Anda di halaman 1dari 12

ETIKA DALAM BISNIS INTERNATIONAL

Oleh : Lyana Marda Purnama Mifta Rusiana Nabilla Nurlita Husein

Internasionalisasi bisnis yang semakin mencolok sekarang ini menampilkan juga aspek etis yang baru. Tidak mengherankan jika terutama tahun-tahun terakhir ini diberi perhatian khusus kepada aspek-aspek etis dalam bisnis internasional . Etika dalam bisnis Internasional berkaitan dengan beberapa masalah moral yang khusus berkaitan dengan bisnis pada taraf internasional.

Norma-norma moral yang umum pada Taraf Internasional


Salah satu masalah besar yang sudah lama disoroti serta didiskusikan dalam etika filosofis adalah relatif tidaknya norma-norma moral. Richard De George membicarakan tiga jawaban atas pertanyaan tersebut, yang kesemuanya ada benar maupun salahnya. Jawaban-jawaban tersebut adalah : 1. Menyesuaikan diri 2. Regorisme moral 3. Imoralisme naif

Masalah Dumping Pada Bisnis Internasional


Politik dumping dapat dilakukan dengan berbagai motif. Salah satu motif adalah jumlah produksi yang berlebih sehingga penjual akan memilih lebih baik menjual dengan merugi daripada tidak terjual. Sedangkan motif lebih negative adalah menjual dengan murah demi merebut monopoli pasar, dan setelah tercapai Ia akan bebas menentukan harga pasar. Politik dumping dianggap tidak etis karena melanggar etika pasar bebas. Kelompok bisnis yang ingin terjun ke dalam bisnis internasional, dengan sendirinya melibatkan diri untuk menghormati keutuhan sistem pasar bebas. Kompetisi yang adil merupakan satu prinsip dasar dari etika pasar bebas. Sebaliknya tidak etis bila satu Negara menuduh Negara lain melakukan dumping padahal maksudnya adalah melindungi pasar dalam negeri.

Bisnis dengan Afrika Selatan yang Rasistis


Tahun 1994, Afrika Selatan mempunyai sistem politik yang didasarkan atas diskriminasi ras (apartheid). Kebijakan apharteid di Afrika Selatan ini menimbulkan kesulitan moral yang besar untuk perusahaan-perusahaan asing yang mengadakan bisnis di Afrika Selatan. Perusahaan menghadapi dilema ( menghentikan hubungan bisnis atau menyesuaikan diri )

Aspek-aspek Etis dari Korporasi Multinasional


Korporasi multinasional adalah perusahaan yang mempunyai investasi langsung dalam dua Negara atau lebih. Perusahaan yang mempunyai hubungan dagang dengan luar negeri, belum termasuk kategori ini. Namun perusahaan yang memiliki pabrik di lebih dari satu Negara termasuk berstatus korporasi multinasional. Dan karena memiliki kekuatan ekonomis yang sering kali sangat besar, mereka menimbulkan masalah etis sendiri

Masalah yang timbul dalam Korporasi Multinasional adalah :


1. Korporasi multinasional tidak boleh dengan sengaja mengakibatkan kerugian langsung. 2. Korporasi multinasional harus menghasilkan lebih banyak manfaat daripada kerugian bagi Negara di mana mereka beroperasi. 3. Dengan kegiatannya korporasi multinasional harus memberi kontribusi kepada pembangunan Negara di mana Ia beroperasi. 4. Korporasi multinasional harus menghormati Hak Asasi Manusia dari semua karyawannya, di Negara manapun Ia beroperasi. 5. Sejauh kebudayaan setempat tidak melanggaar norma-norma etis, korporasi multinasional harus menghormati kebudayaan local tersebut dan bekerja sama dengannya (bukan menentang budaya tersebut). 6. Korporasi multinasional harus membayar pajak dengan benar, sesuai ketentuan yang berlaku di Negara tersebut kecuali ada Tax Treaty /perjanjian pajak antar Negara dengan Negara asal perusahaan.

Masalah yang timbul dalam Korporasi Multinasional adalah :


7. Korporasi multinasinal harus bekerja sama dengan pemerintah setempat dalam mengembangkan dan menegakkan kebijakan yang berkaitan dengan lembaga pendukun dan yang mengatur perekonomian. Negara yang memiliki mayoritas saham sebuah perusahaan harus memikul tanggung jawab moral atas kegiatan dan kegagalan perusahaan tersebut. Jika suatu korporasi multinasional membangun pabrik yang beresiko tinggi, Ia wajib menjaga supaya pabriknya itu aman, dioperasikan dengan aman, dan tidak membahayakan lingkungan.

8.

9.

10. Dalam mengalihkan teknologi beresiko tinggi kepada Negara berkembang, korporasi multinasional wajib merancang kembali sebuah teknologi sedemikian rupa, sehingga dapat dipakai dengan aman dalam Negara baru yang belum berpengalaman. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah kerugian yang dapat timbul di Negara tersebut dan membahayakan lingkungan internal maupun eksternal.

Masalah Korupsi pada Taraf Internasional


Korupsi dapat menimbulkan masalah besar bagi bisnis internasional karena di satu negara dapat saja dipraktekkan sesuatu yang tidak dapat diterima negara lain. Dan di sini timbul pertanyaan, tidakkah orang harus menyesuaikan diri dengan kebudayaan negara tertentu untuk mencapai kesuksesas yang termasuk budaya suap?

Skandal suap Lockheed


Sekitar 1970-an produsen pesawat terbang AS, Lockheed, terlibat dalam sejumlah kasus suap, ketika mengusahakan memasarkan beberapa pesawatnya.

Kasus di Italia. Kasus di Belanda. Kasus di Jepang.

Ada 4 Alasan mengapa pemakaian uang suap bertentangan dengan etika


1. Bahwa praktek suap itu melanggar pasar. 2. Bahwa orang yang tidak berhak, mendapat imbalan juga. 3. Tidak berlaku untuk kasus Lockheed, tapi berlaku untuk banyak kasus lain di mana uang suap diberikan dalam keadaan kelangkaan. 4. Bahwa praktek suap mengundang untuk melakukan perbuatan tidak etis dan ilegal lainnya.