Anda di halaman 1dari 19

BAB II PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN KREDIT

KREDIT MENURUT UNDANG-UNDANG PERBANKAN UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan UU No. 10 Tahun 1998 (UU Perbankan) mendefinisikan kredit sebagai penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga1. Berdasarkan pasal tersebut terdapat beberapa unsur perjanjian kredit yaitu : 1. Penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu; 2. Berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain 3. Terdapat kewajiban pihak peminjam untuk melunasi utangnya dalam jangka waktru tertentu; 4. Pelunasan utang yang disertai dengan bunga. Unsur pertama dari Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu; uang di sini seiogianya ditafsirkan sebagai sejumlah dana (tunai dan saldo rekening giro) baik dalam mata uang rupiah maupun valuta asing. Dalam pengertian penyediaan tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu adalah cerukan (overdraft), yaitu saldo negatif pada rekening giro nasabah yang tidak dapat dibayar lunas pada akhir hari, pengambilalihan tagihan dalam rangka kegiatan anjak piutang (factoring)

dan pengambilalihan (pembelian) kredit atau piutang dari pihak lain seperti negosiasi hasil ekspor. Unsur kedua dari kredit adalah persetujuan atau kesepakatan antara bank dan debitur. Sesuai dengan Pasal 1320 KUHPerdata, agar suatu perjanjian menjadi sah diperlukan empat syarat, yaitu kesepakatan para pihak, kecakapan untuk membuat perjanjian, terdapat obyek tertentu dan ada suatu kausa (cause) yang halal. Selain kesepakatan antara debitur dan kreditur juga diperlukan ketiga syarat lain tersebut di atas sebagai dasar untuk menyatakan sahnya suatu perjanjian. Unsur ketiga dari kredit adalah adanya kewajiban debitur untuk mengembalikan jumlah keseluruhan kredit yang dipinjam kepada kreditur dalam

Kredit mempunyai unsur-unsur yang harus disepakati oleh pihak yang terlibat dalam kredit tersebut. Berikut ini kita akan membahas unsur-unsur, tujuan, fungsi, syarat-syarat, jenis-jenis, dan kebaikan serta keburukan kredit.

1.

Unsur-unsur Kredit Kredit diberikan oleh orang atau lembaga yang didasarkan atas unsur meliputi

unsur pertimbangan yang meliputi kepercayaan, waktu, risiko, dan prestasi. a. Kepercayaan Kepercayaan artinya adanya keyakinan dan si pemberi kredit bahwa kredit yang diberikan baik berupa uang, barang, atau jasa akan diterimanya kembali dalam jangka waktu yang telah disepakati.

b. Waktu Pemberian dan penerimaan kembali kredit meliputi kurun waktu tertentu. c. Risiko Pemberian kredit mengandung risiko karena nilai uang sekarang berbeda dengan nilai yang akan datang akibat dari adanya jangka waktu pemberian dan pengembalian kredit. d. Prestasi Prestasi merupakan imbalan dan pemberian pinjaman uang, barang atau jasa dalam kehidupan yang menggunakan uang. Dalam perekonomian, pengukuran prestasi dilakukan dengan menggunakan uang.

B. TUJUAN KREDIT Tujuan pemberian kredit pada umumnya adalah mencari keuntungan berbentuk imbalan atau bagi hasil. Tetapi untuk negara kita, tujuan utama pemberian kredit adalah peningkatan kesejahtenaan masyarakat Tujuan pemberian kredit dapat dibedakan atas kepentingan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

a. Pemerintah Pemberian kredit harus sesuai dengan kebijakan moneter, selektif, dan diarahkan pada sektor-sektor yang diprionitaskan dalam pembangunan. b. Masyarakat

Pemberian

kredit

bertujuan

agar

masyarakat

lebih

mudah

memenuhi

kebutuhannya yang berupa barang atau jasa. c. Dunia Usaha Pemberian kredit dimaksudkan agan kegairahan berusaha meningkat dan sekaligus meningkat pula jumlah barang yang diproduksi yang pada gilirannya akan meningkatkan laba usaha.

C. FUNGSI KREDIT Fungsi (peranan) kredit dalarn perekonomian adalah sebagai sarana bagi peningkatan daya guna barang dan uang, lalu lintas pembayaran, mendorong kegairahan berusaha, sarana pemenataan pendapatan, dan sebagai alat stabilitas moneter serta pendorong hubungan internasional. a. Meningkatkan Daya Guna Barang Pemberian kredit dapat meningkatkan daya guna barang dengan jalan:

1) Para pengusaha dapat memproduksi barang dan bahan baku menjadi barang siap pakai, dengan meminjam uang dan lembaga keuangan; 2) Para pengusaha dapat menjual barang dengan cara kredit sehingga barang menjadi lebih mudah sampai ke tangan konsumen. b. Meningkatkan Daya Guna Uang Daya guna uang dapat ditingkatkan dengan cara para pemilik uang atau modal meminjamkan uangnya kepada pengusaha yang kekurangan modal melalui lembaga keuangan.

c. Meningkatkan Peredaran dan Lalu Lintas Peredaran dan lalu lintas uang dapat terlaksana jika kredit disalurkan melalui rekening giro bank, karena rekening giro dapat menimbulkan uang ginal. d. Alat Stabilitas Moneter Stabilitas moneter dapat terlaksana dengan pemberian kredit yang selektif, terarah dan berdasarkan prioritas, sehingga jumlah uang beredar dapat diatur melalui politik tingkat bunga dan rasio kas bank. e. Meningkatkan Kegairahan Berusaha Perusahaan yang memperoleh kredit dan bank dapat meningkatkan usahanya dan pada gilirannya meningkatkan produktivitas, dan akhirnya meningkatkan laba. f. Sarana Pemerataan Pendapatan Peningkatan kesempatan berusaha dengan penambahan proyek-proyek baru yang berasal dan kredit akan membutuhkan tambahan tenaga kerja. Secara tidak Iangsung kredit menyebabkan semakin banyak tenaga kerja yang memperoleh pendapatan. Di samping itu, Para penabung akan memperoleh bunga atas tabungannya. g. Memperluas Hubungan Internasional Negara maju cenderung mempunyai tabungan yang tinggi dengan demikian dapat memberi pinjaman kepada negara-negara yang sedang berkembang. Selain itu, Para pengusaha di negara maju dapat bekerja sama dengan negara sedang berkembang dengan memberi kredit dan hal ini akan meningkatkan kerja sama dalam bidang ekonomi.

D. SYARAT SYARAT KREDIT Pemberian kredit kepada orang atau perusahaan yang memerlukannya harus mempertimbangkan hal-hal yang dikenal dengan istilah 5C.

a. Karakter Karakter (character) adalah sifat dan tingkah laku pemohon dalam kehidupan berusaha. Pemberi kredit perlu meneliti kebiasaan dan kepribadian pemohon. Dalam kata lain, pemohon dipercaya dapat memenuhi kewajibannya. b. Kemampuan Kemampuan (capability) pemohon dalam mengembalikan kredit tepat waktu harus diperhatikan oleh pemberi kredit dengan memperhatikan jenis usaha dan kemampuan memperoleh laba (diukur dari laporan keuangan). c. Modal Modal (capital) yang dimiliki perusahaan yang berasal dari pinjaman bank dapat mendorong perkembangan usaha. OIeh karena itu kredit berfungsi meningkatkan usaha. d. Jaminan Jaminan (collateral) adalah harta tetap atau surat-surat berharga yang dapat digunakan untuk menjamin kredit yang diterima. e. Kondisi Ekonomi kondisi ekonomi (condition of economic) yang akan datang harus

menggambarkan keadaan yang cerah, misalnya tingkat inflasi yang terkendali

sehingga nilai uang sekarang tidak berbeda jauh dengan nilai uang pada masa yang akan datang.

E. JENIS JENIS KREDIT Kredit disediakan oleh bank kepada orang dan lembaga yang memerIukannya. Terdapat banyak jenis kredit, yang dikelompokkan sebagai berikut. a. Kredit Menurut Tujuan Pemakaian Berdasarkan tujuan pemakaiannya kredit dikeIompokkan menjadi kredit konsumtif dan produktif. 1) Kredit Konsumtif Kredit konsumtif adalah kredit yang digunakan oleh konsumen untuk tujuan konsumtif, misalnya kredit pembelian kendaraan bermotor. 2) Kredit Produktif Kredit produktif adalah kredit yang digunakan untuk meningkatkan misalnya pembelian mesin-mesin pabrik. b. 1) Kredit Menurut Waktu Kredit Jangka Pendek Kredit janqka pendek adalah kredit yang jangka pengembahannya kurang dari satu tahun. 2) Kredit Jangka Menengah Kredit jangka menengah adalah kredit yang jangka pengembaliannya antara satu sampai tiga tahun. usaha,

3)

Kredit Jangka Panjang Kredit jangka panjang adalah kredit dengan jangka pengembaliannya lebih dari

tiga tahun. c. 1) Kredit Berdasarkan Jaminan Kredit Tanpa Jaminan Kredit tanpa jaminan adalah kredit yang didasarkan pada kepercayaan saja, (kredit ini dilarang di Indonesia berdasarkan Undang-undang Bank No. 7 Tahun 1992). 2) Kredit Dengan Jaminan Kredit dengan jaminan adalah kredit yang diberikan dengan jaminan barang tetap atau tidak tetap, misalnya jaminan obligasi atau surat berharga lainnya. d. Kredit Berdasarkan Sumber

1) Kredit Dalam Negeri Kredit dalam negeri adalah kredit yang sumber dan pemakainya berasal dan dalam negeri. 2) Kredit Luar Negeri Kredit luar negeri adalah kredit yang berasaI dan luar negeri untuk dalam negeri. e. Kredit Berdasarkan Subjek pemakai kredit

1) Kredit Penjual Kredit penjual adalah kredit yang diberikan penjual kepada pembeli dengan cara menyerahkan barang terlebih dahulu, pembayaran diterima kemudian. 2) Kredit Pembeli

Kredit pembeli adalah kredit yang diberikan oleh pembeli kepada penjual dengan cara pembayaran Iebih dahulu, barang diserahkan kemudian. Istilah kredit pembeli sekarang ini Iebih dikenal dengan sistem prabayar. 3) Kredit Perbankan Kredit penbankan adalah kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabah atau pelanggan. 4) Kredit Pemerintah Kredit pemerintah adalah kredit yang diberikan pemerintah kepada rakyatnya atau jajaran di bawahnya. 5) Kredit Luar Negeri Kredit luar negeri adalah kredit yang berasal dari luar negeri (pemerintah atau swasta) dalam rangka kerja sama antar pemerintah atau swasta

F. KEBAIKAN DAN KEBURUKAN KREDIT Kredit yang diberikan kepada perorangan atau lembaga yang memerlukannya mempunyai dampak yang positif dan negatif dalam masyarakat. a. 1) Kebaikan Kredit Meningkatkan Produktivitas Modal Pernilik modal dapat meningkatkan produktivitas modal dengan memin uangnya kepada pengusaha yang mernerlukannya, sehingga 2) Memperlancar Transaksi Tukar-menukar jamkan

produksi meningkat.

Dengan kredit tirnbul alat pembayaran baru berupa uang giral dan wesel sehingga pengusaha dapat memenuhi keperluannya menggunakan uang giral tersebut.

3)

Meningkatkan Peredaran Barang

Barang yang diperjualbelikan dapat dibayar dengan uang giral atau dibeli secara kredit, sehingga jumlah barang yang diperjual belikan bertarnbah sehingga meningkatkan peredaran barang. b. 1) Keburukan Kredit Hidup konsumtif, artinya orang terdorong untuk melakukan transaksi yang terjadi di

luar batas kemampuan ekonominya dengan cara mernbeli secara kredit atau mencari pinjaman bank untuk membeli barang-barang konsurnsi. 2) Jumlah uang yang beredar bertambah (inflasi), antinya kredit akan memperbesar

jumlah uang yang beredar dalam masyarakat yang berakibat harga-harga naik (nilai uang turun). 3) Spekulasi, artinya dengan mengharapkan untung yang besar pengusaha membeli atau

memperbesar usaha dengan cara meminjam. Akibat buruk akan terjadi bila perusahaan tennyata mengalami kerugian. Perusahaan tidak maMpu lagi melunasi segala kewajibannya

G. PERSYARATAN MENGAJUKAN KREDIT DI BANK Persyaratan mengajukan pinjaman di bank tidaklah serumit yang diperkirakan orang. Bahkan syaratnya sebetulnya cukup mudah. Namun tentunya, ada lebih banyak data yang harus dilengkapi daripada kalau Anda membuka tabungan. Hal ini wajar saja. Jangankan bank. Anda sendiripun tentunya akan berhatihati dan tidak mau meminjamkan uang begitu saja kepada sembarang orang jika tidak yakin bahwa uang Anda akan kembali. Lain halnya kalau Anda memberikannya sebagai sumbangan atau hadiah.

Untuk menilai apakah si calon debitur layak diberikan kredit, maka bank harus mendapatkan informasi yang benar dan akurat, seperti karakter si debitur, dana yang dimilikinya saat ini, pengaruh kondisi ekonomi saat ini terhadap penghasilan debitur, jaminan yang diajukan, dan masih banyak lagi. Siapa pun dapat mengajukan kredit ke bank asalkan memenuhi syarat. Pada umumnya, bank membagi debiturnya ke dalam dua golongan besar,yaitu debitur perorangan dan debitur perusahaan (sekali lagi, debitur adalah pihak yang meminjam uang dari bank). Berikut ini adalah persyaratan yang diminta bank dari masing-masing golongan debiturnya.

1. Debitur Perorangan Debitur perorangan terdiri dari berbagai macam latar belakang profesi. Bisa dokter, artis, pegawai negeri, perancang busana, arsitek, karyawan swasta, pedagang, dan lain sebagainya. Tiaptiap profesi mempunyai ciri khasnya sendiri yang oleh bank dibedakan lagi menjadi tiga golongan, yaitu wirausahawan, karyawan, dan profesional. Persyaratan yang diminta untuk masing masing debitur perorangan tersebut pada umumnya adalah sama seperti : 1. Kopi identitas diri (KTP , SIM, atau paspor) 2. Kopi akte nikah (bagi yang sudah menikah) Bank meminta salinan akte nikah bagi debitur yang sudah menikah adalah untuk mengetahui apakah harta yang dijaminkan merupakan harta bersama suami-istri atau bukan, sehingga baik istri atau suami debitur dapat dimintai persetujuannya dan turut bertanggung jawab terhadap harta yang dijaminkan ke bank berikut sejumlah hutangnya. 3. Kopi kartu keluarga. Sama seperti nomor 2 di atas dan juga untuk mengetahui apakah calon debitur juga menanggung biaya hidup oang lain selain dirinya sendiri.

4. Kopi rekekening koran/rekening giro atau kopi buku tabungan di bank manapun antara 6 s/d 3 bulan terakhir. Data ini diperlukan Bank untuk melakukan analisa keuangan calon debiturnya, sehingga dapat diukur seberapa besar penghasilan debitur yang dapat disisihkan untuk membayar angsuran pinjaman tiap bulannya. 5. Kopi slip gaji dan surat keterangan bekerja dari perusahaan. Syarat ini hanya diberlakukan untuk calon debitur yang bekerja di suatu perusahaan, pemerintah maupun swasta. Tujuannya untuk memastikan bahwa calon debitur memang bekerja di situ dan memiliki penghasilan tetap setiap bulannya. 2. Debitur Badan Usaha/Perusahaan Debitur yang berbentuk perusahaan meliputi bentuk badan usaha seperti CV, PT, firma, dan lain-lain. Persyaratan yang diminta antara lain: 1) Kopi identitas diri dari para pengurus perusahaan (direktur & komisaris) 2) Kopi NPWP (Nomor Pokok wajib pajak) 3) Kopi SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan ) 4) Kopi Akte Pendirian Perusahaan dari Notaris 5) Kopi TDP (Tanda Daftar Perusahaan) Poin nomor 1 s/d 5 akan digunakan oleh bank untuk memeriksa keabsahan / legalitas antara apa yang tercantum di akte pendirian dengan bidang usahanya, segala surat perizinannya dan kewajiban pajaknya terhadap negara. 6) Kopi rekening koran/giro atau buku tabungan di bank manapun selama 6 s/d 3 bulan terakhir. 7) Data keuangan lainnya, seperti neraca keuangan, laporan rugi laba, catatan penjualan & pembelian harian, dan data pembukuan lainnya. Poin nomor 6 dan 7 digunakan Bank untuk melakukan berbagai analisa keuangan terhadap calon debiturnya. Kesanggupan debitur dalam membayar kembali hutangnya

akan dianalisa dari berbagai sisi, seperti: kesanggupan dalam membayar kembali hutang jangka pendeknya, kemampuan dan efektivitas manajemen dalam mengelola sumbersumber yang dimilikinya, kemampuan dalam mencetak laba, dan sebagainya.

3. Jaminan Saat mengajukan kredit ke bank , biasanya Anda akan diminta untuk menjaminkan salah satu harta yang Anda miliki kepada bank sehingga apabila Anda tidak mampu mengembalikan pinjaman tersebut, bank akan menyita harta yang Anda jaminkan tersebut sebagai ganti uang yang Anda pinjam. Tentunya nilai barang jaminan itu harus lebih besar atau minimal harus sama dengan nilai uang yang Anda pinjam. Jaminan yang diminta oleh Bank untuk Kredit Pemilikan Rumah biasanya adalah rumah yang akan dibeli tersebut. Pada Kredit Pemilikan Mobil, maka mobil yang akan dibeli itulah yang biasa dijadikan jaminannya. Sedangkan untuk Kredit Usaha dan Kredit Serba Guna, jaminan yang diminta biasanya lebih bervariasi seperti tanah, rumah tinggal, ruko, apartemen, kendaraan, pabrik dan lain -lain. Untuk menilai apakah jaminan yang diajukan layak untuk dijaminkan maka Bank akan menilai kembali jaminan yang diajukan, biasanya Bank memiliki tim penilai sendiri dalam menilai jaminan tersebut, walaupun terkadang bank juga sesekali memakai tim penilai jaminan dari luar.

H. JASA DAN PELAYANAN BANK bjb


1. bjb Kredit Mikro Utama Sasaran Sasaran Kredit Mikro "Utama" adalah segmen pasar kredit skala mikro yang masih memiliki potensi untuk dibiayai dengan kredit, seperti :
1. Perorangan yang memiliki usaha didalam Sektor Ekonomi produktif.

2. Kelompok usaha yang memiliki usaha didalam Sektor Ekonomi produktif, lebih diutamakan untuk kelompok usaha yang berada di lokasi usaha yang sama atau saling menunjang dan atau memiliki potensi pasar ekonomi.

3. Ketentuan Pemberian Kredit


Maksimal Plafon

Plafon Kredit Mikro Utama maksimal sebesar Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah).
Jangka Waktu

Jangka waktu Kredit Mikro Utama berdasarkan jenis kredit, yaitu:


1. Modal Kerja maks 3 tahun 2. Investasi maksimal 5 tahun

4. Biaya Provisi Biaya yang dikenakan dalam Kredit Mikro Utama adalah biaya provisi sebesar 0,5% dari plafon kredit yang disetujui.

Tingkat Suku Bunga

Jangka Waktu Kredit

Debitur baru (New) Flat Setara Efektif

Debitur Existing Yang Mengulang (Top-Up) Flat 12.00% 12.00% 22.154% 23.400% Setara Efektif

1 Tahun 2 Tahun

14.00% 25.846% 14.00% 26.880%

3 Tahun 4 Tahun 5 Tahun

14.00% 27.243% 14.00% 27.429% 14.00% 27.541%

12.00% 12.00% 12.00%

23.351% 23.510% 23.607%

Plafond s.d Rp. 50 juta Girik/Akta Tanah/Letter-C/Akta Jual Beli (AJB)/SHM/SHBG/SHGU/BPKB roda 2 dan 4/Bilyet deposito/Tabungan bank bjb dan atau Obligasi Ritel Indonesia (ORI)
Plafond di atas Rp. 50 juta Rp. 100 juta

SHM/SHGB/SHGU/BPKB roda 4/Bilyet Deposito/Tabungan bank bjb dan atau Obligasi Ritel Indonesia (ORI).
Persyaratan Umum
a)

Form Permohonan Kredit

b) Copy KTP Pemohon (suami/istri), Kartu Keluarga dan Surat Nikah c)

Pasfoto pemohon uk. 3x4 1 lbr

d) Copy Rek. Koran Tab/Giro/Dep e) Copy Rek. Listrik, Telepon, PDAM f) g)

Surat Keterangan Usaha Copy Bukti Kepemilikan Jaminan

h) Copy PBB (NJOP) Tahun terakhir dan SKDC i) j) k)

Copy KTP (Suami/Istri), Surat Nikah, KK- Pemilik Jaminan Laporan Laba/Rugi (apabila ada) Surat Penawaran (Mesin/Peralatan/Kendaraan/Franchise) Investasi

2. bjb Kredit Modal Kerja 1) Definisi Kredit Modal Kerja

"kredit yang diperlukan untuk membiayai pengeluaran pengeluaran yang habis dalam satu siklus usaha dan merupakan kredit jangka pendek dengan jangka waktu maksimal 1 tahun" SKIM FASILITAS KREDIT MODAL KERJA
a.

Kredit Modal Kerja Konstruksi (KMKK)


a)

kredit modal kerja yang diberikan kepada debitur untuk tujuan pembiayaan suatu proyek atas dasar kontrak dari pihak lain (Pemerintah/Swasta). Berdasarkan penyediaan dana dan cara penarikannya, KMKK terdiri dari 2 (dua) jenis yaitu: KMKK biasa (Aflopend) dan KMKK Standby Loan

b.

Kredit Modal Kerja Umum Non R/K (Aflopend)


a)

Kredit modal kerja yang diberikan kepada debitur dan penarikannya tidak dapat dilakukan secara berulang-ulang (revolving). Dimana pengembaliannya dilakukan secara bertahap atau sekaligus atau pada akhir jangka waktu kredit.

c.

Kredit Modal Kerja Umum R/K


a)

KMKUR/K adalah kredit yang penyediaandananya dilakukan dengan jalan pemindah bukuan kedalam rekening koran / rekening giro atas nama debitur, sedangkan penarikannya dilakukan dengan cek atau bilyet giro (BG) atau surat pemindah - bukuan lainnya.

2) bjb Kredit Investasi Umum Kredit investasi adalah kredit jangka menengah atau jangka panjang untuk pembelian barang-barang modal beserta jasa yang diperlukan untuk pendirian proyek baru, rehabilitasi, modernisasi, ekspansi atau relokasi proyek yang sudah ada. Ketentuan Umum Pemberian bjb Kredit Investasi Kredit Investasi dipergunakan untuk proyek-proyek yang dapat :

1. Mendorong peningkatan ekspor 2. Menyerap banyak tenaga kerja 3. Mempunyai dampak ganda pada sektor-sektor lain (Multiplier Effect) 4. Meningkatan kegiatan produktif 5. Memberikan Social Benefit. Jangka Waktu kredit maksimal 12 tahun 3. bjb Kredit Kopkar Tujuan Penyaluran pada Koperasi Dalam rangka memberdayakan Koperasi serta untuk memajukan kesejahteraan anggota Koperasi pada umumnya serta turut membangun tatanan perekonomian Nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur

Pengelompokan Koperasi
1) Koperasi di lingkungan Instansi Pemerintah, BUMN dan BUMD yang pembayaran gaji

anggotanya melalui bank bjb


2) Koperasi di lingkungan Instansi Pemerintah, BUMN dan BUMD yang pembayaran gaji

anggotanya tidak dilakukan melalui bank bjb


3) Koperasi di lingkungan perusahaan swasta

Ketentuan Maksimal Plafond


1) Plafond pinjaman

Dibatasi oleh ketentuan maksimal angsuran terhadap gaji bersih sesuai ledger atau yang dipersamakan, jangka waktu kredit tetap memperhitungkan sisa masa kerja anggota.
2) Agunan Kredit Tambahan *)

Agunan fisik yang bankable dan marketable dan atau cash collateral dengan ketentuan sebagai berikut :
o

Untuk anggota koperasi kategori 1 apabila terdapat anggota yang mengajukan pinjaman dengan jumlah plafond diatas Rp. 200 juta

Untuk anggota koperasi kategori 2 dan 3 apabila terdapat anggota yang mengajukan pinjaman dengan jumlah plafond diatas Rp. 100 juta

Kategori Koperasi Kredit 1 2 3 96 bln (8 thn) 72 bln (6 thn) 60 bln (5 thn)

Jangka Waktu Maksimal Penarikan 12 bln (1 thn) Fasilitas< 108 bln (9 thn) 84 bln (7 thn) 72 bln (6 thn)

Definisi Jangka Waktu


1) Jangka waktu kredit adalah jangka waktu pengembalian pinjaman (berikut bunga)

berdasarkan kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan koperasi


2) Jangka waktu/masa penarikan (availibility periode) adalah batas waktu

penarikan/pencairan fasilitas kredit yang disediakan bagi koperasi


3) Jangka waktu fasilitas adalah jangka waktu kredit ditambah dengan jangka waktu/masa

penarikan (availibility periode) 4. bjb Kredit Sindikasi Untuk menunjang perkembangan usaha dan kebutuhan financial anda yang sangat besar, dibutuhkan lebih dari satu bank atau lembaga keuangan yang secara bersama sama membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Cukup dengan bank bjb anda akan mendapatkan kepercayaan memperoleh pinjaman dengan suku bunga yang kompetitif serta membantu mengoptimalkan pinjaman yang anda terima melalui pinjaman sindikasi. Tujuan 1) Untuk membantu debitur yang membutuhkan fasilitas kredit dalam jumlah besar, yang sulit dibiayai sendiri oleh Bank 2) Untuk membagi resiko (Risk Spreading) 3) Untuk mengatasi masalah BMPK ( Batas Maksimum Pemberian Kredit ) baik kepada debitur Group maupun Non Group

4) Untuk meningkatkan Interest Income dan Fee Based Income