Anda di halaman 1dari 4

Pengertian kedaulatan :

Kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi atas suatu pemerintahan.


Sifat-sifat kedaulatan :
1. Permanen, artinya kedaulatan itu bersifat tetap dan akan ada selamanya selagi suatu negara masih berdiri. 2. Asli, artinya kedaulatan itu tidak berasal dari kekuasaan lain yang lebih tinggi. 3. Bulat, artinya kedaulatan itu tidak dapat terbagi-bagi. Kedaulatan itu merupakan satusatunya kekuasaan yang tertinggi dalam negara. 4. Tidak terbatas, artinya kedaulatan itu tidak dibatasi oleh siapapun. Sebab, apabila kedaulatan ini terbatas, tentu saja sifat kedaulatan sebagai kekuasaan tertinggi akan lenyap.

Mengapa kedaulatan dibutuhkan


Karena kedaulatan itu memungkinkan bangsa kita menjadi maju, dengan kedaulatan yang ada ditangan kita, kita berhak untuk menentukan nasib sendiri. Jika kita tidak mempunyai kedaulatan maka kita tidak dapat mengatur system pemerintahan Negara.

Kemungkinan hilangnya kedaulatan suatu Negara


1. Mungkin suatu Negara kalah perang dengan Negara lain sehingga kekuasaan pemerintahan negaranya dipegang oleh Negara yang mengalahakannya. 2. Mungkin suatu Negara bergabung dengan dengan Negara lain untuk membentuk suatu Negara baru dalam suatu federasi, sehingga Negara tersebut menjadi Negara bagian, contohnya Negara-negara bagian amerika serikat awalnya adalah Negaranegara yang merdeka secara terpisah, tetapai mereka kemudian menggabungkan diri dalam united states of amerika (USA). 3. Suatu wilayah memisahkan diri dari kesatuan Negara dan menyatakan kemerdekaannya. Contoh : dulunya Negara rusia , ukraina dan Georgia masuk bagian sebagian bagian dari wilayah Negara uni soviet. Setelah pemerintahan uni soviet runtuh, beberapa wilayah yang dulu berada dibawah kendali uni soviet kemudian memerdekakan diri sebagai suatu Negara yang berdaulat.

Teori yang menjelaskan macam-macam kedaulatan


1. Teori kedaulatan tuhan Menurut teori ini, kedaulatan berasal dari tuhan yg diberikan kepada raja atau penguasa. Karena raja atau penguasa adalah wakil tuhan, maka kekuasaannya tidak dapat dibantah (bersifat mutlak). Penguasa dapat menetapkan atauaran dalam bentuk apapun dan harus dipatuhi oleh rakyat. Bahkan penguasa berwenang menentukan segenap kehidupan masyarakat, seolah-olah dirinya adalah tuhan. Dalam praktiknya, bentuk kedaulatan semacam ini banyak dijalankana oleh pemerintahan kerajaan pada zaman dahulu. 2. Teori kedaulatan rakyat Teori ini mengajarkan, kekuasaan tertinggi ada ditangan rakyat. Rakyat member kekuasaan kepada penguasa untuk menjalankan pemerintahan melalui perjanjian

yang disebut kontrak social. Sebagai imbalannya, penguasa mengakui dan melindungi hak-hak rakyat serta memerintah berdasarkan amanat rakyat. Sebaliknyaa, apabila penguasa tidak mampu menjamin hak rakyat, maka rakyat dapat mengganti penguasa tersebut. Pada masa kini kontrak social semacam itu biasanya tertuang dalam berbagai gagasan itu mungkin adisampaikannya pada masa kamapanye atau tertulis adalam garis besar kebijakannya. Praktik kedaulatan rakyat ini banyak dijalankan oleh Negara-negara demokrasi masa kini. 3. Teori kedaulatan Negara. Teori ini mengajarkan bahwa hokum dan aktivitas pemerintah merupakan kehendak Negara. Kehendak negaralah yang memungkinkan hukum dan kekuasaan pemerintah ditaati oleh raakyatnya. 4. Teori kedaulatan hukum. Menurut teori ini, hukumlah sumber kedaulatan. Setiap tindakan penguasa harus dapat dipertanggung jawabkan kepada hokum. Dalam kehidupan masa kini, hampir tidak mungkin suatu Negara dapat berdiri sendiri tanpa memiliki hubungan dengan Negara lain. Hidup berdampingan dan berhubungan dengan pihak lain memang merupakan sifat dasar manusia. Salah satu kodrat manusia adalah bahwa dirinya diciptakan sebagai makhluk social. Pada dasarnya makhluk social selalu ingin bergaul dan berkumpul dengan sesamanya. Sulit bagi manusia untuk dapat memenuhi segala kebutuhan hidupnya tanpa bantuan orang lain. Untuk itulah ia harus selalu berhubungan baik dengan orang lain. Kehidupan bernegara pun demikian. Suatu Negara membutuhkan Negara lain dalam memenuhi berbagai kebutuhannya. Sedangkan dalam kaitannya dengan kedaulatan, suatu Negara dikatakan berdaulat apabila pemerintahan Negara itu memiliki kekuasaan baik kedalam maupun keluar. Karena itulah kedaulatan memiliki dua sisi, yaitu :

a. Kedaulatan ke dalam (intern).


yaitu kekuasaan tertinggi di dalam Negara untuk mengatur fungsinya.pemerintah berhak mengatur segala kepentingan rakyat melalui berbagai lembaga Negara dan perangkat lainnya tanpa campur tangan Negara lain. Contohnya dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, kita mengenal lembaga perwakilan yang bernama dewan perwakilan rakyat (DPR). Sebagai Negara yang berdaulat, Indonesaia memiliki kekuasaan untuk memilih anggota DPR. Selain itu, lembaga DPR juga berkuasa untuk menjalankan fungsinya seabagaimana diamanatkan oleh UUD 1945 tanpa campur tangan Negara lain.

b. Kedaulatan keluar (ekstern).


Yaitu kekuasaan tertinggi didalam Negara untuk mengadakan hubungan dengan Negara lain serta dalam mempertahankan wilayah dari berbagai ancaman dari luar. Negara berhak mengadakan hubungan atau kerja sama dengan Negara lain guna akepentingan nasionalnya. Contohnya, Indonesia menjalin hubungan dengan banyak Negara sahabat. Indonesia adalah Negara yang berdaulat. Karena itu, tidak ada Negara lain berhak mendikte dengan Negara mana Indonesia harus bekerja sama dan melalui bidang apa kerja sama tersebut di jalin.