Anda di halaman 1dari 65

B A B 1

B A B 2

HO ME

BAB BAB 3 4

welcome

kewiraswastaan

Rio Bagus Dirgantara Joni Susanto Laras Shita P. Erica Dian P. Novian Riskiana D.

Isnawati Lujeng Reni Umilasari Nurina Anggun R. Fatimah Lulu il maknun

Kewiraswastaan

(kewirausahaan)

merupakan pengetahuan yang sedang dikembangkan di indonesia sebagai

sesuatu yang sangat diperlukan untuk mengubah sikap mental dan pola

berpikir konvensional menjadi maju. (tri ardaniyah, 1997:20)

Robert

cantillon

(1755)

mengemukakan

bahwa that all the exchange and circulation of the state is carried on by entrepreneur (semua perdagangan dan sirkulasi/ distribusi barang dalam suatu negara dilakukan oleh para entrepreneur).

Economic Growth disebabkan oleh adanya:

Division of Labor, Increased Capital Accumulation (Development of Property Right) Self Interest

Pengertian Kewiraswastaan

Karakteristik Kewiraswastaan

Sikap mental wiraswasta

Komponen dalam sikap mental

Tingkah laku wiraswasta

Kata Kewiraswastaan (enterpreneurship) berasal dari perancis yang secara harfiah arti dari wiraswasta adalah perantara.

Secara

lebih

luas

didefinisakan

sebagai

penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang

diperlukan,memikul resiko finansial,psikologi, dan sosial yang menyertainya,serta menerima balas jasa moneter atau kepuasan pribadi

(Masykur Wiratmo,1996:2).

Bab 1

Kewiraswastaan adalah seni, siasat, dan silat dalam usaha dan kerja, dalam arto seni, silat, dan siasatdalam menghadapi dan melawan resiko (suparman Sumahamijaya,1980:116)

Bab 2

Bab 3

Kewiraswastaan

adalah

suatu

profesi

(pekerjaan) yang dilakukan oleh seseorang Bab 4 secara profesional di bidang dunia usaha (bisnis) (Joko Widodo, 2000:114). Maka wiraswasta itu harus memiliki : HOME
1. 2.

hak kebebasan untuk berkerja (mandiri) Kemampuan (profesional) / kecakapan khusus

3.

keinginan

untuk

terikat

dengan

aktivitas (lingkungan bisnis).

Secara etimologi, wiraswasta bersal dari kata wira dan swasta. Wira artinya utama, gagah, luhur, berani, teladan. Sedangkan swasta artinya berdiri diatas kaki sendiri. Jadi pengertian wiraswasta adalah sifat-sifat keberanian, keutamaan dan keteladanan dalammengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri (Suparman Sumahamijaya, 1981:5). Menurut M. Syafie Idrus , wiraswata adalah orang yang menpunyai kemampuan untuk melihat dan menilai peluang bisnis, mengumpulkan sumber daya yang diperlukan untuk memeroleh manfaat dari peluang tersebut,dan memulai kegiatan yang sesuai untuk meraih keberhasilan (1999:4) Berdasarkan beberapa pengertian maka dapat disimpulkan bahwa wiraswasta adalah seseorang yang mempunyai sifat mental positif sehingga berani berusaha diatas kemampuan sendiri.

1.

Pandangan hidup (way of live) pandangan hidup yang dianut oleh wiraswasta indonesia adalah pancasila. Semua wiraswasta harus menjadikan pandangan hidup tersebut sebagai dasar dalam menjiwai dan mengarahkan setiap aktivitas ekonomi (bisnis). Ada 2 motif yang melandasi aktivitas wiraswasta Indonesia,yaitu : 1. motif untk mencari keuntungan (profit motive) 2. motif untuk berbuat sosial kepada sesamanya

2.

Wiraswasta (Enterpreneur) setiap kegiatan pasti ada pelakunya. Dalam kontek kewiraswastaan pelaku dari kegiatan ini adalah wiraswasta. Menurut M. Amin Azis, wiraswasta adalah manusia yang melakukan semua atau beberapa fungsi kewiraswastaan (1978:41)

3.

Sikap mental wiraswasta ( entrepreneur mental attitude) sikap mental wiraswasta merupakan sifat/ciri positif yang harus dimiliki oleh wiraswasta yang terdiri dari beberapa nilai kewiraswastaan..

No 1 2 3

Ditinjau Tahiun kelahiran Penemu/pencetus Kewarganegaraan

Kewiraswastaan Diperkenalkan Indonesia tahun 1970-an Suparman Sumahamijaya Indonesia Membina wiraswasta pancasila Idiil: pancasila sikap

Enterpreneurship di Dikemukakanpada tahun 1755 Robert Cantillon Irlandia peransis) (tinggal di

4 5

Buku sumber Sistem ekonomi

mental Essai sur la nature du comerce en general Kapitalis/liberal/klasik

Landasan

Strukturil: UUD 1945

Declaration

of

Operasionil: UU dan PP Independence dibidang dunia usaha

Karakteristik Psikologi Menurut Shane (2003)

Kepribadian

Motivasi

Evaluasi diri

Sifat-sifat kognitif

Karakteristik Kognitif

Mempengaruhi bagaimana orang berpikir dan membuat keputusan berwirausaha: 1. Overconfidence. Kepercayaan diri yang berlebihan. 2. Representatif. Kemampuan menggeneralisasi sampel kecil yang tidak menggambarkan suatu populasi. 3. Intuisi. Perasaan seseorang bahwa sesuatu itu benar, meski tanpa cukup bukti

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Karakteristik Wiraswasta:


Bab 1

Bab 2

Bab 3

Bab 4

HOME

Lingkungan keluarga dan masa kecil (pengaruh pekerjaan orangtua). Pendidikan (berpengaruh dalam kelanjutan usaha dan problem solving). Nilai-nilai Personal (yang membedakan dengan pengusaha lain dalam berhubungan dan mengatur organisasi). Pengalaman Kerja (ketidakpuasan dalam bekerja)

Faktor-faktor psikologi & keputusan mengeksploitasi:


Bab 1

Bab 2

Bab 3

Bab 4

Seseorang yang memiliki kemampuan mengeksploitasi peluang wirausaha akan membuat keputusan berbeda dari orang lain pada keadaan dimana informasi dan keahlian sama Karakter psikologis lebih mempengaruhi kemampuan mengeksploitasi

HOME

Allport An attitude is a mental and nuetral state of readiness, organized through experience, exerting a directive or dynamic influence situations with which it is related Jadi, sikap adalah keadaan kesiapan murni dan mental seseorang yang diatur melalui pengalaman, menggunakan perintah yang mempengaruhi tanggapan seseorang tersebut terhadap semua situasi dan obyek yang saling berhubugan. Marat Sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap obyek lingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap obyek tersebut.Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktivitas akan tetapi baru merupakan kecenderungan atau

predisposisi.

Bab 1

Bab 2

Bab 3

Bab 4

HOME

Bernhard Sikap adalah suatu presdisposisi atau kecendarungan untuk melakukan suatu respon dengan cara-cara tertentu terhadap dunia sekitarnya, baik berupa individuindividu maupun obyek-obyek tertentu. Bimo Walgito Sikap adalah keadaan dalam diri manusia yang menggerakkan untuk bertindak, menyertai manusia dengan perasaan-perasaan tertentu di dalam menanggapi obyek dan terbentuk atas dasar pengalaman pengalaman. Shelley E. Taylor Attitude have a cognitive (thought) component, an affective (feeling) component, and a behavioral component.

Bab 1

Bab 2

Bab 3

Bab 4

HOME

Sikap mental wiraswasta (entrepreneur mental attitude) sebagai suatu kecenderungan di dalam diri seseorang wiraswasta untuk bertingkah laku kewiraswastaan (entrepreneuria behavior) di dalam menanggapi obyek dunia usahanya dengan mendasarkan diri pada pengetahuan dan perasaannya tentangnilainilai kewiraswastaan (entrepreneurship values)

Menurut Soesarsono Wijandi


Bab 1

Bab 2

Bab 3

Bab 4

Wiraswasta mencakup beberapa unsur: 1. Pengetahuan / kognitif 2. Ketrampilan / psikomotorik 3. Sikap mental / tanggapan 4.Kewaspadaan (perpaduan unsur kognitif dan sikap mental)

HOME

Komponen-komponen yang terkandung dalam sikap mental wiraswasta:

1. 2. 3. 4.

Komponen kognitif Komponen Afektif Komponen Konatif Komponen nilai-nilai kewiraswastaan

Ciri-ciri lain menurut


1.

Proactive dipaksa

Scarborough adalah berinisiatif sebelum


oleh keadaan dan bersikap

assertiveness
2.

Acheivement adalah mampu melihat dan segera bertindak apabila ada peluang Commitment suatu pekerjaan adalah mengeluarkan

3.

extraordinary effort untuk menyelesaikan

Kualitas-kualitas yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha menurut Casson


1) Self-knowledge (berpengetahuan) 2) Imagination (kemampuan) 3) Practical knowledge (kemampuan mengaplikasikan) 4) Analytical ability (kemampuan analitik) 5) Search skill (ketrampilan menelaah) 6) Foresight (kemampuan memandang ke depan) 7) Computational skill (kemampuan menghitung) 8) Communication skill (kemampuan berkomunikasi) 9) Organization skill (kemampuan berorganisasi)

1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9)

Memiliki gagasan Inisiatif (prakarsa) Daya cipta (kreativitas) Kepercayaan pada kemampuan diri sendiri Tujuan hidup yang jelas Keberanian menghadapi resiko Bekerja keras Tidak rendah diri dan malas Ketrampilan wiraswasta dan keahlian menjual

Objek yang dihadapi oleh seorang wiraswasta adalah dunia usaha (bisnis) Jadi seorang wiraswasta yang baik harus mempunyai pengetahuan yang luas mengenai dunia usaha, mempunyai minat dan sanggup bertingkah laku kewiraswastaan.

Kewiraswastaan dalam perspektif psikologis dapat digambarkan sebagai berikut:


WIRASWASTA KOGNITIF OBYEK

SIKAP MENTAL SIKAP MENTAL WIRASWASTA WIRASWASTA

AFEKTIF KONATIF NILAI-NILAI KEWIRASWASTAAN

DUNIA USAHA (BISNIS)

BAB III KEWIRASWA STAAN DALAM PERPSEKTIF SEJARAH

Sebelum kedatangan pihak penjajah di tanah air, kewiraswastaan telah tumbuh dan berkembang dengan baik terutama di derah penghasil rempah-rempah dan pelabuhan daerah kekuasaan para raja. Hambatan dalam pengembangan wiraswasta pada masa pra kolonial:

Adanya pengawasan dari golongan bangsawan Keterbatasan tekhnologi dalam proses produksi dan penyebaran

a. b. c. d. e.

f. g. h. i. j.

Malaka ke pantai timur Sumatra Malaka ke Sunda Malaka ke Jawa Tengah dan Jawa Timur Jawa Barat ke pantai barat Sumatra Jawa tengah dan Jawa Timur ke Sumatra Selatan Jawa ke Bali, Lombok, Sumbawa Bali, Lombok, Sumbawa ke Timor, Sumba Timor, Sumba ke Maluku Jawa dan Maluku ke KalimantannSelatan Sulawesi Selatan ke Maluku

Perkembangan kewiraswastaan di indonesia sedikit terhambat sejak kedatangan armada perang portugal pada bula april 1511 untuk menyerang ujung timur perdangan Asia di Malaka.

Para pedagang bangsa Asia akhirnya mengalihkan sebagian besar perdagangannya ke pelabuhan-pelabuhan lain.

 

Portugis telah mengacaukan organisasi sistem perdagangan di Asia. Pada masa ini perkembangan kewiraswastaan sangat menyedihkan karena daerah-daerah penghasil komoditi dan lalu lintas perdagangan banyak dikuasai VOC baik dengan cara kekerasan maupun cara yang lunak seperti mengikat perjanjian dengan para raja.

Setelah VOC mengambil alih dan menyisihkan para wiraswasta pribumi maka selanjutnya VOC membagi kegiatan perdagangan menjadi beberapa golongan yaitu: a. Golongan wiraswasta barat
Yang diberi hak oleh VOC untuk menangani sektor perdagangan dalam skala besar yaitu bertindak sebagai eksportir dan importir b.Golongan wiraswasta cina Diberi hak oleh VOC untuk menangani sektor distribusi seperti: distributor,agen, sub agen c.Golongan Wiraswasta Pribumi Diberi hak oleh VOC untuk menangani kegiatan perdagangan dan usaha industri kerajinan dalam skala kecil seperti: batik, tenun, ujkiran dsb.

Pada

Masa

Pergerakan awalnya

Nasional,

pertumbuhan juga

kewiraswastaan meskipun pada

mengalamai

kemunduran

mengalami

kebangkitan. sebagai alat

Awalnya banyak berdiri organisasi

perjuangan ekonomi para wiraswasta seperti: Budi Utomo, Serikat Dagang Islam dll, Akibat semakin keras tekanan Belanda maka tujuan dari organisasi tsb beralih ke perjuangan politik yaitu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia

Pada Masa pendudukan jepang kehidupan ekonomi memilukan. rakyat Melalui Indonesia Kumiai juga rakyat

diharuskan menyerahkan sebagian besar hasil buminya kepada pihak Jepang.

Dengan adanya Kumiai maka kehidupan ekonomi bangsa Indonesia menjadi lesu.

Dari Uraian diatas dapat disimpulkan adanya kesengajaan membunuh dari segala pihak potensi penjajah ekonomi untuk rakyat

Indonesia dengan melaksanakan politik kelas, monopoli dan sebagainya, agar penjajah leluasa untuk mengeksploiter sumber daya alam dan sumber daya manusia demi meraih keuntungan yang sebesar-besarnya

Pada zaman Orde Lama Keadaan dunia Usaha belum banyak berubah padahal berbagai kebijakan ekonomi telah diambil oleh pemerintah seperti Politik Demokrasi,

Nasionalisasi perusahaan asing dll, Tetapi kebijakan ekonomi tsb belum mampu merubah keadaan perekonomian tetapi malah menjadi semakin parah dengan adanya tingkat inflasi yang sangat tinggi.

Pada Masa Orde baru


Pertumbuhan faktor perekonomian cukup baik meskipun dapat dikatakan terlambat karena historis. Keterlambatan ekonomi tersebut karena

menghambat

pembangunan

itulah pemerintah mengeluarkan kebijaksanaan debirokratisasi dan deregulasi dengan tujuan mendorong pertumbuhan kewiraswaastaan

khusunya dibudang perbankan dan perpajakan.

Keadaan wiraswasta di Indonesia

Peran wiraswasta dalam pembangunan bangsa

Segi Kuantitas : Jumlah wiraswasta yang ada di Indonesia secara tidak langsung dapat diketahui dari banyaknya perusahaan industri besar, sedang kecil dan kerajinan yang ada.

Jumlah Perusahaan Industri Negara Besar Indones ia 1759 Sedang 7402 Kecil 44475 Kerajinan 1234511

Jumlah Keseluruhan 1288147

Sumber: Christian Lempelius dan Gert Thoma, 1979

Berdasarkan schumpeter : wiraswasta bertugas untuk menciptakan barang dan jasa baru. Dari tabel diketahui jumlah wiraswasta di Indonesia yang dapat diidentikan dengan jumlah perusahaan industri ada 1.288.147 orang Menurut catatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa : kemajuan yag telah dicapai oleh bangsa barat dan Jepang adalah justru karena mereka mampu melahirkan tenaga kerja yang profesional.

Wiraswasta

Indonesia

masih

banyak

kekurangan untuk membantu pembangunan nasional. Dapat dilihat perbandingan antara jumlah kebutuhan tidak wiraswasta seimbang. dengan dari

realisasinya

Ditinjau

hubungan ekonomi antara jumlah permintaan wiraswasta tidak seimbang yaitu jumlah

penawaran wiraswasta dan jumlah permintaan akan wiraswasta dalam mensukseskan

pembangunan nasional.

b. Segi Kualitas : kualitas para wiraswasta kita masih rendah. Atau dengan kata lain belum mempunyai sikap mental wiraswasta yang positif.

Penelitian Heidjrachman Ranu Pandojo terhadap pengusaha didaerah Istimewa Yogyakarta bahwa: para pengusaha belum memiliki motivasi berprestasi yang kuat.

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Kondisi Psikologis/motivasi/need Untuk berprestasi Untuk mengikuti pendapatan orang lain Untuk melakukan sesuatu secara rapi Untuk menonjolkan diri Untuk berdiri sendiri Untuk bekerjasama dengan orang lain Untuk memahami tingkah laku orang lain Untuk minta pertolongan orang lain Untuk menguasai orang lain

Pribumi 42/dbn 44/dbn 43/dbn 39/dbn 47/dbn 41/dbn 35/dbn 32/dbn 62/dan

Non.Pribumi 43/dbn 40/dbn 36/dbn 45/dbn 57/dbn 53/dbn 30/dbn 30/dbn 59/dan

10 11 12 13 14 15 16

Untuk mawas diri Untuk berbuat kepada orang lain Untuk mencari sesuatu yang baru Untuk bertahan pada satu pekerjaan Untuk mendekati lawan jenis Untuk mengkritik orang lain

62/dan 51/dan 46/dbn 64/dan 58/dan 51/dan

54/dan 61/dan 56/dan 59/dan 58/dan 54/dan 56/dan

Untuk berpegang teguh pada 54/dan pendirian Keterngan: dbn = dibawah normal, dan = diatas normal

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa para pengusaha kita kurang mempunyai kepercayaan kepada diri sendiri, sehingga mereka kurang terdorong untuk berprestasi didalam usahanya. Akibatnya, usaha mereka menjadi statis bahkan mengalami kemunduran. Bambang Tri Cahyono mengungkapkan karakteristik para wiraswasta kecil kita yaitu : masalah-masalah yang dihadapi pengusaha/perusahaan ekonomi kecil biasanya berkisar pada kurangnya keahlian dalam bidang pemasaran, kelemahan dalam bidang organisasi dan management dan terbatasnya modal dari luar yang dapat mereka peroleh.

Para pengusaha kecil kita kurang mempunyai keterampilan berwiraswasta seperti: Keterampilan membuat bermacam-macam produk dari bahan mentah. Keahlian menjual. Pembukuan Keterampilan berorganisasi. Rendahnya gagasan (ide), inisiatif dan kreativitas.

Sikap mental yang merintangi pembangunan ialah tentang ketergantungan seseorang kepada orang lain. Contoh: Wiraswasta (pengusaha) yang selalu mengharapkan dan menggantungkan diri pada bantuan kredit dari bank, kurang aktif mencari pembeli barang / jasa hasil produksinya, lebih suka meniru barang / jasa yang diciptakan oleh pengusaha lain, jika memperoleh keuntungan dan kredit digunakan untuk halhal yang kurang produktif demi meningkatkan status sosialnya di mata masyarakat, dsb.

aktor-faktor penyebab wiraswasta Indonesia sangat sedikit, mutu dan sikap mentalnya sangat rendah:
1) 2)

Faktor perjalanan sejarah bagi negara-negara bekas jajahan. Faktor pendidikan yang tidak menunjang perkembangan wiraswasta.

3)

Faktor

kebijaksanaan kesempatan

pembangunan bagi

yang

kurang

memberikan

lahirnya tenaga-tenaga

wiraswasta sejati.

Masa Penjajahan Belanda: Telah tumbuh kesadaran dan keinginan

berwiraswasta dikalangan rakyat Indonesia, hal ini dapat dibuktikan dengan berdirinya beberapa organisasi sebagai alat perjuangan ekonomi para wiraswasta yang mempunyai tujuan luhur.

MASA PENJAJAHAN JEPANG

MASA KEMERDEKAAN
Benih-benih dan sikap mental kewiraswastaan sudah memudar, hal ini disebabkan karena:
a) Orang

Kehidupan

sosial

ekonomi

rakyat,

khususnya kehidupan koperasi sangat menyedihkan. Penguasa Jepang

Belanda telah memperkuat orde tradisional yang

feodal / membekukan struktur sosial yang bersifat hierarkis dan otoriter, khususnya dengan cara

membubarkan semua koperasi yang ada, dan sebagai gantinya di setiap desa harus didirikan suatu badan yang disebut

mengontrol orang Indonesia secara tidak langsung melalui kaum ningrat mereka sendiri (pemerintahan tidak langsung).
b)Sebagian

kumiai,

dimana

semua

penduduk

besar dari kegiatan inovatif, khususnya dari

para wiraswasta pribumi, dianggap tidak sah oleh orang Belanda.

harus menjadi anggota kumiai tersebut.

Kurang mengarah pada terbentuknya sikap mental wiraswasta dikalangan siswa. Dimana nantinya sikap mental wiraswasta yang positif tersebut, sangat diperlukan oleh seorang wiraswasta. Contoh: Pendidikan formal yang berlangsung di Indonesia, sebagian besar mengikuti sistem pendidikan kolonial. Pendidikan informal dilingkungan keluarga, masih banyak dipengaruhi oleh sistem pendidikan feodal warisan penjajah, sehingga kurang dapat mendukung terbentuknya sikap mental wiraswasta dikalangan anggota keluarga.

Kebijakan

pemerintah

yang

kurang

mendukung

perkembangan wiraswasta
1) 2)

Kebijakan dalam bentuk proteksi (perlindungan). Subsidi yang berlebihan (dalam jangka panjang) kepada pengusaha kita, khususnya pengusaha golongan ekonomi lemah. Heidjrachman Ranupandojo meraih mengatakan bahwa:

perlindungan / proteksi hanyalah akan meninabobokkan dalam ayunan kursi goyang keuntungan-keuntungan. (Heidjrachman Ranupandojo, 1982 : 24). Sehingga sikap mental wiraswasta mereka menjadi negatif dan kurang berkembang.

Membantu Pemasukan Pendapatan Negara Membantu Pemanfaatan Sumber Daya Alam Potensial Menambah Jumlah Barang dan Jasa di Pasar

WIRASWASTA

PAJAK PENDAPATAN NEGARA


Jumlah wiraswasta berbanding lurus dengan berbanding lurus pula dengan pendapatan negara. pajak, dan

Sumber Daya Alam Proses Produksi

Produk Fungsi

Kebutuhan Manusia Pemanfaatan SDA

Contoh : pembuatan sarden (bahan mentah berupa ikan), pembuatan emas, besi, timah, dll (bahan mentah berasal dari hasil tambang), serta pembuatan minyak goreng (bahan mentah kelapa sawit).

WIRASWASTA

PRODUK

BARANG

JASA

Semakin banyak jumlah wiraswasta yang penuh ide, inisiatif, dan kreatif, maka akan semakin banyak pula jumlah barang dan jasa di pasar, sehingga semakin terpenuhi kebutuhan manusia tanpa harus bergantung dengan import barang dan jasa.

Barang adalah hasil produksi (produk) dari seorang wiraswasta yang secara fisik berwujud (mempunyai bentuk konkrit) Jasa adalah hasil produksi (produk) dari seorang wiraswasta yang secara fisik tidak berwujud (tidak mempunyai bentuk konkrit) namun dapat memenuhi kebutuhan manusia

Bab 1

Bab 2

Bab 3

Bab 4

HOME

Dikemukakan oleh Suparman Sumahamijaya bahwa kewiraswastaan adalah seni, siasat, dan silat dalam usaha dan kerja, dalam arti seni, silat dan siasat menghadapi dan melawan resiko. (1980 : 82). Kewirakoperasian adalah suatu sikap mental positif dalam usaha komperatif dengan mengambil prakasa inovatif serta keberanian mengambil resiko dan berpegang tegah pada prinsip identitas koperasi.

Dari definisi tersebut terkandung beberapa unsur yang patut diperhatikan:


a) Kewirausahan koperasi merupakan sikap mental positif dalam berusaha secara komperatif. ini berarti kewirakopersian harus mempunyai keinginan untuk memajukan organisasi koperasi. b) Tugas utama kewirakoperasian adalah mengambil prakasa inovatif artinya berusaha mencari ,menemukan dan memanfaatkan peluang yang ada demi kepentingan bersama (Druker 1988.h.30) c) Wirakop harus mempunyai keberanian mengambil resiko karna dunia penuh dengan kepastian. d) Kegiatan wirakop harus berpegang teguh pada prinsip identitas koperasi yaitu anggota sebagai pemilik dan sekaligus sebagai pelanggan. e) Tujuan utama setiap wirakop adalah memenuhi kebutuhan nyata anggota koperasi dan meningkatkan kesejahteran bersama. f) Wirakop dalam koperasi dapat dilakukan oleh anggota manajer birokrat yang berperan dalam pembangunan koperasi dan katalis.

Kewirakoperasian tidak hanya menyangkut usaha koperasi tetapi meliputi pula member entrepreneurship, manager entrepreneurship, bureaucrattic entrepreneurship dan catalyctic entrepreneurship. Wirausaha koperasi merupakan orang yang mempunyai kemampuan dan kemauan dalam inovasi atau mendapatkan strategi bagi pengembangan koperasi, sehingga diharapkan koperasi akan mempunyai keunggulan bersaing dari badan usaha lain yang menjadi pesaingnya. Orang yang melakukan kewirakoperasian disebut wirakop.

Ciri-ciri seorang wirakop menurut Meredith adalah:


a) Mempunyai kepercayaan yang kuat pada diri sendiri; b) Berorientasi pada tugas dan hasil yang didorong untuk berprestasi, berorientasi pada keuntungan, tekun, tabah, dan mempunyai tekad kerja keras; c) Mempunyai kemampuan dalam mengambil resiko dan mengambil keputusan secara cepat, tepat dan cermat; d) Mempunyai jiwa kepemimpinan, suka bergaul, dan bersedia menerima kritik dan saran; e) Berjiwa inovatif dan kreatif; f) Berorientasi ke masa depan.

Fungsi kewirakoperasian dibagi atas 3:


1) Kewirakoperasian Rutin
Kewirakopersian yang diarahkan pada kegiatan rutin organisasi usaha (koperasi), seperti produksi, pemasaran, personalia, keuangan, administrasi dan lain-lain.

2) Kewirakoperasian Arbitrase
Arbitrase disini dimaksudkan sebagai keputusan yang diambil dari dua kondisi yang berbeda.

3) Kewirakoperasian Inovatif
Inovatif berarti mencari, memanfaatkan dan menemukan sesuatu yang baru.

Tugas kewirakoperasian adalah menciptakan keunggulan koperasi dibandingkan dengan organisasi pesaingnya. Keunggulan tersebut dapat diperoleh melalui : 1. Kedudukan monopoli 2. Biaya transaksi 3. Interlinkage market 4. Pengumpulan modal (Trust Capital) 5. Pengendalian ketidakpastian 6. Inovasi

WIRAKOPERASI
KOGNITIF AFEKTIF SIKAP MENTAL WIRAKO PERASI

OBYEK
DUNIA PERKOPER ASIAN DAN BISNIS

KONATIF NILAI NILAI KEWIRAKOPERASIAN