Anda di halaman 1dari 5

SURAT PERJANJIAN KONTRAK VOLUME

No. : .. / TPJ .. /.. / 20 Pada hari ini .. telah disepakati dan ditanda tangani Surat Perjanjian kontrak Volume dibawah ini : Nama : Jabatan : Alamat : Tlp/Fax : Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama untuk selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA Nama : ........................................... Jabatan : ......................................... Alamat : ............. Tlp/Fax : ................ Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama untuk selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA Pihak Kedua setuju untuk memberi pekerjaan angkutan batubara milik Pihak Kedua kepada Pihak Pertama. Dan pihak Pertama setuju untuk menerima pekerjaan angkutan batubara milik Pihak Kedua. Kedua belah pihak sepakat mengadakan perjanjian kerjasama untuk mengangkut batubara dengan ketentuan dan syarat sebagaimana diatur dalam Pasal pasal sebagai berikut : PASAL 01 HAK DAN KEWAJIBAN 1. PIHAK PERTAMA a) Bersedia menyediakan Kapal Tug Boat dan Barge dan menanggung biaya pengurusan surat kapal yang habis masa berlakunya, BBM, OIL, Uang Makan, Gaji ABK dan Asuransi Kapal. b) Bersedia menyediakan () Set Tug Boat dan Barge dengan rincian sebagai berikut: Nama Tug Boat : .............(substitute) Nama Barge : (substitute) 2. PIHAK KEDUA Menyediakan Cargo setiap bulannya sebanyak . untuk . (.) kali shipment dan siap untuk dimuat. b) Membayar biaya-biaya OPP/OPT bongkar muat, dan asuransi muatan. Terlebih dahulu akan menginformasikan kepada PIHAK PERTAMA setiap pelabuhanpelabuhan pemuatan dan pembongkaran (Stockpile), sebelum pekerjaan ini dilakukan (satu minggu sebelum jadwal sandar). d) Menjamin bahwa setiap kapal tidak akan menunggu lebih dari 1 (satu) hari dari waktu pembuatan/pembongkaran. Jika waktu menunggu lebih dari waktu yang telah

disepakati, maka PIHAK KEDUA bersedia membayar biaya Demurrage yang telah disepakati bersama. Kecuali ditentukan lain. PASAL 02 MASA PERJANJIAN 1. Surat kontrak perjanjian kerjasama ini berlaku sejak tanggal ditanda tangani oleh kedua belah pihak dimulai tanggal .. sampai dengan .. dengan masa berlaku selama . bulan dan akan dilakukan peninjauan untuk masa kontrak berikutnya dengan atau tanpa ada perubahan dari perjanjian sebelumnya. 2. Setiap transshipment akan dibuatkan SPAL (Surat Perjanjian Angkutan Laut) yang mengacu pada Surat Perjanjian Kontrak Volume ini. PASAL 03 FREIGHT CARTER Kedua belah pihak sepakat bahwa harga Freight Kapal Tug Boat dan Barge sebesar : Rp. .() / MT untuk Uang Tambang dari Samarinda ke Gresik Secured Anchorage Area. PASAL 04 DEAD FREIGHT / VOLUME MINIMUM Pihak Pertama dan Pihak Kedua telah sepakat untuk menetapkan Dead Freight per tongkang sebesar . MT untuk Tongkang Feet. PASAL 05 PELABUHAN MUAT DAN BONGKAR Lokasi pelabuhan muat bongkar untuk angkutan batubara yang telah disepakati oleh kedua belah pihak adalah sebagai berikut : Pelabuhan Muat : Akan Diatur Sesuai Shipping Instruction (SI) dgn ketentuan tidak Melampui kontrak yang disepakati sesuai Pasal 03 Pelabuhan Bongkar : Akan Diatur Sesuai Shipping Instruction (SI) dgn ketentuan tidak Melampui kontrak yang disepakati sesuai Pasal 03 PASAL 06 WAKTU MUAT / BONGKAR / DEMURRAGE a) Pihak Pertama dan Pihak Kedua setuju untuk menetapkan waktu muat / bongkar / antri sandar yaitu 6 (Enam) hari. b) Jika waktu antrian muat-bongkar / muat / bongkar melebihi batas waktu yang telah disepakati oleh kedua belah pihak, maka Pihak Kedua akan dikenakan biaya demurrage.

Biaya demurrage ditetapkan (...............................................................) per hari PASAL 07 PEMBAYARAN

sebesar

Rp.

..............

a) Pihak Kedua sepakat untuk melakukan pembayaran Security Deposit kepada Pihak Pertama sebesar Rp. .. (.) b) Kedua belah pihak sepakat bahwa sistem pembayaran Ocean Freight akan dilakukan sebagai berikut : - 50% Saat kapal sandar / muat (sebelum kapal berangkat) - 50% Saat kapal tiba / sebelum kapal sandar c) Pihak Kedua melakukan pembayaran Security Deposit dan Ocean Freight ke rekening yang sesuai dengan Invoice yang dikirimkan dari Pihak Pertama. d) Pembayaran dihitung berdasarkan angka draf survey dipelabuhan muat setelah selesai pemuatan yang dikeluarkan oleh surveyor. e) Apabila Pihak Kedua terlambat untuk melakukan pembayaran Ocean Freight kepada Pihak Pertama, hingga batas waktu yang telah ditentukan maka akan di potongkan dari angka security deposit, dan apabila angka security deposit tidak mencukupi maka Pihak Kedua akan dikenakan bunga sebesar 4% per bulan yang di hitung secara prorata dari jumlah hari tertunda di bagi dengan 30 hari. PASAL 08 LEGALITAS MUATAN Muatan yang diangkut menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA dan membebaskan PIHAK PERTAMA dari segala tanggung jawab dan resiko yang timbul dari segala permasalahan pengoperasian kapal dalam masa perjanjian angkutan ini dari hal-hal yang menyangkut hukum menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA sepenuhnya. PASAL 09 FORCE MAJURE Jika salah satu pihak dalam perjanjian ini terhalang atau terlambat melaksanakan kewajiban-kewajiban yang tersebut tidak dianggap suatu pelanggaran dan akan dibebaskan dari kewajiban selama Force Majure yang dipakai antara lain ACT of God, Epidemi, Gempa Bumi, Tsunami, Banjir, Kerusuhan dan Demo. PASAL 10 DOMISILI HUKUM Bilamana terjadi perselisihan dalam melaksanakan perjanjian ini maka kedua belah pihak sepakat untuk musyawarah untuk mencapai mufakat, namun apabila dengan

musyawarah tidak/belum terjadi mufakat maka kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikannya pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. PASAL 11 ARAH PERGERAKAN KAPAL a) Apabila tempat-tempat dangkal yang membahayakan ABK dan Kapal, maka PIHAK PERTAMA berhak untuk menentukan tempat yang aman dan terdekat untuk pemuatan dan pembongkaran muatan demi keselamatan ABK dan Kapal. b) Apabila kapal dipakai diluar trayek yang telah disepakati, maka biaya sewa dan biaya yang timbul akan bertambah dan menjadi kewajiban PIHAK KEDUA untuk membayarnya. PASAL 12 KETENTUAN UMUM a) Perjanjian ini akan ditinjau ulang apabila terjadi perubahan harga BBM, maka nilai freight akan mengalami penyesuaian berdasarkan kesepakatan antara kedua belah pihak. b) Sesuai ketentuan Surat Perjanjian Angkutan Laut bahwa Asuransi Barang termasuk Factor Loos Cargo (selisih draft survey ditempat pemuatan dan pembongkaran) serta kualitasnya ditanggung sepenuhnya oleh Pemilik Barang / Pihak Kedua. c) Apabila terjadi Loose Cargo (cargo hilang / berkurang) dengan alasan apapun, maka Pihak Pemilik Kapal / Pihak Pertama tidak bertanggung jawab atas kehilangan cargo yang dimuat. d) Pihak Penyewa Kapal / Pihak Kedua harus melakukan survey kapal dan menyatakan bahwa kapal dalam kondisi baik dan layak muat sebelum cargo dimuat. e) Yang dimaksud dengan denda keterlambatan / demurrage adalah denda yang dikenakan kepada Pihak Penyewa Kapal / Pihak Kedua yang dikarenakan halhal sebagai berikut : 1. Jika waktu bongkar muat atau bongkar lebih lami dari waktu yang telah ditetapkan dalam Pasal 06 Surat Perjanjian ini. 2. Menunggu Pihak Penyewa Kapal / Pihak Kedua memastikan pelabuhan muat atau bongkar, baik pelabuhan yang telah ditetapkan, maupun dikarenakan perubahan pelabuhan dari yang ditetapkan dalam Pasal 06 3. Apabila kapal sudah tiba di pelabuhan muat, tetapi belum bisa memuat yang dikarenakan alasan satu dan lain hal, sehingga pihak jetty melarang untuk sandar. 4. Menunggu antrian kapal lain untuk sandar di pelabuhan muat maupun bongkar 5. Menunggu penyelesaian dokumen cargo yang berhubungan dengan perjalanan kapal.. Waktu untuk melakukan cleaning tongkang, jika penyewa merasa perlu diadakan cleaning / pembersihan tongkang setelah disurvey. Biaya sehubungan dengan pembersihan tersebut menjadi beban penyewa.

9. Jika tongkang kandas atau tidak dapat menyandar yang dikarenakan ketinggian air yang tidak cukup ( akibat pasang surut ) baik di pelabuhan muat maupun pelabuhan bongkar, baik tongkang dalam keadaan kosong maupun berlebihan dan mengakibatkan tongkang kandas. Demikianlah kesepakatan kerjasama ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) yang kuat kedudukan hukumnya dan ditanda tangani diatas materai cukup sebagai tanda persetujuan dan untuk ditaati dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. PIHAK PERTAMA PT. .................. PIHAK KEDUA PT.

Jabatan Label: Contrac Volume Agreement

... Jabatan