Anda di halaman 1dari 12

UAS I N D UST R I K R E AT I F M E D I A

Ja nua r i, 2012

WARKOP:
PELOPOR BISNIS LAWAK MODERN INDONESIA

DISUSUN OLEH Geandini Karina / Ilmu Komunikasi / Periklanan NPM 0906524532

Dosen: Dr. Ade Armando & Inaya Rakhmani S.Sos., M.A.

Depok, Universitas Indonesia

Heran, cewek cakep-cakep begitu kok mau sama pompa dragon, komentar Kasino saat menguntit Dono yang sedang dikelilingi cewek-cewek cantik. (Mana Bisa Tahan: Soraya Intercine Films, 1990)

Pendahuluan
Pada paper ini saya akan membahas mengenai Warkop dan isu sosio-kultural-politik yang terjadi pada saat itu. Yakni, bagaimana pengaruh lingkungan-lingkungan tersebut mempengaruhi konten, gaya, dan eksistensi Warkop. Konsep modern yang saya angkat bukan hanya dari konten lawak Warkop yang berbeda dari kelompok-kelompok lawak sebelumnya. Akan tetapi, modern dari bagaimana Warkop menggunakan berbagai media dalam menyajikan lawakanlawakannya dan modern karena Warkop sudah sadar brand dan melakukan konsep branding yang kuat. Warkop pada zaman itu sudah bisa bermultimedia, apabila zaman dahulu sudah ada teknologi online mungkin Warkop juga akan menggunakannya. Warkop pada awalnya melawak pada panggung terbuka, lalu radio, lm, dan sampai pada televisi (serial). Berbagai macam saluran digunakan oleh Warkop saat itu. Warkop seolah tidak dimakan zaman. Ketika radio mulai berkembang, Warkop menggunakannya. Ketika perlman di Indonesia mulai maju pada saat itu Warkop juga menggunakannya, bahkan ketika zamannya televisualisasi pada awal 1990-an eksistensi Warkop juga masih terjaga karena mereka hadir dalam format serial di televisi.

Wa r k o p : P e l o p o r B i s n i s L a w a k M o d e r n I n d o n e s i a

Warkop sebagai sebuah brand


Tahun 1976 adalah tahun dimana Warkop masih klop dengan lima anggota: Nanu, Kasino, Dono, Indro, dan Rudi Badil. Sampai akhirnya mereka terpecah dan menyisakan Kasino, Dono, dan Indro. Warkop sudah melakukan branding kelompok lawaknya karena hal tersebut Warkop tetap dikenang dan melegenda sampai sekarang. Warkop seiring dengan berjalannya waktu telah sekian lama melakukan self branding dan memiliki audiens sendiri. Pada saat itu pelawak-pelawak top sebelum Warkop jarang mengusung nama kelompoknya. Misalnya S. Bagio tidak menyertakan nama Kwartet Djaja-nya, Kardjo AC/DC tidak menyertakan nama Srimulat atau Bing Slamet yang terkenal dengan namanya sendiri saja. Lain dengan Warkop yang sudah punya komitmen untuk menjalankan brand bersama-sama, mereka selalu menyertakan nama Warkop dibelakang nama masing-masing anggota (Indro Warkop, Dono Warkop, dll). Denisi branding menurut para ahli: Branding is the process of building a positive collection of perception in your customers mind. Bill Chiaravalle & Barbara Findlay Schenk Branding is the creation, development and maintenance of a mutually-valuable relationship with a strategically selected group of customers, through the medium of a fresh and compelling elaborated proposition that is delivered consistently over time by an articial personality. Mud Valley

Komponen-komponen branding pada grup lawak Warkop antara lain: Product Usaha jasa tawa seperti musik parodi, kisah banyolan, dan kritik lucu-lucuan Brand image Warkop adalah komedian kampus/mahasiswa yang melawak, lelucon Warkop berkarakter yakni melawak dengan nuansa intelek Brand promise Tidak mungkin tidak bikin ketawa
! Wa r k o p : P e l o p o r B i s n i s L a w a k M o d e r n I n d o n e s i a

Brand reputation 1. Warkop merupakan legenda industri lawak Indonesia. 2. Warkop itu multitalented, karena mereka mampu melakukan segala parodi baik parodi lagu, parodi orang, stand-up comedian, bermain musik, menyanyi, berakting, bermain lm, dan menjadi MC. 3. Warkop merupakan grup lawak yang kompak. Brand experience Warkop senantiasa menghibur audiensnya dengan bakat lawak anggota-anggotanya dari era pentas panggung dan berbagai media konvensional digital (radio, lm, dan tv). Walaupun sekarang Warkop sudah berhenti memproduksi karya, berbagai televisi swasta kerap kali kembali memutar lm-lm Warkop dalam semacam program pekan lm Warkop. Hal tersebut menunjukan bahwa Warkop selalu mempunyai audiencenya dari masa ke masa. Bahkan generasi yang belum lahir di tahun 1970-an dan 1980-an pun mengerti dan menyukai lm-lm Warkop. Marketing Tahun 1977, daya tarik Warkop melejit. Saat itu pada siaran radionya ada istilah RO atau rindu order. Beberapa personal kantor Prambors bersedia menjadi penerima order untuk Warkop. Terkadang Warkop suka mengirim salam dan menyebutkan nama tertentu dalam materi siaran. Materi tersebut kemudian menjadi semacam komunikasi pemasaran bagi Warkop Prambors. Strategi frekuensi pemunculan yang mereka sebut dengan Hemat Popularitas. Warkop bisa bertahan sampai 20 tahun di dunia lawak karena mereka menjaga agar penonton dan diri mereka sendiri tidak jenuh akibat overekspos. Warkop memproduksi lm maksimal dua lm dalam satu tahun. Warkop juga selektif dalam menerima panggilan manggung, misalnya untuk pesta ulang tahun anak-anak atau keluarga, mereka tidak merima.

Lawak Modern Warkop


Warkop disebut modern karena bahan lawakan Warkop beragam. Mulai dari isu politik, musik, seks, gender, ras, dan lain-lain sebagainya. Sedangkan sebagai perbandingan, grup lawak Srimulat yang merupakan kelompok lawak besar zaman itu mengusung lawakan ala Jowo atau melucu gaya Jawa. Budiarto Shambazy, seorang jurnalis, mengatakan hal yang lebih ekstrim lagi, yakni komedi yang disajikan Warkop lebih intelektual dibandingkan Srimulat yang lebih tradisional.
! Wa r k o p : P e l o p o r B i s n i s L a w a k M o d e r n I n d o n e s i a

Pelawak-pelawak yang ngetop sebelum Warkop antara lain: Trio Los Gilos (1950-an)beranggotakan Bing Slamet, Cepot, dan Udel, masih melegenda sampai 1970-an Kwartet Djaja beranggotakan Bing Slamet, Eddy Sud, Ateng, Iskak Us-us, Kang Ibing, Rudi Djamil dkk dari Bandung Reog Bkak (pelawak polisi) Pelawak muda Jakarta: Pelita, Tomtam, Ogut CS Komedian kampus di Malang, Kwartet S. Yang membedakan Warkop dari pelawak-pelawak di atas ialah Warkop identik dengan pelelucon atau komedian kampus andalan Prambors dan UI.

Konten Lawak Warkop


Isu Sosiokultural dan Politik Pada Konten Lawakan MASYARAKAT DAN PEMBANGUNAN Warga Jakarta pada saat itu menjadi konsumtif seiring masuknya penanaman modal asing, khususnya dari Jepang. Warga mulai dimanjakan dengan barang-barang elektronik seperti televisi hitam-putih, radio tape, pompa air, kipas angin, rice cooker, dan juga kendaraan bermotor. Warga Jakarta mulai akrab dengan merek-merek Jepang seperi Toyota, Toshiba, Sanyo, Daihatsu, Ajinomoto dll. Terjadi pembangunan di DKI Jakarta pada masa itu dipimpin oleh Gubernur Ali Sadikin (19661977): -Penghapusan becak yang dianggap melambangkan kemiskinan di mata pejabat DKI; -Awal tahun 1970 jalan raya bertambah terus dan mulus dengan teknik aspal hot-mix (sudah ada bypass Cawang-Tanjung Priok dan tol Jagorawi); -Trac lights yang terus bertambah di jalan-jalan protokol (tadinya hanya ada di perempatan Sabang dan Jalan Kebon Sirih saja); -Tahun 1970-1980 populasi Jakarta menapak dari 5 juta jiwa menjadi 7,5 juta jiwa. Penduduk Indonesia pada tahun 1965 jumlahnya sekitar 100 juta jiwa. Pada masa tersebut pengenalan KB dan alat kontrasepsi mulai diadakan.

Wa r k o p : P e l o p o r B i s n i s L a w a k M o d e r n I n d o n e s i a

HIBURAN Hiburan oine, yakni semua kegiatan hiburan dirasakan secara langsung, tidak seperti sekarang yang serba digital. Arena hiburan: pusat judi legal (petak sembilan dan kolong Jakarta Theater), night club, panti pijat, kasino besar Copacabana, kasino-kasino ilegal, gelanggang remaja, Jakarta Fair, dan masih banyak lagi. Hiburan yang berbau esek-esek merajalela dengan berbagai modus yang unik. Misalnya, PSK di Jalan Pramuka tidak mejeng di pinggir jalan tetapi mereka pura-pura menjual kue di baskom; PSK di sekitar Tanah Abang. Uniknya, pemerintah melakukan peresmian atau melokalisasikan wanita-wanita tunasusila di Kramat Tunggak sampai tepian daerah Menteng. Setelah sekian lama terkungkung di zaman Orde Lama yang melarang, termasuk juga meniruniru seni musik Amerika Serikat dan Inggris yang menurut istilah Bung Karno: Amerika Kita Setrika dan Inggris Kita Linggis, masa peralihan Orde Lama ke Orde Baru memberikan banyak dampak terhadap kehidupan sosial Jakarta saat itu. Orde lama yang kekiri-kirian membuat produk-produk barat dilarang masuk ke Indonesia. Setelah masa Orde Lama berakhir, produkproduk hiburan dari barat memekar di kota metropolitan. The Beatles yang dulunya dilarang mengudara akhirnya hadir dan menjadi pembicaraan gaul di kalangan anak muda saat itu. Selain The Beatles, grup musik yang melegenda seperti Rolling Stone, Deep Purple, Led Zeppelin, Bee Gees, dsb juga riuh mengudara. BAHASA Setiap generasi memiliki bahasanya masing-masing. Begitu pula ketika Warkop masih berjaya, generasi muda pada zaman itu punya bahasa sendiri yakni kerap menggunakan bahasa prokem seperti: duit menjadi dokat, bini menjadi bokin, perawan menjadi perokaw, gua menjadi ogut, dia menjadi doi, kawin menjadi weke, sekolah menjadi sekokul, dsb. Selain itu juga muncul celetukan-celetukan temporer seperti indehoy asoy, mana tahan, bohay, dsb. Gaya lelucon Warkop antara lain: Lelucon cabul (obscene joke) Misalnya: joke Ente lepas, Ane teriak, joke Es Mambo Kondom Lelucon penghinaan etnik (ethnic slur) Misalnya: kisah soal Batak yang penting ngotot meski salah, Jawa yang melempem tetapi bisa memimpin, Sunda yang berani tekor asal sohor, atau Padang yang jual kamper selama-lamanya. Jangan tersinggung, itulah stereotip yang diakui ilmiah secara folklorik, kata Dono yang pan-

Wa r k o p : P e l o p o r B i s n i s L a w a k M o d e r n I n d o n e s i a

dai berkilah akademikDono sempat menjadi asisten Prof. Dr. Selo Soemardjan. Selain sukusuku Indonesia, etnis Cina dan etnis Arab juga kerap menjadi bahan olok-olok Warkop. Lelucon teka-teki Misalnya: Benda bulet panjang, adanya di sela-sela paha, warnanya dekil. Jawaban: Rem becak. Anekdot yang jorok atau kurangajar Misalnya: joke Kawin surat, bukan kawin urat

Medium Yang Digunakan Warkop


Pola perjalanan pentas lawak Warkop berawal dari lawakan dari panggung ke panggung, lalu radio, lm (1979) selama 15 tahun, rekaman kaset, dan kemudian televisi serial.

a) Pentas Panggung
Warkop memulai karier lawak dengan menjadi pelawak di acara-acara kampus sebagai pengisi acara, terutama acara pencinta alam. Setelah itu undangan demi undangan datang menginginkan Warkop untuk ngamen sebagai pengisi acara. Pada setiap kesempatan manggung, Warkop selalu berusaha hadir lengkap dengan modal gitar dan minta disediakan pengeras suara (mic). Namun, karena banyaknya undangan akhirnya mereka sering berbagi tugas untuk bergilir mengisi acara.Di panggung, Warkop menyajikan lelucon, nyanyian, dan obrolan-obrolan intim yang disesuaikan dengan audiens agar ngeklik. Dari mulai manggung untuk kalangan internal kampus dan tidak dibayar, sampai pada akhirnya Warkop menjadi profesional dan mengenal honorarium ratusan ribu rupiah pada saat itu. Obrolan senda gurau Warkop lama kelamaan bisa menjadi materi dan bisa dikomersialisasikan.

b) Radio )))))
Pada tahun 1970, pemerintah mengeluarkan peraturan yang menyatakan bahwa semua radio harus berbadan hukum, maka Radio Prambors secara resmi menjadi PT Radio Prambors Broadcasting Service. Saat jalur FM belum berlaku, radio Prambors bisa didengarkan lewat frekuensi AM 666 Khz. Warkop mulai siaran di radio Prambors pada tahun 1973 sampai awal tahun 1980. Temmy Lesanpura yang merupakan teman satu almamater anak-anak Warkop mengajak mereka untuk siaran di Prambors. Temmy sudah lebih dulu bekerja di radio Prambors sebagai penyiar. Sejak saat itu lah Warkop mulai mengudara dam populer lewat program Obrolan Malam Jumatan.

Wa r k o p : P e l o p o r B i s n i s L a w a k M o d e r n I n d o n e s i a

c) Musik dan Kaset


Pada tahun 1980, Warkop bisa dikatakan sudah tidak mengudara lagi. Produk kaset siaransiaran Warkop menghangat setelah itu, seakan-akan tetap diproduksi untuk bahan promosi masih eksisnya Warkop. Johannes Soerjoko a.k.a Ook adalah orang yang memelopori bisnis pernjualan kaset lawakan Warkop Prambors. Beliau adalah pendiri dan pengelola label Pramaqua (Prambors Aquarius yang sekarang bernama Aquarius) dengan lagu-lagu Barat yang menduduki tangga lagu Prambors. Pramaqua merekam dua album lawak Warkop yang fenomenal. Sampai-sampai bermunculan album-album lawak kelompok lain yang menggunakan embel-embel warung, seperti Warung Tegal dan Warung Pojok. Kaset rekaman pertama Warkop Prambors Secangkir Kopi (1979) menerobos pasar dengan sukses.

Album pertama Warkop Prambors Secangkir Kopi

Sang produsen berani membayar artis sebesar 10 juta rupiah dibayar at sebelum kaset tersebut dirilis. Produsen berani membayar mahal karena Warkop sudah membangun image selama lima tahun. Ditambah cukup dengan pemasaran word-of-mouth ketika kaset ini dirilis maka barang ini sudah bisa berlari kencang di pasaran. Rekaman album pertama tersebut dilakukan live saat Warkop sedang ada pertunjukan di Palembang dengan menggantungkan mikrofon di atas panggung. Begitu juga dengan album kedua, rekaman dilakukan saat pertunjukan live. Album Warkop terjual 180.000 kaset hanya dalam 45 hari dan sampai terjual sebanyak 259.000 kaset. Warkop mengeluarkan album hampir setiap tahunnya dari tahun 1979 sampai dengan 1987. Akan tetapi, lelucon Warkop yang direkam menjadi kaset lifecycle-nya sangat pendek umurnya, tidak bisa menjadi evergreen seperti album-album musik pop misalnya album Badai Pasti Berlalu yang timeless. Walaupun penjualan album Warkop saat itu laku keras, tetapi tidak bisa dijual kembali setelah belasan tahun dirilis. Selain itu, dulu negara kita belum memberlakukan
! Wa r k o p : P e l o p o r B i s n i s L a w a k M o d e r n I n d o n e s i a

UU HAKI Internasional. Lagu-lagu top barat yang kerap dibawakan Warkop pada albumalbumnya dinyanyikan tanpa izin dari music publisher yang bersangkutan. Akhirnya pada tahun 1988 Indonesia mulai memberlakukan UU HAKI dalam industri musik karena terjadi somasi besar-besaran pada tahun 1987 terhadap pembajakan musik barat di Indonesia. Secara bersamaan pun, Warkop sudah tidak merilis album lawak lagi.

d) Film
Film perdana Warkop berjudul Mana Tahaaan... diproduksi oleh Bola Dunia Film dan disutradarai oleh Nawi Ismail. Beliau adalah penggarap lm komedi yang melambungkan Benyamin Sueb. Sejak lm pertama sukses, Warkop menjadi sangat produktif bahkan overekspos. Dalam setahun Warkop bisa menghasilkan dua lm. Total lm yang dihasilkan Warkop sebanyak 34 buah lm. Menurut pengakuan Kasino dan Indro (dikutip dari Buku Main-main Jadi Bukan Main), lm-lm Warkop terbagi menjadi dua segmen. Segmen pertama ialah segmen penggemar Warkop yang tahu gaya humor Warkop yang pernah ada, baik lewat radio, di panggung, maupun dari kaset lawakan. Sementara segmen kedua ialah segmen penonton lm yang umum, baik yang mengetahui lelucon Warkop atau tidak. Dua segmen tersebut menyajikan humor yang berbeda. Dalam lm, Warkop memang sering terlihat slapstick, hal tersebut ialah untuk menjangkau audiens yang tidak biasa dengan lelucon khas Warkop. Pemasaran lm Warkop juga diatur strateginya oleh para anggota Warkop. Mereka memasang timing rilis lm pada setiap masa menjelang Idul Fitri atau Lebaran. Karena identiknya Warkop dengan Lebaran, sang maestro Garin Nugroho mengatakan bahwa Warkop itu juga termasuk paket tradisi Lebaran bersamaan dengan ketupat, opor ayam, dan pulang kampung. Klasikasi umur dari lm-lm Warkop adalah lm untuk keluarga, dimana anak-anak yang menonton pasti ditemani oleh orang tua.

Film pertama Warkop Mana Tahan (1979)


!

Film terakhir Warkop Pencet Sana Pencet Sini (1994)


Wa r k o p : P e l o p o r B i s n i s L a w a k M o d e r n I n d o n e s i a

Warkop akhirnya berhenti bermain lm sebagai salah satu bentuk protes pada pemerintah untuk memperhatikan nasib lm nasional yang tidak menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Sementara dengan ironisnya, para peneriak-peneriak yang telah cukup ramai mempersoalkan isu lm nasional tersebut justru malah banting setir masuk ke dunia sinetron, begitu kata Indro Warkop. Situasi perlman Indonesia sedang tidak memungkinkan saat itu bagi Warkop untuk meneruskan main lm, sementara Warkop juga tidak ingin namanya mati hanya karena situasi eksternal. Oleh karena itu akhirnya Warkop juga beralih ke medium televisi.

e) Televisi
Warkop pertama kali muncul di layar televisi ialah pada acara Tahun Baru 1 Januari 1977 dalam acara Terminal Tempat Anak Muda Mangkal (TVRI). Setelah Warkop berhenti main lm, mereka akhirnya menerima tawaran Soraya Intercine Films yang mengontraknya untuk masuk ke serial televisi. Warkop akhirnya hadir di layar kaca dalam format sitkom dengan kurang lebih 104 episode. Setelah Kasino wafat, tahun 1998 Warkop melanjutkan lagi serialnya dengan judul Warkop Millenium yang hanya dibintangi oleh Indro dan Dono saja. Tidak kurang dari 26 judul mereka mainkan (satu judul terdiri atas empat sampai enam episode). Rating serial Warkop selalu bagus, paling tidak selalu masuk daftar lima besar di Indosiar. Bahkan setelah Dono wafat, Indro hanya bermain seorang diri di sinetron Bukan Sulap Bukan Sihir sampai dua jilid. Ratingnya selalu bagus dan jarang turun dari posisi dua di Indosiar.

Perbandingan Dengan Hiburan Lawak Zaman Sekarang


Mengapa grup lawak modern masa kini terkesan ON-OFF? Grup-grup lawak zaman sekarang naik daun sebentar setelah itu tidak terdengar kabarnya lagi. Sebut saja grup lawak BAJAJ, eksistensi mereka hanya sebatas sinetron Ramadhan Para Pencari Tuhan yang disutradarai oleh Deddy Mizwar. Kemudian ada grup lawak Cagur dan SOS, yang hanya sebagian dari anggotanya saja yang bisa bertahan di jagad layar kaca. Sisanya? Entah ke mana. Walaupun pernyataan tadi terkesan subjektif, tetapi memang dapat dibuktikan bahwa belum ada grup lawak Indonesia zaman sekarang yang menjadi legenda seperti Warkop DKI. Apakah faktor penyebab grup lawak modern zaman sekarang mudah terbang dan tenggelam? 1) Jiwa a true comedian Kasino dinobatkan sebagai yellow jacket standing comedian karena kisah kocak mengenai ente lepas, ane teriak. Anggota Warkop memang bakat melawak, tanpa skrip pun mereka akan melawak sendiri dan membuat orang di sekitarnya tertawa. Pelawak bisa saja hanya membaca skrip kemudian tinggal mentas sesuai skrip yang sudah diatur kapan letak lucunya. Dalam
! Wa r k o p : P e l o p o r B i s n i s L a w a k M o d e r n I n d o n e s i a

10

kehidupan sehari-harinya belum tentu ia merupakan seseorang dengan pribadi yang suka melucu. 2)Jam terbang yang terbatas Faktor umur, yakni produser lebih baik membayar artis-artis muda pendatang baru dengan bayaran yang murah, hal tersebut menyebabkan adanya keterbatasan jam terbang seorang komedian di layar kaca. Keterbatasan jam terbang ini bisa mematikan brand experience sebuah grup lawak. Rating oriented, yakni pada masa Warkop, iklan dan pemasaran belum meledak seperti sekarang ini. 3)Banyaknya persaingan Hal ini seiring dengan pertumbuhan saluran dan program televisi yang semakin bertambah. Pilihan akan hiburan kini banyak sekali. Kebutuhan akan komedi murni kini sudah tergantikan oleh hiburan lain seperti lm drama/action, musik digital, game digital, dll. Sementara komedi hanya dijadikan unsur kecil dan sebagai bumbu saja di dalam bentuk hiburan lain. Misalnya pada lm drama di dalamnya dimasukkan unsur komedi, tetapi tidak sebagian besarnya komedi.

Kesimpulan
Agar sebuah kelompok lawak bisa mengikuti jejak Warkop yang selalu eksis dan tidak dimakan zaman, kelompok-kelompok lawak harus memperhatikan konsistensi brand mereka, brand experience yang tidak boleh mati. Meskipun begitu, timing penayangan juga harus diperhatikan karena overekspos tidaklah baik. Warkop memetik pelajaran dari pelawak-pelawak besar pendahulu mereka yakni bagaimana Benyamin bisa naik lalu jatuh, bagaimana Kwartet Djaja bisa naik lalu jatuh, dan bagaimana Surya Group naik lalu jatuh. Ternyata ketiga kelompok tersebut naik karena main lm banyak dan juga turun karena sebab yang sama.

Wa r k o p : P e l o p o r B i s n i s L a w a k M o d e r n I n d o n e s i a

11

Penutup
Kelompok-kelompok lawak yang muncul setelah Warkop seperti Bagito atau Patrio juga pernah merilis album lawak yang dibaurkan dengan penampilan musik. Selain itu pada tahun 1990-an muncul kelompok musik lawak dari Bandung Padhyangan Project (Project P). Belakangan ini juga muncul kelompok Teamlo yang juga bermusik komedi. Hal ini merupakan tanda bahwa masyarakat kita masih menerima pola lawak seperti yang digagas oleh Warkop pada era 1970an.

Daftar Pustaka http://www.how-to-branding.com/Branding-Denition.html Rudi Badil, Indro Warkop, et al. Main-main jadi Bukan Main. 2010. Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) Sumber Gambar www.cinemamovie.info www.fdmovie.com www.jamesdoel.multiply.com

Wa r k o p : P e l o p o r B i s n i s L a w a k M o d e r n I n d o n e s i a

12