PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk

2010

LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT

Memacu Daya, Meningkatkan Hasil
Enhancing Capacity for Higher Output

Mewujudkan Visi Menjadi Perusahaan Tambang Batu Bara Utama
Realizing a Major Coal Mining Company

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 1

P

T Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) sebagai salah satu perusahaan tambang utama di Indonesia, di tahun 2010 mulai mewujudkan rencana optimalisasi potensinya dengan membangun infrastruktur untuk menunjang kegiatan produksi maupun transportasi, meningkatkan kapasitas produksi dan mengintegrasikan sistem pengelolaan hasil produksi dengan pemasokan batubara ke konsumen. Pelaksanaan program tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan Perseroan di masa mendatang yang kini mulai menunjukkan hasilnya.
coal mining companies, optimizes its potentials by constructing infrastructure to support production and transportation, stepping up production capacity, and integrating production management system with coal supply to consumers. The program was part of the Company’s expansion plan that has come to fruition.

In 2010, PTBA being one of Indonesia’s major

2

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Operasi yang Semakin Efisien
More Efficient Operations

Biaya Produksi Swakelola
Inhouse Production Cost

5,6%
The Company’s cost of inhouse production per ton at mine is lower than other coal companies. And yet the Company maintains its cost and operating efficiency drive that has enabled production to increase at reduced output cost, although fuel and labor costs continue escalating. Hence, the Company successfully cut production cost per ton at mine by 5.6% lower from the preceding year.

Biaya produksi batubara swakelola Perseroan di tambang per ton cukup rendah dibandingkan perusahaan sejenis. Namun demikian Perseroan tetap melakukan langkah pengendalian biaya dan berbagai langkah efisiensi operasional, sehingga di tengah kecenderungan peningkatan biaya bahan bakar dan tenaga kerja, volume produksi berhasil ditingkatkan dengan biaya per out-put produk yang semakin rendah. Dengan upaya tersebut Perseroan dapat menurunkan biaya produksi per ton batubara swakelola di tambang sebesar 5,6% lebih rendah dari pada biaya tahun 2009.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 3

Volume Produksi dan Penjualan yang Meningkat
Higher Production and Sales
Total Produksi
Total Production

Total Penjualan
Total Sales

7,4%

3,7%

Revitalisasi dan optimasi peralatan produksi membuat Perseroan mampu meningkatkan produksi hingga sebesar 7,4%, diiringi dengan keberhasilan perluasan pasar dan kerjasama dengan PT KAI dalam upaya meningkatkan kapasitas angkut kereta api, sehingga volume penjualan batubara meningkat 3,7%.

Revitalizing and optimizing production equipment boosted production by 7.4% and expanded market working closely with PT KAI to improve railway loading capacity and resulted in coal sales increase of 3.7%.

4

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

Pengembangan Usaha yang Terintegrasi dan Dinamis
Integrated and Dynamic Business Development

Realisasi pengembangan usaha secara terintegrasi kini telah semakin mewujud, yakni, pembangunan PLTU skala kecil dengan bobot pekerjaan telah mencapai 85%, pengembangan potensi ekonomis dari Coal Bed Methane (CBM) yang telah memasuki tahap persiapan pemboran eksplorasi, peningkatan kapasitas angkut jalur KA eksisting dan pengembangan jalur KA khusus batubara ke Lampung yang telah sampai pada penandatanganan kontrak Engineering Procurement Construction (EPC) sehingga pasar batubara kalori rendah.

Peningkatan Kapasitas dan Pengembangan Angkutan KA
Increasing and Developing Train Loading Capacity

The realization of integrated business development has brought more encouraging results: the construction of small-scale Thermal Power Plant (TPP) was 85% completed, Coal Bed Methane (CBM) project was nearing exploration drilling phase, EPC contract to increase the existing railway loading capacity and to construct coal transportation railway to Lampung was signed, hence opening a wider market for low-calorie coal.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 5

Standar Baru Dalam Pengembangan Lingkungan
New Standards of Environmental Development

Sebagai wujud kepedulian pada upaya pelestarian lingkungan, Perseroan melanjutkan pembangunan Taman Hutan Rakyat (TAHURA) Tanjung Enim seluas 5.934 hektar yang terbagi atas 12 zona. PTBA berhasil mempertahankan PROPER HIJAU tingkat Nasional di tahun 2010 dalam pengelolaan lingkungan tambangnya.

PROPER HIJAU
Green PROPER

As evidence of PTBA concern for environmental conservation, the Company continued the development of Tanjung Enim People’s Forest Park (TAHURA) measuring 5,934 hectares divided into 12 zones. PTBA retained its National GREEN PROPER award in 2010 for its effort to manage the surrounding environment.

• UKL and UPL for the project obtained. • In preparation of exploration drilling in Tanjung Enim. PLTU Mulut Tambang 2 x 300 MW di Peranap Riau. • Upgrading hardware. TEKNOLOGI INFORMASI Information Technology • Evaluasi dan penggantian sistem operasional secara berkala. • Tanjung Enim 3 x 10 MW .85% completed. • Penunjukan kontraktor EPC dan renegosiasi tarif listrik untuk PLTU Banjarsari 2 x 100 MW. . PERALATAN PRODUKSI Production Equipment • Optimalisasi 5 unit BWE sistem. • Peranap mine mouth 2 x 10 MW – EPC tender and electricity tariff negotiation in progress. • Persiapan pemboran eksplorasi di Tanjung Enim. Boost in house production higher than 40%.and large-scale IPP for sale to PLN. PENGEMBANGAN OPERASIONAL Operational Development COAL BED METHANE (CBM) • Sebagai Bahan Bakar PLTU. Menjadikan TI sebagai tulang punggung operasional Perseroan. Signing long-term low-calorie coal sales contract with PLN. • Tarahan 2 x 8 MW – EPC Contractor appointed. • Ikut serta dalam proses tender IPP PLTU Mulut Tambang 2 x 300 MW dan 2 x 600 MW di Tanjung Enim. • Penunjukan Kontraktor EPC untuk PLTU Tarahan 2 x 8 MW. 2 x 300 MW in Peranap Riau. Site area 100% cleared. PLTU 2 x 200 MW in Madura. Developing economic potentials of CBM in PTBA concession areas (Tanjung Enim.6 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Sasaran Pengembangan Perusahaan Company Development Goal DIVERSIFIKASI PENDAPATAN Diversification of Earnings BATUBARA KALORI RENDAH Low Calorie Coal Pemanfaatan sebagai bahan bakar PLTU milik sendiri maupun milik IPP lain. • Tahap lelang EPC dan negosiasi tarif listrik untuk PLTU mulut tambang 2 x 10 MW Peranap. • Selling electricity to PLN. • Membangun PLTU kecil untuk kebutuhan sendiri di tiga lokasi. • Memperoleh proyek Upaya Kelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL). PROGRAM 2010 2010 PROGRAM Memanfaatkan nilai ekonomi batubara kalori peringkat rendah sebesar lebih kurang 34% dari cadangan batubara yang selama ini belum dieksploitasi. Ombilin and Peranap). Make IT the Company’s operational backbone. • Menjual listrik kepada PLN. • Memulai program penambahan APU. • Routinely maintain 3 other BWE. • Optimizing 5 BWE system. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP Thermal Power Plant • Memenuhi keperluan daya listrik sendiri. • Integrasi sistem penanganan produk. • Upgrade peralatan hardware. • To fuel TPP. JANGKA PANJANG LONG TERM Mengembangkan potensi ekonomi CBM di wilayah konsesi PTBA (Tanjung Enim. • Start adding mining equipment particularly truck & shovel. • Participated in mine mouth IPP tender for 2 x 300 MW and 2 x 600 MW in Tanjung Enim. TUJUAN OBJECTIVE To be used as fuel for the Company’s own TPP. • Pembangunan PLTU Unit Tanjung Enim 3 x 10 MW mencapai 85 %. Menandatangani kontrak penjualan batubara peringkat rendah jangka panjang dengan PLN. transmission area 88% cleared. • Replacement and addition with bigger truck & shovel. • Recondition and relocate 2 BWE from TAL to MTBU site. • Meeting the Company’s electricity needs. • Dijual sebagai BBG.t rendah sebesar kurang lebih 34% dari cadangan batubara yang selama ini belum diproduksi. • Upgrade perangkat keras. Ombilin dan Peranap). others IPP. Pembebasan Lahan 100% dan transmisi 88%. Increasing economic value of low-calorie coal by approximately 34% of reserves. • Periodic evaluation & replacement of software. Meningkatkan produksi swakelola dengan porsi di atas 40%. • Perawatan rutin 3 unit BWE lainnya. • Penggantian dan penambahan armada truk & shovel dengan kapasitas yang lebih besar. • Membangun PLTU ukuran sedang dan besar untuk dijual ke PLN. PLTU 2 x 200 MW di Madura. • To be sold as gas fuel. • Constructing medium. terutama truk dan shovel. • Banjarsari 2 x 100 MW – EPC Contractor appointed and electricity tariff renegotiated. • Integrate product handling system • Upgrade hardware • Merekondisi dan memindahkan 2 unit BWE dari lokasi TAL ke MTBU. • Constructing small-scale TPP for own use in three locations.

• Pengesahan Soft Structure GCG (GCG Code. Menjadi Good Corporate Citizen. • Refurbishment of Kertapati pier. • Endorse GCG Soft Structure (GCG Code. • Pelaksanaan program CSR dan pengembangan masyarakat. Human Resource with international qualification. • Pelaksanaan revegetasi dan pembangunan Taman Hutan Rakyat. • Pengembangan coal handling facility di Tanjung Enim dan di pelabuhan Tarahan. • Install whistle blowing system. • Enhancing GCG best practices and periodic assessment. Code of Conduct and Board Manual). • Tahap pembentukan Sistem Pelaporan Pelanggaran (SPP) . • Sosialisasi GCG pada pegawai. • HOA angkutan batubara KA khusus ke Tanjung Api-api (Sumsel) dengan Adani (India). • Persiapan fasilitas produksi di MTBU mencapai 65%. • Revegetation and development of People’s Forest Park in Receiving Zone. • Assess 334 and promote 45 employees. Develop HR competence by training and periodic evaluation. Be a Good Corporate Citizen. • Meningkatkan pemanfaatan sumber daya air. • Declaration of Commitment to GCG. Code of Conduct (COC) dan Board Manual). • Upgrading capacity of coal handling facility in Tanjung Enim mine and Tarahan port. • HR training attended by 3. . • Refurbishment dermaga di Kertapati. • Environmental monitoring in three main locations in accordance with Environment Quality Standard. • CSR and Community Development program. • Revegetasi lahan pascatambang secara bertahap dan berkelanjutan. secara bertahap di lokasi rencana Zona Penerima. • Bekerja sama dengan PT KAI untuk meningkatkan kapasitas angkut jaringan yang sudah ada. • Memperbarui kesepakatan dalam Kontrak Kerja Bersama dengan wakil SPBA. COC by employees.439 people. • External assesment. • Carry out Partnership & Community Development Progarm. SDM yang memiliki kualitas internasional. • Melaksanakan program Bina Wilayah. • Carry out Area Development Program. • Penyelesaian fasilitas barge loading di pelabuhan Tarahan. • Meningkatkan best practices penerapan GCG dan evaluasi berkala. • Renew Collective Labor Agreement with PTBA Labor Union. • 65% completion of MTBU production facility. • Peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. • Memantau lingkungan di tiga lokasi utama sesuai standar Baku Mutu Lingkungan (BML). • Completion of loading barge facility at Tarahan port. • Increasing loading port & discharging capacity and stockpile. • Head of Agreement (HOA) on coal transportation to Tanjung Api-api (South sumatera) with Adani (India). • Pernyataan kepatuhan seluruh pegawai dalam penerapan COC GCG. Step up sales volume to 82 million tons per year. • Cooperation with PT KAI to increase existing railway transport capacity.439 peserta. • Melakukan asesmen terhadap 334 karyawan dan mempromosikan 45 karyawan. Meningkatkan kompetensi SDM melalui pelatihan dan evaluasi secara berkala. • Membangun jaringan KA khusus batubara. MENINGKATKAN TATA KELOLA Corporate Governance Development MENINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIA Human Resources Development MENINGKATKAN PENGEMBANGAN LINGKUNGAN Environmental Development • Melengkapi seluruh pranata organisasi. Menunjang volume penjualan hingga 82 juta ton/tahun. • Constructing coal-transport railway. • Melaksanakan program PKBL. • Socialize GCG to employees. • Terpeliharanya lingkungan alam yang lebih asri.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 7 INFRASTRUKTUR Infrastructure • Peningkatan kapasitas bongkar muat pelabuhan dan stockpile. • Equipping all organizational system. • Preserve surrounding environment. • Melakukan pelatihan SDM yang diikuti 3. • Revegetate post-mining. • Improve surrounding community welfare. • Optimize water sources. • Asesmen oleh pihak independen.

620 199.990 553.559 5.754 526.8 491.154 (4.9 54.295.040 111.972 199.650 (600.650.104.225 58.678 171.423 610.092 (1.4 57.501 1.1 25.002 (1.844.078. kecuali laba bersih per saham) Penjualan Harga pokok penjualan Laba kotor Beban usaha Laba usaha Pendapatan lain-lain (bersih) Bagian (rugi)/laba bersih dari perusahaan asosiasi Laba sebelum pajak penghasilan Pajak penghasilan Hak minoritas atas rugi/(laba) bersih anak perusahaan Laba bersih Jumlah saham beredar (juta lembar) Laba bersih per saham Harga pasar saham terhadap laba bersih per saham EBITDA Pengeluaran usaha** 7.979 187.156 748.661 76.551.166 (1.212 1.2 31.258.9 34.2 47.116 675.106.556 46.862 8.713) 9.220 2.596.669.008) 2.032.178 423.2 50.187 8.505.392 2010 2009 2008 PERHITUNGAN LABA RUGI (Dalam juta Rp.2 135.891 2.734 2.391 122.998.498.3 62.6) (24.184 15 3.228 (3.078.687 1.502 .7 57.493.578 3.041.2 35.699 4.531.022 6.954 2.527 3.136) 3.0 117.925 128.4) (26.295.727.672 (837.235 197.8 60.281.483 69.707.1) (26.527 5.304.352.947.553 (1.366.836 128.7 33.740 84.722.301) 4.156 4.957 RASIO-RASIO (Dalam %) RASIO PERTUMBUHAN Penjualan Laba kotor Laba usaha Laba bersih Laba bersih per saham RASIO USAHA Laba Laba Laba Laba Laba Laba Laba Laba Laba kotor terhadap penjualan usaha terhadap penjualan bersih terhadap penjualan kotor terhadap jumlah ekuitas usaha terhadap jumlah ekuitas bersih terhadap jumlah ekuitas kotor terhadap jumlah aset usaha terhadap jumlah aset bersih terhadap jumlah aset 46.133 548.512 6.190 644.743 2.4) 24.746 8.451 74.908 1.3 36.0 37.720 1.932 447.901 158.578 5.0 579.230 102.593) 2.402.4 42.8 26.624 420.565) 2.599.104 1.343 308 1.384 81.1 26.097 789.530.909.0 365.953 266.372 8.517 125.076.1 39.238) 3.2 29.063 383.005 701.832 2.3 RASIO KEUANGAN Aset lancar terhadap kewajiban lancar Jumlah kewajiban terhadap jumlah aset Jumlah kewajiban terhadap jumlah ekuitas PENGELUARAN MODAL (Dalam juta Rp) Rutin Pengembangan Jumlah pengeluaran modal * Disajikan kembali ** Harga Pokok Penjualan + Beban Usaha .908 759.376.736 8.380.918 411.063 446.266 774 911.771 2.750 1.043 2.133 4.762.949.054.548.8 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 IKHTISAR UTAMA Ikhtisar Keuangan Financial Highlights NERACA (Dalam juta Rp) ASET Kas dan setara kas Piutang usaha (bersih) Persediaan (bersih) Aset lancar lainnya (bersih) Aset lancar Taksiran klaim atas kelebihan pembayaran pajak Investasi pada perusahaan asosiasi Properti pertambangan (bersih) Aset tetap (bersih) Aset tidak lancar lainnya (bersih) Aset tidak lancar Jumlah aset KEWAJIBAN DAN EKUITAS Hutang usaha Biaya yang masih harus dibayar Hutang pajak Kewajiban lancar lainnya Kewajiban lancar Penyisihan manfaat pensiun dan kesejahteraan karyawan Penyisihan beban pengelolaan lingkungan hidup setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Kewajiban jangka panjang lainnya Kewajiban tidak lancar Jumlah kewajiban Hak minoritas Jumlah ekuitas Jumlah kewajiban dan ekuitas Modal kerja bersih 73.6 41.7 88.5 85.942 56.9 33.072 174.055) (6.156.147.008.0 62.622.783.8 28.645.Depresiasi dan Amortisasi 62.2 48.848 1.158 301.028.686.466 5.7 59.132 6.036.459 409.150) 2.5 178.792 151.988) 3.875 6.106.542 921.699 5.152 562.843.779 120.3 59.584 362.063 5.854 (4.352) 3.304 1.709.733 79.304 741 9 2.057 (5.0 135.304 872 26 2.675) (1.315.039 (3.6) (35.315 217.728 959.216.407 7.723 2.292.6 23.392 3.722.987 1.8 (11.2 42.4 40.846) 1.8 40.7 30.075 997.133.346.0 43.369 431.2 28.927 6.309 48.701.4 23.644.8 75.

533.295.8 32.931 26.501 3.211 2.590 194.979.460 3.035 774.001 3.734 1.5 18.831 3.1 40.249 17. except earnings per share) 4.080.5 37.4 21.8 17.501.0 21.776 12.159 261.019 97.514 (1.508 271.451 431.181 2.734 16.973 3.5 48.025 403.8 22.6 13.107.841) 896.200 759.352 188.539 64.123. net Non-current assets Total assets LIABILITIES AND EQUITY Trade payables Accrued expenses Taxes payable Other current liabilities Total current liabilities Provision for retirement and employee benefits Provision for environmental protection reclamation and mine closure Other long term liabilities Total non-currets liabilities Total liabilities Minority interest Total equity Total liabilities and equity Net working capital INCOME STATEMENTS (In million Rp.970 Sales Cost of sales Gross profit Operating expenses Operating income Other income (net) Share in net (loss)/income of associate Profit before income tax Income tax expense Minority interest in net income of subsidiaries Net income Number of share (in million share) Earning per share Price earning ratio EBITDA Operating expenditures** RATIOS 16. net Other current assets.750) (601) 726.174 668.765 547.979.297) 656. net Inventories.181 99.241 898.936) 1.670 2.936 2006 1.341 170.073 (678.127 483 368.153.407) 1.819 560.803.181 2.2 43.112 1.825 (725.009.916.318 2.347 99.198.291.533 292.541 3.137 293.5 27.8 15.519 1.7 34.335.675.107.0 0.414 447.482 25.350 83.3 17.998 39.6 544.831 3.5 49.019 360.560 800. net Fixed assets.950 (180.571 455.509) 485.761 1.771) (2.2 17.347.MAIN HIGHLIGHTS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 9 2007* 2.3 39.154 2.545 310.6 60.335.622.6 36.254 355.857 Routine Development Total capital expenditures * As restated ** Cost of Sales + Operating Expenses .295.304 211 17 738.093 12.055 163.562 (282.025 1.Depreciation and Amortization .451 2.950 75.1 4.7 21.9 (In percentage) GROWTH RATIO Sales Gross profit Operating income Net income Earning per share OPERATIONAL RATIO Gross profit to sales Operating income to sales Net income to sales Gross profit to equity Operating income to equity Net income to equity Gross profit to total assets Operating income to total assets Net income to total assets FINANCIAL RATIO Current assets to currents liabilities Total liabilities to total assets Total liabilities to total equity CAPITAL EXPENDITURES (In million Rp) 24.480 (2.7 58.1 15.222.870 744.082. net Other non-current assets.228 BALANCE SHEET (In million Rp) ASSETS Cash and cash equivalents Trade receivables.6 21.7 33.1 25.838 71.6 49.855 (2.2 28. net Current assets Estimated claims for tax refund Investments in associated Mining properties.984 114.8 18.304 315 38 1.030) 1.3 413.526 12.

2 3.2 7.3 2.979.9 2.7 2.947.107.844.10 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 IKHTISAR UTAMA (Rp miliar) Assets (Billion Rp) Aset Penjualan Sales (Billion Rp) (Rp miliar) Laba Usaha (Rp miliar) Operating Income (Billion Rp) 8.5 656.7 726.9 1.008.493.2 4.0 211 315 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 Dividend per Share (Rp) Dividen per Saham (Rp) 533 371 Meningkatkan efisiensi seraya fokus pada pengembangan usaha untuk memberi nilai yang lebih tinggi.2 738.1 1.4 1.722.9 3.7 8.123.0 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 06 07 08 09 10 Laba Bersih (Rp miliar) Net income (Billion Rp) EBITDA (Rp miliar) EBITDA (Billion Rp) Laba Bersih per Saham Earning per share (Rp) (Rp) 2.669.078.909.7 8.2 3.548.727.622.216.082.8 897.184 872 741 485.6 2.106.304. Improving efficiency while focusing on business development for higher values. 101 105 165 06 07 08 09 10 .6 6.9 7.2 2.707.533.4 3.8 3.

649 2.819 391.871.956.912 11.002 12.228.763.776 1.022.150 1.770 783.640 (dalam ton) 8.100 2.397.803.750.049 40.840 1.310.077 10.430 10.510 (in tons) • PT Bukit Asam Prima • PT International Prima Coal • PT Bukit Asam (Persero) Tbk Jumlah Pembelian Jumlah Produksi & Pembelian (dalam ton) • PT Bukit Asam Prima • PT International Prima Coal • PT Bukit Asam (Persero) Tbk Total Purchase Total Production & Purchase (in tons) ANGKUTAN KERETA API 8.595.630.429 8.736 8.006.161 784.416.896 8.321.797.870 8.251 722.288.165.014 4.536.402 5.892 10.339.606.454.843 9.968 2.783 12.781 2.897.476.565 8.546 10.657 3.243 57.240.665.501 1.920.955.169.109 712.478.277.030 10.086.588 508.757.580 8.551 12.940 10.487.915.165.114 9.850 11.147.558 12.312 12.620 76.509 5.522 10.695.477 1.884 3.548.430 6.708 366.144.320 RAILWAY TRANSPORTATION Tanjung Enim Ke Tarahan Tanjung Enim ke Kertapati Jumlah Angkutan Tanjung Enim to Tarahan Tanjung Enim to Kertapati Total Transportation PENJUALAN Domestik Ekspor SALES Domestic Export (in tons) Jumlah Penjualan Total Sales .175.258 1.280.218 3.690 8.272.835 400.846.209 880.426.971 507.400 1.683 840.507 560.712.783 574.310 4.388 13.068.333 5.796 5.300.090 6.424 4.950.922 6.498.792 8.012 9.180.586 9.150 2.637.013 1.900.388.613 4.817 4.MAIN HIGHLIGHTS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 11 Ikhtisar Operasi Operational Highlights PRODUKSI (dalam ton) Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Muara Tiga Besar Selatan • Banko Barat Jumlah Produksi UPT Unit Pertambangan Ombilin (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT International Prima Coal Jumlah Produksi 2010 2009 2008 2007 2006 PRODUCTION (in tons) Tanjung Enim Mining Unit (UPT) 6.852.511 8.472 2.294 1.728 2.400 1.722.050.945 (dalam ton) 511.484.114 400.984 1.510 • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Muara Tiga Besar Selatan • Banko Barat UPT Total Production Ombilin Mining Unit (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT International Prima Coal Total Production PEMBELIAN PURCHASES 574.450 1.734 6.199 10.600.185 1.553.612 12.131.271.240.461.

The Most Trusted Company in GCG Award organized by The Indonesian Institute for Corporate Governance & SWA Magazine.12 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 IKHTISAR UTAMA Penghargaan dan Sertifikasi Awards and Certifications Januari January The Best Company Of The Year dalam International Good Company Award. dan Peringkat ke 3 GCG Implemention dalam Acara Business Review Award. 2nd Runner-up Best Website 2010 in ISRA Award presentation . The Best Role of Stakeholder in IICD Corporate Governance Award 2010 from Investor Magazine. Penganugerahan ISRA. Peringkat ke 3 Operation Management. 3rd Rank 2009 Annual Report Award (non-financial listed company). The Best Role of Stakeholder dalam IICD Award Corporate Governance Award 2010 dari Majalah Investor. Agustus August 3rd Best Website dalam acara BUMN Award. 3rd Best Website in BUMN Award presentation. The Best Company of the Year in International Good Company Award presentation. PTBA memperoleh runner up II Best Website 2010. Peringkat ke 1 Finance Performance. Desember December Predikat Terpercaya dalam GCG Award yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance & Majalah Swa. Mei May The Best Performing Listed Company 2010 dari Majalah Investor. National GREEN PROPER Award from Ministry of Environment. 1st Rank Finance Performance. Stern Steward & co and Swa. dalam acara Investor Award. and 3rd Rank GCG Implementation in Business Review Award presentation. 2nd Rank in Mining Companies category in Investor Award presentation. Peringkat 2 dengan Kategori Perusahaan Pertambangan. and SWA Magazine. Juli July The Best Public Companies based on WAI (Wealth added Index) dari Indonesia’s Best Wealth creators 2010 Method Indonesia. Predikat Aditama untuk Lingkungan dari Kementrian ESDM. Aditama Predicate for Environment from EMR Ministry. 3rd Rank Operations Management. November November PROPER HIJAU tingkat Nasional dari Kementrian Lingkungan Hidup. The Best Performing Listed Company 2010 by Investor Magazine version. The Best Public Company from Indonesia’s Best Wealth Creators 2010 (Wealth Added Index) Method Indonesia. September September Peringkat 3 Annual Report Award 2009 kategori Non Keuangan Listed Company. Stern Steward & Co.

BUMN AWARD 2nd BEST USER INTERFACE WEBSITE SWA 100: BEST WEALTH CREATORS 2nd BEST SUSTAINABILITY REPORTING CORPORATE GOVERNANCE AWARD BEST PERFORMING LISTED COMPANY 2010 PROPER HIJAU 1st RANK FINANCE PERFORMANCE. BUSINESS REVIEW AWARD .MAIN HIGHLIGHTS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 13 Piagam dan Trophi Penghargaan Sertificate and Trophy Awards BUSINESS REVIEW AWARD ADITAMA ANNUAL REPORT AWARD 3rd BEST WEBSITE.

Annual General Meeting of Shareholders. one of the resolutions was to amend the Articles of Association. 10 . Signing Memorandum of Understanding between PTBA and PT PLN to supply low-calorie coal to PLN TPP. Signing Engineering Procurement Construction (EPC) and Operation & Maintenance (O&M) Agreements between PT Bukit Asam Transpacific Railway (subsidiary of PTBA) and China Railway Group Limited in Beizing for Railway and Coal Port Development Project. April April 21 Juni Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2010. dengan salah satu keputusan Utama Perubahan Anggaran Dasar Perseroan. June Penandatanganan Nota Kesepahaman/MOU antara PTBA dan PLN tentang pasokan batubara kalori peringkat rendah ke PLTU milik PLN. Signing Memorandum of Understanding between PTBA and PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) on Coal Gasification and Resultant Gas Usage as Raw Material and Fuel in PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) factory. length 307 Km and capacity 27 million tons per annum.14 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 IKHTISAR UTAMA Peristiwa Penting 2010 2010 Significant Events Februari February 23 Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PTBA dan PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) tentang Pengembangan Gasifikasi Batubara dan Pemanfaatan Gas Hasilnya sebagai Bahan Baku dan Bahan Bakar di Pabrik PT Pupuk Sriwidjaja (Persero). Maret March 23 Penandatanganan Engineering Procurement Construction (EPC) dan Operation & Maintenance (O&M) antara PT Bukit Asam Transpacific Railway (anak perusahaan PTBA) dan China Railway Group Limited di Beijing untuk Proyek Pembangunan Angkutan Kereta Api dan Pelabuhan Batubara dengan panjang jalur sekitar 307 KM dan kapasitas angkut 27 juta ton per tahun.

Signing Amendment to EPC Contract for Banjarsari mine mouth 2 x 100 MW TPP. Desember December 3 29 Penandatanganan Amandemen Kontrak EPC PLTU mulut tambang Banjarsari 2 x 100 MW. .MAIN HIGHLIGHTS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 15 Agustus August 25 Penandatanganan Head of Agreement (HOA) antara PTBA. PT Adani Global dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tentang Angkutan Batubara. Signing Head of Agreement (HOA) among PTBA. Retaining National GREEN PROPER Award. PT Adani Global and South Sumatera Provincial Administration regarding coal transportation. Paying interim dividend for accounting year 2010. PTBA membagikan Dividen Interim Tahun Buku 2010. November November 15 Mempertahankan peringkat PROPER HIJAU tingkat Nasional.

Health and Environmental Conservation Perlindungan Lingkungan Environment Conservation Laporan Pelaksanaan Reklamasi dan Rehabilitasi Progress Report of Reclamation and Rehabilitation Pengembangan Teknologi Informasi Information Technology Development Pengembangan Sumber Daya Manusia Human Resource Development PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Management Discussion and Analysis Kondisi Umum dan Prospek Usaha General Condition and Business Prospects Kondisi umum perekonomian global dan Indonesia General Condition of Global and Indonesian Economy Prospek permintaan batubara Coal Prospects 16 19 20 21 21 22 23 24 24 25 25 26 27 103 104 104 104 115 115 129 130 Laporan Kinerja Usaha Business Review Segmen Batubara Coal Segment Segmen Briket Briquette Segment Tinjauan Kinerja Keuangan Financial Review 29 30 30 34 35 37 130 137 143 145 146 147 149 152 152 38 38 44 Strategi Bisnis 2011 Business Strategy in 2011 Informasi-informasi Material Material Information Perjanjian-perjanjian Penting Significant Agreements .16 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 IKHTISAR UTAMA Table of Contents 1 5 8 11 12 14 SEKILAS KINERJA PTBA PTBA Performance Highlights IKHTISAR UTAMA Main Highlihts Ikhtisar Keuangan Financial Highlights Ikhtisar Operasi Operational Highlights Penghargaan dan Sertifikasi Awards and Certifications Peristiwa Penting 2010 2010 Significant Events DAFTAR ISI Table of Contents INFORMASI PERSEROAN Corporate Information Visi dan Misi Visi and Mission Riwayat Singkat Brief History Kegiatan Usaha Business Activity Lokasi Operasi Perseroan Operational Location Sumber Daya dan Cadangan Batubara Coal Resources and Reserves Produk Batubara Coal Products Alamat Kantor Office Address Akses Informasi Access to Information Anak Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi Subsidiaries and Associated Companies Lembaga Penunjang Pasar Modal Capital Market Supporting Institution Struktur Organisasi Organization Structure INFORMASI BAGI INVESTOR Investors Information Kondisi Pasar Modal Capital Market Condition Kinerja Saham PTBA PTBA Share Performance Kronologi Pencatatan Saham PTBA PTBA Share Listing Chronology Pemegang Saham Shareholders Register Kebijakan Dividen Dividend Policy LAPORAN MANAJEMEN Management Report Laporan Komisaris utama Report from The President Commissioner Laporan Direktur Utama Report from The President Director Neraca Balance Sheet Perhitungan Laba Rugi Statement of Income Arus Kas Cashflow Rasio-rasio Keuangan Financial Ratios Kebijakan Permodalan Capitalization Policy Realisasi Belanja Modal Capital Expenditure Daftar Isi 55 56 56 68 73 78 86 89 94 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL Operational Management Report Rencana Strategis Perseroan Corporate Strategic Plan Pengembangan Usaha Business Development Risiko dan Manajemen Risiko Risk and Risk Management Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Perlindungan Lingkungan (K3LL) Work Safety.

K.6 Pernyataan Dewan Komisaris dan Direksi Statement of the Board of Commissioners and Directors LAPORAN KEUANGAN Financial Statements 255 258 262 264 265 270 280 281 . Health and Environment Komitmen terhadap Kualitas Produk dan Perlindungan Pelanggan Commitment to Product Quality and Consumer Protection Hubungan Harmonis dengan Masyarakat berlandaskan Prinsip-prinsip Tata Kelola yang Baik Harmonious Relationship with The Community Based on Good Corporate Governance Principles DATA PERSEROAN Corporate Data Profil Dewan Komisaris Board of Commissioners’ Profile Profil Direksi Board of Directors’ Profile Profil Sekretaris Perusahaan dan SPI Corporate Secretary and Internal Audit Unit’s Profile Profil Komite-komite Committees’ Profile Referensi Silang Daftar Isi Dengan Peraturan Bapepam LK.MAIN HIGHLIGHTS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 17 154 154 155 155 155 156 156 157 159 162 163 Transaksi Benturan Kepentingan Conflict of Interest Transactions Transaksi Material Material Transactions Perubahan Anggaran Dasar Amendment To Articles of Association Penjualan Kembali Saham Perseroan Shares Buy Back Program Akuisisi Acquisition Pendirian Anak Perusahaan Establishment of Subsidiaries Transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa Related Party Transactions Reklasifikasi Akun Reclassification of Accounts Aset dan Kewajiban Kontijensi Contingent assets and liabilities Perkembangan Terakhir Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Prospective Accounting Pronouncement Kejadian Setelah Tanggal Neraca Subsequent Events 232 234 Pelaksanaan Prinsip-prinsip Dasar GCG Implementation of GCG Basic Principles Lain-lain Others LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Report on Corporate Social Resposibilities Pengantar Preface Program Kemitraan dan Bina LIngkungan Partnership and Community Development Program 241 242 243 165 166 166 167 171 173 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Corporate Governance Report Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Implementation of Corporate Governance Tujuan Penerapan Objective Asesmen Praktek GCG Assesment of GCG Practice Panduan dan Struktur Tata Kelola Corporate Governance Code and Structure 250 250 Rapat Umum Pemegang Saham General Meeting of Shareholders Hubungan serta Koordinasi Dewan Komisaris dan Direksi Coordination between Board of Commissioners and Board of Directors Dewan Komisaris Board of Commissioners Direksi Board of Directors Komite-komite dan Laporan Komite Committees and Committee Report Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary Sistem Pengawasan dan Pengendalian Internal Internal Audit and Control System Kode Etik Code of Conduct 251 176 251 179 189 199 215 219 225 253 Pengelolaan Pelestarian Lingkungan Environmental Management Pemenuhan Hak-hak Karyawan dan Penghargaan terhadap Hak Azasi Manusia Fulfillment of Employee Rights and Respect for Human Rights Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lingkungan Work Safety.K. No. X.6 Cross Reference to Bapepam LK Rule X.

18 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 INFORMASI PERSEROAN .

3 2.0 hektar hectares Luas seluruh wilayah kuasa pertambangan Perseroan Total Company’s Mining concession area miliar ton billion tons Total Sumber Daya batubara Perseroan Total coal resources miliar ton billion tons Total cadangan tertambang Perseroan Total mineable reserves .702 7.CORPORATE INFORMATION PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 19 Informasi Perseroan Corporate Information 90.

2.20 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 INFORMASI PERSEROAN VISI VISION Menjadi Perusahaan energi berbasis batubara yang ramah lingkungan To become an environmentfriendly coal-based energy company MISI • • • • • Fokus kepada core competency dan pertumbuhan yang berkesinambungan Memberikan tingkat pengembalian yang optimal kepada pemegang saham Meningkatkan budaya korporasi yang mengutamakan kinerja Memberikan kontribusi pengembangan ekonomi nasional Memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan MISSION • • • • • Focus on core competency and sustainable growth Optimize shareholders’ return Promote a performance-based corporate culture Contribute to national economic development Contribute to the improvement of community welfare and the preservation of environment STRATEGI Perusahaan energi berbasis batubara yang ramah lingkungan dan terkemuka di Indonesia yang menerapkan Enam Langkah Strategis: 1. Focus on the growth of coal production/sales Focus on projects with readiness scale 1 Corporate restructuring Boost human resource competence and regeneration as well as promote a performance-based corporate culture Improve remuneration system based on performancebased reward Promote performance rating in environmental management . 4. 2. 5. 3. 6. 4. 6. 3. Fokus pada pertumbuhan produksi/penjualan batubara Fokus pada proyek-proyek dengan skala kesiapan 1 Restrukturisasi korporasi Meningkatkan kompetensi dan regenerasi SDM serta meningkatkan budaya korporasi yang mengutamakan kinerja Meningkatkan sistem remunerasi yang berdasarkan kinerja (performance based reward) Meningkatkan peringkat kinerja penataan pengelolaan lingkungan STRATEGY Indonesia’s leading environmentally friendly coal-based energy company that adopts Six Strategic Steps: 1. 5.

Dalam rangka meningkatkan pengembangan industri batubara di Indonesia. In 1950. eksploitasi. Perseroan mencatatkan diri sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia dengan kode “PTBA. while commercial production began in 1938. When the Dutch Colonial period ended in Indonesia. para karyawan Indonesia kemudian berjuang menuntut perubahan status tambang menjadi pertambangan nasional. On December 23. The Company business activities are as follows: • Mining operation covering general research. Memperdagangkan hasil produksi sehubungan dengan usaha di atas. baik untuk keperluan sendiri maupun keperluan pihak lain. baik di dalam maupun luar negeri. pada 1993 Pemerintah menugaskan Perseroan untuk mengembangkan usaha briket batubara. Pada 1950. eksplorasi. Mengusahakan pengolahan lebih lanjut atas hasil produksi bahan-bahan galian terutama batubara. Managing and operating ports and piers specifically designated for coal. terutama pertambangan batubara sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundangundangan yang berlaku dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas. BUSINESS ACTIVITY Pursuant to Article 3 of the Company’s Articles of Association. the mining workers fought for the nationalization of the mines. Further processing of mining products particularly coal.CORPORATE INFORMATION PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 21 RIWAYAT SINGKAT Sejarah pertambangan batubara di Tanjung Enim dimulai sejak zaman kolonial Belanda tahun 1919 dengan menggunakan metode penambangan terbuka (open pit mining) di wilayah operasi pertama. PN TABA converted its status to a limited liability company under the name of PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. yaitu di Tambang Air Laya. yang selanjutnya disebut Perseroan. PN TABA kemudian berubah status menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero).” KEGIATAN USAHA Sesuai Anggaran Dasar Perseroan Pasal 3. Trading products of the foregoing business activity. pengolahan. exploitation. in 1993 the Company was assigned by the Government to develop coal briquette business. at home and abroad. the Indonesian Government approved the establishment of State-Owned Bukit Asam Coal Mine or Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA). purifying. Using underground mining method. pengangkutan dan perdagangan bahanbahan galian terutama batubara. Pada 1981. Mengusahakan dan mengoperasikan pelabuhan dan dermaga khusus batubara. In line with the national energy security development program. initial operation commenced in 1923 and lasted until 1940.” BRIEF HISTORY The coal mining in Tanjung Enim was initiated by the Dutch Colonial Government in 1919 by operating the first coal mine using open pit mining method in Air Laya. either for own use or for others. In1981. pada 1990 Pemerintah menetapkan penggabungan Perum Tambang Batubara dengan Perseroan. pemurnian. Perseroan melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut: • Mengusahakan pertambangan yang meliputi penyelidikan umum. maksud dan tujuan Perseroan ialah berusaha dalam bidang pengembangan bahan-bahan galian. further called the Company. 2002 the Company became a publicly listed company on the Indonesian Stock Exchange under the code of “PTBA. in 1990 the Government merged Perum Tambang Batubara with the Company. sedangkan produksi untuk kepentingan komersial dimulai pada 1938. Seiring dengan berakhirnya kekuasaan kolonial Belanda di tanah air. the objective of the Company is to develop mining operation. Sesuai dengan program pengembangan ketahanan energi nasional. exploration. • • • • • • . transporting and trading of mining products particularly coal. baik hasil sendiri maupun hasil produksi pihak lain. particularly coal mining. either own or other parties’ production. in accordance with the prevailing laws and regulations under the limited liability principles. Pemerintah RI kemudian mengesahkan pembentukan Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA). To develop coal industry in Indonesia. Pada 23 Desember 2002. processing. Selanjutnya mulai 1923 beroperasi dengan metode penambangan bawah tanah (underground mining) hingga 1940.

000 ton tons Kapasitas Capacity : 2.5 juta ton/tahun million tons/year Kapal Ship : Max 8. OMBILIN Unit Pertambangan Mining Unit Sumberdaya Resources Cad tertambang Coal Reserved 3.80 miliar ton billion tons Cad tertambang Coal Reserved : 0.01 miliar ton billion tons : 6. for own purpose or for others. baik untuk keperluan sendiri maupun untuk keperluan pihak lain. Pabrik Briket Briquette Factory TANJUNG ENIM Kap.000 ton/tahun tons/year 2. TANJUNG ENIM Pertambangan Mining Unit Sumberdaya Resources Cad tertambang Coal Reserved 4. Dermaga Pier KERTAPATI Stockpile Stockpile : 50. Pelabuhan Port TARAHAN Stockpile Stockpile : 560.000 DWT 1.99 miliar ton billion tons 1 18 Samarinda 1 Samarinda Cerenti Ombilin Tanjung Enim % Cerenti Ombilin Tanjung Enim % 87 80 .29 miliar ton billion tons 1 11 1 Cadangan Tertambang Coal Reserved : 1.22 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 INFORMASI PERSEROAN • • Mengusahakan dan mengoperasikan pembangkit tenaga listrik uap.10 miliar ton billion tons : 0.000 ton tons 1.02 miliar ton billion tons 1. Providing consultancy services and engineering in coalmining-related fields and processed mining output.045 miliar ton billion tons : 0.5 juta ton/tahun million tons/year Kapal Ship : Max 40.59 miliar ton billion tons : 0. PERANAP CERENTI Kuasa Pertambangan Mining Concession Sumberdaya Resources : 0.000 ton/tahun tons/year Kepemilikan Perseroan Company Ownership : 51% 3. SAMARINDA . Pabrik Briket Briquette Factory GRESIK Kap.000 ton/tahun tons/year 2. LOKASI OPERASI PERSEROAN OPERATIONAL LOCATION SOUTH CHINA SEA 2 1 PADANG PEKANBARU 1 4 2 3 1 3 LAMPUNG SAMARINDA BALIKPAPAN 2 JAVA SEA SURABAYA 3 INDIAN OCEAN 1.27 miliar ton billion tons 2. Pelabuhan Port TELUK BAYUR Stockpile Stockpile : 90. 12.IPC Kuasa Pertambangan Mining Concession Sumberdaya Resources Cad tertambang Coal Reserved : 0. Memberikan jasa-jasa konsultasi dan rekayasa dalam bidang yang terkait dengan pertambangan batubara beserta hasil-hasil olahannya.000 DWT 3. • • Managing and operating thermal power plant.000 ton tons Kapasitas Capacity : 2. Pabrik Briket Briquette Factory LAMPUNG Kap. 8.35 miliar ton billion tons : 1. JAKARTA Kantor Perwakilan Representative Office Kapasitas Capacity : 12 juta ton/tahun million tons/year Kapal Ship : Max 80.000 DWT sumberdaya cadangan tertambang Sumberdaya Coal Resources : 7. 95.

Kungkilan.87.230 Ha. 13 Apr 2010): 2. If the mineable reserves at Lahat Regency are included. excluding mineable reserves in the Mining Concession location at Lahat Regency which is in dispute with the local Administration. In addition to these Mining Concessions. Sedangkan jumlah cadangan tertambang mencapai 1. 13 Apr 2010): 4. Indragiri Hulu Riau (09/IUP/545-02/IV/2010.Perindagkop. 30 Apr 2010): 882 Ha. 29 Okt 2010): 7.423 Ha Banko-Tengah Blok Timur (389/KPTS/Tamben/1010. and in Palaran District.238 Ha. 27 Apr 2010) seluas 18. 13 Apr 2010): 4.CORPORATE INFORMATION PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 23 SUMBER DAYA DAN CADANGAN BATUBARA Perseroan memegang hak Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi sebagai berikut: Tambang batubara Tanjung Enim seluas 66. Ombilin coal mine of 2. Selain IUP Operasi Produksi tersebut. 19 Jul 2010) seluas 3. .621 Ha Muara Tiga Besar (304/KPTS/Distamben/2010.96PPO289) measuring 18. 13 Apr 2010): 2.950 Ha. kota madya Samarinda (melalui anak perusahaan PT International Prima Coal) dengan no keputusan (454/375/HK-KS/VII/2010.950 Ha. While total mineable reserves reached 1.950 hectares. Arahan Utara.414 hectares covering Muara Enim Regency and Lahat Regency. total sumber daya batubara (resources) Perseroan mencapai 7.751 Ha Bukit Kendi (305/KPTS/Distamben/2010.937 Ha Banjarsari.230 Ha dan di lokasi kecamatan Palaran.500 Ha Banko-Tengah Blok Barat (391/KPTS/Tamben/2010.0 miliar ton.414 hektar yang meliputi Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lahat.87.0 billion tons.300 Ha Banko Barat (390/KPTS/Tamben/2010. yakni: • Lembah Segar dan Talawi (05.500 Ha Banko-Tengah Blok Barat (391/KPTS/Tamben/2010. 30 Apr 2010): 2. Arahan Utara. Apabila cadangan tertambang pada KP di Kabupaten Lahat diperhitungkan.8 miliar ton.950 hektar. Perseroan juga memegang hak IUP Operasi Produksi dilokasi Peranap. Sumatera Selatan. 13 Apr 2010): 22. maka jumlah cadangan tertambang menjadi 2.751 Ha Bukit Kendi (305/KPTS/Distamben/2010. Bunian. the Company also holds Mining Concession in Peranap Indragiri Hulu Riau (KW. Arahan Selatan (461/KPTS/HK-KS/Pertamben/2003): 24. consisting of: • • • • • • • Air Laya (751/KPTS/Dispertamben/2010.3 billion tons throughout this Mining Concession area.300 Ha Banko Barat (390/KPTS/Tamben/2010. Merujuk pada hasil penilaian sumber daya (resources) dan cadangan (reserve) oleh pihak independen yaitu “International Mining Consultant (IMC)” pada Desember 2008. 29 Okt 2010): 7. 30 Apr 2010): 3. 30 Apr 2010): 3.238 Ha. 13 Apr 2010): 22. 30 Apr 2010): 882 Ha.621 Ha Muara Tiga Besar(304/KPTS/Distamben/2010. South Sumatera. belum termasuk cadangan tertambang pada KP yang berlokasi di kabupaten Lahat yang berstatus sedang dalam tahap penyelesaian dengan Pemda setempat.937 Ha Banjarsari. the Company has total mineable reserves of 2. Arahan Selatan (461/KPTS/HK-KS/Pertamben/2003): 24. 30 Apr 2010): 2. COAL RESOURCES AND RESERVES The Company holds Mining Consession in the following areas: Tanjung Enim coal mine of 66. the Company has total coal resources of 7. Kungkilan.8 billion tons.423 Ha Banko-Tengah Blok Timur (389/KPTS/Tamben/1010. “International Mining Consultant (IMC)” of December 2008. consisting of: • Lembah Segar dan Talawi (05.Perindagkop. yang terdiri atas: • • • • • • • Air Laya (751/KPTS/Dispertamben/2010. Bunian. With reference to the assessment of resources and reserves by an independent consultant. Tambang batubara Ombilin seluas 2.3 miliar ton yang tersebar di seluruh KP tersebut di atas. Samarinda (through subsidiary PT International Prima Coal measuring 3.

COAL PRODUCTS The Company produces a variety of coal products with differing quality of content. +62-734-451 096.5 0. 63 522. Indonesia P.0 (%.adb) Ash 8. +62-754-61 021 F. 15 Tarahan. Bandar Lampung P.adb) VM (%.7 13.1 Teluk Bayur.adb) FC (%.6 0. Stasiun Kereta Api Palembang.+62-721-31 545. 31 686 F. Soekarno Hatta Km.7 47. Rasuna Said Blok X-5 Kav.500 5. +62-711-512 617 F.0 40.2 41.6 0. Sumatera Selatan P. Parigi No. 31 996 F. 2-3 Jakarta 12950 P. +62-751-63 533 Unit Pertambangan Ombilin (UPO) Ombilin Mining Unit Sawahlunto Sumatera Barat P.6 0. H. +62-721-31 577 KANTOR PERWAKILAN JAKARTA Jakarta Representative Office Menara Kadin Indonesia 15th Floor Jl.0 39.0 40.0 5.0 39. Parigi No. +62-711 511 388 Pelabuhan Tarahan Tarahan Port Jl.adb) IM (%.700 7. +62 734 451 095. 1 Tanjung Enim 31716 Sumatera Selatan. 452 993 Pelabuhan Teluk Bayur Teluk Bayur Port Jl.1 Tanjung Enim 31716 P. +62-21-525 4014 F.1 11.3 6. +62-734-451 095.9 40.0 5.8 6.5 41.5 42.3 7.ar) TM 34 30 28 21 18 14 (%.300 6.0 7.1 39.300 5.adb) TS 0. Coal Brand IPC 53 BA 55 BA 59 BA 63 BA 67 BA 70 (Kcal/kg. +62 734 451 096. 452 352 F. 452 352 F.900 6.R. Sumatera Barat P. +62-21-525 4002 .6 0. +62-751-62 522. 452 993 Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) Tanjung Enim Mining Unit Jl.5 45.24 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 INFORMASI PERSEROAN PRODUK BATUBARA Perseroan memiliki beragam jenis produk batubara sesuai dengan kadar kualitas yang terkandung di dalamnya.7 5.0 5.4 41.adb) CV (%.000 15. Tanjung Periuk No. +62-754-61 402 Dermaga Kertapati Kertapati Pier Jl.0 14.0 KANTOR PUSAT Head Office Jl.

16 Natar. Parigi No. +62-734-451 096. Raya Manyar Km. Kebayoran Baru Jakarta 12160 P. 452 352 F. +62-24-6585 185 F.ptba. . 1A Blok M. Raya Natar Km. the Company sets up several subsidiaries to support the Company in reaching its production and sales target. +62-21-727 96115. +62-254-700 1236 Unit Usaha Tanjung Enim Tanjung Enim Business Unit Jl. Jawa Tengah P. Rasuna Said Blok X-5 Kav.R. Tanjung Enim Sumatera Selatan 31716 P. +62-721-774 266 Unit Usaha Gresik Gresik Business Unit Jl. +62-721-783 558 F. updated news and general information of the Company can be accessed through: INVESTOR RELATIONS Menara Kadin Indonesia 15th Floor Jl. 452 993 Unit Usaha Semarang Semarang Business Unit Kawasan Industri Terboyo Blok O No. Falatehan Raya No. +62-24-6595 186 Unit Usaha Lampung Lampung Business Unit Jl. Raya Bojonegara Km. +62-21-525 4014 F. Jawa Timur P.CORPORATE INFORMATION PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 25 Unit Pengusahaan Briket Briquette Business Unit Jl.7 Serang. maka Perseroan membentuk beberapa anak perusahaan yang bergerak sebagai sektor pendukung pencapaian target produksi dan penjualan Perseroan. Lampung Selatan P.id ANAK PERUSAHAAN DAN PERUSAHAAN ASOSIASI Sejalan dengan visi Perseroan untuk menjadi perusahaan energi berbasis batubara yang berdaya-saing dan memberikan nilai optimal bagi para pemangku kepentingan. Banten P. berita terbaru dan informasi umum tentang Perseroan dapat diperoleh melalui : ACCESS TO INFORMATION Information for Shareholders. maupun untuk pengembangan berbagai produk derivatif batubara. +62-734-451 095. as well as in developing various coal derivative products. +62-21-727 96176 Unit Usaha Serang Serang Business Unit Jl. SUBSIDIARIES AND ASSOCIATED COMPANIES In line with the corporate vision to become a competitive coal-based energy company and to give optimum value to its stakeholders. +62-31-395 0601 AKSES INFORMASI Informasi untuk pemegang saham. 727 96241 F.co. 6 Manyar Gresik 61151. +62-21-525 4002 www.1.1 Semarang. 2-3 Jakarta 12950 P. H. +62-31-395 0288 F.

26 26 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 INFORMASI PERSEROAN NAMA NAME TAHUN PENDIRIAN 1996 2005 2007 2007 2007 2007 2008 2008 2008 ESTABLISHMENT BIDANG USAHA CORE BUSINESS STATUS Sudah operasi Operational Tahap pengembangan Developmental stage Sudah operasi Operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Belum operasi Non-operational Sudah operasi Operational KEPEMILIKAN OWNERSHIP (%) 75 PT Batubara Bukit Kendi PT Bukit Pembangkit Innovative PT Bukit Asam Prima PT Bukit Asam Metana Ombilin PT Bukit Asam Metana Enim PT Bukit Asam Metana Peranap PT Bukit Asam Banko PT Bukit Asam Transpacific Railway PT International Prima Coal Penambangan batubara Coal mining Pembangkit listrik tenaga uap Thermal power plant Perdagangan batubara Coal trading Penambangan gas metana Methane gas mining Penambangan gas metana Methane gas mining Penambangan gas metana Methane gas mining Penambangan batubara Coal mining Angkutan batubara Coal transporting Penambangan batubara Coal mining 59.75 99. X-7 No. Indonesia P. +62 21 570 9009 F. +62 21 521 2901 F.99 99.R. H.R. Rasuna Said Blok X-1 Kav. Jenderal Sudirman Kav.6 Jakarta 12940. Rasuna Said Kav. Jakarta Selatan 12920 P.34 Jakarta 10220 P. +62 21 5290 5555 / 5290 5050 .99 99. 1 & 2 Kuningan. +62 21 570 9026 Notaris Public Notary Fathiah Helmi Graha Irama Lt.6 Jl. H.99 65 10 51 LEMBAGA PENUNJANG PASAR MODAL CAPITAL MARKET SUPPORTING INSTITUTIONS Biro Administrasi Efek Share Registrar PT Datindo Entrycom Puri Datindo Wisma Sudirman Jl.99 99. +62 21 5290 7304-6 Kantor Akuntan Publik Public Accountant Tanudiredja Wibisana & Rekan PriceWaterHouseCoopers (PwC) Plaza 89 Jl.

TEKNOLOGI INFORMASI Information Technology MAIZAL GAZALI SM. KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN Partnership and Community Development ZULFAHMI MGR.A. PERBENDAHARAAN DAN PENDANAAN Treasury and Funding DADAN RUSWANDANA SM. EVALUASI DAN OPTIMASI PRODUKSI Analysis. PROGRAM KESEHATAN Health Program SONNY H. UNIT PENGUSAHAAN BRIKET Briquette Business Unit GM: General Manager SM: Senior Manager Mgr: Manager Ka: Kepala Head Pgs: Pengganti Sementara Temporary Replacement . HARSONO KA. efisien dan efektif sesudai dengan perkembangan industri serta dalam rangka mencapai pertumbuhan kinerja yang optimal. DIREKTUR UTAMA President Director SUKRISNO DONO BOESTAMI DIREKTUR KEUANGAN Finance Director MILAWARMA DIREKTUR OPERASI/ PRODUKSI Operations/Production Director HERI SUPRIYANTO DIREKTUR PENGEMBANGAN USAHA Business Development Director TIENDAS MANGEKA DIREKTUR NIAGA Commerce Director MAHBUB ISKANDAR DIREKTUR SDM & UMUM HR & General Affairs Director SUHERMAN SM. BAGIR SM. PENANGANAN DAN ANGKUTAN BATUBARA Coal Handling and Transportation M. AKUNTANSI DAN ANGGARAN Accounting and Budgeting ISKANDAR MALIKI SM. Evaluation and Production Optimization EDY PURWANTO SM. LOGISTIK Logistics KORPORAT Corporate UNIT OPERASIONAL Operational Unit MUNANDAR SAI SOHAR ANSYORI AKHMAD HARUN AL RASYID GM. UNIT PELABUHAN TARAHAN Tarahan Port Unit MUZANI WAHAB GM. UNIT DERMAGA KERTAPATI Kertapati Pier Unit PGS GM. RUMAH SAKIT BUKIT ASAM Bukit Asam Hospital ACHMAD SUDARTO SEKRETARIS PERUSAHAAN Corporate Secretary M. UNIT PERTAMBANGAN TANJUNG ENIM Tanjung Enim Mining Unit GM. UNIT PERTAMBANGAN OMBILIN Ombilin Mining Unit OCTAVINA GM. PERENCANAAN KORPORAT Corporate Planning HANANTO BUDI LAKSONO SM. ORGANIZATION STRUCTURE The Company establishes a dynamic. efficient and effective organization structure aimed at reaching an optimum performance growth in accordance with the industry development.CORPORATE INFORMATION PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 27 STRUKTUR ORGANISASI Perseroan menerapkan struktur organisasi yang dinamis. HUKUM DAN ADMINISTRASI KORPORAT Legal and Corporate Administration AKHMAD ABBAS MGR. ANALISIS. SUMBER DAYA MANUSIA Human Resources ERDAWATI MGR. PEMASARAN BATUBARA Marketing WIRYAWAN SM. JAMIL SM. SATUAN PENGAWASAN INTERN Internal Auditor FLIDELIN KATILI SM. PENGEMBANGAN KORPORAT Corporate Development ENDANG PURNOMO MGR. UMUM DAN HUBUNGAN EKSTERNAL General Affairs and External Relations BAMBANG SUTRISNO SM. SISTEM MANAJEMEN PERUSAHAAN Corporate Management System SURYO EKO HADIANTO SM.

28 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 INFORMASI BAGI INVESTOR .

INVESTORS INFORMATION PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 29 Informasi Bagi Investor Investors Information IHSG Kenaikan IHSG di tahun 2010 CPI surged in 2010 46.13% 33% COMPOSITE PRICE INDEX (CPI) Harga Saham Share Price Harga Saham PTBA naik di tahun 2010 Increase of PTBA share price in 2010 .

Most blue-chip shares listed at the bourse and classified under LQ45 were priced higher. Indeks Bisnis-27 dan Indeks Kompas 100. showing a jump of 94.09 triliun. naik 26. banyak saham-saham emiten di bursa mencatat tingkat kenaikan yang cukup tinggi.4% dibandingkan rata-rata nilai transaksi harian tahun 2009.1 % dari posisi sebesar Rp13. Kebijakan stimulus ekonomi melalui ekspansi moneter di Amerika dan guncangan pasar uang di Eropa. IDX market capitalization was recorded at Rp3. Seiring dengan peningkatan kegiatan transaksi dan level IHSG tersebut. CAPITAL MARKET CONDITION Against the background of rebounding macro-economies.475 or lower than 2009 yearend closing of 2. Selain tercatat di papan utama. trading activities at the Indonesia Stock Exchange (IDX) throughout 2010 were revitalized continuing on the upward trend towards the end of the year. PTBA is also listed at Jakarta Mining Index. frequency of transactions and trading value or market capitalization.79% from Rp2.13% dibandingkan dengan penutupan akhir tahun 2009 di level 2. LQ45 (45 most liquid shares at IDX). Tingkat kenaikan tersebut merupakan kenaikan indeks yang terbaik di Asia Pasifik. saham PTBA tercatat sebagai anggota dari Jakarta Mining Index. frekuensi transaksi dan nilai perdagangan atau kapitalisasi pasar.12 trillion or up 26. angka IHSG tidak pernah lebih rendah dari angka penutupan tahun 2009 sepanjang perdagangan bursa di tahun 2010. Business Index 27 and Kompas Index 100.35 at 2009 yearend. Hal tersebut tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).703. membuat kelebihan likuiditas pasar modal di kawasan tersebut cenderung bergerak ke emerging market.51 indicating an increase of 46. yakni pada level 2.564. Hampir seluruh sahamsaham blue-chips yang tercatat di bursa dan tergabung dalam kelompok LQ45 mencatat kenaikan harga.74 trillion.79% dibandingkan nilai kapitalisasi pasar tahun 2009 yang sebesar Rp2. during the whole 2010 CPI was never lower than the 2009 closing position.13% compared to 2. Afterwards. lebih rendah dari posisi penutupan tahun 2009. PTBA SHARE PERFORMANCE The Company shares are traded at the Indonesia Stock Exchange (IDX) under trading code PTBA starting December 2002 when the Company launched its Initial Public Offering (IPO).38 trillion in 2009.12 triliun. kegiatan transaksi pasar modal di BEI terus meningkat. After closing at Rp17.564. kegiatan transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2010 berlangsung dinamis dengan kecenderungan menguat hingga akhir tahun.250 Sepanjang tahun 2010 saham PTBA mengalami perkembangan harga dan volume transaksi yang dinamis.30 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 INFORMASI BAGI INVESTOR KONDISI PASAR MODAL Seiring dengan perbaikan kondisi makroekonomi. Selanjutnya. diangka 2.78 trillion the year before.703. Pemodal asing turut berperan mempengaruhi pergerakan IHSG tersebut.019. During 2010 PTBA share price and transaction volume experienced a dynamic growth. sehingga pada akhir tahun 2010.38 triliun. Positive sentiment triggered by global and national economic recovery invigorated market activities at IDX. Throughout 2010. Titik terendah posisi penutupan IHSG terjadi pada tanggal 8 Februari 2010.247. Seiring dengan sentimen positif sinyal perbaikan kondisi perekonomian global maupun nasional.09 trillion or soared 60. Setelah ditutup . LQ45 (45 saham terlikuid si BEI).475.019. BEI membukukan nilai pembelian bersih (net buy) oleh pemodal asing senilai Rp26.51 atau mengalami kenaikan sebesar 46. Selama tahun 2010. KINERJA SAHAM PTBA Saham Perseroan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode perdagangan PTBA sejak Initial Public Offering (IPO) Desember tahun 2002. Jakarta Islamic Index. Jakarta Islamic Index. Nilai kapitalisasi pasar saham di BEI pada di tahun 2010 mencapai angka Rp3.4% from 2009 average of Rp 4. IHSG ditutup pada level 3. IDX booked a foreign net buy of Rp26. Economic stimulus policy through monetary expansion in the United States of America and financial market jolt in the European countries pushed stock market excess liquidity in the region to flow to emerging markets.564.564.1% over Rp13.05 trillion. including Indonesia. Following the more vibrant market and higher CPI level. naik 60.35. This positive environment was reflected in the Composite Price Index (CPI) movement. sebesar Rp 4. and at year end CPI closed at 3.05 triliun. total rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp5.74 triliun atau melonjak 94. In 2010.35. Daily average trading value reached Rp5.35. termasuk Indonesia. Besides being listed at the main board. many stocks at the bourse gained significant price increase.78 triliun di tahun 2009. Foreign investors’ contributed much to the movement of CPI. Sepanjang 2010. On 8 February 2010 CPI hit the lowest closing point which was 2.247.

Evolution of PTBA shares is shown in the following chart and table.000 per saham. At end of second quarter. In the second quarter. saham PTBA lebih aktif diperdagangkan.300 per saham pada triwulan pertama 2010.000 lembar saham. Number of shares traded throughout second quarter jumped 33% from first quarter.INVESTORS INFORMATION PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 31 Pelabuhan Tarahan Tarahan Port pada posisi Rp17.000 shares. yakni menjadi sebesar 288. 33% dari volume perdagangan di triwulan I. PTBA share was priced at Rp22.400 per saham. Pola pergerakan saham PTBA selama dua triwulan selanjutnya berulang. to reach 288. harga saham PTBA berada pada posisi Rp22. yaitu sebesar Rp17. . in the third and fourth quarters PTBA shares were traded in smaller volume. yakni pada harga Rp17. Pada triwulan II ini harga saham PTBA sempat kembali terkoreksi mencapai harga terendah Rp15.700. PTBA share price even rose to Rp18.250. Demikian pula pada triwulan ke IV. Rp17.400 before finally closed at Rp17. PTBA price was again corrected and dropped to Rp15.400 persaham sebelum akhirnya ditutup pada harga lebih tinggi dari posisi harga penutupan akhir tahun 2009. Volume saham yang diperdagangkan pada triwulan III dan IV semakin berkurang dengan semakin naiknya harga saham PTBA. Nonetheless.250 per saham. Sejalan dengan peningkatan aktivitas perdagangan di Bursa karena adanya sentimen positif perbaikan harga jual komoditas energi. after some correction it hit the lowest point of Rp15. dan mencatat kenaikan harga hingga menjadi Rp19. Volume saham yang diperdagangkan selama triwulan ke II ini meningkat. namun ditutup pada level yang lebih rendah di akhir triwulan.290. In a more vibrant market following a positive sentiment on the face of higher selling prices of energy commodity.950. With improving price. and increased to Rp19..950 per lembar. per share at end of December 2009.250 per saham. in the fourth quarter at bourse closing on 30 December 2010. Di akhir penutupan bursa BEI. Pola pergerakan saham PTBA dapat dilihat pada grafik ikhtisar saham dan tabel berikut.250 per saham di akhir Desember 2009.290.000 per share. Posisi penutupan ini menunjukkan harga PTBA meningkat sebesar 33% dari posisi penutupan tahun 2009. but closed lower at quarter-end.700. During the following two quarters PTBA share price reached the highest point at the start of third quarter.300 in the first quarter of 2010. Likewise.250. showing a 33% surge from 2009 closing. yakni mencapai titik tertinggi pada awal triwulan III. price bounced back and closed at Rp17. Kemudian harga saham PTBA pada akhir triwulan II ditutup pada level Rp17. Namun demikian harga saham PTBA juga sempat mengalami koreksi dengan harga terendah terjadi pada posisi Rp15.400 or higher than 2009 yearend closing price. PTBA shares were more actively traded. harga saham PTBA sempat mengalami peningkatan harga hingga berada di level Rp18. tanggal 30 Desember 2010.

32 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 INFORMASI BAGI INVESTOR INFORMASI BAGI INVESTOR Investors Information 1 2 1. BWE System di lokasi Tambang Air Laya BWE System in Tambang Air Laya site . Operator BWE System di area kemudi BWE System operator in controlling area 2.

950 2009 DEC 216.500 159.000 APR JUN JAN FEB SEP JUL First Quarter Second Quarter Third Quarter Fourth Quarter PERIODE TERTINGGI HIGHEST TERENDAH LOWEST PENUTUPAN CLOSING VOLUME (JUMLAH SAHAM) VOLUME (NO OF SHARES) PERIOD Triwulan Pertama Triwulan Kedua Triwulan Ketiga Triwulan Keempat 8.250 19.100 18.763.700 6.400 17.100 18. Tahun 2010 Stock Performance in Indonesia Stock Exchange.500 13.450 6.500 610.400 15. Year of 2009 50000 45000 40000 35000 30000 25000 20000 15000 10000 5000 0 20 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 NOV DEC JAN FEB JUN JUL Volume Perdagangan Trading Volume Harga Saham Share Price MAR NOV AUG MAY OCT Harga dan Volume Transaksi Saham per Triwulan di Bursa Efek Indonesia (Rupiah) Quarterly Stock Price and Transaction Volume at the Indonesia Stock Exchange (Rupiah) 2010 PERIODE TERTINGGI HIGHEST TERENDAH LOWEST PENUTUPAN CLOSING VOLUME (JUMLAH SAHAM) VOLUME (NO OF SHARES) PERIOD Triwulan Pertama Triwulan Kedua Triwulan Ketiga Triwulan Keempat 18.INVESTORS INFORMATION PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 33 Kinerja Saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia.250 22.500 First Quarter Second Quarter Third Quarter Fourth Quarter .500 370.000 20.000 224.250 372.794. Tahun 2009 Stock Performance in Indonesia Stock Exchange.600 14.532.100 17.950 15.100 6.050 15.290.221.000 288. Year of 2010 40000 35000 30000 25000 20000 15000 10000 5000 0 0 10 20 25 15 Volume Perdagangan Trading Volume Harga Saham Share Price 50 APR SEP MAR MAY AUG OCT Kinerja Saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia.664.750 11.000 248.450 22.700 17.892.300 19.199.200 14.750 10.700 16.

that may be exercised until 22 December 2005.49% 7.68% 0. 25 Juni 2004 25 June 2004 Divestasi Lanjutan Pemerintah menawarkan sahamnya sejumlah 286. yang dapat dilaksanakan hingga 22 Desember 2005. Negara: State: Negara: State: Publik: Public: 100% 83.98% .25 million Series I warrants to the shareholders.72% 31 Desember 2004 31 December 2004 Negara: State: Publik: Public: Hasil konversi Waran Seri I: Result of Series I Warant: Masa Konversi Waran Seri I Berakhir Series I Warrant expire date Negara: State: Publik: Public: Hasil konversi Waran Seri I: Result of Series I Warant: Negara: State: Publik: Public: 70. the Company also issued 173. kecuali Negara Republik Indonesia.13% 22 Desember 2005 22 December 2005 65.9 juta tanpa adanya penerbitan saham baru.9 million without any issuance of new shares.5 million series B shares oowned by the Government and 31. Pada IPO ini.5 juta saham baru milik Perseroan.5 juta saham Seri B milik Pemerintah dan 31.34 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 INFORMASI BAGI INVESTOR KRONOLOGI PENCATATAN SAHAM PTBA TANGGAL SAHAM DATE TINDAKAN KORPORASI CORPORATE PTBA SHARE LISTING CHRONOLOGY KOMPOSISI KEPEMILIKAN OWNERSHIP COMPOSITION Pra IPO Pre IPO 23 Desember 2002 23 December 2002 Initial Public Offering Privatisasi dengan menawarkan 346.74% 16.02% 34.49% 31 Desember 200531 Desember 2010 31 December 200531 December 2010 65. Perseroan juga menerbitkan waran Seri I sebanyak 173.25 juta yang diberikan kepada pemegang saham. Further Divestment The Government offered its 286.02% 27. excluding the state of Republic of Indonesia.26% Negara: State: Publik: Public: 70. In this IPO.5 million new shares owned by the Company. Privatization by offering 346.28% 29.19% 29.

276.854.301 2.645 80.Local Government .Foreign Company Subtotal Total Status Kepemilikan Saham oleh Direksi Share Ownership by the Directors NAMA NAME 2010 LEMBAR SAHAM NUMBER OF SHARE % JUMLAH SAHAM % TOTAL SHARE LEMBAR SAHAM NUMBER OF SHARE 2009 % JUMLAH SAHAM % TOTAL SHARE Ir.549 77.Employee .000.250.068 4.000 60.500 sehingga total modal dasar Perseroan adalah senilai Rp4.000 398.00 29.416 0.900 501.Bank .001 0.000.702 32.406.Insurance .Limited Liability Company . Sukrisno Ir.500 33.710.000 10.148 2.166 0.227 0.500 1.312.900 446.000 0.000.000 3. Drs.020 21.372.999.754 21.983.000 70.Perorangan Asing .999. M.Foundation .999.001 0.399 19.999.884.500 2.036.004 4.500 totalling Rp4.498.00260 0.729.Pemerintah Daerah .227 0.01727 .02 2009 2010 % 2009 OWNERSHIP Indonesian Investors Republic of Indonesia Domestic Investor .Cooperative .850 0.549 107.304.000.999.689 3.000 26.Perorangan Indonesia .999.657.104 1.999.INVESTORS INFORMATION PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 35 PEMEGANG SAHAM Modal Dasar Perseroan terdiri atas 1 (satu) lembar saham Seri A Dwi Warna dengan nilai nominal Rp500 dan 7.00490 0.Yayasan .457 2.Foreign Individual .000 (four trillion Rupiah).Pension Fund .094.Asuransi .101 19.01619 200.50 100.Bank .498.500 55.131.500 93.261.421.000 12.Koperasi .000 85.02 65.500 51. Milawarma.003 0.153 28.000.999.989.000 0.049 1.500 96.000 2.Eng 200.000 113.087.999.000 3.362 78.500 28.297 1. SHAREHOLDERS REGISTER The Company’s Authorized Capital consists of one Dwi Warna Series A share at a par value of Rp500 and 7.835.50 1.Perseroan Terbatas .999 lembar saham Seri B (saham biasa) dengan nilai nominal Rp3.999 Series B shares (ordinary shares) at a par value of Rp3.801 2.474.087.00868 0.Mutual Fund Subtotal Foreign Investor .000.Badan Usaha Asing Subtotal Total 459.23 1.999.500 1. Komposisi Pemegang Saham Perseroan pada Akhir Tahun 2010 & 2009 Composition of the Company’s Shareholders at End of the Year 2010 & 2009 KEPEMILIKAN JUMLAH SAHAM TOTAL SHARE 2010 Pemodal Nasional Negara Republik Indonesia Investor Domestik .000 (empat triliun Rupiah).850 2.500 65.000 60.Indonesian Individual .Karyawan .802.103 1.00 0.500 1.225 0.901 449.00260 0.77 100.393 1.578.304.Reksadana Subtotal Pemodal Asing .819.131.322.248 501.Dana Pensiun .000 373.00599 0.261.000 138. Mahbub Iskandar Ir.000.00868 0.000 29.

36 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 INFORMASI BAGI INVESTOR Operasional BWE di Tambang Air Laya. Tanjung Enim . Tanjung Enim BWE operations in Tambang Air Laya.

INVESTORS INFORMATION

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 37

Komposisi Pemegang Saham yang Memiliki Saham <5% Composition of Shareholders with Equity of < 5%
URAIAN Lokasi Domestik Asing Total Jenis Investor Ritel Institusi Total 30.370.053 775.674.297 806.044.350 4 96 100 35.929.500 770.114.850 806.044.350 4 96 100 304.334.202 501.710.148 806.044.350 38 62 100 356.731.549 449.312.801 806.044.350 44 56 100 2010 % 2009 % DESCRIPTION Location Domestic Foreign Total Type of Investor Retail Institution Total

KEBIJAKAN DIVIDEN
Perseroan menetapkan kebijakan penggunaan laba bersih hasil operasional selama satu tahun buku dan membayar dividen secara tunai atas laba bersih setelah memperhatikan tingkat laba yang diperoleh, jumlah cadangan yang harus disisihkan dan rencana pengembangan usaha. Hal ini dilakukan sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan. Besaran dividen yang dibagikan kepada seluruh pemegang saham diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan. Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Perseroan untuk menciptakan manfaat terbaik bagi para pemegang saham. Sesuai dengan isi prospektus Perseroan, manajemen akan membayarkan dividen minimal 30% dari laba bersih, kecuali ditentukan lain oleh Rapat Umum Pemegang Saham. Tahun 2010, PTBA kembali membagikan dividen interim tahun buku 2010, sebesar Rp66,75 per saham yang sudah dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2010. Dalam beberapa tahun terakhir, besaran dividen yang dibagikan selalu di atas batasan minimal tersebut. Tahun 2010, seiring pelaksanaan pengembangan usaha, dividend Pay Out Ratio ditetapkan sebesar 45% dari laba tahun buku 2009. Hal tersebut ditunjukkan pada tabel berikut.
TAHUN BUKU ACCOUNTING YEAR LABA BERSIH NET INCOME (Juta Rp) (Million Rp)

DIVIDEND POLICY
In accordance with the Company’s Articles of Association, it is the Company’s policy to appropriate net operating profit earned during the whole accounting year to pay cash dividend after taking into account the rate of profit earned, allowance for reserves and business expansion program. The amount of dividend paid to all shareholders is determined by General Meeting of Shareholders.

This policy is part of the Company’s commitment to provide optimum shareholders’ return. In line with the Company’s prospectus, the management pays a minimum dividend of 30 percent of net profit, unless decided otherwise by General Meeting of Shareholders. For accounting year 2010, PTBA paid an interim dividend of Rp 66.75 per share on 29 December 2010.

During the past few years, the amount of dividend paid has always been above the minimum rate. In 2010 along with business growth, dividend payout ratio was 45% of 2009 profit, as shown in the following table.

DIVIDEN YANG DIBAGIKAN DIVIDEND PAID (Juta Rp) (Million Rp)

DIVIDEN PER SAHAM DIVIDEND PER SHARE (Rp) (Rp)

RASIO PEMBAYARAN DIVIDEND PAYOUT RATIO

2005 2006 2007 2008 2009

467.060 485.670 760.207 1.707.770 2.727.734

233.530 242.835 380.104 853.885 1.227.480

101,35 105,39 164,97 371,05 532,73

50 % 50 % 50 % 50 % 45 %

38

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

LAPORAN KOMISARIS UTAMA

Laporan Komisaris Utama
Report From The President Commissioner

Peningkatan sikap profesional dalam mengembangkan usaha untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang guna mencapai tujuan jangka panjang Perseroan.
Professional attitude in developing business and facing challenges to seize opportunities and attain the Company’s long-term objective.

Para pemegang saham yang terhormat,
Mewakili Dewan Komisaris, pertama-tama saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan ungkapan syukur kehadiratNya atas keberhasilan Perseroan dalam melalui tahun 2010 dengan cukup baik. Perekonomian Indonesia di tahun 2010 tumbuh cukup baik, mengikuti kondusifnya perekonomian dunia yang mulai lepas dari pengaruh krisis finansial global di awal tahun 2009. Bersama dengan beberapa negara di kawasan Asia, yang dimotori oleh China dan India sebagai penggerak perekonomian kawasan, GDP Indonesia tumbuh sebesar 6,1%, lebih tinggi dari peningkatan GDP tahun 2009 yang sebesar 4,5%.

To our distinguished shareholders,
On behalf of the Board of Commissioners I would like to take this opportunity to thank God for the Company’s success in the year 2010 successfully.

In 2010 Indonesia’s economy was moving on the upward trend after the world economy recovered from global financial turmoil in early 2009. Along with a few other Asian countries, with China and India as the driving forces, Indonesia’s GDP grew 6.1%, higher than 2009 growth which was recorded at 4.5%.

REPORT FROM THE PRESIDENT COMMISSIONER

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 39

Dr. Supriyadi

Komisaris Utama President Commissioner

40 40

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

LAPORAN KOMISARIS UTAMA

Meningkatnya konsumsi domestik adalah faktor pendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Stabilitas politik dan keamanan yang terjaga dan tingkat likuiditas perekonomian yang terpelihara membuat peringkat utang luar negeri membaik menjadi Ba1 (Moody’s) dan BB+ dengan outlook positif (Standard & Poors). Banyak ekonom meyakini perekonomian Indonesia berada pada kondisi yang stabil dan siap berkembang lebih lanjut di masa mendatang.

Stronger domestic consumer demand was instrumental in Indonesia’s economic development. Overall political stability and security as well as well-maintained financial liquidity improved the country’s foreign debt rating to Ba1 (Moody’s) and BB+ with positive outlook (Standard & Poors). Many economists are convinced that Indonesia’s economy is stable and all set for further growth.

KONDISI UMUM PERSEROAN
Di tengah atmosfir perekonomian yang kondusif tersebut, Perseroan mampu mencatat kinerja operasional yang baik. Produksi berhasil ditingkatkan 7,4% menjadi sebesar 12,46 juta ton. Volume penjualan batubara naik 3,7% menjadi 12,95 juta ton. Namun demikian, rata-rata harga jual batubara Perseroan yang turun hingga sebesar 14,5%, membuat kinerja keuangan Perseroan tidak sebaik tahun 2009. Perseroan telah mengantisipasi kondisi ini dan berhasil melakukan berbagai inovasi dalam operasional Perseroan sehingga mampu menurunkan biaya produksi batubara swakelola di mulut tambang sebesar 5,6% dari biaya tahun sebelumnya. Namun demikian, efisiensi tersebut tidak cukup menutupi penurunan pendapatan akibat turunnya harga jual sehingga, laba bersih Perseroan di tahun 2010 turun menjadi Rp2,01 triliun dan laba bersih per saham turun menjadi sebesar Rp872. Dengan perkiraan membaiknya permintaan dan harga komoditas tambang di masa-masa mendatang, pada tahun pelaporan ini, Dewan Komisaris dan Direksi telah merumuskan dan menetapkan serangkaian program dan strategi pengembangan usaha yang dituangkan dalam Rencana Jangka Panjang Perseroan. Keberhasilan upaya efisiensi operasional dan upaya merealisasikan era PTBA Emas yang mulai menampakkan wujudnya, senantiasa dikomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan, sehingga citra Perseroan tetap terjaga positif. Hal ini tampak dari pergerakan harga saham PTBA yang ditutup menguat 33% menjadi sebesar Rp 22.950 per saham di akhir tahun 2010.

GENERAL CONDITION OF THE COMPANY
In this favorable economic climate, the Company performed very well. Production increased by 7.4% to 12.46 million tons. Coal sales volume rose 3.7% to 12.95 million tons. However, average coal selling price dropped 14.5% and consequently operating results were below 2009 performance.

The Company had anticipated this circumstance and made various innovative efforts that managed to lower inhouse coal production cost at mine mouth by 5.6% down from the preceding year. However, such efficiency was insufficient to cover the declining income caused by lower selling price consequently, net profit decreased to Rp2.01 trillion and net earning per share dropped to Rp872.

In anticipation of improving demand and price of mining products in the near future, the Board of Commissioners and Board of Directors devised and established a series of program and strategy for business development which were incorporated in Corporate Long Term Plan.

The success of operating efficiency drive and initiatives towards PTBA Golden Era were begining to take shape and always communicated to all stakeholders to preserve the Company’s good image. The result was reflected in PTBA shares positive trend that closed 33% higher to Rp22,950 per share at the end of 2010.

PENGAWASAN DAN PENILAIAN ATAS KINERJA MANAJEMEN
Sepanjang tahun pelaporan, Dewan Komisaris melakukan tugas pengawasan terhadap kebijakan manajemen, mekanisme kepengurusan dan operasional Perseroan yang dijalankan oleh Direksi serta memberikan arahan dan nasihat kepada Direksi. Dalam melaksanakan tugas pengawasan dan memberikan nasihat, Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit, Komite Nominasi, Remunerasi & PSDM, Komite GCG, serta Komite Asuransi, Risiko Usaha & Pasca Tambang, yang secara rutin melakukan rapat-rapat konsultatif dengan pihak manajemen Perseroan.

SUPERVISION AND EVALUATION OF MANAGEMENT PERFORMANCE
Throughout the year under review the Board of Commissioners fulfilled its oversight responsibility towards the management policy, management mechanism and operations of the Company, and gave counsel to the Board of Directors in performing its duty. In the discharge of its duty, the Board of Commissioners is assisted by Audit Committee, Nomination, Remuneration and HRD Committee, GCG Committee, and Insurance, Business Risk and Post-Mining Committee, who hold routine consultative and coordination meetings with the management.

REPORT FROM THE PRESIDENT COMMISSIONER

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 41

Berdasarkan evaluasi atas kinerja operasional di tahun pelaporan, Dewan Komisaris meminta Direksi untuk senantiasa melakukan inovasi-inovasi operasional sehingga Perseroan dapat beroperasi dengan lebih efisien, mengingat harga jual batubara yang fluktuatif serta variasi kualitas batubara yang dimiliki oleh Perseroan. Direksi diminta untuk meningkatkan kerjasama strategis dengan PT KAI guna menjamin peningkatan daya angkut batubara dari areal tambang ke pelabuhan sehingga volume penjualan dapat senantiasa ditingkatkan di masa mendatang. Selain itu, Direksi juga diminta untuk memberi perhatian lebih pada kelancaran realisasi proyek-proyek pengembangan yang memiliki nilai sinergis dengan upaya peningkatan efisiensi operasional dan masih dalam kaitan pengembangan “core competency,” seperti pembangunan PLTU mulut tambang untuk penggunaan sendiri. Dewan Komisaris juga memberi nasihat kepada Direksi agar melakukan upaya-upaya lebih tegas untuk mengamankan wilayah konsesi Perseroan demi menjaga aset Perseroan.

Based on the evaluation of the current year operating results, the Board of Commissioners asked the Board of Directors to continually make operational innovations so that the Company may operate more efficiently amid fluctuating coal price and considering its varied coal quality.

We also expected the Board of Directors to foster a strategic collaboration with PT KAI to ensure higher railway loading capacity from the mines to the ports so as to increase our future sales volume. The Board of Directors was also urged to pay more attention to our development projects to create synergy with operating efficiency drive to develop core competency, such as the construction of mine mouth TPP for our own purpose. The Board of Commissioners also called on the Board of Directors to be more resolute in safeguarding the Company’s concession areas to protect our assets.

Kami meminta Direksi untuk senantiasa melakukan inovasi-inovasi operasional sehingga Perseroan dapat beroperasi dengan lebih efisien.
We urge the Board of Directors to continually make operational innovations to allow higher operating efficiency.

Untuk lebih meningkatkan peran pengawasan dan praktik tata kelola yang baik, Dewan Komisaris telah merealisasikan pembentukan Komite GCG. Selain itu, Dewan Komisaris telah memperkuat fungsi pengawasan dan pengarahan di bidang pengembangan sumber daya manusia dengan menambah tugas Konarba sehingga komite ini menjadi Komite Nominasi, Remunerasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, disingkat Konarba dan PSDM. Dewan Komisaris dengan didukung oleh Komite-Komite telah meminta Direksi agar meningkatkan praktik GCG dengan semakin mengintensifkan upaya sosialisasi dan internalisasi Manual GCG terbaru yang terdiri dari Board Manual, Code of

To enhance supervision and good corporate governance practice, GCG Committee was set up. In addition, the Board of Commissioners reinforced its oversight and direction responsibilities in human resource development by enlarging Nomination and Remuneration Committee to become Nomination, Remuneration and Human Resource Development Committee, shortened to NR & HRD Committee.

Conduct, dan GCG Code. Dalam kaitan ini, Dewan Komisaris telah menegaskan agar Direksi dapat menindaklanjuti dan meningkatkan praktik GCG mengacu pada best practices demi meningkatkan kinerja Perseroan yang berkelanjutan.

With the support of related Committees, the Board of Commissioners has urged the Board of Directors to enhance GCG practice by intensifying socialization and internalization of the latest GCG Manual consisting of Board Manual, Code of Conduct and GCG Code. In this context, the Board of Directrs has been advised to follow up the implementation of GCG best practices for the sake of the Company’s sustainable business growth.

PELAKSANAAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN
Dengan pengawasan Dewan Komisaris, Direksi telah merencanakan secara intensif dan melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) yang berkelanjutan sebagai salah satu bentuk penerapan prinsip GCG.

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PERFORMANCE
The Board of Directors, under the supervision of Board of Commissioners, has intensively carried out the corporate social responsibility program being one of GCG principles.

42

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

LAPORAN KOMISARIS UTAMA

Kami meminta Direksi agar terus meningkatkan implementasi kebijakan remunerasi berlandaskan kompetensi sehingga tercipta sistem kerja produktif.
We advise the Board of Directors to continue implementing competencebased remuneration system to create a productive working condition.
Perseroan telah menunjukkan komitmen dan inisiatif tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui pelaksanaan serangkaian program yang meliputi PKBL, Bina Wilayah, pengelolaan dan pemantauan lingkungan, serta programprogram yang berhubungan dengan pemenuhan hak-hak karyawan yang memberikan dampak ganda bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar dan pegawai. Berbagai program tersebut dilaksanakan secara terintegrasi dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, lingkungan dan internal Perseroan. Cakupan program yang menyeluruh ini juga berhasil menciptakan keseimbangan antara operasional bisnis dan CSR Perseroan di mana setiap pihak tidak hanya cukup menjadi penerima manfaat semata, namun juga turut memegang andil dalam penerapan program-program CSR secara berkelanjutan. Dalam bidang lingkungan, Perseroan menerapkan sistem akreditasi ISO 9001: 2000 dan ISO 14001: 2004 demi menjamin terlaksananya aplikasi sistem kerja yang berkualitas dan ramah lingkungan, sehingga berhasil terus mempertahankan peringkat PROPER Hijau, dari Kementerian Lingkungan Hidup. The Company proves its commitment to the local community through Partnership, Community Development and Area Development Programs, environmental management and other programs directed towards the growth and development of the local community and employee well-being.

These programs are integrated and carried out jointly with the surrounding community and other relevant parties. An equilibrium between business operations and CSR aspects is reached where all parties involved act not only as receivers but also as givers in carrying out CSR programs.

The Company applies ISO 9001: 2000 and ISO 14001: 2004 for the application of high quality and environmentally friendly work system. For its commitment to good environmental management, the Company retained the Green PROPER rating from the Department of Environment

PENINGKATAN KOMPETENSI SDM
Dewan Komisaris dan Direksi telah menyelesaikan penyusunan RKAP tahun 2011 yang berisi serangkaian target dan program kerja dengan sasaran yang lebih tinggi, selaras dengan sasaran yang hendak dicapai dalam RJPP. Dengan latar belakang perekonomian yang semakin kondusif seperti tergambar di atas, Dewan Komisaris meyakini Direksi akan sanggup memenuhi seluruh target yang ditetapkan.

HUMAN RESOURCE COMPETENCE DEVELOPMENT
Approaching the year 2011 the Board of Commissioners and Board of Directors have prepared Annual Budget and Work Program, outlining work program with higher targets that is commensurate with the objective of Corporate Long Term Plan. Against a backdrop of improving economic condition as described previously, the Board of Commissioners is confident the Board of Directors has the ability to reach all the established targets. We appreciate the sifnificant success made by the Board of Directors in managing and developing our human resource. To ensure sustainable business growth, we advise the Board of Directors to be more focused on developing our employees as the strategic partners of the Company.

Dewan Komisaris mengapresiasi kemajuan-kemajuan berarti yang telah dicapai Direksi dalam mengelola dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Untuk menjaga kesinambungan bisnis di masa mendatang, Direksi diminta memberi perhatian lebih pada pengembangan kompetensi sumber daya manusia dengan menempatkan karyawan sebagai strategic partner Perseroan.

REPORT FROM THE PRESIDENT COMMISSIONER

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 43

Berbagai capaian kinerja Perseroan dan implementasi rencana maupun strategi operasional tidak akan berhasil tanpa didukung oleh human capital yang kompeten. Oleh karena itu, Dewan Komisaris meminta Direksi agar terus meningkatkan implementasi kebijakan remunerasi berlandaskan kompetensi dan kinerja sehingga tercipta sistem kerja produktif yang lebih mendukung pengembangan Perseroan.

TheCompany’s achievements and business strategy realizations will not be possible without the support of competent human capital. Therefore, the Board of Commissioners advises the Board of Directors to continue implementing competenceperformance-based remuneration system to improve productivity to support the Company’s business continuity.

STRATEGI BISNIS DI MASA DEPAN
Dewan Komisaris memberi arahan agar Direksi semakin mengoptimalkan potensi strategis Perseroan. Direksi juga diminta untuk mengembangkan potensi sumber daya batubara yang belum ditambang secara optimal, serta potensi lainnya dalam rangka meningkatkan pendapatan. Pengembangan potensi lain di atas antara lain berupa pengembangan potensi CBM dan pembangunan PLTU, baik di mulut tambang maupun non mulut tambang. Dalam hal ini, Dewan Komisaris meminta Direksi agar senantiasa mencermati tahapan perkembangan pelaksanaannya, terutama dampak lingkungan dan dampak terhadap mayarakat sekitar serta mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.

FUTURE BUSINESS STRATEGY
The Board of Commissioners advises the Board of Directors to optimize other strategic potentials. Besides coal resources that are not optimally excavated, other potentials should also be developed to augment income.

Developing other potentials includes developing CBM potentials and constructing mine mouth and non-mine mouth TPPs. In this context, we ask the Board of Directors to observe the progress made, particularly its impact on the surrounding environment and community and anticipate any obstacle that may arise.

UCAPAN TERIMA KASIH
Dewan Komisaris optimis bahwa Perseroan akan mampu meningkatkan kinerja yang positif dengan terus bekerja keras dan menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan tata kelola penambangan yang baik (good mining practice). Dewan Komisaris meminta seluruh jajaran manajemen dan karyawan agar bekerjasama secara sinergis, serta bersikap profesional dalam menjalankan tugas dan amanat untuk mengembangkan Perseroan. Mewakili Dewan Komisaris, saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran Direksi dan seluruh pegawai Perseroan atas kerjasama, loyalitas dan jerih payahnya dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang-peluang yang akan semakin terbuka di masa-masa mendatang sebagai bekal yang sangat bermanfaat bagi terwujudnya citacita pengembangan Perseroan di masa mendatang. Akhir kata, saya juga menyampaikan penghargaan kepada para pemangku kepentingan atas dukungan dan kepercayaannya kepada PT Bukit Asam (Persero) Tbk selama ini.

A NOTE OF THANKS
The Board of Commissioners is optimistic that the Company will thrive with good results by working hard, implementing good corporate governance principle and good mining practice. The Board of Commissioners expects the management, at all level to work synergically and professionally to develop the Company.

On behalf of the Board of Commissioners, I wish to express our highest regard to all members of the management and personnel of the Company for their cooperation, loyalty and concerted effort in facing challenges and using every opportunity to attain the objective of the Company. In closing I would like to convey my appreciation to the stakeholders for their continued support and trust in PT Bukit Asam (Persero) Tbk all these years.

Atas nama Dewan Komisaris, On behalf of the Board of Commissioners,

Dr. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner

Opportunities arising from global and national economic revival lay in the increased usage of alternative energy sources including coal in the Asia Pacific region as well as in the domestic market. External challenges facing us during the year came from keener competition in the domestic market. Perseroan menghadapi tantangan eksternal berupa peningkatan persaingan usaha di pasar domestik. Para pemegang saham perseroan yang terhormat. kecenderungan meningkatnya penggunaan batubara kalori lebih rendah dengan harga jual yang lebih rendah dan naiknya harga BBM dan tarif listrik.44 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN DIREKTUR UTAMA Laporan Direktur Utama Report From The President Director Fokus pada efisiensi operasional dan pengembangan usaha menuju perusahaan tambang batubara terintegrasi yang terbesar di Indonesia. on behalf of the Board of Directors I am pleased to report that the Company closed the year 2010 with encouraging operating results. atas nama Direksi. With an expression of gratitude to God the Almighty. Focused on operating efficiency and business development to be Indonesia’s largest integrated coal mining company. and rising fuel and electricity costs. . saya menyampaikan bahwa Perseroan telah berhasil melewati tahun 2010 dengan mempertahankan catatan kinerja yang lebih menjanjikan untuk tahun-tahun mendatang. higher demand for low-calorie coal at lower selling price. Dengan mengucap syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Peluang yang muncul dari membaiknya perekonomian global dan nasional adalah semakin meningkatnya penggunaan sumber energi alternatif termasuk batubara di kawasan Asia Pasifik maupun di pasar domestik. To our distinguished shareholders.

Sukrisno Direktur Utama President Director .REPORT FROM THE PRESIDENT DIRECTOR PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 45 Ir.

95 juta ton.60 million tons the year before. These programs were consistently communicated to the stakeholders so our corporate image remained good. serta optimalisasi inside dump.46 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN DIREKTUR UTAMA Perseroan telah merespon dengan tepat kecenderungan peningkatan permintaan batubara tersebut dengan berhasil meningkatkan produksinya menjadi sebesar 12.0% di tahun 2010. Laba bersih Perseroan juga mengalami penurunan sebesar 26.6% menjadi Rp2. EBITDA mengalami penurunan sebesar 30. Efficiency drive was done by cutting production cost. .184 a year before.7% dari angka 12. Stock market positive reaction as a reflection of stakeholders’ appreciation was the 33% increase in PTBA share price that closed at Rp22.01 trillion.184 per saham di tahun sebelumnya. sehingga harga saham PTBA ditutup menguat 33% menjadi sebesar Rp22.66 triliun. we had to face the fact of falling average selling price that reduced total sales by 11.950 by end 2010 with intensive trading. Net profit declined 26. sparepart and material and electricity consumption.95 triliun di tahun sebelumnya.46 million tons from 11. dengan intensitas perdagangan yang tetap likuid.48 million tons to 12. maximizing inhouse coal production by optimum use of BWE (Bucket Wheel Excavator) system.6% menjadi Rp7.7% from 12. EBITDA dropped 30. The Company has taken necessary steps through efficiency program to cut operating expenses in anticipation of future business opportunities. This growth was the result of the Company’s collaboration with PT Kereta Api Indonesia that improved railway loading capacity by 3.4% to stand at Rp2.95 million tons. Several programs were launched to reach production cost efficiency including saving fuel. Demikian juga volume penjualan berhasil ditingkatkan 3. Likewise. i.91 trillion from Rp8. Perseroan menjalankan dua strategi utama. improving efficiency and realizing development plan in anticipation of larger production in the near future.4% dari tingkat produksi 11.6% to Rp2.e. menjadi sebesar Rp2. and optimizing inside dump.950 per saham di akhir tahun 2010. sekaligus mengantisipasi munculnya peluang usaha di masa mendatang.60 juta ton di tahun sebelumnya.66 trillion. Berbagai upaya tersebut secara konsisten dikomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan.0% in 2010.4% to 12. Hal ini membuat nilai penjualan total turun 11.95 trillion the preceding year. The Company responded well to this higher coal demand by stepping up production by 7. Perseroan harus menghadapi kenyataan berupa penurunan rata-rata harga jual produksinya di pasar. suku cadang dan material serta konsumsi energi listrik. yakni fokus pada peningkatan efisiensi operasional dan merealisasikan rencana pengembangan usaha yang berkaitan dengan upaya peningkatan produksi dalam waktu dekat. meningkatkan efisiensi operasional serta meningkatkan kapasitas produksi batubara swakelola. Upaya efisiensi dilakukan melalui tiga cara yakni: mengendalikan biaya produksi. sehingga citra Perseroan tetap terjaga positif. lowering net earning per share to Rp872 from Rp1. the Company devised two major strategies. Perseroan melaksanakan beberapa program untuk mengendalikan biaya produksi. improving efficiency and stepping up production capacity of inhouse coal. Namun demikian. sales volume increased 3.6% to Rp7. memaksimalkan produksi batubara secara swakelola dengan mengoptimalkan penggunaan BWE system dan mengembangkan sistem penambangan shovel & truck. mencakup: penghematan konsumsi BBM. developing shovel & truck mining system. However. MEWUJUDKAN PELUANG PERTUMBUHAN MELALUI PENINGKATAN EFISIENSI OPERASIONAL DAN REALISASI RENCANA PENGEMBANGAN Menghadapi tantangan dan peluang di tahun 2010.4%. Kenaikan penjualan ini selaras dengan keberhasilan kerjasama dengan PT KAI sehingga meningkatkan kapasitas angkut KA batubara sebesar 3. sehingga laba bersih per saham berubah menjadi sebesar Rp872 dari angka sebesar Rp1. OPTIMIZING GROWTH POTENTIALS THROUGH IMPROVING EFFICIENCY AND REALIZING DEVELOPMENT PLAN Facing challenges and opportunities in 2010.91 triliun dari angka sebesar Rp8.01 triliun. Perseroan telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan mencanangkan program efisiensi operasional sebagai upaya menekan seluruh biaya operasional di bawah kendalinya.46 juta ton. naik 7. Hal ini tercermin dari reaksi para investor di pasar modal yang tetap memberikan apresiasinya.48 juta ton menjadi 12.

which by the end of 2010 was 85% completed and expected to commence operation in 2011. perbaikan sarana pembongkaran batubara di pelabuhan Tarahan dan dermaga Kertapati. scheduling equipment maintenance and refining stockpile management. yakni pembangunan unit PLTU mulut tambang 3 x 10 MW milik sendiri di Tanjung Enim.6% dari tahun 2009.6% from the preceding year.6% from 2009. Biaya produksi per ton batubara swakelola di mulut tambang juga berhasil ditekan hingga sebesar 5. at prices beyond our control. to self-produced electricity-based power. perbaikan sarana dan prasarana. dengan dukungan Teknologi Informasi. Perseroan melaksanakan upaya perbaikan sistem kerja. as well as improving coal discharging facility at ports. perbaikan dan relokasi 2 unit BWE dan 1 unit spreader dari areal TAL ke areal MTBU. Untuk meningkatkan efisiensi operasional. Untuk meningkatkan kapasitas produksi tambang swakelola dilakukan dengan penambahan jumlah unit produksi serta peningkatan kapasitas alat produksi dari kapasitas di bawah 30 ton menjadi di atas 50 ton. because it is fueled by low-calorie coal which has so far been regarded as by-product. operated by electricity. Production capacity of inhouse mine was increased by adding more production units and boosting production machinery capacity from below 30 tons to over 50 tons. i. Perseroan mulai merealisasikan berbagai rencana pengembangan usaha yang sebelumnya dirangkum ke dalam lima strategi pengembangan. yang harga produknya di luar kontrol Perseroan. repairing conveyor belt. As planned. Perbaikan sarana dan prasarana dilakukan melalui antara lain: optimasi areal stockpile dan perbaikan komponen conveyor belt. the construction of the Company’s own mine mouth 3x10MW TPP in Tanjung Enim. mengingat bahan bakarnya menggunakan batubara kalori rendah yang selama ini menjadi by-product. Perbaikan sistem kerja dilakukan diantaranya melalui penerapan sistem operasional terintegrasi. Work system was improved by implementing integrated operating system backed by information technology. tanpa membuka areal pit baru. The Company began to realize various business development projects which were incorporated in five strategic plans. In 2010 one of the five plans was nearing completion. sehingga PLTU ini diharapkan siap beroperasi pada tahun 2011. Perseroan akan segera mengoperasikan 2 sistem BWE dan 1 spreader yang baru dipindahkan dari lokasi TAL dan dalam operasinya menggunakan energi listrik. we will soon operate two BWE systems and one spreader. Akhir tahun 2010. The Company enhanced operating efficiency by improving work system.6% dari biaya di tahun 2009.95 juta ton. that have recently been relocated from TAL site. Penyelesaian proyek ini akan sangat mendukung program efisiensi melalui pengalihan pemakaian energi berbasis BBM. Perseroan meyakini biaya produksi per ton akan semakin rendah dengan beroperasinya PLTU ini. prestasi pembangunan telah mencapai 85%. Sesuai rencana. facilities and infrastructure. Termasuk dalam hal ini adalah pelaksanaan perawatan peralatan secara terencana dan perbaikan manajemen stockpile.e. Pelaksanaan seluruh program tersebut mampu meningkatkan produksi batubara Perseroan menjadi sebesar 12. Pada tahun 2010.95 million tons without opening new mining pits. Production cost per ton of inhouse mine at mine mouth was also cut down by 5. as well as repairing and replacing mining machinery. Operating efficiency program reduced coal production cost at mine mouth by 5. repairing and relocating two BWE and one spreader from TAL to MTBU site. . The Company is certain that production cost per ton will be lower with the new TPP operating. menjadi berbasis listrik produksi sendiri.REPORT FROM THE PRESIDENT DIRECTOR PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 47 Pelaksanaan program efisiensi operasional berhasil menurunkan biaya produksi batubara di mulut tambang sebesar 5. salah satu rencana strategis tersebut semakin mendekati penyelesaiannya. serta perbaikan maupun penggantian alat penambangan. These programs increased coal production to Rp12. The completion of this program will support our efficiency program through conversion from fuel-based energy. Facilities and infrastructure improvement was done by optimizing stockpile area.

Perseroan optimis proyek ini akan dapat terealisir lebih cepat. Another business development that can be carried out is developing Coal Bed Methane (CBM) as business diversification. Governor of South Sumatera. through BATR. Program pengembangan lain yang dapat direalisasikan adalah pemanfaatan kandungan CBM untuk mendapatkan sumber pendapatan baru. Upaya Kelola Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) untuk proyek ini telah diselesaikan dan diperoleh. dilakukan melalui peningkatan kapasitas angkut pada jalur eksisting bekerja sama dengan PT KAI. one of which is Banjarsari Mine Mouth TPP (2 x 100 MW). Kegiatan pembuatan sumur bor eksplorasi mulai dilakukan sebagai pilot test yang akan langsung diikuti dengan proses produksinya. dilakukan dengan membangun jalur KA baru. dengan daya angkut menjadi 20 juta ton pertahun ke Tarahan (Lampung) dan 2. Procurement and Construction) senilai US$1.3 billion and O&M (Operator and Maintenance) 20-year contract worth US$3. The second plan was to construct new railway tracks by establishing a joint venture company. Environmental Management Action (UKL) and Environmental Monitoring Action (UPL) permits were obtained and at end 2010 preparation for exploration drilling and civil works in Tanjung Enim was in progress. Pada bulan Maret 2010 proyek ini mencatat kemajuan lain berupa Penandatanganan Kontrak EPC (Engineering. Proyek ini telah mendapatkan izin prinsip dari Gubernur Lampung. In 2009 this project was granted in-principle approval (approval in principle) by the Governor of Lampung. Jalur baru sepanjang 307 km ini akan menghubungkan Tanjung Enim – Lampung. dilaksanakan dengan hati-hati dan seksama.000 ton. melalui tiga rencana strategis. Selain membangun jalur kereta api. Minister of Energy and Mineral Resources has approved the new tariff and hopefully the amended PPA will be signed in 2011. Land clearance for TPP and transmission network were finalized. and the Minister of Transportation for the construction of Special Railway Track. The exploration drilling has started as a pilot test that will be immediately followed by production. dengan perkiraan daya angkut sebesar 25 juta ton per tahun. Untuk PLTU Banjarsari. Sedangkan realisasi pembangunan PLTU berkapasitas sedang maupun besar yakni diantaranya PLTU Mulut Tambang Banjarsari (2 x 100 MW) maupun IPP lainnya.5 billion were signed by BATR (PTBA subsidiary) and China Railway Group Limited who would develop the project. Tarif baru tersebut telah mendapat persetujuan Menteri ESDM.48 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN DIREKTUR UTAMA Perseroan juga percaya akan berhasil menyelesaikan proyek PLTU untuk pemakaian sendiri berkapasitas kecil lainnya. The joint venture company will build coal port in Lampung with a mooring capacity suitable for ‘capesize’ ship with loading capacity of 150. Procurement and Construction) contract worth US$1. yakni peningkatan kapasitas angkut batubara. sehingga pada akhir tahun 2010 proyek ini telah memasuki tahapan persiapan pemboran ekplorasi dan civil works di Wilayah Kerja Tanjung Enim. In March 2010 EPC (Engineering. melalui penandatanganan kontrak angkutan jangka panjang (CTA). The Company continued to increase loading capacity through three strategic plans.5 miliar antara BATR (anak perusahaan PTBA) dengan China Railway Group Limited untuk merealisasikan proyek tersebut. In the meantime.000 tons. . Rencana pertama. mengingat para mitra Perseroan sudah berpengalaman dalam pengembangan gas CBM. melalui pembentukan perusahaan baru. Perseroan. The first plan was to increase the existing railway loading capacity jointly with PT KAI under a long term contract (CTA) to gradually reach 20 million tons per year to Tarahan (Lampung) and 2.7 juta ton ke Kertapati (naik bertahap). new electricity selling rate of Banjarsari TPP was agreed and would be incorporated in the Amendment to Power Purchase Agreement (PPA) between the Company and PLN. Diharapkan pada tahun 2011 Amandemen PPA telah ditandatangani. dengan kemampuan sandar hingga kapal jenis Capesize yang berdaya angkut 150. we are cautiously and thoroughly building other TPP with large and medium capacity. Perseroan terus bergiat merealisasikan rencana strategis lain. In 2010. The 307-km track will connect Tanjung Enim and Lampung with an estimated loading capacity of 25 million tons per year. The Company. perusahaan patungan ini juga akan membangun pelabuhan khusus batubara di Lampung. The Company is optimistic this project will be realized sooner than originally planned considering the Company’s partners are experienced in developing CBM gas. Rencana kedua.7 million tons to Kertapati. Gubernur Sumsel dan izin prinsip pembangunan jalur Perkeretaapian Khusus dari Menteri Perhubungan RI di tahun 2009.3 miliar dan O&M (Operator and Maintenance) selama periode 20 tahun dengan nilai US$3. melalui BATR kini telah menindak lanjuti perkembangan We are also confident we will finalize building other smaller TPP for our own use. pada tahun 2010 telah dicapai kesepakatan harga jual-beli listrik baru yang akan dituangkan dalam Amandemen PPA antara Perseroan dengan PLN dan pembebasan lahan PLTU serta jaringan transmisi telah diselesaikan.

Rencana ketiga. The implementation of CTA is expected to significantly increase loading capacity. locomotives and other railway infrastructure.8 million tons from 2009. The Company is optimistic that loading volume of existing railway track will rise with the enforcement of Coal Transportation Agreement (CTA) starting in 2010. stockpile and port. PT KAI akan meningkatkan kapasitas angkut dengan menambah lokomotif. Di masa mendatang. Perseroan merintis kerjasama pengembangan angkutan KA batubara dengan perusahaan asal India. Perseroan optimis bahwa volume angkut melalui jalur KA eksisting ini akan dapat ditingkatkan sesuai dengan implementasi Coal Transportation Agreement (CTA) yang mulai dijalankan sejak tahun 2010. In connection with the CTA. The Company expects track site designation and land clearance will be finalized for the new railway construction. in the forthcoming years the Company will become the largest coal miner in Indonesia. the Company will be in a position to sell its coal products by railway up to 82 million tons per year. berjarak kurang lebih 270 km dengan kapasitas angkut 35 juta ton per tahun. Realisasi dua rencana strategis lainnya. improvement of transport management and departure frequency as well as intensive coordination with PT KAI. Dalam kaitan CTA ini. PTKA will raise loading capacity by adding more coaches. IMPROVING PERFORMANCE JOINTLY WITH PARTNERS Strategic venture with PT KAI during 2010 improved railway transporting capacity by 3% to 10. The third plan was to venture into a joint project with Adani Group. Perseroan optimis akan mampu menjual batubara melalui angkutan kereta api hingga sebesar 82 juta ton per tahun. Implementasi CTA ini diharapkan akan mampu meningkatkan daya angkut batubara secara signifikan. and processing port construction permit. i. This was made possible by the addition of more chains of coaches. Adani Group.e. If the three scenarios of coal transport can proceed as planned. India. The completion of own TPP construction will increase efficiency and CBM project will augment operating income. . Perseroan juga mentargetkan penyelesaian penetapan jalur KA dan dimulainya proses pembebasan lahan bagi pembangunan jalur KA baru ini. BERSAMA MITRA MEWUJUDKAN PENINGKATAN KINERJA Kerjasama strategis dengan PT KAI selama tahun 2010 menghasilkan peningkatan daya angkut kereta api menjadi 10. serta adanya koordinasi intensif dengan PT KAI. to develop a 270-km railway track from Tanjung Enim to Tanjung Api-api (South Sumatera) to transport coal at an annual capacity of 35 million tons. Realizing the other two strategic plans. Penyelesaian pembangunan PLTU untuk pemakaian sendiri akan membuat kinerja operasional semakin efisien dan realisasi proyek CBM akan menambah sumber pendapatan Perseroan. Peningkatan volume angkut batubara ini merupakan hasil dari penambahan gerbong pengangkut dan perbaikan sistem manajemen angkutan. Dengan ketiga skenario angkutan batubara tersebut.REPORT FROM THE PRESIDENT DIRECTOR PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 49 tersebut dengan penyusunan AMDAL Kereta Api dan AMDAL Stockpile dan pelabuhan serta telah memproses izin pembangunan pelabuhan. Angkutan KA ini menempuh jalur dari lokasi Tanjung Enim ke pelabuhan Tanjung Api-api (Sumatera Selatan). Dengan cara demikian. dalam jangka waktu beberapa tahun mendatang. target Perseroan untuk menjadi perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia dapat terealisir.8 juta ton atau tumbuh 3% dari angka tahun 2009. gerbong serta prasarana perkereta apian lainnya. yakni akuisisi atau kerjasama dengan pengelola tambang batubara untuk memperluas area kelolaan dan meningkatkan cadangan serta rencana pengembangan angkutan laut batubara tetap dipertimbangkan dan dijalankan secara prudent. This way. is currently writing up AMDAL (environmental impact assessment) for railway. acquisition of or joint operation with other coal mining companies will extend operating area and increase reserves while developing sea transport cautiously and prudently. peningkatan intensitas keberangkatan dan penambahan rangkaian gerbong.

In the upcoming years.6 juta ton di tahun sebelumnya.e.5 juta ton dari 11.5%) and export 4.5%). Sales composition in 2010 improved with higher domestic ratio. HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT The Company continuously enhances human resource competence and provides performance-based career development program. For that reason and in order to improve good governance practice. tapi juga pada peningkatan kualitas mental dan spiritual guna menumbuhkan trilogi kecerdasan. Perseroan telah mengimplementasikan Key Performance Indicators (KPI) dan Balanced Scorecard sebagai tools untuk mengukur kompetensi kinerja individual dan satuan kerja. emosi dan intelektual. . produksi batubara swakelola akan semakin meningkat. seiring dengan peningkatan total produksi batubara. Training was not directed towards employees’ competence only. PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Perseroan menerapkan program peningkatan kompetensi secara berkesinambungan sekaligus melaksanakan pengembangan karir berbasis kompetensi.23 million tons (63.95 juta ton. spiritual. yaitu spiritual. emotional and intellectual. Pada tahun-tahun mendatang.50 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN DIREKTUR UTAMA Kereta api pengangkut batubara melintasi TLS di Tanjung Enim Coal transporting train passing TLS inTanjung Enim Perseroan telah mempersiapkan seluruh jajarannya untuk memanfaatkan momen peningkatan permintaan batubara dan peningkatan daya angkut kereta di tahun-tahun mendatang dengan meningkatkan kapasitas produksi. Pada tahun-tahun mendatang.5 million tons from 11. Hal ini telah dibuktikan dengan naiknya produksi menjadi 12. sekaligus mencakup jaminan pembelian dari potential buyer mitra kerjasama luar negeri dalam jangka panjang. Perseroan telah mempersiapkan SDM untuk merealisasikan rencana besar di masa mendatang dengan menyiapkan serangkaian program pelatihan terpadu dan program rekrutmen yang terencana. the Company’s total coal production increased to 12. Considering the big plan that lies ahead the Company provided a series of integrated training and well-planned recruitment program.5%).23 juta ton (63. seiring dengan telah selesainya persiapan sarana produksi di MTBU dan program relokasi 2 unit BWE dan 1 unit spreader. but also their mental and spiritual quality to develop trilogy of intelligence. This composition will be more balanced in the future as a result of bigger loading capacity and foreign potential buyers’ guaranteed order.95 million tons. Pelatihan tidak hanya ditujukan pada peningkatan kompetensi semata. komposisi penjualan ini akan lebih berimbang. Thus. penjualan domestik adalah sebanyak 8. Komposisi penjualan di tahun 2010 juga membaik dimana dari total volume penjualan sebesar 12. as out of total sales of 12. mengingat kerjasama peningkatan daya angkut yang dilakukan. i.5%) dan ekspor sebanyak 4.6 million tons in 2009. The Company prepared itself to capitalize on the rising coal demand and railway transporting capacity by boosting coal production. inhouse coal production will continue rising along with coal overall production. We use Key Performance Indicators (KPI) and Balanced Scorecards to measure individual and work unit competence and performance.72 juta ton (36.72 millon tons (36. the Company organized special training on Code of Conduct that touches on ethics and morals that should be upheld by all personnel in working within the organization. Perseroan menyelenggarakan pelatihan khusus mengenai implementasi code of conduct yang berisi uraian butir-butir etika dan moral yang harus dipegang teguh oleh segenap jajaran SDM dalam berkarya di perusahaan. Untuk maksud tersebut dan dalam rangka meningkatkan kualitas penerapan tata kelola yang baik. domestic sales reached 8. as MTBU starts production and two BWEs and one spreader are reconditioned.

As a reflection of its commitment to implementing these GCG principles. Additionally. Dengan partisipasi tersebut. The Company will continue to evaluate and assess the implementation of GCG principles. (iv) employment practices and proper work conditions. The three plans to increase railway loading capacity will enable the Company to supply coal from Tanjung Enim to global and domestic markets up to 82 million tons every year. Selain itu dilakukan penandatanganan pernyataan kepatuhan untuk melaksanakan aturan-aturan yang terkandung dalam Code of Conduct dan Pedoman GCG. (iv) praktek ketenagakerjaan dan kelaikan kerja. PENINGKATAN IMPLEMENTASI TATA KELOLA Perseroan meyakini bahwa seluruh raihan kinerja operasional tersebut akan dapat ditingkatkan secara berkesinambungan apabila Perseroan mampu secara konsisten meningkatkan kaidah-kaidah tata kelola yang baik. INTENSIFIED IMPLEMENTATION OF CORPORATE GOVERNANCE We are aware of the fact that the overall operating achievements can be maintained if the Company is able to consistently enhance its good corporate governance practices. (iii) human rights. In fulfilling its CSR function.REPORT FROM THE PRESIDENT DIRECTOR PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 51 Realisasi tiga rencana peningkatan daya angkut kereta akan membuat Perseroan mampu memasok batubara dari Tanjung Enim ke pasar domestik maupun global hingga sebesar 82 juta ton/tahun. Sosialisasi dilakukan melalui penyelenggaraan pelatihan intensif kepada pegawai akan pentingnya peningkatan penerapan praktek GCG. t h e p ro g ra m i m p le m e n te d includes developing partnership with small businesses and cooperatives. KEPEDULIAN MASYARAKAT. Perseroan akan terus meningkatkan kualitas penerapan GCG ini dan melakukan evaluasi serta asesmen secara berkala. WUJUD TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Perseroan merancang pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan dengan sasaran meningkatkan keikutsertaan masyarakat agar berkembang bersama Perseroan. Perseroan telah menetapkan komitmen jangka panjang. (iii) hak asasi manusia. program yang dilaksanakan meliputi pengembangan pola kemitraan usaha kecil dan koperasi. kesejahteraan masyarakat ikut meningkat seiring dengan perkembangan usaha Perseroan. The same Codes were disseminated to the stakeholders particularly on the subject of goods and services procurement by suppliers and partners. employees signed declaration of compliance with GCG Code and Code of Conduct. Di bidang ekonomi. the Company establishes long term commitments. by way of providing management and entrepreneurship training and disbursing revolving funds . (ii) lingkungan. Dalam melaksanakan CSR ini. Perseroan telah merintis sosialisasi dan pelaksanaan COC dan Pedoman GCG tersebut kepada seluruh pemangku kepentingan. terdiri atas enam fokus kegiatan meliputi (i) kegiatan ekonomi. O n t h e e co n o m i c s i d e . (v) tanggung jawab produk dan (vi) kemasyarakatan. focusing on six areas: (i) economy. Sebagai wujud komitmen peningkatan penerapan praktek GCG tersebut. pada tahun 2010 Perseroan melakukan sosialisasi dan implementasi Pedoman GCG maupun Code of Conduct yang telah selesai dikaji dan disusun ulang. didahului dengan penerapan butir-butir menyangkut ketentuan pengadaan barang dan jasa terhadap para pemasok dan mitra kerja. (ii) environment. (v) product responsibiity and (vi) society. dilakukan dengan memberikan pelatihan manajemen dan kewirausahaan serta bantuan dana bergulir bagi usaha kecil CONCERN FOR THE COMMUNITY – REFLECTION OF CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY The Company’s concern for the neighboring community well-being is reflected in the promotion of the community potentials to grow along with the Company. in 2010 the Company socialized and implemented GCG Code and Code of Conduct that had been reviewed and rewritten. Intensive training sessions were carried out to instil into the employees the importance of GCG.

. naik 236% dari Rp27. MEWUJUDKAN KOMITMEN PELESTARIAN LINGKUNGAN Perseroan secara komprehensif menerapkan berbagai program untuk mewujudkan salah satu misi “memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan. pendidikan dan atau pelatihan. construction of public utilities and religious utilities. peningkatan kesehatan. Perseroan bahkan telah melangkah lebih jauh dan menjadi pelopor dalam hal pelestarian lingkungan dan rehabilitasi pascatambang dengan telah merancang dan merealisasikan rencana pengembangan daerah pascatambang seluas 5. PANDANGAN KE DEPAN Semakin kondusifnya perekonomian global maupun nasional seperti diprediksikan oleh para ekonom diperkirakan FUTURE OUTLOOK The improving world and national economy as predicted by the economists will create challenge and opportunity for the Kami memaknai peran penting SDM bagi Perseroan dengan memberikan program peningkatan kompetensi secara berkesinambungan. Real accomplishment in 2010 was the retention of Green Proper rating as designated by the Department of Environment. a harmonious relationship will be fostered between the Company and the local community.” This commitment was turned into reality by a series of rehabilitation program towards post-mining area designed jointly with an independent consultant using ISO 14001: 2004 accredited system. COMMITMENT TO ENVIRONMENTAL CONSERVATION Various programs were launched to realize our mission of “giving the utmost contribution to community welfare and environment conservation. Such development is expected to serve as facilitator and accelerator in the growth of small businesses with multiplier effect to the self-reliance and welfare of the local community. All these efforts are in response to growing world demand for a better living environment of the future.934 ha menjadi Taman Hutan Rakyat (TAHURA). or rose 236% from Rp27. Pengembangan tersebut diharapkan akan menjadi fasilitator dan akselerator bagi pertumbuhan usaha kecil yang membawa dampak berganda (multiplier effect) terhadap kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di sekitar lingkungan Perseroan. as well as environmental conservation.42 billion. The Company has contributed to social welfare through natural disaster relief. The Company even took a step further and became a pioneer in conserving the environment and rehabilitating post-mining areas by designing 5. healthcare. The Company is determined to earn Gold Proper in the upcoming years. Selanjutnya Perseroan juga telah melaksanakan program di bidang sosial melalui bantuan: bencana alam. sarana ibadah dan pelestarian alam. This way.42 miliar. Hasil nyata di tahun 2010 adalah keberhasilan mempertahankan peringkat Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup. We believe that focused programs will empower the surrounding community to improve their own welfare and independency. Perseroan meyakini dengan pelaksanaan program yang tepat sasaran akan memberikan dampak peningkatan kesejahtaraan masyarakat sekitar agar lebih berdaya dan mandiri serta terpeliharanya hubungan yang harmonis dan berkesinambungan antara perseroan dengan masyarakat. education and training. Total dana yang digulirkan oleh Perseroan melalui PKBL pada tahun 2010 mencapai total Rp93.52 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN DIREKTUR UTAMA dan koperasi yang tersebar di wilayah operasional Perseroan. to small businesses and cooperatives throughout the Company’s operating areas. pengembangan sarana umum.” Perseroan menerapkan serangkaian program rehabilitasi lingkungan purna tambang yang dirancang bersama konsultan independen serta menggunakan sistem terakreditasi ISO 14001: 2004. Perseroan bertekad untuk meraih Proper Emas pada tahun-tahun mendatang.934 hectares of post-mining area to become People’s Forest Park (Tahura).77 billion in 2009. Semua upaya tersebut merupakan jawaban terhadap meningkatnya tuntutan masyarakat dunia akan terciptanya lingkungan hidup yang lebih baik untuk kehidupan mendatang.77 miliar di tahun 2009. We appreciate the important role of our people through continuous competence development programs. Total fund disbursed by the Company to Partnership and Community Development Program in 2010 reached Rp93.

000 MW tahap kedua akan semakin meningkatkan kebutuhan batubara di tanah air. On the export side. CLOSING On this occasion. Rencana proyek PLTU 10. We also convey our high regard to the shareholders. Penghargaan yang sama juga disampaikan kepada pemegang saham. Dari sisi permintaan domestik. China. Sebagai perusahaan yang berwawasan untuk menjadi perusahaan tambang batubara terintegrasi yang terbesar di Indonesia. yang memungkinkan Perseroan mampu mempertahankan kinerja usaha dan menyiapkan landasan yang baik bagi pertumbuhan usaha di masa mendatang. Vietnam maupun Malaysia seiring dengan pesatnya pertumbuhan perekonomian di negara tersebut. All of the employees deserve our appreciation for their dedication and services that enabled the Company to perform well and build a strong foundation for future growth.REPORT FROM THE PRESIDENT DIRECTOR PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 53 membuka peluang dan tantangan bagi Perseroan. kepercayaan dan kerjasamanya. sedangkan tantangannya adalah memproduksi batubara dengan biaya yang lebih efisien untuk menjaga tingkat profitabilitas. mengingat besarnya cadangan sumber daya yang dimiliki. competent human capital and better GCG implementation. PENUTUP Dalam kesempatan ini. The opportunity is the rising world and domestic coal demand. Dengan menerapkan strategi pengembangan terintegrasi. improved global economy particularly in the Asia Pacific region is predicted to open new markets in India. Atas nama Direksi On Behalf of the board of Directors Ir. Dengan memperhatikan kondisi eksternal tersebut. Considering the external condition. pelanggan dan mitra usaha atas dukungan. China. Direksi berpendapat bahwa peluang bagi pengembangan. the completion of first phase coal-fired 10. As an enterprise that has a vision of becoming the largest integrated coal miner in Indonesia. Vietnam and Malaysia as a consequence of the fast growing economy in that region. customers and partners for their patronage. Ucapan terima kasih tak lupa kami sampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan PT Bukit Asam (Persero) Tbk lainnya yang senantiasa memberikan kerjasama terbaik bagi kiprah dan pertumbuhan kinerja Perseroan secara berkelanjutan. the Board of Directors is of the opinion that opportunities for developing. didukung oleh SDM yang kompeten serta dilaksanakan dengan kualitas implementasi GCG yang meningkat akan membuat Perseroan mampu meraih peluang yang terbentang. Untuk pasar ekspor. kami ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada Dewan Komisaris atas pengarahannya kepada Direksi. considering the abundant reserves it has on hand. penyelesaian proyek PLTU berbahan bakar batubara 10.000MW TPP will become the key driving force to get the national economy rolling and coal demand rising. Company. Our gratitude is also extended to all stakeholders of PT Bukit Asam (Persero) Tbk who faithfully gave their support for the sustainable growth of the Company. the Company is on a better footing to seize the opportunity for meeting the rising demand. Sukrisno Direktur Utama President Director . Peluangnya adalah semakin meningkatnya permintaan batubara dunia maupun nasional. perbaikan kondisi perekonomian global terutama di kawasan Asia Pasifik diprediksi membuka peluang pasar di negara-negara seperti India. perluasan dan peningkatan volume penjualan batubara Perseroan akan semakin terbuka.000MW TPP will give an even bigger push to domestic coal demand. We are confident that through an integrated business development strategy. we wish to thank the Board of Commissioners for its supervision and guidance. expanding and increasing sales volume are in the picture. The building of second phase coal-fired 10. Begitu pula kepada seluruh karyawan yang telah dengan penuh dedikasi menjadikan kerja sebagai ibadah. trust and cooperation. the Company will be in a position to avail itself of every opportunity that unfurls. In terms of domestic demand. Perseroan berada dalam posisi yang lebih baik untuk meraih peluang dalam memenuhi kebutuhan yang meningkat tersebut.000 MW tahap I akan ikut mendukung roda perekonomian nasional dan meningkatnya permintaan batubara. while the challenge is the ability to produce coal efficiently to maintain profitability.

54 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL .

ramah lingkungan dan efisien dengan didukung teknologi informasi terkini dan SDM yang berkompeten The Company has devised prudent and thorough strategic business development plans by identifying and mitigating risks. environment-friendly and efficient mining operations with the support of the latest information technology and competent human resource .OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 55 Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report Perseroan mengembangkan usaha melalui penyiapan rencana strategis yang matang dan bijaksana dengan mempertimbangkan dan memitigasi seluruh risiko yang dihadapi serta menjalankan operasional penambangan yang aman. conducting safe.

terutama batubara yang semakin terbuka. Six main operating strategies of the Strategic Plan are the elaboration of the Company’s Vision and Mission to be accomplished in 2009-2013. Focus on development projects The Company concentrates in constructing new railway tracks and ports. yakni: • Fokus pada pertumbuhan produksi dan penjualan batubara. • • PENGEMBANGAN USAHA Sesuai dengan visi menjadi perusahaan energi berbasis batubara yang berdaya saing dan memberikan nilai optimal kepada para stakeholder. Strategi operasional ini dimaksudkan untuk mengatasi hambatan transportasi. pengembangan tambang-tambang lainnya. Target jangka panjang Perseroan adalah mencapai era PTBA Emas. Restrukturisasi Korporasi Dilakukan melalui pendirian anak-anak perusahaan yang menangani bisnis non-core. Perseroan merealisasikan rencana pengembangan usahanya secara prudent dan berkesinambungan. Perseroan telah menuntaskan penyusunan Rencana Strategis Perseroan. pembangunan PLTU milik sendiri. CORPORATE STRATEGIC PLAN To respond to the world and national economic development and the increasing demand for energy resources particularly coal in the last few years. Untuk mewujudkan target tersebut. developing coal sea transport and acquiring potential mines. The Company takes business development measures aiming to step up production and sales. the Company has formulated its Corporate Strategic Plan. Meningkatkan sistem remunerasi yang berdasarkan kinerja (reward based performance). See MD&A: Business Prospect. Promote a reward based performance system. This would mean increasing the loading capacity of existing railway system and the port handling capacity. expand coal product marketing . Peranap and other mines. Fokus pada proyek-proyek pengembangan Perseroan fokus pada pembangunan jaringan angkutan kereta api baru dan pelabuhan. pengembangan angkutan laut batubara serta akuisisi tambang berpotensi. installing own thermal power station. Meningkatkan kompetensi dan regenerasi SDM dan menciptakan budaya korporasi yang mengutamakan kinerja. merupakan penjabaran dari Visi dan Misi Perseroan yang akan dicapai pada kurun waktu 2009-2013 untuk menjamin pencapaian target-target yang ditetapkan. yakni keterbatasan daya angkut kereta-api sebagai satu-satunya sarana angkut paling ekonomis. Boost the competency and regeneration of human resource as well as promote a performance-based corporate culture. pengembangan tambang Peranap. Corporate resctructuring This is done through setting up subsidiaries that handle non-core business. developing Indonesia Prima Coal (IPC). Improve performance rating in environmental management from green to gold.56 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL RENCANA STRATEGIS PERSEROAN Sejalan dengan perkembangan perekonomian Indonesia maupun global beberapa tahun terakhir dan mengantisipasi peluang peningkatan kebutuhan sumber energi. Lihat uraian MD&A: Prospek Usaha. Stepping up production and sales is carried out by optimizing the work of related units. the Company seeks to develop its business prudently and continuously. Rencana tersebut disusun berdasarkan lanskap kondisi perekonomian global dan makro ekonomi Indonesia pada kurun waktu 2009-2013. Rencana Strategis Perseroan terdiri dari enam strategi operasional utama. The Plan is based on global and Indonesian macro-economic forecast over a period between 2009 and 2013. Program yang dilakukan adalah melalui peningkatan daya angkut dari jaringan yang sudah ada dan peningkatan kapasitas pelabuhan. which are: • • • • • • • • • Focus on the growh of coal production and sales This is to overcome transporation problem that lies in the limited loading capacity of train being the only low-cost means of transport. Meningkatkan peringkat kinerja penataan pengelolaan lingkungan dari hijau menjadi emas. Sedang peningkatan produksi dan penjualan dilakukan melalui optimasi kinerja unit bersangkutan. The long-term target is to arrive at an era of Golden PTBA. pengoperasian dan pengembangan tambang Internasional Prima Coal (IPC). Perseroan melakukan berbagai langkah pengembangan usaha dengan sasaran meningkatkan produksi. meningkatkan BUSINESS DEVELOPMENT In keeping with the corporate vision of becoming a highly competitive coal-based energy company and maximizing stakeholders’ return.

cadangan cukup besar namun kualitas rendah dan jarak angkut cukup jauh. The Company estimates this area has coal reserves of 45 million tons. The year 2010 witnessed the following corporate actions and business development efforts that had actually started the preceding year: AKUISISI TAMBANG Salah satu strategi yang dilakukan untuk meningkatkan produksi batu bara adalah melalui akuisisi perusahaan tambang. tidak ada realisasi akusisi yang dilakukan. memperluas pemasaran produk batubara serta memanfaatkan secara optimal potensi cadangan sumber dayanya yang berlimpah. Perseroan saat ini sedang mencari dan menjajagi beberapa tambang yang potensial untuk diakuisi. Berbagai aksi korporasi yang dilakukan sepanjang tahun 2010 dan upaya pengembangan usaha yang telah dirintis tahun sebelumnya adalah sebagai berikut. INCREASE OF COAL TRANSPORT VOLUME The Company’s coal mines are located relatively far from the ports. kawasan ini memiliki sumber daya batubara sebesar 45 juta ton. PENINGKATAN VOLUME ANGKUTAN BATUBARA Lokasi areal penambangan batubara Perseroan yang relatif jauh dari pelabuhan. Berbagai langkah aksi korporasi telah dilaksanakan untuk meningkatkan produksi dan mengatasi kendala-kendala yang selama ini membatasi kemampuan Perseroan untuk meningkatkan volume penjualan maupun produksi batubara. teknis maupun legal. melalui kepemilikan sebesar 51% saham PT International Prima Coal (IPC) yang berlokasi di Kalimantan Timur dengan nilai transaksi sebesar USD17. harga dan skema bisnis yang tidak sesuai dengan pihak Penjual. Sebagai konsekuensi. A prudent and integrated business development to ensure sustainable performance. making trains the most economical means of transport. prompting the Company to take several measures to improve the train loading capacity. as well as unfavorable price and business scheme. Various corporate actions have been taken to boost production and overcome the long standing obstacles that have limited the Company’s ability to increase production and sales. Consequently. technicaly as well as legally. Penyebabnya adalah belum adanya tambang yang layak secara komersial. peningkatan produksi dan penjualan batubara Perseroan harus selalu dikaitkan dengan kemampuan angkut produk melalui jalur kereta api ini. dengan pertimbangan utama antara lain: cadangan yang minim dan tidak ekonomis. Di tahun 2010. and capitalizing on its abundant coal reserves and resources. sebagai sumber alternatif produksi batubara. MINING ACQUISITION A strategy implemented to increase coal production is the acquisition of new mines as alternative coal sources outside the mining area of Tanjung Enim and Ombilin. di luar areal tambang di Tanjung Enim dan Ombilin. Dimulai tahun 2008 lalu. IPC telah berproduksi sejak tahun 2009. yang mendorong Perseroan melaksanakan berbagai upaya untuk meningkatkan kapasitas angkutan kereta api. Perseroan menjalankan dua skenario utama peningkatan volume angkutan batubara. First. In 2008. Menurut taksiran Perseroan. In 2010. IPC commenced operations in 2009. Akuisisi pertama KP dilakukan pada bulan September 2008. area. the Company made two major scenarios to increase coal transport volume. Namun demikian. Pengembangan usaha terintegrasi menjamin peningkatan kinerja yang berkelanjutan.85 juta. The main obstacles included small and uneconomical reserves. big but low-quality reserves and long transporting distance. maximizing the loading capacity . increasing coal production and sales is always related to the loading capacity of the railway facility. membuat kereta api menjadi sarana angkutan utama batubara yang paling ekonomis.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 57 penjualan. The first acquisition of Mining Concession was accomplished in September 2008 through taking over a 51 percent ownership of PT International Prima Coal (IPC) located in East Kalimantan at a transaction value of US$ 17. there was no acquisition made by the Company because there was no commercial potential mine.85 million.

dengan perkiraan daya angkut sebesar 25 juta ton per tahun. melakukan optimasi dan peningkatan daya angkut melalui jalur kereta-api yang telah ada.7 tons per year. economical coal sales and bring maximum return to the Company. Perseroan menunjuk Konsultan Independen Mott MacDonald untuk merumuskan formula tarif dan formula take or pay angkutan kereta api batubara jangka panjang. The agreement also fixes transport fare and enforce “Take or Pay” system. Perjanjian tersebut mengatur formula tarif angkutan dan memberlakukan sistem “Take or Pay. Jalur baru sepanjang 307 km ini akan menghubungkan Tanjung Enim – Srengsem (Lampung). pioneering the construction of new railway tracks from the mining area to the loading port that will facilitate efficient. yang akan membangun jalur KA baru. with the approval of EGMS dated 28 May 2008. . at an estimated loading capacity of 25 million tons per year. PT KAI menyanggupi untuk meningkatkan kapasitas angkut batubara melalui jalur yang sudah ada. meningkatkan secara bertahap kapasitas angkut kereta api eksisting dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan menjadi 20 juta ton dan dari Tanjung Enim ke Kertapati menjadi 2. setting up a new company. which are PT Bukit Asam Transpacific Railway. setelah mendapat persetujuan RUPSLB tanggal 28 Mei 2008. in October 2009 the Company entered into Coal Transport Agreement (CTA) with PT KAI to cover the period from 1 January 2010 to 31 December 2029. making total loading capacity of 22. The new 307-km track will connect Tanjung Enim and Srengsem (Lampung). sehingga total kapasitas angkut menjadi 22. merintis pembangunan jalur kereta api baru dari areal tambang ke pelabuhan muat yang memungkinkan penjualan produk batubara secara efisien. Untuk menjamin peningkatan volume angkutan kereta api. Dalam perjanjian tersebut. melibatkan PTBA (10%). gradually to reach 22.7 million tons by yearend 2014. Enhancing coal loading capacity by existing railway track gradually to reach 22.7 million tons per year. which will build a new railway track. PT Transpacific Railway Infrastructure/TRI (80%) and China Railway Engineering (10%).7 juta ton pada akhir tahun 2014. Upaya kedua.7 juta ton per tahun. Kedua. of the existing railway tracks. starting 2010 PT KAI will increase coal loading capacity of the existing tracks.7 million tons. Further. yakni PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR). To guarantee increased railway loading volume. Perseroan pada bulan Oktober 2009 melakukan Perjanjian Angkutan Batubara Jangka Panjang (Coal Transport Agreement /CTA) dengan pihak PT KAI yang berlaku mulai 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2029. ekonomis dan memberikan hasil maksimal bagi Perseroan. Second effort. Penyelesaian formula tarif tersebut penting untuk memastikan terlaksananya peningkatan angkutan batubara sesuai Perjanjian dan lebih memastikan perhitungan biaya angkutan yang menyertai peningkatan produksi batubara Perseroan. First effort. Meningkatkan kapasitas angkut batubara melalui jalur yang sudah ada secara bertahap menjadi sebesar 22. Tanjung EnimTarahan and Tanjung Enim-Kertapati. Under the agreement.7 juta ton per tahun. secara bertahap menjadi sebesar 22. Second. Tanjung Enim-Tarahan dan Tanjung Enim-Kertapati. This scheme is essential to ensure capacity upgrade is in accordance with the agreement and transport cost is commensurate with coal production increase. dilakukan melalui pembentukan perusahaan baru.7 juta ton.58 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL Pertama.” Sebagai tindak lanjut perjanjian tersebut. involving PTBA (10%). the Company appointed an independent consultant Mott MacDonald to formulate tariff and ‘take or pay’ scheme for long-term railway coal transport. Upaya pertama. mulai tahun 2010. gradually increasing the existing railway loading capacity from Tanjung Enim to Tarahan Port to reach 20 million tons and from Tanjung Enim to Kertapati to reach 2. PT Transpacific Railway Infrastructure/TRI (80%) dan China Railway Engineering (10%).

The 270-km track construction is patronized by the South Sumatera Provincial Administration to connect Tanjung Enim and Tanjung Api-api. the Company made a presentation to the Governors of Lampung and South Sumatera regarding land clearance plan. the Company also has a joint project with Adani Group. Besides collaborating with China.5 billion were signed by BATR (PTBA subsidiary) and China Railway Group Limited to develop the project. Categorized according to the investment cost and the internal process. Lampung. This project was granted in-principle approval (approval in principle) by the Governor of Lampung on 22 September 2008 and by the Governor of South Sumatera on 13 October 2008.5 miliar antara BATR (anak perusahaan PTBA) dengan China Railway Group Limited untuk merealisasikan proyek tersebut. Land acquisition would be soon initiated.3 miliar dan O&M (Operator and Maintenance) selama periode 20 tahun dengan nilai US$3. Lampung. Langkah lain yang dilaksanakan adalah melakukan survey untuk alignment kereta api dan menetapkan trekking jalur KA. Berdasarkan besaran nilai investasi yang dibutuhkan dan proses internal yang harus dilakukan. perusahaan patungan ini juga akan membangun pelabuhan khusus batubara di Srengsem. Perseroan juga berpartisipasi dalam pengembangan angkutan KA batubara yang dilakukan oleh perusahaan asal India. a survey was conducted for railway alignment and railway track designation. Selanjutnya akan memasuki tahap persiapan pembebasan lahan. stockpile and port was under way and port construction permit was issued. Perkembangan selanjutnya. Skema pembiayaan 30% modal sendiri. The establishment of this new transport company is directed towards supporting the Company’s coal production increase. Writing up AMDAL (environmental impact assessment) for railway. Procurement and Construction) senilai US$1. BATR (Anak Perusahaan) dalam proses melakukan penyusunan AMDAL Kereta Api dan AMDAL Stockpile dan Pelabuhan serta telah memproses izin pembangunan pelabuhan. Procurement and Construction) contract worth US$1. an in-principle approval was also issued for the construction of Special Railway Track by the Minister of Transportation in October 2009.dilakukanpresentasi di hadapan Gubernur Lampung dan Gubernur Sumatera Selatan beserta Dinas terkait mengenai Rencana Pembebasan Lahan. Additionally. In addition. India.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 59 Pendirian perusahaan angkutan baru ini juga dimaksudkan untuk mendukung peningkatan produksi batubara Perseroan. PEMBANGUNAN PLTU MULUT TAMBANG Untuk meningkatkan pemanfaatan batubara berkalori rendah dan mendapatkan manfaat ekonomis yang berujung pada peningkatan imbal hasil kepada pemegang saham. the Company constructed Thermal Power Plant (TPP). pada bulan Maret 2010 telah dilakukan Penandatanganan Kontrak EPC (Engineering. In March 2010 EPC (Engineering. proyek-proyek pembangunan PLTU mulut tambang ini terbagi atas beberapa kelompok. in developing coal railway transport at a capacity of 35 million tons per year. This project is expected to meet the electricity needs of the nation and the Company’s operations. yakni: CONSTRUCTION OF MINE MOUTH THERMAL POWER PLANT To optimize the use of low-calorie coal for economic benefit that will in turn maximize shareholders’ return. If the three scenarios of coal transport can proceed as planned. sedang 70% lainnya dari pinjaman. in due time the Company will be in a position to sell its coal products by railway transport up to 82 million tons per year. Rencana angkutan KA yang dimotori oleh Pemprov Sumatera Selatan menempuh jalur Tanjung Enim ke pelabuhan Tanjung Api-api. Besides building railway tracks. Perseroan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mulut tambang. Sebagaitindaklanjutdariperjanjiantersebut. the joint venture company will build a coal port in Srengsem. Total financing is 30% own funds and 70% borrowing. Proyek ini telah mendapatkan Izin Prinsip dari Gubernur Lampung pada 22 September 2008 dan izin prinsip dari Gubernur Sumsel tanggal 13 Oktober 2008 dan pada Oktober 2009. the mine mouth TPP projects are divided into several groups: . Selain membangun jalur kereta api. Pengembangan proyek ini selain bertujuan mendukung pemenuhan kebutuhan listrik nasional juga untuk memenuhi kebutuhan operasional Perseroan. sepanjang 270 km. Dengan demikian jika ketiga skenario angkutan batubara tersebut dapat berjalan sesuai rencana. Selain kerjasama dengan perusahaan asal China. proyek ini juga telah memperoleh izin prinsip pembangunan jalur Perkeretaapian Khusus dari Menteri Perhubungan RI. Perseroan akan mampu menjual batubara melalui angkutan kereta api hingga sebesar 82 juta ton per tahun. Adani Group dengan memasok batubara sebesar 35 juta ton per tahun. As a follow up.3 billion and O&M (Operator and Maintenance) 20-year contract worth US$3.

The construction of this project was delayed due to a re-tender process for Engineering. Procurement. while transmission land was 88% cleared.60 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL • Proyek yang telah mendapat persetujuan melalui RUPS Pembangunan PLTU Mulut Tambang Banjarsari berkapasitas 2 x 100 MW di Kabupaten Lahat. yang dibentuk tahun 2007. Draft PPA telah dibahas dan disiapkan. Diharapkan persetujuan Menteri ESDM segera diperoleh. From the re-tender a new contractor. Bulan Agustus 2010 telah dicapai kesepakatan harga jual beli listrik baru yang akan dituangkan dalam Amandemen PPA antara Perseroan dengan PLN. projected to meet the needs for electricity in Sumatera. South Sumatera was approved by EGMS on 10 May 2006. Land for this TPP was 100% acquired and certificated in the name of BPI. PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI). Selain kenaikan biaya EPC. Sebagian besar (70%) keperluan pendanaan pembangunan proyek dibiayai melalui pinjaman. Amandemen PPA akan ditandatangani setelah ada persetujuan Menteri ESDM mengenai Tarif Jual Beli Listrik yang baru. sehingga Amandemen PPA dapat ditandatangani di tahun 2011. • Projects approved by GMS The construction of Banjarsari Mine Mouth TPP with a capacity of 2 x 100 MW in Lahat Regency. membuat manajemen PT BPI mengajukan permintaan kenaikan harga jual listrik kepada PT PLN (Persero) yang akan dituangkan dalam Amandemen Power Purchase Agreement (PPA). yaitu PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI). Pelaksanaan proyek dilakukan oleh anak perusahaan. proyek ini mencatat perkembangan lain dengan telah ditandatanganinya Amandemen Kontrak EPC PLTU pada tanggal 3 Desember 2010. The re-tender was caused by a request for change in EPC contract value following global financial crisis that affected the exchange rate of American Dollar against Rupiah and Yuan. new electricity tariff was agreed and would be included in the Amendment to PPA between the Company and PLN. Construction (EPC) PLTU akibat adanya permintaan perubahan nilai kontrak EPC sebagai dampak krisis keuangan global yang membuat nilai kurs Dollar Amerika terhadap Rupiah dan Yuan berubah. munculnya cost overrun dan revisi harga batubara sebagai bahan bakar PLTU. Procurement. PT Navigate Innovative Indonesia (NII) and Pembangkit Jawa Bali (PJB). The ministerial approval is expected any time soon and PPA Amendment can be signed in 2011. serta adanya kenaikan harga baja. . cost overrun and adjusted price of coal as TPP fuel prompted the management of PT BPI to propose an increase in electricity selling tariff to PT PLN (Persero) which would be incorporated in Amendment to Power Purchase Agreement (PPA). a consortium of PTBA. China National Electric Equipment Corporation. In August 2010. sedang lahan untuk transmisi telah 88% dibebaskan. Perkembangan lainnya. Besides increased EPC costs. Draft amended PPA has been discussed and drawn up and will be signed soon after EMR Minister approves the new electricity tariff. menggantikan kontraktor sebelumnya yaitu Jiangxi Electric Power Overseas Engineering Co.Ltd. An Amendment to EPC contract for this project was signed on 3 December 2010. The major part or 70% of financing was borrowed and the remaining 30% was self-funded. Construction (EPC) contractor. The project was built by a subsidiary that was set up in 2007. Sumatera Selatan telah memperoleh persetujuan RUPSLB 10 Mei 2006. and the increased price of steel. EMR Minister approval for the new tariff is still pending. was appointed replacing Jiangxi Electric Power Overseas Engineering Co. Tarif baru tersebut sampai sekarang masih menunggu persetujuan Menteri ESDM. Melalui tender ulang tersebut diperoleh kontraktor baru. yaitu China National Electric Equipment Corporation.Ltd. Selain perkembangan menyangkut PPA tersebut. Pembangunan proyek ini sempat terkendala oleh pelaksanaan tender ulang kontraktor Engineering. yang diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera. sisanya (30%) melalui modal sendiri. lahan untuk pembangunan PLTU ini telah 100% dibebaskan dan disertifikasi atas nama BPI. dengan konsorsium PTBA. PT Navigate Innovative Indonesia (NII) dan Pembangkit Jawa Bali (PJB).

OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 61 Kegiatan Operasional di Tambang Air Laya. Tanjung Enim . Tanjung Enim Operational activities in Tambang Air Laya.

partly through undersea cables. Increased railway loading capacity will turn the Company into one of the largest coal suppliers in Indonesia. Perseroan kemudian menindaklanjuti langkah ini dengan melaksanakan tahapan persiapan pembebasan lahan. sebagian akan melalui kabel bawah laut. operate and maintain TPP signed in 2006. Pengaliran listrik dari areal proyek ke Pulau Jawa rencananya akan dilakukan melalui jaluran transmisi listrik Sumatera-Jawa. Berdasarkan RUPTL PLN 2010-2019. preparing Mining Concession area for supplying coal to TPP at an estimated volume of 10 – 12 million tons per year. . operasi dan pemeliharaan PLTU yang ditandatangani pada 2006. Together with its strategic partners the Company made a series of negotiations for electricity tariff (Purchase Power Agreement / PPA) with PLN and discussed the project payment scheme with potential lenders and potential insurers continuing towards the end of 2009. Based on PLN 2010-2019 program. sehingga terjadi penundaan negosiasi PLTU Banko Tengah yang produksi listriknya sebagian besar dipasok ke Pulau Jawa. In 2010. PLN was still concentrating on increasing electricity supply to Sumatera inter-connection system. PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk and Regental Administration of Muara Enim). PLN masih perlu memprioritaskan pelaksanaan program-program pemenuhan tambahan pasokan listrik bagi sistem interkoneksi Sumatera sendiri. under a joint venture agreement to build. which supplied most of its electricity to Java. As a follow-up the Company began preparing for land clearance. melalui perjanjian usaha patungan pembangunan.62 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL Total kebutuhan batubara kalori rendah yang akan dipasok PTBA untuk keperluan proyek ini adalah sekitar 1 juta ton per tahun. the Company estimates that the Sumatera-Java electricity inter-connection has to be finalized in 2016. Proyek PLTU ini belum mendapatkan persetujuan RUPS PTBA. dengan perkiraan kebutuhan sebesar 10 – 12 juta ton per tahun. • Total low-calorie coal to be supplied by PTBA for this project is estimated at 1 million tons per annum. PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk dan Pemerintah Kabupaten Muara Enim). For selling electricity from this TPP a proposal was submitted to PLN in 2007. • Proyek yang belum Mendapat Persetujuan RUPS PLTU Mulut Tambang Banko Tengah dengan kapasitas 4x600 MW di Kabupaten Muara Enim. Penyelesaian proyek peningkatan daya angkut KA akan membuat Perseroan menjadi salah satu pemasok batubara terbesar di Indonesia. Proposal penawaran penjualan listrik dari PLTU ini telah diajukan kepada PLN pada 2007. Perseroan bersama-sama mitra strategis juga melakukan serangkaian proses negosiasi tarif listrik (Purchase Power Agreement / PPA) dengan pihak PLN dan pembahasan skema pembiayaan proyek dengan potential lenders maupun potential insurer yang masih berlangsung hingga akhir 2009. Projects Yet to be Approved by GMS Mine Mouth TPP Banko Tengah of 4x600 MW in Muara Enim Regency. Perseroan memperkirakan proyek yang menghubungkan interkoneksi sistem kelistrikan Sumatera-Jawa ini harus selesai pada tahun 2016. so negotiation on Banko Tengah TPP. was suspended. mempersiapkan wilayah khusus Kuasa Pertambangan untuk pasokan batubara ke PLTU. Sumatera Selatan dirancang untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan Sumatera dan Jawa. Pada proyek ini Perseroan menggandeng mitra strategis dari Cina (China Huadian Corporation) dan beberapa mitra nasional (PLN. South Sumatera was designed to meet electricity demand in Sumatera and Java areas. In this project the Company works with a strategic partner from China (China Huadian Corporation) and a few national partners (PLN. Pada tahun 2010. This TPP project has not been approved by PTBA GMS. Electricity distribution from the project site to Java Island is to be carried out through electric transmission line Sumatera-Java.

konstruksi dan erection i boiler dan ESP No. This TPP is fueled by waste coal which has never been utilized. the construction was +85. chimney. menjadi berbasis listrik.65%. Selain itu diputuskan Black and Veatch International sebagai Konsultan Supervisi Pekerjaan EPC. construction and erection of boiler and ESP No. 2 and main power house (MPH) as well as overseeing EPC contractor work. Breakdown of work accomplished included detailed design. Black and Veatch International was assigned as Consultant for supervising the EPC work. When completed this project will support coal mining efficiency program by shifting fuel-based to electricitybased energy consumption as fuel price is beyond the Company’s control. Sedangkan pekerjaan yang sedang berlangsung antara lain mencakup: penyelesaian pekerjaan Cooling Tower. pondasi peralatan utama. DM water. pondasi lainnya. major equipment shipment. Until end of 2010. China. • Projects not Requiring GMS Approval Tanjung Enim Mine Mouth 3 x 10 MW TPP This TPP is constructed with the purpose of meeting the needs of Tanjung Enim Mining Unit.#3. konstruksi dan erection boiler dan ESP No. other foundation work. Work in progress included cooling tower.65% was completed. Adapun rincian pekerjaan yang telah dilaksanakan mencakup: detail desain.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 63 PLTU Tanjung Enim Tanjung Enim Thermal Power Plant • Proyek yang tidak memerlukan Persetujuan RUPS PLTU Mulut Tambang Tanjung Enim kapasitas 3 x 10 MW di Tanjung Enim Pembangunan PLTU ini ditujukan untuk pemakaian sendiri di Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT).Ltd di Huangzhou. major equipment base. yang harga produknya di luar kontrol Perseroan. China. shipment peralatan utama. .Ltd in Huangzhou. construction ad erection of boiler and ESP No. dry coal shed. Dry Coal Shed. kemajuan pembangunan PLTU Tanjung Enim telah mencapai + 85. In March 2009 the Company entered into a TPP EPC contract with a consortium China Overseas Engineering Holding Limited – Zheajiang Xizi United Engineering Co Ltd – Jiangxi Jiusheng International Electro-Mechanical Equipment Co. Pada bulan Maret 2009 Perseroan menandatangani perjanjian kontrak EPC PLTU dengan Konsorsium China Overseas Engineering Holding Limited – Zheajiang Xizi United Engineering Co Ltd – Jiangxi Jiusheng International Electro-Mechanical Equipment Co. chimney. Hingga akhir 2010. 3.#2 dan Main Power House (MPH) dan pengawasan kegiatan EPC Kontraktor. PLTU ini menggunakan bahan bakar batubara limbah yang selama ini belum termanfaatkan. DM Water. Penyelesaian proyek ini akan sangat mendukung program efisiensi kegiatan penambangan batubara melalui pengalihan pemakaian energi berbasis BBM.

At the end of 2010. was still in progress. The construction of TPP of this capacity should enable the Company to make use of low-calorie coal to meet the electricity needs of local community. At the end of 2010. Construction will be parallel to the development of Peranap mine. particularly to support the Company’s operations in Tarahan port. Pembangunan PLTU akan dilakukan secara paralel dengan pengembangan tambang Peranap Sampai akhir 2009. diharapkan Perseroan dapat memanfaatkan batubara kalori rendah untuk mewujudkan komitmen pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat setempat. Penyelesaian seluruh proyek PLTU akan menjamin pemasaran 14 juta ton/tahun batubara kalori rendah dari areal sekitar Tanjung Enim dan Peranap. Hingga akhir 2010. an EPC contractor was appointed and Contract Discussion Agreement (CDA) was discussed. Packet TPP for Tarahan Port This 2 x 8 MW TPP is also designed to meet the Company’s own needs. A bid for Contractor Overseer was opened and the winner had yet to be decided. Until end of 2009. Pembangunan PLTU berkapasitas 2 x 8 MW ini juga ditujukan untuk keperluan sendiri. After appointing Technical Consultant in 2008 and obtaining the Commissioners’ approval in August 2009. terutama mendukung kebutuhan operasional Perseroan di pelabuhan Tarahan. Sedangkan Konsultan Pengawas (Supervisi) telah dilakukan pelelangan dan sedang dalam proses penunjukan pemenang. the Company invited tenders for EPC contractor. Proses Pelelangan Kontraktor EPC Pembangunan PLTU Peranap mengalami batal tender karena tidak memenuhi syarat jumlah peserta yang hanya diikuti oleh 2 peserta. the tender for EPC Contractor of Peranap TPP Construction failed as the number of participants (only two) was below requirement. Proses pembahasan jual beli listrik baik dengan PLN WRKR maupun dengan Pemerintah Daerah Tk II Kabupaten Indragiri Hulu yang diwakili oleh Perusda Inhu juga masih berlangsung. Hingga akhir 2010. Setelah pada 2008 menunjuk Konsultan Teknis dan mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris pada Agustus 2009. represented by Indragiri Hulu Regental Company. Perseroan masih dalam proses pembahasan jual beli listrik dengan Pemerintah Daerah Tk II Kabupaten Indragiri Hulu. Peranap Mine Mouth 2 x 10 MW TPP in Indragiri Hulu Riau The idea of building this project started in 2008 after conducting studies in TPP construction and mine development in Peranap Mining Concession area. the Company was still negotiating electricity selling tariff with the Local Administration of Indragiri Hulu Regency. Perseroan telah menindak lanjuti rencana ini dengan melakukan proses tender kontraktor EPC. PLTU Mulut Tambang Peranap kapasitas 2 x 10 MW di Kabupaten Indragiri Hulu Riau Gagasan pembangunan proyek ini telah dimulai sejak 2008 dengan pelaksanaan studi pembangunan PLTU dan studi pengembangan tambang wilayah Kuasa Pertambangan Peranap. The completion of all TPP projects will secure annual sales of 14 million tons low-calorie coal from Tanjung Enim and Peranap areas. Melalui pembangunan PLTU berkapasitas 2 x 10 MW ini. Kontraktor EPC Pembangunan PLTU Pelabuhan Tarahan telah ditunjuk dan dilanjutkan dengan proses CDA (Contract Discussion Agreement) dan pembahasan kontrak. Negotiation on electricity selling price with PLN and Indragiri Hulu Regental Administration. .64 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL PLTU Paket untuk Pelabuhan Tarahan.

6 trillion cubic feet (TCF) Penandatanganan PSC untuk proyek ini telah dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2009 antara para pihak dengan BPMigas dengan komposisi para pihak 45% dan BPMigas 55% dan berlaku selama 30 tahun. . Currently negotiation for Joint Operation Agreement is under way among the parties. in collaboration with PT Pertamina Hulu Energi (through PT PHE Metra Enim) and Arrow Energy Indonesia (through Arrow Energy Tanjung Enim Pte Ltd). Environmental Management Action (UKL) and Environmental Monitoring Action (UPL) permits were obtained and at end 2010 preparation for exploration drilling in Tanjung Enim was in progress. 27.6 trillion cubic feet (TCF). Work Program & Budget and Manpower Placement Plan was approved by BPMIGAS. The strategy adopted was business diversification to improve added value. dengan struktur kepemilikan PTBA.2. PT Pertamina EP memiliki data bor dan seismik yang lengkap sementara Arrow Energy (Tanjung Enim) Pte Ltd sudah berpengalaman dalam pengembangan gas CBM di Australia. PT Bukit Asam Metana Enim).OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 65 PENGEMBANGAN COAL BED METHANE (CBM) Selain berbagai upaya peningkatan produksi dan efisiensi proses penambangan. The Production Sharing Contract (PSC) for this project was entered into on 4 August 2009 between the parties and BPMigas with a composition of the parties 45% and BPMigas 55%. In July 2008 exploration was commenced by designating drilling site to extract CBM gas sample in Tanjung Enim. Mulai Juli 2008 tahap eksplorasi telah dilaksanakan melalui penentuan lokasi bor bagi pengambilan sample gas CBM Tanjung Enim. PT Pertamina EP has full drilling and seismic data while Arrow Energy (Tanjung Enim) Pte Ltd is experienced in CBM gas development in Australia. Perseroan optimis proyek ini akan dapat terealisir lebih cepat dari perkiraan awal.8 – 2. The Company is optimistic that this project can be accomplished sooner than originally planned.5% and Arrow Energy Tanjung Enim Pte Ltd 45%. The exploration indicated a CBM content of 0.8-2. PT PHE Metra Enim. Upaya Kelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) telah diperoleh dan sampai dengan akhir tahun 2010 telah memasuki tahapan persiapan pemboran ekplorasi di Wilayah Kerja Tanjung Enim.6 trilliun cubic feet (TCF). Work Program & Budget dan Rencana Penempatan Tenaga Kerja (RPTK) telah disetujui oleh BPMIGAS. valid for 30 years.8-2. 0.8-2. Indikasi awal dari proses eksplorasi tersebut menunjukkan kandungan CBM antara 0. mengingat PTBA sudah memiliki data geologi batubara yang lengkap.5% dan Arrow Energy Tanjung Enim PTE Ltd 45%. CBM content in this area will be exhausted within minimum 40 years. PT Bukit Asam Metana Enim). At an estimated production of 50 million cubic feet of gas per day (50 MMSCF/day). DEVELOPMENT OF COAL BED METHANE (CBM) Besides various efforts to boost production and improve mining efficiency.5 % (through subsidiary. Saat ini sedang dalam proses negosiasi Joint Operation Agreement antara para pihak. Ownership composition is PTBA 27.6 trillion cubic feet (TCF) CBM content in Tanjung Enim is 0. 27. Perseroan juga melakukan pengembangan usaha yang bertujuan untuk memperkuat fondasi bisnis perusahaan.8 .5% (melalui anak perusahaan Perseroan. Strategi yang diterapkan adalah dengan melakukan diversifikasi usaha guna meningkatkan nilai tambah. considering PTBA has full coal geology data. the Company also made business expansion to strengthen its foundation. Salah satu alternatif diversifikasi usaha dalam memanfaatkan sumber daya Perseroan yang berlimpah adalah pengembangan Coal Bed Methane (CBM) di wilayah Tanjung Enim.6 trillion cubic feet (TCF) Kandungan CBM di Tanjung Enim berjumlah antara 0. One alternative of business diversification in taking advantage of the abundant reserves was developing Coal Bed Methane (CBM) in Tanjung Enim. PT PHE Metra Enim 27. bekerjasama dengan PT Pertamina Hulu Energi (melalui PT PHE Metra Enim) dan Arrow Energy Indonesia (melalui Arrow Energy Tanjung Enim PTE Ltd). Dengan perkiraan produksi sebesar 50 juta kaki kubik gas per hari (50 MMSCF/day) maka kandungan CBM di areal ini akan habis minimal dalam waktu 40 tahun.

meningkatkan posisi tawar dan mempermudah pendistribusian batubara. In July 2009. DEVELOPMENT OF COAL SEA TRANSPORT To respond to the increasing coal demand in domestic and overseas market. improve bargaining position and facilitate coal distribution. Pelabuhan Tarahan Tarahan Port . Perseroan kemudian melaksanakan studi kelayakan pengembangan angkutan laut batubara yang lebih komprehensif. Hasilnya menunjukkan bahwa pengembangan angkutan laut tersebut akan dapat menunjang kinerja Perseroan karena mampu mengurangi ketergantungan angkutan pada perusahaan lain. Bulan Juli 2009. Perseroan mendapatkan persetujuan Komisaris untuk mengembangkan angkutan laut batubara yang ditindak-lanjuti dengan langkah-langkah persiapan bagi pendirian anak perusahaan angkutan laut batubara dan penyusunan rencana strategis pendirian anak perusahaan di tahun 2010. the Company made a more comprehensive feasibility study of coal sea transport development. The study showed that sea transport development would support the Company’s performance as it could reduce dependence on other companies’ transport.66 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL PENGEMBANGAN ANGKUTAN LAUT BATUBARA Dengan mempertimbangkan semakin meningkatnya permintaan batubara domestik maupun global. and to write up the strategic plan in 2010. the Company obtained the Commissioners’ approval to develop coal sea transport to be followed up by preparatory measures to establish subsidiary company in coal sea transport.

• What is CBM? Coal Bed Methane (CBM) is methane gas (CH4) that is naturally formed together with traces of other hydrocarbon and non-hydrocarbon gases (85%-99% methane). Proses pemompaan air keluar dari batubara (dewatering) akan menurunkan tekanan hidrostatik. overburden scraping wastes CBM content to the atmosphere to become a destroyer of ozone layer. CBM is produced through exploitation hole. Benefit to PTBA • • • • Creating added value as income source diversification. Eksploitasi CBM tidak berdampak pada proses produksi batubara saat ini. gas sampling as well as geological and geophysical evaluation. Pemanfaatan gas CBM umumnya digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga gas. so that hydrostatic pressure drops and gas is extracted from coal through cleat and fracturing to the surface. • • CBM is usually used for gas-fired power plant. Meningkatkan keamanan proses penambangan apabila Perseroan merealisasikan rencana tambang dalam. found in coal layer resulting from chemical and physical processes. Berpartisipasi pada upaya penurunan emisi gas penyumbang kerusakan lapisan ozon. where water is pumped out of coal layer by dewatering process. yang umumnya dilakukan secara open pit. Cara Produksi CBM CBM Production Method Gas terperangkap di dalam batubara akibat tekanan hidrostatik dari air.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 67 Apa itu CBM? • Coal Bed Methane (CBM) merupakan gas metana (CH4) yang terbentuk secara alami bersama dengan sejumlah kecil kandungan gas hidrokarbon dan non-hidrokarbon lainnya (85-99% metana). Manfaat Bagi PTBA • • • • Memberikan nilai tambah bagi Perseroan berupa sumber pendapatan baru. sehingga gas dapat keluar dari batubara melalui cleat dan rekahan untuk selanjutnya mengalir ke permukaan. In Indonesia’s mostly open pit coal mining. selanjutnya gas dapat keluar dari batubara melalui cleat dan rekahan untuk dialirkan ke permukaan.     . Participating in the reduction of gas emission that destroys ozone layer. Pumping water out of coal (dewatering) process will reduce hydrostatic pressure and release gas from coal through cleat and crack to further flow to the surface. dimana air akan dipompa keluar dari lapisan batubara melalui proses pemompaan (dewatering). untuk gas perumahan serta sebagai bahan baku pembuatan pupuk urea. • • • • • • CBM exploration is done by core hole drilling. pengupasan over burden yang dilakukan membuat kandungan CBM ini terbuang ke atmosfir dengan percuma dan menjadi salah satu unsur gas perusak lapisan ozon. Enhancing security if the Company realizes its plan to operate deep mining. CBM exploitation does not disturb existing coal production. yang terkandung di dalam lapisan batubara sebagai hasil dari proses kimia dan fisika. Eksplorasi CBM dilakukan melalui teknik pemboran core hole & gas sampling dan proses Geologi & Geofisika. sehingga tekanan hidrostatik akan menurun. CBM umumnya diproduksi melalui lubang bor (exploitation hole). residential consumption and urea-based fertilizer production. Dalam penambangan batubara di Indonesia. AMGas trapped in coal due to water hydrostatic pressure.

Risks identified are then mitigated and followed-up with anticipatory measures to address detrimental business condition. PEMANTAUAN & PENGKAJIAN IDENTIFIKASI RISIKO PENILAIAN RISIKO Risk Assessment Monitor & Review . This process is based on AS/NZ 4360 risk management guide as depicted in the following chart. systematical and recurring process for continuous improvement of the Company’s performance. RISK AND RISK MANAGEMENT The Company steps up the function of Risk Management to identify and mitigate various risks with potentials to constrain the Company from reaching its target. the work of risk management system was focused on intensifying the performance and improving the quality of risk management to support the Company in its performance. Management Risk process in the Company is a structured. Consistently updating Risk Register by continuous risk monitoring. MEMBUAT KONTEKS Establish the Context KOMUNIKASI & KONSULTASI Communication & Consultation Identify Risks ANALISIS RISIKO Analyse Risks EVALUASI RISIKO Evaluate Risks MEMPERLAKUKAN RISIKO Treat Risks Selama tahun 2010. General strategy adopted in risk management includes: • • • Integrating the whole business process into risk management process. In 2010.68 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL RISIKO DAN MANAJEMEN RISIKO Perseroan mengoptimalkan peranan Manajemen Risiko untuk melakukan identifikasi dan mitigasi atas berbagai risiko yang dihadapi dan berpotensi menghambat pencapaian target Perseroan. Intensifikasi risk awareness process pada seluruh komponen Perseroan. Proses Manajemen Risiko Perseroan merupakan suatu proses terstruktur. fokus kerja sistem manajemen risiko adalah semakin meningkatkan intensitas dan kualitas pengelolaan risiko untuk menjamin peningkatan kinerja Perseroan. Pembaruan Risk Register secara konsisten melalui pemantauan risiko secara terus menerus. Proses ini mengacu pada pedoman manajemen risiko AS/NZ 4360 seperti digambarkan pada bagan berikut. sistematis serta berulang untuk meningkatkan kinerja pengelolaan risiko perusahaan yang berkelanjutan (continous improvement). Strategi umum yang diterapkan dalam pengelolaan risiko ini adalah: • • • Mengintegrasikan seluruh proses bisnis ke dalam proses manajemen risiko. Intensifying risk awareness process in all components of the Company. Hasil identifikasi kemudian dimitigasi dan ditindak lanjuti dengan langkah-langkah antisipatif terhadap berbagai perkembangan kondisi lingkungan usaha yang bisa berdampak negatif.

Socialization and implementation of “Integrated Corporate Risk Management Guide” under accredited AS/NZ 4360 standard to improve the Company’s ongoing risk management.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 69 Proses Pembubutan di bengkel kerja Lathing process in workshop Sosialisasi dan implementasi aturan “Pedoman Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi.” yang mengacu pada standar terakreditasi AS/NZ 4360 untuk meningkatkan pengelolaan risiko perusahaan secara berkelanjutan. .

Risiko Operasional. yaitu: • Risiko Eksternalitas. social and document risks. pump. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko hukum. human error and system failure. yakni: Based on the result of continued risk identification process since 2006. caused by external factors. . risiko hubungan investor. Perseroan telah merumuskan daftar 37 risiko yang harus dipantau secara rutin dan berkesinambungan untuk kemudian dilakukan langkah mitigasinya. risiko stakeholder dan risiko sosial. contractor and fraud & corruption. Developing Business Continuity Management backed by Business Continuity Plan. the Company has compiled a list comprising 37 risks that should be routinely monitored to be followed by mitigating steps as follows. risiko pompa. This category includes the risks of product quality. manpower. • • Operational Risks. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini antara lain risiko mutu produksi. risiko dokumen dan risiko fraud and corruption. The 37 risks are classified into five groups: • External Risks. caused by inadequacy or dysfunction of internal process. investor relations. risiko lingkungan.70 70 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL • • Peningkatan kompetensi dan pengetahuan personil yang bertanggngung jawab dalam pengelolaan Manajemen Risiko baik melalui seminar maupun pelatihan Pengembangan Business Continuity Management yang didukung oleh Business Continuity Plan • • Upgrading the competence and knowledge of personnel responsible for Risk Management through seminars and training classes. risiko kontraktor. Included in this category are legal. 1 RISIKO MUTU Quality RISIKO ANGKUTAN KA Railway RISIKO HUKUM Legal issue RISIKO ASET Asset 9 RISIKO PERSAINGAN Competition RISIKO SDM Manpower 17 RISIKO EKSPLORASI Exploration 25 RISIKO KOMODITAS Commodity RISIKO TRANSAKSI STRATEGIS Strategic transaction RISIKO PENGADAAN Procurement RISIKO SOSIAL Social issue RISIKO KREDIT (KBL) Loan/credit RISIKO STAKEHOLDER Stakeholders RISIKO KOLEKTIBILITAS Receivables turnover RISIKO FLUKTUASI Cash movement 33 RISIKO DEMURRAGE Demurrage 2 10 18 RISIKO INVESTASI Investment 26 34 RISIKO PROYEK Project 3 11 RISIKO BBM Fuel RISIKO ALAT Equipment 19 RISIKO NILAI TUKAR Exchange rate RISIKO KENAIKAN BIAYA OPERASI Operating cost RISIKO DOKUMEN Document 27 35 RISIKO PASAR Market RISIKO STRIPPING RATIO Stripping ratio 4 12 20 28 36 5 RISIKO LAHAN Land 13 RISIKO CHF CHF 21 29 37 FRAUD & CORRUPTION Fraud and corruption 6 RISIKO POMPA Pump 14 RISIKO SAFETY Safety RISIKO LINGKUNGAN Environment RISIKO ANGKUTAN TONGKANG Barge transportation 22 RISIKO PAJAK Tax RISIKO HUBUNGAN INVESTOR Investor relations 30 7 RISIKO KONTRAKTOR Contractor 15 23 31 8 RISIKO SISTEM INFORMASI Information System 16 24 RISIKO TDL Quality Risk 32 Secara garis besar tiga puluh tujuh risiko tersebut dapat dibagi menjadi lima kelompok. kesalahan manusia dan kegagalan sistem. Berdasarkan hasil identifikasi risiko yang dilakukan secara berkesinambungan sejak 2006. risiko SDM. yaitu risiko yang diakibatkan oleh faktor-faktor eksternal. environment. stakeholder. yaitu risiko yang disebabkan oleh ketidakcukupan dan atau tidak berfungsinya proses internal.

Risiko Project dan Risiko CHF. the Company took care of the high risks identified. strategic transaction and investment risks. Risiko Pasar. Perseroan juga terus melaksanakan sosialisasi dan menerapkan aturan “Pedoman Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi yang mengacu pada standard AS/NZS 4360:2004 The Company spreads the risks into several categories as guidance in risk management according to the effect they impose. . information system. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko pasar. Berisiko Tinggi (High Risk). project and CHF risks. selain mulai mengidentifikasi dan menyusun langkah-langkah mitigasi risiko fraud and corruption. Medium Risk and Low Risk. on the subject of conversion from MC to MBL. Risiko Fluktuasi Kas. Risiko Strategis. Berisiko Sedang (Medium Risk) dan Berisiko Rendah (Low Risk). The risk mitigated was legal risk associated with the implementation of Mineral and Coal Law No. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko pajak. Perseroan menindak lanjuti hasil mitigasi atas jenis risiko tinggi yang diidentifikasi. The “Integrated Corporate Risk Management Guide” under AS/NZ 4360:2004 standard was disseminated to all functional units for implementation. cash movement and credit risks. risiko kolektibilitas piutang. The Guide contains information Mitigasi kelompok risiko dengan level extreme risk dan high risk sebagai prioritas penanganan dan penanggulangan risiko. The Company finalized this permit issue and converted its concession to MBL (Mining Business Licence). procurement. Risiko Lahan. Level risiko tersebut adalah: Berisiko Sangat Tinggi (Extreme Risk). serta pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat. Some of the 37 risks are high and extreme risks that need to be closely watched. risiko fluktuasi kas dan risiko kredit. Risiko Kecelakaan Fatal. Dari 37 jenis risiko tersebut terdapat beberapa risiko yang sangat memerlukan prioritas pengendalian karena memiliki level risiko sangat tinggi (extreme) dan tinggi (high) yaitu: Risiko Hukum. exchange rate and commodity price risks. market. dan mengubah izin pengelolaan wilayah konsesinya menjadi IUP. Risiko Pengadaan. Risiko Mutu. Risiko yang masuk ke dalam kelompok ini adalah risiko proyek. sesuai dengan dampak yang ditimbulkannya. land. Perseroan kemudian membagi lagi risiko tersebut ke dalam beberapa tingkatan (level) risiko sebagai acuan dalam pengendalian risiko. receivables turnover. Perseroan telah menyelesaikan masalah perizinan ini. commodity. Pada tahun 2010. Included in this category are project. quality. • Market Risks. investment. cash movement. They are legal. caused by fluctuations of the Company’s financial target or monetary measures due to macro variable changes. exchange rate. besides identifying fraud and corruption risks and devising mitigation measures. • • Financial Risks . risiko transaksi strategis dan risiko investasi. Mitigating extreme and high risks is the priority of managing and controlling risks. terkait pemberlakuan Peraturan pelaksanaan dari UU no 4 tentang Minerba tahun 2009. fatal accident. caused by market variable movement of the Company’s product. Included in this category are market. yaitu risiko terjadinya kerugian akibat pergerakan variabel pasar produk Perseroan. 4/2009. yang diakibatkan karena gejolak beberapa variabel makro. This category includes tax. In 2010.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 71 • Risiko Pasar. yakni perubahan KP menjadi IUP. Risiko Investasi. contractor. Risiko yang telah ditindak lanjuti adalah risiko hukum. yaitu risiko yang antara lain disebabkan oleh adanya penetapan dan pelaksanaan strategi yang tidak tepat. High Risk. These categories are Extreme Risk. risiko nilai tukar dan risiko harga komoditas. caused by unsound strategy and business decision making. Risiko Sistem Informasi. • • Strategic Risks. Risiko Keuangan. yaitu risiko yang ditimbulkan oleh fluktuasi target keuangan atau ukuran moneter perusahaan.

low reputation Risiko masih berada pada level medium. on the mechanism of measuring. The following table describes the mitigation measures and risk level changes. dari risiko tinggi menjadi risiko menengah Improved from high to medium risk Risiko kenaikan biaya operasi Higher operating costs Risiko kolektibilitas Receivables turnover Penerimaan pembayaran turun Lower profit margin Menurun. By using the guide to take risk mitigation measures. late delivery. sehingga terjadi perubahan status dari risiko-risiko dimaksud. lower loan repayment Risiko stripping ratio Stripping ratio Meningkatnya biaya produksi per ton Higher stripping ratio. • Close cooperation with port of destination so barge can moor on time • Sales and delivery term in contract to suit mooring and unloading capacity of receiving jetty STATUS RISIKO RISK LEVEL Menurun. Perubahan dan mitigasi atas beberapa risiko dimaksud. higher production cost per ton Risiko komoditas Commodity Rendahnya harga jual batubara perseroan Low coal selling price Risiko berhasil diturunkan kembali dari level risiko ekstrem. diharapkan seluruh satuan kerja dapat memahami pengelolaan risiko yang ada di unit-unit kerja serta menganggapnya sebagai early warning system dalam meminimalisir kemungkinan terjadinya risiko dan dampaknya terhadap jalannya usaha Perseroan. During 2010. dari risiko tinggi menjadi risiko menengah Improved from high to medium risk Meningkat. and their risk level was lowered. Extreme and high risks were mitigated. • Seleksi ketat calon pembeli • Listing international selling price in contract • Export selling price according to international price index • Strict selection of prospective buyers • Kerjasama erat dengan pelabuhan tujuan agar angkutan tongkang dapat sandar tepat waktu. Pedoman tersebut mencakup informasi mengenai mekanisme pengukuran. all work units are expected to understand the risk management as an early warning system to minimize risks and their effect on the overall performance. disajikan dalam tabel berikut.72 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL keseluruh unit fungsional terkait. • Penetapan kontrak penjualan dan pengiriman disesuaikan dengan kemampuan sandar dan bongkar muat jetty pihak penerima. • Penjualan berbasis product driven • Synchronizing production and loading capacity • Drilling according to mining sequence • Product-driven sales • Pencantuman harga jual internasional pada kontrak. dari sebelumnya berada pada level rendah Worsened from low to medium risk . JENIS RISIKO TYPE OF RISK Contractor Risiko Kontraktor DAMPAK IMPACT Target produksi tidak tercapai Lower product quality LANGKAH MITIGASI MITIGATION MEASURES • Penilaian kinerja rutin • Pemeriksaan peralatan • Pengawasan dengan efektif • Routine performance evaluation • Equipment control • Effective supervision • Monitoring biaya • Pelaksanaan program efisiensi • Cost control • Efficiency drive • Penagihan piutang secara intensif • Implementasi sangsi denda dalam kontrak • Intensive collection of receivables • Imposing penalty sanction • Sinkronisasi produksi batubara dengan kap angkut. handling and reporting risks. pemetaan. the Company evaluated and mitigated all risks with detrimental potentials. dari risiko rendah menjadi risiko menengah Worsened from low to medium risk Meningkatnya stripping rasio Lower cash position. menjadi risiko menengah Improved from extreme to medium risk Risiko Angkutan Tongkang Barge transportation Denda akibat kurang pasokan dan penurunan reputasi Higher barge charges. mapping. • Harga jual ekspor sesuai indeks harga internasional. penanggulangan dan pelaporan risiko. • Penggalian sesuai sekuen penambangan. Mitigasi atas risiko langsung dilakukan terhadap risiko-risiko yang tergolong extreme dan high risk. Sepanjang tahun 2010 Perseroan telah melakukan pengkajian dan melakukan mitigasi atas seluruh risiko-risiko yang akan atau kemungkinan besar memberi dampak negatif terhadap operasional. dari risiko rendah menjadi risiko menengah Improved from high to medium risk Meningkat. Melalui penerapan atas pedoman pengenalan dan langkah mitigasi risiko tersebut. termasuk upaya mitigasi yang dilakukan.

In July 2010. the Company integrated all operating systems into Bukit Asam Management System (BAMS). dalam menerapkan SMK3. and in 2008 adopted WSH standard OHSAS 18001:2007. Perseroan secara rutin melaksanakan pertemuan safety committee baik dengan unit-unit kerja terkait maupun dengan mitra kerja/kontraktor penambangan.” Untuk mendapatkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang maksimum. untuk menjamin kualitas pelaksanaan K3 di wilayah operasionalnya. Pertemuan rutin bertujuan mengingatkan semua pihak agar tetap melaksanakan segala ketentuan yang berkaitan dengan K3. The implementation of such standard was followed by the adoption of Contractory Safety Management System (CSMS) designed to monitor the performance of the Company’s work units and its working partners or third party contractors in implementing WSH Management Standard. According to the required implementation of WSH standard. Perseroan sejak 2007 menerapkan perluasan Standar Manajemen K3 (SMK3) dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI dan pada tahun 2008 juga menerapkan sistem standar K3 dari OHSAS 18001:2007. HEALTH AND ENVIRONMENTAL CONSERVATION WORK SAFETY AND HEALTH The Company sets a basic work safety and health (WSH) rule: “Work safety and health are the responsibility of all people. In 2010. the Company has routinely held safety committee meetings with work units and working partners or mining contractors. Sesuai dengan standar penerapan K3 yang disyaratkan. in 2007 the Company implemented Work Safety and Health Management Standard laid down by the Department of Manpower and Transmigration. to guarantee the quality of WSH practice in its operating areas. Pemberlakuan ketentuan tersebut kemudian diikuti dengan pelaksanaan Contractory Safety Management System (CSMS) yang ditujukan untuk mengetahui kinerja satuan kerja di lingkungan Perseroan dan mitra kerja atau kontraktor pihak ke tiga. Sejak Juli 2010. Di tahun 2010. bebas cidera dan melakukan kegiatan operasional sesuai kaidah yang berlaku.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 73 PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA PERLINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL) KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Perseroan telah menetapkan kebijakan mendasar mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja. injury-free working environment and operates by nomal operating standards” In a bid to meet maximum work safety and health standard. oleh sebab itu Perseroan bersama pihak terkait bertekad menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Perseroan telah mengintegrasikan semua sistem operasional ini ke dalam Bukit Asam Management System (BAMS). Routine meetings are meant to remind all parties to adhere to all WSH regulations. yakni “Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah tanggung jawab semua pihak. The Company and related parties are determined to create a healthy. the Company took three strategic steps in relation to WSH: . Perseroan melaksanakan 3 langkah strategis terkait dengan K3. yakni: WORK SAFETY.

Creating a safe and healthy working environment. training each work unit to be occupational risk conscious and providing adequate work safety appliances are the Company’s responsibility to the surrounding environment and community.74 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL Operational Management Report Unit Pemadam Kebakaran PTBA PT Bukit Asam Fire Fighting Unit Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat melalui pelatihan setiap unit kerja agar sadar risiko kecelakaan kerja dan penyediaan peralatan keselamatan kerja yang memadai sebagai wujud pertanggung-jawaban Perseroan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. .

• Improving worthiness of production equipment and mine auxiliaries for equipment certification to guarantee that equipment are safe to use according to WSH standard. The findings revealed that there were no major threats. dan sebanyak ± 956 unit (Dump truck & alat berat) telah diberi tanda izin operasi oleh KTT. The result was 28 units were certificated (21 loaders. dengan tujuan memotivasi pegawai dalam semua jenjang manajerial (dimulai dari lini manajemen) untuk menumbuhkan perhatian dan perilaku yang mendahulukan aspek keselamatan dan kesehatan kerja.” To ensure all parties concerned really observe WSH Management Standard. Dari kedua audit tersebut didapatkan hasil “tidak ada temuan Mayor. Hasil yang dicapai sebanyak 28 unit telah tersertifikasi. dengan standarisasi atau sertifikasi peralatan/unit. Another WSH Management Standard external audit based on Manpower Minister Regulation No. Hasil yang dicapai sebanyak 264 orang telah tersertifikasi. Untuk memastikan bahwa semua pihak terkait benar-benar melaksanakan segala ketentuan terkait dengan SMK3. The outcome of the program was 264 people were certificated. instalasi listrik (3 unit). • • Inserting WSH aspect in pre-qualification process of mining contractor candidates in implementing Contractor Safety Management System (CSMS) to discover partners’ performance in observing WSH Management System. dengan standarisasi atau sertifikasi pegawai tambang. PT Sucofindo. TUV NORD Indonesia.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 75 • Peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia berbasis K3. to encourage awareness of WSH aspect. 05/ Men/1996 was conducted at Tanjung Enim Mining Unit by an independent certification institution. Sucofindo. Memasukan aspek keselamatan dan kesehatan kerja dalam perencanaan prakualifikasi calon kontraktor penambangan pada penerapan program Contractor Safety Management System (CSMS) dengan tujuan mengetahui kinerja kontraktor/mitra kerja pada perseroan dalam penerapan SMK3. pada tahun 2010 Perseroan melakukan audit eksternal Surveilance OHSAS 18001: 2007 di Unit Pertambangan Tanjung Enim dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja oleh Badan Sertifikasi independent TUV NORD Indonesia. dengan tujuan peralatan/unit dijamin aman dipergunakan sesuai kaidah keselamatan dan kesehatan kerja. 4 pressure vessels. 3 electrical installations) and +956 units (dump truck and heavy equipment) were labeled operating permit by KTT. terdiri dari pesawat angkat angkut (21 unit). as follows: JENIS SERTIFIKASI Pengawas Operasional Utama Pengawas Operasional Madya Pengawas Operasional Pertama Ahli K3 Umum Manajemen Perawatan Tambang Perencanaan Tambang Terbuka Operasi Penambangan Inspeksi K3 Operator Pesawat Angkat Angkut Juru ledak kelas II Proteksi Radiasi 2009 5 33 68 1 0 0 0 0 19 0 0 TOTAL 6 66 142 2 4 2 2 2 33 4 1 CERTIFICATION Chief Operations Supervisor Middle Operations Supervisor First Operations Supervisor General WSH Expert Mine Maintenance Management Open Mine Planning Mining Operation WSH Inspection Loader Operator Explosives Expert Class II Radiation Protection • Peningkatan Kelaikan Peralatan Produksi dan Penunjang tambang. WSH management that was consistently implemented by the Company and all personnel successfully brought . bejana tekan (4 unit). in 2010 the Company conducted external surveillance audit at Tanjung Enim Mining Unit in cooperation with an independent certification institution. terdiri dari: 2010 1 33 74 1 4 2 2 2 14 4 1 • WSH-based human resource development for mining employee certification aimed at motivating employees of all managerial levels (from line management). Selain itu Perseroan juga melakukan Audit Eksternal Sertifikasi SMK3 berbasis Peraturan menterti Tenaga Kerja (Permenaker 05/Men/1996) di Unit Pertambangan Tanjung Enim dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja oleh Badan Sertifikasi independent PT. according to OHSAS 180001: 2007 certification.

PAHK and other serious diseases. In addition to work safety. Evakuasi korban gunung Merapi di Jogjakarta. serta penyakit serius lainnya. To control work accident risks. Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) Unit Pertambangan Tanjung Enim yang bertugas untuk mengorganisasikan dan mengendalikan kegiatan Penanggulangan Kecelakaan dan Kebakaran. Mengatasi terjadinya risiko Kecelakaan Kerja. 2 orang kategori kecelakaan berat & 2 orang kategori kecelakaan ringan) dan kecelakaan yang tidak mengakibatkan kehilangan hari kerja/ non injury sebanyak 17 orang. Mining accidents that occurred in 2010 involved 22 persons. Selain pemeriksaan berkala. the health of employees and their family also gets the Company’s attention as ruled by the law. terdiri dari kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan hari kerja/injury sebanyak 5 orang (1 orang kategori Fatal.76 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL Komitmen Perseroan dalam melaksanakan K3 ditunjukkan dengan keberhasilan audit pelaksanaan K3 berdasarkan sertifikasi OHSAS 180001: 2007 dan berdasarkan Permenaker 05/Men/1996. Selain Keselamatan Kerja. The Company’s commitment to WSH measures is proven by the successful WSH performance audit based on OHSAS 180001: 2007 certification and Minister of Manpower Regulation No. the year 2010 to an end with only one fatal occupational hazard. seperti diamanatkan peraturan perundangan yang berlaku. tasked to organize and control fire and accident handling activities. 05/Men/1996. M e ra p i e r u p t i o n i n Jogjakarta. sepanjang tahun 2009. Controlling fire in local residential areas. Periodic medical check-ups are provided and health consciousness is enhanced. pencegahan dan pengontrolan terhadap risiko terjangkitnya PAK. As a reflection of its concern for the local community. this Team is also available to help people outside the mining compound as corporate social responsibility duty. in 2010 the Fire and Accident Control Team provided assistance in the following areas: • • • Evacuating earthquake victims in Mentawai. pelatihan. Total kecelakaan tambang yang terjadi pada tahun 2010 berjumlah 22 orang. Penanggulangan kebakaran pemukiman penduduk. konseling. Manajemen K3 yang secara konsisten diterapkan oleh Perseroan dan segenap insan perusahaan membuat tahun 2010 berhasil dilalui dengan hanya mencatat 1 kecelakaan yang termasuk kategori fatal. Perseroan melakukan kegiatan peningkatan kesadaran akan kesehatan kerja. . PAHK. untuk menjaga kesehatan para pegawai. Perseroan juga memperhatikan kesehatan para pegawai maupun keluarga mereka. two serious injury and two minor injury) and accidents that caused no lost workdays or no injury 17 persons. Perseroan telah membentuk Tim Penanggulangan Kecelakaan dan Kebakaran yang berada di bawah koordinasi Satuan Kerja Keselamatan. the Company forms Fire and Accident Control Team under the coordination of Work Safety & Health and Environment Work Force of Tanjung Enim Mining Unit. consisting of accidents resulting in lost workdays or causing injury to five persons (one fatality. Tim ini juga dimungkinkan bertugas di luar lokasi tambang Perseroan sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan. training and counselling. Tim Penanggulangan Kecelakaan dan Kebakaran telah melakukan kegiatan antara lain : • • • Evakuasi korban gempa bumi di Mentawai. The Company provides health-related education. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pendidikan. E va c u a t i n g v i c t i m s o f M t . Sebagai wujud kepedulian terhadap komunitas sekitar. as well as prevention and control of PAK. Although mainly responsible for the Company’s internal purposes. Sekalipun pada dasarnya bertugas di lokasi tambang yang merupakan kegiatan internal perusahaan.

OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 77 77 2 1 3 1. Penanganan korban di Rumah Sakit Bukit Asam Victim treatment in Tanjung Enim Hospital 3. Fasilitas operasi mata katarak di Rumah Sakit Bukit Asam Cataract surgery facility in Tanjung Enim Hospital . Petugas Rescue PT Bukit Asam PT Bukit Asam Rescue Officer 2.

Oleh karena itu setiap langkah operasional di lapangan senantiasa dilaksanakan dengan memperhatikan butirbutir sebagaimana tercantum dalam dokumen AMDAL. terpadu.000 orang. The Company complies with environmental regulations and implements a consistent. In accordance with Law No. signifying successful WSH management in a mining company employing more than 1. documented. every step in the field is taken with due respect to the provisions in AMDAL. as well as subsidized medical care to the local community. including Environment Law No. PERLINDUNGAN LINGKUNGAN Perseroan menjalankan kegiatan operasionalnya dengan kepatuhan penuh terhadap standar-standar manajemen pengelolaan lingkungan yang berlaku secara universal termasuk didalamnya ketentuan yang disebutkan dalam Undang-undang Lingkungan Hidup No. Therefore. Perseroan senantiasa peduli terhadap lingkungan baik secara fisik maupun sosial sehingga menjadi bagian integral dari lingkungan global dalam melakukan pencegahan. 05/Men/1996. yang dilakukan oleh RS. serta menerapkan sistem manajemen lingkungan secara konsisten. terpelihara dan selalu melaksanakan perbaikan secara berkelanjutan untuk memperoleh hasil yang maksimal. in 2010 the Company through Tanjung Enim Mining Unit was awarded with: • Pratama Award for Mining Work Safety and Health. Atas usaha-usaha/ kinerja dalam pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan maka pada tahun 2010. The Company’s commitment to protect the environment is elaborated in its Environmental Policy: ”The Company takes care of the physical and social environment in which it operates by preventing. fulfilling 91% of 166 audit criteria. 32/2009 regarding environmental protection and management.1 th 1970). UKL dan UPL yang merupakan prasyarat sekaligus parameter yang disepakati bersama instansi terkait sebelum dilakukan kegiatan operasional.” ENVIRONMENTAL CONSERVATION The Company operates in full compliance with u n i v e r s a l l y a p p l i e d e n v i ro n m e n t a l m a n a g e m e n t standards. 32 tahun 2009 mengenai perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Further discussion on WSH is provided in PTBA 2010 Sustainability Report under the same title. Selain itu RS. The hospital also extends companypaid healthcare to employees and their family. For its effort in managing work safety and health. UKL and UPL documents which are the pre-requisites and parameter established in the pre-operating period. • • Uraian lebih lengkap Mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja ada pada Laporan Keberlanjutan PTBA 2010.78 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL Sesuai dengan peraturan (UU no. conserving and protecting the environment. pelestarian dan perlindungan lingkungan. aktif dalam penaatan peraturan perundangan lingkungan dan persyaratan lainnya. Komitmen Perseroan terhadap perlindungan lingkungan. dituangkan dalam Kebijakan Lingkungan yakni: ”Dalam menjalankan kegiatan usahanya. dengan judul bab sama. and continuously improves its system to reach a maximum result. integrated. Golden Flag Award for WSH Management Standard implementation under Manpower Minister Regulation No. the Company provides yearly medical check-ups for employees conducted by Bukit Asam Hospital. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja berbasis Permenaker 05/Men/1996 dengan predikat ”Bendera Emas” dengan pencapaian 91% dari pemenuhan 166 kriteria audit.” . terdokumentasikan. Bukit Asam juga melayani pemeriksaan kesehatan lainnya & pengobatan kepada karyawan & keluarga karyawan atas tanggungan perusahaan dan melayani pemeriksaan dan pengobatan masyarakat sekitar dengan biaya yang disubsidi oleh perusahaan. 1/1970. Unit Pertambangan Tanjung Enim menerima penghargaan : • Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan dengan Katagori “Pratama” yaitu perusahaan yang baik dalam pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja dilingkungan perusahaan pertambangan yang mempunyai pegawai di atas 1. and continued environmental management system. Bukit Asam. pemulihan. restoring. Perseroan melakukan pemeriksaan kesehatan berkala terhadap karyawannya minimal 1 tahun sekali.000 people.

. pengembangan dan rehabilitasi lingkungan secara berkelanjutan. developing and rehabilitating the surrounding environment. monitoring. pemantauan.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 79 79 Reklamasi kawasan tambang di Banko Barat Mining site reclamation in Banko Barat Misi Perseroan salah satunya memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan diwujudkan dengan penerapan Green Mining yang mencakup pelaksanaan program-program pengelolaan. The Corporate Mission to contribute to public welfare and environment conservation is realized through Green Mining practice by continuously managing.

yakni Pengelolaan Lingkungan dan Pemantauan Lingkungan.” Untuk mengukur efektivitas pengelolaan lingkungan. yakni “Memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Setiap program pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang dijalankan kemudian dipantau dan dievaluasi dengan menggunakan parameter yang telah mempertimbangkan penilaian terhadap dampak utama yang muncul akibat kegiatan penambangan. 18/2008 and Government Regulation No. sehingga dampak lingkungan dari operasional kegiatan tambang dapat dikendalikan. Keberhasilan pelaksanaan program-program tersebut diukur melalui pemenuhan terhadap serangkaian parameter Baku Mutu Lingkungan (BML) yang ditetapkan sesuai dengan peraturan daerah setempat/pemerintah pusat atau standar akreditasi yang digunakan dan pengukurannya dilaksanakan oleh pihak-pihak independen yang kompeten. audit. The environmental protection program launched by the Company includes: PENGELOLAAN LINGKUNGAN Perseroan melakukan kegiatan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan untuk mengurangi dampak kegiatan pertambangan bagi lingkungan dan masyarakat. The measuring process was conducted by competent independent parties. grouped into two major programs: Environmental Management and Environmental Monitoring. sebagai bagian upaya perbaikan terus menerus untuk mencapai tingkat kepatuhan yang maksimal. 17 dan No. Based on the system. that is ”To give the utmost contribution to community welfare and environmental conservation. performance evaluation of the environment and study of basic living cycle. Penyelesaian penyusunan dokumen tersebut sebagai implementasi atas Permen No. The preparation of this document is to comply with Energy and Mineral Resources (EMR) Minister Regulation No. Gambaran umum program perlindungan lingkungan yang dilakukan oleh Perseroan adalah sebagai berikut. Berdasarkan sistem tersebut Perseroan kemudian mendesain dan melaksanakan berbagai program terkait dengan lingkungan yang tebagi atas 2 program utama. evaluasi kinerja lingkungan dan kajian daur hidup pokok. ENVIRONMENTAL MANAGEMENT CERTIFICATION The Company adopts accredited ISO 14001:2004 system to ensure an effective environmental management covering management system. sesuai dengan salah satu misi perusahaan. 10 tahun 2010 dari ESDM. setiap tahun Perseroan menetapkan parameter indikator sasaran lingkungan sesuai dengan peraturan yang berlaku. the Company sets a parameter of environment target indicators on a yearly basis in accordance with the law. 10/2010. audit lingkungan. ENVIRONMENTAL MANAGEMENT The Company consistently manages the environment to reduce the impact of mining activity to the community and environment which is in line with the Company’s mission. The implementation of every environmental management program is monitored and evaluated by using the parameter taking into account the major effects arising from mining activities. Indikator tersebut mengacu ketentuan Pemda setempat (Pergub Sumsel No. . 17 and No. In accordance with ISO 14001:2004 standards evaluation of the environment target indicators is discussed annually on a routine basis in environmental management forum. sesuai syarat ISO 14001: 2004. The indicators are set based on South Sumatera Governor Regulation No. This is an effort to reach full compliance with the requirements so as to control the environmental impact of mining operations.” To measure the effectiveness of environmental management. 18/2005 regarding environmental quality standard (BML). The success of these programs implementation is measured by meeting a series of Environment Quality Standard parameters adjusted to the central/local government regulations or accreditation standards applied. The Company has finalized mining closure plan and five-year reclamation plan as the principal reclamation documents to be included in the Company’s annual work program. Perseroan telah menyelesaikan dokumen Rencana Penutupan Tambang (RPT) dan rencana reklamasi lima tahunan (Jamrek) sebagai suatu dokumen utama pelaksanaan reklamasi yang kelak akan dijabarkan dalam rencana kegiatan tahunan. 18 tahun 2008 dan PP No.80 80 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL SERTIFIKASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN Perseroan menjalankan sistem terakreditasi ISO 14001: 2004 untuk meningkatkan efektifitas kegiatan pengelolaan lingkungan yang mencakup sistem manajemen lingkungan. the Company designed and executed various programs associated with environment. Evaluasi terhadap indikator sasaran lingkungan tersebut kemudian dibahas secara rutin setiap tahun pada forum manajemen lingkungan. 18 tahun 2005) mengenai pemenuhan baku mutu lingkungan untuk pemeriksaan beberapa indikator baku mutu lingkungan (BML).

31 .18 of 2005. 18 Th 2005. Emisi dan Effulent Program kemitraan dan bina lingkungan .775 217 .7 0.01 0.000 < 400 < 235 < 230 Rencana Plan Rp4. The Company measured and monitored major indicators in Tanjung Air Laya.87 . seluruh areal menunjukkan indikator berada di bawah BML yang dipersyaratkan.8. 17 Th 2005.3. The findings of measuring major pollutant indicators showed that all areas’ indicators were below BML.17 of 2005. Pemeliharaan tanaman Pengurasan lumpur di kolam pengendap Pembuatan kolam pengendap lumpur Pembibitan dan penanaman Pengelolaan tanah pucuk Penanggulangan air asam tambang (AAT) Penanggulangan erosi Penelitian dan pengembangan Penanganan limbah B3.082/ton 22 .4 – 139 0.3. Muara Tiga Besar and Banko Barat mines. 1 2 3 4 II pH Residu tersuspensi Besi (Fe) total Mangan (Mn) total mg/l mg/l mg/l 6-9 < 300 <7 <4 6 . Ensuring released water from the mines meets standards of environmental quality in compliance with the Governor of South Sumatra Regulation no.100/ton III Pemenuhan Provisi Lingkungan Rp/ton Fulfillment for Rp/tonnes environmental provision Perseroan menjalankan program-program lingkungan diantaranya melalui: • • • • • • • • • • • • pengelolaan The Company runs the following environmental management programs: • • • • • • • • • • • • Monitoring converted land area Land clearance and reclamation of used mining sites Plants maintenance Draining mud out of sedimentation pool Making sedimentation pool Cultivating and planting seedlings Management of top soil Management of mine acid water Management of erosion Reserach and development Emissions.59 Menjamin Kualitas Udara Ambien dan Emisi Udara di Area Tambang dan Sekitarnya memenuhi Baku Mutu Lingkungan (BML) sesuai Per Gub Sumsel No.8. effluent and waste control Partnership and community development program Pemantauan luas lahan terubah Pembukaan Lahan dan Reklamasi Lahan Bekas Tambang seusai peraturan yang berlaku.321 0. SO2 CO NO2 O3 Debu µg µg µg µg µg < 900 < 30.94 22 – 178 Aktual Actual Rp4.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 81 Dalam rangka pengelolaan lingkungan tersebut Perseroan melakukan pengukuran dan pemantauan indikator utama pada areal lokasi kegiatan operasional di Tambang Air Laya.0001. I PARAMETER PARAMETER SATUAN UNITS MAX LEVEL MAKS AKTUAL ACTUAL Menjamin Keluaran Air dari tambang memenuhi Baku Mutu Lingkungan (BML) sesuai Per Gub Sumsel No. Muara Tiga Besar dan Banko Barat. Ensuring the quality of air ambience & air emission within the area and its surrounding fulfills standard of environment quality in compliance with the Governor of South Sumatra Regulation no. Hasil pengukuran pemantauan lingkungan atas parameter indikator BML untuk tahun 2010 The following is the result of environmental monitoring on BML indicator parameter in 2010 NO.000 2. Hasil pengukuran atas indikator cemaran utama pada tabel berikut menunjukkan.001 .

Pengelolaan kualitas udara dilakukan melalui diantaranya: • • • Pemeliharaan dan penyiraman jalan tambang dengan truk tangki air. pengelolaannya dilakukan sesuai PP No. . 15 tanggal 15 Mei 2005 mengenai Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak (STB) untuk mengelola emisi. Hazardous waste.82 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL Perseroan menggunakan standar parameter yang telah ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Sumatera Selatan No. is processed in accordance with Government Regulation No. The Company’s mining environmental quality. Penanaman pohon di lokasi buffer zone dan lokasi yang final tambang. yakni dijadikan pupuk Bokashi yang kemudian dibeli oleh Perseroan untuk digunakan saat revegetasi lahan. which is far below the acceptable threshold. 18 jo No. 18 jo No. effluent and waste is based on the standardized parameters as prescribed in the Governor of South Sumatera Regulation No. The management of emissions. dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Darmo. antara lain seperti oli bekas. such as used oil. Waste control is carried out in the following ways: • • • General waste originating from residential and mining areas is discharged into Desa Darmo dumping area. Hasil pengukuran kualitas lingkungan pertambangan berada jauh di bawah ambang batas menunjukkan bukti komitmen Perseroan terhadap pengelolaan lingkungan. originating from work units (workshops). effluent dan limbah. • Planting trees in buffer zone locations and final mining locations. Selain melakukan daur ulang limbah B3 bekerjasama dengan mitra yang telah mempunyai izin KLH. hazardous and toxic waste In addition to air emissions. Untuk limbah yang bersifat organik. yang berasal dari area perumahan dan area penambangan Perseroan. burning hazardous waste using incinerators and using bioremediation process for hydocarbon-contaminated materials. Selain emisi udara. Melakukan penyemprotan debu (dust suppression system) di lokasi stockpile secara reguler dan pemantauan emisi genset serta incenerator. Adapun langkah pengelolan selengkapnya adalah sebagai berikut: • Limbah umum.85 Tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3. is an evidence of its commitment to environmental management. Perseroan melakukan pembakaran limbah B3 dengan incenerator dan melaksanaan proses bioremediasi untuk material yang tercemar hydrokarbon. Limbah B3. 15 of 15 May 2005 concerning Emissions from Non-Moving Sources.85/1999 regarding management of hazardous waste. Waste management efforts carried out by the Company jointly with licensed partners include recycling hazardous waste. • Regularly spraying dust using dust suppression system in stockpile locations and monitoring emissions from gensets and incinerators. Perseroan mengelola limbah umum dan limbah bahan berbahaya dan beracun. batere bekas dan filter oli bekas. organic waste is processed by turning it into Bokashi fertilizer which is subsequently bought by the Company for land revegetation. The Company also controls regular general waste. used batteries and used oil filters. By involving local community. Air quality control is carried out in a number of ways which are: • Maintaining and spraying mine roads with water tanks. pengelolaannya melibatkan masyarakat sekitar. yang berasal dari unit kerja (bengkel).

Pada tahun 2010. pencemaran tanah. Ekonomi dan Budaya Social. Environmental monitoring activities included monitoring water quality. air quality. Daily for pH water debit *) Sekali sebulan Once a month Setiap Triwulan Every quarter Setiap Triwulan Every quarter Dua kali setahun Twice a year Dua kali setahun Twice a year Sekali sebulan*) Once a month *) Sekali sebulan*) Once a month *) Kontinyu*) Continuous *) Sekali sebulan*) Once a month *) Dua kali setahun Twice a year Dua kali setahun Twice a year Dua kali setahun Twice a year Sekali setahun Once a year 1 Kualitas Air Water quality 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kualitas Udara Ambient Ambient air quality Emisi Udara (sumber tidak bergerak) Air emissions (non-moving sources) Kebisingan Noise Kualitas Tanah Soil quality Revegetasi Revegetation Lingkungan kerja Working environment Tanah Pucuk Top soil Swa bakar Spontaneous combustion Erosi Erosion Infeksi Saluran Pernafasan Akhir (ISPA) Upper Respiratory Tract Infection Satwa Liar Wildlife Biota Air Water biota Sosial. erosion as well as wildlife and aquatic organisms living around the mining area.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 83 PEMANTAUAN LINGKUNGAN Perseroan melakukan pemantauan secara rutin terhadap kondisi lingkungan di sekitar area penambangan dengan tujuan meminimalisir kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi. kualitas tanah. kualitas udara. Perseroan melakukan aktifitas pemantauan rutin sebagai berikut: ENVIRONMENTAL MONITORING The Company routinely monitors the environmental condition of the surrounding mining area to minimize environmental damage. Kegiatan pemantauan lingkungan yang dilakukan meliputi antara lain pemantauan kualitas air. Untuk pH dan debit air dilakukan setiap hari *) Twice a month (by third party and PTBA Lab). soil quality. sekaligus sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko lingkungan. Economy and Culture 10 7 10 9 10 19 11 10 9 3 10 7 10 *Dilakukan oleh PTBA Done by PTBA . Routine monitoring activities In 2010 included the following: JENIS PEMANTAUAN OBJECT OF MONITORING JUMLAH TITIK PANTAU MONITORING POINTS 38 FREKWENSI PEMANTAUAN DILAKUKAN PIHAK INDEPENDEN MONITORING FREQUENCY BY INDEPENDENT PARTIES Dua kali sebulan (oleh Pihak 3 dan Lab PTBA). erosi hingga satwa liar dan biota air yang hidup di sekitar area pertambangan. land pollution. and at the same time to mitigate risks to the environment.

Perseroan juga melakukan sosialisasi lingkungan melalui pelatihan lingkungan. . put up banners. Cultivating seedlings by tissue culture method. hazardous waste treatment PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN LINGKUNGAN Untuk menjaga lingkungan di areal kegiatannya.84 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL Incenerator. Melakukan revegetasi dengan tanaman sawit dan uji coba revegetasi secara direct. Sebagai wujud komitmen manajemen terhadap lingkungan dan pascatambang. To socialize with the local community the Company organized training programs. As a reflection of its commitment to environmental and post-mining management and in accordance with financial accounting standards. baliho. and to develop environment potentials in the future. spanduk. the Company conducted various studies and researches to evaluate the condition of mining area and its surrounding. used bench marking. dan presentasi lingkungan. the Company prepared an environmental commission document. Melakukan konservasi tanaman lokal. pengolahan limbah B3 Incinerator. posters and billboards. Several research activities conducted in 2010 were: • • • • • • Implementation & development of Mikoriza to support revegetation of used mining areas. Perseroan mengimplementasikan pola Green Mining dengan melakukan penanaman pohon-pohon di luar areal tambang dan penebaran ikan di badan sungai bersama masyarakat. Perseroan menyusun dokumen provisi lingkungan. ENVIRONMENTAL RESEARCH AND DEVELOPMENT To preserve the surrounding environment. Mengembangkan pembibitan dengan metode kultur jaringan. distributed books and magazines. and gave presentation on the subject of environment. sesuai standar akutansi keuangan (PSAK 33). studi banding (bench marking). poster. serta pengembangan potensi lingkungan di masa mendatang. Perseroan melakukan sejumlah kajian dan penelitian yang sekaligus merupakan bagian proses evaluasi kondisi lingkungan area pertambangan dan sekitarnya. The Company implemented Green Mining pattern by planting trees outside the mining area and releasing fish in the rivers together with the community members. Conservation of local plants. Revegetation with oil palms and direct trial-and-run revegetation. Selain melaksanakan langkah-langkah Perlindungan tersebut. Beberapa kegatan penelitian yang dilaksanakan pada tahun 2010 dalah : • • • • • • Implementasi & pengembangan Mikoriza untuk medukung revegetasi lahan bekas tambang. Kajian dan pemanfaatan oli bekas untuk peledakan (pencampuran ANFO). Study and use of used oil for explosives (ANFO compound). Training local community in waste management. buku dan majalah lingkungan. Melakukan pelatihan pengelolaan sampah terhadap masyarakat sekitar perusahaan.

Atas berbagai upaya-upaya perlindungan lingkungan tersebut Perseroan kemudian meraih beberapa penghargaan dalam pengelolaan lingkungan. Jumlah dana yang telah dikeluarkan untuk pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada tahun 2010 adalah sebesar Rp29. dengan judul bab sama. under the same title. jumlah provisi yang disisihkan untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp4. Biaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan tersebut meningkat 19.6% from Rp24.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 85 Selain evaluasi emisi. in 2010 the funds allocated for this activity was increased 13. atau total sejumlah Rp197 miliar. The overall result of monitoring and evaluation performed in accordance with established standards showed that all environmental parameters met Environment Quality Standard. yakni sebesar Rp24. With increased production and the Company’s commitment to environmental conservation.6% dari tahun lalu. BIAYA DAN PENGHARGAAN UNTUK PENGELOLAAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN Sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.12 miliar.100/ton.2% from Rp174 billion in 2009 to Rp4. Jumlah dana tersebut meningkat 13.2 billion the preceding year. For its continued efforts in environmental conservation the Company received several environmental management awards: • • Green PROPER Rating from Environment Ministry and South Sumatera Governor Aditama Rating in Enviro Award from EMR Ministry Uraian lebih lengkap mengenai Perlindungan Lingkungan ada pada Laporan Keberlanjutan PTBA 2010. Perseroan telah menyisihkan dana untuk kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang jumlahnya ditetapkan sebagai provisi atas tiap satuan berat batubara yang diproduksi. produksi dan komitmen Perseroan terhadap kelestarian lingkungan. pada tahun 2010. yakni total sebesar Rp174 miliar. The Company consistently evaluates and controls hazardous and toxic wastes in concert with the prevailing laws and regulations. . Seiring dengan peningkatan. Keseluruhan hasil pemantauan dan hasil evaluasi yang kemudian dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan menunjukan bahwa semua parameter lingkungan telah memenuhi BML. Perseroan secara berkelanjutan mengelola limbah B3 secara hati-hati sesuai peraturan perundangan yang berlaku.12 billion. or went up 19. yaitu: • • Peringkat Hijau untuk PROPER Pusat maupun Provinsi Sumsel Peringkat Aditama untuk kategori Enviro Award dari Kementrian ESDM COST AND COMMENDATION FOR ENVIRONMENTAL MANAGEMENT AND CONSERVATION In compliance with the law.2 miliar. Further elaboration on Environmental Conservation is provided in PTBA Sustainability Report 2010. or a total of Rp197 billion.2% dari tahun lalu. Total funds disbursed for environmental management and conservation in 2010 totalled Rp29. the Company allocated funds for environmental management and conservation program at an amount to be based on the weight of coal produced.100/ton.

Perseroan kemudian melangkah lebih jauh dan menjadi pelopor dalam hal pelestarian lingkungan dan rehabilitasi pasca tambang dengan menetapkan serta merancang daerah pascatambang seluas 5. Rencana ini kemudian dikukuhkan untuk dilaksanakan melalui program jangka panjang. Melakukan penanaman Cover Crop. 8. pengapuran. Zona Penerima/Rekreasi Zona Sarana Prasarana Zona Hutan Tanaman Zona Kebun Koleksi Zona Kebun Buah Zona Peternakan Zona Wisata Air Zona Penelitian Produktif Zona Pertanian/Agro-forestry PROGRESS REPORT OF RECLAMATION AND REHABILITATION PROGRAM Land clearance and mining area reclamation have been carried out pursuant to the provision of Law No. Membuat saluran. oil palm. 2. Canal.934 ha to serve as People’s Forest Park. dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda). rip rap. gradual and ongoing program.86 86 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL LAPORAN PELAKSANAAN REKLAMASI DAN REHABILITASI Pembukaan lahan dan proses reklamasi areal tambang Perseroan telah dilaksanakan sesuai dengan butir-butir ketentuan pada UU No. Rip Rap. dan lain-lain In 2010. yaitu: 1. Gradual land clearance. iii. Perseroan kemudian melaksanakan program pembangunan Tahura Enim sesuai dengan Perda Kabupaten Muara Enim No. 10. iii. 7. 4 Tahun 2009 dan Permen No. iv. Seluruh ketentuan tersebut telah dipenuhi oleh Perseroan seperti diuraikan pada bagian “Perlindungan Lingkungan” di atas. 4/2009 and Government Regulation No. 18 tahun 2008 mengenai Reklamasi dan penutupan Tambang yang menegaskan bahwa: i. Mebuat kolam pengendap. Melaksanaan Bioremidiasi. The implementation of post-mining reclamation and rehabilitation program was in keeping with Mining Area Master Plan devised in 1994 and master plan for utilizing post-coal-mining area as Tanjung Enim People’s Forest Park (TAHURA). 18/2008 concerning Reclamation and Mine Closing which required the following: i. Planting cover crop. vi Bioremediation. 7. vi. Zona Satwa Pada tahun. The Company continued with the construction of Tahura Enim in accordance with Muara Enim Regency Regional Government Regulation No. 4 tahun 2004 tentang Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Batubara PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk di Kabupaten Muara Enim. ii. check dam. All the requirements were met by the Company as described in the preceding section of “Environmental Conservation. check dam. Pelaksanaan program reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang mengacu pada Rencana Induk Wilayah Pertambangan (RIWP) yang telah dibuat sejak tahun 1994 serta Master Plan pemanfaatan lahan bekas tambang batubara sebagai Tahura Enim. Receiving/Recreational Zone Utility Zone Plantation Forest Zone Collection Garden Zone Fruit Garden Zone Cattle Breeding Zone Water Recreation Zone Productive Research Zone Agro-forestry Zone Fishery Zone Camping Zone Animal Zone 10.Pembuatan laboratorium Kultur Jaringan untuk mengembangkan jenis-jenis bibit yang unggul seperti: karet. dividing the post-mining area into several zones: 1. wetland for liquid waste and vii sedimentation pool. v. 6. Slope & back slope. 4/2004 concerning Utilization of Used Coal Mining Area of PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk in Muara Enim Regency. wetland untuk limbah cair dan vii. sawit. secara bertahap dan berkelanjutan. 11. calcification.” The Company took a step further and pioneered in environmental conservation and post-mining rehabilitation by designating and designing a post-mining area of 5. Pembukaan lahan dilakukan bertahap.934 ha menjadi Taman Hutan Rakyat (TAHURA). 5. 4. 4. A regional government regulation confirmed this plan to be a long-term. 8. Menggunakan Incenerator untuk limbah.Setting up tissue culture laboratory to cultivate prime seedlings such as rubber. program reklamasi lahan pascatambang sebagai Tahura Enim yang telah dilaksanakan adalah: • Pada Zona Penerima: . v. 9. Ada proses pembentukan Slope & Back Slope. 5. ii. Zona Perikanan 11. . etc. iv. Zona Bumi Perkemahan 12. Incinerator for waste. 2. 3. 3. post-mining reclamation program for Tahura Enim included the completion of: • In Receiving Zone . 12. 6. dengan membagi area pascatambang menjadi beberapa zona. 9.

. Tanjung Enim People’s Forest Park (TAHURA) development reflects the Company’s commitment to environmental conservation.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 87 87 Perawatan tanaman buah di area pembibitan. Tanjung Enim Nurturing fruit trees in Tanjung Enim nursery Pengembangan TAHURA Tanjung Enim sebagai wujud komitmen Perseroan terhadap pelestarian lingkungan.

sarana olah raga bowling. . In Productive Research Zone . sengon.Conducting reserach on intercrop plants jointly with UNSRI at Banko Barat In Plantation Forest Zone. • • • . durian.88 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL Perseroan mengimplementasikan pola Green Mining secara terpadu dalam kegiatan penambangan.Proses pelaksanaan relokasi penduduk dan TPU untuk dijadikan buffer zone Tahura (jalur hijau).Conducting local field survey jointly with Bengkulu University . Reviewing TAHURA Enim master plan . Wetland dan Borashi di Banko Barat Wetland and Borashi in Banko Barat . Perseroan melakukan pengkayaan tanama dengan jenis tanaman lokal yang bernilai ekonomis tinggi.Melanjutkan pembuatan Gedung olah raga. . • • • • • . . jogging track dan futsal. Replacing pioneer plants (acasia) with teak. puspa. Perseroan mengganti tanaman pioneer (Akasia) dengan Jati. tanaman durian dan lain-lain. The Company implemented Green Mining pattern in its mining operations. Puspa. plant enrichment with local plants having high economic value in Air Laya and Banko Barat. Pada Zona Penelitian Produktif. baik di Airlaya maupun di Banko Barat. Sengon. Pada Zona Sarana dan Prasarana Melanjutkan rencana pembuatan kantor terpadu untuk Satker K3L dan BWE System. etc. Pada zona Hutan Tanaman. Melakukan review master plan TAHURA ENIM.Synchronizing TAHURA location with productive forest zone under permit to use productive forest zone.Melakukan kerjasama penelitian lapangan lokal dengan Universitas Bengkulu.Continuing the construction of sportshall. In Utility Zone Setting up an integrated office of WSH work unit and BWE system.Dalam review ini Perseroan melakukan sinkronisasi lokasi rencana TAHURA dengan kawasan hutan produksi dengan kewajiban izin pakai kawasan hutan produksi. . Perseroan juga menyiapkan lahan TPU yang baru. . bowling alley. jogging track and futsal court.Melakukan kerjasama penelitian jenis-jenis tanaman jarak dengan UNSRI di IUP Banko Barat. and preparing new TPP site.Relocating community membes and TPP to convert the area to TAHURA buffer zone.

Tanjung Enim. Meningkatkan kemampuan pengelolaan. Financial. yaitu: • Memasang instalasi infrastruktur jaringan (leased-line WAN) ke lokasi Unit Pertambangan Ombilin. The Company consistently invests in the application and infrastructure of information technology in an effort to realize its vision. dilanjutkan ke lokasi Unit Briket Natar dan Gersik. Target yang dituju adalah: • Menerapkan prinsip-prinsip IT Governance. Resource Management and Performance Measurement. Financial. Perseroan kemudian merealisasikan program pengembangan TI guna mendukung peningkatan kinerja Perseroan. • • • • Saat ini Perseroan menggunakan sistem Ellipse Enterprise Resource Planning (ERP) yang telah mengintegrasikan modul-modul operasional utama yakni modul Operation & Maintenance. unit kerja Briket Jakarta dan Tanjung Enim. Developing information technology proves to enhance the efficiency and effectiveness of business performance.Kadin Jakarta Tanjung Enim – Tarahan Tanjung Enim – Kertapati Tanjung Enim – Ombilin Tanjung Enim – BAPrima Jakarta Tanjung Enim – Briket Blok M Tanjung Enim – Briket Natar Tanjung Enim – Briket Gersik 2 Mbps 1 Mbps 1 Mbps 256 Kbps 256 Kbps 256 Kbps 256 Kbps 256 Kbps . Menyempurnakan model bisnis menuju solusi terintegrasi. Pemasangan dilakukan guna mendukung implementasi laporan keuangan konsolidasi. processing and resources capacity. Natar and Gersik units. Tahapan ini disusul dengan peningkatan kecepatan akses Network (WAN) sebagai berikut. This stage was followed by improving the speed to access Network (WAN) as follows: LOKASI LOCATION KONEKSI AWAL INITIAL CONNECTION UPGRADE 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps 2 Mbps Tanjung Enim – M. The Company is currently using Ellipse Enterprise Resource Planning (ERP) system that has integrated the main operating modules such as Operation & Maintenance. PT Bukit Asam Prima (PT BAP). The target of developing information technology system is: • Applying IT Governance principles that cover Strategic Alignment. INFORMATION TECHNOLOGY DEVELOPMENT Information Technology is developed to support the realization of the corporate vision of becoming a highly competitive coal-based energy company and to adopt the corporate development strategy. PT Bukit Asam Prima (PT BAP).OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 89 PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI Perseroan mengembangkan Teknologi Informasi untuk memberikan dukungan dalam pencapaian visi menjadi perusahaan energi berbasis batubara yang berdaya saing tinggi dan strategi pertumbuhan Perseroan. The installation had a purpose of supporting the implementation of consolidated financial statements. Human Resources and Materials. Value Delivery. Risk Management. and reflects the readiness of the Company to offer its best services to meet market needs and demand. Briquette Jakarta. Value Delivery. Resource Management dan Performance Measurement. Pengembangan teknologi informasi selama ini terbukti dapat mendukung peningkatan efisiensi. proses dan sumberdaya IT. The Company has completed the following IT development program to support the improvement of its performance: • Installing network infrastructure (leased-line WAN) in the locations of Ombilin Mining Unit. Risk Management. Improving business model towards integrated solutions. yakni Strategic Alignment. Enhancing IT management. Perseroan melakukan investasi berkesinambungan dalam bidang aplikasi maupun infrastruktur teknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi tersebut. efektivitas kinerja dan sekaligus merefleksikan kesiapan Perseroan dalam memberikan pelayanan terbaik sesuai kebutuhan dan permintaan pasar. Human Resources dan Materials.

90

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL

Pusat kontrol alat-alat operasional Operating instruments control center

Supply Chain Management System meningkatkan efisiensi operasional Perseroan.
Supply Chain Management System to support operating efficiency.

OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 91

Mengembangkan Ellipse System dengan menerapkan Multi-District untuk kebutuhan konsolidasi keuangan (General Ledger), dilanjutkan dengan menerapkan implementasi Multi Distrik Tahap II (Aset Tetap dan Payroll) untuk mempercepat proses konsolidasi laporan keuangan seluruh anak perusahaan.

Developing Ellipse System with Multi-District application for financial consolidation needs (General Ledger), followed by implementing Multi District Stage II (Fixed Assets and Payroll) to speed up the process of consolidating all subsidiaries’ financial statements.

Guna mendukung kecepatan pemrosesan, Perseroan kemudian meningkatkan kapasitas storage untuk aplikasi Ellipse (ERP) dari 1 Tera menjadi 2,5 Tera, untuk aplikasi ECMS 1,5 Tera dan untuk aplikasi SCMS 1,5 Tera. Langkah ini disusul dengan peningkatan kemampuan PC untuk menunjang proses bisnis, yakni mengganti 100 PC yang habis masa sewa dan 250 buah PC PIII & PIV (total 350 PC) serta penambahan sewa 50 Notebook. Pada tahun 2010, Perseroan membangun aplikasi baru yang masih dalam tahap proyek, yakni: Supply Chain Management System dan Enterprise Content Management System. • Supply Chain Management System (SCMS) Supply Chain Management System merupakan sistem yang mengintegrasikan rangkaian proses bisnis end-to-end dari perencanaan tambang, produksi, pengelolaan stock, transportasi dan pemasaran. Selain fungsi transaksi SCMS, untuk mendukung percepatan pengambilan keputusan baik operasional maupun strategis juga tersedia aplikasi untuk analisa dan optimasi proses penanganan batubara serta executive information system (EIS). Untuk mendukung keandalan SCMS, aplikasi ini juga menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) dan mengintegrasikan semua peralatan seperti alat ukur timbangan (belt scale dan truck scale) ke dalam SCMS. Untuk menjamin keandalan sistem dan menghindari adanya human error, proses go-live sistem ini dilaksanakan dalam beberapa phase yaitu orientation and planning, installation software and hardware, business requirement, mine to TLS, TLS to port, marketing to invoice, integration and finance, optimization and Executive Information System (EIS). Untuk mendukung implementasi sistem ini Perseroan menyiapkan SDM dengan melakukan pelatihan sesuai tahapan implementasi kepada user, key user, super user. Untuk personil TI telah dilakukan pelatihan untuk report developer. Sedangkan pelatihan untuk System Admin yang meliputi admin database (oracle), operating system (AIX dan Windows), Network, hardware (blade server management) dan backup & restore (Symantec) akan dilaksanakan ditahun 2011.

To expedite processing, the Company increased storage capacity of Ellipse (ERP) application from 1 Tera to 2.5 Tera, for application ECMS 1.5 Tera and for SCMS application 1.5 Tera. The next step was upgrading PC capacity to support business processing to replace 100 PC whose rent expired and 250 PCP III & IV (total 350 PC), and to rent 50 Notebooks.

In 2010, the Company built up a new application, i.e. Supply Chain Management System and Enterprise Content Management System. • Supply Chain Management System (SCMS) Supply Chain Management System (SCMS) is a system that integrates a series of end-to-end business processes from mining plan, production, stock management, transportation to marketing. In addition to SCMS, for fast operational and strategic decision making, there is also an application for analysing and optimizing coal handling process, as well as Executive Information System (EIS).

To ensure SCMS reliability, this application also makes use of RFID (Radio Frequency Identification) technology and integrates all equipment such as belt scale and truck scale into SCMS.

To guarantee system reliability and to prevent human error, the go-live system is run in several phases: orientation and planning, installation software and hardware, business requirement, mine to TLS, TLS to port, marketing to invoice, integration and finance, optimization and Executive Information System (EIS).

In a bid to support the implementation of the system, the Company provides training for users, key users and super users in accordance with the implementation phase. IT personnel have been trained for report developer. While Administrative System training covering admin database (Oracle), operating system (AIX and Windows), network, hardware (blade server management) and back-up & restore (Symantec) will be conducted in 2011.

92

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL

Perseroan melakukan tinjauan berkala dan secara berkesinambungan memperbaiki serta meningkatkan kemampuan TI untuk mendukung bisnis Perseroan.
Periodic review is made to repair and upgrade IT capacity and advantage to support the Company’s business operations.

Kemajuan pekerjaan sampai dengan akhir tahun 2010 sebesar 58% yang diharapkan akan selesai pada triwulan II tahun 2011. • Enterprise Content Mangement System (ECMS) Kemajuan pekerjaan sampai dengan akhir tahun 2010 adalah sebesar 89%, diharapkan dapat diselesaikan pada triwulan I tahun 2011. Aplikasi ECMS adalah aplikasi yang digunakan di PTBA agar dapat memudahkan dalam melaksanakan manajemen proses bisnis dan manajemen dokumen. ECMS terdiri dari 2 aplikasi yaitu Workflow Elektronik (BPM-Business Process Management) dan Manajemen Arsip Elektronik (UCM-Universal Content Management), dimana Workflow Elektronik berfungsi untuk melakukan manajemen prosedur kerja (work flow management), distribusi informasi, monitoring beban kerja (load balancing) dan penelusuran posisi dari proses (tracking of process), sedang Manajemen Arsip Elektronik berfungsi sebagai pusat repository (mempercepat pencarian dan update informasi), akses kontrol (security), manajemen dokumen (posisi penyimpanan fisik dokumen), retensi (jadwal musnah) dan electronic document (tanpa ruang penyimpanan/ go-green dan tanpa kerusakan dokumen fisik). Aplikasi ECMS berbasis Oracle ECM (oracle UCM dan Oracle BPM). Untuk implementasi sistem ini dibutuhkan hardware baru seperti server aplikasi produksi, development, database dan standby server, selain server juga diperlukan storage, tape backup dan scanner. Untuk mendukung implementasi sistem ini Perseroan telah menyiapkan SDM dengan melakukan pelatihan terhadap end-user dan admin aplikasi. Sedangkan pelatihan untuk personil TI seperti System Admin yang meliputi admin database (oracle), operating system (AIX dan HACMP), Network, hardware (blade server management), backup & restore (TSM-Tivoli System Management) akan dilaksanakan tahun 2011. •

At end of 2010, this project was 58% completed and expected to be finalized in 2nd quarter of 2011.

Enterprise Content Management System (ECMS) At end of 2010, this project was 89% completed and expected to be finalized in 1st quarter of 2011.

ECMS application is used by PTBA to facilitate business management and document management.

ECMS consists of two applications, i.e. Electronic Workflow (BPM-Business Process Management) and Electronic File Management (UCM-Universal Content Management). Electronic Workflow is for workflow management, information distribution, load balancing, and process tracking, while Electronic File Management is for repository (speeding up information retrieval and update), access control (for security), document management (the placement of physical document), retention (disposal schedule) and electronic document (without storage/go green and without physical document damage).

Application of Oracle-based ECMS (Oracle UCM and Oracle BPM). This system application requires new hardware such as production application server, development, database, standby server, storage, backup tape and scanner. To support the implementation of the system, the Company provides training for end-users and admin application users. IT personnel have been trained for report developer. While Administrative System training for IT personnel covering admin database (Oracle), operating system (AIX and HACMP), network, hardware (blade server management) and back-up & restore (TSM-Tivoli System Management) will be conducted in 2011.

OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 93

Alat kontrol kerusakan belt conveyor Conveyor belt damage control device

CDP (Central Distribution Point)

94

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL

Perseroan juga mulai merintis implementasi e-procurement. Sistem ini akan dikembangkan di tahun 2011, dengan target yang akan dicapai diantaranya: • • • • • • Mempercepat dan meningkatkan proses pengadaan barang atau jasa. Meningkatkan transparansi dan menyederhanakan proses pengadaan. Mendapatkan harga penawaran yang lebih kompetitif, cepat dan akurat. Menurunkan biaya proses pengadaan dan volume pekerjaan yang bersifat administratif. Melakukan pemantauan (monitoring) proses. Melakukan pemantauan (monitoring) dan pengendalian kinerja kontrak dan kinerja vendor.

E-procurement implementation has been prepared for further development in 2011, with the following targets:

• • • • • •

Accelerating and improving goods and services procurement. Enhancing transparency and simplifying procurement process. Obtaining more competitive prices quickly and accurately. Reducing procurement cost and paper work volume Monitoring process. Monitoring and controlling contractor and vendor performance.

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
Perseroan menetapkan misi pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah menyediakan SDM dan Sistem Manajemen SDM yang terbaik, untuk menunjang pengembangan Perusahaan. Sementara visi pengelolaan SDM adalah “Menjadikan SDM PT Bukit Asam (Persero) Tbk sebagai keunggulan kompetitif Perusahaan.” Untuk mewujudkan misi dan visi tersebut, Perseroan menetapkan serangkaian langkah-langkah strategis pengelolaan SDM sebagai berikut: • Mengusahakan pengembangan dan pemenuhan kompetensi pegawai serta penyiapan manajemen/ pemimpin Perseroan yang profesional. Melakukan penyelarasan (alignment) organisasi dan penyempurnaan sistem manajemen SDM. Memfasilitasi pembentukan budaya unggul.

HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT
The corporate mission in managing human resource is to have the best human resource and human resource management system in support of the Company’s development. While the corporate vision in managing human resource is “To make PT Bukit Asam (Persero) Tbk human resource the competitive advantage of the Company.” To realize such vision and mission, the Company adopts a series of strategic measures in managing human resource as follows: • Developing and realizing personnel potentials and grooming professional candidates for management/ leadership level. Aligning organisation and improving human resource management system. Cultivating culture of excellence.

• •

• •

Perseroan meyakini berbagai pencapaian dan pertumbuhan kinerja yang diperoleh hingga saat ini merupakan wujud nyata dari kerja keras dan dedikasi seluruh pegawai Perseroan. Keyakinan ini menumbuhkan pemahaman bahwa SDM merupakan unsur penggerak terpenting dari seluruh operasional bisnis yang dilaksanakan oleh Perseroan dan menempatkan SDM sebagai mitra strategis perusahaan. Sejalan dengan strategi pengelolaan SDM, Perseroan telah memiliki struktur organisasi yang lengkap dalam pengelolaan SDM, meliputi fungsi perencanaan, pengembangan SDM, pendidikan dan pelatihan, administrasi kepegawaian dan hubungan industrial. Melalui berbagai fungsi tersebut, Perseroan berupaya mewujudkan misi untuk menyediakan SDM dan sistem manajemen SDM terbaik untuk menunjang pengembangan Perseroan. Diakhir tahun 2010, Perseroan memiliki jumlah pegawai sebanyak 3.201 orang dengan lokasi penugasan yang tersebar di Unit Pertambangan Tanjung Enim, Unit Pertambangan Ombilin, Unit Pengusahaan Briket serta 89 orang yang diperbantukan pada anak perusahaan dan Dana Pensiun milik Perseroan.

The Company is confident that the countless achievements and growth in the Company performance reflect the hard work and dedication of all personnel. This confidence leads to an understanding that human resource is the prime driving force of the entire business operations and the strategic partner of the Company.

In line with its human resource management strategy, the Company has equipped itself with a comprehensive organization structure with the functions of human resource planning, development, education and training, personnel administration and industrial relations. Through these functions the Company strives to accomplish its mission to install the best human resource and human resource management system in support of the Company’s continued growth. At the end of 2010, the Company employed 3,201 people posted in various sites, Tanjung Enim Mining Unit, Ombilin Mining Unit, Briquette Business Unit, and 89 people assigned in the Company’s subsidiaries and Pension Fund.

OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 95

Pengawas di bengkel kerja di Tanjung Enim Supervisor in Tanjung Enim workshop

Pengembangan kompetensi pegawai yang berkelanjutan sebagai mitra strategis untuk mendukung pengembangan usaha Perseroan.
Continuously enhancing the competence of employees as strategic partners to support the Company’s future business development.

96

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL

TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN. TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN.

Demografi pegawai menunjukkan 16 orang pegawai 2010 adalah lulusan sarjana Strata-2, 347 orang lulusan strata-1, 214 orang lulusan D-3, 1.547 orang lulusan SLTA dan 1.078 1.133 1.133 orang lulusan jenjang pendidikan SLTP hingga SD, sesuai dengan lingkup pekerjaan yang dibutuhkan pada berbagai bidang operasional Perseroan. 17 17 355 355

Employee demography indicates that in 2010 the Company’s s/d SLTPSLTP s/d workforce consisted of 16 post-graduates, 347 graduates, SLTASLTA and 1,078 1.600 214 under-graduates,1.600 high school graduates 1,547 2009 2009 junior high and elementary school graduates, depending D3 D3 on the scope of work required in various areas of the S1 S1 Company’s operation.
S2 S2

219 219 Tabel demografi pegawai menurut jenjang pendidikan Employee demography by education TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN.PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN. TABEL DEMOGRAFI TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN. 1.547 1.547
s/d SLTPSLTP s/d

1.078 1.078 1.133 2009 1.600

up to Junior Junior High School up to High School

s/d SLTP SLTA D3

SLTASLTA D3 S1 S2 D3 S1 S2

Senior Senior High School High School

2010 2010

Diploma Graduate Diploma Graduate

17 355 219

16 16

S1 S2

Graduate Graduate

347 347 214 214 Demografi pegawai menurut usia.

Doctoral Doctoral

TABEL DEMOGRAFI PEGAWAI MENURUT JENJANG PENDIDIKAN. 1.547 Sementara berdasarkan umur pegawai, komposisi demografi Perseroan adalah, 5 orang (0,16%) berusia < 25 th, 102 orang (3,19%) berusia 25<30 th, 19 orang (0,59%) berusia 30<35 1.078 th, 193 orang (6,03%) berusia 35<40 th, 408 orang (12,71%) berusia 40<45 th, 1.430 orang (44,7%) berusia 45<50, dan 2010 1.044 orang (32,61%) berusia di atas 50 th. 16 347 Tabel demografi pegawai menurut usia (dalam %) 214 Demografi pegawai menurut usia. Employee demography by age (in %) 0,7 0,9 27,5 2,8 6,5
32,6
<25 25 - 30 30 - 35

0,7 0,9

2,8 comprises 5 27,5Under age classification, employee demography <25 (0.16%) aged <6,5 102 persons (3.19%) aged 25<30, 25, 25 - 30 up to Junior High School 19 persons (0.59%) aged 30<35, 193 persons (6.03%) aged SLTA 30 - 35 Senior35<40, 408 persons (12.71 aged 40<45, 1,430 persons (44.7%) High School aged 45<50, and 1,044 persons (32.61%) aged 35 - 4050. over D3 2009 Diploma Graduate
s/d SLTP persons S1 S2

18,5

40 - 45 45 - 50 > 50

Graduate

Doctoral

43,1 0,2 0,6 3,2 6,0 12,7

<25 25 - 30 30 - 35 35 - 40 40 - 45 45 - 50 > 50

2009 18,5

35 - 40 40 - 45 45 - 50 > 50

2010

43,1 0,2 0,6 3,2 6,0 32,6 12,7

44,7

<25 25 - 30 30 - 35 35 - 40

2010

yakni: kapasitas calon pegawai yang meliputi lulus uji kemampuan berpikir (analisa. Recruitment is adjusted to long-term manpower requirements (the next three years for graduates and one year for senior high school graduates). The Company sets several criteria in selecting human resource. HRD menetapkan kebijakan umum mengenai sourcing. disebut Graduate Development Program. Pada pelaksanaannya rekrutmen dilaksanakan berdasarkan rencana kebutuhan tenaga kerja jangka panjang (3 tahun kedepan untuk lulusan S-1 dan 1 tahun ke depan untuk lulusan setingkat SLTA). rekrutmen dilaksanakan dengan melakukan seleksi melalui asesmen kompetensi (teknis) untuk jenjang Jabatan IV ke bawah dan menggunakan assessment centre untuk Jenjang Jabatan III ke atas. new recruits are selected by technical competence assessment for position level IV and below. termasuk rekrutmen dan pelatihan berkesinambungan. terlebih dahulu para calon pegawai tersebut mengikuti program management trainee. adaptasi serta kemauan belajar calon pegawai. Sedangkan untuk pengisian jabatan kosong. problem solving and decision making) teamwork spirit (communication and leadership) and stamina (motivation. HRD.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 97 Kondisi demografi di atas menunjukkan jumlah pegawai Perseroan dengan usia di atas 45 tahun lebih dominan. dan wawancara. bertindak sebagai fasilitator dan regulator proses penerimaan. RECRUITMENT OF EMPLOYEES General recruitment policy directs that recruitment process starts with the user and ends with the user (during interview). Sebelum diangkat menjadi pegawai tetap. Selection is made involving a third party and applicants should meet administrative requirement. Recruitment is adjusted to long-term manpower requirements by considering the competence of the incumbents. Rekrutmen pegawai baru dilakukan sesuai analisa kebutuhan jangka panjang dengan mempertimbangkan kompetensi pegawai yang ada. a prospective employee is required to take management trainee course. learning spirit). problem solving dan pengambilan keputusan). pass aptitude test. fulfil . medical check-up. yakni sampai 77%. recruitment to allow regeneration and to maintain the Company’s competitive advantage. kompetensi pegawai serta regenerasi Perseroan. Perseroan menetapkan beberapa kriteria dasar dalam seleksi SDM. As employees aged over 45 (77%) outnumber those of younger age. To exercise its function. The Human Resource Department acts as facilitator and regulator of recruitment process. called Graduate Development Program. kemampuan kerjasama tim (komunikasi dan kepemimpinan) dan motivasi. psycho test. adaptation. Dalam menjalankan fungsinya. and by an assessment center for position level III and above. Human Resource Department formulates a general policy of sourcing. selama tahun 2010 Perseroan menjalankan berbagai program. PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEGAWAI Pelatihan dan pengembangan pegawai dilaksanakan berdasarkan analisa kebutuhan pelatihan dalam rangka EMPLOYEE TRAINING AND DEVELOPMENT Employee training and development are based on analysis of training needs to realize employees’ potentials. and recruitment administration. tes kesehatan. REKRUTMEN PEGAWAI Perseroan menerapkan kebijakan rekrutmen umum yang menetapkan bahwa proses penerimaan pegawai berawal dari kebutuhan Satuan kerja (user) dan dalam bagian akhir (wawancara) juga melibatkan user. proses seleksi dan administrasi penerimaan pegawai. the Company addressed the situation by conducting various programs such as training courses to boost employees’ competence. and interview. Proses seleksi melibatkan pihak ketiga dan dilakukan melalui pemenuhan aspek administrasi. attitude test. which require applicants to pass several qualification tests: thinking ability (analysis. psikotes. Untuk menjaga daya saing. Prior to permanent employment. To fill vacant positions. selection.

melalui Pelatihan Teknik dan Non Teknik. pemenuhan kompetensi.124 1. . dengan jumlah peserta mencapai 576. Rekapitulasi penyelenggaraan training tahun 2010 2010 training programs conducted by the Company JENIS PELATIHAN Manajemen Teknik Jumlah EKSTERNAL EXTERNAL INTERNAL INTERNAL JUMLAH TOTAL TYPE OF TRAINING Management Technical Total 136 414 550 1.” conducted by LIPI.179 pegawai. Peningkatan kompetensi teknis pegawai.179 employees. Competence development is part of the implementation of Integrated BA Management System. diikuti oleh 2. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman seluruh peserta atas penerapan sistem manajemen PTBA yang makin terintegrasi dan didukung oleh sistem teknologi informasi terkini yang tengah dan akan segera diimplementasikan.98 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL Pengembangan kompetensi SDM juga dilakukan sebagai bagian dari implementasi Sistem Manajemen PTBA Terintegrasi. professional/certification requirements and to comply with the laws and regulations. Human resource development is a long-term investment that will positively affect the future performance of the Company. tuntutan profesi/sertifikasi dan ketentuan perundang-undangan. One of the special management training progams in 2010 was “Bukit Asam Management System. attended by 576 participants. Perseroan telah menyelesaikan Leadership Development Programme untuk menyiapkan kader pemimpin perusahaan. mencakup: • Peningkatan kompetensi manajerial pegawai melalui program pengembangan manajemen. Training programs conducted in 2010 include: • • • • • Managerial competence development through management development program involving 1.260 2. This training was designed for managers. the Company organized Leadership Development Program to groom company management candidates. In 2010.439 Tahun 2010. Program-program pelatihan yang dilakukan Perseroan pada tahun 2010. senior managers and general managers. Pelatihan ini diperuntukkan bagi para Manajer. Senior Manajer dan General Manajer.889 1. Technical competence development through Technical and Non-technical Training attended by 2. Technical competence assessment at level IV and V for 217 employees and non-technical competence assessment at level III and IV for 117 employees. Its aim was to enhance all participants’ understanding of the integrated Bukit Asam Management System backed by the most up-todate information technology that would be implemented soon.260 employees. Pengembangan SDM merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja Perseroan di masa mendatang.260 pegawai.179 3.765 2. Pelaksanaan Uji Kompetensi teknis dilakukan terhadap pegawai dengan jenjang jabatan IV dan V sebanyak 217 orang sedang uji kompetensi non teknis terhadap pegawai dengan jenjang jabatan III dan IV sebanyak 117 pegawai.” diselenggarakan oleh LIPI. Salah satu pelatihan khusus dalam bidang manajemen yang dilaksanakan pada tahun 2010 adalah “Sistem Manajemen Bukit Asam. diikuti oleh 1.

Langkah rotasi dan promosi dalam meningkatkan kompetensi pegawai akan efektif jika dilakukan secara terencana dan didukung dengan staf yang mampu menilai kompetensi pegawai dengan tepat dan cermat. Selanjutnya Perseroan menetapkan proses pemantauan atas keseluruhan capaian kinerja masing-masing individu maupun group/ EMPLOYEE REMUNERATION AND WELFARE Competence development is followed by giving employees opportunity for career development commensurate with their performance.2 juta/pegawai. Rotation and promotion in developing employee competence will be effective when done with good planning and supported by people who are able to make an accurate and thorough evaluation of employee competence to ensure career development is effected effectively and efficiently in accordance with the Company’s development. equal. tingkat divisi/tim sampai dengan tingkat individu. Perseroan mengeluarkan biaya sebesar Rp10. in 2010 the Company spent Rp10. Equality of rights and obligations between the employees (in person or by representation of Bukit Asam Labor Union) and the Company is incorporated in Collective Labor Agreement (CLA).2 million per employee. The Company gives all employees opportunity to fight for their equal and impartial rights through Bukit Asam Labor Union. and workshop. To evaluate the performance of all personnel. the Company applies Key Performance Indicator (KPI) that is put in place from corporate down to division/team and individual level. sehingga rata-rata biaya pengembangan setiap pegawai adalah sebesar Rp3. This is to guarantee equal opportunity in career development for all employees in line with the Company’s own development. Kesepakatan yang setara antara kewajiban maupun hak pegawai di satu pihak (baik secara pribadi maupun melalui SPBA) dengan Perseroan dilain pihak kemudian dituangkan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Proses manajemen kinerja ini berlangsung melalui siklus manajemen kinerja. responsibility and remuneration. Perseroan menetapkan Key Performance Indicator (KPI) yang direncanakan dan ditetapkan mulai level perusahaan. PERSAMAAN KESEMPATAN DALAM PENGEMBANGAN JENJANG KARIR Perseroan terus mengembangkan dan menyempurnakan seluruh pranata yang mendukung penilaian kemampuan pegawai secara adil dan transparan. mulai dari penyusunan rencana. Melalui PKB ini pola hubungan industrial antara Perseroan dan dukungan pegawai terhadap keberlangsungan operasional yang kondusif lebih terjamin. Career development is also carried out by way of rotation/ promotion based on employee competence and performance according to the needs of the Company.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 99 Secara total. This Agreement ensures the employees’ support to the Company’s continued operations in a conducive industrial relation. EQUAL OPPORTUNITY IN CAREER DEVELOPMENT The Company continued to develop and improve all systems and facilities in support of fair and transparent employee competence evaluation. The Company applies “Balanced Scorecard” tool to ensure that all employees are appraised in an accurate. REMUNERASI DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI Perseroan menindaklanjuti peningkatan kompetensi SDM dan promosi jabatannya seimbang dengan peningkatan kompetensi dan penilaian kinerjanya. perkembangan karir. kesamaan dan transparansi yang berimbang dalam menilai kompetensi seluruh pegawai. Hal ini dilakukan untuk menjamin persamaan kesempatan bagi seluruh Pegawai dalam mengembangkan karirnya sesuai dengan perkembangan perusahaan. Sehingga pengembangan karir pegawai berjalan secara efektif. seminar. sepanjang tahun 2010. tanggung jawab dan remunerasinya. In total. 45 employees were promoted and 65 employees received position upgrade. Untuk menentukan kinerja seluruh pegawai perusahaan.93 billion for the development of employee competence by way of training. Perseroan telah melakukan promosi terhadap 45 orang pegawai. Sepanjang tahun 2010 lalu. The process of performance management runs through performance management cycle that covers planning. efisien dan selaras dengan perkembangan Perseroan. balanced and transparent fashion in terms of their career development. During the year. Monitoring system is also used to evaluate overall . performance review secara kontinyu dan penilaian kinerja secara berkala. Pengembangan karir dilakukan melalui rotasi/promosi berbasis kompetensi dan kinerja pegawai sesuai kebutuhan perusahaan.93 miliar untuk mengembangkan kompetensi pegawai melalui pelatihan termasuk seminar dan workshop. Perseroan menerapkan sistem tools “Balanced Scorecard” untuk mendapatkan akurasi. Perseroan kemudian memberikan kesempatan kepada seluruh pegawai untuk memperjuangkan hak-haknya secara berimbang dan setara melalui Serikat Pekerja Bukit Asam (SPBA). selain telah meningkatkan 65 orang jenjang jabatan pegawai. continual and yearend performance review. averaging Rp3.

selection and . Besides performance-based remuneration. The Company has set up Retirement Benefit Program. PENYELARASAN ORGANISASI DAN PENYEMPURNAAN SISTEM MANAJEMEN SDM Perseroan dalam rangka menunjang pertumbuhan yang berkesinambungan telah melakukan evaluasi dan penyelarasan organisasi sesuai dengan dinamika perubahan perusahaan. Another important measure taken was improving employee development system through the application of “Talent Management” to arrive at a detailed picture of the availability and placement of employees as required by the organization. Pemantauan dilakukan melalui coaching. Remuneration is commensurate with employees’ competence and performance. The Company has devised a remuneration standard based on employee rank and position level. yakni feedback bagi pengembangan kompetensi SDM bersangkutan dan memberikan penghargaan untuk yang memiliki kinerja sama atau melebihi target sesuai kesepakatan KPI sebelumnya serta langkah pembinaan bagi yang kurang atau tidak dapat mencapai ukuran kinerja yang ditetapkan . Secara berkala. Perseroan memberikan tunjangan lain kepada pegawai dalam bentuk Tunjangan Hari Raya (THR). whether as an individual. Perseroan mengikuti remuneration survey pada industri sejenis. Untuk memberikan remunerasi yang kompetitif. counselling and controlling. health insurance. Periodic evaluation is made on all personnel. Secara keseluruhan proses tersebut merupakan upaya standarisasi sistem kompensasi dan imbal jasa Perseroan yang diarahkan untuk meningkatkan motivasi pegawai dalam meningkatkan kompetensi dan kinerjanya. pension and paid-leave in accordance with the prevailing regulations. Hasil evaluasi ini kemudian digunakan untuk dua tujuan. remunerasi pegawai ditinjau dan disesuaikan dengan kompetensi dan prestasi kinerja. jaminan kesehatan. employee development. Perseroan juga menyediakan jaminan layanan kesehatan melalui RSBA dan program Asuransi Kesehatan Tugu mandiri untuk pegawai dan pensiunan pegawai. as coaching measures for those with below standard performance. The result of this evaluation is then used for two purposes. By this application. the Company provides other benefits in the form of holiday bonus. Selain remunerasi yang sejalan dengan perkembangan industri maupun kinerja. team maupun pada tingkat perusahaan secara periodik. The Company also provides health care plans through Bukit Asam Hospitals and Tugu Mandiri Health Insurance Progam for employees and retirees. Melalui penerapan ORGANIZATION ALIGNMENT AND HUMAN RESOURCE MANAGEMENT SYSTEM IMPROVEMENT In a bid to ensure a sustainable growth the Company has conducted organisational assessment and alignment in accordance with the Company’s changing requirements. as feedback for developing the employee’s competence and giving award for above standard achievement in accordance with Key Performance Indicator (KPI). achievement of each individual or group. dan controlling. sebagai bagian dari pemenuhan kesejahteraan pegawai. These are all aimed at satisfying employees’ welfare. Bukit Asam Pension Fund and Retirement Savings Program in collaboration with reputable and competent institutions. Dana Pensiun Bukit Asam dan program pensiun “Tabungan Hari Tua. uang pensiun dan hak cuti yang ditentukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Perseroan telah menerapkan standar penggajian berdasarkan pemeringkatan pegawai dan jenjang jabatan. Monitoring is carried out through coaching. counseling. Langkah penting lainnya yang dilakukan adalah penyempurnaan sistem pengembangan pegawai melalui penerapan “Talent Management” dengan tujuan diperolehnya gambaran rinci mengenai ketersediaan dan penempatan pegawai sesuai kebutuhan organisasi. Perseroan selanjutnya melakukan evaluasi atas kinerja seluruh insan perusahaan. a team or a company as a whole. Perseroan telah melaksanakan program “Jaminan Hari Tua” (JHT). The Company also seeks to formulate a competitive remuneration standard by taking part in a remuneration survey in similar industry.100 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL kelompok. And second. First. The whole process is a means to standardize compensation and benefit system towards motivating employees to step up their competence and performance. baik pada tingkat individual.” bekerja sama dengan lembaga yang kompeten.

pada setiap semester. improvement of competence model and assessment guide. . Dissemination and implementation of a transparent and measured reward and punishment system. Implementation of Employee Job Performance Rating in every semester.OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 101 tersebut. Implementasi Balance Score Card di seluruh satuan kerja Perseroan. The Company then reviewed the competence model used as reference and developed an Assessment Center. penyempurnaan model kompetensi dan penyempurnaan panduan CULTIVATING CULTURE OF EXCELLENCE Cultivating culture of excellense is an effort to motivate employees to constantly give their best performance and contribution to the Company. using pre-established Key Performance Indicator as the basis of reward and development of employees. manajerial. nomination will be based on the individual employee’s competence and performance. diikuti pengembangan Assessment Center. These measures successfully improved competence model and produced assessment guide. Perseroan kemudian melakukan review atas model kompetensi yang digunakan sebagai acuan. • • Developoment of assesment center. sebagai acuan pemberian penghargaan dan pengembangan karyawan. Pembinaan mental dan spiritual pegawai serta mensosialisasikan nilai-nilai unggul Perseroan sebagai mana tertera pada buku Kode Etik Perseroan dan Manual GCG yang telah diperbaharui. maka pengembangan. after reviewing core competence catalogue. setelah dilakukan review atas katalog kompetetensi inti. menggunakan KPI yang ditetapkan sebelumnya. PENINGKATAN BUDAYA UNGGUL Pembentukan dan peningkatan Budaya Unggul merupakan bagian dari upaya memotivasi pegawai agar senantiasa berkinerja dan memberikan kontribusi terbaik bagi Perseroan. as well as technical competence assessment guide. Melakukan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai (PPKP). Development of mental and spiritual aspects of employees and dissemination of values of excellence practiced by the Company as laid down in the Corporate Code of Conduct and the revised GCG Code. Program pembentukan dan peningkatan budaya unggul yang dilakukan pada tahun 2010. seleksi dan nominasi pegawai berbasis pada kompetensi dan kinerja yang bersangkutan. Culture of excellence cultivating program conducted in 2010 included: • • • • • • • assessment. Implementation of Balanced Score Card throughout the Company by way of standardizing performance management system expected to expedite the establishment of performance-based culture. serta panduan asesmen kompetensi teknis. karakteristik pribadi dan teknis. melalui standarisasi sistem manajemen kinerja yang diharapkan dapat mempercepat pembentukan budaya berbasis kinerja. personal and technical characteristics. Sosialisasi dan Implementasi sistem penghargaan dan sanksi yang dilakukan secara transparan dan terukur. diantaranya: • Pengembangan assesment center. Langkah-langkah tersebut kemudian berhasil menyempurnakan model kompetensi dan menyusun panduan assesment. managerial aptitude.

102 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN .

MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 103 Pembahasan dan Analisis Manajemen Management Discussion and Analysis Perbaikan dan pembangunan prasarana pendukung produksi serta penajaman pelaksanaan program efisiensi untuk menyambut peluang dan menjamin peningkatan kinerja berkelanjutan dimasa mendatang Construction and Improvement of production supporting infrastructure and focused on efficiency program in anticipation of business opportunity and sustainable future growth .

However. Inflasi relatif terkendali pada kisaran 6. macro economic indicators prove that Indonesia’s economy is stable and ready to develop further in the years to come. kembali meningkat. Dengan demikian.21 miliar serta kurs rupiah ditutup menguat 4.menjadi BB. diperkirakan akan membuat permintaan komoditas utama. Peningkatan perekonomian kawasan Asia Pasifik yang tinggi mendorong permintaan dan harga berbagai komoditas utama seperti CPO. Kawasan Eropa sekalipun mengalami pertumbuhan.21 billion. Rating agency Standard & Poors raised foreign loan grade from BB. With this promising development. Irlandia. Rupiah exchange rate strengthened and closed at Rp8. 4. Namun demikian sinyal kebijakan moneter negara-negara maju yang mempertahankan suku bunga rendah dan disertai paket stimulus moneter diperkirakan akan membuat pasar finansial tetap longgar untuk mendorong peningkatan investasi maupun kegiatan pasar modal. sempat terguncang oleh krisis fiskal di negara Portugal.5% in 2009. mainly China and India.94%. Ireland. GENERAL CONDITION AND BUSINESS PROSPECTS GENERAL CONDITION OF GLOBAL AND INDONESIAN ECONOMY The global economy began to recover in the middle of 2009 and continued through 2010 with the highest growth contributed by countries in the Asia Pacific region. Yunani dan Italia. demand for primary commodities including energy sources is expected to see an upward trend. Indonesia improved its foreign loan rating. The robust economic growth in the region raised demand and price of major commodities such as palm oil. global economic recovery in 2010 was not as high as had been predicted. Situated in the Asia Pacific region. PROSPEK PERMINTAAN BATUBARA Perkembangan Konsumsi Batubara Dunia Sesuai dengan data BP Statistical Review of World Energy. Perekonomian Indonesia. secara keseluruhan indikator ekonomi makro menunjukkan perekonomian Indonesia berada pada kondisi yang mantap dan siap berkembang lebih lanjut di masa mendatang.991/US$.5%. Perkembangan positif perekonomian tersebut.1% hike. dengan tingkat pertumbuhan terbesar lebih banyak disumbang oleh membaiknya perekonomian negara negara di kawasan Asia Pasifik. Amerika Serikat masih mengalami kendala dengan defisit ganda dan tingkat pengangguran yang relatif tinggi. Italy and Greece.991/US$ signifying a rise of 4. batubara dan bahan mineral kembali meningkat. June 2010. coal and other mining minerals.to BB.104 104 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN KONDISI UMUM DAN PROSPEK USAHA KONDISI UMUM PEREKONOMIAN GLOBAL DAN INDONESIA Pemulihan perekonomian global yang dimulai sejak pertengahan 2009. Juni 2010. peningkatan kegiatan investasi dan perbaikan kinerja ekspor membuat GDP Indonesia mencatat kenaikan sebesar 6. foreign exchange reserves improved totalling US$96. with positive outlook. termasuk sumber energi. As a consequence. dengan outlook positif dan lembaga pemeringkat Fitch telah meningkatkan peringkat utang tersebut menjadi BB+ (satu tingkat di bawah investment grade).4%. Overall. yang berada di kawasan Pasifik tak lepas dari dinamika pertumbuhan tersebut. On the face of the encouraging economic performance. suku bunga rujukan BI tetap di kisaran 6. coal remained the second chief global energy source . Bank Indonesia benchmark rate was stable at 6. terutama China dan India. Pertumbuhan konsumsi domestik. Increase in domestic consumption. Akibatnya tingkat pertumbuhan perekonomian global di tahun 2010 tidak setinggi perkiraan semula. lebih tinggi dari tahun sebelumnya. The United States of America was still facing double digit deficit and higher unemployment rate. terus berlanjut di tahun 2010 lalu.1%.94%.4% menjadi Rp8. batubara tetap menduduki peringkat kedua COAL PROSPECTS Growth of World Coal Consumption According to BP Statistical Review of World Energy. higher than 4.5%. investment and export spurred Indonesia’s GDP to post a 6. and Fitch Ratings raised it to BB+ (one grade lower than investment grade). European countries’ economic growth was stunted by fiscal crises in Portugal. Inflation was relatively under control at 6. Kinerja perekonomian Indonesia tersebut membuat peringkat utang luar negeri Indonesia naik. Lembaga pemeringkat Standard & Poors meningkatkan peringkat utang luar negeri dari BB.5% dan cadangan devisa meningkat mencapai angka US$ 96. Indonesia is also tied to this economic growth dynamics. developed countries’ monetary policy that kept interest rates at low levels coupled with monetary stimulus bail-out packages are expected to leave room in the financial market to boost investment and capital market activities.

Juni 2010. seperti Taiwan dan Thailand juga mengalami penurunan. In the Asia Pacific region.6 1.5 Sumber : BP Statistical Review of World Energy.3% as shown in the following table. Dari total penggunaan batubara di kawasan Asia Pasifik.3 -0.7% 13.9% 0.4% of total coal consumption in the region.4 3.1 21.286. However. saat puncak krisis perekonomian global.2% 0.0 526. Konversi 1 ton setara minyak = 1.903.773.2 107.1 602.4 6.9 606. China dan India adalah konsumen utama sejak beberapa tahun terakhir dengan masing sebesar 71.1 24. mampu bertahan dengan tetap mencatat pertumbuhan perekonomian.6 3.023.4 9.3 9. due to the considerable coal consumption of China and India.151. i. China and India have been the biggest consumers for the past few years respectively at 71.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 105 sumber energi global utama setelah minyak bumi.3% 3. Saat krisis perekonomian global tahun 2009 melanda.6% REGION North America Central & South America Europe & Eurasia Middle East Africa Asia Pacific Total World Coal Consumption 614. Japan.2 3.0 2.1 2.43 ton coal Di kawasan Asia Pasifik. kedua negara ini.3% 65.3 106. Data yang sama menunjukkan bahwa tahun di 2009.038. Beberapa negara lain di kawasan ini.8 -6. June 2010 1 ton oil equivalent = 1. dengan mayoritas penggunaan sebagai bahan bakar PLTU. coal is the main energy source and the major part is used for TPP fuel.6 528.2 111. yakni -15. The same data indicated that the 2009 global economic crisis had caused energy source consumption (including coal) in most industrialized countries dropped. was also impacted by world economic crisis.7 0.8 9.6 9. (termasuk batubara) di hampir seluruh kawasan negara industri utama dunia mengalami penurunan.4%.4% dari total penggunaan sumber energi. whose economy is largely associated with the Atlantic region. Konsumsi batubata Jepang di tahun 2009 lalu sempat turun cukup besar.5 456. konsumsi sumber energi.644.278. Hal tersebut tampak pada tabel berikut.903. In 2009 coal contribution reached 29. Only in the Asia Pacific region coal consumption remained high as shown in the following table: Realisasi Konsumsi Batubara Global (Dalam juta ton setara minyak) Actual Global Coal Demand (In million tons of oil equivalent) KAWASAN Amerika Utara Amerika Tengah dan Selatan Eropa dan Eurasia Timur Tengah Afrika Asia Pasifik Konsumsi Batubara Global 2005 2006 2007 2008 A 2009 B 531.4%. -15.3 -11.9 21.3 % A THD B -11. konsumsi batubara kawasan Asia Pasifik di tahun 2009 tetap meningkat sebesar 6. seperti ditunjukkan pada tabel berikut.184. dengan mayoritas kegiatan ekonominya terkait dengan kawasan Atlantik.43 ton batubara Source: BP Statistical Review of World Energy.1 1.7 9. batubara adalah sumber energi utama.0 516. Its coal consumption in 2009 dropped significantly. Di tahun 2009 kontribusi batu-bara sebagai sumber energi mencapai 29.3%.1 101. Jepang.6 614.0 1.2 THD TOTAL 2009 16.3 2.1 102. after crude oil. tidak luput dari pengaruh krisis perekonomian global.7 22. . secara keseluruhan. Hanya di kawasan Asia Pasifik konsumsi batubara tetap mengalami peningkatan.4% of total energy source consumption. Namun karena total konsumsi batubara China dan India yang besar.2 513.e.5% dan 11. Other countries in this region such as Taiwan and Thailand also decreased their consumption.0 -3. Konsumsi batubara di kedua negara tersebut juga tetap meningkat.5% and 11.3 22.0 3. total consumption in Asia Pacific region in 2009 rose by 6.4% total konsumsi batubara Asia Pasifik. During the world economic recession in 2009 these two countries stood fast with stable growth of economy and coal consumption.

8 68.1 0.1 1.2% 64.8 30.5 57.537. Konversi 1 ton setara minyak = 1.1 51.9 30. June 2010 1 ton oil equivalent = 1.1 2.43 ton coal Perkembangan dan Proyeksi Produksi Batubara Dunia Mengingat biaya transportasi yang cukup besar.871.2 17.1 7.0 7.5 3.0% 4.4 1.313. membuat produksi batubara di kawasan tersebut rata-rata menurun.3 6.4% 11.1 2. as shown in the following table. Dampak krisis perekonomian global yang lebih berpengaruh di kawasan Atlantik.4 Sumber: BP Statistical Review of World Energy.0 2.8 46.4% 5.2% 1. recording a growth of 8.2 6.9 59.4 1. While in the Pacific region.2 3.406.4 24.7 6.3% 0.4% 0.4 125.9 140.1 32. Konversi 1 ton setara minyak = 1.3% 3.4 -7.0 66.3 1.9 1.8 140. Sedangkan untuk kawasan Pasifik. seperti tampak pada tabel berikut.7 -7.0 7.3 7.2 5.1% 0.1 55.1 7.0 637.0% 71.3 9. June 2010 1 ton oil equivalent = 1.2 0.0 195.3 2.4% 1.0 2.100.7 14.2% 0.0 8.9 0.6 0.0 141.1 1.5 54.1 121.9 578.7 1.882. kebutuhan batubara dipenuhi dari kawasan terdekat.0 -15.1 28.4 1.336.144.0 1.4 30.7 54.5 2.2 128.6 5.1 11.408.4 26.6 1.1 40.3%.0 230.0 143.9% Sumber: BP Statistical Review of World Energy.4 1.044.43 ton batubara Source: BP Statistical Review of World Energy.8 0.7 184.3 THD TOTAL 2009 2.4 1.644.7 5.903.8 629.9 420.035.0 9.5 6.6 38.5 108. World crisis that had bigger impact on the Atlantic region consequently caused a decline in the region’s coal production.1% 0.2 28. Growth and Projection of World Coal Production Considering the high cost of transportation.8 4.637.773.9 3.5% 0.0 144. Juni 2010.9 1.3 2.7 53.4 -20.3 2. sebesar 8. Juni 2010.6 % A THD B -1.0 -1.43 ton batubara Source: BP Statistical Review of World Energy.8 -3.3 28.6 12.4 6.8 39.4 7.4 0.5 210.3 438. trend ekonomi yang tetap positif membuat produksi batubara di kawasan ini di tahun 2009 tetap meningkat.43 ton coal .6 245.1 452.7 41.2 15.6 446.7 -9.1 119.8% 0.2 5.5% REGION Australia Bangladesh China China Hongkong SAR India Indonesia Japan Malaysia New Zealand Philippines South Korea Taiwan Thailand Others Total Comsumption Asia Pacific 53. coal demand is met by countries in the closest region. the economic trend remained more stable and coal production continued to rise in 2009.106 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Realisasi Konsumsi Batubara Asia Pasifik (Dalam juta ton setara minyak) Actual Asia Pacific Coal Consumption (In million tons of oil equivalent) NEGARA Australia Bangladesh China China Hongkong SAR India Indonesia Jepang Malaysia Selandia Baru Filipina Korea Selatan Taiwan Thailand Lainnya Total Konsumsi Asia Pasifik 2005 2006 2007 2008 A 2009 B 50.3 -7.8 444.151.3 3.0 -2.7 1.3 3.023.3%.2 -15.0% 1.4 1.8 38.6 7.6% 12.3 2.213.5 54.1 52.8 14.764.3 28.215.4 1.5 1.1 634. Realisasi Produksi Batubara Global (Dalam juta ton setara minyak) Actual World Coal Production In million tons of oil equivalent KAWASAN Amerika Utara Amerika Tengah dan Selatan Eropa dan Eurasia Timur Tengah Afrika Asia Pasifik Produksi Batubara Global 2005 2006 2007 2008 A 2009 B % A THD B THD TOTAL 2009 REGION North America Central & South America Europe & Eurasia Middle East Africa Asia Pacific Total World Coal Production 618.7% 1.2 0.5 50.8 14.1 0.6 0.

memenuhi sebagian kebutuhannya melalui kegiatan penambangan dalam negeri. increasing their contribution of 54% in 2009 to 61% in 2025.552.4% Sumber: BP Statistical Review of World Energy. terutama Indonesia dan Australia akan mendominasi pasokan.4 10. Juni 2010.1% 9. strives to be self-sufficient.6 195.216.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 107 China sebagai konsumen terbesar batubara di dunia.9 18. the second largest coal consumer.9 1. mengingat keduanya mampu memproduksi batubara dalam jumlah melebihi kebutuhan domestik.43 ton coal Kajian Wood Mackenzie.1% 1.8 1.1 170.1 2.6 140.1 93. Countries in the Asia Pacific region.0 1. but due to its insufficient production.1 miliar ton di tahun 2025 seiring membaiknya perekonomian global dan meningkatnya permintaan.876. According to BP Statistical Review of World Energy.43 ton batubara Source: BP Statistical Review of World Energy. will dominate coal supply. it has to rely on import. dalam “Coal Market Service. Indonesia kini bersaing dengan Australia sebagai pemasok batubara terbesar di pasar global.2 1.425. June 2010” estimates world coal supply will increase from 621 million tons in 2009 to 1. since 2005 Indonesia’s coal production has grown at a higher rate than that of Australia.3% 70. mainly Indonesia and Australia. Realisasi Produksi Batubara Asia Pasifik (Dalam juta ton setara minyak) Actual Asia Pacific Coal Production (In million tons of oil equivalent) NEGARA Australia China India Indonesia Vietnam Lainnya Total Produksi Asia Pasifik 2005 2006 2007 2008 A 2009 B % A THD B THD TOTAL 2009 REGION Australia China India Indonesia Vietnam Others Total Asia Pacific Coal Production 205.3 210.2 119. June 2010. June 2010” memprakirakan.5 3. Sehingga selain sebagai konsumen.3 9.282.2 8. China adalah produsen batubara terbesar di dunia.0 217. Konversi 1 ton setara minyak = 1.3 220.1 billion tons in 2025 as world economy bounces back and demand increases. Negara-negara di kawasan Asia Pasifik. dengan kontribusi meningkat dari perkiraan sebesar 54% di tahun 2009 menjadi 61% di tahun 2025. peningkatan suplai batubara di pasar global dari angka 621 juta ton di tahun 2009 menjadi 1.3 28.1 2. sehingga kekurangannya harus dipenuhi lewat impor.0% 1.1 10.120.3 1. sejak beberapa tahun terakhir merupakan negara pemasok batubara di pasar global (terutama wilayah Pasifik). Indonesia is now in competition with Australia to be the world largest coal supplier. sebagai konsumen batubara kedua terbesar. Namun demikian produksi batubara India masih belum mencukupi. berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri.9 8.1 228. India.4 28.5% 7.4 22. Data BP Statistical Review of World Energy.6 14.7 1.3 1. menunjukkan bahwa laju pertumbuhan produksi batubara Indonesia sejak tahun 2005 berkembang lebih cepat dari pertumbuhan produksi Australia.5 8.045.0 28. China being the biggest consumer of coal in the world meets the major part of its demand by domestic mining.5 155. Indonesia dan Australia.4 181. June 2010 1 ton oil equivalent = 1.9 211. In recent years Indonesia and Australia have met world coal demand (particularly in the Pacific region).2 21. Hal tersebut ditunjukkan pada illustrasi berikut.641. Juni 2010. as both countries are in a position to produce coal in excess of their domestic consumption.1 1. .8 23.8 30. A study by Wood Mackenzie “Coal Market Service.0 162. The following illustration depicts the estimate.3 25.0 133.205. Demikian juga India.2 32. but it is also the largest coal producer in the world. Not only is China a consumer.770.

Therefore. akan tetap menjadi pemasok batubara utama di pasar global. enjoys low production costs.000 800 Mt Other Venezuela Canada USA China Vietnam South Africa Colombia Russia 2010 2011 2013 2014 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2009 2012 2015 2016 2025 600 400 200 0 Australia Indonesia Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service Indonesia. Sekalipun proyek PLTU berbahan bakar batubara dengan daya 10. selain cadangan yang memadai dan tingkat konsumsi yang relatif rendah. terutama di kawasan Asia Pasifik.108 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Global Seaborne Thermal Coal Supply 2009-2025 1. Biaya produksi batubara Indonesia sangat bersaing karena di kalimantan menggunakan sarana angkut melalui sungai yang berbiaya rendah dan di Sumatera menggunakan sarana kereta api yang cukup ekonomis. and economical railway transport in Sumatera. Even after the coal-fired 10. Indonesia is projected to be in a position to meet domestic coal demand and to step up its export supply. This is because Indonesia. Projected Supply by Exported Country Note: in million tons . Indonesia’s coal production costs are highly competitive because mining companies rely on low-cost river transport in Kalimantan.000 MW TPP phase 1 and phase 2 are operational. The country’s coal exports are predicted to rise to 323 million tons in 2015 and 374 million tons in 2020. Jumlah ekspor batubara Indonesia diperkirakan terus meningkat menjadi naik 323 juta ton di tahun 2015 dan mencapai 374 juta ton di tahun 2020. Indonesia will retain its role as the major coal supplier in the world market especially in the Asia Pacific region. Penyebabnya adalah. kondisi tersebut membuat suplai batubara Indonesia ke pasar global akan tetap mendominasi pada beberapa dekade mendatang.200 1. menurut kajian tersebut. sekaligus tetap meningkatkan pasokan ke pasar ekspor. Indonesia will continue to dominate the world market with its coal supply in the next few decades. Indonesia diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan batubara. biaya produksi batubara Indonesia tetap bersaing. with its abundant reserves and relatively low consumption.000 MW tahap 1 dan tahap 2 telah beroperasi. According to the study.

Noember 2010 that covered 34 developed countries (including USA. Perekonomian kawasan Pasifik diluar OECD diperkirakan meningkat lebih cepat. the Atlantic region (North. Projected World Coal Consumption The economic upswing in 2010 impacted world coal demand. dengan China diperkirakan mencatat pertumbuhan ekonomi terbesar diikuti oleh India. Taiwan 6% and South Korea 4%. Tingkat pertumbuhan GDP negara-negara tersebut bervariasi. Asia Pacific region being the major consumer.8%.9%. According to OECD research.2 miliar ton di tahun 2025. 8. OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) Economy Outlook. In the same tune Wood Mackenzie in its study “Coal Market Service. Sebaliknya. and China is predicted to post the highest growth followed by India. (termasuk Amerika Serikat. Di akhir 2025. OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) Economy Outlook. Wood Mackenzie study estimates world coal market will increase from 720 million tons in 2010 to 1. Pertumbuhan perekonomian global pada tahun-tahun mendatang akan tetap berlangsung. dalam beberapa dekade mendatang pertumbuhan konsumsi batubara global akan terkonsentrasi di kawasan Pasifik. in 2011 most industrialized countries will record economic growth.000 800 Pacific Total Atlantic Total Landborne Seaborne Mt 600 400 200 0 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service . kawasan Atlantik (Amerika Utara. biro Wood Mackenzie dalam kajian “Coal Market Service. South America and Europe) will not increase their coal consumption as they are turning to nuclear and gas as energy sources.2 billion tons in 2025. Menurut kajian OECD.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 109 Proyeksi Konsumsi Batubara Dunia Perbaikan kondisi perekonomian global di tahun 2010 lalu turut mempengaruhi permintaan batubara global. Taiwan 6% dan Korsel 4%. According to Wood Mackenzie. karena peningkatan penggunaan energi nuklir dan gas. June 2010” memprediksi. dengan kisaran 3.8%. On the other hand. Japan and South Korea) predicted that in 2010 GDP would grow 2. Jepang dan Korsel) memprediksikan pertumbuhan GDP tahun 2010 sebesar 2. November 2010. At end 2025.1% (Preview of the United Nations Economic Report for 2011). June 2010” predicts GDP of China will increase by 8. from 484 million tons to 874 million tons. yakni tumbuh dari angka 484 juta ton menjadi 874 juta ton. Coal Demand Forecast by Trade Basin and Transport Mode 1. The world economy will continue to improve in the coming years at around 3. sehingga membuat permintaan batubara kawasan ini meningkat dengan cepat.1% (Preview of the United Nations Economic Report for 2011). this region is predicted to control 72% of world coal trading by sea. Selatan dan Eropa) tidak akan mencatat pertumbuhan konsumsi batubara. Menurut Wood Mackenzie. GDP growth of those countries vary.200 1. sehingga mempengaruhi pertumbuhan permintaan batubara di kawasan Pasifik. kawasan ini diperkirakan menguasai 72% perdagangan batubara global melalui laut. Senada dengan kajian tersebut.9%. hampir seluruh negera industri utama diperkirakan akan mencatat pertumbuhan perekonomian. in the next few decades world coal demand will be concentrated in the Pacific region. untuk tahun 2011 mendatang. impacting coal demand in the Pacific region. yang mencakup 34 negara maju. dengan kontribusi pertumbuhan permintaan terbesar berasal dari kawasan Asia Pasifik. GDP China akan tumbuh cukup besar. In the Pacific region outside OECD coal demand was predicted to increase at a high rate following the regional growth.400 1. Menurut kajian Wood Mackenzie pertumbuhan pasar batubara global akan meningkat dari angka sebesar 720 juta ton di tahun 2010 menjadi 1.

Sedang India dengan jumlah cadangan dan produksi yang lebih terbatas membuatnya berpotensi menjadi importir batubara terbesar dalam dekade mendatang.110 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Seaborne Thermal Coal Demand by Region 1. Japan will be replaced by China and India as major coal importers.200 1. In the Asia Pacific region. despite its numerous TPP of similar nature. posisi Jepang sebagai salah satu importir batubara besar akan terus tergeser oleh China dan India. Sedang Indonesia. Despite being the largest coal consumer. While Indonesia. namun akan mampu memenuhi kebutuhan batubara dari dalam negeri. Seaborne Thermal Coal Demand by Region 1.000 800 Mt Other Americas Europe Asia 600 400 200 0 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service Di kawasan Asia Pasifik. China is able to satisfy its own needs with domestic mine products. walaupun banyak membangun proyek PLTU serupa. The construction of coal-fired TPP in Malaysia and the Philippines will increase their coal import in the coming years. In the meantime India with its limited reserves and output is more likely to become the biggest coal importer in the coming decades. is able to be self-sufficient in coal requirements. relatif mampu memenuhi kebutuhannya dari produksi tambang-tambang dalam negeri. China sekalipun merupakan konsumen batubara terbesar.000 900 800 700 600 500 400 300 200 100 0 Mt 2025 Other Philippines Thailand Malaysia Taiwan South Korea Japan China India 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Sumber Source: Wood Mackenzie Coal Market Service 2025 . Perkembangan pembangunan PLTU barbahan bakar batubara di Malaysia dan Filipina akan membuat permintaan impor dari kedua negara ini meningkat pesat di tahun-tahun mendatang.

It should be noted that low-calorie coal will enjoy better price in the future.75 31.00 53. A report by US Energy Information Administration in “Annual Energy Outlook 2010” has the same conclusion. Wood Mackenzie research reveals that benchmark price in this region tends to increase in the coming few years. terjadi pada bulan Maret 2009. saat puncak krisis finansial global melanda. Setelah itu. dengan harga patokan tertinggi terjadi pada bulan Juli 2008. terutama kawasan Asia Pasifik tingkat konsumsi batubara meningkat dengan laju rata-rata sebesar 1. mengingat cukup banyaknya PLTU berbahan bakar batubara kalori rendah yang saat ini tengah dibangun dikawasan Pasifik. Hal tersebut ditunjukkan pada grafik berikut.55 28. when the world financial crisis was at its peak.30 40. terkompensasi oleh penggunaan gas dan energi nuklir. untuk kemudian meningkat dengan laju 2 % pertahun untuk periode 2020 hingga 2035. Afterwards. as shown in the following graph.79/Mt. the highest occurred in July 2008 at US$194. spot price dropped to its lowest US$60. For the past three years. While Non-OECD countries particularly in the Asia Pacific region will increase their consumption at an average rate of 1.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 111 Kajian US Energy Information Administration dalam Annual Energy Oulook 2010.1% per annum until 2020. Proyeksi Harga Batubara Di Kawasan Pasifik Seiring dengan proyeksi meningkatnya permintaan batubara di pasar Pasifik. yakni dalam jangka lebih panjang kebutuhan batubara di negara-negara OECD (mayoritas berada di kawasan Atlantik) tidak mengalami pertumbuhan. terutama di India. and 2% per annum from 2020 until 2035.75 2007 45.50 34. harga spot batubara global sempat turun. particularly in India and Indonesia.00 .79/ Mt. Starting end 2009. Historical Japan Thermal Price Trend 6. as the world economy rebounded.65 2008 2009 70. harga pasar spot batubara global cenderung meningkat.65 34.00 2010 Harga patokan batubara global dalam tiga tahun terakhir di pasar spot berfluktuasi. yang sempat menyentuh angka US$194. global spot price has been volatile. Mulai akhir 2009. as more and more TPPs using low-calorie coal are being built in the Pacific region.322GAR 125.25 2006 2007 55.12/Mt.30 37. riset Wood Mackenzie menunjukkan bahwa harga patokan batubara di kawasan Pasifik cenderung meningkat dalam beberapa tahun mendatang.00 2005 52. seiring dengan trend pemulihan perekonomian global. spot coal price also improved. juga menunjukkan kesimpulan senada. Hal yang patut dicermati adalah kecenderungan peningkatan harga batubara kalori rendah dimasa mendatang.12/Mt in March 2009. dengan titik terendah ada pada harga US$60. i.e.85 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 26. in the longer term coal requirements of OECD countries (the majority is in the Atlantic region) will not increase as they are compensated by gas and nuclear sources.50 29. 98. dan Indonesia. The rising trend of coal price in the Pacific region is shown in the following graphic.00 40. Kecenderungan peningkatan harga batubara di kawasan Pasifik diperlihatkan pada grafik berikut.1% pertahun hingga tahun 2020. Sedang negara-negara Non-OECD. Projected Coal Price in Pacific Region and Indonesia In line with the projected higher coal demand in the Pacific region.

1% from 2009 that stood at 215. naik 10. Produksi batubara sebesar itu. in its publication “Indonesian Coal and Power.” In 2010 Indonesia’s coal production reached 237. berlaku pada seluruh tipe kalori. and Indonesian Coal Index benchmark for 6. sempat diwarnai penurunan. Ltd. Hal tersebut tergambarkan pada grafik berikut. But in July 2009 this benchmark price started picking up. In the domestic market.07/ Mt.07/Mt.500 Gar calorie rose to US$125. or up 10.9 million tons. The follwing graph shows the price trend. Indonesian Coal Production and Consumption Indonesia’s coal output continued on the upward trend as reported by Energy Publishing Pty. produksi batubara terus menunjukkan trend yang meningkat. berasal dari PTBA dan perusahaan tambang batubara lainnya. Namun kemudian harga patokan ini sejak bulan Juli 2009 cenderung terus meningkat. sehingga harga patokan Indonesian Coal Index untuk kalori 6.500 Gar sempat menyentuh angka US$125.322GAR 220 200 180 160 US$/mt 140 120 100 80 60 40 20 22 Aug 05 Feb 02 Apr 30 Apr 25 Jun 19 Sep 19 Okt 23 Jul 05 Mar 16 Nop 14 Des 28 Mei 08 Jan GC 2008 GC 2009 GC 2010 JFY 2010 Di pasar dalam negeri.. mencapai total 237. Seperti ditunjukkan oleh data publikasi “Indonesian Coal dan Power” (ICP) dari Energy Publishing Pty Ltd. benchmark price of all calorie types declined in March – May 2009.112 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Historical Global Coal Spot Price Index 6. harga patokan batubara untuk periode 2009-2010. That considerable output came from PTBA and other coal mining companies.9 juta ton. Historical Indonesian Coal Price Index 140 120 100 US$/mt 80 60 40 20 0 2 Jan 09 30 Jan 09 27 Feb 09 27 Mar 09 24 Apr 09 22 Mei 09 19 Jun 09 17 Jul 09 14 Aug 09 11 Sept 09 9 Okt 09 6 Nop 09 4 Des 09 31 Des 09 2 9Jan 10 25 Feb 10 26 Mar 10 23 Apr 10 21 Mei 10 18 Jun 10 16 Jul 10 13 Aug 10 10 Sep 10 8 Okt 10 4 Nop 10 3 Des 10 ICI 6500Gar ICI 5800Gar ICI 5000Gar ICI 4200Gar Perkembangan Produksi dan Konsumsi Batubara Indonesia. pada bulan-bulan Maret-Mei 2009. Di Indonesia. produksi batubara Indonesia tahun 2010.1% dari produksi tahun 2009 yang sebesar 215. .7 million tons.7 juta ton.

9 8. around 46% will be lowcalorie coal with calorie level of 4.7 4. Proyeksi kebutuhan batubara PLN. covering improved efficiency in production process to earn good margin. kebutuhan batubara untuk sektor industri lain juga diperkirakan terus meningkat.9 87.1 8.3 42.4 43. This is because Indonesia has abundant reserves of low-calorie coal which means supply will be more secured. Perseroan telah mempersiapkan strategi umum.9 95.556 204. In 2014.000 MW TPP phase 1 and 2. Domestic coal demand is expected to continue rising in the future. Dengan kecenderungan permintaan dalam negeri yang semakin banyak membutuhkan batubara kalori rendah.000 MW tahap pertama dan kedua.4 Berbagai faktor seperti tergambar dari uraian mengenai permintaan batubara tersebut di atas menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi Perseroan dalam menentukan strategi bisnis jangka panjang. The following table shows actual production. As the domestic demand for low-calorie coal continues to rise. coal usage by other industries is predicted to continue rising.9 78 2013 35.148 47.9 59.234 215. Export and Consumption of Coal in Indonesia 2007-2010 (in thousand tons) TAHUN YEAR PRODUKSI PRODUCTION EKSPOR EXPORT DOMESTIK DOMESTIC 2007 2008 2009 2010 Sumber Source: Indonesian Coal and Power 193. .689 163. Dimasa mendatang.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 113 Sebagian besar produksi batubara Indonesia dipasok ke pasar global.2 27. The major part of Indonesia’s coal is delivered to global market. Various factors as depicted above will create opportunities and at the same time pose challenges for the Company to devise its long-term business strategy. sehingga dapat mempertahankan marjin. permintaan pasokan batubara di dalam negeri diproyeksikan terus meningkat. the type of coal used by TPP tends to shift to low-calorie coal.8 28. On the domestic side. Assuming the construction of coal-fired TPP runs well.2 36.2010 (in thousand tons) Production. maka total kebutuhan batubara di pasar domestik pada masa-masa mendatang akan meningkat cukup signifikan.8 juta ton di tahun 2010. Perkembangan Produksi. konsumsi dan ekspor batubara Indonesia adalah sebagai berikut.2014 (dalam juta ton) Projected coal requirement of PLN.200 Kcal/kg AR.3 juta ton di tahun 2014.936 237.456 50. Besides being used in the 10. and the rest is for domestic consumption. total domestic coal requirement is projected to increase significantly. consumption and export of coal in Indonesia.200 (Kcal/kg AR). Based on actual coal requirement of 40. sebagian besar digunakan sebagai bahan bakar PLTU milik PLN maupun IPP.8 25.866 Untuk konsumsi dalam negeri. 2010 – 2014 (in million tons) 2010 2011 NILAI KALORI (KCAL/KG AR) CALORIE RATE (KCAL/KG AR) 2012 32.033 39. jenis batubara yang digunakan untuk PLTU cenderung semakin bergeser ke arah batubara kalori rendah. mostly used by TPP belonging to PLN and other Independent Power Providers (IPP).3 4200 5100 6100 Total Sumber Source : ESDM 8.488 158. Di tahun 2014. Hal ini terjadi karena cadangan batubara kalori rendah di Indonesia cukup banyak sehingga pasokan lebih terjamin.012 176. Gambaran realisasi produksi.2 8. it is estimated to increase to 95.3 million tons in 2014. Selain terkait dengan proyek pembangunan PLTU 10. Dengan asumsi pembangunan PLTU berbahan bakar batubara berjalan lancar. Ekspor dan Kebutuhan Domestik Batubara Indonesia 2007 .9 40. Sisanya digunakan untuk kebutuhan domestik.7 4. menjadi 95. diantaranya melakukan proses produksi yang lebih efisien.386 191.5 2014 44. sekitar 46% jenis batubara yang akan digunakan adalah batubara kalori rendah dengan nilai kalori sebesar 4. the Company has devised general strategy. 2010 .797 47. Dari perkiraan realisasi kebutuhan batubara sebesar 40.8 million tons in 2010.

operating efficiency and Inhouse production increase. peningkatan produksi swakelola. Three major targets of efficiency program: production costs.114 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Stockpile Pelabuhan Kertapati Kertapati Port Stockpile Tiga sasaran utama program efisiensi Perseroan: biaya produksi. . efisiensi operasional.

. Perseroan melaksanakan beberapa program.Menerapkan sistem operasional terintegrasi. . Untuk mencapai target produksi tersebut. the Company consistently implemented an integrated production strategy focused on production efficiency. . Dengan cara ini Perseroan mampu mengontrol tingkat persediaan dalam jumlah yang memadai (tidak berlebihan) memantau aktifitas penambangan dan pengangkutan dengan akurat serta tepat waktu. handling batubara. Untuk meningkatkan efisiensi operasional. Peningkatan Efisiensi Operasional Perseroan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan efisiensi operasional penambangan.Melakukan perawatan terencana (condition base maintenance) peralatan utama. BUSINESS REVIEW COAL SEGMENT The Company aimed to step up its coal production in 2010 to keep up with railway bigger loading capacity. . . . . To reach the production target. product quality and coal availability while preserving the environment and ensuring work safety and health.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 115 LAPORAN KINERJA USAHA SEGMEN BATUBARA Perseroan menetapkan target peningkatan produksi batubara pada 2010. . yakni: • Perbaikan sistem kerja.Mengoptimalkan inside dump untuk memperpendek jarak angkut tanah. mining and transporting activities were accurate and timely. Upaya-upaya tersebut ditujukan untuk mencapai 3 (tiga) sasaran utama yakni: menekan biaya produksi. sparepart/ material and electricity consumption. Operational efficiency was improved by conducting various programs covering the following three groups of activity: • Work system improvement.Condition-based maintenance of main equipment. among others by: . kualitas produksi dan jaminan ketersediaan batubara dengan tetap menjaga aspek Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) dan Lingkungan. By this system. meningkatkan efisiensi operasional dan meningkatkan kapasitas produksi batubara swakelola. To reduce production cost. the Company launched several programs including saving fuel. maximizing inhouse coal production by optimum use of BWE (Bucket Wheel Excavator) system and developing shovel & truck mining system. improving operational efficiency and increasing inhouse coal production capacity.Implementing integrated operating system backed by information technology (SCMS). inventories were managed at optimum level. Perseroan melaksanakan beberapa program.Melaksanakan stock opname dan monitoring persediaan barang dan suku cadang secara kontinyu.Meningkatkan manajemen stockpile. . Perseroan secara konsisten menerapkan strategi produksi terintegrasi. suku cadang/ material serta konsumsi energi listrik.Melakukan blasting tanah penutup. dengan dukungan Teknologi Informasi berupa pengimplementasian SCMS.Cover soil blasting. . diantaranya mencakup: melakukan penghematan konsumsi BBM.Improving stockpile management. yang berfokus pada peningkatan efisiensi operasional produksi. memaksimalkan produksi batubara secara swakelola dengan mengoptimalkan penggunaan BWE system dan mengembangkan sistem penambangan shovel & truck.Stripping ratio control according to plan. . meliputi 3 kelompok upaya. optimizing inside dump to shorten transporting distance. optimalisasi inside dump untuk memperpendek jarak angkut. agar sejalan dengan keberhasilan program peningkatan kapasitas angkut kereta api. berbagai inovasi dan perbaikan menyangkut sistem kerja yang dilaksanakan Perseroan mencakup diantaranya: .Melakukan pengendalian stripping ratio sesuai rencana. Operational Efficiency Improvement The Company improved mining operational efficiency through many ways aimed at reducing production cost. .Optimizing inside dump to shorten transporting distance.Stock taking and continuous monitoring of supplies and spareparts. . Untuk menekan biaya produksi. coal handling.

Modification and repair of rotary car dumper and the like. . melalui penggantian pulley secara teratur disertai pemasangan sensor infra merah.Modifikasi dan perbaikan peralatan rotary car dumper dan sejenisnya. but also to support and anticipate higher mining activity in the future. . Dalam waktu bersamaan Perseroan juga melakukan perbaikan besar (overhaul) terhadap BWE system yang akan direlokasi.Modification and repair of conveyor belt. In 2007 the operation of BWE diminished due to limited area suitable for BWE system. Infrastructure improvement was mainly in mining area.Pengelolaan lumpur dengan sistem gravitasi untuk menggantikan metode konvensional yang menggunakan pompa atau metode truck & shovel. Perseroan mulai tahun 2009 melakukan persiapan pemindahan BWE system ke lokasi Tambang Muara Tiga Besar Utara (MTBU). allowing more efficient belt replacement schedule and reducing machine breakdown hours. . . The program included replacement and addition of shovel & truck especially soil transporter with bigger capacity from approx. Prasarana yang diperbaiki terutama berada di areal penambangan. maka akan memperpanjang umur operasi BWE system hingga 15 tahun kedepan dari umur operasi normal. • . • Perbaikan sarana dan prasarana: Program ini selain ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional pada tahun 2010 lalu. Repair and Relocation of BWE System The Company owned and operated five units of BWE in Tanjung Air Laya (TAL).Membuat program Conveyor Information System yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan (stadium) belt conveyor secara bertahap sehingga dapat merencanakan pekerjaan penggantian belt secara lebih baik untuk mengurangi jam breakdown mesin. . Facilities and infrastructure improvement This program was designed not only to improve operating efficiency.Mempersiapkan penggunaan BWE sebagai reclaimer di temporary stockpile. Penggantian dan Penambahan Alat Produksi: Program ini selain ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional juga mampu mendukung program peningkatan produksi di tahun 2010 maupun di masa mendatang.Increased of temporary stock capacity. juga untuk mendukung dan mengantisipasi peningkatan kegiatan penambangan Perseroan di masa mendatang. by regular replacement of pulley and installation of infra red censor. . Perbaikan dan Pemindahan BWE System Perseroan memiliki dan mengoperasikan 5 unit BWE system. starting in 2009 the Company made preparation to relocate BWE to Muara Tiga Besar Utara (MTBU) mine consisting of two BWE’s and one spreader. . as described in more detail separately. berupa 2 unit BWE dan 1 unit spreader. Dengan program overhaul tersebut. such as piling and stock-pile areas: .Repair and relocation of 2 BWE and 1 spreader from TAL to MTBU area. Kegiatan yang dilakukan dalam hal ini menyangkut diantaranya: . . Dengan mempertimbangkan efisiensi serta optimalisasi aset operasi.Conveyor Information System program to detect belt conveyor damage by stages.Mud handling with gravitation system to replace conventional method that uses pumps or trucks & shovels.116 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN . seluruhnya dioperasikan di areal Tambang Air Laya (TAL).Modifikasi dan perbaikan sistem conveyor belt. • • Replacement and addition of production machinery This program aimed to increase operating efficiency and production in 2010 and the ensuing years. areal stockpile dan areal pelabuhan. Program yang dilakukan adalah penggantian dan penambahan alat produksi Shovel & Truck menjadi lebih besar terutama alat angkut tanah dari kapasitas 30-an ton menjadi 50 ton keatas pada areal penambangan swakelola. Mulai tahun 2007 pengoperasian BWE berkurang karena keterbatasan area layak operasi bagi BWE system.Memperbesar kapasitas tampung temporary stockpile. . The BWE’s to be relocated were overhauled to extend their operating life for another 15 years. .Perbaikan dan relokasi 2 unit BWE dan 1 unit spreader dari areal TAL ke areal MTBU. In consideration of efficient and optimum operations of assets. .Preparation of BWE as reclaimer of temporary stock. dengan penjelasan lebih detail ada pada uraian tersendiri. 30 tons to over 50 tons in inhouse mining area.

Peningkatan produksi batubara pada tahun 2010 terutama berasal dari Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT). Banko Barat. Existing skilled laborer can be employed.4 % dibandingkan volume produksi tahun 2009 yang berjumlah 11. Dengan peningkatan secara bertahap. Muara Tiga Besar Utara. The Company plans to gradually upgrade the capacity of Inhouse production. up 7. Alat Produksi BWE system dapat dioperasikan dengan baik hingga selama 15 tahun kedepan. Perseroan melakukan pembangunan PLTU 3 x 10 MW milik sendiri guna mendukung program operasi BWE system serta program efisiensi lain secara menyeluruh dengan menggunakan bahan bakar batubara limbah yang selama ini belum termanfaatkan. inhouse production rose to 5. Secara bertahap. Optimizing BWE system was accompanied by the construction of owned 3 x 10 MW TPP to back up BWE system and other efficiency programs using waste coal that had previously been squandered. Out of the total production. . Muara Tiga Besar Utara. the Company gained minimum added values such as: • • • • • Mining operation will be more cost-efficient.5 million tons.5% from 5.6 million tons. and improve employees’ competence in mine management. yaitu dari Tanjung Air Laya (TAL). naik 7.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 117 Pembangunan PLTU 3 x 10 MW untuk mendukung operasi BWE System yang lebih efisien. Banko Barat. nilai tambah minimum yang diperoleh perseroan seperti : • • • • • Efisiensi biaya operasi penambangan akan membaik. Perseroan berhasil memanfaatan kembali alat BWE system yang sudah habis nilai bukunya. naik 11. produksi yang dilakukan secara swakelola meningkat menjadi 5. By revitalizing BWE system and constructing the Company’s own 3 x 10 MW TPP. Dari keseluruhan produksi tersebut. Dengan melaksanakan program revitalisasi BWE system dan Pembangunan PLTU 3 x 10 MW milik sendiri. Constructing 3 x 10 MW TPP for a more efficient BWE operation. i. Unit Pertambangan Ombilin dan dari anak perusahaan. BWE equipment can operate for another 15 years. Mendukung program penghematan energi yang digalakkan pemerintah. Supporting the energy saving program launched by the government. maka kompetensi SDM Perseroan dalam mengelola tambang secara penuh akan semakin meningkat juga.6 juta ton. Perkembangan Produksi Pelaksanaan strategi operasional membuat Perseroan berhasil kembali meningkatkan volume produksi batubara menjadi 12.64 million tons. Memanfaatkan tenaga kerja terampil yang telah ada.4 % from 2009 which totalled 11.64 juta ton. Production Development The integrated operational strategy helped the Company increase its coal production to 12. Tanjung Air Laya. Seiring dengan optimalisasi BWE system tersebut.5 juta ton.05 juta ton. Ombilin Mining Unit and subsidiaries PT International Prima Coal. Coal production increase in 2010 was mainly derived from Tanjung Enim Mining Unit.e. BWE equipment that has zero book value is re-utilized. Perseroan berencana menaikkan kapasitas produksi swakelola. or increased 11.5% dari produksi tahun sebelumnya sebesar 5.05 million tons the preceding year. PT International Prima Coal.

at least 100 kPa and material hardness up to 5. BWE beroperasi dengan daya listrik 1. Saat ini PTBA memiliki 5 BWE. dan alat penyebar material (spreader). Kapasitas penggalian BWE adalah sebesar 1.300 bcm/jam. daya dukung tanah yang memadai. . In Indonesia PTBA is the only company that operates high-capacity BWE mining equipment.500 kw. Tanjung Enim. BWE excavating capacity is 1. This is possible as the Company’s mining area in Tanjung Enim is flat and vast with adequate land support. double deep step (DDS) 12 m.118 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Bucket Wheel Excavator BWE Tambang terbuka secara umum dapat dilakukan dengan metode penambangan berkelanjutan (continuous mining) dan metode penambangan konvensional. belt conveyor and material spreader. yang relatif datar dan luas serta. Metode penambangan menerus menggunakan alat gali Bucket Wheel Excavator (BWE). Di Indonesia hanya PTBA yang mengoperasikan peralatan tambang BWE system dengan kapasitas besar. alat angkut ban berjalan (belt conveyor).000 kPa. PTBA owned 5 BWE currently. dengan jangkauan vertikal posisi high cut (HC) 12 m dan double deep step (DDS) 12 m serta jangkauan horizontal 90 m. BWE is big in size. bucket wheel diameter 9 m. and total weight 520 tons.500 kw electricity.300 bcm/hour.000 kPa. horizontal reach 90 m. Open pit mining can generally be done by continuous mining method and conventional mining method. diameter roda bucket 9 m dengan berat total 520 ton. with high cut (HC) vertical position height of 12m. Hal ini karena kondisi areal penambangan PTBA. Ukuran peralatan BWE cukup besar. Continuous mining method uses excavating tool Bucket Wheel Excavator (BWE). BWE is operated using 1. minimal 100 kPa dengan kekerasan material yang bisa digali sampai dengan 5.

280. Phase TLS to Port. To secure supply to consumers.945 5. Tahap ketiga.620 76.757. to handle coal from TLS to Port.e.6 -8. . The Company applies Quality Management System ISO 9001: 2008 to control coal product quality.402 16.558 12.850 11.046. Phase 1 is Mine to Train Loading Station (TLS).846. to manage marketing. yaitu untuk menangani material /batubara mulai area tambang hingga Stock Pile/TLS.783 12.546 10.2 776.006 13.4 217.951 574. production volume rose from 10. Coal Handling To handle coal properly.667 40.150 2.144.175. to Perseroan menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008 untuk menjamin kualitas produk batubara yang dihasilkannya. Marketing dan Penagihan. the Company set up a subsidiary that is engaged in coal trading. yaitu PT Bukit Asam Prima (BA Prima) pada 2007 dan juga memperoleh 59% saham PT International Prima Coal di 2009. to handle coal from mining area to stock pile/TLS.218 3. Tahap pertama adalah Phase Mine to Train Loading Station (TLS).796 5.783 574.4 7.185 -11 -3 7 • PT Bukit Asam Prima • PT International Prima Coal • PT Bukit Asam (Persero) Tbk (UP Ombilin) Total Purchase Total Production & Purchase Seiring dengan kenaikan kapasitas angkut.5 million tons to 10.5 -90.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 119 Produksi dan Pembelian Batubara (Ton) Coal Production and Purchase (Tons) URAIAN Produksi (dalam ton) Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Banko Barat Jumlah Produksi UPT Unit Pertambangan Ombilin (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT International Prima Coal Jumlah Produksi Pembelian • PT Bukit Asam Prima • PT International Prima Coal • PT Bukit Asam (Persero) Tbk (UP Ombilin) Jumlah Pembelian Jumlah Produksi & Pembelian 2010 2009 % DESCRIPTION Production (in tons) Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) 6. PT Bukit Asam Prima (BA Prima) in 2007 and also acquired 59% stake in PT International Prima Coal in 2009.971 507. Perseroan mendirikan anak perusahaan yang bergerak dalam bidang jual beli batubara.792 32. volume produksi meningkat dari 10.4 • Air Laya • Muara Tiga Besar Utara • Banko Barat Jumlah Produksi UPT Unit Pertambangan Ombilin (UPO) PT Batubara Bukit Kendi PT International Prima Coal Total Production Purchases 511. Guna menjaga keamanan pasokan kepada para konsumen.595. yaitu untuk menangani batubara mulai dari TLS sampai dengan Pelabuhan.770 783.1 19. Phase 2 is TLS to Port.461.912 11. Phase 4 is Integration and Finance. Penanganan Batubara Perseroan mulai membangun Supply Chain Management System (SCMS) yang akan diterapkan dalam 5 tahap.477 1. sales and billing. i.600.8 million tons or by 3%. In line with increased railway capacity. the Company built Supply Chain Management System (SCMS) that will be implemented in five phases. Tahap kedua.547 585.243 57.8 miliar ton atau 3%.131.871.781 2.5 miliar ton menjadi 10.728 2. Phase 3 is Marketing and Billing.630.8 10.

Langkah tersebut diikuti dengan melakukan general overhaul stacker reclaimer di stockpile untuk mempercepat proses penanganan batubara. Perseroan menjaga kualitas produksi melalui mekanisme quality control yang ketat pada setiap tahapan produksi. In 2010 the first stage of this system was completed to handle coal from the mines to train loading stations. Our laboratory is accredited by the National Accreditation Committee with Laboratory Quality Management System certification. yaitu tahapan untuk mengintegrasikan SCMS dengan sistem lainnya yang ada di PTBA termasuk dengan sistem keuangan. Untuk mendukung program pengendalian kualitas Perseroan mulai membangun sistem manajemen penanganan batubara terintegrasi secara bertahap. diikuti dengan pengujian di areal stockpile pelabuhan sebelum pemuatan ke kapal. Integrasi dan Keuangan. As dictated by the system. Tahap kelima. The Company handles coal in accordance with the standards of ISO 9001: 2000 Quality Management System to control product quality and supply to the consumers.120 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN yaitu pengelolaan pemasaran dan penjualan batubara serta proses penagihan. Dengan sistem tersebut. • • Quality Control The Company strictly controls product quality on every production stage according to Quality Management System ISO 9001: 2008. Optimasi dan EIS. the Company runs sampling tests to control the quality of coal to be excavated. Proses pengendalian kualitas ini berpedoman pada standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008. sudah direalisasikan tahap pertama sistem ini. To support quality control program the Company sets up an integrated coal management system by stages. Untuk tahun 2010. yaitu tahapan untuk mengimplementasikan modul optimasi dan EIS. Perseroan melakukan uji sampling untuk memastikan kualitas batubara yang akan ditambang. Tahap keempat. Pengendalian kualitas. yang mencakup: • Pelaksanaan Manajemen Stockpile. For delivery by sea. which cover: • Stockpile Management Stockpile from production and blending process is classified according to the Company’s market brand quality. to implement optimization module and Executive Information System. Perseroan melakukan penanganan batubara sesuai standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008 untuk menjamin kualitas dan pasokan batubara kepada konsumen. The Company has installed additional Hopper Blender facility to support coal blending process. Pengaturan tumpukan batubara hasil produksi dan proses blending dilakukan sesuai dengan klasifikasi kualitas market brand Perseroan. . additional testing is done on port stock-pile prior to loading to ships. Perseroan telah melakukan penambahan fasilitas Hopper Blender untuk mendukung proses blending batubara. Pengujian kualitas batubara kemudian dilakukan di areal tambang. integrate SCMS and other systems including financial system. yakni penanganan batubara dari areal tambang sampai pemuatan kereta api (train loading station/TLS). Quality tests are then performed in the mine and mining stock-pile area before loading and delivery to PTBA owned port and pier by railway. followed by general overhaul of stacker reclaimer in stockpile area to speed up coal handling. Unit Laboratorium Perseroan telah terakreditasi dengan sertifikat ISO/IEC 17025: 2005 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). Phase 5 is Optimization and EIS. stockpile di daerah penambangan sebelum pemuatan ke kereta api atau dikirim ke konsumen.

The process of coal transporation includes: • • • • • Arranging the volume and quality of coal to be transported by each train coach from Train Loading Station (TLS).430 10.454.1 million tons.940 10. Pelaksanaan bongkar muat batubara dari gerbong keretaapi menggunakan Rotary Car Dumper (RCD) di Pelabuhan Tarahan dan Apron Feeder (AF) di Dermaga Kertapati. Volume angkutan batubara dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan mengalami peningkatan 3% dari 8.5 million tons. Sedang dari Tanjung Enim ke dermaga Kertapati.050.956. Pengangkutan Perseroan bekerjasama secara intensif dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dalam proses pengangkutan batubara dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan (Lampung) dan Dermaga Kertapati (Palembang). jumlah volume angkutan batubara melalui kereta api ke Pelabuhan Tarahan dan Dermaga Kertapati mencapai 10.498.5 juta ton. naik 5% dari 1. Tahun 2010.9 million tons to 2.8 juta ton atau meningkat 3% dari volume tahun 2009 sebesar 10.7 juta ton pada 2010. Coal shipment volume from Tanjung Enim to Tarahan Port rose 3% from 8. the Company depends on PT Kereta Api Indonesia (PT KA). menjadi 8.7 million tons in 2010. total volume of coal shipment by train to Tarahan Port and Kertapati Pier reached 10. Laboratorium ini juga bertanggung jawab melakukan pengujian kualitas air buangan tambang untuk menjaga agar terpenuhinya Standar Baku Mutu Lingkungan.712.9 juta ton menjadi 2. While from Tanjung Enim to Kertapati increased 5% from 1.040 2009 8.763. Proses yang dilalui dalam pengangkutan batubara meliputi: • Pengaturan jumlah dan kualitas muatan batubara yang akan diangkut oleh masing-masing gerbong kereta api melalui Train Loading Station (TLS). Transportation In transporting coal from Tanjung Enim to Tarahan Port (Lampung) and Kertapati Pier (Palembang). In 2010.5 juta ton pada 2009.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 121 Transportasi kereta api pengangkut batubara Coal transporting train Analisis kualitas batubara dilakukan oleh Unit laboratorium Perseroan yang telah menerima sertifikat Sistem Manajemen Mutu Laboratorium ISO/IEC 17025: 2005 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).150 1.1 juta ton. Coal quality analysis is performed by the Company’s laboratory that has Laboratory Quality Management System ISO/IEC 17025: 2005 Certification from the National Accreditation Committee.8 million tons or increased 3% from 2009 volume of 10.100 2. Unloading coal shipment from train coaches using Rotary Car Dumper (RCD) in Tarahan ports and Apron Feeder (AF) in Kertapati piers.580 % 3 5 3 RAILWAY TRANSPORTATION (in tons) Tanjung Enim Ke Tarahan Tanjung Enim ke Kertapati Jumlah Angkutan Tanjung Enim to Tarahan Tanjung Enim to Kertapati Total Transportation . Pengawasan dan pencatatan distribusi batubara menuju Pelabuhan atau Dermaga. Supervising and recording coal distribution to ports or piers. This laboratory is also responsible for testing the quality of waste water from the mines to ensure compliance with the Environmental Quality Standard.5 million tons in 2009 to 8. ANGKUTAN KERETA API (dalam ton) 2010 8.

Perseroan memberikan tanggapan yang cepat terhadap berbagai permintaan dan keluhan konsumen sebagai bagian dari komitmen pelayanan Perseroan. Perseroan juga telah merintis program pengembangan untuk angkutan KA khusus batubara yang baru untuk meningkatkan kapasitas angkut batubara. Perseroan menindak lanjuti Coal Transportation Agreement (CTA) bersama-sama dengan PT KAI. The Company strongly believes that the best customer service will assist the Company to reach its increased sales target. telah menunjuk konsultan independen untuk menyusun formula tarif dan formula take or pay. . Pada tahun 2010 draft final report sudah disampaikan kepada para pihak dan akan diimplementasikan mulai tahun 2012. Mulai tahun 2009. The Company pioneered the construction of new railway lines to increased its railway capacity. melalui perbaikan rail-loop dan perawatan rutin di fasilitas muat dan bongkar milik Perseroan. The Company. email maupun surat kepada pelanggan. Coal Transportation Agreement (CTA) with PT KAI was followed by the appointment of an independent consultant to formulate tariff and ”take or pay” schemes. The larger coal shipment volume was made possible by improved transportation management system and intensive cooordination between the Company and PT KAI. e-mail or letter. In 2010 the draft final report was submitted to all parties and will be implemented starting 2012. (Lihat bahasan “Pengembangan Usaha”). Perseroan menjalankan strategi pemasaran meliputi: • Komitmen jaminan kualitas produk Jaminan kualitas ini sangat penting karena selain mempengaruhi kelancaran operasional bisnis konsumen juga merupakan faktor penentu tingkat kepercayaan konsumen agar terus menggunakan batubara hasil produksi Perseroan. Perseroan meyakini penerapan komitmen pelayanan terbaik akan mampu mendukung target peningkatan penjualan Perseroan di masa mendatang. Quality is controlled by implementing quality management based on accredited analysis process. Perseroan membuka layanan pengaduan dengan menyediakan saluran telpon. Jaminan kualitas dikontrol melalui penerapan manajemen mutu yang melibatkan pelaksanaan proses analisis terakreditasi. The Company promptly responds to various demands and complaints from the customers. Marketing Strategy In an effort to secure future sales amidst the increasing of coal demand. To support its customer service the Company sets up a Customer Center to handle complaints by telephone. The Company also directly supported the improvement of coal loading capacity by reparing rail-loop and routinely maintaining its own loading and unloading facilities. Oleh karena itu Perseroan selalu memberikan jaminan bahwa kualitas batubara yang diterima konsumen telah sesuai dengan kesepakatan kontrak terkait. Program pengembangan angkutan tersebut diyakini akan mampu mengatasi kendala Perseroan dalam meningkatkan jumlah penjualan batubara secara substansial dari lokasi tambang Tanjung Enim. (See discussion on “Business Development”). In 2009. the Operations/Production Director of the Company was appointed Honorary Member of PT KA Executive Committee and attended regular meeting. • • Commitment to Customer Service The Company gives priority to transparency and responsibility principles in serving its customers to prove its commitment to providing the best customer service.122 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Peningkatan volume angkut batubara ini merupakan hasil dari perbaikan sistem manajemen angkutan serta adanya koordinasi intensif antara Perseroan dengan PT KAI. the Company adopted the following marketing strategy that included: • Commitment to Product Quality Commitment to quality is very important because not only does it affect the consumers’ business operations but it also plays a decisive factor of consumers’ trust in the coal product of the Company. The bigger railway capacity is believed to substantially increase sales from Tanjung Enim mine. Direktur Operasi Produksi Perseroan diangkat menjadi Anggota Kehormatan Executive Committee PT KAI dan menghadiri rapat reguler. Perseroan juga berperan langsung mendukung peningkatan kapasitas angkutan batubara. Untuk menjamin pelayanan pada pelanggan. Strategi Pemasaran Untuk menjamin berlangsungnya peningkatan penjualan dimasa-masa mendatang di tengah kecenderungan permintaan batubara yang meningkat. is committed to ensuring the quality of coal delivered to consumers is in accordance with the quality agreed upon in the contract. Komitmen pelayanan pelanggan Perseroan selalu mengutamakan prinsip transparansi dan responsibilitas dalam memberikan layanan kepada konsumen demi memenuhi komitmen layanan terbaik kepada konsumen. therefore.

Uji Kualitas Batubara dengan alat Atomic Absorbtion Spectro Photometer Testing coal quality with Atomic Absorption Spectro Photometer . Stacker Reclaimer di Tanjung Enim Tanjung Enim Stacker Reclaimer 2. Pengambilan sampel batubara di TLS Tanjung Enim Collecting coal sample at Tanjung Enim TLS 3.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 123 1 2 3 1.

• • Supply Chain Management System Phase three of Supply Chain Management System (SCMS) was under way. Perseroan melakukan penjualan batubara dalam bentuk kontrak penjualan jangka panjang maupun melalui pasar spot. consumer demand and production problems on site and in transporting process that may affect sales volume. Rakor membahas perkembangan kondisi pasar batubara. sedangkan harga penjualan selalu mengacu pada harga pasar batubara thermal internasional. . • Koordinasi Manajemen Perseroan menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang melibatkan seluruh mata rantai produksi dan penjualan (supply chain) secara rutin. port and finance activities. Sales is made under long-term sales contract and through spot market. • In 2010 nine complaints from the customers were attended to and settled by the Company to customes satisfaction. Hasil diskusi kemudian digunakan sebagai dasar penentuan strategi produksi maupun penjualan yang paling sesuai untuk periode tiga bulan ke depan guna mendukung pencapaian target penjualan yang telah ditentukan. Coordination The Management routinely holds coordination meetings involving all production and supply chains. while selling price is always based on international thermal coal prices. permintaan konsumen hingga kendala produksi di lapangan maupun proses pengangkutan yang dapat mempengaruhi volume penjualan. The meetings discuss development in coal market condition. Findings are used as a basis of formulating production and sales strategy that is the most appropriate for the next three months to enable the Company to meet sales target. Persiapan Implementasi Supply Chain Management System Perseroan mulai mempersiapkan penerapan tahap tiga dari Supply Chain Management System (SCMS) yakni integrasi kegiatan pemasaran. Metode Penjualan dan Perkembangan Harga Perseroan menjual batubara ke pasar domestik maupun ekspor dengan harga yang memberikan tingkat pengembalian terbaik. integrating marketing. Using this system the Company can monitor coal stock level quickly and accurately and meet customers’ orders in appropriate quality and quantity.124 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Perbaikan bucket dari BWE system di bengkel BWE system bucket repair at workshop Selama tahun 2010 Perseroan menerima 9 (sembilan) kali pengaduan dari pelanggan. Melalui penerapan sistem ini Perseroan memantau perkembangan perubahan kondisi stock batubara secara cepat dan akurat sehingga sanggup memenuhi komitmen kepada pembeli dengan kualitas dan kuantitas yang sesuai. Perseroan telah menindak lanjuti keluhan pelanggan tersebut. sehingga permasalahan dengan konsumen dimaksud telah diselesaikan. Selling Method and Price Trend The Company sells coal to domestic and export markets at prices that will earn maximum return. pelabuhan dan keuangan.

distribution of sales consisted of domestic market 63.0% dari 8. distribusi penjualan domestik menjadi 63. up 3.40% from the previous year. Performance and Distribution of Sales In 2010 the Company recorded a total sales volume of 12. As cement industry developed. penjualan batubara untuk industri semen mengalami peningkatan. See discussion on “Financial Performance” Kinerja dan Distribusi Penjualan Tahun 2010 Perseroan mencatat volume penjualan sebesar 12. meningkat dari angka sebesar 35.5% and export 36.23 juta ton dan penjualan ekspor sebanyak 4. The major portion of the sales was intended to fulfill longterm supply contract with Thermal Power Plants (TPP). meningkatnya volume penjualan batubara kalori lebih rendah dan tingkat persaingan yang semakin tinggi untuk pemasaran domestik batubara kalori lebih rendah. PLTU Bukit Asam dan PLTU Tarahan. In the other hand. Volume penjualan domestik meningkat 2.5%. average export selling price rose 3.900 746.7% dari tingkat penjualan tahun 2009. i.e.0% from 8. sebesar 12. Seiring dengan peningkatan kegiatan industri semen. Sales comprised domestic sales of 8.5%.73 64.697 345.48 juta ton. Jumlah penjualan untuk segmen PLTU ini memberikan kontribusi sebesar 79% dari penjualan domestik 2010.59 67.645 506. Domestic sales rose 2. sehingga komposisi distribusi penjualan untuk industri semen meningkat menjadi 5% dari 4% di tahun 2009.23 million tons and export of 4. This less combined average selling price eventually affected the Company’s profitability despite the growing sales volume during the year under review. mengikuti peningkatan harga jual di pasaran.95 million tons.48 million tons. seperti tercermin dalam tabel berikut. as reflected in the following table. the Company’s sales to this industry also increased.5% sedangkan pasar ekspor menjadi 36. sekalipun volume penjualan Perseroan meningkat. raising its contribution to total sales from 4% in 2009 to 5% in 2010. . Average selling price of the Company’s coal over the past few years was on an upward trend in line with the rising market prices. Suralaya TPP.7%.240 612. Rata-rata harga jual batubara ekspor meningkat 3.366 44.72 million tons. Bukit Asam TPP and Tarahan TPP. Penjualan ini terdiri dari penjualan domestik sebanyak 8.95 juta ton.07 juta ton pada 2009 menjadi 8.23 tons in 2010 and at this rate of domestic sales the Company has complied with the DMO (Domestic Market Obligation) regulation. Kondisi harga penjualan yang kurang baik ini pada akhirnya mempengaruhi tingkat profitabilitas Perseroan yang akhirnya ikut turun. naik 3.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 125 Trend rata-rata harga jual batubara Perseroan dalam beberapa tahun terakhir cenderung meningkat.50 47. Sebagian besar dari volume penjualan tersebut untuk memenuhi kontrak jangka panjang pasokan ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yaitu PLTU Suralaya. Perkembangan rata-rata harga jual batubara Perseroan Average coal selling price of the Company TAHUN YEAR DOMESTIK (Rp/Ton) DOMESTIC (Rp/Tons) EKSPOR (US$/Ton) EKSPORT (US$/Ton) 2006 2007 2008 2009 2010 330. Therefore.07 million tons in 2009 to 8. showing an export sales growth of 35.40% di tahun sebelumnya.01 Penurunan rata-rata harga jual batubara domestik ditahun 2010 yang sebesar 18% disebabkan oleh beberapa diantaranya. Total sales of this industry contributed 84% to domestic sales in 2010.23 ton pada 2010 dan dengan jumlah penjualan ke pasar domestik tersebut Perseroan telah memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO).7% from the preceding year sales volume of 12.72 juta ton.7%.50 68. Dengan demikian. Lihat bahasan “Kinerja Keuangan” A decrease of 18% in average domestic price during 2010 was due to higher sales volume of low-calorie coal and steeper domestic competition for this product.

Jepang. Malaysia.42 million tons in 2009 to 4. Perseroan kini lebih memfokuskan tujuan pemasaran batubara produknya ke kawasan Pasifik. Taiwan and Thailand. See ”Coal Prospects” DIAGRAM DISTRIBUSI PENJUALAN BATUBARA DOMESTIK MENURUT JENIS INDUSTRI Coal Domestic Sale Distribution by Industry Diagram Distribusi Penjualan Batubara Domestik Menurut Jenis Industri (dalam %) Distribution of Domestic Sales by Industry (in %) 5 16 12 PLTU Power Plant 4 2009 2010 Lain-lain Semen Other Industry Cement Industry 79 84 Distribusi Penjualan Batubara Ekspor Menurut Negara Tujuan Distribusi Penjualan Batubara Ekspor Menurut Negara Tujuan (dalam %) Distribution of Export Sales by Destination Country (in%) 1 16 10 1 12 8 Taiwan 3 8 Thailand Vietnam 2009 26 Jepang 2010 22 46 India China Malaysia 37 9 1 Pakistan .72 million tons in 2010 mainly to Japan. Sesuai dengan kajian prospek pemasaran batubara. Taiwan dan Thailand.72 juta ton pada 2010 dengan mayoritas negara tujuan ekspor adalah China. Perseroan lebih memprioritaskan pola penjualan dalam jangka panjang. In line with a research on coal market prospects. Malaysia. Lihat bahasan ”Prospek Permintaan Batubara” Export sales volume went up from 4. the Company is focusing more on the Pacific region under long-term sales contract.42 juta ton di tahun 2009 menjadi 4. China. Vietnam.126 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Volume penjualan ekspor kembali meningkat dari posisi 4. Vietnam.

Domestic consumers continues using low-calorie coal.1 -81.5 -7.2% dari tahun sebelumnya.716 1. sehingga terjadi perubahan komposisi penjualan batubara menurut jenisnya.700 tons. sehingga tingkat profitabilitas menjadi semakin mengecil.170 1. Penjualan batubara ke Suralaya hanya turun sebesar 3. Sales of mostly low-calorie coal (5.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 127 Distribusi Penjualan Menurut Jenis Produk URAIAN 2010 Distribution of Sales by Product 2009 % DESCRIPTION Domestik • BA-59 PLTU Bukit Asam • BA-59 PLTU Tarahan • BA-59 Domestik lainnya • BA-59 PLTU Suralaya • BA-59 Domestik lainnya • BA-63 PT Semen Baturaja • BA-63 Domestik lainnya • BA-67 Domestik lainnya • Batubara Antrasit • Batubara Ombilin • UP Briket • Batubara PT Bukit Asam Prima • Batubara PT International Prima Coal Jumlah Domestik Ekspor • BA-59 • BA-63 • BA-67 • BA-70 • Batubara PT Bukit Asam Prima • Batubara PT International Prima Coal Jumlah Ekspor Total Penjualan 1. BA-59 mencapai jumlah sebesar 7.875.6 3.2% from the preceding year. yang kebanyakan dari jenis kalori lebih rendah.516 924.153.488 8.251 4. In 2010.26 million tons or dropped 0.587 70. allocating 5. BA-59 posted a total of 7. selain memilih batubara kalori sedang dan tinggi.801 4.1 47.26 juta ton turun 0.105. while overseas consumers used not only medium and high-calorie coal type BA-63.068. but also low-calorie type such as BA-59.736 62 72.2 32 -21.696 5. Peningkatan penggunaan batubara kalori peringkat rendah di Indonesia memberi konsekuensi yang kurang bagus bagi Perseroan.322 182.809 928.507 121. Penjualan batubara dari lokasi IPC.722.2 3.833 70.355.391 760.9 0.416.135.7% dari tingkat penjualan tahun 2009.905 575.7 100 -3.172 138. 0.488 tons to 297. Konsumen dalam negeri juga mulai menggunakan jenis batubara kalori lebih rendah.7 2 Domestic • BA-59 TPP Bukit Asam • BA-59 TPP Tarahan • BA-59 Other Domestic • BA-59 TPP Suralaya • BA-59 Other Domestic • BA-63 PT Semen Baturaja • BA-63 Other Domestic • BA-67 Other Domestic • Antrasit Coal • Ombilin Coal • UP Briquette • PT Bukit Asam Prima Coal • PT International Prima Coal Total Domestic Export • BA-59 • BA-63 • BA-67 • BA-70 • PT Bukit Asam Prima Coal • PT International Prima Coal Total Export Total Sales Pada 2010 pergeseran pola konsumsi jenis batubara terus berlangsung.131 14.790 518. BA-67 and BA-70. di tahun 2010 sebagian konsumen luar negeri juga mulai menggunakan batubara kalori lebih rendah dari jenis BA-59. Sedang untuk konsumen luar negeri. PLTU Bukit Asam 0. melonjak dari sebesar 7.32 juta ton dengan alokasi penjualan untuk PLTU Suralaya sebesar 5.228.8 juta ton.864 15. consumers’ preference of coal type continued to shift.300 Kcal. The rising trend of low-calorie coal consumption in Indonesia did not favor the Company because the lower price of that coal type reduced the Company’s profitability.014 1.004 15.4 100 100 14.300 Kcal) from IPC jumped 7. yakni 5.8 million tons to other industries.501 269. yaitu dari jenis BA-63.7 853.4 -74.488 ton menjadi 297.907 201.8 -100 5. .32 million tons in 2009.797 2.044 237.8 8.312 12.700 8.7% from 7.9 million tons to Bukit Asam TPP and 0. Untuk penjualan domestik.097 297. sebesar 7. BA-67 dan BA-70.484.935 154.700 ton.565 791.743 142.282.776 7.0 million tons to Suralaya TPP.031 283.990.0 juta ton.551 12.9 juta ton dan konsumen industri lainnya sebesar 0.286 1. mengingat harga batubara jenis ini yang lebih rendah.3 3.524 130.955. Sales to Suralaya declined 3.950.794 4.582 476.564.424 -22. For domestic sales. and this changed the composition of coal sales according to type.630 61.

In 2010 the Company succedded in exporting coal type BA-63 up to 1.3% compared to 39. Peningkatan penjualan batubara BA-59 ke China turut mempengaruhi kenaikan ini.7%.” Watching the world and domestic economic revival in 2010. See “Financial Performance. Program efisiensi produksi sebetulnya memberikan hasil nyata. The production efficiency program aimed at controling expenses in production cost enabled the Company to continue recording high profitability. Pada 2010 Perseroan berhasil mengekspor batubara jenis BA-63 hingga sebesar 1. BA-67 dan BA-70 adalah yang paling banyak diminati pasar ekspor. export sales of coal type BA-59 surged 62% to 1. In addition to global economic recovery as discussed in “Coal Prospects. the Company believes that 2011 will see rising coal prices in the market.6%.28 million tons from 1. The production efficiency program went well and reduced production cost per ton by 5.” the completion of several bigscale electric power plants in the country will also have an impact on the demand and price of coal. menjadi hanya sebesar 0. Namun angka penurunan ini tidak dapat mengkompensasi peningkatan biaya transportasi dan beban usaha lannya. Profitabilitas Perseroan mencatatkan profitabilitas batubara sebesar 29. improving auxiliary facilities and amenities.3 juta ton dari angka penjualan sebesar 0. pada kisaran volume sebesar 1 juta ton. . To cope with lower domestic price.79 juta ton di tahun 2009. mulai BA-63. sehingga Perseroan masih mampu memberikan laba yang cukup tinggi. berupa penurunan biaya produksi per ton batubara swakelola di mulut tambang sebesar 5. and bigger decrease in average selling price. the Company has taken several efficiency measures to cut production costs.96 million tons. For that reason. Perseroan telah melakukan berbagai langkah penghematan melalui program efisiensi produksi. recorded a sharp decline to only 0. Oleh karena itu Perseroan telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi menyambut peluang yang terbuka. Medium-high-calorie coal type BA-63. Perseroan meyakini bahwa harga batubara akan kembali meningkat di tahun 2011. Lihat juga bahasan “Kinerja Keuangan.28 juta ton dari angka sebesar 1. memperbaiki sarana Profitability The Company recorded a profit margin of 29.” penyelesaian beberapa pembangkit listrik skala besar di dalam negeri akan mempengaruhi permintaan dan harga batubara.96 juta ton. around 1 million tons mostly used by steel industry consumers. Coal type BA-67 mostly used by TPPs and other industries. Hasil ini sebagai imbas atas penurunan rata-rata harga jual batubara dipasar domestik hingga sebesar 18%. this reduction did not compensate increases in transport and other operating expenses. Program efisiensi produksi dilaksanakan untuk mengendalikan pengeluaran pada komponen biaya produksi. This was the consequence of an 18% decline in average domestic selling price. dengan mayoritas penggunaan oleh konsumen industri baja.8 juta ton di tahun sebelumnya. Beberapa langkah yang telah dilakukan diantaranya mempersiapkan peningkatan produksi swakelola. seperti disinggung pada bahasan “Prospek permintaan batubara. Penurunan biaya produksi ini juga belum dapat mengkompensasi penurunan rata-rata harga jual yang lebih besar.128 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Tahun 2010 penjualan batubara jenis BA-59 ke pasar ekspor naik 62% menjadi 1. Some of the anticipatory steps taken were increasing swakelola production. Selain karena mulai pulihnya kondisi perekonomian global.79 million tons in 2009.8 million tons the previous year.6%.1%. Menghadapi turunnya harga jual batubara di pasar domestik. Batubara jenis BA-67 yang mayoritas digunakan untuk kebutuhan PLTU dan industri umum lainnya mencatat penurunan tajam. BA-67 and BA-70 are the most popular for export market. However. Jenis batubara kalori menengah-tinggi. In 2010. mostly from bigger sales of BA-59 to China. Sales of coal type BA-70 was relatively stable.3 million tons from 0.8% the year before.” Memperhatikan tren pemulihan perekonomian global maupun nasional sepanjang tahun 2010. Batubara jenis BA-70 mencatat volume penjualan relatif stabil. the Company has taken several steps in anticipation of the coming business opportunities. menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 39.

turun 19% dari tingkat produksi tahun 2009. Gresik and Natar (Lampung). Produksi dan Penjualan Tahun 2010. causing a four-month production stoppage. BRIQUETTE SEGMENT The Company’s briquette business started in 1993 after Coal Briquette Development Project was set up.602 5.615 5.712 tons or down 25% from 22. while non-carbonized briquette is produced in Natar (Lampung) and Gresik.159 22.618 12. This type of briquette has superior qualities like lower volatile matter.867 tons. Production and Sales In 2010. The Company produced two types of briquette.862 % (A : B) 11 104 79 81 BRIQUETTE PRODUCTION (In Tons) Tanjung Enim Plant Lampung Plant Gresik Plant Total Production PENJUALAN BRIKET (Dalam Ton) Pabrik Tanjung Enim Pabrik Lampung Pabrik Gresik Jumlah Produksi 2010 (A) 88 11. yaitu sebesar 22. generating stable and ecofriendly heat (odorless and smoke free). sulphur dan kadar air yang lebih rendah dibandingkan briket nonkarbonisasi sehingga proses pembakaran berlangsung lebih cepat dan mudah. dilanjutkan dengan kegiatan investasi dan mengembangkan beberapa unit produksi di Tanjung Enim.712 2009 (B) 4.229 12. Perseroan merupakan satu-satunya perusahaan di Indonesia yang mampu memproduksi briket karbonisasi. Perseroan hanya berhasil memproduksi briket sebesar 18. Sedangkan briket non-karbonisasi diproduksi di Pabrik Briket Natar (Lampung) dan Gresik. Lihat juga bahasan “Strategi Bisnis 2011” intensifying production efficiency and increasing railway capacity. Currently the Company is the only company in Indonesia capable of producing carbonized briquette. enabling faster and easier burning process. Carbonized briquette is produced in Tanjung Enim factory. Volume penjualan briket juga mengalami penurunan. Carbonized briquette and Non-carbonized briquette.690 ton.142 ton. the Company only managed to produce 18.664 18.690 2009 (B) 3.867 ton.090 7. Produksi briket karbonisasi dilakukan di Pabrik Tanjung Enim.022 16.142 % (A : B) 2 97 85 75 BRIQUETTE SALES (In Tons) Tanjung Enim Plant Lampung Plant Gresik Plant Total Production .004 5. Penurunan volume produksi briket ini dikarenakan relokasi pabrik briket Tanjung Enim dan belum dapat melakukan proses produksi sesuai rencana (rencana mulai produksi bulan Juli namun baru produksi bulan Desember) juga adanya kendala pengurusan izin untuk pabrik Gresik sehingga mengalami stop produksi selama 4 (empat) bulan. sulphur and water content compared to non-carbonized briquette.909 22. Briquette sales volume also dropped to 16.690 tons of briquette. See also discussion on“Business Strategy for 2011” SEGMEN BRIKET Pada 1993 Perseroan memulai usaha briket dengan membentuk Proyek Pengembangan Briket Batubara (P2B2). meningkatkan intensitas pelaksanaan efisiensi produksi dan menyiapkan peningkatan kapasitas angkut batubara melalui kereta. PRODUKSI BRIKET (Dalam Ton) Pabrik Tanjung Enim Pabrik Lampung Pabrik Gresik Jumlah Produksi 2010 (A) 411 12.712 ton atau turun 25% dari penjualan tahun 2009 sebesar 22. but also due to licensing problem in Gresik factory. After investment was made. panas yang dihasilkan stabil serta ramah lingkungan (tidak berbau dan tidak berasap). Gresik dan Natar (Lampung). menjadi 16. Jenis briket ini memiliki kelebihan berupa volatile matter.142 tons in 2009. Jenis briket yang diproduksi oleh Perseroan terdiri dari Briket Karbonisasi dan Briket Non-Karbonisasi. down 19% from 2009 production level of 22. the Company developed several production units in Tanjung Enim. Production plunged not only because Tanjung Enim briquette factory was being relocated and production was delayed by six months.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 129 penunjang.

28 trillion.29 triliun di tahun 2009.953 4.70 trillion the previous year.72 trillion. DOC farms.075 997.70 triliun di tahun sebelumnya.130 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Profitabilitas Tahun 2010. diharapkan konsumen tradisional briket Perseroan.178 423.6% dari posisi Rp8. Sebagai akibat kenaikan laba.054. menjadi Rp2.181 to Rp 1.0%.4% of total current assets.1 trillion.5%.022 6. total assets of the Company as of 31 December 2010 totalled Rp8.2% dari jumlah keseluruhan aset.068 per kilogram. Harga pokok produksi briket berkisar antara Rp1.0% dan persediaan sebesar 6.709. mengingat sebagian gas yang beredar di pasaran juga mendapatkan subsidi.e.6 -2 Cash and cash equivalents Trade receivables (net) Inventories (net) Other current assets Total current assests . sementara harga jualnya berkisar Rp1. Namun demikian. The use of gas in replacement of kerosene grew at a faster pace because gas sold to the public was also subsidized.1 triliun di tahun sebelumnya.391 7. diikuti piutang usaha 15. trade payables 15. Kondisi ini menggambarkan likuiditas Perseroan yang masih baik.783.65 triliun atau 76.5%. yakni peternakan DOC semakin berkembang dan meningkatkan permintaan briket. traditional consumers of the Company’s briquette. due to higher production costs compared to selling prices.645. Total liabilities slighly dropped to Rp 2.2% of total assets. or grew by 7.8 3. sebagai pengganti minyak tanah justru lebih cepat berkembang.78 trillion or 84.28 triliun.0%.130 – Rp2. mengingat posisi tahun sebelumnya adalah sebesar Rp6. seiring dengan peningkatan konsumsi ayam dalam negeri.901 158.78 triliun atau 84.818 per kilogram.459 409. Production costs ranged between Rp1. Description of major balance sheet accounts that caused the changes is presented below: Aset • Aset Lancar Jumlah aset lancar mencapai Rp6.927 6.0% and inventories 6. Profitability In 2010. shareholders’ equity rose 11.181 – Rp1.818 per kilogram.7% menjadi Rp6. The largest portions of current assets were cash and cash equivalents 76.5% lebih rendah dari posisi Rp2.29 trillion in 2009. This condition reflected that the Company’s liquidity was still on the safe level considering that previous year position was Rp6.65 trillion or 76. Bigger use of alternative energy to replace kerosene in small to medium-scale industry did not seem to significantly push the use of briquette.068 per kilogram. ekuitas Perseroan naik 11. or 0.5% lower than Rp 2. Total Kewajiban Perseroan sedikit turun.37 trillion from Rp5.4 7. Selain itu peningkatan kegiatan pengolahan tembakau di Jawa Timur dan Lombok diharapkan membuka pasar baru bagi pemasaran produk briket Perseroan.130 and Rp2. naik 7. akibat harga produksi yang lebih tinggi dari harga jualnya.7% to become Rp6. Assets • Current Assets Total current assets was recorded at Rp6. as chicken consumption increased in the domestic market.505. But still. With higher profit. -24. A larger scale of tobacco processing in East Java and Lombok is expected to open new markets for the Company’s briquette product. while selling prices ranged from Rp1.104 1.72 triliun. continued to grow and increase demand for briquette. 0.3 -33. total aset Perseroan per 31 Desember 2010 mencapai Rp8.37 triliun dari posisi Rp5.6% from the previous year position of Rp 8. Komposisi terbesar aset lancar adalah kas dan setara kas sebesar 76. Perseroan mencatat penurunan profitabilitas segmen usaha briket yakni -24. Peningkatan penggunaan energi alternatif sebagai pengganti minyak tanah pada sejumlah industri kecil dan menengah tampaknya masih belum mendorong peningkatan penggunaan briket secara maksimal. Peningkatan penggunaan energi gas. ASET LANCAR (Dalam Rp Juta) 2010 2009 (%) CURRENT ASSETS (In Million Rupiah) Kas dan setara kas Piutang usaha (bersih) Persediaan (bersih) Aset lancar lainnya (bersih) Aset Lancar 5. TINJAUAN KINERJA KEUANGAN NERACA Seperti tampak pada neraca ikhtisar keuangan.678 171.0 % dari total nilai aset.4% dari jumlah keseluruhan aset lancar.0% of total assets. the Company recorded a low profitability in briquette business segment. Penjelasan atas pos-pos neraca utama yang menyebabkan perubahan tersebut adalah: FINANCIAL REVIEW BALANCE SHEET As presented in the financial highlight. i.

MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 131 Conveyor Belt di Pelabuhan Tarahan Conveyor Belt at Tarahan Port . Net cash from operating activities in 2010 totalled Rp2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sedangkan kenaikan penggunaan dana untuk investasi disebabkan oleh realisasi beberapa kegiatan pengembangan yang telah direncanakan (lihat “Pengembangan Usaha” hal 56).96 trillion.05 triliun atau meningkat sebesar 7. See also elaboration / Changes in Cashflow Cash position in 2010 consisted of cash on hand Rp189 million.8 kali lipat dari tahun sebelumnya sedangkan jumlah kas yang berasal dari aktivitas pendanaan adalah sebesar Rp1. and PT BPD Sumatera Selatan and Bangka Belitung. up 31.Kas dan Setara Kas Posisi kas dan setara kas pada tahun 2010 naik sebesar Rp4. Cash decrease from operating activities was mainly due to smaller amount of revenues received from customers lower selling price.3% from the previous year position that was recorded at Rp4.05 trillion or posting an increase of 7. Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi selama tahun 2010 mencapai Rp2.49 trillion.344.95 miliar. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. while cash generated from financing activities was Rp1. Cash for investing activities reached Rp799.3% dari tahun sebelumnya. The Company’s cash and cash equivalents were placed majority in PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Lihat juga penjelasan / Tabel Perubahan Arus Kas Posisi kas pada tahun 2010 terdiri dari kas di tangan sebesar Rp189 juta.3% dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp4.71 triliun. while increasing amount of cash used for investment was caused by the realization of several business development projects (see Business Development page 56).0 miliar dan sisanya dalam bentuk deposito berjangka sebesar Rp4. Cash used for financing activities increased due to bigger dividend payout for 2009 accounting year and larger allocation of funds for partnership and community development program. melonjak 9.16 billion. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT BPD Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. placed in current accounts. ditempatkan sebagian besar di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.8% from the previous year.Cash and cash equivalents Cash and cash equivalents in 2010 rose Rp4.7 billion to Rp5. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kas dan setara kas Perseroan dalam bentuk deposito. . surging 9.344.8 times from the year before.71 trillion. ditempatkan di rekening giro sebesar Rp93. down 9.49 triliun. Penurunan kas dari aktivitas operasi terutama disebabkan turunnya penerimaan dari pelanggan.95 billion.8% dari posisi tahun sebelumnya. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kenaikan kas dan setara kas tersebut terutama berasal dari hasil operasi tahun 2010. naik 31.2% dari jumlah keseluruhan kas dan setara kas.96 triliun atau sebesar 98. .3% from 2009.0 billion and the rest in time deposits Rp4. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.7 miliar menjadi Rp5. Rp93. Peningkatan penggunaan kas untuk aktivitas pendanaan disebabkan kenaikan pembagian laba atau deviden tahun buku 2009 dan peningkatan alokasi dana bagi kegiatan program kemitraan dan bina lingkungan. turun 9.16 miliar. Sedangkan kas yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp799. This increase came mainly from 2010 operating results.

dropped 33.12% – 2.31 miliar.31 billion.12% – 2.90 miliar.88 miliar atau sekitar 4.3% menjadi sebesar Rp614.3%% to Rp614.85 billion.25%. Persediaan suku cadang tersebut telah dikurangkan dengan penyisihan persediaan usang sebesar Rp43.92 miliar dan piutang usaha ke pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp614.00%.49trillion. Dengan pola penempatan tersebut.26 miliar. Lihat juga Tabel Tingkat Kolektibilitas Piutang dan bahasan Perubahan Arus Kas .Inventories Net inventories at year end of 2010 were Rp423.8% dari posisi di tahun 2009 sebesar Rp1. Inventories increase was controlled to below production increase of 7.73 miliar pada 2009. comprising coal inventories Rp298.8% from 2009 figure of Rp1.5% dari jumlah keseluruhan deposito dengan tingkat bunga antara 5.4% compared to the previous year position of Rp409.68 billion or rose 3.68 miliar atau naik 3.26 miliar dari Rp1. yang terdiri dari piutang ke pihak ketiga sebesar Rp382.85 miliar berupa suku cadang dan perlengkapan lainnya. Piutang usaha ke pihak ketiga turun 13. Trade receivables from third parties decreased 13. . pendapatan bunga secara keseluruhan berjumlah Rp244.26 billion from Rp1.5% of total deposits.73 billion in 2009.063.00%.90 billion. Sparepart inventories were offset by provision for obsolete inventories amounting to Rp43.9 billion in 2010 and trade receivables from related parties declined 42. spareparts and other material inventories Rp124.063.4%.99 trillion. Kenaikan persediaan berhasil ditekan hingga berada di bawah tingkat kenaikan produksi yang mencapai 7. The increase in coal and material inventories was attributable to higher inhouse mining activities and coal production.Persediaan Posisi nilai persediaan bersih pada akhir tahun 2010 adalah Rp423. turun 33.9 miliar pada tahun 2010 dan piutang usaha pada pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa turun 42.99 triliun.22 miliar.74 trillion or approximately 95. dengan tingkat bunga antara 0.4% dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp409.Piutang Usaha Piutang usaha Perseroan pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp0. Kenaikan posisi persediaan batubara dan perlengkapan adalahakibatdarimeningkatnyakegiatanpenambangan swakelola dan naiknya produksi batubara Perseroan.4% as the Company had implemented the integrated coal .30% and 8.26 billion.74 triliun atau sekitar 95.8 billion equivalent or approximately 4.8% Total US Dollar deposits amounted to Rp221.83 billion.5% of total deposits bearing interest rates between 5. With this composition of placement.92 billion and receivables from related parties Rp614.8.73 miliar pada tahun 2009 menjadi Rp382. Untuk . consisting of receivables from third parties Rp382. interest income totalled Rp244. Rupiah denominated deposits were in the amount of Rp4.73 billion in 2009 to Rp382. Sedangkan jumlah deposito dalam Rupiah adalah sebesar Rp4.49 triliun. karena Perseroan telah mulai mengimplementasikan sistem pengelolaan batubara terintegrasi.Trade Receivables In 2010 the Company had trade receivables of Rp0.83 miliar sedangkan sisanya sebesar Rp124.132 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Piutang usaha Perseroan Trade Receivables 33. See Table of Receivables Collectibility and discussion on Changes in Cashflows . terdiri dari persediaan batubara sebesar Rp298.3% from Rp441.25%.22 billion. Jumlah deposito dalam Dolar AS sebesar ekivalen Rp221.30% .5% dari jumlah keseluruhan deposito. bearing interest rates of 0.3% dari Rp441.

net Fixed assets (net) Deferred exploration and development expenditures.076. • Relocation of briquette factory.072 57.8 26.3 trillion.2 32.0 miliar atau naik cukup substansial 106.3 60.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 133 meminimalkan terjadinya risiko kerugian.08 triliun atau naik 60.0%.590 250.30 triliun. Kenaikan terjadi karena adanya penambahan aset tetap tahun 2010 yang sebesar Rp524. sedangkan akumulasi penyusutan bertambah hanya sejumlah Rp49. • Relokasi pabrik briket • Perbaikan prasarana produksi dan pelabuhan.295. .979 187. The Company insured certain fixed assets in various locations. Non-current Assets At yearend 2010 non-current assets of the Company totalled Rp2.9%. • Fixed Assets Net fixed assets of the Company at end of 2010 stood at Rp921. The growth of fixed assets was made possible by the realization of several business development projects and improvements projects.005 327.7 -5.588 2. aset pajak tangguhan sebesar 15. Kenaikan aset tetap adalah akibat realisasi pada beberapa proyek pengembangan dan pembaharuan Perseroan sepanjang tahun 2010 lalu. • Overhaul dan pemindahan BWE system ke areal MTBU. and mining property 9. deferred exploration and development expenditure 15. investment in associated companies 12. net Deferred tax assets. Composition of non-current assets is shown in the following table. Perseroan mengasuransikan persediaan batubara dalam perjalanan serta persediaan perlengkapan dan suku cadang yang ditempatkan di gudang.053 30.3 (in Rp milion) NON-CURRENT ASSETS Investasi pada perusahaan asosiasi Properti pertambangan (bersih) Aset tetap (bersih) Beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan (bersih) Aset pajak tangguhan (bersih) Aset tidak lancar lainnya Aset Tidak Lancar 266.75 billion.542 921. investasi pada perusahaan asosiasi sebesar 12.9% dan properti pertambangan 9.0 billion or grew substantially by 106.754 246. • processing system.21 billion. Perseroan telah mengasuransikan aset tetap tertentu di berbagai lokasi perusahaan. Komposisi terbesar aset tidak lancar adalah aset tetap bersih sebesar 44.7%.187 Investment in associates Mining properties.4 91.4 billion.3%. • Pembangunan sarana produksi di MTBU.21 miliar.7%. diikuti beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan sebesar 15.3% compared to the previous year amount of Rp1.4 miliar. Major non-current assets are net fixed assets 44.0%. The increase was caused by fixed assets increase in 2010 of Rp524. • Aset Tidak Lancar Jumlah aset tidak lancar Perseroan pada akhir tahun 2010 mencapai Rp2.08 trillion or increased 60. • Construction of MTBU production facilities. while accumulated depreciation increased only by Rp49.620 199.8%.75 miliar.560 316. the Company insured coal inventories in transit and spareparts and materials stored in the warehouses. ASET TIDAK LANCAR (dalam Rp juta) 2010 2009 % 117.8%. • Renovation of production infrastructure and port.107 1.2% from the previous year position of Rp446. deferred tax assets 15. • Overhaul and relocation of BWE system to MTBU area. Komposisi aset tidak lancar seperti tercantum pada tabel berikut.2% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp446. net Other non-current assets Non-current assets • Aset Tetap Aset tetap bersih yang dimiliki Perseroan pada akhir tahun 2009 tercatat sebesar Rp921.3% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1.3%.8 106. To minimize loss. yakni meliputi diantararanya: • Pembangunan PLTU 3 x 10 MW di Tanjung Enim. among others: • Construction of 3 x10 MW TPP in Tanjung Enim.746 122.063 446.

28 triliun atau dari Rp 2. Total non-current liabilities amounted to Rp1. declined from Rp199. either in exploration and development stage or in operating stage.13 triliun atau 49. Nilai tersebut diperoleh setelah Perseroan mengakuisisi 51% saham IPC dengan jumlah pembayaran sebesar 17.54 miliar. accounting for 49.Deferred Exploration and Development Expenditure Total deferred exploration and development expenditure less amortisation at end of 2010 was recorded at Rp327.2% akibat realisasi proyek pengembangan.54 billion. Aset Tetap Fixed assets 106. Kewajiban Jumlah total kewajiban Perseroan pada tahun 2010 turun sebesar 0. masing-masing senilai Rp35.29 trillion the year before.4 billion and Rp40.15 triliun atau 50.56 billion or went up 32. Total current liabilities stood at Rp1. This expenditure was the cost of exploration and development of new mines.06 billion in the previous year. Beban tersebut merupakan biaya eksplorasi dan pengembangan tambangtambang baru. baik yang masih dalam tahap eksplorasi dan pengembangan maupun yang telah memasuki masa produksi.29 triliun pada tahun sebelumnya. Increase in exploration expenditure was related to the realization of several business development projects. Liabilities Total liabilities of the Company in 2010 dropped 0.59 billion. Peningkatan akun beban eksplorasi terjadi sehubungan dengan realisasi kegiatan pengembangan Perseroan. costing Rp35.85 juta dollar.134 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN . Kenaikan jumlah beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan pada tahun 2010 terutama disebabkan adanya penyiapan lokasi penambangan di MTB dan Banko Tengah. Breakdown of liabilities at end 2010 is as follows: .8% from the previous year amount of Rp246.56 miliar atau naik sebesar 32. This amount was achieved after the Company acquired 51% of IPC shares worth US$17. Increase in deferred exploration and development expenditure in 2010 was mainly due to preparing MTBU and Banko Tengah mining sites. Jumlah kewajiban lancar sebesar Rp1.5 billion respectively.28 trillion from Rp 2. . .9 billion from previous shareholders PT Mega Raya Kusuma (PTMRK) and PT Rajawali Corpora (PTRC).5% menjadi Rp2.13 trillion. turun dari posisi sebesar Rp199.4 miliar dan Rp40. Untuk beban ditangguhkan yang telah memasuki tahapan produksi dilakukan amortisasi dengan metode unit produksi. Penurunan terjadi karena IPC telah memproduksi batubara secara komersial.9 miliar dari pemegang saham lama PT Mega Raya Kusuma (PTMRK) dan PT Rajawali Corpora (PTRC).85 million.Properti Pertambangan Properti pertambangan pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp187.3% of total liabilities.5% to Rp2.15 trillion or 50. due to realized development projects. . Sedangkan jumlah kewajiban tidak lancar sebesar Rp1.3% dari jumlah keseluruhan kewajiban.7% dari jumlah keseluruhan kewajiban. Deferred expenditure in production stage is amortised by production unit method.7% of total liabilities.59 miliar.06 miliar di tahun sebelumnya.8% dari jumlah tahun sebelumnya yang sebesar Rp246. Some big exploration expenditure was related to the preparation of MTBU production for inhouse mining operations with BWS system. Rincian posisi kewajiban Perseroan per 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut. atau setara dengan Rp163.Beban Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan Jumlah beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan setelah dikurangi amortisasi pada akhir tahun 2010 tercatat sebesar Rp327. The decrease occurrs because IPC has commenced commercial production. or equivalent to Rp163.Mining Property Mining property in 2010 recorded an amount of Rp187.5 miliar. Beberapa kegiatan eksplorasi yang memerlukan biaya cukup besar adalah persiapan produksi di MTBU untuk operasional tambang swakelola menggunakan BWE system.

4%.3 -0. sewa alat berat dan jasa angkutan laut.1% and provision for environmental management 1.281. sewa alat berat. jasa angkutan kereta api.025 8.37 billion the previous year.8 11.37 miliar pada tahun sebelumnya. yakni menjadi sebesar Rp1. production fee.828 1. However.2 -54.343 308 1. higher fuel prices raised railway services and third party (mining contractor) services costs.Provision for employee benefits Other current liabilities Current Liabilities .699 151.723 2.512 6. diikuti hutang pajak sebesar 17.366. hutang usaha sebesar 6.230 13. Namun demikian seiring dengan naiknya BBM.832 2.2%.Accrued Expenses In 2010 accrued expenses were recorded at Rp748.736 8.836 13. Kewajiban tersebut terdiri dari kewajiban yang timbul atas iuran produksi.235 197.478 1.4%. demourage fine.Penyisihan reklamasi lingkungan dan penutupan tambang .740 84.9% standing at Rp1.722. jasa angkutan kapal laut.500 % 25.792 26. heavy equipment rent and shipping and freight. trade payables 6.5 LIABILITIES AND EQUITY (in million Rp) Trade payable Accrued expenses Taxes payable Short-term bank loan Current maturities of longterm liabilities 37. .266 774 911.521 69.2%. or decreased 5. jasa pihak ketiga.097 789.Biaya Yang Masih Harus Dibayar Biaya masih harus dibayar pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp748. Decrease of accrued expenses was mainly caused employee expenses.728 23.578 15.372 8.2%. • Current Liabilities In 2010 current liabilities decreased 16.7 7.9 .701. Komposisi terbesar kewajiban lancar adalah biaya yang masih harus dibayar sebesar 65.858 7.908 61. third party services. iuran produksi.Penyisihan beban pengelolaan lingkungan hidup .2%. provision for employee benefits 6. taxes payable 17.9 .380.466 5. Penurunan biaya yang masih harus dibayar terutama disebabkan oleh turunnya biaya pegawai.38 triliun di tahun 2009.15 trillion from Rp1.133.1 -1. jasa dermaga.Penyisihan imbalan kerja Kewajiban Lancar Lainnya Kewajiban Lancar Kewajiban jangka panjang setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun .209 57. heavy equipment rent.5 -7.2%.Provision for environmental reclamation and mine closure .Provision for employee benefits Provision for Ombilin Open Mine Closure after deduction of Current Maturities of Long-Term Liabilities 174. This account comprised production fee.9 -5.2 .2 24.9 %.292.Penyisihan manfaat pensiun dan kesejahteraan karyawan Penyisihan Beban Penutupan Tambang Terbuka Ombilin Setelah Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun . shipping and freight. This account consisted of accrued expenses 65. turun sebesar 5.2%.7 -16.2% dari Rp789.072 759.2% from Rp789. denda keterlambatan kapal serta bonus pegawai dan tantiem tahun buku 2010.24 billion.Provision for environmental reclamation and mine closure . railway services.1% dan penyisihan untuk pengelolaan lingkungan hidup sebesar 1.147.3 -60.38 trillion in 2009. . .369 431.24 miliar.7 22. menyebabkan kenaikan pada sub-akun biaya jasa angkutan kereta api dan kenaikan pada biaya jasa pihak ketiga (kontraktor penambangan).5 -11.Lainnya Kewajiban tidak lancar Jumlah Kewajiban Hak Minoritas Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 2010 73.156 748.294 2009 58.451 74. coal handling at port.078.Others Long-term liabilities Total Liabilities Minority Interest Equity Total Liabilities and Equity • Kewajiban Lancar Kewajiban lancar Perseroan pada tahun 2010 turun sebesar 16.Longterm liabilities net of current portion 959.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 135 KEWAJIBAN DAN EKUITAS (dlm Rp juta) Hutang usaha Biaya yang masih harus dibayar Hutang pajak Pinjaman bank jangka pendek Bagian kewajiban jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun .15 triliun dari posisi Rp1. Penyisihan imbalan kerja 6. and employee expenses and tantiem for 2010 accounting year.

3% from Rp151. Jumlah hutang usaha pada tahun 2010 naik 25.6% dan penyisihan reklamasi lingkungan dan penutupan tambang sebesar 15. Non-current Liabilities This year non-current liabilities increased 24.3% dari total kewajiban tidak lancar.100 per ton batubara.082 to Rp4.16 billion from Rp58. rehabilitasi dan penutupan tambang lainnya yang semula Rp4.Penyisihan Reklamasi Lingkungan dan Penutupan Tambang Jumlah penyisihan untuk reklamasi lingkungan dan penutupan tambang pada tahun ini naik menjadi Rp174.Provision for Environmental Reclamation and Mine Closure Total provision for environmental reclamation and mine closure in 2010 rose to Rp174.7% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp5.Provision for Employee Benefits The Company calculates employee benefits according to accounting standard PSAK No. .133. menjadi Rp1.4% dari tahun sebelumnya. This growth was contributed by net profit of Rp2. Total trade payables in 2010 rose 25.34 miliar atau naik 15. . Jumlah penyisihan untuk manfaat pensiun dan kesejahteraan karyawan pada tahun ini naik 26.27 billion in 2009.Taxes Payable Taxes payable declined 54.34 billion or up 15.Hutang Usaha Hutang Usaha merupakan kewajiban yang timbul karena adanya pembelian barang dan jasa kepada pihak ketiga dalam rangka menjalankan operasional perusahaan.72 billion.79 miliar.3% dari Rp151. Total provision for retirement benefits and employee benefits this year increased 26. . Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan produksi sebesar 7. .0 trillion. dengan komposisi penyisihan untuk imbalan kerja sebesar 84. menjadi tinggal sebesar Rp197.3% of total non-current liabilities.Hutang Pajak Jumlah hutang pajak 2010 turun sebesar 54.1% from 2009 amount of Rp431.082 menjadi Rp4.9% menjadi Rp73.84 billion in 2010 due to lower profit in the current year.Penyisihan Imbalan Kerja Perseroan menerapkan PSAK Nomor 24 (revisi 2004) tentang Imbalan Kerja dalam memperhitungkan manfaat karyawan.37 trillion from Rp5. kenaikan tarif biaya restorasi.133. Kenaikan ini disebabkan adanya laba bersih tahun berjalan sebesar Rp2. .79 billion.3% dibandingkan tahun sebelumnya. Equity In 2010 total equity increased 11.2% to Rp959. higher other costs of restoration.27 miliar pada tahun sebelumnya.1% dibandingkan tahun 2009 yang sebesar Rp431.2% menjadi Rp959.100 per ton of coal.136 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN .3% from 2009 to reach Rp1. This increase was mainly due to production increase of 7. rehabilitation and mine closure from Rp4. Kenaikan terjadi karena adanya peningkatan aktifitas produksi.23 miliar.4% from the previous year.37 triliun. Retirement benefit that was discontinued 31 December 2008 was based on independent actuarial assessment using projected unit credit method.70 triliun menjadi sebesar Rp6. 24 (revised 2004) on Employee Benefits.23 billion to Rp197. .70 trillion the previous year.07 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp759.84 miliar.9% to Rp73. . Manfaat pensiun yang berakhir sejak 31 Desember 2008 dihitung berdasarkan penilaian aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.Trade Payables Trade payables are payables incurred due to purchase of third party goods and services in the normal course of business operations.10 billion in the previous year due to higher production activity.7% to Rp6.07 billion compared to the preceding year amount of Rp759.72 miliar.6% and provision for environmental reclamation and mine closure 15. • Kewajiban Tidak Lancar Kewajiban tidak lancar pada tahun ini meningkat sebesar 24. Penurunan hutang pajak (PPh-29) terjadi karena penurunan pencapaian laba tahun berjalan. • .10 miliar di tahun sebelumnya. with provision for employee benefits accounting for 84.16 miliar dibandingkan Rp58. Ekuitas Pada tahun 2010 terjadi peningkatan total ekuitas sebesar 11.0 triliun.

352) 3.6% and coal purchase 6.002 (1.9 -35. royalti 11.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 137 PERHITUNGAN LABA .10 trillion in 2009.599.154 (4.158 301.8% dari Rp4.7 thousand per ton in the current year.26 trillion. royalty 11.184 % -11.295.7 b/d 82.7 88.5% from average Rp714. posting a growth of 3. Income decreased although sales volume grew 3.219 8.475 7.008) 2.RUGI PERHITUNGAN LABA RUGI (dlm Rp juta kecuali laba bersih per saham) Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Beban Usaha Laba Usaha Penghasilan Lain-lain (bersih) Bagian rugi bersih dari perusahaan asosiasi Laba Sebelum Pajak Penghasilan Beban Pajak Penghasilan (bersih) Hak Minoritas atas Rugi/(Laba) Bersih Anak Pers Konsolidasian Laba bersih Jumlah saham beredar (juta lembar) Laba bersih per saham 2010 7.011.039 (3.650 (600.585 2.6% dan pembelian batubara 6. net Share in net loss of associate Profit before income tax Income tax expense Minority interest in net loss/(income) of subsidiary Net income Number of shares (million) Earnings per share Penjualan Pendapatan usaha Perseroan yang terdiri dari penjualan batubara dan briket batubara pada tahun 2010 mencapai Rp7.6% dari Rp8.762.7 66 -30.060 b 613.921.3 91.258.947. Komposisi terbesar beban pokok penjualan adalah jasa angkutan kereta api.8 -24.891 2.8% from Rp4.91 triliun.1 6. During the period. The largest portions of this account are railway services 33. sewa alat berat 7. harga rata-rata batubara turun sebesar 14. 2009 PENDAPATAN INCOME (Ribu Rp) (Thousand Rp) % URAIAN INCOME (Thousand Rp) HARGA JUAL RATA-RATA (Ribu Rp/Ton) HARGA JUAL RATA-RATA (Ribu Rp/Ton) AVERAGE SELLING PRICE AVERAGE SELLING PRICE DESCRIPTION (Thousand Rp/ tons (Thousand Rp/ tons a Domestik Ekspor Jumlah / Rata-rata 5.7 ribu per ton pada tahun ini.7% from 12.6 thousand per ton in 2009 to Rp610. mining fee 18.954 2. as shown in the following table. cost of sales was recorded at Rp4. wages and welfare 12.3 85.565) 2.124 c 745. employee salaries.9 97.3%.593) 2.304 872 STATEMENT OF INCOME STATEMENT OF INCOME 2009 8.95 juta ton pada tahun 2010.0% dari total keseluruhan beban pokok penjualan.032.4%. ditunjukan pada tabel berikut.650.057 (5.6 ribu per ton pada 2009.6 d a/c 83.6 3.7 714.26 triliun.48 million tons in 2009 to 12.0%.3%.905 2. Pada periode tersebut.854 (4.1 658.48 juta ton pada tahun 2009 menjadi 12.713) 9.304 1. turun 11.727.91 trillion or dropped 11.8 -26.909.304.95 trillion in 2009.909.988) 3.1 38.346.6% from Rp8. menjadi Rp610.315 217. hanya naik sebesar 3. except earnings per share) Sales Cost of sales Gross profit Operating expenses Operating income Other income.95 million tons in 2010.6 3.7% dari 12. Cost of Sales During 2010.3%. .166 (1.046. sebesar 33.888.4%.10 triliun pada tahun sebelumnya.734 2.3 601.9 -41. Pendapatan dan Harga Jual Rata-rata Batubara Income and Average Selling Price of Coal 2010 PENDAPATAN (Ribu Rp) Operating Income In 2010 the Company earned operating income from sales of coal and briquette totalling Rp7.5 Domestic Export Total / Average Beban Pokok Penjualan Beban pokok penjualan pada periode ini tercatat sebesar Rp4.0% of total cost of sales.8 -26.553 (1.675) (1. average selling price of coal dropped 14.0%. jasa penambangan sebesar 18.4 (in Rp million. upah dan kesejahteraan karyawan sebesar 12.95 triliun pada tahun sebelumnya.5% dari rata-rata Rp714.548. diikuti gaji.238) 3. heavy equipment rent 7.841.008. Pendapatan turun kendati volume penjualan Perseroan meningkat 3.104.301) 4.7 609.3%.843.

2 Sewa Alat Pemb.24 billion.422.31 December 2010.1 5.Beban angkutan kereta api naik menjadi Rp1. .5% increase from 2009 amount of Rp410. Tariff of railway transport from Tanjung Enim to Tarahan increased from Rp287 to Rp305 per ton km excluding VAT during 1 January . Selanjutnya terhitung dari 15 Maret 2010 -31 Desember 2010 menjadi Rp325 per ton km tidak termasuk PPN.5% dibandingkan tahun 2009 sebesar Rp410.5 18.8 (Dalam %) (In %) 20.E/35/DJB/2009 dari ESDM.0 % dan kenaikan tarif angkutan.47 billion. While from Tanjung Enim to Kertapati increased from Rp394 to Rp420 per ton km for period of 1 January – 14 March 2010 and to Rp446 per ton km during 15 March . meningkat 14.6 12. Tarif angkutan kereta api dari Tanjung Enim ke Tarahan naik dari Rp287 menjadi Rp305 per ton km tidak termasuk PPN untuk periode 1 Januari -14 Maret 2010. and to Rp325 per ton km during 15 March . 32.Cost of railway services rose to Rp1. . or a 14.4 Angkutan KA Jasa Tambang Gaji Upah & Lainnya Royalti 2010 10.85 miliar. .232. Selanjutnya terhitung dari 15 Maret 2010 . kecuali melalui proses negosiasi yang cukup ketat dengan pihak PT KAI. excluding VAT. Sebagian tarif jasa penambangan ditetapkan dalam mata uang US dollar. Selain itu ada pengaruh penguatan nilia tukar rupiah terhadap US dollar. Hal ini diakibatkan oleh adanya perubahan perhitungan dasar pengenaan tarif royalti sesuai Surat Edaran No.5% dibandingkan tahun 2009 yang tercatat sebesar Rp1.3 Alat & Suku Cadang Lainnya • Kenaikan beban pokok penjualan terutama terjadi pada: .85 billion.2 12.31 Desember 2010 menjadi Rp446 per ton km tidak termasuk PPN. yakni terjadinya peningkatan volume angkutan sebesar 3. Batubara BBM dan Pelumas 10. 32. This was due to a change in royalty calculation to complied with SOE Ministry Circular No.2 33. • Increase of cost of sales mainly occured in the following: .5% compared to 2009 figure of Rp1.03 billion due to decreased overburden removal by mining contractor. Sedangkan dari Tanjung Enim ke Kertapati naik dari Rp394 menjadi Rp420 per ton km tidak termasuk PPN untuk periode 1 Januari -14 Maret 2010. excluding VAT.0%) and increase in transport tariff.138 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Beban Pokok Penjualan Komposisi beban pokok penjualan Cost of sales composition 4. .7 5.24 miliar. .Mining services fee decreased 6. karena dua hal. meningkat 15.E/35/ DJB/2009.5 6.422.9 5.9 6. coupled with the strengthening rupiah exchange rate against US dollar.31 December 2010.0 30.232.Jasa penambangan turun 6.5 2009 3.0% to Rp781.3 3.Royalty and retribution rose to Rp470.83 miliar.83 billion.6 6.14 March 2010.0% menjadi sebesar Rp781. The Company was not in a position to control these tariffs except by holding intensive negotiations with PT KAI.1 2. Perseroan tidak bisa melakukan kontrol penuh atas biaya ini.47 miliar. representing an increase of 15. caused by increase in transport volume (3.Beban royalti dan retribusi naik menjadi Rp470. Part of mining services fee was denominated in US dollar.03 miliar karena adanya penurunan jumlah volume galian yang dipindahkan oleh kontraktor penambangan.

03 miliar akibat pembelian batubara oleh PT IPC.Land and property tax jumped 156. such as fuel.34 billion.80 triliun di tahun 2009 menjadi Rp 1.62 billion to Rp257. biaya sewa alat berat dan biaya listrik yang berada di luar kendali-nya.Beban bahan bakar dan pelumas meningkat 27. Agar dapat menjaga tingkat profitabilitas operasional.79 trillion.80 trillion to Rp1.3% from Rp19. namun biaya produksinya sama dengan biaya batubara kalori lebih tinggi.Rent of heavy equipment. akibat bertambahnya jumlah peralatan yang disewa akibat peningkatan kegiatan produksi.0 miliar.6% from Rp236. meningkat 22.Beban pembelian batubara meningkat 8.9 miliar menjadi sebesar Rp51. turun 5. The Company has constructed several development projects and finalized land clearance for those projects. Rata-rata kenaikan harga BBM sepanjang tahun 2010 adalah sebesar 10. Perseroan telah melakukan pembangunan sejumlah proyek pengembangan dan melakukan proses pembebasan lahan untuk berbagai proyek tersebut. .63% from Rp1. seperti harga BBM.6% dari Rp236.05 million tons in 2009.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 139 . In addition to these increases.8% from 2009 that stood at Rp262. Perseroan menghadapi kecenderungan peningkatan harga berbagai komponen penunjang kegiatan operasional perusahaan.3 billion to Rp157. biaya angkutan.62 miliar menjadi sebesar Rp257. Dalam program efisiensi tersebut.64 million tons.5% from 5. up 11.Beban sewa alat berat. (Lihat kembali bagian ”Peningkatan Efisiensi Operasional”).34%. the Company was also facing consumers’ inclination towards cheaper lowcalorie coal with the same production cost. Impact of efficiency program to cost of sales In 2010.Pajak bumi dan bangunan meningkat cukup tinggi.46 miliar.4% of total Rp123. Perseroan meningkatkan kegiatan penambangan swakelola menjadi 5. naik 11. transportation. Perseroan juga harus menghadapi kecenderungan penggunaan batubara kalori rendah yang harga jualnya lebih rendah.3 miliar menjadi sebesar Rp157.1 miliar. • Pengaruh program efisiensi terhadap beban pokok penjualan Pada tahun 2010. vehicles and equipment rose to Rp322. Akibatnya total biaya produksi. The increase was due to heightened activity in inhouse mines and higher price of fuel and lubricant. • .9 billion to Rp51. which were all beyond its control. . . In 2010 efficiency program. Higher demand for coal also intensified competition among mining companies which caused domestic selling price to drop. because more equipment were rented as a consequence of production volume increase. posting an increase of 22. heavy equipment rent and electricity expenses. Throughout the year fuel price rose with an average of 10. Disamping kenaikan harga komponen penunjang tersebut. Resulting total production lower by 5. To maintain profitability.79 triliun di tahun 2010.63% dari sebesar Rp1.1 billion. as a consequence of production increase.34%.Fuel and lubricant purchase rose 27.5% dari 5. adalah akibat peningkatan produksi.Coal purchase went up 8. Perseroan melaksanakan program efisiensi yang secara umum ditujukan untuk menekan biaya operasional yang berada dalam kendalinya.0 billion. . Penyebab kenaikan ini adalah meningkatnya aktifitas penambangan swakelola dan naiknya bahan bakar serta pelumas.46 billion. .34 miliar.05 juta ton di tahun sebelumnya. kendaraan dan peralatan naik menjadi Rp322. the Company increased its production to 5. . Membaiknya permintaan batubara juga meningkatkan persaingan dengan sesama perusahaan tambang yang berakibat harga jual di pasar domestik relatif tertekan.03 billion resulting from purchasing PT IPC.64 juta ton. the Company carried out efficiency program to cut operating expenses which are within its control (See ”Operational Efficiency Improvement”).8% dibandingkan dengan tahun 2009 yang tercatat sebesar Rp262.3% dari Rp19. . 156.4% dari total sebesar Rp123. the Company was challenged by rising prices of auxiliary components of its operating activities.

hanya mengalami kenaikan sebesar 27.Sparepart and material cost dropped 34. walaupun rata-rata harga BBM dan pelumas meningkat 14%. The decrease was attributable to the efficiency program that was carried out consequently by all PTBA personnel.0 billion to Rp38.4 billion as a result of the integrated routine maintenance system. inhouse coal production increased 11. • Beban Usaha Beban Usaha Perseroan terdiri dari Beban Umum dan Administrasi.5 miliar dari sebesar Rp695.8% to Rp1.6% from Rp174. dari Rp1. produksi batubara swakelola naik 11.4 miliar. • Operating Expenses The Company’s operating expenses comprised general and administrative expenses. sekalipun kegiatan operasional swakelola meningkat.Electricity cost declined 6. including: . .Biaya suku cadang dan bahan turun 34.35 trillion from Rp1.Biaya listrik turun 6.Biaya pemakaian BBM dan pelumas dapat dikendalikan.6% menjadi Rp663.8 billion to Rp114. The more efficient inhouse mining encouraged the Company to intensify its participation in meeting customers’ demand.8 miliar menjadi sebesar Rp114.3% dari Rp41.4 billion as a result of reduced electricity usage campaign at all levels of the organization. Operating efficiency through improved work system (among others optimization of back filling.4%. Sparepart and material inventory was also managed at reasonable level although inhouse operations also increased. sebagai hasil penerapan sistem perawatan rutin terintegrasi.35 triliun.3 miliar di tahun 2009.Fuel and lubricant cost was managed at a low level. back filling.5% dan adanya penambahan jumlah peralatan produksi swakelola sebesar 60%.140 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Biaya suku cadang dan bahan Spare-part and material expense 34% Several accounts in the Company’s books showed the impact of efficiency program.5 billion from Rp695.4 miliar. General and administrative expenses decreased 4.6% to Rp663.5% and inhouse production equipment surged 60% due to new addition. sebagai hasil kampanye penghematan atas pemakaian listirk pada seluruh jajaran. Beberapa akun dalam pembukuan Perseroan yang menunjukkan pengaruh pelaksanaan program efisiensi yang dijalankan diantaranya mencakup: .3% from Rp41. inside dump.8% menjadi Rp1. Beban Umum dan Administrasi pada tahun 2010 turun sebesar 4. Operating expenses in 2010 increased 3. Penurunan sub-akun tersebut salah satunya adalah hasil pelaksanaan program efisiensi yang dijalankan dengan konsekuen oleh seluruh jajaran Perseroan. Efisiensi operasional melalui perbaikan sistem kerja (diantaranya: optimalisasi pelaksanaan .30 triliun pada tahun 2009. sehingga kebutuhan suku cadang dan bahan dapat ditekan pada tingkat yang optimal.30 trillion in 2009. Persediaan suku cadang dan bahan juga dapat ditekan pada tingkat yang wajar. Beban Penjualan dan Pemasaran serta Beban Eksplorasi. scheduled maintenance of main production equipment) also helped reducing fuel consumption.3 billion the previous year. and only increased 27.6% dari Rp174.4%. and exploration expenses. . although fuel and lubricant price rose 14%. Beban Usaha pada tahun 2010 hanya meningkat 3. selling and marketing expenses. . so that sparepart and material requirement may be maintained at optimal level. . perawatan terencana peralatan produksi utama) turut mambantu menekan konsumsi BBM.0 miliar menjadi Rp38. Kegiatan penambangan swakelola yang semakin efisien membuat Perseroan berencana meningkatkan perannya dalam memenuhi permintaan batubara dari para pelanggan. pelaksanaan inside dump.

Lampung Coal loading activity at Tarahan Port.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 141 Kegiatan pengangkutan batubara di Pelabuhan Tarahan. Lampung .

53 miliar dari nilai sebesar Rp578. the Company was able to control expenditures so that certain expenses were reasonably cut down. Hal ini tercermin dari perolehan laba usaha yang turun sebesar 35. Beberapa biaya yang menunjukkan hal ini adalah misalnya pada biaya listrik.3 663.1 09 23. fuel & lubricant. ditengah peningkatan aktifitas perusahaan.6% growth in exploration costs from Rp21. penerimaan atas sewa fasilitas dermaga Teluk Bayur sebesar Rp22. Perseroan juga mencatat kenaikan pada biaya eksplorasi sebesar 8. Sewa kendaraan dan peralatan memberi porsi kenaikan tertinggi. This increase was caused by increase in shipping and freight. employee salaries. below production growth of 7. Penyebabnya adalah naiknya biaya jasa angkutan kapal. di bawah kenaikan produksi batubara Perseroan yang sebesar 7. Selling and marketing expenses increased 14% to Rp659.142 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 1.76 miliar di tahun sebelumnya.16 miliar dan keuntungan dari program penjualan kembali saham Perseroan (dari program pembelian kembali saham Perseroan pada tahun 2008) sebesar Rp48.16 billion.55 trillion in 2009 to Rp2.13 billion to Rp22. This cost efficiency was reflected in electricity. Laba Secara umum kinerja Perseroan di sepanjang tahun 2010 terpengaruh oleh turunnya harga jual batubara Perseroan di pasar domestik yang cukup signifikan.6% dari Rp21.76 billion a year earlier.31 billion. as reflected in operating profit decrease of 35.04 miliar pada tahun 2009.346. in spite of increased activities. • • Profit The Company’s overall performance throughout 2010 was impacted by falling coal prices in domestic market.4% Sedang beban penjualan dan pemasaran meningkat sebesar 14% menjadi Rp659.0 Beban Eksplorasi Exploration Expenses Beban Umum dan Administrasi General and Administrative Expenses 21. Peningkatan tersebut disebabkan oleh beberapa hal. .7 billion.30 triliun. The Company also recorded a 8. and gain on resale of the Company’s shares (from buy-back program in 2008) amounting to Rp48.31 miliar.06 billion from Rp217.04 billion in 2009.7 miliar. The growth was due to a few reasons: The Company earned a bigger interest on fund placement up to Rp244. upah dan kesejahteraan karyawan serta kenaikan pada sewa kendaraan dan peralatan. • Besides cost reduction. receivables from rent of Teluk Bayur pier of Rp22. wages and welfare.2% dari Rp3.2% from Rp3.7% to Rp301.95 miliar di tahun 2010. and business trips which rose 3%-6%. • Penghasilan (Beban) Lain-lain Penghasilan lain-lain (net) pada tahun 2010 naik 38. Perseroan berhasil mengendalikan jumlah pengeluaran.13 miliar menjadi sebesar Rp22.53 billion from Rp578. and heavy equipment and vehicle rent. Heavy equipment and vehicle rent contributed the most up to 152% reaching Rp32 billion due to increased production.5 Komposisi beban usaha Operating expenses composition 578. diantaranya: peningkatan pendapatan bunga atas penempatan dana hingga sebesar Rp244.8 659. hingga sebesar 152%.2 695.0 Beban Penjualan & Pemasaran Sales and Marketing Expenses 10 Selain penurunan biaya.55 triliun pada 2009 menjadi Rp2. biaya gaji. Other Income (Expenses) Other income (net) in 2010 grew 38.06 miliar dari Rp217. BBM dan pelumas serta biaya perjalanan dinas yang secara merata hanya naik sekitar 3-6%.7% menjadi Rp301.95 billion in 2010. sehingga kenaikan biaya-biaya tertentu berhasil ditahan pada tingkat yang wajar.30 trillion.295. menjadi sebesar Rp32 miliar karena naiknya kegiatan produksi.5 1.4%.

4% dibandingkan dengan tahun 2009.729.308 2.871) (91.086 103.3 100 100 -100 100 976.371.549) (1.274) 1.184 per saham.1 25. serta segera beroperasinya BWE system di MTBU. Pada tahun 2010 laba bersih per saham Perseroan tercatat sebesar Rp872 per saham. Turunnya laba bersih akhirnya berpengaruh pada turunnya laba bersih per saham.742) (4.4 39. Perseroan berkeyakinan bahwa program efisiensi (cost reduction program) yang telah dicanangkan akan memberikan dampak positif pada kinerja Perseroan di tahun-tahun mendatang. However. but it was not enough to compensate falling average selling prices. sebesar Rp1.083.787) (74.000) (149.252. As previously described.73 triliun pada 2009 menjadi Rp2.6 4.1 -9.606.210 -4.084 2. Perseroan sebetulnya telah berhasil menurunkan biaya produksi per ton batubara. This confidence is backed by the progress of constructing mine mouth 3 x 10 MW TPP for own purpose.8 (489.0 295.794 8. turun 26.235) 244.73 trillion in 2009 to Rp2. as well as the forthcoming operation of BWE system at MTBU mine.2 -30.0 trillion in 2010.408) (23. In 2010 net earning per share of the Company was Rp872 per share showing a slump of 26.283 (581.2 -100 22. Keyakinan ini didukung oleh progress pembangunan PLTU 3 x 10 MW di mulut tambang untuk penggunaan sendiri yang akan segera beroperasi dan akan berakibat pada semakin menurunnya biaya BBM dan listrik.694 130. Namun angka penurunan ini belum dapat mengkompensasi penurunan rata-rata harga jual batubara Perseroan yang cukup besar.858 (70.4% from Rp1. biaya angkutan laut dan royalti.373) 2.184 per share in 2009. which will soon operate and reduce fuel and electricity cost. Another factor that caused the net profit to drop was higher railway and sea transportation cost as well as royalty. Hal lain yang mengakibatkan turunnya laba Perseroan adalah naiknya komponen biaya transportasi angkutan batubara (kereta api).791 200.800. coal production cost per ton was actually slashed. ARUS KAS (dalam Rp juta) CASH FLOW (in million Rp) 2010 2009 % URAIAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI: Penerimaan dari pelanggan Penerimaan operasional lainnya Pembayaran royalti Pembayaran kepada pemasok dan karyawan Pembayaran pajak Penerimaaan klaim pajak Penerimaan bunga Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI : Perolehan aset tetap Pembayaran atas beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan Penerimaan dari penjualan aset tetap Perolehan aset keuangan yang tersedia untuk dijual Akuisisi tambahan kepemilikan anak perusahaan Penambahan investasi kepada perusahaan asosiasi Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi DESCRIPTION CASH FLOW FROM OPERATING ACTIVITIES: Cash receipt from customers Cash receipt from other operations Payment of royalties Cash paid to suppliers and employees Payment for taxes Tax refund Interest receipt Net cash from operating activities CASH FLOW FROM INVESTING ACTIVITIES: 8.7% dari Rp2. Operating profit decline resulted in net profit decrease of 26.0 Payment for fixed assets Payment of deferred exploration and development expenditures Proceeds from sale of fixed assets Payments for available for sale financial assets Acquisition of additional shares of subsidiary Acquisition of shares in associated companies Net cash used in investing activities .924) (799. the Company is confident that cost reduction program that is already in place will positively impact future business results.160) (41.932 (416.223) 1.760.514) (874.761) (4. Net profit drop consequently cut down net earning per share.0 triliun pada 2010.079) (9.7% from Rp2.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 143 Penurunan laba usaha ini diikuti dengan turunnya laba bersih Perseroan sebesar 26.489. seperti diuraikan di atas.

7 miliar.041.942 3.800.252. penerimaan operasional lain sebesar Rp130. other operating income Rp130. pemindahan 2 unit BWE system dan 1 unit spreader dari lokasi TAL ke MTBU dan penambahan setoran modal pada perusahaan asosiasi.024. naik 542% dari angka sebesar Rp17 miliar di tahun 2009.0 54.489.709.8 31. relocating two BWEs and one spreader from TAL to MTBU site.” hal 37 dan “Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.252.108) (1.720 4.2 miliar dari angka sebesar Rp74. hingga 976% menjadi sebesar Rp799.7 541. The biggest cash expenditure for operating activities was suppliers and employees expenses totalling Rp4. The Company recorded an increase in expenditure as the Company paid out dividend up to Rp228.69 billion (See note “Income”). See also “Capital Expenditure” page 147 The Company did not use borrowed funds in all its investment in 2010.28 miliar dan pendapatan bunga Rp244.8 billion in 2009 Cashflow for investing activities surged 976% to Rp799.235.054.8 miliar pada 2009.709.075 (1.841) (109.489. sebesar Rp345. Kas yang digunakan untuk kegiatan investasi naik tajam.51miliar.2% dari tahun 2009 dan pembayaran pajak sebesar Rp874.494) (17.2% from 2009.800.3 -79.235.24 miliar.2 billion from Rp74. Peningkatan investasi tersebut terutama digunakan untuk pembangunan PLTU 3 x 10 MW di Tanjung Enim. sehingga total dividen yang dibayarkan pada tahun 2010 menjadi Rp1.4 billion in 2009. derived from coal sales of Rp8. turun sebesar 30. berasal dari pendapatan penjualan batubara sebesar Rp8.69 billion. and tax payment of Rp874. Selanjutnya adalah pembayaran royalti sebesar Rp581.84 billion.79 billion.31 billion (See note on fund placement “Cash Position” above). The Company also increased spending for partnership and environmental development activities making a total of Rp109.3 billion in 2009.3 Perseroan mencatat arus kas positif pada tahun 2010. sebesar Rp4.69 miliar (Lihat catatan “Pendapatan”). increasing 39.371. and increasing capital injection to associated companies.11 miliar.2% dari jumlah Rp1.3 billion. Perseroan juga meningkatkan pengeluaran dana untuk program PKBL. Perseroan mencatat peningkatan pengeluaran untuk membayar dividen hingga sebesar Rp228.144 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN URAIAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN: Pembayaran dividen kepada pemegang saham Pembayaran atas program kemitraan dan bina lingkungan Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Kenaikan bersih kas dan setara kas Dampak selisih kurs terhadap kas dan setara kas Kas dan setara kas pada awal tahun Kas dan setara kas pada akhir tahun 2010 2009 % DESCRIPTION CASH FLOW FROM FINANCING ACTIVITIES: Payment of dividends to shareholders Payment for partnership program Net cash used in financing activities Net increase in cash and cash equivalents Effect of exchange rate on cash and cash equivalents Cash and cash equivalents at the beginning of the year Cash and cash equivalents at the end of the year (1.11 billion or increased 542% from Rp 17 billion in 2009.104 22.84 miliar. as explained below.4 miliar ditahun sebelumnya.24 billion which decreased 30. naik 4.31 miliar (Lihat catatan penempatan dana pada “Posisi Kas” di atas).6% from Rp416.8 7. The biggest investment was mainly for constructing 3 x 10 MW TPP in Tanjung Enim. naik 39.235. amounting to Rp345. See “Dividend Policy” page 37 and “Corporate Social Responsibility” page 242 .3 miliar pada tahun 2009. dengan penjelasan sebagai berikut.371. Lihat juga “Realisasi Belanja Modal” hal 147 Perseroan tidak menggunakan dana pinjaman dalam seluruh investasinya di tahun 2010.000) (1.494) 1.661. sehingga total biaya PKBL yang dibayarkan pada tahun 2010 adalah sebesar Rp109.51 billion or up 4. making total dividend payout in 2010 of Rp1.442 5.28 billion and interest income Rp244.2 -112.685 (714) 4.79 miliar.69 miliar. Lihat juga “Kebijakan Dividen.344. Net cash from operating activities amounted to Rp2.6% dari angka Rp416.2% from Rp1.104 5.949) 345.” hal 242 The Company recorded positive cashflow in 2010. Dari kegiatan operasi Perseroan diperoleh arus kas masuk bersih Rp2. Pengeluaran kas untuk kegiatan operasional terbesar berasal dari pembayaran kepada pemasok dan karyawan.3 miliar.007.7 billion. Payment of royalty totalled Rp581.

Kolektibilitas piutang Perseroan.4 40.459 CATEGORY Current Overdue 1 – 30 days Overdue 30-150 days Overdue > 150 days Total Provision for impairment of trade receivables Total trade receivables (net) .364 27.4 23.505.261 (37. In 2010 the Company had a liquidity ratio of 579.6 (11.438 102. Dengan perhitungan tersebut tingkat kolektibilitas piutang (AR DOH) Perseroan adalah sebesar 45 hari. showing an improvement from 61 days in 2009.4) FINANCIAL RATIOS 2010 2009 FINANCIAL RATIO (in %) GROWTH RATIO Operating Income Gross Profit Operating Profit Net Profit Net Earning per Share RETURN RATIO 24. One of the causes of improved turnover was faster settlement of receivables by PLN. dlm hari 45 579. Kolektibilitas Piutang Tingkat kolektibilitas piutang dihitung dengan membandingkan total piutang terhadap total hasil penjualan.1%.6) (24.1) (26.600 284.0 31.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 145 RASIO – RASIO KEUANGAN RASIO KEUANGAN (dalam %) RASIO PENDAPATAN Pendapatan Usaha Laba Kotor Laba Usaha Laba Bersih Laba Bersih per Saham RENTABILITAS Laba bersih terhadap penjualan (NPM) Laba bersih terhadap jumlah aset (ROA) Laba bersih terhadap jumlah ekuitas (ROE) LIKUIDITAS Aset lancar terhadap kewajiban lancar Jumlah kewajiban terhadap jumlah aset Jumlah kewajiban terhadap jumlah ekuitas KOLEKTIBILITAS Total piutang thp total penjualan (AR DOH).1 26.205 241.7 59. proving that it was highly capable of settling its short term liabilities. Based on this calculation the Company’s turnover was 45 days in 2010.5 33.4) (26.2 Current Assets to Current Liabilities Total Liabilities to Total Assets Total Liabilities to Total Equity TURNOVER 61 Total Payables to Total Sales (AR DOH) in days Likuiditas Rasio ini menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang akan jatuh tempo. Salah satu penyebab membaiknya tingkat kolektibilitas ini adalah membaiknya termin pembayaran piutang usaha oleh PLN. Liquidity This ratio shows the Company’s ability to meet its maturing short term liabilities. The following table shows the Company’s receivables turnover.138) 1.1%.2 28. It is calculated by dividing current assets with current liabilities. Tahun 2010 rasio likuiditas Perseroan adalah sebesar 579.3 59. Adapun tabel lengkap piutang perseroan adalah sebagai berikut: Turnover Turnover is calculated by comparing total receivables with total sales.2 35.597 (48.083) 997.241 7.000 1. Hal ini menunjukkan sangat kuatnya kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.553.792 47. 31 Desember 2010 (dalam Rp juta) Turnover as of 31 December 2010 (in million Rp) KATEGORI Lancar Jatuh tempo 1 – 30 hari Jatuh tempo 30 -150 hari Jatuh tempo > 150 hari Jumlah Penyisihan penurunan nilai piutang Jumlah Piutang Usaha (bersih) 2010 897.218 1.8 25. membaik dari angka 61 hari di tahun 2009.178 2009 980.8 47.0 37.6) (35.8 30.8 Net Profit to Sales (NPM) Net Profit to Total Assets (ROA) Net Profit to Total Equity (ROE) LIQUIDITY 491.034. dihitung dengan membagi aset lancar dengan kewajiban lancar.2 42.

nilai tukar dan mempengaruhi kondisi likuiditas perusahaan. Return on Asset also decreased from 33. A decrease of 26. . Kebijakan struktur permodalan Perseroan. Capital with minimum cost of funds (Weighted Average Cost of Capital / WACC) may increase the value of shares but does not increase net earning per share (EPS).5% in 2009.4% in 2010 net profit dropped Net Profit Margin to 25. Taking into account the effect of borrowing composition to the changes on share price.4% ditahun 2009. Rentabilitas Rasio ini menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba bersih dengan menggunakan sumber daya yang tersedia.146 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Solvabilitas Menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang yang akan jatuh tempo.0%. Struktur modal senantiasa mempertimbangkan keseimbangan antara risiko keuangan dan tingkat pengembalian dalam upaya meningkatkan nilai perusahaan. Rasio solvabilitas dihitung dengan membandingkan total aset terhadap total kewajiban. The policy and its implementation are elaborated below: • Setting optimum capital structure target Using bigger borrowing proportion (than equity) if business risk is smaller.8%. Return This ratio reflects the Company’s ability to generate net profit by using resources it has on hand.4% di tahun 2010. Dilakukan dengan memperhitungkan penggunaan hutang yang menimbulkan kewajiban keuangan (tingkat bunga). • • Taking into consideration the balance between financial risks and rate of return in order to improve corporate value. Kenaikan kewajiban pada tahun 2010 menyebabkan solvabilitas Perseroan mencapai 382. Solvency This ratio shows the Company ability to meet its maturing short term and long term liabilities. Mengoptimalkan rentabilitas ekonomi dan rentabilitas modal sendiri yang menghasilkan peningkatan laba per saham. Rentabilitas terhadap aset (Return on Asset) juga mengalami penurunan.3% or improved from 352. menunjukkan kemampuan Perseroan yang tetap tinggi dalam memenuhi kewajibannya.3% naik dari 352.8% in 2009 to 23. Penggunaan proporsi hutang yang lebih besar (dari ekuitas) dapat dilakukan bila risiko usaha lebih kecil. By considering the use of borrowing that causes financial liabilities (interest rate). tujuan dan langkah yang dapat ditempuh adalah: • Menetapkan target strukur modal yang optimal. exchange rate and affecting the Company’s liquidity.4% dari angka pada 2009 yang sebesar 30.5%. Solvency ratio is calculated by comparing total assets with total liabilities. membuat rentabilitas terhadap penjualan (Net Profit Margin) turun menjadi 25. Increased liabilities in 2010 pushed the Company’s solvency to 382. Penurunan laba bersih Perseroan sebesar 26. namun sekaligus meningkatkan risiko. Company a capitalization policy is to maximize its corporate value.6%. Return on Equity went down from 47. Rentabilitas terhadap ekuitas (Return On Equity) menjadi 31. By optimizing economic rate of return and return on equity that increases earning per share.6% turun dari angka 47.4% in 2009. Oleh karena itu Perseroan menetapkan kebijakan struktur permodalan yang dapat ditempuh agar dapat memaksimalkan nilai perusahaan. Therefore. Dilakukan dengan mempertimbangkan pengaruh perubahan komposisi hutang yang berdampak pada harga saham. Leverage yang besar dapat meningkatkan EPS. tetapi tidak berarti meningkatkan laba bersih persaham (EPS). Struktur modal dengan minimum biaya penggunaan dana (Weighted Average Cost of Capital / WACC) dapat mengakibatkan peningkatan nilai saham perusahaan. maintaining its ability to fulfill its obligations.8% pada 2009. yaitu menjadi 23.8% in 2009 to 31.0% dari angka tahun 2009 yang sebesar 33. but also increase risks. A high leverage may increase EPS. CAPITALIZATION POLICY Capital structure is a balance between shareholders’ equity and borrowed funds consisting of short term and long term borrowing. KEBIJAKAN PERMODALAN Struktur modal merupakan perimbangan antara penggunaan modal sendiri dengan pinjaman / hutang yang terdiri dari hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang.4% from 30.

The entire working capital requirement was met by operating results. Modal Kerja Bersih Peningkatan kegiatan Perseroan membuat modal kerja meningkat sebesar Rp95.32 billion or rose 21.40 triliun.32 miliar atau naik CAPITAL EXPENDITURE Routine Investment This is an investment made by the Company in an effort to maintain its production level and operating efficiency which included repair and addition of routine operating facilities.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 147 • • • Struktur modal ditinjau dengan melakukan evaluasi hubungan antara financial leverage. Tahun 2010 modal kerja Perseroan adalah sebesar Rp5.74 billion from Rp5. Routine investment made in 2010 totalled Rp56. Jumlah investasi rutin yang dilakukan pada tahun 2010 mencapai Rp56. nilai perusahaan dan biaya modal.50 trillion. Struktur modal dupayakan optimal dengan mengatur kombinasi hutang dan modal sendiri (ekuitas) yang dapat memaksimalkan nilai Perseroan.40 trillion in 2009 to Rp5. termasuk antara lain perbaikan dan penambahan fasilitas operasional rutin.50 triliun. naik dari modal kerja di tahun 2009 yang sebesar Rp5.74 miliar.6% from routine investment in 2009 which stood Suasana di Pelabuhan Tarahan Tarahan Port view . REALISASI BELANJA MODAL Investasi Rutin Merupakan investasi yang dilaksanakan oleh Perseroan dalam rangka mempertahankan tingkat produksi dan efisiensi operasi. corporate value and capital expenditure. • • • Capital structure is reviewed by evaluating the connection of financial leverage. Kombinasi struktur modal ditetapkan setelah melakukan analisa sensitivitas dengan berbagai variasi asumsi inti yang paling mungkin dihadapi oleh Perseroan. Net Working Capital The Company’s rising activities in 2010 increased working capital by Rp95. Capital structure combination is fixed after performing sensitivity analysis with various core assumptions that are most likely to be envisaged by the Company. Seluruh modal kerja Perseroan ini dapat dipenuhi dari hasil operasional. Capital structure is optimized by arranging an optimum combination of borrowing and equity to boost corporate value.

Total dana yang dikeluarkan oleh Perseroan untuk proyek ini pada tahun 2010 adalah sebesar Rp106. so that total • • • • . and completion was projected for mid 2011. Maintenance of Tarahan Port facilities and repair of Tanjung Enim production facilities were conducted to support the target of larger production and sales in the coming years.0% dari realisasi investasi pengembangan pada tahun 2009. Perawatan sarana Pelabuhan Tarahan.66 billion or increased 567% from realized development investment in 2009 which was posted at Rp81. any excess power will be distributed to the surronding community through PLN. In 2010 development investment totalled Rp553.53 miliar. so total accumulated spending as of 31 December 2010 to Rp324. proses pemindahan saat ini tengah dilaksanakan.148 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 21. In 2010 the Company carried out the following development projects: • • Constructing 3 x 10 MW TPP in Banko Barat (Tanjung Enim) This TPP will be used mainly for own needs.66 miliar naik 567. Tannjung enim production facilities and construction of Tanjung Enim Head Office made up the major part of routine investment. Peningkatan investasi terjadi karena adanya realisasi beberapa rencana pengembangan Perseroan. Proyek ini ditargetkan akan selesai pada pertengahan tahun 2011. sisanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. sarana produksi di Tanjung Enim dan pembangunan prasarana Kantor Pusat di Tanjung Enim mendominasi kebutuhan investasi rutin.4 billion. Perawatan sarana pelabuhan Tarahan dan perbaikan sarana produksi di Tanjung Enim dilakukan untuk mendukung target peningkatan produksi dan penjualan pada tahun-tahun mendatang. Relokasi 2 unit BWE system dan 1 spreader dari area TAL ke MTBU.31 miliar. Maintenance of Tarahan Port facilities. Preparation started in 2009. and now relocation was under way after the BWE units were overhauled.4 miliar.80 billion in 2010. sehingga akumulasi biaya hingga 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp324. Investasi Pengembangan Investasi pengembangan dilakukan dengan tujuan mengembangkan bisnis Perseroan.09 miliar. sebesar Rp81. Total dana yang dikeluarkan selama tahun 2010 adalah sebesar 317.31 billion. Relocating 2 BWEs and 1 spreader from TAL to MTBU site. Investment in this project totalled Rp106. Proyek relokasi ini telah persiapkan sejak tahun 2009.80 miliar.09 billion. seperti diuraikan berikut. Beberapa kegiatan investasi pengembangan yang dilakukan Perseroan pada tahun 2010 mencakup diantaranya: • • Pembangunan PLTU 3 x 10 MW di Banko Barat (Tanjung Enim). at Rp46. Jumlah investasi pengembangan pada tahun 2010 mencapai Rp553. Larger amount of investment was due to the realization of several development projects as described below. Setelah proses overhaul unit BWE selesai. Total investment in 2010 was Rp317. Persentase penyelesaian pada akhir tahun pelaporan adalah 85%.6% dari investasi rutin pada tahun 2009.53 billion. This project was 85% finished at the end of the year. sebesar Rp46. sehingga akumulasi dana yang telah dikeluarkan hingga 31 Development Investment Investment for development is made with the purpose of expanding the Company’s business. Pembangunan PLTU ini dimaksudkan untuk penggunaan sendiri.

Investasi gedung untuk kantor PTBA di Jakarta yang masih dalam kajian pihak independen. Relocating briquette factory Relocation started in 2009 as part of restructuring program of briquette business unit. sebagai respon atas prakiraan semakin banyaknya permintaan batubara dengan kalori lebih rendah dengan harga jual yang juga lebih rendah. In addition to the above listed investment. Several established business strategies are described briefly in the following sections. Proyek ini ditargetkan selesai pada awal tahun 2011.9 miliar. Investment in 2010 was recorded at Rp22. selaras dengan prakiraan kondisi perekonomian yang terus membaik. Pemindahan ini dilakukan sebagai bagian dari rencana restrukturisasi unit segmen usaha briket. Beberapa strategi yang usaha yang telah dipersiapkan diuraikan secara ringkas sebagai berikut. as described in our discussion on domestic . Strategi ini akan dijalankan dengan seksama. seperti tergambar pada uraian prospek BUSINESS STRATEGY IN 2011 As described in ”Coal Prospects” page 104. • Relokasi pabrik briket. in 2010 the Company carried out other development projects. Business strategy and work program for 2011 is part of an integrated Corporate Strategic Plan for 2009-2013 leading to PTBA Golden Era. On the operations side.23 billion. In the short term. Australia. STRATEGI BISNIS 2011 Seperti tergambar pada uraian “Prospek permintaan batubara” (halaman 104). In anticipation of a more favorable economic condition in 2011. sesuai rencana semula diantaranya adalah: • Investasi JV dengan PT KAI tidak direalisasikan berkaitan dengan keberatan pihak PT KAI terkait beban pajak inbreng aset. Unrealized major investment plans in 2010 include: • • • Joint venture with PTKA due to PTKA’s objection to incoming asset taxation.48 billion. Perseroan telah melaksanakan beberapa rencana pengembangan lain. transportation and business development. yang mencakup aspek produksi. therefore total accumulated spending for this project as of 31 December 2010 to Rp31. • investment as of 31 December 2010 reached Rp165. coal demand in domestic as well as Pacific region markets is projected to continue rising in the next few years on the face of ongoing economic recovery. the Company seeks to step up production and efficiency to increase income and profit margin. sales. Completion is targetted for early 2011.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 149 Desember 2010 adalah sebesar Rp165. Australia. Di bidang operasional. Pemindahan lokasi pabrik briket mulai dilaksanakan sejak tahun 2009.48 miliar. Keseluruhan strategi dan program kerja tahun 2011 ini merupakan bagian dari implementasi Rencana Strategis Perseroan terintegrasi untuk periode 2009-2013 dengan target menuju era PTBA Emas. sehingga akumulasi dana yang telah dikeluarkan untuk proyek ini per 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp31. This strategy is carried out in response to projected higher demand for low-calorie coal at low selling price. Progress penyelesaian pada akhir tahun pelaporan adalah 62%. pada tahun 2010. one of which was CBM project. sehubungan dengan banjir yang melanda kawasan Queensland. penjualan. Dalam jangka pendek. Selain investasi tersebut di atas. Perseroan mentargetkan peningkatan produksi dan melanjutkan program peningkatan efisiensi produksi dengan sasaran meningkatkan pendapatan dan marjin laba. diperkirakan meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Beberapa rencana investasi besar yang belum dapat direalisasikan pada tahun 2010. Construction of PTBA Jakarta office building was still under review by independent appraisers. yang telah memasuki tahap penentuan lokasi sumur eksplorasi. Mengantisipasi kondisi yang lebih kondusif di tahun 2011 tersebut Perseroan menyiapkan berbagai strategi usaha. kebutuhan batubara di kawasan Pasifik bahkan akan diwarnai dengan kekurangan pasokan. which is currently at the stage of designating exploration site. At the end of the year the project was 62% completed and projected to be finalized early 2011.9 billion. Proyek ini ditargetkan selesai pada pertengahan 2011. the Pacific region demand will be hampered by supply shortages following the massive flood in Queensland. Total dana yang dikeluakan pada tahun 2010 adalah sebesar Rp22. pengangkutan dan penembangan usaha. kebutuhan batubara domestik maupun di kawasan Pasifik. the Company has formulated a set of business strateges covering production.23 miliar. misalkan proyek pemanfaatan kandungan CBM.

To support production increase. Penyelesaian proyek ini akan mampu meningkatkan efisiensi produksi mengingat listrik yang dihasilkannya akan mencukupi seluruh kebutuhan tenaga listrik perusahaan di areal pertambangan yang selama ini disuplai oleh PLN. Melalui program peningkatan efisiensi produksi. Perseroan juga menargetkan peningkatan produksi dari beberapa anak perusahaan. Perseroan akan mengamankan proses pembangunan PLTU 3 x 10 MW mulut tambang di Tanjung Enim yang kini memasuki tahap-tahap penyelesaian. shovel & truck.150 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN permintaan batubara domestik. sehingga peningkatan produksi batubara Perseroan dapat tercapai sesuai target yang ditetapkan. dengan kapasitas lebih besar. sehingga kapasitas angkut batubara mampu ditingkatkan secara substantial. Perseroan akan segera menerapkan tahap berikutnya dari implementasi Supply Chain Management System (SCMS) dengan dukungan teknologi informasi. Perseroan juga akan melakukan penggantian dan penambahan alat tambang utama sistem konvensional. Bahan bakar PLTU ini rencananya menggunakan batubara dari areal produksi yang selama ini tidak termanfaatkan. The Company is finalizing the construction of its own mine mouth 3 x 10 MW TPP in Tanjung Enim that is nearing completion. shovel and truck. Untuk mendukung peningkatan aktifitas produksi tersebut. so it will add a considerable economic value to the Company. Melalui cara tersebut maka peningkatan produksi yang ditargetkan bisa terpenuhi. Dengan demikian Perseroan akan dapat mengoperasikan seluruh 5 (lima) BWE system yang dimilikinya secara penuh dengan didukung oleh supplai listrik dari PLTU milik sendiri. like IPC and simultaneously increasing sale and purchase of coal by BA Prima. Dengan kemajuan pembangunan pada akhir tahun 2010 sudah mencapai 85%. the Company will replace conventional mining equipment. inventories can be maintained at optimum level. Pemesanan gerbong angkut dan loko yang dilakukan PT KAI melalui skema kerjasama erat dengan Perseroan diharapkan dapat sesuai jadwal. namun mampu memenuhi permintaan pelanggan dengan akurat. proses overhaul dan pemindahan dua unit BWE system dan 1 unit spreader ke areal MTBU ditargetkan selesai pada waktunya. sehingga akan mampu memberi tambahan nilai ekonomi bagi Perseroan. . The production efficiency drive is expected to yield higher profit margin. seperti IPC dan sekaligus peningkatan aktivitas jual beli batubara oleh BA Prima. Perseroan akan dapat menjaga tingkat persediaan pada kondisi yang paling ekonomis. The Company has a target of improving production of several subsidiaries. CTA akan mulai diterapkan pada 2012. bahkan ditingkatkan. In transportation. In this connection. the Coal Transportat Agreement (CTA) with PT KAI will hopefully be instrumental in reaching targetted capacity and thus achieving the Company’s projected coal production. Bersamaan dengan penyelesaian pembangunan PLTU tersebut. sehingga Perseroan dapat memonitor pergerakan produksi batubara dan kondisi persediaannya pada setiap areal stockpile. coal prospects. expected to be completed for operation as planned. sehingga peningkatan kapasitas angkut lebih terjamin. Selain itu. while still meeting customers’ orders appropriately. Dengan dukungan sistem tersebut. Terkait dengan angkutan ini Perseroan menargetkan dapat dicapainya angkutan batubara sesuai dengan target dalam Coal Transport Agreement (CTA) dengan PT KAI. Di bidang angkutan. that will enable the Company to monitor production and inventories in every stockpile area. with higher-capacity equipment with an expectation to reach higher production target. The Company can now operate all five BWEs in its possession with electricy generated by its own TPP. Additionally. CTA will be implemented starting 2012. the Company is finalizing the overhaul and relocation of two BWEs and one spreader to MTBU site. Coinciding with the construction of Tanjung Enim TPP. Perseroan akan semakin meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan PT KAI. the Company will soon implement the next phase of Supply Chain Management System (SCMS) supported by information technology. The coaches and locomotives ordered by PT KAI under a joint scheme with the Company are expected to arrive on time. The plant is designed to make use of coal that cannot be sold (waste). At end of 2010 85% of the construction was completed and expected to proceed as planned. Perseroan meyakini proyek ini akan selesai sesuai dengan yang ditargetkan. marjin keuntungan dengan demikian dapat dipertahankan. the Company works and coordinates with PT KAI in improving the railway capacity. Using this system. This project will improve production efficiency because the power it generates will cover all electricity requirement that has so far been supplied by PLN.

the Company will finalize environmental studies for train. Dalam bidang pengembangan usaha di bidang pembangkit listrik. yang akan membangun jalur kereta api dan pelabuhan khusus baru dari Tanjung Enim ke Lampung dengan kapasitas 25 juta ton per tahun. Exploration well. khususnya kegiatan anak perusahaan PT Bukit Pembangkit Inovative (BPI) berkapasitas 2 x 100 MW. demikian juga lahan transmisi yang diperlukan. Perbaikan sarana conveyor. BATR juga mentargetkan penyelesaian penetapan jalur KA dan dimulainya proses pembebasan lahan bagi pembangunan jalur KA baru ini pada tahun 2011. PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI) at 2 x 100 MW capacity. . recliner. To support the production increase and business diversification. baik dari sisi kemampuan teknis maupun pembinaan mental spiritual. Untuk mendukung rencana peningkatan kegiatan operasional dan pengembangan usaha tersebut. kelestarian lingkungan dan keselamatan kerja. rotary car dumper (RCD) and rail loop to enhance coal transporting activity. Keseluruhan program ini dilakukan demi menjamin tercapainya target operasional yang ditetapkan. Kegiatan pembuatan sumur bor eksplorasi mulai dilakukan sebagai pilot test yang akan langsung diikuti dengan proses produksinya. Perseroan semakin mengintensifkan kegiatan anak perusahaan. PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR). stockpile and port. Meanwhile. The Company continues to honor its commitment to community development. has been started and to be immediately followed by production. train loading station (TLS). When signed. TPP construction will start. Penanda-tanganan amandemen PPA akan menjadi langkah awal bagi realisasi pembangunan PLTU. as a pilot test. train loading station (TLS). rotary car dumper (RCD) dan rail loop dilakukan untuk mendukung peningkatan aktivitas angkutan batubara. untuk selanjutnya Perseroan mentargetkan penyelesaian AMDAL kereta api dan AMDAL stockpile dan pelabuhan serta perolehan izin pembangunan pelabuhan. the Company plans to activate its subsidiary. environmental conservation and work safety. the Company is engaged in the exploitation of Coal Bed Methane (CBM) found in Tanjung Enim mining area. Improvement was also made to conveyor. Lahan bagi pembangunan PLTU ini juga telah tersedia. Perseroan juga menyiapkan peningkatan program pengembangan komunitas. Perseroan berupaya meningkatkan kompetensi SDM melalui penyelenggaraan serangkaian program training yang terarah. the Company is anticipating to sign an amended Power Purchase Agreement. BATR targeted final alignment of the track and start land acquisition in 2011. Good corporate governance will also be intensified through continuous improvement of work and management systems. The whole program is carried out to achieve the Company’s operating target. For developing power plant business. particularly the business of subsidiary. Besides collaborating with PT KA. Selain itu Perseroan mentargetkan peningkatan kualitas tatakelola melalui upaya perbaikan berkesinambungan baik dari sistem kerja maupun sistem manajemen. Selain kerjasama dengan PT KAI. Kertapati Pier and in stockpile area. that will build a new railway track and port from Tanjung Enim to Lampung at a capacity of 25 million tons per year. Perseroan juga semakin mengintensifkan upaya pengembangan usaha melalui eksploitasi Coal Bed Methane (CBM) yang terkandung di dalam areal penambangan Tanjung Enim. PT Bukitasam Transpacific Railway (BATR). and obtain port development permit. The land required for constructing TPP and for transmission network is also readily available. Dermaga Kertapati maupun di stockpile areal penambangan. mengingat Amandemen Kontrak EPC telah lebih dahulu ditandatangani. Menyusul perolehan izin dari instansi Pemerintah yang terkait langsung. To intensify business diversification. Dalam rangka mengimbangi proyeksi peningkatan kegiatan operasional. human resource competence will continue to be enhanced through more focused training program to cover the technical skills and mental spiritual qualities. the amendment to EPC contract has been signed. Perseroan mentargetkan dilakukannya penandatanganan Amandemen PPA. The Company anticipate increasing railway capacity by improving loading and unloading facilities at Tarahan Port. After obtaining licenses from the government.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 151 Perseroan telah mengantisipasi upaya peningkatan kapasitas angkut dengan perbaikan fasilitas bongkar muat di pelabuhan Tarahan. reclaimer.

mengacu pada harga patokan yang lazim. The agreement was for coal supply to UBPS in volume and quality to be determined once a year. which are: • Coal sales agreement The agreement was entered with PT Indonesia Power – Unit Bisnis Pembangkitan Suralaya (”UBPS”) 1-4 and 5-7 on 2 October 2002 regarding a ten-year coal sales from 1 January 2003 – 31 December 2022.000 tons to Bukit Asam TPP from 1 January 2004 until 31 December 2013. The important clause stipulated shipment volume and selling price to be fixed yearly.152 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN INFORMASI – INFORMASI MATERIAL PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING Dalam menjalankan usahanya. based on normal benchmark price.700. berlaku untuk masa satu tahun pasokan dan ditetapkan berdasarkan perundingan tersendiri dengan mengacu pada harga patokan yang lazim. Volume pengiriman akan disesuaikan setiap periode tertentu dan harga jual ditetapkan untuk setiap periode. Pokok perjanjian menyangkut pemasokan batubara ke UBPS dengan volume dan kualitas yang akan ditetapkan setiap 1 tahun sekali. the Company also renewed coal sales agreement with PT PLN to supply 9. Harga jual pasokan tersebut juga akan ditinjau setiap periode pasokan tertentu. MATERIAL INFORMATION SIGNIFICANT AGREEMENTS During 2010 the Company entered into several significant agreements with business partners to safeguard its operations. Perseroan menandatangani perjanjian jual beli batubara dengan PT Indonesia Power-Unit Bisnis Pembangkitan Suralaya (”UBPS”) 1-4 dan 5-7 pada tanggal 2 Oktober 2002 mengenai penjualan batubara berjangka waktu 10 tahun. Beberapa perjanjian penting yang dilakukan oleh Perseroan meliputi diantaranya: • Perjanjian jual-beli batubara.000 ton. effective for one year of supply and negotiated separately based on normal benchmark price.000 tons of coal.000 tons of coal to Tarahan TPP from 1 April 2007 to 31 December 2031. .000 ton untuk periode 1 Oktober 2010 sampai dengan 31 Maret 2011. Perjanjian ini akan digantikan oleh perjanjian jual-beli batubara jangka panjang yang akan disepakati kemudian untuk jangka waktu perjanjian 20 tahun sejak April 2011 sampai dengan Maret 2030 dengan pasokan batubara sebanyak 264.132. mengacu pada harga patokan yang lazim. Besides with PT Indonesia Power. On 22 September 2010. Perseroan telah memperbaharui perjanjian jual beli batubara dengan PT PLN untuk PLTU Bukit Asam untuk memasok batubara sebanyak 9.860. Perjanjian ini ditandatangani tanggal 21 Mei 2004. The agreement stipulated that the Company will supply 17. This agreement will be superseded by long-term coal sales agreement for a 20-year term from April 2011 to March 2030. to supply 264. Tanggal 22 September 2010. Perseroan menandatangani perjanjian pengiriman batubara dengan PLN untuk 15 PLTU di Indonesia. Selain dengan PT Indonesia Power.860.000 ton mulai 1 April 2007 sampai dengan 31 Desember 2031. Penentuan harga akan mengacu pada harga pasar.700. Price will be fixed according to prevailing regulations and normal practice. sebanyak 300. sejak tanggal 1 Januari 2003 sampai dengan tanggal 31 Desember 2022. based on normal benchmark price. The Company also renewed coal sales agreement with PT PLN for Tarahan TPP on 9 October 2007. the Company signed coal sales agreement with PT PLN to supply 300. Isi perjanjian.000 tons to 15 TPPs in Indonesia from 1 October 2010 to 31 March 2011. Klausul perjanjian yang penting adalah volume pengiriman dan harga jual akan ditetapkan pada setiap periode tertentu.132.000 ton mulai 1 Januari 2004 sampai dengan 31 Desember 2013. Perseroan juga telah memperbaharui perjanjian jual beli batubara dengan PT PLN untuk PLTU tarahan pada tanggal 9 Oktober 2007. Perseroan akan memasok batubara untuk PLTU tarahan sebanyak 17. sepanjang tahun 2010 Perseroan melakukan berbagai perjanjian-perjanjian penting dengan mitra kerja untuk mengamankan transaksi operasional perusahaan. The ageement was signed 21 May 2004. Shipment volume and selling price will be determined yearly. Selling price would also be fixed for certain periods of supply.

MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 153 • Perjanjian Jasa Penambangan. Selain itu Perseroan juga melakukan perjanjian pengangkutan batubara dengan Bahtera Bestari Shipping (BBS) dari pelabuhan Kertapati. Perusahaan mengadakan perjanjian pengangkutan batubara dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) (PT KAI). Volume and charges were fixed in the agreement. The Company also entered into similar agrement with PT Pamapersada Nusantara (Pama) for MTBU. Agreement term was 1 July 2009 – 30 June 2012. sementara tarif jasa penambangan ditetapkan pada setiap periode produksi berdasarkan perundingan dan kesepakatan bersama. Jumlah batubara yang diproduksi. Tambang Air Laya dan lokasi lainnya dalam wilayah IUP Proses Produksi Perseroan untuk periode 1 April 2007 sampai dengan 31 Maret 2012. Transport charges for each destination are negotiated and reviewed yearly.30 June 2013. Masa berlaku perjanjian adalah 1 Juli 2009 sampai dengan 30 Juni 2012. The term was from May 2007 to May 2010. • Mining Service Agreement. Untuk perjanjian dengan Arpeni masa berlaku perjanjian adalah 1 Juli 2009 sampai dengan 30 Juni 2012. Tarif angkutan untuk masing-masing tujuan pengiriman ditetapkan melalui perundingan dan ditinjau setiap periode waktu tertentu. Palembang. dengan kapasitas bongkar-muat dan tarif telah ditetapkan pada perjanjian tersebut. Coal volume. Freight per ton and shipment volume were determined in the agrement. Jumlah volume dan tarif angkutan telah ditetapkan dalam perjanjian tersebut. • Perseroan juga melakukan perjanjian jasa bongkarmuat batubara dengan Arpeni dari Terminal Muat Batubara PTBA Tarahan ke Anchorage Pelabuhan Muat PTBA Tarahan. Perseroan melakukan perjanjian jasa penambangan dengan PT Sumber Mitra Jaya (PT SMJ) di tambang Banko Barat untuk periode 1 Juli 2008 sampai dengan 30 Juni 2013. jarak pemindahan pada masingmasing perjanjian telah ditetapkan. Loading and discharging volume and charges were stated in the agreement. MTBS. A similar agreement was also entered into with Bahtera Bestari Shipping (BBS) to ship coal from Kertapati Port. Palembang ke pelabuhan PLTU Suralaya. and to Kertapati Pier. . Perjanjian jasa pengangkutan batubara. Masa berlaku perjanjian terakhir adalah mulai Mei 2007 sampai dengan Mei 2010. serta ke dermaga Kertapati. • • Coal delivery agreement. dimana PT KAI menyetujui untuk mengangkut batubara Perusahaan dari stasiun pemuatan batubara di Tanjung Enim ke pelabuhan batubara di Tarahan Lampung. The Company entered into coal delivery agreement with PT Kereta Api Indonesia (Persero) (PT KAI) to transport the Company’s coal from Tanjung Enim train loading station to Tarahan Port. MTBS. Palembang. The term of the agreement with Arpeni was 1 July 2009 – 30 June 2012. A mining service agreement was signed with PT Sumber Mitra Jaya (PT SMJ) for Banko Barat mine during 1 July 2008 . • • The Company signed a coal shipment agreement with PT Arpeni Pratama Ocean Line (Arpeni) and PT Pelayaran Bahtera Adiguna (Bahtera) from Tarahan Port to Suralaya Port. masa berlaku perjanjian adalah mulai 1 September 2005 sampai dengan 31 Desember 2010. the term of the agreement was 1 September 2005 – 31 December 2010. Lampung. Sedang dengan Bahtera. TAL and other sites within the Company’s mining concession area during 1 April 2007 – 31 March 2012. Selain itu Perseroan melakukan perjanjian jasa penambangan dengan PT Pamapersada Nusantara (Pama) di wilayah MTBU. Palembang to Suralaya Port. overburden removal volume and distance were determined in each agreement. • A coal loading & discharging agreement was signed with Arpeni from PTBA Loading Terminal Tarahan to PTBA Anchorage Loading Port Tarahan. With Bahtera. while mining fee was fixed every period of production by negotiation and mutual agreement. Perseroan melakukan perjanjian jasa pengapalan batubara dengan PT Arpeni Pratama Ocean Line (Arpeni) dan PT Pelayaran Bahtera Adiguna (Bahtera) dari pelabuhan Tarahan ke Pelabuhan PLTU Suralaya. Tarif angkutan per ton dan volume pengiriman telah ditetapkan dalam perjanjian tersebut. volume tanah yang dipindahkan.

” MATERIAL TRANSACTIONS In 2010 there were no material transactions made by the Company. dengan salah satu agenda adalah perubahan beberapa pasal dari anggaran Dasar Perseroan. the Company amended the Articles of Association by deed No.2 tanggal 25 Nov 2009 (Kep-413/BL/2009) tentang ”Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama. Details of each agreement are given in Note 27 of the Company’s Audited Consolidated Financial Statements for the year ending 31 December 2010. one of the agenda items being the amendment of several articles of the Articles of Association. IX. TRANSAKSI MATERIAL Pada tahun 2010 tidak ada transaksi material yang dilakukan Perseroan. Perseroan telah melakukan perubahan Anggaran Dasar Perseroan. As a follow up of the AGMS resolution.” PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pada tanggal 21 April tahun 2010 Perseroan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2009. Definisi transaksi material disini adalah sesuai dengan bunyi aturan pada Ketentuan Bapepam-LK No.2 dated 25 November 2010 (Kep-413/ BL/2010) on ”Material Transactions and Core Business Changes. Sebagai tindak lanjut keputusan RUPS tersebut. Material transaction is defined by Bapepam-LK Regulation No.154 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Detail dari masing-masing perjanjian tersebut dapat dilihat pada Catatan 27 Laporan Keuangan Audit Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. Kegiatan Tambang Air Laya di malam hari Tambang Air Laya activity at night . sebagaimana telah ditetapkan pada akta AMENDMENT TO ARTICLES OF ASSOCIATION On 21 April 2010 the Company convened Annual General Meeting of Shareholders. 24 of 21 April 2010 drawn up before Notary Fathiah Helmi.E. IX. CONFLICT OF INTEREST TRANSACTIONS In 2010 there were no transactions involving conflict of interest made by the Company. TRANSAKSI BENTURAN KEPENTINGAN Pada tahun 2010 tidak ada transaksi benturan kepentingan yang dilakukan Perseroan.E.

Hingga berakhirnya program tersebut. In the year under review. Capital gain was booked at Rp48. baik karena jarak angkut yang terlalu jauh. Out of five companies reviewed. terhitung sejak 13 Oktober 2008 sampai dengan 13 Januari 2009. 401/BL/2008 tanggal 9 Oktober 2008. Dari total 5 perusahaan yang diteliti.24 tanggal 21 April 2010 oleh Kantor Notaris Fathiah Helmi. untuk satu transaksi atau lebih. dengan harga pelaksanaan rata-rata sebesar Rp21.000 lembar saham dengan harga perolehan rata-rata Rp4.848 per share. Kep. Perseroan melakukan program pembelian kembali saham secara bertahap dalam waktu 3 (tiga) bulan.000.E.B.000.” yang dikeluarkan pada tanggal 25 November 2009. ACQUISITION The Company conducted due diligence on a number of mines to be acquired.000 (one trillion Rupiah) to back up the shares buy back policy. baik berkaitan maupun tidak.848 per lembar.B. XI. Program ini dilakukan sesuai Peraturan Bapepam-LK No. 401/BL/2008 of 9 October 2008. the Company sold back all the repurchased shares during 6 – 20 December 2010 at an average price of Rp21.000. This program was ratified in GMS on 28 May 2009.000. PENJUALAN KEMBALI SAHAM PERSEROAN Kondisi krisis keuangan global dan regional yang berpengaruh terhadap penurunan harga saham PTBA secara ekstrim membuat Perseroan melakukan program pembelian kembali saham Perseroan (Shares Buy Back) yang telah dikeluarkan dan tercatat di PT Bursa Efek Indonesia. Perubahan Anggaran Dasar Perseroan tersebut adalah sebagai tindak lanjut atas berlakunya ketentuan Bapepam no IX. Program ini telah dikukuhkan dalam RUPS pada tanggal 28 Mei 2009. The Articles of Association were amended to conform to Bapepam Regulation No. coal quality or legal problems.000 (satu triliun Rupiah) untuk mendukung kebijakan shares buy back tersebut. the Company made bids for three mining companies with adequate potentials. AKUISISI Perseroan telah melakukan proses due diligence atas sejumlah tambang yang akan diakuisisi. the Company had bought back 2.941 per share. sementara 2 lainnya tidak dilanjutkan karena tidak memenuhi syarat potensi minimal yang diterapkan. Perseroan melakukan penawaran atas 3 perusahaan tambang prospek dengan potensi yang memadai. whether for reason of long transporting distance.000. pada tanggal 13 Januari 2009. Perseroan telah menjual kembali seluruh saham hasil program pembelian kembali tersebut di atas. The amendment was to limit the Board of Directors’ authority to relinquish or pledge the Company’s assets up to 50% of total net assets in one or more related or individual transactions. while the other two were dropped as they failed to meet the minimum requirements. The Company made a fund allocation of maximum Rp 1.7 billion and reported in the income statement under ”other income” account.000. XI. .882. Penjualan dilakukan pada rentang waktu antara tanggal 6 Desember sampai dengan 20 Desember 2010. Kep.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 155 notaris No. IX.000 shares at an average price of Rp4.941 per lembar saham. SH.E. Capital gain dari selisih dari program penjualan kembali saham Perseroan tersebut. kualitas batubara yang tidak memadai maupun masalah legal.2 (Kep-413/BL/2009) tentang ”Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama. This Program is in accordance with Bapepam-LK Regulation No.2 (Kep-413/PL/2009) on ”Material Transactions and Core Business Changes” dated 25 November 2010. Perubahan AD terakhir tersebut hanya dilakukan pada ketentuan batas maksimum kewenangan Direksi untuk melepas atau menjaminkan harta kekayaan Perseroan hingga sebesar 50% jumlah kekayaan bersih Perseroan. pada akun ”pendapatan lain-lain.7 miliar telah dilaporkan pada laporan rugi-laba.882. Pada tahun pelaporan ini. Perseroan mengalokasikan dana sebanyak-banyaknya Rp1. Perseroan merealisasi shares buy back sejumlah 2.3 as Attachment to Decision of Bapepam-LK Chairman No. SH. sebesar Rp48.3 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. The Company gradually bought back its shares within three months from 13 October 2008 to 13 January 2009.” SHARES BUY BACK PROGRAM The global and regional financial crisis causing a sharp drop in PTBA share price prompted the Company to launch a Shares Buy Back program for the Company issued shares listed on PT Bursa Efek Indonesia (Indonesia Stock Exchange). When the program ended on 13 January 2009.

pengangkutan batubara.5 million tons in the same year. yang pada umumnya menggunakan indeks internasional yang setara sebagai perbandingan dan disesuaikan dengan spesifikasi dari batubara dan lokasi pengiriman.42% of the Company’s total assets of Rp8.8% of the Company’s total production of 11. ESTABLISHMENT OF SUBSIDIARIES No subsidiary company was set up in 2010. Kepolisian Republik Indonesia menghentikan operasi BBK karena izin pinjam pakai kawasan hutan yang menjadi wilayah pertambangan BBK belum dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. Shipment and transportation of coal by related parties are governed by mutually agreeed transportation contract taking into account cost items plus certain margin. • Penjualan batubara ke pihak yang memiliki hubungan istimewa ditetapkan berdasarkan kontrak-kontrak penjualan. CLOSURE OF SUBSIDIARY’S OPERATIONS In February 2010.5 juta ton. BBK is currently trying to renew the required licence in order to resume operations. one was not carried through for failure to agree on business scheme and value. payment of insurance premium and management of retirement fund. Perseroan mengharapkan operasi BBK akan berjalan kembali dalam waktu dekat. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMILIKI HUBUNGAN ISTIMEWA Sebagai BUMN dengan mayoritas saham dimiliki Pemerintah. In making transactions with related parties. Total assets stood at Rp 36 billion or 0. the Company adopts the following policy: • • • Sales of coal to related parties is based on sales contract which generally uses equivalent international index as a reference and adjusted to coal specification and shipping location. pembelian bahan peledak. Jumlah aset BBK adalah Rp36 miliar atau 0. sampai saat penghentian kegiatan operasinya. . penjualan. there was no new acquisition in 2010.7 billion as of 31 December 2010. Perseroan memiliki kebijakan sebagai berikut.722. pembayaran premi asuransi dan pengelolaan dana pensiun. transport and shipment of coal. Such transactions include placement of funds. Jumlah produksi BBK pada periode operasi 2009 adalah sebesar 783 ribu ton atau 6. Pada tahun 2010. Therefore. In 2010 up to the time of its business closure. purchase of explosives. transactions made by the Company with other SOEs may be classified as transactions with related parties being under the same controlling entity.7 miliar pada tanggal 31 Desember 2010. transaksi yang dilakukan Perseroan dengan sesama BUMN dapat dikategorikan sebagai transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa karena berada di bawah entitas pengendali yang sama.971 ton. sales. bahan bakar. The Company expects BBK operations will resume in the near future. RELATED PARTY TRANSACTIONS As a state-owned enterprise (SOE) with majority shareholding owned by the State. BBK’s total production in 2009 was recorded at 783 thousand tons or 6. the Indonesian Police closed the operations of BBK pending the reissuance of licence to use forest area where BBK had its mine. Pengapalan dan pengangkutan batubara oleh pihak yang memiliki hubungan istimewa ditetapkan berdasarkan kontrak pengangkutan yang disepakati bersama berdasarkan hasil negosiasi dengan memperhatikan unsur-unsur biaya yang ada ditambah dengan marjin tertentu.722. Out of three bids.971 tons of coal. Sehingga dengan demikian tidak ada realisasi akuisisi baru di tahun 2010. fuel.156 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Dari tiga penawaran. PENGHENTIAN KEGIATAN OPERASIONAL ANAK PERUSAHAAN Pada bulan Pebruari 2010. BBK had only produced 76.8% dari jumlah produksi Perseroan tahun 2009. Transaksi-transaksi tersebut meliputi penempatan dana. sebesar 11. Dua penawaran masih dalam tahap evaluasi dari pihak prospek. satu diantaranya tidak berlanjut karena tidak dicapai kesepakatan skema bisnis maupun nilai. pengapalan batubara. BBK baru berproduksi sebesar 76. PENDIRIAN ANAK PERUSAHAAAN Tidak ada pendirian anak perusahaan baru di tahun 2010. BBK saat ini sedang berupaya mendapatkan perizinan yang diperlukan dari instansi pemerintah terkait agar dapat melanjutkan operasi penambangan.42% dari jumlah aset Perseroan sebesar Rp8. Two bids are still being evaluated by prospective parties. Dalam melakukan transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa tersebut.

Adapun transaksi dengan pihak afiliasi yang dilakukan Perseroan sepanjang tahun 2010 adalah sebagaimana tercantum dalam tabel berikut. Related party transactions in 2010 are listed below: NAMA PIHAK PARTY PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk SIFAT HUBUNGAN NATURE OF RELATIONSHIP Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity Perusahaan di bawah entitas sepengendali Under the same controlling entity TRANSAKSI TRANSACTION Penempatan dana Fund placement Penempatan dana Fund placement Penempatan dana Fund placement Penempatan dana Fund placement Penempatan dana Fund placement Penempatan dana Fund placement Pengangkutan batubara Coal transportation Penjualan batubara Coal sales Penjualan batubara dan pemakaian listrik Coal sales and electricity supply Penjualan batubara Coal sales Penjualan batubara Coal sales Penjualan batubara Coal sales Penjualan batubara Coal sales Pengapalan batubara Coal shipment Pembelian emas Gold purchase Pembelian bahan peledak Explosives purchase Pembelian bahan bakar Fuel purchase Premi asuransi Insurance scheme Dana pensiun Pension Fund PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur PT Bank Pembangunan Sumsel dan Babel PT Kereta Api Indonesia (Persero) PT Indonesia Power PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Semen Padang (Persero) PT Semen Andalas (Persero) PT Semen Baturaja (Persero) PT Timah (Persero) Tbk PT Bahtera Adhiguna (Persero) PT Antam (Persero).MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 157 • Penempatan dana dilakukan berdasarkan kebutuhan dan perjanjian yang saling menguntungkan dan memberikan benefit optimal pada Perseroan. RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS Certain comparative figures in the consolidated financial statements for the year ended 31 December 2009 have been amended to conform to the basis on which the consolidated financial statements for the year ended 31 December 2010 have been presented. . • Placement of funds is based on requirements and under mutually beneficial agreement to provide optimum benefit for the Company. Tbk PT Pindad (Persero) PT Pertamina (Persero) PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) PT Asuransi Jiwasraya (Persero) REKLASIFIKASI AKUN Angka komparatif pada laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 telah diubah untuk menyesuaikan dengan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010.

158 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Truk pengangkut batubara di Banko Barat Coal truck at Banko Barat .

22/2010 dan 23/2010 (“PP No. • • • • Pada bulan Pebruari 2010. the Company has obtained IUPs for most of its exploitation/ development areas.E/31/DJB/2009 sehubungan dengan Kuasa Pertambangan (“KP”) yang menjadi dasar operasi Pemerintah. Pemerintah Indonesia mengeluarkan dua peraturan pemerintah yaitu Peraturan Pemerintah No. at the latest within six months of the enactment of the Law. 23.E/31/DJB/2009 with respect to Mining Rights (“KP”) under which the Company operates. The procedures for IUP issuance will be issued by the DGMCG (presumably through the upcoming implementing regulations for Law No. Semua pemilik KP eksplorasi dan eksploitasi diwajibkan untuk menyerahkan rencana aktivitas seluruh KP hingga berakhirnya jangka waktu KP. 03. 22 deals with the establishment of mining areas under the IUP. the details of the procedures remain to be specified. 23. Beberapa diantaranya adalah: • KP yang ada pada saat diberlakukannya UndangUndang masih berlaku hingga jangka waktu berakhirnya KP tetapi wajib dikonversi menjadi IUP sesuai dengan Undang-Undang. In February 2010. Batubara dan Panas Bumi (“DJMBP”) menerbitkan Surat Keputusan (“SK”) No. pada saat peraturan-peraturan pelaksana ini diterbitkan. i. as of the date of these consolidated financial statements.4/2009. 4/2009. 23”). once these regulations are issued. the Minister of ESDM issued Ministerial Regulation No. All existing exploration and exploitation KP holders are required to deliver an activities plan for the whole KP area covering the period until expiration of the KP term. 1604/K/30/MEM/2010. paling lambat 11 Januari 2010. As presented in consolidated financial statement. CONTINGENT ASSETS AND LIABILITIES Mining Law No. among others: • KP in force at the time the law was enacted will remain valid until the expiration of the KP but must be converted to an IUP – the mining license under the Law by 11 January 2010 at the latest. 4/2009 Pada tanggal 16 Desember 2008. the Government of Indonesia released two implementing regulations for Mining Law No.e. Keputusan Menteri No. the Director General of Minerals. Sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 159 ASET DAN KEWAJIBAN KONTINJENSI Undang-Undang Pertambangan No. Ministerial Regulation No 34/2009 In December 2009. and will consider the impact on its operations. the Indonesian Parliament passed Law on Mineral and Coal Mining (the “Law”). jika ada.75%. 23 also requires a KP to be converted into an IUP within three months of the issue of GR No. 1604/K/30/ MEM/2010. yang telah disetujui oleh Presiden pada 12 Januari 2009 menjadi UU No. According to Ministerial Decree of Minister of ESDM No. which provides a legal framework to require mining companies to sell a portion of their output to domestic customers (“Domestic Market Obligation” or “DMO”). i. Government Regulations Nos.e. Coal and Geothermal (“DGMCG”) issued Circular No. 22 mengatur tentang pembentukan area pertambangan dengan menggunakan ijin usaha pertambangan yang baru. 22/2010 and 23/2010 (“GR No. The Circular states that. akan tetapi tata laksananya masih perlu diperjelas oleh pemerintah. 34/2009 Pada bulan Desember 2009. 4/2009). sampai pada tanggal laporan tahunan ini diterbitkan Perusahaan telah memperoleh IUP untuk sebagian besar area eksploitasi/pengembangan yang dimiliki. 22” dan “PP No. 23”). GR No.22” and “GR No. GR No.75%. persentase batas minimal DMO adalah 24. sehubungan dengan penerapan Undang-Undang Pertambangan No. however. Setelah keluarnya Undang-Undang tersebut. 34/2009. becoming Law No. if any. Following the issue of the Law. 4/2009). yaitu 11 Juli 2009. 23 provides clarifications surrounding the procedures to obtain new IUPs. GR No. 03. Menteri ESDM mengeluarkan Peraturan Menteri No. 4/2009 On 16 December 2008. 4/2009. Direktur Jenderal Mineral. Dewan Perwakilan Rakyat meloloskan Undang-Undang (“UU”) Pertambangan Mineral dan Batubara. 34/2009 yang mewajibkan perusahaan pertambangan untuk menjual sebagian hasil produksinya kepada pelanggan domestik (“Domestic Market Obligation” atau “DMO”). PP No. . Tata cara penerbitan IUP akan diterbitkan oleh DJMBP (diasumsikan melalui peraturan pelaksana UndangUndang No. by 11 July 2009. Perusahaan terus memonitor perkembangan peraturan pelaksana Undang-Undang tersebut secara ketat dan akan mempertimbangkan dampak terhadap operasi Perusahaan. paling lambat enam bulan setelah disahkannya Undang-Undang. Seperti yang telah disajikan pada laporan keuangan konsolidasian. 4/2009. the minimum DMO percentage is 24. PP No. The Company is closely monitoring the progress of the implementing regulations for the Law. which received the assent of the President on 12 January 2009. 23 juga mewajibkan agar KP diubah menjadi IUP dalam jangka waktu tiga bulan sejak diterbitkannya PP No.

Pada tanggal laporan keuangan konsolidasian ini. . 18/2008 yang dikeluarkan oleh Menteri ESDM pada tanggal 29 Mei 2008. Berdasarkan peraturan ini Grup telah mengirimkan rencana penutupan tambangnya ke Gubernur Sumatera Selatan dan diharapkan untuk disetujui pada tahun 2011 dan penempatan deposito baru akan dilakukan pada tahun 2014. must prepare (1) a 5-year reclamation plan. the Group had placed reclamation guarantees in the form of accounting reserves (see Note 16) and plans to establish a time deposit for mine closure provision. 4/2009. Keputusan Menteri No. The domestic customers and the price to be used for the DMO sales. a bank guarantee.160 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Pelanggan domestik dan harga yang akan digunakan untuk porsi penjualan DMO akan mengikuti harga indeks internasional sebagai tolak ukur. The requirement to provide reclamation and post-mine guarantees does not release the IUP holder from the requirement to perform reclamation and post-mine activities. the Minister of Energy and Mineral Resources issued Ministerial Regulation No. which will follow international indices as the benchmark. the Government of Indonesia released an implementing regulation for Mining Law No. or an accounting provision (if eligible). Based on this regulation. the Group has submitted its mine closure plan to the Governor of South Sumatera and it is expected to be approved in 2011 and then followed by the placement of time deposit in 2014. as one of the implementing regulations to the Mining Law No. Mine Reclamation and Mine Closure On 20 December 2010. must include a reclamation plan in its exploration work plan and budget and provide a reclamation guarantee in the form of a time deposit placed at a state-owned bank. 4/2009. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengeluarkan Peraturan Menteri No. 17/2010 Pada tanggal 23 September 2010. As at the date of these consolidated financial statements. Reklamasi Tambang dan Penutupan Tambang Pada tanggal 20 Desember 2010. Peraturan ini mengukuhkan keberlakuan Peraturan Menteri No. As at the date of these consolidated financial statements. 78/2010 (“PP No. (2) a post-mining plan. 17/2010 yang menjelaskan mekanisme untuk menentukan Indonesian Minerals and Coal Benchmark Price (“IMCBP”). 17/2010 outlining the mechanism for determining the Indonesian Minerals and Coal Benchmark Price (“IMCBP”). dan (4) menyediakan jaminan pasca tambang berupa deposito berjangka yang ditempatkan di bank pemerintah. the mining industry is waiting for further implementation guidelines and instructions from the Minister of ESDM. among other requirements. 78”) yang mengatur aktivitas reklamasi dan pascatambang untuk pemegang IUP-Eksplorasi dan IUPOperasi Produksi. bank garansi. (3) menyediakan jaminan reklamasi yang dapat berupa rekening bersama atau deposito berjangka yang ditempatkan pada bank pemerintah. yaitu Peraturan Pemerintah No. Pada tanggal laporan keuangan konsolidasian ini. industri pertambangan masih menunggu pedoman kebijakan dan instruksi dari Menteri ESDM. and (4) provide a post-mine guarantee in the form of a time deposit at a state-owned bank. Pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan implementasi atas UndangUndang Mineral No. 78/2010 (“GR No. Pemegang IUP-Eksplorasi. IUP-Production Operation holders. ketentuannya antara lain. Ministerial Regulation No. Government Regulation No. Grup telah menempatkan jaminan reklamasi tambang dalam bentuk cadangan akuntansi (lihat Catatan 16) dan akan melakukan penempatan deposito untuk penyisihan penutupan tambang. yang juga ditentukan oleh Menteri ESDM. atau cadangan akuntansi (bila diijinkan). This regulation confirms Ministerial Regulation No. 78”) that deals with reclamation and post-mining activities for both IUPExploration and IUP-Production Operation holders. (2) rencana pasca tambang. 18/2008 issued by the Minister of ESDM on 29 May 2008. 4/2009. will be determined by the Minister of ESDM. three years after the issue of approval for mine closure plan by the Governor of South Sumatra and Muara Enim Regency Government. ketentuannya antara lain. 4/2009. Pemegang IUP-Operasi Produksi. tiga tahun setelah dokumen rencana penutupan tambang disetujui oleh Gubernur Sumatera Selatan dan Bupati Muara Enim. IUP-Exploration holders. among other requirements. Peraturan ini berlaku efektif pada tanggal 23 September 2010. i.e. sebagai salah satu peraturan pelaksana UU No. 17/2010 On 23 September 2010. harus menyiapkan (1) rencana reklamasi lima tahunan. Penempatan jaminan reklamasi dan jaminan pasca tambang tidak menghilangkan kewajiban pemegang IUP dari ketentuan untuk melaksanakan aktivitas reklamasi dan pasca tambang. (3) provide a reclamation guarantee which may be in the form of a joint account or time deposit placed at a stateowned bank. It has been effective from 23 September 2010. harus memuat rencana eksplorasi didalam rencana kerja dan anggaran biaya ekplorasinya dan menyediakan jaminan reklamasi berupa deposito berjangka yang ditempatkan pada bank pemerintah.

Peraturan Menteri No.e. Perkara-Perkara Dalam Proses Di Pengadilan Pada tahun 2003. Perusahaan mengajukan gugatan kepada Bupati Lahat sehubungan dengan penerbitan beberapa KP kepada beberapa perusahaan swasta atas wilayah yang sama yang dimiliki oleh Perusahaan. the sales price will be revisited each year and will be adjusted in accordance with IMCBP of the respective period. In 2004. This regulation also requires mining companies to: • use Indonesian flagged ships/vessels to transport minerals/coal. Dalam melakukan perhitungan royalti. Pada tahun 2004. In calculating the royalty. Peraturan ini juga mengharuskan perusahaan pertambangan untuk: • menggunakan kapal/perahu berbendera Indonesia untuk mengangkut mineral/batubara. and • the use of a “floor” price approach (i.dan • penggunaan pendekatan harga dasar (yaitu harga jual IMCBP vs harga jual aktual. Coal and Geothermal. IMCBP vs. • mengutamakan penggunaan perusahaan asuransi nasional dimana syarat adopsi CIF digunakan. Palembang PTUN refused to process the Company’s claim.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 161 Peraturan Menteri No. whichever is higher.royalty or exploitation fee). Untuk kontrak penjualan jangka panjang. 17/2010 mengatur antara lain: • penggunaan harga rata-rata mineral/batubara dari indeks pasar internasional dan penggunaan free-onboard (“FOB”). Pada tanggal 29 Agustus 2005 melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (“PTUN”) Palembang. 17/2010 provides a transitional period until 22 March 2011 for spot sales contracts and 22 September 2011 for term sales contracts. and • use surveyors appointed by the Directorate General of Minerals. . Outstanding court cases still in progress In 2003. actual sales price. Royalties and exploitation fees will be calculated based on the higher of the actual sales price and the IMCBP as further explained in Ministerial Regulation No. 17/2010. • penerimaan beban tertentu sebagai penyesuaian untuk IMCBP (jika titik penjualan FOB yang sebenarnya bukan kapal induk). 17/2010 governs among others: • the use of the average mineral/coal price from international market indices and the use of free-on-board (“FOB”) mother vessel as the sale point to determine the IMCBP. mana yang lebih tinggi. For the long-term coal sales contracts. PTUN Palembang menolak gugatan Perusahaan. harga yang ditetapkan akan disesuaikan setiap tahunnya berdasarkan harga IMCBP tahun tersebut. Royalti dan iuran eksploitasi akan dihitung berdasarkan harga jual aktual tertinggi dan IMCBP. otoritas untuk memberikan KP dialihkan pengurusannya oleh Gubernur Sumatera Selatan ke Bupati Lahat pada tahun 2004. dan • menggunakan surveyor yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Mineral.g. the authority to grant KP was transferred by the Governor of South Sumatera to the Lahat Regency Government. kapal induk sebagai titik penjualan untuk menentukan IMCBP. On 29 August 2005. the Company filed a lawsuit against the Lahat Regency Government due to several overlapping KPs with other companies. • the acceptance of certain costs as adjustments to the IMCBP (if the actual sale point is not FOB mother vessel). • prioritise the use of a national insurance company where CIF sale terms are adopted. Perusahaan juga telah menyesuaikan harga penjualan yang digunakan untuk menghitung royalti berdasarkan kalori dari masingmasing penjualan. the Company also has used the adjusted sales price for the royalty calculation based on the calorific value of each sale. Management believes that sales price for all short-term coal sales contracts entered by the Group is in line with the IMCBP. the Company was given a KP to exploit the Lahat area. Ministerial Regulation No. Batubara dan Panas Bumi. Ministerial Regulation No. 17/2010. Perusahaan diberikan KP untuk mengeksploitasi daerah Lahat. seperti yang dijelaskan lebih lanjut dalam Peraturan Menteri No. for the Non-Tax State Revenue calculation (e. Atas upaya hukum tersebut. Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh kontrak penjualan batubara jangka pendek yang dilakukan oleh Grup telah menggunakan harga jual yang sesuai dengan IMCBP. through Palembang Administrative Court (“PTUN”). untuk perhitungan Penerimaan Negara (contoh: royalti atau biaya eksploitasi). 17/2010 memberikan masa transisi untuk merubah kontrak spot penjualan sampai dengan 22 Maret 2011 dan kontrak penjualan jangka panjang sampai dengan 22 September 2011.

bahwa PN Lahat tidak berwenang mengadili perkara tersebut. membatalkan Putusan Sela PN Lahat serta memerintahkan PN Lahat untuk memeriksa dan mengadili perkara tersebut. saat ini perkara dalam proses Mahkamah Agung RI. the case was still in progress. Tertanggal 9 Juli 2009 PN Lahat telah mengirimkan berkas perkara Kasasi ke Mahkamah Agung RI. On 2 November 2009. On 16 December 2008. PERKEMBANGAN TERAKHIR PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN Ikatan Akuntan Indonesia (“IAI”) telah menerbitkan beberapa standar akuntansi revisi sebagai berikut yang mungkin mempunyai dampak terhadap laporan keuangan Perusahaan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011: PROSPECTIVE ACCOUNTING PRONOUNCEMENTS The Indonesian Institute of Accountants has issued the following revised accounting standards that may be applicable to the Company’s financial statements covering periods beginning on or after 1 January 2011: . the cassation files were received by the Indonesian Supreme Court and as at the date of this report. Tanggal 28 Januari 2010 Mahkamah Agung RI. menolak eksepsi tergugat tetapi juga menyatakan gugatan Perusahaan tidak dapat diterima. Pada tanggal 10 Mei 2007. the Company was still waiting for the court process at PN Lahat. for which notice was received by the Company on 1 December 2010. the Indonesia Supreme Court issued a cassation decision rejecting the petition of the defendants (Lahat Regency Government). telah menerbitkan Putusan Kasasi dengan Amar Putusan Menolak Permohonan Kasasi para tergugat (Bupati Lahat dkk). on which the Company further appealed to the High Court (“PT”) in Palembang. and refused both the exception of the defendant and the Company’s cassation. dan sampai dengan tanggal laporan keuangan ini. PTTUN menolak upaya hukum banding Perusahaan. the Supreme Court received the Company’s cassation. PN Lahat announced its refusal to process the suit. menerima banding Perusahaan. PT Palembang issued a decision letter approving the Company’s appeal and ordered PN Lahat to process the suit. On 10 May 2007. as the date of this report. the defendent appealed to the Supreme Court. Perusahaan sedang menunggu proses persidangan atas pokok perkara di PN Lahat. Mahkamah Agung telah menerima upaya hukum kasasi dari Perusahaan. On 14 December 2005. the case was still in progress. As at the date of this report. Perusahaan mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (“PTTUN”) Medan. Pada tanggal 30 Juni 2006. PN Lahat sent the cassation files to the Indonesia Supreme Court. On 12 August 2008. PN Lahat mengeluarkan Putusan Sela. still in relation to the KP overlapping above. the Company filed an appeal with the Medan Administrative High Court (“PTTUN”).162 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN Pada tanggal 14 Desember 2005. Tanggal 2 November 2009 berkas perkara telah diterima Mahkamah Agung RI. Mahkamah Agung memutuskan untuk membatalkan putusan PTTUN Medan. With the PT Palembang decision. On 9 July 2009. Perusahaan mengajukan gugatan perdata ke PN Lahat atas kerugian materiil akibat pemberian KP kepada pihak lain. Tanggal 16 Desember 2008 PT Palembang mengeluarkan Putusan Sela. Tanggal 12 Agustus 2008. the Company filed a civil suit with PN Lahat due to commercial losses from KP overlapping with other parties. On 31 January 2008. Gugatan dilayangkan kepada beberapa pihak termasuk Bupati Lahat sebagai tergugat pertama. PTTUN rejected the Company’s appeal. Pada tanggal 31 Januari 2008. the Supreme Court announced the cancellation of PTTUN. perkara tersebut masih dalam proses di Mahkamah Agung RI. masih terkait dengan kasus di atas. The suit is addressed to several parties which include the Lahat Regency Government as first defendant. dengan putusan Sela tersebut Perusahaan mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi (“PT”) Palembang. Dengan putusan sela PT Palembang tersebut para tergugat mengajukan upaya hukum Kasasi ke Mahkamah Agung RI. On 28 January 2010. Saat ini. On 30 June 2006. yang relas pemberitahuannya diterima perusahaan tanggal 01 Desember 2010.

SFAS 2 (Revised 2009) . SFAS 15 (Revised 2009) .Penurunan Nilai Aset.Kewajiban Diestimasi.MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 163 • • • • • • • • • • • • • • • • PSAK 1 (Revisi 2009) . PSAK 15 (Revisi 2009) .The Effects of Changes in Foreign Exchange Rates. SFAS 58 (Revised 2009) . • • • • • • • • • • • • • • • • SFAS 1 (Revised 2009) . PSAK 8 (Revisi 2010) – Peristiwa Setelah Tanggal Neraca.Aset Tidak Berwujud. SFAS 25 (Revised 2009) . PSAK 12 (Revisi 2009) .Provision.Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri.Pelaporan Keuangan Mengenai Bagian Partisipasi Dalam Pengendalian Bersama Operasi dan Aset.Penggabungan Usaha.Investasi Dalam Perusahaan Asosiasi.Pendapatan.Related Party Disclosures.Kebijakan Akuntansi. PSAK 48 (Revisi 2009) . PSAK 22 (Revisi 2010) . Perusahaan masih mempelajari dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar-standar ini terhadap laporan keuangan. PSAK 4 (Revisi 2009) . SFAS 22 (Revised 2010) . Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan. PSAK 7 (Revisi 2009) . The Company is still considering the impact of these revised standards to the financial statements. PSAK 3 (Revisi 2010) . SFAS 23 (Revised 2010) . SFAS 8 (Revised 2010) – Events after the Reporting Period. PSAK 19 (Revisi 2010) .Aktiva Tidak Lancar Tersedia Untuk Dijual dan Operasi Dalam Penghentian.Pengungkapan Pihak-Pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa. .Non-Current Assets Held for Sale and Discontinued Operations.Laporan Arus Kas. Contingent Liabilities and Contingent Assets. SFAS 3 (Revised 2010) – Interim Financial Reporting. IAI juga telah menerbitkan standar akuntansi revisi sebagai berikut yang mungkin mempunyai dampak terhadap laporan keuangan Perusahaan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012: • PSAK 10 (Revisi 2009) . Changes in Accounting Estimates and Errors.Efek dari Perubahan Kurs Mata Uang Asing. PSAK 5 (Revisi 2009) . SFAS 5 (Revised 2009) . SFAS 57 (Revised 2009) .Segmen Operasi. The Indonesian Institute of Accountants has also issued the following revised accounting standard that may be applicable to the Company’s financial statements covering periods beginning on or after 1 January 2012: • SFAS 10 (Revised 2009) .Impairment of Assets. Kewajiban Kontinjensi dan Aset Kontinjensi.Operating Segments.Penyajian Laporan Keuangan. SUBSEQUENT EVENTS There were no significant events subsequent to the audited consolidated financial statements date. PSAK 58 (Revisi 2009) .Accounting Policies.Intangible Assets. SFAS 4 (Revised 2009) – Consolidated and Separate Financial Statements. PSAK 2 (Revisi 2009) .Laporan Keuangan Interim.Interests in Joint Ventures.Business Combinations. PSAK 23 (Revisi 2010) . SFAS 12 (Revised 2009) .Presentation of Financial Statements.Investments in Associates. SFAS 19 (Revised 2010) . SFAS 7 (Revised 2009) . PSAK 25 (Revisi 2009) . KEJADIAN SETELAH TANGGAL NERACA Tidak ada kejadian material setelah berakhirnya periode laporan yang tercatat pada Laporan Audit Konsolidasian Perseroan. SFAS 48 (Revised 2009) .Statement of Cash Flows. PSAK 57 (Revisi 2009) .Revenue.

164 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN .

CORPORATE GOVERNANCE REPORT

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 165

Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report

Komitmen menerapkan praktek tata kelola perusahaan terbaik berimbang dan bersamaan dengan peningkatan integritas karyawan untuk mendorong pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan
Committed to implementing balanced good corporate governance best practice and upholding employee integrity for a sustainable corporate growth

166

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

LAPORAN PELAKSANAAN TATA KELOLA

IMPLEMENTATION OF CORPORATE GOVERNANCE
OBJECTIVE
Following the establishment and enforcement of Good Corporate Governance (GCG) implementation guide on working mechanism among corporate organs (GCG Code) and other GCG policies, the Company has implemented every point in the GCG Code. Based on the Code, each level of operations will continue to consistently implement GCG practice in the best possible manner.

TUJUAN PENERAPAN
Menindak lanjuti penyelesaian, penerbitan dan penerapan Panduan Implementasi Good Corporate Governance (GCG) yang berisi mekanisme kerja antar Organ Perusahaan, Kebijakan Pokok Perseroan (GCG Code) dan Kebijakankebijakan lain terkait GCG, Perseroan mulai melakukan implementasi butir-butir yang terkandung dalam panduan tersebut. Berdasarkan buku panduan yang ditujukan sebagai pedoman, setiap level operasional kini dan kedepan bertekad menjalankan GCG secara konsisten dan sebaik mungkin. Hal tersebut dilaksanakan bukan hanya untuk menindak lanjuti Keputusan Menteri Negara BUMN RI No. 117/M-MBU/2002 tentang Penerapan Praktek GCG pada BUMN, melainkan dalam rangka melaksanakan keyakinan Perseroan akan manfaat positif dari penerapan praktek GCG. Tujuan Penerapan GCG di Perseroan adalah : • Mengendalikan dan mengarahkan hubungan antara Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Direksi, karyawan, pelanggan, mitra kerja, serta masyarakat dan lingkungan. Mendorong dan mendukung pengembangan Perseroan. Mengelola sumber daya secara lebih amanah. Mengelola risiko secara lebih baik. Meningkatkan pertanggungjawaban kepada stakeholders. Mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan Perseroan. Memperbaiki budaya kerja Perseroan. Meningkatkan citra Perseroan (image) menjadi semakin baik.

Such is aimed not only at complying with the State Minister for State-Owned Enterprises (SOE) Decree No. 117/M-MBU/2002 concerning Implementation of GCG Practices in SOEs, but also at demonstrating the Company’s belief in the advantage of practising GCG principles. The goal of implementing GCG throughout the Company is to allow: • Directing and managing the relationship among shareholders, Board of Commissioners, Board of Directors, employees, customers, partners, community and environment. • Promoting and supporting the Company’s growth. • Managing human resource discreetly. • Managing risk more responsibly. • Treating stakeholders more responsibly. • Preventing irregularity in the management of the Company. • Promoting work ethos. • Enhancing the Company’s good image. To attain that goal, the Company consistently implements good corporate governance (GCG) principles which include transparency, accountability, responsibility, independency and fairness, corresponding to the promotion of corporate values and culture which are reflected in the corporate code of ethics and culture. High integrity influenced by such cultural values is believed to maximize the implementation of GCG.

• • • • • • •

Untuk mencapai tujuan tersebut, Perseroan senantiasa berusaha menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik, mencakup azas transparency, accountability, responsibility, independency dan fairness, secara seimbang dengan pembangunan nilai-nilai dan budaya perusahaan yang tertuang dalam rumusan kode etik serta budaya perusahaan. Pembangunan integritas yang tinggi melalui nilai-nilai budaya tersebut diyakini akan semakin memberikan hasil maksimal pada mutu penerapan GCG. Mutu penerapan GCG yang baik dan konsisten akan mendukung peningkatan kinerja Perseroan melalui terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih baik, meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan pelayanan kepada stakeholders yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan corporate value. Selain itu, stakeholder satisfaction juga akan meningkat karena terjadinya perbaikan

Good and consistent implementation of GCG will support the Company’s operations as it allows better decision making, improved operating efficiency and stakeholders’ return and corporate value. Likewise, stakeholders’ satisfaction will be guaranteed by maximizing financial achievement and

CORPORATE GOVERNANCE REPORT

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 167

kinerja keuangan serta berkurangnya keputusan investasi yang mengandung benturan kepentingan, sehingga membuat kepercayaan investor meningkat. Komitmen, konsistensi serta keberhasilan Perseroan dalam menerapkan tata kelola yang baik telah membuahkan berbagai bentuk penghargaan dari lembaga independen dari berbagai perspektif, mencakup : • Predikat Terpercaya berdasarkan Corporate Governance Perception Index yang diselenggarakan oleh IICG (Indonesian Institute of Corporate Governance) bekerja sama dengan majalah SWA dalam Acara “IICG - GCG Award” di Jakarta, nilai skor meningkat dari 82,27 menjadi 84,11 di tahun 2010. The Best Role of Stakeholder dalam acara “IICD (Indonesian Institute of Corporate Directorship) Corporate Governance Award” kerja sama IICD dengan Majalah Investor. 3rd Rank The Best Corporate GCG Implementation kerjasama IICD dengan Business Review dalam acara “Business Review Award” di Singapura

minimizing investment risk, preventing conflict of interest and boosting investors’ trust.

The Company’s commitment, consistency and success in implementing good corporate governance practice have earned the Company several awards and commendations from independent institutions in varied perspectives, which are: • The Most Trusted based on Corporate Governance Perception Index conducted by IICG (Indonesian Institute for Corporate Governance) in collaboration with SWA Magazine presented in “IICG – GCG Award” program in Jakarta with an improved score from 82.27 to 84.11 in 2010. The Best Role of Stakeholder in ”IICD (Indonesian Institute of Corporate Directorship) Corporate Governance Award” program jointly organized by IICD and Investor Magazine. 3rd Rank The Best Corporate GCG Implementation presented by IICD in collaboration with Business Review Magazine during ”Business Review Award” in Singapore.

ASESMEN PRAKTEK GCG
Perseroan terakhir kali melakukan asesmen Praktek GCG pada tahun 2008, dilaksanakan oleh assesor independent Sodiq, Purwoko & Associates. Menurut hasil asesmen tersebut, Perseroan mendapatkan total skor 89,75, dengan kesimpulan kualitas penerapan GCG Baik. Adapun tabel skor hasil asesmen adalah sebagai berikut.

ASSESMENT OF GCG PRACTICE
An assessment of GCG practice by the Company in 2008 was made by an independent assessor, SODIQ, PURWOKO & ASSOCIATES. Findings showed that the Company obtained a total score of 89.75 and termed Good Implementation of GCG. The score of the assessment is shown below:

168

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

BOBOT ASPEK
ASPECT

WEIGHT

SKOR
SCORE

ACHIEVEMENT

CAPAIAN
% B/A X 100

A 9,00 8,00 66,00 27,00 6,00 27,00 3,00 3,00 7,00 10,00 100,00

B 7,49 6,03 61,80 24,33 5,92 25,66 2,90 3,00 6,43 8,00 89,75

I II III

Hak dan Tanggung Jawab Pemegang Saham/RUPS Shareholders’ right and responsibility /GMS Kebijakan GCG GCG policy Penerapan GCG GCG implementation A. Komisaris Board of Commissioners B. Komite Komisaris Board of Commissioners Committees C. Direksi Board of Directors D. Satuan Pengawasan Intern Internal Audit Unit E. Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary Pengungkapan Informasi Disclosure Komitmen Commitment Skor Keseluruhan Total Score

83,27 75,31 93,64 90,11 98,67 95,02 96,58 100,00 91,79 80,00 89,75

IV V

Peringkat Kualitas Penerapan GCG Quality Rating of GCG Implementation Dari hasil assesment tersebut, Assessor merekomendasikan berbagai perbaikan aturan dan peningkatan kualitas pelaksanaan praktek GCG yang sebaiknya dilakukan oleh Perseroan. Selain itu, dari partisipasi Perseroan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh asesor eksternal, seperti dalam rangka penyelenggaraan IICGGCG Award yang diselenggarakan pada tahun 2010, juga disampaikan beberapa rekomendasi serupa. Beberapa rekomendasi yang disampaikan diantaranya: • Melakukan revisi dan penyesuaian terhadap muatan GCG Code dan Board Manual mengacu pada perubahan peraturan perundang-undangan (UU No.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas), termasuk perubahan Anggaran Dasar Perusahaan. • Menyusun dan Menyempurnakan Pedoman Perilaku (Code of Conduct) sebagai sebuah dokumen tersendiri secara terpisah termasuk menyertakan didalamnya lembar kepatuhan terhadap Pedoman Perilaku yang harus ditandatangani oleh setiap Pegawai. • Menambahkan ke dalam GCG Code uraian terkait dengan hak, wewenang dan tanggung jawab Pemegang Saham/ RUPS secara jelas. Dengan mempertimbangkan rekomendasi-rekomendasi tersebut dan kebutuhan perusahaan bagi terciptanya peningkatan penerapan GCG, pada tahun 2010 Perseroan melaksanakan beberapa upaya perbaikan tata laksana dan peningkatan kualitas penerapan GCG, diantaranya sebagai sebagai berikut:

BAIK GOOD
Based on the assessment result, the assessor recommended a series of actions to be taken by the Company to improve the rules of implementing GCG. In addition, following the Company’s participation in various events launched by external assessor, such as IICG-GCG Award program in 2010, a few similar recommendations were also made.

Some of the recommended measures are: • Revise GCG Code and Board Manual to conform to amended laws (Corporate Law No. 40 year 2007), including amendments to the Company’s Articles of Association. • Draw up and develop Code of Conduct as a separate document and enclose compliance sheets to be signed by all employees. • Insert in the GCG Code description of right, authority and responsibility of shareholders /GMS.

Considering the Company’s needs for better GCG implementation and fulfilment of those recommendations, in 2010 the Company made some improvement on GCG implementation as follows:

CORPORATE GOVERNANCE REPORT

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 169

Perusahaan dibantu konsultan telah mengembangkan soft structure GCG yang baru, yaitu : - Panduan Kerja Bagi Dewan Komisaris dan Direksi (Board Manual) - GCG Code - Code of Conduct Salah satu Soft Structure GCG adalah Code of Conduct yaitu Suatu Pedoman Perilaku bagi seluruh Jajaran Perseroan. Code of Conduct ini telah disosialisasikan kepada seluruh Jajaran Perusahaan yang menjelaskan tentang: - Kebijakan tentang Benturan Kepentingan - Kebijakan tentang Larangan Pemberian dan Penerimaan Hadiah, Suap dan sejenisnya. - Kebijakan tentang Pengadaan Barang dan Jasa. - Tata Laksana Sistem Pelaporan Pelanggaran. - Pelaksanaan lembar kepatuhan terhadap Pedoman perilaku yang harus ditandatangani oleh setiap pegawai.

With the aid of a consultant, the Company developed a new GCG Soft Structure: - Board Manual - GCG Code - Code of Conduct

Code of Conduct is a guide to direct the conduct of all personnel of the Company, which has been socialized to all personnel, elaborating on: - Conflict of interest policy - Restriction of giving and receiving gift, bribe, and the like - Goods and services procurement policy - Procedure of reporting misconduct (whistle blowing system) - Completion of code of conduct compliance sheets by all employees

Sosialisasi Code of Conduct telah dilaksanakan dari tanggal 16 s.d. 27 Desember 2009 kepada seluruh pegawai di satuan kerja maupun unit kerja dalam Perusahaan. Kemudian sosialisasi untuk pegawai yang berada di Anak Perusahaan juga telah dilaksanakan pada bulan Juli 2010. Deklarasi kepatuhan atau Pernyataan Kepatuhan telah didistribusikan kepada seluruh Pegawai melalui Nota Dinas Direktur SDM dan Umum No. 019 Tanggal 31 Agustus 2010. Sampai akhir Desember 2010, sebanyak 2.996 Pegawai dari 3.058 Pegawai (98,0%) telah menandatangani Pernyataan Kepatuhan. • Pembentukan Komite GCG Perseroan telah membentuk Komite GCG, untuk membantu Dewan Komisaris dalam rangka meningkatkan penerapan praktek GCG oleh Perseroan. Pembentukan komite ini didahului dengan perangkapan tugas anggota komite dalam Komite Konarba dan GCG. Pembentukan Komite Konarba dan PSDM Komite Nominasi, Remunerasi dan Pengembangan Sumberdaya Manusia atau disingkat Konarba dan PSDM merupakan komite yang mengalami perubahaan nama dan keanggotaan. Komite ini dibentuk terutama ditujukan untuk memperkuat penerapan GCG dari sisi penguatan sistem pengelolaan Sumber Daya Manusia. Pembentukan dan Pemberlakuan Sistem Manajemen PTBA Perseroan memperkuat sistem pengelolaan operasional terakreditasi dengan membentuk dan memberlakukan Sistem Manajemen PTBA. Sistem ini dikembangkan melalui adopsi atas beberapa sistem operasional terakreditasi yang dalam proses audit sistemnya ternyata saling bersinggungan dengan erat.

Socialization of Code of Conduct to all employees within the Company was carried out from 16 to 27 December 2009. Dissemination to employees of subsidiaries was done in July 2010. Declaration of compliance sheets were distributed to all employees under Official Memo of Human Resource & General Affairs Director No. 019 dated 31 August 2010. As of end of December 2010, a total of 2,996 employees out of 3,058 employees (98.0%) have signed the Declaration of Compliance.

Formation of GCG Committee The Company has formed GCG Committee to assist Board of Commissioners in ensuring continued implementation of GCG principle. Prior to its formation, this Committee was merged with Nomination and Remuneration Committee. Formation of Nomination, Remuneration and HRD Committee Nomination, Remuneration and Human Resource Development Committee, shortened to NR & HRD Committee has a new name and new members. Its formation is intended to reinforce the implementation of GCG with the function of human resource management. Establishment and Application of PTBA Management System The Company reinforced its accredited operations management system by establishing and applying PTBA management system. This system is developed by adopting several accredited operations management systems, which a system audit proved to be closely related.

170

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

Pencegahan Fraud & Corruption Sebagai salah satu Implementasi dari Code of Conduct yaitu pencegahan fraud & corruption, Perseroan telah mendistribusikan dokumen “Pernyataan Kepatuhan” kepada seluruh Pegawai melalui Nota Dinas Direktur SDM dan Umum No. 019 Tanggal 31 Agustus 2010. Sampai akhir Desember 2010, sebanyak 2.996 Pegawai dari 3058 Pegawai (98,0%) telah menandatangani Pernyataan Kepatuhan tersebut. Deteksi Fraud & Corruption Perseroan telah menjalankan aspek deteksi terhadap fraud & corruption dengan menjalankan Sistem Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi, dimana sejak Trw IV 2009, Manajemen telah memasukan Risiko Fraud & Corruption ke dalam identifikasi, analisis dan Profil Risiko Korporat. Penanganan Fraud & Corruption Perseroan saat ini telah membuat (draft) Susunan Tim Sistem Pelaporan Pelanggaran (SPP). Sedangkan Deskripsi Pekerjaan (lingkup dan uraian Tugas) Tim SPP serta mekanisme Pelaporan Pelanggaran yang menjelaskan bagaimana alur pelaporan pelanggaran dan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk membuat suatu laporan pelanggaran telah diselesaikan. Prosedur Penanganan Pelaporan Pelanggaran. Direncanakan pada Triwulan I 2011, Satuan Kerja Sistem Manajemen Perusahaan (SMP) bersama-sama dengan Komite GCG Dewan Komisaris akan melakukan studi banding atas ke beberapa perusahaan yang telah lebih dahulu menerapakan Whistle Blowing System, karena ada beberapa model yang diterapkan oleh Perusahaanperusahaan tersebut.

Prevention of Fraud and Corruption To implement one Code of Conduct principle which dictates that fraud and corruption be prevented, the Company distributed “Declaration of Compliance” sheets to all employees under Official Memo of Human Resource and General Affairs Director No. 019 of August 31, 2010. As of end of December 2010, a total of 2,996 employees out of 3,058 employees (98.0%) have signed such Declaration of Compliance. Detection of Fraud and Corruption The Company has covered the aspect of detecting fraud and corruption by running Integrated Corporate Risk Management System, and since the fourth quarter of 2009 the management has included fraud and corruption risk in identifying, analysing and profiling corporate risk.

Handling of Fraud and Corruption The Company has drawn up a Misconduct Reporting System Team whose job description and reporting mechanism have been completed. The job description explains reporting workflow and requirements to be met when making a misconduct report.

Procedures of Handling Misconduct Report It has been planned that in the 1st quarter of 2011, Corporate Management System Work Unit, GCG Committee and Board of Commissioners will conduct comparative studies in several companies which have adopted Whistle Blowing System, to learn about a few models that those companies have implemented. After benchmarking, Corporate

CORPORATE GOVERNANCE REPORT

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 171

Panduan Tata Kelola Perusahaan merupakan kristalisasi seluruh aturan yang menjadi pedoman bagi tata kelola perusahaan, nilai-nilai budaya, visi dan misi Perseroan serta praktek terbaik GCG.
GCG Code is the crystallization of all rules that guide the implementation of GCG best practices, cultural values, vision and mission.

Setelah melakukan studi banding SMP akan mengajukan Draft SK Pembentukan Tim SPP/Whistle Blowing System kepada Direksi dan Dewan Komisaris untuk disahkan dan diimplementasikan. Penjelasan lebih lanjut dari kegiatan yang dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas penerapan GCG sepanjang tahun 2010 tersebut di atas, diuraikan dalam bagian-bagian berikut.

Management System Team will submit a draft decision letter regarding the formation of Whistle Blowing System Team to Board of Directors and Board of Commissioners for ratification and subsequent implementation. Efforts taken to enhance the implementation of GCG principle in 2010 are elaborated further in the next sections.

PANDUAN DAN STRUKTUR TATA KELOLA
Menindak lanjuti implementasi Undang-undang Perseroan Terbatas (UU PT), Undang-Undang BUMN, rekomendasi hasil assesment praktek GCG, serta perkembangan praktek GCG terkini, Perseroan telah menyelesaikan telaah ulang dan melakukan berbagai penyesuaian atas kebijakan dan Standard Operating Procedure (SOP) terkait tata kelola perusahaan. Perseroan telah menerbitkan dan kemudian mengimpelementasikan Soft Structure GCG terbaru yang terdiri dari Board Manual, GCG Code (Panduan Tata Kelola), Code of Conduct, serta Kebijakan-kebijakan Tambahan, yang dilaporkan pada bagian tata kelola perusahaan. Panduan Tata Kelola Perusahaan merupakan kristalisasi seluruh aturan yang menjadi pedoman bagi tata kelola perusahaan, nilai-nilai budaya yang dianut, visi dan misi serta praktek-praktek terbaik (best practices) GCG. Panduan GCG yang telah disusun menjadi acuan bagi Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Direksi, Pegawai, termasuk stakeholder lainnya dalam berhubungan dengan Perseroan. Panduan Tata Kelola Perusahaan tersebut berisikan prinsip-prinsip pengelolaan perusahaan yang selanjutnya dijabarkan dalam berbagai kebijakan serta peraturan petunjuk teknis pelaksanaan. Mengingat lingkungan bisnis bersifat dinamis dan berkembang, maka Panduan Tata Kelola Perusahaan (GCG Code) tersebut akan selalu disesuaikan dengan kondisi internal maupun eksternal. Pengkajian dan penyesuaian secara berkesinambungan akan selalu disesuaikan untuk mencapai standar penerapan GCG yang terbaik bagi Perseroan.

CORPORATE GOVERNANCE CODE AND STRUCTURE
With the issuance of Corporate Law (UU PT), SOE Law, recommendation after GCG assessment, and the latest GCG practice, the Company re-evaluated and adjusted the policy and Standard Operating Procedure (SOP) associated with GCG. The result of all these was the production of a new GCG Soft Structure consisting of Board Manual, GCG Code, Code of Conduct, and Supplementary Policies, which are reported in the corporate governance section.

GCG Code is the crystallization of all rules that guide the implementation of GCG best practices, cultural values, vision and mission. GCG Code is the crystallization of all rules that guide the implementation of GCG best practices, cultural values, vision and mission. GCG Code must be used as reference by shareholders, Board of Commissioners, Board of Directors, employees, and other stakeholders in dealing with the Company.

GCG Code contains corporate governance principles which are further elaborated in various policies and technical implementation rules. Given the dynamic and expansive nature of business environment, GCG Code will continue to be adjusted to internal and external condition. Review and adjustment will be an ongoing process in a bid to reach the best standard of GCG implementation by the Company.

Board of Commissioners is a corporate organ whose function is to supervise in a general as well as specific sense.172 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Struktur Tata Kelola di Perseroan Corporate Government Structure PEMEGANG SAHAM SHAREHOLDERS DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS KOMITE GCG GCG Comittee KOMITE ASURANSI. and give . a forum for the shareholders to act on an equal footing for adopting important resolutions associated with the capital invested in the Company. The three corporate organs operate independently in their respective function. General Meeting of Shareholders (GMS) is the highest body within the Company. namun tidak dapat mengintervensi keputusan operasional yang menjadi wewenang Dewan Komisaris dan Direksi. Dewan Komisaris adalah Organ Perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum atau khusus. Organ Perusahaan terdiri atas Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). task and responsibility for the sole purpose of the Company. serta Corporate Organ As outlined in corporate governance structure. RISIKO USAHA & PASCATAMBANG Business Risk. Insurance KOMITE NOMINASI & REMUNERASI Nomination & Remuneration Committee KOMITE AUDIT Audit Committee DIREKTUR UTAMA PRESIDENT DIRECTOR DIREKSI DIRECTORS DEWAN DIREKSI BOARD OF DIRECTORS SEKRETARIS PERUSAHAAAN Corporate Secretary SISTEM MANAJEMEN PERUSAHAAN Corporate Management System SISTEM PENGAWASAN INTERN Internal Audit Unit Keterangan Description : GENERAL MANAGER / SENIOR MANAGER GENERAL MANAGERS / SENIOR MANAGERS Garis Koordinasi Coordination Line PELANGGAN Customers PEGAWAI Employees KOMUNITAS Community Garis Komando Commando Line Organ Perusahaan Seperti tampak pada bagan struktur tata kelola perusahaan. Board of Commissioners and Board of Directors and each has its own vital role in the implementation of GCG. fungsi dan tanggung-jawabnya semata-mata untuk kepentingan Perseroan. the Company’s organ is composed of General Meeting of Shareholders. wadah para pemegang saham untuk bertindak secara setara dalam mengambil keputusan penting yang berkaitan dengan modal yang ditanam dalam Perseroan. Organ Perseroan ini menjalankan fungsinya berdasarkan prinsip bahwa masing-masing organ berdiri secara independen dan menjalankan tugas. Dewan Komisaris dan Direksi yang masing-masing mempunyai peran penting dalam pelaksanaan GCG secara efektif. GMS cannot intervene in the day-to-day decision making by the Board of Commissioners and Board of Directors. However. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan instansi tertinggi dalam Perseroan.

dapat diambil dalam RUPSLB. Performance report delivered by Board of Directors. sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan Perseroan dan peraturan perundang-undangan. iv. divide duty and authority among directors. etc. elect and terminate members of Board of Commissioners and Board of Directors. Some important resolutions that must be made before the AGMS. mengubah anggaran dasar. Wewenang tersebut mencakup meminta pertanggungjawaban Dewan Komisaris dan Direksi terkait dengan pengelolaan Perseroan. Such authority covers the right to ask Board of Commissioners and Board of Directors to give their accountability reports on the management of the Company. as long as it does not contradict the Company’s interest and the law. the Board of Commissioners and Board of Directors set up sub-organs according to the Company’s needs to provide assistance and input to support and safeguard the Company operations. There are two types of General Meeting of Shareholders (GMS) depending on the time they are convened: Annual General Meeting of Shareholders (AGMS). Perseroan menjamin untuk memberikan segala keterangan yang berkaitan dengan Perseroan kepada RUPS. RUPS sesuai dengan penyelenggaraan-nya terbagi atas: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Sub-organs are set up for clear division of authority to effectively implement GCG principles. and in accordance with the Company’s Articles of Association and Corporate Polilcy. Penunjukan Kantor Akuntan Publik terdaftar. yang waktu penyelenggaraannya bisa terjadi di luar waktu RUPST. Sedangkan Direksi merupakan Organ Perseroan yang berwenang dan bertanggung-jawab penuh atas kepengurusan Perseroan sehari-hari dan bertindak semata-mata untuk kepentingan perusahaan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. a routine annual agenda held at least once a year within six months of the accounting yearend. At GMS. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS) Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai instansi tertinggi dalam Perseroan. mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Dewan Komisaris atau Direksi dalam batas yang ditentukan dalam Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Laporan atas kinerja perusahaan yang disampaikan oleh Direksi. the Company guarantees that it will provide GMS with any information pertaining to the Company. Appointment to Board of Directors and Board of Commissioners. For day-to-day operations. General Meeting of Shareholders (GMS) has the authority that is not conferred upon the Board of Commissioners or Board of Directors under the provisions of Articles of Association and the prevailing laws and regulations. EGMS is held when the following actions are required: Umumnya.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 173 memberi nasihat kepada Direksi. serta v. diselenggarakan minimal satu kali dan dilakukan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah tahun buku Perseroan berakhir. Penetapan penggunaan laba. iv. Other agenda items in accordance with the Articles of Association. ii. Agenda of AGMS covers: i. Appointment of Certified Public Accountant. that may be convened any time outside the time of AGMS. Oleh karena itu. iii. amend articles of association. and v. agar setiap keputusan yang diambil dalam RUPS didasari pertimbangan yang mendalam dan matang. Kondisi yang menyebabkan harus dilaksanakannya RUPSLB mencakup: . in order that every GMS resolution is adopted by thorough deliberation. Appropriation of profit. Any resolution adopted by GMS is solely for the benefit of the Company. Agenda lain sesuai ketentuan anggaran dasar Perseroan. Therefore. Pembentukan sub-organ ini dilakukan sebagai bagian dari pembagian wewenang yang jelas untuk menerapkan prinsip-prinsip dasar GCG secara efektif. mengangkat dan memberhentikan Direktur dan Anggota Dewan Komisaris. all shareholders have equal rights to resolve important matters related to and aimed at business continuity. While Board of Directors is an organ fully authorized and responsible for the day-to-day management of the Company in keeping with its purpose and objective. agenda rapat RUPST mencakup: i. Dalam kegiatan operasional. memutuskan pembagian tugas dan wewenang pengurusan di antara Direktur dan lain-lain. Keputusan yang diambil dalam RUPS didasarkan semata-mata demi kepentingan Perseroan. membantu kelancaran operasional serta memberi masukan yang diperlukan untuk mengamankan kelancaran operasional Perseroan. ii. Dewan Komisaris dan Direksi membentuk sub-organ Perseroan yang sesuai dengan kebutuhan. GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS (GMS) Being the highest body within the Company. Pengisian jabatan anggota Direksi atau dan Anggota Dewan Komisaris. Beberapa keputusan penting tertentu menyangkut perusahaan yang tidak bisa menunggu terselenggaranya RUPST. sesuai AD dan ART Perseroan. may be adopted at EGMS. dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). and Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS). counsel to the Board of Directors. iii.

40/2007 Article 78 clause 2. . stock split.48% of total issued shares. Investor Daily and Sriwijaya Post newspapers on 4 April 2010. in 2010 the Company conducted AGMS on 21 April 2010. Proposing material corporate plans. Proposing plans for conflict of interest transactions. fungsi dan wewenang Dewan Komisaris dan Direksi dengan tidak mengurangi wewenang RUPS untuk menjalankan haknya sesuai dengan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan. Berbagai keputusan yang dihasilkan dalam RUPST tersebut mencakup: • Menyetujui Laporan Tahunan Direksi mengenai keadaaan dan jalannya Perseroan selama tahun buku 2009 dan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan tahun buku 2009 yang sekaligus merupakan pelaksanaan tanggung jawab sosial sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 2007. Pemanggilan dan penyelenggaraan RUPSLB dilakukan melalui permintaan tertulis dengan menyebutkan hal-hal yang akan dibicarakan disertai alasannya baik dari Dewan Komisaris atau dari Pemegang Saham Seri A Dwiwarna atau dari 1 (satu) Pemegang Saham atau lebih yang memiliki sedikitnya 1/10 (satu persepuluh) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah. or by one shareholder or more owning at least 1/10 (one tenth) of total legal voting shares. invitation and notice of meeting agenda was published in Bisnis Indonesia.174 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Dalam RUPS. including Series A Dwiwarna shares. Proposal may be made by Board of Commissioners or holders of Series A Dwiwarna shares.” “Investor Daily” dan “Sriwijaya Post. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. At the AGMS. Sesuai UU No. function and authority of Board of Commissioners and Board of Directors without prejudice to the GMS prerogative to exercise its rights under the Articles of Association and the legislation. • • • • Replacing members of Board of Commissioners and Board of Directors before the end of their term of office. seluruh pemegang saham mempunyai hak yang setara untuk mengusulkan hal-hal yang berkaitan pada keberlanjutan usaha. dan right issue. Adanya rencana transaksi material menyangkut penjaminan aset perusahaan. undangan dan pemberitahuan agenda rapat telah dimuat pada tanggal 4 April 2010 di surat kabar “Bisnis Indonesia. Adanya rencana transaksi yang mengandung benturan kepentingan. Adapun tatacara RUPS harus sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. At GMS. and Annual Report on Partnership and Community Development Program in the same year that reflected the fulfillment of corporate social responsibility as stipulated in Law No. Pasal 78 ayat 2. The meeting was attended by 81. RUPS atau pemegang saham tidak dapat melakukan intervensi terhadap tugas. In keeping with the law.48% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan. stock split. Pursuant to Coporate Law No. Perseroan menyelenggarakan satu kali RUPST. all shareholders have equal rights to resolve important matters related to and aimed at business continuity. and rights issue. termasuk saham seri A Dwiwarna. either due to resignation or for other reasons. acquisition of the Company or closure of business unit. Rencana korporasi lain yang bersifat material.” RUPS Tahunan tersebut dihadiri oleh 81. selama tahun 2010. Sesuai dengan ketentuan. baik karena pengunduran diri dan/atau sebab-sebab lainnya. Proposal to convene EGMS should be made in writing with agenda items to be discussed at the meeting and backed by the reasons. The meeting procedures must conform to the existing laws and regulations. diselenggarakan pada tanggal 21 April 2010. such as shares buyback. 40/2007. seperti pembelian kembali saham Perseroan yang beredar. the following resolutions were adopted: • Approving Board of Directors’ Annual Report on the Company’s condition and performance during 2009 accounting year. GMS or shareholders should not intervene in the duty. • • • • Penggantian Dewan Komisaris dan Wakil Direksi sebelum masa tugasnya berakhir. Proposing plans for material transactions with respect to pledging the Company’s assets. pengambil-alihan perusahaan maupun penutupan unit usaha.

with the following breakdown: . .Pemberian kuasa kepada Direksi Perseroan untuk menindak lanjuti pembayaran dividen sesuai ketentuan dan peraturan perundangan. as long as those actions were reported in the books of the Company and were not in contradiction to the provisions of the law.Dividen diberikan pada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 1 Juni 2009. Fixing Directors and Commissioners remuneration in the same amount as 2009 and authorizing Series A Dwiwarna shareholders to fix the Directors and Commissioners allowance for 2010 in accordance with the law. AGMS of 2010 declared a 45% dividend payout ratio of the Company’s 2009 profit.227.Two percent (2%) of net profit amounting to Rp 54. sepanjang tindakan tersebut tercatat pada buku Perseroan dan tidak bertentangan dengan ketentuan dan peraturan perundangan. • • RUPST tahun 2010 menetapkan dividen pay out ratio sebesar 45% dari laba Perseroan tahun 2009.14 billion for the purpose of statutory reserve and other reserves for the Company’s business development. .75 per share was paid out on 15 December 2009.75 per share. Dividend was to be paid out to the shareholders recorded in the Company’s Shareholders Register on 1 June 2009 at 16. and fifty one percent (51%) of net profit worth Rp 1.As final dividend payout amounting to Rp 1. .AGMS of 2010 declared a 45% dividend payout ratio of the Company’s 2009 profit. atau sekitar 45% laba bersih.Dibagikan sebagai dividen final sebesar Rp1. Atas dividen final tersebut telah dibagikan sejumlah Rp153. • Menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2009 yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009.00 WIB dan dibayarkan pada tanggal 15 Juni 2009 .Ratifying the Company’s 2009 Financial Statements audited by the office of Certified Public Accountant according to its report No. A100301006/DC2/HSH/ II/2010 dated 1 March 2010 with “fair in all material respects” opinion. A100301006/DC2/HSH/ II/2010 tanggal 01 Maret 2010 dengan pendapat “wajar dalam semua hal yang material.48 miliar yang berarti Rp532.” . .CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 175 .Memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi dan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku 2009. .227. • . .Sebesar 2% (dua persen) laba bersih atau sejumlah Rp54. dengan rincian: .75 per saham sebagai dividen interim yang telah dibagikan pada tanggal 15 Desember 2009.75 per saham. jam 16. dan sebesar 51% (limapuluh satu persen) laba atau senilai Rp1. Approving the appropriation of net profit earned by the Company in 2009 accounting year ending 31 December 2009. Menetapkan besaran gaji Direksi dan Komisaris sama dengan tahun 2009 lalu dan melimpahkan kewenangan kepada Pemegang Saham Seri A untuk menetapkan jenis dan tunjangan bagi Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku 2010 sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.55 billion allocated to Partnership Program of 2010.Giving full release and discharge (volledig acquit et de charge) to Board of Directors and Board of Commissioners of the Company for their management and supervision actions throughout 2009 accounting year. yang berarti Rp 66.391.391. approximately 45% of net profit.55 miliar dialokasikan untuk Program kemitraan tahun 2010.61 billion or Rp 66.61 miliar.00 West Indonesia Time and payment was made on 15 June 2009.Empowering the Board of Directors of the Company to act on dividend payment in accordance with the provisions of the laws and regulations. An interim dividend totalling Rp 153.Mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2009 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik sesuai laporannya No.48 billion or Rp 532. .14 miliar digunakan untuk cadangan wajib maupun cadangan lainnya dalam rangka pengembangan Perseroan.

1 tentang Rencana dan Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham. and to recompose the entire Articles of Association submitted to AGMS.IX. AGMS results were sent to Bapepam and IDX on 23 April 2010 and advertised in Bisnis Indonesia. Sriwijaya Post. Pengumuman hasil RUPS disampaikan pada tanggal 23 April 2010 ke Bapepam dan BEI serta diiklankan melalui surat kabar Bisnis Indonesia. Pasal 10 sampai dengan Pasal 23. As such. and fixing the terms and conditions of appointment including but not limited to the audit fee. sesuai dengan Peraturan Bapepam No. Board of Commissioners and Board of Directors should mutually respect each other’s duty. member Firm dari PriceWaterHouseCoopers untuk melakukan general audit laporan keuangan konsolidasian Perseroan tahun buku 2010 dan laporan keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan tahun buku 2010. termasuk menetapkan kondisi syarat-syarat penunjukkan termasuk namun tidak terbatas pada biaya pelaksanaan audit dimaksud.176 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN • RUPS menyetujui melimpahkan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk akuntan publik. In addition. tanggung jawab dan wewenang masing-masing sesuai peraturan perundangundangan COORDINATION BETWEEN BOARD OF COMMISSIONERS AND BOARD OF DIRECTORS Board of Commissioners and Board of Directors are two corporate organs responsible for the day-to-day management of the Company with differing duty and responsibility. both organs Isu-isu strategis dan substantial bagi Perseroan yang memerlukan persetujuan Dewan Komisaris dibahas pada Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi. Menyetujui mengubah Pasal 4 sampai dengan Pasal 10. The main duty of Board of Commissioners is to supervise and the Board of Directors to carry out GMS resolutions and manage the Company’s operations. responsibility and authority in accordance with the law.I. dengan tugas utama Dewan Komisaris sebagai pengawas dan Direksi dengan tugas utama melaksanakan keputusan RUPS dan mengelola operasional namun keduanya harus senantiasa berkoordinasi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan dan kesinambungan usaha perusahaan dalam jangka panjang. Article 25 through Article 28 of Articles of Association.1 on Planning and Convening GMS. • Authorizing Board of Commissioners to appoint Certified Public Accountant Tanudiredja. but both should coordinate and work together to reach the corporate goal and long-term business continuity. member firm of PriceWaterHouseCoopers to audit the Company’s consolidated financial statements for 2010. in accordance with Bapepam Regulation No. Wibisana & Rekan. • • Ratifying the amendment to Article 4 through Article 10. Pasal 25 sampai dengan Pasal 28 Anggaran Dasar Perseroan dan menyusun kembali seluruh Anggaran Dasar Perseroan yang telah disampaikan dalam RUPS. serta memberi wewenang dan kuasa kepada Direktur Utama Perseroan untuk membuat akta Pernyataan Keputusan Rapat tersendiri dalam rangka perubahan Anggaran Dasar ini serta melakukan segala tindakan yang diperlukan untuk memperoleh pengesahan atas perubahan Anggaran Dasar ini. dan Investor Daily. IX. Sriwijaya Post and Investor Daily. Wibisana & Partners. HUBUNGAN SERTA KOORDINASI DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI Dewan Komisaris dan Direksi adalah dua organ perusahaan yang bertanggung jawab atas pengelolaan perusahaan sehari-hari. and to take any action required to obtain approval of the amendments. and 2010 financial statement of Partnership and Community Development Program. . Strategic and material issues requiring Board of Commissioners’ approval are discussed at joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors. yakni KAP Tanudiredja. and authorizing and empowering President Director to draw up a separate deed of Minutes of Meeting in connection with these amendments. Article 10 through Article 23. Oleh karenanya Dewan Komisaris dan Direksi harus senantiasa saling menghormati tugas.I. Tugas dan tanggung jawab masing-masing berbeda.

misi. Kesepakatan penetapan tolok ukur ditujukan untuk menjaga agar tanggung jawab bersama dalam menjaga kesinambungan usaha Perseroan dapat terpenuhi sesuai azas akuntabilitas dan pertanggungjawaban dalam penerapan GCG. The yardstick is establlished to ensure that sustainable business development is reached in accordance with accountability and responsibility principles within GCG standards. should share the same vision. any Commissioner who has conflict of interest should refrain from voting and this condition is recorded in the minutes of meeting. mission. Rapat ini adalah sebagai bentuk koordinasi dala rangka membahas laporanlaporan periodik Direksi dan memberikan tanggapan. Dewan Komisaris dan Direksi bersepakat menjadikan beberapa sasaran pokok sebagai tolok ukur kinerja bersama. tidak boleh ikut memberikan suara dan keterangan mengenai hal ini dicatat pada risalah rapat. peluang usaha. Dewan Komisaris dan Direksi senantiasa mengagendakan pertemuan berkala. keduanya harus memiliki kesamaan pandangan atas visi. decisions of meetings are binding and made by deliberation to reach consensus or by majority votes. Untuk menyatukan pandangan dan memutuskan suatu persoalan penting menyangkut kelangsungan usaha dan operasional perusahaan. Board of Commissioners and Board of Directors hold regular. Agar rapat koordinasi ini dapat memberikan keputusan yang berkualitas. Untuk itu. These meetings also serve as a forum for the Commissioners to review Directors’ periodic reports. jika ada anggota Komisaris yang memiliki benturan kepentingan. Selain itu. Strategic and material issues requiring Board of Commissioners’ approval are discussed at joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors. serta isu-isu strategis yang memerlukan persetujuan Dewan Komisaris. Pada proses pengambilan suara. opportunities and strategic issues that need the Commissioners’ consent. catatan dan nasihat yang dituangkan dalam risalah rapat. Rapat ini diselenggarakan oleh Dewan Komisaris secara berkala. values and strategy of the Company. maka seluruh agenda rapat senantiasa dipersiapkan dengan seksama. mencakup: pelaksanaan kontrol internal dan manajemen risiko dengan baik. For the joint meetings to arrive at high quality decisions. give their feedback and advice that are all recorded in minutes of meeting. Keputusan rapat dibuat berdasarkan azas musyawarah untuk mufakat atau diambil berdasarkan suara terbanyak serta mengikat untuk dilaksanakan tindak lanjutnya. At these meetings they discuss business plans. all agenda items are thoroughly prepared in advance. Dewan Komisaris senantiasa dijamin mendapatkan akses atas informasi dan kondisi Perseroan terkini secara tepat waktu dan lengkap. . Board of Commissioners and Board of Directors agree to make several targets serve as the yardstick by which concerted efforts are measured: enforcement of internal control and risk management. membahas berbagai agenda menyangkut rencana kerja. For that purpose. achievement of optimum shareholders return and reasonable protection of stakeholders interest. To synchronize views and decisions over important matters associated with the Company’s operations and business growth. nilai-nilai dan strategi Perseroan. pencapaian imbal hasil (return) yang optimal bagi pemegang saham dan perlindungan kepentingan pemangku kepentingan secara wajar. operasional. During voting. periodic meetings.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 177 Pengangkutan batubara di pelabuhan Tarahan Coal loading at Tarahan Port dan anggaran dasar.

duty. etika Dewan Komisaris dan Direksi. wewenang. Drs. Supriyadi Ir. • Monitoring and ensuring the construction of Tanjung Enim 3x10 MW TPP for the Company’s own purpose was completed on time.178 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Seluruh tata cara. Pedoman ini mengikat setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi dan mencantumkan antara lain tanggung jawab. serta pengaturan rapat dan tata cara hubungan kerja antara Dewan Komisaris dan Direksi. OF MEETING (A) 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 JUMLAH RAPAT KEHADIRAN ATTENDANCE (B) (B:A) 100 100 86 93 93 100 86 100 100 100 93 14 14 12 13 13 14 12 14 14 14 13 Beberapa kesimpulan maupun keputusan yang ditetapkan melalui rapat gabungan Direksi dan Komisaris. All procedures. authority. In 2010. • Memonitor dan memastikan realisasi pembangunan PLTU Tanjung Enim 3 x 10 MW untuk penggunaan sendiri selesai tepat waktu. Board of Commissioners and Board of Directors held 14 joint meetings. Sepanjang tahun 2010. MA Ir. working guide and relationship between Board of Commissioners and Board of Directors are laid down in Board Manual. Ir. as well as meeting procedures and coordination of work between Board of Commissioners and Board of Directors. right and code of ethics of Board of Commissioners and Board of Directors. Sedangkan tingkat kehadiran Dewan Komisaris dan Direksi dapat dilihat pada rekapitulasi kehadiran rapat sebagai berikut. Attendance of Board of Commissioners and Board of Directors at the meetings is shown below. FIQ Ir. M. SE. dengan pokok-pokok bahasan sebagaimana diuraikan pada Laporan Dewan Komisaris. kewajiban. with topics of discussion as described in the Board of Commissioners’ Report. specifying among others the responsibility. MSc Ir. pedoman kerja dan hubungan antara Dewan Komisaris dan ireksi telah ditetapkan dalam Board Manual. • Percepatan pengurusan izin pinjam pakai wilayah hutan produksi agar PT BBK dapat beroperasi kembali. Milawarma. MSc. Conclusion made and decision taken at joint meetings of Board of Directors and Board of Commissioners covered: Management • Intensifying production efficiency program to maintain profit margin and to anticipate higher sales of lowcalorie coal. hak. Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan mengadakan Rapat Gabungan sebanyak 14 (empat belas) kali. • Accelerating the process of obtaining permit to use production forest area so that PT BBK could resume operation. Thamrin Sihite. Daftar Kehadiran Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi Attendance at Joint Meetings of Board of Commissioners and Board of Directors NAMA NAME Dr. Sukrisno Dono Boestami. Tiendas Mangeka Ir. Abdul Latief Baky.Eng Ir. Heri Supriyanto Ir. MHum. Umiyatun Hayati Triastuti MSc Dr. Mahbub Iskandar JABATAN POSITION Komisaris Utama President Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Direktur Utama President Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director NO.ME Suranto Soemarsono. mencakup diantaranya: Bidang Pengelolaan Perusahaan • Mengintensifkan program effisiensi produksi untuk mempertahankan profit margin dan mengantisipasi peningkatan penjualan batubara kalori lebih rendah. . This Manual binds all members of Board of Commissioners and Board of Directors.

Thamrin Sihite. Supriyadi Ir. SE. sebesar Rp66. Kinerja Komisaris dievaluasi secara berkala minimal setahun sekali berdasarkan kriteria evaluasi kinerja yang diajukan oleh Komite Nominasi dan Remunerasi kepada Dewan Komisaris. Governance • Agreeing upon the agenda and date of GMS. Evaluasi Kinerja Komisaris dilakukan oleh Pemegang Saham dalam RUPS.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 179 Dewan Komisaris senantiasa mendapatkan akses atas informasi dan kondisi Perseroan terkini secara tepat waktu dan lengkap. appointing and terminating members of Board of Commissioners. DEWAN KOMISARIS Tugas utama Dewan Komisaris adalah melakukan pengawasan secara umum atau khusus sesuai dengan Anggaran Dasar serta memberikan nasihat atas kebijakan Direksi dalam menjalankan kepengurusan Perseroan. • Persetujuan besaran Dividen Interim tahun buku 2010. MHum. Ir. Full and timely information on the Company’s latest condition is accesible to Board of Commissioners at all times. The evaluation result will be used as indicators by GMS in remunerating. Dewan Komisaris tidak boleh turut serta dalam mengambil keputusan operasional yang merupakan tugas Direksi. minimum annually. • Fixing market-based floating prices in sales contracts pursuant to EMR Minister regulations. FIQ .75 per share to be paid out in December 2010. Umiyatun Hayati Triastuti. MSc Dr. • Selecting steering committee members for the formation of Whistle Blowing Policy Implementation Team. Board of Commissioners is not to intervene in Board of Directors’ duty of making decisions over operational matters. Bidang Tata Kelola • Kesepakatan mengenai agenda RUPS dan tanggal pelaksanaan RUPS. • Penetapan kebijakan harga floating sesuai pasar. Abdul Latief Baky. • Preparing the implementation of Whistle Blowing Policy.75 persaham dan dilaksanakan pada bulan Desember 2010. The performance of Board of Commissioners is appraised periodically. Hasil evaluasi kinerja Anggota Dewan Komisaris akan digunakan oleh RUPS dalam memberikan remunerasi serta sebagai salah satu indikator dalam pengangkatan kembali dan pemberhentian Anggota Dewan Komisaris yang bersangkutan. • Approving 2010 interim dividend of Rp66. • Peningkatan intensitas kegiatan internalisasi panduan GCG terbaru. • Peningkatan kegiatan dalam rangka persiapan implementasi ”Kebijakan Pelaporan Pelanggaran. ME Suranto Soemarsono.” • Pemilihan tim perumus bagi pembentukan Tim Pelaksana Pelaporan Pelanggaran. KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS PERSEROAN SAAT INI ADALAH SEBAGAI BERIKUT: THE CURRENT COMPOSITION OF BOARD OF COMMISSIONERS IS AS FOLLOWS Komisaris Utama President Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Dr. MA Ir. pada kontrak-kontrak penjualan sesuai ketentuan Menteri ESDM. by GMS according to performance appraisal criteria established by Nomination and Remuneration Committee. MSc. • Intensifying the internalization of the latest GCG Code. BOARD OF COMMISSIONERS The primary duty of Board of Commissioners is to supervise in a general and specific sense in accordance with the Articles of Association and give counsel to the Board of Directors in managing the Company.

besides compliance with the law with respect to their nomination. dimana setiap perusahaan publik harus memiliki Komisaris Independen sekurang-kurangnya 30% dari jumlah seluruh anggota Dewan Komisaris Komisaris Independen Perseroan tidak pernah memiliki hubungan usaha maupun hubungan afiliasi dengan Perseroan dan tidak bekerja pada Pemerintah termasuk departemen. Proses fit and proper test dilakukan secara terbuka. Tugas dan Tanggung Jawab Komisaris Komisaris Perseroan memiliki tugas dan tanggung-jawab utama yang meliputi: Duty and Responsibility of Board of Commissioners The Board of Commissioners has the following primary task and responsibility: . a thorough fit and proper test is conducted openly. The second Independent Commissioner is knowledgable in mining business. Keputusan Bursa Efek Indonesia No. diselenggarakan fit and proper test yang seksama. yang berarti telah memenuhi peraturan perundangan yang berlaku. representing 40% of the total members of Board of Commissioners. guna menjamin calon komisaris yang bersangkutan bebas dari afiliasi maupun benturan kepentingan lainnya. non-ministry or military within the past three years. Kep-05/ BEJ/07-2004 regarding Regulation No. dari total 5 orang anggota komisaris. Proses pemilihan dilakukan setiap 5 (lima) tahun sekali. Untuk menjamin profesionalisme dan integritas calon komisaris. dan terpenuhinya kepentingan pemegang saham minoritas secara wajar.180 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Untuk menjamin Independensi. untuk menjamin kompetensi pengawasan bidang keuangan Perseroan. Nomination of Board of Commissioners Members of Board of Commissioners are nominated and terminated by GMS through a transparent process. Indonesia Stock Exchange Decision No. Dengan dipenuhinya seluruh syarat dasar tersebut Perseroan meyakini anggota komisaris independen akan mampu memberikan masukan dan pengawasan yang independen. To ensure independency. Having complied with all the basic requirements. Independensi Komisaris Independen Jumlah Komisaris Independen Perseroan adalah dua orang. to see to it that the candidates are free from any affiliation or conflict of interest. and that the minority shareholders’ interests are honored. I-A on Share and Equity Securities Listing by Listed Companies requires that every public company have Independent Commissioners representing at least 30% of total number of Commissioners. Nor do they have family relationship with other members of Board of Commissioners or Board of Directors down to the third level. Pemilihan Dewan Komisaris Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS melalui proses yang transparan. One of the Independent Commissioners has a financial education background and competence to supervise the finances of the Company. Salah seorang anggota Komisaris Independen memiliki latar belakang pendidikan di bidang keuangan. Kep-05/BEJ/07-2004 tentang Peraturan Nomor I-A Tentang Pencatatan Saham Dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham Yang Diterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat. Komisaris Independen tidak memiliki hubungan keluarga dengan seluruh anggota Direksi maupun anggota Komisaris sampai derajat ketiga. double function between Commissioners and Directors is not warranted. in accordance with the requirements of the law. the Company believes the Independent Commissioners are capable of acting independently in their counselling and supervising function. Nomination takes place once in every five years. atau 40%. lembaga non departemen dan kemiliteran dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir. administration and law to support the work of Board of Commissioners. Komisaris Independen Perseroan tidak pernah memiliki hubungan usaha maupun hubungan afiliasi dengan Perseroan. Independent Commissioners have no business association or affiliation with the Company and do not work for any of the state ministry. To make sure of the candidates’ professionalism and integrity. Independency of Independent Commissioner Two of the Company’s five Commissioners are Independent Commissioners. Adapun Komisaris Independen kedua mempunyai latar belakang Pertambangan Administrasi dan Hukum untuk menunjang tugas-tugas Dewan Komisaris.

Melaksanakan kewajiban lainnya dalam rangka tugas pengawasan dan pemberian nasihat.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 181 • Melakukan pengawasan terhadap kebijakan pengurusan. memeriksa kas untuk keperluan verifikasi dan lain-lain surat berharga dan memeriksa kekayaan Perseroan. Employ experts for certain purposes and for a certain period of time in accordance with the Articles of Association. provisions of Articles of Association. sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Dewan Komisaris memiliki wewenang diantaranya: • Melihat buku-buku. Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan (RKAP) serta ketentuan anggaran dasar Perseroan dan keputusan RUPS. menelaah dan menandatangani serta memberikan persetujuan atau pengesahan terhadap RKAP yang disiapkan Direksi. Anggaran Dasar. Performing other supervising and counselling duties. jalannya pengurusan pada umumnya baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan yang dilakukan oleh Direksi serta memberikan nasihat kepada Direksi. dan keputusan RUPS. provided they are in keeping with the law. check and verify cash and other commercial instruments. signing and approving or ratifying Work Program & Budget prepared by Board of Directors. Memberhentikan sementara Anggota Direksi sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. Meneliti. • • • • • • • • • • . and other papers. • • Wewenang Dewan Komisaris Dalam menjalankan tugas-tugas seperti tersebut di atas. Be informed of the policy and actions of Board of Directors. • • • • Submitting report on performance of its supervisory duty to GMS. • Supervising the policy and function of managing the Company by Board of Directors and giving counsel to the Board of Directors. Articles of Association and GMS resolutions. and the prevailing laws and regulations. Request explanation from Board of Directors or other officials concerning any and all matters concerning the management of the Company. Menyampaikan laporan pelaksanaan tugas pengawasan yang telah dilakukan kepada RUPS. Menggunakan tenaga ahli untuk hal tertentu dan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. and other property of the Company. no later than 60 (sixty) days prior to the beginning of new accounting year. resolutions of GMS. Examining and reviewing periodic and annual reports. • • Examining. Melakukan pengawasan dan memberi nasihat yang diperlukan terhadap pelaksanaan Rencana Jangka Panjang Perseroan (RJPP). reviewing. Meneliti dan menelaah laporan berkala dan laporan tahunan yang disiapkan Direksi serta menandatangani laporan tahunan. selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari sebelum dimulainya tahun anggaran. serta dokumendokumen lainnya. letters. Melakukan tindakan pengurusan Perseroan dalam keadaan tertentu untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. request Board of Directors and other officials under the Board of Directors and with the knowledge of Board of Directors to attend Board of Commissioners meetings. surat-surat. untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. and signing annual reports prepared by Board of Directors. Manage the Company under specific circumstances for a certain period of time as ruled by the Articles of Association. Work Program & Budget. Authority of Board of Commissioners In the discharge of its duty. serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Meminta penjelasan dari Direksi atau pejabat lain mengenai segala persoalan yang menyangkut pengelolaan Perseroan Mengetahui kebijakan dan tindakan yang telah dan akan dijalankan Direksi serta meminta Direksi dan pejabat lain di bawah Direksi dengan sepengetahuan Direksi untuk menghadiri rapat Dewan Komisaris. • • Monitoring and directing the Board of Directors in complying with Corporate Long Term Plan. and in concert with the purpose and objective of the Company. the Board of Commissioners is authorized to: • Examine books. Suspend members(s) of Board of Directors in accordance with the Articles of Association.

Untuk menyusun dasar penetapan dan rekomendasi besaran remunerasi yang kredibel. When making decision over conflict of interest transactions. including dissenting opinion (if any). If no consensus is reached. Apabila hal ini tidak tercapai. Salinan risalah rapat Dewan Komisaris. • • • • • • Prosedur Penetapan dan Remunerasi Dewan Komisaris Besaran remunerasi anggota Dewan Komisaris ditetapkan setiap tahun dalam RUPS. Dewan Komisaris memiliki kewenangan untuk menanyakan tindak lanjut atas rekomendasi yang disampaikan dari hasil rapat-rapat yang diselenggarakan oleh Dewan Komisaris dan rapat gabungan Dewan Komisaris-Direksi. . any Commissioner who has conflict of interest is not permitted to take part in the decision making process. Each member of Board of Commissioners is entitled to cast one vote. evaluasi laporan operasional bulanan dan diskusi dengan komite-komite yang terkait sesuai dengan masalah yang perlu mendapat perhatian. Board of Commissioners meeting must make decisions by deliberation to reach consensus. termasuk dissenting opinion (jika ada) yang telah ditandatangani oleh seluruh peserta rapat yang hadir. disimpan oleh Sekretaris Dewan Komisaris. Dewan Komisaris akan mengawasi tindak lanjut atas pelaksanaan rekomendasi yang telah diberikan. evaluation of monthly operating reports and discussion with relevant committees according to the problems to be attended to. Board of Commissioners meeting is held under the following terms: • Board of Commissioners meeting is valid and authorized to make binding decisions only if attended by at least one half (½) of total members of Board of Commissioners or their proxies. To fix a reasonable amount and make recommendation. didasarkan atas capaian kinerja Dewan Komisaris seusai hasil analisa dan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi. Copies of minutes of Board of Commissioners meeting. must be immediately distributed to all members of Board of Commissioners and the original copy of minutes and attendance list are kept by the Secretary to Board of Commissioners. Untuk pengambilan keputusan yang mengandung benturan kepentingan. NR Committee seeks the advise of an Sesuai dengan kewenangannya.182 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Rapat Dewan Komisaris Proses pengawasan terhadap kegiatan operasional Perseroan dilakukan melalui rapat-rapat. after taking into consideration the Board’s performance measured according to the analysis and recommendation of Nomination and Remuneration Committee. maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari ½ (setengah) dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam rapat. decisions are made by votes in favor of more than one half (½) of total valid votes cast at the meeting. In accordance with its authority. Keputusan rapat Dewan Komisaris harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. wajib segera didistribusikan kepada seluruh Anggota Dewan Komisaris dan asli risalah dan daftar hadir rapat Dewan Komisaris. KNR selalu melibatkan konsultan independen. diantaranya sebagai berikut: • Rapat Dewan Komisaris sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat hanya jika dihadiri sekurangkurangnya ½ (setengah) dari jumlah Anggota Dewan Komisaris atau diwakili dalam rapat tersebut. anggota Komisaris yang memiliki benturan kepentingan (jika ada) dilarang memberikan suara. that have been signed by all members present at the meeting. Rapat Dewan Komisaris diselenggarakan dengan ketentuan. Dengan dukungan Determination of Board of Commissioners’ Remuneration The sum of Board of Commissioners’ remuneration is determined annually at GMS. Board of Commissioners Meeting Supervision of the Company’s operations is done through meetings. the Board of Commissioners will supervise the follow up of its recommendations. Setiap Anggota Dewan Komisaris berhak mengeluarkan 1 (satu) suara. Board of Commissioners is authorized to question the follow up of the recommendations made in the Board of Commissioners meetings and joint meetings of Board of Commissioners and Board of Directors.

market survey in other companies of similar nature and equal level. The following graph shows the procedure of fixing Board of Commissioners’ remuneration: Gambaran singkat prosedur penetapan Remunerasi Dewan Komisaris dapat dilihat pada bagan berikut Komite Nominasi & Remunerasi Nomination & Remuneration Committee Meminta bantuan Konsultan independen menetapkan dasar penentuan remunerasi Consult independent consultant for fixing remuneration formula Konsultan Independen Independent Consultant Komite Nominasi & Remunerasi Nomination & Remuneration Committee Mengusulkan dasar dan besaran remunerasi Recommending formula and amount of remuneration Dewan Komisaris Board of Commissioners Membahas usulan KNR dan mengusulkan besaran remunerasi Discuss NRC recommendation and propose amount of remuneration Menetapkan dasar dan pertimbangan remunerasi mencakup: • Per Men BUMN no.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 183 database yang kuat dari survei pasar pada perusahaan sejenis dan sekelas Perseroan dan mempetimbangkan arahan KNR. konsultan independen menyusun beberapa faktor utama dalam mengusulkan besaran remunerasi Komisaris. and NR Committee recommendation. the independent consultant compile several major factors as a reference in fixing the amount of remuneration. independent consultant. PER-02 dan 03/ MBU/2009 pasal 5 • Hasil survey remunerasi • Keberhasilan memitigasi risiko • ketersediaan waktu • Kompetensi dan pengalaman Fixing remuneration formula and consideration: • SOE Minister Reg No. With the back-up of a reliable database. PER-02 & 03/ MBU/2009 article 5 • Remuneration survey findings • Risk mitigation success • Time devoted • Competence & experience Rapat Umum Pemegang Saham General Meeting of Shareholders Membahas dan menetapkan besaran honor dan tantiem anggota Dewan Komisaris Discuss and resolve the amount of honorarium & tantiem of Board of Commissioners Honor dan Tantiem Dewan Komisaris Honorarium and tantiem of Board of Commissioners .

801 Commissioner 9.5 billion.635 2. asuransi. Adapun gambaran total remunerasi anggota Dewan Komisaris per tahun untuk tahun buku 2009 dan 2010 adalah sebagai berikut.517.451.740 1. Rp 40 million per month. and may differ among them depending on their respective duty and responsibility.29 Mei 2008 jumlah Komisaris 6 orang termasuk 1 orang Komisaris utama . yakni sebesar Rp50 juta per bulan.538.236.497.000 1. dan tunjangan PPh-21. Remunerasi untuk Komisaris dapat berbeda sesuai dengan tugas dan tanggung jawab setiap Komisaris.520.061.600 1.811.316. Total remuneration for 2009 and 2010 is given below: URAIAN Komisaris Utama Komisaris Jumlah Komisaris ORANG PERSON HONOR (Rp) HONORARIUM TUNJANGAN (Rp) ALLOWANCE TANTIEM (Rp) 836.5 miliar.666. tantiem serta fasilitas dan tunjangan lainnya.e.000.Semua remunerasi tersebut belum termasuk pajak .230.906 Total Commissioner 1 4 5 600.359.328. total remuneration for Board of Commissioners allocated for 2010 totalled Rp 9. Other Commissioners received 40% of President Director’s salary.000 395.955.964.000. Dengan jumlah Komisaris Utama adalah satu dan anggota Komisaris ada 4 (empat) maka total remunerasi untuk Dewan Komisaris yang dialokasikan oleh Perseroan pada tahun buku 2010 adalah sebesar Rp9.Periode 30 Mei 2008 s/d 31 Desember 2010 jumlah Komisaris 5 orang termasuk 1 orang Komisaris utama Note: .377 3. Tunjangan yang diberikan oleh Perseroan kepada Komisaris Utama dan anggota komisaris meliputi asuransi purnajabatan.e.30 May 2008 – 31 Dec 2010 total Commissioners was five including one President Commissioner .Periode 1 Januari .791.339 1.269. tantiem and other facilities and allowances.1 Jan – 29 May 2008 total Commissioners was six including one President Commissioner . Anggota Dewan Komisaris lainnya mendapat honorarium sebesar 40% dari gaji Direktur Utama. tunjangan hari raya.505. With one President Commissioner and four Commissioners.111.819. diputuskan dalam RUPS dan dapat berbeda antara masing-masing anggota Dewan Komisaris dan Direksi sesuai dengan beban tugas serta tanggung jawabnya. Rp 50 million per month.927. insurance. paid-leave.615.184 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Besaran Remunerasi Dewan Komisaris menerima remunerasi tetap dan tidak tetap yang terdiri atas honorarium. pengobatan. i. 2009 Remuneration package provided by the Company for Board of Commissioners consists of retirement insurance. Pajak atas remunerasi Dewan Komisaris menjadi tanggungan masing-masing anggota Komisaris. Besaran remunerasi diusulkan oleh KNR.000.000.769.231 TOTAL (Rp) DESCRIPTION 2.170 Total Commissioner 1 4 5 600.894 2010 URAIAN Komisaris Utama Komisaris Jumlah Komisaris ORANG PERSON HONOR (Rp) HONORARIUM TUNJANGAN (Rp) ALLOWANCE TANTIEM (Rp) 1.815.939 Catatan : .000 2.All remuneration is subject to tax . Sesuai hasil RUPS tertanggal 21 April 2010.462 5.375 President Commissioner 6.270.264.137.000.920.769 4. GMS held on 21 April 2010 decided that President Commissioner’s honorarium was 50% of President Directors’s salary.252.520. i. Komisaris Utama mendapat honorarium sebesar 50% dari gaji Direktur Utama.154 1.000 1.369 President Commissioner 7.012 TOTAL (Rp) DESCRIPTION 1.531 Commissioner 7. Remuneration of Board of Commissioners is proposed by NR Committee and resolved by GMS. Amount of Remuneration Board of Commissioners receives routine and incidental remuneration consisting of honorarium. yaitu sebesar Rp40 juta perbulan.558.825. holiday allowance.502.330. Taxes will be borne by each Commissioner individually.594. Remuneration paid to Commissioners may differ among them depending on their respective duty and responsibility. healthcare and income tax contribution.000.368.000 2.000 379.920. cuti.

Direksi diminta memfokuskan upaya perbaikan dan peningkatan kinerja perusahaan . Abdul Latief Baky.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 185 Pelaksanaan Tugas Dewan Komisaris Selama tahun 2010 Dewan Komisaris menyelenggarakan total 35 pertemuan. To step up production. Thamrin Sihite. Produksi • Terkait dengan pencapaian produksi. • • • • . MSc. Production • Board of Directors was advised to promote coal production to the level targetted in 2010 Work Program and Budget. sesuai kesepakatan dalam Coal Transportation Agreement (CTA). MHum. which were 21 internal Commissioners meetings and 14 joint meetings with the Directors. FIQ JABATAN POSITION Komisaris Utama President Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner JUMLAH RAPAT NO. Board of Directors was advised to focus on improving the Company’s business performance. ME Suranto Soemarsono. kepada Direksi diminta untuk lebih memperhatikan investasinya di anak-anak perusahaan mengingat kinerja anak perusahaan yang kurang baik pada tahun 2010 ini. Mengingat peningkatan daya angkut kereta api dari jalur eksisting pada tahun 2010 masih rendah (hanya naik 3%) Direksi diminta agar menjalin komunikasi lebih intensif dengan PT KAI. dengan tingkat kehadiran masing-masing sebagai berikut. Board of Commissioners Recommendation Finance • Board of Directors was requested to pay special attention to subsidiaries considering the latter’s mediocre performance in 2010. with the following attendance rate: NAMA NAME Dr. Direksi diminta mempersiapkan SDM Perseroan agar memiliki kemampuan kerja yang terus meningkat diiringi dengan komposisi biaya per ton yang lebih baik dari dibandingkan dengan mitra kontraktor penambangan. SE. Board of Directors was requested to upgrade the personnel’s competence to reach a better composition of cost per ton than other mining contractors. Considering the 2010 small increase (3%) of existing railway loading capacity. khususnya dalam perolehan tingkat laba. terdiri atas 21 kali pertemuan internal DK dan 14 kali rapat gabungan dengan Direksi. Dewan Komisaris meminta agar produksi batubara Perseroan terus ditingkatkan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2010. • To step up profitability. Board of Directors had to communicate more intensively with PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) to allow bigger increase in accordance with Coal Transportation Agreement (CTA). • Board of Directors was reminded to maintain a good cash position and to make fund placement in safe and promising instruments. Terkait dengan peningkatan produksi. agar peningkatan daya angkut kereta api di tahun-tahun mendatang lebih substansial. • Untuk meningkatkan kinerja perusahaan. OF MEETING (A) 21 21 21 21 21 KEHADIRAN ATTENDANCE (B) (B:A) 100 95 95 100 100 21 20 20 21 21 Sepanjang tahun 2010 selain memberikan nasihat dan arahan dalam bentuk surat-menyurat kepada Direksi. dan melakukan penempatan dana pada instrument keuangan yang baik dan aman bagi Perseroan. Supriyadi Ir. • Direksi diingatkan untuk menjaga arus kas Perseroan agar senantiasa dalam posisi yang baik. the Board of Commissioners also offered their views and recommendations in various areas of the Company’s operations and other matters according to their job and responsibility as described below: Rekomendasi Dewan Komisaris Bidang Keuangan • Pada rapat-rapat Dewan Komisaris dengan Direksi. Ir. MA Ir. Dewan Komisaris memberikan pandangan serta berbagai rekomendasi mencakup pengelolaan operasional maupun hal-hal lain sesuai tugas dan kewajibannya sebagaimana diuraikan sebagai berikut: Throughout 2010 besides giving advice and direction to the Board of Directors. Performance of Board of Commissioners Duty In 2010 Board of Commissioners held 35 meetings. Umiyatun Hayati Triastuti MSc Dr.

with the authorities’ permits. In developing production infrastructure. • Pengelolaan Risiko • Sesuai amanat RUPS. Dalam pengembangan prasarana produksi Perseroan. Hal ini akan dibahas lebih lanjut dengan Direksi dalam forum rapat gabungan. especially export market. Pemasaran • Direksi diminta lebih meningkatkan kegiatan pemasaran dan perluasan target market. Board of Commissioners has determined the size of investment in joint operations requiring Commissioners’ approval to be US$ 1 million. CAC diharuskan memberikan laporan secara berkala. • • Corrective Action Committee (CAC). Dewan Komisaris merekomendasikan dilakukannya studi kelayakan pada proyek-proyek pengembangan prasarana produksi Perseroan. baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri. Jika nilainya substansial. Marketing • • Board of Directors was requested to boost marketing and expand target market. dicantumkan klausul peninjauan harga jual secara periodik dengan acuan harga sesuai praktik yang lazim dan sesuai peraturan perundangan. sesuai dengan mekanisme dimaksud harus mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris. • • Sumber Daya Manusia • Dewan Komisaris merekomendasikan penyusunan RJPP untuk pengembangan SDM Perseroan yang selaras dengan penerapan RJPP pengembangan Perseroan. Board of Commissioners supported a marketing strategy that prioritized long-term sales contracts. Dewan Komisaris. Dewan Komisaris mendukung dapat memahami strategi pemasaran yang mengedepankan pelaksanaan kontrak jangka panjang. mendapatkan izin dari instansi terkait sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Board of Commissioners recommended that a feasibility study be conducted covering technical. namun juga tetap mengingatkan agar dalam kontrak penjualan tersebut. Board of Commissioners saw the need to install Corrective Action Committee (CAC) to audit the performance of all subsidiaries and joint venture projects. Board of Directors was advised to heed the input from marketing unit and monitor coal supply using the integrated IT system to ensure a well managed supply and market penetration. Dewan Komisaris memandang perlunya dilakukan audit Kinerja pada seluruh anak perusahaan dan proyek kerjasama dengan membentuk Risk Management • In line with GMS recommendation. . Dewan Komisaris juga meminta Direksi memberitahukan mekanisme pengadaan barang dan jasa yang bersifat substansial (bukan bersifat rutin). Human Resource • Board of Commissioners recommended the write-up of Corporate Long Term Plan and that human resource development be adjusted to this long term plan. economic and environmental aspects. This will be discussed further at joint meetings and CAC is expected to report periodically. ekonomis. especially the development of Tarahan port facility that required a substantial investment. Dalam merencanakan produksi. dan lingkungan yang memenuhi syarat kelayakan. • • • It was recommended that production efficiency be enhanced to support improved overall performance of the Company. In production planning. Direksi diminta untuk lebih memperhatikan upaya penyelarasan masukan dari aktivitas pemasaran dan produksi sehingga dapat mulai dan dapat memonitor pergerakan persediaan batubara melalui sistem IT terintegrasi. Termasuk dalam hal ini antara lain adalah pengembangan sarana pelabuhan Tarahan yang membutuhkan biaya investasi cukup besar.186 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN • • • Dewan Komisaris merekomendasikan agar program efisiensi dalam kegiatan produksi dilanjutkannya dan ditingkatkannya penerapan program efisiensi dalam kegiatan produksi agar memberikan hasil akhir meningkatnya sehingga kinerja Perseroan yang menjadi semakin baik di masa mendatang. Board of Directors was asked to report the mechanism of non-routine goods and services procurement. It is suggested to insert a clause on periodic review of selling price in accordance with common practice and the law. Board of Directors should seek Board of Commissioners’ approval. telah menetapkan batasan besaran investasi dalam rangka kerjasama operasi yang harus mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris adalah sebesar US$1 juta. meliputi aspek teknis. If the value is substantial.

the feasibility study for coke production. the Company’s participation in IPP tender should first be approved by Board of Commissioners. as further studies would be necessary to discover if the Company’s coal is suitable to be processed into coke. selain itu terkait dengan harga jual listrik dapat ditetapkan secara paralel dan biaya investasi maksimum sesuai dengan owner estimate (OE) sehingga kelayakannya secara finansial dan hukum tetap terjamin. Also. • • • • • • • • • • Kinerja dan Pengelolaan Anak Perusahaan • Dewan Komisaris menilai bahwa kinerja anak-anak perusahaan dan unit usaha PT BA harus ditingkatkan dan merekomendasikan kepada Direksi agar untuk masingmasing anak usaha dilakukan langkah penanganan spesifik.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 187 • Dewan Komisaris mengingatkan Direksi untuk memberikan perhatian lebih pada penyusunan grand design dan strategi pengembangan SDM. . With regard to new product development. which should be clear and compliant with the law. . Considering the relatively massive investment involved. program rekrutmen dan outsorcing pegawai yang harus jelas dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Board of Commissioners asked Board of Directors to closely follow up PT KAI’s commitment to increase railway loading capacity. Untuk pengembangan produk baru. seperti di Riau. Business Development • Board of Commissioners agreed to invest in Peranap Thermal Power Plant (TPP) 2 x 10 MW. Dewan Komisaris meminta Direksi agar melakukan kajian komprehensif atas kerjasama investasi ataupun keterlibatan PTBA yang akan diajukan sesuai dengan prinsip good corporate governance serta peraturan perundangan yang berlaku. Performance and Management of Subsidiaries • Board of Commissioners was of the opinion that the performance of subsidiaries could be enhanced. more comprehensive studies be made. Dewan Komisaris meminta Direksi untuk mencermati perlu tidaknya melakukan studi kelayakan coal gasification mengingat keandalan teknologinya belum terjamin. Loading volume should be included in writing up Work Program and Budget. karena masih diperlukan beberapa studi untuk memastikan kecocokan batubara PTBA untuk dapat dijadikan kokas. . Dewan Komisaris merekomendasikan dalam pelaksanaannya mengikuti kaidah-kaidah bisnis yang berlaku dan selanjutnya agar melakukan evaluasi yang lebih komprehensif. particularly in terms of pension plan.Melakukan monitoring kinerja PT IPC secara lebih ketat mengingat kinerjanya yang tidak sesuai dengan rencana yang ditetapkan semula. Dewan Komisaris juga meminta agar Direksi betulbetul memperhatikan komitmen peningkatan angkutan batubara dengan kereta dari PT KAI. such as IPP in Riau. terutama penyusunan kerangka kebijakan pensiun. Board of Commissioners requested Board of Directors to make a more in-depth study of the Tanjung Api-Api joint project. Begitu juga dengan studi kelayakan kokas. yaitu: . • Board of Commissioners reminded Board of Directors to devise a human resource grand design and development strategy. In connection with the Company’s participation in several tenders for Independent Power Plant. in keeping with good corporate governance principles and the legislations.Restrukturisasi usaha PT BAP. Madura and South Sumatra. Sehubungan dengan keikutsertaan perseroan dalam beberapa proses tender IPP. kepersertaan Perseroan dalam tender IPP harus disertai dengan persetujuan Dewan Komisaris terlebih dahulu. Kemampuan volume angkut PT KAI harus benar-benar diperhatikan dalam penyusunan RKAP. Board of Commissioners requested Board of Directors to reconsider its plan to conduct a feasibility study for Coal Gasification considering the reliability of the technology is not proven yet. and business partners be carefully selected to have good strategic partners. Selain itu disarankan juga perusahaan membuat penilaian terhadap mitra kerjasama secara komprehensif guna memperoleh mitra strategis yang baik. Therefore. recruitment and outsourcing policy.Monitor IPC more closely as its performance was not in concert with what was originally planned. Board of Commissioners made the following recommendation to Board of Directors: . Madura dan Sumatera Selatan. Pengembangan Usaha • Dewan Komisaris menyetujui investasi PLTU Peranap 2 x 10 MW yang dalam pelaksanaannya agar tetap memperhatikan upaya-upaya yang terintegrasi. Board of Commissioners recommended that common business practices be observed. Sehubungan dengan relatif besarnya nilai investasi yang akan dikeluarkan. Sehubungan dengan rencana kerjasama Proyek Tanjung Api-Api. Electricity selling price should be parallel to maximum investment cost according to owner estimate (OE) to ensure financial feasibility and regulatory compliance.Restructure PT BAP.

Tata Kelola • Dewan Komisaris meminta peninjauan kembali SK Direksi No. as advised by GMS. For the purpose of supporting human resource management and development. • • . Sehubungan dengan pelaksanaan audit kinerja atas anak perusahaan dan proyek kerjasama. established GCG Committee apart from Nomination and Remuneration Committee starting from 1 August 2010. Dalam hal ini. Board of Commissioners noted there should be equilibrium between Board of Commissioners and Board of Directors in terms of duty and responsibility in Board Manual. To reinforce the implementation of GCG practice. Governance • Board of Commissioners requested that Board of Directors Decision No. Dewan Komisaris telah membentuk Corrective Action Committee (CAC). 2/MBU/2009 tanggal 2009. 2/MBU/2009 of 2009 should be observed. Selain itu.Pengambilan keputusan yang lebih tegas atas status UP Ombilin. Remuneration and Human Resource Development Committee. • • • • Tanggung Jawab Sosial Perusahaan • Dalam menyusun dan melaksanakan program tanggung jawab sosial.Restrukturisasi menyeluruh atas Unit Pengusahaan Briket. Assignment of asset should be in line with the term of agreement entered into with PDAM.188 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN . harus juga berpedoman pada Permen BUMN No. SOE Minister Regulation No. Namun sebelum peresmian dan penanda-tanganan. 002/Int-0100/PG. untuk memperkuat pengembangan dan pengelolaan SDM. Nomination and Remuneration Committee was reinforced and converted into Nomination. Board of Commissioners deemed it necessary to study the case from legal point of view. draft terkait terlebih dahulu disampaikan dan dibahas bersama antara Dewan Komisaris dan Direksi. 002/Int-0100/PG. and exercising the option of releasing less potential and continuously losing business units. Dewan Komisaris memandang perlu dilakukannya kajian dari segi hukum. sehingga dampak pelaksanaan program PKBL menjadi optimal. considering its production output was low and operating loss continued to accumulate.Make a more adamant decision on the status of Ombilin Mining Unit. the draft will be deliberated by Board of Commissioners and Board of Directors. membentuk Komite GCG tersendiri.Conduct an overall restructuring of Briquette Business Unit (BU). . Dewan Komisaris memberikan catatan perlu adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban Dekom dengan Direksi dalam Board Manual tersebut. Lain-lain • Sehubungan dengan rencana pengalihan aset Perseroan di Palembang kepada PDAM.04/2010 on Facilities/Allowances of Board of Directors and Board of Commissioners be reviewed as it is considered inappropriate. Dewan Komisaris berpendapat agar pengalihan aset sesuai dengan masa berlaku perjanjian dengan PDAM sesuai dengan ketentuan yang berlaku. so that Partnership and Community Development Program may achieve optimum results. yang terpisah dari Komite Nominasi dan Remunerasi. Board of Commissioners replaced members of Business Risk Committee. Board of Directors should involve the local community and consider their nneds. Prior to signing and enacting the Manual. Board of Commissioners endorsed the newly revised Board Manual with the help of a consultant. Remunerasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Dewan Komisaris mendukung pengkajian dan penyusunan Board Manual terbaru yang disusun dengan bantuan konsultan. Direksi diminta memperhatikan kebutuhan serta melibatkan masyarakat sekitar.04/2010 tentang Ketentuan Fasilitas/Tunjangan Direksi dan Komisaris PTBA yang masih kurang tepat. termasuk pelaksanaan opsi pelepasan cabang unit usaha yang prospeknya kurang bagus dan mengalami kerugian terus-menerus. To conduct performance audit on subsidiaries and joint venture projects. diketuai anggota Direksi. CAC works under and reports to Board of Commissioners. Corporate Social Responsibility • In formulating and implementing corporate social responsibility program. Board of Commissioners set up Corrective Action Committee (CAC) headed by a Director. . Dalam rangka penguatan penerapan praktek GCG Dewan Komisaris melakukan pergantian anggota Komite Risiko Usaha. mengingat realisasi dan rencana produksi yang rendah dan akumulasi kerugian operasional yang terus terjadi. sebagaimana diamanatkan oleh RUPS. atau Konarba dan PSDM. CAC telah melaksanakan tugasnya Others • In connection with the planned assignment of the Company’s assets in Palembang to PDAM (Regional Water Company). Dewan Komisaris memperkuat susunan Konarba dan merubah namanya menjadi Komite Nominasi. terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2010. .

this being the Government’s problem as stipulated by Presidential Decree No. To ensure they have the approriate integrity and qualification for their respective fields. profitabilitas operasional meningkat dengan hasil akhir naiknya nilai Perseroan secara berkesinambungan. Masing-masing anggota Direksi termasuk Direktur Utama memiliki kedudukan setara dengan tugas Direktur Utama adalah mengkordinasikan kegiatan seluruh kegiatan anggota Direksi. Dewan Komisaris menyetujui RKAP 2011 dengan beberapa catatan. Dewan Komisaris juga telah melakukan pembenahan mekanisme Tata Laksana Surat dan Kearsipan (TLSK). Untuk memastikan integritas dan profesionalitas di bidangnya. Masing-masing anggota Direksi melaksanakan tugas dan mengambi keputusan sesuai dengan pembagian tugas dan wewenangnya. salah satu program binaan Perseroan bagi lingkungan sekitar Badminton training. fit and proper test secara terbuka. Dewan Komisaris terlibat aktif dalam merumuskan agenda. Board of Commissioners believes that the Company is not accountable to handle the complaints of Taka Paser Community. Board of Directors members perform and make decisions according to their respective duty and authority but the performance of each member remains the Board’s collective responsibility. The current Board of Directors is composed of one President Director and five Directors as follows: . Persoalan tersebut adalah persoalan Pemerintah.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 189 Pelatihan olahraga bulutangkis. Board of Commissioners reorganized the correspondence and filing sysem with the aid of a consultant. Batu Kajang. sesuai dengan Keppres Nomor 75 Tahun 1996 tentang Ketentuan Pokok Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara: pada pasal 9 ayat (2). Members are elected and nominated by GMS for a term of five years. dengan bantuan konsultan. Dewan Komisaris berpendapat bahwa Perseroan tidak memiliki kewajiban apapun atas pengaduan Masyarakat Adat Taka Paser. Batu Kajang. all candidates must take fit and proper tests openly. The duty of President Director is coordinating all members in the performance of their duty. Anggota Direksi dipilih dan diangkat melalui RUPS. namun pelaksanaan tugas oleh masing-masing anggota Direksi tetap merupakan tanggung jawab bersama. DIREKSI Direksi bertugas dan bertanggung jawab secara kolegial dalam mengelola Perseroan agar seluruh sumber daya berfungsi secara maksimal. 75/1996 on Basic Provision of Coal Mining Agreement article 9 clause (2). preparing and organizing 2010 GMS that was held on 21 April 2010. • • • • Board of Commissioners approved the 2011 Work Program and Budget with a few notes. seluruh calon Direksi menjalani BOARD OF DIRECTORS Board of Directors is collectively in charge of and responsible for managing the Company to ensure all resources are employed to the maximum. mempersiapkan dan mensukseskan pelaksanaan RUPS yang diselenggarakan pada 21 April 2010. Board of Commissioners was actively involved in compiling agenda. Komposisi Direksi saat ini terdiri atas seorang Direktur Utama dan 5 (lima) orang Direktur dengan susunan sebagai berikut: Members of Board of Directors including President Director are on an equal footing. profitability is increased and corporate value is enhanced. untuk masa jabatan 5 tahun. one of the Company development program activities for the surrounding community • • • • dengan pengawasan dan arahan Dewan Komisaris dan saat ini CAC telah diminta laporannya oleh Dewan Komisaris.

Milawarma. Timely preparation of Work Program and Budget and its revisions for Board of Commissioners’ approval in Board of Commissioners meeting no later than 60 days before the beginning of new accounting year. Heri Supriyanto Ir. MSc Ir. efektif. tepat. correct. To maintain their independency Board of Commissioners and Board of Directors have no family relationship down to the third level. Write-up and implementation of risk management covering all aspects of the Company’s operations. The independent stance of Board of Directors means there is no outside intervention that may influence their judgement as required by the law and Articles of Association. Antar seluruh anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris tidak ada hubungan kekeluargaan hingga tingkat ke tiga. Menyiapkan pada waktunya RKAP dan perubahannya kepada Dewan Komisaris untuk mendapatkan pengesahan pada rapat Dewan Komisaris selambatlambatnya 60 (enam puluh) hari sebelum tahun anggaran dimulai. Drs. misi dan nilai-nilai perusahaan.Performing independently means there is no outside intervention influencing the Board’s judgement that may sway them from the law and Articles of Association. Independency of Board of Directors Composition of Board of Directors is carefully set up to ensure timely. The duty and responsibility include the following activities: • Formulation of corporate vision. responsive decisions are taken in any situation. vertically as well as horizontally.Eng Ir. mengendalikan sumber daya secara efektif dan efisien. Tugas dan Tanggung Jawab Direksi Tugas dan tanggung jawab utama Direksi adalah mengelola Perseroan demi mencapai tujuan pendirian perusahaan dengan efektif. efisien dan memberikan nilai optimal kepada para pemangku kepentingan. Sikap dan tindakan independen mengandung arti tidak ada kepentingan ataupun benturan kepentingan yang mungkin dapat mengganggu kemampuan setiap anggota Direksi untuk melaksanakan tugasnya secara mendiri dan memikirkan setiap langkah secara kritis. Direksi Perseroan menjalan tugas secara independen juga berarti tidak ada campur tangan pihak manapun yang mempengaruhi pertimbangan operasional Direksi yang bertentangan dengan peraturan perundangan dan Anggaran Dasar PTBA. memperhatikan kepentingan minority shareholder secara wajar dan memiliki tata kerja dan pedoman kerja (charter) yang jelas. M. Untuk menjaga independensi tersebut. and the risks and conditions are weighed independently. Duty and Responsibility of Board of Directors The duty and responsibility of Board of Directors are managing the Company to achieve the main objective of the Company in an effetive and efficient manner to maximize stakeholders’ return. effective. managing resources effectively and efficiently. Menyusun dan melaksanakan manajemen risiko yang mencakup seluruh aspek operasional Perseroan. Independent attitude and action suggest there is no conflict of interest that may interfere with the Directors’ ability to act independently and be critical in considering every step they take. program jangka pendek maupun panjang. responsif pada setiap kondisi operasional dan mempertimbangkan segala risiko dan situasi secara independen. Rincian tugas dan tanggung jawab Direksi meliputi: • Menyusun visi. Tiendas Mangeka Ir.190 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Komposisi Direksi Perseroan saat ini adalah sebagai berikut: The current Board of Directors is composed of one President Director and five Directors as follows: Direktur Utama President Director Direktur Keuangan Finance Director Direktur Operasi/Produksi Operations/Production Director Direktur Pengembangan Usaha Business Development Director Direktur Niaga Commerce Director Direktur SDM & Umum HR & General Affairs Director Ir. mission and values. Mahbub Iskandar Independensi Direksi Komposisi Direksi Perseroan ditetapkan dengan seksama agar senantiasa dapat melakukan pengambilan keputusan secara cepat. baik secara garis lurus maupun kesamping. short and long term programs. caring for minority shareholders’ fair interest and possessing clear work system and work charter. • • • • . Sukrisno Dono Boestami.

mission. Finance Director • Coordinating. misi. as well as write-up and implementation of corporate social responsibility program. memastikan kelancaran komunikasi internal atau antar bagian dan eksternal dengan pemangku kepentingan serta menyusun dan melaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan. Menyiapkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan yang merupakan penjabaran tahunan dari Rencana Jangka Panjang. • • • Formation of internal audit unit. in order that all activities are in line with the Company’s vision. Melakukan pembinaan terhadap Satuan Kerja Akuntansi dan Anggaran. Bertanggung jawab untuk menyelaraskan seluruh inisiatif internal Perseroan dan memastikan terjadinya peningkatan kemampuan bersaing Perseroan. Mengarahkan. anggaran. Directing. While the duty and responsibility of each Director specifically are as follows: President Director • Coordinating all other members of Board of Directors. Aligning all internal initiatives of the Company and ascertaining the Company’s improved competitiveness. Preparing Work Program & Budget being the annual elaboration of Long Term Plan. kebijakan dan program kerja yang ditetapkan. Funding and Information Technology Work Units. Menyiapkan Rencana Jangka Panjang (RJP) yang ditandatangani bersama dengan Komisaris untuk disahkan RUPS. Treasury. accompanied by all supporting documents including financial reports as set forth in the Law concerning Corporate Documents. agar seluruh kegiatan berjalan sesuai visi. • • • • • • • • Direktur Keuangan • Bertanggung jawab untuk mengkordinasikan. Budget and Accounting Divisions. Sedangkan tugas dan tanggung jawab masing-masing Direktur secara spesifik adalah sebagai berikut: Direktur Utama • Bertugas untuk mengkordinir anggota Direksi lainnya. Budget. ensuring smooth internal or inter-departmental and external communication with stakeholders. strategi. policy and work program. Writing up Long Term Plan to be signed jointly with Commissioners and ratified by GMS. akuntansi. Bertanggung jawab dalam meningkatkan nilai Perseroan (corporate value) melalui pengelolaan dana dan manajemen risiko. Perbendaharaan dan Pendanaan serta Teknologi Informasi. Setting general policy of Internal Control System and taking further action in response to audit findings reported by Internal Audit Unit. lengkap dengan seluruh dokumen-dokumen yang menyertai-nya termasuk dokumen keuangan Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang tentang dokumen Perusahaan. • • • • . mengkordinasikan tugas operasional di bidang audit internal. Writing annual report that serves as accountability report of their performance in managing the Company.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 191 • • • Menyusun satuan pengendalian internal. Menyiapkan kebijakan umum Sistem Pengendalian Internal dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan atas laporan hasil pemeriksaan yang dibuat oleh Satuan Pengawasan Internal. business target. developing and devising overall management strategy. Promoting corporate value through fund management and risk management. Providing guidance to Accounting. Explanation of anything questioned or requested by members of Board of Commissioners. at the same time securing funds required for business development. mengendalikan dan mengevaluasi tugas operasional di bidang keuangan. communication. Membuat laporan tahunan sebagai wujud pertanggungjawaban atas kepengurusan Perseroan. mengembangkan dan menetapkan strategi pengelolaan Perseroan secara menyeluruh. controlling and evaluating the work of the Finance. sekaligus memastikan penyediaan pendanaan bagi pengembangan perusahaan. strategy. coordinating all functions of internal audit. sasaran usaha. ensuring compliance with the laws and regulations and coordinating risk management and business development. memastikan kepatuhan terhadap hukum dan regulasi serta mengkordinir manajemen risiko dan pengembangan perusahaan. Memberikan penjelasan tentang segala hal yang ditanyakan atau yang diminta Anggota Dewan Komisaris. komunikasi.

Melakukan pembinaan unit-unit operasional yang terdiri dari Unit Pertambangan Tanjung Enim. pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan. Tarahan Port Unit. Bertanggung jawab atas bidang penjualan. efficiency of coal supply management and transportation. Responsible for the development and expansion of product marketing and for maximizing the profitability of business units. Operations/Production Director • Coordinating. efisiensi pengelolaan persediaan batubara dan angkutan. bidang teknik. • • Direktur Niaga • Bertanggung jawab atas tumbuh dan berkembangnya usaha Perseroan secara berkelanjutan serta meningkatnya daya saing produk dalam jangka panjang. Melakukan pembinaan terhadap Satuan Kerja Analisis Evaluasi Optimasi Produksi serta Penanganan dan Angkutan Batubara. Providing guidance to Production Optimization Evaluation Analysis Work Unit and Coal Handling and Transporting Work Unit. income growth. Melakukan pembinaan terhadap Unit Pengusahaan Briket. • • • • Direktur Pengembangan Usaha • Bertanggung jawab atas tumbuh dan berkembangnya usaha Perseroan secara berkelanjutan serta meningkatnya daya saing produk dalam jangka panjang. income growth.192 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Direktur Operasi / Produksi • Bertanggung jawab untuk mengkordinasikan. as well as optimum purchase of goods. and marketing development. Nurturing Briquette Business Unit. Bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memperluas pemasaran produk Perseroan termasuk melakukan upaya profitisasi unit-unit bisnis. Human Resource and General Affairs Director • Responsible for the sustainable growth and development of the Company’s business and improved product long term competitiveness. pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan. controlling and evaluating the work of Coal Mining. Kertapati Pier Unit and Ombilin Mining Unit. • • • • . as well as optimum purchase of goods. keselamatan kerja. Responsible for the development and expansion of product marketing and for maximizing the profitability of business units. serta transaksi pembelian barang yang optimal bagi perusahaan. Responsible for nurturing Corporate Planning and Developemt Work Unit. lingkungan serta mengembangkan program efisiensi proses penambangan maupun produksi secara berkelanjutan. and developing mining and production efficiency program. Distribution and Transportation Units. mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan tugas operasional bidang penambangan batubara. Environment Units. distribusi dan transportasi serta pengembangan pemasaran. Developing operating units which are Tanjung Enim Mining Unit. Responsible for Sales. • • • • • • • • Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum • Bertanggung jawab atas tumbuh dan berkembangnya usaha Perseroan secara berkelanjutan serta meningkatnya daya saing produk dalam jangka panjang. Distribution and Transportation Units. serta transaksi pembelian barang yang optimal bagi perusahaan. and marketing development. Bertanggung jawab atas pengembangan dan perluasan pemasaran produk Perseroan termasuk melakukan upaya profitisasi unit-unit bisnis. Responsible for Sales. Unit Pelabuhan Tarahan. Engineering. Melakukan pembinaan terhadap Satuan . Unit Dermaga Kertapati dan Unit Pertambangan Ombilin. efficiency of coal supply management and transportation. Work Safety. Bertanggung-jawab untuk melakukan pembinaan terhadap Satuan Kerja Perencanaan Korporat dan Pengembangan. Bertanggung jawab atas bidang penjualan. Business Development Director • Responsible for the sustainable growth and development of the Company’s business and improved product long term competitiveness. Commerce Director • Responsible for the sustainable growth and development of the Company’s business and improved product long term competitiveness. Fostering Coal Marketing and Logistics Work Units. efisiensi pengelolaan persediaan batubara dan angkutan.satuan Kerja Pemasaran Batubara dan Logistik. distribusi dan transportasi serta pengembangan pemasaran.

NR Committee recommends remuneration package and consideration to Board of Commissioners. Komite Remunerasi dan Nominasi menyusun rekomendasi remunerasi bagi anggota Direksi. responsibility and performance. RUPS melimpahkan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk melaksanakan keputusan mengenai fasilitas dan/ atau tunjangan anggota Direksi. Tanjung Enim Prosedur Penetapan dan Remunerasi Direksi Perseroan menetapkan besaran remunerasi anggota Direksi berdasarkan keseimbangan antara tugas dan tanggungjawab serta kinerja. GMS determines Board of Directors’ remuneration. conducts survey in similar industry. menyusun kriteria dasar penetapan honorarium. responsibility and performance. melakukan survey remunerasi pada industri sejenis. Konsultan Independen. menyusun rekomendasi usulan remunerasi lengkap dengan dasar pertimbangannya. Independent consultant works out remuneration formula.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 193 Petugas Dinas Harian (PDH) PTBA. tanggungjawab dan kinerja masing-masing. . Tanjung Enim PTBA day-shift officer at work in Tambang Air Laya. Prosedur ringkas penetapan remunerasi Direksi adalah sebagai berikut: • Komite Remunerasi dan Nominasi meminta konsultan independen melakukan kajian remunerasi bagi anggota Direksi. Determination of Board of Directors’ Remuneration The Company determines the amount of Board of Directors’ remuneration commensurate with their duty. • • • • • • • • • TATA KELOLA PERUSAHAAN Remunerasi Anggota Direksi ditetapkan berdasarkan keseimbangan Good Corporate Governance antara besarnya tugas. recommending remuneration package and consideration. RUPS menetapkan remunerasi bagi anggota Direksi. Dewan Komisaris membahas usulan Komite Remunerasi dan Nominasi. Brief procedure of fixing Board of Directors’ remuneration is as follows: • • NR Committee consults an independent consultant for making remuneration analysis. untuk diputuskan pada RUPS. GMS authorizes Board of Commissioners to execute GMS resolution regarding Board of Directors’ remuneration. menetapkan beberapa usulan termasuk dasar pertimbangan. lengkap dengan dasar pertimbangannya. Remuneration of Board of Directors is commensurate with their respective duty. kepada Dewan Komisaris. sedang melakukan kegiatan operasional di Tambang Air Laya. Board of Commissioners discuses NR Committee’s proposal to be subsequently submitted to GMS.

4 million per month. untuk tahun buku 2010. Rp 90.194 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Bagan ringkas prosedur penetapan remunerasi Direksi adalah sebagai berikut. total cash.e. i. GMS held on 21 April 2010 decided that President Director’s salary was Rp100. sedangkan gaji Direktur lainnya rata-rata sebesar 90% dari gaji Direktur Utama. Selain gaji. In addition to salary. plus other facilities and allowances as recommended by NR Committee. • Remuneration survey findings. PER-02 dan 03/ MBU/2009 pasal 5 • Hasil survey remunerasi • Tugas dan tanggung jawab • KPI Direksi • Kompensasi dan pengalaman • Kemampuan/Kesehatan Perusahaan Fixing remuneration formula and consideration: • SOE Minister Reg No. Remunerasi Direksi dapat berbeda sesuai dengan tugas dan tanggung jawab setiap anggota Direksi. . resolve and authorize Board of Commissioners to fix Board of Directors’ salary & tantiem Dewan Komisaris Board of Commissioners Menetapkan besaran gaji dan tantiem anggota Direksi sesuai mandat RUPS Fix salary and tantiem of Board of Directors based on GMS resolution Gaji dan Tantiem Anggota Direksi Board of Directors’ salary and tantiem Direksi menerima remunerasi tetap dan tidak tetap yang terdiri atas annual gross base salary (honorarium untuk Dewan Komisaris). yaitu sebesar Rp90. • Duty and responsibility • Directors’ Key Performance Index • Competence & experience • Company’s financial strength Rapat Umum Pemegang Saham General Meeting of Shareholders Membahas. Komite Nominasi & Remunerasi Nomination & Remuneration Committee The following graph shows the procedure of fixing Board of Directors’ remuneration: Meminta bantuan Konsultan independen menetapkan dasar penentuan remunerasi Consult independent consultant for fixing remuneration formula Konsultan Independen Independent Consultant Komite Nominasi & Remunerasi Nomination & Remuneration Committee Mengusulkan dasar dan besaran remunerasi Recommending basis and amount of remuneration Dewan Komisaris Board of Commissioners Membahas usulan KNR dan mengusulkan besaran remunerasi Discuss NRC recommendation and propose amount of remuneration Menetapkan dasar dan pertimbangan remunerasi mencakup: • Per Men BUMN no. Direktur Utama mendapat gaji sebesar Rp100. and other Directors received 90% of President Director’s salary.4 juta perbulan.4 juta per bulan.4 million per month. Direktur Utama dan anggota Direksi juga menerima berbagai fasilitas dan tunjangan. PER-02 & 03/ MBU/2009 article 5. menetapkan dan memberi wewenang Dewan Komisaris untuk menetapkan besaran gaji dan tantiem Direksi Discuss. total cash. Besaran fasilitas dan tunjangan Direksi ditetapkan oleh Dewan Komisaris atas usulan Direksi. total earnings and total remuneration. Remuneration paid to Directors may differ among them depending on their respective duty and responsibility. Sesuai hasil RUPS tetanggal 21 April 2010. The amount of facilities and allowances is determined by Board of Commissioners based on Board of Directors’ proposal. Board of Directors receives routine and incidental remuneration consisting of annual gross base salary (honorarium for Board of Commissioners). total earnings dan total remuneration serta fasilitas dan tunjangan lain yang jumlahnya direkomendasikan oleh Komite Nominasi dan Remunerasi. for accounting year 2010 President Director and other Directors also received a range of facilities and allowances.

577. Tabel remunerasi yang diterima oleh Direksi untuk tahun buku 2009 dan 2010 adalah sebagai berikut. Rapat Direksi sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat hanya jika dihadiri sekurang-kurangnya ½ (setengah) dari jumlah Anggota Direksi atau diwakili secara sah dalam rapat tersebut.013.624.625. Keputusan rapat Direksi harus diambil berdasarkan musyawarah dan mufakat.923 13.722 3.538. Segala keputusan Direksi diambil dalam rapat Direksi. Remuneration package provided by the Company for Board of Directors consists of retirement insurance.380.9 billion. paid-leave.958.672.000 5. Decisions of Board of Directors meeting are made by deliberation to reach consensus.538. Apabila hal ini tidak tercapai.419.035.260 President Director 20.916.236. cuti.800. Each member of Board of Directors is entitled to cast one vote.961. • • • • . Board of Directors Meeting Board of Directors meeting is convened under the following terms: • • • Board of Directors meeting is convened periodically at least once a month or at any time as required.714 9.288.461. holiday allowance.270 7.208 Total Directors 1 5 6 1.024 4. All Board of Directors decisions are made in Board of Directors meeting.574 Total Directors 1 5 6 1.198.537. With one President Director and five Directors.000 835. maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari ½ (setengah) dari jumlah suara yang Direksi berhak mengeluarkan 1 (satu) suara. total remuneration for Board of Directors allocated for 2010 totalled Rp 24.000 6. Selain gaji dan tunjangan Direksi mendapatkan tantiem yang besarnya ditetapkan melalui RUPS.419.372.719. dan tunjangan PPh-21.394. Board of Directors meeting is valid and authorized to make binding decisions only if attended by at least one half (1/2) of total members of Board of Directors or their proxies.240. Pajak atas remunerasi Direksi menjadi tanggungan masing-masing anggota Direksi.746 Catatan Note : .204.221.199. Jumlah total remunerasi yang diterima oleh anggota Dewan Komisaris dilaporkan oleh Perseroan dalam RUPS.000 5. If no consensus is reached. Taxes will be borne by each Director individually.000 547.Semua remunerasi tersebut belum termasuk pajak .466.424.590. Total remuneration of Board of Directors for 2009 and 2010 is given below: 2009 URAIAN Direktur Utama Direktur Jumlah Direksi ORANG PERSON GAJI (Rp) TUNJANGAN (Rp) SALARY ALLOWANCE TANTIEM (Rp) 1. tunjangan hari raya.440.9 miliar.800. healthcare and income tax contribution.624.590 2010 URAIAN Direktur Utama Direktur Jumlah Direksi ORANG PERSON GAJI (Rp) TUNJANGAN (Rp) SALARY ALLOWANCE TANTIEM (Rp) 2.000 6.714 President Director 15.860 Director 19. Directors receive tantiem at an amount to be decided by GMS in accordance with the Company’s financial strength. Besides salaries and allowances.527. Dengan jumlah Direktur Utama adalah satu dan anggota Direksi ada 5 (lima) maka total Remunerasi Direksi yang dialokasikan oleh Perseroan untuk tahun buku 2010 adalah sebesar Rp24.240.440.538 11. decisions are made by votes in favor of more than one half (1/2) of total votes legally cast at the meeting. pengobatan.204.444 2.404.All remuneration is subject to tax Rapat dan Risalah Rapat Direksi Rapat Direksi diselenggarakan dengan ketentuan antara lain : • Rapat Direksi diadakan secara berkala sekurangkurangnya sebulan sekali atau setiap waktu bila diperlukan.937.462 TOTAL (Rp) DESCRIPTION 4.464.423.984 TOTAL (Rp) DESCRIPTION 3.380.864.947 Director 24.146 3.977. sesuai dengan kemampuan Perseroan.955.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 195 Tunjangan yang diberikan oleh Perseroan kepada Direksi meliputi asuransi purnajabatan.076.

yang membahas pengelolaan Perseroan. .Menjaga konsistensi kualitas blending batubara seusai dengan market brand. . . .Evaluating and preparing auxiliary infrastructure of new mining sites in connection with BWE System relocation. . • Production .Evaluasi peningkatan manfaat pensiunan karyawan. Pengelolaan dan Kesejahteraan SDM .Peningkatan kegiatan penetrasi pasar-pasar baru. Pengembangan Usaha . In 2010.Evaluasi pelaksanaan pengembangan kompetensi pegawai. Rencana belanja modal . terkait dengan pemindahan BWE System. rapat Direksi diselenggarakan sebanyak 19 kali. • • Marketing . Pemasaran .Percepatan pelaksanaan perbaikan sarana dan prasarana produksi. .Keeping quality consistency of coal blending according to market brand.Accelerating the improvement of production facilities and infrastructure.Evaluasi dan persiapan infrastruktur pendukung untuk lokasi penambangan yang baru.Evaluasi pelaksanaan program efisiensi. .Enhancing penetration of new markets.Evaluating the realization of business development plans and redefining priority scale. Beberapa masalah yang dibahas dan diputuskan bersama dalam Rapat Direksi di antaranya menyangkut : Bidang Pengelolaan Operasional • Keuangan . • • • • • • Capital expenditure plan . .Evaluasi pengelolaan kesehatan pegawai dan pensiunan. . . as well as evaluating business development accomplishment.Evaluating the implementation of efficiency program. • Produksi .Peningkatan kapasitas produksi seiring dengan peningkatan kapasitas angkutan kereta api. Business Development . Board of Directors held 19 meetings to discuss matters pertaining to the management of the Company.Evaluating capital expenditure realization and determination.Evaluating the healthcare of employees and retirees.Evaluating financial performance of each work unit and subsidiary. .Evaluating cash position dan placement in maintaining liquidity to support the Company’s business operations.Evaluasi pelaksanaan rencana pengembangan usaha dan penetapan kembali skala prioritas.196 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Aturan pengambilan keputusan lainnya pada Rapat Direksi pada dasarnya sama dengan aturan pada Rapat Dewan Komisaris.Pemantauan realisasi anggaran dan arus kas yang harus terjaga dengan baik. . .Stepping up sales volume commensurate with increased production and transportation.Peningkatan volume penjualan seiring dengan peningkatan produksi dan angkutan.Evaluasi posisi kas dan efektivitas penempatan kas dalam rangka menjaga likuiditas untuk menunjang kegiatan operasional Perseroan. .Improving production capacity along with increased railway loading capacity. .Evaluating the execution of employee competence development program.Evaluating the increase of employee pension benefits. . . . . . Matters discussed and decided upon during the meetings were related to: Operating Management • Finance .Determining the raise of employee salaries and performance incentives accompanied by socialization and application of employee Key Performance Indicator. The rules of making decisions at Board of Directors meeting are basically the same as those applied to Board of Commissioners meeting.Evaluasi realisasi belanja modal dan penetapan bersama-sama dengan evaluasi pelaksanaan rencana pengembangan usaha. . Selama tahun 2010. Human Resource Management and Welfare .Penetapan besaran kenaikan remunerasi dan insentif kinerja pegawai yang disertai sosialisasi dan penerapan KPI pegawai.Evaluasi terhadap kinerja keuangan untuk masingmasing unit kerja dan anak perusahaan.Monitoring budget and cash flow that to be properly managed.

• Bidang Pengendalian Internal. among others internal audit meeting and whistle blowing system. risk management. assessing PKBL partners and boosting environmental activities. Bidang Manajemen Risiko • Melakukan identifikasi risiko. Follow up actions of these decisions of meeting are presented in “Management Discussion and Analysis” page 103-163. di antaranya rapat Pengawasan dan penerapan sistem Pengaduan (Whistleblower system). • Evaluasi implementasi tools Balanced Scorecard dan penetapan parameter pengukuran Key Performance Indicator bagi Direksi dan bagi pegawai. dan perumusan solusi pemecahan permasalahannya. CSR • Joint activities in PKBL (Partnership and Community Development Program). Tindak lanjut dari hasil-hasil rapat ini dapat dilihat pada materi “Analisis dan Pembahasan Manajemen hal 103 s/d 163. • Internal Control. emergency response team training. GCG Code dan Code of Conduct/kode etik dan kebijakan pokok perseroan. yang meliputi Board Manual. including Board Manual. Bidang GCG • Evaluasi dan sosialisasi GCG. Bidang CSR • Melakukan kerjasama dalam pengelolaan penyaluran PKBL. evaluasi terhadap mitra PKBL dan peningkatan kegiatan kepedulian terhadap lingkungan. tindak lanjut mitigasi risiko serta membuat kebijakan-kebijakan pendukungnya. risk mitigation follow-up.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 197 Anak Perusahaan • Evaluasi kinerja anak perusahaan. Management Report page 38-53 and Corporate Social Responsibility Report page 241-253 Disiplin karyawan yang tinggi sangat dibutuhkan dalam kegiatan Lomba PBK & PPGD antar satuan kerja Discipline by the employees which is needed in PBK & PPGD competition between work unit . Risk Management • Covering risk identification. and devising related policies. Laporan Manajemen hal 38 s/d 53 dan Laporan Tanggung Jawab Sosial pada halaman 241 s/d 253 Subsidiaries • Appraising subsidiaries’ performance and formulating problem solutions. peningkatan pelatihan emergency response team. Code of Conduct and Corporate Policy. GCG • Reviewing and socializing GCG. • Evaluating the implementation of Balanced Scorecard and setting parameter of Key Performance Indicator for Board of Directors and employees. GCG Code. pengelolaan risiko.

Direksi Perseroan secara rutin mengikuti berbagai pelatihan dan seminar baik didalam maupun diluar negeri. Commerce Director Direktur Keuangan Finance Director Direktur Keuangan Finance Director Ags 2010 Aug 2010 Ags 2010 Aug 2010 Transformation of the CFO Office (SAP) Seminar Pencegahan Tindak Pidana Korupsi oleh BUMN Seminar on Prevention of Corruption by SOE Jakarta Jakarta . Milawarma. Training programs attended by Board of Directors in 2010 included: TANGGAL PELATIHAN / SEMINAR DATE TRAINING / SEMINAR TEMPAT VENUE PESERTA PARTICIPANT Jan 2010 Jan 2010 Feb 2010 Feb 2010 Apr 2010 Apr 2010 Mei 2010 May 2010 Mei 2010 May 2010 Commodities Outlook Global Macro Conference – Asia 2010 Seminar ARA 2009 dan Bedah Kasus Perpajakan Seminar ARA 2009 and Taxation Case Analysis Global Economic Outlook Coaltrans Jakarta Hongkong Jakarta Jakarta Bali Direktur Keuangan Finance Director Direktur Keuangan Finance Director Direktur Keuangan Finance Director Direktur Keuangan Finance Director Direktur Operasi/Produksi Direktur Niaga Operations & Production Director. M.Eng Ir.198 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Adapun frekuensi rapat dan tingkat kehadiran anggota Direksi dalam Rapat Direksi adalah sebagai berikut: The frequency of meetings and rate of attendance of Directors in Board of Directors meetings are shown in the following table: NAMA NAME Ir. Sukrisno Dono Boestami. MSc Ir. local as well as overseas seminars and workshops are routinely provided for and attended by members of Board of Directors. mencakup antara lain: Board of Directors Training To improve the competence of Board of Directors in carrying out its duty. Tiendas Mangeka Ir. Drs. Heri Supriyanto Ir. OF MEETING (A) 19 19 19 19 19 19 JUMLAH RAPAT KEHADIRAN ATTENDANCE (B) (B:A) % 100 89 100 100 84 89 19 17 19 19 16 17 Pelatihan Direksi Untuk meningkatkan kompetensi Direksi dalam menjalankan tugasnya. Mahbub Iskandar JABATAN POSITION Direktur Utama President Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director Direktur Director NO. Beberapa pelatihan yang diikuti oleh Direksi pada tahun 2010.

000 shares and Mr. hal ini sesuai dengan asas keterbukaan. Lihat juga “Informasi bagi Investor” Share Ownership by Board of Directors and Board of Commissioners Share ownership by members of Board of Directors is only for long term investment in accordance with disclosure principle and in an amount permitted by relevant regulations. tercatat ada 3 orang dari jajaran Direksi yang memiliki saham.000 lembar saham dan Bapak Mahbub Iskandar sejumlah 113. i. See “Investors Information” NAMA DIREKTUR NAME OF DIRECTOR JUMLAH SAHAM NUMBER OF SHARE 2010 200.000 shares.000 60.000 60. Sukrisno 200.000 shares. Bapak Milawarma sejumlah 60.000 2009 200.000 Sukrisno Milawarma Mahbub Iskandar KOMITE-KOMITE DAN LAPORAN KOMITE Dewan Komisaris membentuk komite-komite fungsional di bawah Dewan Komisaris untuk menjaga akuntabilitas pengawasan dan penelaahan atas segala rencana operasional Perseroan dan agar dapat memberikan nasehat dan saran yang berkualitas. COMMITTEES AND COMMITTEE REPORT In order to ensure accountability in overseeing and reviewing all operating plans of the Company and to give quality counsel and suggestion.000 113. Milawarma 60. Board of Commissioners set up functional Committees under its authority.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 199 TANGGAL PELATIHAN / SEMINAR DATE TRAINING / SEMINAR TEMPAT VENUE PESERTA PARTICIPANT Ags 2010 Aug 2010 Okt 2010 Oct 2010 Okt 2010 Oct 2010 Nov 2010 Nov 2010 Nov 2010 Nov 2010 Evolution on Accounting for Employee Benefit Konferensi BUMN IBBEX Conference of SOE IBBEX Annual Conference The Rising Power of Indonesia Memanfaatkan Momentum Investasi & Ekspansi Benefiting from Investment & Expansion Momentum IFRS Implikasi Penerapan IFRS bagi Perusahaan di Indonesia Implication of IFRS Implementation in Indonesian Companies Seminar Pengawasan BUMN Seminar on SOE Supervision Seminar on Minimum Coal dan Mineral Pricing – A Practical Look Seminar on Minimum Coal and Mineral Pricing – A Practical Look Prospek Ekonomi Indonesia 2011 Economic Prospects of Indonesia in 2011 Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Direktur Keuangan Finance Director Direktur Keuangan Finance Director Direktur Keuangan Finance Director Direktur Keuangan Finance Director Direktur Keuangan Finance Director Des 2010 Des 2010 Des 2010 Des 2010 Jakarta Jakarta Direktur Keuangan Finance Director Direktur Keuangan Finance Director Des 2010 Des 2010 Jakarta Direktur Keuangan Finance Director Kepemilikan Saham Direksi dan Komisaris Direksi Perseroan memiliki saham Perseroan hanya dalam rangka investasi jangka panjang. Mr. yakni Bapak Sukrisno sejumlah 200.000 138. . Mr. Pada tahun 2010.e. In 2010. Mahbub Iskandar 113. three members of Board of Directors owned a number of shares of the Company. Jumlah yang dimiliki hanya sebatas yang diizinkan sesuai peraturan tersebut.000 lembar saham.000 lembar saham.

Remuneration and HRD Committee Ketua Head Anggota Member : Ir. MA : Azhar Zainuri. • Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-29/PM/2004 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit tanggal 29 September 2004. MM Ridho Kresna Wattimena. Antonaria MA Komite Nominasi Remunerasi dan PSDM Nomination. independency and objectivity of public accountant. MSc. Tugas utama Komite Audit Perseroan telah sesuai dengan Pedoman Umum GCG Indonesia yang diterbitkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance. Thamrin Sihite ME : Ir. Pembentukan Komite Audit dilakukan berpedoman kepada: • Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor KEP-117/MBU/2002 tentang Penerapan Praktek Good Corporate Governance pada Badan Usaha Milik Negara. personnel and activitity are as follows: Komite Audit Audit Committee Ketua Head Anggota Member : Suranto Sumarsono. Wahyudi SE. MM Komite Asuransi. dengan penjelasan fungsi. KEP-117/MBU/2002 dated 1 August 2002 on Good Corporate Governance Practice in SOE. The primary function of Audit Committee is in keeping with Indonesian GCG Code issued by the National Committee for Governance Policy.200 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Hingga akhir tahun 2010 terdapat 4 (empat) komite yang membantu Dewan Komisaris. Faridha MSi Andi Novianto. PER-05/MBU/2006 dated 20 December 2006 on Audit Committee of SOE. PhD Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris Committees under Board of Commissioners Komite Good Corporate Governance Good Corporate Governance Committee Ketua Head Anggota Member : Ir. serta mengkaji ruang lingkup. Audit Committee Objective Audit Committee is formed to assist Board of Commissioners to implement good corporate governance. Risiko Usaha dan Pascatambang Insurance. The formation of Audit Committee is pursuant to: • SOE Minister Decree No. FIQ : Noeroso L. Abdul Latief Baky. Business Risk and Post-Mining Committee Ketua Head Anggota Member : Dr. tanggal 1 Agustus 2002. accuracy. as well as review the scope. personil dan kegiatan sebagai berikut: Until end of 2010 the Company had four Committees to assist Board of Commissioners. terbentuknya struktur pengendalian internal yang memadai. . MT. • Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-05/MBU/2006 tentang Komite Audit bagi Badan Usaha Milik Negara. Ir. PhD Komite Audit Tujuan Komite Audit dibentuk dalam rangka membantu tugas Dewan Komisaris untuk mendorong diterapkannya tata kelola perusahaan yang baik. SE. Sumarhadi SE. tanggal 20 Desember 2006. Ir. Bambang Adi Winarso PhD Ir.SE. form adequate internal control structure. whose function. kemandirian dan obyektifitas akuntan publik. MA Dr. • SOE Minister Decree No. • Bapepam Chairman Decision No. ketepatan. meningkatkan kualitas keterbukaan dan pelaporan keuangan. enhance disclosure practice and financial reporting. MHum. Umiyatun Hayati Triastuti MSc : Ir. Kep-29/PM/2004 dated 29 September 2004 regarding Formation and Performance of Audit Committee.

. Duty and Responsibility of Audit Committee • To monitor and emphasize that accounting and financial records are made in accordance with accounting principles generally applied in Indonesia and other relevant regulations. • To keep confidential all documents. (iii) internal and external audit is performed in accordance with the established audit standards. • Menjaga kerahasiaan dokumen. experienced and knowledgable in accounting. data dan informasi perusahaan dan tidak memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. 01/SK/PTBAKOM/2009 tanggal 19 Januari 2009. termasuk melakukan kunjungan lapangan lapangan secara berkala sesuai kebutuhan. • To ensure the existence and observance of Corporate Code of Conduct. Tugas dan tanggung jawab Komite Audit adalah memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris terhadap Laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris. and doing any other work related to the Commissioners’ work. Semua anggota komite audit adalah independen terhadap Direksi dan auditor eksteren. dan bisnis tambang batubara. 01/SK/PTBA-KOM/2009 of 19 January 2009. serta bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. kewajiban dan wewenang Komite Audit selengkapnya tertuang pada Piagam (Charter) Komite Audit Perseroan melalui Keputusan Dewan Komisaris No. serta sumberdaya perusahaan lainnya. finance. The objective of setting up Audit Committee is to make sure that (i) financial statements are presented fairly in accordance with the generally applied accounting principles. including making periodic site visits as deemed appopriate. • To monitor compliance with the capital market laws and regulations and other regulations related to the Company’s business operations. assets. Beberapa uraian tugas dan tanggung jawab Komite Audit diantaranya tercakup pada uraian berikut. • To monitor the management effort to maintain internal control system and to evaluate Internal Audit Charter and work program. • To make sure that analysis. Tugas dan tanggung-jawab Komite Audit • Memonitor dan menekankan bahwa proses pencatatan akuntansi dan keuangan Perseroan telah dilakukan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dan peraturan lain yang berlaku. aset. Audit Committee works independently. Komite Audit bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan. recommendation and information presented to Board of Commissioners are made properly and professionally. (ii) dilaksanakannya struktur pengendalian internal perusahaan dengan baik. All Audit Committee members are not related to any director or external auditor. dana. and coal mining business. dan melaksanakan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan tugas Dewan Komisaris. dan bekerja untuk. termasuk mengevaluasi Piagam SPI (Internal Audit Charter) dan rencana kerja SPI. Tugas. Wewenang Komite Audit • Mengakses secara penuh dan bebas atas catatan atau informasi tentang karyawan. The duty. penilaian. identifying matters requiring the Commissioners’ attention. (ii) internal control function is well fulfilled. rekomendasi. (iii) memastikan audit internal dan eksternal dilakukan sesuai standar audit yang berlaku. obligation and authority of Audit Committee are fully laid out in Audit Committee Charter under Board of Commissioners Decision No. mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidang akuntansi. data and information of the Company and not to use them for personal gain. The duty and responsibility of Audit Committee are provided below. evaluation.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 201 Sasaran pembentukan Komite Audit adalah: (i) memastikan kewajaran laporan keuangan perusahaan yang disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. • Bertanggung-jawab bahwa analisa. Authority of Audit Committee • To have full and free access to any record or information pertaining to employees. keuangan. and (iv) management takes action to follow up audit findings. • Memonitor kecukupan usaha manajemen dalam menjaga sistem pengendalian internal. dan (iv) adanya tindak lanjut temuan audit dilaksanakan oleh manajemen. Audit Committee is responsible for giving input to Board of Commissioners regarding any report or information submitted by Board of Directors. • Memonitor ketaatan pada peraturan perundangundangan di bidang pasar modal dan di bidang lainnya yang terkait dengan kegiatan Perseroan. dan informasi yang disampaikan kepada Komisaris telah dilakukan secara baik dan profesional. set up by and accountable to Board of Commissioners. and other property. • Memastikan terdapat dan diterapkannya Kode Etik Perusahaan. yang dibentuk oleh. funds.

Therefore. Selama tahun 2010. commissioners. serta pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. Adapun susunan personalia Komite Audit Perseroan saat ini terdiri dari Soeranto Soemarsono sebagai Ketua. Perseroan telah memenuhi persyaratan independensi anggota Komite Audit sesuai dengan peraturan dan kaidah praktek GCG. All members of Audit Committee are not affiliated with the directors or other commissioners. Audit Committee of the Company is currently composed of three members. Anggota Komite Audit tidak memiliki wewenang untuk merancang. Profil Komite Audit Perseroan selengkapnya dapat dilihat pada bagian “Data Perseroan.e. Komite Audit Perseroan saat ini terdiri atas tiga anggota. Members of Audit Committee are not authorized to conceive. Direktur maupun karyawan dari perusahaan yang memiliki afiliasi maupun bisnis dengan PTBA. site visits. Salah seorang anggota Komite Audit memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dan keuangan sementara anggota lainnya memiliki latar belakang pendidikan bidang pertambangan sehingga dapat diyakini kompetensinya. bukan merupakan pemegang saham. all the criteria of independency of Audit Committee members as stipulated by GCG rules and principles are complied with. Mr. i.” Laporan Komite Audit Komite Audit telah melaksanakan tugas sesuai Piagam Komite Audit. kunjungan kerja lapangan. • To communicate and coordinate with corresponding internal parties in the discharge of its duty and authority. They are not shareholders. Suranto Soemarsono. manage or control PTBA before taking office and are not former management members or employees of a public accountant office. Audit Committee Report Audit Committee performs in accordance with Audit Committee Charter. Azhar Zainuri dan Ridho Kresna Wattimena sebagai anggota. one of them is Independent Commissioner concurrently Head of Audit Committee. In 2010. in terms of internal meetings. education and training. Seluruh anggota Komite Audit tidak memiliki afiliasi dengan Direktur. Komisaris. dengan tingkat kehadiran para anggotanya sebagai berikut: The Company’s Audit Committee is currently composed of Soeranto Soemarsono as Head. Komisaris lainnya maupun pemegang saham pengendali PTBA. rapat dengan pihak terkait. yaitu berupa rapat interen. A member of Audit Committee is educated in economic and financial science and the other two are knowledgable in mining business so their competence is guaranteed. Komite Audit mengadakan 37 (tiga puluh tujuh) kali rapat berkala. memimpin maupun mengendalikan PTBA sebelum menjabat dan bukan merupakan mantan pimpinan maupun pegawai Kantor Akuntan Publik. Dengan demikian seluruh persyaratan independensi anggota Komite Audit sesuai dengan peraturan dan kaidah praktek GCG.202 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN • Berkomunikasi dan berkordinasi dengan pihak-pihak internal terkait dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya tersebut di atas. telah dipenuhi. or controlling shareholders of PTBA. Independency and Composition of Audit Committee In accordance with general guidelines of GCG in Indonesia. salah satunya adalah Komisaris Independen yang sekaligus bertindak sebagai ketua Komite Audit. yaitu Suranto Soemarsono. Azhar Zainuri and Ridho Kresna Wattimena as members. The profile of Audit Committee members is provided in “Corporate Data” section. Audit Committee held 37 meetings with the following attendance rate: . Independensi dan Susunan Komite Audit Sesuai dengan pedoman umum GCG di Indonesia. directors or employees of companies that have affiliation or business relation with PTBA. meetings with related parties. The Company has complied with GCG rules and norms with respect to the independency of Audit Committee members.

MA Azhar Zainuri. . SE. Monitoring the execution of Performance Audit and General Audit in 2010. 5. AEOP. • Using State Auditor and external auditor general and performance audit findings to improve Internal Audit Unit’s performance. Audit Committee held intensive discussions on various matters with public accountant and the management. Melaksanakan proses pemilihan dan penetapan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang akan melakukan Audit Kinerja Tahun Buku 2010 melalui suatu proses beauty contest yang adil oleh Tim Pemilihan KAP berdasarkan kerangka acuan kerja yang jelas dan transparan. termasuk memberikan saran perbaikan dan memastikan Laporan keuangan yang disajikan telah mematuhi prinsipprinsip akuntansi yang berlaku di Indonesia. member firm of PriceWaterhouseCoopers to perform general audit on PTBA Consolidated Financial Statement and Partnership and Community Development Program Financial Statement for 2010. Melakukan evaluasi mengenai pelaksanaan pemerikasaan oleh Satuan Pengawas Interen dan Tindak Lanjut hasil temuan oleh Manajemen. Evaluating the work of Internal Audit Unit and the follow-up action on audit findings by the management. dan antar Satuan Kerja lainnya. and other Work Units.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 203 NAMA NAME JABATAN POSITION NO. Requesting Internal Audit Unit to do the following: • Evaluating and proposing the method of aligning investment projects among SMP. dan Direktorat Pengembangan Usaha. and recommending to Board of Commissioners to appoint CPA Purwantono. Suherman dan Surja (Ernst & Young) untuk melaksanakan audit kinerja terhadap Proyek Kerjasama dan Anak Perusahaan PTBA tahun buku 2010. SE. Recommending to Board of Commissioners to appoint CPA Tanudiredja. Termasuk dalam evaluasi tersebut adalah meminta SPI untuk melakukan berbagai kegiatan meliputi: • Melakukan kajian dan saran untuk menyelaraskan kajian penanganan proyek investasi diantara SMP. OF MEETING (A) JUMLAH RAPAT KEHADIRAN ATTENDANCE (B) (B:A) % Suranto Sumarsono. Selecting and appointing Certified Public Accountant who would audit the Company’s 2010 operating results through a fair ‘beauty contest’ by CPA Selection Team with clearly defined terms of reference at competitive costs. Ir. • Memperhatikan kontrak-kontrak antara PTBA dan pihak ketiga. • Ensuring that transactions between PTBA and subsidiaries are done on arm’s length basis. 2. 2. Berkenaan pelaksanaan audit kinerja dan audit umum tahun buku 2010. • Scrutinizing contracts between PTBA and third parties. PhD* Ketua Head Cum Member Anggota Member Anggota Member 37 37 37 37 36 36 100 97 97 Keterangan Notes: *)Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. 4. Wibisana & Rekan. AEOP. Melakukan pemantauan pelaksanaan Audit Kinerja dan Audit Umum tahun buku 2010. 4. 04/SK/PTBA-KOM/2010 tanggal 3 Juni 2010 *)Under Board of Commissioners Decision No. Suherman and Surja (Ernst & Young) to perform audit on PTBA Joint Projects and Subsidiaries for accounting year 2010. Penelaahan ulang atas laporan keuangan triwulanan yang akan dikeluarkan oleh perusahaan. Wibisana & Partners. and proposing improvements to contractual clauses that do not provide enough protection for the Company. 5. 04/SK/PTBA-KOM/2010 of 3 June 2010 Kegiatan Komite Audit tahun 2010 meliputi: 1. Komite Audit telah secara aktif melakukan diskusi dan masukan dengan akuntan publik dan manajemen mengenai berbagai persoalan. With respect to general and performance audit for 2010 accounting year. Directorate of Business Development. 3. MT. Merekomendasikan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan KAP Tanudiredja. member firm PriceWaterhouseCoopers untuk melaksanakan audit umum terhadap Laporan Keuangan Konsolidasi PTBA dan Laporan Keuangan PKBL tahun buku 2010. Reviewing quarterly financial statements to be issued by the Company. MM * Ridho Kresna Wattimena. Audit Committee accomplished the following in 2010: 1. serta pada harga yang kompetitif dan merekomendasikan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan KAP Purwantono. • Memanfaatkan laporan hasil audit oleh BPK dan auditor eksternal (baik audit umum maupun audit kinerja) untuk meningkatkan kinerja SPI. dan memberikan saran serta perbaikan atas klausul-klausul kontrak yang lemah atau merugikan PTBA. advising on correction and ensuring the financial statements are presented fairly in accordance with the accounting principles generally applied in Indonesia. 3.

and reporting important findings to Board of Commissioners. • Giving input to the management for the closing of Ombilin Mining Unit operations. (ii) pengadaan barang dan jasa yang bersifat substansial. Bank Mandiri. sehingga pertanggungjawabannya dapat lebih baik dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. BNI. 6. including: • Giving input to Board of Commissioners in writing its comments on monthly performance reports and quarterly consolidated financial reports to SOE Ministry. BPD Sumsel. • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris dalam menyusun tanggapan Dewan Komisaris atas permohonan Direksi PTBA : (i) penghapusan dan atau pembongkaran sejumlah aset non produktif. • Advising relevant Work Units to take the right position towards projects with uncertain potentials.work with trustworthy financial institutions (BRI. pada tahun 2010 Ketua dan anggota Komite Audit telah mengikuti berbagai konferensi. 7.bekerjasama dengan lembaga keuangan yang kredibel (BRI. To enhance their proficiency. Making two site visits to Tarahan Port. diskusi panel. • Reminding Work Units concerned to make a more in-depth study of the business continuity of PT Batubara Bukit Kendi (BBK). dan temu profesi sebagai upaya untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik lapangan. dimana untuk meningkatkan kompetensinya. and (iii) assignment of land in Kertapati. diantaranya mencakup: • Memberikan berbagai masukan pada Dewan Komisaris dalam menyusun tanggapan Dewan Komisaris atas Laporan Kinerja Bulanan.) as starting 2010 general audit will be performed. BPD Sumsel.menyempurnakan sistem tatakelola PKBL (SDM. • Making written proposals to the management to: . • Mengingatkan kepada Satker terkait untuk membuat studi lebih terinci tentang kelanjutan usaha tambang PT Batubara Bukit Kendi (BBK). in 2010 Head and member of Audit Committee attended various conferences. panel discussions and professional meetings to keep abreast of scientific advancement and on-the-job practice. • Memberikan saran kepada Manajemen untuk kepastian penutupan operasi UPO. Attending two Cross Committee Business Meetings. Tanjung Enim Mining Unit and Kertapati Pier. • Asking Legal Work Unit to report in more detail the progress of obtaining land certificates of PTBA’s confiscated land. (ii) procurement of substantial goods and services. Melaksanakan beberapa tugas khusus yang diberikan oleh Dewan Komisaris. • Giving input to Board of Commissioners in writing its report on corrective actions in response to 2009 performance audit findings. . • Making recommendation to Board of Commissioners in writing its response to Board of Directors’ proposed (i) write-off and/or removal of unproductive assets. BPR) di dalam pengelolaan dana Program Kemitraan.Improve management system of Partnership and Community Development Program (HR. Melakukan 2 (dua) kali Kunjungan Kerja Lapangan di Pelabuhan Tarahan. etc. 7. Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPTE). dll) mengingat mulai tahun 2010 ini sudah diterapkan audit umum (general audit). dan temuan-temuan penting telah dilaporkan kepada Dewan Komisaris. 8. 9. • Mengingatkan masa berlaku dari Surat Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond) atas kontrak Pembangunan PLTU 3 x 10 MW di Tanjung Enim. system. BNI. Laporan Keuangan Konsolidasi Triwulanan kepada Kementrian BUMN dan Draft RKAP 2011. . Attending education and training sessions. and draft work program and budget for 2011. dan (iii) pengalihan aset tanah di Kertapati. Performing several specific assignments given by Board of Commissioners. 6. sistem. • Memberikan advis kepada Satker terkait untuk mengambil posisi yang benar terhadap proyek-proyek yang potensi kesinambungannya tidak jelas. • Checking the validity of Performance Bond for Construction of Tanjung Enim TPP 3 x 10 MW. dan Dermaga Kertapati. • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris dalam menyusun Laporan Dewan Komisaris tentang pelaksanaan Corrective Actions atas Hasil Audit Kinerja tahun 2009. Bank Mandiri. BPR) in managing the fund of Partnership Program for better accountability and benefit to the community. • Meminta kepada satker Hukum untuk memberikan laporan kemajuan proses pensertifikatan tanah-tanah sitaan milik PTBA yang lebih terinci. 8. • Memberi Saran lisan dan tertulis kepada Manajemen untuk: . Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan. Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite.204 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN • Memperhatikan dan meyakinkan bahwa transaksi antara PTBA dengan anak-anak perusahaan telah dilakukan secara wajar (arm’s length basis). 9. .

The Committee was previously combined with NR Committee as Nomination. Visi dan Misi Komite Good Corporate Governance. Vision and Mission Good Corporate Governance Committee (GCG Committee) is set up to assist Board of Commissioners to oversee the practice of GCG by the Company. . Remunerasi dan GCG.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 205 Komite Good Corporate Governance (GCG) Tujuan. 07/SK/PTBA-KOM/VII/2010. GCG Committee puts in place GCG soft structure as a guide in implementing GCG principles by the Company. Deed No. Komite GCG dibentuk dengan berpedoman kepada Anggaran Dasar Perusahaan terakhir yang dibuat oleh Notaris Fathiah Helmi. GCG Committee is established pursuant to the prevailing laws and regulations. One of GCG primary duties is to assess the Company’s compliance with the laws and regulations governing GCG principles implementation. The vision of GCG Committee is “Successfully implementing GCG principle and best practices in accordance with the law to realize the vision. To accomplish its mission. Remuneration and GCG Committee.” While its mission is to give professional input to Board of Commissioners in performing its oversight responsibilities and giving counsel to Board of Directors with regard to GCG principles implementation. mission and objective of the Company. 24 dated 21 April 2010. Visi Komite GCG adalah “terlaksananya penerapan prinsipprinsip Good Corporate Governance (GCG) yang berlandaskan peraturan perundang-undangan dan best practices dalam upaya pencapaian visi misi maupun sasaran dari Perusahaan. SH tanggal 21 April 2010 Nomor 24 dan peraturan perundangan yang berlaku.” Sedangkan misinya adalah memberikan masukan kepada Dewan Komisaris secara profesional untuk terlaksananya pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi dalam bidang penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG). SH. set up by and accountable to Board of Commissioners. selanjutnya disebut Komite GCG bertugas membantu Dewan Komisaris dalam rangka meningkatkan penerapan praktek GCG oleh Perseroan. Semua anggota komite ini adalah independen terhadap Direksi. Komite GCG dibentuk pada tanggal 30 Juli 2010 melalui Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor 07/SK/ PTBA-KOM/VII/2010. Salah satu tugas utama Komite GCG adalah menelaah tingkat kepatuhan Perseroan pada peraturan perundangan yang berkaitan dengan penerapan prinsip dasar GCG. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidang tata kelola perusahaan yang baik. serta bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. Independency and Composition of GCG Committee GCG Committee works independently. and the latest Articles of Association drawn up before Notary Fathiah Helmi. GCG Committee was set up on 30 July 2010 under Board of Commissioners Decision No. The Committee also encourages better enforcement of GCG principles and practices. All GCG Committee members are not related to any director or external auditor. Untuk tercapainya misi tersebut. experienced and knowledgable in good corporate governance practice. Independensi dan Susunan Komite GCG Komite GCG bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan. yang dibentuk oleh. Good Corporate Governance (GCG) Committee Objective. dan bekerja untuk. Komite GCG mendorong tersedianya soft structure GCG sebagai pedoman dalam penerapan prinsip-prinsip GCG oleh Perusahaan dan mendorong terciptanya pelaksanaan prinsip-prinsip dan praktek GCG yang lebih baik. Komite ini sebelumnya digabung dengan Komite Nominasi dan Remunerasi sebagai Komite Nominasi.

Mengidentifikasi instrumen GCG antara lain dokumen soft structure GCG dan telaah deskripsi potret penerapan GCG. dan Fairness). Independen. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan tugas-tugas tersebut diantaranya mencakup: In 2010 GCG Committee had two major activities. kunjungan kerja lapangan. 07/SK/PTBA-KOM/VII/2010 of 30 July 2010 Adapun kegiatan yang dilaksanakan oleh Komite GCG pada tahun 2010 secara garis besar terdiri atas (dua) kegiatan utama. Antonaria MA Tugas dan Tanggung-jawab Tugas Komite GCG selengkapnya tertuang dalam Piagam (Charter) Komite GCG Perseroan dengan beberapa uraian diantaranya adalah sebagai berikut. • • Providing Board of Commissioners with professional and independent opinion regarding GCG issues. Pemantauan dan efektivitas praktek GCG dan menganalisa serta mengevaluasi kondisi penerapan GCG dan hasil pemantauan dan unsur-unsur GCG yang telah dilakukan melalui komite-komite. merangkap sebagai Komisaris cum Commissioner Ir. independency. In 2010. among others: • • • • • • • Responsible. Menyusun dan menyampaikan program kerja tahunan kepada Dewan Komisaris setiap akhir tahun berjalan. OF MEETING (A) JUMLAH RAPAT KEHADIRAN ATTENDANCE (B) (B:A) % Ir. analysing and evaluating the condition of GCG implementation and monitoring findings and GCG elements enforced through Committees. Umiyatun Hayati Triastuti MSc * Bambang Adi Winarso * Antonaria * Ketua merangkap Anggota Head cum Member Anggota Member Anggota Member 20 20 20 20 18 20 100 90 100 Keterangan Notes: *) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. Identifying GCG instruments among others GCG soft structure documents and description of GCG implementation.206 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN SUSUNAN KOMITE GCG PER 31 DESEMBER 2010 SEBAGAI BERIKUT: THE COMPOSITION OF GCG COMMITTEE AS OF 31 DECEMBER 2010 IS AS FOLLOWS: Ketua Head Anggota Member Ir. Some of the assignments accomplished were: . Monitoring the effectiveness of GCG practice. namely i) those written in work program and ii) those assigned by Board of Commissioners. yaitu: GCG Committee Activity Report GCG Committee performs in accordance with GCG Committee Charter. in terms of internal meetings. • Memberikan pendapat profesional dan independen kepada Dewan Komisaris terhadap hal-hal yang berhubungan dengan Good Corporate Governance. serta pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. Melakukan penelaahan tingkat kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan prinsip-prinsip GCG (Transparansi. untuk mendapatkan penetapan. rapat dengan pihak terkait. site visits. yaitu berupa rapat interen. Laporan Kegiatan Komite GCG Komite GCG telah melaksanakan tugas sesuai Piagam Komite GCG. Umiyatun Hayati Triastuti. fairness) are implemented in the Company. GCG Committee held 20 meetings with the following attendance rate: NAMA NAME JABATAN POSITION NO. responsibility. MSc. accountablity. Komite GCG mengadakan 20 (dua puluh) kali rapat berkala yang dihadiri para anggota. Assessing how far GCG principles (transparency. education and training. 07/SK/PTBA-KOM/VII/2010 tanggal 30 Juli 2010 *) By Board of Commissioners Decision No. Bambang Adi Winarso PhD Ir. yakni: i) melakukan kegiatan yang ada di rencana kerja dan ii) melakukan tugas khusus dari Dewan Komisaris. Selama tahun 2010. meetings with related parties. Akuntabilitas. Duty and Responsibility The duty of GCG Committee is fully described in GCG Committee Charter. Writing up annual work program for submission to Board of Commissioners at yearend for its approval.

Penyusunan Soft Structure GCG. PER. Perseroan telah menyusun kebijakan pengadaan barang dan jasa. 5. 5. 1. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris : • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris mengenai substansi prinsip-prinsip GCG dari laporan Direksi terhadap pelaksanaan Corrective Action atas Hasil Audit Kinerja Tahun 2009. Dalam rangka penerapan prinsip-prinsip GCG telah disusun instrumen implementasi GCG yaitu soft structure GCG yang terdiri dari Panduan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik di PT Bukit Asam (GCG Code) dan Panduan Berprilaku bagi Seluruh Jajaran di PT Bukit Asam (Code of Conduct). One indicator of this improvement is better assessment findings by independent parties. Revisi dilakukan pada susunan isi Board Manual untuk memperjelas hubungan Dewan Komisaris dan Direksi secara seimbang sesuai perubahan Anggaran Dasar Perusahaan. Menindaklanjuti Peraturan Menteri Negara BUMN No. Procuring non-routine goods and services Acting on SOE Minister Regulation No. Kedua instrumen implementasi GCG tersebut telah disahkan melalui penandatatangan oleh Direktur Utama dan Komisaris Utama. • Giving Board of Commissioners input regarding Consultant Nindyo & Associates’ memorandum on Overall Review of Board of Commissioners Duty and Authority. At such meetings. Monitoring GCG implementation By holding periodic meetings with Corporate Information System Work Unit being the unit responsible for coordinating the GCG practice.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 207 1. Melakukan revisi Panduan Hubungan Kerja antara Dewan Komisaris dengan Direksi (Board Manual). Menyusun Tata Laksana Persuratan Dinas & Kearsipan (TLSK). consists of GCG Code and Code of Conduct. progress and constraint will be noted and improvements will be suggested for better results in the future. Batasan pengadaan barang dan jasa yang bersifat substansial (bukan bersifat rutin) ditentukan Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris. 3. Limitation of procuring non-routine goods and services is given by Board of Directors with the approval of Board of Commissioners. Revising Board Manual to elaborate on the relationship between Board of Commissioners and Directors as provided for in the Amendment to Articles of Association. di Kesekretariatan Dewan Komisaris telah disusun tata laksana persuratan dinas dan kearsipan (TLSK) dengan mengacu kepada tata laksana persuratan dinas dan kearsipan yang sudah ada di Perusahaan. salah satunya indikatornya adalah meningkatnya nilai assessment penerapan GCG yang dilakukan oleh pihak independen. Doing other assignments given by Board of Commissioners • Giving Board of Commissioners input regarding GCG issues in Board of Directors report on corrective actions in response to 2009 performance audit findings. . With these procedures the Secretariat of Board of Commissioners is expected to facilitate the work of Board of Commissioners of overseeing and giving counsel as stated in the Articles of Association. 2.e. GCG soft structure.05/MBU/2008 of 3 September 2008. the Secretariat of Board of Commissioners has procedures of official correspondence and filing that is based on the existing procedures of official correspondence and filing of the Company. Memantau penerapan prinsip-prinsip GCG dengan melakukan rapatrapat berkala dengan Satuan Kerja Sistem Informasi Perusahaan sebagai unit kerja yang mempunyai tugas mengkoordinasikan penerapan prinsip-prinsip GCG di Perusahaan. Dari hasil rapat berkala tersebut dapat ditemukenali kemajuan dan hambatan yang dihadapi dan diupayakan agar penerapan prinsip-prinsip GCG lebih baik hasilnya dari tahun-tahun sebelumnya. the Company has drafted goods and services procurement policy. i. Formulating GCG Soft Structure GCG implementation instrument. 4. These two instruments were made official with the signing by President Director and President Commissioner. 2. PER. 4. Dengan penyusunan tata laksana persuratan dinas dan kearsipan tersebut diharapkan peranan Sekretariat Dewan Komisaris dapat memperlancar tugas-tugas Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan dan pemberian nasihat seperti yang diatur dalam Anggaran Dasar Perusahaan. Compiling Procedures of Official Correspondence and Filing To practise good corporate governance. Pengadaan Barang dan Jasa yang Bersifat Substansial (Bukan bersifat Rutin).05/MBU/2008 tanggal 3 September 2008. Dalam upaya penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. • Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris mengenai memorandum dari Konsultan Nindyo & Assosiates tentang Kajian Umum mengenai Tugas dan Kewenangan Dewan Komisaris. 3. Pemantauan Penerapan Prinsip-prinsip GCG.

Board of Directors and employees through competence-performance-based nomination. selection and placement. Anggaran Dasar Anggaran Dasar Perusahaan terakhir yang dibuat oleh Notaris Fathiah Helmi.” Corporate Governance yang lebih baik. Making site visit Official site visit to Tanjung Enim Mining Unit was made together with other Committees on 6 November 2010. and to make recommendations with respect to nomination and remuneration standards.rekruitmen. After changing its name and membership. 7. This Committee is established pursuant to the prevailing laws and regulations. Visi Konarba dan PSDM adalah ”Terciptanya sinergi antara Komisaris. 6. Komite Nominasi. Sebelumnya komite ini bernama Komite Konarba dan GCG. Komite ini dibentuk dengan berpedoman kepada peraturan perundangan yang berlaku. . 24 of 21 April 2010 and Board of Commissioners Decision No. 6. dan pengembangan SDM yang berlandaskan kompetensi dan kinerja. dengan tugas membantu Komisaris dalam hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan penetapan remunerasi dan peningkatan implementasi GCG. is a committee that went through a change of name and membership in 2010. this Committee is assigned to help Board of Commissioners in its oversight and counselling responsibilities. Matters requiring further attention were discovered during the visit that concerned GCG implementation by work units. Setelah mengalami perubahan nama dan keanggotaan. formulate proper and measurable remuneration system. Kunjungan Kerja Lapangan ke UP Tanjung Enim dilaksanakan bersamasama dengan Komite lainnya pada tanggal 6 November 2010. remuneration and GCG implementation. compliance with the law governing nomination and remuneration. Selama kunjungan lapangan tersebut banyak ditemukan hal-hal yang memerlukan pemantauan lebih lanjut mengenai penererapan prinsip-prinsip GCG oleh satuan kerja di Perusahaan.208 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN • Memberikan laporan berupa masukan kepada Dewan Komisaris dalam menyusun tanggapan Dewan Komisaris atas Drat RKAP Tahun 2011. • Giving input to Board of Commissioners for preparing its comments on draft 2011 Work Program and Budget. further to be referred to as NR & HRD Committee. Its additional tasks include reviewing manpower planning. Remuneration and Human Resource Development Committee. Remunerasi dan PSDM Tujuan. Vision and Mission Nomination. tanggal 1 November 2010.seleksi dan penempatan pegawai. dengan yang terakhir adalah Keputusan Dewan Komisaris. tentang Pengangkatan Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Dewan Komisaris PT Bukit Asam (Persero) Tbk. in charge of assisting Board of Commissioners in matters pertaining to nomination. Previously this Committee was known as NR & GCG Committee. komite ini dibentuk untuk membantu Komisaris dalam melakukan pengawasan. Kepatuhan perusahaan atas pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah nominasi dan remunerasi. SH tanggal 21 April 2010 Nomor 24 dan serangkaian keputusan Dewan Komisaris mengenai Konarba. The vision of NR & HRD Committee is ”Building synergy among Board of Commissioners.” While its mission is “Promoting the creation of fair nomination and remuneration system to motivate employees. and enhance GCG practice. Direksi dan Pegawai melalui sistem nominasi dan remunerasi. Remuneration and HRD Committee Objective. Visi dan Misi Komite Nominasi. terciptanya sistem remunerasi yang layak dan memadai serta mendorong pelaksanaan prinsip dan praktek Good Nomination. Deed No. evaluasi dan menyusun rekomendasi dalam menetapkan antara lain: i)Norma (Standar) Nominasi dan Remunerasi. the latest Articles of Association drawn up before Notary Fathiah Helmi. recruitment. Melakukan Kunjungan Kerja Lapangan. sesuai kebutuhan dan kemampuan perusahaan.” Sedangkan misinya adalah: Mendorong terciptanya sistem nominasi dan remunerasi yang fair untuk meningkatkan motivasi kerja. Tugas tambahan lainnya adalah melakukan Penelahan dan pemantauan implementasi sistem perencanaan tenaga kerja. remuneration and development of human resource in accordance with the Company’s need and condition. Remunerasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) selanjutnya disebut Konarba dan PSDM. 14/ SK/PTBA-KOM/XI/2010 of 1 November 2010 on Appointment of Nomination and Remuneration Committee Members of PT Bukit Asam (Persero) Tbk. 7. Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite. Attending two Cross Committee Business Meetings. merupakan komite yang mengalami perubahaan nama dan keanggotaanya di tahun 2010. no 14/SK/PTBA-KOM/ XI/2010. SH.

Making evaluation and recommendation in the implementation of salary. Wahyudi SE. dan bekerja untuk. Appointed Secretary to Board of Commissioners on 2 August 2010. • Memberikan pendapat independen dan profesional serta rekomendasi kepada Komisaris terhadap halhal yang berhubungan dengan masalah nominasi dan remunerasi. ***) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. NAMA NAME Abdul Latief Baky Noeroso L. mengundurkan diri per 1 Agustus 2010. and also retirement and compensation scheme in case of personnel retrenchment. experienced and knowledgable in human resource nomination. Duty and Responsibility The task of NR & HRD Committee is fully incorporated in NR & HRD Charter covering: • Giving independent. **) Reappointed member of NR Committee on 1 July 2010. termasuk sistem pensiun dan kompensasi dalam hal terjadi pengurangan pegawai. Peraturan dari Kementerian BUMN atau Bapepam-LK). pemberian tunjangan. set up by and accountable to Board of Commissioners. All Committee members are not related to any director. yang dibentuk oleh. allowance. MSc. the committee held 23 meetings attended by the members as follow. THR dan bonus bagi seluruh pegawai. Note: *) Under Board of Commissioners Decision No. Independency and Composition of NR & HRD Committee NR & HRD Committee works independently. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidang nominasi. Laporan Kegiatan Konarba dan PSDM Selama tahun 2010. 14/SK/PTBA-KOM/XI/201 tanggal 1 November 2010. ***) Under Board of Commissioners Decision No. MHum.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 209 Independensi dan Susunan Anggota Komite Konarba dan PSDM Konarba dan PSDM bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan. holiday allowance and bonus payment system. Abdul Latief Baky. Assessing the Company’s compliance with laws and regulations that govern nomination and remuneration (such as Manpower Law. **) Diangkat kembali menjadi anggota Konarba tanggal 1 Juli 2010. 14/SK/PTBA-KOM/XI/2010 of 1 November 2010. OF MEETING (A) 23 23 12 6 KEHADIRAN ATTENDANCE (B) 23 22 12 6 (B:A) % 100 97 100 100 Keterangan: *) Berdasarkan SK Dewan Komisaris No 08A/SK/PTBA-KOM/VII/2010 tanggal 2 Agustus 2010. SUSUNAN ANGGOTA KONARBA DAN PSDM PER 31 DESEMBER 2010 SEBAGAI BERIKUT: THE COMPOSITION OF NR & HRD COMMITTEE AS OF 31 DECEMBER 2010 IS AS FOLLOW: Ketua Head Anggota Member Ir. Sumarhadi SE MM Tugas dan Tanggung-jawab Tugas Konarba dan PSDM selengkapnya tertuang dalam Piagam (Charter) Konarba dan Pengembangan SDM dengan beberapa uraian diantaranya adalah sebagai berikut. remunerasi. serta bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. resigned on 1 August 2010. Ditetapkan menjadi Sekretaris Dewan Komisaris per 2 Agustus 2010. • Menelaah tingkat kepatuhan Perseroan terhadap peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah Nominasi dan Remunerasi (seperti UU Ketenagakerjaan. FIQ merangkap sebagai Komisaris Independen cum Independent Commissioner Noeroso L. Konarba dan PSDM telah mengadakan 23 (duapuluh tiga) kali rapat berkala dengan tingkat kehadiran sebagai berikut. • • NR & HRD Committee Activity Report Troughout 2010. SOE Minister or Bapepam-LK Regulations). professional opinion and recommendation to Board of Commissioners in matters pertaining to nomination and remuneration. • Melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi tentang penerapan sistem penggajian. Wahyudi * Fakhrudin Tieja** Sumarhadi*** JABATAN POSITION Ketua Head Anggota Member Anggota Member Anggota Member JUMLAH RAPAT NO. remuneration and development as well as coal business. .MA Dr. 08A/SK/PTBA-KOM/VIII/2010 of 2 August 2010. Semua anggota komite ini adalah independen terhadap Direksi. pengembangan sumberdaya manusia dan bisnis batubara.

Tanjung Enim PTBA employees in Tanjung Enim Head Office .210 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Karyawan PTBA di Kantor Pusat.

Melakukan Kajian Proyek Peranap. 20/KOM/III/2010. GCG Committee made a separate report starting 3rd quarter of 2010 except July 2010.Melakukan Kajian Restrukturisasi Briket Batubara. .04/2009 on 2009 Performance Appraisal and Board of Commissioners Letter No. 066/KEP/INT-16100/OT. Komite GCG telah menyiapkan laporan tersendiri dimulai Triwulan-III selain bulan Juli tahun 2010.The legal ground for setting up GCG Committee was Board of Commissioners Decision No. . • Menyetujui dan menyiapkan Formulasi Remunerasi . 04/MBU/2009 tentang Persyaratan dan Tata Cara pengangkatan dan pemberhentian Anggota Direksi BUMN. .Menyetujui pengembangan Formula Insentif Kinerja Pegawai tahun buku 2009.Based on the study the Committee recommended that restructuring be immediately carried out.Menyiapkan formula Tantiem untuk Direksi tahun buku 2009 bersama konsultan Independen berdasarkan referensi peraturan perundangan antara lain: Permen BUMN Nomor: PER-02/MBU/2009 tanggal 27 April 2009 Pasal 30 dan Permen BUMN Nomor :PER -03/MBU/2009 tanggal 19 Oktober 2009 Pasal 5.BAKOM/X/2009 tentang Konarba dan GCG. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris . SK Direksi No. Pemantauan Pelaksanaan Rencana Strategis Pengembangan SDM Komite mencermati adanya progres pencapaian program kerja sampai tahun 2010 terutama terbentuknya Assesment Center.Penyiapan dan pemantauan pembentukan Komite GCG. 04/MBU/2009 on Requirements and Procedures of Appointing and Dismissing SOE Board Members.Making Board of Directors Tantiem Formula for 2009 with the assistance of an independent consultant pursuant to SOE Minister Regulation No.The Committee came up with the following findings and suggestions: . dan melakukan kunjungan kerja lapangan. b) restructuring the organization including subsidiaries. c) developing performance-based KPI formula. b) restrukturisasi organisasi termasuk anak perusahaan. 13/SK/PTBAKOM/X/2009 on NR & GCG Committee. . SK ini ditindaklanjuti laporan kedua komite dalam buku yang dimulai dari laporan Triwulan-IV tahun 2009 dan laporan Triwulan 1 sampai dengan II tahun 2010. 066/KEP/INT-16100/OT.Reviewing Peranap Project .Berdasarkan kajian yang dilakukan. noting the adjustments to HR development such as: a) restructuring HR profile by age and proficiency. . Disamping itu mencermati adanya penyesuaian dalam pengembangan SDM antara lain: a) restrukturisasi profil SDM dari sisi usia dan kompetensi.Approving employee performance incentive formula for 2009. . PER02/MBU/2009 of 27 April 2009 Article 30 and SOE Minister Regulation No. This decision was followed up by the two Committees report covering 4th quarter of 2009 and 1st – 2nd quarter of 2010. tentang Penilaian Kinerja Perusahaan 2009. . PER-03/MBU/2009 of 19 October 2009 Article 5. • • Nomination Criteria Making adjustments to Board of Directors long list criteria for 2011-2014 to conform to SOE Minister Decision No. dan Surat Komisaris No. • • HR Development Strategic Plan Observing the work progress until 2010 particularly the formation of Assessment Center. meetings with related parties. subject to the law and Board of Directors Decision No. Komite merekomendasikan agar restrukturisasi perlu segera dilaksanakan.Preparing and monitoring the formation of GCG Committee. .CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 211 Konarba dan PSDM telah melaksanakan tugas melalui rapat interen seperti disebutkan di atas.Dasar penyiapan pembentukan Komite GCG adalah surat keputusan (SK) nomor 13/SK/PT. that can be summed up as follows: • Approving Employee Performance Incentive Formula . dengan didasarkan peraturan perundangan yang berlaku.Studying Coal Briquette Restructuring. Pengembangan Kriteria Nominasi Melakukan penyesuaian atas kriteria Long List Direksi tahun 2011-2014 berdasarkan pada SK Meneg BUMN No. c) pengembangan formula IKP berdasarkan kinerja pegawai. and makes site visits. . • • Performing other assignments from Board of Commissioners . rapat dengan pihak terkait. 20/KOM/III/2010. . dengan ikhtisar kegiatan sebagai berikut.04/2009. dengan butirbutir temuan antara lain: NR & HRD Committee holds internal meetings.

Business Risk and Post-Mining Committee to realize the corporate vision and mission. Komite KRU senantiasa mengingatkan dan merekomendasikan agar seluruh risiko utama Perseroan yang masuk kategori high dan extreme risk di kenali dan dimitigasi.212 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN • Kurang sesuainya referensi harga yang digunakan. 2. BR Committee consistently recommends that all high and extreme business risks be identified and mitigated. Meminimalkan risiko perusahaan yang mungkin terjadi di bidang pengembangan usaha. Meminimalkan dampak negatif dari kegiatan perusahaan terhadap lingkungan (fisik. Risiko Usaha. Insurance. Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite. • Asumsi harga yang digunakan sebaiknya PPA (Purchace Power Agreement) dengan PLN. selanjutnya disebut Komite Risiko Usaha bertugas dan bertanggung jawab untuk memberikan pendapat profesional dan independen sesuai kewenangannya kepada Dewan Komisaris terkait dengan pengelolaan perusahaan yang berkaitan dengan risiko usaha yang berpotensi menimbulkan kerugian signifikan. further referred to as BR Committee. Vision To be professional and independent Insurance. adalah sebagai berikut: 1. • price reference used was not suitable.Implementing Procedures of Official Correspondence and Filing within Board of Commissioners. • price assumption should be taken from Power Purchase Agreement with PLN. production and marketing. Komite Asuransi. . Business Risk and Post-Mining Committee Insurance. . environment and post-mining area management. Risiko Usaha dan Pascatambang (KRU) Komite Asuransi. Minimizing risks that may arise in business development.Selecting NR Committee members . • IRR should be recalculated.Menyiapkan seleksi anggota Sesdekom. insurance.Selecting Board of Commissioners Secretariat members .Menyiapkan seleksi anggota Konarba. chemical and social) 2.Implementasi konsep Peraturan Dewan Komisaris tentang Tata Laksana Persuratan Dinas & Kearsipan (TLSK) di Lingkungan Dewan Komisaris PT BA. • • Melakuan kunjungan kerja lapangan. • • Making site visits. termasuk asuransi. . The vision and mission of BR Committee as stipulated in BR Committee Charter issued on 28 November 2009 are: 1. operasi produksi dan pemasaran. Visi dan Misi Komite Risiko Usaha sebagaimana dituangkan dalam Charter Komite Risiko Usaha PT Bukit Asam. Attending two Cross Committee Business Meetings. . Misi Memberikan masukan secara komprehensif dalam rangka: a. • Perlu mempertimbangkan ulang perhitungan IRR. Minimizing negative impact of the Company’s activities on the environment (physical. b. Mission To give input with the purpose of: a. Risiko Usaha dan Pasca Tambang yang profesional dan independen untuk mendukung pencapaian visi dan misi perusahaan. . kimia dan sosial). dan Pascatambang. yang diterbitkan pada 28 November 2009. Business Risk and Post-Mining Committee. is set up to give independent and professional viewpoint to Board of Commissioners with regard to business risks. b. pengelolaan lingkungan dan pasca tambang. Visi Menjadi Komite Asuransi.

Thamrin Sihite. All Committee members are not related to any director. Duty and Responsibility BR Committee is responsible for giving independent and professional viewpoint to Board of Commissioners with regard to business risks. PhD* Pramuditho Karsowidjojo** JABATAN POSITION Ketua Head Anggota Member Anggota Member Anggota Member JUMLAH RAPAT NO. 01/SK/PTBA-KOM/2010 tanggal 3 Juni 2010. environment and post-mining area management. insurance. experienced and knowledgable in their respective fields. SUSUNAN KRU PER 31 DESEMBER 2010 SEBAGAI BERIKUT: THE COMPOSITION OF BR COMMITTEE AS OF 31 DECEMBER 2010 IS AS FOLLOWS: Ketua Head Anggota Member Dr.Si Andi Novianto. PhD Laporan Kegiatan Komite Asuransi. termasuk terhadap upaya PTBA dalam pengelolaan The tasks and activities carried out by the Business Risk. responsibility and authority of BR Committee are elaborated in BR Committee Charter. Ir. 01/SK/PTBA-KOM/2010 of 3 June 2010 **Contract expired in March 2010. Tugas. dengan tingkat kehadiran anggota sebagai berikut: Insurance. include among others: • • Evaluating Company Reports Reports were evaluated to detect risks in local. Thamrin Sihite ME. social. Independensi KRU dan Susunan Anggota Komite KRU bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam pelaporan. The Committee is of the opinion business development projects such as railway development and TPP construction should be . M. yang dibentuk oleh. **Kontrak sudah selesai pada bulan Maret 2010 Note: *Under Board of Commissioners Decision No. serta bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. Business Risk and Post-mining Committee Throughout the year 2010. Faridha M. KRU total menyelenggarakan rapat 24 kali. regional. dan bekerja untuk.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 213 Tugas dan Tanggung jawab Komite Risiko Usaha bertugas dan bertanggung jawab untuk memberikan pendapat profesional dan independen sesuai kewenangannya kepada Dewan Komisaris terkait dengan pengelolaan perusahaan yang berkaitan dengan risiko usaha yang berpotensi menimbulkan kerugian signifikan. OF MEETING (A) 24 24 24 3 KEHADIRAN ATTENDANCE (B) 24 24 24 3 (B:A) % 100 100 100 100 Keterangan : *Berdasarkan SK Dewan Komisaris No. Semua anggota komite ini adalah independen terhadap Direksi. Adapun tugas dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Komite Risiko Usaha.Si* Andi Novianto. economic). pengelolaan lingkungan dan pasca tambang. regional and global term. ME Ir. the Committee held 24 meetings. dan secara kolektif mempunyai kompetensi dan pengalaman di bidangnya. Tanggung Jawab dan Wewenang dari Komite Risiko Usaha dijabarkan secara rinci dalam piagam Komite Risiko Usaha (KRU Charter). Independency and Composition of BR Committee BR Committee works independently. Faridha. attendance rate of members is given below: NAMA NAME Dr. Ir. Risiko dan Pascatambang Selama tahun 2010. Asuransi dan Pasca Tambang sepanjang tahun 2010 dituangkan dalam bentuk Laporan Komite Risiko Usaha. dan global. Insurance and Post Mining throughout 2010 set out in the form of Enterprise Risk Committee Report. merangkap sebagai Komisaris cum Commissioner Ir. The duty. meliputi diantaranya: • • Evaluasi atas Laporan-laporan yang dikeluarkan Perusahaan Laporan dievaluasi untuk melihat faktor-faktor risiko yang dihadapi oleh Perseroan. termasuk asuransi. terutama berkaitan dengan kondisi lokal perusahaan. set up by and accountable to Board of Commissioners. in environment and post-mining area management (physical.

(ii) technical aspects and (iii) the economic aspects. KRU berpendapat bahwa proyek-proyek pengembangan usaha yang sedang dilakukan seperti pengembangan angkutan kereta api dan pembangunan PLTU masih perlu dipercepat realisasinya. etc. and environmental. KRU merekomendasikan peningkatan produksi di lokasi Tanjung Enim. Air Laya dan Non Air Laya. Along with the Project Cooperation plan Tanjung Api-api. Developing Production Infrastructure the Committee believes the program of developing production infrastructure in Tanjung Enim. agar didapatkan alternatif yang tidak memberatkan. Reviewing: Investment in Peranap Thermal Power Plant 2 x 10 MW. and to speed up TPP construction. serta dilakukannya perencanaan yang lebih komperehensif. BR Committee recommended some important things to be concerned in the implementation of power plant and its relation to the planned exploitation of the mine are included: (i) administrative aspects. as well as doing a more comprehensive planning. Considering the sizeable investment. Making Site Visits to Tanjung Enim Mining Unit including Tanjung Enim TPP 3x10 MW. Selain itu dalam meningkatkan penjualan perlu memperhatikan kemampuan infrastruktur. business schemes and time frame for delivery of excess power). Melakukan telaahan dan kajian terhadap Perjanjian Jual Beli Batubara (PJBB) PTBA dengan PLN. including aspects of economic. KRU berpendapat agar dikaji lebih mendalam dan selaras dengan rencana jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan efisiensi dan produksi batubara. Sehubungan dengan rencana Kerjasama Proyek Tanjung Api-api. maka pendanaan proyek tersebut agar dikaji secara hati-hati. KRU merekomendasikan beberapa hal penting yang perlu mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan pembangunan PLTU dan kaitannya dengan rencana eksploitasi tambang adalah meliputi: (i) aspek administratif. financing should be carefully studied. Recommendation was made to boost production of Tanjung Enim. Melakukan telaahan dan kajian terhadap investasi PLTU Peranap 2 x 10 MW. dan lingkungan. dan Tarahan. memberikan masukan atas Drat RKAP Tahun 2011 dan lain-lain. Attending Education and Training Program Participation of Committe Head in ‘The Rising Power of Indonesia Incorporaed: Reaching President SBY’s Vision of 2014’ conference in Jakarta. including in this case is the assessment of readiness off taker (regulatory aspects. social. skema bisnis dan time frame penyerahan excess power). Melakukan Kunjungan Kerja Lapangan. cooperation between PTBA and PT KAI (Indonesian Railway Company) and among PTBA. In addition. PT Transpacific Railway Infrastructure dan China Railway Engineering Corporation dapat segera dipacu. Mengingat nilai investasi untuk hal ini akan sangat besar. expecially when it comes from external sources. gave input and recommendation for 2011 work program and budget. KRU juga melakukan telaahan dan evaluasi terhadap kegiatan lainnya seperti Lelang IPP PLTU. serta percepatan penyelesaian pembangunan PLTU Mengikuti 2 (dua) kali Rapat Kerja Lintas Komite. . KRU merekomendasikan PJBB tersebut dimasukkan dalam RJPP dan RKAP. Reviewing: the Coal Sale and Purchase Agreement (PJBB) PTBA with PLN. serta rencana kerjasama antara PTBA. Terkait dengan program pengembangan prasarana produksi yang berlokasi di Tanjung Enim. termasuk dari aspek ekonomi. termasuk apabila akan mendapatkan sumber pendanaan yang akan berasal dari luar PTBA. termasuk dalam hal ini adalah penilaian kesiapan off taker (aspek regulasi. finansial. KRU merekomendasikan agar dilakukan kajian komprehensif terhadap rencana keterlibatan PTBA dalam Proyek Tanjung Api-Api. PT Transpacific Railway Infrastructure and China Railway Engineering Corporation should proceed. sosial. Untuk meningkatkan produksi dan penjualan batubara maka pengembangan angkutan kereta api eksisting yang merupakan kerjasama antara PTBA dan PT KAI. (ii) aspek teknis dan (iii) aspek ekonomi. Evaluating Other Activities BR Committee evaluated TPP Independent Power Plant tenders. To increase production and sales of coal. BR Committee recommended the PJBB included in RJPP and RKAP. Attending two Cross Committee Business Meetings. sebagai upaya untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik lapangan. Kertapati and Tarahan should be scrutinized to be consistent with long-term plan of enhancing coal efficiency and production. • • • • • • • • accelerated. Kertapati. teknis. Yakni ke lokasi UP Tanjung Enim termasuk PLTU Tanjung Enim 3 x 10 MW. Air Laya and outside Air Laya.214 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN • • • • • • • • lingkungan secara fisik maupun sosial dan ekonomi serta pengelolaan pasca tambang. Mengikuti Program Pendidikan dan Pelatihan berkelanjutan. to keep abreast of scientific advancement and on-the-job practice. financial. infrastructure capability should be concerned to increase sales. technical. BR Committee recommended that a comprehensive review is conducted in the PTBA involvement plan of Tanjung Api-Api project. diantaranya partisipasi Ketua KRU pada konferensi ‘The Rising Power of Indonesia Incorporated: Reaching President SBY’s Vision of 2014’ di Jakarta.

analysts. tepat waktu dan akurat mengenai Perseroan kepada para pemegang saham. mitra Perseroan dan masyarakat. hubungan antara Perseroan dengan stakeholders serta dipenuhinya ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Corporate Secretary has triple main function: as liason officer. and fostering good relationship with all other stakeholders besides shareholders. will promote the smooth operations and growth of the Company. The information includes quarterly and annual financial reports. compliance officer serta investor relations. analis. As a public company. • • • Fungsi utama Sekretaris Perseroan mencakup tiga bidang. Corporate Secretary ensures that the most current. Perseroan juga wajib memiliki tata laksana dokumen dan informasi yang baik untuk membantu memastikan kepatuhan Perseroan terhadap perundang-undangan dan peraturan pasar modal serta untuk mendukung akuntabilitasi pelaporan kinerja dan tanggung jawab Perseroan kepada stakeholder. as liason officer. Pembinaan hubungan baik dengan stakeholder strategis. Perseroan menetapkan fungsi Sekretaris Perusahaan yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama. relationship between the Company and its stakeholders. memberikan wewenang dan sumber daya yang memadai dan melakukan evaluasi berkala atas pelaksanaan tugasnya. Corporate Secretary has triple main function. BapepamLK and the public. akan sangat mendukung kelancaran bisnis dan pengembangan usaha Perseroan. the duty of Corporate Secretary is as follows: • • • • Keeping abreast of capital market development and rules. yaitu antara lain Pemerintah. mass media and general public. media massa dan masyarakat umum. compliance officer serta investor relations. yang juga meliputi penyediaan Laporan Triwulan dan Laporan Tahunan. Sekretaris Perusahaan menjamin ketersediaan informasi terkini.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 215 SEKRETARIS PERUSAHAAN Sekretaris Perusahaan berperan besar dalam memperlancar hubungan antar Organ Perseroan. yaitu sebagai liason officer. Memberi masukan kepada Direksi untuk mematuhi peraturan yang berhubungan dengan pasar modal Bertindak sebagai penghubung antara Perseroan dengan Bapepam-LK serta masyarakat. compliance officer and investor relations officer. among others the Government. Providing information for investors and other stakeholders (investor relations) Giving input to Board of Directors in complying with capital market rules and regulations Acting as liaison officer among the Company. serta membina hubungan baik dengan seluruh stakeholder lain di luar pemegang saham. Secara umum tugas Sekretaris Perusahaan adalah sebagai berikut: • Mengikuti perkembangan dan peraturan-peraturan pasar modal serta memberikan pelayanan atas setiap informasi yang dibutuhkan pemodal (investor relations). particularly the shareholders. and compliance with the prevailing laws and regulations. and guarantee the accountability of the Company’s performance report to stakeholders. the Company must have reliable document and information management system to ensure compliance with capital market laws and regulations. For this reason. In general. sebagai perusahaan publik. . punctual and accurate information regarding the Company is available for the shareholders. Sesuai dengan fungsinya. Fungsi utama Sekretaris Perusahaan ada tiga. Memberikan pelayanan atas setiap informasi yang dibutuhkan oleh setiap pemangku Kepentingan. media. khususnya pemegang saham. Perseroan menetapkan kualifikasi khusus untuk pejabat Sekretaris Perusahaan. partners and public. yakni: sebagai liason officer. the Company establishes the function of Corporate Secretary who is directly accountable to President Director. mass media. Favorable relationship with strategic stakeholders. compliance officer and investor relations officer. Selain itu. As the function requires. The Company requires certain qualification of Corporate Secretary. CORPORATE SECRETARY The Corporate Secretary plays a major role in facilitating communication among the corporate organs. and periodically evaluating the performance of his/her duty. giving appropriate authority and resources.

recorded. Corporate Communication and Representative Office. i.216 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Kantor Pusat PT Bukit Asam di Tanjung Enim PT Bukit Asam Head Office in Tanjung Enim Sekretaris Perusahaan kemudian dibantu oleh fungsifungsi lain di bawah koordinasinya. yaitu Hubungan Investor. In 2010. the Company conducted 14 conference calls. Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam (Persero) Tbk dijabat oleh Achmad Sudarto. 2 (dua) kali non-deal roadshow serta 2 (dua) kali kegiatan yang melibatkan wartawan. Achmad Sudarto has been the Corporate Secretary of PT Bukit Asam (Persero) Tbk. two non-deal roadshows and two events involving the journalists. Perseroan telah mengadakan 14 (empat belas) kali conference call. Rincian Press Release yang pernah dilaksanakan oleh Perseroan adalah: Corporate Secretary is assisted by other functions under his/her coordination.” dalam rangka memenuhi persyaratan azas keterbukaan dan pelaksanaan GCG. sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku. Mulai bulan Juli 2009. The Company has set a policy on “Information Disclosure and Confidentiality. diolah. Komunikasi Perusahaan dan Kantor Perwakilan. . 83 oneon-one meetings.e. Tujuan dari penetapan kebijakan tersebut adalah untuk memastikan bahwa pengungkapan informasi Perseroan harus akurat serta dicatat. dirangkum dan dilaporkan dalam jangka waktu tertentu. The objective of setting this policy is to make sure that information regarding the Company is disclosed accurately. Sepanjang tahun 2010. Investor Relations. processed. in accordance with the rules on disclosure of information. Perseroan telah mengeluarkan suatu kebijakan “Keterbukaan dan Kerahasiaan Informasi serta informasi orang dalam” dan kebijakan “Pengelolaan Dokumen/Arsip Perseroan. compiled and reported over certain periods. Since July 2009. and Insider Information” and “Document/ File Management” in an effort to abide by the transparency principle and GCG practice. 83 (delapan puluh tiga) kali one on one meeting.

Penyampaian dan Laporan Hasil Public Expose • Conducting public expose. • Reporting the sale of all shares from buy-back program • Paying interim dividend for 2010 BEI IDX .” • Confirming “Investor Daily” article on “Bukit Asam invested $101 million in TPP” • Confirming “Investor Daily” article on “Bukit Asam joined hands with South Africa Synthetic” BEI IDX Maret March • Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam siap akuisisi 9.” • Pemberitahuan Rencana Penyelenggaraan RUPS • • • • • Confirming “Investor Daily” article on “Bukit Asam ready to acquire 9.6 billion in losses” PARA PIHAK PARTIES Januari January BEI IDX Februari February • Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam Investasi PLTU $ 101 Juta. two directors are examined by Attorney General’s Office” • Reporting share buy-back results January – June 2010 BEI IDX Agustus August September September • Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Lanco Infratech jadi Mitra Bukit Asam” • Confirming ”Investor Daily” article on ”Lanco Infratech became Bukit Asam partner” • Pernyataan tidak melakukan eksplorasi pada periode Sept 10 – Mar 10 • Konfirmasi pemberitaan media Kontan mengenai PTBA kaji rencana Stock Split. • Pernyataan tidak melakukan eksplorasi periode Maret – September 2010 • Konfirmasi pemberitaan media DetikFinance “BUMN diminta lepas cucu usaha. reporting public expose results • Laporan Perseroan telah melaksanakan penjualan seluruh saham hasil pembelian kembali saham Perseroan. • Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam siapkan dana akuisisi Rp840 Miliar. • Pembayaran Dividen Interim 2010.36% saham Freeport. • Disclosing information on certain shareholders • Participating in Non Deal Roadshow in USA 1-5 November 2010 BEI IDX BEI IDX November November Desember December • Penyelenggaraan Public Expose. dua Direktur Bukit Asam akhirnya diperiksa Penyidik Kejagung” • Laporan hasil pelaksanaan pembelian kembali saham periode Januari – Juni 2010 • Confirming ”Kontan” article on ”Alleged corruption in PTBA.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 217 Kegiatan Keterbukaan informasi yang dilaksanakan oleh Perseroan.6 Miliar. tahun 2010 Information disclosure events launched by the Company in 2010 BULAN MONTH KEGIATAN EVENT/ACTIVITY • Konfirmasi berita Bisnis Indonesia “Indonesia Power kurangi pasokan batubara PTBA” • Konfirmasi pemberitaan Detik “BPK temukan anak usaha PTBA rugikan Negara Rp1.” • Stating no exploration will be made during Sept 10 – Mar 11 • Confirming “Kontan” article on “PTBA mulling over stock split” • Confirming “Investor Daily” article on “Bukit Asam sets aside Rp840 billion for acquisition” BEI IDX BEI IDX Oktober October • Keterbukaan Informasi Pemegang Saham Tertentu • Perseroan mengikuti Non Deal Roadshow di USA tanggal 1-5 Nopember 2010.” • Pemberitahuan pergantian pejabat Senior Manajer Satuan Pengawas Intern.” • Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “ANTM-PTBA diminta akuisisi saham Freeport.36% stake in Freeport” Confirming “Investor Daily” article on “ANTM-PTBA are urged to acquire Freeport” Announcing replacement of Internal Audit Unit Senior Manager Stating no exploration will be made during March – Sept 2010 Confirming “Detik Finance” article on “SOE’s are urged to release companies below subsidiary” • Announcing preliminary plan of AGMS BEI IDX April April • • • • • • • • • • Panggilan RUPS tahunan Perseroan Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “ANTM-PTBA bersaing jadi mitra BHP Biliton” Konfirmasi pemberitaan media Kontan “Direktur Bukit Asam bakal jadi tersangka” Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam incar 30% saham railway” Hasil RUPS Tahunan Notice of AGMS Confirming “Investor Daily” article on “ANTM-PTBA competing for BHP Biliton partnership” Confirming “Kontan” article on “Bukit Asam director to be named a suspect” Confirming “Investor Daily” article on “Bukit Asam eyeing 30% stake in railway” Announcing AGMS resolutions BEI IDX Juni June • Konfirmasi pemberitaan media Kontan “Dugaan korupsi Bukit Asam.” • Konfirmasi pemberitaan media Investor Daily “Bukit Asam gandeng South Africa Synthetic.” • Confirming “Bisnis Indonesia” article on “Indonesia Power reduced PTBA coal supply” • Confirming “Detik” article on “BPK discovered PTBA subsidiary cost the state Rp1.

• Coal selling price to Suralaya TPP for 2010 agreed at Rp685. Website Perseroan Company website. volume penjualan batubara naik 10% pada Semester 1 – 2010. yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Annual Report and other information may be obtained from the office of Corporate Secretary in the Head Office or Representative Offices. • Coal sales volume in 1st semester 2010 increased 10%. . Website Perseroan Company website. Website Perseroan Company website. Juli July Agustus August Surat Kabar.5 million tons. • Financial statement per 31 March 2010. capacity 25 million ton/year was signed • PTBA bagikan dividen final tahun buku 2009 Rp1. • Pengumunan Laporan Keuangan per 31 Desember 2009. Website Perseroan Company website. Website Perseroan Company website. volume penjualan batubara naik 12% pada Triwulan III – 2010.6% and to Bukit Asam TPP increased 5.ptba. setiap tahun Perseroan menerbitkan laporan tahunan dalam dua bahasa. Each year the Company’s financial statements are published bilingually. in Indonesian and English.73 Triliun naik signifikan 60% pada tahun 2009. volume penjualan batubara PTBA Triwulan 1 naik 14%. coal sales volume in 1st quarter increased 14%.5%. • Pengumunan Laporan Keuangan per 30 Juni 2010. • Kontrak EPC dan O&M Proyek Railway “baru” kapasitas 25 juta ton/tahun ditandatangani. newspaper Mei May Surat Kabar. • PTBA and South Sumatra Provincial Administration signed Memorandum of Understanding “South Sumatra bracing for indusrial disaster. • 2009 net profit increased 60% to Rp2.5%. PTBA Integrasikan Sistem Pasokan Batubara. • Pengumunan Laporan Keuangan per 31 Maret 2010. PTBA jadi tuan rumah Indonesian Fire Rescue Challenge 2010. Pemegang saham dan masyarakat umum juga dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan Perseroan melalui situs http://www. • PTBA paid 2009 final dividend of Rp1.id.000/ton.co. Website Perseroan Company website. newspaper Surat Kabar.id for further information on the Company. coal sales volume rose 10% in 1st semester of 2010.228 trillion. PTBA and PLN signed Memorandum of Understanding for low calory coal supply of 9 million tons/year. Financial statement as of 30 September 2010.5 juta ton. Shareholders and the general public are welcome to visit our website http://www. Website Perseroan Company website.218 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Penerbitan Press Release Tahun 2010 Press Release issued in 2010 BULAN MONTH Januari January TOPIK / SUBJEK TOPIC/SUBJECT • Harga jual batubara ke PLTU Suralaya untuk pasokan tahun 2010 disepakati menjadi Rp685.” • Harga jual batubara PTBA ke PLTU Tarahan naik 8. to provide information on the Company’s business performance. • Financial statement as of 30 June 2010. newspaper Juni June PTBA dan PLN tandatangani Nota Kesepahaman pemasokan batubara kalori rendah sebesar 9 Juta Ton/Tahun. yang menyediakan informasi mengenai kinerja Perseroan.co. Laporan Tahunan Perseroan dan informasi lainnya dapat diperoleh di Sekretariat Perusahaan di Kantor Pusat atau Perwakilan Perseroan. coal sales volume in 3rd semester of 2010 increased 12%.6% dan ke PLTU Bukit Asam naik 5.73 trillion • Financial statement as of 31 December 2009 • EPC & O&M contract for “new” railway project. newspaper Surat Kabar.000/ton. PTBA integrated coal supply system. total volume 5. newspaper Oktober October Pengumunan Laporan Keuangan per 30 September 2010. Website Perseroan Company website. newspaper April April Surat Kabar. newspaper Surat Kabar.ptba.” • Coal price to Tarahan TPP increased 8.” MEDIA MEDIA Website Perseroan Company website Maret March Surat Kabar. total volume 5. Desember December Selain itu. PTBA hosted “Indonesian Fire Rescue Challenge 2010. • Laba bersih Rp2. • PTBA dan Pemprov Sumatera Selatan tandatangani Nota Kesepakatan Bersama “Sumsel Siaga Bencana Berbasis Industri. • Volume penjualan batubara PTBA Semester 1 – 2010 naik 10%.228 Triliun. newspaper Surat Kabar.

penilaian atas prestasi kerja. Melakukan pemantauan yaitu proses penilaian terhadap kualitas sistem pengendalian internal termasuk pelibatan fungsi internal audit pada setiap tingkat dan unit struktur organisasi Perseroan. associated with power. verification. Peningkatan lingkungan pengendalian internal yang disiplin dan terstruktur. e. Establishing a disciplined and structured internal control environment. Developing information and communication system covering the process of reporting of operating activities.co. job division and security of the Company’s assets. meliputi proses untuk mengidentifikasi. analysing and managing business risk continuously. b. INTERNAL AUDIT AND CONTROL SYSTEM The Management develops an effective internal audit and control system to safeguard the Company’s investment and assets. Exercising control over every level and unit within the organization. menganalisis.ptba. otorisasi. menilai dan mengelola risiko usaha yang relevan secara berkesinambungan. reconciliation.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 219 www. financial condition and compliance with the law.id SISTEM PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN INTERNAL Manajemen mengembangkan sistem pengawasan dan pengendalian internal agar dapat berfungsi secara efektif untuk mengamankan investasi dan aset Perseroan. c. verifikasi. authority. . Melakukan aktivitas pengendalian pada setiap tingkat dan unit dalam struktur organisasi Perseroan. Monitoring and evaluating the quality of internal control system and the involvement of internal audit function at every level and unit within the Company. rekonsiliasi. Meningkatkan dan mengembangkan sistem informasi dan komunikasi yang meliputi proses penyajian laporan mengenai kegiatan operasional. d. pembagian tugas dan keamanan aset Perseroan. Reviewing. antara lain mengenai kewenangan. e. Pelaksanaan kajian dan pengelolaan risiko usaha. identifying. performance appraisal. b. The system development includes: a. c. finansial dan ketaatan atas ketentuan dan peraturan yang berlaku. Upaya pengembangan sistem pengawasan dan pengendalian yang dilakukan meliputi: a. d.

evaluating the effectiveness of GCG implementation and risk management. elaborated in Risk Management System (see “Risk Management System”). b. IAU is described as follows: a. IAU ensures all elements of the Company work and act according to established duties and responsibilities. rekomendasi. As a working partner of External Auditor. Sesuai Ikhtisar Piagam SPI (SPI Charter) PTBA yang ditandatangani bersama Direksi dan Komisaris PTBA. Auditor SPI harus mematuhi Kode Etik yang merupakan panduan peilaku dalam melaksanakan tugas audit yang mencerminkan tingkat profesionalisme auditor yang bersangkutan. IAU Auditor should abide by the Code of Conduct in performing audit to reflect his/her professionalism. Activities under point b and c are carried out by Corporate Management System Work Unit. and act on IAU findings and recommendations. SPI harus berkoordinasi dengan Komite Audit. The scope of IAU covers internal audit work. recommendation. Environmental Management System and Work Safety and Health Management System (see “Bukit Asam Management System). Untuk kelancaran tugas. evaluation. Sistem Manajemen Lingkungan dan Sistem Manajemen K3. providing them with analysis. dijabarkan masing-masing melalui pengembangan sistem diantaranya Sistem Manajemen Risiko (lihat uraian ”Sistem Manajemen Risiko”). SPI merupakan mitra kerja dari Auditor Eksternal. Sedangkan pelaksanaan kegiatan untuk butir c. SPI memastikan bahwa seluruh elemen Perseroan berperan dan bertindak sesuai tugas dan kewajibannya serta menindak lanjuti rekomendasi dari hasil temuan SPI. (Lihat uraian ”Sistem Manajemen Bukit Asam”). e. e. Activities under point c. d. maka SPI : a. dengan memberikan bantuan berupa analisa. SPI merupakan unit kerja yang menjalankan fungsi pengendalian/pengawasan internal untuk membantu Manajemen dan Satuan Kerja lainnya didalam pencapaian pelaksanaan tugas dan kewajibannya. To perform efficiently IAU has to coordinate with Audit Committee. consultancy and information through the management. pencatatan personal dan fisik kekayaan perusahaan di seluruh unit kerja perusahaan. c. termasuk anak perusahaan. IAU has access to documents and records of company property in all work units. d and e are done with the involvement of Internal Audit Unit (IAU) Auditor Internal Auditor Internal bertindak sebagai Satuan Pengawasan Internal. d dan e tersebut di atas. untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas audit. Under IAU Charter signed by Board of Directors and Board of Commissioners. penilaian. SPI juga mempunyai hubungan dengan SPI Perusahaan Afiliasi. . SPI Anak Perusahaan dan Yayasan Milik Perusahaan dalam bentuk koordinasi pelaksanaan audit dan bantuan teknis.220 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Kegiatan yang meliputi butir b dan c tersebut di atas dilaksanakan oleh satuan kerja Sistem Manajemen Perusahaan (SMP). IAU coordinates with IAU of the Company’s affiliates. Ruang lingkup SPI meliputi Pengendalian Internal. including those of subsidiaries. evaluasi efektifitas implementasi prinsip-prinsip GCG dan evaluasi efektifitas Manajemen Risiko. Internal Auditor Internal Auditor serves as Internal Audit Unit (IAU). IAU is a work unit that exercises internal audit and control function to assist the management and other work units to perform their duty. b. konsultansi dan informasi mengenai aktivitas Satuan Kerja melalui Pimpinan Perusahaan. c. subsidiaries and foundation in performing audit and providing technical assistance. SPI mempunyai wewenang memperoleh akses terhadap dokumen. Quality Management System. to relevant data and information associated with audit work. Sistem Manajemen Mutu. dilaksanakan dengan melibatkan aktivitas Satuan Pengawasan Internal (SPI). d.

Whereas for performance audit of joint projects with subsidiaries in 2010.050.095. In 2010 approximately 90% of IAU’s recommendations were acted on by auditees and the rest will be followed up in 2011.045. The appointed external auditor must give its opinion on the compliance of audited financial statements with the accounting standards generally applied. and as instructed by President Director. SPI telah melakukan audit khusus di 5 (lima) Satuan Kerja. Board of Commissioners fixed External Auditors fee of Rp 1. Untuk menjamin independensi dan kualitas hasil pemeriksaan Auditor Eksternal yang ditunjuk tidak boleh memiliki benturan kepentingan dengan setiap level pejabat Perseroan. IAU conducted audit on eight work units. Tahun 2010 tersebut merupakan periode ke. authority and responsibility of Internal Audit is written in Internal Audit Charter. To guarantee the independency and quality of audit.000 (Satu Miliar Empat Ratus Dua Puluh Empat Juta Lima Ratus Lima Puluh Lima Ribu Rupiah) belum termasuk Out of Pocket Expenses dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk jasa audit laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2010 termasuk untuk audit laporan keuangan PKBL.424. member firm of PriceWaterHouseCoopers. External Auditor The external auditor who audited the Company’s 2010 financial statements was appointed by AGMS by the recommendation of Board of Commissioners and Audit Committee. Dewan Komisaris telah menetapkan jumlah biaya Auditor Eksternal sebesar Rp1. SPI telah melakukan audit operasional di 8 (delapan) Satuan Kerja dan sesuai permintaan dan penugasan dari Direktur Utama. to audit and give its opinion on the Company’s financial statements for the year ending 31 December 2010.000 plus out-of-pocket expenses for auditing the Company’s consolidated financial statement and Partnership & Community Development Program financial statement for the year ended 31 December 2010. the Company selects external auditor every year. the appointed external auditor must have no conflicting interest with each level of the Company’s organ. Appointment and Fee By the authority conferred by AGMS. member Firm dari PricewaterhouseCoopers. Suherman and Surja (Ernst & Young) at a total fee of Rp1.pocket expenses and value added tax. excluding out-of-pocket expenses and value added tax of Rp1. Sementara untuk audit kinerja proyek kerjasama dan anak perusahaan PTBA tahun buku 2010.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 221 Uraian peran. on condition that one public accountant office performs audit only for three years in a row.045.000 (Satu Milyar Empat Puluh Lima Juta Rupiah) belum termasuk out of pocket expenses (OPE) dan PPN.424. Dewan Komisaris menetapkan KAP Purwantono.000 (one billion four hundred twenty four million five hundred fifty five thousand rupiah). Auditor Eksternal yang ditunjuk bertanggung jawab untuk menyampaikan opininya atas ketaatan laporan keuangan yang diaudit terhadap standar laporan keuangan yang berlaku. Pada tahun 2010 kurang lebih 90% rekomendasi yang telah disampaikan SPI dapat ditindak lanjuti oleh Auditee dan sisanya akan ditindak lanjuti pada tahun 2011.555. . In line with Annual Audit Plan for 2010. Board of Commissioners appointed Public Accountant Purwantono. Full description of the role.3 (tiga) KAP Tanudiredja. Wibisana & Rekan. Untuk menjaga profesionalitas Perseroan melakukan pemilihan Auditor Eksternal setiap tahun. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan April 2010 memutuskan menunjuk Kantor Akuntan Publik Tanudiredja. dengan ketentuan satu KAP hanya boleh melakukan audit secara berurutan maksimal 3 tahun. wewenang dan tanggung-jawab selengkapnya ada pada Piagam (Charter) Audit Internal. Periode Penunjukan dan Honorarium Berdasarkan kewenangan yang diberikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. Wibisana & Partners to audit the Company’s financial statements.000 (one billion forty five million rupiah) excluding out-of.555. Wibisana & Partners. To keep its professionalism. Auditor Eksternal Auditor Eksternal yang memeriksa laporan keuangan Perseroan tahun buku 2010 ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan berdasarkan rekomendasi dari Komisaris dan Komite Audit.000. AGMS in April 2010 resolved to appoint the Office of Public Accountant Tanudiredja. Sesuai Rencana Audit Tahunan (RAT) 2010.000. Wibisana & Rekan melakukan audit atas laporan keuangan Perseroan. Suherman dan Surja (Ernst & Young) untuk melaksanakan audit kinerja tersebut dengan biaya sebesar Rp1. special audit on five work units. untuk memeriksa dan menyatakan opininya atas laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010. The year 2010 was the third year for Public Accountant Tanudiredja.

• Working in cooperation with HR Work Unit for employee development and proficiency certification (especially Auditor) and optimal number of personnel. • Mendorong terciptanya Kebijakan dan best practices/ standar kerja yang lazim berlaku baik secara nasional maupun internasional di Perusahaan yang sesuai dengan Prinsip-prinsip GCG. In the organization structure. • Bekerjasama dengan Satuan kerja SDM untuk meningkatkan kompetensi Pegawai dan mendapatkan sertifikasi keahlian (khususnya Auditor) yang diperlukan serta jumlah personil yang optimal. • Untuk audit yang dilakukan Kantor Akuntan Publik (KAP). independency. External Auditor Activity • In 2010 the State Auditor audited the Company’s internal control system and to this day their report is still in process.internal business process. Dalam struktur organisasi perusahaan. serta jasa audit umum (General Audit) untuk Laporan Keuangan PTBA. • Meningkatkan objektifitas. saat ini masih dalam proses penyusunan draft Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh Tim Audit BPK-RI. Manajemen membentuk Satuan Kerja Sistem Manajemen Perusahaan (SMP). directing and controlling all management systems applied in the Company including but not limited to: • • • Quality Management System (SMM) Environment Management System (SML) Work Safety & Health Management System (SMK3) . telah diselesaikan pada akhir Pebruari 2011. which were finalized end of February 2011. the management set up Corporate Management System Work Unit (CMS). The vision of CMS is to become a reliable work unit in managing the Company’s business process by consistently implementing GCG principles to enhance corporate value. IAU and Corporate Secretary are directly accountable to President Director. quality and time efficiency in performing audit. dan mengendalikan seluruh sistem manajemen yang diterapkan di perusahaan yang meliputi dan tidak terbatas pada: • Sistem Manajemen Mutu (SMM) • Sistem Manajemen Lingkungan (SML) • Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) The strategies adopted by CMS are: • Building communication with Board of Directors and all Work Unit Heads to obtain the necessary information. The mission of CMS is realized by: • Improving the quality of governance according to GCG principles for increased shareholder value and other stakeholders’ interest. Public Accountant performed audit on the operating performance of PTBA subsidiaries and joint projects. CMS. • Cultivating corporate culture. • Strategi Satuan Kerja SMP adalah: • Meningkatkan komunikasi dengan BOD dan Seluruh Kepala Unit/ Kepala Satuan Kerja untuk mendapatkan data informasi yang diperlukan. CMS is in charge of assisting President Director in developing. Corporate Management System Unit To strengthen internal audit and control system. pada tahun 2010 dilakukan jasa audit kinerja atas kegiatan Anak Perusahaan dan Project Kerjasama PTBA. mengarahkan. • For 2010 accounting year. sehingga dapat meningkatkan nilai Perusahaan. Visi dari Satuan Kerja SMP adalah: Menjadi Satuan Kerja yang terpercaya dalam mengelola proses bisinis Perusahaan dengan menerapkan prinsip-prinsip GCG secara konsisten. kualitas dan waktu penyelesaian pekerjaan/audit. and general audit on PTBA financial statements.222 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Kegiatan Auditor Eksternal • Pada tahun 2010 BPK-RI telah melakukan Audit System Pengendalian Intern (SPI) PTBA. • Continually improving CMS. • Enhancing objectivity. independensi. Meningkatkan budaya korporasi. Sedangkan Misi Satuan Kerja SMP adalah: • Meningkatkan kualitas tatakelola Perusahaan agar sesuai dengan prinsip-prinsip GCG untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan bagi Pemegang Saham dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders lainnya. Tugas dari SMP adalah membantu Direktur Utama dalam mengembangkan. • Creating work best practices of international and national standards under GCG principles. Satuan Kerja Sistem Manajemen Perusahaan Dalam rangka memperkuat sistem pengawasan dan pengendalian internal di Perseroan. SMP bersama-sama dengan SPI dan Sekretaris Perusahaan langsung berada di bawah kendali Direktur Utama. • Senantiasa melakukan improvement proses bisnis internal SMP.

Secara periodik. Hal ini berdasarkan kelengkapan aturan seperti Board Manual. Board of Commissioners’ Committee Charters. SML ISO 14001:2004. Peraturan Pengadaan Barang dan Jasa. Kemudian SMP melakukan pemantauan dan melaksanakan audit/evaluasi kinerja dari masing-masing unit. In enhancing the implementation of GCG principles. yang kemudian disahkan menjadi pedoman. During its evaluation work in 2010. suap dan sejenisnya serta aturan mengenai transaksi yang mengandung benturan kepentingan. Manajemen mengeluarkan kebijakan untuk mengintegrasikan SMM ISO 9001:2008. dan SMK3 OHSAS 18001:2007 ke dalam satu Sistem Manajemen yang terintegrasi yang dinamakan Sistem Manajemen Bukit Asam (SMBA). Larangan pemberian dan penerimaan hadiah. Code of Conduct. Audit SML sebanyak 4 kali audit terhadap 14 Satuan Kerja Lingkup ISO 14001. bribes. CMS jointly with would-be users first prepares GCG soft structure. Audit SMKP sebanyak 6 kali audit terhadap 3 Pelabuhan batubara Lingkup ISPS Code dan Audit SMK sebanyak 4 kali audit terhadap 31 Satuan Kerja lingkup Balance Scorecard. Code of Conduct. SMP telah melaksanakan audit internal sebanyak 24 kali audit yang terdiri dari Audit SMM sebanyak 4 kali audit terhadap 15 Satuan Kerja Lingkup ISO 9001. 4 SMK3 audits on 16 work units scope OHSAS 18001. Sesuai dengan perkembangan kegiatan evaluasi yang dilakukan pada tahun 2010. as well as conflict of interest transactions. GCG Code. gifts. This was proven by the availability of Board Manual. SML ISO 14001:2004. CMS discovered that GCG soft structure was sufficiently implemented. GCG Code.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 223 • • • • • • Sistem Manajemen Mutu Laboratorium (SMM Lab) Sistem Manajemen Risiko (SMR) Sistem Manajemen Corporate Social Responsibility (SM CSR) Sistem Manajemen Keamanan Pelabuhan (SMKP) Sistem Manajemen Kinerja (SMK) Sistem Manajemen Surat & Kearsipan • • • • • • Laboratory Quality Management System (SMM Lab) Risk Management System (SMR) Corporate Social Responsibility Management System (SMCSR) Port Security Management System (SMKP) Performance Management System (SMK) Correspondence & Filing Management System Peranan SMP dalam peningkatan implementasi GCG adalah pertama menyiapkan/menyusun soft structure GCG bersamasama dengan unit yang akan melaksanakan. which is subsequently formalized as guide. 6 SMKP audits on 3 coal ports scope ISPS Code and 4 SMK audits on 31 work units scope Balance Scorecard. covering 4 SMM audits on 15 work units scope ISO 9001. monitoring was done 4 times on 16 work units scope SMR on AS/NZ 4360. particularly in terms of system reliability and its association with performance. 2 SMM Lab audits on 3 coal laboratories scope ISO 17025. CMS improves the operating system applied in each unit. Selama tahun 2010. etc. Throughout 2010. CMS monitors and evaluates the performance of each unit. To improve productivity and system efficiency. . CMS performed 24 audits. Pada tahun 2010 SMP telah melaksanakan pembangunan SMBA. Audit SMK3 sebanyak 4 kali audit terhadap 16 Satuan Kerja Lingkup OHSAS 18001. SMP berpendapat Soft Structure GCG di perusahaan sudah memadai. Whereas on Risk Management System. Untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi system. terutama dari sisi keandalan sistem yang diterapkan dan hubungannya dengan kinerja. SMP akan melakukan perbaikan pada sistem operasional yang diterapkan pada masing-masing unit tersebut. Audit SM Lab sebanyak 2 kali audit terhadap 3 Laboratorium batubara Lingkup ISO 17025. Charter-charter untuk Komite di tingkat Komisaris. 4 SML audits on 14 work units scope ISO 14001. In 2010 CMS finalized the establishment of SMBA. SMP saat ini tengah melakukan revisi atas beberapa aturan tersebut dalam rangka menyesuaikan dengan perkembangan peraturan yang ada. regulations on goods and services procurement. the management formulated a policy to integrate SMM ISO 9001:2008. and SMK3 OHSAS 18001:2007 into one management system called Bukit Asam Management System (SMBA). Next. CMS is currently revising some of the regulations to conform to the existing laws and regulations. Periodically. Sedangkan untuk implementasi Sistem Manajemen Risiko selama tahun 2010 telah dilakukan 4 kali monitoring terhadap 16 Satuan Kerja Lingkup SMR berbasis AS/NZ 4360.

224 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Corporate Governance Report .

other laws and regulations. peraturan perundangan lainnya dan sanksi yang diterapkan. This was proven by the global financial crisis in 2008 that was triggered by “moral hazard” within global scale financial companies in the USA. to balance the interest of the Company and that of the stakeholders in accordance with GCG principles and sound corporate values. and imposition of penalty should be done effectively to all levels of the organization and stakeholders of the Company. Hal ini telah dibuktikan dengan terjadinya krisis finansial global tahun 2008 lalu. covering: • Business Code of Conduct The Company’s Business Code of Conduct gives directives as to how the Company should conduct its business with good ethics the way a business entity should. Pedoman Kode Etik merupakan salah satu tools Perseroan dalam meningkatkan integritas insan perseroan di setiap level. Tahun 2010. Pokok-pokok Kode Etik Pada dasarnya Pedoman Kode Etik Perseroan mengatur halhal yang menjadi tanggung jawab Perseroan. In 2010. beretika dan bertindak dalam upaya menyeimbangkan kepentingan Perseroan dengan kepentingan stakeholder sesuai dengan prinsip-prinsip GCG dan nilai-nilai korporasi yang sehat. Statement of Compliance with Code of Conduct. yang pemicunya adalah “moral hazard” pada perusahaan finansial skala global di Amerika Serikat. yang meliputi: • Etika Bisnis Perseroan. Company Regulations.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 225 KODE ETIK Perseroan telah selesai melakukan kajian dan penyusunan kembali butir-butir ketentuan dalam Pedoman Kode Etik Perusahaan yang telah ada. This is a statement of understanding and readiness of all personnel to observe the Code of Conduct and respect any party assigned by the Company to be in charge of the implementation. Peraturan Perseroan. beretika dan bertindak sesuai kaidah-kaidah dan ketentuan yang berlaku. Disseminating Code of Conduct and Reporting Violation Disseminating Code of Conduct and procedures of reporting misconduct. bersikap. individuals of the organization and other parties doing business with the Company. and violation of Code of Conduct. the Company’s Code of Conduct regulates all matters under the responsibility of the Company. readjusting its provisions with GCG Code and the most current common practices. agar penerapan best practices GCG menjadi maksimal. We believe that GCG best practices. CODE OF CONDUCT The Company has finalized reviewing and revising the Code of Conduct. penyimpangan atas Code of Conduct. Etika Bisnis Perseroan merupakan penjelasan tentang bagaimana sikap dan perilaku Perseroan sebagai suatu entitas bisnis bersikap. menyesuaikan kembali aturan di dalamnya dengan Pedoman GCG dan praktek-praktek lazim terkini. Merupakan lembar pernyataan mengenai pemahaman dan kesediaan Jajaran Perseroan untuk mematuhi Code of Conduct Perseroan dan pihak yang bertanggung jawab atas implementasinya. Code of Conduct is one of the Company’s tools to enhance everybody’s integrity so as to apply GCG best practices to the utmost level. Pernyataan Kepatuhan Code of Conduct. the revised Code of Conduct was enacted by a Board of Directors decision. Individual Code of Conduct This is an explanation as to how individuals in the Company should act in communicating with others and behave in accordance with good ethics and common moral values. dilakukan secara efektif dan menyeluruh kepada Jajaran Perseroan dan stakeholder. Pedoman Kode Etik Perusahaan hasil kajian ulang tersebut telah diberlakukan dan disosialisasikan. individu jajaran Perseroan maupun pihak lain yang melakukan bisnis dengan Perseroan. Perseroan berkeyakinan penerapan best practices GCG secara seimbang peningkatan integritas serta landasan moral yang tinggi akan lebih menjamin Perseroan agar terhindar dari risiko-risiko yang mengarah pada kegagalan korporasi. disertai pananda-tanganan lembar pernyataan seluruh pegawai untuk mentaati dan melaksakan butir-butir ketentuan yang terkandung dalam Code of Conduct tersebut. Sosialisasi Code of Conduct dan tata cara pelaporan atas ketidaksesuaian perilaku. • • • • • • . Pemberlakuan dilakukan melalui penerbitan SK Direksi. accompanied by all employees’ signed statement of commitment to observe and put into practice the Code of Conduct. Sosialisasi dan Pelaporan atas Pelanggaran. Etika Perilaku Individu. high integrity and good moral will save the Company from the risk of corporate failure. Etika Perilaku Individu merupakan penjelasan tentang bagaimana individu Jajaran Perseroan dalam berhubungan. Main Points of Code of Conduct Basically.

customers and partners. Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan. (viii) Political involvement and (ix) Giving and receiving gifts. (ii). Conflict of interest. Compliance with the laws and regulations. Periodically reviewing the provisions of Code of Conduct for further improvement. (vii) Corporate image. iii). Penyelenggaraan sosialisasi ini dilakukan oleh Satuan Kerja Sistem Manajemen Perusahaan. (vii) Employment. (vi) Menjaga keselamatan. (iv). Dissemination is then followed by implementation. Open. Pelanggan dan Mitra Kerja dan melakukan penyegaran secara berkala • Melakukan evaluasi atas pencapaian atau pemahaman kepada Jajaran Perseroan. meliputi antara lain: (i) Integritas dan komitmen. Sebagai insentif bagi penerapan kode etik yang baik. (viii) Ethics of stakeholder relation. The main rules contained in Business Code of Conduct are critical of the conduct of the Company’s business. (vii) Ketenagakerjaan. Filosofi dasar dalam membangun sistem nilai tersebut adalah sikap kerja “PTPRS. (v) Insider Trading. (viii) Etika hubungan dengan Stakeholders. (ix) Etika hubungan kerja. (viii) Keterlibatan dalam aktivitas politik dan (ix) Pemberian dan penerimaan hadiah. The Company complements Code of Conduct with procedures of reporting and imposing sanction on violation of Code of Conduct. Jika diperlukan. Information confidentiality. Sedangkan Etika Kerja yang harus dipenuhi oleh individu jajaran Perseroan. (ii). Profesional. either during orientation or operating hours. Terbuka. berkordinasi dengan Satuan Kerja Sumber Daya Manusia (SDM). (vi) Work safety. maka penilaian kinerja pegawai di setiap level. Perseroan melengkapi Panduan Kode Etik dengan Prosedur Pelaporan Pelanggan dan penerapan sangsi atas pelanggaran kode etik. Internal Control of the Company. The Company is committed to effectively disseminating Code of Conduct by taking the following steps: • Disseminating Code of Conduct to all personnel. Nilai-nilai tersebut dijabarkan dalam budaya kerja “SiPrima” – Sinergi. (v) Pemberian dan penerimaan hadiah (vi) Lingkungan. iii). (v) Giving and receiving gifts (vi) Environment. yang berpengaruh terhadap promosi dan remunerasi. (ix) Ethics of working relation. These values are elaborated in work culture of Synergy. (vii) Citra perseroan. Rational and Conscious of Cost & Environment (TOPRC). Budaya Perusahaan Perseroan memiliki sistem nilai yang dianut dan dijalankan guna membangun budaya perusahaan. If required. (ii). Sosialiasi Kode Etik Sosialisasi merupakan tahapan penting dari penerapan Code of Conduct. Corporate Culture The Company has a value system that is adopted and implemented to build corporate culture. Langkah sosialisasi kemudian diikuti dengan implementasi yang disertai penerapan sangsi bagi pelanggaran yang dilakukan. and imposition of sanction in case of violation. akan mempertimbangkan pula penilaian atas rekam jejak pegawai atas ketaatannya terhadap kode etik. (v) Insider trading. (iv). Positif. Evaluating the accomplishment or understanding of the personnel. health and environment. To stimulate people to practice good ethics. Professionalism and Faith. Benturan kepentingan (conflict of interest). • • Implementation and socialization of Code of Conduct and Corporate Culture are tools in nurturing high integrity and good moral of people at every level in the organization. Rasional dan Sadar Biaya & Lingkungan. baik pada masa orientasi maupun masa bekerja. Perseroan berkomitmen untuk melaksanakan sosialisasi secara efektif dan menyeluruh dengan langkahlangkah sebagai berikut : • Melakukan sosialiasi Code of Conduct kepada seluruh Jajaran Perseroan. findings from the review will be further embodied in rules and regulations of the Company.” yaitu Percaya. kesehatan kerja dan lingkungan hidup. among others: (i) Target to be achieved by the management and employees. Internal Control Perseroan. Beriman.226 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Aturan pokok yang tercakup pada Etika Bisnis Perseroan yang memiliki aspek kritis terhadap jalannya operasional perusahaan antara lain: (i) Target yang harus dicapai oleh jajaran Manajemen dan Pegawai. (iii) Compliance with laws and regulations. The basic philosophy in building the value system is work ethos of Trusting. and giving periodic refresher course. employee performance appraisal at every level that affects promotion and remuneration will take into account employees’ track record in observing Code of Conduct. (iii) Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Work Ethics that should be upheld by every individual in the Company include: (i) Integrity and commitment. (ii). maka hasil kajian dijabarkan lebih lanjut dalam berbagai kebijakan dan peraturan Perseroan. Kerahasiaan informasi. . iv) Pemberian donasi. Socialization of Code of Conduct Socialization is an important phase of upholding Code of Conduct. selaku penanggung jawab implementasi GCG. iv) Donating fund. • Pengkajian secara berkala butir-butir aturan Code of Conduct dalam rangka pengembangan Code of Conduct lebih lanjut. Positive.

By thinking positive. Able to distinguish between fact and assumption in handling things. Trusting one another either between management and employees or among colleagues so as to foster sense of togetherness and sense of belonging. Pegawai senantiasa bekerja dengan penuh semangat dan membina kerjasama yang baik sehingga terciptanya sinergi dalam bekerja. Sadar Biaya dan Sadar Lingkungan. • • Rational. All personnel are colleagues who should be understanding and open to one another in order to work synergically. agar tercipta rasa kebersamaan dan memiliki di antara seluruh Pegawai. through three principal deeds: actively taking and giving truthful and accountable information. and to be conscious of environment conservation as our commitment to think of the future and not just the present. Pegawai bekerja secara profesional dan secara terus menerus melakukan perbaikan untuk mencapai operational excellence. dan bersikap satria. • • Sedangkan Landasan Budaya kerja “SiPrima” diuraikan sebagai berikut: • Bekerja Keras. action and management are based on objective and unprejudiced way of thinking. bersikap saling mengingatkan. Mampu memilah antara kenyataan dan perkiraan dalam membawa persoalan pada tempatnya. Terbuka. in coordination with Human Resource Work Unit. Dengan berpikir POSITIF. Appreciating every effort made by everyone for efficiency in every line. • • Open. insan Perseroan akan lebih bijaksana karena dapat menyelesaikan masalah dengan pandangan yang lebih jernih serta tetap memiliki semangat untuk selalu memperbaiki apapun demi kepentingan perusahaan. Socialization is conducted by Corporate Management System Work Unit (CMS) being the unit responsible for GCG implementation. tindakan dan pengendalian berlandaskan pada pola pikir yang objektif dan adil. Positif. Employees work with professionalism and constantly improve work to reach operational excellence. Rasional. Sikap selalu berpikir dan bertindak positif dalam melihat sesuatu hal untuk meraih hasil yang lebih optimal. This means every plan. • • Positive. Ini berarti setiap rencana. Sikap yang menganggap Pegawai sebagai rekan kerja untuk saling terbuka. Professionalism and Faith can be described as follows: • Work Hard: Employees always work enthusiastically and foster good teamwork spirit to create synergy. Menjaga kelestarian lingkungan adalah komitmen kita bersama. reminding one another and acting gentlemanly. • • Work Smart. Bekerja Cerdas. Menghargai setiap usaha yang dilakukan setiap individu untuk membantu melakukan efisiensi di semua lini serta menyadari apa yang dilakukan bukan hanya untuk kepentingan saat ini. everybody in the Company will be wiser and able to solve problems with a clearer mind and remain enthusistic in every situation to act for the Company’s benefit. saling memahami agar mampu bersinergi yang diwujudkan dalam 3 (tiga) tindakan pokok yaitu aktif memberikan dan menerima informasi yang benar dan bertanggung jawab. Conscious of Cost and Environment.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 227 Penerapan dan Sosialisasi Kode Etik dan Budaya Perusahaan sebagai salah satu alat dalam meningkatkan integritas dan moral insan pada setiap tingkat Perseroan. Whereas the culture of Synergy. PTPRS dapat diuraikan sebagai berikut: • Percaya. TOPRC can be elaborated as follows: • Trusting. Sikap saling mempercayai satu sama lain baik antara pimpinan dengan bawahan dan juga dengan sesama rekan kerja. Always think and act positive in judging things to reach optimum result. .

dan Mempersiapkan mekanisme deteksi dini (early warning system) atas kemungkinan terjadinya masalah akibat suatu pelanggaran. To encourage people to report. employees should work willingly and guided by a strong faith. special mailbox). the Company establishes easy and simple procedures but protective of the identity of witnesses and investigators. email. menetapkan prosedur pelaporan dan menetapkan dengan jelas jenis-jenis pelanggaran yang dapat dilaporkan. Hal tersebut akan mencegah terjadinya praktekpraktek kecurangan dalam bekerja. Untuk mendorong keberanian saksi pelapor. maka Perseroan menetapkan prosedur yang mampu menjamin kerahasiaan identitas pelapor dan petugas investigasinya. Mengurangi kerugian yang terjadi akibat pelanggaran melalui deteksi dini. • Work Willingly. This will prevent fraudulent practices from occurring at work. Kebijakan Pokok Perseroan Sebagai pelengkap dan bagian atas Panduan GCG. the Company took the necessary measures including providing misconduct reporting media (hotline.228 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Perseroan menetapkan prosedur yang mudah dan sederhana namun melindungi kerahasiaan identitas pelapor maupun penyelidik. Perseroan telah menyusun dan menetapkan serangkaian aturan kebijakan pokok operasional. Standard Policy The Company has compiled and formulated a series of standard operating policy to complement GCG Code. kotak pos khusus). Perseroan kemudian menetapkan halhal pokok yang terkait. Pegawai menyadari bahwa bekerja bukanlah tujuan melainkan hanya sarana untuk beribadah kepada Allah SWT. and Designing early warning system mechanism to anticipate any problem arising from misconduct. mencakup di antaranya: Aturan dan Tatalaksana Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblower Policy) Perseroan telah memberlakukan kebijakan serta Tatalaksana Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblower Policy) untuk berbagai tujuan. Therefore. • Bekerja Ikhlas. Oleh karena itu dalam bekerja harus selalu ikhlas dan dilandasi iman yang kuat. which cover the following: Rules and Procedures of Whistle Blowing Policy The Company sets a Whistle Blowing Policy purposes. Demi menjamin efektivitas pengawasan pelanggaran dan deteksi dini tersebut. including: for various • • • • • Creating a conducive climate to encourage people to report any misconduct that may result in financial or non-financial losses (that may tarnish the Company’s image). To ensure the effectiveness of misconduct control and early warning system. setting reporting procedures and defining types of misconduct that may be reported. diantaranya: • Menciptakan iklim kondusif dan mendorong pelaporan pelanggaran yang dapat menimbulkan kerugian finansial maupun non finansial (hal-hal yang dapat merusak citra Perusahaan). untuk menunjang penerapan tata-kelola perusahaan yang baik. email. To ensure the effectiveness of whistle blowing policy. . Minimizing losses as a result of misconduct through early warning system. the Company establishes procedures that will protect the identity of the witnesses and investigating officers. Employees realize that working is not a purpose but a means to worship God. termasuk diantaranya: menyediakan media pelaporan pelanggaran (hot line.

free from any influence and pressure by others to allow objective decision making when it comes to transactions with conflict of interest. Risk Management The Company establishes an integrated risk management system at the corporate level involving every work unit. Setiap individu Jajaran Perseroan dilarang memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi atau untuk kepentingan orang lain atau pihak lain yang merugikan kepentingan Perseroan. Pengembangan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perseroan. menjual atau menahan saham Perseroan. Perseroan menetapkan prinsip-prinsip kebijakan sebagai berikut : • Anggota Dewan Komisaris dan Anggota Direksi harus mengungkapkan kepemilikan saham di Perseroan atau di perusahaan lain dalam daftar khusus sebagaimana dipersyaratkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. . individu jajaran Perseroan yang memiliki akses informasi material yang belum dipublikasikan secara luas dilarang menyalahgunakan jabatan dan kewenangannya dengan mengungkapkan informasi dimaksud kepada pihak tertentu untuk digunakan sebagai dasar membeli. The system is continually developed to anticipate possible risk and to mitigate existing risk. • Dengan demikian seluruh elemen Perseroan dapat terhindar dari dominasi oleh satu pihak terhadap pihak lainnya. dengan membentuk unit kerja khusus yang menangani hal tersebut serta dilaksanakan secara sistematis sesuai dengan standar manajemen risiko yang menjadi acuan. Sesuai Panduan Kode Etik.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 229 Pengelolaan Risiko Perseroan telah mengembangkan sistem pengelolaan risiko secara terintegrasi di tingkat korporasi dengan melibatkan masing-masing satuan kerja. all elements of the Company may be free from domination by others. anyone within the organization who has access to undisclosed material information should not abuse his/her position and authority to divulge such information to any party for the purpose of buying. Full description of risk management is presented in Risk Management section page 68 . Every member of the Company must not use material and confidential information for personal gain or others’ benefit that may harm the Company. Transaksi Benturan Kepentingan Untuk menghindari terjadinya benturan kepentingan. bebas dari segala pengaruh dan tekanan pihak lain sehingga pengambilan keputusan mengenai transaksi yang mengandung benturan kepentingan dapat dilakukan secara obyektif. the Company adopts the following policy: • • • • • • Members of Board of Commissioners and Board of Directors must disclose their shareholding in the Company or other companies in a special register as required by the law. Every member of the Company must avoid economic interest in the Company that may cause financial conflict of interest. Sistem Manajemen Risiko yang ada selalu dikembangkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya risiko dan mengeliminasi risiko yang ada untuk mencapai tujuan Perseroan. Setiap individu Jajaran Perseroan sebaiknya menghindari kepentingan ekonomi dalam perusahaan yang dapat menimbulkan benturan kepentingan ekonomi. Uraian Pengelolaan Risiko selengkapnya ada pada bagian Manajemen Risiko. Every member of the Company must not take advantage of their position for personal gain or othes’ benefit that may harm the interest of the Company.72. Insider Trading The Company has set the rules on insider trading as stipulated in Code of Conduct. Transaksi Orang Dalam Aturan mengenai transaksi orang dalam diatur dalam Panduan Kode Etik. This way. selling or retaining the Company shares. halaman 68 . Setiap individu Jajaran Perseroan dilarang menggunakan informasi penting dan rahasia bagi kepentingan pribadi atau untuk kepentingan orang lain atau pihak lain yang merugikan kepentingan Perseroan. It stipulates that the Company abides by the prevailing laws and regulations regarding insider information particularly with respect to access to delicate and confidential information. Developing risk management system is part of the Company’s long term strategy by forming special work unit to handle this matter systematically in accordance with the risk management system. According to the Code of Conduct.72. Conflict of Interest Transactions In an effort to prevent conflict of interest. Aturan tersebut menyatakan bahwa Perseroan memegang teguh peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai informasi orang dalam khususnya dalam hal akses informasi yang sensitif dan bersifat rahasia.

The performance management is backed up by Balanced Scorecard and measured by Key Performance Indicator (KPI) periodically. Pelaksanaan manajemen kinerja ini didukung oleh penerapan tools Balanced Scorecard dan pengukuran Key Performance Indicator (KPI) yang dilakukan setiap triwulan dan tahunan. The performance management is backed up by Balanced Scorecard and measured by Key Performance Indicator (KPI) quarterly and annually. Manajemen Mutu Perseroan menerapkan sistem manajemen mutu terpadu tentang pengendalian kualitas produk dan jasa yang dihasilkan oleh Perseroan. independency and fairness. Jaminan kualitas produk dan jasa merupakan hasil dari serangkaian kegiatan proses produksi yang sesuai dengan standar internasional yang dilakukan pada setiap kegiatan Usaha Energi berbasis Batubara. The performance management should be: • Transparent. yakni penilaian terhadap manajemen kinerja dilakukan secara objektif dan didasarkan pada ukuranukuran yang telah ditetapkan tanpa pengaruh atau tekanan dari pihak manapun. akuntabilitas. Quality Management The Company establishes an integrated quality management system for product and services quality control. . Performance Management The Company implements performance management system which is based on principles of transparency. which means performance management is handled by work units that are able to handle it well based on measured criteria. transporting and trading. yang berarti manajemen kinerja dijalankan oleh unit kerja yang mampu melaksanakan dengan baik dan didasarkan pada ukuran-ukuran yang jelas/terukur.230 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Manajemen Kinerja Perseroan menerapkan sistem manajemen kinerja yang dikembangkan berdasarkan prinsip transparansi. independensi serta kewajaran. High quality of product and services is achieved as production process is in accordance with international standards applied in every stage of coal-based energy business. Sistem penilaian kinerja diupayakan agar: • Transparan. Wajar. Independent. Accountable. The Company always fairly discloses affiliated transactions in accordance with the law. • • • • • • Manajemen kinerja diterapkan dengan dukungan balanced scorecard dan pengukuran key performance indicator yang dilakukan secara periodik. allowing employees to know what aspects are appraised so they can independently appraise their performance and compare it with the appraisal made by the Company. post-mining down to energy generating activities. allowing performance management to be objectively appraised and according to established criteria without any influence or pressure. Affiliated Transactions Transactions with affiliated parties are always made on arm’s length relationship principle so as to protect the interests of the Company and minority shareholders. kegiatan pascatambang hingga pengusahaan pembangkitan energi. meaning performance management is developed based on reachable performance target. kegiatan pengangkutan dan perdagangan. mulai dari tahap penyelidikan umum. Transaksi Afiliasi Transaksi dengan pihak-pihak terafiliasi tersebut akan selalu dilakukan berdasarkan prinsip kesetaraan (arms length relationship) sehingga tidak merugikan kepentingan pemegang saham minoritas serta Perseroan. Perseroan selalu mengungkapkan transaksi dengan pihakpihak terafiliasi secara wajar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Independen. Akuntabilitas. yang berarti manajemen kinerja dikembangkan berdasarkan target kinerja yang dapat dicapai. accountability. yang berarti semua karyawan dapat mengetahui ukuran apa saja yang dinilai sehingga yang bersangkutan secara mandiri dapat memperkirakan hasil penilaian kinerjanya dan dapat dibandingkan dengan hasil penilaian kinerja oleh Perseroan. Fair. starting from general research.

fair/ indiscriminative and accountable. Giving or receiving gifts is prohibited so as not to influence decision making by the personnel. The system should be: • • • • Implemented consistently. transparan. Pada prinsipnya pemberian maupun penerimaan hadiah dilarang oleh Perseroan. Able to prevent conflict of interest and affiliated transactions by the personnel in procuring goods and services. competitive. giving or receiving presents are prohibited by the Company. Assessed periodically with respect to system adequacy to ensure compliance with effective. efficient. adil/tidak diskriminatif serta akuntabel . transparent. Pengembangan sistem pengadaan melalui sistem e-procurement dan e-auction dikembangkan dalam rangka mengimplementasikan prinsipprinsip GCG. Sedang informasi yang bersifat rahasia Disclosure. Confidential information should not be disclosed. E-procurement and e-auction system has been installed to support procurement in the spirit of good corporate governance. terbuka dan bersaing. efficient. fair/indiscriminative and accountable principles. Goods/Services Procurement Goods and services procurement is carried out by fair competition as governed by the law and in a manner that is effective. Pemberian maupun penerimaan gratifikasi dilarang agar proses pengambilan keputusan oleh seluruh jajaran dalam Perseroan tidak terpengaruh. In principle. Receiving gift is defined as any form of receipt by the Company and its personnel from certain parties to influence the decision of the Company to favor the present giver. transparan. Keterbukaan dan Kerahasiaan Informasi serta Informasi Orang Dalam Perseroan menyediakan dan memberitahukan informasiinformasi yang harus segera disampaikan kepada shareholder maupun stakeholder lainnya dalam rangka proses pengambilan keputusan yang cepat. adil/ tidak diskriminatif serta akuntabel. Kewajiban untuk menghindari transaksi benturan kepentingan dan transaksi afiliasi oleh segenap Jajaran Perseroan dalam sistem pengadaan barang dan jasa. competitive. transparent. kecuali jika pelaksanaannya sesuai dengan peraturan yang ditetapkan secara khusus oleh Perseroan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. except when done in accordance with specific rules set by the Company or with the prevailing laws and regulations. except by specific authority given by the Commissioners and . Confidentiality and Insider Information The Company promptly disseminates information to shareholders and other stakeholders in order to make quick decision. Pengadaan Barang/Jasa Proses pengadaan barang dan jasa diupayakan melalui persaingan yang sehat sesuai dengan peraturan dan perundangundangan yang berlaku dengan menjunjung prinsip-prinsip efektif dan efisien.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 231 Pemberian dan Penerimaan Hadiah Pemberian hadiah didefinisikan sebagai segala macam bentuk pemberian oleh jajaran Perseroan kepada pihakpihak tertentu dengan maksud mempengaruhi pihak-pihak tersebut agar dapat menguntungkan Perseroan di luar batas-batas kewajaran. Penerimaan hadiah didefinisikan sebagai segala macam bentuk penerimaan oleh Jajaran Perseroan dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan maksud mempengaruhi keputusan Jajaran Perseroan yang menguntungkan si pemberi hadiah. Langkah kebijakan yang dilakukan: • • Diimplementasikan secara konsisten . terbuka dan bersaing. Dikaji secara berkala mengenai kecukupan sistem pengadaan yang ada agar terpenuhi prinsip-prinsip efektif dan efisien. Giving and Receiving Gifts Gift is defined as any form of present given by the Company and its personnel to certain parties with a purpose of influencing such parties to benefit the Company unfairly.

Perseroan memperkenalkan 3 (tiga) tingkatan akuntabilitas kepada jajarannya. financial condition and other particulars of the Company accessible to stakeholders. kecuali melalui otoritas khusus oleh Dewan Komisaris dan Direksi. Contoh: Pelaksanaan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai yang dilaksanakan setiap semester. Contoh: Pelaksanaan Sistem Manajemen Kinerja Balance Scorecard di Perseroan. Salah satu media untuk melaksanakan keterbukaan informasi Perseroan ini adalah melalui official website Perseroan. Delicate and confidential information is regulated further in Letters and Files Handling Procedures. Example: Publicizing quarterly and audited annual financial report & performane report. which are: • • • Individual Accountability This accountability is associated with the reciprocal relationship between management and subordinates. Implementation of Transparency Principle The Company ensures clear. Pengaturan mengenai informasi yang sensitif dan rahasia diatur lebih lanjut dalam kebijakan Tata Laksana Surat dan Kearsipan. These policy guidelines are the basic rule for the Corporate Secretary’s activities. and disclosing material business expansion plan. penyampaian rencana pengembangan Perseroan yang material. IMPLEMENTATION OF GCG BASIC PRINCIPLES The Company is always consequent in implementing GCG basic principles throughout its business operations. Akuntabilitas yang melekat kepada kelompok yang harus ditanggung bersama atas kondisi dan kinerja yang tercapai. performance and accountability to allow effective management of the Company. pelaksanaan dan pertanggungjawaban setiap level jajaran Perseroan yang memungkinkan pengelolaan Perseroan terlaksana secara efektif. Akuntabilitas merujuk kepada kewajiban seseorang atau organ kerja Peraseroan yang berkaitan dengan pelaksanaan wewenang yang dimilikinya dan/ atau pelaksanaan tanggung jawab yang dibebankan oleh Perseroan kepadanya. Accountability refers to the obligation of an individual or a work unit which is related to the exercise of authority and/or performance of duty mandated by the Company. Akuntabilitas yang melekat kepada hubungan antara pimpinan dengan bawahan dan berlaku kepada kedua belah pihak. memadai. PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP DASAR GCG Perseroan senantiasa berupaya menerapkan prinsip-prinsip dasar GCG secara konsekuen dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya. and timely disclosure of material and relevant information regarding business performance. and work unit performance measured with Key Performance Indicator quarterly and annually. Prinsip keterbukaan ini tidak mengurangi kewajiban untuk melindungi informasi rahasia mengenai Perseroan dan Pelanggan serta Mitra Kerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dapat dibandingkan dan tepat waktu serta mudah diakses oleh stakeholders sesuai dengan haknya. Perseroan memberi kewenangan kepada Sekretaris Perusahaan beserta jajarannya untuk menjalankan tugas dan perananya menerapkan asas Transparansi ini. Directors. Kebijakan-kebijakan tersebut melandasi akivitas Sekretaris Perusahaan. akurat. Hal ini dapat dijelaskan pada uraian singkat mengenai penerapan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut. The Company introduces three levels of accountability. Penerapan asas Transparansi Perseroan menjamin pengungkapan informasi materil dan relevan mengenai kinerja. comparable.232 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN tidak boleh disampaikan. Implementation of Accountability Principle The Company ensures the clarity of every level function. kondisi keuangan dan informasi lainnya secara jelas. . The Company gives mandate to Corporate Secretary and his/her staff to uphold this transparency principle. Contoh: Laporan Keuangan & Laporan Kinerja Triwulanan dan Tahunan (Audited) yang disampaikan kepada Publik. Group Accountability This is a collective accountability that is attached to a group for its performance and achievement. Akuntabilitas Kelompok. accurate. This transparency principle does not prejudice the Company’s obligation to protect the confidentiality of information pertaining the Company. customers and work partners as stipulated by the law. adequate. Penerapan asas Akuntabilitas Perseroan menjamin kejelasan fungsi. Example: Balanced Scorecard Performance Management System is implemented in the Company. yakni: • Akuntabilitas Individu. The following describes briefly the implementation of GCG basic principles. One of the media for exercising disclosure is the Company’s official website. terdapat pengukuran kinerja (KPI) satuan kerja yang dilakukan pengukuran per triwulan dan tahunan. Example: Employee performance appraisal made every semester.

Selain itu dalam pelaksanaan prinsip kesetaraan. in implementing equality principle. agama. gender. Penerapan asas Independensi Prinsip independensi ini diterapkan dengan penyusunan dan penerapan code of conduct.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 233 Perseroan menerapkan tiga tingkatan akuntabilitas: akuntabilitas individu. gender and physical condition. mengelola lingkungan bekas tambang dengan baik. pengukuran kinerja (KPI) untuk kinerja Korporat yang dilakukan per triwulan dan tahunan. sebagai mitra strategis utama perseroan. Responsibility towards employees as the Company’s major strategic partners is carried out through guiding. Penerapan asas Kewajaran / Fairness Perseroan menerapkan asas kesetaraan dengan memperlakukan seluruh stakeholder secara berimbang antara hak dan kewajiban (equal treatment) yang diberikan kepada dan oleh Perseroan. developing and providing performance-based remuneration package. • Corporate Accountability Accountability that is inherent in the Company as a whole in conducting its business activities according to the Articles of Association. good management of post-mining area. objectivity. dan kondisi fisik. race. . Tanggung-jawab terhadap karyawan. melaksanakan kewajiban timbal-balik terhadap para mitra bisnis dan merancang serta melaksanakan program tanggungsosial perusahaan. group and corporate. Perseroan membuka akses informasi kepada seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan sumbang-saran bagi kemajuan Perseroan. Perusahaan memberikan kesempatan yang sama dalam penerimaan pegawai. Implementation of Fairness Principle The Company applies equality principle by giving equal treatment to all stakeholders with respect to their right and obligation. Akuntabilitas yang melekat kepada Perseroan secara menyeluruh dalam menjalankan aktivitas bisnisnya sesuai Anggaran Dasar Perseroan. obligation. Implementation of Independency Principle Independency principle is applied by writing up and enforcing Code of Conduct. peningkatan kompetensi dan pemberian paket remunerasi yang sebanding dengan kinerjanya. kelompok dan korporat. golongan. berkarir dan melaksanakan tugasnya secara profesional tanpa membedakan suku. authority and responsibility of respective parties. and regulating all transactions and investment plans with potential conflict of interest. duty. Dengan pengaturan ini diyakini seluruh bagian Organ Perseroan akan melaksanakan fungsi dan tugasnya dengan mengutamakan independensi dan obyektifitas serta saling menghormati hak. mutual respect for the right. Penerapan asas Responsibilitas Prinsip pertanggung-jawaban diterapkan dengan senantiasa menerapkan dan mematuhi peraturan perundangan yang berlaku. kewajiban. as well as devising and carrying out corporate social responsibility program. Implementation of Responsibility Principle Responsibility principle is applied through consistent compliance with laws and regulations. religion. The Company provides access to information for all stakeholders to allow them to give suggestion for the benefit of the Company. performance of reciprocal obligation with business partners. In addition. ras. group. career development and performance regardless of ethnicity. The Company establishes three levels of accountability: individual. dilaksanakan melalui pembinaan. Example: Balanced Scorecard Performance Management System is implemented in the Company. Contoh: Pelaksanaan Sistem Manajemen Kinerja Balance Scorecard di Perseroan. By regulating these aspects it is believed that all corporate organs will function well and put great emphasis on independency. and corporate performance measured with Key Performance Indicator quarterly and annually. tugas. the Company gives equal opportunity in recruitment. • Akuntabilitas Korporat. termasuk pengaturan seluruh transaksi maupun rencana investasi yang mengandung atau berpotensi mengandung benturan kepentingan (conflict of interest). wewenang serta tanggung jawab masing-masing pihak.

The Company will establish soft structure. OTHERS Plans Relevant to GCG Practice In relation to GCG implementation in 2010. lengkap dengan organisai. yakni serangkaian peraturan dan kebijakan yang menjamin efektifitas pelaksanaan tugasnya secara adil. After conducting workshops for General Manager. the Company will set up WBS Team and the organization structure. Setelah menyelenggarakan workshop untuk General Manager. Perseroan akan memulai langkah internalisasi dan sosialisasi GCG kepada seluruh stakeholder. the Company will embark on internalizing and socializing GCG to all stakeholders. The Company plans to conduct bench marking of Code of Conduct practice in the Company with the same practice in overseas as well as domestic counterparts. but it will also equip the personnel of this unit with basic to advanced training. i. a set of rules and policies to ensure the unit functions in a fair. the Company plans to involve external independent media in publicizing the program. job description and personnel specification. and employee refresher courses on GCG and Code of Conduct practice. Perseroan berencana melibatkan kerjasama dengan media luar yang independen dalam memberitakan program dimaksud. Senior Manager dan Manager serta melakukan sosialisasi praktek GCG maupun kepatuhan terhadap code-of conduct untuk semua Pegawai (refreshment). untuk meningkatkan penerapan praktek GCG. Menindak lanjuti telah selesainya penyusunan ”Tatalaksana Sistem Pelaporan Pelanggaran” (Whistle Blowing System). For internalization and socialization to be effective. internally as well as externally. . Senior Manager and Manager. Agar proses internalisasi dan sosialisasi kepada seluruh stakeholder ini berjalan efektif. uraian tugas dan spesifikasi personil unit SPP/WBS.234 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN LAIN-LAIN Rencana-Rencana Terkait Praktek GCG Menindaklanjuti program kerja terkait penerapan praktek GCG yang telah dilaksanakan tahun 2010. Following the completion of Whistle Blowing System (WBS). Perseroan akan segera membentuk unit pelaksana berupa Tim Sistem Pelaporan Pelanggaran (SPP) /Whistle Blowing System (WBS). selain seleksi kandidat petugas yang dilakukan dengan hati-hati Perseroan akan membekali personel di unit ini dengan serangkain pelatihan dasar maupun lanjutan dan menyediakan prasarana yang memadai. baik internal maupun eksternal. not only will the Company carefully select the candidates. to improve GCG practice in the future the Company will take further actions in 2011. transparent and accountable manner. Perseroan berencana melakukan bench-marking atas pelaksanaan Code of Conduct yang telah disosialisasikan kepada seluruh jajaran perusahaan dengan praktek serupa di berbagai perusahaan yang setara baik di dalam maupun diluar negeri. For an effective performance of this unit. Untuk menjamin efektifitas pelaksanaan tugasnya. maka Perseroan menetapkan serangkaian langkah-langkah lanjutan di tahun 2011 sebagai berikut. transparan dan akuntabel.e. and adequate infrastructure. Perseroan juga akan melengkapi unit ini dengan soft structure.

Later. Sistem Manajemen Bukit Asam Terintegrasi PTBA saat ini (sejak 16 Juli 2010) telah menerapkan Sistem Manajemen Bukit Asam Terintegrasi. untuk meyakinkan sistem dapat diimplementasikan tanpa hambatan dan tanpa resitensi yang berarti. hilangnya duplikasi dokumentasi. For this purpose. prevention of conflict in system application. the Company will regularly monitor. Perseroan juga melakukan proses bench-marking terhadap perusahaan sekelas yang menerapkan sistem sejenis. Additionally. Adapun matriks efek perubahan sistem manajemen sebelum penerapan SMBA dengan setelah penerapan adalah sebagai berikut: Bukit Asam Integrated Management System Since 16 July 2010 PTBA has implemented Bukit Asam Integrated Management System (SMBA). mengurangi jumlah audit. the Company deemed it necessary to integrate SMM ISO 9001: 2007. Perseroan akan melakukan monitoring. improvement of system productivity. Bagi Perseroan. environment. ada banyak manfaat yang dapat diperoleh. dan SMK3 OHSAS 18001: 2007 ke dalam satu Sistem Manajemen yang terintegrasi yang dinamakan Sistem Manajemen Bukit Asam (SMBA). Untuk mendapatkan bench-marking dan second opinion atas penilaian penerapan praktek GCG. review and assess GCG implementation in the Company. including less complicated business process in relation to quality. reduction of audit frequency. Penyusunan sistem dilakukan dengan melibatkan konsultan yang kompeten diikuti dengan proses pelatihan dan sosialisasi sitem dengan tenggat waktu yang memadai. The Company has benefitted from SMBA in many ways. melingkupi diantaranya: peta bisnis yang terkait aspek mutu. work safety and health.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 235 Untuk mendapatkan feed-back bagi perbaikan praktek GCG di tahun-tahun mendatang. SML ISO 14001: 2004 and SMK3 OHSAS 18001: 2007 into one single management system. elimination of document duplication. maka Perusahaan memandang perlu untuk mengintegrasikan SMM ISO 9001: 2008. A benchmarking was also done with the Company’s equals who use the same system. the Company will facilitate the evaluation of GCG practice by external qualified parties. Perseroan berencana melaksanakan pelatihan self assesment GCG. Selain itu perkembangan lingkungan usaha dan lingkup kegiatan Perseroan yang dinamis membuat perusahaan harus mencari dan mengembangkan sistem operasional yang efisien. Untuk maksud tersebut. To get feedback for future GCG practice improvement. Berdasarkan latar belakang tersebut. and reduction of cost due to more efficient usage of resources. lingkungan. dengan menerapkan SMBA. SML ISO 14001: 2004. the expanding business environment and scope have prompted the Company to seek and develop an international standard efficient and effective operating system. SMBA interaction with the previous accredited operations management system and the prevailing laws and regulations is as follows: . Pengembangan SMBA telah melalui berbagai tahapan. Perseroan juga berencana memfasilitasi dilakukannya evaluasi implementasi praktek GCG oleh pihak eksternal yang berkompeten di bidangnya. accompanied by training and socialization with ample time to make sure the system can be implemented without significant obstacle and resistance. SMBA development has gone through various stages since 2009. the Company plans to carry out GCG self-assessment training. dan dipersiapkan sejak tahun 2009. menghindari potensi terjadinya konflik dalam penerapan sistem dan potensi penghematan biaya karena penggunaan sumber daya yang lebih efisien. Adapun gambaran interaksi SMBA dengan sistem manajemen operasional terakreditasi sebelumnya dan peraturan perundangan yang berlaku adalah sebagai berikut. pelaporan secara reguler dan review atas penerapan GCG serta melakukan assessment implementasi GCG di PTBA. For getting benchmarking and second opinion on GCG implementation. peningkatan produktivitas sistem. SML ISO 14001: 2004 and SMK3 OHSAS 18001: 2007. dan K3 lebih simpel. The system was built up with the aid of a competent consultant. Langkah ini akan ditindak lanjuti dengan pelaksanaan self assessment praktek GCG oleh pihak internal Perseroan. Against this backdrop. efektif dan diakui secara internasional. report. The system is on a par with the accredited SMM ISO 9001: 2008. Sistem manajemen hadir dengan latar belakang adanya kesejajaran dalam implementasi standar operasi terakreditasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001: 2008 dengan Sitem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001: 2004 dan Sistem Manajemen Kesehatan dan Kecelakaan Kerja (SMK3) OHSAS 18001: 2007. GCG self-assessment will be exercised by people within the organization. called Bukit Asam Management System (SMBA). dinamakan SMBA.

lingkungan. • reduction of internal as well as external audit frequency.236 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Interaksi Acuan Sistem Manajemen Bukit Asam Interaction of Bukit Asam Management System UNDANG-UNDANG LAWS PERATURAN PEMERINTAH GOVERNMENT REGULATIONS KEPUTUSAN MENTERI MINISTER DECREES PERATURAN GUBERNUR GOVERNOR REGULATIONS PERATURAN BUPATI REGENT REGULATIONS ISO 9001: 2008 ISO 14001: 2004 OHSAS 18001: 2007 SMK3 Tiga Standar mempunyai persyaratan/ klausul yang sama 3 standards with similar terms/clauses SML SMM Adapun matriks efek perubahan sistem manajemen sebelum penerapan SMBA dengan setelah penerapan adalah sebagai berikut: Matrix of effects of management system alteration before and after SMBA application is given below: KONDISI SAAT INI CURRENT CONDITION SMM. dan K3 lebih sederhana. . The advantages of an integrated management system are: • less complicated business process in relation to quality. SML. work safety and health. • Mengurangi jumlah audit baik audit internal maupun audit eksternal. SMK3 Badan Sertifikasi masing-masing Individual certification agency Sertifikat masing-masing Individual certificate Pedoman di masing-masing sistem Manual in each individual system Kebijakan di masing-masing sistem Policy in each individual system Sasaran di masing-masing sistem Target in each individual system Prosedur di masing-masing sistem Procedues in each individual system Prosedur operasional Operating procedures PERUBAHAN ALTERATION Sistem Manajemen disatukan Management System is integrated Badan Sertifikasi menjadi satu Certification Agencies are merged Tetap/tidak berubah No change Pedoman disatukan Manuals are integrated Kebijakan disatukan Policies are integrated Tetap/tidak berubah No change Prosedur Manajemen disatukan Management procedures are integrated Tetap/tidak berubah No change Manfaat dari penerapan Sistem Manajemen yang terintegrasi adalah : • Proses bisnis yang terkait aspek mutu. • elimination of document duplication. • Hilangnya duplikasi dokumentasi. environment. SML. SMK3 SMM.

• • prevention of conflict in system application.70 miliar pada tanggal 31 Desember 2009. the Indonesian Police suspended the operations of our subsidiary. kini tidak dapat ditindak lanjuti ke arah eksplorasi maupun eksploitasi batubara oleh Perseroan. damages and losses. Perseroan menetapkan bahwa Mutu Produk adalah salah satu kinerja utama yang harus dicapai yang merupakan penentu kesinambungan bisnis perusahaan. Lingkungan. PT Batubara Bukit Kendi (BBK) because the permit to borrow and use the forest area where BBK had a mining area was still pending with the authorities.Potensi penghematan biaya karena penggunaan sumber daya yang lebih efisien. Izin Operasional Pada bulan Pebruari 2010. BBK is still in discussion with various government agencies to obtain the required permit so it can resume operations. environment and WSH culture in reaching corporate goal. Dari sisi operasional. Operating Licence In February 2010. Kepolisian Republik Indonesia menghentikan operasi anak perusahaan. From the operating side. Overlapping Concession Area The lawsuit involving the Company is associated with overlapping concession area in Lahat regency. Berdasarkan efektivitas implementasi system yang semakin meningkat maka hal ini akan berpengaruh kepada : . As of 31 December 2009 BBK had total assets of Rp118 billion or 1.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 237 • • Menghindari potensi terjadinya konflik dalam penerapan sistem. Namun demikian Perseroan Cases Involving the Company Until yearend the Company was still facing two lawsuits related to operating licence and overlapping concession area. masalah K3 dari Pegawai dan Peralatan/Aset merupakan salah satu kebutuhan utama dan wajib diadakan oleh Perusahaan untuk mencegah kerusakan dan kerugian. Kawasan yang sebelumnya telah mendapatkan izin Kuasa Penambangan batubara. PT Batubara Bukit Kendi (BBK). the Company decided that it was essential to guarantee product quality as a key to achieving business sustainability. seluruh pimpinan dan pegawai sadar dan berkomitmen menjalankan SMBA sehingga menjamin terciptanya Budaya Mutu. the loss incurred by the Company as a result of this lawsuit is . To ensure the success of SMBA application. untuk meningkatkan produktivitas.4% dari jumlah aset Perseroan sebesar Rp8.70 billion. In addition.improvement of system productivity. Untuk menjamin suksesnya integrasi system operasional yang dikembangkan melalui SMBA. nilai kerugian Perseroan akibat adanya perkara ini tergolong non material.722. Perseroan mengharapkan operasi BBK akan berjalan kembali dalam waktu dekat dan mengharapkan pemberhentian ini tidak akan mempengaruhi operasi Perseroan secara signifikan. to boost productivity. dan K3 yang akan memberi pengaruh besar terhadap tercapainya tujuan dan sasaran Perseroan. . . Selain itu. Perseroan berkomitmen melaksanakan good mining practice guna mencegah pencemaran lingkungan dan menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar melalui community development. For this purpose the management and all employees are determined to implement SMBA to cultivate quality. Perkara yang melibatkan Perseroan Hingga akhir tahun 2010 Perseroan menghadapi 2 dua perkara hukum.Peningkatan produktivitas sistem. The Company is unable to explore and exploit this area that was once given coal mining concession.4% of the Company’s total assets of Rp8. Tumpang Tindih Lahan Perkara hukum terkait tumpang tindih hak pengelolaan lahan dihadapi Perseroan di kabupaten Lahat. We are hopefull BBK will resume operations in the near future and this suspension will not affect the Company’s overall operations.reduction of cost due to more efficient usage of resources. yakni menyangkut izin operasional dan tumpang tindih lahan. karena izin pinjam pakai kawasan hutan yang menjadi wilayah pertambangan BBK belum dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. BBK saat ini sedang berupaya mendapatkan perizinan yang diperlukan dari instansi pemerintah terkait agar dapat melanjutkan operasi penambangan. More effective system application will result in: . Jumlah aset BBK adalah Rp118 miliar atau 1. the safety and well-being of employees and assets should be taken care of to prevent injuies.722. Untuk mencapai tiga hal pokok tersebut. The Company is committed to exercising good mining practice in an effort to prevent environmental polution and to maintain a harmonious relationship with the surrounding community through community development program.

Gugatan dilayangkan kepada beberapa pihak termasuk Bupati Lahat sebagai tergugat pertama.238 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TATA KELOLA PERUSAHAAN terancam kehilangan prospek potensi ekonomi cukup besar berupa kandungan sumberdaya batubara di daerah yang dipersengketakan. Pada tanggal 29 Agustus 2005 melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (“PTUN“) Palembang. dengan putusan Sela tersebut Perusahaan mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi (“PT“) Palembang. the Company filed a claim against Lahat Regent with respect to the issuance of several MCs to a few private companies for the same areas that are owned by the Company. Tanggal 16 Desember 2008 PT Palembang mengeluarkan Putusan Sela. menerima banding Perusahaan. Palembang SAC rejected the Company’s claim. accepting the Company’s appeal. menolak eksepsi tergugat tetapi juga menyatakan gugatan Perusahaan tidak dapat diterima. On 30 June 2006. the Company appealed to Medan State Administration High Court (SAHC). Chronology and proceeding of the legal cases facing the Company in relation to area management in Lahat. Perusahaan diberikan KP untukmengeksploitasi daerah Lahat. Claim was directed to several parties including Lahat Regent as the first respondent. stating that Lahat DC was not in the power to judge the case. PTTUN menolak upaya hukum banding Perusahaan. Pada tanggal 30 Juni 2006. Pada tanggal 31 Januari 2008. • • • • • . Perusahaan mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (“PTTUN“) Medan. On 29 August 2005 through Palembang State Administration Court (SAC). Perusahaan mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (“PN“) Lahat atas kerugian materil akibat pemberian KP kepada pihak lain. the Supreme Court decided to reverse the decision of Medan SAHC. the Company was given Mining Concession (MC) to exploit an area in Lahat. immaterial. masih terkait dengan kasus di atas. Pada tanggal 14 Desember 2005. the Company filed a civil claim to Lahat District Court (DC) for material losses due to the award of MC to another party. Mahkamah Agung memutuskan untuk membatalkan putusan PTTUN Medan. On 14 December 2005. Perusahaan mengajukan gugatan kepada Bupati Lahat sehubungan dengan penerbitan beberapa KP kepada beberapa perusahaan swasta atas wilayah yang sama yang dimiliki oleh Perusahaan. adalah sebagai berikut. Tanggal 12 Agustus 2008 PN Lahat mengeluarkan Putusan Sela. Mahkamah Agung telah menerima upaya hukum kasasi dari Perusahaan. bahwa PN Lahat tidak berwenang mengadili perkara tersebut. PTUN Palembang menolak gugatan Perusahaan. On 16 December 2008 Palembang HC issued provisional decision. reversing Lahat DC provisional decision and ordered Lahat DC to examine and judge the case. still related to the above case. With the provisional decision of Palembang HC. the respondents claimed for reversal to the Supreme Court • • • • • • Pada tahun 2003. the Supreme Court received the Company’s claim for reversal of the lower court’s decision. rejected the respondent’s objection but also ruled that the Company’s claim was inadmissible. The award of MC was transferred by South Sumatera Governor to Lahat Regent in 2004. On 12 August 2008 Lahat DC issued provisional decision. KP ini dialihkan pengurusannya oleh Gubernur Sumatera Selatan ke Bupati Lahat pada tahun 2004. However. Dengan putusan sela PT Palembang tersebut para tergugat mengajukan upaya hukum Kasasi ke Mahkamah Agung RI. On 31 January 2008. Kronologi dan jalannya perkara yang dihadapi oleh Perseroan terkait pengelolaan lahan di Lahat. On 10 May 2007. Atas upaya hukum tersebut. Pada tanggal 10 Mei 2007. SAHC rejected the Company’s appeal. With this provisional decision the Company appealed to Palembang High Court (HC). membatalkan Putusan Sela PN Lahat serta memerintahkan PN Lahat untuk memeriksa dan mengadili perkara tersebut. the Company faces the threat of losing prospective economic potentials in the form of coal resources in the disputed area. are as follows: • In 2003.

On 28 January 2010 the Supreme Court handed down a reversal verdict to reject the claim for reversal made by the respondents (Lahat Regent and parties) which notification was received by the Company on 1 December 2010. Saat ini. saat ini perkara dalam proses Mahkamah Agung RI. yang relas pemberitahuannya diterima perusahaan tanggal 01 Desember 2010. Perusahaan sedang menunggu proses persidangan atas pokok perkara di PN Lahat. At the moment the Company is still awaiting the legal proceeding over the subject matter in Lahat DC. . Tanggal 28 Januari 2010 Mahkamah Agung RI. telah menerbitkan Putusan Kasasi dengan Amar Putusan Menolak Permohonan Kasasi para tergugat (Bupati Lahat dkk). Pada tanggal 02 November 2009 berkas perkara telah diterima Mahkamah Agung RI.CORPORATE GOVERNANCE REPORT PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 239 • • • Tertanggal 9 Juli 2009 PN Lahat telah mengirimkan berkas perkara Kasasi ke Mahkamah Agung RI. • • • On 9 July 2009 Lahat DC sent the reversal claim dossier to the Supreme Court. On 2 November 2009 the Supreme Court received the reversal claim dossier from Lahat DC and until the time of reporting this case was still in the hands of the Supreme Court. perkara tersebut masih dalam proses di Mahkamah Agung RI. dan sampai dengan tanggal laporan keuangan ini.

240 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN .

REPORT ON CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITIES PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 241 Laporan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Report on Corporate Social Responsibilities Peningkatan penyaluran dana dan kegiatan PKBL serta Bina Wilayah sebagai wujud komitmen kepedulian Perseroan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam secara berkesinambungan Increased fund disbursement in the context of Partnership & Community Development and Area Development programs is proof of the Company’s commitment to continually improve community welfare and natural conservation .

the Company has taken strategic steps by improving the mechanism of exercising its CSR function. PER-05/MBU/2007 of 27 April 2007 on SOE Partnership with Small-Scale Businesses and Community Development Program. Showing concern for environmental conservation. meliputi: • Pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal serta masyarakat secara luas. The guidelines focus on six main areas: (1) economy. Nurturing a harmonious relationship with local community by applying good corporate governance principles. yaitu: (1) ekonomi. (4) praktik ketenagakerjaan dan kelaikan kerja. Perseroan telah menjalankan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dalam rangka melaksanakan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. and (6) society. executing and monitoring of the programs that directly affect the empowerment of the socio-economic life of the mining community. These six focus activities are in line with international standards of CSR implementations as set by Global Reporting Initiatives (GRI). Untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan terciptanya keseimbangan hasil kegiatan operasional dari sisi kinerja ekonomi. The Company invites the local community to join in the planning. Penerapan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja serta upaya peningkatan kesejahteraan karyawan. Keenam fokus kegiatan tersebut mengacu kepada kaidah internasional mengenai keberhasilan implementasi CSR yang ditetapkan oleh Global Reporting Initiatives (GRI). With an aim of creating equitable economic. including restoration of post-mining areas. pelaksanaan maupun monitoring program. . (5) product responsibility. yang dirumuskan dalam strategi implementasi yang dilandasi oleh etika/norma bisnis yang berlaku. Menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat yang dilandasi dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik. (3) human rights. sosial dan lingkungan. SE-07/MBU/2008 of 5 May 2008 on the implementation of Partnership and Community Development Program. Selain itu. Ensuring product safety and consumer satisfaction. social and environmental development and welfare. (2) environment. (4) employment practices and proper work conditions. Perseroan telah mengambil langkah strategis yakni penyusunan dan penyempurnaan mekanisme pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). and Article 74 of Corporate Law No. The Company formulated a long-term integrated policy in the form of PTBA CSR Guidelines that were endorsed by the President Director at the end of 2009. 40/2007 on Corporate Social Responsibility by extending financial aid. (3) hak azasi manusia. Perseroan telah merumuskan pola kebijakan jangka panjang yang terintegrasi dalam bentuk “Pedoman CSR PTBA” yang telah disahkan oleh Direktur Utama PTBA pada akhir 2009 yang mencakup enam fokus kegiatan. Ensuring good health care and work safety as well as employee welfare improvement. 40 tahun 2007. menjalin kerjasama dengan Pemerintah Daerah dan pihak lain yang berkompeten dalam perencanaan dan pelaksanaan program. melalui pemanfaatan dana dari Pembagian laba BUMN serta Surat Edaran Menteri Negara BUMN RI Nomor: SE-07/MBU/2008 tanggal 5 Mei 2008 tentang pelaksanaan PKBL dan penerapan pasal 74 Undangundang No. funded by SOE profit sharing. and SOE Minister Circular No. sekaligus melaksanakan program yang berdampak langsung terhadap upaya pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat di lingkar tambang. involving the Local Administration and other competent parties to plan and execute its CSR programs. Perseroan mengajak-serta masyarakat secara langsung dalam proses perencanaan. (5) tanggung jawab produk. In addition. (2) lingkungan. the Company carries out Partnership and Community Development Program pursuant to State-Owned Enterprises Minister Regulation No. Perseroan menjalankan UU No. the Company observes Article 74 of Corporate Law No. dan (6) kemasyarakatan. Peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup. Penerapan jaminan keamanan penggunaan produk dan kepuasan pelanggan. and formulated in the implementation strategy based on business ethics/norms generally applied: • • • • • • • • • • • Sustaining economic development and community empowerment to improve the welfare of local community and public at large. To enhance the effectiveness and quality of Corporate Social Responsibility (CSR) program. 40/2007. PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Guaranteeing non-discrimination and respect for human rights.242 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Untuk meningkatkan efektifitas dan kualitas pelaksanaan program. Jaminan pelaksanaan non diskriminasi dan penghargaan hak azasi manusia. termasuk restorasi lahan pasca tambang. 40 Tahun 2007 pasal 74 tentang Tanggung Jawab Sosial melalui pembiayaan Perusahaan.

This program is designed to empower the community economic potentials and to improve the living standard of the society in a more extended area. Priority is given to commodity that supports the Company’s operations: untuk • • Commodity that the area relies upon.59 miliar. Penyaluran Dana Kemitraan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi yang dimiliki oleh calon mitra binaan. PARTNERSHIP AND COMMUNITY DEVELOPMENT PROGRAM The objective of Partnership Program is elevating the resilience and independence of small-scale businesses and cooperatives in the surrounding area.42 billion or 69. Community Development Program is aimed at improving the community living standard by giving them financial aid and making them aware of the need for education.17 miliar. entrepreneurship. interaksi social dan keselarasan dengan kelestarian lingkungan. The Company also carries out Area Development Program to comply with the provision of Article 74 of Corporate Law No. Perseroan meyakini tumbuhnya kesejahtaraan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar agar lebih berdaya dan mandiri serta terpeliharanya hubungan yang harmonis dan berkesinambungan antara perusahaan dengan masyarakat. Komoditas tradisional yang potensial dikembangkan.93% dari total anggaran sebesar Rp133.REPORT ON CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITIES PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 243 Di samping itu Perseroan juga melaksanakan program Bina Wilayah sebagai salah satu bentuk kepatuhan terhadap ketentuan pasal 74 Undang-Undang No. Perseroan terus berupaya meningkatkan kemandirian mitra binaan sekaligus membantu memperluas penjualan produk mitra binaan di sembilan provinsi. evaluating their character. .93% of total budget of Rp 133. Sedangkan untuk program Bina Wilayah. Sedangkan jenis komoditas calon mitra binaan yang diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan pembinaan meliputi komoditas yang dapat menunjang kelancaran operasional Perseroan. social interaction and harmony with natural surrounding. PROGRAM KEMITRAAN Melanjutkan komitmen pemberdayaan potensi ekonomi masyarakat. Traditional commodity with development potentials. Sedangkan sasaran dari kegiatan Bina Lingkungan adalah tumbuhnya kehidupan masyarakat yang sejahtera melalui pemberian bantuan bagi tumbuh dan berkembangnya kesadaran akan perlunya pendidikan. pada tahun 2010 telah direalisasikan biaya sebesar Rp21. yang meliputi karakter.17 billion was disbursed in 2010. Program tersebut bertujuan untuk memberdayakan potensi ekonomi masyarakat sekaligus mewujudkan komitmen Perseroan untuk bersama-sama menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat dengan jangkauan wilayah yang lebih luas. seperti: • • Komoditas yang menjadi andalan daerah. Through these two programs the Company is confident it is able to improve the socio-economic wellbeing of the community and enhance their self-reliance and competence. Sepanjang tahun 2010. Perseroan telah merealisasikan penyaluran dana untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan berjumlah Rp93. Melalui kedua program PKBL tersebut. jiwa kewirausahaan yang dimiliki. For Area Development a total of Rp 21. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan terbatas. 40 of 2007. and to preserve a harmonious relationship between the Company and the community. kondisi sosial dan budaya masyarakat sekitar serta prospek pasar dari komoditas yang dihasilkan.42 miliar atau 69. PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN Sasaran yang dituju Program Kemitraan PTBA adalah peningkatan kemampuan usaha kecil dan koperasi di sekitar wilayah operasi Perseroan agar menjadi tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana dari bagian laba Perseroan.59 billion. The Company is very selective in distributing partnership funds taking into consideration the conditions of prospective partners. sociocultural condition of the neighboring community and market prospects of the commodity. In 2010 the Company extended funds for Partnership and Community Development Program amounting to Rp 93. PARTNERSHIP PROGRAM To continue empowering community economic potentials the Company focused on strengthening partners’ self-sufficiency and promoting the sales of partners’ products in nine provinces.

selama tahun 2010 program yang telah dilakukan terhadap mitra binaan adalah seperti berikut: • Penyaluran Dana Kemitraan dalam bentuk pinjaman lunak. i. Dana Kemitraan tersebut disalurkan untuk 575 unit Usaha Kecil dan koperasi dalam bentuk pinjaman lunak sebesar Rp14.e. Dalam pelaksanaannya. Throughout 2010 partners enjoyed the following program activities: • Distribution of Partnership Funds in soft loans to small businesses and cooperatives in eight areas.244 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN • • Komoditas yang berpeluang ekspor atau berorientasi ekspor.30 miliar. Lampung. DI Yogyakarta. Komoditas yang dapat menyerap tenaga kerja / padat karya.35 billion.40 billion. DKI Jakarta. Partnership Funds increased 331% from 2009 to reach 67.08 miliar dan dalam bentuk biaya pembinaan sebesar Rp2. DKI Jakarta. Labor intensive commodity. Perseroan telah meningkatkan penyaluran Dana Kemitraan hingga sebesar 331% dari realisasi tahun 2009. . PTPN X and BPR.73 billion in 2010. sehingga mencapai angka Rp67.73 billion in Partnership Funds. Jawa Tengah. These funds were distributed to 575 small business units and cooperatives in soft loans amounting to Rp14. • • • • • • Pada tahun 2010. In 2010. West Java. Entrepreneurship training for prospective partners Promoting and marketing partners’ products through participation in a number of exhibitions in major cities of Indonesia.30 billion. Pelatihan Manajemen Kewirausahaan kepada calon mitra binaan. • • Commodity with export potentials or orientation. Kerjasama penyaluran dana kemitraan dengan PTPN VIII dan PTPN X Serta BPR. Partnership Funds disbursed jointly with PTPN VIII. and joint project funds of Rp51.08 billion. the Company disbursed Rp67. Yogyakarta.40 miliar. South Sumatra. Central Java. Perseroan telah merealisasikan dana Program Kemitraan sebesar Rp67. serta dalam bentuk kerjasama penyaluran sebesar Rp51. atau 98% dari rencana penyaluran dana Program Kemitraan sebesar Rp69. Membantu promosi dan pemasaran produk mitra binaan melalui berbagai kegiatan partisipasi pada serangkaian pameran di berbagai kota besar di Indonesia. development funds totaling Rp2.73 miliar.73 miliar. Banten dan Jawa Timur. kepada usaha kecil dan koperasi di delapan wilayah. Jawa Barat. Lampung.35 miliar. Banten and East Java. yakni Sumatera Selatan. or 98% of total allocated funds of Rp69.

Religious Facilities Development and Natural Conservation. Education and Training.292 225 235 49. Peningkatan Kesehatan Masyarakat. The Company uses a series of parameter as success indicators of Community Development Program. Pendidikan dan Pelatihan.793 8.746 25 145 165 228 2. which are Natural Disaster Relief Program. Pinjaman • Industri • Perdagangan • Pertanian • Peternakan • Perkebunan • Perikanan • Jasa • Lainnya Jumlah B.731 1.449 754 257 8 10 25 28 41 132 1. termasuk diantaranya: • • Semakin membaiknya kondisi sosial masyarakat yang ada di sekitar perusahaan Semakin berkurangnya angka komplain atau keluhan dari masyarakat yang berkaitan dengan pemenuhan tanggung jawab sosial Perseroan.703 Uraian selengkapnya mengenai realiasi kegiatan dan biaya Program Kemitraan dapat dilihat pada buku Laporan Keuangan PKBL tahun 2010. Pembinaan • Industri • Perdagangan • Pertanian • Peternakan • Perkebunan • Perikanan • Jasa • Lainnya Jumlah Jumlah Penyaluran Program Kemitraan DISBURSEMENT 2009 REALISASI 2009 DESCRIPTION A. Community Health Improvement. Loan • Industry • Trading • Agriculture • Cattle breeding • Plantation • Fishery • Services • Others Total B. Development Fund • Industry • Trading • Agriculture • Cattle breeding • Plantation • Fishery • Services • Others Total Total Disbursement of Partnership Funds 1.945 667 65. This program is designed to improve the living standard of the community.427 1.304 67. Tujuan yang hendak diraih adalah peningkatan standar hidup dan kesejahteraan masyarakat. Untuk memantau tingkat keberhasilan program.232 340 57 36 12 26 140 463 2.418 931 14.254 15.REPORT ON CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITIES PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 245 Tabel realisasi Program Kemitraan Realized Partnership Program REALISASI S/D DES 2010 DISBURSEMENT TO DECEMBER 2010 URAIAN A. yaitu Program Bantuan Bencana Alam.498 4. PROGRAM BINA LINGKUNGAN Program Bina Lingkungan PTBA dielaborasi dalam enam fokus kegiatan. Public Facilities Construction. including: • • Better social condition of the surrounding community Less complaints from the community in relation to the fulfillment of the Company’s corporate social responsibility .565 8. COMMUNITY DEVELOPMENT PROGRAM PTBA Community Development Program is focused on six main activities. Pengembangan Sarana Ibadah dan Pelestarian Alam. Pembangunan Sarana Umum. Perseroan menggunakan beberapa parameter sebagai indikator keberhasilan Program Bina Lingkungan. Full report on realized activities and disbursed funds in Partnership Program is presented in 2010 Financial Statement of Partnership and Community Development Program.

the Company assisted the community in the following activities: • Organizing mass religious circumcision for 260 underprivileged children in Muara Enim and Lahat. Muara Enim.100 935 7. South Sumatra.223 % 28 669 113 30 256 -49 214 PROGRAM Natural Disaster Relief Education of neighboring Community Community health improvement Facilities and amenities development Religious facilities assistance Natural Conservation Operational Cost Total Program Bantuan Bencana Alam Bantuan bencana alam dilaksanakan dengan mempertimbangkan urgensi daerah terjadinya bencana serta kedekatan geografis dengan wilayah operasional perusahaan. Bantuan musibah kebakaran di Kabupaten. Dana tersebut disalurkan untuk berbagai program kegiatan.70 miliar di tahun 2010. Jumlah anak-anak yang dikhitan pada thn 2010 sebanyak 260 org Bantuan operasi bagi penderita Katarak dari KK prasejahtera di Kabupaten Muara Enim dan Lahat. Central Java. Pada tahun 2010. Papua. funds for Community Development Program increased significantly by 110% from Rp11. Eruption of Mt. Merapi dan korban banjir serta tanah longsor di Wasior. Fire in Muara Enim. sebanyak 20 mata. Perseroan melaksanakan kegiatan. Sumatera Selatan. Perseroan juga memberikan bantuan pada korban bencana meletusnya G.848 1.112 2009 (B) 676 1. In 2010 relief was extended to the following victims in disaster-stricken areas: • • • Earthquake and tsunami in Mentawai. diantaranya sebagai berikut: • Kegiatan Khitanan Gratis bagi anak-anak dari KK Prasejahtera di wilayah Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lahat. Dana Program Bina Lingkungan (dalam Rp juta) Community Development Program Funds (in milion Rp) BIDANG BANTUAN Bantuan Bencana Alam Bantuan Pendidikan & Pelatihan Bantuan Kesehatan Masyarakat Bantuan Sarana & Prasarana Umum Bantuan Sarana Ibadah Bantuan Pelestarian Alam Biaya Operasional Jumlah 2010 (A) 868 8. • . and landslide and flood in Wasior. Along with the Company’s growing operations. • Organizing cataract surgery for 20 underprivileged patients in Muara Enim and Lahat.70 billion in 2010. • Smooth running of the Company’s operations in a harmonious association with members of the community being one of the stakeholders of the Company Seiring dengan peningkatan kegiatan Perseroan. West Sumatra. The funds were disbursed to finance various activities as shown in the following table. mencapai 110% dari Rp11. Public Health Improvement To complement the health improvement program previously conducted. Merapi. Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melanjutkan program kesehatan sebelumnya.457 1.082 114 425 26. Natural Disaster Relief Program Natural disaster relief program is launched by taking into consideration the gravity of the disaster and the geographical proximity to the Company’s operating area.147 223 295 12. mengalami peningkatan yang tinggi.246 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN • Perusahaan dapat menjalankan kegiatan bisnisnya dengan lancar serta terjalinnya hubungan yang harmonis dengan warga masyarakat sebagai salah satu stakeholder Perseroan.993 10. seperti tampak pada tabel berikut. total dana yang disalurkan melalui pelaksanaan Program Bina Lingkungan. Selama tahun 2010 telah dilakukan kegiatan berupa: • • • Bantuan bantuan korban musibah gempa bumi/tsunami di Mentawai Sumatera Barat.93 billion in 2009 to Rp25.173 4.93 miliar di tahun 2009 menjadi Rp25.

Asmi Astari Hj. Asmi Astari’s ‘songket’ industry 3. Palembang . Prima AC.REPORT ON CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITIES PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 247 2 1 3 1. Industri Songket Hj. Margono’s mushroom farm 2. Pertanian Jamur Bapak Margono Mr.

including: • • Constructing Monument of Heroic Battle. Muara Enim. Providing nutritious food of 13. Pembangunan Sarana Umum Dengan melakukan beberapa kegiatan terkait penyediaan maupun perbaikan sarana umum. Pembangunan/renovasi 5 (lima) unit Balai Pertemuan Masyarakat di Kecamatan Merapi Barat. Taman dan Air Mancur di Pusat Kota Tanjung Enim senilai Rp3. Bantuan nutrisi sebanyak 13. Kab Lahat. Financing an embarkation lounge.867 m.867 meters in Ring 1 zone of the Company. Tarahan. Asphalting and hardening public road of 3. • • • Providing assistance in limb surgery for underprivileged people in Tanjung Agung. • Gedung Olahraga BUKIT ASAM dibangun tahun 2010 Bukit Asam Sports Hall built in 2010 • • • Pembangunan Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPA) di Kecamatan Lawang Kidul dan penataan/rehab TPA Kecamatan Muara Enim. Muara Enim.600 packets for underprivileged people in Muara Enim.47 miliar. Donating two generators to BARI Hospital. Tarahan dan Kertapati dan Ombilin. Lampung totaling Rp1. Public Facilities Construction By doing some activities related to the provision or improvement of public facilities.248 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN • • • Bantuan operasi penderita cacat kaki untuk warga tidak mampu dari Kecamatan Tanjung Agung. Lahat.34 billion. Merapi Timur and Lawang Kidul. Bantuan 2 unit Genset untuk penerangan dan operasional Rumah Sakit BARI Palembang. Kertapati and Ombilin.34 miliar.47 billion.600 paket kepada warga prasejahtera di wilayah operasional perusahaan Kab Muara Enim. Pengerasan/pengaspalan jalan umum dan parit di wilayah pemukiman Ring 1 perusahaan sepanjang 3. • • • Constructing/renovating waste dumps in Lawang Kidul and Muara Enim. . meliputi: • Pembangunan Monumen Perjuangan Tanjung Enim. Bantuan dana pembangunan Embarkasi Provinsi Lampung senilai Rp1. park and fountain in Tanjung Enim city worth Rp3. Merapi Timur dan Lawang Kidul. Palembang. Renovating five community function halls in Merapi Barat.

Masjid Agung Lahat. emphasis was given to direct and indirect donation to improve the income of the region where the Company operates. peringatan Maulid Nabi. Al Muttaqin Semendo. Al Muttaqin Kec. Rp1. a. Masjid At-Taqwa Kec. The program is aimed at utilizing the community economic potentials simultaneously honoring the Company’s commitment to improve their living standard.000 shelter trees and productive plants in Lahat and Muara Enim. Perseroan selama ini secara proaktif telah menjalankan Program Bina Wilayah sebagai salah satu bentuk kepatuhan terhadap ketentuan pasal 74 Undang-Undang No. Nurul Huda Pasar Tanjung Enim. Channeling funds for various religious activities such as MTQ. Untuk tahun 2010. Israq Mi’raj di seluruh kecamatan Ring I perusahaan. • PROGRAM BINA WILAYAH Di samping pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang mengacu kepada ketentuan Kementerian Negara BUMN. Masjid Nurul Huda.000.. Al Muhajirin Pasar Muara Enim. pelaksanaan Program Bina Wilayah Perseroan lebih ditekankan pada partisipasi langsung maupun tidak langsung pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) di wilayah operasional Perseroan. Program tersebut bertujuan untuk memberdayakan potensi ekonomi masyarakat sekaligus mewujudkan komitmen Perseroan untuk bersama-sama menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat. In this program the Company extends physical and non-physical aid to a wider extended area. Maulid Nabi and Isra’ Mi’raj commemoration in all Ring I districts.l : Masjid As Syaadah Pasar Tg Enim. yakni: • Memberi bantuan renovasi Masjid/Musholla/TPA sebanyak 36 unit. Kota Muara Enim dan Tanjung Enim. Tablig Akbar. the Company has been proactively managing Area Development Program in compliance with article 74 of Corporate Law No.per ton untuk AREA DEVELOPMENT PROGRAM In addition to Partnership and Community Development Program in compliance with the SOE Minister regulations. Natural Conservation The Company was engaged in natural conservation programs that include: • • • • Jointly with the community and government agencies launching Clean Friday and City Greening programs by planting trees and cleaning the areas of Ring I. dihitung sesuai dengan ketentuan tarif royalti produksi batubara sesuai dengan Perda setempat. dan lain-lain. Besaran royalti yang dijadikan dasar pengeluaran dana Program Bina Wilayah dalam bentuk SP3D adalah: Rp500/ton untuk Sumsel. Religious Facilities Development • • • Providing renovation funds for 36 mosques/mushollas including As Syaadah Pasar Tanjung Enim.REPORT ON CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITIES PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 249 Pengembangan Sarana Ibadah Dilakukan dengan melaksanakan beberapa kegiatan. Perseroan juga melakukan beberapa kegiatan terkait pelestarian alam. 40/2007. Al Falah Muara Enim.000 batang di Kabupaten Lahat dan Kabupaten Muara Enim. Pelestarian Lingkungan/Alam Dalam rangka pelaksanakan Program Bina Lingkungan. Penyerahan bantuan tanaman pelindung dan tanaman produktif (buah-buahan) sebanyak 8. Distributing 150 organic and un-organic waste bins to schools and public places in Lahat. Bantuan dana untuk berbagai kegiatan keagamaan seperti MTQ. At Taqwa Gunung Megang. yakni: • Gotong royong bersama masyarakat dan aparat pemerintah dalam pelaksanaan program Jumat Bersih dan Program Penghijauan Kota dengan menanam pohon dan membersihkan lingkungan di seluruh wilayah kecamatan ring I perusahaan. Gunung Megang. Agung Lahat. Semendo. Direct donation to improve regional income (PAD) is in accordance with the rate of coal production royalty as ruled by the local administration. In 2010. Bantuan tempat sampah organik/an-organik sebanyak 150 unit untuk sekolah-sekolah dan tempat-tempat umum di Kota Lahat. The royalty rate used as a basis of calculating Area Development funds is: Rp 500/ton for South . Tabliq Akbar. Besaran partisipasi langsung pada peningkatan PAD. Delivering 8. Masjid Al-Muhajirin Kelurahan Pasar Muara Enim. Program Bina Wilayah dilaksanakan berupa pemberian bantuan fisik maupun non-fisik dengan jangkauan wilayah yang lebih luas. Kelurahan Pasar Tg Enim.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Muara Enim and Tanjung Enim. Masjid Al-Falah Kelurahan Muara Enim.

pemantauan. Total disbursement of Area Development funds in 2010 amounted to Rp17. pengembangan dan rehabilitasi lingkungan secara berkelanjutan.000/ton untuk Lahat dan total sebesar Rp4 miliar untuk Lampung.388. Sehingga total pengeluaran SP3D tahun 2010 adalah sebesar Rp17. The Company treats every individual equally regardless of ethnicity.170 2009 (B) 3. Perseroan sangat menyadari makna penting dari terciptanya hubungan kerja sama yang serasi antara manajemen dan seluruh karyawan Perseroan. TK Sriwijaya FC GOR Muara Enim RS Lahat SP3D Lain-lain Jumlah 2010 (A) 17. employees are not only stakeholders but also assets who determine its success in achieving corporate objective and business target. ras. Rp1.00 10. The Company is fully aware of the importance of creating a harmonious working relationship between the management and all employees. Rp1. Total funds disbursed in 2010 amounted to Rp4. agama. Perseroan berpartisipasi pada pembangunan berbagai sarana dan penyediaan prasarana bagi keperluan instansi pemerintah.000/ton for Lahat and total Rp4 billion for Lampung. developing and rehabilitating the environment. PEMENUHAN HAK-HAK KARYAWAN DAN PENGHARGAAN TERHADAP HAK AZASI MANUSIA Bagi Perseroan.05 billion.931. Rincian pelaksanaan program dan biaya yang dikeluarkan dalam rangka Bina Wilayah 2009 – 2010 adalah sebagai berikut.136.9 -44. Polri dan Instritusi lain yang bermanfaat bagi peningkatan layanan kemasyarakatan dengan total dana yang dikeluarkan adalah sebesar Rp4.120 4. Dana Program Bina Wilayah (dalam Rp juta) Community Development Fund Program (in million Rp) BENTUK BANTUAN Biaya operasional SMA. jender dan haluan politiknya.500.06 38.00 3.05 miliar. police precincts and other public service institutions. religion.321.1 21. gender and political inclination. monitoring. the Company participates in the construction of various facilities and amenities for government agencies. begitu pula semua karyawan memiliki kebebasan berserikat dan melaksanakan Perjanjian Kerja Bersama.500.000/ton for Muara Enim.250 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Muara Enim. Likewise. Besides managing this program. High School & Kindergarten Sriwijaya FC Muara Enim Sports Center Lahat Hospital Local Government Others Total PENGELOLAAN PELESTARIAN LINGKUNGAN Misi Perseroan dalam bidang pengelolaan lingkungan diwujudkan melalui penerapan program-program pengelolaan.22 3. race. selain menjadi salah satu pemangku kepentingan.00 1. In this program the Company extends physical and nonphysical aid to a wider extended area. Oleh karenanya dalam setiap kegiatan organisasi.050 21. . ENVIRONMENTAL MANAGEMENT The Company’s mission in environmental management is realized through continuously managing. Perseroan menjalankan praktik atau perlakuan yang sama terhadap semua karyawan dengan tidak memandang suku. Selain program tersebut.000.28 % 6. FULFILLMENT OF EMPLOYEE RIGHTS AND RESPECT FOR HUMAN RIGHTS In the eyes of the Company.00 16. the employees are free to unite and have a Collective Labor Agreement. Full report on environmental management program is presented in Environmental Conservation chapter page 78 of this Annual Report.12 miliar. Laporan selengkapnya mengenai program pengelolaan lingkungan dapat dibaca pada bagian “Perlindungan Lingkungan” pada halaman 78 Laporan Tahunan ini. Sumatera. Rp1. karyawan merupakan aset yang menentukan di dalam keberhasilan Perseroan untuk mewujudkan tujuan dan mencapai target usahanya.12 billion.8 TYPE OF DONATION Operating Costs of Sr.

HEALTH AND ENVIRONMENT A set of policy. Full report on this aspect may be found in Management Report on “Human Resource Management” chapter page 94 of this Annual Report. Perseroan menetapkan dan memberlakukan kriteria yang ketat dalam proses dan output produksi maupun pengawasan kualitas setiap produknya. Full report is provided in Management Report on “Health and Work Safety and Environment” page 73 of this Annual Report. The Company has a certification in Work Safety and Health Management System from the Department of Manpower and Transmigration. Perseroan telah memperoleh sertifikasi Sistem Manajemen K3 (SMK3) dari Depnakertrans RI. For this reason the Company sets very stringent criteria in production process and output as well as in quality control. COMMITMENT TO PRODUCT QUALITY AND CONSUMER PROTECTION The Company is fully aware of the importance and advantage of meeting product quality standard and ensuring consumer protection. Laporan selengkapnya mengenai masalah tersebut dapat dibaca pada Bab: Laporan Manajemen “Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Perlindungan Lingkungan” pada halaman 73 Laporan Tahunan ini.REPORT ON CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITIES PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 251 Laporan selengkapnya mengenai hal tersebut dapat dibaca pada Laporan Manajemen “Pengelolaan Sumber Daya Manusia” pada halaman 94 Laporan Tahunan ini. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA SERTA LINGKUNGAN Perseroan telah menerapkan serangkaian kebijakan terkait serta penyediaan sarana dan prasarana bagi setiap karyawan yang memungkinkan dicapainya standar kesehatan dan keselamatan kerja serta lingkungan yang tinggi dalam industrinya. WORK SAFETY. KOMITMEN TERHADAP KUALITAS PRODUK DAN PERLINDUNGAN PELANGGAN Perseroan menyadari makna penting dan manfaat dari pemenuhan standar kualitas serta perlindungan konsumen terhadap setiap produk yang dihasilkan. Simulasi penyelamatan korban dalam Lomba PBK & PPGD antar satuan kerja Simulated victim rescue in PBK & PPGD Competition among work units . facilities and amenities are in place for all employees so as to meet the industry high standards of work safety. Both aspects have a significant effect on the continued growth of the Company. health and environment. Dalam implementasi K3. mengingat keduanya mempunyai pengaruh yang signifikan bagi pertumbuhan kinerja usaha secara berkelanjutan.

Tanjung Enim 2. Tanjung Enim 3. Tanjung Enim Indoor Tennis Court.252 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 LAPORAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 1 2 3 1. Lapangan Tenis Indoor. Tempat Fitness. Tanjung Enim Fitness Center. Fasilitas Operasi Mata di RS Bukit Asam Eye Surgery Facility of Bukit Asam Hospital .

In accordance with transparency principle. SUSTAINABILITY REPORT The Company issues Sustainability Report which is integral to this Annual Report.REPORT ON CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITIES PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 253 Wujud dari komitmen Perseroan serta uraian lengkap tentang kualitas produk dan perlindungan pelanggan dapat dibaca pada Bab: Laporan Manajemen. the Company has formulated an integrated Corporate Social Responsibility program. Bidang “Pemasaran. the Company systematically conducted activity programs involving the community either in planning or in executing such programs. baik dalam tahap perencanaan maupun pelaksanaan program-program yang terkait. Full report on this subject is contained in Management Report. transparan dan terukur tersebut merupakan pertanggungjawaban menyeluruh bagi seluruh pemangku kepentingan Perseroan mengenai pengelolaan dan realisasi program CSR. HARMONIOUS RELATIONSHIP WITH THE COMMUNITY BASED ON GOOD CORPORATE GOVERNANCE PRINCIPLES Turning its vision into reality to maximize stakeholders’ return.” pada halaman 122 Laporan Tahunan ini. Melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Report on realization of the Company’s commitment and full description of product quality and consumer protection are given in Management Report. Laporan selengkapnya mengenai Tata kelola yang baik dapat dibaca pada Laporan Manajemen tentang “Good Corporate Governance” pada halaman 165 Laporan Tahunan ini. Laporan yang membuktikan komitmen pelaksanaan program tanggung jawab sosial secara profesional. TK Antra Sita. transparent and measured performance in meeting its corporate social responsibility. the Company makes itself accessible and fosters reciprocal communication with the community and other relevant parties. HUBUNGAN HARMONIS DENGAN MASYARAKAT BERLANDASKAN PRINSIPPRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK Perseroan telah merumuskan program Tanggung Jawab Jawab Sosial Perusahaan dalam sebuah pola yang terpadu. Tanjung Enim Antra Sita Kindergarden. “Good Corporate Governance” page 165 of this Annual Report. untuk mewujudkan visi memberikan nilai optimal bagi para pemangku kepentingan Perseroan termasuk masyarakat. Through Partnership Program. The Report provides all stakeholders with a full accountability report of the Company’s professional. Perseroan juga membuka akses dan menjalin komunikasi timbal balik dengan masyarakat dan pihak-pihak yang terkait. Perseroan secara sistematis telah melaksanakan serangkaian kegiatan dengan melibatkan masyarakat. Tanjung Enim . LAPORAN KEBERKELANJUTAN Perseroan menerbitkan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Tahunan ini. “Marketing” page 122 of this Annual Report. Sesuai dengan prinsip transparansi.

254 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 DATA PERSEROAN .

CORPORATE DATA PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 255 Data Perseroan Corporate Data .

MA Komisaris Independen Independent Commissioner Dr.256 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 DATA PERSEROAN Dewan Komisaris Board of Commissioners Berdiri dari kiri ke kanan : Stand from left to right : Dr. Abdul Latief Baky. MSc. SE. ME Komisaris Commissioner Duduk dari kiri ke kanan : Seat from left to right : Ir. Umiyatun Hayati Triastuti. Thamrin Sihite. MSc Komisaris Commissioner Ir. FIQ Komisaris Independen Independent Commissioner . Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner Suranto Soemarsono. Ir. MHum.

CORPORATE DATA PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 257 .

Participating in joint projects and training programs in the field of planning and transportation. setelah menyelesaikan studi di International Institute for Aerial Survey and Earth Sciences (ITC) di Delft. KaBag Transportasi Kereta Api. and a Ph. Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim sejak November 2010. Direktur Transportasi (2005-2007). dan Ph. Penyeberangan.D. Saat ini juga menjabat sebagai Staf Ahli Menko Perekonomian. serta menjadi Staf Ahli Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Sumber Daya Alam. (1994) dalam Mining Engineering dengan spesialisasi Mining Economic dari The University of Queensland. Bidang Persaingan Usaha sejak 2008. Director of Transportation (2005-2007).D. He has been lecturing for graduate and post-graduate programs in Asia Banking Finance and Informatics Institute of Perbanas since 1998. after completing his study in International Institute for Aerial Survey and Earth Sciences (ITC) in Delft. MSc Komisaris Commissioner Menjabat Komisaris Perseroan sejak 2008. Meraih gelar S-1 Jurusan Ekonomi di Universitas Gadjah Mada (1983) dan Master of Art in Economics & Finance di Western Illinois University. Perjalanan karir sebelumnya di Bappenas sejak 2000 menjabat Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (2007-2010). Australia. Natural Resources. . Suranto Soemarsono. Kasubdit Transportasi Darat. Her previous career with Bappenas starting in 2000 posted her as Deputy of Natural Resources and Environment Division (2007-2010). Meraih gelar S-1 bidang Teknik Sipil di Institut Teknologi Bandung (1987). and Adviser to President Director of PT Dinamika Usaha Jaya since 2005. Metereology and Geophysics (2000-2002). dan Pj. dan Penasehat Direktur Utama PT Dinamika Usaha Jaya sejak 2005. Metereologi dan Geofisika (2000-2002). Kantor Menko Bidang Produksi dan Distribusi (1994-1998). Dr. Environment and Climate Change Division. Master of Science in Economic Policy from University of Illinois at Urbanna Champaign – the United States of America (1994). Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner Menjabat Komisaris Utama sejak 2008. Ir. Pengalaman kerja sama dan training programs yang diikuti meliputi bidangbidang: Perencanaan. sebelumnya memangku jabatan lain di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sejak 1988. USA (1992). Mr. the Coordinating Ministry of Production and Distribution (1994-1998). Aktif sebagai dosen tamu dan dosen luar biasa di beberapa perguruan tinggi di Indonesia maupun manca negara. Previously he was posted as Finance Director of PT Barkatel Utama (20012006). Belanda (1981). Master of Science bidang Kebijakan Ekonomi di University of Illinois at Urbanna Champaign – Amerika Serikat (1994). concurrently Expert Staff to National Development Planning Minister. Has held the post of Commissioner since 2008. dan Komisaris PT Mega Global Triartha Optima (2001-2004). USA (1992). Supriadi has been the Company’s President Commissioner since 2008. Perjalanan karir sebelumnya mencakup Direktur Keuangan PT Barkatel Utama (2001-2006). degree in Mining Engineering (1994) specializing in Mining Economics from the University of Queensland. SE. He is also an active guest senior lecturer in a number of universities in Indonesia and overseas. He is a holder of graduate degree in Economics from University of Gadjah Mada (1983) and Master of Art in Economics & Finance from Western Illinois University. He obtained a Master of Engineering Science degree (1991). Direktorat Transportasi (2002-2005). Transportasi. the Netherlands (1981). Directorate of Transportation (2002-2005). Umiyatun Hayati Triastuti. serta Departemen Pertambangan dan Energi (1982-1994). Australia. and Acting Division Head of Railway Transportation. and Department of Mines and Energy (1982-1994). Soemarsono was appointed Independent Commissioner in 2008. She earned a graduate degree in Civil Engineering from Bandung Institute of Technology (1987). Currently he is an Senior Advisor to the Coordinating Ministry of Economic Affairs for Business Competition (2008-present). Meraih gelar Master of Engineering Science (1991). Head of Sub Directorate of Land Transportation. Bappenas (National Development Planning Board) since November 2010.258 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 DATA PERSEROAN Profil Dewan Komisaris Board of Commissioners’ Profile Dr. Previously he held other posts in the Coordinating Ministry of Economy from 1988. Following his appointment as Commissioner in 2004. Ferry and Inland Waterways. and Commissioner of PT Mega Global Triartha Optima (2001-2004). setelah menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak 2004. MA Komisaris Independen Independent Commissioner Menjabat Komisaris Independen Perseroan sejak 2008. Aktif sebagai dosen program S-1 dan S-2 di Asian Banking Finance dan Informatics Institute of Perbanas sejak 1998.

Experience in professional organizations: Chairman of Indonesian Mining Experts Association (Perhapi) for two periods. Direktur Adminsitrasi. serta menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian ESDM sejak 2009. Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Pertambangan Umum di Institut Teknologi Bandung (1979). concurrently President Commissioner of PT Citta Trahindo Pratama since 2007. Master of Engineering (1987).2007). Sedangkan kegiatan di dalam organisasi Korporasi di Kadin ( Kamar Dagang dan Industri ) Indonesia sebagai Ketua Komite Tetap Batubara dan Panas Bumi (2008-2010). Appointed Commissioner in 2008. Head of Environment and Technology Bureau. President Director of Perusda Karimun BUMD-Holding (2001-2005). Japan. Kegiatan di dalam organisasi Profesi menjabat sebagai Ketua Umum Perhapi (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia) untuk 2 periode: 2001-2003. Master of Human Studies. University of Tohoku-Sendai. He has been an Independent Commissioner of the Company since 2008. FIQ Komisaris Independen Independent Commissioner Menjabat Komisaris Independen Perseroan sejak 2008. Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama DESDM (2001. Mining. Ir. and Managing Partner of LAGR & Associates – Law Firm since 2006. and currently member of Perhapi Advisory Council. Direktur Utama PT Bhumi Artha Khatulistiwa (1999-2001). Komisaris PT Karimun Indoco Pratama (2003-2005). and Doctor of Engineering (1990) from Institute of Mineral Dressing and Metallurgy. concurrently Head of Education and Training Agency. Ir. Chairman of Coal Mining and Geothermal Committee (2008-2010). Department of Energy and Mineral Resources (2007-2009). Kepala Bagian Pengelolaan Lingkungan dan Tata Ruang DPE (1993-2000). ME Komisaris Commisioner Menjabat Komisaris Perseroan sejak 2008. Department of Mines and Energy (2000). Business Law Science. Mineral and Industrial Quarrying Committee (2010-2013). Department of Energy and Mineral Resources (2001-2007). UK (1996). Direktur Pemasaran dan Direktur Operasi PT Karimun Granite (1990-1999).CORPORATE DATA PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 259 Dr. 2003-2006. Head of Planning and Cooperation Bureau. sekaligus menjabat Komisaris Utama PT Citta Trahindo Pratama sejak 2007. Department of Mines and Energy (2000-2001). . Tohoku University. Dr. dan Doctor of Engineering (1990) di Institute of Mineral Dressing and Metallurgy. Jepang. KomiteTetap . 2003-2006 dan saat ini bertindak sebagai Dewan Penasihat Perhapi. Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Pertambangan di Institut Teknologi Bandung (1977). MSc. yang dibiayai World Bank (1995-1997). Kepala Biro Lingkungan dan Teknologi Departemen Pertambangan dan Energi (DPE) tahun 2000. University of Gajah Mada (2007) and Fellows Institute of Quarrying.Sendai. Department of Energy and Mineral Resources since 2009. Indonesian Coal Mining Association. In his previous career he held various posts including Chairman of Listing Committee. Mineral dan Bahan Galian Industri (2010-2013). Deputy Chairman of Legal and Mining Division (2010-2013). Thamrin Sihite. Administrative Affairs Director. Master of Engineering (1987). Head of Environmental Management and Spatial Zone Division. President Director of PT Bhumi Artha Khatulistiwa (1999-2001). Head of Central Amdal (Analysis of Environmental Impact) Commission. He has a graduate degree in Mine Engineering from Bandung Institute of Technology (1977). Commissioner of PT Karimun Indoco Pratama (2003-2005). gelar S-2 Magister Sains Ilmu Administrasi Bisnis Internasional Universitas Indonesia (2004). UK (1996). In business organizations: Indonesian Chamber of Commerce. Direktur Utama Perusda Karimun BUMD-Holding (2001-2005). 2001-2003. International Business Administration from University of Indonesia (2004). Department of Mines and Energy (1993-2000). Sihite holds a degree in General Mining Engineering from Bandung Institute of Technology (1979). gelar S-2 Magister Humaniora Ilmu Hukum Bisnis Universitas Gajah Mada (2007) dan Fellows Institute of Quarrying. MHum. Surabaya Stock Exchange (2005-2007). financed by World Bank (1995-1997). dan Managing Partner LAGR & Associates – Law Firm sejak 2006. Perjalanan k arir sebelumnya mencakup Ketua Komite Pencatatan Bursa Efek Surabaya (2005-2007). Indonesian Expert Technical Manager of joint venture projects at Bureau of Environment and Technology with the Office of Surface Mining USA. His previous posts include Expert Staff to Minister of Society and Institution. Abdul Latief Baky. Perjalanan karir sebelumnya meliputi Staf Ahli Menteri Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan DESDM (2007-2009). Marketing Director and Operations Director of PT Karimun Granite (1990-1999). Indonesian Expert Technical Manager pada proyek kerjasama Biro Lingkungan dan Teknologi dengan The Office of Surface Mining USA. Master of Science. Ketua Komisi Amdal Pusat DPE (20002001). dan di APBI (Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia) sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan PerundangUndangan (2010-2013).

Eng Direktur Operasi/Produksi Operations/Production Director . M. Sukrisno Direktur Utama President Director Ir. MSc Direktur Keuangan Financial Director Ir.260 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 DATA PERSEROAN Direksi Board of Directors Dari kiri ke kanan : From left to right : Ir. Milawarma. Mahbub Iskandar Direktur SDM & Umum HR & General Affairs Director Ir. Heri Supriyanto Direktur Pengembangan Usaha Business Development Director Ir. Drs. Tiendas Mangeka Direktur Niaga Commerce Director Dono Boestami.

CORPORATE DATA PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 261 .

Credit & Marketing Head PT. Sukrisno Direktur Utama President Director Menjabat Direktur Utama sejak 2006. Ir. Danareksa (1996–2001). Platteville (1985) and Master of Science degree in Construction Management from Golden Gate University (1989). Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Mesin di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya tahun 1980. Senior Business Analyst /Professional of Business Development (1999-2003). Direktur Investment Banking PT. MSc Direktur Keuangan Finance Director Menjabat sebagai Direktur Keuangan Perseroan sejak tahun 2006. Investment Banking Director of PT Danareksa (1996-2001). His previous posts include Operations/Production Director of the Company (2001-2006). Australia (1995). Dono Boestami. He has held the post of Operations/Production Director of the Company since 2006.Eng Direktur Operasi/Produksi Operations/Production Director Menjabat Direktur Operasi/Produksi Perseroan sejak 2006. Ir. Previous posts with the Company include Corporate Secretary (2003-2006). Master of Science Construction Management dari Golden Gate University (1989). Head of Business Diversification (1997-1999). Sebelumnya menjabat sebagai Direktur PT Barclays Capital Securities Indonesia (2004-2006). Yogyakarta (1987) dan Magister Engineering di University of Wollongong. Australia (1995). M. and Head of Long Term Mine Planning Unit (1995-1996). Assistant Manager Marketing of PT Bank Niaga (1989-1993). A holder of graduate degree in Mining from UPN Veteran. Meraih gelar Bachelor of Science Civil Engineering dari University of Wisconsin-Platteville (1985). President Director of PT Citigroup Securities Indonesia (2001-2004). Assitant Manager Marketing PT Bank Niaga (1989 – 1993). Appointed as Finance Director of the Company in 2006. Niaga Factoring Corporation (1994-1996). Yogyakarta (1987) and Master of Engineering degree from University of Wollongong. Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan sebagai Direktur Operasi/Produksi Perseroan (2001-2006). Analis Bisnis/Profesional Senior Pengembangan Usaha (1999-2003). Kepala Diversifikasi Usaha (1997-1999). Sukrisno has held the post of President Director since 2006. Holder of Bachelor of Science degree in Civil Engineering from University of Wisconsin. He earned his graduate degree in Mechanical Engineering from Sepuluh November Institute of Technology in Surabaya in 1980. Milawarma. Perjalanan karir sebelumnya di Perseroan meliputi jabatan Sekretaris Perusahaan (2003-2006). . His previous posts include Director of PT Barclays Capital Securities Indonesia (2004-2006). Kepala Departemen Operasi PT Semen Padang (1995-2001) dan Komisaris PT Yasiga Sarana Utama (1996-2001). Credit & Marketing Head of PT Niaga Factoring Corporation (1994-1996). Credit Administration Head of PT Inter-Pacific Bank (1993-1994). dan Kepala Dinas Perencanaan Tambang Jangka Panjang (1995-1996). Head of Operations Department of PT Semen Padang (1995-2001) and Commissioner of PT Yasiga Sarana Utama (1996-2001).262 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 DATA PERSEROAN Profil Direksi Board of Directors’ Profile Ir. Meraih gelar S-1 Jurusan Tambang di UPN Veteran. Credit Adminitration Head PT Inter-Pacific Bank (1993-1994). Direktur Utama PT Citigroup Securities Indonesia (2001-2004).

Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan Direktur Pemasaran PT Semen Tonasa (2002-2005). and Corporate Secretary of the Company (1991-1997). Senior Manajer Logistik Perseroan (2005-2006). Ir.Ujung Pandang (1988). Mahbub Iskandar Direktur SDM & Umum Human Resource & General Affairs Director Menjabat Direktur SDM & Umum Perseroan sejak 2001.CORPORATE DATA PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 263 Ir. Senior Manager of Logistics of the Company (2005-2006). and Head of Gas and Energy Development Division. Expert in Human Resource Development (1998-2001). dan Kabid Pengembangan Gas dan Energi Kanwil Pertambangan dan Energi Provinsi Sulawesi Selatan (1990-1995). Direktur Penelitian & Pengembangan PT Semen Tonasa (2002). dan S-1 di Lembaga Administrasi Negara . Perjalanan karir sebelumnya di Perseroan mencakup jabatan Dirketur Utama PT Bukit Pembangkit Innovative (2006). Head of Regional Office of Mining and Energy. He is a graduate of Bandung Institute of Technology in Mining (1980). Drs. His previous career placed him in various posts: Marketing Director of PT Semen Tonasa (2002-2005). Mangeka as Commerce Director in 2006. The Company appointed Ir. Head of Internal Audit Unit (1997-1998). and Institute of State Administration . Heri Supriyanto Direktur Pengembangan Usaha Business Development Director Menjabat Direktur Pengembangan Usaha Perseroan sejak 2006. . Director of Research and Development of PT Semen Tonasa (2002). South Sumatera Province (2000-2001). Meraih gelar S-1 Jurusan Tambang di Institut Teknologi Bandung (1980). Kepala Pengembangan Usaha Perseroan (2001-2002). General Manager Pengusahaan Briket (2001-2005). Perjalanan karir sebelumnya mencakup jabatan Kadis Pertambangan dan Pemanfaatan Energi Provinsi Sumatera Selatan (2000-2001). Ir.Ujung Pandang (1988). Head of Business Development of the Company (2001-2002). Aceh Province (1995-2000). Appointed as Human Resource & General Affairs Director in 2001. General Manager of Briquette Business (2001-2005). A graduate of Bandung Institute of Technology with a degree in Industrial Engineering (1981). Ir Iskandar is a holder of graduate degree in Mining from University of Sriwijaya (1977). Meraih gelar S-1 Jurusan Tambang di Universitas Srwiwijaya (1977). Ahli Pengembangan SDM. Project Officer of Coal Briquette Business Expansion (1993-2001) and Head of Engineering Development Division (1991-1993). Kakanwil Pertambangan dan Energi Provinsi Aceh (1995-2000). His previous posts include Head of Mining and Energy Usage Unit. Meraih gelar S-1 Jurusan Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (1981). South Sulawesi Province (1990-1995). Pimpinan Proyek Pengembangan Briket Batubara (1993-2001) dan Kepala Divisi Pengembangan Keteknikan (1991-1993). Tiendas Mangeka Direktur Niaga Commerce Director Menjabat Direktur Niaga Perseroan sejak 2006. Previous posts with the Company are President Director of PT Bukit Pembangkit Innovative (2006). He has been Director of Business Development of the Company since 2006.

tahun 2009 dan Manajer Akuntansi di PTBA. setelah sebelumnya menjabat sebagai Pemeriksa Utama (2007. following his assignment as Chief Auditor (2007-2009) and Manager of Investment Feasibility and Control (2005-2007). di Universitas Sriwijaya. Mr. Fakultas Ekonomi. sebagai Supervisor Akuntansi. Jakarta. Meraih gelar S-1 Jurusan Akuntansi. and later was appointed Accounting Manager in 2007 and Senior Manager of Treasury and Funding in 2009. Mulai berkarir di PTBA sejak 1992.2009) dan sebagai Manajer Kelayakan dan Kendali Investasi (2005-2007). He joined PTBA in 1992. Sudarto was appointed Corporate Secretary of the Company. Bergabung dengan PTBA sejak 1984. following his employment with PT Bumi Langoan. tahun 2007. SE. as Accounting Supervisor. In July 2009 Mr. Jakarta. His academic studies earned him a graduate degree in Accounting from School of Economics. sebelum akhirnya menjabat sebagai Corporate Secretary adalah Senior Manajer Perbendaharaan dan Pendanaan PTBA. Palembang (1992) dan S-2 Magister Management (2009) dari Universitas Sriwijaya. . Ak Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary Menjabat sebagai Corporate Secretary sejak Juli 2009.264 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 DATA PERSEROAN Profil Sekertaris Perusahaan dan SPI Corporate Secretary and Internal Audit Unit’s Profile Achmad Sudarto. setelah sebelumnya bekerja pada PT Bumi Langoan. University of Sriwijaya. Sutrisno was appointed Head of Internal Audit Unit in 2009. MM. He has been with PTBA since 1984. Palembang (1992) and a master’s degree in Management (2009) from University of Sriwijaya. Bambang Sutrisno Kepala Satuan Pengawas Internal Head of Internal Audit Unit Menjabat sebagai Kepala Satuan Pengawas Internal sejak tahun 2009.

Master of Engineering in Geomechanics from Bandung Institute of Technology (1996). MT. He is also active doing various kinds of research and analysis in mining which he started in 1993. ser ta Ph. 1991). PT Kelana Nusantara (2000 – 2008) serta Komisaris PT Dwivisi Mandiri (2004 – 2005). and is currently an Associate Professor in Rock Mechanics. and Ph.2000. 1991). Became a member of Audit Committee in 2007. Bandung Institute of Technology since 1993 and post-graduate program at Bandung Institute of Technology since 1996. aktif melakukan berbagai macam penelitian dan analisis dalam bidang pertambangan sejak 1993.2000. i. Perjalanan karir sebelumnya mencakup berbagai posisi termasuk sebagai dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.e. PT Prinavin Prakarsa. PhD Anggota Komite Audit Member of Audit Committee Menjabat Anggota Komite Audit sejak 2007. Holds a degree in Mining Engineering from Bandung Institute of Technology (1991).CORPORATE DATA PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 265 Profil Komite Audit Audit Committee’s Profile Azhar Zainuri. . SE.D dalam Rock Mechanics dari University of Queensland. Menjadi pengajar pada Jurusan Teknik Pertambangan ITB sejak 1993 dan Pasca Sarjana ITB sejak 1996. Australia (2003). MM Anggota Komite Audit Member of Audit Committee Menjabat anggota Komite Audit sejak 2007. Australia (2003). He has a graduate degree in Economics from University of Indonesia (1985) and Master of Management degree from Indonesia Institute of Management Development (IPMI. Director of several companies over a period in 1996 . PT Indothai Film Polytama. Ridho Kresna Wattimena. PT Kelana Nusantara (2000 – 2008) as well as Commissioner of PT Dwivisi Mandiri (2004 – 2005). PT Indothai Film Polytama. He has been lecturing at Mining Engineering Department. PT Padang Industrial Park dan PT Andalas Rekasindo Pratama. and has produced many publications in mining and rock mechanics at home and abroad. Meraih gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia (1985) dan Magister Manajemen pada Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI. Magister Teknik dalam Geomekanika dari Institut Teknologi Bandung (1996). University of Indonesia.D in Rock Mechanics from University of Queensland. Ir. Member of Audit Committee since 2007. yaitu PT Guthrie Pasaman Nusantara. PT Prinavin Prakarsa. Various positions he held in his previous career include lecturer at Department of Economics. Selain itu. PT Guthrie Pasaman Nusantara. Meraih gelar jurusan Teknik Pertambangan dari Institut Teknologi Bandung (1991). dan saat ini menjadi Associate Professor dalam Mekanika Batuan. serta telah menerbitkan banyak publikasi dalam bidang pertambangan dan mekanika batuan di dalam dan luar negeri. Direktur pada beberapa perusahaan dalam periode 1996 . PT Padang Industrial Park and PT Andalas Rekasindo Pratama.

Bantuan RNW Belanda) (2007 – sekarang). Remuneration and HRD Committee’s Profile Noeroso L. Indiana. Industrial Engineering. MA Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM Member of Nomination. Japan. Meraih S-1 bidang Manajemen dan S-2 bidang Human Resources Management di Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Jakarta. and Vice Factory Manager and various managerial positions at Toray Group Indonesia (1982 – 2008). Human Resources. MM Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM Member of Nomination. Actively participating in local and overseas seminars and training courses in the area of Total Production Management. He has been a member of Nomination. Serving as Middle Researcher at Fiscal Policy Agency. Remuneration and GCG Committee since 2008. . Ministry of Finance since 2008 while actively observing climate change issues at the national and international level. serta Vice Factory Manager dan berbagai posisi manajerial di Toray Group Indonesia. Previously he held various posts including Director of PCA FM Radio (Earthquake Mitigation and Educational and Environmental Information. Perjalanan karir sebelumnya. Muncie. sebagai Direktur . with the aid of RNW Holland) (2007-present). Mr. Appointed Secretary to Board of Commissioners on 2 August 2010. Komisaris PT AMM (2007). Human Resources Management dan HSE di Toray Industries Inc & AOTS Jepang. Tieja has a graduate degree in Management and master’s degree in Human Resource Management from University of Muhammadiyah. Wahyudi SE. (1982 – 2008). Jakarta. Wahyudi has been a member of Nomination. Remuneration and GCG Committee since 2008. Badan Kebijakan Fiskal. USA (1993).PCA FM (Radio Mitigasi Gempa dan Informasi Pendidikan & Lingkungan. and HSE at Toray Industries Inc & AOTS. Kementerian Keuangan (sejak 2008). * Ditetapkan menjadi Sekretaris Dewan Komisaris per 2 Agustus 2010. Remunerasi dan PSDM Nomination. Remuneration and HRD Committee Menjabat anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM sejak 2008. dan Peneliti Madya Bidang Ekonomi dan Keuangan. He received a graduate degree in Corporate Economics in Jakarta (1985). Aktif mengikuti berbagai seminar & training di dalam dan luar negeri. antara lain mengenai Total Production Management. Perjalanan karir sebelumnya adalah sebagai Ketua Koperasi Puslitbang (sejak 1995). Master of Arts degree in Economics from Ball State University. Remunerasi dan GCG sejak 2008. Took one-month training in Environmental Economic Policy Analysis in Harvard University. Industrial Engineering. USA (1990). Mendapat Certifiticate on Academic Preparation Program Boulder – Colorado USA (1988) dan meraih gelar Master of Arts in Economics di Ball State University. Boston. Fakhrudin Tieja SE. Commissioner of PT AMM (2007). USA (1990). Mr.266 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 DATA PERSEROAN Profil Komite Nominasi. Remuneration and HRD Committee Menjabat anggota Komite Nominasi.

Dr. dan sebagai Dekan di Fakultas Ekonomi pada Unuversitas yang sama sejak November 2010. Holds a graduate degree in Management (1983) from University of Prof. Pendidikan S-1 Manajemen tahun 1983 dari Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta. Dr. Remuneration and HRD Committee Menjabat sebagai anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan PSDM sejak bulan Nopember 2010. Selain itu sejak 1979 – saat ini telah mengikuti seminar nasional dan internasional tentang hububungan industrial. Sumarhadi SE. Menjabat sebagai Sekretaris Program Pasca Sarjana Magister Manajemen Univesitas Prof. Remuneration and HRD Committee in November 2010. dan S-3 Manajemen Pendidikan tahun 2002 dari Universitas Negeri Jakarta. Moestopo (Beragama) Jakarta.CORPORATE DATA PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 267 Dr. . Participating in national and international seminars on industrial relations since 1979. MM Anggota Komite Nominasi . Post-Graduate Program of Management. master’s degree in Management (1996) from Indonesian Tourism Development Institute and doctorate degree in Education Management (2002) from Universitas Negeri Jakarta. Moestopo (Beragama) since 2007. Appointed member of Nomination. Remunerasi dan PSDM Member of Nomination. Serving as Secretary. S-2 Manajemen tahun 1996 dari Institut Pengembangan Wiraswasta Indonesia. Dr. University of Prof. and Dean of School of Economics of the same University since November 2010. Moestopo (beragama) sejak tahun 2007.

Menyelesaikan pendidikan S-1 bidang Agribisnis dari Institut Pertanian Bogor. Remuneration and GCG Committee on October 1. Antonaria was appointed member of Nomination. International Trade) dari Universitas yang sama tahun 1993. International Finance. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Iklim dan Cuaca. 2010. In addition. Following his previous posts as Assistant to Deputy Head of Energy and Electricity. He completed his graduate studies in Civil Engineering. Selain itu menjabat sebagai Asisten Deputi Urusan Energi dan Ketanagalistrikan. Mr. and master program in Development Studies at Murdoch University. Menyelesaikan pendidikan S-1 Jurusan Teknik Sipil bidang Manajemen Konstruksi dari Institut Teknologi Bandung. MA Anggota Komite GCG Member of GCG Committee Menjabat anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan GCG sejak 1 Oktober 2009 dan sejak 30 Juli 2010 diangkat menjadi anggota Komite GCG. Perth. tahun 1983. Lexington USA tahun 1989 dan menyelesaikan Program Doktor bidang Economics (Industrial Organization. Ir. Bappenas hingga 2008. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selain menjabat sebagai Komisaris di PT Indonesia Comnet Plus. master program in International Economics at University of Kentucky. Coordinating Ministry of Economy in addition to his assignment as Commissioner of PT Indonesia Comnet Plus. Bappenas. and member of GCG Committee on July 30. kemudian menyelesaikan program Master of Arts in Development Studies (Studi Pembangunan) dari Murdoch University. 2009. Direktorat Lingkungan Hidup. Construction Management at Bandung Institute of Technology in 1990. International Trade) at the same university in 1993. . tahun 1990. Completed his graduate studies in Agribusiness at Bogor Institute of Agriculture in 1983. he has participated in various domestic and overseas seminars and training sessions. Remuneration and GCG Committee on October 1. Perth. Australia tahun 1999. 2010. selain mengikuti berbagai seminar dan training di dalam maupun di luar negeri. Lexington USA in 1989 and doctorate program in Economics (Industrial Organization. Until 2008 he was Head of Climate and Weather Sub-directorate. Appointed member of Nomination. Australia in 1999. Antonaria. kemudian menyelesaikan program Master bidang International Economics dari University of Kentucky. Directorate of Environment. 2009 and member of GCG Committee on July 30. PhD Anggota Komite GCG Member of GCG Committee Menjabat anggota Komite Nominasi dan Remunerasi dan GCG sejak 1 Oktober 2009 dan sejak 30 Juli 2010 diangkat menjadi anggota Komite GCG.268 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 DATA PERSEROAN Profil Komite Good Corporate Governance Good Corporate Governance Committee’s Profile Bambang Adi Winarso. International Finance.

Business Risk and Post-Mining Committee Menjadi anggota Komite Asuransi. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala SubBagian Pengelolaan Lingkungan Bid. Mineral Resources and Forestry. Japan (2001). Menyelesaikan pendidikan Teknik Kimia dari Universitas Syiah Kuala (1993). M. Business Risk and Post-Mining Committee Menjadi Anggota Komite Risiko Usaha. Risiko Usaha dan Pasca Tambang Member of Insurance. Completed his doctorate program in Agriculture and Resource Economics at Tohoku University. Asuransi dan Pascatambang sejak 16 Maret 2009. She was posted as Head of Environmental Management Sub-division. Ir. Risiko Usaha. Environment and Technology Bureau (1999-2002). Saat ini menjabat sebagai Asisten Deputi Urusan Kehutanan pada Deputi Bidang Energi. Novianto was appointed member of Business Risk.CORPORATE DATA PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 269 Profil Komite Asuransi. Faridha. Head of Documentation and Information Sub-division. Has been an Environment Researcher since 2004. Sumber Daya Mineral. . Graduated from University of Syiah Kuala with a degree in Chemistry Engineering (1993) and further completed her master program in Environmental Sciences at University of Indonesia (2004). Insurance and Post-Mining Committee since March 16. dan Kehutanan-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. She has been a member of Business Risk. Risiko Usaha dan Pasca Tambang Member of Insurance. Saat ini sebagai Peneliti di bidang Lingkungan (2004-sekarang). On May 16. Insurance and PostMining Committee. dan Pasca Tambang sejak 16 Mei 2009. General Mining Division.Si Anggota Komite Asuransi. PhD Anggota Komite Asuransi. Pertambangan Umum-Biro Lingkungan dan Teknologi (1999-2002). Risiko Usaha dan Pasca Tambang Insurance. menyelesaikan program Magister bidang Ilmu Lingkungan dari Universitas Indonesia (2004). 2009. Kepala SubBidang Dokumentasi dan Informasi-Puslitbangtek Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan (2002-2004). 2009 Mr. Menyelesaikan program doctoral pada Tohoku University. Coordinating Ministry for Economy. Technological Research and Development Center for Electricity and Renewed Energy (2002-2004). Business Risk and Post-Mining Committee’s Profile Andi Novianto. Jepang tahun 2001 di bidang Agriculture and Resource Economics. Currently he is Assistant Deputy of Forestry at the office of Energy.

Harga saham tertinggi. it is recommended to present the report also in English. Laba (rugi) kotor 3. Laporan tahunan mencantumkan identitas perusahaan dengan jelas. Committees under the Board of Commissioners. 4 Informasi dalam bentuk tabel dan grafik yang memuat: 1. Assessment on the performance of the Board of Directors in managing the company. dividend on shares. Sides. Rating of bonds III Laporan Dewan Komisaris dan Direksi 1 Laporan Dewan Komisaris Memuat hal-hal sebagai berikut: 1.6 Cross Reference to Bapepam-LK Rule X. 2. Samping. Komite-komite yang berada dibawah pengawasan dewan komisaris. dividen saham. EXPLANATION 2 √ 3 √ Name of the company and year of the annual report is placed on: 1. Perubahan komposisi dewan komisaris (jika ada) 38-43 Board of Commissioners’ and Directors’ Report Board of Commissioners’ (BoC) Report Includes the following items: 1. 2. Total assets 4. The information includes: 1. 33 Information in tables and charts that includes: 1. The price of shares prior to the last revision in capital should be adjusted in the event. Informasi harga saham sebelum perubahan permodalan terakhir wajib disesuaikan dalam hal terjadi antara lain karena pemecahan saham. 2. Sampul belakang. Laba (rugi) bersih 5. Maturity date 4. 3. Penjualan/pendapatan usaha 2. Business profit (loss) 4. Financial information in comparative form over a period of 5 financial years or since the commencement of business if the company has been running its business activities for less than 5 years. Each page 4 Laporan Tahunan ditampilkan di website Perusahaan. 4. Net profit (loss) 5. Volume saham yang diperdagangkan untuk setiap masa triwulan dalam 2 (dua) tahun buku terakhir (jika ada). Committees under the Board of Commissioners. The front cover. Setiap halaman √ KRITERIA PENJELASAN HALAMAN PAGE CRITERIA General In good and correct Indonesian. Printed on light-colored paper so that the text is clear and easy to read. Interest rate 3. The number of bonds/ convertible bonds outstanding. Total liabilities 5. Back cover.K. Jumlah kewajiban 5.K. √ The Annual Report is presented in the company’s website. Net working capital 2. . 4. 3. among others. Penilaian kinerja direksi mengenai pengelolaan perusahaan 2. 4. Sales/income from business. and bonus shares. Summary of Vital Financial Data II Ikhtisar Data Keuangan Penting 1 Informasi hasil usaha perusahaan dalam bentuk perbandingan selama 5 (lima) tahun buku atau sejak memulai usahanya jika perusahaan tersebut menjalankan kegiatan usahanya selama kurang dari 5 (lima) tahun. Modal kerja bersih 2. Total equity 3 Informasi memuat 5 (lima) rasio keuangan yang umum dan relevan dengan industri perusahaan. Pandangan atas prospek usaha perusahaan yang disusun oleh direksi. and 4. Laba (rugi) bersih per saham 8 Financial information in comparative form over a period of 5 financial years or since the commencement of business if the company has been running its business activities for less than 5 years. 3. The Annual Report must contain information regarding the number of bonds or convertible bonds issued in the last 2 financial years. Laporan tahunan dicetak pada kertas yang berwarna terang agar mudah dibaca dan jelas. Tingkat bunga/imbalan 3. Nama Perusahaan dan Tahun Annual Report ditampilkan di: 1. X. 4. Peringkat obligasi/sukuk N. The Annual Report must contain information of the share price in the form of tables and graphs. 3. Rasio keuangan dalam bentuk perbandingan selama 5 (lima) tahun buku atau sejak memulai usahanya jika perusahaan tersebut menjalankan kegiatan usahanya selama kurang dari 5 (lima) tahun. 3. Jumlah investasi 3. 5 Informasi memuat: 1. Total investment 3.A The information includes: 1. Laba (rugi) usaha 4.270 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 Referensi Silang Peraturan Bapepam-LK No. 3. Laporan Tahunan wajib memuat informasi harga saham dalam bentuk tabel dan grafik. 2. Jumlah aset 4. Net profit (loss) per share 2 Informasi memuat antara lain: 1. Lowest price. Gross profit (loss) 3. dan saham bonus. I Umum 1 Laporan tahunan disajikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar dan dianjurkan menyajikan juga dalam bahasa Inggris. Tanggal jatuh tempo 4.6 NO. that it was due to a splitting of shares. Jumlah obligasi/sukuk/ obligasi konversi yang beredar 2. Highest price 2. Laporan Tahunan wajib memuat informasi dalam 2 (dua) tahun buku terakhir mengenai obligasi. sukuk atau obligasi konvertibel yang diterbitkan Informasi memuat antara lain: 1. Harga saham penutupan. dan 4. Trading volume for each three-month period in the last two (2) financial years (if any). 2. Should state clearly the identity of the company. Sampul muka. View on the prospects of the company’s business as established by the Board of Directors. Informasi posisi keuangan perusahaan dalam bentuk perbandingan selama 5 (lima) tahun buku atau sejak memulai usahanya jika perusahaan tersebut menjalankan kegiatan usahanya selama kurang dari 5 (lima) tahun. 2. Closing price. Jumlah ekuitas 8 The information includes: 1. Financial information in comparative form over a period of 5 financial years or since the commencement of business if the company has been running its business activities for less than 5 years. Harga saham terendah. 8 Information includes 5 financial ratios which are common and relevant to the company’s industry.

Includes among others: date/ year of establishment. Telp. meliputi nama dan jabatan. Organization structure. 3. Name 2. comparison between achievement of results and targets an challenges faced by the company. 258-259 Identity and brief curriculum vitae of the members of the Board of Directors. Pengalaman kerja Informasi memuat antara lain: 1. Company vision and mission. no. Jumlah karyawan untuk masing-masing tingkat pendidikan. Education 5. Includes the following items: 1. HALAMAN PAGE CRITERIA Board of Directors (BoD) Report. In chart. Ditandatangani seluruh anggota dewan komisaris dan anggota direksi dengan menyebutkan nama dan jabatannya 4. website. Title 3. 3. Penerapan tata kelola perusahaan yang baik yang telah dilaksanakan oleh perusahaan 4. Struktur Organisasi. atau: penjelasan tertulis dalam surat tersendiri dari anggota yang lain dalam hal tidak terdapat penjelasan tertulis dari yang bersangkutan. Penjelasan tertulis dalam surat tersendiri dari yang bersangkutan dalam hal terdapat anggota Dewan Komisaris atau direksi yang tidak menandatangani laporan tahunan. Jabatan (termasuk jabatan pada perusahaan atau lembaga lain) 3. 2. 3. Name and address of the company. Back Cover Corporate Profile 24. Age 4. perbandingan antara hasil yang dicapai dengan yang ditargetkan. Working experience 2 21 3 4 5 Bidang usaha. Informasi memuat antara lain: 1. Changes in the composition of the Board of Directors (if any). Title 3. 280 Signature of members of the Board of Directors and Board of Commissioners. 3. Business prospects. Informasi memuat antara lain nama dan alamat. Pengalaman kerja Informasi memuat antara lain: 1. 44-53 3 Tanda tangan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris. Name 2. Elaboration of corporate vision. EXPLANATION Includes the following items: 1. The number of employees for each level of education. zip code.email. Dalam bentuk bagan. Brief history of the company. Nama 2. email. kode pos. 2. 4. Pernyataan bahwa direksi dan dewan komisaris bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi laporan tahunan. dan kendala-kendala yang dihadapi perusahaan. Implementation of Good Corporate Governance by the company. Biaya yang telah dikeluarkan. 262-263 Name. nama. 2. stating their names and titles/positions. The information should include: 1. Nama 2. Signatures are set on a separate page. 94-101 Number of employees (comparative in two years) and description of competence building (for example: education and training of employees). Jabatan (termasuk jabatan pada perusahaan atau lembaga lain) 3. 2. The information should include: of BoD members 1. 4. 4.v. Pelatihan karyawan yang telah dilakukan dengan mencerminkan adanya persamaan kesempatan kepada seluruh karyawan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 271 NO. Memuat hal-hal sebagai berikut: 1. Prospek usaha 3. Elaboration of corporate mission. Expenses incurred. The number of employees for each level of the organization. position and brief c. 21-23 27 20 Line of business. Training of employees that has been and will be conducted whichreflecting equal opportunity for all employees. Mencakup visi dan misi perusahaan. Includes the types of products and or services produced. . Meliputi jenis produk dan atau jasa yang dihasilkan. Age 4. Statement that the Board of Directors and the Board of Commissioners are fully responsible for the accuracy of the annual report. no. Riwayat singkat perusahaan. A written explanation in a separate letter from each member of the Board of Commissioners or Board of Directors who refuses to sign the annual report. 2. 6 Identitas dan riwayat hidup singkat anggota Dewan Komisaris. Pendidikan 5. IV Profil Perusahaan 1 Nama dan alamat lengkap perusahaan. The information should include: 1. 2. Tanda tangan dituangkan pada lembaran tersendiri 2. Jumlah karyawan untuk masing-masing level organisasi. Perubahan komposisi dewan direksi (jika ada). Visi dan Misi Perusahaan. Includes information on name and address. 7 Identitas dan riwayat hidup singkat anggota direksi. 3. 4. encompassing among others strategic policies. Pendidikan 5. The company’s performance. Umur 4. 1. PENJELASAN Memuat hal-hal sebagai berikut: 1. Fax. or written explanation in a separate letter from the other members in the event that there is no written explanation provided by the said member. 2 KRITERIA Laporan Direksi. Umur 4. Education 5. name and change in the company name. Kinerja perusahaan mencakup antara lain kebijakan strategis. if any. Signed by all members of the Board of Commissioners and Board of Directors. dan perubahan nama perusahaan (jika ada). dan website Mencakup antara lain: tanggal/ tahun pendirian. telephone and/or facsimile. depicting names and positions. Working experience 8 Jumlah Karyawan (komparatif 2 tahun) dan deskripsi pengembangan kompetensinya (misal: aspek pendidikan dan pelatihan karyawan).

Jumlah periode Kantor Akuntan Publik telah melakukan audit laporan keuangan tahunan perusahaan. Perubahan jumlah saham dari awal pencatatan sampai dengan akhir tahun buku 4. Peringkat efek Informasi memuat antara lain: 1. 4. 4.272 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 NO. keuangan tahunan perusahaan 2. Jenis tindakan korporasi (corporate action) yang menyebabkan perubahan jumlah efek lainnya 3. 3. Period of validity 12 Kronologis pencatatan efek lainnya N. 34 Chronology of shares listing. Number of audit periods that the public accountant firm audited the financial statements of the company. Year of receiving the award. 3. Information on the field of business of the subsidiary or affiliatedcompany. PENJELASAN Mencakup antara lain: 1. Types of corporate action that caused changes in the number of securities. Name and address of the Public Accountants’ Office. Tahun perolehan 3. Explanation regarding the operational status of the subsidiary or affiliated company (already operating or not yet operating). Other service provided by the accountant in addition to financial audit. 9 KRITERIA Komposisi Pemegang saham. Perubahan jumlah efek lainnya dari awal pencatatan sampai dengan akhir tahun buku 4. 3. Pemegang saham masyarakat dengan kepemilikan saham masing-masing kurang dari 5%. Chronology of shares listing. Nama dan alamat perusahaan pemeringkat efek. The information contains. 5. Name of Stock Exchange where the company shares are listed Other securities listing chronology Includes among others: 1. 2. EXPLANATION Should include: 1. 3. Directors and Commissioners who own shares. both on a national scale and international scale. Informasi memuat antara lain: 1. Information should include: 1. Nama dan alamat BAE. Nama dan alamat Kantor Akuntan Publik. 3. 11 Kronologis pencatatan saham. Masa berlaku (untuk sertifikasi) 12-13 Reward and certification received by the company. The amount of audit fee. Badan pemberi penghargaan dan atau sertifikat 4. 3. Public shareholders having respective share ownership of less than 5%. 25-26 List of subsidiaries and/or affiliated companies. 4. Nama pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham 2. Jasa lain yang diberikan akuntan selain jasa financial audit. 3. Rating of the securities. 2. Name of Stock Exchange where the company’s other securities are listed. Direktur dan komisaris yang memiliki saham 3. Number of audit periods that the accountant audited the financial statements of the company. Name of the reward 2. Nama penghargaan dan atau sertifikat 2. Nama bursa dimana saham perusahaan dicatatkan Mencakup antara lain: 1. Keterangan status operasi perusahaan anak atau perusahaan asosiasi (telah beroperasi atau belum beroperasi) Mencakup antara lain: 1. Nama Bursa dimana efek lainnya perusahaan dicatatkan 5. The information should contain: 1. 16 Nama dan alamat anak perusahaan dan atau kantor cabang atau kantor perwakilan (jika ada) 24-25 Name and address of subsidiaries or branches or representative offices (if any) . 26 Name & address of capital market institutions and professionals 14 Akuntan Perseroan 221-222 Company’s accountant 15 Penghargaan dan atau sertifikasi yang diterima perusahaan baik yang berskala nasional maupun internasional Informasi memuat antara lain: 1. Changes in the number of securities from the initial listing up to the end of the financial year.A 13 Nama dan alamat lembaga dan atau profesi penunjang pasar modal. Includes among others: 1. Changes in the number of shares from the beginning of listing up to the end of the financial year. 2. 4. Name of subsidiaries/ affiliated companies. % Kepemilikan saham 3. 2. HALAMAN PAGE CRITERIA Composition of shareholders. 4. Kronologis pencatatan saham 2. Nama Anak Perusahaan/ Perusahaan Asosiasi 2. Types of corporate action that caused changes in the number of shares. Kronologis pencatatan efek lainnya 2. Name and address of the securities rating company. Keterangan tentang bidang usaha anak perusahaan atau perusahaan asosiasi 4. Jumlah periode akuntan telah melakukan audit laporan. Besarnya fee audit. among others: 1. Percentage of share ownership 3. Names of shareholders having 5% or more shares 2. The information should contain: 1. 2. Jenis tindakan korporasi (corporate action) yang menyebabkan perubahan jumlah saham 3. 3. Institution presenting the award 4. 35-36 10 Daftar Anak Perusahaan dan atau Perusahaan Asosiasi. Chronology of other securities listing 2. Name and address of BAE. Informasi memuat antara lain: 1.

Explanation on : 1. 2. Solvency. and or the existence of new products or services. Collectibility. Beban usaha. 2. Uraian tentang komponenkomponen substansial dari pendapatan dan beban lainnya. Struktur modal (capital structure). Explanation on: 1. among others concerning: 1. 4. Notes: If there is no such event. Source of funds expected to fulfill the said ties.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 273 NO. 3. 145-146 Discussion and analysis of debt service capacity and collection probability rate 4 Penjelasan atas: 1. Amount of increase/ decrease of net sales/ revenues 2. agar diungkapkan Penjelasan mengenai: 1. Net profit/loss. Current assets. Laba/Rugi bersih HALAMAN PAGE CRITERIA Review of business operations per segment EXPLANATION Contains description of: 1. untuk dapat mengetahui hasil usaha perusahaan. 5. The purpose of such ties. 3. then an explanation should be included concerning the extent that such changes can be linked to. Solvability 5 147-148 155 Material commitment in capital expenditure Explanation on: 1. 4. Jika laporan keuangan mengungkapkan peningkatan atau penurunan yang material dari penjualan/pendapatan bersih. Bahasan tentang struktur modal (capital structure). dan jumlah kewajiban. Langkah-langkah yang direncanakan perusahaan untuk melindungi risiko dari posisi mata uang asing yang terkait Catatan: apabila perusahaan tidak mempunyai ikatan terkait investasi barang modal. capital structure policies. Sumber dana yang diharapkan untuk memenuhi ikatan-ikatan tersebut 3. agar diungkapkan Penjelasan mengenai: 1. Kejadian yang sifatnya luar biasa dan jarang terjadi 2. the amount of goods or services sold. this should be disclosed Explanation on: 1. kebijakan manajemen atas struktur modal (capital structure policies). . 2. Current liabilities. dan jumlah aset. 5. Mata uang yang menjadi denominasi 4. 129 Management Discussion and Analysis. 2. dan atau adanya produk atau jasa baru 154-155 Discussion and analysis of subsequent extraordinary events. Increase/decrease in production capacity in each business segment An analysis of the financial performance which includes a comparison between the financial performance of the current year and that of the previous year (in the form of naration and tables). Analisa dan Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan. Capital structure policies. Besaran peningkatan/penurunan penjualan atau pendapatan bersih 2. Explanation on: 1. Tingkat kolektibilitas piutang. Aset lancar. Explanation includes: 1. Information of any extraordinary event. kewajiban tidak lancar. maka wajib disertai dengan bahasan tentang sejauh mana perubahan tersebut dapat dikaitkan antara lain dengan. 130-142 Financial performance 3 Bahasan dan analisis tentang kemampuan membayar hutang dan tingkat kolektibilitas piutang Perseroan. Tingkat solvabilitas perusahaan Penjelasan tentang: 1. Penjualan/pendapatan usaha. Penjelasan mengenai: 1. 3. noncurrent liabilities. and amount of assets. Tujuan dari ikatan tersebut 2. Komponen substansial dari pendapatan lainnya. Sales/income from business. 4. dan atau adanya produk atau jasa baru 146-147 Discussion on capital structure. 4. 2. non-current assets. Peningkatan/penurunan kapasitas produksi. Dampaknya terhadap kondisi keuangan perusahaan Catatan: apabila tidak ada kejadian yang sifatnya luar biasa dan jarang terjadi. and solvability. 2 Uraian atas kinerja keuangan Perusahaan. Kebijakan manajemen atas struktur modal (capital structure policies). 2. 115. Komponen substansial dari beban lainnya. Kewajiban lancar. 2. antara lain mengenai: 1. Capital structure 2. Profitabilitas. Peningkatan/penurunan material dari penjualan atau pendapatan bersih dikaitkan dengan jumlah barang atau jasa yang dijual. 3. Currency of denomination. Produksi/kegiatan usaha. dan tingkat solvabilitas perusahaan Bahasan mengenai ikatan yang material untuk investasi barang modal Penjelasan tentang: 1. 6 Bahasan dan analisis tentang informasi keuangan yang telah dilaporkan yang mengandung kejadian yang sifatnya luar biasa dan jarang terjadi. 2. Substantial Component of other Expenses. 2. Impact on the Comapny’s finance. Kemampuan membayar utang. Penjualan/pendapatan usaha. Substantial component of other Income. Material increase/decrease on the Sales or Net Income related to the amount of goods or services sold and or the existence of new products or services 7 115-117 137-142 Substantial components of other income and expense affecting business result 8 115-117 If the financial statement discloses a material increase or decrease in the sales or net income. Production/line of business 2. jumlah barang atau jasa yang dijual. Steps taken by the company to protect the position of related foreign currency against risks. 3. among others. 3. 2. V 1 KRITERIA Tinjauan operasi per segmen usaha PENJELASAN Memuat uraian mengenai 1. untuk masing-masing segmen usaha Analisis kinerja keuangan yang mencakup perbandingan antara kinerja keuangan tahun yang bersangkutan dengan tahun sebelumnya (dalam bentuk narasi dan tabel). Sales/Operating Income 4. Profitability. 3. and amount of liabilities. aset tidak lancar. Overhead cost.

debt/capital restructuring. Balance 5. Notes: if there is no changes in Government regulation which significantly impacted the Company. agar diungkapkan Memuat uraian mengenai: 1. Notes: If there is no important events after the date of the Accountant’s report. Source of fund. Realisasi transaksi pada periode berjalan. among others concerning investment. 16 Informasi transaksi material yang mengandung benturan kepentingan dan/ atau transaksi dengan pihak afiliasi. The parties involved in the transactions. general economic condition and international market. Rincian penggunaan dana. if company has been operational less than two years EXPLANATION Is this disclosed or not 124-125 10 Informasi dan fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan akuntan Uraian kejadian penting setelah tanggal laporan akuntan termasuk dampaknya terhadap kinerja dan risiko usaha di masa mendatang. ekonomi secara umum dan pasar internasional serta dapat disertai data pendukung kuantitatif jika ada sumber data yang layak dipercaya Uraian tentang pemasaran atas produk dan jasa perusahaan. agar diungkapkan Uraian memuat antara lain: perubahan kebijakan akuntansi. Penjelasan mengenai kewajaran transaksi. 4. if any. Saldo dana. Details of budget plan 4. Nama pihak yang bertransaksi. with supporting quantitative data from reliable sources. Jumlah dividen 2. Notes: if there are no such transactions this should be disclosed Description should include changes in Government regulation and impact on the Company. expansion. Tujuan dilakukannya transaksi.156 Changes in laws and regulations significantly affecting the company 17 Uraian mengenai perubahan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh signifikan terhadap perusahaan 159-162 Description on changes in laws and regulations having significant effects on the company. 4. Catatan: apabila tidak mempunyai transaksi dimaksud. ekspansi. akuisisi atau restrukturisasi hutang/modal. jika baru memulai usahanya kurang dari 2 (dua) tahun PENJELASAN Ada atau tidak ada pengungkapan HALAMAN PAGE CRITERIA Effect of price change on net sales or income and operating profit for the last two years or since commencement date. this should be disclosed with reasons Contains information on: 1. Payout ratio untuk masingmasing tahun Catatan: apabila tidak ada pembagian dividen. 3. 154. Tanggal persetujuan RUPS atas perubahan penggunaan dana (jika ada) Memuat uraian mengenai: 1. Catatan: apabila tidak ada kejadian penting setelah tanggal laporan akuntan. agar diungkapkan Uraian memuat antara lain: perubahan peraturan perundangundangan dan dampaknya terhadap perusahaan. . 13 Pernyataan mengenai kebijakan dividen dan jumlah dividen kas per saham dan jumlah dividen per tahun yang diumumkan atau dibayar selama 2 (dua) tahun buku terakhir 122-124 Marketing aspects. Dividend per share 3. Notes: if there are no such transactions this should be disclosed Includes information on: 1. 18 Uraian mengenai perubahan kebijakan akuntansi 162-163 Description of changes in the accounting policy. divestment. Uraian mengenai prospek perusahaan sehubungan dengan industri. Catatan: apabila tidak terdapat perubahan peraturan perundangundangan yang berpengaruh signifikan. The purpose of transactions 2. Transaction value or number of transaction. Catatan: apabila tidak mempunyai transaksi dimaksud. Sumber dana. Total perolehan dana. 3. Date of General Meeting of Shareholder stipulating the change in the budget plan (if any) Includes information on: 1. Amount of dividend 2. 12 Uraian tentang aspek pemasaran.A 15 Informasi material mengenai investasi. 9 KRITERIA Bahasan tentang dampak perubahan harga terhadap penjualan/pendapatan bersih perusahaan serta laba operasi perusahaan selama 2 (dua) tahun atau sejak perusahaan memulai usahanya. 11 Uraian tentang prospek usaha perusahaan. Nilai transaksi atau jumlah yg direstrukturisasi. Marketing of products and services. Budget plan 3. 2. alasan dan dampaknya terhadap laporan keuangan 104-114 Business prospects. Nature of affiliation. rationale and impact on the financial statement. this should be disclosed Business prospects in relation to industry. Rencana penggunaan dana. Description should include among others: any revision to accounting policies. 3.274 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 NO. dan 5. 3. 3. covering market share of the company Includes the explanation of: 1. 4. acquisition. 2. agar diungkapkan alasan tidak membagikan dividen Memuat uraian mengenai: 1. 2. Source of fund. antara lain meliputi pangsa pasar Memuat uraian mengenai: 1. Sifat hubungan afiliasi. 37 Statement regarding the dividend policy and the date and amount of cash dividend per share and amount of dividend per year as announced or paid during the past two (2) years. agar diungkapkan 163 Material information and fact subsequent to accountant report date. Payout ratio for each year Notes: If the Company did not distribute dividend to shareholders. Explanation on fairness of transaction. this should be disclosed. divestasi. 56-67 155-156 Material information. Description of important events after the date of the Accountant’s report including their effects on the Coampany’s performance and business risk in the future. Application of public offering proceeds 14 Realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum (dalam hal perusahaan masih diwajibkan menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana) N. Jumlah dividen per saham 3. 2. Total funds obtained 2.

and brief curriculum vitae of the members of the Audit Committee. and brief curriculum vitae of the members of the remuneration Committee. 1. Nama. 3. Uraian tugas dan tanggung jawab. jabatan. Frequency of meetings and the attendance of the Audit Committee. Activities carried out by the other Committee. 1. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran komite lain 266-267. Name. 1. 198-199 3 Komite Audit Mencakup antara lain: 1. 4. Mencakup antara lain: 1. and brief curriculum vitae of the members of the Remuneration and Nomination Committee. . 4. of Directors in regards with 2. Independence of the members of the other Committee. Independensi anggota komite lain 3. Independence of the members of the Audit Committee. Uraian pelaksanaan kegiatan komite remunerasi. Uraian tugas dan tanggung jawab. 2. 6. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran komite nominasi 266-267. 5. Independensi anggota komite remunerasi. Disclosing the procedure for determining. title. Disclosing the procedure for determining. 3. Pengungkapan prosedur penetapan remunerasi 3. Description of the tasks implemented by the Board of Commissioners. Ruang lingkup pekerjaan dan tanggung jawab masing-masing anggota Direksi. 2. Activities carried out by the Remuneration and Nomination Committee. 208-212 Remuneration Committee 6 Komite-komite lain di bawah dewan komisaris yang dimiliki oleh perusahaan 268-269. Independence of the members of the Remuneration and Nomination Committee. Name. 212-214 Other Committees 7 Uraian mengenai kebijakan penetapan remunerasi bagi Direksi yang dikaitkan dengan kinerja perusahaan. 194-195 1. 5. VI 1 KRITERIA Uraian Dewan Komisaris PENJELASAN Uraian memuat antara lain: 1. 3. Mencakup antara lain: 1. Prosedur penetapan remunerasi tertuang dalam SOP. 200-204 Audit Committee 4 Komite Nominasi Mencakup antara lain: 1. Frekuensi pertemuan 5. Frequency of meetings and the attendance of the Remuneration and Nomination Committee. title. Frequency of meetings and the other Committee. Amount of remuneration paid to each member of Board of Commissioners 4. Frekuensi pertemuan 5. Procedure for the determination Description of policy on of the remuneration is included the stipulation for the in the standard operating remuneration of the Board procedure. 2. dan riwayat hidup singkat anggota komite remunerasi. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran komite audit 4. 1. and the amount of remuneration for the members of the Board of Commissioners. and the amount of remuneration for the members of the Board of Commissioners. Nama. 3. 205-208. 208-212 Nomination Committee 5 Komite Remunerasi Mencakup antara lain: 1. 5. Uraian pelaksanaan kegiatan komite nominasi 5. 5. 2. Tingkat kehadiran dewan komisaris dalam pertemuan HALAMAN PAGE CRITERIA Corporate Governance Elaboration by BoC EXPLANATION 1. Training programs for improving the competence of the Board of Directors. Indicators to measure the BOD the company’s performance. Uraian pelaksanaan tugas Dewan Komisaris 2. 2. 2. 4. 3. Description of the tasks and responsibilities. 5. Name. Indikator kinerja untuk mengukur performance Direksi yang dikaitkan dengan remunerasi. 3. 4. Description of tasks and responsibilities. 3. Uraian tugas dan tanggung jawab. Independensi anggota komite audit 265.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 275 NO. Brief report on the activities carried out by the Audit Committee. Nama. jabatan. 4. Activities carried out by the remuneration Committee. 5. Tata Kelola Perusahaan 179-189 182-184 2 Uraian Direksi Uraian memuat antara lain: 1. 4. Tingkat kehadiran anggota direksi dalam pertemuan 6. Frequency of meetings and the attendance of the remuneration Committee. 5. 4. performance. Frequency of meetings. dan riwayat hidup singkat anggota komite lain 2. Attendance of the Board of Directors in the meetings. 2. Laporan singkat pelaksanaan kegiatan komite audit 5. Description of the tasks and responsibilities. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran komite remunerasi. jabatan. Besarnya remunerasi untuk setiap anggota dewan komisaris. 4. Frequency of meetings. dan riwayat hidup singkat anggota komite nominasi 2. jabatan. and brief curriculum vitae of the members of the other Committee. Program pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi direksi 189-199 194-195 Information on the Board of Directors. dan riwayat hidup singkat anggota komite audit 2. title. Independensi anggota komite nominasi 3. Independence of the members of the remuneration Committee. title. Description of the tasks and responsibilities. Besarnya remunerasi untuk setiap anggota direksi. Scope of work and responsibility of each member of the Board of Directors. 2. Name. Attendance of the Board of Commissioners in the meetings 1. Pengungkapan prosedur penetapan remunerasi 3. Nama. Uraian tugas dan tanggung jawab. Amount of remuneration paid to each member of Board of Directors 4. 4. 3. 2. Uraian pelaksanaan kegiatan komite lain 5.

2. Certification to Environment management. Mitra Usaha binaan Perusahaan 2. 234 Information regarding whistleblowing system. bulletin. 4. Keberadaan whistleblowing system 2. Keberadaan code of conduct 2. Name and brief c. Customer Contact Center. Aktivitas pengelolaan lingkungan 3. Upaya untuk mengelola risiko tersebut HALAMAN PAGE CRITERIA Description of tasks and function of the Corporate Secretary. mass media. Tingkat penyelesaian pengaduan yang diterima 4. Sertifikasi atas pengelolaan lingkungan 4. through website. 14 Perkara penting yang sedang dihadapi oleh perusahaan. 264 215-219 9 Uraian mengenai unit audit internal 264 219-221 Description of the company’s Internal Audit Unit. 15 Akses informasi dan data perusahaan. particularly on environmental activities. Elaboration on Internal Audit Charter 3. 2. Aktivitas pelestarian lingkungan 2. Statement concerning the corporate culture. 10 Uraian mengenai manajemen risiko perusahaan 68-72 Risk Management 11 Uraian mengenai komitmen Mencakup antara lain informasi perusahaan terhadap tentang: perlindungan konsumen 1. 2. Status penyelesaian perkara/ gugatan 3. etc. Program pengembangan pendidikan/perbaikan kesehatan/ pengembangan seni budaya dan lainnya 3. 237-239 Important cases involving the Company. 3. Nama ketua unit audit internal 2. Description of the tasks performed by the Corporate Secretary. 16 Etika Perusahaan. Description on the response act on towards the customer’s complaints. Kualifikasi/sertifikasi sebagai profesi audit internal 3. 2. Note: if there is no cases / litigation involving the Company. Name and brief history of the Corporate Secretary. Uraian mengenai tindak lanjut terhadap pengaduan 3. persaingan usaha. Expenses incurred. 17 Pengungkapan mengenai whistleblowing system. Supervised Business Partner. 13 Uraian mengenai aktivitas dan biaya yang dikeluarkan berkaitan dengan tanggung jawab sosial perusahaan terutama aktivitas lingkungan. Includes among others: 1. this should be include. 4. Biaya yang telah dikeluarkan Mencakup antara lain: 1. Direksi dan anggota dewan Komisaris yang menjabat pada periode laporan tahunan. buletin dan sebagainya Memuat uraian antara lain: 1. Uraian pelaksanaan tugas Menguraikan antara lain: 1. Pernyataan mengenai budaya perusahaan (corporate culture) yang dimiliki perusahaan Memuat uraian antara lain: 1. 3. whistleblowing system. 25 Access to corporate data and information. business competition. Information includes among others: 1. Keberadaan piagam unit audit internal 5. Mencakup antara lain informasi tentang: 1. Uraian pelaksanaan tugas sekretaris perusahaan Mencakup antara lain: 1. agar diungkapkan Uraian mengenai tersedianya akses informasi dan data perusahaan kepada publik. Potential impacts on the financial condition of the company. 2. Response level of the received complaints. Content of the Code of Conduct. Material of the case/claim. 2.v. Performance of activities 5. Environment management activity. raw material supply. Information includes: 1. Elaboration on availability of public access to corporate data and information. Duty and responsibility 4. Includes information: 1. 3. The existence of whistleblowing system. 4. Biaya yang telah dikeluarkan Mencakup antara lain informasi tentang: 1. Information includes among others: 1. Case status. Mekanisme whistleblowing system 3. Report on the existence of Internal Audit Unit 2. 122-124. Keberadaan Pusat Pengaduan Konsumen 2. Expenses incurred. 3. Isi code of conduct 3. pasokan bahan baku. Distribution of the Code of Conduct to the employees and efforts to uphold the Code. 120-121 Corporate social responsibility activities and costs particularly related to company commitment towards consumer protection 242-249 Corporate social responsibility activities and costs particularly related to community development program conducted 78-88 Description on the activities and expenses incurred related to corporate social responsibility. Penggunaan dan output whistleblowing system 251. dan kebijakan pemerintah) 2.276 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 NO. Educational/health improvement/culture development program. Penjelasan mengenai risikorisiko yang dihadapi perusahaan (misalnya risiko yang disebabkan oleh fluktuasi kurs atau suku bunga. Struktur atau kedudukan unit audit internal 4. 8 KRITERIA Uraian tugas dan fungsi Sekretaris Perusahaan PENJELASAN Mencakup antara lain: 1. Penyebaran code of conduct kepada karyawan dan upaya penegakannya 4. The mechanism of whistleblowing system 3. 170-171 228. mailing list. 2. media massa. Program to improve customer excellence. ketentuan negara lain atau peraturan internasional. The use and output. Efforts to manage such risks Includes among others: 1. current members of the Board of Directors and Board of Commissioners. Pengaruhnya terhadap kondisi keuangan perusahaan Catatan: dalam hal tidak berperkara. other countries’ policy or international regulations and government policy) 2. 3. misalnya melalui website. EXPLANATION Includes among others: 1. Preserving environment activity. The existence of the Code of Conduct. Includes information on: 1. mailing list. Pokok perkara/gugatan 2. . Nama dan riwayat jabatan singkat sekretaris perusahaan 2. Risks facing the company (foreign exchange & interest rate fluctuation. of Head of Internal Audit Unit Includes among others: 1. 225 Code of Ethics. Program peningkatan layanan kepada konsumen 12 Uraian mengenai aktivitas dan biaya yang dikeluarkan berkaitan dengan tanggung jawab sosial perusahaan terutama mengenai ”community development program” yang telah dilakukan.

Laporan perubahan ekuitas 4. employee. Description on the use of accounting policy between fair value model and cost model. Notes to the financial statement. 4. Uraian mengenai kebijakan akuntansi yang dipilih antara model nilai wajar dan model biaya 2. Profit loss statement. karyawan. Sewa Hal-hal yang harus diungkapkan antara lain: 1. No. 3.11 tentang Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan HALAMAN PAGE CRITERIA Financial Information Statement of Board of Directors regarding its responsibility of financial statement. Pemisahan penyajian antara penerimaan kas dan atau pengeluaran kas kepada pelanggan (customer). 3. Name and signature. investasi. Penyajian penambahan dan pembayaran hutang jangka panjang serta dividen pada aktivitas pendanaan Meliputi sekurang-kurangnya: 1. 2. Apabila tidak ada penilaian seperti itu. 5. Date of the audit report. Laporan laba rugi 3. 322-323 Related party transactions Information should disclose: 1. 2. 5. Apakah penentuan nilai wajar properti investasi didasarkan atas penilaian oleh penilai independen. 5. Nama & tanda tangan 2. Pengelompokan dalam tiga kategori aktivitas: aktivitas operasi.G. Contains all elements of the financial statement: 1. 298-317 Summary of Accounting Policy.G. Pengungkapan aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas 4. Presenting the addition and payment of long-term debt as well as dividend in funding. 4 Laporan keuangan yang lengkap. investment and funding.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 277 NO. dan pendanaan 2. 3. Includes at least: 1. 2. . 7 Ikhtisar Kebijakan Akuntansi. pemasok. Penggunaan metode langsung (direct method) untuk melaporkan arus kas dari aktivitas operasi 3. Balance sheet. 2. Rekonsiliasi nilai tercatat properti investasi pada awal dan akhir periode 5. ijin KAP (if any). 5. Konsep dasar penyajian laporan keuangan 2. Description of independent auditor in accountant’s opinion. 2. 3. 6 290 Presentation of cash flow report. hal tersebut harus diungkapkan 4. Description of the gain/loss from operations of current year compare to that of previous year. Inventory. Meets the following provisions: 1. beban operasi langsung. Assessment for investment. Catatan atas laporan keuangan Perbandingan laba/rugi usaha tahun berjalan dengan tahun sebelumnya Memenuhi ketentuan sebagai berikut: 1. ijin KAP dan nomor ijin Akuntan Publik Memuat secara lengkap unsurunsur laporan keuangan. Accountant’s opinion on financial statement. 1 KRITERIA Surat Pernyataan Direksi tentang Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan. VIII. 4. direct operation expense and commulative changes in fair value). this should be disclosed. Pengakuan pendapatan dan beban 3. PENJELASAN Kesesuaian dengan peraturan Bapepam-LK No. KAP license number (if any). Deskripsi Auditor Independen di Opini. Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi yang berasal dari properti investasi (penghasilan rental. EXPLANATION In conformity with Bapepam regulation No. Cash flow report. yakni: 1. 5 Perbandingan tingkat profitabilitas. Reconciliation of recorded value of investment property at the beginning and the ending of period. Laporan arus kas 5. 4. supplier. Disclosing activities that do not influence the cash flow. Metode dan asumsi signifikan yang diterapkan dalam menentukan nilai wajar dari properti investasi 3. Independent appraisal for the Company’s determination of investment property: if there is no such report. Persediaan 5. Tanggal Laporan Audit 3. Recognition of income and overhead. Neraca 2. Separating the presentation between cash receipt and or cash expended to the customer. Penyajian Laporan Arus Kas. 8 Pengungkapan yang berhubungan dengan properti investasi. Basic concept in presenting a financial statement. perubahan kumulatif dalam nilai wajar) 284 The description contains: 1. Leasing.11 on BoD Responsibility of Financial Statement VII Informasi Keuangan 282-283 2 3 284 Deskripsi memuat tentang: 1. dan pembayaran pajak selama tahun berjalan pada aktivitas operasi 5. Penilaian investasi (penyertaan pada entitas lain) 4. VIII. Significant method and assumption applied to determine fair value of the investment property. Amount recognized in net income statement from investment property (rental income. No. and payment of taxes during the current year for operational activities. 4. 288 Comparison of profitability. The use of direct method to report cash flow and operation activities. Group into three categories of activity: operational activity. Opini auditor independen atas laporan keuangan. 3. Equity statement. 286-369 Full financial statement.

Reconciliation of total carrying amount at the beginning and end period for each asset category that reported: additional. rugi penurunan nilai. EXPLANATION Information that should be disclosed other type and total of tax obligation 1. dan jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakui pada laporan laba rugi apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari jumlah aset atau kewajiban pajak tangguhan yang diakui pada neraca. atau perubahan lain. Description regarding accounting policy used betwen the revaluation model and cost model 3. selisih nilai tukar neto. Significant method and assumption used to estimate fair value of fixed asets or information regarding fair value of fixed assets (model revaluation) atau pengungkapan nilai wajar aset tetap (model biaya) 4. Nilai wajar tiap kelompok instrumen keuangan 4. dan 2. credit risk. and amount of charge (income) of deferred tax acknowledged in the profit loss statement if the said amount is not evident in the asset or liability of deferred tax acknowledged in the balance sheet. Pernyataan bahwa Laba Kena Pajak (LKP) hasil rekonsiliasi menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan. merger. Information should disclose: 1. Fiscal reconciliation and calculation of current tax. Rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini 3. 2. Total carrying amount and accumulated depreciation at the beginning and end of period for each asset category 5. or other changes involved. 2. kondisi dan kebijakan akuntansi untuk setiap kelompok instrumen keuangan 2. Reconciliation between tax charge (income) and the result of multiplying the accounting profit with the current rate and disclosing the basis for calculating the tax rate. 5. Klasifikasi instrumen keuangan 3. Disclosure should include: 1. revaluation. Hal-hal yang harus diungkapkan: 1. Classes of Financial Instrument 3. Information that should be disclosed: 1. Details of the assets and liabilities in deferred tax presented in the balance sheet in each period of presentation. Depreciation method used 2. Penjelasan mengenai standar akuntansi keuangan dan peraturan baru yang diterapkan dan mempengaruhi aktivitas perusahaan. yang menunjukkan: penambahan. Impact of the financial accounting standard and the new regulations. currency rate exchange. liquidity risk 5. Hal-hal yang harus diungkapkan: 1. Explanation on the implemented financial accounting standard and new regulations which gave impact to the company’s activities. 4. penyusutan. 9 KRITERIA Pengungkapan yang berhubungan dengan Perpajakan PENJELASAN Hal-hal yang harus diungkapkan selain Jenis dan Jumlah Hutang Pajak 1. Persyaratan. Metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar aset tetap (model revaluasi) atau pengungkapan nilai wajar aset tetap (model biaya) 4. Pengungkapan ada atau tidak ada sengketa pajak Hal-hal yang harus diungkapkan: 1. depreciation. Disclosure of whether or not there is a tax dispute.278 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 NO. Metode penyusutan yang digunakan 2. 5. 4. Jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan pada awal dan akhir periode untuk tiap kelompok aset tetap 5. Requirement. penggabungan usaha. Objectives and policy of financial risk management 329-333 10 Pengungkapan yang berhubungan dengan Aset Tetap 324-326 Assets and liabilities in foreign currency 11 Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan Lainnya 368-369 Update of the financial accounting standard and other regulations 12 Pengungkapan yang berhubungan dengan Instrumen Keuangan 301-305 Disclosure of Financial Instrument . aset yang diklasifikasi sebagai tersedia untuk dijual/kelompok lepasan. impairment. and accounting policy for each financial instrument category 2. available for sale. Penjelasan risiko yang terkait dengan instrumen keuangan: risiko pasar. risiko kredit dan risiko likuiditas 5. 2. revaluasi. Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode untuk tiap kelompok aset. Fair value of Financial Instrument 4. Statement that the amount of Taxable Profit as calculated through reconciliation is in accordance with the Tax Return. Dampak penerapan standar akuntansi keuangan dan peraturan baru tersebut. 3. condition. Description on risk related to Financial Instrument: market risk. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangannya HALAMAN PAGE CRITERIA Disclosure related to tax issues. Uraian mengenai kebijakan akuntansi yang dipilih antara model revaluasi dan model biaya 3. Rekonsiliasi antara beban (penghasilan) pajak dengan hasil perkalian laba akuntansi dengan tarif yang berlaku dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku. Rincian aset dan kewajiban pajak tangguhan yang disajikan pada neraca untuk setiap periode penyajian.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 279 Pernyataan Dewan Komisaris dan Direksi Statement of the Board of Commissioners and Directors .

K.280 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 DATA PERSEROAN Pernyataan Dewan Komisaris dan Direksi Statement of the Board of Commissioners and Directors Sesuai dengan Undang-Undang No. DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS Dr.X. MHum. SE. Abdul Latief Baky. the Board of Commissioners and Directors of PT Bukit Asam (Persero) Tbk.K. and Capital Market Supervisory Board Regulation No. Umiyatun Hayati Triastuti. dengan ini kami. 40/2007. In accordance with Corporate Law no. FIQ Komisaris Independen Independent Commissioner DIREKSI BOARD OF DIRECTORS Ir. Milawarma M. we. Drs. MSc Komisaris Commissioner Dr. Thamrin Sihite. Dewan Komisaris dan Direksi PT Bukit Asam (Persero) Tbk. hereby state that we have approved and are fully responsible for the validity of the Company’s 2010 Annual Report.6 on Annual Report Submission Requirements for Public Companies. Ir. Eng Direktur Operasi/Produksi Operation/Production Director Ir. menyatakan telah menyetujui dan bertanggung-jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2010. MSc. Heri Supriyanto Direktur Pengembangan Usaha Business Development Director Ir. Mahbub Iskandar Direktur SDM & Umum General Affairs & HRD Director .40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas pasal 67 dan Peraturan Bapepam No. X. Supriyadi Komisaris Utama President Commissioner Ir. MSc Direktur Keuangan Finance Director Ir. ME Komisaris Commissioner Suranto Soemarsono. The Company’s Annual Report contains the Board of Commissioners’ Monitoring Report and Consolidated Financial Statement for the years ending 31 December 2010 and 2009. Laporan Tahunan ini juga memuat Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris dan Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. Tiendas Mangeka Direktur Niaga Commerce Director Dono Boestami. Chapter 67.6 tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Tahunan bagi Emiten atau Perusahaan Publik. MA Komisaris Independen Independent Commissioner Ir. Sukrisno Direktur Utama President Director Ir.

CORPORATE DATA PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 281 Laporan Keuangan Financial Statements .

282 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 283 .

284 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 .

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 285 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/ CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DESEMBER/DECEMBER 2010 DAN/AND 2009 .

498 pada tahun 2009) Beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan.422 99. bersih Aset keuangan yang tersedia untuk dijual Aset lancar lainnya Jumlah aset lancar ASET TIDAK LANCAR Investasi pada perusahaan asosiasi Properti pertambangan.053 30.054.5.005 327.600 6.Pihak ketiga .730 1.578 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements .391 2h.063 921.723 in 2010 and Rp 1.723 pada tahun 2010 dan Rp 1.560 316.746 8.138 in 2009) Third parties Related parties Inventories. bersih Aset pajak tangguhan.054.286 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 1/1 Schedule NERACA KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.107 1.4 CONSOLIDATED BALANCE SHEETS AS AT 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.10 122.083 pada tahun 2010 dan Rp 48. kecuali nilai nominal dan data saham) 2010 ASET LANCAR Kas dan setara kas Piutang usaha (setelah dikurangi penyisihan penurunan nilai sebesar Rp 37.709.699 2l. net Other non-current assets Total non-current assets TOTAL ASSETS 382.498 in 2009) Deferred exploration and development expenditures.783.901 158. net Available for sale financial asset Other current assets Total current assets NON-CURRENT ASSETS Investments in associates Mining properties.187 8.9 2o. except par value and share data) 2009 4.620 199.542 2d.054.083 in 2010 and Rp 48.075 Catatan/ Notes 2a.063.920 614.588 2.088. net Deferred tax assets.088.295.072 57.258 423.927 6.15d 446.11 2j.953 266.12 2q.722.076.979 187.729 409.29 2e.754 246.Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Persediaan. bersih Aset tetap (setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 1.590 250.678 71.104 CURRENT ASSETS Cash and cash equivalents Trade receivables (net of provision for impairment of Rp 37.645.138 pada tahun 2009) .5 2d.078.7 8 6 441. net Fixed assets (net of accumulated depreciation of Rp 1. bersih Aset tidak lancar lainnya Jumlah aset tidak lancar JUMLAH ASET 5.

072 308 1.578 Share capital Authorised 1 preferred share and 7.13 53.281.849 lembar saham biasa pada tahun 2010 dan 2009.832 2.Lainnya Jumlah kewajiban jangka panjang JUMLAH KEWAJIBAN HAK MINORITAS EKUITAS Modal saham Modal dasar 1 lembar saham preferen dan 7.Penyisihan reklamasi lingkungan dan penutupan tambang .846.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 287 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 1/2 Schedule NERACA KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.372 8.19a 2k.695 2.999.230 13.999. bersih Keuntungan yang belum direalisasi dari aset keuangan yang tersedia untuk dijual Saldo laba .209 57.Penyisihan imbalan kerja .Belum ditentukan penggunaannya Jumlah ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 174.152.723 2.15b 13.304. net Unrealised gain from available for sale financial asset Retained earnings Appropriated Unappropriated Total equity TOTAL LIABILITIES AND EQUITY Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements .29 748.133.17 151.13.722.343 959.521 69.093 2n.849 ordinary shares in 2010 and 2009.369 431. dengan nilai nominal Rp 500 per lembar saham pada tahun 2010 dan 2009 Tambahan modal disetor.999 ordinary shares in 2010 and 2009.131.736 8.Penyisihan reklamasi lingkungan dan penutupan tambang .147.999 lembar saham biasa pada tahun 2010 dan 2009.304.235 14 197.999. with par value of Rp 500 per share in 2010 and 2009 Additional paid-in capital.485 1.858 7.840 1.294 18 37.Pihak ketiga .335.078.066 30.17 23.Telah ditentukan penggunaannya .944.728 2k.512 2b.908 1.131.126 5.422 3.699 20 21 8 23 1.828 1.266 759.923 6.16 2r.500 3.380.292.478 1. issued and fully paid 1 preferred share and 2.999.740 84.152.574.451 74.063 2n.115 789.466 Catatan/ Notes CONSOLIDATED BALANCE SHEETS AS AT 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. except par value and share data) 2009 CURRENT LIABILITIES Trade payables Third parties Related parties Accrued expenses Taxes payable Short-term bank loan Current maturities of long-term liabilities Provision for environmental reclamation and mine closure Provision for employee benefits Other current liabilities Total current liabilities LONG-TERM LIABILITIES Long-term liabilities net of current portion Provision for environmental reclamation and mine closure Provision for environmental Others Total long-term liabilities TOTAL LIABILITIES MINORITY INTEREST EQUITY 70.982 4.792 774 911.Penyisihan imbalan kerja Kewajiban lancar lainnya Jumlah kewajiban lancar KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Kewajiban jangka panjang setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun .485 1.366.025 8.066 30. modal ditempatkan dan disetor penuh 1 lembar saham preferen dan 2.16 2r. kecuali nilai nominal dan data saham) 2010 KEWAJIBAN LANCAR Hutang usaha .836 2q.Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Biaya yang masih harus dibayar Hutang pajak Pinjaman bank jangka pendek Bagian kewajiban jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun .701.

26 2p.25 2p 2p.953) (1.759) (21.039 (3.334) (6.154 (4.998.529) (659.592 301.133) (1.288 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 2 Schedule LAPORAN LABA-RUGI KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.727.104.258.166 (663.891 872 2u.352) (1.762. kecuali laba bersih per saham) 2010 Penjualan Harga pokok penjualan Laba kotor Beban usaha Umum dan administrasi Penjualan dan pemasaran Eksplorasi Jumlah beban usaha Laba usaha Pendapatan/(beban) lain-lain Pendapatan keuangan Pendapatan sewa Kerugian selisih kurs.548.227) 64.184 Sales Cost of sales Gross profit Operating expenses General and administrative Selling and marketing Exploration Total operating expenses Operating income Other income/(expenses) Finance income Rental income Foreign exchange loss.729.008.352) 3. bersih Pendapatan lain-lain.304.565) 2.301) 4.909.650.24 2p.346) (578.7 5 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements .988) 3.734 1.26 CONSOLIDATED STATEMENTS OF INCOME FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.30 19b 2q.315 202.599.008) 2.675) 2.057 (5.26 2p.002 (1.158 244.163 (32.954 2.032.236 217.238) 3.346. net Other income.15c 9 Catatan/ Notes 2p. net Provision for obsolete inventory Provision for impairment of trade receivables Others.947.732) (17.526) (22.873 (29.327 (1.713) 1.854 (4.937 9.593) 2.295.650 (600. net Share in net loss of associate companies Profit before income tax Income tax expense Income before minority interest Minority interest in net (loss)/ income of subsidiaries Net income Basic earnings per share 2e.178 11.940) 91.843.308 22. except earnings per share) 2009 8. bersih Bagian rugi bersih dari perusahaan asosiasi Laba sebelum pajak penghasilan Beban pajak penghasilan Laba sebelum hak minoritas Hak minoritas atas (rugi)/laba bersih anak perusahaan Laba bersih Laba bersih per saham dasar 7. bersih Penyisihan persediaan usang Penyisihan penurunan nilai piutang Lainnya.669) (30.553 (695.

007.771 2.422 6.066 - Tambahan modal disetor/ Additional paid in capital 30.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 289 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 3 Schedule LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah) CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah) Catatan/ Notes Saldo 1 Januari 2009 Laba bersih tahun berjalan Penyisihan untuk cadangan umum Dividen kas Program kemitraan dan bina lingkungan Saldo 31 Desember 2009 Laba bersih tahun berjalan Penyisihan untuk cadangan umum Dividen kas Program kemitraan dan bina lingkungan Keuntungan yang belum direalisasi dari aset keuangan yang tersedia untuk dijual Saldo 31 Desember 2010 Modal saham/ Share capital 1.008.885 - Saldo laba belum ditentukan penggunaannya/ Unappropriated retained earnings 1.000) Balance at 1 January 2009 Net income for the year Appropriation to general reserve Cash dividends Partnership and environmental development program Balance at 31 December 2009 Net income for the year Appropriation to general reserve Cash dividends Partnership and environmental development program Unrealised gain from available for sale financial assets Balance at 31 December 2010 23 22 23 - 1.335.145 - 2.108) 5.132 2.391.574.494) (17.695 1.810 836.066 23 22 23 - 30.007.235.841) (109.108) 1.727.235.145) (1.152.485 - Keuntungan yang belum direalisasi dari aset keuangan yang tersedia Saldo laba untuk dijual/ telah Unrealised ditentukan gain from penggunaannya/ available for Appropriated sale financial retained assets earnings 1.944.126 2.734 (1.372 2.494) (17.707.841) (109.366.923 1.736 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements .485 1.840 1.422 3.000) Jumlah/ Total 3.152.998.891 (1.422 1.066 30.701.391.152.485 - - 1.727.734 (836.891 (1.008.846.107.885) (1.

694 130.549) (1.729.858 (70.041.760.283 (581.054.290 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 4 Schedule LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah) 2010 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan dari pelanggan Penerimaan operasional lainnya Pembayaran royalti Pembayaran kepada pemasok dan karyawan Pembayaran pajak Penerimaan klaim pajak Penerimaan bunga Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Perolehan aset tetap Pembayaran atas beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan Penerimaan dari penjualan aset tetap Perolehan aset keuangan yang tersedia untuk dijual Akuisisi tambahan kepemilikan anak perusahaan Penambahan investasi kepada perusahaan asosiasi Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Pembayaran dividen kepada pemegang saham Pembayaran atas program kemitraan dan bina lingkungan Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS DAMPAK SELISIH KURS TERHADAP KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah) 2009 CASH FLOW FROM OPERATING ACTIVITIES Cash receipts from customers Cash receipts from other operations Payments of royalties Cash paid to suppliers and employees Payment for taxes Tax refund Interest receipts Net cash provided from operating activities CASH FLOW FROM INVESTING ACTIVITIES Payments for fixed assets Payments for deferred exploration and development expenditures Proceeds from sale of fixed assets Payments for available for sale financial assets Acquisition of additional shares of subsidiary Acquisitions of shares in associated companies Net cash used in investing activities CASH FLOW FROM FINANCING ACTIVITIES Payment of dividends to shareholders Payment for partnership program Net cash used in financing activities NET INCREASE IN CASH AND CASH EQUIVALENTS EFFECT OF EXCHANGE RATE ON CASH AND CASH EQUIVALENTS CASH AND CASH EQUIVALENTS AT THE BEGINNING OF THE YEAR CASH AND CASH EQUIVALENTS AT THE END OF THE YEAR 8.000) (149.742) (4.160) (41.235) 244.924) (799.108) (1.104 5.079) (9.709.720 4.000) (1.942 3.709.685 (714) 4.791 200.210 (489.494) 1.794 8.274) (1.841) (109.007.223) 1.761) (4.373) 2.949) 345.489.787) (74.932 (416.235.308 2.024.252.084 2.104 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements .442 5.408) (23.606.871) (91.661.494) (17.514) (874.344.371.800.086 103.075 (1.

04. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. C2-7553-HT. 33. eksplorasi. yang telah diubah dengan Akta Notaris No. Pendirian dan Informasi Lainnya PT Bukit Asam (Persero) Tbk (“Perusahaan”) (“PTBA”) didirikan pada tanggal 2 Maret 1981.04.tahun 2008 tanggal 12 Agustus 2008 serta diumumkan dalam Berita Negara No. 5 tanggal 6 Maret 1984 dan No. 18255 tanggal 19 September 2008.02. 76 dated 19 September 2008. processing. Tambahan No. The amendment was approved by the Minister of Law and Human Rights in his Decree No.AH. pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap baik untuk keperluan sendiri ataupun pihak lain dan memberikan jasa-jasa konsultasi dan rekayasa dalam bidang yang ada hubungannya dengan industri pertambangan batubara beserta hasil olahannya. 18255 of State Gazette No. exploitation.TH. 40. In 1993.85 dated 28 November 1985 and was published in Supplement No. GENERAL a.85 tanggal 28 Nopember 1985 serta diumumkan dalam Berita Negara No. 1 of Mohamad Ali.01. transportation and trading. 51 tanggal 29 Mei 1985 dari notaris yang sama. Pada tahun 1993. AHU-50395. meliputi kegiatan penyelidikan umum.01. berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 5 dated 6 March 1984 and No. refining. pengolahan. Tambahan No. yang terakhir mengenai penyesuaian seluruh Anggaran Dasar Perusahaan terhadap Undang-Undang No.TH. as amended by Notarial Deeds No. Establishment and Other Information PT Bukit Asam (Persero) Tbk (“the Company”) (“PTBA”) was established on 2 March 1981 under Government Regulation No. based on Notarial Deed No. operation of steam power plants for internal and external needs and providing consulting services related to the coal mining industry as well as its derivative products. tanggal 25 April 1986. The deed of establishment and its amendments were approved by the Minister of Justice in his Decree No. AHU50395. most recently regarding the harmonisation of the entire Company’s Articles of Association with Law No. pemeliharaan fasilitas dermaga khusus batubara baik untuk keperluan sendiri maupun pihak lain. unless otherwise stated) 1.Tahun 2008 dated 12 August 2008 and was published in Supplement No. 51 dated 29 May 1985 of the same notary. 42 of 1980. . The Company’s articles of association have been amended several times. Perusahaan ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan Satuan Kerja Pengusahaan Briket (lihat Catatan 27c).02. C2-7553-HT. The scope of activities of the Company and its subsidiaries (together. Perusahaan dan anak-anak Perusahaan (bersamasama disebut “Grup”) bergerak dalam bidang industri tambang batubara. including general surveying. 76. Akta pendirian dan perubahan tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. 1.AH. Perubahan tersebut disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 291 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/1 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. maintenance of special coal port facilities for internal and external needs. 550. the Company was appointed by the Indonesian Government to develop a Coal Briquette Operating Unit (see Note 27c).01. exploration. the “Group”) comprises coal mining activities. UMUM a. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“PT”) dan nama Perusahaan dapat disingkat menjadi PT Bukit Asam (Persero) Tbk. 42 tahun 1980 dengan Akta Notaris Mohamad Ali No. eksploitasi. pemurnian.01. kecuali dinyatakan lain) 1. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. pengangkutan dan perdagangan. 2007 on Limited Liability Companies (“PT”) and the approval of the Company’s abbreviated name as PT Bukit Asam (Persero) Tbk. 550 of the State Gazette No. 33 dated 25 April 1986.

unless otherwise stated) 1. Pada tanggal 31 Desember 2005. these warrants were fully exercised.000 saham baru dengan nilai nominal Rp 500 (nilai penuh) per saham dan harga penawaran Rp 575 (nilai penuh) per saham.000 new shares with par value of Rp 500 (full amount) per share and an offering price of Rp 575 (full amount) per share.500. In relation with the initial public offering.000. pernyataan pendaftaran tersebut dinyatakan efektif sejak 3 Desember 2002. UMUM (lanjutan) a. Dalam rangka penawaran saham perdana ini. the number of shares offered to the public was 346. All of the Company’s shares were listed on the Indonesian Stock Exchange on 23 December 2002. Berdasarkan Prospektus yang diterbitkan oleh Perusahaan tanggal 11 Desember 2002. Based on the Prospectus issued by the Company on 11 December 2002. kecuali dinyatakan lain) 1. the registration became effective on 3 December 2002.250.000 waran Seri I yang diberikan kepada pemegang saham (kecuali kepada Negara Republik Indonesia) yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 23 Juni 2003 dengan alokasi 1 lembar waran untuk setiap 2 lembar saham yang dimiliki. Establishment and Other Information (continued) On 31 October 2002. the Company initiated an initial public offering. Seluruh saham Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 23 Desember 2002. Perusahaan menerbitkan 173. Berdasarkan surat dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (“BAPEPAMLK”). GENERAL (continued) a.292 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/2 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.500. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.000 Series I warrants to the shareholders (except the Republic of Indonesia) listed on the shareholders’ register on 23 June 2003 with an allocation of one warrant for every two shares owned. seluruh waran telah dikonversi. susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut: Komisaris Utama Komisaris Komisaris Independen Direktur Utama Direktur Keuangan Direktur Operasi/Produksi Direktur Pengembangan Usaha Direktur Niaga Direktur Umum dan SDM Supriyadi Umiyatun Hayati Triastuti Thamrin Sihite Suranto Soemarsono Abdul Latief Baky Sukrisno Dono Boestami Milawarma Heri Supriyanto Tiendas Mangeka Mahbub Iskandar NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.250. jumlah saham yang ditawarkan adalah sejumlah 346. Based on a letter from the Chief of Capital Market and Financial Institution Supervisory Board (“BAPEPAM-LK). As at 31 December 2010 and 2009. the Company issued 173.000 shares which consisted of 315.500.000 saham divestasi milik negara Republik Indonesia dan 31.000 divestment shares owned previously by the Government of Indonesia and 31.000 saham yang terdiri dari 315. As at 31 December 2005. Pendirian dan Informasi Lainnya (lanjutan) Pada tanggal 31 Oktober 2002.000.500. Harga pelaksanaan waran adalah Rp 675 (nilai penuh) yang mulai berlaku sejak tanggal 30 Juni 2003 sampai dengan 22 Desember 2005. Perusahaan mengajukan pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum saham perdana. the composition of the Company’s Boards of Commissioners and Directors was as follows: President Commissioner Commissioners Independent Commissioners President Director Finance Director Operation/Production Director Business Development Director Commerce Director General Affairs and HR Director The composition of the Company’s Audit Committee as at 31 December 2010 and 2009 was as follows: Chairman Members Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut: Ketua Anggota Suranto Soemarsono Azhar Zainuri Ridho Kresna Wattimena . The exercise price of the warrant was Rp 675 (full amount) exercisable from 30 June 2003 until 22 December 2005.

99 51 99.458 153. and industry Tempat kedudukan/ Domicile Tanjung Enim.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 293 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/3 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.01.01.97 dated 7 March 1997 and was published in State Gazette No.360 Belum beroperasi/ Not operating 99. UMUM (lanjutan) a. perdagangan. based on Notarial Deed No.113 orang (2009: 3. kecuali dinyatakan lain) 1.867 Anak perusahaan/ Subsidiaries PT Batubara Bukit Kendi (“BBK”)*/ PT Bukit Asam Prima (“BAP”) PT International Prima Coal** (“IPC”) PT Bukit Asam Metana Ombilin (“BAMO”) PT Bukit Asam Metana Enim (“BAME”) PT Bukit Asam Metana Peranap (“BAMP”) PT Bukit Asam Banko (“BAB”) Kegiatan usaha/ Business activity Penambangan batubara/ Coal mining Perdagangan batubara/ Coal trading Penambangan batubara/ Coal mining Penambangan gas metana batubara/ Coal methane gas mining Penambangan gas metana batubara/ Coal methane gas mining Penambangan gas metana batubara/ Coal methane gas mining Pertambangan.99 500 500 Jakarta Belum beroperasi/ Not operating 99.H.HT. 119 of Sutjipto. 119 tanggal 21 Oktober 1996. 4303 dated 23 September 1997. which was amended on 28 January 1997 based on Notarial Deed No.99 99. Details of the Group’s subsidiaries which have already commenced their operations are as follows: BBK BBK was established on 21 October 1996.01. Berikut adalah rincian dari anak-anak perusahaan yang telah beroperasi: BBK BBK didirikan berdasarkan Akta Notaris Sutjipto. GENERAL (continued) a.. The Company has direct ownership in the following subsidiaries: Tahun beroperasi secara komersial/ Commencement of commercial operations 1997 Persentase kepemilikan/ Percentage of ownership 2010 % 75 2009 % 75 Jumlah aset (sebelum eliminasi)/ Total assets (before elimination) 2010 36. dan industri batubara/ Coal mining. The deed of establishment and its amendment were approved by the Minister of Justice in his decision letter No. unless otherwise stated) 1.. Akta pendirian beserta perubahannya tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.01. C21592.99 500 500 Jakarta Belum beroperasi/ Not operating 99.99 99. * Mining operation is temporarily suspended.97 tanggal 7 Maret 1997 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. S. Perusahaan memiliki kepemilikan langsung pada anak-anak perusahaan berikut ini: NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. the Company had a total of 3. 135 tanggal 28 Januari 1997 oleh notaris yang sama.99 51 151.113 permanent employees (2009: 3. .99 500 500 Tanjung Enim. 4303 tanggal 23 September 1997. C21592. ** See Note 3 regarding the acquisition of IPC. Sumatera Selatan/ South Sumatera Belum beroperasi/ Not operating 65 65 2.406 2.732 179.HT.99 99. 135. S. yang kemudian diubah dengan Akta No. Sumatera Selatan/ South Sumatera Jakarta Palaran.TH. Kalimantan Timur/ East Kalimantan Jakarta 2007 2010 99. Perusahaan mempunyai karyawan tetap sejumlah 3.172) – unaudited.H. ** Lihat Catatan 3 tentang akuisisi IPC.TH.736 2009 118.172) – tidak diaudit.406 * Operasi penambangan dihentikan sementara.607 181. No. Pendirian dan Informasi Lainnya (lanjutan) Pada tanggal 31 Desember 2010. trading. Establishment and Other Information (continued) As at 31 December 2010.

serta pengolahan dan pemurnian batubara berlaku sampai dengan tanggal 25 Oktober 2025. Kantor pusat BBK berlokasi di Tanjung Enim. trading and loading permits as covered in operation and production Mining Business License (“IUP”) No. penjualan dan pemuatan yang tercakup dalam Kuasa Pertambangan (“KP”) Eksploitasi No.8 juta ton dan 11. transportation. Kepolisian Republik Indonesia menghentikan operasi BBK karena ijin pinjam pakai kawasan hutan yang menjadi wilayah pertambangan BBK belum dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. trading and loading permits as covered in Mining Permit (“KP”) No.723 billion and Rp 8.723 miliar dan Rp 8.2010 with the concession area of 881.70 ha di daerah Bukit Kendi. produksi.5 juta ton.8% of the Group’s total production of 11. In February 2010. pengangkutan. KW97PPO146 with a concession area of 881. dan mengusahakan pengolahan produk derivatif dari batubara produksi sendiri atau batubara dari pihak lain. exploitation. UMUM (lanjutan) a. The Group is in discussions with the authorities.139/K/PT.5% dari jumlah aset Grup sebesar Rp 8. untuk menyelesaikan masalah ini. Grup sedang berdiskusi dengan berbagai instansi pemerintah. The exploitation permit is valid until 26 October 2025 while the loading and trading permits are valid until 31 December 2013 as stated in agreement No.70 ha in Bukit Kendi. pemuatan yang tercakup dalam Izin Usaha Pertambangan (“IUP”) Operasi Produksi No. BBK beroperasi secara komersial sejak tanggal 1 Mei 1997. Semua izin ini telah diperbaharui mengikuti terbitnya Undang-Undang Pertambangan No. pengolahan. penjualan. The Group expects BBK's operations to recommence in the near future. as well as processing of its own coal derivative products and or coal from other parties.4/2009”) by obtaining exploitation. dan pemasaran batubara. production. Pendirian dan Informasi Lainnya (lanjutan) BBK (lanjutan) Ruang lingkup kegiatan BBK terutama mengusahakan pertambangan batubara yang meliputi penyelidikan umum.BBKPTBA/2009. the National Police of the Republic of Indonesia suspended BBK’s operation because the lend-use permit for forestry areas under which BBK conducts its mining activities has not been issued by the authorities. As at 31 December 2010. eksploitasi. Sumatera Selatan.8 million and 11. pengangkutan. to resolve this issue.70 ha in Bukit Kendi. including the Ministry of Energy and Mineral Resources (“ESDM”) and the Ministry of Forestry. including general surveying. BBK had 39 permanent employees (2009: 112 permanent employees) including 38 employees which were seconded from PTBA (2009: 100 employees) . These licenses have been renewed following the issue of Mining Law No.079 miliar. processing. Pada tanggal 31 Desember 2010. BBK’s total assets in 2010 and 2009 were Rp 36 billion and Rp 118 billion or 0.2010 seluas 881.tidak diaudit.079 billion respectively. Pada bulan Pebruari 2010. KW. BBK memperoleh izin eksploitasi. eksplorasi. BBK obtained exploitation. Izin untuk melakukan kegiatan konstruksi.SS.5% of the total assets of the Group of Rp 8. GENERAL (continued) a. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.4/2009 (“UU No.03. sales.294 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/4 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. penjualan. exploration. processing and refinery permit are valid until 25 October 2025.SS. Jumlah produksi BBK di tahun 2010 dan 2009 masing-masing adalah sebesar 76 ribu ton dan 783 ribu ton atau 0. unless otherwise stated) 1.4/2009”) dengan memperoleh izin eksploitasi. termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (“ESDM”) dan Kementerian Kehutanan. KW97PPO146 seluas 881.03. BBK mempunyai 39 karyawan tetap (2009: 112 karyawan tetap) termasuk 38 orang yang diperbantukan dari PTBA (2009: 100 orang) . Establishment and Other Information (continued) BBK (continued) The scope of activities of BBK comprises coal mining activities. Jumlah aset BBK di tahun 2010 dan 2009 adalah Rp 36 miliar dan Rp 118 miliar atau 0.64% and 6. Grup mengharapkan operasi BBK akan berjalan kembali dalam waktu dekat dan mengharapkan pemberhentian ini tidak akan mempengaruhi operasi Grup secara signifikan.70 ha di daerah Bukit Kendi. and does not expect the suspension of BBK's operations to significantly affect the Group’s operations or financial position. South Sumatera.42% dan 1.139/K/PT. BBK’s total production in 2010 and 2009 was 76 thousand and 783 thousand tonnes or 0. kecuali dinyatakan lain) 1. KW. BBK commenced its commercial phase on 1 May 1997.5 million tonnes respectively.unaudited. The construction. BBK’s head office is located in Tanjung Enim.64% dan 6.42% and 1. . Izin eksploitasi berlaku sampai dengan tanggal 26 Oktober 2025 dan berdasarkan perjanjian No.BBK-PTBA/2009 izin pemuatan dan penjualan batubara berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2013.8% dari jumlah produksi Grup sebesar 11. transportation and trading.4/2009 (“UU No.

01. pengangkutan.. W7-03548HT. As at the date of these consolidated financial statements. BAP had nine permanent employees which were seconded from PTBA (2009: nine permanent employees) and 19 contract employees (2009: 18 contract employees) unaudited. Pendirian dan Informasi Lainnya (lanjutan) BBK (lanjutan) Sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian ini dikeluarkan. unless otherwise stated) 1. UMUM (lanjutan) a. AHU-0022886. 15 tanggal 21 Oktober 2008 oleh Refizal S. Akta tersebut disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.01. Its head office th is located at Menara Karya. notary from Jakarta dated 21 October 2008 concerning changes in the authorised number of shares and fully paid capital. GENERAL (continued) a. notaris di Jakarta. Rasuna Said Block X-5 Kav 1 and 2 Jakarta. Sehubungan dengan kasus tersebut. Rasuna Said Blok X-5 Kav 1 dan 2 Jakarta.15 of Refizal S. .01.H. State Court (“PN”) of Muara Enim has found the President Director of BBK guilty. Jalan H. Pada 31 Desember 2010. handling and trading as well as other related coal trading activities. Tambahan No.H. Anggaran Dasar BAP telah mengalami beberapa kali perubahan dengan perubahan terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 60 of Esther Mercia Sulaiman. The Articles of Association have been amended several times with the latest amendment based on Notarial Deed No. Akta Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. S. kecuali dinyatakan lain) 1. PN Muara Enim juga menyita persediaan milik BBK senilai Rp 14. As at 31 December 2010. BAP memiliki 9 karyawan tetap yang merupakan karyawan PTBA yang diperbantukan (2009: 9 karyawan tetap) serta karyawan kontrak sebanyak 19 orang (2009: 18 karyawan kontrak) . The Deed was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in Decree No.01. Sampai dengan laporan keuangan konsolidasian ini dikeluarkan.2007 dated 9 April 2007 and was published in Supplement No.01-TH. PN of Muara Enim also confiscated BBK’s coal inventory with a book value totalling Rp 14.2007 tanggal 9 April 2007 serta diumumkan dalam Berita Negara No. BBK masih mengajukan banding atas putusan tersebut. The scope of activities of BAP comprises coal purchase. penanganan. based on the Notarial Deed No.8 billion (this has been fully provided for as at 31 December 2010) as well as BBK’s fixed assets which consist of four pieces of heavy equipment that have been fully depreciated as at 31 December 2010.. Kantor pusat BAP berada di Menara Karya Lantai 19.tidak diaudit.AH. BBK’s management was still trying to obtain the lend-use mining permit from the Ministry of Forestry. dan pemasaran batubara serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berhubungan dengan perdagangan batubara.R. the management was still appealing the decision made by PN of Muara Enim.AH. 19 floor.01-TH. 4835 of State Gazette dated 18 May 2007. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.40.R.09. BBK masih berusaha untuk mendapatkan izin pinjam pakai kawasan hutan.Tahun 2009 tanggal 4 Mei 2009. Pengadilan Negeri (“PN”) Muara Enim telah menjatuhkan keputusan bersalah kepada Direktur Utama BBK.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 295 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/5 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. notaris di Jakarta antara lain mengenai perubahan modal dasar dan modal disetor. Establishment and Other Information (continued) BBK (continued) As at the reporting date. Jalan H. BAP BAP was established on 28 February 2007. In relation to the legal case commenced by the Police as noted above.H. Ruang lingkup kegiatan BAP terutama dalam bidang pembelian. The deed of establishment was approved by the Minister of Law and Human Rights in his decision letter No. 40 tahun 2007. BAP BAP didirikan berdasarkan Akta Notaris No.8 miliar (telah diprovisikan penuh pada tanggal 31 Desember 2010) dan aset tetap berupa empat alat berat yang telah disusutkan penuh pada tanggal 31 Desember 2010.09. AHU-0022886. notary from Jakarta.H. S. No.Tahun 2009 dated 4 May 2009. transportation. 60 pada tanggal 28 Pebruari 2007 oleh Esther Mercia Sulaiman. W703548HT. 4835 tanggal 18 Mei 2007.

2005 dated 12 December 2005 and was published in Supplement No. Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.TH. kecuali dinyatakan lain) 1. as well as processing and refinery permits as covered in IUP No. GENERAL (continued) a.AH.HT. C-32779. IPC mempunyai 41 karyawan tetap (2009: 46 karyawan tetap) termasuk 27 orang yang diperbantukan dari PTBA (2009: 28 orang ) – tidak diaudit.238 ha in Palaran. unless otherwise stated) 1. The latest amendment was approved by the Minister of Law and Human Rights in his decision letter No. 3199 of State Gazette No.H.H. pengangkutan.238 ha di daerah Palaran. UMUM (lanjutan) a. S. The Articles of Association have been amended several times.10 seluas 3. Anggaran Dasar IPC telah mengalami beberapa kali perubahan.HT. transportation. mengenai antara lain tata cara pemindahan hak atas saham.02. most recently by Notarial Deed No.25 Tambahan No. Pendirian dan Informasi Lainnya (lanjutan) IPC IPC didirikan berdasarkan Akta Notaris No.2005 tanggal 12 Desember 2005 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. produksi. 7 of Lia Cittawan Nanda Gunawan. AHU70572. Establishment and Other Information (continued) IPC IPC was established on 8 September 2005. S. Pada tanggal 31 Desember 2010.296 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/6 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.01. TH. Jalan Mega Kuningan Lot#5. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. and sale.TH. in relation to. This IUP is valid until 22 November 2016..01.H. Kawasan Mega Kuningan.01. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. IPC beroperasi secara komersial sejak tanggal 1 Januari 2010. based on Notarial Deed No. Jakarta 12950.10 with a concession area of 3. As at 31 December 2010.01Bb016.02. S. the procedures for transfer of share ownership. TH. Kantor pusat IPC berlokasi di Menara Rajawali Lantai 24. IUP ini berlaku sampai dengan tanggal 22 Nopember 2016.01Bb016. IPC’s head office is located in Menara Rajawali 24th Floor. 25 dated 28 March 2006. tugas dan wewenang Direksi dan Dewan Komisaris dan Rapat Umum Pemegang Saham.2008 tanggal 6 Oktober 2008. Kawasan Mega Kuningan. OP.H.01. 8 of Fatma Agung Budiwijaya. dated 15 September 2008. S.. C-32779. production. Jakarta 12950. IPC obtained construction. among other things.AH. 01. IPC had 41 permanent employees (2009: 46 permanent employees) including 27 employees which were seconded from PTBA (2009: 28 employees) – unaudited. dan penjualan serta pengolahan dan pemurnian yang tercangkup dalam Izin Usaha Pertambangan (“IUP”) Operasi Produksi No. roles and responsibilities of the Board of Directors and Commissioners and the annual general meeting of shareholders. IPC commenced its commercial phase on 1 January 2010. IPC memperoleh izin untuk melakukan kegiatan konstruksi.01. The deed of establishment was approved by the Minister of Law and Human Rights in his decision letter No. 7 tanggal 8 September 2005 dari Notaris Lia Cittawan Nanda Gunawan.1. AHU70572. OP.2008 dated 6 October 2008. 3199 tanggal 28 Maret 2006. terakhir dengan Akta No. 8 tanggal 15 September 2008 dari Notaris Fatma Agung Budiwijaya. Jalan Mega Kuningan Lot#5.1. .

011 13 April/April 2010 22 Oktober/ October 2025 100% 187. Tanjung Enim – Sumatera Selatan/South Sumatera IUP Operasi Produksi/ Production Operation – Bukit Kendi.3 Sisa cadangan terbukti/ Remaining proven reserves (Juta ton/million tonne) – tidak diaudit/ unaudited 108. Tanjung Enim – Sumatera Selatan/South Sumatera IUP Operasi Produksi/ Production Operation – Banko Tengah. Tanjung Enim – Sumatera Selatan/South Sumatera IUP Operasi Produksi/ Production Operation – Sawah Lunto – Sumatera Barat/West Sumatera IUP Operasi Produksi/ Production Operation Peranap – Riau IUP Operasi Produksi/ Production Operation Palaran. unless otherwise stated) 1.5 367.27 .SS.6 159.201 0 30 April/April 2010 31 Desember/ December 2020 30 Agustus/ August 2019 100% Jumlah akumulasi produksi/ Total accumulated production (Juta ton/million tonne) – tidak diaudit/ unaudited 11.77 0.6 0. Tanjung Enim – Sumatera Selatan/South Sumatera IUP Operasi Produksi/ Production Operation – Banko Barat.02.2 Perusahaan – KW.01.01.1 0 27 April/April 2010 16 Pebruari/ February 2019 9 Juni/June 2035 22 Nopember/ November 2016 100% 23. Tanjung Enim Sumatera Selatan/South Sumatera IUP Operasi Produksi/ Production Operation – MTBU/MTBS.2 IUP Operasi Produksi/ Production Operation Airlaya.5 5.6 Perusahaan – DU 143/SUMBAR Perusahaan – KW 96PP0289 Riau IPC – OP.1 8.03.SS.8 5.1 8.8 Perusahaan – KW ME.002 A&B 13 April/April 2010 7 September/ September 2035 100% 887. kecuali dinyatakan lain) 1.ET.201 0 30 April/April 2010 100% 164.8 9.6 - 887.ET.01Bb016. Exploration and exploitation/development areas The Group has the following areas currently in exploration and exploitation/development: Grup saat ini memiliki wilayah eksplorasi dan eksploitasi/pengembangan sebagai berikut: Area eksploitasi/pengembangan/Exploitation/Development areas Nama lokasi/ Name of location Nama pemilik izin lokasi/ Name of mine permit owner Tanggal perolehan izin / Acquisition date of mining permit Tanggal jatuh tempo/ Expiration date Persentase kepemilikan/ Percentage of ownership Jumlah cadangan terbukti (P1)/ Total proven reserves (P1) (Juta ton/million tonne) – tidak diaudit/ unaudited 120. Samarinda – Kalimantan Timur/East Kalimantan Perusahaan – KW. GENERAL (continued) b.4 182.01. UMUM (lanjutan) b.1 BBK – KW.9 Perusahaan – KW.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 297 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/7 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Suban Jeriji.1 - 23.201 0 30 April/April 2010 25 Oktober/ October 2025 75% 10. Wilayah eksplorasi pengembangan dan eksploitasi/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.SS.1 22 April/April 2010 19 Juli/ July 2010 100% 51% 367.

investasi dan pendanaan. VIII.7 mengenai Pedoman Penyajian Laporan Keuangan dan Surat Edaran BAPEPAM-LK No. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING Laporan keuangan konsolidasian Grup telah disusun dan diselesaikan oleh Dewan Direksi pada tanggal 28 Pebruari 2011. Wilayah eksplorasi pengembangan (lanjutan) dan eksploitasi/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. Basis of preparation of the consolidated financial statements The consolidated financial statements of the Group have been prepared in accordance with accounting principles generally accepted in Indonesia. as modified by financial assets and liabilities. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES The Group’s consolidated financial statements were prepared and finalised by the Board of Directors on 28 February 2011. Laporan keuangan konsolidasian ini disusun dengan dasar harga perolehan. which are in conformity with accounting principles generally accepted in Indonesia. bank dan investasi jangka pendek yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang. investing and financing activities. yang sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.298 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/8 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. which are currently the subject of dispute with the Local Government (see Note 28). UMUM (lanjutan) b. setelah dikurangi cerukan.7 for the Guidance on Financial Statement Presentation and Circular Letter of BAPEPAM-LK No.77 million tonnes (2009: 10.77 juta ton (2009: 10. a. These policies have been consistently applied to all the years presented. kecuali dinyatakan lain) 1. SE-02/BL/2008 dated 31 January 2008 for Preparation and Disclosure Guidance for Financial Statements of an Issuer or Public Company in the General Mining Industry. Jumlah cadangan terbukti adalah berdasarkan hasil survey oleh International Mining Consultant (“IMC”). Kebijakan akuntansi telah diterapkan secara konsisten sepanjang tahun yang disajikan. cash and cash equivalents includes cash on hand.46 juta ton). For the purpose of the consolidated statement of cash flows. geologis independen. net of overdrafts.G. The consolidated statements of cash flows have been prepared based on the direct method by classifying cash flows on the basis of operating. VIII.46 million tonnes) based on internal survey. Exploration and exploitation/development areas (continued) The proven reserves are based on survey results by International Mining Consultant (“IMC”). Presented below are the significant accounting policies adopted in preparing the consolidated financial statements of the Group. Laporan arus kas konsolidasian disusun menggunakan metode langsung dan arus kas dikelompokkan atas dasar aktivitas operasi. . an independent geologist.G. Cadangan tertambang IPC berdasarkan survei internal mengalami revisi di tahun 2010 menjadi 8. unless otherwise stated. IPC’s mineable reserves have been revised in 2010 to 8. kas dan setara kas mencakup kas. Not included in the above reserves information are the mineable reserves from Mining Rights (“KP”) located in Lahat Regency. 2. Laporan keuangan konsolidasian ini juga disusun berdasarkan peraturan yang ditetapkan oleh BAPEPAM-LK No. Dasar penyusunan konsolidasian laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian Grup telah disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. a. unless otherwise stated) 1. 2. The consolidated financial statements have also been prepared in conformity with regulation of the BAPEPAM-LK No. SE-02/BL/2008 tertanggal 31 Januari 2008 mengenai Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik Industri Pertambangan Umum. pada bulan Desember 2008 setelah dikurangi dengan jumlah produksi selama 2010. kecuali dinyatakan lain. The consolidated financial statements have been prepared under the historical cost convention. Tidak termasuk dalam informasi cadangan diatas. cash in banks and short-term investments with a maturity of three months or less. Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian. cadangan tertambang pada Kuasa Pertambangan (“KP”) yang berlokasi di Kabupaten Lahat yang sedang bersengketa dengan Pemerintah Daerah setempat (lihat Catatan 28). Berikut ini adalah kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup. in December 2008 after being reduced by the coal production of 2010. kecuali aset dan kewajiban keuangan. GENERAL (continued) b.

Dasar penyusunan konsolidasian (lanjutan) laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia yang mewajibkan penggunaan beberapa estimasi dan asumsi akuntansi kritikal yang mempengaruhi: jumlah pelaporan aset dan kewajiban serta pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal pelaporan laporan keuangan konsolidasian. Walaupun estimasi ini berdasarkan pemahaman manajemen terhadap situasi dan kegiatan. The proportionate share of minority shareholders in net income/(loss) prior to acquisition is recorded as pre-acquisition income/(loss) in the consolidated statement of income. dan jumlah penjualan dan beban yang dilaporkan selama periode pelaporan. kecuali bila dinyatakan lain. baik langsung maupun tidak langsung. unless otherwise stated. Bagian pemegang saham minoritas atas ekuitas anak perusahaan disajikan sebagai “Hak Minoritas” pada neraca konsolidasian. The proportionate share of the minority shareholders of the subsidiaries is presented as “Minority Interest” in the consolidated balance sheet. Accounting principles generally accepted in Indonesia also require management to exercise its judgement in the process of applying the Group’s accounting policies. kecuali dinyatakan lain) 2. serta apabila Perusahaan memiliki 50% atau kurang dari 50% saham dengan hak suara tetapi dapat dibuktikan adanya pengendalian. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) a. or equal to or less than 50% but where the Company has the ability to control the entity. The accounting policies adopted in preparing the consolidated financial statements have been consistently applied by the subsidiaries. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. unless otherwise stated) 2. hasil aktual dapat berbeda dari apa yang telah diestimasikan. Principles of consolidation The consolidated financial statements include the accounts of the Company and its subsidiaries in which the Company directly or indirectly has ownership of more than 50% of the voting rights. kecuali pemegang saham minoritas tersebut memiliki kewajiban kontraktual untuk ikut membiayai defisit tersebut. The effects of all material transactions and balances between the Company and subsidiaries have been eliminated in preparing the consolidated financial statements. Although these estimates are based on management’s best knowledge of current events and activities. Anak perusahaan dikonsolidasi sejak tanggal pengendalian telah beralih secara efektif kepada perusahaan dan tidak dikonsolidasi lagi sejak tanggal pelepasan. Pengaruh dari seluruh transaksi dan saldo yang material antara Perusahaan dan anak perusahaan telah dieliminasi dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian. actual results may differ from those estimates. b. dan dapat dibuktikan adanya pengendalian. b.and has the ability to control the entity. . A minority interest is not recognised in respect of subsidiaries with a deficit in equity unless the minority shareholder has a contractual obligation to contribute to fund the deficit. and the reported amounts of revenues and expenses during the reporting period. Prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia juga mewajibkan manajemen untuk menggunakan pertimbangannya dalam proses implementasi kebijakan akuntansi Grup. Kebijakan akuntansi yang dipakai dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan secara konsisten oleh anak perusahaan. Subsidiaries are consolidated from the date on which effective control is transferred to the Company and are no longer consolidated from the disposal. Bagian pemegang saham minoritas atas laba/(rugi) bersih sebelum akuisisi dicatat sebagai laba/(rugi) sebelum akuisisi dalam laporan laba-rugi konsolidasian. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) a. Basis of preparation of the consolidated financial statements (continued) The preparation of consolidated financial statements in conformity with accounting principles generally accepted in Indonesia requires the use of certain accounting estimates and assumptions that affects: the reported amounts of assets and liabilities and disclosure of contingent assets and liabilities at the date of the consolidated financial statements.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 299 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/9 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Hak minoritas dalam suatu anak perusahaan dengan defisit ekuitas tidak akan diakui. Prinsip-prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan anak perusahaan di mana Perusahaan mempunyai penyertaan saham dengan hak suara lebih dari 50%.

The Group maintains its accounting records in Indonesian Rupiah. Jika tidak. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. . which is the Group’s functional currency and the Group’s reporting currency.509 Keuntungan dan kerugian dari selisih kurs yang timbul dari penjabaran aset dan kewajiban moneter dalam mata uang selain Rupiah diakui pada laporan laba-rugi konsolidasian. piutang tersebut disajikan sebagai aset tidak lancar. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) c. dijabarkan menjadi mata uang Rupiah menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi.300 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/10 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Transaksi dalam mata uang asing Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam mata uang “Rupiah” (Rp) yang merupakan mata uang fungsional Grup dan mata uang pelaporan Grup. Jika pembayaran piutang diharapkan selesai dalam satu tahun atau kurang (atau dalam siklus normal operasi dari bisnis jika lebih lama).980 11.400 6. d. Grup menyelenggarakan catatan akuntansinya dalam Rupiah. they are presented as non-current assets. Pada tanggal neraca. were as follows (full amount): Currency 1 US Dollar (USD) 1 Singapore Dollar (SGD) 1 Euro (EUR) IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) c. d. the exchange rates used. Transaksi dalam mata uang selain mata uang Rupiah. Kurs yang digunakan pada tanggal neraca. based on middle rates published by Bank Indonesia. Figures in these consolidated financial statements are rounded to and stated in million of Rupiah unless otherwise stated. If collection is expected in one year or less (or in the normal operating cycle of the business if longer). kecuali dinyatakan secara khusus. berdasarkan kurs tengah yang diterbitkan Bank Indonesia adalah sebagai berikut (dalam nilai penuh): Mata Uang 1 Dolar Amerika Serikat (USD) 1 Dolar Singapura (SGD) 1 Euro (EUR) (nilai penuh)/(full amount) 2010 2009 8. If not. Transactions denominated in currencies other than Rupiah are converted into Rupiah at the exchange rate prevailing at the date of the transactions. Foreign currency transactions The consolidated financial statements are presented in “Rupiah” (Rp). Seluruh angka dalam laporan konsolidasian ini. dibulatkan menjadi jutaan Rupiah terdekat. As at the balance sheet date. Piutang Piutang adalah jumlah tagihan dari pelanggan untuk batubara yang dapat dijual yang diberikan dalam transaksi bisnis pada umumnya.698 13. kecuali dinyatakan lain) 2. monetary assets and liabilities in currencies other than Rupiah are translated at the exchange rate prevailing at the balance sheet date. they are classified as current assets. At the balance sheet date. Exchange gains and losses arising on translation of monetary assets and liabilities in currencies other than Rupiah are recognised in the consolidated statement of income.991 6.955 9. aset dan kewajiban moneter dalam mata uang selain mata uang Rupiah dijabarkan menjadi mata uang Rupiah dengan kurs yang berlaku pada tanggal neraca. piutang tersebut dikelompokkan sebagai aset lancar. unless otherwise stated) 2. Receivables Receivables are amounts due from customers for coal sold in the ordinary course of business.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 301

PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/11 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) d. Receivables (continued) Receivables are recognised initially at fair value and subsequently measured at amortised cost using the effective interest method, less provision for impairment. A provision for impairment of receivables is established when there is objective evidence that the Group will not be able to collect all amounts due according to the original terms of the receivables. Significant financial difficulties, of the debtors, the probability that the debtor will enter bankruptcy or financial reorganisation, and default or deliquency in payments are considered indicators that the receivables is impaired. The amount of the provision is the difference between the asset’s carrying amount and the present value of estimated future cash flows, discounted at the original effective interest rate. The carrying amount of the asset is reduced through the use of an allowance account, and the amount of the loss is recognised in the income statement. When a receivable is uncollectible, it is written off against the allowance account for receivables. Subsequent recoveries of amount previously written off are credited against the income statement. e. Inventories Coal inventories are valued at the lower of cost or net realisable value. Cost is determined on a weighted average cost incurred during the year and comprises materials, labour and depreciation and overheads related to mining activities. Net realisable value is the estimated sales amount in the ordinary course of business less the costs of completion and selling expenses.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) d. Piutang (lanjutan) Piutang pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan kemudian diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi dengan provisi untuk penurunan nilai. Penyisihan untuk penurunan nilai dari piutang dibuat ketika terdapat bukti objektif bahwa Grup tidak dapat menagih keseluruhan nilai yang terdapat pada ketentuan awal dari piutang tersebut. Kesulitan keuangan yang signifikan pada debitur, kemungkinan bahwa debitur mengalami kebangkrutan atau restrukturisasi keuangan dan wanprestasi atau tunggakan terhadap pembayaran dipertimbangkan sebagai indikator bahwa piutang mengalami penurunan nilai. Nilai dari penyisihan adalah selisih antara nilai tercatat piutang dengan nilai kini dari perkiraan arus kas di masa datang, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga efektif awal. Nilai tercatat dari aset dikurangi pos cadangan, dan jumlah kerugian diakui pada laporan laba-rugi. Ketika piutang tidak dapat tertagih, piutang dihapus terhadap pos cadangan untuk piutang. Pemulihan jumlah tertagih yang sebelumnya dihapus dikreditkan terhadap laporan laba-rugi. e. Persediaan Persediaan batubara diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dengan nilai realisasi bersih. Harga perolehan ditentukan berdasarkan metode rata-rata tertimbang atas biaya yang terjadi selama tahun berjalan dan terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja, serta alokasi biaya overhead yang berkaitan dengan aktivitas penambangan. Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi taksiran biaya penyelesaian dan biaya penjualan. Persediaan perlengkapan, bahan bakar, minyak pelumas dan suku cadang diakui pada harga perolehan, ditentukan dengan metode rata-rata, setelah dikurangi penyisihan untuk persediaan usang. Penyisihan untuk persediaan usang dan bergerak lambat ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau penjualan masing-masing jenis persediaan pada masa mendatang. f. Aset keuangan dan kewajiban keuangan Pada tanggal 1 Januari 2010, Grup telah menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) No. 50 (Revisi 2006) “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” berlaku untuk laporan keuangan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2010.

Materials, fuel, lubricants and spare-parts are valued at cost, determined on an average basis, less provision for obsolete inventory.

A provision for obsolete and slow moving inventory is determined on the basis of estimated future usage or sale of individual inventory items. f. Financial assets and liabilities On 1 January 2010, the Group has adopted the Statement of Financial Accounting Standards (“SFAS”) No. 50 (Revised 2006) "Financial Instruments: Presentation and Disclosures" and SFAS No. 55 (Revised 2006) "Financial Instruments: Recognition and Measurement” are applicable for financial statements covering periods beginning on or after 1 January 2010.

302

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/12 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Financial assets and liabilities (continued) 1. Financial assets The Group classifies its financial assets into the categories of (i) financial assets at fair value through profit or loss, (ii) loans and receivables, (iii) held-to-maturity financial assets and (iv) available-for-sale financial assets. The classification depends on the purpose for which the financial assets were acquired. Management determines the classification of its financial assets at initial recognition. Financial assets are derecognised when the rights to receive cash flows from the investments have expired or have been transferred and the Company has transferred substantially all risks and rewards of ownership. (i) Financial assets at fair value through profit or loss Financial assets at fair value through profit or loss are financial assets classified as held for trading. A financial asset is classified as held for trading if it is acquired principally for the purpose of selling or repurchasing it in the near term and for which there is evidence of a recent actual pattern of short-term profit taking.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) f. Aset keuangan dan kewajiban keuangan (lanjutan) 1. Aset keuangan Grup mengklasifikasikan aset keuangan dalam kategori sebagai berikut (i) aset keuangan yang nilai wajarnya diakui melalui laporan laba-rugi, (ii) pinjaman dan piutang, (iii) aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo, dan (iv) aset keuangan yang tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung pada tujuan saat aset keuangan tersebut diperoleh. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat pengakuan awal. Aset keuangan tidak diakui apabila hak untuk menerima arus kas dari suatu investasi telah berakhir atau telah ditransfer dan Perusahaan telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut. (i) Aset keuangan yang nilai wajarnya diakui melalui laporan laba-rugi Aset keuangan yang nilai wajarnya diakui di laporan laba atau rugi adalah aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai aset untuk diperdagangkan. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset untuk diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan penjualan atau pembelian kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti yang menunjukkan latar belakang untuk mengambil keuntungan jangka pendek. (ii) Pinjaman dan piutang Pinjaman dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan yang tidak terpengaruh oleh pasar aktif. Mereka dimasukkan di dalam aset lancar, kecuali untuk yang jatuh temponya lebih besar dari 12 bulan setelah akhir periode pelaporan. Aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar. Pinjaman dan piutang awalnya diakui sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

(ii) Loans and receivables Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market. They are included in current assets, except for maturities greater than 12 months after the end of reporting period. These are classified as non-current assets. Loans and receivables are initially recognised at fair value including directly attributable transaction costs and subsequently measured at amortised cost using the effective interest rate method.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 303

PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/13 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Financial assets and liabilities (continued) 1. Financial assets (continued) (iii) Held-to-maturity financial assets Held-to-maturity financial assets are nonderivative financial assets with fixed or determinable payments and fixed maturities that the Group’s management has the positive intention and ability to hold to maturity, other than: a) those that the Group upon initial recognition designates as at fair value through profit or loss; b) those that the Group designates as available for sale; and c) those that meet the definition of loans and receivables. These financial assets are initially recognised at fair value including directly attributable transaction costs and subsequently measured at amortised cost, using the effective interest rate method. They are included in non-current assets unless the investment matures or management intends to dispose of it within 12 months of the end of the reporting period. (iv) Available-for-sale financial assets Available-for-sale financial assets are nonderivative financial assets that are intended to be held for an indefinite period of time, which may be sold in response to needs for liquidity or changes in interest rates, exchange rates or that are not classified as loans and receivables, heldto-maturity investments or financial assets at fair value through profit or loss. They are included in non-current assets, unless the investment matures or management intends to dispose of it within 12 months of the end of the reporting period.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) f. Aset keuangan dan kewajiban keuangan (lanjutan) 1. Aset keuangan (lanjutan) (iii) Aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo Aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran dan jatuh tempo yang tetap serta telah ditentukan dimana manajemen Grup memiliki maksud positif dan kemampuan untuk memiliki hingga jatuh tempo, selain: a) aset keuangan Grup yang nilai wajarnya diakui melalui laporan labarugi; b) aset keuangan Grup yang tersedia untuk dijual; dan c) aset keuangan yang memenuhi definisi sebagai pinjaman dan piutang. Aset keuangan ini pada awalnya diakui sebesar nilai wajar termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan kemudian diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menerapkan metode suku bunga efektif. Mereka dimasukkan di dalam aset tidak lancar kecuali investasinya jatuh tempo atau manajemen bermaksud untuk melepasnya dalam waktu 12 bulan dari akhir periode pelaporan. (iv) Aset keuangan yang tersedia untuk dijual Aset keuangan yang tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non-derivatif yang dimaksudkan untuk dimiliki hingga jangka waktu yang tak terbatas, yang dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan likuiditas atau perubahan suku bunga, nilai tukar, atau yang tidak diklasifikasikan sebagai pinjaman dan piutang, aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo atau aset keuangan yang nilai wajarnya diakui melalui laporan laba-rugi. Mereka dimasukkan didalam aset tidak lancar, kecuali investasinya jatuh tempo atau manajemen bermaksud untuk melepasnya dalam waktu 12 bulan dari akhir periode pelaporan.

304

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/14 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Financial assets and liabilities (continued) 1. Financial assets (continued) (iv) Available-for-sale (continued) financial assets

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) f. Aset keuangan dan kewajiban keuangan (lanjutan) 1. Aset keuangan (lanjutan) (iv) Aset keuangan yang tersedia untuk dijual (lanjutan) Aset keuangan yang tersedia untuk dijual pada awalnya diakui sebesar nilai wajar, ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung, dan kemudian diukur dengan nilai wajar keuntungan dan kerugian yang diakui pada laporan perubahan ekuitas, kecuali untuk kerugian akibat penurunan nilai dan keuntungan dan kerugian selisih kurs, sampai aset keuangan tersebut tidak lagi diakui. Jika suatu aset keuangan yang tersedia untuk dijual mengalami penurunan nilai, maka akumulasi keuntungan atau kerugian yang sebelumnya telah diakui dalam laporan perubahan ekuitas, akan diakui dalam laporan laba-rugi. Namun, bunga dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dan keuntungan atau kerugian mata uang asing atas aset moneter yang diklasifikasikan sebagai aset tersedia untuk dijual diakui dalam laporan laba-rugi. 2. Kewajiban keuangan Grup mengklasifikasikan kewajiban keuangan dalam kategori (i) kewajiban keuangan yang nilai wajarnya diakui melalui laporan laba-rugi dan (ii) kewajiban keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Klasifikasi ini tergantung pada tujuan saat kewajiban keuangan tersebut diperoleh. Manajemen menentukan klasifikasi kewajiban keuangan tersebut pada saat pengakuan awal. Kewajiban keuangan tidak diakui ketika kewajiban tersebut berakhir yaitu ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluarsa. (i) Kewajiban keuangan yang nilai wajarnya diakui melalui laporan laba-rugi Kewajiban keuangan yang nilai wajarnya diakui melalui laporan laba-rugi adalah kewajiban keuangan yang diklasifikasikan sebagai kewajiban yang diperdagangkan. Sebuah kewajiban keuangan diklasifikasikan sebagai kewajiban yang diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan penjualan atau pembelian kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti yang menunjukkan latar belakang untuk mengambil keuntungan jangka pendek.

Available-for-sale financial assets are initially recognised at fair value, including directly attributable transaction costs, and measured subsequently at fair value with gains and losses being recognised in the statement of changes in equity, except for impairment losses and foreign exchange gains and losses, until the financial assets are derecognised. If an available-for-sale financial asset is determined to be impaired, the cumulative gain or loss previously recognised in the statement of changes in equity is recognised in the statement of income. However, interest is calculated using the effective interest rate method, and foreign currency gains or losses on monetary assets classified as available-for-sale are recognised in the statement of income.

2.

Financial liabilities The Group classifies its financial liabilities into the categories of (i) financial liabilities at fair value through profit or loss and (ii) financial liabilities measured at amortised cost. The classification depends on the purpose for which the financial liabilities were acquired. Management determines the classification of its financial liabilities at initial recognition. A financial liability is derecognised when it is extinguished, that is the obligation specified in the contract is discharged or cancelled or expires. (i) Financial liabilities at fair value through profit or loss Financial liabilities at fair value through profit or loss are financial liabilities classified as held for trading. A financial liability is classified as held for trading if it is acquired principally for the purpose of selling or repurchasing it in the near term and for which there is evidence of a recent actual pattern of short term profit taking.

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 305

PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/15 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Financial assets and liabilities (continued) 2. Financial liabilities (continued) (i) Financial liabilities at fair value through profit or loss (continued) Financial liabilities carried at fair value through profit or loss are initially recognised at fair value and subsequently carried at fair value, with gains and losses recognised in the statement of income. (ii) Financial liabilities measured at amortised cost Financial liabilities that are not classified as financial liabilities carried at fair value through profit or loss are initially recognised at fair value, including directly attributable transaction costs. Subsequently, the financial liabilities are carried at amortised cost using the effective interest method. They are included in current liabilities, except for maturities more than 12 months after the end of reporting period. These are classified as non-current liabilities.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) f. Aset keuangan dan kewajiban keuangan (lanjutan) 2. Kewajiban keuangan (lanjutan) (i) Kewajiban keuangan yang nilai wajarnya diakui melalui laporan laba-rugi (lanjutan) Kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba-rugi, pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan kemudian diukur pada nilai wajarnya, dimana keuntungan atau kerugiannya diakui dalam laporan laba-rugi. (ii) Kewajiban keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi Kewajiban keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba-rugi, pada awalnya diakui sebesar nilai wajar, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Setelah pengakuan awal, kewajiban keuangan tersebut diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Mereka dimasukkan di dalam kewajiban lancar kecuali untuk yang jatuh temponya lebih dari 12 bulan setelah akhir periode pelaporan. Kewajiban keuangan ini diklasifikasikan sebagai kewajiban tidak lancar. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba-rugi ketika kewajiban keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, dan melalui proses amortisasi. 3. Estimasi nilai wajar Grup menggunakan beberapa teknik penilaian yang digunakan secara umum untuk menentukan nilai wajar dari instrumen keuangan dengan tingkat kompleksitas yang rendah. Input yang digunakan dalam teknik penilaian untuk instrumen keuangan di atas adalah data pasar yang dapat diobservasi. Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Grup menggunakan metode diskonto arus kas dengan menggunakan asumsi-asumsi yang didasarkan pada kondisi pasar pada tanggal neraca yang kemudian digunakan untuk menentukan nilai wajar dari instrumen keuangan.

Gains and losses are recognised in the statement of income when the financial liabilities are derecognised or impaired, as well as through the amortisation process.

3.

Fair value estimation The Group uses widely recognised valuation models for determining fair values of nonstandardised financial instruments of lower complexity. For these financial instruments, inputs into models are generally market observable. The fair value of financial instruments that are not traded in active markets are determined by using valuation techniques. The Group uses discounted cashflow methods and makes assumptions that are based on market conditions existing at each balance sheet date which are used to determine fair value for the financial instruments.

306

PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010

PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/16 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) g. biaya Impairment of financial assets (i) Assets carried at amortised cost The Group assesses at the balance sheet date whether there is objective evidence that a financial asset or group of financial assets is impaired. A financial asset or a group of financial assets is impaired and impairment losses are incurred only if there is objective evidence of impairment as a result of one or more events that occurred after the initial recognition of the asset (a “loss event”) and that loss event (or events) has an impact on the estimated future cash flows of the financial asset or group of financial assets that can be reliably estimated.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) g. Penurunan nilai dari aset keuangan (i) Aset yang dicatat perolehan diamortisasi berdasarkan

Pada setiap tanggal neraca Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti yang objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti yang objektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal. Kriteria yang Grup gunakan untuk menentukan bahwa ada bukti objektif dari suatu penurunan nilai meliputi: kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga; pihak pemberi pinjaman, dengan alasan ekonomi atau hukum sehubungan dengan kesulitan keuangan yang dialami pihak peminjam, memberikan keringanan pada pihak peminjam yang tidak mungkin diberikan jika pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut; terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya; hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan; atau data yang dapat diobservasi mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur atas estimasi arus kas masa depan dari kelompok aset keuangan sejak pengakuan awal aset dimaksud, meskipun penurunannya belum dapat diidentifikasi terhadap aset keuangan secara individual dalam kelompok aset tersebut, termasuk: memburuknya status pembayaran pihak peminjam dalam kelompok tersebut; dan kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan wanprestasi atas aset dalam kelompok tersebut.

The criteria that the Group uses to determine that there is objective evidence of an impairment loss include: significant financial difficulty of the issuer or obligor; a breach of contract, such as a default or delinquency in interest or principal payments; the lenders, for economic or legal reasons relating to the borrower’s financial difficulty, granting to the borrower a concession that the lender would not otherwise consider; it becomes probable that the borrower will enter bankruptcy or other financial reorganisation; the disappearance of an active market for that financial asset because of financial difficulties; or observable data indicating that there is a measurable decrease in the estimated future cash flows from a portfolio of financial assets since the initial recognition of those assets, although the decrease cannot yet be identified with the individual financial assets in the portfolio, including: adverse changes in the payment status of borrowers in the portfolio; and national or local economic conditions that correlate with defaults on the assets in the portfolio.

-

-

-

-

PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 307

PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/17 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) g. Impairment of financial assets (continued) (i) Assets carried at amortised cost (continued) If there is an objective evidence that impairment loss has been incurred, the amount of the loss is measured as the difference between the asset’s carrying amount and the present value of estimated future cash flows (excluding future credit losses that have not been incurred) discounted at the financial asset’s original effective interest rate. The asset’s carrying amount is reduced either directly or through use of an allowance account. The amount of the loss is recognised in the statement of income. If, in a subsequent period, the amount of the impairment loss decreases and the decrease can be related objectively to an event occurring after the impairment was recognised (such as an improvement in the debtor’s credit rating), the previously recognised impairment loss shall be reversed either directly or by adjusting an allowance account. The reversal shall not result in a carrying amount of the financial asset that exceeds what the amortised cost would have been had the impairment not been recognised at the date the impairment reversed. The reversal amount shall be recognised in the statement of income. (ii) Assets classified as available for sale When a decline in the fair value of an available for sale financial asset has been recognised directly in equity and there is objective evidence that the asset is impaired, the cumulative loss that had been recognised in equity shall be reclassified from equity to profit or loss even though the financial asset has not been derecognised. The amount of the cumulative loss is measured as the difference between the acquisition cost and the current fair value, less any impairment loss on that financial asset previously recognised in the statement of income.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) g. Penurunan nilai dari aset keuangan (lanjutan) (i) Aset yang dicatat berdasarkan perolehan diamortisasi (lanjutan) biaya

Jika terdapat bukti objektif bahwa kerugian penurunan niIai telah terjadi, maka jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan (tidak termasuk kerugian kredit di masa depan yang belum terjadi) yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut. Nilai tercatat aset tersebut dikurangi, baik secara langsung maupun menggunakan pos cadangan. Jumlah kerugian yang terjadi diakui pada laporan laba-rugi. Jika, pada periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara objektif pada peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui (seperti meningkatnya peringkat kredit debitur), maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan, baik secara langsung, atau dengan menyesuaikan pos cadangan. Pemulihan tersebut tidak boleh mengakibatkan nilai tercatat aset keuangan melebihi biaya perolehan diamortisasi sebelum adanya pengakuan penurunan nilai pada tanggal pemulihan dilakukan. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba-rugi. (ii) Aset yang tersedia untuk dijual Ketika penurunan nilai wajar atas aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual telah diakui secara langsung dalam ekuitas dan terdapat bukti objektif bahwa aset tersebut mengalami penurunan nilai, maka kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui secara langsung dalam ekuitas harus dikeluarkan dari ekuitas dan diakui pada laporan laba-rugi meskipun aset keuangan tersebut belum dihentikan pengakuannya. Jumlah kerugian kumulatif yang dikeluarkan dari ekuitas dan diakui pada laporan laba-rugi merupakan selisih antara biaya perolehan dengan nilai wajar kini, dikurangi kerugian penurunan nilai aset keuangan yang sebelumnya telah diakui pada laporan laba-rugi. Kerugian penurunan nilai yang diakui pada laporan laba-rugi atas investasi instrumen ekuitas yang diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas yang tersedia untuk dijual tidak boleh dipulihkan melalui laporan labarugi.

The impairment losses recognised in the statement of income for an investment in an equity instrument classified as available for sale shall not be reversed through profit and loss.

dicatat berdasarkan metode ekuitas. nilai wajar instrumen utang yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual meningkat dan peningkatan tersebut dapat secara objektif dihubungkan dengan peristiwa yang terjadi setelah pengakuan kerugian penurunan nilai pada laporan laba-rugi. including marital and family relationships. Bila terjadi penurunan permanen atas nilai investasi dalam perusahaan asosiasi. If there has been a permanent decline in the value of an invesment in an associate the carrying value is written down to recognise the decline. a relationship between: Perusahaan melakukan transaksi dengan pihakpihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana didefinisikan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) 7 “Pengungkapan Pihak-pihak yang Memiliki Hubungan Istimewa”. Yang termasuk dalam hubungan istimewa antara lain. are accounted for under the equity method. Transactions with related parties The Company enters into transactions with related parties as defined SFAS 7 “Related Party Disclosure”. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. in a subsequent period. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) g. Dengan metode ini. unless otherwise stated) 2. kecuali dinyatakan lain) 2. Investments in associated companies Investments in companies of which the Company has between 20% and 50% of the voting rights or over which the Company has significant influence but not control. termasuk hubungan keluarga dan perkawinan. Pada tanggal neraca. nilai tercatat dikurangkan untuk mengakui penurunan tersebut. direksi dan karyawan. Based on this method. Losses exceeding the carrying value of the investment are recognised if the Company has committed to provide financial support or guarantee the associates’ obligation. (i) (ii) the Company. the impairment loss is reversed through the separate income statement. and the Company and its board of commissioners.308 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/18 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. the cost of the investments is adjusted by the Company’s share in the net income or losses of the associates since the date of acquisition and dividend distributions. i. Impairment of financial assets (continued) (ii) Assets classified (continued) as available for sale IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) g. maka kerugian penurunan nilai tersebut harus dipulihkan melalui laporan laba-rugi. i. Perusahaan menelaah ada atau tidaknya indikasi penurunan nilai investasi pada perusahaan asosiasi. pada periode berikutnya. biaya perolehan investasi bertambah atau berkurang sebesar bagian pemilikan Perusahaan atas laba atau rugi bersih perusahaan asosiasi sejak tanggal perolehan. dan Perusahaan dan dewan komisaris. . At the balance sheet date. dan distribusi dividen tunai. h. A related party includes among others. Investasi pada perusahaan asosiasi Investasi pada perusahaan dimana Perusahaan memiliki paling sedikit 20% tetapi tidak lebih dari 50% hak suara. the Company undertakes a review to determine whether there is any indication of impairment in investment in associates. atau dimana Perusahaan memiliki pengaruh signifikan tetapi tidak mengendalikan. Penurunan nilai dari aset keuangan (lanjutan) (ii) Aset yang tersedia untuk dijual (lanjutan) Jika. its major shareholders and companies related to its major shareholders. the fair value of a debt instrument classified as available-for-sale increases and the increase can be objectively related to an event occurring after the impairment loss was recognised in the statement of income. Kerugian yang melebihi nilai tercatat investasi diakui bila Perusahaan mempunyai komitmen untuk memberikan bantuan keuangan atau menjamin kewajiban perusahaan asosiasi. h. directors and employees. Transaksi dengan hubungan istimewa pihak yang mempunyai If. pemegang saham utama dan perusahaan lain yang berhubungan dengan pemegang saham utama. hubungan antara: (i) (ii) Perusahaan.

diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian. j. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. rehabilitation. Changes in estimated restoration and environmental costs to be incurred are accounted for on a prospective basis over the remaining mine life. Transaksi dengan pihak yang hubungan istimewa (lanjutan) mempunyai Sifat dan saldo transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. that excess is provided for or written off in the year in which this is determined. k. to the extent this value exceeds its recoverable value. Perubahan taksiran biaya restorasi dan lingkungan hidup yang akan terjadi dihitung secara prospektif berdasarkan sisa umur tambang. whether or not transacted on normal terms and conditions similar to those with third parties.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 309 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/19 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. kelebihan tersebut disisihkan atau dihapuskan pada tahun saat ditentukan. Development expenditure is capitalised and incorporates costs for developing an area of interest prior to the commencement of operations in the respective area. Beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan Beban eksplorasi dan evaluasi diakumulasi untuk setiap area of interest dan ditangguhkan sebagai aset bila biaya-biaya tersebut diharapkan dapat diperoleh kembali melalui eksploitasi atau penjualan. dan biaya lingkungan hidup lainnya yang timbul selama tahap produksi dibebankan sebagai bagian dari biaya produksi. k. j. Such obligations are being accrued. Transactions with related parties (continued) The nature and balances of transactions with related parties. Ultimate recovery of exploration and evaluation expenditure carried forward is dependent on successful development and exploitation of the respective areas. Deferred exploration and development expenditures are amortised using the unit-of-production method from the date of commencement of commercial production of each respective area of interest. Beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan diamortisasi dengan menggunakan metode unit produksi yang dihitung sejak tanggal dimulainya produksi komersial dari setiap area of interest terkait. kecuali dinyatakan lain) 2. Penyisihan reklamasi lingkungan dan penutupan tambang Restorasi. so that the accrual will be adequate to meet those obligations once production from the resource is completed. Perusahaan memiliki kewajiban tertentu untuk restorasi dan rehabilitasi daerah pertambangan sesudah produksi selesai. or where activities in the area of interest have not yet reached a stage which permits a reasonable assessment of the existence or otherwise of economically recoverable reserves and active and significant operations in or in relation to the area are continuing. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) i. The net carrying value of each area of interest is reviewed regularly and. rehabilitasi. Perusahaan menghitung besarnya kewajiban tersebut yang mencukupi untuk memenuhi kewajiban yang timbul ketika produksi sudah selesai. and environmental expenditure to be incurred during the production phase of operations is charged as part of the cost of production. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) i. The Company has certain obligations to restore and rehabilitate mining areas following the completion of production. Beban pengembangan dikapitalisasi dan termasuk dalam biaya-biaya untuk mengembangkan area of interest sebelum dimulainya operasi dalam area of interest terkait. Provision for environmental reclamation and mine closure Restoration. are disclosed in the consolidated financial statements. Deferred exploration expenditure and development Exploration and evaluation expenditure is accumulated for each area of interest and deferred as an asset when the costs are expected to be recouped through exploitation or sale. unless otherwise stated) 2. Nilai bersih tercatat beban eksplorasi dan pengembangan untuk setiap area of interest ditelaah secara berkala dan apabila nilai tercatat melebihi nilai yang bisa diharapkan di masa datang. . Pengembalian beban eksplorasi dan evaluasi yang ditangguhkan sangat tergantung pada keberhasilan eksploitasi dan pengembangan area of interest yang terkait. atau kegiatan tersebut belum mencapai tahap yang dapat menentukan apakah kegiatan tersebut akan dapat menghasilkan cadangan terbukti yang secara ekonomis dapat diperoleh serta kegiatan yang aktif dan signifikan dalam area of interest terkait masih berlangsung. baik yang berasal maupun yang tidak berasal dari transaksi normal dan dengan ketentuan dan syarat yang sama dengan transaksi ke pihak ketiga maupun tidak.

These costs are reclassified to fixed asset accounts when the construction or installation is complete. The carrying amount of the replaced part is derecognised. Depreciation of the main mining equipment used in mining operations is calculated using the unit-of-production method. their cost and the related accumulated depreciation are transferred from fixed assets to “Non-productive assets”. semua aset tetap lainnya disusutkan berdasarkan metode garis lurus hingga mencapai nilai sisa. Spreader and Stacker & Reclaimer (“SR”). Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba-rugi konsolidasian dalam periode dimana biaya-biaya tersebut terjadi. Aset tetap Aset tetap diakui sebesar harga perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan. atau masa IUP. Penyusutan alat tambang utama yang digunakan dalam operasi pertambangan dihitung dengan menggunakan metode unit produksi. unless otherwise stated) 2. All other repairs and maintenance are charged to the consolidated statement of income during the financial period in which they are incurred. The main mining equipment consists of Bucket Wheel Excavators (“BWE”). as appropriate. Other fixed assets. Depreciation is charged from such date. Central Distribution Point (“CDP”). Penyusutan mulai dibebankan pada tanggal yang sama. Apabila aset tetap tidak digunakan lagi. hanya apabila kemungkinan besar Grup akan mendapatkan manfaat ekonomis masa depan berkenaan dengan aset tersebut dan biaya perolehan aset dapat diukur dengan handal. Biaya-biaya tersebut direklasifikasi ke akun aset tetap pada saat proses konstruksi atau pemasangan selesai. Nilai tercatat komponen yang diganti tidak lagi diakui. Akumulasi biaya konstruksi bangunan dan pabrik serta pemasangan mesin dikapitalisasi sebagai aset dalam penyelesaian. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) l. Kecuali tanah. . 5 dan/and 20 5 sampai/to 20 4 3 sampai/to 4 Buildings Machinery and equipment Vehicles Office and hospital equipment Subsequent costs are included in the asset’s carrying amount or recognised as a separate asset. the life of mine or IUP term as follows: Tahun/ Years IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) l. Penghapusan dan penjualan aset tidak produktif harus mendapat persetujuan dari pemegang saham. yang dinyatakan sebagai berikut: Bangunan Mesin dan peralatan Kendaraan Peralatan kantor dan rumah sakit Biaya-biaya setelah pengakuan awal aset diakui sebagai bagian dari nilai tercatat aset atau sebagai aset yang terpisah. maka harga perolehan dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari aset tetap dan dicatat sebagai “Aset non-produktif”. The accumulated costs of the construction of buildings and plant and the installation of machinery are capitalised as construction in progress. Conveyor System (“CS”). sebagaimana mestinya. Fixed assets Fixed assets are stated at cost less accumulated depreciation. The carrying value of assets transferred is charged as an expense in the current period. Nilai buku dari aset tetap yang dipindahkan diakui sebagai beban periode berjalan. only when it is probable that future economic benefits associated with the item will flow to the Group and the cost of the item can be measured reliably.310 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/20 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. except land. Elimination and disposal of non-productive assets are required to be approved by shareholders. are depreciated using the straight-line method to their estimated residual value over the lesser of the estimated useful lives of the assets. umur tambang. Alat tambang utama terdiri dari Bucket Wheel Excavator (”BWE”). When assets are retired or otherwise disposed of. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. selama periode yang lebih rendah antara estimasi masa manfaat aset. Spreader dan Stacker & Reclaimer (”SR”). Central Distribution Point (”CDP”). kecuali dinyatakan lain) 2. Conveyor System (”CS”).

Leases of fixed assets where the Group has substantially all the risks and rewards of ownership are classified as finance leases. the amount to be capitalised is determined by applying a capitalisation rate to the amount expended on the qualifying asset. Sewa pembiayaan Apabila dalam suatu kontrak sewa porsi yang signifikan atas risiko dan manfaat kepemilikan aset tetap berada ditangan lessor. kecuali dinyatakan lain) 2.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 311 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/21 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. maka sewa tersebut diklasifikasikan sebagai sewa operasi. are capitalised up to the date when construction is complete. Untuk pinjaman yang dapat diatribusi secara langsung pada suatu aset tertentu yang memenuhi syarat. less any income earned on the temporary investment of such borrowings. Finance leases are capitalised at the lease’s commencement at the lower of the fair value of the leased property and the present value of the minimum lease payments. . NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. Tingkat kapitalisasi adalah rata-rata tertimbang biaya pinjaman dibagi dengan jumlah pinjaman dari suatu periode tertentu. unless otherwise stated) 2. excluding borrowings directly attributable to financing the qualifying asset under construction. jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) l. Payments made under operating leases are charged to the consolidated statements of income on a straight-line basis over the period of the lease. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) l. Unsur bunga dalam beban keuangan dibebankan di laporan laba-rugi konsolidasian selama masa sewa sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban setiap periode. The capitalisation rate is the weighted-average of the borrowing costs applicable to the total borrowings outstanding during the period. the amount to be capitalised is determined as the actual borrowing costs incurred during the year. Finance leases Leases in which a significant portion of the risks and rewards of ownership are retained by the lessor are classified as operating leases. jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi ditentukan dengan mengalikan tingkat kapitalisasi dengan pengeluaran untuk aset tertentu yang memenuhi syarat. dikurangi pendapatan investasi jangka pendek dari pinjaman tersebut. Fixed assets (continued) Interest and other borrowing costs. Each lease payment is allocated between the liability and finance charges so as to achieve a constant rate of interest on the finance balance outstanding. Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara bagian yang merupakan pelunasan kewajiban dan bagian yang merupakan beban keuangan sedemikian rupa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga yang konstan atas saldo pembiayaan. Sewa aset tetap dimana Grup memiliki secara substansi seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Aset tetap (lanjutan) Biaya bunga dan biaya pinjaman lain. The interest element of the finance cost is charged to the consolidated statement of income over the lease period so as to produce a constant periodic rate of interest on the remaining balance of the liability for each period. Pembayaran sewa operasi dibebankan ke laporan laba-rugi konsolidasian atas dasar garis lurus selama masa sewa. Sewa pembiayaan dikapitalisasi pada awal masa sewa sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini pembayaran sewa minimum. jumlah yang dikapitalisasi adalah sebesar biaya pinjaman yang terjadi selama tahun berjalan. seperti biaya diskonto atas pinjaman baik yang secara langsung ataupun tidak langsung digunakan untuk mendanai proses pembangunan aset tertentu yang memenuhi syarat. Untuk pinjaman yang tidak dapat diatribusi secara langsung pada suatu aset tertentu yang memenuhi syarat. For borrowings directly attributable to a qualifying asset. tidak termasuk pinjaman yang secara khusus digunakan untuk perolehan aset tertentu yang memenuhi syarat. For borrowings that are not directly attributable to a qualifying asset. dikapitalisasi sampai proses pembangunan tersebut selesai. such as discount fees on loans either directly or indirectly used in financing construction of a qualifying asset.

o. Trade payables Trade payables are obligations to pay for goods or services that have been acquired in the ordinary course of business from suppliers. hutang usaha tersebut disajikan sebagai kewajiban tidak lancar. kecuali dinyatakan lain) 2. o. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) l. An impairment loss is recognised for the amount by which the carrying amount of the asset exceeds its recoverable amount. Fixed assets (continued) Finance leases (continued) Fixed assets acquired under finance leases are depreciated similarly to owned assets. aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah. the asset is depreciated over the shorter of the useful life of the asset and the lease term. If there is no reasonable certainty that the Group will hold the ownership by the end of the lease term. aset tersebut disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset dan masa sewa. Trade payables are recognised initially at fair value and subsequently measured at amortised cost using the effective interest method. m. are reviewed for impairment whenever events or changes in circumstances indicate that the carrying amount may not be recoverable. Reversal of an impairment provision is recorded as income in the period when the reversal occurs.312 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/22 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Impairment of non-financial assets At each balance sheet date. . Grup menelaah ada atau tidaknya indikasi penurunan nilai aset. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. assets are grouped at the lowest levels for which there are separately identifiable cash flows. Hutang usaha dikelompokkan sebagai kewajiban lancar apabila pembayaran jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang (atau dalam siklus normal operasi dari bisnis jika lebih lama). Hutang usaha Hutang usaha adalah kewajiban untuk membayar atas barang atau jasa yang telah diperoleh dari pemasok dalam transaksi bisnis pada umumnya. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) l. Properti pertambangan Properti pertambangan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan merupakan penyesuaian nilai wajar properti pertambangan pada tanggal akuisisi untuk IPC. Nilai yang dapat diperoleh kembali adalah nilai yang lebih tinggi diantara harga jual bersih dan nilai pakai aset. m. Penurunan nilai dari aset non-keuangan Setiap tanggal neraca. Fixed assets and other non-current assets. Aset tetap dan aset tidak lancar lainnya. Trade payables are classified as current liabilities if payment is due within one year or less (or in the normal operating cycle of the business if longer). For the purpose of assessing impairment. n. Dalam rangka menguji penurunan nilai. unless otherwise stated) 2. termasuk aset tak berwujud ditelaah untuk mengetahui apakah telah terjadi kerugian akibat penurunan nilai bilamana terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tersebut tidak dapat diperoleh kembali. Mining property Mining property is stated at cost and represents the fair value adjustment of properties acquired at the date of acquisition of IPC. Jika tidak. If not. they are presented as non-current liabilities. Kerugian akibat penurunan nilai diakui sebesar selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tersebut. Jika tidak terdapat kepastian yang memadai bahwa Grup akan mendapatkan kepemilikan atas aset pada akhir masa sewa. including intangible assets. Aset tetap (lanjutan) Sewa pembiayaan (lanjutan) Aset tetap yang diperoleh melalui sewa pembiayaan disusutkan dengan metode yang sama dengan metode penyusutan aset tetap yang dimiliki sendiri. n. Hutang usaha pada awalnya diakui pada nilai wajar dan kemudian diukur pada harga perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. which is the higher of an asset’s net selling price and value in use. Pemulihan penyisihan penurunan nilai diakui sebagai pendapatan dalam periode dimana pemulihan tersebut terjadi. the Group undertakes a review of whether there is any indication of asset impairment or not.

p. Tarif pajak yang berlaku saat ini atau secara substansial telah berlaku digunakan untuk menentukan pajak penghasilan tangguhan. Stripping costs are expensed as incurred. Beban diakui berdasarkan metode akrual. and: It is probable that economic benefits associated with the transaction will flow to the Group.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 313 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/23 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Deferred tax assets relating to future tax benefits and the carry forward of unused tax losses are recognised to the extent that it is probable that future taxable profit will be available against which the future tax benefits and unused tax losses can be utilised. Aset pajak tangguhan berasal dari manfaat pajak masa mendatang dan saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi akan diakui apabila besar kemungkinan jumlah laba fiskal pada masa mendatang akan memadai untuk dikompensasi dengan manfaat pajak masa mendatang dan saldo rugi fiskal yang dapat dipakai. Properti pertambangan (lanjutan) Saldo properti pertambangan terkait dengan IPC diamortisasi selama umur properti menggunakan metode unit produksi dimulai dari awal operasi komersial. pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan. Produk telah diserahkan kepada pelanggan serta tidak lagi di bawah pengendalian fisik dari Grup atau hak kepemilikannya telah diserahkan kepada pelanggan. Penjualan dari produk diakui sebagai penghasilan pada saat pengalihan risiko kepada pelanggan dan: Dipastikan manfaat ekonomis dari transaksi penjualan akan mengalir kepada Grup. Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan. Beban pengupasan tanah dibiayakan pada saat terjadinya. Revenue from sales of coal is recognised when there has been a passing of risk to the customers. if appealed against. Taxation Deferred income tax is provided for using the balance sheet liability method for all temporary differences arising between the tax bases of assets and liabilities and their carrying values for financial reporting purposes. q. The quantity and quality of the product can be determined with reasonable accuracy. Pendapatan dan beban Pendapatan berasal dari penjualan produk Grup dan aktifitas perdagangan batubara. The amortisation is based on estimated reserves. Currently enacted or substantially enacted tax rates are used to determine deferred income tax. Amendments to taxation obligations are recorded when an assessment is received or. Perpajakan Semua perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan kewajiban dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode liabilitas neraca (balance sheet liability method). Amortisasi tersebut menggunakan basis estimasi cadangan. p. Kuantitas serta kualitas dari produk dapat ditentukan dengan cukup akurat. q. Perubahan dalam estimasi cadangan dilakukan secara prospektif. when the results of the appeal are determined. kecuali dinyatakan lain) 2. Expenses are recognised on accruals basis. dan Harga jual dapat ditentukan dengan cukup akurat. . dimulai sejak awal periode terjadinya perubahan (lihat Catatan 3). Revenue and expenses Revenue represents revenue earned from the sale of the Group’s products and coal trading activities. and The selling price and related costs can be determined with reasonable accuracy. unless otherwise stated) 2. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) o. Changes in estimated reserves are accounted for on a prospective basis. Mining property (continued) The mining property balance related to IPC is amortised over the life of the property using the units of production method from the date of the commencement of commercial operations. The product has been dispatched to the customer and is no longer under the physical control of the Group or property in the product has earlier passed to the customer. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) o. from the beginning of the period in which the change occurs (see Note 3).

Pada tanggal 21 Oktober 2002. The defined benefit obligation is calculated annually by independent actuaries using the projected unit credit method.314 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/24 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. The pension benefit obligation is the present value of the defined benefit obligation at the balance sheet date less the fair value of plan assets. trustee administered pension fund as a defined benefit retirement plan (“PPMP”). Employee benefits Short-term employee benefits Short-term employee benefits are recognised when they are accrued to the employees. the Company received approval from the Ministry of Finance (No.5% dan 21. to hold. on behalf of plan members. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) r. The Group is required to provide a minimum amount of pension benefits in accordance with Labour Law No. respectively. Grup harus menyediakan imbalan pensiun dengan jumlah minimal sesuai dengan Undang-Undang (“UU”) Ketenagakerjaan No. Contributions consist of employees’ and the Company’s contributions that are computed as 4. . Program tersebut dikelola oleh perusahaan asuransi jiwa. Kewajiban imbalan pensiun merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal neraca dikurangi dengan nilai wajar aset program dan penyesuaian atas keuntungan atau kerugian aktuarial dan biaya jasa lalu yang belum diakui. 13/2003 or the Group’s Collective Labour Agreement (the “CLA”).37% of employees’ basic pension income. Pension benefits and other post-employment benefits The Company has a contributory employee saving program covering all of its qualified permanent employees. semua kekayaan agar dapat memenuhi kewajiban pensiun dari Perusahaan.5% and 21. Jumlah kontribusi terdiri dari kontribusi karyawan dan Perusahaan masing-masing dihitung sebesar 4. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) r. Imbalan pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya Perusahaan memiliki program tabungan pensiun karyawan untuk semua karyawan tetapnya. together with adjustments for unrecognised actuarial gains or losses and past service costs. The program is managed by a life insurance company. assets held to satisfy the pension obligations of the Company. Imbalan Kerja Imbalan kerja jangka pendek Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terhutang kepada karyawan. untuk mengelola. whichever is higher. Karena UU Ketenagakerjaan atau PKB menentukan rumus tertentu untuk menghitung jumlah minimal imbalan pensiun. kecuali dinyatakan lain) 2. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas keluar masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah (dengan pertimbangan saat ini tidak ada pasar aktif untuk obligasi korporat berkualitas tinggi) dalam mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang di mana imbalan tersebut akan dibayarkan dan yang memiliki jangka waktu yang kurang lebih sama dengan waktu jatuh tempo kewajiban imbalan pensiun yang bersangkutan. atas nama para anggota. On 21 October 2002. pada dasarnya program pensiun berdasarkan UU Ketenagakerjaan atau PKB adalah program pensiun imbalan pasti. Since the Labour Law and the CLA set the formula for determining the minimum amount of benefits. KEP-245/KM. Perusahaan memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan (No.6/2002) to establish a separate. mana yang lebih tinggi. Contribution is computed periodically by the insurance company whereby the employees contribute a certain percentage of their basic salary and the Company contributes the balance of the required amount. Kewajiban imbalan pasti dihitung sekali setahun oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. unless otherwise stated) 2. in substance pension plans under the Labour Law or the CLA represent defined benefit plans.6/2002) untuk membentuk Lembaga (Trust) terpisah yang mengelola dana pensiun dalam bentuk program pensiun manfaat pasti (“PPMP”) bernama Dana Pensiun Bukit Asam (“DPBA”) . KEP245/KM.37% dari penghasilan dasar pensiun. 13/2003 atau Perjanjian Kerja Bersama (“PKB”). Para karyawan mengkontribusikan persentase tertentu dari gaji pokok dan sisa kontribusi ditanggung oleh Perusahaan. Kontribusi dihitung secara periodik oleh perusahaan asuransi. The present value of the defined benefit obligation is determined by discounting the estimated future cash outflows using interest rates of government bonds (considering currently there is no deep market for high quality corporate bonds) that are denominated in Rupiah in which the benefits will be paid and that have terms to maturity approximating the terms to the related pension obligation. named Dana Pensiun Bukit Asam (“DPBA”).

Prakiraan biaya imbalan ini diakru sepanjang masa kerja karyawan. Nilai imbalan yang diberikan didasari pada peraturan Perusahaan. The Company also provides other post-employment benefits. the past service costs are amortised on a straight-line basis over the vesting period. Dalam hal ini. These benefits have been accounted for using the same methodology as for the defined benefit pension plan. Imbalan Kerja (lanjutan) Imbalan pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya (lanjutan) Keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial yang jumlahnya melebihi jumlah yang lebih besar dari 10% dari nilai wajar aset program atau 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti. Hak atas imbalan ini pada umumnya diberikan apabila karyawan bekerja sampai usia pensiun dan memenuhi masa kerja minimum tertentu. The entitlement to these benefits is usually based on the employee remaining in service up to retirement age and the completion of a minimum service period. dengan menggunakan metode akuntansi yang sama. Post-retirement health care benefits The Company provides post-retirement healthcare benefits to their retirees. Kewajiban ini dinilai setiap tahun oleh aktuaris independen yang memenuhi kualifikasi. Death allowance is paid when the employee or the qualified family members pass away. Employee benefits (continued) Pension benefits and other post-employment benefits (continued) Actuarial gains and losses arising from experience adjustments and changes in actuarial assumptions in excess of the greater of 10% of the fair value of plan assets or 10% of the present value of the defined benefit obligations are charged or credited to the consolidated statements of income over the employees’ expected average remaining service lives. The expected costs of these benefits are accrued over the period of employment. Biaya jasa lalu diakui secara langsung di laporan laba-rugi konsolidasian. using an accounting methodology similar but simplified to that for defined benefit pension plans. The long service reward vests when the employees reach their retirement age. namun disederhanakan. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) r. dibebankan atau dikreditkan ke laporan laba-rugi konsolidasian selama rata-rata sisa masa kerja yang diharapkan dari karyawan tersebut.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 315 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/25 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Sedangkan imbalan berupa uang pisah. The separation reward benefit is paid to employees in the case of voluntary resignation. Imbalan ini dihitung dengan menggunakan metodologi yang sama dengan metodologi yang digunakan dalam perhitungan program pensiun imbalan pasti. seperti uang penghargaan. dibayarkan kepada karyawan yang mengundurkan diri secara sukarela. unless the changes to the pension plan are conditional on the employees remaining in service for a specified period of time (the vesting period). such as long service reward. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) r. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. Imbalan berupa uang penghargaan diberikan apabila karyawan bekerja hingga mencapai usia pensiun. biaya jasa lalu akan diamortisasi secara garis lurus sepanjang periode vesting. Past service costs are recognised immediately in the consolidated statements of income. Santunan kematian diberikan bila pegawai dan anggota keluarga tertentu meninggal dunia. setelah memenuhi minimal masa kerja tertentu. unless otherwise stated) 2. santunan kematian dan uang pisah. kecuali perubahan terhadap program pensiun tersebut tergantung pada karyawan yang masih tetap bekerja selama periode waktu tertentu (periode vesting). death allowance and separation reward. Perusahaan memberikan imbalan pasca-kerja lainnya. dengan metode yang digunakan dalam perhitungan program pensiun imbalan pasti. subject to a minimum number of years of service. These obligations are valued annually by independent qualified actuaries. In this case. . kecuali dinyatakan lain) 2. Imbalan pelayanan kesehatan pensiun Perusahaan menyediakan imbalan kesehatan pascakerja untuk pensiunan.

yang terdiri dari penghargaan masa kerja dan imbalan masa persiapan pensiun (“MPP”) diakui di neraca konsolidasian berdasarkan nilai kini dari kewajiban imbalan pasti.316 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/26 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. Biaya emisi saham yaitu tambahan biaya yang langsung terkait dengan penerbitan saham. s. disajikan pada bagian ekuitas sebagai pengurang bersih setelah dikurangi pajak. Other long-term employee benefits Other long-term employee benefits. u. t. which consist of jubilee reward and pre-retirement period benefit (“MPP”). NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.131. Perusahaan mengakui pesangon pemutusan kontrak kerja ketika Perusahaan menunjukkan komitmennya untuk memutuskan hubungan kerja dengan karyawan yang berdasarkan suatu rencana formal terinci yang kecil kemungkinannya untuk dibatalkan. Imbalan Kerja (lanjutan) Pesangon pemutusan kontrak kerja Pesangon pemutusan kontrak kerja diakui sebagai beban ketika karyawan dihentikan sebelum usia pensiun normal. are recognised in the consolidated balance sheet at the present value of the defined benefit obligation.304. net of tax. which for the years ended 31 December 2010 and 2009 was 2. Segment reporting A business segment is a group of assets and operations engaged in providing products or services that are subject to risks and returns that are different from those of other business segments. Basic earnings per share Basic earnings per share is calculated by dividing net income by the weighted average number of ordinary shares outstanding during the year. Pesangon yang akan dibayarkan lebih dari 12 bulan setelah tanggal neraca didiskontokan untuk mencerminkan nilai kininya. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) r. Benefits falling due more than 12 months after the balance sheet date are discounted to present value. . kecuali dinyatakan lain) 2. s. dari jumlah yang diterima. unless otherwise stated) 2. untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing adalah 2. Imbalan kerja jangka panjang lainnya Imbalan kerja jangka panjang lainnya.849 saham. The actuarial gains and losses and the past service costs are recognised immediately in the consolidated statement of income.131.304. Shares and share issue cost Ordinary shares are classified as equity. A geographical segment is engaged in providing products or services within a particular economic environment that are subject to risks and returns that are different from those of segments operating in other economic conditions. Pelaporan Segmen Sebuah segmen usaha adalah sekelompok aset dan operasi yang menyediakan barang atau jasa yang memiliki risiko serta tingkat pengembalian yang berbeda dengan segmen usaha lainnya. Sebuah segmen geografis menyediakan barang maupun jasa di dalam lingkungan ekonomi tertentu yang memiliki risiko serta tingkat pengembalian yang berbeda dengan segmen operasi lainnya yang berada dalam lingkungan ekonomi lain. t. u. Saham dan biaya emisi saham Saham biasa diklasifikasikan sebagai ekuitas. Laba bersih per saham dasar Laba bersih per saham dihitung dengan membagi laba bersih dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan.849 shares. Employee benefits (continued) Termination benefits Termination benefits are payable whenever an employee’s employment is terminated before the normal retirement date. The Company recognises termination benefits when it is demonstrably committed to terminate the employment of current employees according to a detailed formal plan with low possibility of withdrawal. Share issue cost which is an incremental cost directly attributable to the issue of new shares is shown in equity as deduction. Keuntungan dan kerugian aktuarial dan biaya jasa lalu diakui secara langsung di laporan laba-rugi konsolidasian. from the proceeds. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) r.

Pinjaman kemudian dinyatakan pada biaya perolehan diamortisasi.856 (163) (9. Apabila tidak ada bukti bahwa besar kemungkinan akan dilakukan penarikan atas sebagian atau seluruh fasilitas tersebut. ACQUISITION On 19 September 2008. Pinjaman Pinjaman diakui pada awalnya pada nilai wajar. apabila besar kemungkinan akan dilakukan penarikan atas sebagian atau seluruh fasilitas tersebut.401) (49. biaya tersebut dikapitalisasi sebagai biaya dibayar di muka untuk jasa likuiditas dan diamortisasi selama periode dari fasilitas yang terkait. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) v. To the extent there is no evidence that it is probable that some or all of the facility will be drawn down.198 199.Aset tetap . NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. unless otherwise stated) 2. the fee is capitalised as a prepayment for liquidity services and amortised over the period of the facility to which it relates.9 billion from the previous shareholders PT Mega Raya Kusuma (“PTMRK”) and PT Rajawali Corpora (“PTRC”). Borrowings are subsequently carried at amortised cost. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) v.Kewajiban jangka panjang .766) (59. the fee is deferred until the drawdown occurs.Hak minoritas .063 47.714) (47.Properti pertambangan . In this case. dikurangi dengan biaya transaksi yang terjadi. biaya tersebut ditangguhkan sampai dengan penarikan dilakukan.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 317 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/27 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah. the Company acquired 51% of the shares of IPC with the total consideration paid of USD 17.934 . 3. kecuali dinyatakan lain) 2. Borrowings Borrowings are recognised initially at fair value. Dalam hal ini. Dividen Pembagian dividen kepada pemegang saham Grup diakui sebagai kewajiban dalam laporan keuangan konsolidasian Grup dalam periode dimana pembagian dividen diumumkan. Fees paid on the establishment of loan facilities are recognised as transaction costs of the loan to the extent that it is probable that some or all of the facility will be drawn down.514) 163. w. net of transaction cost incurred.85 million or equivalent to Rp 163.Kewajiban pajak tangguhan .9 miliar dari pemegang saham lama PT Mega Raya Kusuma (“PTMRK”) dan PT Rajawali Corpora (“PTRC”).Aset lancar . Perusahaan mengakuisisi 51% kepemilikan saham IPC dengan jumlah pembayaran sebesar USD 17. Perusahaan mengakui properti pertambangan setelah mengalokasikan harga perolehan ke nilai wajar aset bersih diperoleh setelah dikurangi alokasi goodwill negatif yang timbul ke aset non-moneter teridentifikasi seperti dirinci di bawah ini: Harga perolehan Alokasi harga perolehan: . The Company recognised mining property after purchase price allocation to the fair value of net assets acquired net of negative goodwill allocation to the identifiable non-monetary assets as detailed below: Purchase consideration Purchase price allocation: Current assets Fixed assets Mining property Other non-current assets Current liabilities Non-current liabilities Deferred tax liabilities Minority interest Negative goodwill allocated to the identifiable non-monetary assets 163.Aset tidak lancar lainnya . Biaya-biaya yang dibayarkan untuk mendapatkan fasilitas pinjaman diakui sebagai biaya transaksi dari pinjaman tersebut.Kewajiban lancar .85 juta atau setara dengan Rp 163. w.Goodwill negatif yang dialokasikan ke aset non-moneter teridentifikasi 3.934 375 83. any difference between the proceeds (net of transaction costs) and the redemption value is recognised in the statement of income over the period of the borrowings using the effective interest method. selisih antara hasil perolehan (dikurangi dengan biaya transaksi) dan nilai pelepasan diakui di dalam laporan laba-rugi selama periode pinjaman dengan menggunakan metode suku bunga efektif. AKUISISI Pada tanggal 19 September 2008. Dividends Dividend distribution to the Group’s shareholders is recognised as a liability in the Group’s consolidated financial statements in the period in which the dividends are declared.

PT Bank Mega Tbk Pihak yang mempunyai hubungan istimewa .Deutsche Bank AG .835 948 2.410 45 93. KAS DAN SETARA KAS Kas dan setara kas terdiri dari: 2010 Kas Kas di bank Rupiah Pihak ketiga .642 843 473 217 57 - 1.490 4.217 .717 2.Citibank .318 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/28 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.636 45 1.PT Bank Mandiri (Persero)Tbk .PT Bank Mega Tbk Pihak yang mempunyai hubungan istimewa . kecuali dinyatakan lain) 4.PT Bank Permata Tbk .328 143 - 2.834 235 673 74 25.PT Bank Permata Tbk .Citibank .Deutsche Bank AG .212 23.712 56 20.PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk .PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .406 152.454 97.Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur Dolar Amerika Serikat Pihak ketiga . CASH AND CASH EQUIVALENTS Cash and cash equivalents consist of the following: 2009 144 Cash on hand Cash in banks Rupiah Third parties Standard Chartered Bank Citibank PT Bank Permata Tbk Deutsche Bank AG PT CIMB Niaga Tbk PT Bank Mega Tbk Related parties PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero)Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur US Dollars Third parties Standard Chartered Bank Deutsche Bank AG PT Bank Permata Tbk Citibank PT Bank Mega Tbk Related parties PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Total cash in bank 14.695 65 10. unless otherwise stated) 4.Standard Chartered Bank .PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk .PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Jumlah kas di bank 189 NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.008 11.PT CIMB Niaga Tbk .164 492 160 43 - 121 21.Standard Chartered Bank .

000 4.370 89. TRADE RECEIVABLES Trade receivables consist of: 2009 Third Parties Rupiah PT Dayaindo Resources International PT Risna Karya Wardhana PT Titian Bina Kenari PT Mari Bersama Maju PT Masa Jaya Perkasa PT Artha Aneka Samudera Others (each below 5.PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk .054.5.584 15.PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk .934 6.00% 0.000 10.557 .602 13.Lain-lain (masing-masing di bawah 5.412 44.075 Suku bunga deposito berjangka di atas adalah: 2010 Deposito Rupiah Deposito Dolar Amerika Serikat 5.500 1. CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued) 2009 Time deposits (maturity within three months) Rupiah Related parties PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero)Tbk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung US Dollars 130.000 1.693 15.000) 5.999 13.104 The interest rates of the above time deposits are as follows: 2009 8.792. kecuali dinyatakan lain) 4. 5.568.074 13.83% .PT Dayaindo Resources International . NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.000) - 23.PT Titian Bina Kenari .000 575.50% .2.500 4.00% Rupiah deposits US Dollar deposits Related parties PT Bank Mandiri (Persero)Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur Total time deposit KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 2010 Deposito berjangka (jatuh tempo dalam jangka waktu 3 bulan) Rupiah Pihak yang mempunyai hubungan istimewa . unless otherwise stated) 4.000 1.910 1.PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk .50% 4.999 21. Refer to Note 29 for details of related party balances and transactions.000 825.PT Masa Jaya Perkasa .598 70.875.PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .30% .000 461.PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk .PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 319 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/29 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.743 4.508.743 600.001 45.PT Artha Aneka Samudera .PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung Dolar Amerika Serikat Pihak yang mempunyai hubungan istimewa .25% Lihat Catatan 29 untuk rincian saldo dan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.878 5.801 58.960.PT Risna Karya Wardhana .000 10.PT Mari Bersama Maju .Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur Jumlah deposito berjangka 1.8.709.556. PIUTANG USAHA Piutang usaha terdiri dari: 2010 Pihak ketiga Rupiah .12.12% .PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .

920 Less: Provision for impairment 385.472 420.156 11.309 25.405 15.Chaozhou City Yatai Energy Co. Aempire Resources Queda Corporation Lianex Corporation Nomura Trading PT Oorja Indo KGS FDK Resources Nissho Iwai Co.FDK Resources .063.537 47.610 31.839 28.759 39.636 185.868 (48.PT Okyloe Indonesia .Dragon Energi . kecuali dinyatakan lain) 5.353 489.PT Oorja Indo KGS .320 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/30 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.000) NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.406 80. Co Ltd Chaozhou City Yatai Energy Co.730 Dikurangi: Penyisihan penurunan nilai Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Rupiah .PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) . Ltd.981 5.PT Timah (Persero) Tbk (37.Nomura Trading . . Gold Manor International Ltd.PT Titian Bina Kenari .618 5.962 14.PT Sinar Bentala Abadi .Idemitsu Kosan.Aempire Resources .178 Total trade receivables .430 20.411 43.258 939.086 4.647 28.971 9.083) 382.933 8.000) - 60.405 1.Nissho Iwai Co. unless otherwise stated) 5.740 44. PIUTANG USAHA Piutang usaha terdiri dari: 2010 Pihak ketiga Dolar Amerika Serikat .729 1.678 5. TRADE RECEIVABLES Trade receivables consist of: 2009 Third Parties US Dollars Idemitsu Kosan. Sojitz Corp.PT Indonesia Power .251 12.PT Tiga Lentera Abadi .505. .598 21.459 Related parties Rupiah PT Indonesia Power PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Semen Padang PT Semen Baturaja US Dollars PT Timah (Persero) Tbk - Jumlah piutang usaha 997. Ltd.Gold Manor International Ltd. Dragon Energi PT Okyloe Indonesia PT Tiga Lentera Abadi PT Sinar Bentala Abadi PT Titian Bina Kenari Others (each below 5.Lainnya (masing-masing di bawah 5.PT Semen Padang .678 14.685 25.833 21.Sojitz Corp.003 22.Queda Corporation .338 44.138) 441. .Lianex Corporation .800 614.PT Semen Baturaja Dolar Amerika Serikat .675 108. Co Ltd . .

553.083 Berdasarkan hasil penelaahan dari masing-masing akun piutang usaha pada akhir tahun.034.438 102. TRADE RECEIVABLES (continued) The aging analysis of trade receivables is as follows: 2009 980.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 321 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/31 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.902 (43.370) 48.227 (6.459 Changes in the amounts of the provision for impairment are as follows: 2009 24. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.968 156.792 47. NET This account consists of prepaid Value Added Tax (“VAT”).831 168. manajemen Grup berkeyakinan bahwa nilai penyisihan penurunan nilai telah memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang. kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan anak perusahaan tahun 2010 (lihat Catatan 15a).224) 423. PERSEDIAAN Persediaan terdiri dari: 2010 Persediaan batubara Perlengkapan dan suku cadang Dikurangi: Penyisihan persediaan usang 298.600 284. 6. OTHER CURRENT ASSETS.205 241.823 435. 7.261 (37.071 466.678 7.995) 37.178 Perubahan penyisihan penurunan nilai adalah sebagai berikut: 2010 Penyisihan penurunan nilai – awal Dibebankan ke laba-rugi tahun ini Penerimaan kembali atas piutang yang telah diturunkan nilainya Penyisihan penurunan nilai – akhir 48.138 6.281 30. advances and nonoperational receivables.138 Provision for impairment – beginning Charge to income statement this year Proceeds from the impaired amounts Provision for impairment – ending Current Overdue 1 – 30 days Overdue 30 – 150 days Overdue > 150 days Less: Provision for impairment PIUTANG USAHA (lanjutan) Analisis umur piutang usaha adalah sebagai berikut: 2010 Lancar Jatuh tempo 1 – 30 hari Jatuh tempo 30 – 150 hari Jatuh tempo > 150 hari Dikurangi: Penyisihan penurunan nilai 897.083) 997.218 1. unless otherwise stated) 5. prepaid expenses. BERSIH Akun ini terdiri dari Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) dibayar di muka. uang muka dan piutang nonoperasional lainnya setelah dikurangi penyisihan. kecuali dinyatakan lain) 5.505. See Note 29 for details of related party balances and transactions. INVENTORIES Inventories consist of the following: 2009 278.940 (17.138) 1.791 (25. 6. the Group’s management believes that the provision for impairment is adequate to cover possible losses from the non-collection of the accounts.241 7. Based on a review of the status of the individual trade receivable accounts at the end of the years. overpayment of 2010 corporate income tax of the subsidiary (see Note 15a). Lihat Catatan 29 untuk rincian saldo dan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.890) 409. ASET LANCAR LAINNYA. biaya dibayar di muka.000 1.597 (48. net of provision.901 Coal inventories Materials and spare parts Less: Provision for obsolete inventories .364 27.

Management plans to sell the available for sale financial assets in the coming period. unless otherwise stated) 7. INVENTORIES (continued) Movement in provision for obsolete inventory is as follows: 2009 24.221 1. ASET KEUANGAN YANG TERSEDIA UNTUK DIJUAL Berikut adalah mutasi aset keuangan yang tersedia untuk dijual pada Perusahaan: 2010 Saldo awal Tambahan: Obligasi Ritel Indonesia (“ORI”) Keuntungan yang belum direalisasi dari aset yang tersedia untuk dijual Saldo akhir 70.890 Beginning balance Movement during the year: Provision for obsolete inventories Ending balances Persediaan batubara dalam perjalanan.669 25. Persediaan perlengkapan dan suku cadang ditempatkan di gudang telah diasuransikan pada PT Pratama Indonesia dalam bentuk asuransi All bersama-sama dengan aset tetap tertentu. PERSEDIAAN (lanjutan) Mutasi penyisihan untuk persediaan usang adalah sebagai berikut: 2010 Saldo awal Perubahan selama tahun berjalan: Penyisihan persediaan usang Saldo akhir 25.334 43. untuk periode 15 Desember 2008 sampai dengan 15 Desember 2011 telah diasuransikan pada PT Tugu Pratama Indonesia dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 3. The sum insured for inventory is Rp 91 billion (See Note 11).000 1. Management believes that the insurance is adequate to cover possible losses arising from inventories losses and related risks. Materials and spare parts stored in the warehouse are covered under All Risk insurance together with certain fixed assets from PT Tugu Pratama Indonesia. are covered by insurance policies from PT Tugu Pratama Indonesia.890 17. when the price is favourable. AVAILABLE FOR SALE FINANCIAL ASSETS Below is the movement of available for sale financial assets of the Company 2009 Beginning balance Addition: Indonesian Retail Obligation (“ORI”) Unrealised gain from available for sale financial asset Ending balance Manajemen berniat untuk menjual aset keuangan yang tersedia untuk dijual di periode mendatang bila harganya menguntungkan. Manajemen berkeyakinan bahwa asuransi telah memadai untuk menutup kemungkinan kerugian yang terjadi dari risiko kehilangan persediaan dan risiko-risiko lain yang berhubungan. kecuali dinyatakan lain) 7.422 71.6 trillion with a maximum total claim of US$ 3 million per coal shipment. pertanggungan persediaan adalah sebesar Rp 91 (lihat Catatan 11).224 NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.422 8. 8. yang masih merupakan tanggung jawab Perusahaan dari Pelabuhan Tarahan dan Dermaga Kertapati ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (“PLTU”) Suralaya maupun dari pelabuhan dan ke dermaga lainnya.322 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/32 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.6 triliun dengan total klaim setinggi-tingginya sebesar US$ 3 juta untuk setiap pengiriman batubara. with the sum insured amounting to Rp 3. yang Tugu Risk Nilai miliar Coal inventories in transit under the Company’s responsibility from Tarahan and Kertapati ports to Steam Generated Power Plant (“PLTU”) Suralaya and from and to other loading areas for the period 15 December 2008 to 15 December 2011. .

710 145. Hal ini menyebabkan persentase kepemilikan Perusahaan berubah menjadi 59. Below is the movement of investment in TRI: 2009 910 910 On 23 April 2010. Penyetoran tambahan setoran modal ini tidak mempengaruhi persentase kepemilikan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010.063 Properti pertambangan merupakan saldo yang timbul karena akuisisi kepemilikan atas IPC sebagai akibat dari penilaian wajar atas aset-aset yang diperoleh pada tanggal akuisisi. unless otherwise stated) 9. Therefore.75% dan 41% pada tahun 2010 dan 2009.063 199.555 PT Transpacific Railway Infrastructure (“TRI”) Pada tanggal 5 Agustus 2008. this additional paid in capital did not have an impact on the Company’s percentage of ownership as at 31 December 2010. PROPERTI PERTAMBANGAN Harga perolehan Nilai tercatat – saldo awal (lihat Catatan 3) Akumulasi amortisasi Amortisasi 199. Perusahaan melakukan investasi untuk memperoleh 10% kepemilikan atas saham TRI dengan jumlah modal disetor sebesar Rp 910 juta. The additional paid in capital in 2008 has been approved through Renny Astuti’s Notarial Deed No. the Company’s ownership changed to 59. as a result of the fair valuation of the assets acquired at the date of acquisition. 2010 MINING PROPERTIES 2009 Acquisition cost Carrying amount . Mining properties represent the balance arising from the acquisition of ownership in IPC. Perusahaan menyetor tambahan setoran modal sebesar Rp 4. S.424 Pada tanggal 23 April 2010. NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. No.75% and 41% in 2010 and 2009 respectively. the Company made an investment to obtain 10% ownership of TRI with total paid in capital of Rp 910 million. Namun.H.062 (3. Berikut adalah mutasi investasi pada TRI : 2010 Saldo awal Tambahan setoran modal 910 4. 34 dated 8 March 2010.565) 261.75%. Berikut adalah mutasi investasi pada BPI : 2010 Saldo awal Tambahan setoran modal Bagian rugi bersih 121. 10. change in ownership was not followed by control over BPI.5 miliar.063 (11. Hence. However.710 PT Transpacific Railway Infrastructure (“TRI”) On 5 August 2008.521) 187.542 199. 34 tanggal 8 Maret 2010.beginning balance (refer to Note 3) Accumulated amortisation Amortisation Beginning balance Additional paid-in capital Beginning balance Additional paid-in capital Equity in net loss 10. the Company still considers BPI as an associated company. .75%. the Company paid additional paid in capital which amounted to Rp 4. INVESTMENTS IN ASSOCIATED COMPANIES PT Bukit Pembangkit Innovative (“BPI”) This account consists of investment in BPI with the ownership of 59.410 (5.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 323 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/33 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.514 5. INVESTASI PADA PERUSAHAAN ASOSIASI PT Bukit Pembangkit Innovative (“BPI”) Akun ini terdiri dari investasi pada BPI dengan persentase kepemilikan masing-masing 59. kecuali dinyatakan lain) 9. perubahan persentase kepemilikan Perusahaan tidak disertai dengan adanya pengendalian terhadap BPI sehingga Perusahaan masih memperlakukan BPI sebagai perusahaan asosiasi. Below is the movement of investment in BPI: 2009 125.5 billion. Tambahan setoran modal saham yang dilakukan Perusahaan pada tahun 2008 telah disahkan melalui akte notaris Renny Astuti.352) 121. However.

817) 160 114 326 600 - (213.730 695 15 2.740) (15.459) (1.842) (2.393 1.507 (84.187 2.881 1.636) (54.156) (796.936) (1.723) 921.163 Book value .499 20.671 41.754 Nilai buku 459.157 120.881 1.308) (2.528) (2.324 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/34 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.082) (1.523) (49.501.754 Saldo awal/ Beginning balance 31 Desember/December 2009 Penambahan/ Additions 1.325 945.248 524. kecuali dinyatakan lain) 11.740) (15.936) (1. unless otherwise stated) 11.281) (9.669) (13.179) (50.435 33.915) (2.416) 743 12.498) 446.133 278.257 56.570 516.499 20.408 Pengurangan/ Disposals (160) (114) (326) (600) Transfer/ Transfers 15.297 36.501.054.728 Accumulated depreciation Buildings Machinery and equipment Vehicles Office and hospital equipment Cost Land Buildings Machinery and equipment Vehicles Office and hospital equipment Construction in progress (213.472) (15.183) - Book value Saldo akhir/ Ending balance 80.042 20. ASET TETAP Aset tetap terdiri dari: Saldo awal/ Beginning balance Harga perolehan Tanah Bangunan Mesin dan peralatan Kendaraan Peralatan kantor dan rumah sakit Aset tetap dalam penyelesaian 80.186 100.064 944.841 552.480 971.252 Akumulasi penyusutan Bangunan Mesin dan peralatan Kendaraan Peralatan kantor dan rumah sakit NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.746 329.180) (53.356 54.483 17.593) (51.257 56.593) (51.498) (9.213 Pengurangan/ Disposals (743) (11. FIXED ASSETS Fixed assets consist of the following: 31 Desember/December 2010 Penambahan/ Additions 613 463 4.231) (2.252 Accumulated depreciation Buildings Machinery and equipment Vehicles Office and hospital equipment Cost Land Buildings Machinery and equipment Vehicles Office and hospital equipment Construction in progress Harga perolehan Tanah Bangunan Mesin dan peralatan Kendaraan Peralatan kantor dan rumah sakit Aset tetap dalam penyelesaian 78.670) (34.266) (886) (15.157 120.319 2.229) (773.265 15.261 922 (16.133 278.183 2.088.229) (773.009.351) (734.325 945.191 - (222.460.001.444 Akumulasi penyusutan Bangunan Mesin dan peralatan Kendaraan Peralatan kantor dan rumah sakit (203.403 263.942) - Saldo akhir/ Ending balance 80.737) Transfer/ Transfers 51.991 57.005 Nilai buku 446.878) (39.054.

As at 31 December 2010. Management believes that the insurance coverage is adequate to cover possible losses arising from such risks. Pada tanggal 31 Desember 2010. kecuali dinyatakan lain) 11. dan Unit Pengusahaan Briket telah diasuransikan pada PT Tugu Pratama Indonesia untuk property all risks dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 3. Ombilin Mine Area. Pelabuhan Tarahan.438 466 53. Aset dalam penyelesaian merupakan proyek yang masih belum selesai pada tanggal neraca: NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah. Tarahan Port.364.2 triliun untuk periode 30 Nopember 2010 sampai dengan 30 Nopember 2011.817 The Company has 95 parcels of land (2. including the main mining equipment located in the Tanjung Enim Mine Area.238 Estimasi tanggal penyelesaian/ Estimated completion date Juni/June 2011 Juni/June 2011 Maret/March 2011 Juni/June 2011 5%-90% 13.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 325 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/35 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.953 M ) with “Hak Guna Bangunan” titles.925 114 49.187 Maret .416 Perusahaan mempunyai 95 bidang tanah (seluas 2 2. ASET TETAP (lanjutan) Penyusutan dibebankan ke: 2010 Harga pokok penjualan Beban usaha Beban eksplorasi tangguhan 23. certain fixed assets. Manajemen berkeyakinan bahwa asuransi tersebut sudah memadai untuk menutup kemungkinan kerugian yang terjadi akibat risiko-risiko yang mungkin terjadi. aset tetap tertentu termasuk alat tambang utama yang berada di Area Pertambangan Tanjung Enim. and Coal Briquette Operating Unit were insured with PT Tugu Pratama Indonesia for all property risks with the sum insured amounting to Rp 3. FIXED ASSETS (continued) Depreciation was charged to: 2009 26. Teluk Bayur Jetty. unless otherwise stated) 11.377 25. Dermaga Kertapati.364. Dermaga Teluk Bayur.953 M ) dengan sertifikat Hak Guna Bangunan dengan sisa masa manfaat antara 8 sampai dengan 24 tahun dan dapat diperpanjang.482 31.904 17.155 552. which have remaining terms ranging from eight to 24 years and are extendable upon their expiration.2 trillion for the period from 30 November 2010 to 30 November 2011. Area Pertambangan Ombilin. Kertapati Jetty. Construction in progress represents projects that have not been completed at the balance sheet date: 2 Cost of sales Operating expenses Deferred exploration expenses Aset dalam penyelesaian yang belum selesai pada tanggal neraca/ Construction in progress as at the balance sheet date PLTU 3x10 MW Banko Barat/ PLTU 3X10 MW Banko Barat Relokasi BWE/BWE relocation Relokasi pabrik briket/Briquette factory relocation Pembebasan Lahan/Land compensation Lain-lain (masing-masing di bawah 5% dari nilai aset dalam penyelesaian)/Others (each below 5% of construction in progress) Nilai buku/Book value 31 Desember/December 2010 Persentase Penyelesaian/ Percentage of completion 85% 62% 90% 97% Akumulasi biaya/ Accumulated costs 324.408 165.Desember 2011/ March – December 2011 .913 26.

650 .817 9. BEBAN EKSPLORASI TANGGUHAN DAN 31 Desember/December 2009 Persentase Penyelesaian/ Percentage of completion 21% 95% 27% 1. FIXED ASSETS (continued) Aset dalam penyelesaian yang belum selesai pada tanggal neraca/ Construction in progress as at the balance sheet date Relokasi BWE/BWE relocation Pembebasan Lahan/Land compensation Relokasi pabrik briket/Briquette factory relocation PLTU 3x10 MW Banko Barat/ PLTU 3X10 MW Banko Barat GOR Tanjung Enim/Sports centre Tanjung Enim Lapangan tenis indoor basecamp/ Tennis indoor court basecamp Lapangan golf base camp tahap II/ Golf course phase II Lain-lain (masing-masing di bawah 5% dari nilai aset dalam penyelesaian)/Others (each below 5% of construction in progress) Nilai buku/Book value 12.8% 70% 95% 95% Akumulasi biaya/ Accumulated costs 58.679 6.874 6.288 34.363 40.Banko Tengah .524 13. unless otherwise stated) 11.Air Laya .970 339.092 131 91.March 2010 PENGEMBANGAN 12.678 16.662 383.881 Januari .Bukit Kendi 31 Desember/December 2010 Penambahan/ Additions Pelepasan/ Disposals Areas with proven reserves Acquisition cost The Company Muara Tiga Besar Banko Tengah Banko Barat Air Laya Peranap – Riau IPC Palaran BBK Bukit Kendi - 52.717 3.959 2.035 13.Palaran BBK .929 9.326 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/36 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.171 34.426 169.292 49.094 120. DEFERRED EXPLORATION EXPENDITURE Saldo akhir/ Ending balance AND DEVELOPMENT Saldo awal/ Beginning balance Area yang telah menemukan cadangan terbukti Nilai perolehan Perusahaan .686 9.426 169.636 35.815 9.662 292. kecuali dinyatakan lain) 11.223 (209) (209) (209) 88.489 15.Riau IPC .899 3.939 248.125 Estimasi tanggal penyelesaian/ Estimated completion date Juni/June 2011 Juni/June 2011 Maret/March 2011 Juni/June 2011 Maret/March 2010 Maret/March 2010 Pebruari/February 2010 5%-96% 15.240 91.Maret 2010/ January . ASET TETAP (lanjutan) NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.Banko Barat .Muara Tiga Besar .Peranap .959 17.

Palaran BBK .Peranap .922 6.Riau 43.590 Saldo awal/ Beginning balance 31 Desember/December 2009 Pemindahan/ pengurangan/ Penambahan/ Transfers/ Additions disposals Saldo akhir/ Ending balance Areas with proven reserves Acquisition cost The Company Muara Tiga Besar Banko Tengah Banko Barat Air Laya Peranap . BEBAN EKSPLORASI TANGGUHAN (lanjutan) NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.636 .576 36.Banko Tengah .Bukit Kendi 31 Desember/December 2010 Penambahan/ Additions Pelepasan/ Disposals 25.Riau IPC .306 IPC 3. unless otherwise stated) 12.187 9.Air Laya . DEFERRED EXPLORATION EXPENDITURE (continued) Saldo akhir/ Ending balance Accumulated amortisation The Company 25.426 169.Banko Barat .959 2.Banko Barat .808 Muara Tiga Besar Banko Tengah Banko Barat 17.686 9.922 3.939 248.929 9.580 3.122 Palaran 9.035 13.288 34.PT Bukit Asam Tbk 2010 Annual Report 327 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/37 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.662 56.708 31. kecuali dinyatakan lain) 12.384 9.484 2.551 13.557 14.Banko Tengah .Riau IPC .122 10.046 6.499 23.Riau IPC Palaran BBK Bukit Kendi - Area yang telah Menemukan cadangan terbukti Nilai perolehan Perusahaan .560 Net book value BBK Bukit Kendi AND DEVELOPMENT DAN PENGEMBANGAN Saldo awal/ Beginning balance Akumulasi amortisasi Perusahaan .090 327.959 778 228.662 292.Air Laya .Muara Tiga Besar .079 - 52.935 2.Peranap .Bukit Kendi 37.161 19.426 169.662 269.Palaran BBK .662 46.044 - Nilai buku bersih 246.Muara Tiga Besar .994 6.498 Air Laya Peranap .808 10.

328 PT Bukit Asam Tbk Laporan Tahunan 2010 PT BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/38 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah.662 19. BEBAN EKSPLORASI TANGGUHAN (lanjutan) NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009 (Expressed in millions of Rupiah.757 - 25.Riau IPC Palaran BBK Bukit Kendi - Book value 13.Muara Tiga Besar . kecuali dinyatakan lain) 12.Banko Tengah .289 Nilai buku 13. The trade payables arose from purchase of goods and services