Anda di halaman 1dari 17

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Dunia kesehatan saat ini dituntut selalu sigap dan siap dalam menangani berbagai kasus yang terjadi, bermunculannya berbagai jenis penyakit baru dengan tingkat kematian yang tinggi menambah beban dari dunia kesehatan untuk selalu tampil prima dalam setiap tingkatan, tingkatan terendah dan yang paling dekat dengan masyarakat adalah Puskesmas. Ketepatan dan keakuratan data terutama data rekam medis akan lebih menunjang lagi dari kinerja Puskesmas untuk memberikan pelayanan yang prima, kasus malpraktek akhir akhir ini banyak diberitakan di media masa baik media cetak maupun media elekronik, sebagai salah satu penyebabnya adalah kurang perhatian tenaga kesehatan terhadap rekam medis dan bahkan terabaikannya pembuatan rekam medis secara detil. Menurut Kasini dalam modul hukum kesehatan dengan pokok bahasan malpraktek tenaga perawatan menyatakan salah satu penyebab kejadian malpraktek adalah kurang perhatian tenaga kesehatan terhadap data rekam medis khususnya kasus salah diagnosa atau kekurangtepatan pemberian obat. (http://www.health-irc.or.id/pdf/UU_

Peraturan%20Kesehatan/HUKES) Ida Bagus Putu Alit juga mengemukakan bahwa rekam medis merupakan salah satu kunci dalam menghadapi malpraktek, di dalam rekam medis yang baik maka penilaian klinis saat pasien ditangani akan tercatat. Sehingga apa yang menjadi alasan pemberian terapi atau tindakan medis dapat dipertanggungjawabkan bila sampai ada tuduhan malpraktek. (http://leman.or.id/medicaltribune/medisolegalCM.html) Djaja Surya Atmadja menegaskan pentingnya rekam medis yang baik dan lengkap. Tanpa rekam medis yang baik, dokter yang menangani akan sulit untuk mengingat secara persis kondisi klinis pasien. Tidak

jarang beberapa saat atau beberapa hari kemudian setelah pasien datang ke pusat pelayanan kesehatan, datang penyidik dari kepolisian yang meminta visum et repertum (VER) untuk penyidikan lanjut yang berhubungan dengan pasien yang menjadi korban tindak kriminal.

(http://www.freewebtown.com/cakmoki/library/document/moki/mysql.pdf ) Berdasarkan uraian diatas saya tertarik untuk mengembangkan Sistem Pengolahan Data Rekam Medis yang di dalamnya terdapat penyimpanan data demografi, anamnesis, hasil pemeriksaan fisik, diagnosis, regimen dosis, hasil pemeriksaan penunjang medis/diagnostik, lama rawat, nama dan paraf dokter yang merawat. Pengembangan system ini sangat menarik untuk dilakukan dengan beberapa alasan. Beberapa alasan yang dimaksud yaitu : pertama, pengolahan data rekam medis yang terkomputerisasi sangat penting untuk memberikan tindakan klinis terhadap pasien sehingga bisa menekan tingkat kejadian malpraktek terutama kasus kesalahan diagnosa atau kekurangtepatan pemberian obat. Kedua, bagi pihak yang berwenang dalam hal ini Departemen Kesehatan dapat mengetahui dengan mudah trend jenis penyakit yang banyak dialami oleh masyarakat guna menentukan kebijakan penanggulangan dan pengobatannya. Ketiga dari sisi hukum, penegak hukum dalam hal ini kepolisian dapat dengan mudah mendapatkan bukti visum et repertum (VER) terutama kasus pasien yang menjadi korban tindak kriminal.

2.1. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian dari latar belakang masalah diatas peneliti merumuskan masalah yaitu : a. Bagaimana mengelola data rekam medis secara optimal ? b. Bagaimana memperoleh data rekam medis secara cepat, tepat dan akurat? dapat

3.1. Tujuan Seiring dengan rumusan masalah sebagaimana disampaikan sebelumnya maka tujuan penelitian ini adalah Merancang Sistem Pengolahan Data Rekam Medis.

4.1. Manfaat Manfaat yang bisa didapatkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Sebagai sarana komunikasi antara para petugas kesehatan yang terlibat dalam pelayanan/perawatan penderita. b. Sebagai sumber informasi untuk kelanjutan / kesinambungan pelayanan / perawatan penderita. c. Meringankan beban kerja dokter dan petugas kesehatan dalam mencatat / membaca medical record pasien. d. Bisa menekan tingkat kejadian malpraktek khususnya kesalahan diagnosa dan kekeliruan pemberian obat kepada pasien. e. Membantu penegak hukum dalam hal ini kepolisian untuk mendapat visum et repertum sebagai barang bukti untuk menindaklanjuti kasus terutama kasus korban tindak kriminal. f. Membantu pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan untuk mengetahui jenis penyakit yang banyak dialami masyarakat guna menentukan kebijakan penanggulangan dan pengobatan.

5.1. Batasan Masalah Agar lebih terfokus maka penelitian ini mempunyai batasan sebagai berikut : a. Pengolahan data pasien baik pasien rawat inap maupun pasien rawat jalan. b. Pengolahan data dokter dan pegawai. c. Pengolahan data obat.

6.1. Metodologi Penelitian a. Tempat Penelitian Pengumpulan / pengambilan data pada penelitian ini dilakukan di Puskesmas Sewon Bantul, sedangkan perancangan program dan implementasinya ( pembuatan program ) dilakukan di Laboratorium Software 1 STMIK El Rahma Yogyakarta. b. Metode Pengumpulan Data Data atau informasi yang diperoleh dari pihak-pihak terkait dalam hal ini dokter, perawat atau petugas Puskesmas maupun bukubuku atau referensi-referensi lain yang berhubungan dengan kasus yang diteliti. Teknik pengumpulan data adalah sebagai berikut : 1) Metode Observasi Observasi adalah pengamatan secara langsung kegiatan / kejadian yang sedang dilakukan di Puskesmas dalam melayani pasien mulai dari pendaftaran sampai pada pengambilan obat di apotik. Saat melakukan observasi dapat pula melakukan validasi terhadap informasi yang diberikan pada saat wawancara. 2) Metode Wawancara Metode wawancara atau tanya jawab secara langsung dengan pihak-pihak terkait dalam hal ini dokter, perawat atau petugas Puskesmas guna memperoleh data yang tepat sehingga

perancangan aplikasi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. 3) Metode Kepustakaan Metode pengumpulan data dengan cara mengadakan studi kepustakaan dengan mempelajari literatur, makalah, artikel-artikel serta jurnal-jurnal hasil penelitian sebelumnya yang ada

hubungannya dengan Sistem Informasi Rekam Medis.

c. Metode Perancangan Sistem 1) Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan adalah analisa yang dilakukan untuk

menentukan input dan output yang diinginkan berdasarkan data yang diperoleh. 2) Perancangan Sistem Perancangan sistem merupakan tahapan yang dilakukan untuk membuat sebuah rancangan program berdasarkan input dan output yang diinginkan. Setelah variabel-variabel yang merupakan catatan prosedur dan formulir formulir pengolahan data rekam medis diketahui, maka variabel yang relevan antara teori dan kenyataan selanjutnya digunakan untuk pembuatan model dan program komputer yang menyangkut hal-hal penetapan input dan output. 3) Implementasi Sistem Setelah pembuatan perancangan sistem maka langkah selanjutnya adalah mengimplementasi hasil perancangan ke dalam program (PHP dan My.SQL), selanjutnya setelah program selesai maka di uji coba entry data rekam medis yang berupa lembaranlembaran formulir ke dalam Sistem Pengolahan Rekam Medis 4) Membangun struktur fisik jaringan Pada tahap ini dilakukan pembuatan struktur fisik jaringan komputer sehingga semua komputer yang ada di bangsal lain bisa terkoneksi dengan jaringan. 5) Evaluasi Sistem Evaluasi merupakan langkah setelah data rekam medis di entry dan dihubungkan dengan jaringan computer yang ada lalu di coba diakses dari client untuk mengetahui kesalahan atau trouble yang mungkin terjadi, sampai dipastikan system dapat berjalan dengan sempurna.

6) Pelatihan dan Pemeliharaan Tahap ini dilakukan setelah Sistem Pengolahan Rekam Medis Berbasis Komputer bebas dari kesalahan / trouble, tahap ini penting dilakukan karena system ini bagi mereka sesuatu yang baru dan perlu dilatih bagaimana cara mengoperasikan system ini secara keseluruhan mulai dari entry data pasien sampai

mencetak/membuat laporan. 7) Penulisan laporan penelitian Ini adalah tahap akhir dari penelitian .

d. Perangkat yang diperlukan 1. Perangkat lunak ( Software ) Sistem Operasi yang digunakan baik untuk server maupun client adalah Linux Red Hat 9, sedangkan Software untuk perancangan program adalah sebagai berikut : MySQL, Web Server XAMPP, PHP, Web Browser, Macromedia Dreamweaver, Macromedia Flash, dan Adobe Photoshop. 2. Perangkat keras ( Hardware ) Agar system ini berjalan dengan sempurna maka diperlukan perangkat keras dengan spesifikasi minimal sebagai berikut : a. Server P3 667 MHz Ram 256 MB Harddisk 20 GB Mouse dan Keyboard

b. Client P2 300 MMX Ram 128 MB Harddisk 10 GB Mouse dan Keyboard 3. Perangkat jaringan Kabel UTP Konektor Card Lan Hub 8 port

7.1. Sistematika Penulisan laporan BAB I : PENDAHULUAN ...................................................................................................... .............................................................................................. : LANDASAN TEORI ...................................................................................................... ............................................................................................. : ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM ...................................................................................................... ............................................................................................... : IMPLEMENTASI SISTEM ...................................................................................................... .................................................................................................... : PENUTUP ...................................................................................................... ......................................................................................................

BAB II

BAB III

BAB IV

BAB V

BAB II LANDASAN TEORI

2.1. Tinjauan Pustaka Pengolahan data rekam medis telah banyak mendapat perhatian oleh para peneliti, penelitian yang dilakukan pada umumnya hanya membahas data rekam medis untuk pasien rawat inap di Puskesmas dan masih bersifat stand alone atau single user. Para peneliti sebelumnya, diantaranya adalah Hatmoko dengan judul Pilihan Rekam Medis Fleksibel Untuk Puskesmas Perawatan, Norfidiyah Wulandari dari Jurusan Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia dengan judul Sistem Pengolahan Data Rekam Medis Pasien Dokter Anak Sekaligus Sebagai Alat Rancangan Percobaan dan Mera Kartika Delimayanti dari Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Jakarta dengan judul Perancangan dan Analisis Perangkat Lunak Sebagai Alat Rekam Medis Pasien di Puskesmas. a. Hatmoko http://www.freewebtown.com/cakmoki/library/document/ moki/mysql.pdf Pemakaian software MySQL sebagai Database Rekam Medis dimaksudkan untuk memberikan kemudahan akses data, khususnya di Puskesmas Rawat Inap ( Puskesmas Perawatan ) agar semua bentuk pelayanan dapat terekam, dengan baik. Di sisi petugas, MySQL dimaksudkan sebagai piranti pembantu yang dapat beroperasi secara berkesinambungan dengan cara memberikan peran yang sama kepada semua petugas untuk entry data. Adapun tujuan yang diharapkan dari pemakaian MySQL adalah terjaminnya akurasi dan validitas data sehingga pelayanan yang pernah diberikan dapat diakses ulang ketika diperlukan, serta dapat

meminimalisir kebocoran dana, obat dan penunjang medis lainnya. Disamping itu dapat dipergunakan untuk audit medis sebagai evaluasi pelayanan medis kepada penderita.

b. Norfidiyah Wulandari (http://snati.informatika.web.id/viewabstract. php?id=291&cf=4) Penelitian ini membahas sistem pengolahan data medis pasien pada dokter anak, dalam membangun sistem ini digunakan aliran data DFD level 0, level 1 dan level 2, adapun perangkat lunak yang digunakan adalah Basis data MySQL, Web Server XAMPP, PHP (PHP Hypertext Preprocessor), Web Browser Internet Expoler, Macromedia Dreamweaver 8.0, Macromedia Flash 8.0, Color Schemer v2.5 dan Adobe Photoshop CS2. Hasil sistem menunjukkan bahwa Aplikasi ini telah dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan pengujian tingkat kesembuhan pasien terhadap suatu obat dan sistem ini mempunyai kelebihan aplikasi yaitu dapat menjadi alat bantu dokter dalam mengambil keputusan obat apa yang paling baik bagi pasiennya untuk penyakit tertentu, selain itu aplikasi ini bisa mencetak resep yang akan diberikan kepada pasien secara langsung. c. Mera Kartika Delimayanti (http://snati.informatika.web.id/viewa

bstract.php?id=257&cf=4) Puskesmas merupakan penyelenggara pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat dan memiliki berbagai macam unit pelayanan kesehatan antara lain pelayanan kesehatan poli umum, ibu hamil dan balita, gizi, gigi dan laboratorium dasar. Diagnosis dan terapi tenaga medis berasal dari data rekam medis pasien di unit pelayanan kesehatan Puskesmas. Perangkat lunak dapat dimanfaatkan sebagai alat rekam medis pasien terintegrasi dari seluruh unit pelayanan untuk dapat menghasilkan diagnosis dan terapi tenaga medis yang tepat. Perancangan arsitektur sistem menggunakan teknologi jaringan komputer yang merupakan dasar teknologi web sehingga dapat mengintegrasikan data rekam medis pasien dari masing-masing unit pelayanan kesehatan.

Sistem ini dirancang memiliki tiga modul utama yakni modul pencatatan data pasien, modul pencatatan data medis pasien dan modul pelaporan data. Seluruh data tersimpan dalam basisdata pada komputer server dan dilengkapi dengan fasilitas replikasi basisdata secara otomatis untuk menghindari adanya kerusakan atau kehilangan data. Aspek pengamanan data (data security) didesain menggunakan autentikasi pengguna untuk memastikan bahwa perangkat lunak hanya dapat diakses oleh yang berhak.

2.2. Landasan Teori a. Konsep Dasar Sistem Dalam mendefinisikan sistem terdapat dua kelompok pendekatan yaitu menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya. Pendekatan sistem yang menekankan pada prosedurnya sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan kegiatan atau untuk melakukan sasaran yang tertentu. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefinisikan sistem adalah kumpulan-kumpulan elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu b. Tujuan Sistem Informasi Tujuan dari sistem informasi adalah menghasilkan informasi. Data yang diolah saja belum tentu cukup menjadi suatu informasi. Untuk menjadi suatu informasi, maka data yang diolah tersebut harus berguna bagi pemakainya. Untuk dapat berguna, maka informasi harus didukung oleh tiga hal sebagai berikut : 1) Tepat kepada orangnya atau relevan (relevance). 2) Tepat waktu (timelinnes). 3) Tepat nilainya (accurate).

10

Keluaran yang tidak didukung oleh ketiga hal tersebut tidak dapat dikatakan sebagai informasi yang berguna. Banyak sistem informasi yang gagal dalam penerapannya, karena sebenarnya sistem tersebut adalah sistem sampah (garbage). Untuk menjadi sistem informasi, maka hasil dari sistem itu harus berupa informasi yang berguna, yaitu harus memenuhi ketiga kriteria relevan, tepat waktu dan akurat. c. Rekam medis Rekam Medis mencatat semua hal yang berhubungan dengan perjalanan penyakit penderita dan terapinya selama dalam perawatan di unit pelayanan kesehatan. Karenanya, Rekam Medis dapat menjadi sumber informasi, baik bagi kepentingan penderita, maupun pihak pelayanan kesehatan, sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil tindakan medis atau menentukan kebijakan tatalaksana/pengelolaan. Beberapa informasi yang seharusnya tertera pada rekam medis seperti data demografi, anamnesis, hasil pemeriksaan fisik, diagnosis, regimen dosis, hasil pemeriksaan penunjang medis/diagnostik, lama rawat, nama dan paraf dokter yang merawat, pada beberapa RM tidak semua terekam. Rekam medis merupakan salah satu sumber informasi sekaligus sarana komunikasi yang dibutuhkan baik oleh penderita, maupun pemberi pelayanan kesehatan dan pihak-pihak terkait lain (klinisi, manajemen RSU, asuransi dan sebagainya), untuk pertimbangan dalam menentukan suatu kebijakan tata-laksana/pengelolaan atau tindakan medis. Rekam medis antara lain bermanfaat sebagai : 1) Dokumen bagi penderita yang memuat riwayat perjalanan penyakit, terapi obat maupun non-obat dan semua seluk beluk-nya. 2) Sarana komunikasi antara para petugas kesehatan yang terlibat dalam pelayanan/perawatan penderita. 3) Sumber informasi untuk kelanjutan / kesinambungan pelayanan / perawatan penderita yang sering masuk ke Puskesmas bersangkutan.

11

4) Penyedia data bagi pihak ketiga yang berkepentingan dengan penderita, seperti asuransi, pengacara, instansi penanggung biaya. 5) Penyedia data bagi kepentingan hukum dalam kasus-kasus tertentu. d. Basis Data (DataBase) Basis data adalah kumpulan item-item data yang tersimpan secara bersama-sama dengan sistematika tertentu tanpa ada kerangkapan yang tidak perlu apalagi yang merugikan dimana data yang disimpan independent dengan program yang mengelolanya, misalnya penambahan data, penghapusan data. Sedangkan sistem basis data secara umum merupakan sistem yang terdiri dari kumpulan file (tabel) yang saling berhubungan (dalam sebuah basis data di sistem komputer) dan sekumpulan program (DBMS) yang memungkinkan beberapa pemakai atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi file/ tabel tersebut. e. Diagram Alir Data Diagram alir data adalah suatu jaringan kerja (network) yang menggambarkan suatu sistem komputerisasi, manual atau gabungan dari keduanya dalam bentuk susunan yuang berbentuk komponen sistem yang saling berhubungan sesuai dengan aturan mainnya. Diagram alir data sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik, di mana data tersebut mengalir atau akan disimpan. Diagram alir data merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur. Data Flow Diagram adalah Hubungan yang menggambarkan sistem informasi yang akan dikembangkan dengan pihak luar, yaitu pihak yang menerima laporan dari hasil sistem informasi, pihak yang menerima data atau pihak yang memberikan data.

12

Ada empat simbol dasar yang digunakan untuk memetakan gerakan diagram aliran data adalah seperti dalam tabel 1: Simbol-simbol Keterangan Entitas: Digunakan untuk menggambarkan suatu entitas eksternal yang dapat mengirim data atau menerima data dari sistem. Aliran Data: Menunjukkan perpindahan data dari satu titik ketitik yang lain, dengan kepala tanda panah mengarah ketujuan data. Proses: Menunjukkan tempat-tempat dalam sistem informasi yang mengolah atau mengubah data yang diterima menjadi data yang mengalir keluar Penyimpanan data: Menunjukkan penyimpanan dan pengambilan data.

Tabel 1 Simbol diagram alir data ( Jogiyanto, 1989 )

f. Normalisasi Normalisasi adalah suatu proses yang menentukan key yang unik untuk mengakses data yang item dan membantu hubungan yang diperoleh antara data dan item. Menurut Eddy Sutanta (1996) proses normalisasi merupakan proses pengelompokan data elemen menjadi tabel yang menunjukan entity dan relasinya. Pada proses normalisasi selalu diuji pada beberapa kondisi. Apakah ada kesulitan pada saat menambah (insert), menghapus (delete), mengubah (update), membaca (retrive) pada suatu database. Bila kesulitan dalam pengujian tersebut maka relasi tersebut dipecahkan

13

pada beberapa table lagi atau dengan kata lain perancangan tersebut belum mendapat database yang optimal. Ada beberapa tahap normalisasi yang harus dilakukan agar menjadi bentuk normal, yaitu : 1) Bentuk Tidak Normal (Unnormalized) Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu , dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi. Data di kumpulkan apa adanya sesuai dengan kedatangannya dan tanpa ada kriteria tertentu. 2) Bentuk Normal Pertama (1NF/First Normal Form) Bentuk normal kesatu mempunyai ciri yaitu setiap data dibentuk dalam flat file (file datar/rata), data dibentuk dalam satu record demi satu record dan nilai dari field berupa atomic value. Tidak ada set attribute yang berulang-ulang (redundancy) atau attribute bernilai ganda (multivalue). Tiap field hanya satu pengertian, bukan merupakan kumpulan kata yang mempunyai arti mendua, hanya satu arti saja dan juga bukanlah pecahan kata-kata sehingga artinya lain. 3) Bentuk Normal Kedua (2NF/Second Normal Form) Bentuk normal kedua mempunyai syarat yaitu bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kesatu. Atribute bukan kunci haruslah bergantung secara fungsi pada kunci utama/primary key. Sehingga untuk membentuk normal kedua haruslah sudah ditentukan kunci-kunci field. Kunci field haruslah unik dan dapat mewakili attribute lain yang menjadi anggotanya. 4) Bentuk Normal Ketiga (3NF/Third Normal Form) Untuk menjadi bentuk normal ketiga maka relasi harus dalam bentuk normal kedua dan semua attribute yang bukan primer tidak punya hubungan yang transitif. Dengan kata lain, setiap attribute bukan kunci haruslah bergantung pada primary key dan pada primary key secara menyeluruh.

14

g. Relasi Antar Tabel Relasi antar table adalah hubungan antara kunci relasi (Relation Key) yang merupakan kunci utama dari masing-masing file. Relasi file terbagi dalam 3 bentuk yaitu: 1) One to One Relationship 2 File Hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah satu berbanding satu. 2) One to Many Relationship 2 File. Hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah satu berbanding banyak atau dapat pula dibalik banyak lawan satu. 3) Many to Many Relationship Hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah banyak berbanding banyak. h. Flowchart Flowchart adalah diagram yang terdiri dari simbol-simbol geometris (sebagian besar berisi empat) bersama-sama dengan anak panah yang menghubungkan satu simbol dengan simbol lainnya. Diagram tersebut memberi gambaran dari prosedur pengolahan data. Flowchart Sistem adalah diagram yang menunjukan aliran data yang lewat dari satu unit organisasi atau dari satu mesin yang lain didalam perusahaan, atau menggambarkan aliran data yang melewati sistem pengolahan data dari mulai masuk hingga keluar dari sistem. Karena pemilihan media input dan output dari tipe operasi (manual atau dengan program) adalah merupakan pertimbangan sistem pengolahan data. Sistem flowchart menggunakan simbol yang agak lain dengan yang digunakan di dalam program flowchart. Beberapa simbol-simbol yang digunakan dalam sistem flowchart dapat dilihat pada table 2:

15

Simbol-simbol

Keterangan Simbol proses: menunjukkan dilakukan di luar proses komputer

operasi

yang

Simbol dokumen: menunjukkan dokumen input maupun output baik manual ataupun komputer Simbol yang menunjukkan input maupun output menggunakan hardisk Simbol proses terdefinisi: untuk menunjukkan suatu operasi yang rinciannya ditempat lain Simbol manual input menunjukkan input data secara manal Tabel 2 simbol flowchart system (Jogiyanto, 1989) Simbol yang digunakan dalam program flowchart Simbol-simbol Keterangan Simbol titik terminal menunjukkan awal dan akhir program Simbol input output Simbol persiapan: menunjukkan nilai awal suatu besaran Simbol penghubung : menunjukkan sambungan dari bagan alir yang terputus dihalaman yang berbeda Simbol keputusan : untuk penyelesaian kondisi dalam program Simbol punchad card: yang mewakkili suatu proses dari operasi program komputer Simbol arus data Tabel 3. simbol flowchart program (Jogiyanto, 1989)

16

i. Perancangan Sistem Perancangan sistem adalah tahap setelah analisis dan siklus pengembangan fungsional, sistem, pendefinisian untuk dari kebutuhan-kebutuhan implementasi,

persiapan

rancang

bangun

menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk, yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam suatu kesatuan yang utuh dan berfungsi. Definisi dari perancangan sistem adalah suatu tahap setelah menganalisa suatu sistem dengan menerapkan komponen-komponen bagi pemenuhan kebutuhan yang diperlukan suatu sistem dan persiapan untuk mengimplementasikannya dalam bentuk yang nyata. Adapun beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk

merancang basis data adalah sebagai berikut : 1) Memilih kunci record. 2) Bentuklah Entity atau table berdasarkan kunci record. 3) Mencari relasi antar file dan menggabungkannya. 4) Memasang kunci relasi ke file. 5) Melengkapi isi tiap file 6) Lakukan pemeriksaan relasi. j. Implementasi Sistem . k. Pengujian Sistem

17