ini Perseroan memantau perkembangan perubahan kondisi stock batubara secara cepat dan akurat sehingga sanggup memenuhi komitmen kepada pembeli dengan kualitas dan kuantitas yang sesuai.124 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Perbaikan bucket dari BWE system di bengkel BWE system bucket repair at workshop Selama tahun 2010 Perseroan menerima 9 (sembilan) kali pengaduan dari pelanggan. Rakor membahas perkembangan kondisi pasar batubara. Persiapan Implementasi Supply Chain Management System Perseroan mulai mempersiapkan penerapan tahap tiga dari Supply Chain Management System (SCMS) yakni integrasi kegiatan pemasaran. Coordination The Management routinely holds coordination meetings involving all production and supply chains. sehingga permasalahan dengan konsumen dimaksud telah diselesaikan. Perseroan melakukan penjualan batubara dalam bentuk kontrak penjualan jangka panjang maupun melalui pasar spot. • In 2010 nine complaints from the customers were attended to and settled by the Company to customes satisfaction. The meetings discuss development in coal market condition. integrating marketing. Sales is made under long-term sales contract and through spot market. Findings are used as a basis of formulating production and sales strategy that is the most appropriate for the next three months to enable the Company to meet sales target. permintaan konsumen hingga kendala produksi di lapangan maupun proses pengangkutan yang dapat mempengaruhi volume penjualan. • • Supply Chain Management System Phase three of Supply Chain Management System (SCMS) was under way. Selling Method and Price Trend The Company sells coal to domestic and export markets at prices that will earn maximum return. Using this system the Company can monitor coal stock level quickly and accurately and meet customers’ orders in appropriate quality and quantity. while selling price is always based on international thermal coal prices. Hasil diskusi kemudian digunakan sebagai dasar penentuan strategi produksi maupun penjualan yang paling sesuai untuk periode tiga bulan ke depan guna mendukung pencapaian target penjualan yang telah ditentukan. Metode Penjualan dan Perkembangan Harga Perseroan menjual batubara ke pasar domestik maupun ekspor dengan harga yang memberikan tingkat pengembalian terbaik. Perseroan telah menindak lanjuti keluhan pelanggan tersebut.

95 million tons.5% and export 36. Rata-rata harga jual batubara ekspor meningkat 3.7%. distribusi penjualan domestik menjadi 63.01 Penurunan rata-rata harga jual batubara domestik ditahun 2010 yang sebesar 18% disebabkan oleh beberapa diantaranya. meningkatnya volume penjualan batubara kalori lebih rendah dan tingkat persaingan yang semakin tinggi untuk pemasaran domestik batubara kalori lebih rendah. Lihat bahasan “Kinerja Keuangan” A decrease of 18% in average domestic price during 2010 was due to higher sales volume of low-calorie coal and steeper domestic competition for this product.72 juta ton.50 47. penjualan batubara untuk industri semen mengalami peningkatan.23 ton pada 2010 dan dengan jumlah penjualan ke pasar domestik tersebut Perseroan telah memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO).07 juta ton pada 2009 menjadi 8.73 64. Therefore.48 juta ton. Dengan demikian. Seiring dengan peningkatan kegiatan industri semen. Average selling price of the Company’s coal over the past few years was on an upward trend in line with the rising market prices. Suralaya TPP.5% sedangkan pasar ekspor menjadi 36.59 67. mengikuti peningkatan harga jual di pasaran.240 612.7%.645 506.23 million tons and export of 4. . See discussion on “Financial Performance” Kinerja dan Distribusi Penjualan Tahun 2010 Perseroan mencatat volume penjualan sebesar 12.7% from the preceding year sales volume of 12. As cement industry developed.366 44. Domestic sales rose 2. showing an export sales growth of 35. raising its contribution to total sales from 4% in 2009 to 5% in 2010. Performance and Distribution of Sales In 2010 the Company recorded a total sales volume of 12. The major portion of the sales was intended to fulfill longterm supply contract with Thermal Power Plants (TPP).MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 125 Trend rata-rata harga jual batubara Perseroan dalam beberapa tahun terakhir cenderung meningkat. Jumlah penjualan untuk segmen PLTU ini memberikan kontribusi sebesar 79% dari penjualan domestik 2010. Penjualan ini terdiri dari penjualan domestik sebanyak 8. This less combined average selling price eventually affected the Company’s profitability despite the growing sales volume during the year under review.72 million tons.40% di tahun sebelumnya.0% from 8.95 juta ton.48 million tons. average export selling price rose 3. Total sales of this industry contributed 84% to domestic sales in 2010. sekalipun volume penjualan Perseroan meningkat.50 68. the Company’s sales to this industry also increased. Kondisi harga penjualan yang kurang baik ini pada akhirnya mempengaruhi tingkat profitabilitas Perseroan yang akhirnya ikut turun.900 746.23 juta ton dan penjualan ekspor sebanyak 4.5%. up 3. PLTU Bukit Asam dan PLTU Tarahan. Bukit Asam TPP and Tarahan TPP. In the other hand. seperti tercermin dalam tabel berikut.23 tons in 2010 and at this rate of domestic sales the Company has complied with the DMO (Domestic Market Obligation) regulation.e. meningkat dari angka sebesar 35. Volume penjualan domestik meningkat 2.7% dari tingkat penjualan tahun 2009. sehingga komposisi distribusi penjualan untuk industri semen meningkat menjadi 5% dari 4% di tahun 2009.0% dari 8. Sebagian besar dari volume penjualan tersebut untuk memenuhi kontrak jangka panjang pasokan ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yaitu PLTU Suralaya. as reflected in the following table.5%. Perkembangan rata-rata harga jual batubara Perseroan Average coal selling price of the Company TAHUN YEAR DOMESTIK (Rp/Ton) DOMESTIC (Rp/Tons) EKSPOR (US$/Ton) EKSPORT (US$/Ton) 2006 2007 2008 2009 2010 330. distribution of sales consisted of domestic market 63. i. Sales comprised domestic sales of 8.697 345. sebesar 12.40% from the previous year.07 million tons in 2009 to 8. naik 3.

Perseroan lebih memprioritaskan pola penjualan dalam jangka panjang. Sesuai dengan kajian prospek pemasaran batubara. China.42 million tons in 2009 to 4. Lihat bahasan ”Prospek Permintaan Batubara” Export sales volume went up from 4. Taiwan and Thailand.42 juta ton di tahun 2009 menjadi 4.126 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Volume penjualan ekspor kembali meningkat dari posisi 4. Malaysia. See ”Coal Prospects” DIAGRAM DISTRIBUSI PENJUALAN BATUBARA DOMESTIK MENURUT JENIS INDUSTRI Coal Domestic Sale Distribution by Industry Diagram Distribusi Penjualan Batubara Domestik Menurut Jenis Industri (dalam %) Distribution of Domestic Sales by Industry (in %) 5 16 12 PLTU Power Plant 4 2009 2010 Lain-lain Semen Other Industry Cement Industry 79 84 Distribusi Penjualan Batubara Ekspor Menurut Negara Tujuan Distribusi Penjualan Batubara Ekspor Menurut Negara Tujuan (dalam %) Distribution of Export Sales by Destination Country (in%) 1 16 10 1 12 8 Taiwan 3 8 Thailand Vietnam 2009 26 Jepang 2010 22 46 India China Malaysia 37 9 1 Pakistan . Taiwan dan Thailand. In line with a research on coal market prospects. the Company is focusing more on the Pacific region under long-term sales contract.72 juta ton pada 2010 dengan mayoritas negara tujuan ekspor adalah China. Vietnam. Jepang. Perseroan kini lebih memfokuskan tujuan pemasaran batubara produknya ke kawasan Pasifik. Malaysia.72 million tons in 2010 mainly to Japan. Vietnam.

564. sehingga tingkat profitabilitas menjadi semakin mengecil.7% dari tingkat penjualan tahun 2009.696 5.551 12. yakni 5.0 juta ton.131 14.228.809 928.1 47.300 Kcal. Penjualan batubara dari lokasi IPC.794 4.935 154.743 142. sebesar 7.282.8 million tons to other industries. For domestic sales. Domestic consumers continues using low-calorie coal.1 -81.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 127 Distribusi Penjualan Menurut Jenis Produk URAIAN 2010 Distribution of Sales by Product 2009 % DESCRIPTION Domestik • BA-59 PLTU Bukit Asam • BA-59 PLTU Tarahan • BA-59 Domestik lainnya • BA-59 PLTU Suralaya • BA-59 Domestik lainnya • BA-63 PT Semen Baturaja • BA-63 Domestik lainnya • BA-67 Domestik lainnya • Batubara Antrasit • Batubara Ombilin • UP Briket • Batubara PT Bukit Asam Prima • Batubara PT International Prima Coal Jumlah Domestik Ekspor • BA-59 • BA-63 • BA-67 • BA-70 • Batubara PT Bukit Asam Prima • Batubara PT International Prima Coal Jumlah Ekspor Total Penjualan 1.7 853.4 100 100 14.776 7.26 million tons or dropped 0.736 62 72. Sedang untuk konsumen luar negeri.488 ton menjadi 297.2% from the preceding year.424 -22.4 -74.797 2.565 791.833 70.3 3. BA-59 posted a total of 7. Peningkatan penggunaan batubara kalori peringkat rendah di Indonesia memberi konsekuensi yang kurang bagus bagi Perseroan.488 tons to 297.950.722. PLTU Bukit Asam 0.2% dari tahun sebelumnya. The rising trend of low-calorie coal consumption in Indonesia did not favor the Company because the lower price of that coal type reduced the Company’s profitability.8 juta ton. 0.9 juta ton dan konsumen industri lainnya sebesar 0.6 3.716 1.5 -7.32 million tons in 2009. BA-67 dan BA-70.312 12.0 million tons to Suralaya TPP.700 ton.990.2 32 -21.582 476. BA-67 and BA-70.172 138. selain memilih batubara kalori sedang dan tinggi.484.8 -100 5.955.391 760.286 1. yang kebanyakan dari jenis kalori lebih rendah.300 Kcal) from IPC jumped 7. and this changed the composition of coal sales according to type.2 3.507 121.907 201. melonjak dari sebesar 7. allocating 5.8 8.355.105.864 15. .801 4. Sales of mostly low-calorie coal (5.251 4. In 2010. but also low-calorie type such as BA-59.587 70. Untuk penjualan domestik.9 million tons to Bukit Asam TPP and 0.9 0.488 8.875. Konsumen dalam negeri juga mulai menggunakan jenis batubara kalori lebih rendah.7% from 7.068. while overseas consumers used not only medium and high-calorie coal type BA-63. di tahun 2010 sebagian konsumen luar negeri juga mulai menggunakan batubara kalori lebih rendah dari jenis BA-59. Penjualan batubara ke Suralaya hanya turun sebesar 3.630 61. sehingga terjadi perubahan komposisi penjualan batubara menurut jenisnya.153.097 297.32 juta ton dengan alokasi penjualan untuk PLTU Suralaya sebesar 5.044 237. BA-59 mencapai jumlah sebesar 7. consumers’ preference of coal type continued to shift.905 575.700 tons.004 15. yaitu dari jenis BA-63.501 269.516 924.524 130.014 1.170 1.7 100 -3. Sales to Suralaya declined 3.135.700 8.790 518.416. mengingat harga batubara jenis ini yang lebih rendah.26 juta ton turun 0.322 182.7 2 Domestic • BA-59 TPP Bukit Asam • BA-59 TPP Tarahan • BA-59 Other Domestic • BA-59 TPP Suralaya • BA-59 Other Domestic • BA-63 PT Semen Baturaja • BA-63 Other Domestic • BA-67 Other Domestic • Antrasit Coal • Ombilin Coal • UP Briquette • PT Bukit Asam Prima Coal • PT International Prima Coal Total Domestic Export • BA-59 • BA-63 • BA-67 • BA-70 • PT Bukit Asam Prima Coal • PT International Prima Coal Total Export Total Sales Pada 2010 pergeseran pola konsumsi jenis batubara terus berlangsung.031 283.

mostly from bigger sales of BA-59 to China.8 juta ton di tahun sebelumnya.8 million tons the previous year. the Company has taken several steps in anticipation of the coming business opportunities. Some of the anticipatory steps taken were increasing swakelola production. Program efisiensi produksi sebetulnya memberikan hasil nyata. dengan mayoritas penggunaan oleh konsumen industri baja. Peningkatan penjualan batubara BA-59 ke China turut mempengaruhi kenaikan ini. pada kisaran volume sebesar 1 juta ton. Beberapa langkah yang telah dilakukan diantaranya mempersiapkan peningkatan produksi swakelola. Program efisiensi produksi dilaksanakan untuk mengendalikan pengeluaran pada komponen biaya produksi. Hasil ini sebagai imbas atas penurunan rata-rata harga jual batubara dipasar domestik hingga sebesar 18%. In 2010 the Company succedded in exporting coal type BA-63 up to 1.79 million tons in 2009. export sales of coal type BA-59 surged 62% to 1. In addition to global economic recovery as discussed in “Coal Prospects. Menghadapi turunnya harga jual batubara di pasar domestik. To cope with lower domestic price. Sales of coal type BA-70 was relatively stable. The production efficiency program aimed at controling expenses in production cost enabled the Company to continue recording high profitability.6%.79 juta ton di tahun 2009. This was the consequence of an 18% decline in average domestic selling price.96 million tons. Coal type BA-67 mostly used by TPPs and other industries. recorded a sharp decline to only 0. Medium-high-calorie coal type BA-63. mulai BA-63. and bigger decrease in average selling price. this reduction did not compensate increases in transport and other operating expenses. Penurunan biaya produksi ini juga belum dapat mengkompensasi penurunan rata-rata harga jual yang lebih besar. BA-67 dan BA-70 adalah yang paling banyak diminati pasar ekspor. sehingga Perseroan masih mampu memberikan laba yang cukup tinggi. For that reason. menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 39.28 juta ton dari angka sebesar 1. Lihat juga bahasan “Kinerja Keuangan. Profitabilitas Perseroan mencatatkan profitabilitas batubara sebesar 29.8% the year before. Namun angka penurunan ini tidak dapat mengkompensasi peningkatan biaya transportasi dan beban usaha lannya.3% compared to 39. See “Financial Performance.” the completion of several bigscale electric power plants in the country will also have an impact on the demand and price of coal. the Company believes that 2011 will see rising coal prices in the market. berupa penurunan biaya produksi per ton batubara swakelola di mulut tambang sebesar 5. Pada 2010 Perseroan berhasil mengekspor batubara jenis BA-63 hingga sebesar 1. around 1 million tons mostly used by steel industry consumers. . Perseroan meyakini bahwa harga batubara akan kembali meningkat di tahun 2011.128 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Tahun 2010 penjualan batubara jenis BA-59 ke pasar ekspor naik 62% menjadi 1.” penyelesaian beberapa pembangkit listrik skala besar di dalam negeri akan mempengaruhi permintaan dan harga batubara. improving auxiliary facilities and amenities. Oleh karena itu Perseroan telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi menyambut peluang yang terbuka. Batubara jenis BA-70 mencatat volume penjualan relatif stabil. Perseroan telah melakukan berbagai langkah penghematan melalui program efisiensi produksi.” Watching the world and domestic economic revival in 2010. memperbaiki sarana Profitability The Company recorded a profit margin of 29.1%. Selain karena mulai pulihnya kondisi perekonomian global.3 juta ton dari angka penjualan sebesar 0.3 million tons from 0. Jenis batubara kalori menengah-tinggi.” Memperhatikan tren pemulihan perekonomian global maupun nasional sepanjang tahun 2010.6%.96 juta ton. seperti disinggung pada bahasan “Prospek permintaan batubara. BA-67 and BA-70 are the most popular for export market. menjadi hanya sebesar 0. However.28 million tons from 1. The production efficiency program went well and reduced production cost per ton by 5. In 2010. Batubara jenis BA-67 yang mayoritas digunakan untuk kebutuhan PLTU dan industri umum lainnya mencatat penurunan tajam. the Company has taken several efficiency measures to cut production costs.7%.

909 22.142 ton. See also discussion on“Business Strategy for 2011” SEGMEN BRIKET Pada 1993 Perseroan memulai usaha briket dengan membentuk Proyek Pengembangan Briket Batubara (P2B2). Production plunged not only because Tanjung Enim briquette factory was being relocated and production was delayed by six months.022 16.867 ton. sulphur and water content compared to non-carbonized briquette.867 tons.690 2009 (B) 3. PRODUKSI BRIKET (Dalam Ton) Pabrik Tanjung Enim Pabrik Lampung Pabrik Gresik Jumlah Produksi 2010 (A) 411 12. Production and Sales In 2010. down 19% from 2009 production level of 22.159 22.090 7. Volume penjualan briket juga mengalami penurunan. Gresik and Natar (Lampung). Perseroan merupakan satu-satunya perusahaan di Indonesia yang mampu memproduksi briket karbonisasi. turun 19% dari tingkat produksi tahun 2009. meningkatkan intensitas pelaksanaan efisiensi produksi dan menyiapkan peningkatan kapasitas angkut batubara melalui kereta. but also due to licensing problem in Gresik factory. the Company developed several production units in Tanjung Enim.712 tons or down 25% from 22. sulphur dan kadar air yang lebih rendah dibandingkan briket nonkarbonisasi sehingga proses pembakaran berlangsung lebih cepat dan mudah. Briquette sales volume also dropped to 16.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 129 penunjang. menjadi 16. Penurunan volume produksi briket ini dikarenakan relokasi pabrik briket Tanjung Enim dan belum dapat melakukan proses produksi sesuai rencana (rencana mulai produksi bulan Juli namun baru produksi bulan Desember) juga adanya kendala pengurusan izin untuk pabrik Gresik sehingga mengalami stop produksi selama 4 (empat) bulan. After investment was made. Jenis briket ini memiliki kelebihan berupa volatile matter.664 18. BRIQUETTE SEGMENT The Company’s briquette business started in 1993 after Coal Briquette Development Project was set up.615 5. Perseroan hanya berhasil memproduksi briket sebesar 18.142 tons in 2009. Carbonized briquette and Non-carbonized briquette. The Company produced two types of briquette. Lihat juga bahasan “Strategi Bisnis 2011” intensifying production efficiency and increasing railway capacity.690 ton.602 5. Jenis briket yang diproduksi oleh Perseroan terdiri dari Briket Karbonisasi dan Briket Non-Karbonisasi. Sedangkan briket non-karbonisasi diproduksi di Pabrik Briket Natar (Lampung) dan Gresik.142 % (A : B) 2 97 85 75 BRIQUETTE SALES (In Tons) Tanjung Enim Plant Lampung Plant Gresik Plant Total Production . the Company only managed to produce 18. generating stable and ecofriendly heat (odorless and smoke free). while non-carbonized briquette is produced in Natar (Lampung) and Gresik. yaitu sebesar 22. Produksi briket karbonisasi dilakukan di Pabrik Tanjung Enim.712 2009 (B) 4. Produksi dan Penjualan Tahun 2010. Carbonized briquette is produced in Tanjung Enim factory.004 5. causing a four-month production stoppage. This type of briquette has superior qualities like lower volatile matter.690 tons of briquette. panas yang dihasilkan stabil serta ramah lingkungan (tidak berbau dan tidak berasap). dilanjutkan dengan kegiatan investasi dan mengembangkan beberapa unit produksi di Tanjung Enim. Gresik dan Natar (Lampung). enabling faster and easier burning process.862 % (A : B) 11 104 79 81 BRIQUETTE PRODUCTION (In Tons) Tanjung Enim Plant Lampung Plant Gresik Plant Total Production PENJUALAN BRIKET (Dalam Ton) Pabrik Tanjung Enim Pabrik Lampung Pabrik Gresik Jumlah Produksi 2010 (A) 88 11.229 12.618 12.712 ton atau turun 25% dari penjualan tahun 2009 sebesar 22. Currently the Company is the only company in Indonesia capable of producing carbonized briquette.

The largest portions of current assets were cash and cash equivalents 76.181 – Rp1.6 -2 Cash and cash equivalents Trade receivables (net) Inventories (net) Other current assets Total current assests .0% of total assets.130 and Rp2. Description of major balance sheet accounts that caused the changes is presented below: Aset • Aset Lancar Jumlah aset lancar mencapai Rp6. mengingat posisi tahun sebelumnya adalah sebesar Rp6.28 trillion. while selling prices ranged from Rp1.0%. With higher profit.0% dan persediaan sebesar 6.72 trillion.70 trillion the previous year.068 per kilogram.459 409.054. The use of gas in replacement of kerosene grew at a faster pace because gas sold to the public was also subsidized.1 triliun di tahun sebelumnya. Profitability In 2010.70 triliun di tahun sebelumnya. Sebagai akibat kenaikan laba. ASET LANCAR (Dalam Rp Juta) 2010 2009 (%) CURRENT ASSETS (In Million Rupiah) Kas dan setara kas Piutang usaha (bersih) Persediaan (bersih) Aset lancar lainnya (bersih) Aset Lancar 5. diharapkan konsumen tradisional briket Perseroan. the Company recorded a low profitability in briquette business segment.37 triliun dari posisi Rp5.5% lower than Rp 2.130 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Profitabilitas Tahun 2010.104 1.505.953 4.927 6. or grew by 7. Production costs ranged between Rp1. Peningkatan penggunaan energi gas. Namun demikian.65 triliun atau 76. 0. menjadi Rp2.075 997.7% menjadi Rp6.78 trillion or 84.645.022 6.5%.181 to Rp 1. continued to grow and increase demand for briquette.7% to become Rp6. sementara harga jualnya berkisar Rp1. A larger scale of tobacco processing in East Java and Lombok is expected to open new markets for the Company’s briquette product. Bigger use of alternative energy to replace kerosene in small to medium-scale industry did not seem to significantly push the use of briquette.391 7. total aset Perseroan per 31 Desember 2010 mencapai Rp8.28 triliun. Perseroan mencatat penurunan profitabilitas segmen usaha briket yakni -24. or 0.29 triliun di tahun 2009. Total Kewajiban Perseroan sedikit turun. diikuti piutang usaha 15.3 -33. due to higher production costs compared to selling prices.818 per kilogram. trade payables 15. yakni peternakan DOC semakin berkembang dan meningkatkan permintaan briket.6% from the previous year position of Rp 8. DOC farms. Komposisi terbesar aset lancar adalah kas dan setara kas sebesar 76. traditional consumers of the Company’s briquette. Assets • Current Assets Total current assets was recorded at Rp6.0 % dari total nilai aset.4 7.818 per kilogram. Penjelasan atas pos-pos neraca utama yang menyebabkan perubahan tersebut adalah: FINANCIAL REVIEW BALANCE SHEET As presented in the financial highlight. akibat harga produksi yang lebih tinggi dari harga jualnya. Harga pokok produksi briket berkisar antara Rp1.783.65 trillion or 76. shareholders’ equity rose 11.2% of total assets. This condition reflected that the Company’s liquidity was still on the safe level considering that previous year position was Rp6.2% dari jumlah keseluruhan aset. Total liabilities slighly dropped to Rp 2.178 423. -24.72 triliun.068 per kilogram.78 triliun atau 84.1 trillion. Peningkatan penggunaan energi alternatif sebagai pengganti minyak tanah pada sejumlah industri kecil dan menengah tampaknya masih belum mendorong peningkatan penggunaan briket secara maksimal.4% dari jumlah keseluruhan aset lancar. seiring dengan peningkatan konsumsi ayam dalam negeri. mengingat sebagian gas yang beredar di pasaran juga mendapatkan subsidi.4% of total current assets.709.0%. But still. TINJAUAN KINERJA KEUANGAN NERACA Seperti tampak pada neraca ikhtisar keuangan. total assets of the Company as of 31 December 2010 totalled Rp8. Kondisi ini menggambarkan likuiditas Perseroan yang masih baik. sebagai pengganti minyak tanah justru lebih cepat berkembang.901 158. as chicken consumption increased in the domestic market.678 171. ekuitas Perseroan naik 11.37 trillion from Rp5.29 trillion in 2009.8 3.130 – Rp2. i. naik 7.e.0% and inventories 6.6% dari posisi Rp8.5%. Selain itu peningkatan kegiatan pengolahan tembakau di Jawa Timur dan Lombok diharapkan membuka pasar baru bagi pemasaran produk briket Perseroan.5% lebih rendah dari posisi Rp2.

up 31.2% dari jumlah keseluruhan kas dan setara kas.3% dari tahun sebelumnya.95 billion. Rp93. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. and PT BPD Sumatera Selatan and Bangka Belitung. Lihat juga penjelasan / Tabel Perubahan Arus Kas Posisi kas pada tahun 2010 terdiri dari kas di tangan sebesar Rp189 juta. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.3% from 2009.Kas dan Setara Kas Posisi kas dan setara kas pada tahun 2010 naik sebesar Rp4.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 131 Conveyor Belt di Pelabuhan Tarahan Conveyor Belt at Tarahan Port . while cash generated from financing activities was Rp1.71 triliun.96 triliun atau sebesar 98. This increase came mainly from 2010 operating results.3% from the previous year position that was recorded at Rp4.7 miliar menjadi Rp5.7 billion to Rp5.16 miliar. Kas dan setara kas Perseroan dalam bentuk deposito. ditempatkan di rekening giro sebesar Rp93. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. surging 9. Sedangkan kas yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp799. .49 trillion. The Company’s cash and cash equivalents were placed majority in PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.95 miliar. .05 triliun atau meningkat sebesar 7.344.05 trillion or posting an increase of 7.Cash and cash equivalents Cash and cash equivalents in 2010 rose Rp4. down 9.71 trillion.8 times from the year before. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT BPD Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. melonjak 9. Peningkatan penggunaan kas untuk aktivitas pendanaan disebabkan kenaikan pembagian laba atau deviden tahun buku 2009 dan peningkatan alokasi dana bagi kegiatan program kemitraan dan bina lingkungan. while increasing amount of cash used for investment was caused by the realization of several business development projects (see Business Development page 56). PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. naik 31. Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi selama tahun 2010 mencapai Rp2.0 billion and the rest in time deposits Rp4.0 miliar dan sisanya dalam bentuk deposito berjangka sebesar Rp4. Kenaikan kas dan setara kas tersebut terutama berasal dari hasil operasi tahun 2010.96 trillion. Penurunan kas dari aktivitas operasi terutama disebabkan turunnya penerimaan dari pelanggan.344.3% dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp4. turun 9. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. ditempatkan sebagian besar di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. See also elaboration / Changes in Cashflow Cash position in 2010 consisted of cash on hand Rp189 million. Cash for investing activities reached Rp799.8% dari posisi tahun sebelumnya.8% from the previous year.8 kali lipat dari tahun sebelumnya sedangkan jumlah kas yang berasal dari aktivitas pendanaan adalah sebesar Rp1. sedangkan kenaikan penggunaan dana untuk investasi disebabkan oleh realisasi beberapa kegiatan pengembangan yang telah direncanakan (lihat “Pengembangan Usaha” hal 56). Cash decrease from operating activities was mainly due to smaller amount of revenues received from customers lower selling price. placed in current accounts. Net cash from operating activities in 2010 totalled Rp2.16 billion.49 triliun. Cash used for financing activities increased due to bigger dividend payout for 2009 accounting year and larger allocation of funds for partnership and community development program.

83 miliar sedangkan sisanya sebesar Rp124.73 miliar pada 2009.74 triliun atau sekitar 95.12% – 2.26 miliar dari Rp1.26 billion from Rp1.85 billion.8 billion equivalent or approximately 4. Rupiah denominated deposits were in the amount of Rp4. Piutang usaha ke pihak ketiga turun 13.Inventories Net inventories at year end of 2010 were Rp423.92 miliar dan piutang usaha ke pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp614.90 miliar. Persediaan suku cadang tersebut telah dikurangkan dengan penyisihan persediaan usang sebesar Rp43. interest income totalled Rp244. Kenaikan posisi persediaan batubara dan perlengkapan adalahakibatdarimeningkatnyakegiatanpenambangan swakelola dan naiknya produksi batubara Perseroan.73 billion in 2009.8% from 2009 figure of Rp1. Trade receivables from third parties decreased 13.25%.22 miliar. Kenaikan persediaan berhasil ditekan hingga berada di bawah tingkat kenaikan produksi yang mencapai 7. dropped 33.73 billion in 2009 to Rp382. See Table of Receivables Collectibility and discussion on Changes in Cashflows .Piutang Usaha Piutang usaha Perseroan pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp0. Sedangkan jumlah deposito dalam Rupiah adalah sebesar Rp4. yang terdiri dari piutang ke pihak ketiga sebesar Rp382. Sparepart inventories were offset by provision for obsolete inventories amounting to Rp43. Untuk .Trade Receivables In 2010 the Company had trade receivables of Rp0.063. consisting of receivables from third parties Rp382.4%. Lihat juga Tabel Tingkat Kolektibilitas Piutang dan bahasan Perubahan Arus Kas .74 trillion or approximately 95.68 miliar atau naik 3.3%% to Rp614.00%.30% and 8.4% compared to the previous year position of Rp409.4% as the Company had implemented the integrated coal .73 miliar pada tahun 2009 menjadi Rp382. terdiri dari persediaan batubara sebesar Rp298.88 miliar atau sekitar 4.22 billion.49trillion.3% menjadi sebesar Rp614.8. comprising coal inventories Rp298. karena Perseroan telah mulai mengimplementasikan sistem pengelolaan batubara terintegrasi.9 miliar pada tahun 2010 dan piutang usaha pada pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa turun 42.8% dari posisi di tahun 2009 sebesar Rp1.92 billion and receivables from related parties Rp614.132 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Piutang usaha Perseroan Trade Receivables 33.68 billion or rose 3. dengan tingkat bunga antara 0.12% – 2.9 billion in 2010 and trade receivables from related parties declined 42.063. Dengan pola penempatan tersebut.5% of total deposits bearing interest rates between 5.4% dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp409. With this composition of placement.49 triliun.5% dari jumlah keseluruhan deposito.Persediaan Posisi nilai persediaan bersih pada akhir tahun 2010 adalah Rp423.99 trillion.00%.26 miliar.26 billion. pendapatan bunga secara keseluruhan berjumlah Rp244.8% Total US Dollar deposits amounted to Rp221.90 billion. turun 33. The increase in coal and material inventories was attributable to higher inhouse mining activities and coal production.3% dari Rp441.83 billion.30% . Jumlah deposito dalam Dolar AS sebesar ekivalen Rp221.31 miliar. Inventories increase was controlled to below production increase of 7.3% from Rp441.31 billion.99 triliun. .25%.5% of total deposits. bearing interest rates of 0. spareparts and other material inventories Rp124.85 miliar berupa suku cadang dan perlengkapan lainnya.5% dari jumlah keseluruhan deposito dengan tingkat bunga antara 5.

• Relocation of briquette factory. diikuti beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan sebesar 15.9% dan properti pertambangan 9.295.072 57.21 miliar. Non-current Assets At yearend 2010 non-current assets of the Company totalled Rp2.3%.8 106.3 trillion. . among others: • Construction of 3 x10 MW TPP in Tanjung Enim.8%.8 26.75 billion. • Renovation of production infrastructure and port. • Relokasi pabrik briket • Perbaikan prasarana produksi dan pelabuhan. • processing system. Perseroan mengasuransikan persediaan batubara dalam perjalanan serta persediaan perlengkapan dan suku cadang yang ditempatkan di gudang. To minimize loss.30 triliun.4 miliar. deferred tax assets 15. yakni meliputi diantararanya: • Pembangunan PLTU 3 x 10 MW di Tanjung Enim. • Fixed Assets Net fixed assets of the Company at end of 2010 stood at Rp921. Major non-current assets are net fixed assets 44.0 miliar atau naik cukup substansial 106.08 trillion or increased 60.542 921.0 billion or grew substantially by 106.187 Investment in associates Mining properties.2% from the previous year position of Rp446.063 446. while accumulated depreciation increased only by Rp49.3 (in Rp milion) NON-CURRENT ASSETS Investasi pada perusahaan asosiasi Properti pertambangan (bersih) Aset tetap (bersih) Beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan (bersih) Aset pajak tangguhan (bersih) Aset tidak lancar lainnya Aset Tidak Lancar 266.005 327. The increase was caused by fixed assets increase in 2010 of Rp524.7 -5.3% compared to the previous year amount of Rp1. ASET TIDAK LANCAR (dalam Rp juta) 2010 2009 % 117. • Overhaul and relocation of BWE system to MTBU area. investment in associated companies 12.3% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1.560 316.076.0%.620 199.4 billion.2% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp446.754 246. Kenaikan terjadi karena adanya penambahan aset tetap tahun 2010 yang sebesar Rp524. The growth of fixed assets was made possible by the realization of several business development projects and improvements projects.75 miliar. Composition of non-current assets is shown in the following table.979 187. Komposisi terbesar aset tidak lancar adalah aset tetap bersih sebesar 44. investasi pada perusahaan asosiasi sebesar 12.3 60.21 billion.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 133 meminimalkan terjadinya risiko kerugian.053 30. deferred exploration and development expenditure 15. net Other non-current assets Non-current assets • Aset Tetap Aset tetap bersih yang dimiliki Perseroan pada akhir tahun 2009 tercatat sebesar Rp921.8%. net Fixed assets (net) Deferred exploration and development expenditures. • Aset Tidak Lancar Jumlah aset tidak lancar Perseroan pada akhir tahun 2010 mencapai Rp2.590 250. Kenaikan aset tetap adalah akibat realisasi pada beberapa proyek pengembangan dan pembaharuan Perseroan sepanjang tahun 2010 lalu. • Construction of MTBU production facilities.588 2. net Deferred tax assets.7%. The Company insured certain fixed assets in various locations.08 triliun atau naik 60.746 122.4 91. sedangkan akumulasi penyusutan bertambah hanya sejumlah Rp49.0%. Perseroan telah mengasuransikan aset tetap tertentu di berbagai lokasi perusahaan.107 1. and mining property 9. the Company insured coal inventories in transit and spareparts and materials stored in the warehouses. aset pajak tangguhan sebesar 15. Komposisi aset tidak lancar seperti tercantum pada tabel berikut.2 32.3%.9%. • Pembangunan sarana produksi di MTBU.7%. • Overhaul dan pemindahan BWE system ke areal MTBU.

59 billion. Increase in deferred exploration and development expenditure in 2010 was mainly due to preparing MTBU and Banko Tengah mining sites. Penurunan terjadi karena IPC telah memproduksi batubara secara komersial. Total non-current liabilities amounted to Rp1. declined from Rp199.Deferred Exploration and Development Expenditure Total deferred exploration and development expenditure less amortisation at end of 2010 was recorded at Rp327. Total current liabilities stood at Rp1.4 miliar dan Rp40.28 triliun atau dari Rp 2.5% to Rp2.4 billion and Rp40.9 billion from previous shareholders PT Mega Raya Kusuma (PTMRK) and PT Rajawali Corpora (PTRC).7% dari jumlah keseluruhan kewajiban.15 triliun atau 50.13 triliun atau 49.9 miliar dari pemegang saham lama PT Mega Raya Kusuma (PTMRK) dan PT Rajawali Corpora (PTRC).7% of total liabilities.54 miliar.28 trillion from Rp 2.29 triliun pada tahun sebelumnya. Beban tersebut merupakan biaya eksplorasi dan pengembangan tambangtambang baru.8% from the previous year amount of Rp246.85 juta dollar. either in exploration and development stage or in operating stage.59 miliar. Deferred expenditure in production stage is amortised by production unit method. Liabilities Total liabilities of the Company in 2010 dropped 0. Increase in exploration expenditure was related to the realization of several business development projects.8% dari jumlah tahun sebelumnya yang sebesar Rp246.Beban Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan Jumlah beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan setelah dikurangi amortisasi pada akhir tahun 2010 tercatat sebesar Rp327.134 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN .5% menjadi Rp2. or equivalent to Rp163. This amount was achieved after the Company acquired 51% of IPC shares worth US$17. Peningkatan akun beban eksplorasi terjadi sehubungan dengan realisasi kegiatan pengembangan Perseroan. masing-masing senilai Rp35. .56 miliar atau naik sebesar 32. The decrease occurrs because IPC has commenced commercial production.15 trillion or 50. costing Rp35.06 billion in the previous year. Kewajiban Jumlah total kewajiban Perseroan pada tahun 2010 turun sebesar 0. Aset Tetap Fixed assets 106. Beberapa kegiatan eksplorasi yang memerlukan biaya cukup besar adalah persiapan produksi di MTBU untuk operasional tambang swakelola menggunakan BWE system. atau setara dengan Rp163. Some big exploration expenditure was related to the preparation of MTBU production for inhouse mining operations with BWS system.29 trillion the year before. Kenaikan jumlah beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan pada tahun 2010 terutama disebabkan adanya penyiapan lokasi penambangan di MTB dan Banko Tengah.3% dari jumlah keseluruhan kewajiban.06 miliar di tahun sebelumnya.2% akibat realisasi proyek pengembangan. turun dari posisi sebesar Rp199.5 miliar. Jumlah kewajiban lancar sebesar Rp1. Sedangkan jumlah kewajiban tidak lancar sebesar Rp1. Breakdown of liabilities at end 2010 is as follows: .3% of total liabilities.56 billion or went up 32.13 trillion. accounting for 49. baik yang masih dalam tahap eksplorasi dan pengembangan maupun yang telah memasuki masa produksi.85 million.54 billion.Properti Pertambangan Properti pertambangan pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp187. . due to realized development projects. Untuk beban ditangguhkan yang telah memasuki tahapan produksi dilakukan amortisasi dengan metode unit produksi. .5 billion respectively. Nilai tersebut diperoleh setelah Perseroan mengakuisisi 51% saham IPC dengan jumlah pembayaran sebesar 17. This expenditure was the cost of exploration and development of new mines.Mining Property Mining property in 2010 recorded an amount of Rp187. Rincian posisi kewajiban Perseroan per 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut.

2%.366. taxes payable 17. railway services.9 . provision for employee benefits 6. Decrease of accrued expenses was mainly caused employee expenses. heavy equipment rent and shipping and freight.4%.Accrued Expenses In 2010 accrued expenses were recorded at Rp748.292. demourage fine.9 .38 triliun di tahun 2009.3 -0.Provision for employee benefits Provision for Ombilin Open Mine Closure after deduction of Current Maturities of Long-Term Liabilities 174.369 431. jasa angkutan kapal laut.699 151. Penurunan biaya yang masih harus dibayar terutama disebabkan oleh turunnya biaya pegawai.Penyisihan reklamasi lingkungan dan penutupan tambang .281. menyebabkan kenaikan pada sub-akun biaya jasa angkutan kereta api dan kenaikan pada biaya jasa pihak ketiga (kontraktor penambangan).Provision for employee benefits Other current liabilities Current Liabilities .38 trillion in 2009.072 759.Provision for environmental reclamation and mine closure .Provision for environmental reclamation and mine closure .701. .2%.9 -5.Others Long-term liabilities Total Liabilities Minority Interest Equity Total Liabilities and Equity • Kewajiban Lancar Kewajiban lancar Perseroan pada tahun 2010 turun sebesar 16.2%.343 308 1.1% dan penyisihan untuk pengelolaan lingkungan hidup sebesar 1.37 billion the previous year. jasa dermaga. However. Namun demikian seiring dengan naiknya BBM. • Current Liabilities In 2010 current liabilities decreased 16.9 %.858 7.5 -7.2% from Rp789.266 774 911.24 billion.15 trillion from Rp1.147.9% standing at Rp1.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 135 KEWAJIBAN DAN EKUITAS (dlm Rp juta) Hutang usaha Biaya yang masih harus dibayar Hutang pajak Pinjaman bank jangka pendek Bagian kewajiban jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun .500 % 25. denda keterlambatan kapal serta bonus pegawai dan tantiem tahun buku 2010.832 2.2%.5 -11.7 7. and employee expenses and tantiem for 2010 accounting year. jasa pihak ketiga. third party services. Kewajiban tersebut terdiri dari kewajiban yang timbul atas iuran produksi. This account consisted of accrued expenses 65.578 15.2% dari Rp789. sewa alat berat dan jasa angkutan laut.521 69.156 748.728 23. jasa angkutan kereta api. . trade payables 6. hutang usaha sebesar 6.Penyisihan beban pengelolaan lingkungan hidup .722.736 8. shipping and freight. Komposisi terbesar kewajiban lancar adalah biaya yang masih harus dibayar sebesar 65.478 1.Biaya Yang Masih Harus Dibayar Biaya masih harus dibayar pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp748.230 13. iuran produksi.209 57.2 -54.836 13.372 8. higher fuel prices raised railway services and third party (mining contractor) services costs. This account comprised production fee.3 -60.466 5. yakni menjadi sebesar Rp1.Lainnya Kewajiban tidak lancar Jumlah Kewajiban Hak Minoritas Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 2010 73.1% and provision for environmental management 1.025 8.2 24.380.078.235 197.097 789. . sewa alat berat.7 -16.294 2009 58. production fee.4%.2%.2%.133. diikuti hutang pajak sebesar 17.740 84.792 26.1 -1.Longterm liabilities net of current portion 959.451 74. turun sebesar 5.512 6. or decreased 5.24 miliar.828 1. Penyisihan imbalan kerja 6. heavy equipment rent.8 11.7 22.Penyisihan imbalan kerja Kewajiban Lancar Lainnya Kewajiban Lancar Kewajiban jangka panjang setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun .37 miliar pada tahun sebelumnya.5 LIABILITIES AND EQUITY (in million Rp) Trade payable Accrued expenses Taxes payable Short-term bank loan Current maturities of longterm liabilities 37.908 61.2 .Penyisihan manfaat pensiun dan kesejahteraan karyawan Penyisihan Beban Penutupan Tambang Terbuka Ombilin Setelah Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun .15 triliun dari posisi Rp1. coal handling at port.723 2.

72 miliar. menjadi Rp1.Penyisihan Reklamasi Lingkungan dan Penutupan Tambang Jumlah penyisihan untuk reklamasi lingkungan dan penutupan tambang pada tahun ini naik menjadi Rp174.6% and provision for environmental reclamation and mine closure 15.136 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN .34 billion or up 15. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan produksi sebesar 7.23 miliar.10 billion in the previous year due to higher production activity.3% dari Rp151. higher other costs of restoration.6% dan penyisihan reklamasi lingkungan dan penutupan tambang sebesar 15. kenaikan tarif biaya restorasi. .84 billion in 2010 due to lower profit in the current year.1% from 2009 amount of Rp431. • . . 24 (revised 2004) on Employee Benefits.2% to Rp959.7% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp5. Penurunan hutang pajak (PPh-29) terjadi karena penurunan pencapaian laba tahun berjalan.7% to Rp6.3% of total non-current liabilities.082 to Rp4. .Provision for Environmental Reclamation and Mine Closure Total provision for environmental reclamation and mine closure in 2010 rose to Rp174.10 miliar di tahun sebelumnya. .16 billion from Rp58. Kenaikan terjadi karena adanya peningkatan aktifitas produksi.133.Penyisihan Imbalan Kerja Perseroan menerapkan PSAK Nomor 24 (revisi 2004) tentang Imbalan Kerja dalam memperhitungkan manfaat karyawan. Non-current Liabilities This year non-current liabilities increased 24.Hutang Usaha Hutang Usaha merupakan kewajiban yang timbul karena adanya pembelian barang dan jasa kepada pihak ketiga dalam rangka menjalankan operasional perusahaan. • Kewajiban Tidak Lancar Kewajiban tidak lancar pada tahun ini meningkat sebesar 24.34 miliar atau naik 15.72 billion.Hutang Pajak Jumlah hutang pajak 2010 turun sebesar 54. Jumlah penyisihan untuk manfaat pensiun dan kesejahteraan karyawan pada tahun ini naik 26.79 billion.9% menjadi Rp73. menjadi tinggal sebesar Rp197.16 miliar dibandingkan Rp58.2% menjadi Rp959.79 miliar.133. rehabilitasi dan penutupan tambang lainnya yang semula Rp4. Manfaat pensiun yang berakhir sejak 31 Desember 2008 dihitung berdasarkan penilaian aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.Taxes Payable Taxes payable declined 54. .4% dari tahun sebelumnya.100 per ton batubara.Provision for Employee Benefits The Company calculates employee benefits according to accounting standard PSAK No. dengan komposisi penyisihan untuk imbalan kerja sebesar 84. Retirement benefit that was discontinued 31 December 2008 was based on independent actuarial assessment using projected unit credit method.23 billion to Rp197.37 triliun.0 trillion.Trade Payables Trade payables are payables incurred due to purchase of third party goods and services in the normal course of business operations.3% from Rp151.3% dari total kewajiban tidak lancar.27 billion in 2009.27 miliar pada tahun sebelumnya. Jumlah hutang usaha pada tahun 2010 naik 25.37 trillion from Rp5.0 triliun. Kenaikan ini disebabkan adanya laba bersih tahun berjalan sebesar Rp2. .70 trillion the previous year. This growth was contributed by net profit of Rp2. Total provision for retirement benefits and employee benefits this year increased 26. .3% from 2009 to reach Rp1.07 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp759.100 per ton of coal.70 triliun menjadi sebesar Rp6.082 menjadi Rp4.1% dibandingkan tahun 2009 yang sebesar Rp431.9% to Rp73. This increase was mainly due to production increase of 7.07 billion compared to the preceding year amount of Rp759.4% from the previous year.84 miliar. rehabilitation and mine closure from Rp4. with provision for employee benefits accounting for 84. Ekuitas Pada tahun 2010 terjadi peningkatan total ekuitas sebesar 11. Total trade payables in 2010 rose 25. Equity In 2010 total equity increased 11.3% dibandingkan tahun sebelumnya.

727.7 66 -30.762.008.905 2.9 -35.346.166 (1.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 137 PERHITUNGAN LABA .734 2.947.599.046.7 609.3%.8 -24. ditunjukan pada tabel berikut.002 (1.184 % -11.7% from 12.95 triliun pada tahun sebelumnya.8% from Rp4. posting a growth of 3.95 million tons in 2010.3%.909.3%. wages and welfare 12.843. royalty 11.91 triliun. Income decreased although sales volume grew 3. Pada periode tersebut.6 d a/c 83. heavy equipment rent 7.032.675) (1. Komposisi terbesar beban pokok penjualan adalah jasa angkutan kereta api. Pendapatan turun kendati volume penjualan Perseroan meningkat 3.921. .1 6.95 juta ton pada tahun 2010.9 -41. employee salaries.888.154 (4.91 trillion or dropped 11. net Share in net loss of associate Profit before income tax Income tax expense Minority interest in net loss/(income) of subsidiary Net income Number of shares (million) Earnings per share Penjualan Pendapatan usaha Perseroan yang terdiri dari penjualan batubara dan briket batubara pada tahun 2010 mencapai Rp7.219 8.124 c 745.158 301.5 Domestic Export Total / Average Beban Pokok Penjualan Beban pokok penjualan pada periode ini tercatat sebesar Rp4.3 601.841.295.304 1. hanya naik sebesar 3. as shown in the following table. Cost of Sales During 2010.475 7.060 b 613.0% dari total keseluruhan beban pokok penjualan.854 (4.7 88.585 2. jasa penambangan sebesar 18.593) 2.7 b/d 82.3 85.104.891 2. except earnings per share) Sales Cost of sales Gross profit Operating expenses Operating income Other income. cost of sales was recorded at Rp4.48 million tons in 2009 to 12. turun 11.039 (3.8% dari Rp4.7 ribu per ton pada tahun ini.48 juta ton pada tahun 2009 menjadi 12.5% from average Rp714. average selling price of coal dropped 14.6 3.0%.7 714.6% from Rp8.304.988) 3.650 (600.RUGI PERHITUNGAN LABA RUGI (dlm Rp juta kecuali laba bersih per saham) Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Beban Usaha Laba Usaha Penghasilan Lain-lain (bersih) Bagian rugi bersih dari perusahaan asosiasi Laba Sebelum Pajak Penghasilan Beban Pajak Penghasilan (bersih) Hak Minoritas atas Rugi/(Laba) Bersih Anak Pers Konsolidasian Laba bersih Jumlah saham beredar (juta lembar) Laba bersih per saham 2010 7.650.548.4%.10 triliun pada tahun sebelumnya. The largest portions of this account are railway services 33.6% dari Rp8.909.7% dari 12. sewa alat berat 7.5% dari rata-rata Rp714.9 97.713) 9. upah dan kesejahteraan karyawan sebesar 12.6 ribu per ton pada 2009. menjadi Rp610.7 thousand per ton in the current year. sebesar 33. harga rata-rata batubara turun sebesar 14.8 -26. diikuti gaji.301) 4.6 3.011.8 -26.057 (5. Pendapatan dan Harga Jual Rata-rata Batubara Income and Average Selling Price of Coal 2010 PENDAPATAN (Ribu Rp) Operating Income In 2010 the Company earned operating income from sales of coal and briquette totalling Rp7.6% dan pembelian batubara 6.4 (in Rp million.0%.565) 2.3%.315 217.4%. mining fee 18. 2009 PENDAPATAN INCOME (Ribu Rp) (Thousand Rp) % URAIAN INCOME (Thousand Rp) HARGA JUAL RATA-RATA (Ribu Rp/Ton) HARGA JUAL RATA-RATA (Ribu Rp/Ton) AVERAGE SELLING PRICE AVERAGE SELLING PRICE DESCRIPTION (Thousand Rp/ tons (Thousand Rp/ tons a Domestik Ekspor Jumlah / Rata-rata 5.3 91.008) 2.26 trillion.954 2.258.238) 3. During the period.0% of total cost of sales.6% and coal purchase 6.26 triliun.352) 3.304 872 STATEMENT OF INCOME STATEMENT OF INCOME 2009 8.553 (1. royalti 11.1 38.1 658.95 trillion in 2009.6 thousand per ton in 2009 to Rp610.10 trillion in 2009.

5% dibandingkan tahun 2009 yang tercatat sebesar Rp1.5% increase from 2009 amount of Rp410. representing an increase of 15.Mining services fee decreased 6.9 6.6 12.0% menjadi sebesar Rp781. coupled with the strengthening rupiah exchange rate against US dollar.0%) and increase in transport tariff.24 miliar.3 3. kecuali melalui proses negosiasi yang cukup ketat dengan pihak PT KAI.5 2009 3.7 5.232. .Royalty and retribution rose to Rp470.47 billion.232. .422.5% compared to 2009 figure of Rp1. and to Rp325 per ton km during 15 March .2 12. caused by increase in transport volume (3. excluding VAT.24 billion.47 miliar.1 2.3 Alat & Suku Cadang Lainnya • Kenaikan beban pokok penjualan terutama terjadi pada: .0 30. meningkat 14. Sebagian tarif jasa penambangan ditetapkan dalam mata uang US dollar.Beban angkutan kereta api naik menjadi Rp1.5% dibandingkan tahun 2009 sebesar Rp410. This was due to a change in royalty calculation to complied with SOE Ministry Circular No. Tarif angkutan kereta api dari Tanjung Enim ke Tarahan naik dari Rp287 menjadi Rp305 per ton km tidak termasuk PPN untuk periode 1 Januari -14 Maret 2010.31 December 2010.2 33.Jasa penambangan turun 6. 32.03 miliar karena adanya penurunan jumlah volume galian yang dipindahkan oleh kontraktor penambangan.31 December 2010.9 5.83 miliar.0 % dan kenaikan tarif angkutan. Hal ini diakibatkan oleh adanya perubahan perhitungan dasar pengenaan tarif royalti sesuai Surat Edaran No.0% to Rp781.14 March 2010. meningkat 15. Selanjutnya terhitung dari 15 Maret 2010 -31 Desember 2010 menjadi Rp325 per ton km tidak termasuk PPN.Beban royalti dan retribusi naik menjadi Rp470. While from Tanjung Enim to Kertapati increased from Rp394 to Rp420 per ton km for period of 1 January – 14 March 2010 and to Rp446 per ton km during 15 March .E/35/DJB/2009 dari ESDM. yakni terjadinya peningkatan volume angkutan sebesar 3. Perseroan tidak bisa melakukan kontrol penuh atas biaya ini. • Increase of cost of sales mainly occured in the following: . .85 billion. 32. karena dua hal.6 6.4 Angkutan KA Jasa Tambang Gaji Upah & Lainnya Royalti 2010 10. .E/35/ DJB/2009.8 (Dalam %) (In %) 20. Sedangkan dari Tanjung Enim ke Kertapati naik dari Rp394 menjadi Rp420 per ton km tidak termasuk PPN untuk periode 1 Januari -14 Maret 2010.03 billion due to decreased overburden removal by mining contractor.85 miliar.5 18. excluding VAT. Batubara BBM dan Pelumas 10.2 Sewa Alat Pemb. Selain itu ada pengaruh penguatan nilia tukar rupiah terhadap US dollar.Cost of railway services rose to Rp1. The Company was not in a position to control these tariffs except by holding intensive negotiations with PT KAI. .1 5. Tariff of railway transport from Tanjung Enim to Tarahan increased from Rp287 to Rp305 per ton km excluding VAT during 1 January . Part of mining services fee was denominated in US dollar.5 6.83 billion. Selanjutnya terhitung dari 15 Maret 2010 . or a 14.138 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Beban Pokok Penjualan Komposisi beban pokok penjualan Cost of sales composition 4.422.31 Desember 2010 menjadi Rp446 per ton km tidak termasuk PPN.

• Pengaruh program efisiensi terhadap beban pokok penjualan Pada tahun 2010.03 billion resulting from purchasing PT IPC. Akibatnya total biaya produksi.8% dibandingkan dengan tahun 2009 yang tercatat sebesar Rp262. Perseroan juga harus menghadapi kecenderungan penggunaan batubara kalori rendah yang harga jualnya lebih rendah.80 trillion to Rp1. transportation. the Company was challenged by rising prices of auxiliary components of its operating activities. 156.Coal purchase went up 8.64 juta ton. naik 11. Perseroan telah melakukan pembangunan sejumlah proyek pengembangan dan melakukan proses pembebasan lahan untuk berbagai proyek tersebut. Perseroan melaksanakan program efisiensi yang secara umum ditujukan untuk menekan biaya operasional yang berada dalam kendalinya. because more equipment were rented as a consequence of production volume increase.79 trillion. Perseroan menghadapi kecenderungan peningkatan harga berbagai komponen penunjang kegiatan operasional perusahaan.34%.Beban sewa alat berat. Higher demand for coal also intensified competition among mining companies which caused domestic selling price to drop.1 miliar.5% dari 5.Beban bahan bakar dan pelumas meningkat 27. which were all beyond its control.80 triliun di tahun 2009 menjadi Rp 1.62 miliar menjadi sebesar Rp257. Membaiknya permintaan batubara juga meningkatkan persaingan dengan sesama perusahaan tambang yang berakibat harga jual di pasar domestik relatif tertekan.63% from Rp1. In 2010 efficiency program. The increase was due to heightened activity in inhouse mines and higher price of fuel and lubricant.4% of total Rp123. the Company increased its production to 5.64 million tons. biaya sewa alat berat dan biaya listrik yang berada di luar kendali-nya. adalah akibat peningkatan produksi. .34 miliar. .MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 139 . seperti harga BBM. To maintain profitability. turun 5. up 11.8% from 2009 that stood at Rp262. .34%. vehicles and equipment rose to Rp322.46 billion.1 billion.79 triliun di tahun 2010.63% dari sebesar Rp1.62 billion to Rp257. kendaraan dan peralatan naik menjadi Rp322.Rent of heavy equipment. .3% dari Rp19. the Company carried out efficiency program to cut operating expenses which are within its control (See ”Operational Efficiency Improvement”).3% from Rp19.0 miliar.Land and property tax jumped 156.46 miliar. Agar dapat menjaga tingkat profitabilitas operasional.Fuel and lubricant purchase rose 27. In addition to these increases.03 miliar akibat pembelian batubara oleh PT IPC.0 billion. meningkat 22. Penyebab kenaikan ini adalah meningkatnya aktifitas penambangan swakelola dan naiknya bahan bakar serta pelumas. Throughout the year fuel price rose with an average of 10. (Lihat kembali bagian ”Peningkatan Efisiensi Operasional”). akibat bertambahnya jumlah peralatan yang disewa akibat peningkatan kegiatan produksi.6% from Rp236. Dalam program efisiensi tersebut.6% dari Rp236.9 miliar menjadi sebesar Rp51.3 billion to Rp157.5% from 5. Perseroan meningkatkan kegiatan penambangan swakelola menjadi 5. such as fuel. as a consequence of production increase.05 million tons in 2009.4% dari total sebesar Rp123. Rata-rata kenaikan harga BBM sepanjang tahun 2010 adalah sebesar 10. . heavy equipment rent and electricity expenses.9 billion to Rp51. • . posting an increase of 22.05 juta ton di tahun sebelumnya.34 billion. namun biaya produksinya sama dengan biaya batubara kalori lebih tinggi. Resulting total production lower by 5. biaya angkutan.3 miliar menjadi sebesar Rp157.Beban pembelian batubara meningkat 8. . Impact of efficiency program to cost of sales In 2010. Disamping kenaikan harga komponen penunjang tersebut. The Company has constructed several development projects and finalized land clearance for those projects. the Company was also facing consumers’ inclination towards cheaper lowcalorie coal with the same production cost.Pajak bumi dan bangunan meningkat cukup tinggi. .

including: . walaupun rata-rata harga BBM dan pelumas meningkat 14%. . Kegiatan penambangan swakelola yang semakin efisien membuat Perseroan berencana meningkatkan perannya dalam memenuhi permintaan batubara dari para pelanggan. so that sparepart and material requirement may be maintained at optimal level. inside dump. The decrease was attributable to the efficiency program that was carried out consequently by all PTBA personnel. although fuel and lubricant price rose 14%.6% dari Rp174. sehingga kebutuhan suku cadang dan bahan dapat ditekan pada tingkat yang optimal.Sparepart and material cost dropped 34.3% dari Rp41.4 miliar.4 billion as a result of reduced electricity usage campaign at all levels of the organization.8% to Rp1. sebagai hasil penerapan sistem perawatan rutin terintegrasi.140 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Biaya suku cadang dan bahan Spare-part and material expense 34% Several accounts in the Company’s books showed the impact of efficiency program.8% menjadi Rp1.3% from Rp41.0 miliar menjadi Rp38.5% dan adanya penambahan jumlah peralatan produksi swakelola sebesar 60%. scheduled maintenance of main production equipment) also helped reducing fuel consumption. • Operating Expenses The Company’s operating expenses comprised general and administrative expenses.4%. Sparepart and material inventory was also managed at reasonable level although inhouse operations also increased. pelaksanaan inside dump. The more efficient inhouse mining encouraged the Company to intensify its participation in meeting customers’ demand. . dari Rp1. Penurunan sub-akun tersebut salah satunya adalah hasil pelaksanaan program efisiensi yang dijalankan dengan konsekuen oleh seluruh jajaran Perseroan. produksi batubara swakelola naik 11. hanya mengalami kenaikan sebesar 27.Biaya pemakaian BBM dan pelumas dapat dikendalikan. .35 trillion from Rp1. Operating expenses in 2010 increased 3. perawatan terencana peralatan produksi utama) turut mambantu menekan konsumsi BBM.6% from Rp174.3 billion the previous year. General and administrative expenses decreased 4.4 billion as a result of the integrated routine maintenance system. Persediaan suku cadang dan bahan juga dapat ditekan pada tingkat yang wajar.6% menjadi Rp663. Beban Penjualan dan Pemasaran serta Beban Eksplorasi. and only increased 27.8 billion to Rp114.Fuel and lubricant cost was managed at a low level. inhouse coal production increased 11.35 triliun.5% and inhouse production equipment surged 60% due to new addition. sekalipun kegiatan operasional swakelola meningkat. Beban Usaha pada tahun 2010 hanya meningkat 3.4 miliar.8 miliar menjadi sebesar Rp114. Beban Umum dan Administrasi pada tahun 2010 turun sebesar 4.5 billion from Rp695. Beberapa akun dalam pembukuan Perseroan yang menunjukkan pengaruh pelaksanaan program efisiensi yang dijalankan diantaranya mencakup: . and exploration expenses. selling and marketing expenses. Operating efficiency through improved work system (among others optimization of back filling.0 billion to Rp38.Electricity cost declined 6. back filling. sebagai hasil kampanye penghematan atas pemakaian listirk pada seluruh jajaran. Efisiensi operasional melalui perbaikan sistem kerja (diantaranya: optimalisasi pelaksanaan .Biaya suku cadang dan bahan turun 34.30 trillion in 2009.4%. .30 triliun pada tahun 2009. • Beban Usaha Beban Usaha Perseroan terdiri dari Beban Umum dan Administrasi.6% to Rp663.Biaya listrik turun 6.3 miliar di tahun 2009.5 miliar dari sebesar Rp695.

Lampung Coal loading activity at Tarahan Port. Lampung .MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 141 Kegiatan pengangkutan batubara di Pelabuhan Tarahan.

04 miliar pada tahun 2009.30 triliun. Sewa kendaraan dan peralatan memberi porsi kenaikan tertinggi.6% dari Rp21. ditengah peningkatan aktifitas perusahaan.76 miliar di tahun sebelumnya. in spite of increased activities. and gain on resale of the Company’s shares (from buy-back program in 2008) amounting to Rp48. .5 Komposisi beban usaha Operating expenses composition 578. and heavy equipment and vehicle rent.1 09 23. Beberapa biaya yang menunjukkan hal ini adalah misalnya pada biaya listrik.2% dari Rp3. diantaranya: peningkatan pendapatan bunga atas penempatan dana hingga sebesar Rp244.16 billion.346. This cost efficiency was reflected in electricity.16 miliar dan keuntungan dari program penjualan kembali saham Perseroan (dari program pembelian kembali saham Perseroan pada tahun 2008) sebesar Rp48.142 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 1. upah dan kesejahteraan karyawan serta kenaikan pada sewa kendaraan dan peralatan.5 1. BBM dan pelumas serta biaya perjalanan dinas yang secara merata hanya naik sekitar 3-6%.2 695.6% growth in exploration costs from Rp21. Selling and marketing expenses increased 14% to Rp659.95 miliar di tahun 2010. employee salaries. di bawah kenaikan produksi batubara Perseroan yang sebesar 7. • Penghasilan (Beban) Lain-lain Penghasilan lain-lain (net) pada tahun 2010 naik 38.4% Sedang beban penjualan dan pemasaran meningkat sebesar 14% menjadi Rp659. and business trips which rose 3%-6%.13 miliar menjadi sebesar Rp22. The Company also recorded a 8.0 Beban Penjualan & Pemasaran Sales and Marketing Expenses 10 Selain penurunan biaya. menjadi sebesar Rp32 miliar karena naiknya kegiatan produksi.31 miliar.295.3 663. penerimaan atas sewa fasilitas dermaga Teluk Bayur sebesar Rp22. Heavy equipment and vehicle rent contributed the most up to 152% reaching Rp32 billion due to increased production.7 miliar. The growth was due to a few reasons: The Company earned a bigger interest on fund placement up to Rp244. Penyebabnya adalah naiknya biaya jasa angkutan kapal. biaya gaji.30 trillion. sehingga kenaikan biaya-biaya tertentu berhasil ditahan pada tingkat yang wajar. Peningkatan tersebut disebabkan oleh beberapa hal. • Besides cost reduction. Perseroan berhasil mengendalikan jumlah pengeluaran.95 billion in 2010. wages and welfare.53 billion from Rp578. fuel & lubricant.2% from Rp3.31 billion. hingga sebesar 152%. Other Income (Expenses) Other income (net) in 2010 grew 38.76 billion a year earlier.55 trillion in 2009 to Rp2. Perseroan juga mencatat kenaikan pada biaya eksplorasi sebesar 8. Laba Secara umum kinerja Perseroan di sepanjang tahun 2010 terpengaruh oleh turunnya harga jual batubara Perseroan di pasar domestik yang cukup signifikan. This increase was caused by increase in shipping and freight.55 triliun pada 2009 menjadi Rp2.7 billion. the Company was able to control expenditures so that certain expenses were reasonably cut down.0 Beban Eksplorasi Exploration Expenses Beban Umum dan Administrasi General and Administrative Expenses 21. • • Profit The Company’s overall performance throughout 2010 was impacted by falling coal prices in domestic market.53 miliar dari nilai sebesar Rp578.7% menjadi Rp301.04 billion in 2009.13 billion to Rp22.7% to Rp301.8 659. below production growth of 7.4%. receivables from rent of Teluk Bayur pier of Rp22. as reflected in operating profit decrease of 35. Hal ini tercermin dari perolehan laba usaha yang turun sebesar 35.06 miliar dari Rp217.06 billion from Rp217.

373) 2. seperti diuraikan di atas.2 -100 22.235) 244.4 39. the Company is confident that cost reduction program that is already in place will positively impact future business results.606.0 Payment for fixed assets Payment of deferred exploration and development expenditures Proceeds from sale of fixed assets Payments for available for sale financial assets Acquisition of additional shares of subsidiary Acquisition of shares in associated companies Net cash used in investing activities . but it was not enough to compensate falling average selling prices. As previously described. Namun angka penurunan ini belum dapat mengkompensasi penurunan rata-rata harga jual batubara Perseroan yang cukup besar.932 (416.210 -4.742) (4. In 2010 net earning per share of the Company was Rp872 per share showing a slump of 26.0 trillion in 2010.084 2.184 per share in 2009.787) (74.283 (581. Net profit drop consequently cut down net earning per share.4% from Rp1. serta segera beroperasinya BWE system di MTBU.160) (41. ARUS KAS (dalam Rp juta) CASH FLOW (in million Rp) 2010 2009 % URAIAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI: Penerimaan dari pelanggan Penerimaan operasional lainnya Pembayaran royalti Pembayaran kepada pemasok dan karyawan Pembayaran pajak Penerimaaan klaim pajak Penerimaan bunga Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI : Perolehan aset tetap Pembayaran atas beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan Penerimaan dari penjualan aset tetap Perolehan aset keuangan yang tersedia untuk dijual Akuisisi tambahan kepemilikan anak perusahaan Penambahan investasi kepada perusahaan asosiasi Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi DESCRIPTION CASH FLOW FROM OPERATING ACTIVITIES: Cash receipt from customers Cash receipt from other operations Payment of royalties Cash paid to suppliers and employees Payment for taxes Tax refund Interest receipt Net cash from operating activities CASH FLOW FROM INVESTING ACTIVITIES: 8.1 25.549) (1.223) 1.0 295.871) (91. Operating profit decline resulted in net profit decrease of 26.489.6 4.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 143 Penurunan laba usaha ini diikuti dengan turunnya laba bersih Perseroan sebesar 26.761) (4.7% from Rp2. Another factor that caused the net profit to drop was higher railway and sea transportation cost as well as royalty. turun 26.760.858 (70.408) (23.371.794 8. sebesar Rp1. as well as the forthcoming operation of BWE system at MTBU mine. However. Perseroan sebetulnya telah berhasil menurunkan biaya produksi per ton batubara.8 (489.000) (149.73 triliun pada 2009 menjadi Rp2. Hal lain yang mengakibatkan turunnya laba Perseroan adalah naiknya komponen biaya transportasi angkutan batubara (kereta api).2 -30. This confidence is backed by the progress of constructing mine mouth 3 x 10 MW TPP for own purpose. Perseroan berkeyakinan bahwa program efisiensi (cost reduction program) yang telah dicanangkan akan memberikan dampak positif pada kinerja Perseroan di tahun-tahun mendatang.800.0 triliun pada 2010.083.4% dibandingkan dengan tahun 2009.729.3 100 100 -100 100 976.252.791 200.73 trillion in 2009 to Rp2.514) (874.694 130. Turunnya laba bersih akhirnya berpengaruh pada turunnya laba bersih per saham. Pada tahun 2010 laba bersih per saham Perseroan tercatat sebesar Rp872 per saham.184 per saham. Keyakinan ini didukung oleh progress pembangunan PLTU 3 x 10 MW di mulut tambang untuk penggunaan sendiri yang akan segera beroperasi dan akan berakibat pada semakin menurunnya biaya BBM dan listrik.308 2.274) 1. which will soon operate and reduce fuel and electricity cost.086 103.079) (9.924) (799.7% dari Rp2. biaya angkutan laut dan royalti.1 -9. coal production cost per ton was actually slashed.

increasing 39.79 billion.3 billion in 2009.371.84 miliar.51 billion or up 4. The biggest investment was mainly for constructing 3 x 10 MW TPP in Tanjung Enim. The Company also increased spending for partnership and environmental development activities making a total of Rp109.8 31.69 billion.2% from 2009.442 5. Dari kegiatan operasi Perseroan diperoleh arus kas masuk bersih Rp2. making total dividend payout in 2010 of Rp1. Peningkatan investasi tersebut terutama digunakan untuk pembangunan PLTU 3 x 10 MW di Tanjung Enim.252. dengan penjelasan sebagai berikut.235. hingga 976% menjadi sebesar Rp799.235.235. naik 4.489.489.661.84 billion. Perseroan mencatat peningkatan pengeluaran untuk membayar dividen hingga sebesar Rp228.494) 1.51miliar.8 miliar pada 2009. other operating income Rp130.054. naik 39.7 miliar.709.2 billion from Rp74.2 -112.24 miliar.69 miliar (Lihat catatan “Pendapatan”). The biggest cash expenditure for operating activities was suppliers and employees expenses totalling Rp4.8 7. Kas yang digunakan untuk kegiatan investasi naik tajam.” hal 242 The Company recorded positive cashflow in 2010. Lihat juga “Realisasi Belanja Modal” hal 147 Perseroan tidak menggunakan dana pinjaman dalam seluruh investasinya di tahun 2010.4 billion in 2009.3 Perseroan mencatat arus kas positif pada tahun 2010.7 billion.2% dari tahun 2009 dan pembayaran pajak sebesar Rp874. penerimaan operasional lain sebesar Rp130.6% from Rp416. See “Dividend Policy” page 37 and “Corporate Social Responsibility” page 242 .720 4.2% from Rp1.949) 345. sehingga total biaya PKBL yang dibayarkan pada tahun 2010 adalah sebesar Rp109.8 billion in 2009 Cashflow for investing activities surged 976% to Rp799. See also “Capital Expenditure” page 147 The Company did not use borrowed funds in all its investment in 2010. naik 542% dari angka sebesar Rp17 miliar di tahun 2009.3 -79.69 billion (See note “Income”). Payment of royalty totalled Rp581.11 miliar.31 billion (See note on fund placement “Cash Position” above).3 billion. Net cash from operating activities amounted to Rp2.3 miliar.800. sehingga total dividen yang dibayarkan pada tahun 2010 menjadi Rp1.31 miliar (Lihat catatan penempatan dana pada “Posisi Kas” di atas). as explained below.007.2 miliar dari angka sebesar Rp74.371.28 billion and interest income Rp244.2% dari jumlah Rp1.024. Perseroan juga meningkatkan pengeluaran dana untuk program PKBL. berasal dari pendapatan penjualan batubara sebesar Rp8.252. derived from coal sales of Rp8. and tax payment of Rp874. relocating two BWEs and one spreader from TAL to MTBU site.6% dari angka Rp416. pemindahan 2 unit BWE system dan 1 unit spreader dari lokasi TAL ke MTBU dan penambahan setoran modal pada perusahaan asosiasi.344.841) (109. turun sebesar 30.494) (17.7 541.” hal 37 dan “Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.104 5.24 billion which decreased 30.4 miliar ditahun sebelumnya.11 billion or increased 542% from Rp 17 billion in 2009. The Company recorded an increase in expenditure as the Company paid out dividend up to Rp228.0 54.942 3.709. sebesar Rp345.3 miliar pada tahun 2009.104 22.69 miliar.800. Selanjutnya adalah pembayaran royalti sebesar Rp581.108) (1.000) (1.041.28 miliar dan pendapatan bunga Rp244.685 (714) 4. and increasing capital injection to associated companies.79 miliar. amounting to Rp345. Lihat juga “Kebijakan Dividen. Pengeluaran kas untuk kegiatan operasional terbesar berasal dari pembayaran kepada pemasok dan karyawan. sebesar Rp4.075 (1.144 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN URAIAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN: Pembayaran dividen kepada pemegang saham Pembayaran atas program kemitraan dan bina lingkungan Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Kenaikan bersih kas dan setara kas Dampak selisih kurs terhadap kas dan setara kas Kas dan setara kas pada awal tahun Kas dan setara kas pada akhir tahun 2010 2009 % DESCRIPTION CASH FLOW FROM FINANCING ACTIVITIES: Payment of dividends to shareholders Payment for partnership program Net cash used in financing activities Net increase in cash and cash equivalents Effect of exchange rate on cash and cash equivalents Cash and cash equivalents at the beginning of the year Cash and cash equivalents at the end of the year (1.

membaik dari angka 61 hari di tahun 2009.2 28.4 40.3 59.4) FINANCIAL RATIOS 2010 2009 FINANCIAL RATIO (in %) GROWTH RATIO Operating Income Gross Profit Operating Profit Net Profit Net Earning per Share RETURN RATIO 24. Hal ini menunjukkan sangat kuatnya kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.600 284.0 31.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 145 RASIO – RASIO KEUANGAN RASIO KEUANGAN (dalam %) RASIO PENDAPATAN Pendapatan Usaha Laba Kotor Laba Usaha Laba Bersih Laba Bersih per Saham RENTABILITAS Laba bersih terhadap penjualan (NPM) Laba bersih terhadap jumlah aset (ROA) Laba bersih terhadap jumlah ekuitas (ROE) LIKUIDITAS Aset lancar terhadap kewajiban lancar Jumlah kewajiban terhadap jumlah aset Jumlah kewajiban terhadap jumlah ekuitas KOLEKTIBILITAS Total piutang thp total penjualan (AR DOH).5 33.8 47.000 1.505.4) (26.6 (11.6) (24.261 (37. dlm hari 45 579.1%.8 25.7 59. One of the causes of improved turnover was faster settlement of receivables by PLN.438 102.205 241.8 Net Profit to Sales (NPM) Net Profit to Total Assets (ROA) Net Profit to Total Equity (ROE) LIQUIDITY 491.218 1.2 42. Salah satu penyebab membaiknya tingkat kolektibilitas ini adalah membaiknya termin pembayaran piutang usaha oleh PLN.2 Current Assets to Current Liabilities Total Liabilities to Total Assets Total Liabilities to Total Equity TURNOVER 61 Total Payables to Total Sales (AR DOH) in days Likuiditas Rasio ini menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang akan jatuh tempo. dihitung dengan membagi aset lancar dengan kewajiban lancar.364 27. Kolektibilitas Piutang Tingkat kolektibilitas piutang dihitung dengan membandingkan total piutang terhadap total hasil penjualan. proving that it was highly capable of settling its short term liabilities.138) 1.553. showing an improvement from 61 days in 2009.4 23.034. In 2010 the Company had a liquidity ratio of 579. Tahun 2010 rasio likuiditas Perseroan adalah sebesar 579. 31 Desember 2010 (dalam Rp juta) Turnover as of 31 December 2010 (in million Rp) KATEGORI Lancar Jatuh tempo 1 – 30 hari Jatuh tempo 30 -150 hari Jatuh tempo > 150 hari Jumlah Penyisihan penurunan nilai piutang Jumlah Piutang Usaha (bersih) 2010 897. Kolektibilitas piutang Perseroan.1 26. Liquidity This ratio shows the Company’s ability to meet its maturing short term liabilities. Dengan perhitungan tersebut tingkat kolektibilitas piutang (AR DOH) Perseroan adalah sebesar 45 hari.1) (26.083) 997. Based on this calculation the Company’s turnover was 45 days in 2010.6) (35.459 CATEGORY Current Overdue 1 – 30 days Overdue 30-150 days Overdue > 150 days Total Provision for impairment of trade receivables Total trade receivables (net) .597 (48. The following table shows the Company’s receivables turnover. Adapun tabel lengkap piutang perseroan adalah sebagai berikut: Turnover Turnover is calculated by comparing total receivables with total sales.2 35.1%.241 7. It is calculated by dividing current assets with current liabilities.0 37.178 2009 980.8 30.792 47.

menunjukkan kemampuan Perseroan yang tetap tinggi dalam memenuhi kewajibannya.8%. A decrease of 26. Rentabilitas terhadap aset (Return on Asset) juga mengalami penurunan. Solvency This ratio shows the Company ability to meet its maturing short term and long term liabilities. Kenaikan kewajiban pada tahun 2010 menyebabkan solvabilitas Perseroan mencapai 382.146 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Solvabilitas Menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang yang akan jatuh tempo. exchange rate and affecting the Company’s liquidity. KEBIJAKAN PERMODALAN Struktur modal merupakan perimbangan antara penggunaan modal sendiri dengan pinjaman / hutang yang terdiri dari hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang.6% turun dari angka 47. Oleh karena itu Perseroan menetapkan kebijakan struktur permodalan yang dapat ditempuh agar dapat memaksimalkan nilai perusahaan. Taking into account the effect of borrowing composition to the changes on share price. Rentabilitas terhadap ekuitas (Return On Equity) menjadi 31. Struktur modal dengan minimum biaya penggunaan dana (Weighted Average Cost of Capital / WACC) dapat mengakibatkan peningkatan nilai saham perusahaan. yaitu menjadi 23. Dilakukan dengan memperhitungkan penggunaan hutang yang menimbulkan kewajiban keuangan (tingkat bunga).4% di tahun 2010. The policy and its implementation are elaborated below: • Setting optimum capital structure target Using bigger borrowing proportion (than equity) if business risk is smaller. tetapi tidak berarti meningkatkan laba bersih persaham (EPS). but also increase risks.4% ditahun 2009.4% dari angka pada 2009 yang sebesar 30. namun sekaligus meningkatkan risiko. Penurunan laba bersih Perseroan sebesar 26. Rasio solvabilitas dihitung dengan membandingkan total aset terhadap total kewajiban. • • Taking into consideration the balance between financial risks and rate of return in order to improve corporate value. Return on Asset also decreased from 33. CAPITALIZATION POLICY Capital structure is a balance between shareholders’ equity and borrowed funds consisting of short term and long term borrowing.6%. Capital with minimum cost of funds (Weighted Average Cost of Capital / WACC) may increase the value of shares but does not increase net earning per share (EPS).3% or improved from 352. By optimizing economic rate of return and return on equity that increases earning per share. Increased liabilities in 2010 pushed the Company’s solvency to 382. Struktur modal senantiasa mempertimbangkan keseimbangan antara risiko keuangan dan tingkat pengembalian dalam upaya meningkatkan nilai perusahaan.8% pada 2009. Kebijakan struktur permodalan Perseroan. tujuan dan langkah yang dapat ditempuh adalah: • Menetapkan target strukur modal yang optimal.0%. membuat rentabilitas terhadap penjualan (Net Profit Margin) turun menjadi 25. A high leverage may increase EPS. By considering the use of borrowing that causes financial liabilities (interest rate). . nilai tukar dan mempengaruhi kondisi likuiditas perusahaan.0% dari angka tahun 2009 yang sebesar 33. Rentabilitas Rasio ini menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba bersih dengan menggunakan sumber daya yang tersedia. Return This ratio reflects the Company’s ability to generate net profit by using resources it has on hand.8% in 2009 to 31.5% in 2009. Leverage yang besar dapat meningkatkan EPS.3% naik dari 352.4% in 2009. Dilakukan dengan mempertimbangkan pengaruh perubahan komposisi hutang yang berdampak pada harga saham.5%. Return on Equity went down from 47. Mengoptimalkan rentabilitas ekonomi dan rentabilitas modal sendiri yang menghasilkan peningkatan laba per saham. maintaining its ability to fulfill its obligations.4% from 30. Therefore. Penggunaan proporsi hutang yang lebih besar (dari ekuitas) dapat dilakukan bila risiko usaha lebih kecil. Solvency ratio is calculated by comparing total assets with total liabilities.4% in 2010 net profit dropped Net Profit Margin to 25.8% in 2009 to 23. Company a capitalization policy is to maximize its corporate value.

Seluruh modal kerja Perseroan ini dapat dipenuhi dari hasil operasional.6% from routine investment in 2009 which stood Suasana di Pelabuhan Tarahan Tarahan Port view .50 triliun.32 miliar atau naik CAPITAL EXPENDITURE Routine Investment This is an investment made by the Company in an effort to maintain its production level and operating efficiency which included repair and addition of routine operating facilities. REALISASI BELANJA MODAL Investasi Rutin Merupakan investasi yang dilaksanakan oleh Perseroan dalam rangka mempertahankan tingkat produksi dan efisiensi operasi. Routine investment made in 2010 totalled Rp56. Struktur modal dupayakan optimal dengan mengatur kombinasi hutang dan modal sendiri (ekuitas) yang dapat memaksimalkan nilai Perseroan. Net Working Capital The Company’s rising activities in 2010 increased working capital by Rp95.74 miliar. Modal Kerja Bersih Peningkatan kegiatan Perseroan membuat modal kerja meningkat sebesar Rp95. Tahun 2010 modal kerja Perseroan adalah sebesar Rp5.40 trillion in 2009 to Rp5. naik dari modal kerja di tahun 2009 yang sebesar Rp5. termasuk antara lain perbaikan dan penambahan fasilitas operasional rutin. • • • Capital structure is reviewed by evaluating the connection of financial leverage. nilai perusahaan dan biaya modal.40 triliun.50 trillion. Jumlah investasi rutin yang dilakukan pada tahun 2010 mencapai Rp56.74 billion from Rp5.32 billion or rose 21. Capital structure combination is fixed after performing sensitivity analysis with various core assumptions that are most likely to be envisaged by the Company.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 147 • • • Struktur modal ditinjau dengan melakukan evaluasi hubungan antara financial leverage. corporate value and capital expenditure. The entire working capital requirement was met by operating results. Kombinasi struktur modal ditetapkan setelah melakukan analisa sensitivitas dengan berbagai variasi asumsi inti yang paling mungkin dihadapi oleh Perseroan. Capital structure is optimized by arranging an optimum combination of borrowing and equity to boost corporate value.

66 miliar naik 567. Tannjung enim production facilities and construction of Tanjung Enim Head Office made up the major part of routine investment.80 miliar.53 billion. any excess power will be distributed to the surronding community through PLN. sebesar Rp46.53 miliar. so that total • • • • . Relocating 2 BWEs and 1 spreader from TAL to MTBU site. proses pemindahan saat ini tengah dilaksanakan. so total accumulated spending as of 31 December 2010 to Rp324.0% dari realisasi investasi pengembangan pada tahun 2009. Proyek relokasi ini telah persiapkan sejak tahun 2009. Pembangunan PLTU ini dimaksudkan untuk penggunaan sendiri. Relokasi 2 unit BWE system dan 1 spreader dari area TAL ke MTBU.4 miliar. Investasi Pengembangan Investasi pengembangan dilakukan dengan tujuan mengembangkan bisnis Perseroan. sebesar Rp81. Peningkatan investasi terjadi karena adanya realisasi beberapa rencana pengembangan Perseroan.09 miliar. sehingga akumulasi dana yang telah dikeluarkan hingga 31 Development Investment Investment for development is made with the purpose of expanding the Company’s business. Setelah proses overhaul unit BWE selesai.80 billion in 2010. Perawatan sarana pelabuhan Tarahan dan perbaikan sarana produksi di Tanjung Enim dilakukan untuk mendukung target peningkatan produksi dan penjualan pada tahun-tahun mendatang. Maintenance of Tarahan Port facilities and repair of Tanjung Enim production facilities were conducted to support the target of larger production and sales in the coming years. In 2010 development investment totalled Rp553. Total dana yang dikeluarkan selama tahun 2010 adalah sebesar 317.4 billion. Total investment in 2010 was Rp317. at Rp46.148 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 21. Total dana yang dikeluarkan oleh Perseroan untuk proyek ini pada tahun 2010 adalah sebesar Rp106. Preparation started in 2009. Persentase penyelesaian pada akhir tahun pelaporan adalah 85%.31 billion. Maintenance of Tarahan Port facilities.66 billion or increased 567% from realized development investment in 2009 which was posted at Rp81. Perawatan sarana Pelabuhan Tarahan. sehingga akumulasi biaya hingga 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp324. Jumlah investasi pengembangan pada tahun 2010 mencapai Rp553. sarana produksi di Tanjung Enim dan pembangunan prasarana Kantor Pusat di Tanjung Enim mendominasi kebutuhan investasi rutin.6% dari investasi rutin pada tahun 2009. This project was 85% finished at the end of the year. sisanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Larger amount of investment was due to the realization of several development projects as described below.31 miliar. In 2010 the Company carried out the following development projects: • • Constructing 3 x 10 MW TPP in Banko Barat (Tanjung Enim) This TPP will be used mainly for own needs. and completion was projected for mid 2011. Beberapa kegiatan investasi pengembangan yang dilakukan Perseroan pada tahun 2010 mencakup diantaranya: • • Pembangunan PLTU 3 x 10 MW di Banko Barat (Tanjung Enim). and now relocation was under way after the BWE units were overhauled. seperti diuraikan berikut. Proyek ini ditargetkan akan selesai pada pertengahan tahun 2011.09 billion. Investment in this project totalled Rp106.

therefore total accumulated spending for this project as of 31 December 2010 to Rp31. Pemindahan lokasi pabrik briket mulai dilaksanakan sejak tahun 2009.23 miliar. At the end of the year the project was 62% completed and projected to be finalized early 2011. pengangkutan dan penembangan usaha. Selain investasi tersebut di atas. STRATEGI BISNIS 2011 Seperti tergambar pada uraian “Prospek permintaan batubara” (halaman 104).9 billion. In the short term. Australia.48 miliar. yang mencakup aspek produksi. which is currently at the stage of designating exploration site. This strategy is carried out in response to projected higher demand for low-calorie coal at low selling price. sehingga akumulasi dana yang telah dikeluarkan untuk proyek ini per 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp31.9 miliar. Total dana yang dikeluakan pada tahun 2010 adalah sebesar Rp22. kebutuhan batubara di kawasan Pasifik bahkan akan diwarnai dengan kekurangan pasokan. In anticipation of a more favorable economic condition in 2011. Several established business strategies are described briefly in the following sections. Investasi gedung untuk kantor PTBA di Jakarta yang masih dalam kajian pihak independen. Perseroan mentargetkan peningkatan produksi dan melanjutkan program peningkatan efisiensi produksi dengan sasaran meningkatkan pendapatan dan marjin laba. Australia. Beberapa rencana investasi besar yang belum dapat direalisasikan pada tahun 2010. sehubungan dengan banjir yang melanda kawasan Queensland. as described in our discussion on domestic . one of which was CBM project. selaras dengan prakiraan kondisi perekonomian yang terus membaik. In addition to the above listed investment. Mengantisipasi kondisi yang lebih kondusif di tahun 2011 tersebut Perseroan menyiapkan berbagai strategi usaha. coal demand in domestic as well as Pacific region markets is projected to continue rising in the next few years on the face of ongoing economic recovery. Proyek ini ditargetkan selesai pada awal tahun 2011. seperti tergambar pada uraian prospek BUSINESS STRATEGY IN 2011 As described in ”Coal Prospects” page 104. in 2010 the Company carried out other development projects. Progress penyelesaian pada akhir tahun pelaporan adalah 62%. Business strategy and work program for 2011 is part of an integrated Corporate Strategic Plan for 2009-2013 leading to PTBA Golden Era. Investment in 2010 was recorded at Rp22.23 billion. Perseroan telah melaksanakan beberapa rencana pengembangan lain. penjualan. • investment as of 31 December 2010 reached Rp165. Keseluruhan strategi dan program kerja tahun 2011 ini merupakan bagian dari implementasi Rencana Strategis Perseroan terintegrasi untuk periode 2009-2013 dengan target menuju era PTBA Emas. sales. Unrealized major investment plans in 2010 include: • • • Joint venture with PTKA due to PTKA’s objection to incoming asset taxation. • Relokasi pabrik briket. Pemindahan ini dilakukan sebagai bagian dari rencana restrukturisasi unit segmen usaha briket. Relocating briquette factory Relocation started in 2009 as part of restructuring program of briquette business unit. transportation and business development. the Pacific region demand will be hampered by supply shortages following the massive flood in Queensland. sesuai rencana semula diantaranya adalah: • Investasi JV dengan PT KAI tidak direalisasikan berkaitan dengan keberatan pihak PT KAI terkait beban pajak inbreng aset. the Company seeks to step up production and efficiency to increase income and profit margin. Proyek ini ditargetkan selesai pada pertengahan 2011. Dalam jangka pendek. Beberapa strategi yang usaha yang telah dipersiapkan diuraikan secara ringkas sebagai berikut. the Company has formulated a set of business strateges covering production. On the operations side. diperkirakan meningkat dalam beberapa tahun mendatang. pada tahun 2010. Di bidang operasional. Completion is targetted for early 2011. sebagai respon atas prakiraan semakin banyaknya permintaan batubara dengan kalori lebih rendah dengan harga jual yang juga lebih rendah. misalkan proyek pemanfaatan kandungan CBM. yang telah memasuki tahap penentuan lokasi sumur eksplorasi. Strategi ini akan dijalankan dengan seksama. kebutuhan batubara domestik maupun di kawasan Pasifik.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 149 Desember 2010 adalah sebesar Rp165. Construction of PTBA Jakarta office building was still under review by independent appraisers.48 billion.

Terkait dengan angkutan ini Perseroan menargetkan dapat dicapainya angkutan batubara sesuai dengan target dalam Coal Transport Agreement (CTA) dengan PT KAI. sehingga peningkatan produksi batubara Perseroan dapat tercapai sesuai target yang ditetapkan. Using this system. Bahan bakar PLTU ini rencananya menggunakan batubara dari areal produksi yang selama ini tidak termanfaatkan. Perseroan akan segera menerapkan tahap berikutnya dari implementasi Supply Chain Management System (SCMS) dengan dukungan teknologi informasi. sehingga Perseroan dapat memonitor pergerakan produksi batubara dan kondisi persediaannya pada setiap areal stockpile. like IPC and simultaneously increasing sale and purchase of coal by BA Prima. Untuk mendukung peningkatan aktifitas produksi tersebut. The Company has a target of improving production of several subsidiaries. sehingga peningkatan kapasitas angkut lebih terjamin. dengan kapasitas lebih besar. CTA akan mulai diterapkan pada 2012. The coaches and locomotives ordered by PT KAI under a joint scheme with the Company are expected to arrive on time. the Company is finalizing the overhaul and relocation of two BWEs and one spreader to MTBU site. To support production increase. Additionally. Dengan dukungan sistem tersebut.150 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN permintaan batubara domestik. the Company will soon implement the next phase of Supply Chain Management System (SCMS) supported by information technology. Melalui cara tersebut maka peningkatan produksi yang ditargetkan bisa terpenuhi. inventories can be maintained at optimum level. marjin keuntungan dengan demikian dapat dipertahankan. The plant is designed to make use of coal that cannot be sold (waste). Perseroan akan mengamankan proses pembangunan PLTU 3 x 10 MW mulut tambang di Tanjung Enim yang kini memasuki tahap-tahap penyelesaian. Coinciding with the construction of Tanjung Enim TPP. Perseroan akan semakin meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan PT KAI. bahkan ditingkatkan. Perseroan meyakini proyek ini akan selesai sesuai dengan yang ditargetkan. Dengan demikian Perseroan akan dapat mengoperasikan seluruh 5 (lima) BWE system yang dimilikinya secara penuh dengan didukung oleh supplai listrik dari PLTU milik sendiri. Melalui program peningkatan efisiensi produksi. In this connection. seperti IPC dan sekaligus peningkatan aktivitas jual beli batubara oleh BA Prima. sehingga akan mampu memberi tambahan nilai ekonomi bagi Perseroan. The production efficiency drive is expected to yield higher profit margin. Perseroan akan dapat menjaga tingkat persediaan pada kondisi yang paling ekonomis. Penyelesaian proyek ini akan mampu meningkatkan efisiensi produksi mengingat listrik yang dihasilkannya akan mencukupi seluruh kebutuhan tenaga listrik perusahaan di areal pertambangan yang selama ini disuplai oleh PLN. shovel & truck. the Company works and coordinates with PT KAI in improving the railway capacity. the Coal Transportat Agreement (CTA) with PT KAI will hopefully be instrumental in reaching targetted capacity and thus achieving the Company’s projected coal production. The Company can now operate all five BWEs in its possession with electricy generated by its own TPP. At end of 2010 85% of the construction was completed and expected to proceed as planned. CTA will be implemented starting 2012. . so it will add a considerable economic value to the Company. Perseroan juga akan melakukan penggantian dan penambahan alat tambang utama sistem konvensional. that will enable the Company to monitor production and inventories in every stockpile area. Di bidang angkutan. coal prospects. expected to be completed for operation as planned. Dengan kemajuan pembangunan pada akhir tahun 2010 sudah mencapai 85%. the Company will replace conventional mining equipment. Pemesanan gerbong angkut dan loko yang dilakukan PT KAI melalui skema kerjasama erat dengan Perseroan diharapkan dapat sesuai jadwal. while still meeting customers’ orders appropriately. namun mampu memenuhi permintaan pelanggan dengan akurat. with higher-capacity equipment with an expectation to reach higher production target. Perseroan juga menargetkan peningkatan produksi dari beberapa anak perusahaan. In transportation. The Company is finalizing the construction of its own mine mouth 3 x 10 MW TPP in Tanjung Enim that is nearing completion. shovel and truck. Bersamaan dengan penyelesaian pembangunan PLTU tersebut. Selain itu. sehingga kapasitas angkut batubara mampu ditingkatkan secara substantial. This project will improve production efficiency because the power it generates will cover all electricity requirement that has so far been supplied by PLN. proses overhaul dan pemindahan dua unit BWE system dan 1 unit spreader ke areal MTBU ditargetkan selesai pada waktunya.

rotary car dumper (RCD) dan rail loop dilakukan untuk mendukung peningkatan aktivitas angkutan batubara. train loading station (TLS). The Company continues to honor its commitment to community development. To intensify business diversification. baik dari sisi kemampuan teknis maupun pembinaan mental spiritual. Perseroan semakin mengintensifkan kegiatan anak perusahaan. has been started and to be immediately followed by production. . Kertapati Pier and in stockpile area. reclaimer. Kegiatan pembuatan sumur bor eksplorasi mulai dilakukan sebagai pilot test yang akan langsung diikuti dengan proses produksinya. train loading station (TLS). Lahan bagi pembangunan PLTU ini juga telah tersedia. kelestarian lingkungan dan keselamatan kerja. yang akan membangun jalur kereta api dan pelabuhan khusus baru dari Tanjung Enim ke Lampung dengan kapasitas 25 juta ton per tahun. Perseroan mentargetkan dilakukannya penandatanganan Amandemen PPA. Exploration well. particularly the business of subsidiary. recliner. Dalam rangka mengimbangi proyeksi peningkatan kegiatan operasional. environmental conservation and work safety. khususnya kegiatan anak perusahaan PT Bukit Pembangkit Inovative (BPI) berkapasitas 2 x 100 MW. The whole program is carried out to achieve the Company’s operating target. Meanwhile. PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI) at 2 x 100 MW capacity. Perbaikan sarana conveyor. that will build a new railway track and port from Tanjung Enim to Lampung at a capacity of 25 million tons per year. stockpile and port. demikian juga lahan transmisi yang diperlukan. Dermaga Kertapati maupun di stockpile areal penambangan. Menyusul perolehan izin dari instansi Pemerintah yang terkait langsung.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 151 Perseroan telah mengantisipasi upaya peningkatan kapasitas angkut dengan perbaikan fasilitas bongkar muat di pelabuhan Tarahan. TPP construction will start. Besides collaborating with PT KA. The Company anticipate increasing railway capacity by improving loading and unloading facilities at Tarahan Port. Perseroan juga menyiapkan peningkatan program pengembangan komunitas. as a pilot test. the Company plans to activate its subsidiary. the Company is engaged in the exploitation of Coal Bed Methane (CBM) found in Tanjung Enim mining area. BATR targeted final alignment of the track and start land acquisition in 2011. Perseroan berupaya meningkatkan kompetensi SDM melalui penyelenggaraan serangkaian program training yang terarah. The land required for constructing TPP and for transmission network is also readily available. Keseluruhan program ini dilakukan demi menjamin tercapainya target operasional yang ditetapkan. Selain kerjasama dengan PT KAI. PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR). the Company is anticipating to sign an amended Power Purchase Agreement. Good corporate governance will also be intensified through continuous improvement of work and management systems. the Company will finalize environmental studies for train. Selain itu Perseroan mentargetkan peningkatan kualitas tatakelola melalui upaya perbaikan berkesinambungan baik dari sistem kerja maupun sistem manajemen. For developing power plant business. the amendment to EPC contract has been signed. Perseroan juga semakin mengintensifkan upaya pengembangan usaha melalui eksploitasi Coal Bed Methane (CBM) yang terkandung di dalam areal penambangan Tanjung Enim. rotary car dumper (RCD) and rail loop to enhance coal transporting activity. untuk selanjutnya Perseroan mentargetkan penyelesaian AMDAL kereta api dan AMDAL stockpile dan pelabuhan serta perolehan izin pembangunan pelabuhan. human resource competence will continue to be enhanced through more focused training program to cover the technical skills and mental spiritual qualities. Penanda-tanganan amandemen PPA akan menjadi langkah awal bagi realisasi pembangunan PLTU. BATR juga mentargetkan penyelesaian penetapan jalur KA dan dimulainya proses pembebasan lahan bagi pembangunan jalur KA baru ini pada tahun 2011. Improvement was also made to conveyor. mengingat Amandemen Kontrak EPC telah lebih dahulu ditandatangani. To support the production increase and business diversification. When signed. PT Bukitasam Transpacific Railway (BATR). Dalam bidang pengembangan usaha di bidang pembangkit listrik. Untuk mendukung rencana peningkatan kegiatan operasional dan pengembangan usaha tersebut. and obtain port development permit. After obtaining licenses from the government.

The ageement was signed 21 May 2004. Perseroan akan memasok batubara untuk PLTU tarahan sebanyak 17.000 tons to 15 TPPs in Indonesia from 1 October 2010 to 31 March 2011. berlaku untuk masa satu tahun pasokan dan ditetapkan berdasarkan perundingan tersendiri dengan mengacu pada harga patokan yang lazim. Perjanjian ini ditandatangani tanggal 21 Mei 2004.860. The agreement was for coal supply to UBPS in volume and quality to be determined once a year. to supply 264.000 tons of coal to Tarahan TPP from 1 April 2007 to 31 December 2031. The agreement stipulated that the Company will supply 17. Beberapa perjanjian penting yang dilakukan oleh Perseroan meliputi diantaranya: • Perjanjian jual-beli batubara. mengacu pada harga patokan yang lazim.700. based on normal benchmark price. effective for one year of supply and negotiated separately based on normal benchmark price.000 ton. Pokok perjanjian menyangkut pemasokan batubara ke UBPS dengan volume dan kualitas yang akan ditetapkan setiap 1 tahun sekali. Besides with PT Indonesia Power.000 tons of coal. Perseroan telah memperbaharui perjanjian jual beli batubara dengan PT PLN untuk PLTU Bukit Asam untuk memasok batubara sebanyak 9. Shipment volume and selling price will be determined yearly. MATERIAL INFORMATION SIGNIFICANT AGREEMENTS During 2010 the Company entered into several significant agreements with business partners to safeguard its operations. mengacu pada harga patokan yang lazim. Perseroan juga telah memperbaharui perjanjian jual beli batubara dengan PT PLN untuk PLTU tarahan pada tanggal 9 Oktober 2007.132. Selain dengan PT Indonesia Power. Tanggal 22 September 2010. sebanyak 300.700. This agreement will be superseded by long-term coal sales agreement for a 20-year term from April 2011 to March 2030. Perseroan menandatangani perjanjian jual beli batubara dengan PT Indonesia Power-Unit Bisnis Pembangkitan Suralaya (”UBPS”) 1-4 dan 5-7 pada tanggal 2 Oktober 2002 mengenai penjualan batubara berjangka waktu 10 tahun. The Company also renewed coal sales agreement with PT PLN for Tarahan TPP on 9 October 2007. On 22 September 2010. Volume pengiriman akan disesuaikan setiap periode tertentu dan harga jual ditetapkan untuk setiap periode. Price will be fixed according to prevailing regulations and normal practice. the Company also renewed coal sales agreement with PT PLN to supply 9. Klausul perjanjian yang penting adalah volume pengiriman dan harga jual akan ditetapkan pada setiap periode tertentu.152 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN INFORMASI – INFORMASI MATERIAL PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING Dalam menjalankan usahanya.000 ton mulai 1 Januari 2004 sampai dengan 31 Desember 2013. Perjanjian ini akan digantikan oleh perjanjian jual-beli batubara jangka panjang yang akan disepakati kemudian untuk jangka waktu perjanjian 20 tahun sejak April 2011 sampai dengan Maret 2030 dengan pasokan batubara sebanyak 264.000 tons to Bukit Asam TPP from 1 January 2004 until 31 December 2013. sepanjang tahun 2010 Perseroan melakukan berbagai perjanjian-perjanjian penting dengan mitra kerja untuk mengamankan transaksi operasional perusahaan.000 ton untuk periode 1 Oktober 2010 sampai dengan 31 Maret 2011. Penentuan harga akan mengacu pada harga pasar. based on normal benchmark price. The important clause stipulated shipment volume and selling price to be fixed yearly. the Company signed coal sales agreement with PT PLN to supply 300.860. which are: • Coal sales agreement The agreement was entered with PT Indonesia Power – Unit Bisnis Pembangkitan Suralaya (”UBPS”) 1-4 and 5-7 on 2 October 2002 regarding a ten-year coal sales from 1 January 2003 – 31 December 2022. Perseroan menandatangani perjanjian pengiriman batubara dengan PLN untuk 15 PLTU di Indonesia. Selling price would also be fixed for certain periods of supply. Harga jual pasokan tersebut juga akan ditinjau setiap periode pasokan tertentu.132.000 ton mulai 1 April 2007 sampai dengan 31 Desember 2031. . sejak tanggal 1 Januari 2003 sampai dengan tanggal 31 Desember 2022. Isi perjanjian.

Tambang Air Laya dan lokasi lainnya dalam wilayah IUP Proses Produksi Perseroan untuk periode 1 April 2007 sampai dengan 31 Maret 2012. dengan kapasitas bongkar-muat dan tarif telah ditetapkan pada perjanjian tersebut. The term of the agreement with Arpeni was 1 July 2009 – 30 June 2012. Untuk perjanjian dengan Arpeni masa berlaku perjanjian adalah 1 Juli 2009 sampai dengan 30 Juni 2012. The Company also entered into similar agrement with PT Pamapersada Nusantara (Pama) for MTBU. Sedang dengan Bahtera. sementara tarif jasa penambangan ditetapkan pada setiap periode produksi berdasarkan perundingan dan kesepakatan bersama.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 153 • Perjanjian Jasa Penambangan. overburden removal volume and distance were determined in each agreement. • Mining Service Agreement. Agreement term was 1 July 2009 – 30 June 2012. • Perseroan juga melakukan perjanjian jasa bongkarmuat batubara dengan Arpeni dari Terminal Muat Batubara PTBA Tarahan ke Anchorage Pelabuhan Muat PTBA Tarahan. Palembang to Suralaya Port. Jumlah volume dan tarif angkutan telah ditetapkan dalam perjanjian tersebut. Masa berlaku perjanjian terakhir adalah mulai Mei 2007 sampai dengan Mei 2010. dimana PT KAI menyetujui untuk mengangkut batubara Perusahaan dari stasiun pemuatan batubara di Tanjung Enim ke pelabuhan batubara di Tarahan Lampung.30 June 2013. Jumlah batubara yang diproduksi. Perusahaan mengadakan perjanjian pengangkutan batubara dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) (PT KAI). Palembang. Volume and charges were fixed in the agreement. MTBS. With Bahtera. volume tanah yang dipindahkan. Transport charges for each destination are negotiated and reviewed yearly. Perjanjian jasa pengangkutan batubara. the term of the agreement was 1 September 2005 – 31 December 2010. while mining fee was fixed every period of production by negotiation and mutual agreement. Loading and discharging volume and charges were stated in the agreement. • • The Company signed a coal shipment agreement with PT Arpeni Pratama Ocean Line (Arpeni) and PT Pelayaran Bahtera Adiguna (Bahtera) from Tarahan Port to Suralaya Port. A mining service agreement was signed with PT Sumber Mitra Jaya (PT SMJ) for Banko Barat mine during 1 July 2008 . masa berlaku perjanjian adalah mulai 1 September 2005 sampai dengan 31 Desember 2010. Tarif angkutan untuk masing-masing tujuan pengiriman ditetapkan melalui perundingan dan ditinjau setiap periode waktu tertentu. Freight per ton and shipment volume were determined in the agrement. • A coal loading & discharging agreement was signed with Arpeni from PTBA Loading Terminal Tarahan to PTBA Anchorage Loading Port Tarahan. Lampung. Selain itu Perseroan melakukan perjanjian jasa penambangan dengan PT Pamapersada Nusantara (Pama) di wilayah MTBU. Perseroan melakukan perjanjian jasa pengapalan batubara dengan PT Arpeni Pratama Ocean Line (Arpeni) dan PT Pelayaran Bahtera Adiguna (Bahtera) dari pelabuhan Tarahan ke Pelabuhan PLTU Suralaya. • • Coal delivery agreement. The Company entered into coal delivery agreement with PT Kereta Api Indonesia (Persero) (PT KAI) to transport the Company’s coal from Tanjung Enim train loading station to Tarahan Port. The term was from May 2007 to May 2010. TAL and other sites within the Company’s mining concession area during 1 April 2007 – 31 March 2012. jarak pemindahan pada masingmasing perjanjian telah ditetapkan. . A similar agreement was also entered into with Bahtera Bestari Shipping (BBS) to ship coal from Kertapati Port. Perseroan melakukan perjanjian jasa penambangan dengan PT Sumber Mitra Jaya (PT SMJ) di tambang Banko Barat untuk periode 1 Juli 2008 sampai dengan 30 Juni 2013. MTBS. and to Kertapati Pier. serta ke dermaga Kertapati. Masa berlaku perjanjian adalah 1 Juli 2009 sampai dengan 30 Juni 2012. Selain itu Perseroan juga melakukan perjanjian pengangkutan batubara dengan Bahtera Bestari Shipping (BBS) dari pelabuhan Kertapati. Tarif angkutan per ton dan volume pengiriman telah ditetapkan dalam perjanjian tersebut. Palembang ke pelabuhan PLTU Suralaya. Coal volume. Palembang.

CONFLICT OF INTEREST TRANSACTIONS In 2010 there were no transactions involving conflict of interest made by the Company.2 dated 25 November 2010 (Kep-413/ BL/2010) on ”Material Transactions and Core Business Changes. Sebagai tindak lanjut keputusan RUPS tersebut. As a follow up of the AGMS resolution. TRANSAKSI BENTURAN KEPENTINGAN Pada tahun 2010 tidak ada transaksi benturan kepentingan yang dilakukan Perseroan.154 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Detail dari masing-masing perjanjian tersebut dapat dilihat pada Catatan 27 Laporan Keuangan Audit Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010.” MATERIAL TRANSACTIONS In 2010 there were no material transactions made by the Company. Material transaction is defined by Bapepam-LK Regulation No. the Company amended the Articles of Association by deed No. sebagaimana telah ditetapkan pada akta AMENDMENT TO ARTICLES OF ASSOCIATION On 21 April 2010 the Company convened Annual General Meeting of Shareholders.E. IX. IX. Definisi transaksi material disini adalah sesuai dengan bunyi aturan pada Ketentuan Bapepam-LK No. Perseroan telah melakukan perubahan Anggaran Dasar Perseroan. TRANSAKSI MATERIAL Pada tahun 2010 tidak ada transaksi material yang dilakukan Perseroan.E.” PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pada tanggal 21 April tahun 2010 Perseroan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2009.2 tanggal 25 Nov 2009 (Kep-413/BL/2009) tentang ”Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama. 24 of 21 April 2010 drawn up before Notary Fathiah Helmi. one of the agenda items being the amendment of several articles of the Articles of Association. Details of each agreement are given in Note 27 of the Company’s Audited Consolidated Financial Statements for the year ending 31 December 2010. dengan salah satu agenda adalah perubahan beberapa pasal dari anggaran Dasar Perseroan. Kegiatan Tambang Air Laya di malam hari Tambang Air Laya activity at night .

24 tanggal 21 April 2010 oleh Kantor Notaris Fathiah Helmi. baik karena jarak angkut yang terlalu jauh. 401/BL/2008 of 9 October 2008. AKUISISI Perseroan telah melakukan proses due diligence atas sejumlah tambang yang akan diakuisisi. Kep. The Company made a fund allocation of maximum Rp 1.000. This program was ratified in GMS on 28 May 2009. Program ini dilakukan sesuai Peraturan Bapepam-LK No. .” yang dikeluarkan pada tanggal 25 November 2009.B.2 (Kep-413/BL/2009) tentang ”Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama. the Company made bids for three mining companies with adequate potentials. whether for reason of long transporting distance.7 billion and reported in the income statement under ”other income” account.000. untuk satu transaksi atau lebih. IX. pada tanggal 13 Januari 2009.848 per lembar.941 per share.E. dengan harga pelaksanaan rata-rata sebesar Rp21. 401/BL/2008 tanggal 9 Oktober 2008.3 as Attachment to Decision of Bapepam-LK Chairman No.941 per lembar saham. Perseroan telah menjual kembali seluruh saham hasil program pembelian kembali tersebut di atas.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 155 notaris No.B. Program ini telah dikukuhkan dalam RUPS pada tanggal 28 Mei 2009.848 per share. while the other two were dropped as they failed to meet the minimum requirements. Dari total 5 perusahaan yang diteliti. SH. This Program is in accordance with Bapepam-LK Regulation No. pada akun ”pendapatan lain-lain.” SHARES BUY BACK PROGRAM The global and regional financial crisis causing a sharp drop in PTBA share price prompted the Company to launch a Shares Buy Back program for the Company issued shares listed on PT Bursa Efek Indonesia (Indonesia Stock Exchange). the Company sold back all the repurchased shares during 6 – 20 December 2010 at an average price of Rp21.882. sebesar Rp48.000. Kep. SH. Penjualan dilakukan pada rentang waktu antara tanggal 6 Desember sampai dengan 20 Desember 2010.000 shares at an average price of Rp4. Out of five companies reviewed. kualitas batubara yang tidak memadai maupun masalah legal. When the program ended on 13 January 2009.000 (one trillion Rupiah) to back up the shares buy back policy. Perseroan mengalokasikan dana sebanyak-banyaknya Rp1. sementara 2 lainnya tidak dilanjutkan karena tidak memenuhi syarat potensi minimal yang diterapkan. Perubahan AD terakhir tersebut hanya dilakukan pada ketentuan batas maksimum kewenangan Direksi untuk melepas atau menjaminkan harta kekayaan Perseroan hingga sebesar 50% jumlah kekayaan bersih Perseroan. Hingga berakhirnya program tersebut. Pada tahun pelaporan ini. Perseroan melakukan program pembelian kembali saham secara bertahap dalam waktu 3 (tiga) bulan. XI. baik berkaitan maupun tidak. terhitung sejak 13 Oktober 2008 sampai dengan 13 Januari 2009.000. Perseroan merealisasi shares buy back sejumlah 2. coal quality or legal problems. The Articles of Association were amended to conform to Bapepam Regulation No. ACQUISITION The Company conducted due diligence on a number of mines to be acquired. PENJUALAN KEMBALI SAHAM PERSEROAN Kondisi krisis keuangan global dan regional yang berpengaruh terhadap penurunan harga saham PTBA secara ekstrim membuat Perseroan melakukan program pembelian kembali saham Perseroan (Shares Buy Back) yang telah dikeluarkan dan tercatat di PT Bursa Efek Indonesia.2 (Kep-413/PL/2009) on ”Material Transactions and Core Business Changes” dated 25 November 2010. Perubahan Anggaran Dasar Perseroan tersebut adalah sebagai tindak lanjut atas berlakunya ketentuan Bapepam no IX. Perseroan melakukan penawaran atas 3 perusahaan tambang prospek dengan potensi yang memadai.882.000 lembar saham dengan harga perolehan rata-rata Rp4.000. The amendment was to limit the Board of Directors’ authority to relinquish or pledge the Company’s assets up to 50% of total net assets in one or more related or individual transactions. Capital gain was booked at Rp48.000 (satu triliun Rupiah) untuk mendukung kebijakan shares buy back tersebut. In the year under review.7 miliar telah dilaporkan pada laporan rugi-laba.E. The Company gradually bought back its shares within three months from 13 October 2008 to 13 January 2009. Capital gain dari selisih dari program penjualan kembali saham Perseroan tersebut. the Company had bought back 2. XI.000.3 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No.

transport and shipment of coal. pengangkutan batubara. BBK saat ini sedang berupaya mendapatkan perizinan yang diperlukan dari instansi pemerintah terkait agar dapat melanjutkan operasi penambangan. Out of three bids. Shipment and transportation of coal by related parties are governed by mutually agreeed transportation contract taking into account cost items plus certain margin. Such transactions include placement of funds.42% of the Company’s total assets of Rp8. transactions made by the Company with other SOEs may be classified as transactions with related parties being under the same controlling entity. PENDIRIAN ANAK PERUSAHAAAN Tidak ada pendirian anak perusahaan baru di tahun 2010.8% of the Company’s total production of 11. one was not carried through for failure to agree on business scheme and value. Total assets stood at Rp 36 billion or 0.5 juta ton. Perseroan memiliki kebijakan sebagai berikut. satu diantaranya tidak berlanjut karena tidak dicapai kesepakatan skema bisnis maupun nilai. sampai saat penghentian kegiatan operasinya. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMILIKI HUBUNGAN ISTIMEWA Sebagai BUMN dengan mayoritas saham dimiliki Pemerintah.971 ton.7 miliar pada tanggal 31 Desember 2010. Dua penawaran masih dalam tahap evaluasi dari pihak prospek. purchase of explosives. Pengapalan dan pengangkutan batubara oleh pihak yang memiliki hubungan istimewa ditetapkan berdasarkan kontrak pengangkutan yang disepakati bersama berdasarkan hasil negosiasi dengan memperhatikan unsur-unsur biaya yang ada ditambah dengan marjin tertentu. • Penjualan batubara ke pihak yang memiliki hubungan istimewa ditetapkan berdasarkan kontrak-kontrak penjualan. sebesar 11. BBK had only produced 76. Dalam melakukan transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa tersebut.722. RELATED PARTY TRANSACTIONS As a state-owned enterprise (SOE) with majority shareholding owned by the State.7 billion as of 31 December 2010. Sehingga dengan demikian tidak ada realisasi akuisisi baru di tahun 2010. . penjualan. transaksi yang dilakukan Perseroan dengan sesama BUMN dapat dikategorikan sebagai transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa karena berada di bawah entitas pengendali yang sama. bahan bakar.42% dari jumlah aset Perseroan sebesar Rp8.5 million tons in the same year. sales. Perseroan mengharapkan operasi BBK akan berjalan kembali dalam waktu dekat. Jumlah aset BBK adalah Rp36 miliar atau 0. fuel. Jumlah produksi BBK pada periode operasi 2009 adalah sebesar 783 ribu ton atau 6. The Company expects BBK operations will resume in the near future. In making transactions with related parties. Transaksi-transaksi tersebut meliputi penempatan dana. BBK’s total production in 2009 was recorded at 783 thousand tons or 6. the Indonesian Police closed the operations of BBK pending the reissuance of licence to use forest area where BBK had its mine. Therefore. Kepolisian Republik Indonesia menghentikan operasi BBK karena izin pinjam pakai kawasan hutan yang menjadi wilayah pertambangan BBK belum dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. payment of insurance premium and management of retirement fund. Pada tahun 2010. pembelian bahan peledak. BBK is currently trying to renew the required licence in order to resume operations. the Company adopts the following policy: • • • Sales of coal to related parties is based on sales contract which generally uses equivalent international index as a reference and adjusted to coal specification and shipping location. PENGHENTIAN KEGIATAN OPERASIONAL ANAK PERUSAHAAN Pada bulan Pebruari 2010. pembayaran premi asuransi dan pengelolaan dana pensiun.971 tons of coal. CLOSURE OF SUBSIDIARY’S OPERATIONS In February 2010.156 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Dari tiga penawaran. Two bids are still being evaluated by prospective parties. ESTABLISHMENT OF SUBSIDIARIES No subsidiary company was set up in 2010.722.8% dari jumlah produksi Perseroan tahun 2009. BBK baru berproduksi sebesar 76. yang pada umumnya menggunakan indeks internasional yang setara sebagai perbandingan dan disesuaikan dengan spesifikasi dari batubara dan lokasi pengiriman. In 2010 up to the time of its business closure. pengapalan batubara. there was no new acquisition in 2010.

• Placement of funds is based on requirements and under mutually beneficial agreement to provide optimum benefit for the Company. RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS Certain comparative figures in the consolidated financial statements for the year ended 31 December 2009 have been amended to conform to the basis on which the consolidated financial statements for the year ended 31 December 2010 have been presented. Adapun transaksi dengan pihak afiliasi yang dilakukan Perseroan sepanjang tahun 2010 adalah sebagaimana tercantum dalam tabel berikut. Tbk PT Pindad (Persero) PT Pertamina (Persero) PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) PT Asuransi Jiwasraya (Persero) REKLASIFIKASI AKUN Angka komparatif pada laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 telah diubah untuk menyesuaikan dengan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. . Related party transactions in 2010 are listed below: NAMA PIHAK PARTY PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk SIFAT HUBUNGAN NATURE OF RELATIONSHIP Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity TRANSAKSI TRANSACTION Penempatan dana Fund placement Penempatan dana Fund placement Penempatan dana Fund placement Penempatan dana Fund placement Penempatan dana Fund placement Penempatan dana Fund placement Pengangkutan batubara Coal transportation Penjualan batubara Coal sales Penjualan batubara dan pemakaian listrik Coal sales and electricity supply Penjualan batubara Coal sales Penjualan batubara Coal sales Penjualan batubara Coal sales Penjualan batubara Coal sales Pengapalan batubara Coal shipment Pembelian emas Gold purchase Pembelian bahan peledak Explosives purchase Pembelian bahan bakar Fuel purchase Premi asuransi Insurance scheme Dana pensiun Pension Fund PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur PT Bank Pembangunan Sumsel dan Babel PT Kereta Api Indonesia (Persero) PT Indonesia Power PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Semen Padang (Persero) PT Semen Andalas (Persero) PT Semen Baturaja (Persero) PT Timah (Persero) Tbk PT Bahtera Adhiguna (Persero) PT Antam (Persero).MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 157 • Penempatan dana dilakukan berdasarkan kebutuhan dan perjanjian yang saling menguntungkan dan memberikan benefit optimal pada Perseroan.

158 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Truk pengangkut batubara di Banko Barat Coal truck at Banko Barat .

if any. 34/2009 yang mewajibkan perusahaan pertambangan untuk menjual sebagian hasil produksinya kepada pelanggan domestik (“Domestic Market Obligation” atau “DMO”). Government Regulations Nos. the Government of Indonesia released two implementing regulations for Mining Law No. PP No. The procedures for IUP issuance will be issued by the DGMCG (presumably through the upcoming implementing regulations for Law No. Setelah keluarnya Undang-Undang tersebut. Direktur Jenderal Mineral.E/31/DJB/2009 with respect to Mining Rights (“KP”) under which the Company operates. yaitu 11 Juli 2009. which provides a legal framework to require mining companies to sell a portion of their output to domestic customers (“Domestic Market Obligation” or “DMO”). GR No. Sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No.4/2009. GR No. CONTINGENT ASSETS AND LIABILITIES Mining Law No. GR No. pada saat peraturan-peraturan pelaksana ini diterbitkan. Perusahaan terus memonitor perkembangan peraturan pelaksana Undang-Undang tersebut secara ketat dan akan mempertimbangkan dampak terhadap operasi Perusahaan. 22 mengatur tentang pembentukan area pertambangan dengan menggunakan ijin usaha pertambangan yang baru. The Company is closely monitoring the progress of the implementing regulations for the Law. 4/2009 On 16 December 2008. 03.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 159 ASET DAN KEWAJIBAN KONTINJENSI Undang-Undang Pertambangan No. and will consider the impact on its operations. the details of the procedures remain to be specified. by 11 July 2009. 23”). which received the assent of the President on 12 January 2009. i. 4/2009. Keputusan Menteri No. once these regulations are issued. the Company has obtained IUPs for most of its exploitation/ development areas. 4/2009. akan tetapi tata laksananya masih perlu diperjelas oleh pemerintah. 22 deals with the establishment of mining areas under the IUP. Tata cara penerbitan IUP akan diterbitkan oleh DJMBP (diasumsikan melalui peraturan pelaksana UndangUndang No. Dewan Perwakilan Rakyat meloloskan Undang-Undang (“UU”) Pertambangan Mineral dan Batubara.e. 1604/K/30/MEM/2010. Semua pemilik KP eksplorasi dan eksploitasi diwajibkan untuk menyerahkan rencana aktivitas seluruh KP hingga berakhirnya jangka waktu KP.E/31/DJB/2009 sehubungan dengan Kuasa Pertambangan (“KP”) yang menjadi dasar operasi Pemerintah. 22/2010 dan 23/2010 (“PP No. Following the issue of the Law. PP No. i. 4/2009). 34/2009. 03. 4/2009 Pada tanggal 16 Desember 2008. becoming Law No. • • • • Pada bulan Pebruari 2010. the Minister of ESDM issued Ministerial Regulation No. 22/2010 and 23/2010 (“GR No. 4/2009.75%. 23. All existing exploration and exploitation KP holders are required to deliver an activities plan for the whole KP area covering the period until expiration of the KP term. 23”). Pemerintah Indonesia mengeluarkan dua peraturan pemerintah yaitu Peraturan Pemerintah No. 23 also requires a KP to be converted into an IUP within three months of the issue of GR No. Batubara dan Panas Bumi (“DJMBP”) menerbitkan Surat Keputusan (“SK”) No. the Indonesian Parliament passed Law on Mineral and Coal Mining (the “Law”). among others: • KP in force at the time the law was enacted will remain valid until the expiration of the KP but must be converted to an IUP – the mining license under the Law by 11 January 2010 at the latest. Seperti yang telah disajikan pada laporan keuangan konsolidasian. According to Ministerial Decree of Minister of ESDM No. The Circular states that. jika ada. Ministerial Regulation No 34/2009 In December 2009. the Director General of Minerals.22” and “GR No. paling lambat 11 Januari 2010. Coal and Geothermal (“DGMCG”) issued Circular No. As presented in consolidated financial statement. 34/2009 Pada bulan Desember 2009. 23 juga mewajibkan agar KP diubah menjadi IUP dalam jangka waktu tiga bulan sejak diterbitkannya PP No. 23 provides clarifications surrounding the procedures to obtain new IUPs. Beberapa diantaranya adalah: • KP yang ada pada saat diberlakukannya UndangUndang masih berlaku hingga jangka waktu berakhirnya KP tetapi wajib dikonversi menjadi IUP sesuai dengan Undang-Undang. sampai pada tanggal laporan tahunan ini diterbitkan Perusahaan telah memperoleh IUP untuk sebagian besar area eksploitasi/pengembangan yang dimiliki. sehubungan dengan penerapan Undang-Undang Pertambangan No. 23. paling lambat enam bulan setelah disahkannya Undang-Undang. however. at the latest within six months of the enactment of the Law. as of the date of these consolidated financial statements. 4/2009). 1604/K/30/ MEM/2010. persentase batas minimal DMO adalah 24. yang telah disetujui oleh Presiden pada 12 Januari 2009 menjadi UU No. . 22” dan “PP No.75%.e. the minimum DMO percentage is 24. Menteri ESDM mengeluarkan Peraturan Menteri No. In February 2010.

Peraturan ini mengukuhkan keberlakuan Peraturan Menteri No. 78”) yang mengatur aktivitas reklamasi dan pascatambang untuk pemegang IUP-Eksplorasi dan IUPOperasi Produksi. will be determined by the Minister of ESDM. tiga tahun setelah dokumen rencana penutupan tambang disetujui oleh Gubernur Sumatera Selatan dan Bupati Muara Enim. ketentuannya antara lain. (2) rencana pasca tambang. Pemegang IUP-Eksplorasi. The requirement to provide reclamation and post-mine guarantees does not release the IUP holder from the requirement to perform reclamation and post-mine activities. IUP-Exploration holders. 17/2010 Pada tanggal 23 September 2010. Peraturan ini berlaku efektif pada tanggal 23 September 2010. (3) menyediakan jaminan reklamasi yang dapat berupa rekening bersama atau deposito berjangka yang ditempatkan pada bank pemerintah. industri pertambangan masih menunggu pedoman kebijakan dan instruksi dari Menteri ESDM.e. Berdasarkan peraturan ini Grup telah mengirimkan rencana penutupan tambangnya ke Gubernur Sumatera Selatan dan diharapkan untuk disetujui pada tahun 2011 dan penempatan deposito baru akan dilakukan pada tahun 2014. a bank guarantee. Grup telah menempatkan jaminan reklamasi tambang dalam bentuk cadangan akuntansi (lihat Catatan 16) dan akan melakukan penempatan deposito untuk penyisihan penutupan tambang. must include a reclamation plan in its exploration work plan and budget and provide a reclamation guarantee in the form of a time deposit placed at a state-owned bank. (3) provide a reclamation guarantee which may be in the form of a joint account or time deposit placed at a stateowned bank. or an accounting provision (if eligible). the Group had placed reclamation guarantees in the form of accounting reserves (see Note 16) and plans to establish a time deposit for mine closure provision. Pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan implementasi atas UndangUndang Mineral No. Pada tanggal laporan keuangan konsolidasian ini. (2) a post-mining plan. the Government of Indonesia released an implementing regulation for Mining Law No. ketentuannya antara lain. bank garansi. Reklamasi Tambang dan Penutupan Tambang Pada tanggal 20 Desember 2010. sebagai salah satu peraturan pelaksana UU No. Ministerial Regulation No. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengeluarkan Peraturan Menteri No. 18/2008 issued by the Minister of ESDM on 29 May 2008. 78/2010 (“GR No. Keputusan Menteri No. harus memuat rencana eksplorasi didalam rencana kerja dan anggaran biaya ekplorasinya dan menyediakan jaminan reklamasi berupa deposito berjangka yang ditempatkan pada bank pemerintah. 4/2009. and (4) provide a post-mine guarantee in the form of a time deposit at a state-owned bank. yang juga ditentukan oleh Menteri ESDM. atau cadangan akuntansi (bila diijinkan). Mine Reclamation and Mine Closure On 20 December 2010. Government Regulation No. Penempatan jaminan reklamasi dan jaminan pasca tambang tidak menghilangkan kewajiban pemegang IUP dari ketentuan untuk melaksanakan aktivitas reklamasi dan pasca tambang. as one of the implementing regulations to the Mining Law No. must prepare (1) a 5-year reclamation plan. harus menyiapkan (1) rencana reklamasi lima tahunan. 17/2010 outlining the mechanism for determining the Indonesian Minerals and Coal Benchmark Price (“IMCBP”). 4/2009. the Minister of Energy and Mineral Resources issued Ministerial Regulation No. 18/2008 yang dikeluarkan oleh Menteri ESDM pada tanggal 29 Mei 2008. Pemegang IUP-Operasi Produksi. 17/2010 yang menjelaskan mekanisme untuk menentukan Indonesian Minerals and Coal Benchmark Price (“IMCBP”). the Group has submitted its mine closure plan to the Governor of South Sumatera and it is expected to be approved in 2011 and then followed by the placement of time deposit in 2014. which will follow international indices as the benchmark. As at the date of these consolidated financial statements. It has been effective from 23 September 2010. . among other requirements. Pada tanggal laporan keuangan konsolidasian ini. The domestic customers and the price to be used for the DMO sales. This regulation confirms Ministerial Regulation No.160 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Pelanggan domestik dan harga yang akan digunakan untuk porsi penjualan DMO akan mengikuti harga indeks internasional sebagai tolak ukur. Based on this regulation. 17/2010 On 23 September 2010. 78/2010 (“PP No. IUP-Production Operation holders. i. 78”) that deals with reclamation and post-mining activities for both IUPExploration and IUP-Production Operation holders. dan (4) menyediakan jaminan pasca tambang berupa deposito berjangka yang ditempatkan di bank pemerintah. yaitu Peraturan Pemerintah No. among other requirements. 4/2009. the mining industry is waiting for further implementation guidelines and instructions from the Minister of ESDM. 4/2009. As at the date of these consolidated financial statements. three years after the issue of approval for mine closure plan by the Governor of South Sumatra and Muara Enim Regency Government.

harga yang ditetapkan akan disesuaikan setiap tahunnya berdasarkan harga IMCBP tahun tersebut. and • the use of a “floor” price approach (i. otoritas untuk memberikan KP dialihkan pengurusannya oleh Gubernur Sumatera Selatan ke Bupati Lahat pada tahun 2004. Outstanding court cases still in progress In 2003. Ministerial Regulation No.g. • the acceptance of certain costs as adjustments to the IMCBP (if the actual sale point is not FOB mother vessel). Peraturan Menteri No. the Company was given a KP to exploit the Lahat area. dan • menggunakan surveyor yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Mineral. actual sales price. untuk perhitungan Penerimaan Negara (contoh: royalti atau biaya eksploitasi). This regulation also requires mining companies to: • use Indonesian flagged ships/vessels to transport minerals/coal. Royalti dan iuran eksploitasi akan dihitung berdasarkan harga jual aktual tertinggi dan IMCBP. PTUN Palembang menolak gugatan Perusahaan. . Batubara dan Panas Bumi. Peraturan ini juga mengharuskan perusahaan pertambangan untuk: • menggunakan kapal/perahu berbendera Indonesia untuk mengangkut mineral/batubara. Atas upaya hukum tersebut. Management believes that sales price for all short-term coal sales contracts entered by the Group is in line with the IMCBP. 17/2010 mengatur antara lain: • penggunaan harga rata-rata mineral/batubara dari indeks pasar internasional dan penggunaan free-onboard (“FOB”). the authority to grant KP was transferred by the Governor of South Sumatera to the Lahat Regency Government. mana yang lebih tinggi. Perkara-Perkara Dalam Proses Di Pengadilan Pada tahun 2003. kapal induk sebagai titik penjualan untuk menentukan IMCBP.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 161 Peraturan Menteri No. Perusahaan mengajukan gugatan kepada Bupati Lahat sehubungan dengan penerbitan beberapa KP kepada beberapa perusahaan swasta atas wilayah yang sama yang dimiliki oleh Perusahaan. On 29 August 2005. Palembang PTUN refused to process the Company’s claim. the Company filed a lawsuit against the Lahat Regency Government due to several overlapping KPs with other companies. 17/2010. Perusahaan diberikan KP untuk mengeksploitasi daerah Lahat. seperti yang dijelaskan lebih lanjut dalam Peraturan Menteri No. Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh kontrak penjualan batubara jangka pendek yang dilakukan oleh Grup telah menggunakan harga jual yang sesuai dengan IMCBP. Coal and Geothermal. the sales price will be revisited each year and will be adjusted in accordance with IMCBP of the respective period. • mengutamakan penggunaan perusahaan asuransi nasional dimana syarat adopsi CIF digunakan. whichever is higher. 17/2010.dan • penggunaan pendekatan harga dasar (yaitu harga jual IMCBP vs harga jual aktual. Royalties and exploitation fees will be calculated based on the higher of the actual sales price and the IMCBP as further explained in Ministerial Regulation No. and • use surveyors appointed by the Directorate General of Minerals. Dalam melakukan perhitungan royalti. In calculating the royalty. for the Non-Tax State Revenue calculation (e. Pada tahun 2004.royalty or exploitation fee).e. In 2004. Pada tanggal 29 Agustus 2005 melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (“PTUN”) Palembang. Untuk kontrak penjualan jangka panjang. • penerimaan beban tertentu sebagai penyesuaian untuk IMCBP (jika titik penjualan FOB yang sebenarnya bukan kapal induk). 17/2010 memberikan masa transisi untuk merubah kontrak spot penjualan sampai dengan 22 Maret 2011 dan kontrak penjualan jangka panjang sampai dengan 22 September 2011. 17/2010 governs among others: • the use of the average mineral/coal price from international market indices and the use of free-on-board (“FOB”) mother vessel as the sale point to determine the IMCBP. the Company also has used the adjusted sales price for the royalty calculation based on the calorific value of each sale. For the long-term coal sales contracts. 17/2010 provides a transitional period until 22 March 2011 for spot sales contracts and 22 September 2011 for term sales contracts. IMCBP vs. through Palembang Administrative Court (“PTUN”). • prioritise the use of a national insurance company where CIF sale terms are adopted. Ministerial Regulation No. Perusahaan juga telah menyesuaikan harga penjualan yang digunakan untuk menghitung royalti berdasarkan kalori dari masingmasing penjualan.

With the PT Palembang decision. as the date of this report. Dengan putusan sela PT Palembang tersebut para tergugat mengajukan upaya hukum Kasasi ke Mahkamah Agung RI. Mahkamah Agung telah menerima upaya hukum kasasi dari Perusahaan. saat ini perkara dalam proses Mahkamah Agung RI. PN Lahat announced its refusal to process the suit. and refused both the exception of the defendant and the Company’s cassation. the cassation files were received by the Indonesian Supreme Court and as at the date of this report. the Company was still waiting for the court process at PN Lahat. Pada tanggal 31 Januari 2008. Saat ini. perkara tersebut masih dalam proses di Mahkamah Agung RI. on which the Company further appealed to the High Court (“PT”) in Palembang. The suit is addressed to several parties which include the Lahat Regency Government as first defendant. On 16 December 2008. the defendent appealed to the Supreme Court. still in relation to the KP overlapping above. PT Palembang issued a decision letter approving the Company’s appeal and ordered PN Lahat to process the suit. On 14 December 2005. dan sampai dengan tanggal laporan keuangan ini. Mahkamah Agung memutuskan untuk membatalkan putusan PTTUN Medan. Pada tanggal 10 Mei 2007. masih terkait dengan kasus di atas. Tanggal 28 Januari 2010 Mahkamah Agung RI. bahwa PN Lahat tidak berwenang mengadili perkara tersebut. PTTUN rejected the Company’s appeal. the Supreme Court received the Company’s cassation. On 12 August 2008. the Company filed a civil suit with PN Lahat due to commercial losses from KP overlapping with other parties. menerima banding Perusahaan. Perusahaan mengajukan gugatan perdata ke PN Lahat atas kerugian materiil akibat pemberian KP kepada pihak lain. Perusahaan mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (“PTTUN”) Medan. On 31 January 2008. the case was still in progress. PTTUN menolak upaya hukum banding Perusahaan. On 30 June 2006. the case was still in progress. Tertanggal 9 Juli 2009 PN Lahat telah mengirimkan berkas perkara Kasasi ke Mahkamah Agung RI. Tanggal 12 Agustus 2008. Pada tanggal 30 Juni 2006.162 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Pada tanggal 14 Desember 2005. PERKEMBANGAN TERAKHIR PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN Ikatan Akuntan Indonesia (“IAI”) telah menerbitkan beberapa standar akuntansi revisi sebagai berikut yang mungkin mempunyai dampak terhadap laporan keuangan Perusahaan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011: PROSPECTIVE ACCOUNTING PRONOUNCEMENTS The Indonesian Institute of Accountants has issued the following revised accounting standards that may be applicable to the Company’s financial statements covering periods beginning on or after 1 January 2011: . Tanggal 16 Desember 2008 PT Palembang mengeluarkan Putusan Sela. Tanggal 2 November 2009 berkas perkara telah diterima Mahkamah Agung RI. yang relas pemberitahuannya diterima perusahaan tanggal 01 Desember 2010. PN Lahat sent the cassation files to the Indonesia Supreme Court. Gugatan dilayangkan kepada beberapa pihak termasuk Bupati Lahat sebagai tergugat pertama. for which notice was received by the Company on 1 December 2010. On 2 November 2009. As at the date of this report. the Indonesia Supreme Court issued a cassation decision rejecting the petition of the defendants (Lahat Regency Government). menolak eksepsi tergugat tetapi juga menyatakan gugatan Perusahaan tidak dapat diterima. the Supreme Court announced the cancellation of PTTUN. PN Lahat mengeluarkan Putusan Sela. dengan putusan Sela tersebut Perusahaan mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi (“PT”) Palembang. the Company filed an appeal with the Medan Administrative High Court (“PTTUN”). membatalkan Putusan Sela PN Lahat serta memerintahkan PN Lahat untuk memeriksa dan mengadili perkara tersebut. On 10 May 2007. On 9 July 2009. On 28 January 2010. telah menerbitkan Putusan Kasasi dengan Amar Putusan Menolak Permohonan Kasasi para tergugat (Bupati Lahat dkk). Perusahaan sedang menunggu proses persidangan atas pokok perkara di PN Lahat.

Business Combinations. IAI juga telah menerbitkan standar akuntansi revisi sebagai berikut yang mungkin mempunyai dampak terhadap laporan keuangan Perusahaan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012: • PSAK 10 (Revisi 2009) .MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 163 • • • • • • • • • • • • • • • • PSAK 1 (Revisi 2009) . PSAK 3 (Revisi 2010) .Statement of Cash Flows. SFAS 23 (Revised 2010) .Kebijakan Akuntansi.Pengungkapan Pihak-Pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa.Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri. SFAS 8 (Revised 2010) – Events after the Reporting Period.Laporan Arus Kas.Impairment of Assets.Related Party Disclosures. PSAK 5 (Revisi 2009) . PSAK 57 (Revisi 2009) .Pelaporan Keuangan Mengenai Bagian Partisipasi Dalam Pengendalian Bersama Operasi dan Aset. PSAK 12 (Revisi 2009) .Provision.Interests in Joint Ventures.Investasi Dalam Perusahaan Asosiasi.Presentation of Financial Statements. SFAS 15 (Revised 2009) . SFAS 3 (Revised 2010) – Interim Financial Reporting.Efek dari Perubahan Kurs Mata Uang Asing. PSAK 23 (Revisi 2010) . PSAK 15 (Revisi 2009) .Penyajian Laporan Keuangan. The Indonesian Institute of Accountants has also issued the following revised accounting standard that may be applicable to the Company’s financial statements covering periods beginning on or after 1 January 2012: • SFAS 10 (Revised 2009) .Revenue. Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan. KEJADIAN SETELAH TANGGAL NERACA Tidak ada kejadian material setelah berakhirnya periode laporan yang tercatat pada Laporan Audit Konsolidasian Perseroan. Perusahaan masih mempelajari dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar-standar ini terhadap laporan keuangan.Intangible Assets.Investments in Associates.Segmen Operasi. SFAS 19 (Revised 2010) .Aset Tidak Berwujud.Penurunan Nilai Aset. SFAS 48 (Revised 2009) . . PSAK 22 (Revisi 2010) . Changes in Accounting Estimates and Errors.Laporan Keuangan Interim. PSAK 19 (Revisi 2010) .Penggabungan Usaha.Accounting Policies.Non-Current Assets Held for Sale and Discontinued Operations. SFAS 25 (Revised 2009) . SFAS 22 (Revised 2010) . PSAK 48 (Revisi 2009) . The Company is still considering the impact of these revised standards to the financial statements. PSAK 8 (Revisi 2010) – Peristiwa Setelah Tanggal Neraca. SFAS 2 (Revised 2009) .Operating Segments. PSAK 25 (Revisi 2009) . SFAS 57 (Revised 2009) .Kewajiban Diestimasi. SFAS 12 (Revised 2009) . PSAK 2 (Revisi 2009) . PSAK 7 (Revisi 2009) . PSAK 58 (Revisi 2009) .Pendapatan. SUBSEQUENT EVENTS There were no significant events subsequent to the audited consolidated financial statements date. • • • • • • • • • • • • • • • • SFAS 1 (Revised 2009) .Aktiva Tidak Lancar Tersedia Untuk Dijual dan Operasi Dalam Penghentian.The Effects of Changes in Foreign Exchange Rates. SFAS 4 (Revised 2009) – Consolidated and Separate Financial Statements. SFAS 5 (Revised 2009) . SFAS 7 (Revised 2009) . Kewajiban Kontinjensi dan Aset Kontinjensi. SFAS 58 (Revised 2009) . PSAK 4 (Revisi 2009) . Contingent Liabilities and Contingent Assets.

164 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN .

CORPORATE GOVERNANCE REPORT

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 165

Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report

Komitmen menerapkan praktek tata kelola perusahaan terbaik berimbang dan bersamaan dengan peningkatan integritas karyawan untuk mendorong pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan
Committed to implementing balanced good corporate governance best practice and upholding employee integrity for a sustainable corporate growth

166

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

LAPORAN PELAKSANAAN TATA KELOLA

IMPLEMENTATION OF CORPORATE GOVERNANCE
OBJECTIVE
Following the establishment and enforcement of Good Corporate Governance (GCG) implementation guide on working mechanism among corporate organs (GCG Code) and other GCG policies, the Company has implemented every point in the GCG Code. Based on the Code, each level of operations will continue to consistently implement GCG practice in the best possible manner.

TUJUAN PENERAPAN
Menindak lanjuti penyelesaian, penerbitan dan penerapan Panduan Implementasi Good Corporate Governance (GCG) yang berisi mekanisme kerja antar Organ Perusahaan, Kebijakan Pokok Perseroan (GCG Code) dan Kebijakankebijakan lain terkait GCG, Perseroan mulai melakukan implementasi butir-butir yang terkandung dalam panduan tersebut. Berdasarkan buku panduan yang ditujukan sebagai pedoman, setiap level operasional kini dan kedepan bertekad menjalankan GCG secara konsisten dan sebaik mungkin. Hal tersebut dilaksanakan bukan hanya untuk menindak lanjuti Keputusan Menteri Negara BUMN RI No. 117/M-MBU/2002 tentang Penerapan Praktek GCG pada BUMN, melainkan dalam rangka melaksanakan keyakinan Perseroan akan manfaat positif dari penerapan praktek GCG. Tujuan Penerapan GCG di Perseroan adalah : • Mengendalikan dan mengarahkan hubungan antara Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Direksi, karyawan, pelanggan, mitra kerja, serta masyarakat dan lingkungan. Mendorong dan mendukung pengembangan Perseroan. Mengelola sumber daya secara lebih amanah. Mengelola risiko secara lebih baik. Meningkatkan pertanggungjawaban kepada stakeholders. Mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan Perseroan. Memperbaiki budaya kerja Perseroan. Meningkatkan citra Perseroan (image) menjadi semakin baik.

Such is aimed not only at complying with the State Minister for State-Owned Enterprises (SOE) Decree No. 117/M-MBU/2002 concerning Implementation of GCG Practices in SOEs, but also at demonstrating the Company’s belief in the advantage of practising GCG principles. The goal of implementing GCG throughout the Company is to allow: • Directing and managing the relationship among shareholders, Board of Commissioners, Board of Directors, employees, customers, partners, community and environment. • Promoting and supporting the Company’s growth. • Managing human resource discreetly. • Managing risk more responsibly. • Treating stakeholders more responsibly. • Preventing irregularity in the management of the Company. • Promoting work ethos. • Enhancing the Company’s good image. To attain that goal, the Company consistently implements good corporate governance (GCG) principles which include transparency, accountability, responsibility, independency and fairness, corresponding to the promotion of corporate values and culture which are reflected in the corporate code of ethics and culture. High integrity influenced by such cultural values is believed to maximize the implementation of GCG.

• • • • • • •

Untuk mencapai tujuan tersebut, Perseroan senantiasa berusaha menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik, mencakup azas transparency, accountability, responsibility, independency dan fairness, secara seimbang dengan pembangunan nilai-nilai dan budaya perusahaan yang tertuang dalam rumusan kode etik serta budaya perusahaan. Pembangunan integritas yang tinggi melalui nilai-nilai budaya tersebut diyakini akan semakin memberikan hasil maksimal pada mutu penerapan GCG. Mutu penerapan GCG yang baik dan konsisten akan mendukung peningkatan kinerja Perseroan melalui terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih baik, meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan pelayanan kepada stakeholders yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan corporate value. Selain itu, stakeholder satisfaction juga akan meningkat karena terjadinya perbaikan

Good and consistent implementation of GCG will support the Company’s operations as it allows better decision making, improved operating efficiency and stakeholders’ return and corporate value. Likewise, stakeholders’ satisfaction will be guaranteed by maximizing financial achievement and

CORPORATE GOVERNANCE REPORT

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 167

kinerja keuangan serta berkurangnya keputusan investasi yang mengandung benturan kepentingan, sehingga membuat kepercayaan investor meningkat. Komitmen, konsistensi serta keberhasilan Perseroan dalam menerapkan tata kelola yang baik telah membuahkan berbagai bentuk penghargaan dari lembaga independen dari berbagai perspektif, mencakup : • Predikat Terpercaya berdasarkan Corporate Governance Perception Index yang diselenggarakan oleh IICG (Indonesian Institute of Corporate Governance) bekerja sama dengan majalah SWA dalam Acara “IICG - GCG Award” di Jakarta, nilai skor meningkat dari 82,27 menjadi 84,11 di tahun 2010. The Best Role of Stakeholder dalam acara “IICD (Indonesian Institute of Corporate Directorship) Corporate Governance Award” kerja sama IICD dengan Majalah Investor. 3rd Rank The Best Corporate GCG Implementation kerjasama IICD dengan Business Review dalam acara “Business Review Award” di Singapura

minimizing investment risk, preventing conflict of interest and boosting investors’ trust.

The Company’s commitment, consistency and success in implementing good corporate governance practice have earned the Company several awards and commendations from independent institutions in varied perspectives, which are: • The Most Trusted based on Corporate Governance Perception Index conducted by IICG (Indonesian Institute for Corporate Governance) in collaboration with SWA Magazine presented in “IICG – GCG Award” program in Jakarta with an improved score from 82.27 to 84.11 in 2010. The Best Role of Stakeholder in ”IICD (Indonesian Institute of Corporate Directorship) Corporate Governance Award” program jointly organized by IICD and Investor Magazine. 3rd Rank The Best Corporate GCG Implementation presented by IICD in collaboration with Business Review Magazine during ”Business Review Award” in Singapore.

ASESMEN PRAKTEK GCG
Perseroan terakhir kali melakukan asesmen Praktek GCG pada tahun 2008, dilaksanakan oleh assesor independent Sodiq, Purwoko & Associates. Menurut hasil asesmen tersebut, Perseroan mendapatkan total skor 89,75, dengan kesimpulan kualitas penerapan GCG Baik. Adapun tabel skor hasil asesmen adalah sebagai berikut.

ASSESMENT OF GCG PRACTICE
An assessment of GCG practice by the Company in 2008 was made by an independent assessor, SODIQ, PURWOKO & ASSOCIATES. Findings showed that the Company obtained a total score of 89.75 and termed Good Implementation of GCG. The score of the assessment is shown below:

168

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

BOBOT ASPEK
ASPECT

WEIGHT

SKOR
SCORE

ACHIEVEMENT

CAPAIAN
% B/A X 100

A 9,00 8,00 66,00 27,00 6,00 27,00 3,00 3,00 7,00 10,00 100,00

B 7,49 6,03 61,80 24,33 5,92 25,66 2,90 3,00 6,43 8,00 89,75

I II III

Hak dan Tanggung Jawab Pemegang Saham/RUPS Shareholders’ right and responsibility /GMS Kebijakan GCG GCG policy Penerapan GCG GCG implementation A. Komisaris Board of Commissioners B. Komite Komisaris Board of Commissioners Committees C. Direksi Board of Directors D. Satuan Pengawasan Intern Internal Audit Unit E. Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary Pengungkapan Informasi Disclosure Komitmen Commitment Skor Keseluruhan Total Score

83,27 75,31 93,64 90,11 98,67 95,02 96,58 100,00 91,79 80,00 89,75

IV V

Peringkat Kualitas Penerapan GCG Quality Rating of GCG Implementation Dari hasil assesment tersebut, Assessor merekomendasikan berbagai perbaikan aturan dan peningkatan kualitas pelaksanaan praktek GCG yang sebaiknya dilakukan oleh Perseroan. Selain itu, dari partisipasi Perseroan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh asesor eksternal, seperti dalam rangka penyelenggaraan IICGGCG Award yang diselenggarakan pada tahun 2010, juga disampaikan beberapa rekomendasi serupa. Beberapa rekomendasi yang disampaikan diantaranya: • Melakukan revisi dan penyesuaian terhadap muatan GCG Code dan Board Manual mengacu pada perubahan peraturan perundang-undangan (UU No.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas), termasuk perubahan Anggaran Dasar Perusahaan. • Menyusun dan Menyempurnakan Pedoman Perilaku (Code of Conduct) sebagai sebuah dokumen tersendiri secara terpisah termasuk menyertakan didalamnya lembar kepatuhan terhadap Pedoman Perilaku yang harus ditandatangani oleh setiap Pegawai. • Menambahkan ke dalam GCG Code uraian terkait dengan hak, wewenang dan tanggung jawab Pemegang Saham/ RUPS secara jelas. Dengan mempertimbangkan rekomendasi-rekomendasi tersebut dan kebutuhan perusahaan bagi terciptanya peningkatan penerapan GCG, pada tahun 2010 Perseroan melaksanakan beberapa upaya perbaikan tata laksana dan peningkatan kualitas penerapan GCG, diantaranya sebagai sebagai berikut:

BAIK GOOD
Based on the assessment result, the assessor recommended a series of actions to be taken by the Company to improve the rules of implementing GCG. In addition, following the Company’s participation in various events launched by external assessor, such as IICG-GCG Award program in 2010, a few similar recommendations were also made.

Some of the recommended measures are: • Revise GCG Code and Board Manual to conform to amended laws (Corporate Law No. 40 year 2007), including amendments to the Company’s Articles of Association. • Draw up and develop Code of Conduct as a separate document and enclose compliance sheets to be signed by all employees. • Insert in the GCG Code description of right, authority and responsibility of shareholders /GMS.

Considering the Company’s needs for better GCG implementation and fulfilment of those recommendations, in 2010 the Company made some improvement on GCG implementation as follows:

CORPORATE GOVERNANCE REPORT

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 169

Perusahaan dibantu konsultan telah mengembangkan soft structure GCG yang baru, yaitu : - Panduan Kerja Bagi Dewan Komisaris dan Direksi (Board Manual) - GCG Code - Code of Conduct Salah satu Soft Structure GCG adalah Code of Conduct yaitu Suatu Pedoman Perilaku bagi seluruh Jajaran Perseroan. Code of Conduct ini telah disosialisasikan kepada seluruh Jajaran Perusahaan yang menjelaskan tentang: - Kebijakan tentang Benturan Kepentingan - Kebijakan tentang Larangan Pemberian dan Penerimaan Hadiah, Suap dan sejenisnya. - Kebijakan tentang Pengadaan Barang dan Jasa. - Tata Laksana Sistem Pelaporan Pelanggaran. - Pelaksanaan lembar kepatuhan terhadap Pedoman perilaku yang harus ditandatangani oleh setiap pegawai.

With the aid of a consultant, the Company developed a new GCG Soft Structure: - Board Manual - GCG Code - Code of Conduct

Code of Conduct is a guide to direct the conduct of all personnel of the Company, which has been socialized to all personnel, elaborating on: - Conflict of interest policy - Restriction of giving and receiving gift, bribe, and the like - Goods and services procurement policy - Procedure of reporting misconduct (whistle blowing system) - Completion of code of conduct compliance sheets by all employees

Sosialisasi Code of Conduct telah dilaksanakan dari tanggal 16 s.d. 27 Desember 2009 kepada seluruh pegawai di satuan kerja maupun unit kerja dalam Perusahaan. Kemudian sosialisasi untuk pegawai yang berada di Anak Perusahaan juga telah dilaksanakan pada bulan Juli 2010. Deklarasi kepatuhan atau Pernyataan Kepatuhan telah didistribusikan kepada seluruh Pegawai melalui Nota Dinas Direktur SDM dan Umum No. 019 Tanggal 31 Agustus 2010. Sampai akhir Desember 2010, sebanyak 2.996 Pegawai dari 3.058 Pegawai (98,0%) telah menandatangani Pernyataan Kepatuhan. • Pembentukan Komite GCG Perseroan telah membentuk Komite GCG, untuk membantu Dewan Komisaris dalam rangka meningkatkan penerapan praktek GCG oleh Perseroan. Pembentukan komite ini didahului dengan perangkapan tugas anggota komite dalam Komite Konarba dan GCG. Pembentukan Komite Konarba dan PSDM Komite Nominasi, Remunerasi dan Pengembangan Sumberdaya Manusia atau disingkat Konarba dan PSDM merupakan komite yang mengalami perubahaan nama dan keanggotaan. Komite ini dibentuk terutama ditujukan untuk memperkuat penerapan GCG dari sisi penguatan sistem pengelolaan Sumber Daya Manusia. Pembentukan dan Pemberlakuan Sistem Manajemen PTBA Perseroan memperkuat sistem pengelolaan operasional terakreditasi dengan membentuk dan memberlakukan Sistem Manajemen PTBA. Sistem ini dikembangkan melalui adopsi atas beberapa sistem operasional terakreditasi yang dalam proses audit sistemnya ternyata saling bersinggungan dengan erat.

Socialization of Code of Conduct to all employees within the Company was carried out from 16 to 27 December 2009. Dissemination to employees of subsidiaries was done in July 2010. Declaration of compliance sheets were distributed to all employees under Official Memo of Human Resource & General Affairs Director No. 019 dated 31 August 2010. As of end of December 2010, a total of 2,996 employees out of 3,058 employees (98.0%) have signed the Declaration of Compliance.

Formation of GCG Committee The Company has formed GCG Committee to assist Board of Commissioners in ensuring continued implementation of GCG principle. Prior to its formation, this Committee was merged with Nomination and Remuneration Committee. Formation of Nomination, Remuneration and HRD Committee Nomination, Remuneration and Human Resource Development Committee, shortened to NR & HRD Committee has a new name and new members. Its formation is intended to reinforce the implementation of GCG with the function of human resource management. Establishment and Application of PTBA Management System The Company reinforced its accredited operations management system by establishing and applying PTBA management system. This system is developed by adopting several accredited operations management systems, which a system audit proved to be closely related.

170

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

Pencegahan Fraud & Corruption Sebagai salah satu Implementasi dari Code of Conduct yaitu pencegahan fraud & corruption, Perseroan telah mendistribusikan dokumen “Pernyataan Kepatuhan” kepada seluruh Pegawai melalui Nota Dinas Direktur SDM dan Umum No. 019 Tanggal 31 Agustus 2010. Sampai akhir Desember 2010, sebanyak 2.996 Pegawai dari 3058 Pegawai (98,0%) telah menandatangani Pernyataan Kepatuhan tersebut. Deteksi Fraud & Corruption Perseroan telah menjalankan aspek deteksi terhadap fraud & corruption dengan menjalankan Sistem Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi, dimana sejak Trw IV 2009, Manajemen telah memasukan Risiko Fraud & Corruption ke dalam identifikasi, analisis dan Profil Risiko Korporat. Penanganan Fraud & Corruption Perseroan saat ini telah membuat (draft) Susunan Tim Sistem Pelaporan Pelanggaran (SPP). Sedangkan Deskripsi Pekerjaan (lingkup dan uraian Tugas) Tim SPP serta mekanisme Pelaporan Pelanggaran yang menjelaskan bagaimana alur pelaporan pelanggaran dan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk membuat suatu laporan pelanggaran telah diselesaikan. Prosedur Penanganan Pelaporan Pelanggaran. Direncanakan pada Triwulan I 2011, Satuan Kerja Sistem Manajemen Perusahaan (SMP) bersama-sama dengan Komite GCG Dewan Komisaris akan melakukan studi banding atas ke beberapa perusahaan yang telah lebih dahulu menerapakan Whistle Blowing System, karena ada beberapa model yang diterapkan oleh Perusahaanperusahaan tersebut.

Prevention of Fraud and Corruption To implement one Code of Conduct principle which dictates that fraud and corruption be prevented, the Company distributed “Declaration of Compliance” sheets to all employees under Official Memo of Human Resource and General Affairs Director No. 019 of August 31, 2010. As of end of December 2010, a total of 2,996 employees out of 3,058 employees (98.0%) have signed such Declaration of Compliance. Detection of Fraud and Corruption The Company has covered the aspect of detecting fraud and corruption by running Integrated Corporate Risk Management System, and since the fourth quarter of 2009 the management has included fraud and corruption risk in identifying, analysing and profiling corporate risk.

Handling of Fraud and Corruption The Company has drawn up a Misconduct Reporting System Team whose job description and reporting mechanism have been completed. The job description explains reporting workflow and requirements to be met when making a misconduct report.

Procedures of Handling Misconduct Report It has been planned that in the 1st quarter of 2011, Corporate Management System Work Unit, GCG Committee and Board of Commissioners will conduct comparative studies in several companies which have adopted Whistle Blowing System, to learn about a few models that those companies have implemented. After benchmarking, Corporate

CORPORATE GOVERNANCE REPORT

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 171

Panduan Tata Kelola Perusahaan merupakan kristalisasi seluruh aturan yang menjadi pedoman bagi tata kelola perusahaan, nilai-nilai budaya, visi dan misi Perseroan serta praktek terbaik GCG.
GCG Code is the crystallization of all rules that guide the implementation of GCG best practices, cultural values, vision and mission.

Setelah melakukan studi banding SMP akan mengajukan Draft SK Pembentukan Tim SPP/Whistle Blowing System kepada Direksi dan Dewan Komisaris untuk disahkan dan diimplementasikan. Penjelasan lebih lanjut dari kegiatan yang dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas penerapan GCG sepanjang tahun 2010 tersebut di atas, diuraikan dalam bagian-bagian berikut.

Management System Team will submit a draft decision letter regarding the formation of Whistle Blowing System Team to Board of Directors and Board of Commissioners for ratification and subsequent implementation. Efforts taken to enhance the implementation of GCG principle in 2010 are elaborated further in the next sections.

PANDUAN DAN STRUKTUR TATA KELOLA
Menindak lanjuti implementasi Undang-undang Perseroan Terbatas (UU PT), Undang-Undang BUMN, rekomendasi hasil assesment praktek GCG, serta perkembangan praktek GCG terkini, Perseroan telah menyelesaikan telaah ulang dan melakukan berbagai penyesuaian atas kebijakan dan Standard Operating Procedure (SOP) terkait tata kelola perusahaan. Perseroan telah menerbitkan dan kemudian mengimpelementasikan Soft Structure GCG terbaru yang terdiri dari Board Manual, GCG Code (Panduan Tata Kelola), Code of Conduct, serta Kebijakan-kebijakan Tambahan, yang dilaporkan pada bagian tata kelola perusahaan. Panduan Tata Kelola Perusahaan merupakan kristalisasi seluruh aturan yang menjadi pedoman bagi tata kelola perusahaan, nilai-nilai budaya yang dianut, visi dan misi serta praktek-praktek terbaik (best practices) GCG. Panduan GCG yang telah disusun menjadi acuan bagi Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Direksi, Pegawai, termasuk stakeholder lainnya dalam berhubungan dengan Perseroan. Panduan Tata Kelola Perusahaan tersebut berisikan prinsip-prinsip pengelolaan perusahaan yang selanjutnya dijabarkan dalam berbagai kebijakan serta peraturan petunjuk teknis pelaksanaan. Mengingat lingkungan bisnis bersifat dinamis dan berkembang, maka Panduan Tata Kelola Perusahaan (GCG Code) tersebut akan selalu disesuaikan dengan kondisi internal maupun eksternal. Pengkajian dan penyesuaian secara berkesinambungan akan selalu disesuaikan untuk mencapai standar penerapan GCG yang terbaik bagi Perseroan.

CORPORATE GOVERNANCE CODE AND STRUCTURE
With the issuance of Corporate Law (UU PT), SOE Law, recommendation after GCG assessment, and the latest GCG practice, the Company re-evaluated and adjusted the policy and Standard Operating Procedure (SOP) associated with GCG. The result of all these was the production of a new GCG Soft Structure consisting of Board Manual, GCG Code, Code of Conduct, and Supplementary Policies, which are reported in the corporate governance section.

GCG Code is the crystallization of all rules that guide the implementation of GCG best practices, cultural values, vision and mission. GCG Code is the crystallization of all rules that guide the implementation of GCG best practices, cultural values, vision and mission. GCG Code must be used as reference by shareholders, Board of Commissioners, Board of Directors, employees, and other stakeholders in dealing with the Company.

GCG Code contains corporate governance principles which are further elaborated in various policies and technical implementation rules. Given the dynamic and expansive nature of business environment, GCG Code will continue to be adjusted to internal and external condition. Review and adjustment will be an ongoing process in a bid to reach the best standard of GCG implementation by the Company.

However. namun tidak dapat mengintervensi keputusan operasional yang menjadi wewenang Dewan Komisaris dan Direksi. Dewan Komisaris dan Direksi yang masing-masing mempunyai peran penting dalam pelaksanaan GCG secara efektif. Board of Commissioners and Board of Directors and each has its own vital role in the implementation of GCG. Insurance KOMITE NOMINASI & REMUNERASI Nomination & Remuneration Committee KOMITE AUDIT Audit Committee DIREKTUR UTAMA PRESIDENT DIRECTOR DIREKSI DIRECTORS DEWAN DIREKSI BOARD OF DIRECTORS SEKRETARIS PERUSAHAAAN Corporate Secretary SISTEM MANAJEMEN PERUSAHAAN Corporate Management System SISTEM PENGAWASAN INTERN Internal Audit Unit Keterangan Description : GENERAL MANAGER / SENIOR MANAGER GENERAL MANAGERS / SENIOR MANAGERS Garis Koordinasi Coordination Line PELANGGAN Customers PEGAWAI Employees KOMUNITAS Community Garis Komando Commando Line Organ Perusahaan Seperti tampak pada bagan struktur tata kelola perusahaan. and give . Organ Perusahaan terdiri atas Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan instansi tertinggi dalam Perseroan. task and responsibility for the sole purpose of the Company.172 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Struktur Tata Kelola di Perseroan Corporate Government Structure PEMEGANG SAHAM SHAREHOLDERS DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS KOMITE GCG GCG Comittee KOMITE ASURANSI. wadah para pemegang saham untuk bertindak secara setara dalam mengambil keputusan penting yang berkaitan dengan modal yang ditanam dalam Perseroan. Board of Commissioners is a corporate organ whose function is to supervise in a general as well as specific sense. the Company’s organ is composed of General Meeting of Shareholders. serta Corporate Organ As outlined in corporate governance structure. GMS cannot intervene in the day-to-day decision making by the Board of Commissioners and Board of Directors. RISIKO USAHA & PASCATAMBANG Business Risk. Organ Perseroan ini menjalankan fungsinya berdasarkan prinsip bahwa masing-masing organ berdiri secara independen dan menjalankan tugas. Dewan Komisaris adalah Organ Perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum atau khusus. General Meeting of Shareholders (GMS) is the highest body within the Company. The three corporate organs operate independently in their respective function. a forum for the shareholders to act on an equal footing for adopting important resolutions associated with the capital invested in the Company. fungsi dan tanggung-jawabnya semata-mata untuk kepentingan Perseroan.

dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). dapat diambil dalam RUPSLB. Laporan atas kinerja perusahaan yang disampaikan oleh Direksi. iv. Appointment of Certified Public Accountant. Agenda of AGMS covers: i. sesuai AD dan ART Perseroan. While Board of Directors is an organ fully authorized and responsible for the day-to-day management of the Company in keeping with its purpose and objective. in order that every GMS resolution is adopted by thorough deliberation.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 173 memberi nasihat kepada Direksi. and Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS). iii. as long as it does not contradict the Company’s interest and the law. amend articles of association. agar setiap keputusan yang diambil dalam RUPS didasari pertimbangan yang mendalam dan matang. memutuskan pembagian tugas dan wewenang pengurusan di antara Direktur dan lain-lain. the Board of Commissioners and Board of Directors set up sub-organs according to the Company’s needs to provide assistance and input to support and safeguard the Company operations. Keputusan yang diambil dalam RUPS didasarkan semata-mata demi kepentingan Perseroan. RUPS sesuai dengan penyelenggaraan-nya terbagi atas: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). elect and terminate members of Board of Commissioners and Board of Directors. Dalam kegiatan operasional. iv. Wewenang tersebut mencakup meminta pertanggungjawaban Dewan Komisaris dan Direksi terkait dengan pengelolaan Perseroan. At GMS. agenda rapat RUPST mencakup: i. Perseroan menjamin untuk memberikan segala keterangan yang berkaitan dengan Perseroan kepada RUPS. membantu kelancaran operasional serta memberi masukan yang diperlukan untuk mengamankan kelancaran operasional Perseroan. Other agenda items in accordance with the Articles of Association. Penunjukan Kantor Akuntan Publik terdaftar. Agenda lain sesuai ketentuan anggaran dasar Perseroan. Such authority covers the right to ask Board of Commissioners and Board of Directors to give their accountability reports on the management of the Company. counsel to the Board of Directors. and in accordance with the Company’s Articles of Association and Corporate Polilcy. serta v. sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan Perseroan dan peraturan perundang-undangan. iii. yang waktu penyelenggaraannya bisa terjadi di luar waktu RUPST. Sedangkan Direksi merupakan Organ Perseroan yang berwenang dan bertanggung-jawab penuh atas kepengurusan Perseroan sehari-hari dan bertindak semata-mata untuk kepentingan perusahaan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. For day-to-day operations. and v. ii. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS) Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai instansi tertinggi dalam Perseroan. mengangkat dan memberhentikan Direktur dan Anggota Dewan Komisaris. EGMS is held when the following actions are required: Umumnya. the Company guarantees that it will provide GMS with any information pertaining to the Company. Beberapa keputusan penting tertentu menyangkut perusahaan yang tidak bisa menunggu terselenggaranya RUPST. GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS (GMS) Being the highest body within the Company. Pembentukan sub-organ ini dilakukan sebagai bagian dari pembagian wewenang yang jelas untuk menerapkan prinsip-prinsip dasar GCG secara efektif. General Meeting of Shareholders (GMS) has the authority that is not conferred upon the Board of Commissioners or Board of Directors under the provisions of Articles of Association and the prevailing laws and regulations. all shareholders have equal rights to resolve important matters related to and aimed at business continuity. mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Dewan Komisaris atau Direksi dalam batas yang ditentukan dalam Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Therefore. Pengisian jabatan anggota Direksi atau dan Anggota Dewan Komisaris. Dewan Komisaris dan Direksi membentuk sub-organ Perseroan yang sesuai dengan kebutuhan. Appointment to Board of Directors and Board of Commissioners. Kondisi yang menyebabkan harus dilaksanakannya RUPSLB mencakup: . may be adopted at EGMS. divide duty and authority among directors. Performance report delivered by Board of Directors. mengubah anggaran dasar. diselenggarakan minimal satu kali dan dilakukan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah tahun buku Perseroan berakhir. Appropriation of profit. Penetapan penggunaan laba. a routine annual agenda held at least once a year within six months of the accounting yearend. Any resolution adopted by GMS is solely for the benefit of the Company. Sub-organs are set up for clear division of authority to effectively implement GCG principles. that may be convened any time outside the time of AGMS. Some important resolutions that must be made before the AGMS. There are two types of General Meeting of Shareholders (GMS) depending on the time they are convened: Annual General Meeting of Shareholders (AGMS). Oleh karena itu. etc. ii.

either due to resignation or for other reasons. including Series A Dwiwarna shares. Pemanggilan dan penyelenggaraan RUPSLB dilakukan melalui permintaan tertulis dengan menyebutkan hal-hal yang akan dibicarakan disertai alasannya baik dari Dewan Komisaris atau dari Pemegang Saham Seri A Dwiwarna atau dari 1 (satu) Pemegang Saham atau lebih yang memiliki sedikitnya 1/10 (satu persepuluh) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah. and rights issue. Adanya rencana transaksi yang mengandung benturan kepentingan. stock split. selama tahun 2010. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. . dan right issue. Perseroan menyelenggarakan satu kali RUPST. or by one shareholder or more owning at least 1/10 (one tenth) of total legal voting shares. Adanya rencana transaksi material menyangkut penjaminan aset perusahaan. in 2010 the Company conducted AGMS on 21 April 2010. Pursuant to Coporate Law No. seluruh pemegang saham mempunyai hak yang setara untuk mengusulkan hal-hal yang berkaitan pada keberlanjutan usaha. Investor Daily and Sriwijaya Post newspapers on 4 April 2010. 40/2007 Article 78 clause 2. In keeping with the law. Adapun tatacara RUPS harus sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. acquisition of the Company or closure of business unit. At GMS. Rencana korporasi lain yang bersifat material.48% of total issued shares. The meeting was attended by 81. Pasal 78 ayat 2. fungsi dan wewenang Dewan Komisaris dan Direksi dengan tidak mengurangi wewenang RUPS untuk menjalankan haknya sesuai dengan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan. invitation and notice of meeting agenda was published in Bisnis Indonesia. RUPS atau pemegang saham tidak dapat melakukan intervensi terhadap tugas. pengambil-alihan perusahaan maupun penutupan unit usaha. diselenggarakan pada tanggal 21 April 2010. • • • • Penggantian Dewan Komisaris dan Wakil Direksi sebelum masa tugasnya berakhir.” “Investor Daily” dan “Sriwijaya Post. • • • • Replacing members of Board of Commissioners and Board of Directors before the end of their term of office. seperti pembelian kembali saham Perseroan yang beredar. Sesuai dengan ketentuan. Proposal may be made by Board of Commissioners or holders of Series A Dwiwarna shares. GMS or shareholders should not intervene in the duty. stock split. all shareholders have equal rights to resolve important matters related to and aimed at business continuity. The meeting procedures must conform to the existing laws and regulations. Proposing plans for material transactions with respect to pledging the Company’s assets. function and authority of Board of Commissioners and Board of Directors without prejudice to the GMS prerogative to exercise its rights under the Articles of Association and the legislation. Sesuai UU No. Proposal to convene EGMS should be made in writing with agenda items to be discussed at the meeting and backed by the reasons. Proposing material corporate plans.” RUPS Tahunan tersebut dihadiri oleh 81. Proposing plans for conflict of interest transactions. At the AGMS. undangan dan pemberitahuan agenda rapat telah dimuat pada tanggal 4 April 2010 di surat kabar “Bisnis Indonesia. and Annual Report on Partnership and Community Development Program in the same year that reflected the fulfillment of corporate social responsibility as stipulated in Law No. the following resolutions were adopted: • Approving Board of Directors’ Annual Report on the Company’s condition and performance during 2009 accounting year. baik karena pengunduran diri dan/atau sebab-sebab lainnya. 40/2007.174 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Dalam RUPS. termasuk saham seri A Dwiwarna. Berbagai keputusan yang dihasilkan dalam RUPST tersebut mencakup: • Menyetujui Laporan Tahunan Direksi mengenai keadaaan dan jalannya Perseroan selama tahun buku 2009 dan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan tahun buku 2009 yang sekaligus merupakan pelaksanaan tanggung jawab sosial sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 2007. such as shares buyback.48% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan.

Empowering the Board of Directors of the Company to act on dividend payment in accordance with the provisions of the laws and regulations.14 billion for the purpose of statutory reserve and other reserves for the Company’s business development. .391. .48 miliar yang berarti Rp532. .75 per saham.AGMS of 2010 declared a 45% dividend payout ratio of the Company’s 2009 profit. A100301006/DC2/HSH/ II/2010 tanggal 01 Maret 2010 dengan pendapat “wajar dalam semua hal yang material.Ratifying the Company’s 2009 Financial Statements audited by the office of Certified Public Accountant according to its report No. sepanjang tindakan tersebut tercatat pada buku Perseroan dan tidak bertentangan dengan ketentuan dan peraturan perundangan. dengan rincian: .55 miliar dialokasikan untuk Program kemitraan tahun 2010. A100301006/DC2/HSH/ II/2010 dated 1 March 2010 with “fair in all material respects” opinion.227.00 West Indonesia Time and payment was made on 15 June 2009. An interim dividend totalling Rp 153.Dividen diberikan pada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 1 Juni 2009.227.391.61 miliar.Sebesar 2% (dua persen) laba bersih atau sejumlah Rp54. • Menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2009 yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009. • . . .Giving full release and discharge (volledig acquit et de charge) to Board of Directors and Board of Commissioners of the Company for their management and supervision actions throughout 2009 accounting year.Pemberian kuasa kepada Direksi Perseroan untuk menindak lanjuti pembayaran dividen sesuai ketentuan dan peraturan perundangan. . jam 16. Approving the appropriation of net profit earned by the Company in 2009 accounting year ending 31 December 2009.55 billion allocated to Partnership Program of 2010.48 billion or Rp 532.14 miliar digunakan untuk cadangan wajib maupun cadangan lainnya dalam rangka pengembangan Perseroan. atau sekitar 45% laba bersih.Memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi dan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku 2009. Dividend was to be paid out to the shareholders recorded in the Company’s Shareholders Register on 1 June 2009 at 16. as long as those actions were reported in the books of the Company and were not in contradiction to the provisions of the law. Atas dividen final tersebut telah dibagikan sejumlah Rp153. with the following breakdown: .CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 175 . dan sebesar 51% (limapuluh satu persen) laba atau senilai Rp1.61 billion or Rp 66.00 WIB dan dibayarkan pada tanggal 15 Juni 2009 .” . approximately 45% of net profit. .Two percent (2%) of net profit amounting to Rp 54.75 per share.As final dividend payout amounting to Rp 1.Mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2009 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik sesuai laporannya No.Dibagikan sebagai dividen final sebesar Rp1. • • RUPST tahun 2010 menetapkan dividen pay out ratio sebesar 45% dari laba Perseroan tahun 2009.75 per saham sebagai dividen interim yang telah dibagikan pada tanggal 15 Desember 2009. yang berarti Rp 66. Menetapkan besaran gaji Direksi dan Komisaris sama dengan tahun 2009 lalu dan melimpahkan kewenangan kepada Pemegang Saham Seri A untuk menetapkan jenis dan tunjangan bagi Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku 2010 sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.75 per share was paid out on 15 December 2009. Fixing Directors and Commissioners remuneration in the same amount as 2009 and authorizing Series A Dwiwarna shareholders to fix the Directors and Commissioners allowance for 2010 in accordance with the law. and fifty one percent (51%) of net profit worth Rp 1. AGMS of 2010 declared a 45% dividend payout ratio of the Company’s 2009 profit.

Board of Commissioners and Board of Directors should mutually respect each other’s duty. yakni KAP Tanudiredja. termasuk menetapkan kondisi syarat-syarat penunjukkan termasuk namun tidak terbatas pada biaya pelaksanaan audit dimaksud. Sriwijaya Post and Investor Daily. and fixing the terms and conditions of appointment including but not limited to the audit fee.1 on Planning and Convening GMS. Pasal 10 sampai dengan Pasal 23. responsibility and authority in accordance with the law.I. and to take any action required to obtain approval of the amendments.IX. As such. AGMS results were sent to Bapepam and IDX on 23 April 2010 and advertised in Bisnis Indonesia. both organs Isu-isu strategis dan substantial bagi Perseroan yang memerlukan persetujuan Dewan Komisaris dibahas pada Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi. In addition. Strategic and material issues requiring Board of Commissioners’ approval are discussed at joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors. and authorizing and empowering President Director to draw up a separate deed of Minutes of Meeting in connection with these amendments. Article 10 through Article 23.1 tentang Rencana dan Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham. member Firm dari PriceWaterHouseCoopers untuk melakukan general audit laporan keuangan konsolidasian Perseroan tahun buku 2010 dan laporan keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan tahun buku 2010. sesuai dengan Peraturan Bapepam No. dan Investor Daily. Wibisana & Partners. Menyetujui mengubah Pasal 4 sampai dengan Pasal 10.I. serta memberi wewenang dan kuasa kepada Direktur Utama Perseroan untuk membuat akta Pernyataan Keputusan Rapat tersendiri dalam rangka perubahan Anggaran Dasar ini serta melakukan segala tindakan yang diperlukan untuk memperoleh pengesahan atas perubahan Anggaran Dasar ini. The main duty of Board of Commissioners is to supervise and the Board of Directors to carry out GMS resolutions and manage the Company’s operations. tanggung jawab dan wewenang masing-masing sesuai peraturan perundangundangan COORDINATION BETWEEN BOARD OF COMMISSIONERS AND BOARD OF DIRECTORS Board of Commissioners and Board of Directors are two corporate organs responsible for the day-to-day management of the Company with differing duty and responsibility. • • Ratifying the amendment to Article 4 through Article 10. in accordance with Bapepam Regulation No. Sriwijaya Post.176 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN • RUPS menyetujui melimpahkan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk akuntan publik. member firm of PriceWaterHouseCoopers to audit the Company’s consolidated financial statements for 2010. Article 25 through Article 28 of Articles of Association. Pasal 25 sampai dengan Pasal 28 Anggaran Dasar Perseroan dan menyusun kembali seluruh Anggaran Dasar Perseroan yang telah disampaikan dalam RUPS. and 2010 financial statement of Partnership and Community Development Program. Tugas dan tanggung jawab masing-masing berbeda. Wibisana & Rekan. IX. • Authorizing Board of Commissioners to appoint Certified Public Accountant Tanudiredja. . dengan tugas utama Dewan Komisaris sebagai pengawas dan Direksi dengan tugas utama melaksanakan keputusan RUPS dan mengelola operasional namun keduanya harus senantiasa berkoordinasi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan dan kesinambungan usaha perusahaan dalam jangka panjang. Oleh karenanya Dewan Komisaris dan Direksi harus senantiasa saling menghormati tugas. but both should coordinate and work together to reach the corporate goal and long-term business continuity. HUBUNGAN SERTA KOORDINASI DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI Dewan Komisaris dan Direksi adalah dua organ perusahaan yang bertanggung jawab atas pengelolaan perusahaan sehari-hari. and to recompose the entire Articles of Association submitted to AGMS. Pengumuman hasil RUPS disampaikan pada tanggal 23 April 2010 ke Bapepam dan BEI serta diiklankan melalui surat kabar Bisnis Indonesia.

These meetings also serve as a forum for the Commissioners to review Directors’ periodic reports. operasional. periodic meetings. Agar rapat koordinasi ini dapat memberikan keputusan yang berkualitas. serta isu-isu strategis yang memerlukan persetujuan Dewan Komisaris. Untuk menyatukan pandangan dan memutuskan suatu persoalan penting menyangkut kelangsungan usaha dan operasional perusahaan. all agenda items are thoroughly prepared in advance. For the joint meetings to arrive at high quality decisions. Selain itu. Pada proses pengambilan suara. Rapat ini diselenggarakan oleh Dewan Komisaris secara berkala. Dewan Komisaris dan Direksi bersepakat menjadikan beberapa sasaran pokok sebagai tolok ukur kinerja bersama. membahas berbagai agenda menyangkut rencana kerja.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 177 Pengangkutan batubara di pelabuhan Tarahan Coal loading at Tarahan Port dan anggaran dasar. should share the same vision. Rapat ini adalah sebagai bentuk koordinasi dala rangka membahas laporanlaporan periodik Direksi dan memberikan tanggapan. peluang usaha. For that purpose. nilai-nilai dan strategi Perseroan. achievement of optimum shareholders return and reasonable protection of stakeholders interest. Board of Commissioners and Board of Directors agree to make several targets serve as the yardstick by which concerted efforts are measured: enforcement of internal control and risk management. . maka seluruh agenda rapat senantiasa dipersiapkan dengan seksama. During voting. Board of Commissioners and Board of Directors hold regular. catatan dan nasihat yang dituangkan dalam risalah rapat. mission. keduanya harus memiliki kesamaan pandangan atas visi. At these meetings they discuss business plans. opportunities and strategic issues that need the Commissioners’ consent. misi. Keputusan rapat dibuat berdasarkan azas musyawarah untuk mufakat atau diambil berdasarkan suara terbanyak serta mengikat untuk dilaksanakan tindak lanjutnya. Dewan Komisaris senantiasa dijamin mendapatkan akses atas informasi dan kondisi Perseroan terkini secara tepat waktu dan lengkap. mencakup: pelaksanaan kontrol internal dan manajemen risiko dengan baik. Kesepakatan penetapan tolok ukur ditujukan untuk menjaga agar tanggung jawab bersama dalam menjaga kesinambungan usaha Perseroan dapat terpenuhi sesuai azas akuntabilitas dan pertanggungjawaban dalam penerapan GCG. The yardstick is establlished to ensure that sustainable business development is reached in accordance with accountability and responsibility principles within GCG standards. decisions of meetings are binding and made by deliberation to reach consensus or by majority votes. Untuk itu. give their feedback and advice that are all recorded in minutes of meeting. any Commissioner who has conflict of interest should refrain from voting and this condition is recorded in the minutes of meeting. tidak boleh ikut memberikan suara dan keterangan mengenai hal ini dicatat pada risalah rapat. To synchronize views and decisions over important matters associated with the Company’s operations and business growth. Strategic and material issues requiring Board of Commissioners’ approval are discussed at joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors. pencapaian imbal hasil (return) yang optimal bagi pemegang saham dan perlindungan kepentingan pemangku kepentingan secara wajar. values and strategy of the Company. jika ada anggota Komisaris yang memiliki benturan kepentingan. Dewan Komisaris dan Direksi senantiasa mengagendakan pertemuan berkala.

pedoman kerja dan hubungan antara Dewan Komisaris dan ireksi telah ditetapkan dalam Board Manual. Conclusion made and decision taken at joint meetings of Board of Directors and Board of Commissioners covered: Management • Intensifying production efficiency program to maintain profit margin and to anticipate higher sales of lowcalorie coal. Drs. Heri Supriyanto Ir.178 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Seluruh tata cara. wewenang. Supriyadi Ir. Umiyatun Hayati Triastuti MSc Dr. M. authority. All procedures. right and code of ethics of Board of Commissioners and Board of Directors. Ir. Tiendas Mangeka Ir. MHum. In 2010. serta pengaturan rapat dan tata cara hubungan kerja antara Dewan Komisaris dan Direksi. SE. Sepanjang tahun 2010. Thamrin Sihite. Milawarma. Attendance of Board of Commissioners and Board of Directors at the meetings is shown below. MA Ir. mencakup diantaranya: Bidang Pengelolaan Perusahaan • Mengintensifkan program effisiensi produksi untuk mempertahankan profit margin dan mengantisipasi peningkatan penjualan batubara kalori lebih rendah. working guide and relationship between Board of Commissioners and Board of Directors are laid down in Board Manual. specifying among others the responsibility.Eng Ir. . • Accelerating the process of obtaining permit to use production forest area so that PT BBK could resume operation. MSc. Pedoman ini mengikat setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi dan mencantumkan antara lain tanggung jawab. with topics of discussion as described in the Board of Commissioners’ Report. duty. Sedangkan tingkat kehadiran Dewan Komisaris dan Direksi dapat dilihat pada rekapitulasi kehadiran rapat sebagai berikut. Abdul Latief Baky. Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan mengadakan Rapat Gabungan sebanyak 14 (empat belas) kali. kewajiban. Board of Commissioners and Board of Directors held 14 joint meetings. etika Dewan Komisaris dan Direksi. FIQ Ir.ME Suranto Soemarsono. Sukrisno Dono Boestami. This Manual binds all members of Board of Commissioners and Board of Directors. • Percepatan pengurusan izin pinjam pakai wilayah hutan produksi agar PT BBK dapat beroperasi kembali. dengan pokok-pokok bahasan sebagaimana diuraikan pada Laporan Dewan Komisaris. MSc Ir. Daftar Kehadiran Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi Attendance at Joint Meetings of Board of Commissioners and Board of Directors NAMA NAME Dr. Mahbub Iskandar JABATAN POSITION Komisaris Utama President Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Direktur Utama President Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director NO. hak. OF MEETING (A) 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 JUMLAH RAPAT KEHADIRAN ATTENDANCE (B) (B:A) 100 100 86 93 93 100 86 100 100 100 93 14 14 12 13 13 14 12 14 14 14 13 Beberapa kesimpulan maupun keputusan yang ditetapkan melalui rapat gabungan Direksi dan Komisaris. as well as meeting procedures and coordination of work between Board of Commissioners and Board of Directors. • Monitoring and ensuring the construction of Tanjung Enim 3x10 MW TPP for the Company’s own purpose was completed on time. • Memonitor dan memastikan realisasi pembangunan PLTU Tanjung Enim 3 x 10 MW untuk penggunaan sendiri selesai tepat waktu.

FIQ . MHum. MSc. Kinerja Komisaris dievaluasi secara berkala minimal setahun sekali berdasarkan kriteria evaluasi kinerja yang diajukan oleh Komite Nominasi dan Remunerasi kepada Dewan Komisaris. Ir. KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS PERSEROAN SAAT INI ADALAH SEBAGAI BERIKUT: THE CURRENT COMPOSITION OF BOARD OF COMMISSIONERS IS AS FOLLOWS Komisaris Utama President Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Dr. Board of Commissioners is not to intervene in Board of Directors’ duty of making decisions over operational matters.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 179 Dewan Komisaris senantiasa mendapatkan akses atas informasi dan kondisi Perseroan terkini secara tepat waktu dan lengkap. • Intensifying the internalization of the latest GCG Code. • Peningkatan intensitas kegiatan internalisasi panduan GCG terbaru. • Selecting steering committee members for the formation of Whistle Blowing Policy Implementation Team. Thamrin Sihite. minimum annually.75 per share to be paid out in December 2010. • Persetujuan besaran Dividen Interim tahun buku 2010. Hasil evaluasi kinerja Anggota Dewan Komisaris akan digunakan oleh RUPS dalam memberikan remunerasi serta sebagai salah satu indikator dalam pengangkatan kembali dan pemberhentian Anggota Dewan Komisaris yang bersangkutan. The evaluation result will be used as indicators by GMS in remunerating. sebesar Rp66. • Approving 2010 interim dividend of Rp66. Umiyatun Hayati Triastuti. Bidang Tata Kelola • Kesepakatan mengenai agenda RUPS dan tanggal pelaksanaan RUPS. Governance • Agreeing upon the agenda and date of GMS. BOARD OF COMMISSIONERS The primary duty of Board of Commissioners is to supervise in a general and specific sense in accordance with the Articles of Association and give counsel to the Board of Directors in managing the Company. appointing and terminating members of Board of Commissioners. MA Ir. • Peningkatan kegiatan dalam rangka persiapan implementasi ”Kebijakan Pelaporan Pelanggaran. Dewan Komisaris tidak boleh turut serta dalam mengambil keputusan operasional yang merupakan tugas Direksi. ME Suranto Soemarsono. MSc Dr. DEWAN KOMISARIS Tugas utama Dewan Komisaris adalah melakukan pengawasan secara umum atau khusus sesuai dengan Anggaran Dasar serta memberikan nasihat atas kebijakan Direksi dalam menjalankan kepengurusan Perseroan. Abdul Latief Baky. Full and timely information on the Company’s latest condition is accesible to Board of Commissioners at all times. Supriyadi Ir. • Fixing market-based floating prices in sales contracts pursuant to EMR Minister regulations. pada kontrak-kontrak penjualan sesuai ketentuan Menteri ESDM. Evaluasi Kinerja Komisaris dilakukan oleh Pemegang Saham dalam RUPS.” • Pemilihan tim perumus bagi pembentukan Tim Pelaksana Pelaporan Pelanggaran. by GMS according to performance appraisal criteria established by Nomination and Remuneration Committee.75 persaham dan dilaksanakan pada bulan Desember 2010. • Preparing the implementation of Whistle Blowing Policy. SE. The performance of Board of Commissioners is appraised periodically. • Penetapan kebijakan harga floating sesuai pasar.

lembaga non departemen dan kemiliteran dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir. To make sure of the candidates’ professionalism and integrity. Independency of Independent Commissioner Two of the Company’s five Commissioners are Independent Commissioners. guna menjamin calon komisaris yang bersangkutan bebas dari afiliasi maupun benturan kepentingan lainnya. to see to it that the candidates are free from any affiliation or conflict of interest. Nor do they have family relationship with other members of Board of Commissioners or Board of Directors down to the third level. Dengan dipenuhinya seluruh syarat dasar tersebut Perseroan meyakini anggota komisaris independen akan mampu memberikan masukan dan pengawasan yang independen. I-A on Share and Equity Securities Listing by Listed Companies requires that every public company have Independent Commissioners representing at least 30% of total number of Commissioners. Tugas dan Tanggung Jawab Komisaris Komisaris Perseroan memiliki tugas dan tanggung-jawab utama yang meliputi: Duty and Responsibility of Board of Commissioners The Board of Commissioners has the following primary task and responsibility: . Pemilihan Dewan Komisaris Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS melalui proses yang transparan.180 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Untuk menjamin Independensi. Adapun Komisaris Independen kedua mempunyai latar belakang Pertambangan Administrasi dan Hukum untuk menunjang tugas-tugas Dewan Komisaris. Indonesia Stock Exchange Decision No. and that the minority shareholders’ interests are honored. the Company believes the Independent Commissioners are capable of acting independently in their counselling and supervising function. Independensi Komisaris Independen Jumlah Komisaris Independen Perseroan adalah dua orang. diselenggarakan fit and proper test yang seksama. To ensure independency. dan terpenuhinya kepentingan pemegang saham minoritas secara wajar. Kep-05/ BEJ/07-2004 regarding Regulation No. Nomination of Board of Commissioners Members of Board of Commissioners are nominated and terminated by GMS through a transparent process. Proses fit and proper test dilakukan secara terbuka. in accordance with the requirements of the law. Having complied with all the basic requirements. representing 40% of the total members of Board of Commissioners. yang berarti telah memenuhi peraturan perundangan yang berlaku. a thorough fit and proper test is conducted openly. atau 40%. Komisaris Independen tidak memiliki hubungan keluarga dengan seluruh anggota Direksi maupun anggota Komisaris sampai derajat ketiga. besides compliance with the law with respect to their nomination. One of the Independent Commissioners has a financial education background and competence to supervise the finances of the Company. Nomination takes place once in every five years. Kep-05/BEJ/07-2004 tentang Peraturan Nomor I-A Tentang Pencatatan Saham Dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham Yang Diterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat. Untuk menjamin profesionalisme dan integritas calon komisaris. Keputusan Bursa Efek Indonesia No. dari total 5 orang anggota komisaris. Proses pemilihan dilakukan setiap 5 (lima) tahun sekali. non-ministry or military within the past three years. administration and law to support the work of Board of Commissioners. Salah seorang anggota Komisaris Independen memiliki latar belakang pendidikan di bidang keuangan. Independent Commissioners have no business association or affiliation with the Company and do not work for any of the state ministry. dimana setiap perusahaan publik harus memiliki Komisaris Independen sekurang-kurangnya 30% dari jumlah seluruh anggota Dewan Komisaris Komisaris Independen Perseroan tidak pernah memiliki hubungan usaha maupun hubungan afiliasi dengan Perseroan dan tidak bekerja pada Pemerintah termasuk departemen. Komisaris Independen Perseroan tidak pernah memiliki hubungan usaha maupun hubungan afiliasi dengan Perseroan. The second Independent Commissioner is knowledgable in mining business. untuk menjamin kompetensi pengawasan bidang keuangan Perseroan. double function between Commissioners and Directors is not warranted.

Meminta penjelasan dari Direksi atau pejabat lain mengenai segala persoalan yang menyangkut pengelolaan Perseroan Mengetahui kebijakan dan tindakan yang telah dan akan dijalankan Direksi serta meminta Direksi dan pejabat lain di bawah Direksi dengan sepengetahuan Direksi untuk menghadiri rapat Dewan Komisaris. Melakukan tindakan pengurusan Perseroan dalam keadaan tertentu untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. menelaah dan menandatangani serta memberikan persetujuan atau pengesahan terhadap RKAP yang disiapkan Direksi. Melaksanakan kewajiban lainnya dalam rangka tugas pengawasan dan pemberian nasihat. Employ experts for certain purposes and for a certain period of time in accordance with the Articles of Association. dan keputusan RUPS. serta dokumendokumen lainnya. no later than 60 (sixty) days prior to the beginning of new accounting year. Anggaran Dasar. letters. selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari sebelum dimulainya tahun anggaran. Be informed of the policy and actions of Board of Directors. the Board of Commissioners is authorized to: • Examine books. Work Program & Budget. Performing other supervising and counselling duties. provided they are in keeping with the law. Authority of Board of Commissioners In the discharge of its duty. • • • • • • • • • • . Manage the Company under specific circumstances for a certain period of time as ruled by the Articles of Association. and the prevailing laws and regulations. and other papers. Melakukan pengawasan dan memberi nasihat yang diperlukan terhadap pelaksanaan Rencana Jangka Panjang Perseroan (RJPP). and signing annual reports prepared by Board of Directors. memeriksa kas untuk keperluan verifikasi dan lain-lain surat berharga dan memeriksa kekayaan Perseroan. Dewan Komisaris memiliki wewenang diantaranya: • Melihat buku-buku. untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. Articles of Association and GMS resolutions. Meneliti. reviewing. • • Wewenang Dewan Komisaris Dalam menjalankan tugas-tugas seperti tersebut di atas. serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Request explanation from Board of Directors or other officials concerning any and all matters concerning the management of the Company. • • Monitoring and directing the Board of Directors in complying with Corporate Long Term Plan. Menyampaikan laporan pelaksanaan tugas pengawasan yang telah dilakukan kepada RUPS. Suspend members(s) of Board of Directors in accordance with the Articles of Association. surat-surat. Memberhentikan sementara Anggota Direksi sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. Meneliti dan menelaah laporan berkala dan laporan tahunan yang disiapkan Direksi serta menandatangani laporan tahunan. Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan (RKAP) serta ketentuan anggaran dasar Perseroan dan keputusan RUPS. • Supervising the policy and function of managing the Company by Board of Directors and giving counsel to the Board of Directors. resolutions of GMS. provisions of Articles of Association. Examining and reviewing periodic and annual reports. jalannya pengurusan pada umumnya baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan yang dilakukan oleh Direksi serta memberikan nasihat kepada Direksi. sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. • • • • Submitting report on performance of its supervisory duty to GMS. • • Examining. request Board of Directors and other officials under the Board of Directors and with the knowledge of Board of Directors to attend Board of Commissioners meetings. and in concert with the purpose and objective of the Company. and other property of the Company. signing and approving or ratifying Work Program & Budget prepared by Board of Directors.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 181 • Melakukan pengawasan terhadap kebijakan pengurusan. Menggunakan tenaga ahli untuk hal tertentu dan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. check and verify cash and other commercial instruments.

any Commissioner who has conflict of interest is not permitted to take part in the decision making process. decisions are made by votes in favor of more than one half (½) of total valid votes cast at the meeting. • • • • • • Prosedur Penetapan dan Remunerasi Dewan Komisaris Besaran remunerasi anggota Dewan Komisaris ditetapkan setiap tahun dalam RUPS. Dewan Komisaris memiliki kewenangan untuk menanyakan tindak lanjut atas rekomendasi yang disampaikan dari hasil rapat-rapat yang diselenggarakan oleh Dewan Komisaris dan rapat gabungan Dewan Komisaris-Direksi. Untuk pengambilan keputusan yang mengandung benturan kepentingan. Dewan Komisaris akan mengawasi tindak lanjut atas pelaksanaan rekomendasi yang telah diberikan. diantaranya sebagai berikut: • Rapat Dewan Komisaris sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat hanya jika dihadiri sekurangkurangnya ½ (setengah) dari jumlah Anggota Dewan Komisaris atau diwakili dalam rapat tersebut. When making decision over conflict of interest transactions. didasarkan atas capaian kinerja Dewan Komisaris seusai hasil analisa dan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi. must be immediately distributed to all members of Board of Commissioners and the original copy of minutes and attendance list are kept by the Secretary to Board of Commissioners. KNR selalu melibatkan konsultan independen. termasuk dissenting opinion (jika ada) yang telah ditandatangani oleh seluruh peserta rapat yang hadir. maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari ½ (setengah) dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam rapat. Salinan risalah rapat Dewan Komisaris. Setiap Anggota Dewan Komisaris berhak mengeluarkan 1 (satu) suara. Board of Commissioners is authorized to question the follow up of the recommendations made in the Board of Commissioners meetings and joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors. . including dissenting opinion (if any). Keputusan rapat Dewan Komisaris harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat.182 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Rapat Dewan Komisaris Proses pengawasan terhadap kegiatan operasional Perseroan dilakukan melalui rapat-rapat. evaluasi laporan operasional bulanan dan diskusi dengan komite-komite yang terkait sesuai dengan masalah yang perlu mendapat perhatian. that have been signed by all members present at the meeting. In accordance with its authority. Each member of Board of Commissioners is entitled to cast one vote. Untuk menyusun dasar penetapan dan rekomendasi besaran remunerasi yang kredibel. Rapat Dewan Komisaris diselenggarakan dengan ketentuan. Dengan dukungan Determination of Board of Commissioners’ Remuneration The sum of Board of Commissioners’ remuneration is determined annually at GMS. To fix a reasonable amount and make recommendation. the Board of Commissioners will supervise the follow up of its recommendations. Copies of minutes of Board of Commissioners meeting. NR Committee seeks the advise of an Sesuai dengan kewenangannya. after taking into consideration the Board’s performance measured according to the analysis and recommendation of Nomination and Remuneration Committee. Board of Commissioners Meeting Supervision of the Company’s operations is done through meetings. If no consensus is reached. Board of Commissioners meeting is held under the following terms: • Board of Commissioners meeting is valid and authorized to make binding decisions only if attended by at least one half (½) of total members of Board of Commissioners or their proxies. Apabila hal ini tidak tercapai. Board of Commissioners meeting must make decisions by deliberation to reach consensus. wajib segera didistribusikan kepada seluruh Anggota Dewan Komisaris dan asli risalah dan daftar hadir rapat Dewan Komisaris. evaluation of monthly operating reports and discussion with relevant committees according to the problems to be attended to. disimpan oleh Sekretaris Dewan Komisaris. anggota Komisaris yang memiliki benturan kepentingan (jika ada) dilarang memberikan suara.

PER-02 dan 03/ MBU/2009 pasal 5 • Hasil survey remunerasi • Keberhasilan memitigasi risiko • ketersediaan waktu • Kompetensi dan pengalaman Fixing remuneration formula and consideration: • SOE Minister Reg No. PER-02 & 03/ MBU/2009 article 5 • Remuneration survey findings • Risk mitigation success • Time devoted • Competence & experience Rapat Umum Pemegang Saham General Meeting of Shareholders Membahas dan menetapkan besaran honor dan tantiem anggota Dewan Komisaris Discuss and resolve the amount of honorarium & tantiem of Board of Commissioners Honor dan Tantiem Dewan Komisaris Honorarium and tantiem of Board of Commissioners . konsultan independen menyusun beberapa faktor utama dalam mengusulkan besaran remunerasi Komisaris. the independent consultant compile several major factors as a reference in fixing the amount of remuneration. market survey in other companies of similar nature and equal level. With the back-up of a reliable database. The following graph shows the procedure of fixing Board of Commissioners’ remuneration: Gambaran singkat prosedur penetapan Remunerasi Dewan Komisaris dapat dilihat pada bagan berikut Komite Nominasi & Remunerasi Nomination & Remuneration Committee Meminta bantuan Konsultan independen menetapkan dasar penentuan remunerasi Consult independent consultant for fixing remuneration formula Konsultan Independen Independent Consultant Komite Nominasi & Remunerasi Nomination & Remuneration Committee Mengusulkan dasar dan besaran remunerasi Recommending formula and amount of remuneration Dewan Komisaris Board of Commissioners Membahas usulan KNR dan mengusulkan besaran remunerasi Discuss NRC recommendation and propose amount of remuneration Menetapkan dasar dan pertimbangan remunerasi mencakup: • Per Men BUMN no.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 183 database yang kuat dari survei pasar pada perusahaan sejenis dan sekelas Perseroan dan mempetimbangkan arahan KNR. and NR Committee recommendation. independent consultant.

927.170 Total Commissioner 1 4 5 600.328. Remunerasi untuk Komisaris dapat berbeda sesuai dengan tugas dan tanggung jawab setiap Komisaris.000 1.964.600 1.505.Periode 1 Januari .154 1.740 1.368. Rp 50 million per month. tantiem and other facilities and allowances.270.000. holiday allowance.316.920. diputuskan dalam RUPS dan dapat berbeda antara masing-masing anggota Dewan Komisaris dan Direksi sesuai dengan beban tugas serta tanggung jawabnya. GMS held on 21 April 2010 decided that President Commissioner’s honorarium was 50% of President Directors’s salary.375 President Commissioner 6.369 President Commissioner 7.000 379.939 Catatan : . i.538. Total remuneration for 2009 and 2010 is given below: URAIAN Komisaris Utama Komisaris Jumlah Komisaris ORANG PERSON HONOR (Rp) HONORARIUM TUNJANGAN (Rp) ALLOWANCE TANTIEM (Rp) 836. Pajak atas remunerasi Dewan Komisaris menjadi tanggungan masing-masing anggota Komisaris.920.000 2.111. dan tunjangan PPh-21. tantiem serta fasilitas dan tunjangan lainnya.e. Tunjangan yang diberikan oleh Perseroan kepada Komisaris Utama dan anggota komisaris meliputi asuransi purnajabatan.819.811.502.061.012 TOTAL (Rp) DESCRIPTION 1. Sesuai hasil RUPS tertanggal 21 April 2010.000 1.769. Komisaris Utama mendapat honorarium sebesar 50% dari gaji Direktur Utama.All remuneration is subject to tax . total remuneration for Board of Commissioners allocated for 2010 totalled Rp 9. paid-leave.000 395.666.635 2. yakni sebesar Rp50 juta per bulan. 2009 Remuneration package provided by the Company for Board of Commissioners consists of retirement insurance.451.615.906 Total Commissioner 1 4 5 600.520. Other Commissioners received 40% of President Director’s salary. asuransi.000 2.558.5 miliar.801 Commissioner 9. cuti.825.30 May 2008 – 31 Dec 2010 total Commissioners was five including one President Commissioner . Taxes will be borne by each Commissioner individually.231 TOTAL (Rp) DESCRIPTION 2.955.000.000.Semua remunerasi tersebut belum termasuk pajak .5 billion.230.000.359.462 5. pengobatan. Remuneration paid to Commissioners may differ among them depending on their respective duty and responsibility.769 4. and may differ among them depending on their respective duty and responsibility. Besaran remunerasi diusulkan oleh KNR.330.520. Adapun gambaran total remunerasi anggota Dewan Komisaris per tahun untuk tahun buku 2009 dan 2010 adalah sebagai berikut.1 Jan – 29 May 2008 total Commissioners was six including one President Commissioner . insurance.377 3.Periode 30 Mei 2008 s/d 31 Desember 2010 jumlah Komisaris 5 orang termasuk 1 orang Komisaris utama Note: .497. Anggota Dewan Komisaris lainnya mendapat honorarium sebesar 40% dari gaji Direktur Utama. Dengan jumlah Komisaris Utama adalah satu dan anggota Komisaris ada 4 (empat) maka total remunerasi untuk Dewan Komisaris yang dialokasikan oleh Perseroan pada tahun buku 2010 adalah sebesar Rp9.339 1. yaitu sebesar Rp40 juta perbulan. tunjangan hari raya.236.594.531 Commissioner 7.517.000. Amount of Remuneration Board of Commissioners receives routine and incidental remuneration consisting of honorarium. Rp 40 million per month.894 2010 URAIAN Komisaris Utama Komisaris Jumlah Komisaris ORANG PERSON HONOR (Rp) HONORARIUM TUNJANGAN (Rp) ALLOWANCE TANTIEM (Rp) 1.791. Remuneration of Board of Commissioners is proposed by NR Committee and resolved by GMS.815.252.137. healthcare and income tax contribution.269.29 Mei 2008 jumlah Komisaris 6 orang termasuk 1 orang Komisaris utama .e. With one President Commissioner and four Commissioners.000. i.184 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Besaran Remunerasi Dewan Komisaris menerima remunerasi tetap dan tidak tetap yang terdiri atas honorarium.264.

Ir. terdiri atas 21 kali pertemuan internal DK dan 14 kali rapat gabungan dengan Direksi. khususnya dalam perolehan tingkat laba. Board of Directors had to communicate more intensively with PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) to allow bigger increase in accordance with Coal Transportation Agreement (CTA). Mengingat peningkatan daya angkut kereta api dari jalur eksisting pada tahun 2010 masih rendah (hanya naik 3%) Direksi diminta agar menjalin komunikasi lebih intensif dengan PT KAI. Performance of Board of Commissioners Duty In 2010 Board of Commissioners held 35 meetings. Terkait dengan peningkatan produksi. Umiyatun Hayati Triastuti MSc Dr. Considering the 2010 small increase (3%) of existing railway loading capacity. Dewan Komisaris memberikan pandangan serta berbagai rekomendasi mencakup pengelolaan operasional maupun hal-hal lain sesuai tugas dan kewajibannya sebagaimana diuraikan sebagai berikut: Throughout 2010 besides giving advice and direction to the Board of Directors. Board of Directors was advised to focus on improving the Company’s business performance. • Board of Directors was reminded to maintain a good cash position and to make fund placement in safe and promising instruments. Supriyadi Ir. ME Suranto Soemarsono. Dewan Komisaris meminta agar produksi batubara Perseroan terus ditingkatkan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2010. dan melakukan penempatan dana pada instrument keuangan yang baik dan aman bagi Perseroan. SE. MSc. with the following attendance rate: NAMA NAME Dr. • Direksi diingatkan untuk menjaga arus kas Perseroan agar senantiasa dalam posisi yang baik. Direksi diminta mempersiapkan SDM Perseroan agar memiliki kemampuan kerja yang terus meningkat diiringi dengan komposisi biaya per ton yang lebih baik dari dibandingkan dengan mitra kontraktor penambangan. Production • Board of Directors was advised to promote coal production to the level targetted in 2010 Work Program and Budget. To step up production. Thamrin Sihite. • To step up profitability. Board of Commissioners Recommendation Finance • Board of Directors was requested to pay special attention to subsidiaries considering the latter’s mediocre performance in 2010. dengan tingkat kehadiran masing-masing sebagai berikut. the Board of Commissioners also offered their views and recommendations in various areas of the Company’s operations and other matters according to their job and responsibility as described below: Rekomendasi Dewan Komisaris Bidang Keuangan • Pada rapat-rapat Dewan Komisaris dengan Direksi. • • • • . OF MEETING (A) 21 21 21 21 21 KEHADIRAN ATTENDANCE (B) (B:A) 100 95 95 100 100 21 20 20 21 21 Sepanjang tahun 2010 selain memberikan nasihat dan arahan dalam bentuk surat-menyurat kepada Direksi. Direksi diminta memfokuskan upaya perbaikan dan peningkatan kinerja perusahaan . sesuai kesepakatan dalam Coal Transportation Agreement (CTA). Produksi • Terkait dengan pencapaian produksi. MA Ir. • Untuk meningkatkan kinerja perusahaan. agar peningkatan daya angkut kereta api di tahun-tahun mendatang lebih substansial.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 185 Pelaksanaan Tugas Dewan Komisaris Selama tahun 2010 Dewan Komisaris menyelenggarakan total 35 pertemuan. FIQ JABATAN POSITION Komisaris Utama President Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner JUMLAH RAPAT NO. Board of Directors was requested to upgrade the personnel’s competence to reach a better composition of cost per ton than other mining contractors. Abdul Latief Baky. MHum. kepada Direksi diminta untuk lebih memperhatikan investasinya di anak-anak perusahaan mengingat kinerja anak perusahaan yang kurang baik pada tahun 2010 ini. which were 21 internal Commissioners meetings and 14 joint meetings with the Directors.

• Pengelolaan Risiko • Sesuai amanat RUPS. sesuai dengan mekanisme dimaksud harus mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris. mendapatkan izin dari instansi terkait sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Board of Commissioners has determined the size of investment in joint operations requiring Commissioners’ approval to be US$ 1 million. baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri. especially export market. Jika nilainya substansial. Termasuk dalam hal ini antara lain adalah pengembangan sarana pelabuhan Tarahan yang membutuhkan biaya investasi cukup besar. Dalam merencanakan produksi. Dewan Komisaris memandang perlunya dilakukan audit Kinerja pada seluruh anak perusahaan dan proyek kerjasama dengan membentuk Risk Management • In line with GMS recommendation. meliputi aspek teknis. especially the development of Tarahan port facility that required a substantial investment. . • • Sumber Daya Manusia • Dewan Komisaris merekomendasikan penyusunan RJPP untuk pengembangan SDM Perseroan yang selaras dengan penerapan RJPP pengembangan Perseroan. dicantumkan klausul peninjauan harga jual secara periodik dengan acuan harga sesuai praktik yang lazim dan sesuai peraturan perundangan. • • • It was recommended that production efficiency be enhanced to support improved overall performance of the Company. Dewan Komisaris. telah menetapkan batasan besaran investasi dalam rangka kerjasama operasi yang harus mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris adalah sebesar US$1 juta. with the authorities’ permits. Board of Commissioners supported a marketing strategy that prioritized long-term sales contracts. If the value is substantial. It is suggested to insert a clause on periodic review of selling price in accordance with common practice and the law. dan lingkungan yang memenuhi syarat kelayakan. Dewan Komisaris juga meminta Direksi memberitahukan mekanisme pengadaan barang dan jasa yang bersifat substansial (bukan bersifat rutin). Board of Directors should seek Board of Commissioners’ approval. This will be discussed further at joint meetings and CAC is expected to report periodically. In production planning. Board of Commissioners recommended that a feasibility study be conducted covering technical.186 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN • • • Dewan Komisaris merekomendasikan agar program efisiensi dalam kegiatan produksi dilanjutkannya dan ditingkatkannya penerapan program efisiensi dalam kegiatan produksi agar memberikan hasil akhir meningkatnya sehingga kinerja Perseroan yang menjadi semakin baik di masa mendatang. Direksi diminta untuk lebih memperhatikan upaya penyelarasan masukan dari aktivitas pemasaran dan produksi sehingga dapat mulai dan dapat memonitor pergerakan persediaan batubara melalui sistem IT terintegrasi. economic and environmental aspects. ekonomis. Hal ini akan dibahas lebih lanjut dengan Direksi dalam forum rapat gabungan. Dewan Komisaris mendukung dapat memahami strategi pemasaran yang mengedepankan pelaksanaan kontrak jangka panjang. Board of Directors was asked to report the mechanism of non-routine goods and services procurement. Dalam pengembangan prasarana produksi Perseroan. namun juga tetap mengingatkan agar dalam kontrak penjualan tersebut. Board of Commissioners saw the need to install Corrective Action Committee (CAC) to audit the performance of all subsidiaries and joint venture projects. Marketing • • Board of Directors was requested to boost marketing and expand target market. Board of Directors was advised to heed the input from marketing unit and monitor coal supply using the integrated IT system to ensure a well managed supply and market penetration. Pemasaran • Direksi diminta lebih meningkatkan kegiatan pemasaran dan perluasan target market. CAC diharuskan memberikan laporan secara berkala. • • Corrective Action Committee (CAC). In developing production infrastructure. Dewan Komisaris merekomendasikan dilakukannya studi kelayakan pada proyek-proyek pengembangan prasarana produksi Perseroan. Human Resource • Board of Commissioners recommended the write-up of Corporate Long Term Plan and that human resource development be adjusted to this long term plan.

. • Board of Commissioners reminded Board of Directors to devise a human resource grand design and development strategy. Electricity selling price should be parallel to maximum investment cost according to owner estimate (OE) to ensure financial feasibility and regulatory compliance. Loading volume should be included in writing up Work Program and Budget. the feasibility study for coke production. karena masih diperlukan beberapa studi untuk memastikan kecocokan batubara PTBA untuk dapat dijadikan kokas. more comprehensive studies be made. which should be clear and compliant with the law. and business partners be carefully selected to have good strategic partners. program rekrutmen dan outsorcing pegawai yang harus jelas dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Dewan Komisaris meminta Direksi agar melakukan kajian komprehensif atas kerjasama investasi ataupun keterlibatan PTBA yang akan diajukan sesuai dengan prinsip good corporate governance serta peraturan perundangan yang berlaku.Restrukturisasi usaha PT BAP.Restructure PT BAP. as further studies would be necessary to discover if the Company’s coal is suitable to be processed into coke. selain itu terkait dengan harga jual listrik dapat ditetapkan secara paralel dan biaya investasi maksimum sesuai dengan owner estimate (OE) sehingga kelayakannya secara finansial dan hukum tetap terjamin. Kemampuan volume angkut PT KAI harus benar-benar diperhatikan dalam penyusunan RKAP. Board of Commissioners recommended that common business practices be observed. In connection with the Company’s participation in several tenders for Independent Power Plant. Dewan Komisaris merekomendasikan dalam pelaksanaannya mengikuti kaidah-kaidah bisnis yang berlaku dan selanjutnya agar melakukan evaluasi yang lebih komprehensif.Monitor IPC more closely as its performance was not in concert with what was originally planned. the Company’s participation in IPP tender should first be approved by Board of Commissioners. Untuk pengembangan produk baru. Board of Commissioners requested Board of Directors to make a more in-depth study of the Tanjung Api-Api joint project. kepersertaan Perseroan dalam tender IPP harus disertai dengan persetujuan Dewan Komisaris terlebih dahulu. . Board of Commissioners asked Board of Directors to closely follow up PT KAI’s commitment to increase railway loading capacity. seperti di Riau. Board of Commissioners requested Board of Directors to reconsider its plan to conduct a feasibility study for Coal Gasification considering the reliability of the technology is not proven yet. recruitment and outsourcing policy. yaitu: . such as IPP in Riau. particularly in terms of pension plan. Sehubungan dengan keikutsertaan perseroan dalam beberapa proses tender IPP. Madura dan Sumatera Selatan. Performance and Management of Subsidiaries • Board of Commissioners was of the opinion that the performance of subsidiaries could be enhanced. Begitu juga dengan studi kelayakan kokas. Therefore.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 187 • Dewan Komisaris mengingatkan Direksi untuk memberikan perhatian lebih pada penyusunan grand design dan strategi pengembangan SDM.Melakukan monitoring kinerja PT IPC secara lebih ketat mengingat kinerjanya yang tidak sesuai dengan rencana yang ditetapkan semula. Dewan Komisaris juga meminta agar Direksi betulbetul memperhatikan komitmen peningkatan angkutan batubara dengan kereta dari PT KAI. Business Development • Board of Commissioners agreed to invest in Peranap Thermal Power Plant (TPP) 2 x 10 MW. Board of Commissioners made the following recommendation to Board of Directors: . Dewan Komisaris meminta Direksi untuk mencermati perlu tidaknya melakukan studi kelayakan coal gasification mengingat keandalan teknologinya belum terjamin. Sehubungan dengan rencana kerjasama Proyek Tanjung Api-Api. terutama penyusunan kerangka kebijakan pensiun. Selain itu disarankan juga perusahaan membuat penilaian terhadap mitra kerjasama secara komprehensif guna memperoleh mitra strategis yang baik. Pengembangan Usaha • Dewan Komisaris menyetujui investasi PLTU Peranap 2 x 10 MW yang dalam pelaksanaannya agar tetap memperhatikan upaya-upaya yang terintegrasi. . With regard to new product development. Sehubungan dengan relatif besarnya nilai investasi yang akan dikeluarkan. • • • • • • • • • • Kinerja dan Pengelolaan Anak Perusahaan • Dewan Komisaris menilai bahwa kinerja anak-anak perusahaan dan unit usaha PT BA harus ditingkatkan dan merekomendasikan kepada Direksi agar untuk masingmasing anak usaha dilakukan langkah penanganan spesifik. Also. Madura and South Sumatra. Considering the relatively massive investment involved. in keeping with good corporate governance principles and the legislations.

Board of Commissioners deemed it necessary to study the case from legal point of view. Dewan Komisaris mendukung pengkajian dan penyusunan Board Manual terbaru yang disusun dengan bantuan konsultan. Dalam rangka penguatan penerapan praktek GCG Dewan Komisaris melakukan pergantian anggota Komite Risiko Usaha. Dewan Komisaris berpendapat agar pengalihan aset sesuai dengan masa berlaku perjanjian dengan PDAM sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2/MBU/2009 tanggal 2009. draft terkait terlebih dahulu disampaikan dan dibahas bersama antara Dewan Komisaris dan Direksi. terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2010. Selain itu.Pengambilan keputusan yang lebih tegas atas status UP Ombilin. Board of Commissioners replaced members of Business Risk Committee. • • . Board of Commissioners endorsed the newly revised Board Manual with the help of a consultant. Namun sebelum peresmian dan penanda-tanganan. Sehubungan dengan pelaksanaan audit kinerja atas anak perusahaan dan proyek kerjasama. Board of Commissioners set up Corrective Action Committee (CAC) headed by a Director. To reinforce the implementation of GCG practice. Prior to signing and enacting the Manual. Dewan Komisaris memandang perlu dilakukannya kajian dari segi hukum. Dewan Komisaris memberikan catatan perlu adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban Dekom dengan Direksi dalam Board Manual tersebut. atau Konarba dan PSDM. SOE Minister Regulation No. yang terpisah dari Komite Nominasi dan Remunerasi. 002/Int-0100/PG. Board of Commissioners noted there should be equilibrium between Board of Commissioners and Board of Directors in terms of duty and responsibility in Board Manual. Lain-lain • Sehubungan dengan rencana pengalihan aset Perseroan di Palembang kepada PDAM. Governance • Board of Commissioners requested that Board of Directors Decision No. harus juga berpedoman pada Permen BUMN No. Nomination and Remuneration Committee was reinforced and converted into Nomination. established GCG Committee apart from Nomination and Remuneration Committee starting from 1 August 2010. • • • • Tanggung Jawab Sosial Perusahaan • Dalam menyusun dan melaksanakan program tanggung jawab sosial. . Board of Directors should involve the local community and consider their nneds. CAC works under and reports to Board of Commissioners. sebagaimana diamanatkan oleh RUPS.Restrukturisasi menyeluruh atas Unit Pengusahaan Briket. sehingga dampak pelaksanaan program PKBL menjadi optimal. . . Remunerasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. as advised by GMS. Remuneration and Human Resource Development Committee. 2/MBU/2009 of 2009 should be observed. Direksi diminta memperhatikan kebutuhan serta melibatkan masyarakat sekitar. membentuk Komite GCG tersendiri. Assignment of asset should be in line with the term of agreement entered into with PDAM.04/2010 tentang Ketentuan Fasilitas/Tunjangan Direksi dan Komisaris PTBA yang masih kurang tepat. Dewan Komisaris telah membentuk Corrective Action Committee (CAC). untuk memperkuat pengembangan dan pengelolaan SDM.Make a more adamant decision on the status of Ombilin Mining Unit. diketuai anggota Direksi. Corporate Social Responsibility • In formulating and implementing corporate social responsibility program.04/2010 on Facilities/Allowances of Board of Directors and Board of Commissioners be reviewed as it is considered inappropriate. To conduct performance audit on subsidiaries and joint venture projects.Conduct an overall restructuring of Briquette Business Unit (BU). so that Partnership and Community Development Program may achieve optimum results.188 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN . termasuk pelaksanaan opsi pelepasan cabang unit usaha yang prospeknya kurang bagus dan mengalami kerugian terus-menerus. Dalam hal ini. the draft will be deliberated by Board of Commissioners and Board of Directors. mengingat realisasi dan rencana produksi yang rendah dan akumulasi kerugian operasional yang terus terjadi. Tata Kelola • Dewan Komisaris meminta peninjauan kembali SK Direksi No. For the purpose of supporting human resource management and development. considering its production output was low and operating loss continued to accumulate. CAC telah melaksanakan tugasnya Others • In connection with the planned assignment of the Company’s assets in Palembang to PDAM (Regional Water Company). and exercising the option of releasing less potential and continuously losing business units. Dewan Komisaris memperkuat susunan Konarba dan merubah namanya menjadi Komite Nominasi. 002/Int-0100/PG.

sesuai dengan Keppres Nomor 75 Tahun 1996 tentang Ketentuan Pokok Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara: pada pasal 9 ayat (2). one of the Company development program activities for the surrounding community • • • • dengan pengawasan dan arahan Dewan Komisaris dan saat ini CAC telah diminta laporannya oleh Dewan Komisaris. profitabilitas operasional meningkat dengan hasil akhir naiknya nilai Perseroan secara berkesinambungan. Komposisi Direksi saat ini terdiri atas seorang Direktur Utama dan 5 (lima) orang Direktur dengan susunan sebagai berikut: Members of Board of Directors including President Director are on an equal footing. profitability is increased and corporate value is enhanced. Board of Commissioners believes that the Company is not accountable to handle the complaints of Taka Paser Community. Board of Commissioners was actively involved in compiling agenda. Masing-masing anggota Direksi termasuk Direktur Utama memiliki kedudukan setara dengan tugas Direktur Utama adalah mengkordinasikan kegiatan seluruh kegiatan anggota Direksi. Batu Kajang. mempersiapkan dan mensukseskan pelaksanaan RUPS yang diselenggarakan pada 21 April 2010. Dewan Komisaris berpendapat bahwa Perseroan tidak memiliki kewajiban apapun atas pengaduan Masyarakat Adat Taka Paser. fit and proper test secara terbuka. Board of Commissioners reorganized the correspondence and filing sysem with the aid of a consultant. Anggota Direksi dipilih dan diangkat melalui RUPS. untuk masa jabatan 5 tahun. 75/1996 on Basic Provision of Coal Mining Agreement article 9 clause (2). The duty of President Director is coordinating all members in the performance of their duty. Batu Kajang. preparing and organizing 2010 GMS that was held on 21 April 2010.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 189 Pelatihan olahraga bulutangkis. DIREKSI Direksi bertugas dan bertanggung jawab secara kolegial dalam mengelola Perseroan agar seluruh sumber daya berfungsi secara maksimal. dengan bantuan konsultan. Members are elected and nominated by GMS for a term of five years. Dewan Komisaris terlibat aktif dalam merumuskan agenda. To ensure they have the approriate integrity and qualification for their respective fields. Untuk memastikan integritas dan profesionalitas di bidangnya. The current Board of Directors is composed of one President Director and five Directors as follows: . Dewan Komisaris menyetujui RKAP 2011 dengan beberapa catatan. this being the Government’s problem as stipulated by Presidential Decree No. • • • • Board of Commissioners approved the 2011 Work Program and Budget with a few notes. salah satu program binaan Perseroan bagi lingkungan sekitar Badminton training. all candidates must take fit and proper tests openly. Board of Directors members perform and make decisions according to their respective duty and authority but the performance of each member remains the Board’s collective responsibility. Persoalan tersebut adalah persoalan Pemerintah. Masing-masing anggota Direksi melaksanakan tugas dan mengambi keputusan sesuai dengan pembagian tugas dan wewenangnya. Dewan Komisaris juga telah melakukan pembenahan mekanisme Tata Laksana Surat dan Kearsipan (TLSK). seluruh calon Direksi menjalani BOARD OF DIRECTORS Board of Directors is collectively in charge of and responsible for managing the Company to ensure all resources are employed to the maximum. namun pelaksanaan tugas oleh masing-masing anggota Direksi tetap merupakan tanggung jawab bersama.

Independency of Board of Directors Composition of Board of Directors is carefully set up to ensure timely. Timely preparation of Work Program and Budget and its revisions for Board of Commissioners’ approval in Board of Commissioners meeting no later than 60 days before the beginning of new accounting year. caring for minority shareholders’ fair interest and possessing clear work system and work charter. efisien dan memberikan nilai optimal kepada para pemangku kepentingan. program jangka pendek maupun panjang. The independent stance of Board of Directors means there is no outside intervention that may influence their judgement as required by the law and Articles of Association. Sikap dan tindakan independen mengandung arti tidak ada kepentingan ataupun benturan kepentingan yang mungkin dapat mengganggu kemampuan setiap anggota Direksi untuk melaksanakan tugasnya secara mendiri dan memikirkan setiap langkah secara kritis. Tugas dan Tanggung Jawab Direksi Tugas dan tanggung jawab utama Direksi adalah mengelola Perseroan demi mencapai tujuan pendirian perusahaan dengan efektif. memperhatikan kepentingan minority shareholder secara wajar dan memiliki tata kerja dan pedoman kerja (charter) yang jelas. Milawarma. Write-up and implementation of risk management covering all aspects of the Company’s operations.Performing independently means there is no outside intervention influencing the Board’s judgement that may sway them from the law and Articles of Association. To maintain their independency Board of Commissioners and Board of Directors have no family relationship down to the third level. Tiendas Mangeka Ir. Duty and Responsibility of Board of Directors The duty and responsibility of Board of Directors are managing the Company to achieve the main objective of the Company in an effetive and efficient manner to maximize stakeholders’ return. Heri Supriyanto Ir. baik secara garis lurus maupun kesamping.190 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Komposisi Direksi Perseroan saat ini adalah sebagai berikut: The current Board of Directors is composed of one President Director and five Directors as follows: Direktur Utama President Director Direktur Keuangan Finance Director Direktur Operasi/Produksi Operations/Production Director Direktur Pengembangan Usaha Business Development Director Direktur Niaga Commerce Director Direktur SDM & Umum HR & General Affairs Director Ir. Drs. managing resources effectively and efficiently. Mahbub Iskandar Independensi Direksi Komposisi Direksi Perseroan ditetapkan dengan seksama agar senantiasa dapat melakukan pengambilan keputusan secara cepat. Sukrisno Dono Boestami. effective. The duty and responsibility include the following activities: • Formulation of corporate vision. Menyiapkan pada waktunya RKAP dan perubahannya kepada Dewan Komisaris untuk mendapatkan pengesahan pada rapat Dewan Komisaris selambatlambatnya 60 (enam puluh) hari sebelum tahun anggaran dimulai. Menyusun dan melaksanakan manajemen risiko yang mencakup seluruh aspek operasional Perseroan. short and long term programs. Direksi Perseroan menjalan tugas secara independen juga berarti tidak ada campur tangan pihak manapun yang mempengaruhi pertimbangan operasional Direksi yang bertentangan dengan peraturan perundangan dan Anggaran Dasar PTBA.Eng Ir. tepat. Untuk menjaga independensi tersebut. efektif. responsif pada setiap kondisi operasional dan mempertimbangkan segala risiko dan situasi secara independen. mission and values. and the risks and conditions are weighed independently. misi dan nilai-nilai perusahaan. mengendalikan sumber daya secara efektif dan efisien. Independent attitude and action suggest there is no conflict of interest that may interfere with the Directors’ ability to act independently and be critical in considering every step they take. M. Antar seluruh anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris tidak ada hubungan kekeluargaan hingga tingkat ke tiga. correct. • • • • . responsive decisions are taken in any situation. Rincian tugas dan tanggung jawab Direksi meliputi: • Menyusun visi. vertically as well as horizontally. MSc Ir.

policy and work program. Memberikan penjelasan tentang segala hal yang ditanyakan atau yang diminta Anggota Dewan Komisaris. strategi. Bertanggung jawab untuk menyelaraskan seluruh inisiatif internal Perseroan dan memastikan terjadinya peningkatan kemampuan bersaing Perseroan. Perbendaharaan dan Pendanaan serta Teknologi Informasi. Preparing Work Program & Budget being the annual elaboration of Long Term Plan. sekaligus memastikan penyediaan pendanaan bagi pengembangan perusahaan. Writing annual report that serves as accountability report of their performance in managing the Company. anggaran. Promoting corporate value through fund management and risk management. at the same time securing funds required for business development. While the duty and responsibility of each Director specifically are as follows: President Director • Coordinating all other members of Board of Directors. accompanied by all supporting documents including financial reports as set forth in the Law concerning Corporate Documents. agar seluruh kegiatan berjalan sesuai visi. controlling and evaluating the work of the Finance. lengkap dengan seluruh dokumen-dokumen yang menyertai-nya termasuk dokumen keuangan Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang tentang dokumen Perusahaan. Menyiapkan Rencana Jangka Panjang (RJP) yang ditandatangani bersama dengan Komisaris untuk disahkan RUPS. Mengarahkan. akuntansi.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 191 • • • Menyusun satuan pengendalian internal. Membuat laporan tahunan sebagai wujud pertanggungjawaban atas kepengurusan Perseroan. mission. developing and devising overall management strategy. • • • • . Setting general policy of Internal Control System and taking further action in response to audit findings reported by Internal Audit Unit. Menyiapkan kebijakan umum Sistem Pengendalian Internal dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan atas laporan hasil pemeriksaan yang dibuat oleh Satuan Pengawasan Internal. • • • Formation of internal audit unit. strategy. misi. Treasury. kebijakan dan program kerja yang ditetapkan. Funding and Information Technology Work Units. Menyiapkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan yang merupakan penjabaran tahunan dari Rencana Jangka Panjang. communication. Budget. memastikan kepatuhan terhadap hukum dan regulasi serta mengkordinir manajemen risiko dan pengembangan perusahaan. Directing. Budget and Accounting Divisions. sasaran usaha. ensuring compliance with the laws and regulations and coordinating risk management and business development. business target. ensuring smooth internal or inter-departmental and external communication with stakeholders. Finance Director • Coordinating. • • • • • • • • Direktur Keuangan • Bertanggung jawab untuk mengkordinasikan. Writing up Long Term Plan to be signed jointly with Commissioners and ratified by GMS. Sedangkan tugas dan tanggung jawab masing-masing Direktur secara spesifik adalah sebagai berikut: Direktur Utama • Bertugas untuk mengkordinir anggota Direksi lainnya. mengendalikan dan mengevaluasi tugas operasional di bidang keuangan. Explanation of anything questioned or requested by members of Board of Commissioners. Providing guidance to Accounting. in order that all activities are in line with the Company’s vision. Melakukan pembinaan terhadap Satuan Kerja Akuntansi dan Anggaran. Aligning all internal initiatives of the Company and ascertaining the Company’s improved competitiveness. as well as write-up and implementation of corporate social responsibility program. komunikasi. mengembangkan dan menetapkan strategi pengelolaan Perseroan secara menyeluruh. mengkordinasikan tugas operasional di bidang audit internal. coordinating all functions of internal audit. Bertanggung jawab dalam meningkatkan nilai Perseroan (corporate value) melalui pengelolaan dana dan manajemen risiko. memastikan kelancaran komunikasi internal atau antar bagian dan eksternal dengan pemangku kepentingan serta menyusun dan melaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan.

Responsible for Sales. • • • • Direktur Pengembangan Usaha • Bertanggung jawab atas tumbuh dan berkembangnya usaha Perseroan secara berkelanjutan serta meningkatnya daya saing produk dalam jangka panjang. Distribution and Transportation Units. Nurturing Briquette Business Unit. Distribution and Transportation Units. Operations/Production Director • Coordinating. Commerce Director • Responsible for the sustainable growth and development of the Company’s business and improved product long term competitiveness. Melakukan pembinaan unit-unit operasional yang terdiri dari Unit Pertambangan Tanjung Enim. Developing operating units which are Tanjung Enim Mining Unit. Bertanggung jawab atas bidang penjualan. Bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memperluas pemasaran produk Perseroan termasuk melakukan upaya profitisasi unit-unit bisnis. Kertapati Pier Unit and Ombilin Mining Unit. lingkungan serta mengembangkan program efisiensi proses penambangan maupun produksi secara berkelanjutan. Environment Units. Melakukan pembinaan terhadap Satuan Kerja Analisis Evaluasi Optimasi Produksi serta Penanganan dan Angkutan Batubara. Responsible for the development and expansion of product marketing and for maximizing the profitability of business units. Unit Pelabuhan Tarahan. distribusi dan transportasi serta pengembangan pemasaran. Responsible for the development and expansion of product marketing and for maximizing the profitability of business units. mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan tugas operasional bidang penambangan batubara. efficiency of coal supply management and transportation. distribusi dan transportasi serta pengembangan pemasaran.192 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Direktur Operasi / Produksi • Bertanggung jawab untuk mengkordinasikan. Responsible for nurturing Corporate Planning and Developemt Work Unit. Work Safety. efisiensi pengelolaan persediaan batubara dan angkutan. Bertanggung jawab atas bidang penjualan. pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan. Responsible for Sales. and marketing development. Bertanggung-jawab untuk melakukan pembinaan terhadap Satuan Kerja Perencanaan Korporat dan Pengembangan. keselamatan kerja. as well as optimum purchase of goods. bidang teknik. as well as optimum purchase of goods. • • • • • • • • Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum • Bertanggung jawab atas tumbuh dan berkembangnya usaha Perseroan secara berkelanjutan serta meningkatnya daya saing produk dalam jangka panjang. • • Direktur Niaga • Bertanggung jawab atas tumbuh dan berkembangnya usaha Perseroan secara berkelanjutan serta meningkatnya daya saing produk dalam jangka panjang. Fostering Coal Marketing and Logistics Work Units. Providing guidance to Production Optimization Evaluation Analysis Work Unit and Coal Handling and Transporting Work Unit. Unit Dermaga Kertapati dan Unit Pertambangan Ombilin. Human Resource and General Affairs Director • Responsible for the sustainable growth and development of the Company’s business and improved product long term competitiveness.satuan Kerja Pemasaran Batubara dan Logistik. and marketing development. Business Development Director • Responsible for the sustainable growth and development of the Company’s business and improved product long term competitiveness. pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan. efisiensi pengelolaan persediaan batubara dan angkutan. income growth. Tarahan Port Unit. controlling and evaluating the work of Coal Mining. • • • • . income growth. serta transaksi pembelian barang yang optimal bagi perusahaan. and developing mining and production efficiency program. Bertanggung jawab atas pengembangan dan perluasan pemasaran produk Perseroan termasuk melakukan upaya profitisasi unit-unit bisnis. Engineering. Melakukan pembinaan terhadap Unit Pengusahaan Briket. serta transaksi pembelian barang yang optimal bagi perusahaan. efficiency of coal supply management and transportation. Melakukan pembinaan terhadap Satuan .

RUPS menetapkan remunerasi bagi anggota Direksi. Remuneration of Board of Directors is commensurate with their respective duty. . Independent consultant works out remuneration formula. GMS determines Board of Directors’ remuneration. lengkap dengan dasar pertimbangannya. melakukan survey remunerasi pada industri sejenis. GMS authorizes Board of Commissioners to execute GMS resolution regarding Board of Directors’ remuneration. Prosedur ringkas penetapan remunerasi Direksi adalah sebagai berikut: • Komite Remunerasi dan Nominasi meminta konsultan independen melakukan kajian remunerasi bagi anggota Direksi. RUPS melimpahkan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk melaksanakan keputusan mengenai fasilitas dan/ atau tunjangan anggota Direksi. Determination of Board of Directors’ Remuneration The Company determines the amount of Board of Directors’ remuneration commensurate with their duty. conducts survey in similar industry. • • • • • • • • • TATA KELOLA PERUSAHAAN Remunerasi Anggota Direksi ditetapkan berdasarkan keseimbangan Good Corporate Governance antara besarnya tugas. Tanjung Enim PTBA day-shift officer at work in Tambang Air Laya. Brief procedure of fixing Board of Directors’ remuneration is as follows: • • NR Committee consults an independent consultant for making remuneration analysis. menyusun kriteria dasar penetapan honorarium. responsibility and performance. Komite Remunerasi dan Nominasi menyusun rekomendasi remunerasi bagi anggota Direksi. sedang melakukan kegiatan operasional di Tambang Air Laya. untuk diputuskan pada RUPS. kepada Dewan Komisaris. NR Committee recommends remuneration package and consideration to Board of Commissioners. Dewan Komisaris membahas usulan Komite Remunerasi dan Nominasi. responsibility and performance. Tanjung Enim Prosedur Penetapan dan Remunerasi Direksi Perseroan menetapkan besaran remunerasi anggota Direksi berdasarkan keseimbangan antara tugas dan tanggungjawab serta kinerja. recommending remuneration package and consideration. menyusun rekomendasi usulan remunerasi lengkap dengan dasar pertimbangannya. menetapkan beberapa usulan termasuk dasar pertimbangan. tanggungjawab dan kinerja masing-masing.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 193 Petugas Dinas Harian (PDH) PTBA. Konsultan Independen. Board of Commissioners discuses NR Committee’s proposal to be subsequently submitted to GMS.

Remunerasi Direksi dapat berbeda sesuai dengan tugas dan tanggung jawab setiap anggota Direksi. i. sedangkan gaji Direktur lainnya rata-rata sebesar 90% dari gaji Direktur Utama. untuk tahun buku 2010. total cash. In addition to salary. and other Directors received 90% of President Director’s salary. Selain gaji. • Remuneration survey findings. PER-02 dan 03/ MBU/2009 pasal 5 • Hasil survey remunerasi • Tugas dan tanggung jawab • KPI Direksi • Kompensasi dan pengalaman • Kemampuan/Kesehatan Perusahaan Fixing remuneration formula and consideration: • SOE Minister Reg No.4 juta perbulan. • Duty and responsibility • Directors’ Key Performance Index • Competence & experience • Company’s financial strength Rapat Umum Pemegang Saham General Meeting of Shareholders Membahas. total earnings dan total remuneration serta fasilitas dan tunjangan lain yang jumlahnya direkomendasikan oleh Komite Nominasi dan Remunerasi. PER-02 & 03/ MBU/2009 article 5. Sesuai hasil RUPS tetanggal 21 April 2010. menetapkan dan memberi wewenang Dewan Komisaris untuk menetapkan besaran gaji dan tantiem Direksi Discuss. plus other facilities and allowances as recommended by NR Committee. GMS held on 21 April 2010 decided that President Director’s salary was Rp100. . total cash.e. Remuneration paid to Directors may differ among them depending on their respective duty and responsibility.194 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Bagan ringkas prosedur penetapan remunerasi Direksi adalah sebagai berikut. Direktur Utama mendapat gaji sebesar Rp100. Rp 90. total earnings and total remuneration. Board of Directors receives routine and incidental remuneration consisting of annual gross base salary (honorarium for Board of Commissioners). Direktur Utama dan anggota Direksi juga menerima berbagai fasilitas dan tunjangan.4 million per month. Komite Nominasi & Remunerasi Nomination & Remuneration Committee The following graph shows the procedure of fixing Board of Directors’ remuneration: Meminta bantuan Konsultan independen menetapkan dasar penentuan remunerasi Consult independent consultant for fixing remuneration formula Konsultan Independen Independent Consultant Komite Nominasi & Remunerasi Nomination & Remuneration Committee Mengusulkan dasar dan besaran remunerasi Recommending basis and amount of remuneration Dewan Komisaris Board of Commissioners Membahas usulan KNR dan mengusulkan besaran remunerasi Discuss NRC recommendation and propose amount of remuneration Menetapkan dasar dan pertimbangan remunerasi mencakup: • Per Men BUMN no. The amount of facilities and allowances is determined by Board of Commissioners based on Board of Directors’ proposal.4 million per month. resolve and authorize Board of Commissioners to fix Board of Directors’ salary & tantiem Dewan Komisaris Board of Commissioners Menetapkan besaran gaji dan tantiem anggota Direksi sesuai mandat RUPS Fix salary and tantiem of Board of Directors based on GMS resolution Gaji dan Tantiem Anggota Direksi Board of Directors’ salary and tantiem Direksi menerima remunerasi tetap dan tidak tetap yang terdiri atas annual gross base salary (honorarium untuk Dewan Komisaris). for accounting year 2010 President Director and other Directors also received a range of facilities and allowances.4 juta per bulan. Besaran fasilitas dan tunjangan Direksi ditetapkan oleh Dewan Komisaris atas usulan Direksi. yaitu sebesar Rp90.

• • • • .984 TOTAL (Rp) DESCRIPTION 3. maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari ½ (setengah) dari jumlah suara yang Direksi berhak mengeluarkan 1 (satu) suara. Decisions of Board of Directors meeting are made by deliberation to reach consensus.000 5. Segala keputusan Direksi diambil dalam rapat Direksi.916. Taxes will be borne by each Director individually. Board of Directors meeting is valid and authorized to make binding decisions only if attended by at least one half (1/2) of total members of Board of Directors or their proxies.000 6.288.464.537. Besides salaries and allowances. tunjangan hari raya. Directors receive tantiem at an amount to be decided by GMS in accordance with the Company’s financial strength. decisions are made by votes in favor of more than one half (1/2) of total votes legally cast at the meeting.958. healthcare and income tax contribution.024 4.146 3.590 2010 URAIAN Direktur Utama Direktur Jumlah Direksi ORANG PERSON GAJI (Rp) TUNJANGAN (Rp) SALARY ALLOWANCE TANTIEM (Rp) 2. holiday allowance.714 President Director 15.864. All Board of Directors decisions are made in Board of Directors meeting. Total remuneration of Board of Directors for 2009 and 2010 is given below: 2009 URAIAN Direktur Utama Direktur Jumlah Direksi ORANG PERSON GAJI (Rp) TUNJANGAN (Rp) SALARY ALLOWANCE TANTIEM (Rp) 1. Board of Directors Meeting Board of Directors meeting is convened under the following terms: • • • Board of Directors meeting is convened periodically at least once a month or at any time as required.9 miliar.380.240. paid-leave.380.000 835.Semua remunerasi tersebut belum termasuk pajak .240.394.419.260 President Director 20. Remuneration package provided by the Company for Board of Directors consists of retirement insurance.204.444 2.624.624.424. Keputusan rapat Direksi harus diambil berdasarkan musyawarah dan mufakat.000 5.461.221. sesuai dengan kemampuan Perseroan.722 3.538 11. cuti. Rapat Direksi sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat hanya jika dihadiri sekurang-kurangnya ½ (setengah) dari jumlah Anggota Direksi atau diwakili secara sah dalam rapat tersebut.538.419.236. dan tunjangan PPh-21.035.270 7.404.923 13.000 547.423. Jumlah total remunerasi yang diterima oleh anggota Dewan Komisaris dilaporkan oleh Perseroan dalam RUPS.746 Catatan Note : .800.577. Dengan jumlah Direktur Utama adalah satu dan anggota Direksi ada 5 (lima) maka total Remunerasi Direksi yang dialokasikan oleh Perseroan untuk tahun buku 2010 adalah sebesar Rp24.538.076.198. total remuneration for Board of Directors allocated for 2010 totalled Rp 24.013. pengobatan.590.466.199.947 Director 24.977.372. Each member of Board of Directors is entitled to cast one vote.440.860 Director 19.000 6.208 Total Directors 1 5 6 1.All remuneration is subject to tax Rapat dan Risalah Rapat Direksi Rapat Direksi diselenggarakan dengan ketentuan antara lain : • Rapat Direksi diadakan secara berkala sekurangkurangnya sebulan sekali atau setiap waktu bila diperlukan.937. Tabel remunerasi yang diterima oleh Direksi untuk tahun buku 2009 dan 2010 adalah sebagai berikut.961.672.204.527.955.714 9.719.800.625. With one President Director and five Directors. Pajak atas remunerasi Direksi menjadi tanggungan masing-masing anggota Direksi. Apabila hal ini tidak tercapai. Selain gaji dan tunjangan Direksi mendapatkan tantiem yang besarnya ditetapkan melalui RUPS. If no consensus is reached.462 TOTAL (Rp) DESCRIPTION 4.9 billion.440.574 Total Directors 1 5 6 1.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 195 Tunjangan yang diberikan oleh Perseroan kepada Direksi meliputi asuransi purnajabatan.

196 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Aturan pengambilan keputusan lainnya pada Rapat Direksi pada dasarnya sama dengan aturan pada Rapat Dewan Komisaris. • • Marketing . . .Evaluasi pengelolaan kesehatan pegawai dan pensiunan. terkait dengan pemindahan BWE System. . . Matters discussed and decided upon during the meetings were related to: Operating Management • Finance . Human Resource Management and Welfare .Evaluating the increase of employee pension benefits.Evaluating financial performance of each work unit and subsidiary. .Evaluasi posisi kas dan efektivitas penempatan kas dalam rangka menjaga likuiditas untuk menunjang kegiatan operasional Perseroan. Selama tahun 2010. The rules of making decisions at Board of Directors meeting are basically the same as those applied to Board of Commissioners meeting. . . Rencana belanja modal . Pemasaran .Evaluasi pelaksanaan program efisiensi.Evaluasi pelaksanaan pengembangan kompetensi pegawai.Evaluasi dan persiapan infrastruktur pendukung untuk lokasi penambangan yang baru.Evaluasi realisasi belanja modal dan penetapan bersama-sama dengan evaluasi pelaksanaan rencana pengembangan usaha.Evaluating and preparing auxiliary infrastructure of new mining sites in connection with BWE System relocation.Menjaga konsistensi kualitas blending batubara seusai dengan market brand. .Keeping quality consistency of coal blending according to market brand.Evaluating the implementation of efficiency program. • Production . . yang membahas pengelolaan Perseroan.Accelerating the improvement of production facilities and infrastructure. .Evaluasi peningkatan manfaat pensiunan karyawan. Beberapa masalah yang dibahas dan diputuskan bersama dalam Rapat Direksi di antaranya menyangkut : Bidang Pengelolaan Operasional • Keuangan . • • • • • • Capital expenditure plan .Evaluating cash position dan placement in maintaining liquidity to support the Company’s business operations.Peningkatan kegiatan penetrasi pasar-pasar baru.Evaluasi terhadap kinerja keuangan untuk masingmasing unit kerja dan anak perusahaan. .Percepatan pelaksanaan perbaikan sarana dan prasarana produksi. . • Produksi . Business Development . as well as evaluating business development accomplishment. . Pengembangan Usaha .Improving production capacity along with increased railway loading capacity.Enhancing penetration of new markets. In 2010. . .Penetapan besaran kenaikan remunerasi dan insentif kinerja pegawai yang disertai sosialisasi dan penerapan KPI pegawai.Evaluasi pelaksanaan rencana pengembangan usaha dan penetapan kembali skala prioritas. Board of Directors held 19 meetings to discuss matters pertaining to the management of the Company. rapat Direksi diselenggarakan sebanyak 19 kali.Peningkatan volume penjualan seiring dengan peningkatan produksi dan angkutan.Evaluating capital expenditure realization and determination.Determining the raise of employee salaries and performance incentives accompanied by socialization and application of employee Key Performance Indicator.Stepping up sales volume commensurate with increased production and transportation.Pemantauan realisasi anggaran dan arus kas yang harus terjaga dengan baik. . .Monitoring budget and cash flow that to be properly managed. . Pengelolaan dan Kesejahteraan SDM . .Peningkatan kapasitas produksi seiring dengan peningkatan kapasitas angkutan kereta api.Evaluating the realization of business development plans and redefining priority scale.Evaluating the execution of employee competence development program.Evaluating the healthcare of employees and retirees. . .

Management Report page 38-53 and Corporate Social Responsibility Report page 241-253 Disiplin karyawan yang tinggi sangat dibutuhkan dalam kegiatan Lomba PBK & PPGD antar satuan kerja Discipline by the employees which is needed in PBK & PPGD competition between work unit . GCG • Reviewing and socializing GCG.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 197 Anak Perusahaan • Evaluasi kinerja anak perusahaan. Laporan Manajemen hal 38 s/d 53 dan Laporan Tanggung Jawab Sosial pada halaman 241 s/d 253 Subsidiaries • Appraising subsidiaries’ performance and formulating problem solutions. peningkatan pelatihan emergency response team. pengelolaan risiko. GCG Code dan Code of Conduct/kode etik dan kebijakan pokok perseroan. dan perumusan solusi pemecahan permasalahannya. risk management. • Evaluasi implementasi tools Balanced Scorecard dan penetapan parameter pengukuran Key Performance Indicator bagi Direksi dan bagi pegawai. • Internal Control. tindak lanjut mitigasi risiko serta membuat kebijakan-kebijakan pendukungnya. Bidang CSR • Melakukan kerjasama dalam pengelolaan penyaluran PKBL. Bidang GCG • Evaluasi dan sosialisasi GCG. and devising related policies. CSR • Joint activities in PKBL (Partnership and Community Development Program). Risk Management • Covering risk identification. di antaranya rapat Pengawasan dan penerapan sistem Pengaduan (Whistleblower system). including Board Manual. Tindak lanjut dari hasil-hasil rapat ini dapat dilihat pada materi “Analisis dan Pembahasan Manajemen hal 103 s/d 163. emergency response team training. • Bidang Pengendalian Internal. yang meliputi Board Manual. risk mitigation follow-up. Code of Conduct and Corporate Policy. among others internal audit meeting and whistle blowing system. • Evaluating the implementation of Balanced Scorecard and setting parameter of Key Performance Indicator for Board of Directors and employees. Follow up actions of these decisions of meeting are presented in “Management Discussion and Analysis” page 103-163. Bidang Manajemen Risiko • Melakukan identifikasi risiko. GCG Code. assessing PKBL partners and boosting environmental activities. evaluasi terhadap mitra PKBL dan peningkatan kegiatan kepedulian terhadap lingkungan.

M. Milawarma. Drs. Commerce Director Direktur Keuangan Finance Director Direktur Keuangan Finance Director Ags 2010 Aug 2010 Ags 2010 Aug 2010 Transformation of the CFO Office (SAP) Seminar Pencegahan Tindak Pidana Korupsi oleh BUMN Seminar on Prevention of Corruption by SOE Jakarta Jakarta . Sukrisno Dono Boestami.198 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Adapun frekuensi rapat dan tingkat kehadiran anggota Direksi dalam Rapat Direksi adalah sebagai berikut: The frequency of meetings and rate of attendance of Directors in Board of Directors meetings are shown in the following table: NAMA NAME Ir. Mahbub Iskandar JABATAN POSITION Direktur Utama President Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director NO. Beberapa pelatihan yang diikuti oleh Direksi pada tahun 2010. local as well as overseas seminars and workshops are routinely provided for and attended by members of Board of Directors. mencakup antara lain: Board of Directors Training To improve the competence of Board of Directors in carrying out its duty. Heri Supriyanto Ir. Direksi Perseroan secara rutin mengikuti berbagai pelatihan dan seminar baik didalam maupun diluar negeri. Training programs attended by Board of Directors in 2010 included: TANGGAL PELATIHAN / SEMINAR DATE TRAINING / SEMINAR TEMPAT VENUE PESERTA PARTICIPANT Jan 2010 Jan 2010 Feb 2010 Feb 2010 Apr 2010 Apr 2010 Mei 2010 May 2010 Mei 2010 May 2010 Commodities Outlook Global Macro Conference – Asia 2010 Seminar ARA 2009 dan Bedah Kasus Perpajakan Seminar ARA 2009 and Taxation Case Analysis Global Economic Outlook Coaltrans Jakarta Hongkong Jakarta Jakarta Bali Direktur Keuangan Finance Director Direktur Keuangan Finance Director Direktur Keuangan Finance Director Direktur Keuangan Finance Director Direktur Operasi/Produksi Direktur Niaga Operations & Production Director.Eng Ir. MSc Ir. Tiendas Mangeka Ir. OF MEETING (A) 19 19 19 19 19 19 JUMLAH RAPAT KEHADIRAN ATTENDANCE (B) (B:A) % 100 89 100 100 84 89 19 17 19 19 16 17 Pelatihan Direksi Untuk meningkatkan kompetensi Direksi dalam menjalankan tugasnya.

Jumlah yang dimiliki hanya sebatas yang diizinkan sesuai peraturan tersebut.000 lembar saham.000 Sukrisno Milawarma Mahbub Iskandar KOMITE-KOMITE DAN LAPORAN KOMITE Dewan Komisaris membentuk komite-komite fungsional di bawah Dewan Komisaris untuk menjaga akuntabilitas pengawasan dan penelaahan atas segala rencana operasional Perseroan dan agar dapat memberikan nasehat dan saran yang berkualitas. Mr.000 lembar saham dan Bapak Mahbub Iskandar sejumlah 113. i.000 60.000 113. .000 shares. Board of Commissioners set up functional Committees under its authority. In 2010. COMMITTEES AND COMMITTEE REPORT In order to ensure accountability in overseeing and reviewing all operating plans of the Company and to give quality counsel and suggestion. Pada tahun 2010. tercatat ada 3 orang dari jajaran Direksi yang memiliki saham. hal ini sesuai dengan asas keterbukaan. Sukrisno 200. Milawarma 60. Bapak Milawarma sejumlah 60. yakni Bapak Sukrisno sejumlah 200.000 lembar saham. Mr.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 199 TANGGAL PELATIHAN / SEMINAR DATE TRAINING / SEMINAR TEMPAT VENUE PESERTA PARTICIPANT Ags 2010 Aug 2010 Okt 2010 Oct 2010 Okt 2010 Oct 2010 Nov 2010 Nov 2010 Nov 2010 Nov 2010 Evolution on Accounting for Employee Benefit Konferensi BUMN IBBEX Conference of SOE IBBEX Annual Conference The Rising Power of Indonesia Memanfaatkan Momentum Investasi & Ekspansi Benefiting from Investment & Expansion Momentum IFRS Implikasi Penerapan IFRS bagi Perusahaan di Indonesia Implication of IFRS Implementation in Indonesian Companies Seminar Pengawasan BUMN Seminar on SOE Supervision Seminar on Minimum Coal dan Mineral Pricing – A Practical Look Seminar on Minimum Coal and Mineral Pricing – A Practical Look Prospek Ekonomi Indonesia 2011 Economic Prospects of Indonesia in 2011 Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Direktur Keuangan Finance Director Direktur Keuangan Finance Director Direktur Keuangan Finance Director Direktur Keuangan Finance Director Direktur Keuangan Finance Director Des 2010 Des 2010 Des 2010 Des 2010 Jakarta Jakarta Direktur Keuangan Finance Director Direktur Keuangan Finance Director Des 2010 Des 2010 Jakarta Direktur Keuangan Finance Director Kepemilikan Saham Direksi dan Komisaris Direksi Perseroan memiliki saham Perseroan hanya dalam rangka investasi jangka panjang.000 shares and Mr.000 138. Mahbub Iskandar 113. See “Investors Information” NAMA DIREKTUR NAME OF DIRECTOR JUMLAH SAHAM NUMBER OF SHARE 2010 200.000 shares. three members of Board of Directors owned a number of shares of the Company.e.000 2009 200. Lihat juga “Informasi bagi Investor” Share Ownership by Board of Directors and Board of Commissioners Share ownership by members of Board of Directors is only for long term investment in accordance with disclosure principle and in an amount permitted by relevant regulations.000 60.

Wahyudi SE. PhD Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris Committees under Board of Commissioners Komite Good Corporate Governance Good Corporate Governance Committee Ketua Head Anggota Member : Ir. . The primary function of Audit Committee is in keeping with Indonesian GCG Code issued by the National Committee for Governance Policy. SE. meningkatkan kualitas keterbukaan dan pelaporan keuangan. ketepatan. PER-05/MBU/2006 dated 20 December 2006 on Audit Committee of SOE. • SOE Minister Decree No. MM Ridho Kresna Wattimena. • Bapepam Chairman Decision No. PhD Komite Audit Tujuan Komite Audit dibentuk dalam rangka membantu tugas Dewan Komisaris untuk mendorong diterapkannya tata kelola perusahaan yang baik. Risiko Usaha dan Pascatambang Insurance. KEP-117/MBU/2002 dated 1 August 2002 on Good Corporate Governance Practice in SOE. form adequate internal control structure. terbentuknya struktur pengendalian internal yang memadai. Pembentukan Komite Audit dilakukan berpedoman kepada: • Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor KEP-117/MBU/2002 tentang Penerapan Praktek Good Corporate Governance pada Badan Usaha Milik Negara. FIQ : Noeroso L. • Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-05/MBU/2006 tentang Komite Audit bagi Badan Usaha Milik Negara. MHum. Sumarhadi SE.SE. Thamrin Sihite ME : Ir. enhance disclosure practice and financial reporting. MSc. Bambang Adi Winarso PhD Ir. independency and objectivity of public accountant. accuracy. Abdul Latief Baky. personnel and activitity are as follows: Komite Audit Audit Committee Ketua Head Anggota Member : Suranto Sumarsono. Antonaria MA Komite Nominasi Remunerasi dan PSDM Nomination. MA : Azhar Zainuri. Audit Committee Objective Audit Committee is formed to assist Board of Commissioners to implement good corporate governance. Faridha MSi Andi Novianto. MA Dr. tanggal 1 Agustus 2002. Tugas utama Komite Audit Perseroan telah sesuai dengan Pedoman Umum GCG Indonesia yang diterbitkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance. • Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-29/PM/2004 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit tanggal 29 September 2004. MM Komite Asuransi. The formation of Audit Committee is pursuant to: • SOE Minister Decree No. Business Risk and Post-Mining Committee Ketua Head Anggota Member : Dr. Kep-29/PM/2004 dated 29 September 2004 regarding Formation and Performance of Audit Committee. tanggal 20 Desember 2006. whose function. as well as review the scope. serta mengkaji ruang lingkup. Remuneration and HRD Committee Ketua Head Anggota Member : Ir. kemandirian dan obyektifitas akuntan publik.200 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Hingga akhir tahun 2010 terdapat 4 (empat) komite yang membantu Dewan Komisaris. personil dan kegiatan sebagai berikut: Until end of 2010 the Company had four Committees to assist Board of Commissioners. MT. Umiyatun Hayati Triastuti MSc : Ir. dengan penjelasan fungsi. Ir. Ir.

termasuk melakukan kunjungan lapangan lapangan secara berkala sesuai kebutuhan. • Memastikan terdapat dan diterapkannya Kode Etik Perusahaan. serta bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. dan melaksanakan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan tugas Dewan Komisaris. dan bisnis tambang batubara. data and information of the Company and not to use them for personal gain. including making periodic site visits as deemed appopriate. dan (iv) adanya tindak lanjut temuan audit dilaksanakan oleh manajemen. and coal mining business. funds. and (iv) management takes action to follow up audit findings. (iii) internal and external audit is performed in accordance with the established audit standards. rekomendasi. recommendation and information presented to Board of Commissioners are made properly and professionally. The duty. 01/SK/PTBA-KOM/2009 of 19 January 2009. The objective of setting up Audit Committee is to make sure that (i) financial statements are presented fairly in accordance with the generally applied accounting principles. • To monitor compliance with the capital market laws and regulations and other regulations related to the Company’s business operations. identifying matters requiring the Commissioners’ attention. (ii) dilaksanakannya struktur pengendalian internal perusahaan dengan baik. dana. aset. assets. Audit Committee works independently. keuangan. data dan informasi perusahaan dan tidak memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris. • Memonitor kecukupan usaha manajemen dalam menjaga sistem pengendalian internal. • Bertanggung-jawab bahwa analisa. (ii) internal control function is well fulfilled. Semua anggota komite audit adalah independen terhadap Direksi dan auditor eksteren. • Memonitor ketaatan pada peraturan perundangundangan di bidang pasar modal dan di bidang lainnya yang terkait dengan kegiatan Perseroan. (iii) memastikan audit internal dan eksternal dilakukan sesuai standar audit yang berlaku. Tugas dan tanggung-jawab Komite Audit • Memonitor dan menekankan bahwa proses pencatatan akuntansi dan keuangan Perseroan telah dilakukan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dan peraturan lain yang berlaku. • To monitor the management effort to maintain internal control system and to evaluate Internal Audit Charter and work program. serta sumberdaya perusahaan lainnya. yang dibentuk oleh. set up by and accountable to Board of Commissioners. experienced and knowledgable in accounting. The duty and responsibility of Audit Committee are provided below. Komite Audit bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan. Beberapa uraian tugas dan tanggung jawab Komite Audit diantaranya tercakup pada uraian berikut. evaluation. • To keep confidential all documents. • To ensure the existence and observance of Corporate Code of Conduct. and doing any other work related to the Commissioners’ work. dan bekerja untuk. All Audit Committee members are not related to any director or external auditor. termasuk mengevaluasi Piagam SPI (Internal Audit Charter) dan rencana kerja SPI. • To make sure that analysis. obligation and authority of Audit Committee are fully laid out in Audit Committee Charter under Board of Commissioners Decision No. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidang akuntansi. Duty and Responsibility of Audit Committee • To monitor and emphasize that accounting and financial records are made in accordance with accounting principles generally applied in Indonesia and other relevant regulations. and other property. . finance. Tugas. Tugas dan tanggung jawab Komite Audit adalah memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris terhadap Laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris. 01/SK/PTBAKOM/2009 tanggal 19 Januari 2009. Authority of Audit Committee • To have full and free access to any record or information pertaining to employees. penilaian. Audit Committee is responsible for giving input to Board of Commissioners regarding any report or information submitted by Board of Directors. kewajiban dan wewenang Komite Audit selengkapnya tertuang pada Piagam (Charter) Komite Audit Perseroan melalui Keputusan Dewan Komisaris No.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 201 Sasaran pembentukan Komite Audit adalah: (i) memastikan kewajaran laporan keuangan perusahaan yang disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. Wewenang Komite Audit • Mengakses secara penuh dan bebas atas catatan atau informasi tentang karyawan. dan informasi yang disampaikan kepada Komisaris telah dilakukan secara baik dan profesional. • Menjaga kerahasiaan dokumen.

yaitu berupa rapat interen. A member of Audit Committee is educated in economic and financial science and the other two are knowledgable in mining business so their competence is guaranteed. Independency and Composition of Audit Committee In accordance with general guidelines of GCG in Indonesia. Azhar Zainuri and Ridho Kresna Wattimena as members. Suranto Soemarsono. Audit Committee Report Audit Committee performs in accordance with Audit Committee Charter. telah dipenuhi. Mr. Profil Komite Audit Perseroan selengkapnya dapat dilihat pada bagian “Data Perseroan. Salah seorang anggota Komite Audit memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dan keuangan sementara anggota lainnya memiliki latar belakang pendidikan bidang pertambangan sehingga dapat diyakini kompetensinya. meetings with related parties. The profile of Audit Committee members is provided in “Corporate Data” section. manage or control PTBA before taking office and are not former management members or employees of a public accountant office. or controlling shareholders of PTBA. Komisaris. Independensi dan Susunan Komite Audit Sesuai dengan pedoman umum GCG di Indonesia. commissioners. Anggota Komite Audit tidak memiliki wewenang untuk merancang. all the criteria of independency of Audit Committee members as stipulated by GCG rules and principles are complied with. Azhar Zainuri dan Ridho Kresna Wattimena sebagai anggota. Komite Audit Perseroan saat ini terdiri atas tiga anggota. All members of Audit Committee are not affiliated with the directors or other commissioners. bukan merupakan pemegang saham. Perseroan telah memenuhi persyaratan independensi anggota Komite Audit sesuai dengan peraturan dan kaidah praktek GCG. Therefore. In 2010. rapat dengan pihak terkait. Direktur maupun karyawan dari perusahaan yang memiliki afiliasi maupun bisnis dengan PTBA. memimpin maupun mengendalikan PTBA sebelum menjabat dan bukan merupakan mantan pimpinan maupun pegawai Kantor Akuntan Publik.e. Selama tahun 2010. site visits. salah satunya adalah Komisaris Independen yang sekaligus bertindak sebagai ketua Komite Audit. Dengan demikian seluruh persyaratan independensi anggota Komite Audit sesuai dengan peraturan dan kaidah praktek GCG. directors or employees of companies that have affiliation or business relation with PTBA. i. Seluruh anggota Komite Audit tidak memiliki afiliasi dengan Direktur. Komite Audit mengadakan 37 (tiga puluh tujuh) kali rapat berkala. Audit Committee held 37 meetings with the following attendance rate: . serta pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. The Company has complied with GCG rules and norms with respect to the independency of Audit Committee members. • To communicate and coordinate with corresponding internal parties in the discharge of its duty and authority. kunjungan kerja lapangan. Audit Committee of the Company is currently composed of three members. Komisaris lainnya maupun pemegang saham pengendali PTBA. one of them is Independent Commissioner concurrently Head of Audit Committee. yaitu Suranto Soemarsono. They are not shareholders. dengan tingkat kehadiran para anggotanya sebagai berikut: The Company’s Audit Committee is currently composed of Soeranto Soemarsono as Head. education and training. Members of Audit Committee are not authorized to conceive. Adapun susunan personalia Komite Audit Perseroan saat ini terdiri dari Soeranto Soemarsono sebagai Ketua.” Laporan Komite Audit Komite Audit telah melaksanakan tugas sesuai Piagam Komite Audit. in terms of internal meetings.202 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN • Berkomunikasi dan berkordinasi dengan pihak-pihak internal terkait dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya tersebut di atas.

AEOP. Reviewing quarterly financial statements to be issued by the Company. Komite Audit telah secara aktif melakukan diskusi dan masukan dengan akuntan publik dan manajemen mengenai berbagai persoalan. member firm PriceWaterhouseCoopers untuk melaksanakan audit umum terhadap Laporan Keuangan Konsolidasi PTBA dan Laporan Keuangan PKBL tahun buku 2010. Penelaahan ulang atas laporan keuangan triwulanan yang akan dikeluarkan oleh perusahaan. • Memanfaatkan laporan hasil audit oleh BPK dan auditor eksternal (baik audit umum maupun audit kinerja) untuk meningkatkan kinerja SPI. 4. Melakukan evaluasi mengenai pelaksanaan pemerikasaan oleh Satuan Pengawas Interen dan Tindak Lanjut hasil temuan oleh Manajemen. • Ensuring that transactions between PTBA and subsidiaries are done on arm’s length basis. Selecting and appointing Certified Public Accountant who would audit the Company’s 2010 operating results through a fair ‘beauty contest’ by CPA Selection Team with clearly defined terms of reference at competitive costs. member firm of PriceWaterhouseCoopers to perform general audit on PTBA Consolidated Financial Statement and Partnership and Community Development Program Financial Statement for 2010.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 203 NAMA NAME JABATAN POSITION NO. Berkenaan pelaksanaan audit kinerja dan audit umum tahun buku 2010. Recommending to Board of Commissioners to appoint CPA Tanudiredja. MM * Ridho Kresna Wattimena. MA Azhar Zainuri. Monitoring the execution of Performance Audit and General Audit in 2010. and other Work Units. 5. 2. • Memperhatikan kontrak-kontrak antara PTBA dan pihak ketiga. OF MEETING (A) JUMLAH RAPAT KEHADIRAN ATTENDANCE (B) (B:A) % Suranto Sumarsono. dan antar Satuan Kerja lainnya. Requesting Internal Audit Unit to do the following: • Evaluating and proposing the method of aligning investment projects among SMP. Audit Committee held intensive discussions on various matters with public accountant and the management. and proposing improvements to contractual clauses that do not provide enough protection for the Company. MT. Merekomendasikan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan KAP Tanudiredja. Termasuk dalam evaluasi tersebut adalah meminta SPI untuk melakukan berbagai kegiatan meliputi: • Melakukan kajian dan saran untuk menyelaraskan kajian penanganan proyek investasi diantara SMP. serta pada harga yang kompetitif dan merekomendasikan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan KAP Purwantono. and recommending to Board of Commissioners to appoint CPA Purwantono. 2. Melaksanakan proses pemilihan dan penetapan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang akan melakukan Audit Kinerja Tahun Buku 2010 melalui suatu proses beauty contest yang adil oleh Tim Pemilihan KAP berdasarkan kerangka acuan kerja yang jelas dan transparan. Ir. Suherman and Surja (Ernst & Young) to perform audit on PTBA Joint Projects and Subsidiaries for accounting year 2010. Wibisana & Rekan. dan memberikan saran serta perbaikan atas klausul-klausul kontrak yang lemah atau merugikan PTBA. 04/SK/PTBA-KOM/2010 tanggal 3 Juni 2010 *)Under Board of Commissioners Decision No. SE. termasuk memberikan saran perbaikan dan memastikan Laporan keuangan yang disajikan telah mematuhi prinsipprinsip akuntansi yang berlaku di Indonesia. 3. Audit Committee accomplished the following in 2010: 1. 3. Melakukan pemantauan pelaksanaan Audit Kinerja dan Audit Umum tahun buku 2010. advising on correction and ensuring the financial statements are presented fairly in accordance with the accounting principles generally applied in Indonesia. dan Direktorat Pengembangan Usaha. AEOP. SE. 5. • Using State Auditor and external auditor general and performance audit findings to improve Internal Audit Unit’s performance. Suherman dan Surja (Ernst & Young) untuk melaksanakan audit kinerja terhadap Proyek Kerjasama dan Anak Perusahaan PTBA tahun buku 2010. 04/SK/PTBA-KOM/2010 of 3 June 2010 Kegiatan Komite Audit tahun 2010 meliputi: 1. Evaluating the work of Internal Audit Unit and the follow-up action on audit findings by the management. With respect to general and performance audit for 2010 accounting year. PhD* Ketua Head Cum Member Anggota Member Anggota Member 37 37 37 37 36 36 100 97 97 Keterangan Notes: *)Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. • Scrutinizing contracts between PTBA and third parties. Wibisana & Partners. 4. . Directorate of Business Development.

dan temu profesi sebagai upaya untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik lapangan. and draft work program and budget for 2011. dimana untuk meningkatkan kompetensinya. BPD Sumsel. Bank Mandiri. Making two site visits to Tarahan Port. 8. To enhance their proficiency. panel discussions and professional meetings to keep abreast of scientific advancement and on-the-job practice. dll) mengingat mulai tahun 2010 ini sudah diterapkan audit umum (general audit). and reporting important findings to Board of Commissioners. Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPTE). 6. • Checking the validity of Performance Bond for Construction of Tanjung Enim TPP 3 x 10 MW. • Making written proposals to the management to: . including: • Giving input to Board of Commissioners in writing its comments on monthly performance reports and quarterly consolidated financial reports to SOE Ministry. (ii) procurement of substantial goods and services. . 6. BNI. in 2010 Head and member of Audit Committee attended various conferences.work with trustworthy financial institutions (BRI. system. Attending two Cross Committee Business Meetings. dan temuan-temuan penting telah dilaporkan kepada Dewan Komisaris. dan Dermaga Kertapati. Performing several specific assignments given by Board of Commissioners. • Memberikan advis kepada Satker terkait untuk mengambil posisi yang benar terhadap proyek-proyek yang potensi kesinambungannya tidak jelas. pada tahun 2010 Ketua dan anggota Komite Audit telah mengikuti berbagai konferensi. • Mengingatkan kepada Satker terkait untuk membuat studi lebih terinci tentang kelanjutan usaha tambang PT Batubara Bukit Kendi (BBK). sehingga pertanggungjawabannya dapat lebih baik dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Attending education and training sessions. 8. Laporan Keuangan Konsolidasi Triwulanan kepada Kementrian BUMN dan Draft RKAP 2011. Bank Mandiri. diskusi panel. Melakukan 2 (dua) kali Kunjungan Kerja Lapangan di Pelabuhan Tarahan. • Giving input to Board of Commissioners in writing its report on corrective actions in response to 2009 performance audit findings. • Giving input to the management for the closing of Ombilin Mining Unit operations. • Making recommendation to Board of Commissioners in writing its response to Board of Directors’ proposed (i) write-off and/or removal of unproductive assets. BPR) di dalam pengelolaan dana Program Kemitraan. • Memberikan saran kepada Manajemen untuk kepastian penutupan operasi UPO. BNI. etc. Tanjung Enim Mining Unit and Kertapati Pier. Melaksanakan beberapa tugas khusus yang diberikan oleh Dewan Komisaris. . diantaranya mencakup: • Memberikan berbagai masukan pada Dewan Komisaris dalam menyusun tanggapan Dewan Komisaris atas Laporan Kinerja Bulanan.menyempurnakan sistem tatakelola PKBL (SDM.bekerjasama dengan lembaga keuangan yang kredibel (BRI. • Advising relevant Work Units to take the right position towards projects with uncertain potentials. • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris dalam menyusun Laporan Dewan Komisaris tentang pelaksanaan Corrective Actions atas Hasil Audit Kinerja tahun 2009. . 7. • Memberi Saran lisan dan tertulis kepada Manajemen untuk: . BPD Sumsel. 9.204 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN • Memperhatikan dan meyakinkan bahwa transaksi antara PTBA dengan anak-anak perusahaan telah dilakukan secara wajar (arm’s length basis). and (iii) assignment of land in Kertapati.Improve management system of Partnership and Community Development Program (HR. • Meminta kepada satker Hukum untuk memberikan laporan kemajuan proses pensertifikatan tanah-tanah sitaan milik PTBA yang lebih terinci. • Asking Legal Work Unit to report in more detail the progress of obtaining land certificates of PTBA’s confiscated land. 9. BPR) in managing the fund of Partnership Program for better accountability and benefit to the community. • Reminding Work Units concerned to make a more in-depth study of the business continuity of PT Batubara Bukit Kendi (BBK). • Mengingatkan masa berlaku dari Surat Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond) atas kontrak Pembangunan PLTU 3 x 10 MW di Tanjung Enim. • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris dalam menyusun tanggapan Dewan Komisaris atas permohonan Direksi PTBA : (i) penghapusan dan atau pembongkaran sejumlah aset non produktif. sistem. dan (iii) pengalihan aset tanah di Kertapati. Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan. Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite. 7.) as starting 2010 general audit will be performed. (ii) pengadaan barang dan jasa yang bersifat substansial.

Semua anggota komite ini adalah independen terhadap Direksi. Vision and Mission Good Corporate Governance Committee (GCG Committee) is set up to assist Board of Commissioners to oversee the practice of GCG by the Company. serta bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. The vision of GCG Committee is “Successfully implementing GCG principle and best practices in accordance with the law to realize the vision. All GCG Committee members are not related to any director or external auditor. 24 dated 21 April 2010. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidang tata kelola perusahaan yang baik. Komite GCG dibentuk dengan berpedoman kepada Anggaran Dasar Perusahaan terakhir yang dibuat oleh Notaris Fathiah Helmi.” While its mission is to give professional input to Board of Commissioners in performing its oversight responsibilities and giving counsel to Board of Directors with regard to GCG principles implementation. Deed No. yang dibentuk oleh. Remunerasi dan GCG. Visi Komite GCG adalah “terlaksananya penerapan prinsipprinsip Good Corporate Governance (GCG) yang berlandaskan peraturan perundang-undangan dan best practices dalam upaya pencapaian visi misi maupun sasaran dari Perusahaan. The Committee was previously combined with NR Committee as Nomination. and the latest Articles of Association drawn up before Notary Fathiah Helmi. GCG Committee puts in place GCG soft structure as a guide in implementing GCG principles by the Company. Komite GCG dibentuk pada tanggal 30 Juli 2010 melalui Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor 07/SK/ PTBA-KOM/VII/2010. 07/SK/PTBA-KOM/VII/2010. Visi dan Misi Komite Good Corporate Governance. Good Corporate Governance (GCG) Committee Objective. Remuneration and GCG Committee. SH. Komite ini sebelumnya digabung dengan Komite Nominasi dan Remunerasi sebagai Komite Nominasi. To accomplish its mission. Independensi dan Susunan Komite GCG Komite GCG bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan. mission and objective of the Company. GCG Committee is established pursuant to the prevailing laws and regulations. The Committee also encourages better enforcement of GCG principles and practices. set up by and accountable to Board of Commissioners.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 205 Komite Good Corporate Governance (GCG) Tujuan. SH tanggal 21 April 2010 Nomor 24 dan peraturan perundangan yang berlaku. One of GCG primary duties is to assess the Company’s compliance with the laws and regulations governing GCG principles implementation. Komite GCG mendorong tersedianya soft structure GCG sebagai pedoman dalam penerapan prinsip-prinsip GCG oleh Perusahaan dan mendorong terciptanya pelaksanaan prinsip-prinsip dan praktek GCG yang lebih baik. Independency and Composition of GCG Committee GCG Committee works independently. Salah satu tugas utama Komite GCG adalah menelaah tingkat kepatuhan Perseroan pada peraturan perundangan yang berkaitan dengan penerapan prinsip dasar GCG. GCG Committee was set up on 30 July 2010 under Board of Commissioners Decision No. Untuk tercapainya misi tersebut. experienced and knowledgable in good corporate governance practice. selanjutnya disebut Komite GCG bertugas membantu Dewan Komisaris dalam rangka meningkatkan penerapan praktek GCG oleh Perseroan.” Sedangkan misinya adalah memberikan masukan kepada Dewan Komisaris secara profesional untuk terlaksananya pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi dalam bidang penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG). dan bekerja untuk. .

yaitu berupa rapat interen. site visits. OF MEETING (A) JUMLAH RAPAT KEHADIRAN ATTENDANCE (B) (B:A) % Ir. serta pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. Komite GCG mengadakan 20 (dua puluh) kali rapat berkala yang dihadiri para anggota. accountablity. yaitu: GCG Committee Activity Report GCG Committee performs in accordance with GCG Committee Charter. Some of the assignments accomplished were: . merangkap sebagai Komisaris cum Commissioner Ir. Bambang Adi Winarso PhD Ir. Mengidentifikasi instrumen GCG antara lain dokumen soft structure GCG dan telaah deskripsi potret penerapan GCG.206 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN SUSUNAN KOMITE GCG PER 31 DESEMBER 2010 SEBAGAI BERIKUT: THE COMPOSITION OF GCG COMMITTEE AS OF 31 DECEMBER 2010 IS AS FOLLOWS: Ketua Head Anggota Member Ir. Pemantauan dan efektivitas praktek GCG dan menganalisa serta mengevaluasi kondisi penerapan GCG dan hasil pemantauan dan unsur-unsur GCG yang telah dilakukan melalui komite-komite. MSc. Umiyatun Hayati Triastuti MSc * Bambang Adi Winarso * Antonaria * Ketua merangkap Anggota Head cum Member Anggota Member Anggota Member 20 20 20 20 18 20 100 90 100 Keterangan Notes: *) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. Writing up annual work program for submission to Board of Commissioners at yearend for its approval. responsibility. Antonaria MA Tugas dan Tanggung-jawab Tugas Komite GCG selengkapnya tertuang dalam Piagam (Charter) Komite GCG Perseroan dengan beberapa uraian diantaranya adalah sebagai berikut. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan tugas-tugas tersebut diantaranya mencakup: In 2010 GCG Committee had two major activities. Umiyatun Hayati Triastuti. dan Fairness). • • Providing Board of Commissioners with professional and independent opinion regarding GCG issues. Independen. education and training. In 2010. Laporan Kegiatan Komite GCG Komite GCG telah melaksanakan tugas sesuai Piagam Komite GCG. yakni: i) melakukan kegiatan yang ada di rencana kerja dan ii) melakukan tugas khusus dari Dewan Komisaris. Menyusun dan menyampaikan program kerja tahunan kepada Dewan Komisaris setiap akhir tahun berjalan. Melakukan penelaahan tingkat kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan prinsip-prinsip GCG (Transparansi. Selama tahun 2010. • Memberikan pendapat profesional dan independen kepada Dewan Komisaris terhadap hal-hal yang berhubungan dengan Good Corporate Governance. independency. meetings with related parties. among others: • • • • • • • Responsible. Assessing how far GCG principles (transparency. in terms of internal meetings. Duty and Responsibility The duty of GCG Committee is fully described in GCG Committee Charter. namely i) those written in work program and ii) those assigned by Board of Commissioners. Identifying GCG instruments among others GCG soft structure documents and description of GCG implementation. Akuntabilitas. 07/SK/PTBA-KOM/VII/2010 tanggal 30 Juli 2010 *) By Board of Commissioners Decision No. GCG Committee held 20 meetings with the following attendance rate: NAMA NAME JABATAN POSITION NO. kunjungan kerja lapangan. rapat dengan pihak terkait. untuk mendapatkan penetapan. Monitoring the effectiveness of GCG practice. 07/SK/PTBA-KOM/VII/2010 of 30 July 2010 Adapun kegiatan yang dilaksanakan oleh Komite GCG pada tahun 2010 secara garis besar terdiri atas (dua) kegiatan utama. analysing and evaluating the condition of GCG implementation and monitoring findings and GCG elements enforced through Committees. fairness) are implemented in the Company.

Monitoring GCG implementation By holding periodic meetings with Corporate Information System Work Unit being the unit responsible for coordinating the GCG practice. consists of GCG Code and Code of Conduct. 5. Procuring non-routine goods and services Acting on SOE Minister Regulation No. Pengadaan Barang dan Jasa yang Bersifat Substansial (Bukan bersifat Rutin). • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris mengenai memorandum dari Konsultan Nindyo & Assosiates tentang Kajian Umum mengenai Tugas dan Kewenangan Dewan Komisaris. Perseroan telah menyusun kebijakan pengadaan barang dan jasa. Menindaklanjuti Peraturan Menteri Negara BUMN No. GCG soft structure. progress and constraint will be noted and improvements will be suggested for better results in the future. Revising Board Manual to elaborate on the relationship between Board of Commissioners and Directors as provided for in the Amendment to Articles of Association.e. salah satunya indikatornya adalah meningkatnya nilai assessment penerapan GCG yang dilakukan oleh pihak independen. Batasan pengadaan barang dan jasa yang bersifat substansial (bukan bersifat rutin) ditentukan Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris. Kedua instrumen implementasi GCG tersebut telah disahkan melalui penandatatangan oleh Direktur Utama dan Komisaris Utama. Doing other assignments given by Board of Commissioners • Giving Board of Commissioners input regarding GCG issues in Board of Directors report on corrective actions in response to 2009 performance audit findings.05/MBU/2008 of 3 September 2008. i. 3. Dalam rangka penerapan prinsip-prinsip GCG telah disusun instrumen implementasi GCG yaitu soft structure GCG yang terdiri dari Panduan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik di PT Bukit Asam (GCG Code) dan Panduan Berprilaku bagi Seluruh Jajaran di PT Bukit Asam (Code of Conduct). Memantau penerapan prinsip-prinsip GCG dengan melakukan rapatrapat berkala dengan Satuan Kerja Sistem Informasi Perusahaan sebagai unit kerja yang mempunyai tugas mengkoordinasikan penerapan prinsip-prinsip GCG di Perusahaan. Dengan penyusunan tata laksana persuratan dinas dan kearsipan tersebut diharapkan peranan Sekretariat Dewan Komisaris dapat memperlancar tugas-tugas Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan dan pemberian nasihat seperti yang diatur dalam Anggaran Dasar Perusahaan. 2. 5. Compiling Procedures of Official Correspondence and Filing To practise good corporate governance. Formulating GCG Soft Structure GCG implementation instrument. • Giving Board of Commissioners input regarding Consultant Nindyo & Associates’ memorandum on Overall Review of Board of Commissioners Duty and Authority. PER. PER.05/MBU/2008 tanggal 3 September 2008. 4. di Kesekretariatan Dewan Komisaris telah disusun tata laksana persuratan dinas dan kearsipan (TLSK) dengan mengacu kepada tata laksana persuratan dinas dan kearsipan yang sudah ada di Perusahaan. 4. Melakukan revisi Panduan Hubungan Kerja antara Dewan Komisaris dengan Direksi (Board Manual). Pemantauan Penerapan Prinsip-prinsip GCG. Dalam upaya penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Menyusun Tata Laksana Persuratan Dinas & Kearsipan (TLSK). These two instruments were made official with the signing by President Director and President Commissioner. . At such meetings. Dari hasil rapat berkala tersebut dapat ditemukenali kemajuan dan hambatan yang dihadapi dan diupayakan agar penerapan prinsip-prinsip GCG lebih baik hasilnya dari tahun-tahun sebelumnya. Penyusunan Soft Structure GCG. With these procedures the Secretariat of Board of Commissioners is expected to facilitate the work of Board of Commissioners of overseeing and giving counsel as stated in the Articles of Association. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris : • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris mengenai substansi prinsip-prinsip GCG dari laporan Direksi terhadap pelaksanaan Corrective Action atas Hasil Audit Kinerja Tahun 2009.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 207 1. Limitation of procuring non-routine goods and services is given by Board of Directors with the approval of Board of Commissioners. 2. the Secretariat of Board of Commissioners has procedures of official correspondence and filing that is based on the existing procedures of official correspondence and filing of the Company. 3. One indicator of this improvement is better assessment findings by independent parties. 1. the Company has drafted goods and services procurement policy. Revisi dilakukan pada susunan isi Board Manual untuk memperjelas hubungan Dewan Komisaris dan Direksi secara seimbang sesuai perubahan Anggaran Dasar Perusahaan.

rekruitmen. Anggaran Dasar Anggaran Dasar Perusahaan terakhir yang dibuat oleh Notaris Fathiah Helmi. terciptanya sistem remunerasi yang layak dan memadai serta mendorong pelaksanaan prinsip dan praktek Good Nomination. recruitment. Kunjungan Kerja Lapangan ke UP Tanjung Enim dilaksanakan bersamasama dengan Komite lainnya pada tanggal 6 November 2010. Melakukan Kunjungan Kerja Lapangan. SH tanggal 21 April 2010 Nomor 24 dan serangkaian keputusan Dewan Komisaris mengenai Konarba. dan pengembangan SDM yang berlandaskan kompetensi dan kinerja. dengan yang terakhir adalah Keputusan Dewan Komisaris. Making site visit Official site visit to Tanjung Enim Mining Unit was made together with other Committees on 6 November 2010. Board of Directors and employees through competence-performance-based nomination. compliance with the law governing nomination and remuneration. Setelah mengalami perubahan nama dan keanggotaan. and enhance GCG practice. Remunerasi dan PSDM Tujuan. Visi dan Misi Komite Nominasi. 6. 6. selection and placement. merupakan komite yang mengalami perubahaan nama dan keanggotaanya di tahun 2010.seleksi dan penempatan pegawai. Remunerasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) selanjutnya disebut Konarba dan PSDM. Remuneration and Human Resource Development Committee. 24 of 21 April 2010 and Board of Commissioners Decision No. Komite ini dibentuk dengan berpedoman kepada peraturan perundangan yang berlaku. • Giving input to Board of Commissioners for preparing its comments on draft 2011 Work Program and Budget. sesuai kebutuhan dan kemampuan perusahaan.” Corporate Governance yang lebih baik. Vision and Mission Nomination. After changing its name and membership. Sebelumnya komite ini bernama Komite Konarba dan GCG. Previously this Committee was known as NR & GCG Committee. Its additional tasks include reviewing manpower planning. is a committee that went through a change of name and membership in 2010. evaluasi dan menyusun rekomendasi dalam menetapkan antara lain: i)Norma (Standar) Nominasi dan Remunerasi. this Committee is assigned to help Board of Commissioners in its oversight and counselling responsibilities. further to be referred to as NR & HRD Committee. and to make recommendations with respect to nomination and remuneration standards. Attending two Cross Committee Business Meetings. SH. The vision of NR & HRD Committee is ”Building synergy among Board of Commissioners. 7. remuneration and development of human resource in accordance with the Company’s need and condition. Kepatuhan perusahaan atas pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah nominasi dan remunerasi. 14/ SK/PTBA-KOM/XI/2010 of 1 November 2010 on Appointment of Nomination and Remuneration Committee Members of PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Visi Konarba dan PSDM adalah ”Terciptanya sinergi antara Komisaris. dengan tugas membantu Komisaris dalam hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan penetapan remunerasi dan peningkatan implementasi GCG. This Committee is established pursuant to the prevailing laws and regulations. . remuneration and GCG implementation. formulate proper and measurable remuneration system. Komite Nominasi. tentang Pengangkatan Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Dewan Komisaris PT Bukit Asam (Persero) Tbk.” Sedangkan misinya adalah: Mendorong terciptanya sistem nominasi dan remunerasi yang fair untuk meningkatkan motivasi kerja. Direksi dan Pegawai melalui sistem nominasi dan remunerasi. tanggal 1 November 2010. komite ini dibentuk untuk membantu Komisaris dalam melakukan pengawasan. in charge of assisting Board of Commissioners in matters pertaining to nomination. Remuneration and HRD Committee Objective. Selama kunjungan lapangan tersebut banyak ditemukan hal-hal yang memerlukan pemantauan lebih lanjut mengenai penererapan prinsip-prinsip GCG oleh satuan kerja di Perusahaan.208 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN • Memberikan laporan berupa masukan kepada Dewan Komisaris dalam menyusun tanggapan Dewan Komisaris atas Drat RKAP Tahun 2011. Matters requiring further attention were discovered during the visit that concerned GCG implementation by work units.” While its mission is “Promoting the creation of fair nomination and remuneration system to motivate employees. Tugas tambahan lainnya adalah melakukan Penelahan dan pemantauan implementasi sistem perencanaan tenaga kerja. 7. no 14/SK/PTBA-KOM/ XI/2010. the latest Articles of Association drawn up before Notary Fathiah Helmi. Deed No. Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite.

. THR dan bonus bagi seluruh pegawai. • Memberikan pendapat independen dan profesional serta rekomendasi kepada Komisaris terhadap halhal yang berhubungan dengan masalah nominasi dan remunerasi. Peraturan dari Kementerian BUMN atau Bapepam-LK). **) Reappointed member of NR Committee on 1 July 2010. OF MEETING (A) 23 23 12 6 KEHADIRAN ATTENDANCE (B) 23 22 12 6 (B:A) % 100 97 100 100 Keterangan: *) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No 08A/SK/PTBA-KOM/VII/2010 tanggal 2 Agustus 2010. Sumarhadi SE MM Tugas dan Tanggung-jawab Tugas Konarba dan PSDM selengkapnya tertuang dalam Piagam (Charter) Konarba dan Pengembangan SDM dengan beberapa uraian diantaranya adalah sebagai berikut. Ditetapkan menjadi Sekretaris Dewan Komisaris per 2 Agustus 2010. FIQ merangkap sebagai Komisaris Independen cum Independent Commissioner Noeroso L. termasuk sistem pensiun dan kompensasi dalam hal terjadi pengurangan pegawai. mengundurkan diri per 1 Agustus 2010. professional opinion and recommendation to Board of Commissioners in matters pertaining to nomination and remuneration. Duty and Responsibility The task of NR & HRD Committee is fully incorporated in NR & HRD Charter covering: • Giving independent. serta bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. • Melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi tentang penerapan sistem penggajian. Wahyudi SE. MSc. set up by and accountable to Board of Commissioners. Assessing the Company’s compliance with laws and regulations that govern nomination and remuneration (such as Manpower Law. SUSUNAN ANGGOTA KONARBA DAN PSDM PER 31 DESEMBER 2010 SEBAGAI BERIKUT: THE COMPOSITION OF NR & HRD COMMITTEE AS OF 31 DECEMBER 2010 IS AS FOLLOW: Ketua Head Anggota Member Ir. holiday allowance and bonus payment system. pemberian tunjangan. All Committee members are not related to any director. **) Diangkat kembali menjadi anggota Konarba tanggal 1 Juli 2010. NAMA NAME Abdul Latief Baky Noeroso L. • • NR & HRD Committee Activity Report Troughout 2010. MHum. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidang nominasi. Semua anggota komite ini adalah independen terhadap Direksi. pengembangan sumberdaya manusia dan bisnis batubara.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 209 Independensi dan Susunan Anggota Komite Konarba dan PSDM Konarba dan PSDM bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan. Note: *) Under Board of Commissioners Decision No. 14/SK/PTBA-KOM/XI/201 tanggal 1 November 2010. Wahyudi * Fakhrudin Tieja** Sumarhadi*** JABATAN POSITION Ketua Head Anggota Member Anggota Member Anggota Member JUMLAH RAPAT NO. experienced and knowledgable in human resource nomination. 08A/SK/PTBA-KOM/VIII/2010 of 2 August 2010. remunerasi. resigned on 1 August 2010.MA Dr. the committee held 23 meetings attended by the members as follow. allowance. remuneration and development as well as coal business. SOE Minister or Bapepam-LK Regulations). Laporan Kegiatan Konarba dan PSDM Selama tahun 2010. ***) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. yang dibentuk oleh. Independency and Composition of NR & HRD Committee NR & HRD Committee works independently. and also retirement and compensation scheme in case of personnel retrenchment. dan bekerja untuk. ***) Under Board of Commissioners Decision No. • Menelaah tingkat kepatuhan Perseroan terhadap peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah Nominasi dan Remunerasi (seperti UU Ketenagakerjaan. Abdul Latief Baky. Konarba dan PSDM telah mengadakan 23 (duapuluh tiga) kali rapat berkala dengan tingkat kehadiran sebagai berikut. Appointed Secretary to Board of Commissioners on 2 August 2010. 14/SK/PTBA-KOM/XI/2010 of 1 November 2010. Making evaluation and recommendation in the implementation of salary.

210 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Karyawan PTBA di Kantor Pusat. Tanjung Enim PTBA employees in Tanjung Enim Head Office .

This decision was followed up by the two Committees report covering 4th quarter of 2009 and 1st – 2nd quarter of 2010. c) pengembangan formula IKP berdasarkan kinerja pegawai. b) restrukturisasi organisasi termasuk anak perusahaan.04/2009 on 2009 Performance Appraisal and Board of Commissioners Letter No. dan Surat Komisaris No.04/2009. • • Performing other assignments from Board of Commissioners . dan melakukan kunjungan kerja lapangan. c) developing performance-based KPI formula.Studying Coal Briquette Restructuring.Menyiapkan formula Tantiem untuk Direksi tahun buku 2009 bersama konsultan Independen berdasarkan referensi peraturan perundangan antara lain: Permen BUMN Nomor: PER-02/MBU/2009 tanggal 27 April 2009 Pasal 30 dan Permen BUMN Nomor :PER -03/MBU/2009 tanggal 19 Oktober 2009 Pasal 5. Komite GCG telah menyiapkan laporan tersendiri dimulai Triwulan-III selain bulan Juli tahun 2010.Melakukan Kajian Proyek Peranap. • • HR Development Strategic Plan Observing the work progress until 2010 particularly the formation of Assessment Center.Penyiapan dan pemantauan pembentukan Komite GCG. • Menyetujui dan menyiapkan Formulasi Remunerasi . subject to the law and Board of Directors Decision No. SK Direksi No. 066/KEP/INT-16100/OT. 066/KEP/INT-16100/OT. . rapat dengan pihak terkait. 20/KOM/III/2010. PER02/MBU/2009 of 27 April 2009 Article 30 and SOE Minister Regulation No. . b) restructuring the organization including subsidiaries. SK ini ditindaklanjuti laporan kedua komite dalam buku yang dimulai dari laporan Triwulan-IV tahun 2009 dan laporan Triwulan 1 sampai dengan II tahun 2010.Approving employee performance incentive formula for 2009.Reviewing Peranap Project . and makes site visits. PER-03/MBU/2009 of 19 October 2009 Article 5.The legal ground for setting up GCG Committee was Board of Commissioners Decision No. tentang Penilaian Kinerja Perusahaan 2009.The Committee came up with the following findings and suggestions: . 04/MBU/2009 tentang Persyaratan dan Tata Cara pengangkatan dan pemberhentian Anggota Direksi BUMN. that can be summed up as follows: • Approving Employee Performance Incentive Formula .Based on the study the Committee recommended that restructuring be immediately carried out.Menyetujui pengembangan Formula Insentif Kinerja Pegawai tahun buku 2009.Dasar penyiapan pembentukan Komite GCG adalah surat keputusan (SK) nomor 13/SK/PT. . Disamping itu mencermati adanya penyesuaian dalam pengembangan SDM antara lain: a) restrukturisasi profil SDM dari sisi usia dan kompetensi. dengan ikhtisar kegiatan sebagai berikut. Komite merekomendasikan agar restrukturisasi perlu segera dilaksanakan. . . • • Nomination Criteria Making adjustments to Board of Directors long list criteria for 2011-2014 to conform to SOE Minister Decision No. Pemantauan Pelaksanaan Rencana Strategis Pengembangan SDM Komite mencermati adanya progres pencapaian program kerja sampai tahun 2010 terutama terbentuknya Assesment Center.Berdasarkan kajian yang dilakukan.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 211 Konarba dan PSDM telah melaksanakan tugas melalui rapat interen seperti disebutkan di atas. 13/SK/PTBAKOM/X/2009 on NR & GCG Committee.Preparing and monitoring the formation of GCG Committee. dengan didasarkan peraturan perundangan yang berlaku.Making Board of Directors Tantiem Formula for 2009 with the assistance of an independent consultant pursuant to SOE Minister Regulation No. noting the adjustments to HR development such as: a) restructuring HR profile by age and proficiency. 04/MBU/2009 on Requirements and Procedures of Appointing and Dismissing SOE Board Members. 20/KOM/III/2010. . . GCG Committee made a separate report starting 3rd quarter of 2010 except July 2010.BAKOM/X/2009 tentang Konarba dan GCG. . . Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris . .Melakukan Kajian Restrukturisasi Briket Batubara. dengan butirbutir temuan antara lain: NR & HRD Committee holds internal meetings. Pengembangan Kriteria Nominasi Melakukan penyesuaian atas kriteria Long List Direksi tahun 2011-2014 berdasarkan pada SK Meneg BUMN No. meetings with related parties.

• IRR should be recalculated. • Asumsi harga yang digunakan sebaiknya PPA (Purchace Power Agreement) dengan PLN. Meminimalkan risiko perusahaan yang mungkin terjadi di bidang pengembangan usaha. Insurance. chemical and social) 2. is set up to give independent and professional viewpoint to Board of Commissioners with regard to business risks. environment and post-mining area management. Business Risk and Post-Mining Committee Insurance. • price assumption should be taken from Power Purchase Agreement with PLN. operasi produksi dan pemasaran. further referred to as BR Committee. Risiko Usaha dan Pascatambang (KRU) Komite Asuransi. .212 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN • Kurang sesuainya referensi harga yang digunakan. dan Pascatambang. . adalah sebagai berikut: 1. • Perlu mempertimbangkan ulang perhitungan IRR. Business Risk and Post-Mining Committee. pengelolaan lingkungan dan pasca tambang. • price reference used was not suitable.Selecting Board of Commissioners Secretariat members . . Meminimalkan dampak negatif dari kegiatan perusahaan terhadap lingkungan (fisik.Implementing Procedures of Official Correspondence and Filing within Board of Commissioners. . 2. production and marketing. Risiko Usaha. Mission To give input with the purpose of: a. Risiko Usaha dan Pasca Tambang yang profesional dan independen untuk mendukung pencapaian visi dan misi perusahaan. Komite KRU senantiasa mengingatkan dan merekomendasikan agar seluruh risiko utama Perseroan yang masuk kategori high dan extreme risk di kenali dan dimitigasi.Menyiapkan seleksi anggota Sesdekom. • • Making site visits. termasuk asuransi. The vision and mission of BR Committee as stipulated in BR Committee Charter issued on 28 November 2009 are: 1. Minimizing negative impact of the Company’s activities on the environment (physical. . Vision To be professional and independent Insurance. Misi Memberikan masukan secara komprehensif dalam rangka: a.Selecting NR Committee members .Implementasi konsep Peraturan Dewan Komisaris tentang Tata Laksana Persuratan Dinas & Kearsipan (TLSK) di Lingkungan Dewan Komisaris PT BA. BR Committee consistently recommends that all high and extreme business risks be identified and mitigated.Menyiapkan seleksi anggota Konarba. Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite. Minimizing risks that may arise in business development. insurance. Komite Asuransi. b. Attending two Cross Committee Business Meetings. yang diterbitkan pada 28 November 2009. selanjutnya disebut Komite Risiko Usaha bertugas dan bertanggung jawab untuk memberikan pendapat profesional dan independen sesuai kewenangannya kepada Dewan Komisaris terkait dengan pengelolaan perusahaan yang berkaitan dengan risiko usaha yang berpotensi menimbulkan kerugian signifikan. Business Risk and Post-Mining Committee to realize the corporate vision and mission. Visi dan Misi Komite Risiko Usaha sebagaimana dituangkan dalam Charter Komite Risiko Usaha PT Bukit Asam. b. • • Melakuan kunjungan kerja lapangan. Visi Menjadi Komite Asuransi. kimia dan sosial).

Ir. termasuk asuransi. 01/SK/PTBA-KOM/2010 tanggal 3 Juni 2010.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 213 Tugas dan Tanggung jawab Komite Risiko Usaha bertugas dan bertanggung jawab untuk memberikan pendapat profesional dan independen sesuai kewenangannya kepada Dewan Komisaris terkait dengan pengelolaan perusahaan yang berkaitan dengan risiko usaha yang berpotensi menimbulkan kerugian signifikan. economic). OF MEETING (A) 24 24 24 3 KEHADIRAN ATTENDANCE (B) 24 24 24 3 (B:A) % 100 100 100 100 Keterangan : *Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. PhD* Pramuditho Karsowidjojo** JABATAN POSITION Ketua Head Anggota Member Anggota Member Anggota Member JUMLAH RAPAT NO. experienced and knowledgable in their respective fields. PhD Laporan Kegiatan Komite Asuransi. merangkap sebagai Komisaris cum Commissioner Ir. meliputi diantaranya: • • Evaluasi atas Laporan-laporan yang dikeluarkan Perusahaan Laporan dievaluasi untuk melihat faktor-faktor risiko yang dihadapi oleh Perseroan. Adapun tugas dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Komite Risiko Usaha. set up by and accountable to Board of Commissioners. insurance. Faridha M. dan global. regional and global term. Insurance and Post Mining throughout 2010 set out in the form of Enterprise Risk Committee Report. Tanggung Jawab dan Wewenang dari Komite Risiko Usaha dijabarkan secara rinci dalam piagam Komite Risiko Usaha (KRU Charter). Asuransi dan Pasca Tambang sepanjang tahun 2010 dituangkan dalam bentuk Laporan Komite Risiko Usaha. attendance rate of members is given below: NAMA NAME Dr. Semua anggota komite ini adalah independen terhadap Direksi. dengan tingkat kehadiran anggota sebagai berikut: Insurance. responsibility and authority of BR Committee are elaborated in BR Committee Charter. Ir. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidangnya. ME Ir. Faridha. environment and post-mining area management. regional. Independency and Composition of BR Committee BR Committee works independently. Duty and Responsibility BR Committee is responsible for giving independent and professional viewpoint to Board of Commissioners with regard to business risks. in environment and post-mining area management (physical. dan bekerja untuk. KRU total menyelenggarakan rapat 24 kali. yang dibentuk oleh. include among others: • • Evaluating Company Reports Reports were evaluated to detect risks in local. pengelolaan lingkungan dan pasca tambang. Tugas. social. Independensi KRU dan Susunan Anggota Komite KRU bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan. the Committee held 24 meetings. SUSUNAN KRU PER 31 DESEMBER 2010 SEBAGAI BERIKUT: THE COMPOSITION OF BR COMMITTEE AS OF 31 DECEMBER 2010 IS AS FOLLOWS: Ketua Head Anggota Member Dr. **Kontrak sudah selesai pada bulan Maret 2010 Note: *Under Board of Commissioners Decision No. The Committee is of the opinion business development projects such as railway development and TPP construction should be . Risiko dan Pascatambang Selama tahun 2010. serta bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris.Si* Andi Novianto. All Committee members are not related to any director. The duty. termasuk terhadap upaya PTBA dalam pengelolaan The tasks and activities carried out by the Business Risk. terutama berkaitan dengan kondisi lokal perusahaan.Si Andi Novianto. Thamrin Sihite. 01/SK/PTBA-KOM/2010 of 3 June 2010 **Contract expired in March 2010. M. Thamrin Sihite ME. Business Risk and Post-mining Committee Throughout the year 2010.

etc. technical. KRU merekomendasikan peningkatan produksi di lokasi Tanjung Enim. including in this case is the assessment of readiness off taker (regulatory aspects. KRU merekomendasikan beberapa hal penting yang perlu mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan pembangunan PLTU dan kaitannya dengan rencana eksploitasi tambang adalah meliputi: (i) aspek administratif. skema bisnis dan time frame penyerahan excess power).214 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN • • • • • • • • lingkungan secara fisik maupun sosial dan ekonomi serta pengelolaan pasca tambang. Mengingat nilai investasi untuk hal ini akan sangat besar. (ii) technical aspects and (iii) the economic aspects. Melakukan telaahan dan kajian terhadap Perjanjian Jual Beli Batubara (PJBB) PTBA dengan PLN. Making Site Visits to Tanjung Enim Mining Unit including Tanjung Enim TPP 3x10 MW. expecially when it comes from external sources. teknis. . serta percepatan penyelesaian pembangunan PLTU Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite. Reviewing: Investment in Peranap Thermal Power Plant 2 x 10 MW. PT Transpacific Railway Infrastructure and China Railway Engineering Corporation should proceed. PT Transpacific Railway Infrastructure dan China Railway Engineering Corporation dapat segera dipacu. (ii) aspek teknis dan (iii) aspek ekonomi. dan lingkungan. • • • • • • • • accelerated. agar didapatkan alternatif yang tidak memberatkan. Kertapati and Tarahan should be scrutinized to be consistent with long-term plan of enhancing coal efficiency and production. In addition. cooperation between PTBA and PT KAI (Indonesian Railway Company) and among PTBA. sosial. Sehubungan dengan rencana Kerjasama Proyek Tanjung Api-api. serta rencana kerjasama antara PTBA. serta dilakukannya perencanaan yang lebih komperehensif. BR Committee recommended some important things to be concerned in the implementation of power plant and its relation to the planned exploitation of the mine are included: (i) administrative aspects. termasuk apabila akan mendapatkan sumber pendanaan yang akan berasal dari luar PTBA. including aspects of economic. Kertapati. Yakni ke lokasi UP Tanjung Enim termasuk PLTU Tanjung Enim 3 x 10 MW. Attending Education and Training Program Participation of Committe Head in ‘The Rising Power of Indonesia Incorporaed: Reaching President SBY’s Vision of 2014’ conference in Jakarta. Attending two Cross Committee Business Meetings. Selain itu dalam meningkatkan penjualan perlu memperhatikan kemampuan infrastruktur. infrastructure capability should be concerned to increase sales. KRU merekomendasikan agar dilakukan kajian komprehensif terhadap rencana keterlibatan PTBA dalam Proyek Tanjung Api-Api. as well as doing a more comprehensive planning. Untuk meningkatkan produksi dan penjualan batubara maka pengembangan angkutan kereta api eksisting yang merupakan kerjasama antara PTBA dan PT KAI. dan Tarahan. and to speed up TPP construction. Developing Production Infrastructure the Committee believes the program of developing production infrastructure in Tanjung Enim. and environmental. termasuk dari aspek ekonomi. Melakukan Kunjungan Kerja Lapangan. KRU berpendapat agar dikaji lebih mendalam dan selaras dengan rencana jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan efisiensi dan produksi batubara. memberikan masukan atas Drat RKAP Tahun 2011 dan lain-lain. termasuk dalam hal ini adalah penilaian kesiapan off taker (aspek regulasi. Reviewing: the Coal Sale and Purchase Agreement (PJBB) PTBA with PLN. Mengikuti Program Pendidikan dan Pelatihan berkelanjutan. to keep abreast of scientific advancement and on-the-job practice. Terkait dengan program pengembangan prasarana produksi yang berlokasi di Tanjung Enim. KRU berpendapat bahwa proyek-proyek pengembangan usaha yang sedang dilakukan seperti pengembangan angkutan kereta api dan pembangunan PLTU masih perlu dipercepat realisasinya. finansial. maka pendanaan proyek tersebut agar dikaji secara hati-hati. sebagai upaya untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik lapangan. To increase production and sales of coal. Along with the Project Cooperation plan Tanjung Api-api. KRU merekomendasikan PJBB tersebut dimasukkan dalam RJPP dan RKAP. social. Air Laya and outside Air Laya. Melakukan telaahan dan kajian terhadap investasi PLTU Peranap 2 x 10 MW. business schemes and time frame for delivery of excess power). Recommendation was made to boost production of Tanjung Enim. BR Committee recommended that a comprehensive review is conducted in the PTBA involvement plan of Tanjung Api-Api project. Considering the sizeable investment. Air Laya dan Non Air Laya. BR Committee recommended the PJBB included in RJPP and RKAP. financial. diantaranya partisipasi Ketua KRU pada konferensi ‘The Rising Power of Indonesia Incorporated: Reaching President SBY’s Vision of 2014’ di Jakarta. gave input and recommendation for 2011 work program and budget. Evaluating Other Activities BR Committee evaluated TPP Independent Power Plant tenders. KRU juga melakukan telaahan dan evaluasi terhadap kegiatan lainnya seperti Lelang IPP PLTU. financing should be carefully studied.

compliance officer serta investor relations. Selain itu. Memberikan pelayanan atas setiap informasi yang dibutuhkan oleh setiap pemangku Kepentingan. tepat waktu dan akurat mengenai Perseroan kepada para pemegang saham. and compliance with the prevailing laws and regulations. Perseroan menetapkan fungsi Sekretaris Perusahaan yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 215 SEKRETARIS PERUSAHAAN Sekretaris Perusahaan berperan besar dalam memperlancar hubungan antar Organ Perseroan. giving appropriate authority and resources. Fungsi utama Sekretaris Perusahaan ada tiga. sebagai perusahaan publik. As a public company. Sesuai dengan fungsinya. yakni: sebagai liason officer. will promote the smooth operations and growth of the Company. CORPORATE SECRETARY The Corporate Secretary plays a major role in facilitating communication among the corporate organs. the Company establishes the function of Corporate Secretary who is directly accountable to President Director. compliance officer serta investor relations. punctual and accurate information regarding the Company is available for the shareholders. yaitu sebagai liason officer. Corporate Secretary has triple main function. mitra Perseroan dan masyarakat. In general. analis. . Corporate Secretary ensures that the most current. The information includes quarterly and annual financial reports. the duty of Corporate Secretary is as follows: • • • • Keeping abreast of capital market development and rules. hubungan antara Perseroan dengan stakeholders serta dipenuhinya ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Memberi masukan kepada Direksi untuk mematuhi peraturan yang berhubungan dengan pasar modal Bertindak sebagai penghubung antara Perseroan dengan Bapepam-LK serta masyarakat. yang juga meliputi penyediaan Laporan Triwulan dan Laporan Tahunan. yaitu antara lain Pemerintah. • • • Fungsi utama Sekretaris Perseroan mencakup tiga bidang. Favorable relationship with strategic stakeholders. mass media. particularly the shareholders. Providing information for investors and other stakeholders (investor relations) Giving input to Board of Directors in complying with capital market rules and regulations Acting as liaison officer among the Company. Perseroan juga wajib memiliki tata laksana dokumen dan informasi yang baik untuk membantu memastikan kepatuhan Perseroan terhadap perundang-undangan dan peraturan pasar modal serta untuk mendukung akuntabilitasi pelaporan kinerja dan tanggung jawab Perseroan kepada stakeholder. Secara umum tugas Sekretaris Perusahaan adalah sebagai berikut: • Mengikuti perkembangan dan peraturan-peraturan pasar modal serta memberikan pelayanan atas setiap informasi yang dibutuhkan pemodal (investor relations). the Company must have reliable document and information management system to ensure compliance with capital market laws and regulations. and periodically evaluating the performance of his/her duty. The Company requires certain qualification of Corporate Secretary. Perseroan menetapkan kualifikasi khusus untuk pejabat Sekretaris Perusahaan. khususnya pemegang saham. Sekretaris Perusahaan menjamin ketersediaan informasi terkini. compliance officer and investor relations officer. For this reason. and guarantee the accountability of the Company’s performance report to stakeholders. memberikan wewenang dan sumber daya yang memadai dan melakukan evaluasi berkala atas pelaksanaan tugasnya. analysts. and fostering good relationship with all other stakeholders besides shareholders. Pembinaan hubungan baik dengan stakeholder strategis. As the function requires. Corporate Secretary has triple main function: as liason officer. compliance officer and investor relations officer. mass media and general public. among others the Government. as liason officer. BapepamLK and the public. partners and public. akan sangat mendukung kelancaran bisnis dan pengembangan usaha Perseroan. relationship between the Company and its stakeholders. media. media massa dan masyarakat umum. serta membina hubungan baik dengan seluruh stakeholder lain di luar pemegang saham.

83 oneon-one meetings. Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam (Persero) Tbk dijabat oleh Achmad Sudarto. . yaitu Hubungan Investor. Investor Relations. two non-deal roadshows and two events involving the journalists.216 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Kantor Pusat PT Bukit Asam di Tanjung Enim PT Bukit Asam Head Office in Tanjung Enim Sekretaris Perusahaan kemudian dibantu oleh fungsifungsi lain di bawah koordinasinya. Achmad Sudarto has been the Corporate Secretary of PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Rincian Press Release yang pernah dilaksanakan oleh Perseroan adalah: Corporate Secretary is assisted by other functions under his/her coordination. recorded. Since July 2009. 2 (dua) kali non-deal roadshow serta 2 (dua) kali kegiatan yang melibatkan wartawan. i.” dalam rangka memenuhi persyaratan azas keterbukaan dan pelaksanaan GCG. Corporate Communication and Representative Office. Mulai bulan Juli 2009. Perseroan telah mengadakan 14 (empat belas) kali conference call. diolah. The objective of setting this policy is to make sure that information regarding the Company is disclosed accurately.e. the Company conducted 14 conference calls. sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku. 83 (delapan puluh tiga) kali one on one meeting. In 2010. Tujuan dari penetapan kebijakan tersebut adalah untuk memastikan bahwa pengungkapan informasi Perseroan harus akurat serta dicatat. Perseroan telah mengeluarkan suatu kebijakan “Keterbukaan dan Kerahasiaan Informasi serta informasi orang dalam” dan kebijakan “Pengelolaan Dokumen/Arsip Perseroan. Komunikasi Perusahaan dan Kantor Perwakilan. The Company has set a policy on “Information Disclosure and Confidentiality. and Insider Information” and “Document/ File Management” in an effort to abide by the transparency principle and GCG practice. processed. Sepanjang tahun 2010. dirangkum dan dilaporkan dalam jangka waktu tertentu. in accordance with the rules on disclosure of information. compiled and reported over certain periods.

” • Confirming “Bisnis Indonesia” article on “Indonesia Power reduced PTBA coal supply” • Confirming “Detik” article on “BPK discovered PTBA subsidiary cost the state Rp1.” • Pemberitahuan Rencana Penyelenggaraan RUPS • • • • • Confirming “Investor Daily” article on “Bukit Asam ready to acquire 9.” • Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “ANTM-PTBA diminta akuisisi saham Freeport.” • Stating no exploration will be made during Sept 10 – Mar 11 • Confirming “Kontan” article on “PTBA mulling over stock split” • Confirming “Investor Daily” article on “Bukit Asam sets aside Rp840 billion for acquisition” BEI IDX BEI IDX Oktober October • Keterbukaan Informasi Pemegang Saham Tertentu • Perseroan mengikuti Non Deal Roadshow di USA tanggal 1-5 Nopember 2010. tahun 2010 Information disclosure events launched by the Company in 2010 BULAN MONTH KEGIATAN EVENT/ACTIVITY • Konfirmasi berita Bisnis Indonesia “Indonesia Power kurangi pasokan batubara PTBA” • Konfirmasi pemberitaan Detik “BPK temukan anak usaha PTBA rugikan Negara Rp1. • Pembayaran Dividen Interim 2010.” • Pemberitahuan pergantian pejabat Senior Manajer Satuan Pengawas Intern.6 Miliar. • Reporting the sale of all shares from buy-back program • Paying interim dividend for 2010 BEI IDX . • Disclosing information on certain shareholders • Participating in Non Deal Roadshow in USA 1-5 November 2010 BEI IDX BEI IDX November November Desember December • Penyelenggaraan Public Expose. Penyampaian dan Laporan Hasil Public Expose • Conducting public expose.36% stake in Freeport” Confirming “Investor Daily” article on “ANTM-PTBA are urged to acquire Freeport” Announcing replacement of Internal Audit Unit Senior Manager Stating no exploration will be made during March – Sept 2010 Confirming “Detik Finance” article on “SOE’s are urged to release companies below subsidiary” • Announcing preliminary plan of AGMS BEI IDX April April • • • • • • • • • • Panggilan RUPS tahunan Perseroan Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “ANTM-PTBA bersaing jadi mitra BHP Biliton” Konfirmasi pemberitaan media Kontan “Direktur Bukit Asam bakal jadi tersangka” Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam incar 30% saham railway” Hasil RUPS Tahunan Notice of AGMS Confirming “Investor Daily” article on “ANTM-PTBA competing for BHP Biliton partnership” Confirming “Kontan” article on “Bukit Asam director to be named a suspect” Confirming “Investor Daily” article on “Bukit Asam eyeing 30% stake in railway” Announcing AGMS resolutions BEI IDX Juni June • Konfirmasi pemberitaan media Kontan “Dugaan korupsi Bukit Asam.6 billion in losses” PARA PIHAK PARTIES Januari January BEI IDX Februari February • Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam Investasi PLTU $ 101 Juta. • Pernyataan tidak melakukan eksplorasi periode Maret – September 2010 • Konfirmasi pemberitaan media DetikFinance “BUMN diminta lepas cucu usaha.36% saham Freeport. dua Direktur Bukit Asam akhirnya diperiksa Penyidik Kejagung” • Laporan hasil pelaksanaan pembelian kembali saham periode Januari – Juni 2010 • Confirming ”Kontan” article on ”Alleged corruption in PTBA. reporting public expose results • Laporan Perseroan telah melaksanakan penjualan seluruh saham hasil pembelian kembali saham Perseroan. • Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam siapkan dana akuisisi Rp840 Miliar.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 217 Kegiatan Keterbukaan informasi yang dilaksanakan oleh Perseroan. two directors are examined by Attorney General’s Office” • Reporting share buy-back results January – June 2010 BEI IDX Agustus August September September • Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Lanco Infratech jadi Mitra Bukit Asam” • Confirming ”Investor Daily” article on ”Lanco Infratech became Bukit Asam partner” • Pernyataan tidak melakukan eksplorasi pada periode Sept 10 – Mar 10 • Konfirmasi pemberitaan media Kontan mengenai PTBA kaji rencana Stock Split.” • Confirming “Investor Daily” article on “Bukit Asam invested $101 million in TPP” • Confirming “Investor Daily” article on “Bukit Asam joined hands with South Africa Synthetic” BEI IDX Maret March • Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam siap akuisisi 9.” • Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam gandeng South Africa Synthetic.

• Kontrak EPC dan O&M Proyek Railway “baru” kapasitas 25 juta ton/tahun ditandatangani. • PTBA paid 2009 final dividend of Rp1. total volume 5. • Pengumunan Laporan Keuangan per 31 Desember 2009.5%.id. • PTBA and South Sumatra Provincial Administration signed Memorandum of Understanding “South Sumatra bracing for indusrial disaster. newspaper Mei May Surat Kabar. Website Perseroan Company website.co. Website Perseroan Company website. newspaper Surat Kabar.228 trillion.” MEDIA MEDIA Website Perseroan Company website Maret March Surat Kabar. Website Perseroan Company website.5 juta ton.” • Harga jual batubara PTBA ke PLTU Tarahan naik 8. PTBA hosted “Indonesian Fire Rescue Challenge 2010. capacity 25 million ton/year was signed • PTBA bagikan dividen final tahun buku 2009 Rp1. in Indonesian and English. to provide information on the Company’s business performance. volume penjualan batubara naik 10% pada Semester 1 – 2010.000/ton. Pemegang saham dan masyarakat umum juga dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan Perseroan melalui situs http://www.co.218 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Penerbitan Press Release Tahun 2010 Press Release issued in 2010 BULAN MONTH Januari January TOPIK / SUBJEK TOPIC/SUBJECT • Harga jual batubara ke PLTU Suralaya untuk pasokan tahun 2010 disepakati menjadi Rp685.5 million tons. Desember December Selain itu.id for further information on the Company. volume penjualan batubara naik 12% pada Triwulan III – 2010. • Coal selling price to Suralaya TPP for 2010 agreed at Rp685. • Pengumunan Laporan Keuangan per 30 Juni 2010. • Laba bersih Rp2. Website Perseroan Company website. newspaper Surat Kabar. PTBA jadi tuan rumah Indonesian Fire Rescue Challenge 2010. newspaper Surat Kabar. • Volume penjualan batubara PTBA Semester 1 – 2010 naik 10%. PTBA and PLN signed Memorandum of Understanding for low calory coal supply of 9 million tons/year. Financial statement as of 30 September 2010. • Coal sales volume in 1st semester 2010 increased 10%. Laporan Tahunan Perseroan dan informasi lainnya dapat diperoleh di Sekretariat Perusahaan di Kantor Pusat atau Perwakilan Perseroan. setiap tahun Perseroan menerbitkan laporan tahunan dalam dua bahasa.228 Triliun. coal sales volume rose 10% in 1st semester of 2010.73 trillion • Financial statement as of 31 December 2009 • EPC & O&M contract for “new” railway project. PTBA integrated coal supply system. Juli July Agustus August Surat Kabar. newspaper Juni June PTBA dan PLN tandatangani Nota Kesepahaman pemasokan batubara kalori rendah sebesar 9 Juta Ton/Tahun. coal sales volume in 3rd semester of 2010 increased 12%. Website Perseroan Company website. . • Financial statement per 31 March 2010. Website Perseroan Company website. • Pengumunan Laporan Keuangan per 31 Maret 2010. coal sales volume in 1st quarter increased 14%.000/ton. • Financial statement as of 30 June 2010. Website Perseroan Company website. Shareholders and the general public are welcome to visit our website http://www.6% and to Bukit Asam TPP increased 5. newspaper April April Surat Kabar. newspaper Oktober October Pengumunan Laporan Keuangan per 30 September 2010. volume penjualan batubara PTBA Triwulan 1 naik 14%. yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.6% dan ke PLTU Bukit Asam naik 5. Website Perseroan Company website. newspaper Surat Kabar. PTBA Integrasikan Sistem Pasokan Batubara.73 Triliun naik signifikan 60% pada tahun 2009.5%. • PTBA dan Pemprov Sumatera Selatan tandatangani Nota Kesepakatan Bersama “Sumsel Siaga Bencana Berbasis Industri.” • Coal price to Tarahan TPP increased 8. yang menyediakan informasi mengenai kinerja Perseroan. • 2009 net profit increased 60% to Rp2. Each year the Company’s financial statements are published bilingually.ptba. Annual Report and other information may be obtained from the office of Corporate Secretary in the Head Office or Representative Offices. total volume 5.ptba.

e. Upaya pengembangan sistem pengawasan dan pengendalian yang dilakukan meliputi: a. otorisasi. The system development includes: a. verifikasi. penilaian atas prestasi kerja. Monitoring and evaluating the quality of internal control system and the involvement of internal audit function at every level and unit within the Company. Establishing a disciplined and structured internal control environment. d. b. identifying. Developing information and communication system covering the process of reporting of operating activities. . verification. meliputi proses untuk mengidentifikasi.ptba. c.co. e. Reviewing. Exercising control over every level and unit within the organization. analysing and managing business risk continuously. Pelaksanaan kajian dan pengelolaan risiko usaha. performance appraisal. c. menganalisis. Meningkatkan dan mengembangkan sistem informasi dan komunikasi yang meliputi proses penyajian laporan mengenai kegiatan operasional. Melakukan pemantauan yaitu proses penilaian terhadap kualitas sistem pengendalian internal termasuk pelibatan fungsi internal audit pada setiap tingkat dan unit struktur organisasi Perseroan. antara lain mengenai kewenangan. b.id SISTEM PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN INTERNAL Manajemen mengembangkan sistem pengawasan dan pengendalian internal agar dapat berfungsi secara efektif untuk mengamankan investasi dan aset Perseroan. Melakukan aktivitas pengendalian pada setiap tingkat dan unit dalam struktur organisasi Perseroan.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 219 www. reconciliation. INTERNAL AUDIT AND CONTROL SYSTEM The Management develops an effective internal audit and control system to safeguard the Company’s investment and assets. financial condition and compliance with the law. Peningkatan lingkungan pengendalian internal yang disiplin dan terstruktur. finansial dan ketaatan atas ketentuan dan peraturan yang berlaku. pembagian tugas dan keamanan aset Perseroan. menilai dan mengelola risiko usaha yang relevan secara berkesinambungan. associated with power. job division and security of the Company’s assets. d. authority. rekonsiliasi.

dengan memberikan bantuan berupa analisa. d dan e tersebut di atas. (Lihat uraian ”Sistem Manajemen Bukit Asam”). untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas audit. b. c. termasuk anak perusahaan. As a working partner of External Auditor. SPI harus berkoordinasi dengan Komite Audit. IAU Auditor should abide by the Code of Conduct in performing audit to reflect his/her professionalism. Activities under point b and c are carried out by Corporate Management System Work Unit. SPI juga mempunyai hubungan dengan SPI Perusahaan Afiliasi. Sistem Manajemen Lingkungan dan Sistem Manajemen K3. penilaian. subsidiaries and foundation in performing audit and providing technical assistance. Under IAU Charter signed by Board of Directors and Board of Commissioners. recommendation. Auditor SPI harus mematuhi Kode Etik yang merupakan panduan peilaku dalam melaksanakan tugas audit yang mencerminkan tingkat profesionalisme auditor yang bersangkutan. b. and act on IAU findings and recommendations. IAU ensures all elements of the Company work and act according to established duties and responsibilities. Sistem Manajemen Mutu. Sesuai Ikhtisar Piagam SPI (SPI Charter) PTBA yang ditandatangani bersama Direksi dan Komisaris PTBA. evaluating the effectiveness of GCG implementation and risk management. IAU has access to documents and records of company property in all work units. IAU is described as follows: a. IAU is a work unit that exercises internal audit and control function to assist the management and other work units to perform their duty. to relevant data and information associated with audit work. e. Quality Management System. Untuk kelancaran tugas. The scope of IAU covers internal audit work. . elaborated in Risk Management System (see “Risk Management System”). Ruang lingkup SPI meliputi Pengendalian Internal. SPI merupakan unit kerja yang menjalankan fungsi pengendalian/pengawasan internal untuk membantu Manajemen dan Satuan Kerja lainnya didalam pencapaian pelaksanaan tugas dan kewajibannya. including those of subsidiaries. dijabarkan masing-masing melalui pengembangan sistem diantaranya Sistem Manajemen Risiko (lihat uraian ”Sistem Manajemen Risiko”). c. SPI memastikan bahwa seluruh elemen Perseroan berperan dan bertindak sesuai tugas dan kewajibannya serta menindak lanjuti rekomendasi dari hasil temuan SPI. evaluasi efektifitas implementasi prinsip-prinsip GCG dan evaluasi efektifitas Manajemen Risiko. d. konsultansi dan informasi mengenai aktivitas Satuan Kerja melalui Pimpinan Perusahaan. evaluation. SPI Anak Perusahaan dan Yayasan Milik Perusahaan dalam bentuk koordinasi pelaksanaan audit dan bantuan teknis. Internal Auditor Internal Auditor serves as Internal Audit Unit (IAU). Activities under point c. rekomendasi. providing them with analysis. d. Environmental Management System and Work Safety and Health Management System (see “Bukit Asam Management System). consultancy and information through the management. pencatatan personal dan fisik kekayaan perusahaan di seluruh unit kerja perusahaan. IAU coordinates with IAU of the Company’s affiliates. dilaksanakan dengan melibatkan aktivitas Satuan Pengawasan Internal (SPI). maka SPI : a. SPI mempunyai wewenang memperoleh akses terhadap dokumen. d and e are done with the involvement of Internal Audit Unit (IAU) Auditor Internal Auditor Internal bertindak sebagai Satuan Pengawasan Internal. Sedangkan pelaksanaan kegiatan untuk butir c. SPI merupakan mitra kerja dari Auditor Eksternal.220 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Kegiatan yang meliputi butir b dan c tersebut di atas dilaksanakan oleh satuan kerja Sistem Manajemen Perusahaan (SMP). To perform efficiently IAU has to coordinate with Audit Committee. e.

CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 221 Uraian peran.000 (Satu Milyar Empat Puluh Lima Juta Rupiah) belum termasuk out of pocket expenses (OPE) dan PPN.045. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan April 2010 memutuskan menunjuk Kantor Akuntan Publik Tanudiredja.000.424. Auditor Eksternal yang ditunjuk bertanggung jawab untuk menyampaikan opininya atas ketaatan laporan keuangan yang diaudit terhadap standar laporan keuangan yang berlaku. Full description of the role. untuk memeriksa dan menyatakan opininya atas laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. Periode Penunjukan dan Honorarium Berdasarkan kewenangan yang diberikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. To keep its professionalism. .000. Appointment and Fee By the authority conferred by AGMS. The appointed external auditor must give its opinion on the compliance of audited financial statements with the accounting standards generally applied. Dewan Komisaris menetapkan KAP Purwantono. member Firm dari PricewaterhouseCoopers.000 (Satu Miliar Empat Ratus Dua Puluh Empat Juta Lima Ratus Lima Puluh Lima Ribu Rupiah) belum termasuk Out of Pocket Expenses dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk jasa audit laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2010 termasuk untuk audit laporan keuangan PKBL. To guarantee the independency and quality of audit. The year 2010 was the third year for Public Accountant Tanudiredja. Sementara untuk audit kinerja proyek kerjasama dan anak perusahaan PTBA tahun buku 2010.555. Wibisana & Rekan melakukan audit atas laporan keuangan Perseroan. wewenang dan tanggung-jawab selengkapnya ada pada Piagam (Charter) Audit Internal. Untuk menjamin independensi dan kualitas hasil pemeriksaan Auditor Eksternal yang ditunjuk tidak boleh memiliki benturan kepentingan dengan setiap level pejabat Perseroan. In line with Annual Audit Plan for 2010. to audit and give its opinion on the Company’s financial statements for the year ending 31 December 2010.pocket expenses and value added tax. dengan ketentuan satu KAP hanya boleh melakukan audit secara berurutan maksimal 3 tahun. Wibisana & Partners. Whereas for performance audit of joint projects with subsidiaries in 2010. member firm of PriceWaterHouseCoopers. External Auditor The external auditor who audited the Company’s 2010 financial statements was appointed by AGMS by the recommendation of Board of Commissioners and Audit Committee.424. SPI telah melakukan audit khusus di 5 (lima) Satuan Kerja.050.3 (tiga) KAP Tanudiredja. the Company selects external auditor every year.000 (one billion forty five million rupiah) excluding out-of. Sesuai Rencana Audit Tahunan (RAT) 2010. on condition that one public accountant office performs audit only for three years in a row.000 plus out-of-pocket expenses for auditing the Company’s consolidated financial statement and Partnership & Community Development Program financial statement for the year ended 31 December 2010. IAU conducted audit on eight work units.555. special audit on five work units. Suherman and Surja (Ernst & Young) at a total fee of Rp1. excluding out-of-pocket expenses and value added tax of Rp1. In 2010 approximately 90% of IAU’s recommendations were acted on by auditees and the rest will be followed up in 2011. Auditor Eksternal Auditor Eksternal yang memeriksa laporan keuangan Perseroan tahun buku 2010 ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan berdasarkan rekomendasi dari Komisaris dan Komite Audit. Dewan Komisaris telah menetapkan jumlah biaya Auditor Eksternal sebesar Rp1. and as instructed by President Director. Board of Commissioners appointed Public Accountant Purwantono. the appointed external auditor must have no conflicting interest with each level of the Company’s organ. SPI telah melakukan audit operasional di 8 (delapan) Satuan Kerja dan sesuai permintaan dan penugasan dari Direktur Utama. AGMS in April 2010 resolved to appoint the Office of Public Accountant Tanudiredja. Board of Commissioners fixed External Auditors fee of Rp 1. Untuk menjaga profesionalitas Perseroan melakukan pemilihan Auditor Eksternal setiap tahun. Pada tahun 2010 kurang lebih 90% rekomendasi yang telah disampaikan SPI dapat ditindak lanjuti oleh Auditee dan sisanya akan ditindak lanjuti pada tahun 2011. Tahun 2010 tersebut merupakan periode ke. Suherman dan Surja (Ernst & Young) untuk melaksanakan audit kinerja tersebut dengan biaya sebesar Rp1. Wibisana & Rekan.095.045. Wibisana & Partners to audit the Company’s financial statements.000 (one billion four hundred twenty four million five hundred fifty five thousand rupiah). authority and responsibility of Internal Audit is written in Internal Audit Charter.

• Untuk audit yang dilakukan Kantor Akuntan Publik (KAP). telah diselesaikan pada akhir Pebruari 2011. SMP bersama-sama dengan SPI dan Sekretaris Perusahaan langsung berada di bawah kendali Direktur Utama. Visi dari Satuan Kerja SMP adalah: Menjadi Satuan Kerja yang terpercaya dalam mengelola proses bisinis Perusahaan dengan menerapkan prinsip-prinsip GCG secara konsisten. CMS is in charge of assisting President Director in developing. IAU and Corporate Secretary are directly accountable to President Director. External Auditor Activity • In 2010 the State Auditor audited the Company’s internal control system and to this day their report is still in process. • Continually improving CMS.222 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Kegiatan Auditor Eksternal • Pada tahun 2010 BPK-RI telah melakukan Audit System Pengendalian Intern (SPI) PTBA.internal business process. • Cultivating corporate culture. The mission of CMS is realized by: • Improving the quality of governance according to GCG principles for increased shareholder value and other stakeholders’ interest. pada tahun 2010 dilakukan jasa audit kinerja atas kegiatan Anak Perusahaan dan Project Kerjasama PTBA. and general audit on PTBA financial statements. • Meningkatkan objektifitas. • Creating work best practices of international and national standards under GCG principles. • Mendorong terciptanya Kebijakan dan best practices/ standar kerja yang lazim berlaku baik secara nasional maupun internasional di Perusahaan yang sesuai dengan Prinsip-prinsip GCG. • Working in cooperation with HR Work Unit for employee development and proficiency certification (especially Auditor) and optimal number of personnel. kualitas dan waktu penyelesaian pekerjaan/audit. Public Accountant performed audit on the operating performance of PTBA subsidiaries and joint projects. which were finalized end of February 2011. serta jasa audit umum (General Audit) untuk Laporan Keuangan PTBA. Satuan Kerja Sistem Manajemen Perusahaan Dalam rangka memperkuat sistem pengawasan dan pengendalian internal di Perseroan. quality and time efficiency in performing audit. Tugas dari SMP adalah membantu Direktur Utama dalam mengembangkan. • Bekerjasama dengan Satuan kerja SDM untuk meningkatkan kompetensi Pegawai dan mendapatkan sertifikasi keahlian (khususnya Auditor) yang diperlukan serta jumlah personil yang optimal. independency. CMS. directing and controlling all management systems applied in the Company including but not limited to: • • • Quality Management System (SMM) Environment Management System (SML) Work Safety & Health Management System (SMK3) . independensi. • For 2010 accounting year. dan mengendalikan seluruh sistem manajemen yang diterapkan di perusahaan yang meliputi dan tidak terbatas pada: • Sistem Manajemen Mutu (SMM) • Sistem Manajemen Lingkungan (SML) • Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) The strategies adopted by CMS are: • Building communication with Board of Directors and all Work Unit Heads to obtain the necessary information. • Enhancing objectivity. mengarahkan. Dalam struktur organisasi perusahaan. sehingga dapat meningkatkan nilai Perusahaan. Corporate Management System Unit To strengthen internal audit and control system. the management set up Corporate Management System Work Unit (CMS). The vision of CMS is to become a reliable work unit in managing the Company’s business process by consistently implementing GCG principles to enhance corporate value. Meningkatkan budaya korporasi. • Strategi Satuan Kerja SMP adalah: • Meningkatkan komunikasi dengan BOD dan Seluruh Kepala Unit/ Kepala Satuan Kerja untuk mendapatkan data informasi yang diperlukan. In the organization structure. saat ini masih dalam proses penyusunan draft Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh Tim Audit BPK-RI. Manajemen membentuk Satuan Kerja Sistem Manajemen Perusahaan (SMP). Sedangkan Misi Satuan Kerja SMP adalah: • Meningkatkan kualitas tatakelola Perusahaan agar sesuai dengan prinsip-prinsip GCG untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan bagi Pemegang Saham dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders lainnya. • Senantiasa melakukan improvement proses bisnis internal SMP.

Peraturan Pengadaan Barang dan Jasa. Throughout 2010. dan SMK3 OHSAS 18001:2007 ke dalam satu Sistem Manajemen yang terintegrasi yang dinamakan Sistem Manajemen Bukit Asam (SMBA). Hal ini berdasarkan kelengkapan aturan seperti Board Manual. covering 4 SMM audits on 15 work units scope ISO 9001. This was proven by the availability of Board Manual.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 223 • • • • • • Sistem Manajemen Mutu Laboratorium (SMM Lab) Sistem Manajemen Risiko (SMR) Sistem Manajemen Corporate Social Responsibility (SM CSR) Sistem Manajemen Keamanan Pelabuhan (SMKP) Sistem Manajemen Kinerja (SMK) Sistem Manajemen Surat & Kearsipan • • • • • • Laboratory Quality Management System (SMM Lab) Risk Management System (SMR) Corporate Social Responsibility Management System (SMCSR) Port Security Management System (SMKP) Performance Management System (SMK) Correspondence & Filing Management System Peranan SMP dalam peningkatan implementasi GCG adalah pertama menyiapkan/menyusun soft structure GCG bersamasama dengan unit yang akan melaksanakan. Kemudian SMP melakukan pemantauan dan melaksanakan audit/evaluasi kinerja dari masing-masing unit. monitoring was done 4 times on 16 work units scope SMR on AS/NZ 4360. Charter-charter untuk Komite di tingkat Komisaris. the management formulated a policy to integrate SMM ISO 9001:2008. GCG Code. SMP telah melaksanakan audit internal sebanyak 24 kali audit yang terdiri dari Audit SMM sebanyak 4 kali audit terhadap 15 Satuan Kerja Lingkup ISO 9001. . Audit SML sebanyak 4 kali audit terhadap 14 Satuan Kerja Lingkup ISO 14001. Larangan pemberian dan penerimaan hadiah. Untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi system. During its evaluation work in 2010. SML ISO 14001:2004. Audit SMK3 sebanyak 4 kali audit terhadap 16 Satuan Kerja Lingkup OHSAS 18001. Code of Conduct. which is subsequently formalized as guide. SMP akan melakukan perbaikan pada sistem operasional yang diterapkan pada masing-masing unit tersebut. bribes. CMS jointly with would-be users first prepares GCG soft structure. 2 SMM Lab audits on 3 coal laboratories scope ISO 17025. regulations on goods and services procurement. Code of Conduct. Manajemen mengeluarkan kebijakan untuk mengintegrasikan SMM ISO 9001:2008. gifts. Selama tahun 2010. Next. Whereas on Risk Management System. suap dan sejenisnya serta aturan mengenai transaksi yang mengandung benturan kepentingan. as well as conflict of interest transactions. 4 SMK3 audits on 16 work units scope OHSAS 18001. In enhancing the implementation of GCG principles. Audit SMKP sebanyak 6 kali audit terhadap 3 Pelabuhan batubara Lingkup ISPS Code dan Audit SMK sebanyak 4 kali audit terhadap 31 Satuan Kerja lingkup Balance Scorecard. Periodically. etc. SMP berpendapat Soft Structure GCG di perusahaan sudah memadai. Sesuai dengan perkembangan kegiatan evaluasi yang dilakukan pada tahun 2010. Secara periodik. CMS is currently revising some of the regulations to conform to the existing laws and regulations. 6 SMKP audits on 3 coal ports scope ISPS Code and 4 SMK audits on 31 work units scope Balance Scorecard. GCG Code. particularly in terms of system reliability and its association with performance. CMS discovered that GCG soft structure was sufficiently implemented. SMP saat ini tengah melakukan revisi atas beberapa aturan tersebut dalam rangka menyesuaikan dengan perkembangan peraturan yang ada. 4 SML audits on 14 work units scope ISO 14001. CMS improves the operating system applied in each unit. and SMK3 OHSAS 18001:2007 into one management system called Bukit Asam Management System (SMBA). yang kemudian disahkan menjadi pedoman. Pada tahun 2010 SMP telah melaksanakan pembangunan SMBA. In 2010 CMS finalized the establishment of SMBA. CMS monitors and evaluates the performance of each unit. To improve productivity and system efficiency. CMS performed 24 audits. Audit SM Lab sebanyak 2 kali audit terhadap 3 Laboratorium batubara Lingkup ISO 17025. Sedangkan untuk implementasi Sistem Manajemen Risiko selama tahun 2010 telah dilakukan 4 kali monitoring terhadap 16 Satuan Kerja Lingkup SMR berbasis AS/NZ 4360. Board of Commissioners’ Committee Charters. terutama dari sisi keandalan sistem yang diterapkan dan hubungannya dengan kinerja. SML ISO 14001:2004.

224 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Corporate Governance Report .

Individual Code of Conduct This is an explanation as to how individuals in the Company should act in communicating with others and behave in accordance with good ethics and common moral values.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 225 KODE ETIK Perseroan telah selesai melakukan kajian dan penyusunan kembali butir-butir ketentuan dalam Pedoman Kode Etik Perusahaan yang telah ada. other laws and regulations. Pedoman Kode Etik Perusahaan hasil kajian ulang tersebut telah diberlakukan dan disosialisasikan. Company Regulations. dilakukan secara efektif dan menyeluruh kepada Jajaran Perseroan dan stakeholder. Sosialisasi dan Pelaporan atas Pelanggaran. the revised Code of Conduct was enacted by a Board of Directors decision. accompanied by all employees’ signed statement of commitment to observe and put into practice the Code of Conduct. covering: • Business Code of Conduct The Company’s Business Code of Conduct gives directives as to how the Company should conduct its business with good ethics the way a business entity should. This is a statement of understanding and readiness of all personnel to observe the Code of Conduct and respect any party assigned by the Company to be in charge of the implementation. This was proven by the global financial crisis in 2008 that was triggered by “moral hazard” within global scale financial companies in the USA. yang meliputi: • Etika Bisnis Perseroan. readjusting its provisions with GCG Code and the most current common practices. Etika Perilaku Individu. and violation of Code of Conduct. Pedoman Kode Etik merupakan salah satu tools Perseroan dalam meningkatkan integritas insan perseroan di setiap level. Hal ini telah dibuktikan dengan terjadinya krisis finansial global tahun 2008 lalu. Pemberlakuan dilakukan melalui penerbitan SK Direksi. high integrity and good moral will save the Company from the risk of corporate failure. Pokok-pokok Kode Etik Pada dasarnya Pedoman Kode Etik Perseroan mengatur halhal yang menjadi tanggung jawab Perseroan. Etika Bisnis Perseroan merupakan penjelasan tentang bagaimana sikap dan perilaku Perseroan sebagai suatu entitas bisnis bersikap. • • • • • • . bersikap. peraturan perundangan lainnya dan sanksi yang diterapkan. disertai pananda-tanganan lembar pernyataan seluruh pegawai untuk mentaati dan melaksakan butir-butir ketentuan yang terkandung dalam Code of Conduct tersebut. Perseroan berkeyakinan penerapan best practices GCG secara seimbang peningkatan integritas serta landasan moral yang tinggi akan lebih menjamin Perseroan agar terhindar dari risiko-risiko yang mengarah pada kegagalan korporasi. the Company’s Code of Conduct regulates all matters under the responsibility of the Company. Sosialisasi Code of Conduct dan tata cara pelaporan atas ketidaksesuaian perilaku. individu jajaran Perseroan maupun pihak lain yang melakukan bisnis dengan Perseroan. agar penerapan best practices GCG menjadi maksimal. Code of Conduct is one of the Company’s tools to enhance everybody’s integrity so as to apply GCG best practices to the utmost level. CODE OF CONDUCT The Company has finalized reviewing and revising the Code of Conduct. Merupakan lembar pernyataan mengenai pemahaman dan kesediaan Jajaran Perseroan untuk mematuhi Code of Conduct Perseroan dan pihak yang bertanggung jawab atas implementasinya. In 2010. menyesuaikan kembali aturan di dalamnya dengan Pedoman GCG dan praktek-praktek lazim terkini. yang pemicunya adalah “moral hazard” pada perusahaan finansial skala global di Amerika Serikat. Statement of Compliance with Code of Conduct. Tahun 2010. beretika dan bertindak sesuai kaidah-kaidah dan ketentuan yang berlaku. Peraturan Perseroan. beretika dan bertindak dalam upaya menyeimbangkan kepentingan Perseroan dengan kepentingan stakeholder sesuai dengan prinsip-prinsip GCG dan nilai-nilai korporasi yang sehat. penyimpangan atas Code of Conduct. to balance the interest of the Company and that of the stakeholders in accordance with GCG principles and sound corporate values. Disseminating Code of Conduct and Reporting Violation Disseminating Code of Conduct and procedures of reporting misconduct. individuals of the organization and other parties doing business with the Company. and imposition of penalty should be done effectively to all levels of the organization and stakeholders of the Company. Etika Perilaku Individu merupakan penjelasan tentang bagaimana individu Jajaran Perseroan dalam berhubungan. Pernyataan Kepatuhan Code of Conduct. Main Points of Code of Conduct Basically. We believe that GCG best practices.

(ix) Etika hubungan kerja. (ii). (viii) Political involvement and (ix) Giving and receiving gifts. The Company complements Code of Conduct with procedures of reporting and imposing sanction on violation of Code of Conduct. (vii) Corporate image. meliputi antara lain: (i) Integritas dan komitmen. Dissemination is then followed by implementation. The basic philosophy in building the value system is work ethos of Trusting. Corporate Culture The Company has a value system that is adopted and implemented to build corporate culture. Professionalism and Faith. Perseroan berkomitmen untuk melaksanakan sosialisasi secara efektif dan menyeluruh dengan langkahlangkah sebagai berikut : • Melakukan sosialiasi Code of Conduct kepada seluruh Jajaran Perseroan. The main rules contained in Business Code of Conduct are critical of the conduct of the Company’s business. (v) Insider trading. (v) Pemberian dan penerimaan hadiah (vi) Lingkungan. To stimulate people to practice good ethics. (ii). iii). Positive. (iii) Compliance with laws and regulations. akan mempertimbangkan pula penilaian atas rekam jejak pegawai atas ketaatannya terhadap kode etik. (ix) Ethics of working relation. Internal Control Perseroan. Nilai-nilai tersebut dijabarkan dalam budaya kerja “SiPrima” – Sinergi. (v) Insider Trading. Profesional. (vii) Ketenagakerjaan. yang berpengaruh terhadap promosi dan remunerasi. • • Implementation and socialization of Code of Conduct and Corporate Culture are tools in nurturing high integrity and good moral of people at every level in the organization. Positif.” yaitu Percaya.226 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Aturan pokok yang tercakup pada Etika Bisnis Perseroan yang memiliki aspek kritis terhadap jalannya operasional perusahaan antara lain: (i) Target yang harus dicapai oleh jajaran Manajemen dan Pegawai. Kerahasiaan informasi. Penyelenggaraan sosialisasi ini dilakukan oleh Satuan Kerja Sistem Manajemen Perusahaan. Jika diperlukan. Langkah sosialisasi kemudian diikuti dengan implementasi yang disertai penerapan sangsi bagi pelanggaran yang dilakukan. Pelanggan dan Mitra Kerja dan melakukan penyegaran secara berkala • Melakukan evaluasi atas pencapaian atau pemahaman kepada Jajaran Perseroan. Socialization of Code of Conduct Socialization is an important phase of upholding Code of Conduct. kesehatan kerja dan lingkungan hidup. and imposition of sanction in case of violation. baik pada masa orientasi maupun masa bekerja. Internal Control of the Company. Rational and Conscious of Cost & Environment (TOPRC). customers and partners. selaku penanggung jawab implementasi GCG. maka hasil kajian dijabarkan lebih lanjut dalam berbagai kebijakan dan peraturan Perseroan. (viii) Keterlibatan dalam aktivitas politik dan (ix) Pemberian dan penerimaan hadiah. Conflict of interest. If required. Compliance with the laws and regulations. Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan. (viii) Etika hubungan dengan Stakeholders. and giving periodic refresher course. among others: (i) Target to be achieved by the management and employees. iii). These values are elaborated in work culture of Synergy. (vii) Employment. either during orientation or operating hours. Sosialiasi Kode Etik Sosialisasi merupakan tahapan penting dari penerapan Code of Conduct. health and environment. Information confidentiality. Benturan kepentingan (conflict of interest). berkordinasi dengan Satuan Kerja Sumber Daya Manusia (SDM). (iii) Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Sebagai insentif bagi penerapan kode etik yang baik. (viii) Ethics of stakeholder relation. Periodically reviewing the provisions of Code of Conduct for further improvement. employee performance appraisal at every level that affects promotion and remuneration will take into account employees’ track record in observing Code of Conduct. The Company is committed to effectively disseminating Code of Conduct by taking the following steps: • Disseminating Code of Conduct to all personnel. Evaluating the accomplishment or understanding of the personnel. maka penilaian kinerja pegawai di setiap level. (vii) Citra perseroan. . Perseroan melengkapi Panduan Kode Etik dengan Prosedur Pelaporan Pelanggan dan penerapan sangsi atas pelanggaran kode etik. • Pengkajian secara berkala butir-butir aturan Code of Conduct dalam rangka pengembangan Code of Conduct lebih lanjut. Open. findings from the review will be further embodied in rules and regulations of the Company. iv) Pemberian donasi. Terbuka. (ii). Work Ethics that should be upheld by every individual in the Company include: (i) Integrity and commitment. (iv). Rasional dan Sadar Biaya & Lingkungan. Budaya Perusahaan Perseroan memiliki sistem nilai yang dianut dan dijalankan guna membangun budaya perusahaan. Sedangkan Etika Kerja yang harus dipenuhi oleh individu jajaran Perseroan. iv) Donating fund. Filosofi dasar dalam membangun sistem nilai tersebut adalah sikap kerja “PTPRS. (ii). (v) Giving and receiving gifts (vi) Environment. (vi) Menjaga keselamatan. (iv). Beriman. (vi) Work safety.

• • Positive. Menghargai setiap usaha yang dilakukan setiap individu untuk membantu melakukan efisiensi di semua lini serta menyadari apa yang dilakukan bukan hanya untuk kepentingan saat ini. Sikap saling mempercayai satu sama lain baik antara pimpinan dengan bawahan dan juga dengan sesama rekan kerja. • • Rational. everybody in the Company will be wiser and able to solve problems with a clearer mind and remain enthusistic in every situation to act for the Company’s benefit. agar tercipta rasa kebersamaan dan memiliki di antara seluruh Pegawai. tindakan dan pengendalian berlandaskan pada pola pikir yang objektif dan adil. Able to distinguish between fact and assumption in handling things. Positif. This means every plan. By thinking positive. Mampu memilah antara kenyataan dan perkiraan dalam membawa persoalan pada tempatnya. Socialization is conducted by Corporate Management System Work Unit (CMS) being the unit responsible for GCG implementation. Sadar Biaya dan Sadar Lingkungan. Employees work with professionalism and constantly improve work to reach operational excellence. Sikap selalu berpikir dan bertindak positif dalam melihat sesuatu hal untuk meraih hasil yang lebih optimal. Whereas the culture of Synergy. action and management are based on objective and unprejudiced way of thinking. Pegawai senantiasa bekerja dengan penuh semangat dan membina kerjasama yang baik sehingga terciptanya sinergi dalam bekerja. Trusting one another either between management and employees or among colleagues so as to foster sense of togetherness and sense of belonging. Ini berarti setiap rencana. Professionalism and Faith can be described as follows: • Work Hard: Employees always work enthusiastically and foster good teamwork spirit to create synergy. .CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 227 Penerapan dan Sosialisasi Kode Etik dan Budaya Perusahaan sebagai salah satu alat dalam meningkatkan integritas dan moral insan pada setiap tingkat Perseroan. Bekerja Cerdas. in coordination with Human Resource Work Unit. Terbuka. bersikap saling mengingatkan. insan Perseroan akan lebih bijaksana karena dapat menyelesaikan masalah dengan pandangan yang lebih jernih serta tetap memiliki semangat untuk selalu memperbaiki apapun demi kepentingan perusahaan. Pegawai bekerja secara profesional dan secara terus menerus melakukan perbaikan untuk mencapai operational excellence. • • Work Smart. Sikap yang menganggap Pegawai sebagai rekan kerja untuk saling terbuka. TOPRC can be elaborated as follows: • Trusting. dan bersikap satria. All personnel are colleagues who should be understanding and open to one another in order to work synergically. reminding one another and acting gentlemanly. Always think and act positive in judging things to reach optimum result. saling memahami agar mampu bersinergi yang diwujudkan dalam 3 (tiga) tindakan pokok yaitu aktif memberikan dan menerima informasi yang benar dan bertanggung jawab. • • Open. • • Sedangkan Landasan Budaya kerja “SiPrima” diuraikan sebagai berikut: • Bekerja Keras. Rasional. and to be conscious of environment conservation as our commitment to think of the future and not just the present. PTPRS dapat diuraikan sebagai berikut: • Percaya. Menjaga kelestarian lingkungan adalah komitmen kita bersama. Appreciating every effort made by everyone for efficiency in every line. through three principal deeds: actively taking and giving truthful and accountable information. Conscious of Cost and Environment. Dengan berpikir POSITIF.

Pegawai menyadari bahwa bekerja bukanlah tujuan melainkan hanya sarana untuk beribadah kepada Allah SWT. special mailbox).228 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Perseroan menetapkan prosedur yang mudah dan sederhana namun melindungi kerahasiaan identitas pelapor maupun penyelidik. Untuk mendorong keberanian saksi pelapor. menetapkan prosedur pelaporan dan menetapkan dengan jelas jenis-jenis pelanggaran yang dapat dilaporkan. which cover the following: Rules and Procedures of Whistle Blowing Policy The Company sets a Whistle Blowing Policy purposes. . untuk menunjang penerapan tata-kelola perusahaan yang baik. Perseroan kemudian menetapkan halhal pokok yang terkait. setting reporting procedures and defining types of misconduct that may be reported. the Company establishes procedures that will protect the identity of the witnesses and investigating officers. • Bekerja Ikhlas. diantaranya: • Menciptakan iklim kondusif dan mendorong pelaporan pelanggaran yang dapat menimbulkan kerugian finansial maupun non finansial (hal-hal yang dapat merusak citra Perusahaan). To ensure the effectiveness of misconduct control and early warning system. Hal tersebut akan mencegah terjadinya praktekpraktek kecurangan dalam bekerja. termasuk diantaranya: menyediakan media pelaporan pelanggaran (hot line. Kebijakan Pokok Perseroan Sebagai pelengkap dan bagian atas Panduan GCG. Employees realize that working is not a purpose but a means to worship God. kotak pos khusus). Oleh karena itu dalam bekerja harus selalu ikhlas dan dilandasi iman yang kuat. the Company took the necessary measures including providing misconduct reporting media (hotline. mencakup di antaranya: Aturan dan Tatalaksana Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblower Policy) Perseroan telah memberlakukan kebijakan serta Tatalaksana Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblower Policy) untuk berbagai tujuan. maka Perseroan menetapkan prosedur yang mampu menjamin kerahasiaan identitas pelapor dan petugas investigasinya. email. To ensure the effectiveness of whistle blowing policy. and Designing early warning system mechanism to anticipate any problem arising from misconduct. Therefore. This will prevent fraudulent practices from occurring at work. dan Mempersiapkan mekanisme deteksi dini (early warning system) atas kemungkinan terjadinya masalah akibat suatu pelanggaran. employees should work willingly and guided by a strong faith. To encourage people to report. the Company establishes easy and simple procedures but protective of the identity of witnesses and investigators. Demi menjamin efektivitas pengawasan pelanggaran dan deteksi dini tersebut. email. including: for various • • • • • Creating a conducive climate to encourage people to report any misconduct that may result in financial or non-financial losses (that may tarnish the Company’s image). Standard Policy The Company has compiled and formulated a series of standard operating policy to complement GCG Code. • Work Willingly. Minimizing losses as a result of misconduct through early warning system. Mengurangi kerugian yang terjadi akibat pelanggaran melalui deteksi dini. Perseroan telah menyusun dan menetapkan serangkaian aturan kebijakan pokok operasional.

dengan membentuk unit kerja khusus yang menangani hal tersebut serta dilaksanakan secara sistematis sesuai dengan standar manajemen risiko yang menjadi acuan. Sesuai Panduan Kode Etik. Conflict of Interest Transactions In an effort to prevent conflict of interest. Pengembangan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perseroan. selling or retaining the Company shares. Full description of risk management is presented in Risk Management section page 68 . The system is continually developed to anticipate possible risk and to mitigate existing risk.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 229 Pengelolaan Risiko Perseroan telah mengembangkan sistem pengelolaan risiko secara terintegrasi di tingkat korporasi dengan melibatkan masing-masing satuan kerja. According to the Code of Conduct. This way. • Dengan demikian seluruh elemen Perseroan dapat terhindar dari dominasi oleh satu pihak terhadap pihak lainnya. Transaksi Orang Dalam Aturan mengenai transaksi orang dalam diatur dalam Panduan Kode Etik. Setiap individu Jajaran Perseroan sebaiknya menghindari kepentingan ekonomi dalam perusahaan yang dapat menimbulkan benturan kepentingan ekonomi. all elements of the Company may be free from domination by others. Every member of the Company must not use material and confidential information for personal gain or others’ benefit that may harm the Company.72. the Company adopts the following policy: • • • • • • Members of Board of Commissioners and Board of Directors must disclose their shareholding in the Company or other companies in a special register as required by the law. It stipulates that the Company abides by the prevailing laws and regulations regarding insider information particularly with respect to access to delicate and confidential information. . Uraian Pengelolaan Risiko selengkapnya ada pada bagian Manajemen Risiko. anyone within the organization who has access to undisclosed material information should not abuse his/her position and authority to divulge such information to any party for the purpose of buying. bebas dari segala pengaruh dan tekanan pihak lain sehingga pengambilan keputusan mengenai transaksi yang mengandung benturan kepentingan dapat dilakukan secara obyektif. free from any influence and pressure by others to allow objective decision making when it comes to transactions with conflict of interest. Risk Management The Company establishes an integrated risk management system at the corporate level involving every work unit. Transaksi Benturan Kepentingan Untuk menghindari terjadinya benturan kepentingan. Setiap individu Jajaran Perseroan dilarang memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi atau untuk kepentingan orang lain atau pihak lain yang merugikan kepentingan Perseroan. Aturan tersebut menyatakan bahwa Perseroan memegang teguh peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai informasi orang dalam khususnya dalam hal akses informasi yang sensitif dan bersifat rahasia. Every member of the Company must not take advantage of their position for personal gain or othes’ benefit that may harm the interest of the Company. Setiap individu Jajaran Perseroan dilarang menggunakan informasi penting dan rahasia bagi kepentingan pribadi atau untuk kepentingan orang lain atau pihak lain yang merugikan kepentingan Perseroan. menjual atau menahan saham Perseroan. individu jajaran Perseroan yang memiliki akses informasi material yang belum dipublikasikan secara luas dilarang menyalahgunakan jabatan dan kewenangannya dengan mengungkapkan informasi dimaksud kepada pihak tertentu untuk digunakan sebagai dasar membeli. Developing risk management system is part of the Company’s long term strategy by forming special work unit to handle this matter systematically in accordance with the risk management system.72. Perseroan menetapkan prinsip-prinsip kebijakan sebagai berikut : • Anggota Dewan Komisaris dan Anggota Direksi harus mengungkapkan kepemilikan saham di Perseroan atau di perusahaan lain dalam daftar khusus sebagaimana dipersyaratkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Insider Trading The Company has set the rules on insider trading as stipulated in Code of Conduct. Sistem Manajemen Risiko yang ada selalu dikembangkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya risiko dan mengeliminasi risiko yang ada untuk mencapai tujuan Perseroan. Every member of the Company must avoid economic interest in the Company that may cause financial conflict of interest. halaman 68 .

Affiliated Transactions Transactions with affiliated parties are always made on arm’s length relationship principle so as to protect the interests of the Company and minority shareholders. mulai dari tahap penyelidikan umum. The performance management should be: • Transparent. Pelaksanaan manajemen kinerja ini didukung oleh penerapan tools Balanced Scorecard dan pengukuran Key Performance Indicator (KPI) yang dilakukan setiap triwulan dan tahunan. • • • • • • Manajemen kinerja diterapkan dengan dukungan balanced scorecard dan pengukuran key performance indicator yang dilakukan secara periodik. independensi serta kewajaran. Performance Management The Company implements performance management system which is based on principles of transparency. Fair. allowing employees to know what aspects are appraised so they can independently appraise their performance and compare it with the appraisal made by the Company. The Company always fairly discloses affiliated transactions in accordance with the law. which means performance management is handled by work units that are able to handle it well based on measured criteria.230 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Manajemen Kinerja Perseroan menerapkan sistem manajemen kinerja yang dikembangkan berdasarkan prinsip transparansi. The performance management is backed up by Balanced Scorecard and measured by Key Performance Indicator (KPI) periodically. starting from general research. . Sistem penilaian kinerja diupayakan agar: • Transparan. post-mining down to energy generating activities. yang berarti manajemen kinerja dikembangkan berdasarkan target kinerja yang dapat dicapai. Independent. yakni penilaian terhadap manajemen kinerja dilakukan secara objektif dan didasarkan pada ukuranukuran yang telah ditetapkan tanpa pengaruh atau tekanan dari pihak manapun. independency and fairness. Jaminan kualitas produk dan jasa merupakan hasil dari serangkaian kegiatan proses produksi yang sesuai dengan standar internasional yang dilakukan pada setiap kegiatan Usaha Energi berbasis Batubara. kegiatan pascatambang hingga pengusahaan pembangkitan energi. Perseroan selalu mengungkapkan transaksi dengan pihakpihak terafiliasi secara wajar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Wajar. accountability. Quality Management The Company establishes an integrated quality management system for product and services quality control. allowing performance management to be objectively appraised and according to established criteria without any influence or pressure. Manajemen Mutu Perseroan menerapkan sistem manajemen mutu terpadu tentang pengendalian kualitas produk dan jasa yang dihasilkan oleh Perseroan. transporting and trading. Akuntabilitas. Transaksi Afiliasi Transaksi dengan pihak-pihak terafiliasi tersebut akan selalu dilakukan berdasarkan prinsip kesetaraan (arms length relationship) sehingga tidak merugikan kepentingan pemegang saham minoritas serta Perseroan. High quality of product and services is achieved as production process is in accordance with international standards applied in every stage of coal-based energy business. Independen. kegiatan pengangkutan dan perdagangan. yang berarti manajemen kinerja dijalankan oleh unit kerja yang mampu melaksanakan dengan baik dan didasarkan pada ukuran-ukuran yang jelas/terukur. akuntabilitas. yang berarti semua karyawan dapat mengetahui ukuran apa saja yang dinilai sehingga yang bersangkutan secara mandiri dapat memperkirakan hasil penilaian kinerjanya dan dapat dibandingkan dengan hasil penilaian kinerja oleh Perseroan. Accountable. The performance management is backed up by Balanced Scorecard and measured by Key Performance Indicator (KPI) quarterly and annually. meaning performance management is developed based on reachable performance target.

E-procurement and e-auction system has been installed to support procurement in the spirit of good corporate governance. Sedang informasi yang bersifat rahasia Disclosure. Assessed periodically with respect to system adequacy to ensure compliance with effective. transparan. competitive. Langkah kebijakan yang dilakukan: • • Diimplementasikan secara konsisten . Dikaji secara berkala mengenai kecukupan sistem pengadaan yang ada agar terpenuhi prinsip-prinsip efektif dan efisien. fair/ indiscriminative and accountable. Pada prinsipnya pemberian maupun penerimaan hadiah dilarang oleh Perseroan. Receiving gift is defined as any form of receipt by the Company and its personnel from certain parties to influence the decision of the Company to favor the present giver. except by specific authority given by the Commissioners and . transparan. except when done in accordance with specific rules set by the Company or with the prevailing laws and regulations. efficient. Penerimaan hadiah didefinisikan sebagai segala macam bentuk penerimaan oleh Jajaran Perseroan dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan maksud mempengaruhi keputusan Jajaran Perseroan yang menguntungkan si pemberi hadiah. The system should be: • • • • Implemented consistently. Pengembangan sistem pengadaan melalui sistem e-procurement dan e-auction dikembangkan dalam rangka mengimplementasikan prinsipprinsip GCG. competitive. In principle. Confidentiality and Insider Information The Company promptly disseminates information to shareholders and other stakeholders in order to make quick decision. Kewajiban untuk menghindari transaksi benturan kepentingan dan transaksi afiliasi oleh segenap Jajaran Perseroan dalam sistem pengadaan barang dan jasa. fair/indiscriminative and accountable principles. Giving or receiving gifts is prohibited so as not to influence decision making by the personnel. transparent. efficient. adil/tidak diskriminatif serta akuntabel . Pengadaan Barang/Jasa Proses pengadaan barang dan jasa diupayakan melalui persaingan yang sehat sesuai dengan peraturan dan perundangundangan yang berlaku dengan menjunjung prinsip-prinsip efektif dan efisien. Giving and Receiving Gifts Gift is defined as any form of present given by the Company and its personnel to certain parties with a purpose of influencing such parties to benefit the Company unfairly. giving or receiving presents are prohibited by the Company. Goods/Services Procurement Goods and services procurement is carried out by fair competition as governed by the law and in a manner that is effective. kecuali jika pelaksanaannya sesuai dengan peraturan yang ditetapkan secara khusus oleh Perseroan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Keterbukaan dan Kerahasiaan Informasi serta Informasi Orang Dalam Perseroan menyediakan dan memberitahukan informasiinformasi yang harus segera disampaikan kepada shareholder maupun stakeholder lainnya dalam rangka proses pengambilan keputusan yang cepat. Able to prevent conflict of interest and affiliated transactions by the personnel in procuring goods and services. terbuka dan bersaing. Pemberian maupun penerimaan gratifikasi dilarang agar proses pengambilan keputusan oleh seluruh jajaran dalam Perseroan tidak terpengaruh. transparent. adil/ tidak diskriminatif serta akuntabel. terbuka dan bersaing. Confidential information should not be disclosed.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 231 Pemberian dan Penerimaan Hadiah Pemberian hadiah didefinisikan sebagai segala macam bentuk pemberian oleh jajaran Perseroan kepada pihakpihak tertentu dengan maksud mempengaruhi pihak-pihak tersebut agar dapat menguntungkan Perseroan di luar batas-batas kewajaran.

penyampaian rencana pengembangan Perseroan yang material. Contoh: Laporan Keuangan & Laporan Kinerja Triwulanan dan Tahunan (Audited) yang disampaikan kepada Publik. Kebijakan-kebijakan tersebut melandasi akivitas Sekretaris Perusahaan. Delicate and confidential information is regulated further in Letters and Files Handling Procedures. and work unit performance measured with Key Performance Indicator quarterly and annually. Akuntabilitas Kelompok. Pengaturan mengenai informasi yang sensitif dan rahasia diatur lebih lanjut dalam kebijakan Tata Laksana Surat dan Kearsipan. yakni: • Akuntabilitas Individu. Example: Employee performance appraisal made every semester. Perseroan memberi kewenangan kepada Sekretaris Perusahaan beserta jajarannya untuk menjalankan tugas dan perananya menerapkan asas Transparansi ini. Example: Balanced Scorecard Performance Management System is implemented in the Company. which are: • • • Individual Accountability This accountability is associated with the reciprocal relationship between management and subordinates. terdapat pengukuran kinerja (KPI) satuan kerja yang dilakukan pengukuran per triwulan dan tahunan. The Company gives mandate to Corporate Secretary and his/her staff to uphold this transparency principle. The Company introduces three levels of accountability. Implementation of Transparency Principle The Company ensures clear. memadai. and disclosing material business expansion plan. performance and accountability to allow effective management of the Company. Penerapan asas Akuntabilitas Perseroan menjamin kejelasan fungsi. Salah satu media untuk melaksanakan keterbukaan informasi Perseroan ini adalah melalui official website Perseroan. Akuntabilitas merujuk kepada kewajiban seseorang atau organ kerja Peraseroan yang berkaitan dengan pelaksanaan wewenang yang dimilikinya dan/ atau pelaksanaan tanggung jawab yang dibebankan oleh Perseroan kepadanya. Akuntabilitas yang melekat kepada kelompok yang harus ditanggung bersama atas kondisi dan kinerja yang tercapai. adequate. PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP DASAR GCG Perseroan senantiasa berupaya menerapkan prinsip-prinsip dasar GCG secara konsekuen dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya. Akuntabilitas yang melekat kepada hubungan antara pimpinan dengan bawahan dan berlaku kepada kedua belah pihak. IMPLEMENTATION OF GCG BASIC PRINCIPLES The Company is always consequent in implementing GCG basic principles throughout its business operations. Group Accountability This is a collective accountability that is attached to a group for its performance and achievement. accurate. customers and work partners as stipulated by the law. kecuali melalui otoritas khusus oleh Dewan Komisaris dan Direksi. kondisi keuangan dan informasi lainnya secara jelas. akurat. comparable. Implementation of Accountability Principle The Company ensures the clarity of every level function. and timely disclosure of material and relevant information regarding business performance. Prinsip keterbukaan ini tidak mengurangi kewajiban untuk melindungi informasi rahasia mengenai Perseroan dan Pelanggan serta Mitra Kerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Example: Publicizing quarterly and audited annual financial report & performane report. Perseroan memperkenalkan 3 (tiga) tingkatan akuntabilitas kepada jajarannya. These policy guidelines are the basic rule for the Corporate Secretary’s activities. This transparency principle does not prejudice the Company’s obligation to protect the confidentiality of information pertaining the Company. The following describes briefly the implementation of GCG basic principles.232 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN tidak boleh disampaikan. dapat dibandingkan dan tepat waktu serta mudah diakses oleh stakeholders sesuai dengan haknya. Directors. Accountability refers to the obligation of an individual or a work unit which is related to the exercise of authority and/or performance of duty mandated by the Company. financial condition and other particulars of the Company accessible to stakeholders. Contoh: Pelaksanaan Sistem Manajemen Kinerja Balance Scorecard di Perseroan. pelaksanaan dan pertanggungjawaban setiap level jajaran Perseroan yang memungkinkan pengelolaan Perseroan terlaksana secara efektif. . Contoh: Pelaksanaan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai yang dilaksanakan setiap semester. Hal ini dapat dijelaskan pada uraian singkat mengenai penerapan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut. One of the media for exercising disclosure is the Company’s official website. Penerapan asas Transparansi Perseroan menjamin pengungkapan informasi materil dan relevan mengenai kinerja.

authority and responsibility of respective parties. peningkatan kompetensi dan pemberian paket remunerasi yang sebanding dengan kinerjanya. ras. golongan. Perusahaan memberikan kesempatan yang sama dalam penerimaan pegawai. as well as devising and carrying out corporate social responsibility program. career development and performance regardless of ethnicity. obligation. the Company gives equal opportunity in recruitment. dilaksanakan melalui pembinaan. The Company establishes three levels of accountability: individual. Penerapan asas Independensi Prinsip independensi ini diterapkan dengan penyusunan dan penerapan code of conduct. melaksanakan kewajiban timbal-balik terhadap para mitra bisnis dan merancang serta melaksanakan program tanggungsosial perusahaan. pengukuran kinerja (KPI) untuk kinerja Korporat yang dilakukan per triwulan dan tahunan. • Corporate Accountability Accountability that is inherent in the Company as a whole in conducting its business activities according to the Articles of Association. Implementation of Independency Principle Independency principle is applied by writing up and enforcing Code of Conduct. kewajiban. performance of reciprocal obligation with business partners. religion. in implementing equality principle. developing and providing performance-based remuneration package. Implementation of Fairness Principle The Company applies equality principle by giving equal treatment to all stakeholders with respect to their right and obligation. The Company provides access to information for all stakeholders to allow them to give suggestion for the benefit of the Company. group and corporate. mengelola lingkungan bekas tambang dengan baik. kelompok dan korporat. Implementation of Responsibility Principle Responsibility principle is applied through consistent compliance with laws and regulations. dan kondisi fisik. mutual respect for the right. Dengan pengaturan ini diyakini seluruh bagian Organ Perseroan akan melaksanakan fungsi dan tugasnya dengan mengutamakan independensi dan obyektifitas serta saling menghormati hak. Contoh: Pelaksanaan Sistem Manajemen Kinerja Balance Scorecard di Perseroan. and corporate performance measured with Key Performance Indicator quarterly and annually. race. agama. sebagai mitra strategis utama perseroan. good management of post-mining area. Akuntabilitas yang melekat kepada Perseroan secara menyeluruh dalam menjalankan aktivitas bisnisnya sesuai Anggaran Dasar Perseroan. • Akuntabilitas Korporat. By regulating these aspects it is believed that all corporate organs will function well and put great emphasis on independency. Penerapan asas Responsibilitas Prinsip pertanggung-jawaban diterapkan dengan senantiasa menerapkan dan mematuhi peraturan perundangan yang berlaku. tugas. Responsibility towards employees as the Company’s major strategic partners is carried out through guiding. gender and physical condition. Example: Balanced Scorecard Performance Management System is implemented in the Company. Tanggung-jawab terhadap karyawan. berkarir dan melaksanakan tugasnya secara profesional tanpa membedakan suku. gender. and regulating all transactions and investment plans with potential conflict of interest.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 233 Perseroan menerapkan tiga tingkatan akuntabilitas: akuntabilitas individu. group. Penerapan asas Kewajaran / Fairness Perseroan menerapkan asas kesetaraan dengan memperlakukan seluruh stakeholder secara berimbang antara hak dan kewajiban (equal treatment) yang diberikan kepada dan oleh Perseroan. objectivity. wewenang serta tanggung jawab masing-masing pihak. termasuk pengaturan seluruh transaksi maupun rencana investasi yang mengandung atau berpotensi mengandung benturan kepentingan (conflict of interest). In addition. . Selain itu dalam pelaksanaan prinsip kesetaraan. duty. Perseroan membuka akses informasi kepada seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan sumbang-saran bagi kemajuan Perseroan.

the Company will set up WBS Team and the organization structure. internally as well as externally. transparan dan akuntabel. a set of rules and policies to ensure the unit functions in a fair. Agar proses internalisasi dan sosialisasi kepada seluruh stakeholder ini berjalan efektif. After conducting workshops for General Manager. transparent and accountable manner. Perseroan berencana melibatkan kerjasama dengan media luar yang independen dalam memberitakan program dimaksud. yakni serangkaian peraturan dan kebijakan yang menjamin efektifitas pelaksanaan tugasnya secara adil. Following the completion of Whistle Blowing System (WBS). Perseroan juga akan melengkapi unit ini dengan soft structure. Untuk menjamin efektifitas pelaksanaan tugasnya. maka Perseroan menetapkan serangkaian langkah-langkah lanjutan di tahun 2011 sebagai berikut. For internalization and socialization to be effective. untuk meningkatkan penerapan praktek GCG. OTHERS Plans Relevant to GCG Practice In relation to GCG implementation in 2010. lengkap dengan organisai. the Company plans to involve external independent media in publicizing the program. The Company plans to conduct bench marking of Code of Conduct practice in the Company with the same practice in overseas as well as domestic counterparts. and adequate infrastructure.234 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN LAIN-LAIN Rencana-Rencana Terkait Praktek GCG Menindaklanjuti program kerja terkait penerapan praktek GCG yang telah dilaksanakan tahun 2010. . selain seleksi kandidat petugas yang dilakukan dengan hati-hati Perseroan akan membekali personel di unit ini dengan serangkain pelatihan dasar maupun lanjutan dan menyediakan prasarana yang memadai. Menindak lanjuti telah selesainya penyusunan ”Tatalaksana Sistem Pelaporan Pelanggaran” (Whistle Blowing System). the Company will embark on internalizing and socializing GCG to all stakeholders. The Company will establish soft structure. Senior Manager and Manager. Perseroan berencana melakukan bench-marking atas pelaksanaan Code of Conduct yang telah disosialisasikan kepada seluruh jajaran perusahaan dengan praktek serupa di berbagai perusahaan yang setara baik di dalam maupun diluar negeri. For an effective performance of this unit. uraian tugas dan spesifikasi personil unit SPP/WBS. Perseroan akan segera membentuk unit pelaksana berupa Tim Sistem Pelaporan Pelanggaran (SPP) /Whistle Blowing System (WBS). Senior Manager dan Manager serta melakukan sosialisasi praktek GCG maupun kepatuhan terhadap code-of conduct untuk semua Pegawai (refreshment). Setelah menyelenggarakan workshop untuk General Manager. not only will the Company carefully select the candidates. job description and personnel specification.e. but it will also equip the personnel of this unit with basic to advanced training. to improve GCG practice in the future the Company will take further actions in 2011. i. baik internal maupun eksternal. Perseroan akan memulai langkah internalisasi dan sosialisasi GCG kepada seluruh stakeholder. and employee refresher courses on GCG and Code of Conduct practice.

The system was built up with the aid of a competent consultant. Sistem Manajemen Bukit Asam Terintegrasi PTBA saat ini (sejak 16 Juli 2010) telah menerapkan Sistem Manajemen Bukit Asam Terintegrasi. Untuk mendapatkan bench-marking dan second opinion atas penilaian penerapan praktek GCG. Pengembangan SMBA telah melalui berbagai tahapan. GCG self-assessment will be exercised by people within the organization. Perseroan juga melakukan proses bench-marking terhadap perusahaan sekelas yang menerapkan sistem sejenis. Against this backdrop. work safety and health. SML ISO 14001: 2004. Later. the Company deemed it necessary to integrate SMM ISO 9001: 2007. SML ISO 14001: 2004 and SMK3 OHSAS 18001: 2007. prevention of conflict in system application. Perseroan berencana melaksanakan pelatihan self assesment GCG. Additionally. the Company will facilitate the evaluation of GCG practice by external qualified parties. SMBA development has gone through various stages since 2009. Perseroan akan melakukan monitoring. including less complicated business process in relation to quality. dinamakan SMBA. elimination of document duplication. called Bukit Asam Management System (SMBA). Perseroan juga berencana memfasilitasi dilakukannya evaluasi implementasi praktek GCG oleh pihak eksternal yang berkompeten di bidangnya. A benchmarking was also done with the Company’s equals who use the same system. dan dipersiapkan sejak tahun 2009. SMBA interaction with the previous accredited operations management system and the prevailing laws and regulations is as follows: . accompanied by training and socialization with ample time to make sure the system can be implemented without significant obstacle and resistance. reduction of audit frequency. improvement of system productivity. the expanding business environment and scope have prompted the Company to seek and develop an international standard efficient and effective operating system. Untuk maksud tersebut. environment. To get feedback for future GCG practice improvement. ada banyak manfaat yang dapat diperoleh.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 235 Untuk mendapatkan feed-back bagi perbaikan praktek GCG di tahun-tahun mendatang. Selain itu perkembangan lingkungan usaha dan lingkup kegiatan Perseroan yang dinamis membuat perusahaan harus mencari dan mengembangkan sistem operasional yang efisien. Langkah ini akan ditindak lanjuti dengan pelaksanaan self assessment praktek GCG oleh pihak internal Perseroan. peningkatan produktivitas sistem. untuk meyakinkan sistem dapat diimplementasikan tanpa hambatan dan tanpa resitensi yang berarti. The Company has benefitted from SMBA in many ways. pelaporan secara reguler dan review atas penerapan GCG serta melakukan assessment implementasi GCG di PTBA. maka Perusahaan memandang perlu untuk mengintegrasikan SMM ISO 9001: 2008. The system is on a par with the accredited SMM ISO 9001: 2008. Adapun matriks efek perubahan sistem manajemen sebelum penerapan SMBA dengan setelah penerapan adalah sebagai berikut: Bukit Asam Integrated Management System Since 16 July 2010 PTBA has implemented Bukit Asam Integrated Management System (SMBA). menghindari potensi terjadinya konflik dalam penerapan sistem dan potensi penghematan biaya karena penggunaan sumber daya yang lebih efisien. efektif dan diakui secara internasional. mengurangi jumlah audit. SML ISO 14001: 2004 and SMK3 OHSAS 18001: 2007 into one single management system. For getting benchmarking and second opinion on GCG implementation. review and assess GCG implementation in the Company. the Company plans to carry out GCG self-assessment training. and reduction of cost due to more efficient usage of resources. Sistem manajemen hadir dengan latar belakang adanya kesejajaran dalam implementasi standar operasi terakreditasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001: 2008 dengan Sitem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001: 2004 dan Sistem Manajemen Kesehatan dan Kecelakaan Kerja (SMK3) OHSAS 18001: 2007. For this purpose. dengan menerapkan SMBA. the Company will regularly monitor. lingkungan. Berdasarkan latar belakang tersebut. dan K3 lebih simpel. hilangnya duplikasi dokumentasi. Bagi Perseroan. Adapun gambaran interaksi SMBA dengan sistem manajemen operasional terakreditasi sebelumnya dan peraturan perundangan yang berlaku adalah sebagai berikut. Penyusunan sistem dilakukan dengan melibatkan konsultan yang kompeten diikuti dengan proses pelatihan dan sosialisasi sitem dengan tenggat waktu yang memadai. melingkupi diantaranya: peta bisnis yang terkait aspek mutu. dan SMK3 OHSAS 18001: 2007 ke dalam satu Sistem Manajemen yang terintegrasi yang dinamakan Sistem Manajemen Bukit Asam (SMBA). report.

SMK3 Badan Sertifikasi masing-masing Individual certification agency Sertifikat masing-masing Individual certificate Pedoman di masing-masing sistem Manual in each individual system Kebijakan di masing-masing sistem Policy in each individual system Sasaran di masing-masing sistem Target in each individual system Prosedur di masing-masing sistem Procedues in each individual system Prosedur operasional Operating procedures PERUBAHAN ALTERATION Sistem Manajemen disatukan Management System is integrated Badan Sertifikasi menjadi satu Certification Agencies are merged Tetap/tidak berubah No change Pedoman disatukan Manuals are integrated Kebijakan disatukan Policies are integrated Tetap/tidak berubah No change Prosedur Manajemen disatukan Management procedures are integrated Tetap/tidak berubah No change Manfaat dari penerapan Sistem Manajemen yang terintegrasi adalah : • Proses bisnis yang terkait aspek mutu. • Hilangnya duplikasi dokumentasi.236 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Interaksi Acuan Sistem Manajemen Bukit Asam Interaction of Bukit Asam Management System UNDANG-UNDANG LAWS PERATURAN PEMERINTAH GOVERNMENT REGULATIONS KEPUTUSAN MENTERI MINISTER DECREES PERATURAN GUBERNUR GOVERNOR REGULATIONS PERATURAN BUPATI REGENT REGULATIONS ISO 9001: 2008 ISO 14001: 2004 OHSAS 18001: 2007 SMK3 Tiga Standar mempunyai persyaratan/ klausul yang sama 3 standards with similar terms/clauses SML SMM Adapun matriks efek perubahan sistem manajemen sebelum penerapan SMBA dengan setelah penerapan adalah sebagai berikut: Matrix of effects of management system alteration before and after SMBA application is given below: KONDISI SAAT INI CURRENT CONDITION SMM. lingkungan. work safety and health. • elimination of document duplication. • Mengurangi jumlah audit baik audit internal maupun audit eksternal. • reduction of internal as well as external audit frequency. environment. SML. The advantages of an integrated management system are: • less complicated business process in relation to quality. SMK3 SMM. SML. dan K3 lebih sederhana. .

4% dari jumlah aset Perseroan sebesar Rp8.722. Perseroan berkomitmen melaksanakan good mining practice guna mencegah pencemaran lingkungan dan menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar melalui community development.Potensi penghematan biaya karena penggunaan sumber daya yang lebih efisien. To ensure the success of SMBA application. • • prevention of conflict in system application. Overlapping Concession Area The lawsuit involving the Company is associated with overlapping concession area in Lahat regency.70 miliar pada tanggal 31 Desember 2009. yakni menyangkut izin operasional dan tumpang tindih lahan. Berdasarkan efektivitas implementasi system yang semakin meningkat maka hal ini akan berpengaruh kepada : . Selain itu. . In addition. dan K3 yang akan memberi pengaruh besar terhadap tercapainya tujuan dan sasaran Perseroan. Jumlah aset BBK adalah Rp118 miliar atau 1. Kepolisian Republik Indonesia menghentikan operasi anak perusahaan. More effective system application will result in: .722. Kawasan yang sebelumnya telah mendapatkan izin Kuasa Penambangan batubara. Perkara yang melibatkan Perseroan Hingga akhir tahun 2010 Perseroan menghadapi 2 dua perkara hukum.improvement of system productivity.4% of the Company’s total assets of Rp8. For this purpose the management and all employees are determined to implement SMBA to cultivate quality. From the operating side. Namun demikian Perseroan Cases Involving the Company Until yearend the Company was still facing two lawsuits related to operating licence and overlapping concession area. environment and WSH culture in reaching corporate goal. seluruh pimpinan dan pegawai sadar dan berkomitmen menjalankan SMBA sehingga menjamin terciptanya Budaya Mutu. masalah K3 dari Pegawai dan Peralatan/Aset merupakan salah satu kebutuhan utama dan wajib diadakan oleh Perusahaan untuk mencegah kerusakan dan kerugian. the safety and well-being of employees and assets should be taken care of to prevent injuies.70 billion.reduction of cost due to more efficient usage of resources. Dari sisi operasional.Peningkatan produktivitas sistem. Untuk menjamin suksesnya integrasi system operasional yang dikembangkan melalui SMBA. Perseroan mengharapkan operasi BBK akan berjalan kembali dalam waktu dekat dan mengharapkan pemberhentian ini tidak akan mempengaruhi operasi Perseroan secara signifikan.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 237 • • Menghindari potensi terjadinya konflik dalam penerapan sistem. Untuk mencapai tiga hal pokok tersebut. untuk meningkatkan produktivitas. damages and losses. The Company is committed to exercising good mining practice in an effort to prevent environmental polution and to maintain a harmonious relationship with the surrounding community through community development program. the Company decided that it was essential to guarantee product quality as a key to achieving business sustainability. Tumpang Tindih Lahan Perkara hukum terkait tumpang tindih hak pengelolaan lahan dihadapi Perseroan di kabupaten Lahat. Perseroan menetapkan bahwa Mutu Produk adalah salah satu kinerja utama yang harus dicapai yang merupakan penentu kesinambungan bisnis perusahaan. PT Batubara Bukit Kendi (BBK). BBK is still in discussion with various government agencies to obtain the required permit so it can resume operations. The Company is unable to explore and exploit this area that was once given coal mining concession. Operating Licence In February 2010. the loss incurred by the Company as a result of this lawsuit is . Izin Operasional Pada bulan Pebruari 2010. karena izin pinjam pakai kawasan hutan yang menjadi wilayah pertambangan BBK belum dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. nilai kerugian Perseroan akibat adanya perkara ini tergolong non material. Lingkungan. PT Batubara Bukit Kendi (BBK) because the permit to borrow and use the forest area where BBK had a mining area was still pending with the authorities. . As of 31 December 2009 BBK had total assets of Rp118 billion or 1. We are hopefull BBK will resume operations in the near future and this suspension will not affect the Company’s overall operations. to boost productivity. BBK saat ini sedang berupaya mendapatkan perizinan yang diperlukan dari instansi pemerintah terkait agar dapat melanjutkan operasi penambangan. kini tidak dapat ditindak lanjuti ke arah eksplorasi maupun eksploitasi batubara oleh Perseroan. the Indonesian Police suspended the operations of our subsidiary.

Chronology and proceeding of the legal cases facing the Company in relation to area management in Lahat. However. membatalkan Putusan Sela PN Lahat serta memerintahkan PN Lahat untuk memeriksa dan mengadili perkara tersebut. Kronologi dan jalannya perkara yang dihadapi oleh Perseroan terkait pengelolaan lahan di Lahat. Pada tanggal 30 Juni 2006. menerima banding Perusahaan. rejected the respondent’s objection but also ruled that the Company’s claim was inadmissible. accepting the Company’s appeal. masih terkait dengan kasus di atas.238 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN terancam kehilangan prospek potensi ekonomi cukup besar berupa kandungan sumberdaya batubara di daerah yang dipersengketakan. Perusahaan mengajukan gugatan kepada Bupati Lahat sehubungan dengan penerbitan beberapa KP kepada beberapa perusahaan swasta atas wilayah yang sama yang dimiliki oleh Perusahaan. the Supreme Court received the Company’s claim for reversal of the lower court’s decision. On 30 June 2006. the Supreme Court decided to reverse the decision of Medan SAHC. are as follows: • In 2003. the Company appealed to Medan State Administration High Court (SAHC). Mahkamah Agung telah menerima upaya hukum kasasi dari Perusahaan. On 14 December 2005. Claim was directed to several parties including Lahat Regent as the first respondent. the respondents claimed for reversal to the Supreme Court • • • • • • Pada tahun 2003. With this provisional decision the Company appealed to Palembang High Court (HC). On 10 May 2007. Pada tanggal 10 Mei 2007. Tanggal 12 Agustus 2008 PN Lahat mengeluarkan Putusan Sela. On 31 January 2008. the Company faces the threat of losing prospective economic potentials in the form of coal resources in the disputed area. On 16 December 2008 Palembang HC issued provisional decision. Pada tanggal 31 Januari 2008. Perusahaan mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (“PTTUN“) Medan. PTUN Palembang menolak gugatan Perusahaan. the Company filed a civil claim to Lahat District Court (DC) for material losses due to the award of MC to another party. PTTUN menolak upaya hukum banding Perusahaan. KP ini dialihkan pengurusannya oleh Gubernur Sumatera Selatan ke Bupati Lahat pada tahun 2004. With the provisional decision of Palembang HC. Perusahaan diberikan KP untukmengeksploitasi daerah Lahat. stating that Lahat DC was not in the power to judge the case. • • • • • . Dengan putusan sela PT Palembang tersebut para tergugat mengajukan upaya hukum Kasasi ke Mahkamah Agung RI. immaterial. bahwa PN Lahat tidak berwenang mengadili perkara tersebut. The award of MC was transferred by South Sumatera Governor to Lahat Regent in 2004. On 29 August 2005 through Palembang State Administration Court (SAC). reversing Lahat DC provisional decision and ordered Lahat DC to examine and judge the case. still related to the above case. Pada tanggal 14 Desember 2005. SAHC rejected the Company’s appeal. Atas upaya hukum tersebut. Perusahaan mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (“PN“) Lahat atas kerugian materil akibat pemberian KP kepada pihak lain. the Company was given Mining Concession (MC) to exploit an area in Lahat. Gugatan dilayangkan kepada beberapa pihak termasuk Bupati Lahat sebagai tergugat pertama. Mahkamah Agung memutuskan untuk membatalkan putusan PTTUN Medan. Palembang SAC rejected the Company’s claim. the Company filed a claim against Lahat Regent with respect to the issuance of several MCs to a few private companies for the same areas that are owned by the Company. Tanggal 16 Desember 2008 PT Palembang mengeluarkan Putusan Sela. Pada tanggal 29 Agustus 2005 melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (“PTUN“) Palembang. adalah sebagai berikut. dengan putusan Sela tersebut Perusahaan mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi (“PT“) Palembang. menolak eksepsi tergugat tetapi juga menyatakan gugatan Perusahaan tidak dapat diterima. On 12 August 2008 Lahat DC issued provisional decision.

• • • On 9 July 2009 Lahat DC sent the reversal claim dossier to the Supreme Court. telah menerbitkan Putusan Kasasi dengan Amar Putusan Menolak Permohonan Kasasi para tergugat (Bupati Lahat dkk). . On 28 January 2010 the Supreme Court handed down a reversal verdict to reject the claim for reversal made by the respondents (Lahat Regent and parties) which notification was received by the Company on 1 December 2010. Perusahaan sedang menunggu proses persidangan atas pokok perkara di PN Lahat. saat ini perkara dalam proses Mahkamah Agung RI. Saat ini. Tanggal 28 Januari 2010 Mahkamah Agung RI. Pada tanggal 02 November 2009 berkas perkara telah diterima Mahkamah Agung RI.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 239 • • • Tertanggal 9 Juli 2009 PN Lahat telah mengirimkan berkas perkara Kasasi ke Mahkamah Agung RI. At the moment the Company is still awaiting the legal proceeding over the subject matter in Lahat DC. yang relas pemberitahuannya diterima perusahaan tanggal 01 Desember 2010. dan sampai dengan tanggal laporan keuangan ini. On 2 November 2009 the Supreme Court received the reversal claim dossier from Lahat DC and until the time of reporting this case was still in the hands of the Supreme Court. perkara tersebut masih dalam proses di Mahkamah Agung RI.

240 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN .

REPORT ON CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITIES PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 241 Laporan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Report on Corporate Social Responsibilities Peningkatan penyaluran dana dan kegiatan PKBL serta Bina Wilayah sebagai wujud komitmen kepedulian Perseroan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam secara berkesinambungan Increased fund disbursement in the context of Partnership & Community Development and Area Development programs is proof of the Company’s commitment to continually improve community welfare and natural conservation .

social and environmental development and welfare. SE-07/MBU/2008 of 5 May 2008 on the implementation of Partnership and Community Development Program. sosial dan lingkungan. Perseroan telah menjalankan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dalam rangka melaksanakan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. menjalin kerjasama dengan Pemerintah Daerah dan pihak lain yang berkompeten dalam perencanaan dan pelaksanaan program. Menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat yang dilandasi dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik. The Company formulated a long-term integrated policy in the form of PTBA CSR Guidelines that were endorsed by the President Director at the end of 2009. Nurturing a harmonious relationship with local community by applying good corporate governance principles. Perseroan telah merumuskan pola kebijakan jangka panjang yang terintegrasi dalam bentuk “Pedoman CSR PTBA” yang telah disahkan oleh Direktur Utama PTBA pada akhir 2009 yang mencakup enam fokus kegiatan. (4) praktik ketenagakerjaan dan kelaikan kerja. The Company invites the local community to join in the planning. Ensuring good health care and work safety as well as employee welfare improvement. PER-05/MBU/2007 of 27 April 2007 on SOE Partnership with Small-Scale Businesses and Community Development Program. Penerapan jaminan keamanan penggunaan produk dan kepuasan pelanggan. Guaranteeing non-discrimination and respect for human rights. Jaminan pelaksanaan non diskriminasi dan penghargaan hak azasi manusia. dan (6) kemasyarakatan. the Company carries out Partnership and Community Development Program pursuant to State-Owned Enterprises Minister Regulation No. Perseroan telah mengambil langkah strategis yakni penyusunan dan penyempurnaan mekanisme pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). 40/2007. In addition. 40 Tahun 2007 pasal 74 tentang Tanggung Jawab Sosial melalui pembiayaan Perusahaan. yaitu: (1) ekonomi. (2) environment. . To enhance the effectiveness and quality of Corporate Social Responsibility (CSR) program. Perseroan menjalankan UU No. (3) human rights. Keenam fokus kegiatan tersebut mengacu kepada kaidah internasional mengenai keberhasilan implementasi CSR yang ditetapkan oleh Global Reporting Initiatives (GRI). and formulated in the implementation strategy based on business ethics/norms generally applied: • • • • • • • • • • • Sustaining economic development and community empowerment to improve the welfare of local community and public at large. Peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup. Ensuring product safety and consumer satisfaction. (3) hak azasi manusia. 40/2007 on Corporate Social Responsibility by extending financial aid. the Company has taken strategic steps by improving the mechanism of exercising its CSR function. Perseroan mengajak-serta masyarakat secara langsung dalam proses perencanaan. yang dirumuskan dalam strategi implementasi yang dilandasi oleh etika/norma bisnis yang berlaku. Penerapan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja serta upaya peningkatan kesejahteraan karyawan. funded by SOE profit sharing. (5) product responsibility. pelaksanaan maupun monitoring program. executing and monitoring of the programs that directly affect the empowerment of the socio-economic life of the mining community.242 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Untuk meningkatkan efektifitas dan kualitas pelaksanaan program. (2) lingkungan. the Company observes Article 74 of Corporate Law No. These six focus activities are in line with international standards of CSR implementations as set by Global Reporting Initiatives (GRI). (4) employment practices and proper work conditions. involving the Local Administration and other competent parties to plan and execute its CSR programs. Showing concern for environmental conservation. Untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan terciptanya keseimbangan hasil kegiatan operasional dari sisi kinerja ekonomi. Selain itu. meliputi: • Pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal serta masyarakat secara luas. and Article 74 of Corporate Law No. With an aim of creating equitable economic. and (6) society. and SOE Minister Circular No. 40 tahun 2007. (5) tanggung jawab produk. PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. melalui pemanfaatan dana dari Pembagian laba BUMN serta Surat Edaran Menteri Negara BUMN RI Nomor: SE-07/MBU/2008 tanggal 5 Mei 2008 tentang pelaksanaan PKBL dan penerapan pasal 74 Undangundang No. The guidelines focus on six main areas: (1) economy. termasuk restorasi lahan pasca tambang. sekaligus melaksanakan program yang berdampak langsung terhadap upaya pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat di lingkar tambang. including restoration of post-mining areas.

REPORT ON CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITIES PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 243 Di samping itu Perseroan juga melaksanakan program Bina Wilayah sebagai salah satu bentuk kepatuhan terhadap ketentuan pasal 74 Undang-Undang No. Melalui kedua program PKBL tersebut. PARTNERSHIP PROGRAM To continue empowering community economic potentials the Company focused on strengthening partners’ self-sufficiency and promoting the sales of partners’ products in nine provinces. Sedangkan untuk program Bina Wilayah. evaluating their character. In 2010 the Company extended funds for Partnership and Community Development Program amounting to Rp 93. PARTNERSHIP AND COMMUNITY DEVELOPMENT PROGRAM The objective of Partnership Program is elevating the resilience and independence of small-scale businesses and cooperatives in the surrounding area. pada tahun 2010 telah direalisasikan biaya sebesar Rp21. Komoditas tradisional yang potensial dikembangkan. and to preserve a harmonious relationship between the Company and the community. social interaction and harmony with natural surrounding. . This program is designed to empower the community economic potentials and to improve the living standard of the society in a more extended area. PROGRAM KEMITRAAN Melanjutkan komitmen pemberdayaan potensi ekonomi masyarakat. For Area Development a total of Rp 21. kondisi sosial dan budaya masyarakat sekitar serta prospek pasar dari komoditas yang dihasilkan. Penyaluran Dana Kemitraan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi yang dimiliki oleh calon mitra binaan. interaksi social dan keselarasan dengan kelestarian lingkungan. Traditional commodity with development potentials. entrepreneurship.59 miliar.42 miliar atau 69. yang meliputi karakter. Priority is given to commodity that supports the Company’s operations: untuk • • Commodity that the area relies upon. seperti: • • Komoditas yang menjadi andalan daerah.93% dari total anggaran sebesar Rp133. Perseroan meyakini tumbuhnya kesejahtaraan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar agar lebih berdaya dan mandiri serta terpeliharanya hubungan yang harmonis dan berkesinambungan antara perusahaan dengan masyarakat. jiwa kewirausahaan yang dimiliki. 40 of 2007. Community Development Program is aimed at improving the community living standard by giving them financial aid and making them aware of the need for education.59 billion.17 billion was disbursed in 2010. Sepanjang tahun 2010. Perseroan telah merealisasikan penyaluran dana untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan berjumlah Rp93. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan terbatas. Sedangkan jenis komoditas calon mitra binaan yang diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan pembinaan meliputi komoditas yang dapat menunjang kelancaran operasional Perseroan. sociocultural condition of the neighboring community and market prospects of the commodity. The Company is very selective in distributing partnership funds taking into consideration the conditions of prospective partners. Through these two programs the Company is confident it is able to improve the socio-economic wellbeing of the community and enhance their self-reliance and competence. Sedangkan sasaran dari kegiatan Bina Lingkungan adalah tumbuhnya kehidupan masyarakat yang sejahtera melalui pemberian bantuan bagi tumbuh dan berkembangnya kesadaran akan perlunya pendidikan. PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN Sasaran yang dituju Program Kemitraan PTBA adalah peningkatan kemampuan usaha kecil dan koperasi di sekitar wilayah operasi Perseroan agar menjadi tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana dari bagian laba Perseroan. Perseroan terus berupaya meningkatkan kemandirian mitra binaan sekaligus membantu memperluas penjualan produk mitra binaan di sembilan provinsi.93% of total budget of Rp 133.42 billion or 69. The Company also carries out Area Development Program to comply with the provision of Article 74 of Corporate Law No. Program tersebut bertujuan untuk memberdayakan potensi ekonomi masyarakat sekaligus mewujudkan komitmen Perseroan untuk bersama-sama menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat dengan jangkauan wilayah yang lebih luas.17 miliar.

Yogyakarta.244 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN • • Komoditas yang berpeluang ekspor atau berorientasi ekspor.08 miliar dan dalam bentuk biaya pembinaan sebesar Rp2. These funds were distributed to 575 small business units and cooperatives in soft loans amounting to Rp14. . • • Commodity with export potentials or orientation. and joint project funds of Rp51. Banten and East Java.30 billion.30 miliar. Throughout 2010 partners enjoyed the following program activities: • Distribution of Partnership Funds in soft loans to small businesses and cooperatives in eight areas. development funds totaling Rp2. DKI Jakarta. Kerjasama penyaluran dana kemitraan dengan PTPN VIII dan PTPN X Serta BPR. kepada usaha kecil dan koperasi di delapan wilayah.73 billion in Partnership Funds. or 98% of total allocated funds of Rp69. Dana Kemitraan tersebut disalurkan untuk 575 unit Usaha Kecil dan koperasi dalam bentuk pinjaman lunak sebesar Rp14.35 billion. Partnership Funds increased 331% from 2009 to reach 67. sehingga mencapai angka Rp67. Labor intensive commodity. Membantu promosi dan pemasaran produk mitra binaan melalui berbagai kegiatan partisipasi pada serangkaian pameran di berbagai kota besar di Indonesia. Perseroan telah meningkatkan penyaluran Dana Kemitraan hingga sebesar 331% dari realisasi tahun 2009. PTPN X and BPR. Pelatihan Manajemen Kewirausahaan kepada calon mitra binaan. Jawa Barat. Entrepreneurship training for prospective partners Promoting and marketing partners’ products through participation in a number of exhibitions in major cities of Indonesia. Dalam pelaksanaannya. selama tahun 2010 program yang telah dilakukan terhadap mitra binaan adalah seperti berikut: • Penyaluran Dana Kemitraan dalam bentuk pinjaman lunak. DKI Jakarta. Lampung.40 billion.40 miliar. Banten dan Jawa Timur. Partnership Funds disbursed jointly with PTPN VIII.08 billion. atau 98% dari rencana penyaluran dana Program Kemitraan sebesar Rp69. yakni Sumatera Selatan. Jawa Tengah. Komoditas yang dapat menyerap tenaga kerja / padat karya. DI Yogyakarta. serta dalam bentuk kerjasama penyaluran sebesar Rp51. • • • • • • Pada tahun 2010. the Company disbursed Rp67.e. West Java. In 2010. Perseroan telah merealisasikan dana Program Kemitraan sebesar Rp67.73 miliar. South Sumatra.73 miliar. Central Java.35 miliar. i.73 billion in 2010. Lampung.

304 67. Public Facilities Construction. Tujuan yang hendak diraih adalah peningkatan standar hidup dan kesejahteraan masyarakat.565 8. Loan • Industry • Trading • Agriculture • Cattle breeding • Plantation • Fishery • Services • Others Total B. Pengembangan Sarana Ibadah dan Pelestarian Alam. yaitu Program Bantuan Bencana Alam. Peningkatan Kesehatan Masyarakat. The Company uses a series of parameter as success indicators of Community Development Program. Full report on realized activities and disbursed funds in Partnership Program is presented in 2010 Financial Statement of Partnership and Community Development Program.449 754 257 8 10 25 28 41 132 1. Education and Training. including: • • Better social condition of the surrounding community Less complaints from the community in relation to the fulfillment of the Company’s corporate social responsibility . Pinjaman • Industri • Perdagangan • Pertanian • Peternakan • Perkebunan • Perikanan • Jasa • Lainnya Jumlah B. Development Fund • Industry • Trading • Agriculture • Cattle breeding • Plantation • Fishery • Services • Others Total Total Disbursement of Partnership Funds 1.498 4. Religious Facilities Development and Natural Conservation. COMMUNITY DEVELOPMENT PROGRAM PTBA Community Development Program is focused on six main activities.427 1. termasuk diantaranya: • • Semakin membaiknya kondisi sosial masyarakat yang ada di sekitar perusahaan Semakin berkurangnya angka komplain atau keluhan dari masyarakat yang berkaitan dengan pemenuhan tanggung jawab sosial Perseroan. Pendidikan dan Pelatihan.793 8. Community Health Improvement.945 667 65.418 931 14.254 15. Perseroan menggunakan beberapa parameter sebagai indikator keberhasilan Program Bina Lingkungan.232 340 57 36 12 26 140 463 2. Untuk memantau tingkat keberhasilan program.731 1.REPORT ON CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITIES PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 245 Tabel realisasi Program Kemitraan Realized Partnership Program REALISASI S/D DES 2010 DISBURSEMENT TO DECEMBER 2010 URAIAN A. Pembangunan Sarana Umum.746 25 145 165 228 2.703 Uraian selengkapnya mengenai realiasi kegiatan dan biaya Program Kemitraan dapat dilihat pada buku Laporan Keuangan PKBL tahun 2010. Pembinaan • Industri • Perdagangan • Pertanian • Peternakan • Perkebunan • Perikanan • Jasa • Lainnya Jumlah Jumlah Penyaluran Program Kemitraan DISBURSEMENT 2009 REALISASI 2009 DESCRIPTION A. which are Natural Disaster Relief Program. PROGRAM BINA LINGKUNGAN Program Bina Lingkungan PTBA dielaborasi dalam enam fokus kegiatan.292 225 235 49. This program is designed to improve the living standard of the community.

993 10.93 miliar di tahun 2009 menjadi Rp25. funds for Community Development Program increased significantly by 110% from Rp11.70 miliar di tahun 2010. Natural Disaster Relief Program Natural disaster relief program is launched by taking into consideration the gravity of the disaster and the geographical proximity to the Company’s operating area. Bantuan musibah kebakaran di Kabupaten. Merapi. South Sumatra. diantaranya sebagai berikut: • Kegiatan Khitanan Gratis bagi anak-anak dari KK Prasejahtera di wilayah Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lahat. Muara Enim. In 2010 relief was extended to the following victims in disaster-stricken areas: • • • Earthquake and tsunami in Mentawai. Public Health Improvement To complement the health improvement program previously conducted. Perseroan juga memberikan bantuan pada korban bencana meletusnya G.100 935 7. sebanyak 20 mata.082 114 425 26. Sumatera Selatan. Jumlah anak-anak yang dikhitan pada thn 2010 sebanyak 260 org Bantuan operasi bagi penderita Katarak dari KK prasejahtera di Kabupaten Muara Enim dan Lahat. • Organizing cataract surgery for 20 underprivileged patients in Muara Enim and Lahat. Perseroan melaksanakan kegiatan.147 223 295 12. Central Java. mencapai 110% dari Rp11. Along with the Company’s growing operations. Fire in Muara Enim. Dana tersebut disalurkan untuk berbagai program kegiatan. Selama tahun 2010 telah dilakukan kegiatan berupa: • • • Bantuan bantuan korban musibah gempa bumi/tsunami di Mentawai Sumatera Barat. Merapi dan korban banjir serta tanah longsor di Wasior. seperti tampak pada tabel berikut. West Sumatra. Papua. Pada tahun 2010. the Company assisted the community in the following activities: • Organizing mass religious circumcision for 260 underprivileged children in Muara Enim and Lahat. • Smooth running of the Company’s operations in a harmonious association with members of the community being one of the stakeholders of the Company Seiring dengan peningkatan kegiatan Perseroan. Dana Program Bina Lingkungan (dalam Rp juta) Community Development Program Funds (in milion Rp) BIDANG BANTUAN Bantuan Bencana Alam Bantuan Pendidikan & Pelatihan Bantuan Kesehatan Masyarakat Bantuan Sarana & Prasarana Umum Bantuan Sarana Ibadah Bantuan Pelestarian Alam Biaya Operasional Jumlah 2010 (A) 868 8.223 % 28 669 113 30 256 -49 214 PROGRAM Natural Disaster Relief Education of neighboring Community Community health improvement Facilities and amenities development Religious facilities assistance Natural Conservation Operational Cost Total Program Bantuan Bencana Alam Bantuan bencana alam dilaksanakan dengan mempertimbangkan urgensi daerah terjadinya bencana serta kedekatan geografis dengan wilayah operasional perusahaan. The funds were disbursed to finance various activities as shown in the following table. mengalami peningkatan yang tinggi. Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melanjutkan program kesehatan sebelumnya.246 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN • Perusahaan dapat menjalankan kegiatan bisnisnya dengan lancar serta terjalinnya hubungan yang harmonis dengan warga masyarakat sebagai salah satu stakeholder Perseroan.70 billion in 2010. • . and landslide and flood in Wasior. total dana yang disalurkan melalui pelaksanaan Program Bina Lingkungan.93 billion in 2009 to Rp25.112 2009 (B) 676 1.848 1. Eruption of Mt.173 4.457 1.

Asmi Astari’s ‘songket’ industry 3. Margono’s mushroom farm 2. Prima AC. Pertanian Jamur Bapak Margono Mr. Palembang . Asmi Astari Hj. Industri Songket Hj.REPORT ON CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITIES PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 247 2 1 3 1.

Kertapati and Ombilin.34 miliar. meliputi: • Pembangunan Monumen Perjuangan Tanjung Enim.248 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN • • • Bantuan operasi penderita cacat kaki untuk warga tidak mampu dari Kecamatan Tanjung Agung. Financing an embarkation lounge. Muara Enim. Taman dan Air Mancur di Pusat Kota Tanjung Enim senilai Rp3.47 billion. • Gedung Olahraga BUKIT ASAM dibangun tahun 2010 Bukit Asam Sports Hall built in 2010 • • • Pembangunan Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPA) di Kecamatan Lawang Kidul dan penataan/rehab TPA Kecamatan Muara Enim. Public Facilities Construction By doing some activities related to the provision or improvement of public facilities.867 meters in Ring 1 zone of the Company. • • • Providing assistance in limb surgery for underprivileged people in Tanjung Agung. Tarahan. Merapi Timur dan Lawang Kidul. Renovating five community function halls in Merapi Barat. Lahat. Bantuan 2 unit Genset untuk penerangan dan operasional Rumah Sakit BARI Palembang. Providing nutritious food of 13. Muara Enim. Bantuan nutrisi sebanyak 13. Kab Lahat. including: • • Constructing Monument of Heroic Battle. park and fountain in Tanjung Enim city worth Rp3. Asphalting and hardening public road of 3. Pengerasan/pengaspalan jalan umum dan parit di wilayah pemukiman Ring 1 perusahaan sepanjang 3.600 paket kepada warga prasejahtera di wilayah operasional perusahaan Kab Muara Enim. Palembang. .47 miliar.34 billion. Merapi Timur and Lawang Kidul. Pembangunan/renovasi 5 (lima) unit Balai Pertemuan Masyarakat di Kecamatan Merapi Barat. • • • Constructing/renovating waste dumps in Lawang Kidul and Muara Enim. Lampung totaling Rp1. Pembangunan Sarana Umum Dengan melakukan beberapa kegiatan terkait penyediaan maupun perbaikan sarana umum.600 packets for underprivileged people in Muara Enim.867 m. Donating two generators to BARI Hospital. Tarahan dan Kertapati dan Ombilin. Bantuan dana pembangunan Embarkasi Provinsi Lampung senilai Rp1.

yakni: • Memberi bantuan renovasi Masjid/Musholla/TPA sebanyak 36 unit.000 batang di Kabupaten Lahat dan Kabupaten Muara Enim. Perseroan juga melakukan beberapa kegiatan terkait pelestarian alam. Israq Mi’raj di seluruh kecamatan Ring I perusahaan. In 2010. emphasis was given to direct and indirect donation to improve the income of the region where the Company operates. Tabliq Akbar.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. peringatan Maulid Nabi. In this program the Company extends physical and non-physical aid to a wider extended area. the Company has been proactively managing Area Development Program in compliance with article 74 of Corporate Law No. Bantuan tempat sampah organik/an-organik sebanyak 150 unit untuk sekolah-sekolah dan tempat-tempat umum di Kota Lahat. dihitung sesuai dengan ketentuan tarif royalti produksi batubara sesuai dengan Perda setempat. Pelestarian Lingkungan/Alam Dalam rangka pelaksanakan Program Bina Lingkungan. Natural Conservation The Company was engaged in natural conservation programs that include: • • • • Jointly with the community and government agencies launching Clean Friday and City Greening programs by planting trees and cleaning the areas of Ring I. Distributing 150 organic and un-organic waste bins to schools and public places in Lahat. Masjid Al-Muhajirin Kelurahan Pasar Muara Enim. 40/2007. yakni: • Gotong royong bersama masyarakat dan aparat pemerintah dalam pelaksanaan program Jumat Bersih dan Program Penghijauan Kota dengan menanam pohon dan membersihkan lingkungan di seluruh wilayah kecamatan ring I perusahaan. Besaran royalti yang dijadikan dasar pengeluaran dana Program Bina Wilayah dalam bentuk SP3D adalah: Rp500/ton untuk Sumsel. Masjid Al-Falah Kelurahan Muara Enim. Besaran partisipasi langsung pada peningkatan PAD.l : Masjid As Syaadah Pasar Tg Enim.000. Agung Lahat. At Taqwa Gunung Megang. The royalty rate used as a basis of calculating Area Development funds is: Rp 500/ton for South . Perseroan selama ini secara proaktif telah menjalankan Program Bina Wilayah sebagai salah satu bentuk kepatuhan terhadap ketentuan pasal 74 Undang-Undang No. Channeling funds for various religious activities such as MTQ. Masjid At-Taqwa Kec. Kelurahan Pasar Tg Enim. Delivering 8. Untuk tahun 2010. Muara Enim and Tanjung Enim.per ton untuk AREA DEVELOPMENT PROGRAM In addition to Partnership and Community Development Program in compliance with the SOE Minister regulations. Kota Muara Enim dan Tanjung Enim. Semendo. Program tersebut bertujuan untuk memberdayakan potensi ekonomi masyarakat sekaligus mewujudkan komitmen Perseroan untuk bersama-sama menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat. Al Muttaqin Kec. pelaksanaan Program Bina Wilayah Perseroan lebih ditekankan pada partisipasi langsung maupun tidak langsung pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) di wilayah operasional Perseroan. • PROGRAM BINA WILAYAH Di samping pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang mengacu kepada ketentuan Kementerian Negara BUMN. Al Falah Muara Enim. Nurul Huda Pasar Tanjung Enim.REPORT ON CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITIES PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 249 Pengembangan Sarana Ibadah Dilakukan dengan melaksanakan beberapa kegiatan. Masjid Nurul Huda. a. Al Muhajirin Pasar Muara Enim. Al Muttaqin Semendo. The program is aimed at utilizing the community economic potentials simultaneously honoring the Company’s commitment to improve their living standard.. Maulid Nabi and Isra’ Mi’raj commemoration in all Ring I districts. Tablig Akbar. dan lain-lain. Bantuan dana untuk berbagai kegiatan keagamaan seperti MTQ. Penyerahan bantuan tanaman pelindung dan tanaman produktif (buah-buahan) sebanyak 8. Program Bina Wilayah dilaksanakan berupa pemberian bantuan fisik maupun non-fisik dengan jangkauan wilayah yang lebih luas.000 shelter trees and productive plants in Lahat and Muara Enim. Gunung Megang. Religious Facilities Development • • • Providing renovation funds for 36 mosques/mushollas including As Syaadah Pasar Tanjung Enim. Masjid Agung Lahat. Rp1. Direct donation to improve regional income (PAD) is in accordance with the rate of coal production royalty as ruled by the local administration.

Oleh karenanya dalam setiap kegiatan organisasi.170 2009 (B) 3.12 miliar. religion. karyawan merupakan aset yang menentukan di dalam keberhasilan Perseroan untuk mewujudkan tujuan dan mencapai target usahanya. FULFILLMENT OF EMPLOYEE RIGHTS AND RESPECT FOR HUMAN RIGHTS In the eyes of the Company. the Company participates in the construction of various facilities and amenities for government agencies.000/ton untuk Lahat dan total sebesar Rp4 miliar untuk Lampung. Sumatera. Rp1. Besides managing this program.250 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Muara Enim. Perseroan sangat menyadari makna penting dari terciptanya hubungan kerja sama yang serasi antara manajemen dan seluruh karyawan Perseroan.000. High School & Kindergarten Sriwijaya FC Muara Enim Sports Center Lahat Hospital Local Government Others Total PENGELOLAAN PELESTARIAN LINGKUNGAN Misi Perseroan dalam bidang pengelolaan lingkungan diwujudkan melalui penerapan program-program pengelolaan. ENVIRONMENTAL MANAGEMENT The Company’s mission in environmental management is realized through continuously managing. The Company is fully aware of the importance of creating a harmonious working relationship between the management and all employees. monitoring. the employees are free to unite and have a Collective Labor Agreement. jender dan haluan politiknya.321.120 4.05 miliar.931. Dana Program Bina Wilayah (dalam Rp juta) Community Development Fund Program (in million Rp) BENTUK BANTUAN Biaya operasional SMA.500.00 16. police precincts and other public service institutions.8 TYPE OF DONATION Operating Costs of Sr. Total funds disbursed in 2010 amounted to Rp4. In this program the Company extends physical and nonphysical aid to a wider extended area.00 1.000/ton for Lahat and total Rp4 billion for Lampung. pengembangan dan rehabilitasi lingkungan secara berkelanjutan.05 billion.050 21. race. Rp1. Laporan selengkapnya mengenai program pengelolaan lingkungan dapat dibaca pada bagian “Perlindungan Lingkungan” pada halaman 78 Laporan Tahunan ini. pemantauan.136.00 10. Rp1. Perseroan berpartisipasi pada pembangunan berbagai sarana dan penyediaan prasarana bagi keperluan instansi pemerintah.000/ton for Muara Enim. Polri dan Instritusi lain yang bermanfaat bagi peningkatan layanan kemasyarakatan dengan total dana yang dikeluarkan adalah sebesar Rp4. Sehingga total pengeluaran SP3D tahun 2010 adalah sebesar Rp17. Rincian pelaksanaan program dan biaya yang dikeluarkan dalam rangka Bina Wilayah 2009 – 2010 adalah sebagai berikut.388. gender and political inclination.12 billion. The Company treats every individual equally regardless of ethnicity.1 21. TK Sriwijaya FC GOR Muara Enim RS Lahat SP3D Lain-lain Jumlah 2010 (A) 17.500. begitu pula semua karyawan memiliki kebebasan berserikat dan melaksanakan Perjanjian Kerja Bersama. Selain program tersebut. developing and rehabilitating the environment.28 % 6. PEMENUHAN HAK-HAK KARYAWAN DAN PENGHARGAAN TERHADAP HAK AZASI MANUSIA Bagi Perseroan. ras. Total disbursement of Area Development funds in 2010 amounted to Rp17. selain menjadi salah satu pemangku kepentingan.22 3. employees are not only stakeholders but also assets who determine its success in achieving corporate objective and business target. .06 38. Likewise.9 -44. agama. Perseroan menjalankan praktik atau perlakuan yang sama terhadap semua karyawan dengan tidak memandang suku. Full report on environmental management program is presented in Environmental Conservation chapter page 78 of this Annual Report.00 3.

mengingat keduanya mempunyai pengaruh yang signifikan bagi pertumbuhan kinerja usaha secara berkelanjutan. Full report is provided in Management Report on “Health and Work Safety and Environment” page 73 of this Annual Report. Both aspects have a significant effect on the continued growth of the Company. Perseroan menetapkan dan memberlakukan kriteria yang ketat dalam proses dan output produksi maupun pengawasan kualitas setiap produknya. facilities and amenities are in place for all employees so as to meet the industry high standards of work safety. HEALTH AND ENVIRONMENT A set of policy. Simulasi penyelamatan korban dalam Lomba PBK & PPGD antar satuan kerja Simulated victim rescue in PBK & PPGD Competition among work units . Perseroan telah memperoleh sertifikasi Sistem Manajemen K3 (SMK3) dari Depnakertrans RI. Dalam implementasi K3. Laporan selengkapnya mengenai masalah tersebut dapat dibaca pada Bab: Laporan Manajemen “Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Perlindungan Lingkungan” pada halaman 73 Laporan Tahunan ini. The Company has a certification in Work Safety and Health Management System from the Department of Manpower and Transmigration. COMMITMENT TO PRODUCT QUALITY AND CONSUMER PROTECTION The Company is fully aware of the importance and advantage of meeting product quality standard and ensuring consumer protection. For this reason the Company sets very stringent criteria in production process and output as well as in quality control. Full report on this aspect may be found in Management Report on “Human Resource Management” chapter page 94 of this Annual Report. health and environment.REPORT ON CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITIES PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 251 Laporan selengkapnya mengenai hal tersebut dapat dibaca pada Laporan Manajemen “Pengelolaan Sumber Daya Manusia” pada halaman 94 Laporan Tahunan ini. KOMITMEN TERHADAP KUALITAS PRODUK DAN PERLINDUNGAN PELANGGAN Perseroan menyadari makna penting dan manfaat dari pemenuhan standar kualitas serta perlindungan konsumen terhadap setiap produk yang dihasilkan. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA SERTA LINGKUNGAN Perseroan telah menerapkan serangkaian kebijakan terkait serta penyediaan sarana dan prasarana bagi setiap karyawan yang memungkinkan dicapainya standar kesehatan dan keselamatan kerja serta lingkungan yang tinggi dalam industrinya. WORK SAFETY.

Tanjung Enim Indoor Tennis Court. Lapangan Tenis Indoor. Tanjung Enim 2. Fasilitas Operasi Mata di RS Bukit Asam Eye Surgery Facility of Bukit Asam Hospital . Tanjung Enim Fitness Center. Tempat Fitness. Tanjung Enim 3.252 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 1 2 3 1.

SUSTAINABILITY REPORT The Company issues Sustainability Report which is integral to this Annual Report. the Company makes itself accessible and fosters reciprocal communication with the community and other relevant parties. Report on realization of the Company’s commitment and full description of product quality and consumer protection are given in Management Report. the Company has formulated an integrated Corporate Social Responsibility program. Sesuai dengan prinsip transparansi. “Good Corporate Governance” page 165 of this Annual Report. Melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). transparent and measured performance in meeting its corporate social responsibility. “Marketing” page 122 of this Annual Report. Perseroan juga membuka akses dan menjalin komunikasi timbal balik dengan masyarakat dan pihak-pihak yang terkait. untuk mewujudkan visi memberikan nilai optimal bagi para pemangku kepentingan Perseroan termasuk masyarakat. baik dalam tahap perencanaan maupun pelaksanaan program-program yang terkait. transparan dan terukur tersebut merupakan pertanggungjawaban menyeluruh bagi seluruh pemangku kepentingan Perseroan mengenai pengelolaan dan realisasi program CSR. Full report on this subject is contained in Management Report. The Report provides all stakeholders with a full accountability report of the Company’s professional.REPORT ON CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITIES PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 253 Wujud dari komitmen Perseroan serta uraian lengkap tentang kualitas produk dan perlindungan pelanggan dapat dibaca pada Bab: Laporan Manajemen. HUBUNGAN HARMONIS DENGAN MASYARAKAT BERLANDASKAN PRINSIPPRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK Perseroan telah merumuskan program Tanggung Jawab Jawab Sosial Perusahaan dalam sebuah pola yang terpadu. Laporan selengkapnya mengenai Tata kelola yang baik dapat dibaca pada Laporan Manajemen tentang “Good Corporate Governance” pada halaman 165 Laporan Tahunan ini. In accordance with transparency principle. Tanjung Enim Antra Sita Kindergarden. Tanjung Enim . TK Antra Sita.” pada halaman 122 Laporan Tahunan ini. Laporan yang membuktikan komitmen pelaksanaan program tanggung jawab sosial secara profesional. Perseroan secara sistematis telah melaksanakan serangkaian kegiatan dengan melibatkan masyarakat. the Company systematically conducted activity programs involving the community either in planning or in executing such programs. HARMONIOUS RELATIONSHIP WITH THE COMMUNITY BASED ON GOOD CORPORATE GOVERNANCE PRINCIPLES Turning its vision into reality to maximize stakeholders’ return. LAPORAN KEBERKELANJUTAN Perseroan menerbitkan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Tahunan ini. Through Partnership Program. Bidang “Pemasaran.

254 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 DATA PERSEROAN .

CORPORATE DATA PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 255 Data Perseroan Corporate Data .

256 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 DATA PERSEROAN Dewan Komisaris Board of Commissioners Berdiri dari kiri ke kanan : Stand from left to right : Dr. Ir. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner Suranto Soemarsono. MA Komisaris Independen Independent Commissioner Dr. SE. MHum. MSc. Abdul Latief Baky. ME Komisaris Commissioner Duduk dari kiri ke kanan : Seat from left to right : Ir. FIQ Komisaris Independen Independent Commissioner . Thamrin Sihite. Umiyatun Hayati Triastuti. MSc Komisaris Commissioner Ir.

CORPORATE DATA PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 257 .

He has been lecturing for graduate and post-graduate programs in Asia Banking Finance and Informatics Institute of Perbanas since 1998. Aktif sebagai dosen program S-1 dan S-2 di Asian Banking Finance dan Informatics Institute of Perbanas sejak 1998. Bidang Persaingan Usaha sejak 2008. Ferry and Inland Waterways. the Netherlands (1981). Participating in joint projects and training programs in the field of planning and transportation. Perjalanan karir sebelumnya mencakup Direktur Keuangan PT Barkatel Utama (2001-2006). and a Ph. USA (1992). KaBag Transportasi Kereta Api. Previously he held other posts in the Coordinating Ministry of Economy from 1988. Following his appointment as Commissioner in 2004. Transportasi. degree in Mining Engineering (1994) specializing in Mining Economics from the University of Queensland. Australia. Ir. dan Ph. Director of Transportation (2005-2007). She earned a graduate degree in Civil Engineering from Bandung Institute of Technology (1987). Mr. concurrently Expert Staff to National Development Planning Minister. Directorate of Transportation (2002-2005). Previously he was posted as Finance Director of PT Barkatel Utama (20012006). USA (1992). and Commissioner of PT Mega Global Triartha Optima (2001-2004). Metereologi dan Geofisika (2000-2002). and Acting Division Head of Railway Transportation. Belanda (1981). Aktif sebagai dosen tamu dan dosen luar biasa di beberapa perguruan tinggi di Indonesia maupun manca negara. Has held the post of Commissioner since 2008. and Department of Mines and Energy (1982-1994). . Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim sejak November 2010. SE. Bappenas (National Development Planning Board) since November 2010. Soemarsono was appointed Independent Commissioner in 2008. Meraih gelar S-1 Jurusan Ekonomi di Universitas Gadjah Mada (1983) dan Master of Art in Economics & Finance di Western Illinois University. Pengalaman kerja sama dan training programs yang diikuti meliputi bidangbidang: Perencanaan. Currently he is an Senior Advisor to the Coordinating Ministry of Economic Affairs for Business Competition (2008-present). sebelumnya memangku jabatan lain di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sejak 1988. the Coordinating Ministry of Production and Distribution (1994-1998). Umiyatun Hayati Triastuti. He obtained a Master of Engineering Science degree (1991). (1994) dalam Mining Engineering dengan spesialisasi Mining Economic dari The University of Queensland. serta menjadi Staf Ahli Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Sumber Daya Alam. Direktorat Transportasi (2002-2005). and Adviser to President Director of PT Dinamika Usaha Jaya since 2005.D. Meraih gelar S-1 bidang Teknik Sipil di Institut Teknologi Bandung (1987). Perjalanan karir sebelumnya di Bappenas sejak 2000 menjabat Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (2007-2010). dan Penasehat Direktur Utama PT Dinamika Usaha Jaya sejak 2005. Meraih gelar Master of Engineering Science (1991). Kantor Menko Bidang Produksi dan Distribusi (1994-1998). setelah menyelesaikan studi di International Institute for Aerial Survey and Earth Sciences (ITC) di Delft. after completing his study in International Institute for Aerial Survey and Earth Sciences (ITC) in Delft. dan Komisaris PT Mega Global Triartha Optima (2001-2004). Metereology and Geophysics (2000-2002). Saat ini juga menjabat sebagai Staf Ahli Menko Perekonomian. Master of Science bidang Kebijakan Ekonomi di University of Illinois at Urbanna Champaign – Amerika Serikat (1994). Penyeberangan. Supriadi has been the Company’s President Commissioner since 2008. He is also an active guest senior lecturer in a number of universities in Indonesia and overseas. MSc Komisaris Commissioner Menjabat Komisaris Perseroan sejak 2008. Kasubdit Transportasi Darat. Her previous career with Bappenas starting in 2000 posted her as Deputy of Natural Resources and Environment Division (2007-2010). Master of Science in Economic Policy from University of Illinois at Urbanna Champaign – the United States of America (1994). Direktur Transportasi (2005-2007). He is a holder of graduate degree in Economics from University of Gadjah Mada (1983) and Master of Art in Economics & Finance from Western Illinois University. Australia. Dr. Natural Resources. dan Pj.258 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 DATA PERSEROAN Profil Dewan Komisaris Board of Commissioners’ Profile Dr. Suranto Soemarsono. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner Menjabat Komisaris Utama sejak 2008. setelah menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak 2004. MA Komisaris Independen Independent Commissioner Menjabat Komisaris Independen Perseroan sejak 2008. Head of Sub Directorate of Land Transportation.D. serta Departemen Pertambangan dan Energi (1982-1994). Environment and Climate Change Division.

Ketua Komisi Amdal Pusat DPE (20002001). Perjalanan karir sebelumnya meliputi Staf Ahli Menteri Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan DESDM (2007-2009). Indonesian Coal Mining Association. Master of Engineering (1987). dan di APBI (Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia) sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan PerundangUndangan (2010-2013). 2003-2006 dan saat ini bertindak sebagai Dewan Penasihat Perhapi. gelar S-2 Magister Sains Ilmu Administrasi Bisnis Internasional Universitas Indonesia (2004). UK (1996). Head of Environmental Management and Spatial Zone Division. Experience in professional organizations: Chairman of Indonesian Mining Experts Association (Perhapi) for two periods. Indonesian Expert Technical Manager of joint venture projects at Bureau of Environment and Technology with the Office of Surface Mining USA. dan Doctor of Engineering (1990) di Institute of Mineral Dressing and Metallurgy. Direktur Pemasaran dan Direktur Operasi PT Karimun Granite (1990-1999). FIQ Komisaris Independen Independent Commissioner Menjabat Komisaris Independen Perseroan sejak 2008. University of Gajah Mada (2007) and Fellows Institute of Quarrying. and Doctor of Engineering (1990) from Institute of Mineral Dressing and Metallurgy. Mining. Chairman of Coal Mining and Geothermal Committee (2008-2010). Indonesian Expert Technical Manager pada proyek kerjasama Biro Lingkungan dan Teknologi dengan The Office of Surface Mining USA. Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Pertambangan Umum di Institut Teknologi Bandung (1979). Master of Science. MSc. Department of Mines and Energy (2000). His previous posts include Expert Staff to Minister of Society and Institution. Master of Human Studies. International Business Administration from University of Indonesia (2004). President Director of PT Bhumi Artha Khatulistiwa (1999-2001). Department of Mines and Energy (1993-2000). ME Komisaris Commisioner Menjabat Komisaris Perseroan sejak 2008. Head of Central Amdal (Analysis of Environmental Impact) Commission.CORPORATE DATA PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 259 Dr. serta menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian ESDM sejak 2009.2007). Ir. Mineral dan Bahan Galian Industri (2010-2013). gelar S-2 Magister Humaniora Ilmu Hukum Bisnis Universitas Gajah Mada (2007) dan Fellows Institute of Quarrying. Dr. President Director of Perusda Karimun BUMD-Holding (2001-2005). concurrently President Commissioner of PT Citta Trahindo Pratama since 2007. Department of Mines and Energy (2000-2001). Direktur Utama Perusda Karimun BUMD-Holding (2001-2005). UK (1996). In his previous career he held various posts including Chairman of Listing Committee. Department of Energy and Mineral Resources (2007-2009). Head of Planning and Cooperation Bureau. Jepang. Thamrin Sihite. Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Pertambangan di Institut Teknologi Bandung (1977). Business Law Science. Ir. He has a graduate degree in Mine Engineering from Bandung Institute of Technology (1977).Sendai. Abdul Latief Baky. dan Managing Partner LAGR & Associates – Law Firm sejak 2006. sekaligus menjabat Komisaris Utama PT Citta Trahindo Pratama sejak 2007. Direktur Utama PT Bhumi Artha Khatulistiwa (1999-2001). 2001-2003. He has been an Independent Commissioner of the Company since 2008. Deputy Chairman of Legal and Mining Division (2010-2013). In business organizations: Indonesian Chamber of Commerce. concurrently Head of Education and Training Agency. Marketing Director and Operations Director of PT Karimun Granite (1990-1999). Tohoku University. Perjalanan k arir sebelumnya mencakup Ketua Komite Pencatatan Bursa Efek Surabaya (2005-2007). Kepala Biro Lingkungan dan Teknologi Departemen Pertambangan dan Energi (DPE) tahun 2000. Surabaya Stock Exchange (2005-2007). Komisaris PT Karimun Indoco Pratama (2003-2005). Commissioner of PT Karimun Indoco Pratama (2003-2005). Master of Engineering (1987). Head of Environment and Technology Bureau. MHum. Kegiatan di dalam organisasi Profesi menjabat sebagai Ketua Umum Perhapi (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia) untuk 2 periode: 2001-2003. Appointed Commissioner in 2008. Mineral and Industrial Quarrying Committee (2010-2013). University of Tohoku-Sendai. Administrative Affairs Director. and currently member of Perhapi Advisory Council. KomiteTetap . Department of Energy and Mineral Resources since 2009. financed by World Bank (1995-1997). Department of Energy and Mineral Resources (2001-2007). Sihite holds a degree in General Mining Engineering from Bandung Institute of Technology (1979). Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama DESDM (2001. Japan. Kepala Bagian Pengelolaan Lingkungan dan Tata Ruang DPE (1993-2000). . and Managing Partner of LAGR & Associates – Law Firm since 2006. yang dibiayai World Bank (1995-1997). 2003-2006. Direktur Adminsitrasi. Sedangkan kegiatan di dalam organisasi Korporasi di Kadin ( Kamar Dagang dan Industri ) Indonesia sebagai Ketua Komite Tetap Batubara dan Panas Bumi (2008-2010).

Heri Supriyanto Direktur Pengembangan Usaha Business Development Director Ir. M. Sukrisno Direktur Utama President Director Ir.260 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 DATA PERSEROAN Direksi Board of Directors Dari kiri ke kanan : From left to right : Ir. Tiendas Mangeka Direktur Niaga Commerce Director Dono Boestami. Eng Direktur Operasi/Produksi Operations/Production Director . Mahbub Iskandar Direktur SDM & Umum HR & General Affairs Director Ir. Drs. Milawarma. MSc Direktur Keuangan Financial Director Ir.

CORPORATE DATA PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 261 .

Danareksa (1996–2001). Meraih gelar S-1 Jurusan Tambang di UPN Veteran. Yogyakarta (1987) and Master of Engineering degree from University of Wollongong. MSc Direktur Keuangan Finance Director Menjabat sebagai Direktur Keuangan Perseroan sejak tahun 2006. Credit Adminitration Head PT Inter-Pacific Bank (1993-1994).262 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 DATA PERSEROAN Profil Direksi Board of Directors’ Profile Ir. Dono Boestami. Previous posts with the Company include Corporate Secretary (2003-2006). Credit & Marketing Head of PT Niaga Factoring Corporation (1994-1996). Australia (1995). Assitant Manager Marketing PT Bank Niaga (1989 – 1993). He has held the post of Operations/Production Director of the Company since 2006. Analis Bisnis/Profesional Senior Pengembangan Usaha (1999-2003). Meraih gelar Bachelor of Science Civil Engineering dari University of Wisconsin-Platteville (1985). His previous posts include Director of PT Barclays Capital Securities Indonesia (2004-2006). Credit Administration Head of PT Inter-Pacific Bank (1993-1994). Direktur Investment Banking PT. . Ir. Sukrisno has held the post of President Director since 2006. Platteville (1985) and Master of Science degree in Construction Management from Golden Gate University (1989). Appointed as Finance Director of the Company in 2006. His previous posts include Operations/Production Director of the Company (2001-2006). Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Mesin di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya tahun 1980. Head of Business Diversification (1997-1999). Investment Banking Director of PT Danareksa (1996-2001). Direktur Utama PT Citigroup Securities Indonesia (2001-2004). Milawarma. and Head of Long Term Mine Planning Unit (1995-1996). Sukrisno Direktur Utama President Director Menjabat Direktur Utama sejak 2006. Niaga Factoring Corporation (1994-1996). dan Kepala Dinas Perencanaan Tambang Jangka Panjang (1995-1996). M. Master of Science Construction Management dari Golden Gate University (1989). He earned his graduate degree in Mechanical Engineering from Sepuluh November Institute of Technology in Surabaya in 1980. A holder of graduate degree in Mining from UPN Veteran. Sebelumnya menjabat sebagai Direktur PT Barclays Capital Securities Indonesia (2004-2006). Head of Operations Department of PT Semen Padang (1995-2001) and Commissioner of PT Yasiga Sarana Utama (1996-2001). Kepala Diversifikasi Usaha (1997-1999). Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan sebagai Direktur Operasi/Produksi Perseroan (2001-2006). Perjalanan karir sebelumnya di Perseroan meliputi jabatan Sekretaris Perusahaan (2003-2006). Credit & Marketing Head PT. Yogyakarta (1987) dan Magister Engineering di University of Wollongong. Holder of Bachelor of Science degree in Civil Engineering from University of Wisconsin. President Director of PT Citigroup Securities Indonesia (2001-2004). Assistant Manager Marketing of PT Bank Niaga (1989-1993).Eng Direktur Operasi/Produksi Operations/Production Director Menjabat Direktur Operasi/Produksi Perseroan sejak 2006. Ir. Australia (1995). Kepala Departemen Operasi PT Semen Padang (1995-2001) dan Komisaris PT Yasiga Sarana Utama (1996-2001). Senior Business Analyst /Professional of Business Development (1999-2003).

Pimpinan Proyek Pengembangan Briket Batubara (1993-2001) dan Kepala Divisi Pengembangan Keteknikan (1991-1993). Tiendas Mangeka Direktur Niaga Commerce Director Menjabat Direktur Niaga Perseroan sejak 2006. Appointed as Human Resource & General Affairs Director in 2001. General Manager of Briquette Business (2001-2005). and Corporate Secretary of the Company (1991-1997). The Company appointed Ir. dan S-1 di Lembaga Administrasi Negara . Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (1981). Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan Direktur Pemasaran PT Semen Tonasa (2002-2005). Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan Kadis Pertambangan dan Pemanfaatan Energi Provinsi Sumatera Selatan (2000-2001).Ujung Pandang (1988). Expert in Human Resource Development (1998-2001). South Sulawesi Province (1990-1995).Ujung Pandang (1988). Meraih gelar S-1 Jurusan Tambang di Universitas Srwiwijaya (1977). Perjalanan karir sebelumnya di Perseroan mencakup jabatan Dirketur Utama PT Bukit Pembangkit Innovative (2006). Senior Manager of Logistics of the Company (2005-2006). Meraih gelar S-1 Jurusan Tambang di Institut Teknologi Bandung (1980). Director of Research and Development of PT Semen Tonasa (2002).CORPORATE DATA PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 263 Ir. Senior Manajer Logistik Perseroan (2005-2006). dan Kabid Pengembangan Gas dan Energi Kanwil Pertambangan dan Energi Provinsi Sulawesi Selatan (1990-1995). He has been Director of Business Development of the Company since 2006. and Head of Gas and Energy Development Division. Mahbub Iskandar Direktur SDM & Umum Human Resource & General Affairs Director Menjabat Direktur SDM & Umum Perseroan sejak 2001. Ahli Pengembangan SDM. Kakanwil Pertambangan dan Energi Provinsi Aceh (1995-2000). Head of Internal Audit Unit (1997-1998). His previous posts include Head of Mining and Energy Usage Unit. Project Officer of Coal Briquette Business Expansion (1993-2001) and Head of Engineering Development Division (1991-1993). Kepala Pengembangan Usaha Perseroan (2001-2002). His previous career placed him in various posts: Marketing Director of PT Semen Tonasa (2002-2005). . A graduate of Bandung Institute of Technology with a degree in Industrial Engineering (1981). General Manager Pengusahaan Briket (2001-2005). Heri Supriyanto Direktur Pengembangan Usaha Business Development Director Menjabat Direktur Pengembangan Usaha Perseroan sejak 2006. Ir. Aceh Province (1995-2000). South Sumatera Province (2000-2001). He is a graduate of Bandung Institute of Technology in Mining (1980). Head of Regional Office of Mining and Energy. and Institute of State Administration . Ir Iskandar is a holder of graduate degree in Mining from University of Sriwijaya (1977). Mangeka as Commerce Director in 2006. Head of Business Development of the Company (2001-2002). Previous posts with the Company are President Director of PT Bukit Pembangkit Innovative (2006). Ir. Drs. Direktur Penelitian & Pengembangan PT Semen Tonasa (2002).

as Accounting Supervisor.264 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 DATA PERSEROAN Profil Sekertaris Perusahaan dan SPI Corporate Secretary and Internal Audit Unit’s Profile Achmad Sudarto.2009) dan sebagai Manajer Kelayakan dan Kendali Investasi (2005-2007). sebelum akhirnya menjabat sebagai Corporate Secretary adalah Senior Manajer Perbendaharaan dan Pendanaan PTBA. Meraih gelar S-1 Jurusan Akuntansi. setelah sebelumnya bekerja pada PT Bumi Langoan. He has been with PTBA since 1984. Bergabung dengan PTBA sejak 1984. Mr. tahun 2007. Fakultas Ekonomi. University of Sriwijaya. His academic studies earned him a graduate degree in Accounting from School of Economics. Jakarta. following his employment with PT Bumi Langoan. Jakarta. SE. di Universitas Sriwijaya. MM. setelah sebelumnya menjabat sebagai Pemeriksa Utama (2007. He joined PTBA in 1992. . following his assignment as Chief Auditor (2007-2009) and Manager of Investment Feasibility and Control (2005-2007). Palembang (1992) dan S-2 Magister Management (2009) dari Universitas Sriwijaya. sebagai Supervisor Akuntansi. Ak Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary Menjabat sebagai Corporate Secretary sejak Juli 2009. Bambang Sutrisno Kepala Satuan Pengawas Internal Head of Internal Audit Unit Menjabat sebagai Kepala Satuan Pengawas Internal sejak tahun 2009. Sutrisno was appointed Head of Internal Audit Unit in 2009. Palembang (1992) and a master’s degree in Management (2009) from University of Sriwijaya. and later was appointed Accounting Manager in 2007 and Senior Manager of Treasury and Funding in 2009. In July 2009 Mr. Sudarto was appointed Corporate Secretary of the Company. Mulai berkarir di PTBA sejak 1992. tahun 2009 dan Manajer Akuntansi di PTBA.

PT Guthrie Pasaman Nusantara. ser ta Ph.2000. and has produced many publications in mining and rock mechanics at home and abroad. PT Padang Industrial Park dan PT Andalas Rekasindo Pratama. 1991). PT Prinavin Prakarsa. Member of Audit Committee since 2007. and Ph. Perjalanan karir sebelumnya mencakup berbagai posisi termasuk sebagai dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.CORPORATE DATA PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 265 Profil Komite Audit Audit Committee’s Profile Azhar Zainuri. Holds a degree in Mining Engineering from Bandung Institute of Technology (1991). Australia (2003). Australia (2003). He has been lecturing at Mining Engineering Department. and is currently an Associate Professor in Rock Mechanics. Master of Engineering in Geomechanics from Bandung Institute of Technology (1996). PT Prinavin Prakarsa. He has a graduate degree in Economics from University of Indonesia (1985) and Master of Management degree from Indonesia Institute of Management Development (IPMI. Director of several companies over a period in 1996 . PT Kelana Nusantara (2000 – 2008) serta Komisaris PT Dwivisi Mandiri (2004 – 2005). MT. aktif melakukan berbagai macam penelitian dan analisis dalam bidang pertambangan sejak 1993. Menjadi pengajar pada Jurusan Teknik Pertambangan ITB sejak 1993 dan Pasca Sarjana ITB sejak 1996. MM Anggota Komite Audit Member of Audit Committee Menjabat anggota Komite Audit sejak 2007. PT Indothai Film Polytama. PT Indothai Film Polytama. Ridho Kresna Wattimena. 1991). serta telah menerbitkan banyak publikasi dalam bidang pertambangan dan mekanika batuan di dalam dan luar negeri. Magister Teknik dalam Geomekanika dari Institut Teknologi Bandung (1996). Various positions he held in his previous career include lecturer at Department of Economics. Bandung Institute of Technology since 1993 and post-graduate program at Bandung Institute of Technology since 1996. i. PT Kelana Nusantara (2000 – 2008) as well as Commissioner of PT Dwivisi Mandiri (2004 – 2005). dan saat ini menjadi Associate Professor dalam Mekanika Batuan. SE. Selain itu. yaitu PT Guthrie Pasaman Nusantara. He is also active doing various kinds of research and analysis in mining which he started in 1993. PT Padang Industrial Park and PT Andalas Rekasindo Pratama. University of Indonesia.D in Rock Mechanics from University of Queensland. PhD Anggota Komite Audit Member of Audit Committee Menjabat Anggota Komite Audit sejak 2007. Meraih gelar jurusan Teknik Pertambangan dari Institut Teknologi Bandung (1991). Became a member of Audit Committee in 2007. Meraih gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia (1985) dan Magister Manajemen pada Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI.D dalam Rock Mechanics dari University of Queensland. Direktur pada beberapa perusahaan dalam periode 1996 .2000. Ir. .e.

Badan Kebijakan Fiskal. He has been a member of Nomination. Ministry of Finance since 2008 while actively observing climate change issues at the national and international level.266 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 DATA PERSEROAN Profil Komite Nominasi. Human Resources. He received a graduate degree in Corporate Economics in Jakarta (1985). Remuneration and GCG Committee since 2008. Perjalanan karir sebelumnya adalah sebagai Ketua Koperasi Puslitbang (sejak 1995). MM Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM Member of Nomination. Previously he held various posts including Director of PCA FM Radio (Earthquake Mitigation and Educational and Environmental Information. Remunerasi dan GCG sejak 2008. * Ditetapkan menjadi Sekretaris Dewan Komisaris per 2 Agustus 2010. sebagai Direktur . Meraih S-1 bidang Manajemen dan S-2 bidang Human Resources Management di Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Jakarta. with the aid of RNW Holland) (2007-present). and HSE at Toray Industries Inc & AOTS. dan Peneliti Madya Bidang Ekonomi dan Keuangan. antara lain mengenai Total Production Management. Wahyudi SE.PCA FM (Radio Mitigasi Gempa dan Informasi Pendidikan & Lingkungan. Indiana. . Wahyudi has been a member of Nomination. Mr. Actively participating in local and overseas seminars and training courses in the area of Total Production Management. Remuneration and HRD Committee’s Profile Noeroso L. serta Vice Factory Manager dan berbagai posisi manajerial di Toray Group Indonesia. Muncie. Human Resources Management dan HSE di Toray Industries Inc & AOTS Jepang. Perjalanan karir sebelumnya. Jakarta. and Vice Factory Manager and various managerial positions at Toray Group Indonesia (1982 – 2008). Komisaris PT AMM (2007). Master of Arts degree in Economics from Ball State University. Mendapat Certifiticate on Academic Preparation Program Boulder – Colorado USA (1988) dan meraih gelar Master of Arts in Economics di Ball State University. Japan. Fakhrudin Tieja SE. Remunerasi dan PSDM Nomination. Took one-month training in Environmental Economic Policy Analysis in Harvard University. Commissioner of PT AMM (2007). Industrial Engineering. Mr. USA (1990). USA (1990). USA (1993). Appointed Secretary to Board of Commissioners on 2 August 2010. MA Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM Member of Nomination. Aktif mengikuti berbagai seminar & training di dalam dan luar negeri. Industrial Engineering. Remuneration and GCG Committee since 2008. (1982 – 2008). Kementerian Keuangan (sejak 2008). Boston. Remuneration and HRD Committee Menjabat anggota Komite Nominasi. Remuneration and HRD Committee Menjabat anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM sejak 2008. Serving as Middle Researcher at Fiscal Policy Agency. Tieja has a graduate degree in Management and master’s degree in Human Resource Management from University of Muhammadiyah. Bantuan RNW Belanda) (2007 – sekarang).

Moestopo (Beragama) Jakarta. Selain itu sejak 1979 – saat ini telah mengikuti seminar nasional dan internasional tentang hububungan industrial. Dr. Sumarhadi SE. Appointed member of Nomination. Serving as Secretary. University of Prof. Remunerasi dan PSDM Member of Nomination. MM Anggota Komite Nominasi . dan sebagai Dekan di Fakultas Ekonomi pada Unuversitas yang sama sejak November 2010. Dr. Holds a graduate degree in Management (1983) from University of Prof. master’s degree in Management (1996) from Indonesian Tourism Development Institute and doctorate degree in Education Management (2002) from Universitas Negeri Jakarta. Dr.CORPORATE DATA PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 267 Dr. Remuneration and HRD Committee in November 2010. Pendidikan S-1 Manajemen tahun 1983 dari Universitas Prof. . Post-Graduate Program of Management. Remuneration and HRD Committee Menjabat sebagai anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM sejak bulan Nopember 2010. Moestopo (Beragama) Jakarta. dan S-3 Manajemen Pendidikan tahun 2002 dari Universitas Negeri Jakarta. Menjabat sebagai Sekretaris Program Pasca Sarjana Magister Manajemen Univesitas Prof. Moestopo (beragama) sejak tahun 2007. S-2 Manajemen tahun 1996 dari Institut Pengembangan Wiraswasta Indonesia. and Dean of School of Economics of the same University since November 2010. Participating in national and international seminars on industrial relations since 1979. Moestopo (Beragama) since 2007.Dr.

Perth. Direktorat Lingkungan Hidup. Lexington USA tahun 1989 dan menyelesaikan Program Doktor bidang Economics (Industrial Organization. tahun 1990. master program in International Economics at University of Kentucky. . kemudian menyelesaikan program Master of Arts in Development Studies (Studi Pembangunan) dari Murdoch University. Bappenas. International Finance. 2010. Selain itu menjabat sebagai Asisten Deputi Urusan Energi dan Ketanagalistrikan. International Finance. kemudian menyelesaikan program Master bidang International Economics dari University of Kentucky.268 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 DATA PERSEROAN Profil Komite Good Corporate Governance Good Corporate Governance Committee’s Profile Bambang Adi Winarso. 2009 and member of GCG Committee on July 30. MA Anggota Komite GCG Member of GCG Committee Menjabat anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan GCG sejak 1 Oktober 2009 dan sejak 30 Juli 2010 diangkat menjadi anggota Komite GCG. tahun 1983. Australia in 1999. Construction Management at Bandung Institute of Technology in 1990. Appointed member of Nomination. He completed his graduate studies in Civil Engineering. Directorate of Environment. In addition. Lexington USA in 1989 and doctorate program in Economics (Industrial Organization. Australia tahun 1999. 2009. Menyelesaikan pendidikan S-1 bidang Agribisnis dari Institut Pertanian Bogor. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selain menjabat sebagai Komisaris di PT Indonesia Comnet Plus. and master program in Development Studies at Murdoch University. Bappenas hingga 2008. Until 2008 he was Head of Climate and Weather Sub-directorate. Completed his graduate studies in Agribusiness at Bogor Institute of Agriculture in 1983. Ir. selain mengikuti berbagai seminar dan training di dalam maupun di luar negeri. International Trade) dari Universitas yang sama tahun 1993. Following his previous posts as Assistant to Deputy Head of Energy and Electricity. Antonaria was appointed member of Nomination. Antonaria. PhD Anggota Komite GCG Member of GCG Committee Menjabat anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan GCG sejak 1 Oktober 2009 dan sejak 30 Juli 2010 diangkat menjadi anggota Komite GCG. he has participated in various domestic and overseas seminars and training sessions. Remuneration and GCG Committee on October 1. Menyelesaikan pendidikan S-1 Jurusan Teknik Sipil bidang Manajemen Konstruksi dari Institut Teknologi Bandung. and member of GCG Committee on July 30. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Iklim dan Cuaca. International Trade) at the same university in 1993. Remuneration and GCG Committee on October 1. Coordinating Ministry of Economy in addition to his assignment as Commissioner of PT Indonesia Comnet Plus. 2010. Mr. Perth.

Faridha. PhD Anggota Komite Asuransi. Graduated from University of Syiah Kuala with a degree in Chemistry Engineering (1993) and further completed her master program in Environmental Sciences at University of Indonesia (2004).Si Anggota Komite Asuransi. Coordinating Ministry for Economy. Business Risk and Post-Mining Committee Menjadi anggota Komite Asuransi. Insurance and Post-Mining Committee since March 16. Pertambangan Umum-Biro Lingkungan dan Teknologi (1999-2002). 2009. Kepala SubBidang Dokumentasi dan Informasi-Puslitbangtek Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan (2002-2004). Asuransi dan Pascatambang sejak 16 Maret 2009. Ir. menyelesaikan program Magister bidang Ilmu Lingkungan dari Universitas Indonesia (2004). Sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala SubBagian Pengelolaan Lingkungan Bid. Risiko Usaha dan Pasca Tambang Member of Insurance. M. She has been a member of Business Risk. Saat ini menjabat sebagai Asisten Deputi Urusan Kehutanan pada Deputi Bidang Energi. Environment and Technology Bureau (1999-2002). Insurance and PostMining Committee. Saat ini sebagai Peneliti di bidang Lingkungan (2004-sekarang). Mineral Resources and Forestry. Head of Documentation and Information Sub-division. Risiko Usaha dan Pasca Tambang Member of Insurance. Menyelesaikan program doctoral pada Tohoku University. Has been an Environment Researcher since 2004. Japan (2001). Risiko Usaha. Sumber Daya Mineral. Currently he is Assistant Deputy of Forestry at the office of Energy. Novianto was appointed member of Business Risk. Technological Research and Development Center for Electricity and Renewed Energy (2002-2004). . dan Kehutanan-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Menyelesaikan pendidikan Teknik Kimia dari Universitas Syiah Kuala (1993). Risiko Usaha dan Pasca Tambang Insurance. General Mining Division. She was posted as Head of Environmental Management Sub-division.CORPORATE DATA PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 269 Profil Komite Asuransi. 2009 Mr. Completed his doctorate program in Agriculture and Resource Economics at Tohoku University. Business Risk and Post-Mining Committee’s Profile Andi Novianto. Business Risk and Post-Mining Committee Menjadi Anggota Komite Risiko Usaha. dan Pasca Tambang sejak 16 Mei 2009. Jepang tahun 2001 di bidang Agriculture and Resource Economics. On May 16.

2. 33 Information in tables and charts that includes: 1.K. Total liabilities 5. Laba (rugi) bersih per saham 8 Financial information in comparative form over a period of 5 financial years or since the commencement of business if the company has been running its business activities for less than 5 years. Peringkat obligasi/sukuk N. Trading volume for each three-month period in the last two (2) financial years (if any). Committees under the Board of Commissioners. Laba (rugi) kotor 3. . Informasi posisi keuangan perusahaan dalam bentuk perbandingan selama 5 (lima) tahun buku atau sejak memulai usahanya jika perusahaan tersebut menjalankan kegiatan usahanya selama kurang dari 5 (lima) tahun. Sampul belakang. and 4. Total investment 3. Printed on light-colored paper so that the text is clear and easy to read. Laporan tahunan dicetak pada kertas yang berwarna terang agar mudah dibaca dan jelas.270 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Referensi Silang Peraturan Bapepam-LK No. Pandangan atas prospek usaha perusahaan yang disusun oleh direksi. 3. Rating of bonds III Laporan Dewan Komisaris dan Direksi 1 Laporan Dewan Komisaris Memuat hal-hal sebagai berikut: 1. Closing price. Total equity 3 Informasi memuat 5 (lima) rasio keuangan yang umum dan relevan dengan industri perusahaan. The information includes: 1. 3. Komite-komite yang berada dibawah pengawasan dewan komisaris.K. 2. Informasi harga saham sebelum perubahan permodalan terakhir wajib disesuaikan dalam hal terjadi antara lain karena pemecahan saham. Laba (rugi) usaha 4. 4. 4 Informasi dalam bentuk tabel dan grafik yang memuat: 1. 3. 2. Lowest price. Interest rate 3. Laba (rugi) bersih 5. Harga saham tertinggi. Jumlah aset 4. Samping. Maturity date 4. Summary of Vital Financial Data II Ikhtisar Data Keuangan Penting 1 Informasi hasil usaha perusahaan dalam bentuk perbandingan selama 5 (lima) tahun buku atau sejak memulai usahanya jika perusahaan tersebut menjalankan kegiatan usahanya selama kurang dari 5 (lima) tahun. Net profit (loss) per share 2 Informasi memuat antara lain: 1. The Annual Report must contain information of the share price in the form of tables and graphs.A The information includes: 1. Penjualan/pendapatan usaha 2. Back cover. Harga saham terendah. that it was due to a splitting of shares. among others. 8 Information includes 5 financial ratios which are common and relevant to the company’s industry. and bonus shares. it is recommended to present the report also in English. Jumlah investasi 3. dan saham bonus. Harga saham penutupan. 4. dividend on shares. 2.6 Cross Reference to Bapepam-LK Rule X. Committees under the Board of Commissioners. Sampul muka. Financial information in comparative form over a period of 5 financial years or since the commencement of business if the company has been running its business activities for less than 5 years. Business profit (loss) 4. Financial information in comparative form over a period of 5 financial years or since the commencement of business if the company has been running its business activities for less than 5 years. X. Sales/income from business. The price of shares prior to the last revision in capital should be adjusted in the event. sukuk atau obligasi konvertibel yang diterbitkan Informasi memuat antara lain: 1. Should state clearly the identity of the company. Rasio keuangan dalam bentuk perbandingan selama 5 (lima) tahun buku atau sejak memulai usahanya jika perusahaan tersebut menjalankan kegiatan usahanya selama kurang dari 5 (lima) tahun. Setiap halaman √ KRITERIA PENJELASAN HALAMAN PAGE CRITERIA General In good and correct Indonesian.6 NO. I Umum 1 Laporan tahunan disajikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar dan dianjurkan menyajikan juga dalam bahasa Inggris. Tanggal jatuh tempo 4. The number of bonds/ convertible bonds outstanding. Perubahan komposisi dewan komisaris (jika ada) 38-43 Board of Commissioners’ and Directors’ Report Board of Commissioners’ (BoC) Report Includes the following items: 1. Laporan Tahunan wajib memuat informasi dalam 2 (dua) tahun buku terakhir mengenai obligasi. View on the prospects of the company’s business as established by the Board of Directors. Volume saham yang diperdagangkan untuk setiap masa triwulan dalam 2 (dua) tahun buku terakhir (jika ada). Assessment on the performance of the Board of Directors in managing the company. The Annual Report must contain information regarding the number of bonds or convertible bonds issued in the last 2 financial years. Nama Perusahaan dan Tahun Annual Report ditampilkan di: 1. 5 Informasi memuat: 1. Sides. Highest price 2. Gross profit (loss) 3. Jumlah kewajiban 5. dividen saham. Laporan Tahunan wajib memuat informasi harga saham dalam bentuk tabel dan grafik. Jumlah ekuitas 8 The information includes: 1. Penilaian kinerja direksi mengenai pengelolaan perusahaan 2. 4. √ The Annual Report is presented in the company’s website. dan 4. Jumlah obligasi/sukuk/ obligasi konversi yang beredar 2. 2. EXPLANATION 2 √ 3 √ Name of the company and year of the annual report is placed on: 1. 2. Laporan tahunan mencantumkan identitas perusahaan dengan jelas. 4. 3. Modal kerja bersih 2. 3. Total assets 4. The front cover. Tingkat bunga/imbalan 3. Net profit (loss) 5. 3. Each page 4 Laporan Tahunan ditampilkan di website Perusahaan. Net working capital 2.

Penerapan tata kelola perusahaan yang baik yang telah dilaksanakan oleh perusahaan 4. 262-263 Name. nama. Includes the types of products and or services produced. Includes among others: date/ year of establishment. Working experience 8 Jumlah Karyawan (komparatif 2 tahun) dan deskripsi pengembangan kompetensinya (misal: aspek pendidikan dan pelatihan karyawan). Name 2. . Penjelasan tertulis dalam surat tersendiri dari yang bersangkutan dalam hal terdapat anggota Dewan Komisaris atau direksi yang tidak menandatangani laporan tahunan. Working experience 2 21 3 4 5 Bidang usaha. Mencakup visi dan misi perusahaan. zip code. The information should include: 1. Struktur Organisasi. Business prospects. or written explanation in a separate letter from the other members in the event that there is no written explanation provided by the said member. meliputi nama dan jabatan. Age 4. 2 KRITERIA Laporan Direksi. 21-23 27 20 Line of business. Pernyataan bahwa direksi dan dewan komisaris bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi laporan tahunan. Signed by all members of the Board of Commissioners and Board of Directors. The company’s performance. 6 Identitas dan riwayat hidup singkat anggota Dewan Komisaris. if any. Includes information on name and address. perbandingan antara hasil yang dicapai dengan yang ditargetkan. email. Biaya yang telah dikeluarkan. Organization structure. Name and address of the company. Informasi memuat antara lain nama dan alamat. 44-53 3 Tanda tangan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris. Jabatan (termasuk jabatan pada perusahaan atau lembaga lain) 3. Telp. 2. Umur 4. Expenses incurred. Age 4. encompassing among others strategic policies. Education 5. Informasi memuat antara lain: 1. Prospek usaha 3. In chart. 3. Elaboration of corporate mission. Jumlah karyawan untuk masing-masing level organisasi. Training of employees that has been and will be conducted whichreflecting equal opportunity for all employees. 258-259 Identity and brief curriculum vitae of the members of the Board of Directors. Pendidikan 5. Jabatan (termasuk jabatan pada perusahaan atau lembaga lain) 3. 2. Pengalaman kerja Informasi memuat antara lain: 1. website. Jumlah karyawan untuk masing-masing tingkat pendidikan. 1. comparison between achievement of results and targets an challenges faced by the company. Brief history of the company. Riwayat singkat perusahaan. Company vision and mission. HALAMAN PAGE CRITERIA Board of Directors (BoD) Report. Perubahan komposisi dewan direksi (jika ada). 280 Signature of members of the Board of Directors and Board of Commissioners. Memuat hal-hal sebagai berikut: 1. 3. kode pos. Signatures are set on a separate page. 4. Title 3. telephone and/or facsimile. The information should include: 1. 2. Tanda tangan dituangkan pada lembaran tersendiri 2. Education 5. Umur 4. dan perubahan nama perusahaan (jika ada). Name 2. Nama 2. 3. 94-101 Number of employees (comparative in two years) and description of competence building (for example: education and training of employees). position and brief c. Visi dan Misi Perusahaan. The number of employees for each level of the organization. Includes the following items: 1. Ditandatangani seluruh anggota dewan komisaris dan anggota direksi dengan menyebutkan nama dan jabatannya 4. The information should include: of BoD members 1. no. Elaboration of corporate vision. 4. 2.v. Dalam bentuk bagan. name and change in the company name. Fax. Pengalaman kerja Informasi memuat antara lain: 1. EXPLANATION Includes the following items: 1. 3. atau: penjelasan tertulis dalam surat tersendiri dari anggota yang lain dalam hal tidak terdapat penjelasan tertulis dari yang bersangkutan. Statement that the Board of Directors and the Board of Commissioners are fully responsible for the accuracy of the annual report. Pendidikan 5. A written explanation in a separate letter from each member of the Board of Commissioners or Board of Directors who refuses to sign the annual report. Kinerja perusahaan mencakup antara lain kebijakan strategis. depicting names and positions. 2. 4. PENJELASAN Memuat hal-hal sebagai berikut: 1. Meliputi jenis produk dan atau jasa yang dihasilkan. dan website Mencakup antara lain: tanggal/ tahun pendirian. Implementation of Good Corporate Governance by the company.email. Back Cover Corporate Profile 24. 4. Title 3. IV Profil Perusahaan 1 Nama dan alamat lengkap perusahaan. dan kendala-kendala yang dihadapi perusahaan. 7 Identitas dan riwayat hidup singkat anggota direksi.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 271 NO. stating their names and titles/positions. Changes in the composition of the Board of Directors (if any). The number of employees for each level of education. no. Nama 2. 3. Pelatihan karyawan yang telah dilakukan dengan mencerminkan adanya persamaan kesempatan kepada seluruh karyawan. 2.

Chronology of other securities listing 2. 9 KRITERIA Komposisi Pemegang saham. Name and address of BAE. Names of shareholders having 5% or more shares 2. Perubahan jumlah efek lainnya dari awal pencatatan sampai dengan akhir tahun buku 4. 34 Chronology of shares listing. 16 Nama dan alamat anak perusahaan dan atau kantor cabang atau kantor perwakilan (jika ada) 24-25 Name and address of subsidiaries or branches or representative offices (if any) . 2. Chronology of shares listing. Rating of the securities. among others: 1. Nama Bursa dimana efek lainnya perusahaan dicatatkan 5. Peringkat efek Informasi memuat antara lain: 1. Year of receiving the award. 3. 4. 2. Masa berlaku (untuk sertifikasi) 12-13 Reward and certification received by the company. Name of Stock Exchange where the company’s other securities are listed. Keterangan tentang bidang usaha anak perusahaan atau perusahaan asosiasi 4. keuangan tahunan perusahaan 2. Direktur dan komisaris yang memiliki saham 3. Information should include: 1. Jenis tindakan korporasi (corporate action) yang menyebabkan perubahan jumlah saham 3. Nama penghargaan dan atau sertifikat 2. Keterangan status operasi perusahaan anak atau perusahaan asosiasi (telah beroperasi atau belum beroperasi) Mencakup antara lain: 1. Kronologis pencatatan efek lainnya 2. Jumlah periode akuntan telah melakukan audit laporan. Nama bursa dimana saham perusahaan dicatatkan Mencakup antara lain: 1. 3. 2. Nama Anak Perusahaan/ Perusahaan Asosiasi 2. 3. Nama dan alamat Kantor Akuntan Publik. 2. Explanation regarding the operational status of the subsidiary or affiliated company (already operating or not yet operating). Nama dan alamat BAE. Institution presenting the award 4. Jenis tindakan korporasi (corporate action) yang menyebabkan perubahan jumlah efek lainnya 3. The information contains. Besarnya fee audit. Tahun perolehan 3. 3. 4. 26 Name & address of capital market institutions and professionals 14 Akuntan Perseroan 221-222 Company’s accountant 15 Penghargaan dan atau sertifikasi yang diterima perusahaan baik yang berskala nasional maupun internasional Informasi memuat antara lain: 1. Other service provided by the accountant in addition to financial audit. 35-36 10 Daftar Anak Perusahaan dan atau Perusahaan Asosiasi. Informasi memuat antara lain: 1. Name and address of the Public Accountants’ Office. Number of audit periods that the accountant audited the financial statements of the company. Informasi memuat antara lain: 1. Nama pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham 2. 3. Kronologis pencatatan saham 2. The information should contain: 1. 2. Perubahan jumlah saham dari awal pencatatan sampai dengan akhir tahun buku 4. Nama dan alamat perusahaan pemeringkat efek. 3.A 13 Nama dan alamat lembaga dan atau profesi penunjang pasar modal. PENJELASAN Mencakup antara lain: 1. EXPLANATION Should include: 1. Percentage of share ownership 3. % Kepemilikan saham 3. 5. Period of validity 12 Kronologis pencatatan efek lainnya N. Badan pemberi penghargaan dan atau sertifikat 4. Pemegang saham masyarakat dengan kepemilikan saham masing-masing kurang dari 5%. Name of subsidiaries/ affiliated companies. 4. 3. 25-26 List of subsidiaries and/or affiliated companies. Information on the field of business of the subsidiary or affiliatedcompany. 3. both on a national scale and international scale. Name of the reward 2.272 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 NO. Jasa lain yang diberikan akuntan selain jasa financial audit. Changes in the number of shares from the beginning of listing up to the end of the financial year. Directors and Commissioners who own shares. 4. Includes among others: 1. Name and address of the securities rating company. 11 Kronologis pencatatan saham. 4. Types of corporate action that caused changes in the number of shares. Jumlah periode Kantor Akuntan Publik telah melakukan audit laporan keuangan tahunan perusahaan. Name of Stock Exchange where the company shares are listed Other securities listing chronology Includes among others: 1. The amount of audit fee. HALAMAN PAGE CRITERIA Composition of shareholders. Number of audit periods that the public accountant firm audited the financial statements of the company. Types of corporate action that caused changes in the number of securities. Public shareholders having respective share ownership of less than 5%. Changes in the number of securities from the initial listing up to the end of the financial year. The information should contain: 1.

3. 4. kebijakan manajemen atas struktur modal (capital structure policies). capital structure policies. aset tidak lancar. Kejadian yang sifatnya luar biasa dan jarang terjadi 2. Penjualan/pendapatan usaha. Uraian tentang komponenkomponen substansial dari pendapatan dan beban lainnya. 3. 145-146 Discussion and analysis of debt service capacity and collection probability rate 4 Penjelasan atas: 1. Kemampuan membayar utang. Increase/decrease in production capacity in each business segment An analysis of the financial performance which includes a comparison between the financial performance of the current year and that of the previous year (in the form of naration and tables). Source of funds expected to fulfill the said ties. Tujuan dari ikatan tersebut 2. 2. Besaran peningkatan/penurunan penjualan atau pendapatan bersih 2. non-current assets. Struktur modal (capital structure). Explanation on : 1. Aset lancar. Profitabilitas. Current assets. and amount of assets.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 273 NO. maka wajib disertai dengan bahasan tentang sejauh mana perubahan tersebut dapat dikaitkan antara lain dengan. then an explanation should be included concerning the extent that such changes can be linked to. 3. 2. Sales/Operating Income 4. 6 Bahasan dan analisis tentang informasi keuangan yang telah dilaporkan yang mengandung kejadian yang sifatnya luar biasa dan jarang terjadi. 5. Notes: If there is no such event. Kewajiban lancar. 3. 3. . Currency of denomination. 3. 2. 2. 2. noncurrent liabilities. dan atau adanya produk atau jasa baru 154-155 Discussion and analysis of subsequent extraordinary events. Sales/income from business. Mata uang yang menjadi denominasi 4. 2. Kebijakan manajemen atas struktur modal (capital structure policies). dan atau adanya produk atau jasa baru 146-147 Discussion on capital structure. Tingkat kolektibilitas piutang. 2. 4. untuk dapat mengetahui hasil usaha perusahaan. Overhead cost. Current liabilities. agar diungkapkan Penjelasan mengenai: 1. among others concerning: 1. Amount of increase/ decrease of net sales/ revenues 2. antara lain mengenai: 1. 3. V 1 KRITERIA Tinjauan operasi per segmen usaha PENJELASAN Memuat uraian mengenai 1. 130-142 Financial performance 3 Bahasan dan analisis tentang kemampuan membayar hutang dan tingkat kolektibilitas piutang Perseroan. Produksi/kegiatan usaha. untuk masing-masing segmen usaha Analisis kinerja keuangan yang mencakup perbandingan antara kinerja keuangan tahun yang bersangkutan dengan tahun sebelumnya (dalam bentuk narasi dan tabel). agar diungkapkan Penjelasan mengenai: 1. Penjelasan mengenai: 1. among others. 2. this should be disclosed Explanation on: 1. Bahasan tentang struktur modal (capital structure). Sumber dana yang diharapkan untuk memenuhi ikatan-ikatan tersebut 3. Tingkat solvabilitas perusahaan Penjelasan tentang: 1. Production/line of business 2. Jika laporan keuangan mengungkapkan peningkatan atau penurunan yang material dari penjualan/pendapatan bersih. 5. dan jumlah aset. dan jumlah kewajiban. Collectibility. 2. Explanation includes: 1. 4. 2 Uraian atas kinerja keuangan Perusahaan. Capital structure policies. Komponen substansial dari pendapatan lainnya. Peningkatan/penurunan material dari penjualan atau pendapatan bersih dikaitkan dengan jumlah barang atau jasa yang dijual. Substantial component of other Income. Solvability 5 147-148 155 Material commitment in capital expenditure Explanation on: 1. Analisa dan Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan. Explanation on: 1. Net profit/loss. and or the existence of new products or services. Capital structure 2. Solvency. Impact on the Comapny’s finance. Komponen substansial dari beban lainnya. the amount of goods or services sold. 129 Management Discussion and Analysis. dan tingkat solvabilitas perusahaan Bahasan mengenai ikatan yang material untuk investasi barang modal Penjelasan tentang: 1. Laba/Rugi bersih HALAMAN PAGE CRITERIA Review of business operations per segment EXPLANATION Contains description of: 1. and solvability. Steps taken by the company to protect the position of related foreign currency against risks. Information of any extraordinary event. Beban usaha. kewajiban tidak lancar. Substantial Component of other Expenses. Langkah-langkah yang direncanakan perusahaan untuk melindungi risiko dari posisi mata uang asing yang terkait Catatan: apabila perusahaan tidak mempunyai ikatan terkait investasi barang modal. Material increase/decrease on the Sales or Net Income related to the amount of goods or services sold and or the existence of new products or services 7 115-117 137-142 Substantial components of other income and expense affecting business result 8 115-117 If the financial statement discloses a material increase or decrease in the sales or net income. 4. Profitability. and amount of liabilities. The purpose of such ties. Explanation on: 1. jumlah barang atau jasa yang dijual. Dampaknya terhadap kondisi keuangan perusahaan Catatan: apabila tidak ada kejadian yang sifatnya luar biasa dan jarang terjadi. 115. 2. Peningkatan/penurunan kapasitas produksi. Penjualan/pendapatan usaha.

Nature of affiliation. Tujuan dilakukannya transaksi. acquisition. alasan dan dampaknya terhadap laporan keuangan 104-114 Business prospects. Catatan: apabila tidak mempunyai transaksi dimaksud. Payout ratio for each year Notes: If the Company did not distribute dividend to shareholders. debt/capital restructuring. Uraian mengenai prospek perusahaan sehubungan dengan industri. 18 Uraian mengenai perubahan kebijakan akuntansi 162-163 Description of changes in the accounting policy. Nama pihak yang bertransaksi.156 Changes in laws and regulations significantly affecting the company 17 Uraian mengenai perubahan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh signifikan terhadap perusahaan 159-162 Description on changes in laws and regulations having significant effects on the company. Total perolehan dana. Notes: If there is no important events after the date of the Accountant’s report. covering market share of the company Includes the explanation of: 1. with supporting quantitative data from reliable sources. Notes: if there is no changes in Government regulation which significantly impacted the Company. akuisisi atau restrukturisasi hutang/modal. Rincian penggunaan dana. agar diungkapkan Uraian memuat antara lain: perubahan peraturan perundangundangan dan dampaknya terhadap perusahaan. The purpose of transactions 2. Marketing of products and services. 3.274 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 NO. expansion. Catatan: apabila tidak terdapat perubahan peraturan perundangundangan yang berpengaruh signifikan. Penjelasan mengenai kewajaran transaksi. Source of fund. Description should include among others: any revision to accounting policies. 3. 3. Dividend per share 3. 2. 154. Amount of dividend 2. 2. jika baru memulai usahanya kurang dari 2 (dua) tahun PENJELASAN Ada atau tidak ada pengungkapan HALAMAN PAGE CRITERIA Effect of price change on net sales or income and operating profit for the last two years or since commencement date. 13 Pernyataan mengenai kebijakan dividen dan jumlah dividen kas per saham dan jumlah dividen per tahun yang diumumkan atau dibayar selama 2 (dua) tahun buku terakhir 122-124 Marketing aspects. 12 Uraian tentang aspek pemasaran. divestment. Transaction value or number of transaction. Sifat hubungan afiliasi. 9 KRITERIA Bahasan tentang dampak perubahan harga terhadap penjualan/pendapatan bersih perusahaan serta laba operasi perusahaan selama 2 (dua) tahun atau sejak perusahaan memulai usahanya. 2. 2. 16 Informasi transaksi material yang mengandung benturan kepentingan dan/ atau transaksi dengan pihak afiliasi. 11 Uraian tentang prospek usaha perusahaan. dan 5. Application of public offering proceeds 14 Realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum (dalam hal perusahaan masih diwajibkan menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana) N. 4. 4. 3. Realisasi transaksi pada periode berjalan. Rencana penggunaan dana. Jumlah dividen per saham 3. Description of important events after the date of the Accountant’s report including their effects on the Coampany’s performance and business risk in the future. The parties involved in the transactions. agar diungkapkan alasan tidak membagikan dividen Memuat uraian mengenai: 1. Nilai transaksi atau jumlah yg direstrukturisasi. general economic condition and international market. if company has been operational less than two years EXPLANATION Is this disclosed or not 124-125 10 Informasi dan fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan akuntan Uraian kejadian penting setelah tanggal laporan akuntan termasuk dampaknya terhadap kinerja dan risiko usaha di masa mendatang. divestasi. Source of fund. ekonomi secara umum dan pasar internasional serta dapat disertai data pendukung kuantitatif jika ada sumber data yang layak dipercaya Uraian tentang pemasaran atas produk dan jasa perusahaan. Catatan: apabila tidak ada kejadian penting setelah tanggal laporan akuntan. this should be disclosed Business prospects in relation to industry. among others concerning investment. rationale and impact on the financial statement. Budget plan 3. Date of General Meeting of Shareholder stipulating the change in the budget plan (if any) Includes information on: 1. Sumber dana. if any. 37 Statement regarding the dividend policy and the date and amount of cash dividend per share and amount of dividend per year as announced or paid during the past two (2) years. Catatan: apabila tidak mempunyai transaksi dimaksud. Details of budget plan 4. Balance 5. Explanation on fairness of transaction. Tanggal persetujuan RUPS atas perubahan penggunaan dana (jika ada) Memuat uraian mengenai: 1.A 15 Informasi material mengenai investasi. 4. 3. agar diungkapkan Uraian memuat antara lain: perubahan kebijakan akuntansi. Payout ratio untuk masingmasing tahun Catatan: apabila tidak ada pembagian dividen. agar diungkapkan 163 Material information and fact subsequent to accountant report date. ekspansi. Jumlah dividen 2. agar diungkapkan Memuat uraian mengenai: 1. Total funds obtained 2. . antara lain meliputi pangsa pasar Memuat uraian mengenai: 1. this should be disclosed. Notes: if there are no such transactions this should be disclosed Description should include changes in Government regulation and impact on the Company. Saldo dana. 56-67 155-156 Material information. Notes: if there are no such transactions this should be disclosed Includes information on: 1. this should be disclosed with reasons Contains information on: 1.

4. 2. Frekuensi pertemuan 5. 3. Indicators to measure the BOD the company’s performance. dan riwayat hidup singkat anggota komite lain 2. 5. dan riwayat hidup singkat anggota komite remunerasi. dan riwayat hidup singkat anggota komite audit 2. 198-199 3 Komite Audit Mencakup antara lain: 1. Tata Kelola Perusahaan 179-189 182-184 2 Uraian Direksi Uraian memuat antara lain: 1. 208-212 Remuneration Committee 6 Komite-komite lain di bawah dewan komisaris yang dimiliki oleh perusahaan 268-269. 2. Procedure for the determination Description of policy on of the remuneration is included the stipulation for the in the standard operating remuneration of the Board procedure. Description of the tasks implemented by the Board of Commissioners. 212-214 Other Committees 7 Uraian mengenai kebijakan penetapan remunerasi bagi Direksi yang dikaitkan dengan kinerja perusahaan. Tingkat kehadiran dewan komisaris dalam pertemuan HALAMAN PAGE CRITERIA Corporate Governance Elaboration by BoC EXPLANATION 1. 3. jabatan. title. Uraian pelaksanaan kegiatan komite nominasi 5. 2. Uraian tugas dan tanggung jawab. 205-208. Indikator kinerja untuk mengukur performance Direksi yang dikaitkan dengan remunerasi. Independence of the members of the other Committee. and the amount of remuneration for the members of the Board of Commissioners. Frequency of meetings and the attendance of the Remuneration and Nomination Committee. Nama. Frekuensi pertemuan 5. Independensi anggota komite nominasi 3. Attendance of the Board of Commissioners in the meetings 1. jabatan. Uraian pelaksanaan kegiatan komite remunerasi. Nama. Uraian pelaksanaan kegiatan komite lain 5. 2. 4. Activities carried out by the other Committee. Uraian tugas dan tanggung jawab. Name. 1. Name. Tingkat kehadiran anggota direksi dalam pertemuan 6. Activities carried out by the Remuneration and Nomination Committee. Uraian pelaksanaan tugas Dewan Komisaris 2. and brief curriculum vitae of the members of the Remuneration and Nomination Committee. Scope of work and responsibility of each member of the Board of Directors. Pengungkapan prosedur penetapan remunerasi 3. Disclosing the procedure for determining. Description of the tasks and responsibilities. Activities carried out by the remuneration Committee. 1. 2. of Directors in regards with 2. 200-204 Audit Committee 4 Komite Nominasi Mencakup antara lain: 1. 4. 6. Description of the tasks and responsibilities. title. 2. Program pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi direksi 189-199 194-195 Information on the Board of Directors. 3. Independence of the members of the Remuneration and Nomination Committee. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran komite audit 4. Independence of the members of the Audit Committee. 2. and the amount of remuneration for the members of the Board of Commissioners. title. Attendance of the Board of Directors in the meetings. dan riwayat hidup singkat anggota komite nominasi 2. 3. Amount of remuneration paid to each member of Board of Commissioners 4. Name. performance. 1. 4. Mencakup antara lain: 1. 4. 5. VI 1 KRITERIA Uraian Dewan Komisaris PENJELASAN Uraian memuat antara lain: 1. 3. 5. Frequency of meetings and the attendance of the remuneration Committee. 208-212 Nomination Committee 5 Komite Remunerasi Mencakup antara lain: 1. Laporan singkat pelaksanaan kegiatan komite audit 5. Ruang lingkup pekerjaan dan tanggung jawab masing-masing anggota Direksi. 194-195 1. Training programs for improving the competence of the Board of Directors. 5. Disclosing the procedure for determining. 3. and brief curriculum vitae of the members of the remuneration Committee. title. Besarnya remunerasi untuk setiap anggota dewan komisaris. Pengungkapan prosedur penetapan remunerasi 3. Mencakup antara lain: 1. 2. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran komite remunerasi. 5. Independensi anggota komite remunerasi. Frequency of meetings. Nama. . Amount of remuneration paid to each member of Board of Directors 4. jabatan. Uraian tugas dan tanggung jawab. Independensi anggota komite audit 265. Frequency of meetings and the other Committee. Description of the tasks and responsibilities. 2. Besarnya remunerasi untuk setiap anggota direksi. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran komite nominasi 266-267. 5. 1. and brief curriculum vitae of the members of the other Committee. Independence of the members of the remuneration Committee. Name. Frequency of meetings. 4. Uraian tugas dan tanggung jawab. 5. 4. and brief curriculum vitae of the members of the Audit Committee. Nama. jabatan. Brief report on the activities carried out by the Audit Committee. Independensi anggota komite lain 3.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 275 NO. Prosedur penetapan remunerasi tertuang dalam SOP. 4. Description of tasks and responsibilities. 4. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran komite lain 266-267. Frequency of meetings and the attendance of the Audit Committee. 3. 3.

Isi code of conduct 3. Keberadaan Pusat Pengaduan Konsumen 2. 4. 2.276 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 NO. Biaya yang telah dikeluarkan Mencakup antara lain informasi tentang: 1. Includes among others: 1. Certification to Environment management. Content of the Code of Conduct. Includes information on: 1. Program to improve customer excellence. Description on the response act on towards the customer’s complaints. Report on the existence of Internal Audit Unit 2. 14 Perkara penting yang sedang dihadapi oleh perusahaan. Upaya untuk mengelola risiko tersebut HALAMAN PAGE CRITERIA Description of tasks and function of the Corporate Secretary. 2. 4. Description of the tasks performed by the Corporate Secretary. Information includes: 1. Efforts to manage such risks Includes among others: 1. . 3. 10 Uraian mengenai manajemen risiko perusahaan 68-72 Risk Management 11 Uraian mengenai komitmen Mencakup antara lain informasi perusahaan terhadap tentang: perlindungan konsumen 1. agar diungkapkan Uraian mengenai tersedianya akses informasi dan data perusahaan kepada publik. Keberadaan code of conduct 2. 120-121 Corporate social responsibility activities and costs particularly related to company commitment towards consumer protection 242-249 Corporate social responsibility activities and costs particularly related to community development program conducted 78-88 Description on the activities and expenses incurred related to corporate social responsibility. Environment management activity. Mencakup antara lain informasi tentang: 1. Struktur atau kedudukan unit audit internal 4. 264 215-219 9 Uraian mengenai unit audit internal 264 219-221 Description of the company’s Internal Audit Unit. through website. 170-171 228. Aktivitas pelestarian lingkungan 2. Sertifikasi atas pengelolaan lingkungan 4. Penjelasan mengenai risikorisiko yang dihadapi perusahaan (misalnya risiko yang disebabkan oleh fluktuasi kurs atau suku bunga. Name and brief history of the Corporate Secretary. Penggunaan dan output whistleblowing system 251. 4. Duty and responsibility 4. Note: if there is no cases / litigation involving the Company. mailing list. Case status. media massa. Program pengembangan pendidikan/perbaikan kesehatan/ pengembangan seni budaya dan lainnya 3. Uraian pelaksanaan tugas sekretaris perusahaan Mencakup antara lain: 1. pasokan bahan baku. ketentuan negara lain atau peraturan internasional. Supervised Business Partner. 8 KRITERIA Uraian tugas dan fungsi Sekretaris Perusahaan PENJELASAN Mencakup antara lain: 1. Uraian mengenai tindak lanjut terhadap pengaduan 3. Distribution of the Code of Conduct to the employees and efforts to uphold the Code. raw material supply. Direksi dan anggota dewan Komisaris yang menjabat pada periode laporan tahunan. Expenses incurred. Elaboration on Internal Audit Charter 3. current members of the Board of Directors and Board of Commissioners. Expenses incurred. whistleblowing system. Nama dan riwayat jabatan singkat sekretaris perusahaan 2. Statement concerning the corporate culture. other countries’ policy or international regulations and government policy) 2. 3. Uraian pelaksanaan tugas Menguraikan antara lain: 1. Information includes among others: 1. Nama ketua unit audit internal 2. buletin dan sebagainya Memuat uraian antara lain: 1. Aktivitas pengelolaan lingkungan 3. this should be include. Potential impacts on the financial condition of the company. persaingan usaha. The use and output. 225 Code of Ethics. 122-124. 16 Etika Perusahaan. 3. Pokok perkara/gugatan 2. dan kebijakan pemerintah) 2. Information includes among others: 1. The existence of whistleblowing system.v. The existence of the Code of Conduct. Penyebaran code of conduct kepada karyawan dan upaya penegakannya 4. mass media. 17 Pengungkapan mengenai whistleblowing system. Mitra Usaha binaan Perusahaan 2. 2. 3. 3. Risks facing the company (foreign exchange & interest rate fluctuation. 2. 234 Information regarding whistleblowing system. etc. The mechanism of whistleblowing system 3. 15 Akses informasi dan data perusahaan. Mekanisme whistleblowing system 3. Tingkat penyelesaian pengaduan yang diterima 4. Elaboration on availability of public access to corporate data and information. of Head of Internal Audit Unit Includes among others: 1. EXPLANATION Includes among others: 1. 25 Access to corporate data and information. Preserving environment activity. business competition. bulletin. Name and brief c. Kualifikasi/sertifikasi sebagai profesi audit internal 3. Educational/health improvement/culture development program. Material of the case/claim. Program peningkatan layanan kepada konsumen 12 Uraian mengenai aktivitas dan biaya yang dikeluarkan berkaitan dengan tanggung jawab sosial perusahaan terutama mengenai ”community development program” yang telah dilakukan. Keberadaan whistleblowing system 2. Status penyelesaian perkara/ gugatan 3. Biaya yang telah dikeluarkan Mencakup antara lain: 1. 13 Uraian mengenai aktivitas dan biaya yang dikeluarkan berkaitan dengan tanggung jawab sosial perusahaan terutama aktivitas lingkungan. 2. misalnya melalui website. Pengaruhnya terhadap kondisi keuangan perusahaan Catatan: dalam hal tidak berperkara. Response level of the received complaints. 237-239 Important cases involving the Company. Performance of activities 5. 2. particularly on environmental activities. Keberadaan piagam unit audit internal 5. mailing list. Customer Contact Center. Includes information: 1. Pernyataan mengenai budaya perusahaan (corporate culture) yang dimiliki perusahaan Memuat uraian antara lain: 1. 2.

Deskripsi Auditor Independen di Opini. Apabila tidak ada penilaian seperti itu. Pengelompokan dalam tiga kategori aktivitas: aktivitas operasi. 298-317 Summary of Accounting Policy. Assessment for investment. hal tersebut harus diungkapkan 4.G. Tanggal Laporan Audit 3. Leasing.11 on BoD Responsibility of Financial Statement VII Informasi Keuangan 282-283 2 3 284 Deskripsi memuat tentang: 1. Disclosing activities that do not influence the cash flow. 2. Opini auditor independen atas laporan keuangan. dan pembayaran pajak selama tahun berjalan pada aktivitas operasi 5. Pengakuan pendapatan dan beban 3. 322-323 Related party transactions Information should disclose: 1. Reconciliation of recorded value of investment property at the beginning and the ending of period. VIII. 286-369 Full financial statement. supplier. Independent appraisal for the Company’s determination of investment property: if there is no such report. Apakah penentuan nilai wajar properti investasi didasarkan atas penilaian oleh penilai independen. 8 Pengungkapan yang berhubungan dengan properti investasi. Laporan laba rugi 3. 2. ijin KAP dan nomor ijin Akuntan Publik Memuat secara lengkap unsurunsur laporan keuangan. KAP license number (if any). Equity statement. . 3. pemasok. Catatan atas laporan keuangan Perbandingan laba/rugi usaha tahun berjalan dengan tahun sebelumnya Memenuhi ketentuan sebagai berikut: 1.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 277 NO. Laporan arus kas 5. PENJELASAN Kesesuaian dengan peraturan Bapepam-LK No. 2. Uraian mengenai kebijakan akuntansi yang dipilih antara model nilai wajar dan model biaya 2. VIII. direct operation expense and commulative changes in fair value). Persediaan 5. 1 KRITERIA Surat Pernyataan Direksi tentang Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan. 6 290 Presentation of cash flow report. employee. Penyajian penambahan dan pembayaran hutang jangka panjang serta dividen pada aktivitas pendanaan Meliputi sekurang-kurangnya: 1. 4. No. 3. No. Meets the following provisions: 1. Basic concept in presenting a financial statement. EXPLANATION In conformity with Bapepam regulation No. Recognition of income and overhead. Amount recognized in net income statement from investment property (rental income. Profit loss statement. 4. Konsep dasar penyajian laporan keuangan 2. Neraca 2. Sewa Hal-hal yang harus diungkapkan antara lain: 1.11 tentang Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan HALAMAN PAGE CRITERIA Financial Information Statement of Board of Directors regarding its responsibility of financial statement. investasi. Rekonsiliasi nilai tercatat properti investasi pada awal dan akhir periode 5. perubahan kumulatif dalam nilai wajar) 284 The description contains: 1. 3. Description on the use of accounting policy between fair value model and cost model. 4 Laporan keuangan yang lengkap.G. Date of the audit report. The use of direct method to report cash flow and operation activities. beban operasi langsung. Contains all elements of the financial statement: 1. 4. 4. Metode dan asumsi signifikan yang diterapkan dalam menentukan nilai wajar dari properti investasi 3. Inventory. 5. Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi yang berasal dari properti investasi (penghasilan rental. Separating the presentation between cash receipt and or cash expended to the customer. karyawan. 5 Perbandingan tingkat profitabilitas. Includes at least: 1. 3. ijin KAP (if any). Group into three categories of activity: operational activity. Laporan perubahan ekuitas 4. this should be disclosed. Penyajian Laporan Arus Kas. Presenting the addition and payment of long-term debt as well as dividend in funding. 5. Description of independent auditor in accountant’s opinion. Accountant’s opinion on financial statement. Description of the gain/loss from operations of current year compare to that of previous year. Nama & tanda tangan 2. Name and signature. 5. Pengungkapan aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas 4. Cash flow report. and payment of taxes during the current year for operational activities. yakni: 1. Penggunaan metode langsung (direct method) untuk melaporkan arus kas dari aktivitas operasi 3. 2. 2. Notes to the financial statement. investment and funding. 5. 3. 288 Comparison of profitability. 7 Ikhtisar Kebijakan Akuntansi. Pemisahan penyajian antara penerimaan kas dan atau pengeluaran kas kepada pelanggan (customer). dan pendanaan 2. Penilaian investasi (penyertaan pada entitas lain) 4. Significant method and assumption applied to determine fair value of the investment property. Balance sheet.

Klasifikasi instrumen keuangan 3. Hal-hal yang harus diungkapkan: 1. liquidity risk 5. Penjelasan mengenai standar akuntansi keuangan dan peraturan baru yang diterapkan dan mempengaruhi aktivitas perusahaan. Description regarding accounting policy used betwen the revaluation model and cost model 3. Information that should be disclosed: 1. Classes of Financial Instrument 3. Dampak penerapan standar akuntansi keuangan dan peraturan baru tersebut. Information should disclose: 1. revaluation. revaluasi. Fiscal reconciliation and calculation of current tax. dan jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakui pada laporan laba rugi apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari jumlah aset atau kewajiban pajak tangguhan yang diakui pada neraca. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangannya HALAMAN PAGE CRITERIA Disclosure related to tax issues. Nilai wajar tiap kelompok instrumen keuangan 4. kondisi dan kebijakan akuntansi untuk setiap kelompok instrumen keuangan 2. Metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar aset tetap (model revaluasi) atau pengungkapan nilai wajar aset tetap (model biaya) 4. 4. Uraian mengenai kebijakan akuntansi yang dipilih antara model revaluasi dan model biaya 3. yang menunjukkan: penambahan. Disclosure should include: 1. available for sale. and accounting policy for each financial instrument category 2. dan 2. 4. Persyaratan. Rincian aset dan kewajiban pajak tangguhan yang disajikan pada neraca untuk setiap periode penyajian. Significant method and assumption used to estimate fair value of fixed asets or information regarding fair value of fixed assets (model revaluation) atau pengungkapan nilai wajar aset tetap (model biaya) 4. penggabungan usaha. Rekonsiliasi antara beban (penghasilan) pajak dengan hasil perkalian laba akuntansi dengan tarif yang berlaku dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku. Description on risk related to Financial Instrument: market risk. currency rate exchange. Disclosure of whether or not there is a tax dispute. selisih nilai tukar neto. EXPLANATION Information that should be disclosed other type and total of tax obligation 1. Statement that the amount of Taxable Profit as calculated through reconciliation is in accordance with the Tax Return. Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode untuk tiap kelompok aset. condition. Details of the assets and liabilities in deferred tax presented in the balance sheet in each period of presentation. Requirement. 2. penyusutan. Reconciliation of total carrying amount at the beginning and end period for each asset category that reported: additional. merger. credit risk. atau perubahan lain. Pengungkapan ada atau tidak ada sengketa pajak Hal-hal yang harus diungkapkan: 1. 2. 3. Jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan pada awal dan akhir periode untuk tiap kelompok aset tetap 5. 5. risiko kredit dan risiko likuiditas 5. Depreciation method used 2.278 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 NO. Penjelasan risiko yang terkait dengan instrumen keuangan: risiko pasar. aset yang diklasifikasi sebagai tersedia untuk dijual/kelompok lepasan. Objectives and policy of financial risk management 329-333 10 Pengungkapan yang berhubungan dengan Aset Tetap 324-326 Assets and liabilities in foreign currency 11 Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan Lainnya 368-369 Update of the financial accounting standard and other regulations 12 Pengungkapan yang berhubungan dengan Instrumen Keuangan 301-305 Disclosure of Financial Instrument . 2. rugi penurunan nilai. Hal-hal yang harus diungkapkan: 1. or other changes involved. Metode penyusutan yang digunakan 2. Fair value of Financial Instrument 4. Rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini 3. Pernyataan bahwa Laba Kena Pajak (LKP) hasil rekonsiliasi menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan. 5. Total carrying amount and accumulated depreciation at the beginning and end of period for each asset category 5. 9 KRITERIA Pengungkapan yang berhubungan dengan Perpajakan PENJELASAN Hal-hal yang harus diungkapkan selain Jenis dan Jumlah Hutang Pajak 1. Reconciliation between tax charge (income) and the result of multiplying the accounting profit with the current rate and disclosing the basis for calculating the tax rate. and amount of charge (income) of deferred tax acknowledged in the profit loss statement if the said amount is not evident in the asset or liability of deferred tax acknowledged in the balance sheet. depreciation. Impact of the financial accounting standard and the new regulations. Explanation on the implemented financial accounting standard and new regulations which gave impact to the company’s activities. impairment.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 279 Pernyataan Dewan Komisaris dan Direksi Statement of the Board of Commissioners and Directors .

DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS Dr. hereby state that we have approved and are fully responsible for the validity of the Company’s 2010 Annual Report. Tiendas Mangeka Direktur Niaga Commerce Director Dono Boestami. Laporan Tahunan ini juga memuat Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris dan Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. Chapter 67. In accordance with Corporate Law no.X. The Company’s Annual Report contains the Board of Commissioners’ Monitoring Report and Consolidated Financial Statement for the years ending 31 December 2010 and 2009. Dewan Komisaris dan Direksi PT Bukit Asam (Persero) Tbk. FIQ Komisaris Independen Independent Commissioner DIREKSI BOARD OF DIRECTORS Ir. MSc.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas pasal 67 dan Peraturan Bapepam No. ME Komisaris Commissioner Suranto Soemarsono. Mahbub Iskandar Direktur SDM & Umum General Affairs & HRD Director .6 tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Tahunan bagi Emiten atau Perusahaan Publik. and Capital Market Supervisory Board Regulation No. Sukrisno Direktur Utama President Director Ir. Drs. MSc Direktur Keuangan Finance Director Ir. MA Komisaris Independen Independent Commissioner Ir. X.K. 40/2007. Eng Direktur Operasi/Produksi Operation/Production Director Ir. dengan ini kami. MHum.K. we. Heri Supriyanto Direktur Pengembangan Usaha Business Development Director Ir.6 on Annual Report Submission Requirements for Public Companies. Milawarma M. the Board of Commissioners and Directors of PT Bukit Asam (Persero) Tbk.280 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 DATA PERSEROAN Pernyataan Dewan Komisaris dan Direksi Statement of the Board of Commissioners and Directors Sesuai dengan Undang-Undang No. menyatakan telah menyetujui dan bertanggung-jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2010. MSc Komisaris Commissioner Dr. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner Ir. SE. Ir. Umiyatun Hayati Triastuti. Thamrin Sihite. Abdul Latief Baky.

CORPORATE DATA PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 281 Laporan Keuangan Financial Statements .

282 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 283 .

284 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 285 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/ CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DESEMBER/DECEMBER 2010 DAN/AND 2009 .

746 8.063.542 2d.754 246.11 2j.5.590 250. net Fixed assets (net of accumulated depreciation of Rp 1.29 2e.699 2l.104 CURRENT ASSETS Cash and cash equivalents Trade receivables (net of provision for impairment of Rp 37. except par value and share data) 2009 4.088. net Other non-current assets Total non-current assets TOTAL ASSETS 382.422 99.578 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements . bersih Aset tidak lancar lainnya Jumlah aset tidak lancar JUMLAH ASET 5.15d 446.054.005 327.498 pada tahun 2009) Beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan.620 199.138 pada tahun 2009) .072 57.391 2h.187 8.678 71.295.088.076.783.723 in 2010 and Rp 1.083 pada tahun 2010 dan Rp 48.107 1.Pihak ketiga .498 in 2009) Deferred exploration and development expenditures.053 30. net Available for sale financial asset Other current assets Total current assets NON-CURRENT ASSETS Investments in associates Mining properties.258 423.645.979 187.723 pada tahun 2010 dan Rp 1.5 2d. bersih Aset pajak tangguhan.10 122.063 921.078. bersih Aset tetap (setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 1.953 266. kecuali nilai nominal dan data saham) 2010 ASET LANCAR Kas dan setara kas Piutang usaha (setelah dikurangi penyisihan penurunan nilai sebesar Rp 37.054.054.722.7 8 6 441.075 Catatan/ Notes 2a.4 CONSOLIDATED BALANCE SHEETS AS AT 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.138 in 2009) Third parties Related parties Inventories.600 6.927 6. bersih Aset keuangan yang tersedia untuk dijual Aset lancar lainnya Jumlah aset lancar ASET TIDAK LANCAR Investasi pada perusahaan asosiasi Properti pertambangan.730 1.560 316.729 409.12 2q. net Deferred tax assets.Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Persediaan.083 in 2010 and Rp 48.920 614.709.588 2.901 158.286 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 1/1 Schedule NERACA KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.9 2o.

699 20 21 8 23 1.Belum ditentukan penggunaannya Jumlah ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 174.093 2n.126 5.Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Biaya yang masih harus dibayar Hutang pajak Pinjaman bank jangka pendek Bagian kewajiban jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun .066 30.281.17 23.701.828 1.832 2.999.29 748.16 2r. issued and fully paid 1 preferred share and 2.266 759.209 57.521 69.723 2.451 74.369 431.846. except par value and share data) 2009 CURRENT LIABILITIES Trade payables Third parties Related parties Accrued expenses Taxes payable Short-term bank loan Current maturities of long-term liabilities Provision for environmental reclamation and mine closure Provision for employee benefits Other current liabilities Total current liabilities LONG-TERM LIABILITIES Long-term liabilities net of current portion Provision for environmental reclamation and mine closure Provision for environmental Others Total long-term liabilities TOTAL LIABILITIES MINORITY INTEREST EQUITY 70.Penyisihan imbalan kerja Kewajiban lancar lainnya Jumlah kewajiban lancar KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Kewajiban jangka panjang setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun .849 ordinary shares in 2010 and 2009.230 13.478 1. modal ditempatkan dan disetor penuh 1 lembar saham preferen dan 2.294 18 37.380. bersih Keuntungan yang belum direalisasi dari aset keuangan yang tersedia untuk dijual Saldo laba .574.944.999 lembar saham biasa pada tahun 2010 dan 2009.152.695 2.836 2q.17 151.078.Lainnya Jumlah kewajiban jangka panjang JUMLAH KEWAJIBAN HAK MINORITAS EKUITAS Modal saham Modal dasar 1 lembar saham preferen dan 7.849 lembar saham biasa pada tahun 2010 dan 2009.115 789.Telah ditentukan penggunaannya .485 1. net Unrealised gain from available for sale financial asset Retained earnings Appropriated Unappropriated Total equity TOTAL LIABILITIES AND EQUITY Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements .999 ordinary shares in 2010 and 2009.152.578 Share capital Authorised 1 preferred share and 7.292.304.19a 2k.131.066 30.999.025 8.500 3.133.792 774 911.131.982 4.16 2r.Penyisihan reklamasi lingkungan dan penutupan tambang .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 287 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 1/2 Schedule NERACA KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.Pihak ketiga .13.304. kecuali nilai nominal dan data saham) 2010 KEWAJIBAN LANCAR Hutang usaha .Penyisihan imbalan kerja .485 1.13 53.235 14 197.840 1.335.466 Catatan/ Notes CONSOLIDATED BALANCE SHEETS AS AT 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.422 3.15b 13.722.999.366.923 6.063 2n.372 8.147.736 8.072 308 1.999.Penyisihan reklamasi lingkungan dan penutupan tambang .908 1. dengan nilai nominal Rp 500 per lembar saham pada tahun 2010 dan 2009 Tambahan modal disetor.858 7.740 84.343 959. with par value of Rp 500 per share in 2010 and 2009 Additional paid-in capital.728 2k.512 2b.

909.163 (32.15c 9 Catatan/ Notes 2p.238) 3.759) (21.308 22.133) (1. except earnings per share) 2009 8.7 5 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements .24 2p.352) (1.947.734 1.675) 2. kecuali laba bersih per saham) 2010 Penjualan Harga pokok penjualan Laba kotor Beban usaha Umum dan administrasi Penjualan dan pemasaran Eksplorasi Jumlah beban usaha Laba usaha Pendapatan/(beban) lain-lain Pendapatan keuangan Pendapatan sewa Kerugian selisih kurs.346.548.650 (600.592 301.727.891 872 2u.873 (29.184 Sales Cost of sales Gross profit Operating expenses General and administrative Selling and marketing Exploration Total operating expenses Operating income Other income/(expenses) Finance income Rental income Foreign exchange loss. net Provision for obsolete inventory Provision for impairment of trade receivables Others.565) 2.669) (30.998.26 CONSOLIDATED STATEMENTS OF INCOME FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.008.30 19b 2q.553 (695.008) 2.593) 2.762.002 (1.650.057 (5.346) (578.713) 1.258.154 (4.843. bersih Pendapatan lain-lain.526) (22.937 9.26 2p.529) (659.352) 3.25 2p 2p.301) 4.854 (4.940) 91. net Share in net loss of associate companies Profit before income tax Income tax expense Income before minority interest Minority interest in net (loss)/ income of subsidiaries Net income Basic earnings per share 2e. bersih Penyisihan persediaan usang Penyisihan penurunan nilai piutang Lainnya. bersih Bagian rugi bersih dari perusahaan asosiasi Laba sebelum pajak penghasilan Beban pajak penghasilan Laba sebelum hak minoritas Hak minoritas atas (rugi)/laba bersih anak perusahaan Laba bersih Laba bersih per saham dasar 7. net Other income.032.158 244.104.288 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 2 Schedule LAPORAN LABA-RUGI KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.227) 64.178 11.953) (1.334) (6.039 (3.599.236 217.954 2.166 (663.729.304.295.315 202.988) 3.732) (17.26 2p.327 (1.

841) (109.008.108) 1.574.485 1.066 30.810 836.145) (1.152.145 - 2.235.000) Balance at 1 January 2009 Net income for the year Appropriation to general reserve Cash dividends Partnership and environmental development program Balance at 31 December 2009 Net income for the year Appropriation to general reserve Cash dividends Partnership and environmental development program Unrealised gain from available for sale financial assets Balance at 31 December 2010 23 22 23 - 1.771 2.007.695 1.126 2.841) (109.734 (1.891 (1.235.422 3.008.485 - Keuntungan yang belum direalisasi dari aset keuangan yang tersedia Saldo laba untuk dijual/ telah Unrealised ditentukan gain from penggunaannya/ available for Appropriated sale financial retained assets earnings 1.007.701.998.846.152.736 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements .494) (17.891 (1.923 1.372 2.840 1.422 1.107.727.944.066 23 22 23 - 30.108) 5.885) (1.132 2.422 6.066 - Tambahan modal disetor/ Additional paid in capital 30.885 - Saldo laba belum ditentukan penggunaannya/ Unappropriated retained earnings 1.734 (836.391.000) Jumlah/ Total 3.391.335.366.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 289 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 3 Schedule LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah) CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah) Catatan/ Notes Saldo 1 Januari 2009 Laba bersih tahun berjalan Penyisihan untuk cadangan umum Dividen kas Program kemitraan dan bina lingkungan Saldo 31 Desember 2009 Laba bersih tahun berjalan Penyisihan untuk cadangan umum Dividen kas Program kemitraan dan bina lingkungan Keuntungan yang belum direalisasi dari aset keuangan yang tersedia untuk dijual Saldo 31 Desember 2010 Modal saham/ Share capital 1.727.707.152.485 - - 1.494) (17.

442 5.514) (874.373) 2.108) (1.494) (17.000) (1.084 2.549) (1.858 (70.041.694 130.871) (91.709.000) (149.024.408) (23.787) (74.924) (799.104 5.606.344.800.371.075 (1.761) (4.794 8.720 4.932 (416.235.079) (9.252.274) (1.742) (4.709.235) 244.729.160) (41.791 200.841) (109.494) 1.942 3.223) 1.308 2.661.290 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 4 Schedule LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah) 2010 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan dari pelanggan Penerimaan operasional lainnya Pembayaran royalti Pembayaran kepada pemasok dan karyawan Pembayaran pajak Penerimaan klaim pajak Penerimaan bunga Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Perolehan aset tetap Pembayaran atas beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan Penerimaan dari penjualan aset tetap Perolehan aset keuangan yang tersedia untuk dijual Akuisisi tambahan kepemilikan anak perusahaan Penambahan investasi kepada perusahaan asosiasi Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Pembayaran dividen kepada pemegang saham Pembayaran atas program kemitraan dan bina lingkungan Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS DAMPAK SELISIH KURS TERHADAP KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah) 2009 CASH FLOW FROM OPERATING ACTIVITIES Cash receipts from customers Cash receipts from other operations Payments of royalties Cash paid to suppliers and employees Payment for taxes Tax refund Interest receipts Net cash provided from operating activities CASH FLOW FROM INVESTING ACTIVITIES Payments for fixed assets Payments for deferred exploration and development expenditures Proceeds from sale of fixed assets Payments for available for sale financial assets Acquisition of additional shares of subsidiary Acquisitions of shares in associated companies Net cash used in investing activities CASH FLOW FROM FINANCING ACTIVITIES Payment of dividends to shareholders Payment for partnership program Net cash used in financing activities NET INCREASE IN CASH AND CASH EQUIVALENTS EFFECT OF EXCHANGE RATE ON CASH AND CASH EQUIVALENTS CASH AND CASH EQUIVALENTS AT THE BEGINNING OF THE YEAR CASH AND CASH EQUIVALENTS AT THE END OF THE YEAR 8.685 (714) 4.949) 345.760.489.054.104 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements .086 103.007.210 (489.283 (581.

Pendirian dan Informasi Lainnya PT Bukit Asam (Persero) Tbk (“Perusahaan”) (“PTBA”) didirikan pada tanggal 2 Maret 1981. eksploitasi.01. Establishment and Other Information PT Bukit Asam (Persero) Tbk (“the Company”) (“PTBA”) was established on 2 March 1981 under Government Regulation No. Tambahan No. yang terakhir mengenai penyesuaian seluruh Anggaran Dasar Perusahaan terhadap Undang-Undang No.85 tanggal 28 Nopember 1985 serta diumumkan dalam Berita Negara No. 18255 of State Gazette No. 76 dated 19 September 2008.Tahun 2008 dated 12 August 2008 and was published in Supplement No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“PT”) dan nama Perusahaan dapat disingkat menjadi PT Bukit Asam (Persero) Tbk. berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 550 of the State Gazette No. 76. pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap baik untuk keperluan sendiri ataupun pihak lain dan memberikan jasa-jasa konsultasi dan rekayasa dalam bidang yang ada hubungannya dengan industri pertambangan batubara beserta hasil olahannya. 42 of 1980. AHU-50395. In 1993. 51 dated 29 May 1985 of the same notary. Perusahaan dan anak-anak Perusahaan (bersamasama disebut “Grup”) bergerak dalam bidang industri tambang batubara. refining. yang telah diubah dengan Akta Notaris No. unless otherwise stated) 1.02. 18255 tanggal 19 September 2008. processing. C2-7553-HT. 42 tahun 1980 dengan Akta Notaris Mohamad Ali No.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 291 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/1 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. The deed of establishment and its amendments were approved by the Minister of Justice in his Decree No. 33 dated 25 April 1986. The amendment was approved by the Minister of Law and Human Rights in his Decree No.01. .02. pemeliharaan fasilitas dermaga khusus batubara baik untuk keperluan sendiri maupun pihak lain. Perubahan tersebut disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. the Company was appointed by the Indonesian Government to develop a Coal Briquette Operating Unit (see Note 27c).01. Perusahaan ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan Satuan Kerja Pengusahaan Briket (lihat Catatan 27c). exploitation. 40. the “Group”) comprises coal mining activities. GENERAL a. kecuali dinyatakan lain) 1.tahun 2008 tanggal 12 Agustus 2008 serta diumumkan dalam Berita Negara No.01.04. pengolahan. pemurnian. tanggal 25 April 1986. The scope of activities of the Company and its subsidiaries (together. AHU50395. UMUM a. pengangkutan dan perdagangan. 5 dated 6 March 1984 and No. 51 tanggal 29 Mei 1985 dari notaris yang sama.AH. based on Notarial Deed No. including general surveying. 1 of Mohamad Ali. Tambahan No.TH.TH. 33.AH. operation of steam power plants for internal and external needs and providing consulting services related to the coal mining industry as well as its derivative products. Akta pendirian dan perubahan tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. maintenance of special coal port facilities for internal and external needs. transportation and trading. Pada tahun 1993.85 dated 28 November 1985 and was published in Supplement No.04. 5 tanggal 6 Maret 1984 dan No. The Company’s articles of association have been amended several times. 2007 on Limited Liability Companies (“PT”) and the approval of the Company’s abbreviated name as PT Bukit Asam (Persero) Tbk. eksplorasi. as amended by Notarial Deeds No. most recently regarding the harmonisation of the entire Company’s Articles of Association with Law No. meliputi kegiatan penyelidikan umum. 1. exploration. C2-7553-HT. 550.

susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut: Komisaris Utama Komisaris Komisaris Independen Direktur Utama Direktur Keuangan Direktur Operasi/Produksi Direktur Pengembangan Usaha Direktur Niaga Direktur Umum dan SDM Supriyadi Umiyatun Hayati Triastuti Thamrin Sihite Suranto Soemarsono Abdul Latief Baky Sukrisno Dono Boestami Milawarma Heri Supriyanto Tiendas Mangeka Mahbub Iskandar NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.000 new shares with par value of Rp 500 (full amount) per share and an offering price of Rp 575 (full amount) per share. the number of shares offered to the public was 346. unless otherwise stated) 1. UMUM (lanjutan) a.000 Series I warrants to the shareholders (except the Republic of Indonesia) listed on the shareholders’ register on 23 June 2003 with an allocation of one warrant for every two shares owned.000 shares which consisted of 315.250. seluruh waran telah dikonversi. In relation with the initial public offering. Perusahaan menerbitkan 173. Berdasarkan Prospektus yang diterbitkan oleh Perusahaan tanggal 11 Desember 2002.250. the composition of the Company’s Boards of Commissioners and Directors was as follows: President Commissioner Commissioners Independent Commissioners President Director Finance Director Operation/Production Director Business Development Director Commerce Director General Affairs and HR Director The composition of the Company’s Audit Committee as at 31 December 2010 and 2009 was as follows: Chairman Members Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut: Ketua Anggota Suranto Soemarsono Azhar Zainuri Ridho Kresna Wattimena . Pada tanggal 31 Desember 2005. the Company issued 173. the registration became effective on 3 December 2002.000 saham yang terdiri dari 315. Harga pelaksanaan waran adalah Rp 675 (nilai penuh) yang mulai berlaku sejak tanggal 30 Juni 2003 sampai dengan 22 Desember 2005. Dalam rangka penawaran saham perdana ini.000 waran Seri I yang diberikan kepada pemegang saham (kecuali kepada Negara Republik Indonesia) yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 23 Juni 2003 dengan alokasi 1 lembar waran untuk setiap 2 lembar saham yang dimiliki. jumlah saham yang ditawarkan adalah sejumlah 346. kecuali dinyatakan lain) 1.000.500. pernyataan pendaftaran tersebut dinyatakan efektif sejak 3 Desember 2002.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp 500 (nilai penuh) per saham dan harga penawaran Rp 575 (nilai penuh) per saham. As at 31 December 2005. the Company initiated an initial public offering. Based on a letter from the Chief of Capital Market and Financial Institution Supervisory Board (“BAPEPAM-LK). Based on the Prospectus issued by the Company on 11 December 2002. Seluruh saham Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 23 Desember 2002. All of the Company’s shares were listed on the Indonesian Stock Exchange on 23 December 2002. As at 31 December 2010 and 2009.500. Pendirian dan Informasi Lainnya (lanjutan) Pada tanggal 31 Oktober 2002. Berdasarkan surat dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (“BAPEPAMLK”).000 saham divestasi milik negara Republik Indonesia dan 31.500.000 divestment shares owned previously by the Government of Indonesia and 31. these warrants were fully exercised.500. Establishment and Other Information (continued) On 31 October 2002. The exercise price of the warrant was Rp 675 (full amount) exercisable from 30 June 2003 until 22 December 2005. GENERAL (continued) a.292 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/2 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Perusahaan mengajukan pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum saham perdana. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.

99 51 151. yang kemudian diubah dengan Akta No. The deed of establishment and its amendment were approved by the Minister of Justice in his decision letter No. UMUM (lanjutan) a. 4303 tanggal 23 September 1997. ** See Note 3 regarding the acquisition of IPC.736 2009 118.01.TH. S. perdagangan.607 181.99 51 99. based on Notarial Deed No.172) – tidak diaudit.99 500 500 Tanjung Enim.732 179.HT. Sumatera Selatan/ South Sumatera Belum beroperasi/ Not operating 65 65 2.406 * Operasi penambangan dihentikan sementara.113 permanent employees (2009: 3.360 Belum beroperasi/ Not operating 99.H.01. 135 tanggal 28 Januari 1997 oleh notaris yang sama.H.. which was amended on 28 January 1997 based on Notarial Deed No.99 500 500 Jakarta Belum beroperasi/ Not operating 99.97 dated 7 March 1997 and was published in State Gazette No.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 293 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/3 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.01.. 119 of Sutjipto. Akta pendirian beserta perubahannya tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. and industry Tempat kedudukan/ Domicile Tanjung Enim. C21592.113 orang (2009: 3. unless otherwise stated) 1.172) – unaudited.99 99. ** Lihat Catatan 3 tentang akuisisi IPC. 135. C21592.01.99 500 500 Jakarta Belum beroperasi/ Not operating 99.99 99. Perusahaan mempunyai karyawan tetap sejumlah 3. Kalimantan Timur/ East Kalimantan Jakarta 2007 2010 99. Berikut adalah rincian dari anak-anak perusahaan yang telah beroperasi: BBK BBK didirikan berdasarkan Akta Notaris Sutjipto.867 Anak perusahaan/ Subsidiaries PT Batubara Bukit Kendi (“BBK”)*/ PT Bukit Asam Prima (“BAP”) PT International Prima Coal** (“IPC”) PT Bukit Asam Metana Ombilin (“BAMO”) PT Bukit Asam Metana Enim (“BAME”) PT Bukit Asam Metana Peranap (“BAMP”) PT Bukit Asam Banko (“BAB”) Kegiatan usaha/ Business activity Penambangan batubara/ Coal mining Perdagangan batubara/ Coal trading Penambangan batubara/ Coal mining Penambangan gas metana batubara/ Coal methane gas mining Penambangan gas metana batubara/ Coal methane gas mining Penambangan gas metana batubara/ Coal methane gas mining Pertambangan. . S. 4303 dated 23 September 1997. the Company had a total of 3. Sumatera Selatan/ South Sumatera Jakarta Palaran.99 99. trading.TH. Perusahaan memiliki kepemilikan langsung pada anak-anak perusahaan berikut ini: NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.HT. dan industri batubara/ Coal mining. Details of the Group’s subsidiaries which have already commenced their operations are as follows: BBK BBK was established on 21 October 1996. kecuali dinyatakan lain) 1.406 2. Pendirian dan Informasi Lainnya (lanjutan) Pada tanggal 31 Desember 2010. GENERAL (continued) a. No.458 153.97 tanggal 7 Maret 1997 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 119 tanggal 21 Oktober 1996. * Mining operation is temporarily suspended. Establishment and Other Information (continued) As at 31 December 2010. The Company has direct ownership in the following subsidiaries: Tahun beroperasi secara komersial/ Commencement of commercial operations 1997 Persentase kepemilikan/ Percentage of ownership 2010 % 75 2009 % 75 Jumlah aset (sebelum eliminasi)/ Total assets (before elimination) 2010 36.

These licenses have been renewed following the issue of Mining Law No. including general surveying. KW97PPO146 seluas 881. The exploitation permit is valid until 26 October 2025 while the loading and trading permits are valid until 31 December 2013 as stated in agreement No. Sumatera Selatan. Semua izin ini telah diperbaharui mengikuti terbitnya Undang-Undang Pertambangan No.5% of the total assets of the Group of Rp 8.70 ha di daerah Bukit Kendi.8% dari jumlah produksi Grup sebesar 11.8% of the Group’s total production of 11. The Group expects BBK's operations to recommence in the near future.2010 with the concession area of 881. termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (“ESDM”) dan Kementerian Kehutanan. penjualan.tidak diaudit. Izin eksploitasi berlaku sampai dengan tanggal 26 Oktober 2025 dan berdasarkan perjanjian No. Grup sedang berdiskusi dengan berbagai instansi pemerintah. As at 31 December 2010. exploration. UMUM (lanjutan) a. sales.unaudited.8 juta ton dan 11.03.64% and 6. GENERAL (continued) a. as well as processing of its own coal derivative products and or coal from other parties. BBK had 39 permanent employees (2009: 112 permanent employees) including 38 employees which were seconded from PTBA (2009: 100 employees) .SS.70 ha di daerah Bukit Kendi. and does not expect the suspension of BBK's operations to significantly affect the Group’s operations or financial position.8 million and 11. Izin untuk melakukan kegiatan konstruksi. pengolahan. to resolve this issue. Kepolisian Republik Indonesia menghentikan operasi BBK karena ijin pinjam pakai kawasan hutan yang menjadi wilayah pertambangan BBK belum dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. BBK commenced its commercial phase on 1 May 1997. BBK’s total assets in 2010 and 2009 were Rp 36 billion and Rp 118 billion or 0.03. penjualan dan pemuatan yang tercakup dalam Kuasa Pertambangan (“KP”) Eksploitasi No.079 billion respectively.4/2009 (“UU No. eksploitasi. The Group is in discussions with the authorities. including the Ministry of Energy and Mineral Resources (“ESDM”) and the Ministry of Forestry. production.4/2009”) dengan memperoleh izin eksploitasi.4/2009 (“UU No. The construction. dan mengusahakan pengolahan produk derivatif dari batubara produksi sendiri atau batubara dari pihak lain.2010 seluas 881. eksplorasi.SS.139/K/PT. In February 2010. untuk menyelesaikan masalah ini. penjualan.42% and 1. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. Pendirian dan Informasi Lainnya (lanjutan) BBK (lanjutan) Ruang lingkup kegiatan BBK terutama mengusahakan pertambangan batubara yang meliputi penyelidikan umum.139/K/PT.64% dan 6. Grup mengharapkan operasi BBK akan berjalan kembali dalam waktu dekat dan mengharapkan pemberhentian ini tidak akan mempengaruhi operasi Grup secara signifikan.70 ha in Bukit Kendi.BBKPTBA/2009. BBK obtained exploitation. trading and loading permits as covered in Mining Permit (“KP”) No. Pada bulan Pebruari 2010. KW. exploitation. BBK beroperasi secara komersial sejak tanggal 1 Mei 1997. South Sumatera. Pada tanggal 31 Desember 2010. BBK memperoleh izin eksploitasi. BBK’s total production in 2010 and 2009 was 76 thousand and 783 thousand tonnes or 0.723 miliar dan Rp 8. BBK mempunyai 39 karyawan tetap (2009: 112 karyawan tetap) termasuk 38 orang yang diperbantukan dari PTBA (2009: 100 orang) . pengangkutan. dan pemasaran batubara.5 million tonnes respectively.294 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/4 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.5 juta ton. Establishment and Other Information (continued) BBK (continued) The scope of activities of BBK comprises coal mining activities. kecuali dinyatakan lain) 1.70 ha in Bukit Kendi. Kantor pusat BBK berlokasi di Tanjung Enim. produksi. the National Police of the Republic of Indonesia suspended BBK’s operation because the lend-use permit for forestry areas under which BBK conducts its mining activities has not been issued by the authorities. .42% dan 1. unless otherwise stated) 1. processing and refinery permit are valid until 25 October 2025. Jumlah produksi BBK di tahun 2010 dan 2009 masing-masing adalah sebesar 76 ribu ton dan 783 ribu ton atau 0. KW.4/2009”) by obtaining exploitation.723 billion and Rp 8. pengangkutan. transportation. pemuatan yang tercakup dalam Izin Usaha Pertambangan (“IUP”) Operasi Produksi No.5% dari jumlah aset Grup sebesar Rp 8. Jumlah aset BBK di tahun 2010 dan 2009 adalah Rp 36 miliar dan Rp 118 miliar atau 0. trading and loading permits as covered in operation and production Mining Business License (“IUP”) No. BBK’s head office is located in Tanjung Enim. processing.BBK-PTBA/2009 izin pemuatan dan penjualan batubara berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2013.079 miliar. serta pengolahan dan pemurnian batubara berlaku sampai dengan tanggal 25 Oktober 2025. transportation and trading. KW97PPO146 with a concession area of 881.

60 pada tanggal 28 Pebruari 2007 oleh Esther Mercia Sulaiman.01. Kantor pusat BAP berada di Menara Karya Lantai 19.8 billion (this has been fully provided for as at 31 December 2010) as well as BBK’s fixed assets which consist of four pieces of heavy equipment that have been fully depreciated as at 31 December 2010. 4835 of State Gazette dated 18 May 2007.tidak diaudit. transportation.AH. UMUM (lanjutan) a.2007 dated 9 April 2007 and was published in Supplement No.. PN Muara Enim juga menyita persediaan milik BBK senilai Rp 14.. GENERAL (continued) a. Sampai dengan laporan keuangan konsolidasian ini dikeluarkan. . BAP had nine permanent employees which were seconded from PTBA (2009: nine permanent employees) and 19 contract employees (2009: 18 contract employees) unaudited. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. Jalan H. W703548HT.15 of Refizal S. 15 tanggal 21 Oktober 2008 oleh Refizal S. W7-03548HT.AH.Tahun 2009 tanggal 4 Mei 2009. Ruang lingkup kegiatan BAP terutama dalam bidang pembelian.01-TH. S.H. kecuali dinyatakan lain) 1. Sehubungan dengan kasus tersebut.H.01. 19 floor. the management was still appealing the decision made by PN of Muara Enim. Its head office th is located at Menara Karya.01. Akta tersebut disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. The deed of establishment was approved by the Minister of Law and Human Rights in his decision letter No. The Deed was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in Decree No. Jalan H. Pendirian dan Informasi Lainnya (lanjutan) BBK (lanjutan) Sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian ini dikeluarkan. notary from Jakarta. BAP BAP was established on 28 February 2007. Anggaran Dasar BAP telah mengalami beberapa kali perubahan dengan perubahan terakhir berdasarkan Akta Notaris No.H.Tahun 2009 dated 4 May 2009.H.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 295 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/5 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. notary from Jakarta dated 21 October 2008 concerning changes in the authorised number of shares and fully paid capital. Tambahan No. notaris di Jakarta. BAP BAP didirikan berdasarkan Akta Notaris No. unless otherwise stated) 1. penanganan. Pada 31 Desember 2010. Rasuna Said Blok X-5 Kav 1 dan 2 Jakarta. BAP memiliki 9 karyawan tetap yang merupakan karyawan PTBA yang diperbantukan (2009: 9 karyawan tetap) serta karyawan kontrak sebanyak 19 orang (2009: 18 karyawan kontrak) . PN of Muara Enim also confiscated BBK’s coal inventory with a book value totalling Rp 14. S. pengangkutan. AHU-0022886. based on the Notarial Deed No. The scope of activities of BAP comprises coal purchase. Establishment and Other Information (continued) BBK (continued) As at the reporting date. As at 31 December 2010.01-TH. State Court (“PN”) of Muara Enim has found the President Director of BBK guilty. notaris di Jakarta antara lain mengenai perubahan modal dasar dan modal disetor. As at the date of these consolidated financial statements. 40 tahun 2007.01. In relation to the legal case commenced by the Police as noted above.40. Akta Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. 60 of Esther Mercia Sulaiman.09. Rasuna Said Block X-5 Kav 1 and 2 Jakarta. Pengadilan Negeri (“PN”) Muara Enim telah menjatuhkan keputusan bersalah kepada Direktur Utama BBK. BBK masih berusaha untuk mendapatkan izin pinjam pakai kawasan hutan. 4835 tanggal 18 Mei 2007.R. BBK masih mengajukan banding atas putusan tersebut. No.09. handling and trading as well as other related coal trading activities.8 miliar (telah diprovisikan penuh pada tanggal 31 Desember 2010) dan aset tetap berupa empat alat berat yang telah disusutkan penuh pada tanggal 31 Desember 2010. dan pemasaran batubara serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berhubungan dengan perdagangan batubara. AHU-0022886.R. The Articles of Association have been amended several times with the latest amendment based on Notarial Deed No. BBK’s management was still trying to obtain the lend-use mining permit from the Ministry of Forestry.2007 tanggal 9 April 2007 serta diumumkan dalam Berita Negara No.

This IUP is valid until 22 November 2016. Pendirian dan Informasi Lainnya (lanjutan) IPC IPC didirikan berdasarkan Akta Notaris No. roles and responsibilities of the Board of Directors and Commissioners and the annual general meeting of shareholders. IPC’s head office is located in Menara Rajawali 24th Floor. kecuali dinyatakan lain) 1. IPC mempunyai 41 karyawan tetap (2009: 46 karyawan tetap) termasuk 27 orang yang diperbantukan dari PTBA (2009: 28 orang ) – tidak diaudit. among other things.01.25 Tambahan No. mengenai antara lain tata cara pemindahan hak atas saham. 2005 dated 12 December 2005 and was published in Supplement No.TH. Establishment and Other Information (continued) IPC IPC was established on 8 September 2005. 01.01.. C-32779.01Bb016.1.H. IPC commenced its commercial phase on 1 January 2010. IUP ini berlaku sampai dengan tanggal 22 Nopember 2016. in relation to. IPC had 41 permanent employees (2009: 46 permanent employees) including 27 employees which were seconded from PTBA (2009: 28 employees) – unaudited. dated 15 September 2008.1.01. terakhir dengan Akta No. transportation. Jakarta 12950.01. produksi. Kantor pusat IPC berlokasi di Menara Rajawali Lantai 24. and sale. C-32779.. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.AH. unless otherwise stated) 1. IPC obtained construction.H. AHU70572. S.01. production. AHU70572. 25 dated 28 March 2006. tugas dan wewenang Direksi dan Dewan Komisaris dan Rapat Umum Pemegang Saham. The latest amendment was approved by the Minister of Law and Human Rights in his decision letter No.H. Kawasan Mega Kuningan. S. Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.AH. .238 ha in Palaran. 7 of Lia Cittawan Nanda Gunawan.2008 tanggal 6 Oktober 2008.2005 tanggal 12 Desember 2005 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. as well as processing and refinery permits as covered in IUP No. Pada tanggal 31 Desember 2010. the procedures for transfer of share ownership. Kawasan Mega Kuningan.02.2008 dated 6 October 2008.01Bb016. 8 of Fatma Agung Budiwijaya. TH. pengangkutan.10 with a concession area of 3.TH. dan penjualan serta pengolahan dan pemurnian yang tercangkup dalam Izin Usaha Pertambangan (“IUP”) Operasi Produksi No. TH. Jalan Mega Kuningan Lot#5. Jakarta 12950. The deed of establishment was approved by the Minister of Law and Human Rights in his decision letter No. The Articles of Association have been amended several times. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. OP.10 seluas 3.HT. Anggaran Dasar IPC telah mengalami beberapa kali perubahan. 3199 tanggal 28 Maret 2006.296 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/6 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. IPC beroperasi secara komersial sejak tanggal 1 Januari 2010. 7 tanggal 8 September 2005 dari Notaris Lia Cittawan Nanda Gunawan.238 ha di daerah Palaran. As at 31 December 2010. S. IPC memperoleh izin untuk melakukan kegiatan konstruksi. most recently by Notarial Deed No.02. 8 tanggal 15 September 2008 dari Notaris Fatma Agung Budiwijaya. UMUM (lanjutan) a. Jalan Mega Kuningan Lot#5. 3199 of State Gazette No.HT. OP. based on Notarial Deed No.H. S. GENERAL (continued) a.

ET.5 5.9 Perusahaan – KW. Exploration and exploitation/development areas The Group has the following areas currently in exploration and exploitation/development: Grup saat ini memiliki wilayah eksplorasi dan eksploitasi/pengembangan sebagai berikut: Area eksploitasi/pengembangan/Exploitation/Development areas Nama lokasi/ Name of location Nama pemilik izin lokasi/ Name of mine permit owner Tanggal perolehan izin / Acquisition date of mining permit Tanggal jatuh tempo/ Expiration date Persentase kepemilikan/ Percentage of ownership Jumlah cadangan terbukti (P1)/ Total proven reserves (P1) (Juta ton/million tonne) – tidak diaudit/ unaudited 120.8 9.201 0 30 April/April 2010 25 Oktober/ October 2025 75% 10.1 BBK – KW. kecuali dinyatakan lain) 1. Tanjung Enim – Sumatera Selatan/South Sumatera IUP Operasi Produksi/ Production Operation – Bukit Kendi. Wilayah eksplorasi pengembangan dan eksploitasi/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.03. Tanjung Enim – Sumatera Selatan/South Sumatera IUP Operasi Produksi/ Production Operation – Banko Barat.6 159.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 297 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/7 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.3 Sisa cadangan terbukti/ Remaining proven reserves (Juta ton/million tonne) – tidak diaudit/ unaudited 108.5 367.6 - 887.8 Perusahaan – KW ME.201 0 30 April/April 2010 31 Desember/ December 2020 30 Agustus/ August 2019 100% Jumlah akumulasi produksi/ Total accumulated production (Juta ton/million tonne) – tidak diaudit/ unaudited 11.01.1 22 April/April 2010 19 Juli/ July 2010 100% 51% 367.01. Tanjung Enim Sumatera Selatan/South Sumatera IUP Operasi Produksi/ Production Operation – MTBU/MTBS.2 Perusahaan – KW.02.002 A&B 13 April/April 2010 7 September/ September 2035 100% 887.011 13 April/April 2010 22 Oktober/ October 2025 100% 187.4 182. GENERAL (continued) b.SS.6 Perusahaan – DU 143/SUMBAR Perusahaan – KW 96PP0289 Riau IPC – OP. Tanjung Enim – Sumatera Selatan/South Sumatera IUP Operasi Produksi/ Production Operation – Banko Tengah.2 IUP Operasi Produksi/ Production Operation Airlaya.8 5. UMUM (lanjutan) b.6 0.01.201 0 30 April/April 2010 100% 164.SS. Suban Jeriji. Samarinda – Kalimantan Timur/East Kalimantan Perusahaan – KW.1 0 27 April/April 2010 16 Pebruari/ February 2019 9 Juni/June 2035 22 Nopember/ November 2016 100% 23.ET. unless otherwise stated) 1.1 - 23.77 0. Tanjung Enim – Sumatera Selatan/South Sumatera IUP Operasi Produksi/ Production Operation – Sawah Lunto – Sumatera Barat/West Sumatera IUP Operasi Produksi/ Production Operation Peranap – Riau IUP Operasi Produksi/ Production Operation Palaran.1 8.01Bb016.SS.27 .1 8.

unless otherwise stated) 1. cash in banks and short-term investments with a maturity of three months or less. Jumlah cadangan terbukti adalah berdasarkan hasil survey oleh International Mining Consultant (“IMC”). investing and financing activities. investasi dan pendanaan. kecuali aset dan kewajiban keuangan. These policies have been consistently applied to all the years presented. which are currently the subject of dispute with the Local Government (see Note 28). Berikut ini adalah kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup. geologis independen. in December 2008 after being reduced by the coal production of 2010. VIII. yang sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. bank dan investasi jangka pendek yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang.46 million tonnes) based on internal survey.298 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/8 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.7 mengenai Pedoman Penyajian Laporan Keuangan dan Surat Edaran BAPEPAM-LK No.G. SE-02/BL/2008 tertanggal 31 Januari 2008 mengenai Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik Industri Pertambangan Umum. cash and cash equivalents includes cash on hand.7 for the Guidance on Financial Statement Presentation and Circular Letter of BAPEPAM-LK No. Exploration and exploitation/development areas (continued) The proven reserves are based on survey results by International Mining Consultant (“IMC”).77 million tonnes (2009: 10. The consolidated statements of cash flows have been prepared based on the direct method by classifying cash flows on the basis of operating. kas dan setara kas mencakup kas. . The consolidated financial statements have also been prepared in conformity with regulation of the BAPEPAM-LK No. an independent geologist. Laporan keuangan konsolidasian ini disusun dengan dasar harga perolehan. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING Laporan keuangan konsolidasian Grup telah disusun dan diselesaikan oleh Dewan Direksi pada tanggal 28 Pebruari 2011. SE-02/BL/2008 dated 31 January 2008 for Preparation and Disclosure Guidance for Financial Statements of an Issuer or Public Company in the General Mining Industry. as modified by financial assets and liabilities. net of overdrafts. Not included in the above reserves information are the mineable reserves from Mining Rights (“KP”) located in Lahat Regency. Laporan arus kas konsolidasian disusun menggunakan metode langsung dan arus kas dikelompokkan atas dasar aktivitas operasi. pada bulan Desember 2008 setelah dikurangi dengan jumlah produksi selama 2010. kecuali dinyatakan lain) 1. Cadangan tertambang IPC berdasarkan survei internal mengalami revisi di tahun 2010 menjadi 8. IPC’s mineable reserves have been revised in 2010 to 8. unless otherwise stated. Tidak termasuk dalam informasi cadangan diatas. GENERAL (continued) b. For the purpose of the consolidated statement of cash flows. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES The Group’s consolidated financial statements were prepared and finalised by the Board of Directors on 28 February 2011. Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian.77 juta ton (2009: 10. which are in conformity with accounting principles generally accepted in Indonesia. a. a. Basis of preparation of the consolidated financial statements The consolidated financial statements of the Group have been prepared in accordance with accounting principles generally accepted in Indonesia. setelah dikurangi cerukan. UMUM (lanjutan) b.G. Kebijakan akuntansi telah diterapkan secara konsisten sepanjang tahun yang disajikan. cadangan tertambang pada Kuasa Pertambangan (“KP”) yang berlokasi di Kabupaten Lahat yang sedang bersengketa dengan Pemerintah Daerah setempat (lihat Catatan 28). The consolidated financial statements have been prepared under the historical cost convention. Laporan keuangan konsolidasian ini juga disusun berdasarkan peraturan yang ditetapkan oleh BAPEPAM-LK No. Dasar penyusunan konsolidasian laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian Grup telah disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. VIII. 2.46 juta ton). Wilayah eksplorasi pengembangan (lanjutan) dan eksploitasi/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. 2. Presented below are the significant accounting policies adopted in preparing the consolidated financial statements of the Group. kecuali dinyatakan lain.

Kebijakan akuntansi yang dipakai dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan secara konsisten oleh anak perusahaan. Dasar penyusunan konsolidasian (lanjutan) laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia yang mewajibkan penggunaan beberapa estimasi dan asumsi akuntansi kritikal yang mempengaruhi: jumlah pelaporan aset dan kewajiban serta pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal pelaporan laporan keuangan konsolidasian. Prinsip-prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan anak perusahaan di mana Perusahaan mempunyai penyertaan saham dengan hak suara lebih dari 50%. Pengaruh dari seluruh transaksi dan saldo yang material antara Perusahaan dan anak perusahaan telah dieliminasi dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian. unless otherwise stated. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) a. and the reported amounts of revenues and expenses during the reporting period. b. Basis of preparation of the consolidated financial statements (continued) The preparation of consolidated financial statements in conformity with accounting principles generally accepted in Indonesia requires the use of certain accounting estimates and assumptions that affects: the reported amounts of assets and liabilities and disclosure of contingent assets and liabilities at the date of the consolidated financial statements. Principles of consolidation The consolidated financial statements include the accounts of the Company and its subsidiaries in which the Company directly or indirectly has ownership of more than 50% of the voting rights. Bagian pemegang saham minoritas atas laba/(rugi) bersih sebelum akuisisi dicatat sebagai laba/(rugi) sebelum akuisisi dalam laporan laba-rugi konsolidasian. The accounting policies adopted in preparing the consolidated financial statements have been consistently applied by the subsidiaries. b. kecuali dinyatakan lain) 2. actual results may differ from those estimates. The proportionate share of minority shareholders in net income/(loss) prior to acquisition is recorded as pre-acquisition income/(loss) in the consolidated statement of income. A minority interest is not recognised in respect of subsidiaries with a deficit in equity unless the minority shareholder has a contractual obligation to contribute to fund the deficit. kecuali pemegang saham minoritas tersebut memiliki kewajiban kontraktual untuk ikut membiayai defisit tersebut. Bagian pemegang saham minoritas atas ekuitas anak perusahaan disajikan sebagai “Hak Minoritas” pada neraca konsolidasian. dan jumlah penjualan dan beban yang dilaporkan selama periode pelaporan. Hak minoritas dalam suatu anak perusahaan dengan defisit ekuitas tidak akan diakui. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) a. The proportionate share of the minority shareholders of the subsidiaries is presented as “Minority Interest” in the consolidated balance sheet. Prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia juga mewajibkan manajemen untuk menggunakan pertimbangannya dalam proses implementasi kebijakan akuntansi Grup. Although these estimates are based on management’s best knowledge of current events and activities. or equal to or less than 50% but where the Company has the ability to control the entity. The effects of all material transactions and balances between the Company and subsidiaries have been eliminated in preparing the consolidated financial statements. Walaupun estimasi ini berdasarkan pemahaman manajemen terhadap situasi dan kegiatan. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. dan dapat dibuktikan adanya pengendalian. hasil aktual dapat berbeda dari apa yang telah diestimasikan. Anak perusahaan dikonsolidasi sejak tanggal pengendalian telah beralih secara efektif kepada perusahaan dan tidak dikonsolidasi lagi sejak tanggal pelepasan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 299 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/9 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Accounting principles generally accepted in Indonesia also require management to exercise its judgement in the process of applying the Group’s accounting policies. kecuali bila dinyatakan lain. Subsidiaries are consolidated from the date on which effective control is transferred to the Company and are no longer consolidated from the disposal. unless otherwise stated) 2. serta apabila Perusahaan memiliki 50% atau kurang dari 50% saham dengan hak suara tetapi dapat dibuktikan adanya pengendalian.and has the ability to control the entity. baik langsung maupun tidak langsung. .

Grup menyelenggarakan catatan akuntansinya dalam Rupiah. At the balance sheet date. The Group maintains its accounting records in Indonesian Rupiah. dijabarkan menjadi mata uang Rupiah menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. kecuali dinyatakan secara khusus. Receivables Receivables are amounts due from customers for coal sold in the ordinary course of business.955 9. kecuali dinyatakan lain) 2.509 Keuntungan dan kerugian dari selisih kurs yang timbul dari penjabaran aset dan kewajiban moneter dalam mata uang selain Rupiah diakui pada laporan laba-rugi konsolidasian. Jika tidak. Transaksi dalam mata uang asing Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam mata uang “Rupiah” (Rp) yang merupakan mata uang fungsional Grup dan mata uang pelaporan Grup. based on middle rates published by Bank Indonesia. aset dan kewajiban moneter dalam mata uang selain mata uang Rupiah dijabarkan menjadi mata uang Rupiah dengan kurs yang berlaku pada tanggal neraca. Exchange gains and losses arising on translation of monetary assets and liabilities in currencies other than Rupiah are recognised in the consolidated statement of income. Pada tanggal neraca. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. were as follows (full amount): Currency 1 US Dollar (USD) 1 Singapore Dollar (SGD) 1 Euro (EUR) IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) c.400 6. which is the Group’s functional currency and the Group’s reporting currency. monetary assets and liabilities in currencies other than Rupiah are translated at the exchange rate prevailing at the balance sheet date.980 11. unless otherwise stated) 2. they are presented as non-current assets. Transactions denominated in currencies other than Rupiah are converted into Rupiah at the exchange rate prevailing at the date of the transactions. Foreign currency transactions The consolidated financial statements are presented in “Rupiah” (Rp). Jika pembayaran piutang diharapkan selesai dalam satu tahun atau kurang (atau dalam siklus normal operasi dari bisnis jika lebih lama). d. Transaksi dalam mata uang selain mata uang Rupiah. piutang tersebut disajikan sebagai aset tidak lancar. As at the balance sheet date. Figures in these consolidated financial statements are rounded to and stated in million of Rupiah unless otherwise stated. Kurs yang digunakan pada tanggal neraca. they are classified as current assets. Seluruh angka dalam laporan konsolidasian ini. the exchange rates used. If not. piutang tersebut dikelompokkan sebagai aset lancar.300 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/10 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. If collection is expected in one year or less (or in the normal operating cycle of the business if longer). Piutang Piutang adalah jumlah tagihan dari pelanggan untuk batubara yang dapat dijual yang diberikan dalam transaksi bisnis pada umumnya.698 13. d. berdasarkan kurs tengah yang diterbitkan Bank Indonesia adalah sebagai berikut (dalam nilai penuh): Mata Uang 1 Dolar Amerika Serikat (USD) 1 Dolar Singapura (SGD) 1 Euro (EUR) (nilai penuh)/(full amount) 2010 2009 8.991 6. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) c. . dibulatkan menjadi jutaan Rupiah terdekat.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 301

PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/11 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) d. Receivables (continued) Receivables are recognised initially at fair value and subsequently measured at amortised cost using the effective interest method, less provision for impairment. A provision for impairment of receivables is established when there is objective evidence that the Group will not be able to collect all amounts due according to the original terms of the receivables. Significant financial difficulties, of the debtors, the probability that the debtor will enter bankruptcy or financial reorganisation, and default or deliquency in payments are considered indicators that the receivables is impaired. The amount of the provision is the difference between the asset’s carrying amount and the present value of estimated future cash flows, discounted at the original effective interest rate. The carrying amount of the asset is reduced through the use of an allowance account, and the amount of the loss is recognised in the income statement. When a receivable is uncollectible, it is written off against the allowance account for receivables. Subsequent recoveries of amount previously written off are credited against the income statement. e. Inventories Coal inventories are valued at the lower of cost or net realisable value. Cost is determined on a weighted average cost incurred during the year and comprises materials, labour and depreciation and overheads related to mining activities. Net realisable value is the estimated sales amount in the ordinary course of business less the costs of completion and selling expenses.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) d. Piutang (lanjutan) Piutang pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan kemudian diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi dengan provisi untuk penurunan nilai. Penyisihan untuk penurunan nilai dari piutang dibuat ketika terdapat bukti objektif bahwa Grup tidak dapat menagih keseluruhan nilai yang terdapat pada ketentuan awal dari piutang tersebut. Kesulitan keuangan yang signifikan pada debitur, kemungkinan bahwa debitur mengalami kebangkrutan atau restrukturisasi keuangan dan wanprestasi atau tunggakan terhadap pembayaran dipertimbangkan sebagai indikator bahwa piutang mengalami penurunan nilai. Nilai dari penyisihan adalah selisih antara nilai tercatat piutang dengan nilai kini dari perkiraan arus kas di masa datang, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga efektif awal. Nilai tercatat dari aset dikurangi pos cadangan, dan jumlah kerugian diakui pada laporan laba-rugi. Ketika piutang tidak dapat tertagih, piutang dihapus terhadap pos cadangan untuk piutang. Pemulihan jumlah tertagih yang sebelumnya dihapus dikreditkan terhadap laporan laba-rugi. e. Persediaan Persediaan batubara diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dengan nilai realisasi bersih. Harga perolehan ditentukan berdasarkan metode rata-rata tertimbang atas biaya yang terjadi selama tahun berjalan dan terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja, serta alokasi biaya overhead yang berkaitan dengan aktivitas penambangan. Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi taksiran biaya penyelesaian dan biaya penjualan. Persediaan perlengkapan, bahan bakar, minyak pelumas dan suku cadang diakui pada harga perolehan, ditentukan dengan metode rata-rata, setelah dikurangi penyisihan untuk persediaan usang. Penyisihan untuk persediaan usang dan bergerak lambat ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau penjualan masing-masing jenis persediaan pada masa mendatang. f. Aset keuangan dan kewajiban keuangan Pada tanggal 1 Januari 2010, Grup telah menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) No. 50 (Revisi 2006) “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” berlaku untuk laporan keuangan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2010.

Materials, fuel, lubricants and spare-parts are valued at cost, determined on an average basis, less provision for obsolete inventory.

A provision for obsolete and slow moving inventory is determined on the basis of estimated future usage or sale of individual inventory items. f. Financial assets and liabilities On 1 January 2010, the Group has adopted the Statement of Financial Accounting Standards (“SFAS”) No. 50 (Revised 2006) "Financial Instruments: Presentation and Disclosures" and SFAS No. 55 (Revised 2006) "Financial Instruments: Recognition and Measurement” are applicable for financial statements covering periods beginning on or after 1 January 2010.

302

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/12 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Financial assets and liabilities (continued) 1. Financial assets The Group classifies its financial assets into the categories of (i) financial assets at fair value through profit or loss, (ii) loans and receivables, (iii) held-to-maturity financial assets and (iv) available-for-sale financial assets. The classification depends on the purpose for which the financial assets were acquired. Management determines the classification of its financial assets at initial recognition. Financial assets are derecognised when the rights to receive cash flows from the investments have expired or have been transferred and the Company has transferred substantially all risks and rewards of ownership. (i) Financial assets at fair value through profit or loss Financial assets at fair value through profit or loss are financial assets classified as held for trading. A financial asset is classified as held for trading if it is acquired principally for the purpose of selling or repurchasing it in the near term and for which there is evidence of a recent actual pattern of short-term profit taking.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) f. Aset keuangan dan kewajiban keuangan (lanjutan) 1. Aset keuangan Grup mengklasifikasikan aset keuangan dalam kategori sebagai berikut (i) aset keuangan yang nilai wajarnya diakui melalui laporan laba-rugi, (ii) pinjaman dan piutang, (iii) aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo, dan (iv) aset keuangan yang tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung pada tujuan saat aset keuangan tersebut diperoleh. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat pengakuan awal. Aset keuangan tidak diakui apabila hak untuk menerima arus kas dari suatu investasi telah berakhir atau telah ditransfer dan Perusahaan telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut. (i) Aset keuangan yang nilai wajarnya diakui melalui laporan laba-rugi Aset keuangan yang nilai wajarnya diakui di laporan laba atau rugi adalah aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai aset untuk diperdagangkan. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset untuk diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan penjualan atau pembelian kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti yang menunjukkan latar belakang untuk mengambil keuntungan jangka pendek. (ii) Pinjaman dan piutang Pinjaman dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan yang tidak terpengaruh oleh pasar aktif. Mereka dimasukkan di dalam aset lancar, kecuali untuk yang jatuh temponya lebih besar dari 12 bulan setelah akhir periode pelaporan. Aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar. Pinjaman dan piutang awalnya diakui sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

(ii) Loans and receivables Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market. They are included in current assets, except for maturities greater than 12 months after the end of reporting period. These are classified as non-current assets. Loans and receivables are initially recognised at fair value including directly attributable transaction costs and subsequently measured at amortised cost using the effective interest rate method.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 303

PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/13 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Financial assets and liabilities (continued) 1. Financial assets (continued) (iii) Held-to-maturity financial assets Held-to-maturity financial assets are nonderivative financial assets with fixed or determinable payments and fixed maturities that the Group’s management has the positive intention and ability to hold to maturity, other than: a) those that the Group upon initial recognition designates as at fair value through profit or loss; b) those that the Group designates as available for sale; and c) those that meet the definition of loans and receivables. These financial assets are initially recognised at fair value including directly attributable transaction costs and subsequently measured at amortised cost, using the effective interest rate method. They are included in non-current assets unless the investment matures or management intends to dispose of it within 12 months of the end of the reporting period. (iv) Available-for-sale financial assets Available-for-sale financial assets are nonderivative financial assets that are intended to be held for an indefinite period of time, which may be sold in response to needs for liquidity or changes in interest rates, exchange rates or that are not classified as loans and receivables, heldto-maturity investments or financial assets at fair value through profit or loss. They are included in non-current assets, unless the investment matures or management intends to dispose of it within 12 months of the end of the reporting period.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) f. Aset keuangan dan kewajiban keuangan (lanjutan) 1. Aset keuangan (lanjutan) (iii) Aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo Aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran dan jatuh tempo yang tetap serta telah ditentukan dimana manajemen Grup memiliki maksud positif dan kemampuan untuk memiliki hingga jatuh tempo, selain: a) aset keuangan Grup yang nilai wajarnya diakui melalui laporan labarugi; b) aset keuangan Grup yang tersedia untuk dijual; dan c) aset keuangan yang memenuhi definisi sebagai pinjaman dan piutang. Aset keuangan ini pada awalnya diakui sebesar nilai wajar termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan kemudian diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menerapkan metode suku bunga efektif. Mereka dimasukkan di dalam aset tidak lancar kecuali investasinya jatuh tempo atau manajemen bermaksud untuk melepasnya dalam waktu 12 bulan dari akhir periode pelaporan. (iv) Aset keuangan yang tersedia untuk dijual Aset keuangan yang tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non-derivatif yang dimaksudkan untuk dimiliki hingga jangka waktu yang tak terbatas, yang dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan likuiditas atau perubahan suku bunga, nilai tukar, atau yang tidak diklasifikasikan sebagai pinjaman dan piutang, aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo atau aset keuangan yang nilai wajarnya diakui melalui laporan laba-rugi. Mereka dimasukkan didalam aset tidak lancar, kecuali investasinya jatuh tempo atau manajemen bermaksud untuk melepasnya dalam waktu 12 bulan dari akhir periode pelaporan.

304

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/14 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Financial assets and liabilities (continued) 1. Financial assets (continued) (iv) Available-for-sale (continued) financial assets

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) f. Aset keuangan dan kewajiban keuangan (lanjutan) 1. Aset keuangan (lanjutan) (iv) Aset keuangan yang tersedia untuk dijual (lanjutan) Aset keuangan yang tersedia untuk dijual pada awalnya diakui sebesar nilai wajar, ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung, dan kemudian diukur dengan nilai wajar keuntungan dan kerugian yang diakui pada laporan perubahan ekuitas, kecuali untuk kerugian akibat penurunan nilai dan keuntungan dan kerugian selisih kurs, sampai aset keuangan tersebut tidak lagi diakui. Jika suatu aset keuangan yang tersedia untuk dijual mengalami penurunan nilai, maka akumulasi keuntungan atau kerugian yang sebelumnya telah diakui dalam laporan perubahan ekuitas, akan diakui dalam laporan laba-rugi. Namun, bunga dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dan keuntungan atau kerugian mata uang asing atas aset moneter yang diklasifikasikan sebagai aset tersedia untuk dijual diakui dalam laporan laba-rugi. 2. Kewajiban keuangan Grup mengklasifikasikan kewajiban keuangan dalam kategori (i) kewajiban keuangan yang nilai wajarnya diakui melalui laporan laba-rugi dan (ii) kewajiban keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Klasifikasi ini tergantung pada tujuan saat kewajiban keuangan tersebut diperoleh. Manajemen menentukan klasifikasi kewajiban keuangan tersebut pada saat pengakuan awal. Kewajiban keuangan tidak diakui ketika kewajiban tersebut berakhir yaitu ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluarsa. (i) Kewajiban keuangan yang nilai wajarnya diakui melalui laporan laba-rugi Kewajiban keuangan yang nilai wajarnya diakui melalui laporan laba-rugi adalah kewajiban keuangan yang diklasifikasikan sebagai kewajiban yang diperdagangkan. Sebuah kewajiban keuangan diklasifikasikan sebagai kewajiban yang diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan penjualan atau pembelian kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti yang menunjukkan latar belakang untuk mengambil keuntungan jangka pendek.

Available-for-sale financial assets are initially recognised at fair value, including directly attributable transaction costs, and measured subsequently at fair value with gains and losses being recognised in the statement of changes in equity, except for impairment losses and foreign exchange gains and losses, until the financial assets are derecognised. If an available-for-sale financial asset is determined to be impaired, the cumulative gain or loss previously recognised in the statement of changes in equity is recognised in the statement of income. However, interest is calculated using the effective interest rate method, and foreign currency gains or losses on monetary assets classified as available-for-sale are recognised in the statement of income.

2.

Financial liabilities The Group classifies its financial liabilities into the categories of (i) financial liabilities at fair value through profit or loss and (ii) financial liabilities measured at amortised cost. The classification depends on the purpose for which the financial liabilities were acquired. Management determines the classification of its financial liabilities at initial recognition. A financial liability is derecognised when it is extinguished, that is the obligation specified in the contract is discharged or cancelled or expires. (i) Financial liabilities at fair value through profit or loss Financial liabilities at fair value through profit or loss are financial liabilities classified as held for trading. A financial liability is classified as held for trading if it is acquired principally for the purpose of selling or repurchasing it in the near term and for which there is evidence of a recent actual pattern of short term profit taking.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 305

PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/15 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Financial assets and liabilities (continued) 2. Financial liabilities (continued) (i) Financial liabilities at fair value through profit or loss (continued) Financial liabilities carried at fair value through profit or loss are initially recognised at fair value and subsequently carried at fair value, with gains and losses recognised in the statement of income. (ii) Financial liabilities measured at amortised cost Financial liabilities that are not classified as financial liabilities carried at fair value through profit or loss are initially recognised at fair value, including directly attributable transaction costs. Subsequently, the financial liabilities are carried at amortised cost using the effective interest method. They are included in current liabilities, except for maturities more than 12 months after the end of reporting period. These are classified as non-current liabilities.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) f. Aset keuangan dan kewajiban keuangan (lanjutan) 2. Kewajiban keuangan (lanjutan) (i) Kewajiban keuangan yang nilai wajarnya diakui melalui laporan laba-rugi (lanjutan) Kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba-rugi, pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan kemudian diukur pada nilai wajarnya, dimana keuntungan atau kerugiannya diakui dalam laporan laba-rugi. (ii) Kewajiban keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi Kewajiban keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba-rugi, pada awalnya diakui sebesar nilai wajar, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Setelah pengakuan awal, kewajiban keuangan tersebut diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Mereka dimasukkan di dalam kewajiban lancar kecuali untuk yang jatuh temponya lebih dari 12 bulan setelah akhir periode pelaporan. Kewajiban keuangan ini diklasifikasikan sebagai kewajiban tidak lancar. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba-rugi ketika kewajiban keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, dan melalui proses amortisasi. 3. Estimasi nilai wajar Grup menggunakan beberapa teknik penilaian yang digunakan secara umum untuk menentukan nilai wajar dari instrumen keuangan dengan tingkat kompleksitas yang rendah. Input yang digunakan dalam teknik penilaian untuk instrumen keuangan di atas adalah data pasar yang dapat diobservasi. Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Grup menggunakan metode diskonto arus kas dengan menggunakan asumsi-asumsi yang didasarkan pada kondisi pasar pada tanggal neraca yang kemudian digunakan untuk menentukan nilai wajar dari instrumen keuangan.

Gains and losses are recognised in the statement of income when the financial liabilities are derecognised or impaired, as well as through the amortisation process.

3.

Fair value estimation The Group uses widely recognised valuation models for determining fair values of nonstandardised financial instruments of lower complexity. For these financial instruments, inputs into models are generally market observable. The fair value of financial instruments that are not traded in active markets are determined by using valuation techniques. The Group uses discounted cashflow methods and makes assumptions that are based on market conditions existing at each balance sheet date which are used to determine fair value for the financial instruments.

306

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/16 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) g. biaya Impairment of financial assets (i) Assets carried at amortised cost The Group assesses at the balance sheet date whether there is objective evidence that a financial asset or group of financial assets is impaired. A financial asset or a group of financial assets is impaired and impairment losses are incurred only if there is objective evidence of impairment as a result of one or more events that occurred after the initial recognition of the asset (a “loss event”) and that loss event (or events) has an impact on the estimated future cash flows of the financial asset or group of financial assets that can be reliably estimated.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) g. Penurunan nilai dari aset keuangan (i) Aset yang dicatat perolehan diamortisasi berdasarkan

Pada setiap tanggal neraca Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti yang objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti yang objektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal. Kriteria yang Grup gunakan untuk menentukan bahwa ada bukti objektif dari suatu penurunan nilai meliputi: kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga; pihak pemberi pinjaman, dengan alasan ekonomi atau hukum sehubungan dengan kesulitan keuangan yang dialami pihak peminjam, memberikan keringanan pada pihak peminjam yang tidak mungkin diberikan jika pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut; terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya; hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan; atau data yang dapat diobservasi mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur atas estimasi arus kas masa depan dari kelompok aset keuangan sejak pengakuan awal aset dimaksud, meskipun penurunannya belum dapat diidentifikasi terhadap aset keuangan secara individual dalam kelompok aset tersebut, termasuk: memburuknya status pembayaran pihak peminjam dalam kelompok tersebut; dan kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan wanprestasi atas aset dalam kelompok tersebut.

The criteria that the Group uses to determine that there is objective evidence of an impairment loss include: significant financial difficulty of the issuer or obligor; a breach of contract, such as a default or delinquency in interest or principal payments; the lenders, for economic or legal reasons relating to the borrower’s financial difficulty, granting to the borrower a concession that the lender would not otherwise consider; it becomes probable that the borrower will enter bankruptcy or other financial reorganisation; the disappearance of an active market for that financial asset because of financial difficulties; or observable data indicating that there is a measurable decrease in the estimated future cash flows from a portfolio of financial assets since the initial recognition of those assets, although the decrease cannot yet be identified with the individual financial assets in the portfolio, including: adverse changes in the payment status of borrowers in the portfolio; and national or local economic conditions that correlate with defaults on the assets in the portfolio.

-

-

-

-

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 307

PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/17 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) g. Impairment of financial assets (continued) (i) Assets carried at amortised cost (continued) If there is an objective evidence that impairment loss has been incurred, the amount of the loss is measured as the difference between the asset’s carrying amount and the present value of estimated future cash flows (excluding future credit losses that have not been incurred) discounted at the financial asset’s original effective interest rate. The asset’s carrying amount is reduced either directly or through use of an allowance account. The amount of the loss is recognised in the statement of income. If, in a subsequent period, the amount of the impairment loss decreases and the decrease can be related objectively to an event occurring after the impairment was recognised (such as an improvement in the debtor’s credit rating), the previously recognised impairment loss shall be reversed either directly or by adjusting an allowance account. The reversal shall not result in a carrying amount of the financial asset that exceeds what the amortised cost would have been had the impairment not been recognised at the date the impairment reversed. The reversal amount shall be recognised in the statement of income. (ii) Assets classified as available for sale When a decline in the fair value of an available for sale financial asset has been recognised directly in equity and there is objective evidence that the asset is impaired, the cumulative loss that had been recognised in equity shall be reclassified from equity to profit or loss even though the financial asset has not been derecognised. The amount of the cumulative loss is measured as the difference between the acquisition cost and the current fair value, less any impairment loss on that financial asset previously recognised in the statement of income.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) g. Penurunan nilai dari aset keuangan (lanjutan) (i) Aset yang dicatat berdasarkan perolehan diamortisasi (lanjutan) biaya

Jika terdapat bukti objektif bahwa kerugian penurunan niIai telah terjadi, maka jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan (tidak termasuk kerugian kredit di masa depan yang belum terjadi) yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut. Nilai tercatat aset tersebut dikurangi, baik secara langsung maupun menggunakan pos cadangan. Jumlah kerugian yang terjadi diakui pada laporan laba-rugi. Jika, pada periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara objektif pada peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui (seperti meningkatnya peringkat kredit debitur), maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan, baik secara langsung, atau dengan menyesuaikan pos cadangan. Pemulihan tersebut tidak boleh mengakibatkan nilai tercatat aset keuangan melebihi biaya perolehan diamortisasi sebelum adanya pengakuan penurunan nilai pada tanggal pemulihan dilakukan. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba-rugi. (ii) Aset yang tersedia untuk dijual Ketika penurunan nilai wajar atas aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual telah diakui secara langsung dalam ekuitas dan terdapat bukti objektif bahwa aset tersebut mengalami penurunan nilai, maka kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui secara langsung dalam ekuitas harus dikeluarkan dari ekuitas dan diakui pada laporan laba-rugi meskipun aset keuangan tersebut belum dihentikan pengakuannya. Jumlah kerugian kumulatif yang dikeluarkan dari ekuitas dan diakui pada laporan laba-rugi merupakan selisih antara biaya perolehan dengan nilai wajar kini, dikurangi kerugian penurunan nilai aset keuangan yang sebelumnya telah diakui pada laporan laba-rugi. Kerugian penurunan nilai yang diakui pada laporan laba-rugi atas investasi instrumen ekuitas yang diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas yang tersedia untuk dijual tidak boleh dipulihkan melalui laporan labarugi.

The impairment losses recognised in the statement of income for an investment in an equity instrument classified as available for sale shall not be reversed through profit and loss.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) g. Pada tanggal neraca. nilai wajar instrumen utang yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual meningkat dan peningkatan tersebut dapat secara objektif dihubungkan dengan peristiwa yang terjadi setelah pengakuan kerugian penurunan nilai pada laporan laba-rugi. Penurunan nilai dari aset keuangan (lanjutan) (ii) Aset yang tersedia untuk dijual (lanjutan) Jika. Yang termasuk dalam hubungan istimewa antara lain. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. Investasi pada perusahaan asosiasi Investasi pada perusahaan dimana Perusahaan memiliki paling sedikit 20% tetapi tidak lebih dari 50% hak suara. its major shareholders and companies related to its major shareholders. biaya perolehan investasi bertambah atau berkurang sebesar bagian pemilikan Perusahaan atas laba atau rugi bersih perusahaan asosiasi sejak tanggal perolehan. the cost of the investments is adjusted by the Company’s share in the net income or losses of the associates since the date of acquisition and dividend distributions. At the balance sheet date. Impairment of financial assets (continued) (ii) Assets classified (continued) as available for sale IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) g. dicatat berdasarkan metode ekuitas. Transactions with related parties The Company enters into transactions with related parties as defined SFAS 7 “Related Party Disclosure”. unless otherwise stated) 2. Dengan metode ini. are accounted for under the equity method. a relationship between: Perusahaan melakukan transaksi dengan pihakpihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana didefinisikan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) 7 “Pengungkapan Pihak-pihak yang Memiliki Hubungan Istimewa”. the impairment loss is reversed through the separate income statement. Losses exceeding the carrying value of the investment are recognised if the Company has committed to provide financial support or guarantee the associates’ obligation. directors and employees. dan Perusahaan dan dewan komisaris. including marital and family relationships. pemegang saham utama dan perusahaan lain yang berhubungan dengan pemegang saham utama. the Company undertakes a review to determine whether there is any indication of impairment in investment in associates. nilai tercatat dikurangkan untuk mengakui penurunan tersebut. A related party includes among others. maka kerugian penurunan nilai tersebut harus dipulihkan melalui laporan laba-rugi. hubungan antara: (i) (ii) Perusahaan. h. in a subsequent period. the fair value of a debt instrument classified as available-for-sale increases and the increase can be objectively related to an event occurring after the impairment loss was recognised in the statement of income. and the Company and its board of commissioners. atau dimana Perusahaan memiliki pengaruh signifikan tetapi tidak mengendalikan. Investments in associated companies Investments in companies of which the Company has between 20% and 50% of the voting rights or over which the Company has significant influence but not control. dan distribusi dividen tunai. Bila terjadi penurunan permanen atas nilai investasi dalam perusahaan asosiasi. i. i. Based on this method. kecuali dinyatakan lain) 2. direksi dan karyawan. pada periode berikutnya. Transaksi dengan hubungan istimewa pihak yang mempunyai If. Perusahaan menelaah ada atau tidaknya indikasi penurunan nilai investasi pada perusahaan asosiasi. termasuk hubungan keluarga dan perkawinan. . (i) (ii) the Company. If there has been a permanent decline in the value of an invesment in an associate the carrying value is written down to recognise the decline.308 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/18 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. h. Kerugian yang melebihi nilai tercatat investasi diakui bila Perusahaan mempunyai komitmen untuk memberikan bantuan keuangan atau menjamin kewajiban perusahaan asosiasi.

j. The Company has certain obligations to restore and rehabilitate mining areas following the completion of production. dan biaya lingkungan hidup lainnya yang timbul selama tahap produksi dibebankan sebagai bagian dari biaya produksi. Penyisihan reklamasi lingkungan dan penutupan tambang Restorasi. Changes in estimated restoration and environmental costs to be incurred are accounted for on a prospective basis over the remaining mine life. so that the accrual will be adequate to meet those obligations once production from the resource is completed. rehabilitation. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) i. Transactions with related parties (continued) The nature and balances of transactions with related parties. Provision for environmental reclamation and mine closure Restoration. Such obligations are being accrued. baik yang berasal maupun yang tidak berasal dari transaksi normal dan dengan ketentuan dan syarat yang sama dengan transaksi ke pihak ketiga maupun tidak. Deferred exploration and development expenditures are amortised using the unit-of-production method from the date of commencement of commercial production of each respective area of interest. Transaksi dengan pihak yang hubungan istimewa (lanjutan) mempunyai Sifat dan saldo transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. that excess is provided for or written off in the year in which this is determined. j. rehabilitasi. k. unless otherwise stated) 2. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. and environmental expenditure to be incurred during the production phase of operations is charged as part of the cost of production. Development expenditure is capitalised and incorporates costs for developing an area of interest prior to the commencement of operations in the respective area. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) i. or where activities in the area of interest have not yet reached a stage which permits a reasonable assessment of the existence or otherwise of economically recoverable reserves and active and significant operations in or in relation to the area are continuing. Deferred exploration expenditure and development Exploration and evaluation expenditure is accumulated for each area of interest and deferred as an asset when the costs are expected to be recouped through exploitation or sale. diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian. Pengembalian beban eksplorasi dan evaluasi yang ditangguhkan sangat tergantung pada keberhasilan eksploitasi dan pengembangan area of interest yang terkait. Beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan Beban eksplorasi dan evaluasi diakumulasi untuk setiap area of interest dan ditangguhkan sebagai aset bila biaya-biaya tersebut diharapkan dapat diperoleh kembali melalui eksploitasi atau penjualan. k. Nilai bersih tercatat beban eksplorasi dan pengembangan untuk setiap area of interest ditelaah secara berkala dan apabila nilai tercatat melebihi nilai yang bisa diharapkan di masa datang. Ultimate recovery of exploration and evaluation expenditure carried forward is dependent on successful development and exploitation of the respective areas. Perusahaan memiliki kewajiban tertentu untuk restorasi dan rehabilitasi daerah pertambangan sesudah produksi selesai. Beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan diamortisasi dengan menggunakan metode unit produksi yang dihitung sejak tanggal dimulainya produksi komersial dari setiap area of interest terkait. Beban pengembangan dikapitalisasi dan termasuk dalam biaya-biaya untuk mengembangkan area of interest sebelum dimulainya operasi dalam area of interest terkait.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 309 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/19 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Perusahaan menghitung besarnya kewajiban tersebut yang mencukupi untuk memenuhi kewajiban yang timbul ketika produksi sudah selesai. . The net carrying value of each area of interest is reviewed regularly and. are disclosed in the consolidated financial statements. atau kegiatan tersebut belum mencapai tahap yang dapat menentukan apakah kegiatan tersebut akan dapat menghasilkan cadangan terbukti yang secara ekonomis dapat diperoleh serta kegiatan yang aktif dan signifikan dalam area of interest terkait masih berlangsung. kelebihan tersebut disisihkan atau dihapuskan pada tahun saat ditentukan. kecuali dinyatakan lain) 2. whether or not transacted on normal terms and conditions similar to those with third parties. to the extent this value exceeds its recoverable value. Perubahan taksiran biaya restorasi dan lingkungan hidup yang akan terjadi dihitung secara prospektif berdasarkan sisa umur tambang.

unless otherwise stated) 2. kecuali dinyatakan lain) 2. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba-rugi konsolidasian dalam periode dimana biaya-biaya tersebut terjadi.310 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/20 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. The carrying amount of the replaced part is derecognised. When assets are retired or otherwise disposed of. Conveyor System (”CS”). the life of mine or IUP term as follows: Tahun/ Years IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) l. These costs are reclassified to fixed asset accounts when the construction or installation is complete. Spreader and Stacker & Reclaimer (“SR”). The main mining equipment consists of Bucket Wheel Excavators (“BWE”). The carrying value of assets transferred is charged as an expense in the current period. selama periode yang lebih rendah antara estimasi masa manfaat aset. Nilai tercatat komponen yang diganti tidak lagi diakui. Biaya-biaya tersebut direklasifikasi ke akun aset tetap pada saat proses konstruksi atau pemasangan selesai. Conveyor System (“CS”). except land. yang dinyatakan sebagai berikut: Bangunan Mesin dan peralatan Kendaraan Peralatan kantor dan rumah sakit Biaya-biaya setelah pengakuan awal aset diakui sebagai bagian dari nilai tercatat aset atau sebagai aset yang terpisah. Penyusutan mulai dibebankan pada tanggal yang sama. maka harga perolehan dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari aset tetap dan dicatat sebagai “Aset non-produktif”. . NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. semua aset tetap lainnya disusutkan berdasarkan metode garis lurus hingga mencapai nilai sisa. All other repairs and maintenance are charged to the consolidated statement of income during the financial period in which they are incurred. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) l. Fixed assets Fixed assets are stated at cost less accumulated depreciation. their cost and the related accumulated depreciation are transferred from fixed assets to “Non-productive assets”. umur tambang. Akumulasi biaya konstruksi bangunan dan pabrik serta pemasangan mesin dikapitalisasi sebagai aset dalam penyelesaian. Spreader dan Stacker & Reclaimer (”SR”). The accumulated costs of the construction of buildings and plant and the installation of machinery are capitalised as construction in progress. hanya apabila kemungkinan besar Grup akan mendapatkan manfaat ekonomis masa depan berkenaan dengan aset tersebut dan biaya perolehan aset dapat diukur dengan handal. Apabila aset tetap tidak digunakan lagi. Depreciation of the main mining equipment used in mining operations is calculated using the unit-of-production method. 5 dan/and 20 5 sampai/to 20 4 3 sampai/to 4 Buildings Machinery and equipment Vehicles Office and hospital equipment Subsequent costs are included in the asset’s carrying amount or recognised as a separate asset. are depreciated using the straight-line method to their estimated residual value over the lesser of the estimated useful lives of the assets. as appropriate. Depreciation is charged from such date. only when it is probable that future economic benefits associated with the item will flow to the Group and the cost of the item can be measured reliably. Penyusutan alat tambang utama yang digunakan dalam operasi pertambangan dihitung dengan menggunakan metode unit produksi. sebagaimana mestinya. Kecuali tanah. Other fixed assets. Penghapusan dan penjualan aset tidak produktif harus mendapat persetujuan dari pemegang saham. Aset tetap Aset tetap diakui sebesar harga perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan. atau masa IUP. Central Distribution Point (“CDP”). Alat tambang utama terdiri dari Bucket Wheel Excavator (”BWE”). Central Distribution Point (”CDP”). Elimination and disposal of non-productive assets are required to be approved by shareholders. Nilai buku dari aset tetap yang dipindahkan diakui sebagai beban periode berjalan.

unless otherwise stated) 2. kecuali dinyatakan lain) 2. For borrowings that are not directly attributable to a qualifying asset. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. tidak termasuk pinjaman yang secara khusus digunakan untuk perolehan aset tertentu yang memenuhi syarat. . less any income earned on the temporary investment of such borrowings. maka sewa tersebut diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara bagian yang merupakan pelunasan kewajiban dan bagian yang merupakan beban keuangan sedemikian rupa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga yang konstan atas saldo pembiayaan. Each lease payment is allocated between the liability and finance charges so as to achieve a constant rate of interest on the finance balance outstanding. Finance leases are capitalised at the lease’s commencement at the lower of the fair value of the leased property and the present value of the minimum lease payments. dikurangi pendapatan investasi jangka pendek dari pinjaman tersebut. Pembayaran sewa operasi dibebankan ke laporan laba-rugi konsolidasian atas dasar garis lurus selama masa sewa. the amount to be capitalised is determined as the actual borrowing costs incurred during the year.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 311 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/21 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Fixed assets (continued) Interest and other borrowing costs. seperti biaya diskonto atas pinjaman baik yang secara langsung ataupun tidak langsung digunakan untuk mendanai proses pembangunan aset tertentu yang memenuhi syarat. jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. jumlah yang dikapitalisasi adalah sebesar biaya pinjaman yang terjadi selama tahun berjalan. For borrowings directly attributable to a qualifying asset. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) l. The interest element of the finance cost is charged to the consolidated statement of income over the lease period so as to produce a constant periodic rate of interest on the remaining balance of the liability for each period. jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi ditentukan dengan mengalikan tingkat kapitalisasi dengan pengeluaran untuk aset tertentu yang memenuhi syarat. Untuk pinjaman yang tidak dapat diatribusi secara langsung pada suatu aset tertentu yang memenuhi syarat. Leases of fixed assets where the Group has substantially all the risks and rewards of ownership are classified as finance leases. Finance leases Leases in which a significant portion of the risks and rewards of ownership are retained by the lessor are classified as operating leases. such as discount fees on loans either directly or indirectly used in financing construction of a qualifying asset. Sewa aset tetap dimana Grup memiliki secara substansi seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. dikapitalisasi sampai proses pembangunan tersebut selesai. Sewa pembiayaan Apabila dalam suatu kontrak sewa porsi yang signifikan atas risiko dan manfaat kepemilikan aset tetap berada ditangan lessor. Sewa pembiayaan dikapitalisasi pada awal masa sewa sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini pembayaran sewa minimum. Payments made under operating leases are charged to the consolidated statements of income on a straight-line basis over the period of the lease. Unsur bunga dalam beban keuangan dibebankan di laporan laba-rugi konsolidasian selama masa sewa sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban setiap periode. are capitalised up to the date when construction is complete. excluding borrowings directly attributable to financing the qualifying asset under construction. the amount to be capitalised is determined by applying a capitalisation rate to the amount expended on the qualifying asset. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) l. The capitalisation rate is the weighted-average of the borrowing costs applicable to the total borrowings outstanding during the period. Untuk pinjaman yang dapat diatribusi secara langsung pada suatu aset tertentu yang memenuhi syarat. Tingkat kapitalisasi adalah rata-rata tertimbang biaya pinjaman dibagi dengan jumlah pinjaman dari suatu periode tertentu. Aset tetap (lanjutan) Biaya bunga dan biaya pinjaman lain.

are reviewed for impairment whenever events or changes in circumstances indicate that the carrying amount may not be recoverable. assets are grouped at the lowest levels for which there are separately identifiable cash flows. Fixed assets (continued) Finance leases (continued) Fixed assets acquired under finance leases are depreciated similarly to owned assets. Pemulihan penyisihan penurunan nilai diakui sebagai pendapatan dalam periode dimana pemulihan tersebut terjadi. . Dalam rangka menguji penurunan nilai. the asset is depreciated over the shorter of the useful life of the asset and the lease term. including intangible assets. termasuk aset tak berwujud ditelaah untuk mengetahui apakah telah terjadi kerugian akibat penurunan nilai bilamana terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tersebut tidak dapat diperoleh kembali. aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) l. Hutang usaha dikelompokkan sebagai kewajiban lancar apabila pembayaran jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang (atau dalam siklus normal operasi dari bisnis jika lebih lama). o. If not. Reversal of an impairment provision is recorded as income in the period when the reversal occurs. aset tersebut disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset dan masa sewa. Trade payables are classified as current liabilities if payment is due within one year or less (or in the normal operating cycle of the business if longer). Mining property Mining property is stated at cost and represents the fair value adjustment of properties acquired at the date of acquisition of IPC. Nilai yang dapat diperoleh kembali adalah nilai yang lebih tinggi diantara harga jual bersih dan nilai pakai aset. Hutang usaha pada awalnya diakui pada nilai wajar dan kemudian diukur pada harga perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Jika tidak terdapat kepastian yang memadai bahwa Grup akan mendapatkan kepemilikan atas aset pada akhir masa sewa. Properti pertambangan Properti pertambangan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan merupakan penyesuaian nilai wajar properti pertambangan pada tanggal akuisisi untuk IPC. unless otherwise stated) 2. Trade payables Trade payables are obligations to pay for goods or services that have been acquired in the ordinary course of business from suppliers.312 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/22 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. For the purpose of assessing impairment. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) l. o. Kerugian akibat penurunan nilai diakui sebesar selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tersebut. Jika tidak. Trade payables are recognised initially at fair value and subsequently measured at amortised cost using the effective interest method. n. they are presented as non-current liabilities. kecuali dinyatakan lain) 2. m. which is the higher of an asset’s net selling price and value in use. Penurunan nilai dari aset non-keuangan Setiap tanggal neraca. Impairment of non-financial assets At each balance sheet date. n. Hutang usaha Hutang usaha adalah kewajiban untuk membayar atas barang atau jasa yang telah diperoleh dari pemasok dalam transaksi bisnis pada umumnya. If there is no reasonable certainty that the Group will hold the ownership by the end of the lease term. Fixed assets and other non-current assets. the Group undertakes a review of whether there is any indication of asset impairment or not. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. m. An impairment loss is recognised for the amount by which the carrying amount of the asset exceeds its recoverable amount. Aset tetap dan aset tidak lancar lainnya. Aset tetap (lanjutan) Sewa pembiayaan (lanjutan) Aset tetap yang diperoleh melalui sewa pembiayaan disusutkan dengan metode yang sama dengan metode penyusutan aset tetap yang dimiliki sendiri. hutang usaha tersebut disajikan sebagai kewajiban tidak lancar. Grup menelaah ada atau tidaknya indikasi penurunan nilai aset.

Amortisasi tersebut menggunakan basis estimasi cadangan. Mining property (continued) The mining property balance related to IPC is amortised over the life of the property using the units of production method from the date of the commencement of commercial operations. pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan. unless otherwise stated) 2. Kuantitas serta kualitas dari produk dapat ditentukan dengan cukup akurat. The amortisation is based on estimated reserves. q. p. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) o. Pendapatan dan beban Pendapatan berasal dari penjualan produk Grup dan aktifitas perdagangan batubara. The product has been dispatched to the customer and is no longer under the physical control of the Group or property in the product has earlier passed to the customer. kecuali dinyatakan lain) 2. Penjualan dari produk diakui sebagai penghasilan pada saat pengalihan risiko kepada pelanggan dan: Dipastikan manfaat ekonomis dari transaksi penjualan akan mengalir kepada Grup. and The selling price and related costs can be determined with reasonable accuracy. Deferred tax assets relating to future tax benefits and the carry forward of unused tax losses are recognised to the extent that it is probable that future taxable profit will be available against which the future tax benefits and unused tax losses can be utilised. Amendments to taxation obligations are recorded when an assessment is received or. dan Harga jual dapat ditentukan dengan cukup akurat. Currently enacted or substantially enacted tax rates are used to determine deferred income tax. and: It is probable that economic benefits associated with the transaction will flow to the Group. Changes in estimated reserves are accounted for on a prospective basis. Tarif pajak yang berlaku saat ini atau secara substansial telah berlaku digunakan untuk menentukan pajak penghasilan tangguhan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 313 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/23 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. q. Aset pajak tangguhan berasal dari manfaat pajak masa mendatang dan saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi akan diakui apabila besar kemungkinan jumlah laba fiskal pada masa mendatang akan memadai untuk dikompensasi dengan manfaat pajak masa mendatang dan saldo rugi fiskal yang dapat dipakai. Revenue and expenses Revenue represents revenue earned from the sale of the Group’s products and coal trading activities. Perubahan dalam estimasi cadangan dilakukan secara prospektif. Beban diakui berdasarkan metode akrual. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. Revenue from sales of coal is recognised when there has been a passing of risk to the customers. when the results of the appeal are determined. Perpajakan Semua perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan kewajiban dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode liabilitas neraca (balance sheet liability method). Taxation Deferred income tax is provided for using the balance sheet liability method for all temporary differences arising between the tax bases of assets and liabilities and their carrying values for financial reporting purposes. p. . Beban pengupasan tanah dibiayakan pada saat terjadinya. from the beginning of the period in which the change occurs (see Note 3). The quantity and quality of the product can be determined with reasonable accuracy. Produk telah diserahkan kepada pelanggan serta tidak lagi di bawah pengendalian fisik dari Grup atau hak kepemilikannya telah diserahkan kepada pelanggan. Stripping costs are expensed as incurred. Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan. if appealed against. Properti pertambangan (lanjutan) Saldo properti pertambangan terkait dengan IPC diamortisasi selama umur properti menggunakan metode unit produksi dimulai dari awal operasi komersial. Expenses are recognised on accruals basis. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) o. dimulai sejak awal periode terjadinya perubahan (lihat Catatan 3).

unless otherwise stated) 2. Employee benefits Short-term employee benefits Short-term employee benefits are recognised when they are accrued to the employees. Kewajiban imbalan pasti dihitung sekali setahun oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. atas nama para anggota. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. whichever is higher. Perusahaan memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan (No. Imbalan Kerja Imbalan kerja jangka pendek Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terhutang kepada karyawan.5% and 21.37% of employees’ basic pension income. The defined benefit obligation is calculated annually by independent actuaries using the projected unit credit method. together with adjustments for unrecognised actuarial gains or losses and past service costs. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) r. The pension benefit obligation is the present value of the defined benefit obligation at the balance sheet date less the fair value of plan assets. Contribution is computed periodically by the insurance company whereby the employees contribute a certain percentage of their basic salary and the Company contributes the balance of the required amount. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas keluar masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah (dengan pertimbangan saat ini tidak ada pasar aktif untuk obligasi korporat berkualitas tinggi) dalam mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang di mana imbalan tersebut akan dibayarkan dan yang memiliki jangka waktu yang kurang lebih sama dengan waktu jatuh tempo kewajiban imbalan pensiun yang bersangkutan. Para karyawan mengkontribusikan persentase tertentu dari gaji pokok dan sisa kontribusi ditanggung oleh Perusahaan. The program is managed by a life insurance company. Kewajiban imbalan pensiun merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal neraca dikurangi dengan nilai wajar aset program dan penyesuaian atas keuntungan atau kerugian aktuarial dan biaya jasa lalu yang belum diakui. to hold. in substance pension plans under the Labour Law or the CLA represent defined benefit plans. 13/2003 atau Perjanjian Kerja Bersama (“PKB”).6/2002) to establish a separate. Program tersebut dikelola oleh perusahaan asuransi jiwa. respectively.6/2002) untuk membentuk Lembaga (Trust) terpisah yang mengelola dana pensiun dalam bentuk program pensiun manfaat pasti (“PPMP”) bernama Dana Pensiun Bukit Asam (“DPBA”) . KEP245/KM. semua kekayaan agar dapat memenuhi kewajiban pensiun dari Perusahaan.37% dari penghasilan dasar pensiun. KEP-245/KM. Karena UU Ketenagakerjaan atau PKB menentukan rumus tertentu untuk menghitung jumlah minimal imbalan pensiun. mana yang lebih tinggi. trustee administered pension fund as a defined benefit retirement plan (“PPMP”). On 21 October 2002. Jumlah kontribusi terdiri dari kontribusi karyawan dan Perusahaan masing-masing dihitung sebesar 4. kecuali dinyatakan lain) 2. Kontribusi dihitung secara periodik oleh perusahaan asuransi. on behalf of plan members.314 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/24 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Imbalan pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya Perusahaan memiliki program tabungan pensiun karyawan untuk semua karyawan tetapnya. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) r. named Dana Pensiun Bukit Asam (“DPBA”). pada dasarnya program pensiun berdasarkan UU Ketenagakerjaan atau PKB adalah program pensiun imbalan pasti. the Company received approval from the Ministry of Finance (No. Since the Labour Law and the CLA set the formula for determining the minimum amount of benefits.5% dan 21. The Group is required to provide a minimum amount of pension benefits in accordance with Labour Law No. . untuk mengelola. The present value of the defined benefit obligation is determined by discounting the estimated future cash outflows using interest rates of government bonds (considering currently there is no deep market for high quality corporate bonds) that are denominated in Rupiah in which the benefits will be paid and that have terms to maturity approximating the terms to the related pension obligation. 13/2003 or the Group’s Collective Labour Agreement (the “CLA”). Pada tanggal 21 Oktober 2002. Pension benefits and other post-employment benefits The Company has a contributory employee saving program covering all of its qualified permanent employees. Contributions consist of employees’ and the Company’s contributions that are computed as 4. Grup harus menyediakan imbalan pensiun dengan jumlah minimal sesuai dengan Undang-Undang (“UU”) Ketenagakerjaan No. assets held to satisfy the pension obligations of the Company.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 315 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/25 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. seperti uang penghargaan. the past service costs are amortised on a straight-line basis over the vesting period. The long service reward vests when the employees reach their retirement age. subject to a minimum number of years of service. Death allowance is paid when the employee or the qualified family members pass away. using an accounting methodology similar but simplified to that for defined benefit pension plans. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. Post-retirement health care benefits The Company provides post-retirement healthcare benefits to their retirees. . Santunan kematian diberikan bila pegawai dan anggota keluarga tertentu meninggal dunia. santunan kematian dan uang pisah. Sedangkan imbalan berupa uang pisah. The expected costs of these benefits are accrued over the period of employment. The separation reward benefit is paid to employees in the case of voluntary resignation. Imbalan pelayanan kesehatan pensiun Perusahaan menyediakan imbalan kesehatan pascakerja untuk pensiunan. Hak atas imbalan ini pada umumnya diberikan apabila karyawan bekerja sampai usia pensiun dan memenuhi masa kerja minimum tertentu. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) r. dengan menggunakan metode akuntansi yang sama. kecuali dinyatakan lain) 2. Imbalan Kerja (lanjutan) Imbalan pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya (lanjutan) Keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial yang jumlahnya melebihi jumlah yang lebih besar dari 10% dari nilai wajar aset program atau 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti. Kewajiban ini dinilai setiap tahun oleh aktuaris independen yang memenuhi kualifikasi. Perusahaan memberikan imbalan pasca-kerja lainnya. In this case. Nilai imbalan yang diberikan didasari pada peraturan Perusahaan. Employee benefits (continued) Pension benefits and other post-employment benefits (continued) Actuarial gains and losses arising from experience adjustments and changes in actuarial assumptions in excess of the greater of 10% of the fair value of plan assets or 10% of the present value of the defined benefit obligations are charged or credited to the consolidated statements of income over the employees’ expected average remaining service lives. Imbalan ini dihitung dengan menggunakan metodologi yang sama dengan metodologi yang digunakan dalam perhitungan program pensiun imbalan pasti. Prakiraan biaya imbalan ini diakru sepanjang masa kerja karyawan. dengan metode yang digunakan dalam perhitungan program pensiun imbalan pasti. biaya jasa lalu akan diamortisasi secara garis lurus sepanjang periode vesting. such as long service reward. namun disederhanakan. Dalam hal ini. dibayarkan kepada karyawan yang mengundurkan diri secara sukarela. Biaya jasa lalu diakui secara langsung di laporan laba-rugi konsolidasian. These obligations are valued annually by independent qualified actuaries. The entitlement to these benefits is usually based on the employee remaining in service up to retirement age and the completion of a minimum service period. The Company also provides other post-employment benefits. setelah memenuhi minimal masa kerja tertentu. Imbalan berupa uang penghargaan diberikan apabila karyawan bekerja hingga mencapai usia pensiun. unless the changes to the pension plan are conditional on the employees remaining in service for a specified period of time (the vesting period). kecuali perubahan terhadap program pensiun tersebut tergantung pada karyawan yang masih tetap bekerja selama periode waktu tertentu (periode vesting). death allowance and separation reward. These benefits have been accounted for using the same methodology as for the defined benefit pension plan. dibebankan atau dikreditkan ke laporan laba-rugi konsolidasian selama rata-rata sisa masa kerja yang diharapkan dari karyawan tersebut. Past service costs are recognised immediately in the consolidated statements of income. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) r. unless otherwise stated) 2.

u. Perusahaan mengakui pesangon pemutusan kontrak kerja ketika Perusahaan menunjukkan komitmennya untuk memutuskan hubungan kerja dengan karyawan yang berdasarkan suatu rencana formal terinci yang kecil kemungkinannya untuk dibatalkan. Pelaporan Segmen Sebuah segmen usaha adalah sekelompok aset dan operasi yang menyediakan barang atau jasa yang memiliki risiko serta tingkat pengembalian yang berbeda dengan segmen usaha lainnya. s. s. Sebuah segmen geografis menyediakan barang maupun jasa di dalam lingkungan ekonomi tertentu yang memiliki risiko serta tingkat pengembalian yang berbeda dengan segmen operasi lainnya yang berada dalam lingkungan ekonomi lain. A geographical segment is engaged in providing products or services within a particular economic environment that are subject to risks and returns that are different from those of segments operating in other economic conditions. Basic earnings per share Basic earnings per share is calculated by dividing net income by the weighted average number of ordinary shares outstanding during the year. Keuntungan dan kerugian aktuarial dan biaya jasa lalu diakui secara langsung di laporan laba-rugi konsolidasian. The actuarial gains and losses and the past service costs are recognised immediately in the consolidated statement of income. are recognised in the consolidated balance sheet at the present value of the defined benefit obligation.849 shares. Shares and share issue cost Ordinary shares are classified as equity. which consist of jubilee reward and pre-retirement period benefit (“MPP”). Laba bersih per saham dasar Laba bersih per saham dihitung dengan membagi laba bersih dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan. Saham dan biaya emisi saham Saham biasa diklasifikasikan sebagai ekuitas. unless otherwise stated) 2. t. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. which for the years ended 31 December 2010 and 2009 was 2.316 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/26 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.131. disajikan pada bagian ekuitas sebagai pengurang bersih setelah dikurangi pajak. net of tax. Imbalan kerja jangka panjang lainnya Imbalan kerja jangka panjang lainnya.304. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) r. . Share issue cost which is an incremental cost directly attributable to the issue of new shares is shown in equity as deduction. Biaya emisi saham yaitu tambahan biaya yang langsung terkait dengan penerbitan saham. Employee benefits (continued) Termination benefits Termination benefits are payable whenever an employee’s employment is terminated before the normal retirement date. Imbalan Kerja (lanjutan) Pesangon pemutusan kontrak kerja Pesangon pemutusan kontrak kerja diakui sebagai beban ketika karyawan dihentikan sebelum usia pensiun normal. yang terdiri dari penghargaan masa kerja dan imbalan masa persiapan pensiun (“MPP”) diakui di neraca konsolidasian berdasarkan nilai kini dari kewajiban imbalan pasti. The Company recognises termination benefits when it is demonstrably committed to terminate the employment of current employees according to a detailed formal plan with low possibility of withdrawal. Segment reporting A business segment is a group of assets and operations engaged in providing products or services that are subject to risks and returns that are different from those of other business segments. Benefits falling due more than 12 months after the balance sheet date are discounted to present value. Other long-term employee benefits Other long-term employee benefits. from the proceeds. t. Pesangon yang akan dibayarkan lebih dari 12 bulan setelah tanggal neraca didiskontokan untuk mencerminkan nilai kininya. kecuali dinyatakan lain) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) r.304. dari jumlah yang diterima.849 saham.131. u. untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing adalah 2.

9 miliar dari pemegang saham lama PT Mega Raya Kusuma (“PTMRK”) dan PT Rajawali Corpora (“PTRC”).85 million or equivalent to Rp 163.Kewajiban jangka panjang . To the extent there is no evidence that it is probable that some or all of the facility will be drawn down. dikurangi dengan biaya transaksi yang terjadi. In this case.514) 163. Apabila tidak ada bukti bahwa besar kemungkinan akan dilakukan penarikan atas sebagian atau seluruh fasilitas tersebut. Perusahaan mengakui properti pertambangan setelah mengalokasikan harga perolehan ke nilai wajar aset bersih diperoleh setelah dikurangi alokasi goodwill negatif yang timbul ke aset non-moneter teridentifikasi seperti dirinci di bawah ini: Harga perolehan Alokasi harga perolehan: .Kewajiban pajak tangguhan .714) (47. the fee is capitalised as a prepayment for liquidity services and amortised over the period of the facility to which it relates. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) v.Properti pertambangan . selisih antara hasil perolehan (dikurangi dengan biaya transaksi) dan nilai pelepasan diakui di dalam laporan laba-rugi selama periode pinjaman dengan menggunakan metode suku bunga efektif.766) (59.9 billion from the previous shareholders PT Mega Raya Kusuma (“PTMRK”) and PT Rajawali Corpora (“PTRC”).Goodwill negatif yang dialokasikan ke aset non-moneter teridentifikasi 3.198 199.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 317 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/27 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.Hak minoritas . Pinjaman Pinjaman diakui pada awalnya pada nilai wajar. net of transaction cost incurred.856 (163) (9.85 juta atau setara dengan Rp 163.934 375 83. Dividen Pembagian dividen kepada pemegang saham Grup diakui sebagai kewajiban dalam laporan keuangan konsolidasian Grup dalam periode dimana pembagian dividen diumumkan.401) (49. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. The Company recognised mining property after purchase price allocation to the fair value of net assets acquired net of negative goodwill allocation to the identifiable non-monetary assets as detailed below: Purchase consideration Purchase price allocation: Current assets Fixed assets Mining property Other non-current assets Current liabilities Non-current liabilities Deferred tax liabilities Minority interest Negative goodwill allocated to the identifiable non-monetary assets 163. ACQUISITION On 19 September 2008.Aset tetap .Kewajiban lancar . Borrowings are subsequently carried at amortised cost. any difference between the proceeds (net of transaction costs) and the redemption value is recognised in the statement of income over the period of the borrowings using the effective interest method. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) v.Aset tidak lancar lainnya . AKUISISI Pada tanggal 19 September 2008. 3.063 47. kecuali dinyatakan lain) 2. the Company acquired 51% of the shares of IPC with the total consideration paid of USD 17. apabila besar kemungkinan akan dilakukan penarikan atas sebagian atau seluruh fasilitas tersebut. Biaya-biaya yang dibayarkan untuk mendapatkan fasilitas pinjaman diakui sebagai biaya transaksi dari pinjaman tersebut. biaya tersebut dikapitalisasi sebagai biaya dibayar di muka untuk jasa likuiditas dan diamortisasi selama periode dari fasilitas yang terkait. Dalam hal ini.934 . biaya tersebut ditangguhkan sampai dengan penarikan dilakukan. w. w. the fee is deferred until the drawdown occurs. Fees paid on the establishment of loan facilities are recognised as transaction costs of the loan to the extent that it is probable that some or all of the facility will be drawn down.Aset lancar . Perusahaan mengakuisisi 51% kepemilikan saham IPC dengan jumlah pembayaran sebesar USD 17. Dividends Dividend distribution to the Group’s shareholders is recognised as a liability in the Group’s consolidated financial statements in the period in which the dividends are declared. Pinjaman kemudian dinyatakan pada biaya perolehan diamortisasi. unless otherwise stated) 2. Borrowings Borrowings are recognised initially at fair value.

unless otherwise stated) 4.834 235 673 74 25.Standard Chartered Bank .PT Bank Permata Tbk .328 143 - 2.Standard Chartered Bank .212 23.406 152.642 843 473 217 57 - 1.695 65 10.717 2.Deutsche Bank AG .835 948 2.636 45 1. kecuali dinyatakan lain) 4.PT CIMB Niaga Tbk .318 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/28 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Jumlah kas di bank 189 NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.410 45 93.PT Bank Mega Tbk Pihak yang mempunyai hubungan istimewa .217 .PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk .454 97.PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur Dolar Amerika Serikat Pihak ketiga . CASH AND CASH EQUIVALENTS Cash and cash equivalents consist of the following: 2009 144 Cash on hand Cash in banks Rupiah Third parties Standard Chartered Bank Citibank PT Bank Permata Tbk Deutsche Bank AG PT CIMB Niaga Tbk PT Bank Mega Tbk Related parties PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero)Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur US Dollars Third parties Standard Chartered Bank Deutsche Bank AG PT Bank Permata Tbk Citibank PT Bank Mega Tbk Related parties PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Total cash in bank 14.PT Bank Permata Tbk .PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk .490 4.Citibank .Citibank .008 11.712 56 20.Deutsche Bank AG .PT Bank Mega Tbk Pihak yang mempunyai hubungan istimewa . KAS DAN SETARA KAS Kas dan setara kas terdiri dari: 2010 Kas Kas di bank Rupiah Pihak ketiga .PT Bank Mandiri (Persero)Tbk .164 492 160 43 - 121 21.

500 1. kecuali dinyatakan lain) 4.104 The interest rates of the above time deposits are as follows: 2009 8.PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .000 10.801 58.Lain-lain (masing-masing di bawah 5.PT Masa Jaya Perkasa .960.50% .598 70.000 10.743 4.709.PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung Dolar Amerika Serikat Pihak yang mempunyai hubungan istimewa .00% Rupiah deposits US Dollar deposits Related parties PT Bank Mandiri (Persero)Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur Total time deposit KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 2010 Deposito berjangka (jatuh tempo dalam jangka waktu 3 bulan) Rupiah Pihak yang mempunyai hubungan istimewa .584 15.075 Suku bunga deposito berjangka di atas adalah: 2010 Deposito Rupiah Deposito Dolar Amerika Serikat 5.878 5. TRADE RECEIVABLES Trade receivables consist of: 2009 Third Parties Rupiah PT Dayaindo Resources International PT Risna Karya Wardhana PT Titian Bina Kenari PT Mari Bersama Maju PT Masa Jaya Perkasa PT Artha Aneka Samudera Others (each below 5. unless otherwise stated) 4.999 21.PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk .PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk .12% .910 1.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 319 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/29 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.074 13.743 600.000) 5.792.PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk .12.00% 0.508.602 13.PT Dayaindo Resources International .PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk .000) - 23.8.000 1.999 13.370 89. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.83% .5.PT Mari Bersama Maju .Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur Jumlah deposito berjangka 1.000 825. Refer to Note 29 for details of related party balances and transactions.556.50% 4.PT Risna Karya Wardhana .2.000 575.30% .PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .557 .568. CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued) 2009 Time deposits (maturity within three months) Rupiah Related parties PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero)Tbk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung US Dollars 130.934 6.875.000 4.001 45. PIUTANG USAHA Piutang usaha terdiri dari: 2010 Pihak ketiga Rupiah .000 1.PT Titian Bina Kenari .500 4.693 15.054.PT Artha Aneka Samudera .412 44.000 461. 5.25% Lihat Catatan 29 untuk rincian saldo dan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

251 12.636 185.618 5. Dragon Energi PT Okyloe Indonesia PT Tiga Lentera Abadi PT Sinar Bentala Abadi PT Titian Bina Kenari Others (each below 5.000) NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.156 11.353 489.309 25.933 8.Lianex Corporation .920 Less: Provision for impairment 385.430 20.405 15. Co Ltd .868 (48.647 28. Aempire Resources Queda Corporation Lianex Corporation Nomura Trading PT Oorja Indo KGS FDK Resources Nissho Iwai Co.178 Total trade receivables .003 22.406 80.063. Ltd.Nissho Iwai Co.Idemitsu Kosan.PT Titian Bina Kenari .459 Related parties Rupiah PT Indonesia Power PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Semen Padang PT Semen Baturaja US Dollars PT Timah (Persero) Tbk - Jumlah piutang usaha 997.405 1.971 9.675 108.PT Okyloe Indonesia . Gold Manor International Ltd.Sojitz Corp.598 21.981 5.833 21.Nomura Trading . .PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) .PT Indonesia Power .PT Semen Padang .320 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/30 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.472 420.083) 382.FDK Resources . Co Ltd Chaozhou City Yatai Energy Co. TRADE RECEIVABLES Trade receivables consist of: 2009 Third Parties US Dollars Idemitsu Kosan.740 44.729 1.258 939.Queda Corporation .PT Oorja Indo KGS .086 4.Dragon Energi . kecuali dinyatakan lain) 5.PT Sinar Bentala Abadi .800 614.678 5.138) 441.759 39. PIUTANG USAHA Piutang usaha terdiri dari: 2010 Pihak ketiga Dolar Amerika Serikat .PT Timah (Persero) Tbk (37. unless otherwise stated) 5.Chaozhou City Yatai Energy Co. Ltd.685 25.839 28.338 44.537 47.PT Semen Baturaja Dolar Amerika Serikat .411 43.730 Dikurangi: Penyisihan penurunan nilai Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Rupiah .962 14.678 14.505.PT Tiga Lentera Abadi . .610 31. .000) - 60.Aempire Resources . .Lainnya (masing-masing di bawah 5.Gold Manor International Ltd. Sojitz Corp.

792 47. Lihat Catatan 29 untuk rincian saldo dan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. net of provision.281 30. Based on a review of the status of the individual trade receivable accounts at the end of the years.034.178 Perubahan penyisihan penurunan nilai adalah sebagai berikut: 2010 Penyisihan penurunan nilai – awal Dibebankan ke laba-rugi tahun ini Penerimaan kembali atas piutang yang telah diturunkan nilainya Penyisihan penurunan nilai – akhir 48. PERSEDIAAN Persediaan terdiri dari: 2010 Persediaan batubara Perlengkapan dan suku cadang Dikurangi: Penyisihan persediaan usang 298. the Group’s management believes that the provision for impairment is adequate to cover possible losses from the non-collection of the accounts.438 102.459 Changes in the amounts of the provision for impairment are as follows: 2009 24.940 (17.083 Berdasarkan hasil penelaahan dari masing-masing akun piutang usaha pada akhir tahun.205 241.218 1.831 168.370) 48.823 435.241 7. 7.597 (48. OTHER CURRENT ASSETS.138 Provision for impairment – beginning Charge to income statement this year Proceeds from the impaired amounts Provision for impairment – ending Current Overdue 1 – 30 days Overdue 30 – 150 days Overdue > 150 days Less: Provision for impairment PIUTANG USAHA (lanjutan) Analisis umur piutang usaha adalah sebagai berikut: 2010 Lancar Jatuh tempo 1 – 30 hari Jatuh tempo 30 – 150 hari Jatuh tempo > 150 hari Dikurangi: Penyisihan penurunan nilai 897. 6.968 156.600 284.678 7. See Note 29 for details of related party balances and transactions. biaya dibayar di muka.364 27. BERSIH Akun ini terdiri dari Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) dibayar di muka.890) 409.224) 423. advances and nonoperational receivables.995) 37.138 6.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 321 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/31 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.000 1.227 (6.083) 997.071 466. manajemen Grup berkeyakinan bahwa nilai penyisihan penurunan nilai telah memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang. NET This account consists of prepaid Value Added Tax (“VAT”). ASET LANCAR LAINNYA.901 Coal inventories Materials and spare parts Less: Provision for obsolete inventories . uang muka dan piutang nonoperasional lainnya setelah dikurangi penyisihan. prepaid expenses. kecuali dinyatakan lain) 5.261 (37.902 (43. kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan anak perusahaan tahun 2010 (lihat Catatan 15a). overpayment of 2010 corporate income tax of the subsidiary (see Note 15a).138) 1. INVENTORIES Inventories consist of the following: 2009 278. unless otherwise stated) 5.505. TRADE RECEIVABLES (continued) The aging analysis of trade receivables is as follows: 2009 980. 6.553.791 (25.

kecuali dinyatakan lain) 7. Materials and spare parts stored in the warehouse are covered under All Risk insurance together with certain fixed assets from PT Tugu Pratama Indonesia. Manajemen berkeyakinan bahwa asuransi telah memadai untuk menutup kemungkinan kerugian yang terjadi dari risiko kehilangan persediaan dan risiko-risiko lain yang berhubungan. AVAILABLE FOR SALE FINANCIAL ASSETS Below is the movement of available for sale financial assets of the Company 2009 Beginning balance Addition: Indonesian Retail Obligation (“ORI”) Unrealised gain from available for sale financial asset Ending balance Manajemen berniat untuk menjual aset keuangan yang tersedia untuk dijual di periode mendatang bila harganya menguntungkan.6 triliun dengan total klaim setinggi-tingginya sebesar US$ 3 juta untuk setiap pengiriman batubara.221 1.322 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/32 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.669 25.890 Beginning balance Movement during the year: Provision for obsolete inventories Ending balances Persediaan batubara dalam perjalanan.422 8. when the price is favourable. with the sum insured amounting to Rp 3. are covered by insurance policies from PT Tugu Pratama Indonesia. untuk periode 15 Desember 2008 sampai dengan 15 Desember 2011 telah diasuransikan pada PT Tugu Pratama Indonesia dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 3. Management believes that the insurance is adequate to cover possible losses arising from inventories losses and related risks.6 trillion with a maximum total claim of US$ 3 million per coal shipment. yang masih merupakan tanggung jawab Perusahaan dari Pelabuhan Tarahan dan Dermaga Kertapati ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (“PLTU”) Suralaya maupun dari pelabuhan dan ke dermaga lainnya.000 1. PERSEDIAAN (lanjutan) Mutasi penyisihan untuk persediaan usang adalah sebagai berikut: 2010 Saldo awal Perubahan selama tahun berjalan: Penyisihan persediaan usang Saldo akhir 25.422 71. . unless otherwise stated) 7. The sum insured for inventory is Rp 91 billion (See Note 11).890 17. ASET KEUANGAN YANG TERSEDIA UNTUK DIJUAL Berikut adalah mutasi aset keuangan yang tersedia untuk dijual pada Perusahaan: 2010 Saldo awal Tambahan: Obligasi Ritel Indonesia (“ORI”) Keuntungan yang belum direalisasi dari aset yang tersedia untuk dijual Saldo akhir 70. yang Tugu Risk Nilai miliar Coal inventories in transit under the Company’s responsibility from Tarahan and Kertapati ports to Steam Generated Power Plant (“PLTU”) Suralaya and from and to other loading areas for the period 15 December 2008 to 15 December 2011. INVENTORIES (continued) Movement in provision for obsolete inventory is as follows: 2009 24.334 43. Persediaan perlengkapan dan suku cadang ditempatkan di gudang telah diasuransikan pada PT Pratama Indonesia dalam bentuk asuransi All bersama-sama dengan aset tetap tertentu.224 NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. Management plans to sell the available for sale financial assets in the coming period. 8. pertanggungan persediaan adalah sebesar Rp 91 (lihat Catatan 11).

514 5.424 Pada tanggal 23 April 2010. 34 tanggal 8 Maret 2010.565) 261.063 199. unless otherwise stated) 9. the Company still considers BPI as an associated company.063 (11. the Company paid additional paid in capital which amounted to Rp 4.710 145.75%. 10.5 billion. Below is the movement of investment in TRI: 2009 910 910 On 23 April 2010. S. INVESTASI PADA PERUSAHAAN ASOSIASI PT Bukit Pembangkit Innovative (“BPI”) Akun ini terdiri dari investasi pada BPI dengan persentase kepemilikan masing-masing 59.542 199.beginning balance (refer to Note 3) Accumulated amortisation Amortisation Beginning balance Additional paid-in capital Beginning balance Additional paid-in capital Equity in net loss 10.5 miliar. Perusahaan melakukan investasi untuk memperoleh 10% kepemilikan atas saham TRI dengan jumlah modal disetor sebesar Rp 910 juta.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 323 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/33 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.063 Properti pertambangan merupakan saldo yang timbul karena akuisisi kepemilikan atas IPC sebagai akibat dari penilaian wajar atas aset-aset yang diperoleh pada tanggal akuisisi. No. Perusahaan menyetor tambahan setoran modal sebesar Rp 4. Tambahan setoran modal saham yang dilakukan Perusahaan pada tahun 2008 telah disahkan melalui akte notaris Renny Astuti. Therefore. The additional paid in capital in 2008 has been approved through Renny Astuti’s Notarial Deed No. the Company’s ownership changed to 59.555 PT Transpacific Railway Infrastructure (“TRI”) Pada tanggal 5 Agustus 2008.710 PT Transpacific Railway Infrastructure (“TRI”) On 5 August 2008. this additional paid in capital did not have an impact on the Company’s percentage of ownership as at 31 December 2010. Penyetoran tambahan setoran modal ini tidak mempengaruhi persentase kepemilikan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010. However. Hal ini menyebabkan persentase kepemilikan Perusahaan berubah menjadi 59. perubahan persentase kepemilikan Perusahaan tidak disertai dengan adanya pengendalian terhadap BPI sehingga Perusahaan masih memperlakukan BPI sebagai perusahaan asosiasi. 2010 MINING PROPERTIES 2009 Acquisition cost Carrying amount .352) 121. Mining properties represent the balance arising from the acquisition of ownership in IPC.75% and 41% in 2010 and 2009 respectively. change in ownership was not followed by control over BPI. PROPERTI PERTAMBANGAN Harga perolehan Nilai tercatat – saldo awal (lihat Catatan 3) Akumulasi amortisasi Amortisasi 199. Hence. Berikut adalah mutasi investasi pada TRI : 2010 Saldo awal Tambahan setoran modal 910 4. as a result of the fair valuation of the assets acquired at the date of acquisition. Berikut adalah mutasi investasi pada BPI : 2010 Saldo awal Tambahan setoran modal Bagian rugi bersih 121.410 (5. .062 (3.75%. Namun.75% dan 41% pada tahun 2010 dan 2009. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. Below is the movement of investment in BPI: 2009 125. kecuali dinyatakan lain) 9.H. 34 dated 8 March 2010. However. INVESTMENTS IN ASSOCIATED COMPANIES PT Bukit Pembangkit Innovative (“BPI”) This account consists of investment in BPI with the ownership of 59.521) 187. the Company made an investment to obtain 10% ownership of TRI with total paid in capital of Rp 910 million.

435 33.351) (734. unless otherwise stated) 11.064 944. kecuali dinyatakan lain) 11.523) (49.444 Akumulasi penyusutan Bangunan Mesin dan peralatan Kendaraan Peralatan kantor dan rumah sakit (203.754 Saldo awal/ Beginning balance 31 Desember/December 2009 Penambahan/ Additions 1.001. ASET TETAP Aset tetap terdiri dari: Saldo awal/ Beginning balance Harga perolehan Tanah Bangunan Mesin dan peralatan Kendaraan Peralatan kantor dan rumah sakit Aset tetap dalam penyelesaian 80.670) (34.499 20.593) (51.257 56.498) (9.324 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/34 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.393 1.915) (2.157 120.942) - Saldo akhir/ Ending balance 80.881 1.231) (2.936) (1.459) (1.229) (773.183) - Book value Saldo akhir/ Ending balance 80.669) (13.157 120.841 552.325 945.501.499 20.817) 160 114 326 600 - (213.671 41.042 20.403 263.416) 743 12.319 2.878) (39.082) (1.308) (2.213 Pengurangan/ Disposals (743) (11.179) (50.528) (2.252 Akumulasi penyusutan Bangunan Mesin dan peralatan Kendaraan Peralatan kantor dan rumah sakit NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.009.054.936) (1.266) (886) (15.261 922 (16.408 Pengurangan/ Disposals (160) (114) (326) (600) Transfer/ Transfers 15.740) (15.163 Book value .088.257 56.229) (773.133 278.480 971.191 - (222.460. FIXED ASSETS Fixed assets consist of the following: 31 Desember/December 2010 Penambahan/ Additions 613 463 4.842) (2.186 100.248 524.740) (15.728 Accumulated depreciation Buildings Machinery and equipment Vehicles Office and hospital equipment Cost Land Buildings Machinery and equipment Vehicles Office and hospital equipment Construction in progress (213.472) (15.507 (84.180) (53.746 329.991 57.156) (796.325 945.183 2.281) (9.737) Transfer/ Transfers 51.723) 921.356 54.187 2.297 36.265 15.570 516.754 Nilai buku 459.730 695 15 2.593) (51.252 Accumulated depreciation Buildings Machinery and equipment Vehicles Office and hospital equipment Cost Land Buildings Machinery and equipment Vehicles Office and hospital equipment Construction in progress Harga perolehan Tanah Bangunan Mesin dan peralatan Kendaraan Peralatan kantor dan rumah sakit Aset tetap dalam penyelesaian 78.881 1.054.483 17.133 278.005 Nilai buku 446.498) 446.501.636) (54.

438 466 53. ASET TETAP (lanjutan) Penyusutan dibebankan ke: 2010 Harga pokok penjualan Beban usaha Beban eksplorasi tangguhan 23.2 trillion for the period from 30 November 2010 to 30 November 2011.2 triliun untuk periode 30 Nopember 2010 sampai dengan 30 Nopember 2011.364.953 M ) dengan sertifikat Hak Guna Bangunan dengan sisa masa manfaat antara 8 sampai dengan 24 tahun dan dapat diperpanjang.817 The Company has 95 parcels of land (2. unless otherwise stated) 11. Management believes that the insurance coverage is adequate to cover possible losses arising from such risks. Construction in progress represents projects that have not been completed at the balance sheet date: 2 Cost of sales Operating expenses Deferred exploration expenses Aset dalam penyelesaian yang belum selesai pada tanggal neraca/ Construction in progress as at the balance sheet date PLTU 3x10 MW Banko Barat/ PLTU 3X10 MW Banko Barat Relokasi BWE/BWE relocation Relokasi pabrik briket/Briquette factory relocation Pembebasan Lahan/Land compensation Lain-lain (masing-masing di bawah 5% dari nilai aset dalam penyelesaian)/Others (each below 5% of construction in progress) Nilai buku/Book value 31 Desember/December 2010 Persentase Penyelesaian/ Percentage of completion 85% 62% 90% 97% Akumulasi biaya/ Accumulated costs 324. Ombilin Mine Area. Pada tanggal 31 Desember 2010. aset tetap tertentu termasuk alat tambang utama yang berada di Area Pertambangan Tanjung Enim.925 114 49.408 165. and Coal Briquette Operating Unit were insured with PT Tugu Pratama Indonesia for all property risks with the sum insured amounting to Rp 3. Aset dalam penyelesaian merupakan proyek yang masih belum selesai pada tanggal neraca: NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. As at 31 December 2010. Pelabuhan Tarahan.364.377 25. which have remaining terms ranging from eight to 24 years and are extendable upon their expiration. FIXED ASSETS (continued) Depreciation was charged to: 2009 26.953 M ) with “Hak Guna Bangunan” titles.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 325 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/35 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kecuali dinyatakan lain) 11. Kertapati Jetty. certain fixed assets. Area Pertambangan Ombilin.187 Maret .Desember 2011/ March – December 2011 .416 Perusahaan mempunyai 95 bidang tanah (seluas 2 2. dan Unit Pengusahaan Briket telah diasuransikan pada PT Tugu Pratama Indonesia untuk property all risks dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 3.238 Estimasi tanggal penyelesaian/ Estimated completion date Juni/June 2011 Juni/June 2011 Maret/March 2011 Juni/June 2011 5%-90% 13. Dermaga Teluk Bayur.913 26. including the main mining equipment located in the Tanjung Enim Mine Area. Teluk Bayur Jetty.904 17. Tarahan Port.482 31. Dermaga Kertapati.155 552. Manajemen berkeyakinan bahwa asuransi tersebut sudah memadai untuk menutup kemungkinan kerugian yang terjadi akibat risiko-risiko yang mungkin terjadi.

363 40.Air Laya .Banko Tengah .959 2.125 Estimasi tanggal penyelesaian/ Estimated completion date Juni/June 2011 Juni/June 2011 Maret/March 2011 Juni/June 2011 Maret/March 2010 Maret/March 2010 Pebruari/February 2010 5%-96% 15.636 35.662 292.489 15.899 3.524 13.874 6.Palaran BBK .881 Januari . DEFERRED EXPLORATION EXPENDITURE Saldo akhir/ Ending balance AND DEVELOPMENT Saldo awal/ Beginning balance Area yang telah menemukan cadangan terbukti Nilai perolehan Perusahaan .817 9.939 248. unless otherwise stated) 11.092 131 91. kecuali dinyatakan lain) 11.929 9.035 13.8% 70% 95% 95% Akumulasi biaya/ Accumulated costs 58.970 339.Maret 2010/ January .650 .679 6. BEBAN EKSPLORASI TANGGUHAN DAN 31 Desember/December 2009 Persentase Penyelesaian/ Percentage of completion 21% 95% 27% 1.Peranap .686 9. FIXED ASSETS (continued) Aset dalam penyelesaian yang belum selesai pada tanggal neraca/ Construction in progress as at the balance sheet date Relokasi BWE/BWE relocation Pembebasan Lahan/Land compensation Relokasi pabrik briket/Briquette factory relocation PLTU 3x10 MW Banko Barat/ PLTU 3X10 MW Banko Barat GOR Tanjung Enim/Sports centre Tanjung Enim Lapangan tenis indoor basecamp/ Tennis indoor court basecamp Lapangan golf base camp tahap II/ Golf course phase II Lain-lain (masing-masing di bawah 5% dari nilai aset dalam penyelesaian)/Others (each below 5% of construction in progress) Nilai buku/Book value 12.Bukit Kendi 31 Desember/December 2010 Penambahan/ Additions Pelepasan/ Disposals Areas with proven reserves Acquisition cost The Company Muara Tiga Besar Banko Tengah Banko Barat Air Laya Peranap – Riau IPC Palaran BBK Bukit Kendi - 52.March 2010 PENGEMBANGAN 12.094 120.678 16.717 3.662 383.426 169.240 91.Banko Barat .171 34.292 49.326 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/36 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.Riau IPC .959 17.815 9.223 (209) (209) (209) 88.Muara Tiga Besar .426 169.288 34. ASET TETAP (lanjutan) NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.

Riau IPC .122 Palaran 9.939 248.636 .Air Laya .499 23.935 2.Palaran BBK .708 31.560 Net book value BBK Bukit Kendi AND DEVELOPMENT DAN PENGEMBANGAN Saldo awal/ Beginning balance Akumulasi amortisasi Perusahaan .426 169.590 Saldo awal/ Beginning balance 31 Desember/December 2009 Pemindahan/ pengurangan/ Penambahan/ Transfers/ Additions disposals Saldo akhir/ Ending balance Areas with proven reserves Acquisition cost The Company Muara Tiga Besar Banko Tengah Banko Barat Air Laya Peranap .Banko Barat .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 327 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/37 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.Riau IPC .Palaran BBK .Peranap .994 6.662 46.187 9.959 2. DEFERRED EXPLORATION EXPENDITURE (continued) Saldo akhir/ Ending balance Accumulated amortisation The Company 25.Peranap .Air Laya .929 9.498 Air Laya Peranap .161 19.Banko Tengah .576 36.922 6.662 269.090 327.Banko Barat .044 - Nilai buku bersih 246.Riau IPC Palaran BBK Bukit Kendi - Area yang telah Menemukan cadangan terbukti Nilai perolehan Perusahaan .384 9.484 2.959 778 228.808 Muara Tiga Besar Banko Tengah Banko Barat 17.079 - 52.922 3.686 9.662 56. unless otherwise stated) 12.122 10.Bukit Kendi 31 Desember/December 2010 Penambahan/ Additions Pelepasan/ Disposals 25.Riau 43. BEBAN EKSPLORASI TANGGUHAN (lanjutan) NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.Muara Tiga Besar .046 6.035 13. kecuali dinyatakan lain) 12.580 3.Banko Tengah .Bukit Kendi 37.808 10.662 292.551 13.557 14.288 34.306 IPC 3.426 169.Muara Tiga Besar .

297 5.063 3.268 31 Desember/December 2009 Pemindahan/ pengurangan/ Penambahan/ Transfers/ Additions disposals 20.093 73.328 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/38 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Semua hutang usaha berstatus lancar.Bukit Kendi 4.156 2009 48.971 4. DEFERRED EXPLORATION EXPENDITURE (continued) Saldo akhir/ Ending balance Accumulated amortisation AND DEVELOPMENT DAN PENGEMBANGAN Saldo awal/ Beginning balance Akumulasi amortisasi Perusahaan . kecuali dinya