Anda di halaman 1dari 4

Analisis SWOT Analisis SWOT ( Strength, Weakness, Opportunity, and Treath) adalah suatu cara yang dapat digunakan

untuk mengidentifikasikan dan menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi para penyedia pelayanan kesehatan dan mempunyai peranan yang sangat penting sebagai alat bantu bagimanajemen dalam menentukan strategi pemasaran yang tepat. Dengan anlisis SWOT para penyedia pelayanan kesehatan dapat menentukan strategi yang tepat dan mampu untuk mengantisipasi perubahan-perubahan lingkungan sehingga kontinyuitas pelayanan kesehatan tersebut tetap terjaga dan tujuan yang ditetapkan dapat tercapai, dan harapan pula pelayanan kesehatan tersebut memiliki keunggulan bersaing dengan baik (Rangkuti,1998) Adapun tahap-tahap dalam menentukan analisis SWOT sebuah organisasi: 1. Tahap Pengumpulan data Identifikasi terhadap variabel kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman (faktor strategi penyelenggara pelayanan kesehatan) 2. Tahap analisis melalui IE matriks (Internal-Eksternal Matriks) Setelah faktor-faktor strategi teridentifikasi kemudian disusun tabel IFAS (Internal Factor Analysis Summary) dan EFAS ( Eksternal Factor Analysis Summary) 3. Penentuan posisi Perusahaan Setelah mengetahiu gambaran IE matriks, kemudian menentukan posisi perusahaan dalam diagram analisis SWOT (kuadran I-IV), untuk mengetahi strategi yang tepat berdasarkan posisi dalam kuadran tersebut.

N o 1 2 3 4 5 6

Faktor IFAS (S/W) Luas tanah dan bangunan Kondisi bangunan Kondisi alat medis Jumlah ambulans Kondisi Ambulans Pengorganisasian

Bobot 0,05 0,08 0,13 0,05 0,05 0,05

Nilai -1 2 1 -1 1 1

Bobot x Nilai -0,05 0,16 0,13 -0,05 0,05 0,05

7 8 9 10 11

Sistem keuangan Sistem Informasi Jumlah tenaga medis Jumlah tenaga non medis Pelatihan dan pengembangan karyawan Total

0,08 0,07 0,2 0,1 0,14 1,00

1 2 2 2 2

0,08 0,14 0,4 0,2 0,28 1,39

N o 1 2 3 4 5 6 7

Faktor EFAS (O/T) Inovasi Program dan kebijakan Pelayanan kebutuhan masyarakat Kebersihan RS Ketersediaan obat-obatan Keberadaan asuransi kesehatan Pengembangan JPKM Keberadaan RS Paru

Bobot 0,2 0,15 0,14 0,12 0,1 0,09 0,2 1,00

Nilai 1 2 2 1 1 1 2

Bobot x Nilai 0,2 0,3 0,28 0,12 0,1 0,09 0,4 1,81

Diagram Cartesius Posisi RS Paru Jember berdasarkan analisis SWOT

2 II 1 0,5 1,5 I

0,5

1,5

III

IV

Keterangan:
1. Kuadran I ini merupakan situasi yang amat menguntungkan. Perusahaan

memiliki peluang dan kekuatan. Strategi yang digunakan adalah mendukung kebijakan strategi agresif. Strategi agresif merupakan strategi yang bertujuan untuk memperluas pasar. Cara yang digunakan antara lain dengan memperkenalkan produk-produk baru, meningkatkan penjualan dengan cara memperbaiki atau mengembangkan produkproduk yang sudah ada, meningkatkan pangsa pasar yang ada untuk produk-produk tertentu melalui usaha pemasaran secara besar-besaran. 2. Kuadran II Strategi bertahap agresif atau putar haluan Strategi ini dipilih karena walaupun terdapat banyak kekuatan, namun ancaman yang ada lebih banyak daripada peluang, dengan demikian rumah sakit diharapkan bertahan pada produk-produk lamanya dan sementara berusaha untuk tidak menembus pasar baru. Disebut strategi bertahan agresif karena rumah sakit sewaktu-waktu juga dapat mengalihkan pasar sasarannya (memutar haluan) sehingga dapat mengubah ancaman menjadi peluang. 3. Kuadran III Konglomerasi atau diservikasi Strategi ini menggabungkan diri dengan perusahaan lain atau membentuk perusahaan-perusahaan lain dengan bidang usaha yang juga berlainan. Ini dilakukan karena peluang yang ada cukup banyak namun tidak mendukung oleh kekuatan yang ada, untuk itu perusahaan berusaha untuk mencari sumber kekuatan dari perusahaan perusahaan lain, dengan demikian dapat meraih peluang-peluang yang ada. Selain itu, juga dapat digunakan strategi diservikasi yaitu salah satu alternative strategi dimana perusahaan mendiversifikasikan kegiatan bisnis yang

sudah ada melalui segmen produk. Cara yang dapat dignakan untuk mendifersifikasikan produk adalah dengan menambah produk baru yang saling berhubungan untuk pasar yang berbeda, atau dengan menambah produk baru yang tidadk berhubungan dengan tujuan memuaskan pelanggan yang sama. 4. Kuadran IV Strategi bertahan Hidup (Survival) Strategi ini adalah pilihan yang paling buruk karena kondisi eksternal maupun internal tidak mendukung, lebih banyak kelemahan dibandingkan kekuatan dan lebih banyak ancaman daripada peluang. Pada lingkungan seperti ini rumah sakit diminta untk sekedar mempertahankan diri dari pesaing-pesaingnya. Pada posisi ini dapat digunakan strategi Trun Around yaitu dengan melakukan penghematan biaya, menjual sebagian bisnis unit pada perusahaan lain untuk mendapatkan dana segar guna memperbaiki bisnis yang ada, merevisi strategi yang sedang dijalankan, dan menggunakan kombinasi dari beberapa strategi. Sedangkan beberapa strategi yang dapat digunakan ntuk kembali menaikkan tingkat pertumbuhan dan pangsa pasar adalah pemasaran yang baru, meningkatkan penjualan degan cara memperbaiki atau mengembangkan produk-produk yang sudah ada.