P. 1
Warta BAZ Jatim Edisi Februari 2012

Warta BAZ Jatim Edisi Februari 2012

|Views: 101|Likes:
Dipublikasikan oleh Hamid
warta baz jatim online
warta baz jatim online

More info:

Published by: Hamid on Feb 22, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2012

pdf

text

original

salam

SUSUNAN PENGURUS BAZ JATIM SK Gubernur No.188/112/KPTS/03/2011
DEWAN PERTIMBANGAN : Gubernur Jawa Timur, Ketua Umum (MUI) Jawa Timur KOMISI PENGAWAS Ketua : Dr. H.A. Salam Nawawi, M.Ag (PWNU Jawa Timur) • Sekretaris : Drs. H.M. Syakur (Universitas Airlangga Surabaya) • Anggota-anggota : Drs. H. Sutrisno, M.Pd (Kepala Kanwil Kemenag Jatim), Drs. H. Sudjak , M.Ag (Kabiro AKKPSI IAIN Sunan Ampel), Dr. Mahmud Mustain, M. Sc (ITS Surabaya) BADAN PELAKSANA Ketua : Wakil Gubernur Jawa Timur, Wakil Ketua I : Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, • Wakil Ketua II : Asisten Assalamu’alaikum Wr. Wb. Kesejahteraan Masyarakat, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur • Wakil Ketua III: Kepala Biro Administrasi Kemasyarakatan, (Sebagai Ketua Harian), Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur • Wakil Ketua IV : H. Nur Hidayat, S.Pd, MM (Tokoh Masyarakat) • Sekretaris : Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji, Zakat dan Wakaf, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur • Wakil Sekretaris : Drs. H. Kasno Sudaryanto, M.Ag, (Pengurus Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya) • Bendahara : Kepala Bagian pendidikan, Biro Administrasi Kemasyarakatan, Sekretariat, Daerah Provinsi Jawa Timur • Wakil Bendahara: Mierza Rahman DR, SE. (Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur) • Bidang-bidang : Bidang Pengumpulan • Kordinator : Kepala Sub Bagian Pembinaan, Biro Administrasi Kemasyarakatan, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur • Angota-anggota : K.H. Abdurrahman Nafis, Lc .M.Ag (Pengurus MUI Jawa Timur), Drs. H. Abi Kusno Said, MM (Tokoh Masyarakat), Drs. H. Najib Hamid (Tokoh Masyarakat) • Bidang Pengembangan, Koordinator : Kepala Bagian Agama, Biro Administrasi Kemasyarakatan, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur • Anggota-anggota : Kepala Seksi Pemberdayaan Zakat, Wakaf, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, K.H. Sholeh Hayat, S.H (Tokoh Masyarakat) • Bidang Pendistribusian, Koordinator : Kepala Sub Bagian Kelembagaan, Biro Administrasi Kemasyarakatan, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur • Anggota-anggota : Drs. H. Hafidz Bakri, MSi (Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Drs. H. Syamsul Arifin, MM (RRI Stasiun Surabaya) SUSUNAN PEGAWAI: Kepala Sekretariat: Drs. H. Kasno Sudaryanto. M.Ag • Wakil Kepala Sekretariat: H. Sudarto • Kepala Bagian Keuangan: Mierza Rachman DR, SE • Wakil Kepala Bagian Keuangan: Lutfi Nurzuhroidah, SE • Staf Administrasi dan RT: Dwindayatie, SE, Robby Cahyadi, Danang Bagus Triyono, • Kepala Bagian Pendistribusian: Kholik, A.Md • Staf Divisi Pendistribusian: Danang • Koordinator Pengembangan Ekonomi: Syukron Dossy. M.EI • Staf Pengembangan Ekonomi: Masudah, S.HI, A. Rifa’i • Kepala Bagian Pengembangan dan Dakwah: Imam Fauzi, S.Th.I • Staf Pengembangan dan Dakwah: Siswi Mei, Fajar Cahyono, SE, Ak, Abdul Hamid, ST • Kepala Bagian Pengumpulan: Habib Tri W, SE • Staf Bagian Pengumpulan: Rismiati, SE, Abdullah Sugeng, Rahmat Cahyono, Yoyok W, Makhrus Ihsan REDAKSI BULETIN Penanggung Jawab : H.Thoriq Afandie, SH,MM Pimpinan Umum : Drs. H. Kasno Sudaryanto, M.Ag Pimpinan Redaksi : H. Nur Hidayat, S.Pd, MM Sekretaris Redaksi : H. Sudarto Redaktur Pelaksana : Anwar Djaelani Reporter : Afif • Sirkulasi : Dwindayatie ALAMAT REDAKSI Gedung Islamic Centre Lt.3, Jl. Raya Dukuh Kupang 122-124 Surabaya, Telp. (031) 561 3661, Fax. (031) 5687488 NO. REKENING BAZ JATIM INFAQ • Bank Syariah Mandiri 008-111-6666 • Bank Jatim 001-108-8588 • BRI 0096-01-000800-300 ZAKAT • Bank Syariah Mandiri 008-116-666-1 • Bank Muamalat 0107916994 • Bank Jatim 001-118-3450 • BRI Syariah 707-31-16-00341 • Bank Bukopin Syariah 880-0249-032 • BTN Syariah 703-1000-284 • BNI Syariah 0707070770 STOP PRESS !!... • Bank Jatim Syariah 6101000108 Anda tidak puas dengan BAZ Jatim?

Bagus jika Menguasai Banyak Ilmu

A

lhamdulillah! Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad. Banyak ilmuwan Muslim yang tak hanya ahli di satu disiplin ilmu saja. Mereka –antara lain- Al-Biruni, Al-Khawarizmi, Ibnu Rusyd, Ibnu Sina, dan Ibnu Khaldun. Al-Biruni (15/9/973 - 13/12/1048) dikenal sebagai filsuf, matematikawan, fisikawan, sejarawan, astronom, ahli farmasi, dan penulis ensiklopedia. Hasil karyanya lebih dari 120 buku. Al-Khawarizmi (780 – 850) dikenal sebagai ahli matematika, astronomi, astrologi, dan geografi. Hampir sepanjang hidupnya, ia bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad. Ibnu Rusyd (1128 - ) dikenal sebagai ahli kedokteran, fikih, matematika, dan filsafat. Di antara puluhan karyanya, antara lain adalah: Bidayat Al-Mujtahid (kitab ilmu fiqih), Kulliyaat fi At-Tib (buku kedokteran), dan Fasl Al-Maqal fi Ma Bain Al-Hikmat Wa Asy-Syari’at (filsafat dalam Islam dan menolak segala paham yang bertentangan dengan filsafat). Jika didaftar, maka akan sangat panjang deretan para ilmuwan Muslim yang menguasai dengan baik berbagai cabang ilmu pengetahuan. Kisah hidup mereka sangat patut untuk kita baca dan lalu meneladaninya. Majalah kita edisi ini memilih Ibnu Sina dan Ibnu Khaldun untuk kita kenal lebih ‘dekat’. Ibnu Sina kecuali disebut sebagai Bapak Kedokteran, diapun ahli sastra, logika, psikologi, musik, politik, falsafah, dan lain-lainnya. Sementara, kecuali dinobatkan sebagai Bapak Sosiologi, Ibnu Khaldun disebut-sebut sangat layak juga bergelar Bapak Ekonomi. Selamat membaca!

Sampaikan Pada Komisi Pengawas SMS ke : 081 857 37 92

Edisi 119 | Februari 2012 |

3

telaah utama

‘Bapak Kedokteran’ yang Polymath
Tak banyak orang yang menguasai beragam ilmu dan menuliskannya dengan baik. Ibnu Sina termasuk satu di antara yang sedikit itu. Dia menulis prosa, logika, psikologi, musik, politik, kedokteran, falsafah, dan lain-lainnya.
menangani pasien. Setahun setelah itu, Ibnu Sina berhasil mengobati Amir Nuh bin Mansur, pemimpin di wilayah dia tinggal. Sebagai tanda terima kasih, dia diminta menjadi ‘dokter istana’. Ibnu Sina menolak dan sebagai gantinya dia meminta izin agar diperkenankan untuk bisa mengakses buku-buku di Perpustakaan Istana. Maka, ilmu Ibnu Sina-pun semakin luas. Situs www.rumahislam.com edisi 21/8/2009 menurunkan tulisan: Ibnu Sina, Bapak Kedokteran Modern. Disebutkan bahwa Ibnu Sina telah menulis hampir 450 karya dengan berbagai disiplin ilmu. Namun, hanya sekitar 240 karya yang masih bertahan hingga kini. Dari karya yang masih ada itu, 150 buah berkonsentrasi pada falsafah dan 40 buah berkonsentrasi pada kedokteran. Kitab Asy-Syifa’ dalam falsafah dan Al-Qanun dalam ilmu kedokteran adalah dua di antara karya tulis Ibnu Sina yang ‘abadi’. Asy-Syifa’ ditulis dalam 18 jilid yang membahas falsafah, mantiq, matematika, ilmu alam dan ilahiyyat. Mantiq Asy-Syifa’ saat ini dikenal sebagai buku yang paling otentik dalam ilmu mantiq Islami. Sementara, pembahasan ilmu alam dan ilahiyyat dari kitab Asy-Syifa’ sampai saat ini juga masih menjadi bahan telaah. Sementara, Al-Qanun (judul lengkapnya adalah Al-Qanun fit-Thibb atau Canon of Medicine) adalah kitab yang mengupas kaidahkaidah umum ilmu kedokteran, obat-obatan dan berbagai macam penyakit. Karya tulis Ibnu Sina di bidang ilmu kedokteran ini selama beberapa abad menjadi kitab rujukan utama dan paling otentik di pendidikan kedokteran universitas-universitas Eropa. Kitab ini-pun telah

Ibnu Sina,

Beragam Warisan

A

bu Ali Husain ibn Abdullah ibn Sina adalah nama lengkap Ibnu Sina. Sebagian orang menulis atau memanggil namanya sebagai Avicenna. Di buku Sumbangan Peradaban Islam pada Dunia, Raghib As-Sirjani menyebutkan bahwa sejarawan George Sarton mendaulat Ibnu Sina -yang hidup antara tahun 980-1037 M- sebagai salah satu ilmuwan Islam terbesar yang paling terkenal di dunia. Ibnu Sina lahir di Afsyanah, dekat Bukhara (Uzbekistan). Dia mulai belajar Al-Qur’an dan sastra sejak berusia lima tahun. Saat masih berumur sepuluh tahun, Ibnu Sina sudah hafal Al-Qur’an. Kecuali itu, diapun menguasai sastra, tasawuf, dan geometri. Di usia enam belas tahun, dia sudah menguasai ilmu pengobatan dan mulai

diterjemahkan ke banyak bahasa, seperti bahasa Latin, Inggris, Prancis, dan Jerman. Seorang dokter –Muhammad Thmenulis buku berjudul Kedudukan Ilmu dalam Islam. Dia sebutkan bahwa Al-Qanun -karya Ibnu Sina- tak henti-hentinya diterjemahkan, diterbitkan, dibaca, dipelajari, dan didiskusikan sampai abad ke-18. Selama empat abad, buku itu menjadi text-book utama dari ilmu kedokteran Eropa. Bahkan, sampai tahun 1930, buku itu masih diterjemahkan dalam bahasa Inggris dalam bentuk fragmen-fragmen. Dia-pun mendapat predikat ‘Father of Doctors’. Ibnu Sina berperan besar dalam mengembangkan berbagai cabang keilmuan. Misal, pada zamannya, Ibnu Sina telah mengembangkan sebagian dari aspek-aspek psikologi. Aspek yang dikembangkannya itu dalam khazanah ilmu kontemporer disebut sebagai “psychosomatic medicine” . Tentu saja, itu semua diperoleh Ibnu Sina karena dia memiliki ketekunan yang luar biasa. Misal, saat dia memelajari pemikiran Aristoteles. Kala itu, Ibnu Sina mengaku membaca kitab Metafisika karya Aristoteles sebanyak 40 kali. Tetapi, dia bisa menguasai maksud kitab itu secara sempurna setelah membaca penjelasan ‘Metafisika Aristoteles’ yang ditulis oleh Al-Farabi. Nama yang disebut terakhir itu adalah filosof muslim yang hidup sebelum Ibnu Sina, yaitu pada 870-950 M. Sebagian karya-karya Ibnu Sina, bisa kita temukan jejaknya lewat buku ‘Essai de Bibliographie Avicenna’ yang ditulis Pater Dominician di Kairo. Buku-buku itu antara lain: 1). Al-Majmu’. Buku ini adalah karya pertama Ibnu Sina, yang ditulis saat dia berusia dua puluh satu tahun dan berisi ilmu pengetahuan yang lengkap. 2). AsySyifa’. Ada 18 jilid, termasuk berisi cara-cara perawatan dan pengobatan. 3). Al-Qanun fit-Thibb (Canon of Medicine). Ada 16 jilid,

berisi tentang cara perawatan yang sistimatis. Buku -yang wajar dijuluki sebagai ‘Ensiklopedi Pengobatan’- ini telah menjadi rujukan di Timur dan di Barat. 4). An-Nayyat (Book of Deliverence). Berisi tentang kebahagiaan jiwa. 5). Al-Isyarat wat-Tanbihat. Berisi tentang prinsip ketuhanan dan keagamaan. 6). Mujir, Kabir wa Saghir. Berisi tentang dasar-dasar ilmu logika secara lengkap. 7). Al-Mantiq. Berisi tentang logika. 8). Uyun Al-Hikmah. Ada 10 jilid dan berisi tentang filsafat. 9). Al-Musiqa. Buku tentang musik. 10). Risalah As-Siyasah (Book on Politics). Buku ini berisi tentang politik. 11). Al-Qasidah Al-Aniyyah. Berisi syair-syair tentang jiwa manusia.

Polymath? Ayo!
Tak akan ada yang menolak jika disebutkan bahwa Ibnu Sina adalah seorang polymath. Istilah yang disebut terakhir itu menunjuk kepada seseorang yang pengetahuannya tidak terbatas. Ibnu Sina adalah polymath sebab pengetahuan dia tidak hanya pada satu bidang saja. Maka, atas fenomena itu, kita tak heran, sebab Ibnu Sina sudah hafal Al-Qur’an sejak usia sepuluh tahun. Sementara, AlQur’an adalah Kitab Suci berisi petunjuk hidup yang lengkap dan sempurna. “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS Al-Baqarah [2]: 2). Sosok Ibnu Sina bisa memberi kita inspirasi, bahwa bagi umat Islam –insyaAllahmenjadi polymath jauh lebih baik ketimbang menjadi spesialis yang hanya menguasai satu keahlian saja. Sebab, dengan menjadi polymath, seseorang akan berpeluang sangat besar dalam usaha memberi manfaat sebanyak-banyaknya kepada makhluk lain di sekitarnya. Misal -sekadar menyebut contohkecuali menjadi peneliti yang berilmu tinggi, seseorang sekaligus bisa pula menjadi da’i yang cekatan berdakwah lewat lisan dan tulisan. Jadi, ayo “mengibnu-Sina”! []
Edisi 119 | Februari 2012 |

4

| Warta BAZ

5

telaah utama

Ilmuwan Bergelar Aneka ‘Bapak’
Bagi pecinta ilmu, nama Ibnu Khaldun hampir bisa dipastikan sebagai salah satu yang dikenalnya dengan baik. Sebab, sebagaimana Ibnu Sina, Ibnu Khaldun menguasai berbagai macam ilmu dan menuliskannya dengan baik sehingga karyakaryanya masih bisa dinikmati hingga kini.
fikih, nahwu, sharaf, balaghah, fisika, dan matematika. Pemikiran-pemikiran yang dia tuangkan lewat berbagai tulisannya lahir melalui studi yang mendalam dan dipadu dengan pengamatan kritis terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat yang diapun juga ada di dalamnya. Saat dia mengemban amanah berupa berbagai jabatan penting (seperti sekretaris negara, duta besar, atau hakim) di berbagai wilayah (seperti Fez, Granada, atau di Afrika Utara), tercatat bahwa di masa-masa itu penuh dengan berbagai peristiwa / masalah yang harus dia hadapi. Itu semua berkontribusi terhadap kedalaman karyakarya Ibnu Khaldun. Kitab Al-’Ibar adalah karya terpenting Ibnu Khaldun. Judul lengkap dari kitab Al’Ibar adalah Al-’Ibar wa Diwan Al-Mubtada’ wa Al-Khabar fi Ayyam Al-‘Arab wa Al-‘Ajam wa Al-Barbar wa Man Asharahum min Dzawi AsSulthan Al-‘Akbar (Kitab Pelajaran dan Arsip Sejarah Zaman Permulaan dan Zaman Akhir yang Mencakup Peristiwa Politik tentang Orang-orang Arab, Non-Arab, dan Barbar, serta Raja-raja Besar yang Semasa dengan Mereka). Ada yang unik atas buku Ibnu Khaldun ini. Bahwa –ternyata- mukaddimah atau pendahuluan dari kitab tersebut justru yang jauh lebih dikenal ketimbang buku edisi lengkapnya. Sekadar untuk diketahui, mukaddimah atau pendahuluan itu lalu diterbitkan sebagai buku tersendiri dengan judul Mukaddimah. Dalam edisi bahasa Indonesia, Mukaddimah memiliki lebih dari seribu halaman. Kerapkali -di saat orangorang sedang mendiskusikan

Ibnu Khaldun,

Terus Melegenda

I

bnu Khaldun bernama lengkap Abdurrahman Ibnu Khaldun AlMagribi Al-Hadrami Al-Maliki. Lahir di Tunisia pada 1 Ramadhan 732 H (27/5/1332 M). Tunisia ketika itu merupakan pusat ulama dan sastrawan besar. Ibnu Khaldun tumbuh-kembang di wilayah yang -kala itu- dilanda persaingan dan persekongkolan antarkelompok politik. Namun, situasi tak kondusif itu tak menyurutkan semangatnya untuk tekun menuntut ilmu di berbagai bidang. Ibnu Khaldun mengawali pendidikannya dengan membaca dan menghafal AlQur’an. Lalu, belajar ke sejumlah guru. Para gurunya berkualifikasi terkenal di bidangnya masing-masing. Dia mendalami aneka ilmu seperti tafsir, hadits, ushul fikih,

buku ini-, terlontar canda, bahwa “Jika mukaddimahnya saja setebal ini, maka seperti apa edisi lengkapnya?” Mukaddimah melegenda. Sebab, isi buku itu menyajikan secara cemerlang berbagai pikiran Ibnu Khaldun di berbagai cabang ilmu pengetahuan. Buku ini bisa mendemonstrasikan betapa tangkasnya Ibnu Khaldun dalam menjelaskan beragam topik, seperti: sosiologi, sejarah, pendidikan, ekonomi, politik, dan budaya. Masih di buku yang sama, Ibnu Khaldun juga ‘memamerkan’ penguasaannya yang baik atas ilmu-ilmu keislaman, seperti: hadits, fiqh, ushul fiqh, dan lain-lainnya. Beberapa pemikir sosial menganggap Mukaddimah sebagai risalah dalam sosiologi, lalu memandangnya sebagai pendiri sosiologi. Sarjana Jerman, Heinrich Simon, menyatakan bahwa “Ibnu Khaldun adalah orang pertama yang mencoba merumuskan hukum-hukum sosial” (www. republika.co.id 11/7/2010). Maka, tak salah jika dia lalu dikenal sebagai Bapak Sosiologi. Pemikiran-pemikirannya memengaruh cendekiawan-cendekiawan Barat dan Timur, baik Muslim maupun non-Muslim. Mukaddimah adalah buku terpenting tentang ilmu sosial dan masih terus dikaji hingga kini dan diterjemahkan ke berbagai bahasa. Lewat buku ini, Ibnu Khaldun menganalisis ‘gejala-gejala sosial’. Di bagian awal buku, dia menguraikan “Keutamaan Ilmu Sejarah, Ragam Mazhabnya, dan Berbagai Kekeliruan Para Sejarawan Berikut Sebab-sebabnya” . Setelah itu dia kupas tentang gejala-gejala yang membedakan antara masyarakat primitif dengan masyarakat modern serta bagaimana sistim pemerintahan dan urusan politik di masyarakat. Masalah pendidikan tak luput dari perhatiannya. Dia menulis “Berbagai Jenis Ilmu Pengetahuan, Metode Pengajaran, Cara Memperoleh dan Berbagai Dimensinya serta Segala Sesuatu yang Berhubungan dengannya” . Tentang ekonomi? Dia menulis “Mata Pencaharian dan Kewajibannya, Baik Berupa

Usaha Maupun Kerajinan-Ketrampilan dan Berbagai Kondisi yang Menimpa” . Banyak yang kagum. Karya di abad ke-14 itu secara lengkap menguraikan berbagai topik secara sangat mengesankan. Dr. Bryan S. Turner, Guru Besar sosiologi di University of Aberdeen, Scotland, pernah mengomentari tentang karya-karya Ibnu Khaldun. Dia menyatakan, “Tulisan-tulisan sosial dan sejarah dari Ibnu Khaldun hanya satu-satunya dari tradisi intelektual yang diterima dan diakui di dunia Barat, terutama ahli-ahli sosiologi yang menulis karya-karyanya dalam bahasa Inggris.” Dalam bukunya -Contribution A L’Etude D’Ibnu Khaldun Revue Do Monde MusulmanS.Colosia berkata bahwa “Apabila pendapatpendapat Ibnu Khaldun tentang kehidupan sosial menjadikannya sebagai pionir ilmu filsafat sejarah, maka pemahamannya terhadap peranan kerja, kepemilikan dan upah, menjadikannya sebagai pionir ilmuwan ekonomi modern” . Predikat pionir ilmuwan ekonomi modern memang patut disandang Ibnu Khaldun, sebab pemikiran-pemikiran dia tentang teori ekonomi yang logis dan realistis telah dia kemukakan jauh sebelum Adam Smith (1723-1790) dan David Ricardo (1772-1823) mengemukakan teori-teori ekonomi mereka. Lihatlah pendapat Prof. Dr. Muhammad Nejatullah Ash-Shiddiqy, Guru Besar ekonomi Universitas King Abdul Aziz Arab Saudi. Bahwa, “Ibnu Khaldun adalah salah seorang Bapak Ilmu Ekonomi” . Windellband dalam filsafat sejarahnya menyebut Ibnu Khaldun sebagai “Tokoh Ajaib yang sama sekali lepas, baik dari masa lampau maupun masa yang akan datang” .

Siapa Berselancar?

Ibnu Khaldun –yang memiliki banyak predikat, seperti Bapak Sosiologi, Bapak Ekonomi, sejarawan, dan ahli politik- telah lama berpulang. Dia wafat di Kairo pada 25 Ramadhan 808 H (19/3/1406 M). Tapi, dia masih serasa dekat dengan kita. Hal itu dikarenakan buku-bukunya tetap ‘hidup‘ dan selalu siap menemani siapapun yang akan berselancar di dalam lautan ilmunya. []
Edisi 119 | Februari 2012 |

6

| Warta BAZ

7

liputan khusus

P

Ayo Muliakan Mustahik !

erayaan tahun baru Imlek masih saja diwarnai dengan antrean panjang pembagian angpao. Hal ini mirip dengan pembagian dana zakat yang marak dilakukan di bulan Ramadhan. Padahal apa yang didapat tidak sebanding dengan jerih payahnya, apalagi sampai mengorbankan nyawa. Metode pembagian dana sosial yang demikian mestinya sudah harus diakhiri. Selain tidak manusiawi dan membahayakan nyawa orang lain, cara tersebut juga tidak sesuai dengan tuntunan agama Islam. Sebab Islam sangat memuliakan mustahik. Belum lagi tidak jelas apakah mereka benar-benar miskin atau pura-pura miskin. “Pada zaman Nabi SAW dan para Sahabat, negara membentuk lembaga resmi yang bertugas sebagai amil zakat. Mereka inilah yang mengantar dana kepada para mustahik, bukan para mustahik yang dipanggil untuk mengantre,” demikian kata Direktur Operasional Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Teten Kustiawan ketika melakukan konsolidasi bersama BAZ Jatim, beberapa UPZ dan BAZ Kabupaten/Kota se-Jatim di Ruang Kadiri Kantor Gubernur Jatim pada Rabu (18/01/12) pagi. Karena itulah, masyarakat diharapkan untuk memanfaatkan kehadiran badan atau lembaga amil zakat yang ada di Indonesia. Semuanya jelas, mulai dari proses

pendataan, pengumpulan, pendistribusian hingga pelaporannya. Dengan cara itulah, para mustahik diperlakukan secara mulia sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW dan para Sahabat. Jangan Melulu Pemberdayaan Selain itu, dalam rangka memuliakan mustahik, Teten juga menghimbau kepada organisasi pengelola zakat agar tidak melulu berkonsentrasi pada program pemberdayaan atau yang bersifat produktif dan mengabaikan program konsumtif. Sebab, tidak dapat dipungkiri masih banyak warga miskin di negeri ini yang membutuhkan bantuan secara konsumtif. Apalagi beberapa program pemerintah masih saja menyisakan beberapa kekurangan ketika memasuki proses realisasi. “Memang benar, paradigma lembaga penngelola zakat adalah pemberdayaan, bukan sekedar bagi-bagi uang. Tapi kecenderungannya sekarang tidak seimbang. Terlalu fokus pada program produktif dan mengakibatkan pos dana untuk program konsumtif menipis. Ada kisah nyata seorang warga miskin yang datang ke salah satu LAZ dengan harapan dapat bantuan untuk melunasi tunggakan biaya sekolah anaknya sebesar Rp. 1,5 juta. Karena tidak ada dana untuk pos tersebut, akhirnya LAZ tersebut cuma memberi bantuan Rp. 25 ribu. Subhanallah, ini kan menyedihkan,” tutur Teten menyesalkan. Karena itulah, Teten mengajak kepada BAZ Jatim dan BAZ Kabupaten/kota untuk mendesain program pendistribusiannya secara seimbang antara yang produktif dan yang konsumtif. Dan baginya, apa yang dilakukan BAZ Jatim sudah sesuai dengan konsep pendistribusian tersebut. Ada program produktif melalui bantuan modal bergulir dan bantuan alat kerja. Dan ada juga program konsumtif melalui santunan tunai bagi manula, bedah rumah dhuafa, beasiswa, layanan pengobatan gratis, klinik kesehatan dhuafa, bantuan biaya berobat dan lain sebagainya.

U

Bersiap Menyambut Kehadiran BAZNAS Jatim
Tidak Memberangus Kedermawanan
Selain itu, Teten juga membantah kerisauan masyarakat yang menilai UU Zakat yang baru akan memberangus kedermawanan di masyarakat, terutama bagi lembaga sosial, lembaga pendidikan dan masjid. Persepsi ini muncul karena Pasal 38 Undang-undang tersebut menyebutkan setiap orang dilarang dengan sengaja bertindak selaku amil zakat, yaitu mengumpulkan, mendistribusikan, atau mendayagunakan zakat, tanpa izin pejabat yang berwenang. Baginya, penilaian tersebut berlebihan karena ada dua alasan yang perlu dipahami. Pertama, pasal tersebut secara jelas menggunakan diksi “dengan sengaja” Artinya, sah saja jika ada orang yang . secara sukarela menyerahkan zakatnya kepada masjid. “Kecuali jika ada orang yang melakukan kampanye atau propaganda agar menyerahkan zakat kepadanya,” urai Teten. Kedua, UU tersebut hanya menngatur tentang zakat, bukan infak dan shadaqah. Karena itu lembaga sosial atau masjid tetap berwenang melakukan penggalangan dana infak dan shadaqah dari masyarakat. “Saya heran, kedermawanan mana yang diberangus? UU ini hanya mengatur zakat dan zakat itu bukan persoalan kedermawanan, tetapi batas kekikiran. Artinya, orang yang sudah zakat tidak layak disebut dermawan, tapi juga tidak kikir. Orang itu layak disebut dermawan kalau sudah bayar zakat dan masih mau mengeluarkan shadaqah,” tukasnya mengakhiri pembicaraan.

sia Badan Amil Zakat (BAZ) Jatim diprediksi akan berakhir kurang lebih satu tahun ke depan. Tapi eksistensinya akan semakin berkembang dengan nama baru; Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jatim. Perubahan ini dilakukan dalam rangka memenuhi ketentuan UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat yang baru disahkan pada Oktober tahun lalu. Demikian pula dengan semua BAZ Kabupaten/kota yang ada di Indonesia. BAZ Kabupaten Sidoarjo, misalnya, akan berganti nama menjadi BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Amanat jalur koordinasi, informasi dan pelaporan seluruh badan amil zakat akan terkendali di tangan BAZNAS RI di Jakarta dengan tetap memegang prinsip kemandirian masing-masing BAZNAS. “Insya Allah pengaturan zakat ke depan akan semakin tertib dan manfaatnya akan semakin optimal. Oleh UU Zakat yang baru BAZNAS diberi amanat untuk mengatur pengelolaan zakat secara nasional dan terintegrasi, baik itu BAZ maupun LAZ,” ujar Direktur Operasional BAZNAS Teten Kustiawan di Surabaya beberapa waktu lalu. Menurut Teten, sejak UU itu disahkan, BAZNAS dan Kementerian Agama RI diberi waktu satu tahun untuk menyiapkan segala perangkatnya agar bisa merealisasikan amanat tersebut. Kajian mendalam dan diskusi secara intens dilakukan bersama semua stake holder pengelolaan zakat yang ada di Indonesia. “Kami sedang sibuk mendesain arsitektur pengelolaan zakat secara nasional. Mulai dari level kebijakan melalui keputusan dan peranturan menteri agama, hingga level operasional melalui ketentuan standar operasional, petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis untuk BAZNAS se-Indonesia,” lanjut mantan pegawai negeri di Badan Pemeriksa Keuangan ini.

8

| Warta BAZ

Edisi 119 | Februari 2012 |

9

kiprah donatur

mustahik

A
Anik Mujirahayu (tengah) bersama para donatur di depan kampus Mahardika

Meminimalisasi Hutang pada Bank Titil
Bantuan tersebut bagi mereka sangat bermanfaat. Meskipun tidak terlalu besar tapi dana itu dapat digunakan untuk melengkapi beberapa peralatan yang selama ini tidak terpenuhi. Sehingga bisa memperlancar usaha yang dijalankan. Bagi Heni Rianti yang berprofesi sebagai penjahit, dana bantuan BAZ Jatim ia gunakan untuk membeli gulungan benang secara lusinan. Cara belanja bahan seperti itu belum pernah ia lakukan sebelumnya. “Biasanya saya beli eceran. Tapi setelah menerima bantuan BAZ Jatim uangnya saya pakai untuk membeli benang dengan cara lusinan karena harganya lebih murah dan bisa menjadi stock untuk beberapa bulan kemudian,” terang ibu empat anak ini. Wanita berusia 37 tahun ini juga mengisahkan pernah memiliki hutang kepada bank untuk membeli mesin jahit. Syukurlah cicilannya sudah lunas. Karena itu, ia berharap periode mendatang BAZ Jatim bisa memberikan tambahan bantuan lagi agar ia bisa membeli mesin jahit neci yang harga bekasnya sekitar Rp. 4 juta. Sejak saat itu, banyak tetangganya yang tertarik dengan program BAZ Jatim ini. Sebagian sudah mendaftar kepada Ibu Rochiyah agar dilibatkan. “Insya Allah bulan Juni nanti angsuran kami berakhir. Kami berharap kelompok lama ditambah lagi modalnya dan ada satu kelompo baru yang akan dibantu BAZ Jatim,” harap Ibu Rochiyah. []
Edisi 119 | Februari 2012 |

D

Pertama dan Terpercaya
teman langsung bersedia menjadi donatur. Mulai dari jumlah yang sedikit kemudian terus berkembang dari tahun ke tahun,” lanjutnya. Kuat Hadapi Musibah Secara pribadi, wanita berkacamata ini banyak mengalami manfaat dari aktivitas kepedulian sosial. Ia benar-benar telah membuktikan janji Allah bagi setiap muslim yang mau peduli kepada orang yang sedang susah. “Saya yakin kalau kita mau memudahkan urusan orang lain, Allah pasti akan memudahkan urusan kita,” terus wanita berusia 51 tahun ini. Salah satu pengalaman penting yang ia rasakan adalah ketika Allah sedang mengujinya dengan musibah kebakaran tiga bulan lalu. Ketika rumah sedang kosong di siang hari, tibatiba kabar nahas diterima. Ia segera meluncur ke rumahnya yang berada di Karah, Surabaya. Namun semua sudah terlambat, rumahnya hangus dan rata dengan tanah akibat kebakaran yang bersumber dari rumah tetangganya. “Jujur saja mental saya down karena semuanya ludes. Tapi entah kenapa ada kekuatan luar biasa yang membuat saya kuat dan bisa mengikhlaskannya. Selain itu juga selalu ada jalan yang memudahkan kami sekeluarga. Mungkin karena doa dan support teman-teman saya, juga karena doa dari para dhuafa yang biasanyanya dibacakan ketika mereka menerima bantuan dari BAZ Jatim,” kisahnya. []

alam falsafah Jawa, guru adalah akronim dari digugu lan ditiru, alias ditaati dan diteladani. Rasanya layak jika falsafah itu disandang oleh para guru dan pegawai di SMA dan SMK Mahardika Surabaya dalam konteks kepedulian sosial. Mereka secara rutin menyisihkan sebagian penghasilannya untuk berbagi kepada para dhuafa melalui berbagai lembaga pengelola zakat, infak dan shadaqah (ZIS). Namun, BAZ Jatim memiliki posisi yang istimewa. Dari sekian lembaga yang masuk, BAZ Jatim tetap menjadi yang terbesar dan terpercaya. “Di sini ada beberapa lembaga yang menerima ZIS dari para guru dan semuanya dikumpulkan kepada saya, tapi sebagian besar menyalurkannya ke BAZ Jatim,” demikian keterangan Anik Mujirahayu, Kepala TU di SMA dan SMK yang terletak di kawasan Barata Jaya, Surabaya ini. Menurut ibu tiga anak ini, perkenalannya dengan BAZ Jatim dimulai sejak empat tahun lalu. Salah seorang alumni SMA Mahardika diterima menjadi karyawati BAZ Jatim dan tetap menjalin silaturahim dengan pihak sekolah. Dari situlah, informasi tentang BAZ Jatim masuk ke sekolah. “BAZ Jatim adalah lembaga pertama yang masuk ke sini. Setelah ada sosialisasi, saya dan teman-

wal tahun 2012 diawali dengan musim hujan. Pada medio Januari-Februari ini hampir setiap hari curah hujan memang sedang deras-derasnya. Kondisi ini memberi dampak tersendiri bagi para pedagang kecil atau pedagang kaki lima. Mereka banyak mengeluh karena penghasilannya menurun akibat hujan. Tapi tidak demikian bagi Ibu Tina. Pedagang bakso dan soto di kawasan Kedurus Dukuh, Surabaya, ini selalu mendapatkan penghasilan yang stabil. Sebab, bakso dan soto buatannya sudah melekat dan pas dengan selera warga Kedurus Dukuh. Jadi, hujan tak akan mampu menghalangi minat pelaanggannya. “Ya alhamdulillah, mudah-mudahan barokah,” kata wanita berusia 38 tahun ini kepada BAZ Jatim. Ibu dua anak ini adalah salah satu penerima bantuan modal bergulir dari BAZ Jatim. Ia bersama enam tetangganya tergabung dalam satu kelompok dan menerima bantuan masing-masing Rp. 1 juta sejak Agustus 2011. Kemudian pada September 2011, mereka mulai mengangsur sebesar Rp. 100 ribu per bulan selama sepuluh kali. “Di daerah saya ini marak dengan praktik hutang bersistem bunga. Baik itu dalam jumlah besar atau kecil. Juga melibatkan lembaga keuangan seperti bank titil maupun perorangan. Nah adanya program dari BAZ Jatim ini alhamdulillah sedikit meminimalkan praktik tersebut,” kata Ketua Kelompok, Rochiyah yang juga tinggal di Kedurus Dukuh IX.

10

| Warta BAZ

11

konsultasi
KH. Abdurrahman Nafis, LC. M.HI

pengetahuan

Memohon Jodoh Melalui Shalat Hajat ?
Assalamualaikum… Ustadz, saya merasa sudah waktunya untuk berumah tangga, tapi hingga kini belum juga mendapat jodoh. Bolehkah saya memohon istri shalihah kepada Allah SWT dengan melakukan shalat hajat? Terima kasih atas penjelasannya. Abdul Aziz,Pagesangan Timur, Surabaya Jawaban: Dalam kehidupan, sangat wajar jika kita memiliki keinginan atau hajat tertentu. Baik itu terkait dengan rezeki, pekerjaan, cita-cita maupun jodoh. Hal ini kadang membuat sebagian orang kepepet dan melakukan sesuatu yang dilarang oleh Allah, seperti memohon kepada selain Allah dan melakukan kecurangan. Maka, kita harus mampu mengendalikan diri untuk selalu menjadi orang yang beriman dan beramal shalih. Salah satu cara yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah dengan melakukan shalat hajat. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: “Barang siapa memiliki keperluan kepada Allah atau pada Anak Adam, maka hendaklah ia berwudlu, kemudian salatlah dua rakaat, kemudian pujilah Allah, berdzikirlah “Subhanallahil ‘arsyil ‘azhim….dan seterusnya,” (wallahu a’lam)

K
1

ita semua pasti pernah mengalami pilek. Apalagi di masa-msa pergantian musim atau ketika hujan sedang deras-derasnya. Hidung meler, batuk, nafas terumbat dan bersinbersin adalah gejala-gejalanya. Meski bukan tergolong penyakit berbahaya, tetap saja perlu diwaspadai agar tidak menghambat akivitas sehar-hari. Apalagi bagi anak-anak. Karena itu, mari mendalami beberapa fakta unik tentang pilek yang dirilis detikhealth.com. Mudah-mudahan bisa membantu.

Senjata terbaik melawan pilek adalah olah raga.
Bukan obat ataupun suplemen vitamin, tapi olah raga. Itulah penawar jitu berdasarkan hasil peneliti Appalachian State University setelah mempelajari bagaimana sistem kekebalan tubuh dan virus pilek. Para peneliti mengatakan jika ingin benar-benar menangkal pilek, cara terbaik adalah 30 menit berjalan kaki cepat sebanyak 5 kali per minggu. Lebih dari 30 studi yang dilakukan oleh para peneliti di Australian National University dan University of Helsinki juga mengatakan bahwa untuk sebagian besar orang, vitamin C tidak mencegah atau menyembuhkan pilek.

Ketentuan Membaca Surat Panjang dalam Shalat
Assalamualaikum Wr. Wb. Bolehkah membaca ayat-ayat panjang al-Quran ketika shalat? Misalnya sekalian untuk menguatkan hafalan. Apakah ayat-ayat yang dibaca itu harus berurutan sesuai urutan dalam al-Quran? Terima kasih atas penjelasannya. Sholihin Sidotopo Wetan, Surabaya Jawaban: Membaca surat setelah al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah. Dalam pelaksanaannya seseorang bisa memilih surat atau ayat yang mana saja, yang mudah dan dia bisa. Dalam al-Quran disebut, “faqro’uu maa tayassaro minal qur’aan; bacalah ayat-ayat al-Quran yang mudah” . Rasulullah SAW sendiri terkadang membaca surat-surat yang panjang dan terkadang hanya membaca surat-surat yang pendek. Untuk yang pendek, biasanya beliau lakukan jika ada hal yang mengganggu seperti dalam perjalanan, sakit ataupun tangisan bayi. Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seseorang kamu menjadi imam shalat, maka hendaklah dia meringankan shalat, karena di antara mereka ada yang kecil dan ada yang tua, ada yang lemah, ada yang sakit; apabila ia bershalat sendiri, hendaklah ia shalat sesuai yang ia kehendaki,” (HR. Bukhari dan Muslim). Maka dapat disimpulkan bahwa membaca ayat-ayat panjang boleh dibaca setelah al-Fatihah dalam salat. Hanya saja, perlu diperhatikan ketika menjadi imam shalat. Sebagaimana yang Nabi SAW pertimbangkan keadaannya. Misalnya bagaimana ketika ada anak kecil menangis, beliau pilih ayat-ayat pendek. Kalangan ulama fikih berpendapat, lebih baik membaca surat-surat pendek dibanding surat-surat panjang, tapi tidak sampai selesai. Maksudnya tidak selesai di akhir surat. Karena itu pilih saja surat-surat yang pendek yang lebih mudah dibaca, sebagaimana keumuman ayat “faqro’uu ma tayassaro minal qur’aan” . Namun hal itu berbeda dengan para hafizhul quran (penghafal al-Quran) yang berpendapat lebih memilih surat-surat panjang dari al-Quran, meski dibaca tidak sampai selesai. Ini biasa mereka lakukan terutama untuk menguatkan hafalan al-Quran. Wallahu a’lam. []

Bunga Echinacea membantu melawan virus pilek

2

Tumbuhan dengan bunga warna ungu ini bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sehingga bisa melawan virus pilek. Peneliti dari Universitas Connecticut melaporkan, Echinacea bisa mengurangi kemungkinan terkena pilek hingga 50 persen dan mengurangi durasi sakit pilek sekitar 1,4 hari.

Minuman panas dapat membantu menghilangkan gejala virus pilek.

3

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam edisi terbaru dari Rhinology jurnal, peneliti di Inggris mengatakan menyeruput minuman panas dapat memberikan bantuan langsung dan berkelanjutan dari gejala terburuk dari flu.

Rata-rata orang mendapat 200 pilek seumur hidupnya.

4 5

Dengan perkiraan usia mencapai 75 tahun, Anda mungkin menderita melalui 200 pilek. Dengan rata rata pertahun terserang dua kali. Sementara anak-anak biasanya mendapatkan antara empat dan delapan kali pilek per tahun.

Pilek tidak menular.
Kebanyakan orang berpikir karena jabat tangan dengan orang sakit akan membuat mereka terserang flu dan pilek. Penelitian terbaru oleh Pusat Common Cold Universitas Cardiff menemukan bahwa ketika orang sehat dimasukkan ke dalam sebuah ruangan dengan penderita flu dan pilek, si sakit sulit untuk menyebarkan infeksi dari satu orang ke orang lain. Bahkan, virus pilek harus memiliki kondisi ideal untuk menginfeksi tubuh. []
Edisi 119 | Februari 2012 |

12

| Warta BAZ

13

wawasan

daftar donatur

Tentang Anak
Bila Bayi Lahir 1. Berdoa agar (mendapat) barakah, mohon perlindungan, dan diusap langit mulutnya dengan kurma (atau yang semisal dengan itu) • Dari Aisyah RA, bahwa jika Rasulullah SAW memperlakukan bayi, maka beliau mendoakannya dengan barakah, dan dicetakinya (HR Muslim). • Abu Musa RA berkata: Telah lahir anakku, maka aku bawa ke Nabi SAW. Maka diberinya nama Ibrahim, lalu diusaplah langit-langit mulutnya dengan kurma (atau yang semisal dengan itu) dan didoakan semoga mendapat barakah. 2. Beri nama yang bagus pada hari lahirnya, atau pada hari ketujuhnya, tunaikan aqiqahnya, kemudian cukurlah rambut kepalanya seluruhnya • “Kamu akan dipanggil –kelak- di hari kiamat, nama-namamu dan namanama orang tuamu. Maka, baguskanlah nama-namamu” (HR Abu Dawud). • “Tiap-tiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih sebagai tebusan pada hari ketujuhnya dan diberi nama pada hari itu serta dicukur rambut kepalanya” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi). “Aqiqah bagi anak laki-laki adalah dua ekor kambing yang sepadan, dan bagi anak perempuan satu ekor” (HR Ahmad). • Rasulullah SAW melihat seorang anak yang dicukur sebagian rambut kepalanya dan dibiarkannya sebagian yang lain, lalu sabda Nabi SAW: “Cukurlah semuanya atau biarkanlah semuanya” (HR Abu Dawud). Anak Itu Amanah 1. Sebagai Nikmat Allah “Bila mati anak Adam, maka putuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu: shodaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak sholeh yang akan mendoakannya” (HR. Bukhari, Tirmidzi, dan Abu Dawud). 2. Sebagai Perhiasan Dunia “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan” (QS Al Kahfi [18]: 46). 3. Sebagai Cobaan “Dan ketahuilah,, bahwa harta, anakanakmu itu. hanyalah sebagai cobaan. Dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar” (QS An Anfal [8]: 28). “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka berhati-hatilah terhadap mereka. Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS At-Taghaabun [64]: 14). Bersabarlah andai anak kita ‘diambil’ Allah saat dia masih kecil. Sebab, di balik itu ada ‘Rahasia Allah’. “Anak-anak kecil kalian yang meninggal dunia merupakan pelayanpelayan kecil surga. Sesorang di antara mereka, menjemput orang tuanya, lalu memegangi erat-erat pakaiannya. Ia lakukan itu terusmenerus hingga Allah memasukkannya bersama orang tuanya ke surga” (HR Muslim). 4. Orang Tua Wajib Mendidiknya “Tiap-tiap anak dilahirkan menurut fitrah. Maka kedua orang tuanya-lah yang menjadikannya beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi” (HR Bukhari). []

Daftar Donatur Personal Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur Bulan Desember 2011
No. Nama Instansi Personal Jumlah No. Nama Instansi Personal Jumlah

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai

18 Pegawai 19 Pegawai 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati

Apotik Manukan Krajan ARMINA Surabaya Astra International (Isusu) AUTO 2000 Part Center Badan Diklat Prov. Jatim Badan Kepegawaian Daerah Prov. Jatim Badan Kesatuan Bangsa & Politik Prov. Jatim Badan Ketahanan Pangan Badan Lingkungan Hidup Badan Penanaman Modal Badan Perpustakaan & Kearsipan Balai Kesehatan Mata Masyarakat Prov. Jatim Bank Jatim Bank Mandiri BAPEMAS Prov. Jatim Bappeprop Jatim Biro Adm. Pemerintahan Umum Setda Prov. Jatim Biro Administrasi Kemasyarakatan Biro Administrasi Kerjasama Setda Prov Jatim Biro Administrasi Pembangunan Biro Hukum Biro Kerjasama Biro Kesra Biro Organisasi Biro Perekonomian Biro Sumber Daya Alam Biro Umum BKKBN Prop. Jatim BNP Prov. Jatim BP2TKI BPBD Prov. Jatim BPKAD BPPKB Prov Jatim BPSBTPH Bumi Jaya Cisadane Multimedia CV. Sonara Indah CV. Hutama Jasindo Depkominfo Prov. Jatim Diklat PU Wil IV Dinas Kehutanan Dinas Kepemudaan & Keolahragaan Prov. Jatim Dinas Koperasi & PKM Dinas P dan K Prov. Jatim Dinas Pendapatan Prop. Jatim Dinas Perhubungan & LLAJ Prop. Jatim Dinas Perikanan & Kelautan Prop. Jatim Dinas Perindustrian & Perdagangan Prov. Jatim Dinas Perkebunan Dinas Pertanian Prov. Jatim Dinas Peternakan Prov. Jatim Dinas PU Bina Marga Prov. Jatim Dinas PU Pengairan Prov. Jatim Dinas Sosial Prov. Jatim Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi & Kependudukan Prov. Jatim DPRD Prop Jatim Garden Dian Regency High-Desert Hotel Majapahit IAIN Sunan Ampel Sby

1 1 2 6 23 11 22 18 18 2 2 2 2 4 17 19 27 28 2 8 11 4 1 8 10 1 3 1 1 1 4 9 1 6 1 1 1 1 16 2 4 17 3 8 5 21 7 12 8 15 5 18 4 15 13 4 8 1 1 1

50,000 10,000 30,000 115,000 1,065,000 545,000 655,000 465,000 365,000 75,000 1,025,000 60,000 100,000 475,000 1,047,500 510,000 1,395,000 1,355,500 50,000 525,000 325,000 185,000 100,000 260,000 825,000 40,000 50,000 50,000 100,000 25,000 225,000 350,000 50,000 475,000 10,000 30,000 50,000 50,000 275,000 40,000 125,000 245,000 225,000 380,000 293,500 640,000 185,000 430,000 320,000 975,000 320,000 970,000 90,000 380,000 327,000 200,000 210,000 150,000 100,000 50,000

61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126

Pegawai Karyawan-Karyawati Pegawai Pegawai Pegawai Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Pegawai Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Pegawai Pegawai Karyawan-Karyawati Pegawai Karyawan-Karyawati Pegawai Pegawai Pegawai Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Pegawai Pegawai Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Pegawai Pegawai Karyawan-Karyawati Hamba Alloh

Inspektorat Prov. Jatim Institut Pembangunan (IP) Kanwil Ditjen. Anggaran Kanwil Kementrian Agama Kanwil Kementrian Agama Surabaya Klinik Al-Ikhlas Klinik BDS KPP Pratama Surabaya Wonocolo KPP Simokerto Surabaya KPP Surabaya Krembangan KPP Tegalsari LAB Kedungdoro Lab. Prospek Makodam Brawijaya MT. Annisa Natasya Skin Care P3B FIS UNESA Palem Inn Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Peradilan Militer Surabaya Perum ITS PMI Pramita Lab PT. Anugerah Sentosa Jaya Abadi PT. ANZ Panin Bank, Plaza BRI PT. Astra Isuzu PT. Asuransi Jiwasraya PT. Brother Silver PT. Citra Gading Asri Tama PT. Dok dan Perkapalan Surabaya PT. Gaharu Sejahtera PT. Jatim Petroleum Transport PT. LKML PT. MPM Honda PT. Olympindo Multi F. PT. PG Rajawali I PT. Pitamas PT. Rexon Industri PT. Taspen PT. Varia Usaha Beton PU Cipta Karya & Tata Ruang Prov. Jatim PUSKUD Mina Rabbani Dharma Wangsa Ramayana RLQ RS. Husada Utama RSJ Menur RSU Haji Surabaya RSUD Dr. Soetomo Satuan Polisi Pamong Praja SDN Kedinding I 251 Sekolah Nurul Huda Shangri-La Hotel Surabaya SMA Mahardhika SMAN 5 SMK Farmasi SMK Mahardhika SMP Jalan Jawa STIESIA Surabaya Sukolilo Dian Regency Surabaya In Group UFO Manukan UPT PSBTPH UPT Surabaya Bina Marga Prop. Jatim Yayasan Pendidikan Mahardhika Umum

16 3 1 4 1 2 6 48 8 71 35 1 2 3 8 2 15 2 10 12 1 1 4 6 10 2 11 1 2 2 5 2 2 11 1 7 81 1 1 1 40 6 1 79 2 2 10 18 515 3 4 1 21 5 5 1 10 11 50 1 1 20 1 3 6 373

580,000 65,000 205,000 250,000 100,000 80,000 100,000 685,000 360,000 895,000 525,000 50,000 30,000 50,000 175,000 170,000 185,000 20,000 265,000 225,000 10,000 120,000 230,000 115,000 210,000 80,000 350,000 50,000 225,000 170,000 60,000 100,000 40,000 745,000 20,000 275,000 550,000 10,000 50,000 350,000 850,000 170,000 100,000 900,000 20,000 30,000 500,000 1,895,000 7,310,000 125,000 60,000 15,000 1,575,000 50,000 50,000 20,000 140,000 160,000 435,000 100,000 250,000 335,000 50,000 120,000 75,000 6,110,000

14

| Warta BAZ

Edisi 119 | Februari 2012 |

15

daftar donatur

Daftar Donatur Baru Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur Bulan Desember 2011
NO. NAMA 1 Aditya 2 Budiono 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Fitria Kaliqi Sunarti Ahmad Widodo Yuliana Ibu. Mei Anis Tatik Yanti Ayu Dintawati Widodo Endrew Wahyu A. Totok Dr. Deny Yenni Hamba Alloh Nenden INSTANSI RSUD Dr. Soetomo Dinas Kepemudaan & Keolahragaan PT. ANZ Panin Bank RSUD Dr. Soetomo BNI Graha Pangeran BNI Graha Pangeran Jl. Penataran Surabaya Roda Mas Roda Mas Roda Mas Roda Mas Jakarta Jakarta Kalimantan Kalimantan Batam Ultima Surabaya Manado JUMLAH Rp. 10,000 Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 20,000 10,000 10,000 100,000 75,000 175,000 10,000 10,000 10,000 20,000 100,000 100,000 100,000 100,000 100,000 150,000 50,000 125,000 NO. 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 NAMA Nurul Hidayat Deli Ida Tari Cahyo Marshito Siska Sarah Wisnubroto DR. Masrukan Rianti Managemen Matahari CITO Riad Gozan Herry Wibowo Iskandar Akbar Kahar Effendy Krisna W. Didik Siswantoro INSTANSI Nganjuk Matahari CITO Matahari CITO Matahari CITO Matahari CITO Matahari CITO Matahari CITO Matahari CITO Jl. Mulyosari Utara Surabaya Penggadaian Manyar Penggadaian Bratang Jl. A. Yani Surabaya Bekasi Cargo Juanda Jl. Kalianget Surabaya Sidoarjo Sidoarjo Kayu Trans JUMLAH Rp. 55,000 Rp. 10,000 Rp. 10,000 Rp. 10,000 Rp. 10,000 Rp. 10,000 Rp. 10,000 Rp. 10,000 Rp. 2,000,000 Rp. 100,000 Rp. 40,000 Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 220,000 300,000 400,000 3,000,000 1,000,000 1,000,000 500,000

Daftar Penerimaan Infaq Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZ Prov. Jatim Bln. Desember 2011 Yang Ditransfer Via Bank (Dalam Rupiah)
NO.
25 26 27 28 29 30 31

UNIT KERJA
Kejari Kediri Bina Marga Bins Marga RSUD DR SOEDONO MDN Bina Marga Jember Nov Bina Marga Jember Des UPT Bina Marga Madiun Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

SEJUMLAH
1,720,000.00 181,875.00 181,875.00 6,642,750.00 1,436,250.00 1,428,750.00 1,361,250.00

NO.
32 33 34 35 36 37 38

UNIT KERJA
Pengadilan Tinggi Agama Bank Jatim Jombang Bank Jatim Malang KPJ Bank Jatim Banyuwangi Bank Jatim Batu Bulog Jatim Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

SEJUMLAH
264,500.00 153,000.00 42,000.00 21,000.00 67,500.00 9,800.00 250,000.00

NO.
39 40 41 42 43

UNIT KERJA
UPT PSRT Jombang ESDM BP4 Sucofindo Personal/Keterangan Tidak Lengkap

SEJUMLAH
Rp. 135,000.00 Rp. 844,000.00 Rp. 3,147,000.00 Rp. 3,000,000.00 Rp. 17,218,358.75

Daftar Penerimaan Zakat BAZ. Prov. Jatim Bln. Desember 2011 Yang Ditransfer Via Bank (Dalam Rupiah) NO.
1 2 3 4 5

Baz Propinsi Jawa Timur Daftar Penerimaan Dana Konsolidasi Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2011
1 2 3 DANA ZAKAT DANA INFAQ/SHADAQAH DANA JASA BANK JUMLAH Rp Rp Rp Rp 66,520,000.00 272,563,633.75 3,203,207.34 342,286,841.09

UNIT KERJA
Dinaa ESDM Bpk. Dia Nurri affa Tanpa Ket/ Keterangan Tidak Lengkap Via ATM

SEJUMLAH
Rp. 2,460,500.00 Rp. 100,000.00 Rp. 150,000.00 Rp. 2,992,000.00 Rp. 1,297,500.00

DAFTAR PENERIMAAN ZIS UNIT PENGUMPUL ZAKAT (UPZ) BAZ PROP. JATIM BULAN DESEMBER 2011
NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 UNIT KERJA Kanwil Ditjen. Anggaran PT. PG Rajawali I KPP Genteng Kali DHD’45 Prov. Jatim Badan Kesatuan Bangsa & Politik Diklat PU Wil. IV Prov. Jatim BPBD PT. Perikanan Nusantara MADA LVRI PTPN X Akademi Gizi Balai Kesehatan Mata Masyarakat BPKP Prov. Jatim Dinas Kesehatan Prov. Jatim BKKBN Prov. Jatim PT. ASDP Kanwil Ditjen Pajak Biro Adm. Pemerintahan Umum Setda Prov. Jatim KPP Sby Gubeng Biro Humas & Protokol DPRD Tk. I Prov. Jatim PT. Perkebunan Nusantara XII UPT Bina Marga Surabaya Badan Penanaman Modal Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. SEJUMLAH 205,000 133,100 150,000 284,250 289,125 292,500 356,250 387,000 400,000 444,000 453,750 457,500 500,000 500,000 517,000 577,500 625,000 648,000 700,000 705,000 724,900 745,800 775,500 800,000 NO. 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 UNIT KERJA PT. Dok & Perkapalan Rp. KPP Sby Pabean Cantikan Rp. Kanwil Bea & Cukai Rp. Biro Administrasi Kemasyarakatan Rp. Bapedal Prov. Jatim Rp. KPID Prov. Jatim Rp. BAPEMAS Prov. Jatim Rp. Bea & Cukai Rp. Inspektorat Prov. Jatim Rp. Badan Ketahanan Pangan Prov. Jatim Rp. Badan Kepegawaian Daerah Prov. Jatim Rp. Kantor POL PP Prov. Jatim Prov. Jatim Rp. Balai Diklat Keagamaan Rp. Dinas Perkebunan Prov. Jatim Rp. Dinas Perhubungan Rp. PUSVETMA Rp. Dinas Koperasi & PKM Prov. Jatim Rp. Depkominfo Prov. Jatim Rp. Badan Metrologi & Geofisika Prov. Jatim Rp. PT. Perkebunan Nusantara XII Rp. Dinas Kepemudaan & Keolahragaan Rp. SEJUMLAH 800,000 850,000 870,000 1,000,000 1,012,500 1,029,000 1,105,000 1,111,875 1,293,750 1,300,000 1,387,500 1,395,000 1,400,000 1,436,000 1,463,000 1,500,000 1,533,750 1,560,000 1,687,500 1,816,875 1,849,000 NO. 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 UNIT KERJA Dinas Kebudayaan & Pariwisata Prov. Jatim Dinas Sosial Prov. Jatim Badan Diklat Dinas Kehutanan Prov. Jatim Badan Perpustakaan & Kearsipan Prov. Jatim Dinas Peternakan Prov. Jatim PU Cipta Karya & Tata Ruang Prov. Jatim Universitas Airlangga Biro Perekonomian RSJ Menur Prov. Jatim Disperindag Prov. Jatim Dinas PU Bina Marga Dinas Pertanian Prov. Jatim Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi & Kependudukan Prov. Jatim Dinas Perikanan & Kelautan Prov. Jatim RSU Haji Dinas Pendidikan Prov. Jatim Dinas PU Pengairan Dinas Perhubungan & LLAJ Dinas Pendapatan Prov. Jatim RSUD Dr. Soetomo Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. SEJUMLAH 2,000,000 2,190,000 2,295,000 2,381,500 2,673,000 2,681,250 2,861,250 3,000,000 3,037,500 3,069,000 3,142,500 4,192,500 4,224,375 4,450,000 5,305,000 6,923,250 7,415,000 7,596,000 8,879,250 10,264,500 79,095,750

Baz Propinsi Jawa Timur Daftar Penyaluran Dana Konsolidasi Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2011
1 DANA ZAKAT • Ibnu Sabil • Plesterisasi Rumah Dhuafa • Bantuan Beasiswa SMA/SMK/MA Jumlah 2 DANA INFAQ/SHADAQAH • Bantuan Modal Bergulir (146 UKM Mikro/Dhuafa) • Fasilitator Program Pemberdayaan Ekonomi • Perawatan Peralatan • Fasilitator Program Div. Umum • Media Dakwah Bil Qalam • Sosialisasi Zakat • Program Kajian Donatur • Fasilitator Layanan Jemput Zakat • Fasilitator Layanan Penerangan Zakat • Bantuan sarana Pendidikan SD/SMP • Bantuan Pendidikan Bimbingan Belajar Dhuafa • Fasilitator Div. Pendistribusian • Layanan Kesehatan Ambulance • Bantuan Sosial Keagamaan • Pengobatan Gratis • Layanan Klinik Dhuafa (Al Ikhlas & Al Haromain) Jumlah 3 DANA JASA BANK • Administrasi & Pajak Desember 2011 • Sekretariat Jumlah Total Penyaluran
1. Laporan ini disusun berdasarkan setoran dana ZIS per tanggal 20 setiap bulan. Bagi UPZ yang belum dimuat mohon konfirmasi ke 031-5613661 2. UPZ yang menyetorkan dana ZIS melalui bank, mohon konfirmasi dengan mengirimkan bukti transfer melalui Fax

Rp Rp Rp

2,920,000.00 10,000,000.00 7,701,005.00 Rp 20,621,005.00

Daftar Penerimaan Infaq Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZ Prov. Jatim Bln. Desember 2011 Yang Ditransfer Via Bank (Dalam Rupiah)
NO.
1 2 3 4 5 6 7 8

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

146,000,000.00 3,057,500.00 1,623,000.00 7,549,290.00 13,559,000.00 19,252,500.00 40,802,295.00 10,178,809.00 5,885,000.00 1,000,000.00 2,300,000.00 8,662,200.00 5,472,480.00 37,593,700.00 6,700,000.00 25,770,275.00 Rp 335,406,049.00

UNIT KERJA
Bakorwil Madiun PSPA Bima Sakti Batu Balitbang BPJ UPT RSGP Pasuruan UPT RSTS Kediri Nov UPT PSAA Trenggalek UPT PSLU Pasuruan Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

SEJUMLAH
150,000.00 352,500.00 978,750.00 126,000.00 63,000.00 62,625.00 88,875.00 266,300.00

NO.
9 10 11 12 13 14 15 16

UNIT KERJA
UPT Pelatihan Kerja PU Provinsi RS PARU BATU Agt RS PARU BATU Juni Juli UPT Bina Marga Banyuwangi UPT RSCN Malang Biro Organisasi Bina Marga Kediri

SEJUMLAH
Rp. 393,000.00 Rp. 262,500.00 Rp. 1,226,000.00 Rp. 1,226,000.00 Rp. 208,000.00 Rp. 140,000.00 Rp. 544,000.00 Rp. 806,300.00

NO.
17 18 19 20 21 22 23 24

UNIT KERJA
RSCG Tuban UPT BinA Marga Biro Hukum Bina Marga Tulungagung Baristand Biro Umum BAKORWIL Malang UPT MATERIA MEDIKA BATU Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

SEJUMLAH
64,000.00 2,801,250.00 1,870,000.00 215,625.00 1,023,000.00 1,972,500.00 575,000.00 307,500.00

Rp Rp

552,098.50 12,496,110.00 Rp Rp 13,048,208.50 369,075,262.50

16

| Warta BAZ

Edisi 119 | Februari 2012 |

17

sekitar kita

Balada Sandal Jepit dan Jembatan Maut

Oleh M. Anwar Djaelani,
Peminat masalah sosial-keagamaan

D

i negeri ini, wajah paradoksal mudah kita temui terutama jika menyangkut rasa keadilan dan kesejahteraan. Keduanya -keadilan dan kesejahteraan- seperti hanya berpihak kepada pemimpin atau pejabat dan tidak untuk rakyat.

Kemana Empati?
Sebenarnya daftar ironi di sekitar kita lumayan panjang. Tapi, balada sandal jepit dan jembatan maut kiranya cukup mewakili kegelisahan publik atas masih tingginya kesenjangan antara ‘janji-janji manis’ para pemimpin dengan realita. Lihatlah ketimpangan itu! Mereka -para pemimpin itu- bicara berapi-api tentang hukum yang harus ditegakkan untuk menjamin rasa keadilan. Tapi, apa yang kemudian dirasakan rakyat? Lihatlah ‘kasus sandal jepit’ di Palu! Mereka –para pemimpin itu- gemar berjanji untuk menyegerakan datangnya kesejahteraan yang merata. Namun, apa yang dihadapi rakyat sehari-hari? Lihatlah ‘kisah jembatan maut’ di Lebak! Mari buka cerita itu. Pertama, tentang ‘kasus sandal jepit’ di Palu. Situs www. regional.kompas.com 04/01/2012 menulis, bahwa “Lantaran dituduh mencuri sandal jepit bekas, AAL diadili di Pengadilan Negeri Palu. Siswa SMK kelas I itu didakwa atas tuduhan mencuri sandal jepit butut milik Brigadir Polisi Satu (Briptu) Ahmad Rusdi Harahap, anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah. Jaksa mendakwa siswa SMK itu dengan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman sekitar lima tahun” .

Banyak yang menyesalkan kejadian itu. Judul berita di www.pekanbaru.tribunnews. com 07/01/2012 berikut ini cukup mewakili kegelisahan publik atas ironi itu: “Korupsi Kakap Lolos, Pencuri Sandal Jepit Diadili” . Intinya, banyak pihak yang terkejut dengan kasus bocah AAL (berusia 15 tahun) yang harus melalui proses hukum di Pengadilan. Tak pelak, kasus ini menyita perhatian publik, dan bahkan mendapat respon masyarakat internasional. Singkat kata, ironi itu bisa dijuduli ‘Hukum masih tebang pilih’. Hukum masih seperti sebilah pisau, yang hanya tajam ‘mengiris’ bagian yang di bawah (baca: rakyat kecil) dan tumpul saat berhadapan dengan yang di atas (baca: rakyat besar alias pemimpin atau pejabat). Kedua, tentang ‘kasus jembatan maut’ di Lebak. Di pertengahan Januari 2012, banjir merusak sejumlah jembatan di Lebak – Banten, termasuk jembatan gantung di atas Sungai Ciberang. Setelah diterjang banjir, kondisi jembatan gantung itu sangat berbahaya. Jembatan di wilayah Desa Sangiangtanjung, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, itu kondisinya rusak berat. Namun, karena masih dianggap pilihan terbaik, jembatan rusak itu tetap dilintasi warga, termasuk pelajar yang bersekolah di lokasi seberang sungai itu. Maka, di banyak media, tersebarlah foto-foto yang mendebarkan, yang memerlihatkan bagaimana saat murid-murid meniti jembatan rusak itu. Tangan mereka menggelayut pada sebuah pegangan, sementara kaki mereka berpijak pada

sesuatu yang tak rata dan rapuh. Atau, mereka berjalan di atas kawat sling jembatan, yang jika itu putus maka entah akan seperti apa nasib mereka. Sebab, di bawahnya, air Sungai Ciberang deras mengalir. Dan –sebagaimana ‘kisah sandal jepit’, berita dan foto dari ‘kisah jembatan maut’ itu juga mendunia. Publik heboh! Bahwa betapa jembatan gantung –yang kata sebagian orang- ala ‘Indiana Jones’ itu tetap dilintasi banyak warga, mulai dari anak-anak sekolah hingga nenek-nenek lanjut usia. Terkait itu, Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Lebak -Wawan Kuswantomengatakan, pemerintah daerah saat ini membangun jalan alternatif yang menghubungkan antardesa di wilayah itu dengan biaya sekitar Rp. 400 juta (www. mediaindonesia.com 23/01/2012). Terutama atas ‘kisah jembatan maut’ itu, rasa sesak publik semakin membuncah karena ironi itu terjadi hampir bersamaan dengan berkelebatannya berita uang rakyat yang dihambur-hamburkan untuk sekadar mendongkrak fasilitas para ‘wakil rakyat’ di DPR. Di satu sisi, pelajar mesti ‘berakobrat’ bertaruh nyawa dengan melintasi ‘jembatan maut’untuk bersekolah. Sementara, para ‘wakil rakyat’ sibuk dengan dirinya sendiri, dengan ‘acara’ renovasi ruang Banggar DPR berbiaya Rp 20 miliar. Konon, untuk kursinya saja diimpor dari Jerman dan berharga Rp. 24 juta sebuah. Untuk kali ke sekian, uang rakyat dalam jumlah besar digunakan tanpa prioritas, tanpa melihat sekelilingnya. Maka, mencermati ini, kita merasakan tumpulnya empati dari rata-rata pemimpin atau pejabat kita. Andai empati mereka bekerja dengan baik, mereka akan bekerja sesuai dengan skala prioritas. Misal, tentang urgensi renovasi ruang Banggar DPR itu. Berdasar laporan

sebuah media, ruang Banggar yang lama ternyata masih sangat layak digunakan. Lalu, jika demikian, siapakah ‘wakil rakyat’ itu sebenarnya? Empati –rupanya- harus terus diasah oleh para pemimpin atau pejabat kita. Sebab, masalah ini –yaitu ketiadaan empati- telah berlangsung lama dan menyentuh berbagai ‘lapisan’ pemimpin. Misal, pada 2010, ada kabar bahwa baru bekerja sekitar dua bulan, para menteri (plus sejumlah pejabat tinggi lain) mendapat fasilitas mobil dinas baru yang disebut-sebut berharga Rp. 1,3 M. Saat itu, publik juga ramai menyoal. Intinya, publik ‘berteriak’ tentang praktik ketidakadilan yang kasat mata: bukankah para pejabat itu baru bekerja? Bukankah mobil dinas yang lama masih bagus? Bukankah mobil dinas yang lama itu masih berfungsi dengan baik? Dan, –terutama- bukankah mobil dinas yang baru itu berharga sangat mahal? Sampai kapan potret seperti ini akan berakhir? Sampai kapan ironi semisal itu tak ada lagi di sekitar kita? Mana empatimu, wahai para pemimpin?

Ayo, Berubah!
Baiklah, kita akui: negeri ini kaya-raya, tapi miskin pemimpin berkategori teladan. Namun demikian, optimisme wajib kita kedepankan jika memang kita punya kesadaran untuk berubah. Syarat untuk itu relatif sederhana: ajaklah para pemimpin itu untuk malu jika tak bisa menyejahterakan rakyatnya. Ajaklah mereka untuk malu jika berbuat salah, termasuk saat mereka menciderai janji-janji manis mereka di masa-masa kampanye dulu. []
Edisi 119 | Februari 2012 |

18

| Warta BAZ

19

tafakkur

Bersyukur saat Sehat, Bersabar saat Sakit
lebih bersyukur kepada Allah yang telah memberi kita kesehatan? Dalam konteks inilah, kita menjadi lebih teringat lagi akan Rasulullah Muhammad SAW yang menasihati kita untuk “Memanfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara yang lain” Salah satu . dari kelima hal itu adalah memanfaatkan saat sehat sebelum datang masa sakit. Tetapi, tetap saja banyak yang lalai terhadap nasihat yang sangat berharga itu. Sehingga, kerap terjadi penyesalan yang datang kemudian dan –tentu saja- itu tak akan pernah bisa memerbaiki keadaan yang telah terjadi. Misalnya, seorang pemuda gagah yang sebelumnya memiliki sepasang kaki normal, lalu kaki itu tak bisa selincah dulu digerakkan ke mana-mana sekehendak hatinya karena diamputasi lantaran kecelakaan. Kecelakaan itu terjadi akibat ulah dia sendiri yang ugalugalan di jalan raya. Tentu saja, salah satu akibatnya, peluang dia lalu berkurang untuk menghasilkan aneka karya dan prestasi yang baik. Oleh karena itu, sungguh benar Rasulullah SAW yang memberi teladan agar jika ada di antara saudara, kerabat, dan

Ada pameo yang cukup menarik dan ada benarnya dalam memandang makna sehat dan sakit. “Kesehatan itu bukanlah segala-galanya. Tetapi, ketika kita sedang sakit maka segala yang kita miliki lalu seperti tak berarti apa-apa” . Saat Sehat
Sesungguhnya, pameo itu memiliki pesan yang cukup kuat. Bahwa kesehatan itu merupakan salah satu nikmat Allah yang besar. Tetapi sayang, sebagian manusia tak menyadarinya dan apalagi lalu mengiringinya dengan bersyukur kepadaNya. Misalnya, saat kita sehat, adakah kita pernah membayangkan bahwa –kelak, boleh jadi- karena suatu penyakit, sistem syaraf otak kita tak mampu bekerja normal lagi. Daya ingat terbatas. Kontrol atas gerakangerakan anggota tubuh menjadi berkurang atau bahkan hilang. Setelah membayangkan itu, adakah kita lalu (lebih) bersyukur kepada Allah yang telah memberi kita kesehatan? Atau, contoh yang lain. Pernahkan kita membayangkan: Tersebab sebuah kecelakaan atau sebab lain, lalu sistem tubuh yang kita miliki tak lagi bekerja dengan sempurna. Kaki –misalnya- menjadi lumpuh atau tangan harus diamputasi. Atau, kerja jantung harus ‘dibantu’ alat pacu. Atau, ginjal gagal bekerja dan -oleh karena itu- harus cuci darah sepekan sekali dengan bantuan mesin. Dan, seterusnya. Setelah membayangkan semua itu, adakah kita lalu

sahabat kita sedang sakit, agar kita datang menjenguknya, baik itu di rumahnya atau di rumah sakit. Sebab, terutama jika kita ke rumah sakit, maka kita bisa semakin sadar bahwa betapa berharga dan mahalnya sehat itu. Di rumah sakit, bisa kita saksikan semua lapisan umur: Muda atau tua. Semua lapisan sosial: Miskin atau kaya. Semua lapisan kedudukan: Rakyat jelata atau kaum berpangkat. Semua lapisan penyakit: Dari yang sederhana hingga yang belum ditemukan obatnya. Pemandangan itu semua bisa memberi pelajaran yang jelas: Sehat itu mahal dan berharga. Maka -oleh karena itu- bersyukurlah dengan cara memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk banyak beramal shalih.

Ketika Sakit
Siapapun yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka ia akan diberi ujian. Adapun ujian itu beragam bentuknya, seperti sakit, misalnya. Tetapi, apapun tetap ada hikmahnya. Hikmah sakit –antara lain- membuat kita lebih meyakini makna kekuasaan dan kasih sayang Allah. Sebab, ternyata, jika kita mendapat sakit, dan kita bisa menyikapinya dengan benar yaitu bersabar dan introspeksi, maka Allah menjanjikan sejumlah kemudahan dan pahala. Kesabaran yang indah saat kita sakit itu adalah kesabaran yang tidak disertai dengan keluhan, kecuali kepada Sang Khaliq. Kepada Allah, dibolehkan kita mengeluh, bahkan diperintahkan. Bisa dicatat keluhan (baca: do’a) Nabi Ayub a.s. yang diberi Allah sakit berkepanjangan: “(Yaa Allah, yaa Tuhanku) Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua penyayang” (QS Al-Anbiyaa’ [21]: 83). Terlihat, apa yang diutarakan Nabi Ayub a.s. di atas, sangat indah. Ia mengadu, hanya

kepada Allah. Dan, ia tidak langsung meminta kesembuhan. Ia sekadar mengakui bahwa ia sedang sakit, dan memperbarui (lebih tepat: mengulang-ulang) persaksian bahwa Allah itu Maha Penyayang. Selebihnya, terserah kepada Kehendak Allah. Yang jelas, kita harus selalu berbaik sangka kepada Allah. Sebab, bukankah ada sabda Rasulullah SAW, bahwa: “Tidaklah dari seorang Muslim yang tertimpa penyakit –sakit atau yang semisalnya-, kecuali Allah SWT merontokkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana rontoknya pohon akan daundaunnya” (HR Bukhari-Muslim). Dan, hadits yang semakna dengan itu, cukup banyak. Seperti Nabi Ayub a.s., kita tak boleh mengeluh kepada sesama manusia. Tetapi, jika sekadar memberi tahu terhadap saudaranya, atau temannya, juga ke dokter yang merawatnya sebatas yang perlu diketahui dan tak disertai keluhan, itu dibolehkan. Lalu, hal-hal apa saja yang patut dilakukan si sakit? Yaitu,: pertama, sabar. Kedua, takut kepada Allah dengan mengharap kebaikanNya dan berbaik sangka atas derita itu. Ketiga, dilarang mengharap kematian. Keempat, melazimkan wirid dan do’a, serta memperbanyaknya. Kelima, menjaga hal-hal, seperti: 1). Memerbaiki akhlaq, 2). Menjauhi pertikaian dalam urusan-urusan dunia, 3). Membiasakan membaca Al-Qur’an, 4). Dzikir, 5). Membaca sirah Rasulullah SAW, 6). Menjaga shalat-shalat, 7). Bertobat, 8). Selalu mengingat kematian, 9). Meninggalkan kezaliman dan kemaksiatan, 10). Memerbanyak melakukan ketaatan-ketaatan, dan 11). Jika ia memegang hak-hak orang lain, bersegeralah untuk dilimpahkan kepada pemiliknya. Sungguh, Islam itu indah pada semua sisinya. Jika seorang Muslim mendapat nikmat (antara lain, sehat), maka ia akan bersyukur. Dan, sebaliknya, jika ia mendapat ujian (antara lain, sakit), maka ia akan bersabar. []
Edisi 119 | Februari 2012 |

20

| Warta BAZ

21

renungan

‘Pintu’ untuk Bersedekah Itu Banyak
Sering kita bersedih jika merasa tak mampu bersedekah gara-gara tak punya cukup uang. Kesedihan itu muncul, karena kita merasa gagal untuk ikut meringankan beban orang lain. Beralasankah sikap itu?
Peluang Sama
Selama ini, berdasarkan QS Al- Baqarah [2]: 261-262 kita termotivasi untuk rajin berinfaq / bersedekah di jalan Allah. Sebab, imbalan yang disiapkan Allah luar biasa besar, ganjarannya sampai 700 kali lipat. Terkait ini, bisa saja ada yang lalu mengambil kesimpulan cepat: Bahwa orang-orang yang berharta memiliki peluang mendapat pahala jauh lebih banyak ketimbang yang tak berpunya. Lalu, bagaimana dengan kaum tak berpunya? Allah Maha Adil. Sebab, yang tak berharta juga bisa mendekatkan diri kepada Allah dengan bersedekah juga. Caranya? Lewat berbagai kebaikan yang dilakukan mereka. Bahkan -boleh jadisedekah kebaikan lebih utama ketimbang sedekah harta. Perhatikanlah! “Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun” (QS AlBaqarah [2]: 263). Kaya atau tak kaya, jika kita bertaqwa, masing-masing berpeluang sama untuk beramal-shalih, termasuk bersedekah. “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS Al-Hujuraat [49]:13). Sekali lagi, kaya atau tak kaya, punya kesempatan yang sama. Orang berharta bisa meraih pahala sedekah dengan harta, sedangkan yang tak berpunya bisa mendapatkannya lewat beragam amal shalih yang setara nilainya. Tentang peluang bersedekah, berikut adalah sebuah dialog menarik antara Nabi SAW dengan sejumlah Sahabat, seperti yang diriwayatkan Bukhari. Bahwa, sabda Rasulullah SAW, “Setiap Muslim wajib bersedekah” . Para Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika dia tidak mempunyai apa-apa?” Nabi SAW menjawab, “Hendaknya dia bekerja dengan tangannya, mengambil sebagian untuk dirinya, dan bersedekah darinya” . Para Sahabat bertanya, “Bagaimana jika dia tidak mampu atau tidak melakukannya?” Nabi SAW menjawab, “Hendaklah dia membantu orang teraniaya yang membutuhkan pertolongan” . Para Sahabat bertanya, “Jika dia tidak melakukannya?” Nabi SAW menjawab, “Hendaklah ia memerintahkan yang ma’ruf.” Mereka bertanya, “Jika ia tidak melakukannya?” Beliau SAW menjawab, “Hendaklah dia menjauhkan diri dari kejelekan, karena yang demikian juga merupakan sedekah.” Sementara, dalam hadits yang lain, Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa sedekah tidak mesti dengan materi. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Setiap persendian manusia mempunyai kewajiban bersedekah pada setiap hari ketika matahari terbit. Engkau berlaku adil antara dua orang adalah sedekah. Engkau membantu seseorang dengan cara membantunya naik ke atas kendaraannya atau engkau angkatkan barang-barangnya ke atas kendaraan adalah sedekah. Setiap langkah menuju shalat adalah sedekah. Dan menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah” (HR Muslim). Tentang media sedekah yang lain, berikut ini riwayat yang senada. Dari Abu Dzar RA, dia berkata: Sesungguhnya sebagian dari para sahabat Rasulullah SAW berkata kepada Nabi SAW: “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala. Mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Nabi SAW bersabda: “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kamu sesuatu untuk bersedekah? Sesungguhnya tiap-tiap tahmid adalah sedekah, tiap-tiap tahlil adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah kemunkaran adalah sedekah, dan hubungan suami-istri adalah sedekah.“ Mereka bertanya: ”Wahai Rasulullah, apakah jika salah seorang di antara kami memenuhi syahwatnya, dia mendapat pahala?“ Rasulullah SAW menjawab: ”Tahukah engkau, jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa. Maka, demikian pula jika dia memenuhi syahwatnya pada yang halal, dia akan mendapat pahala“ (HR Muslim). Riwayat-riwayat itu menunjukkan secara gamblang tentang mudahnya bersedekah. ‘Sekadar’ bertasbih, sudah bersedekah. Beramar ma’ruf nahi munkar, tercatat sebagai bersedekah. Memindahkan ke tempat yang aman batu atau duri yang menjadi penghalang di jalan, terekam sebagai bersedekah. Hanya saja, jika ingin semua amal kita bernilai sedekah, jangan lupa untuk melandasinya dengan niat mengharap ridha Allah. Misal, tentang hubungan suamiistri akan bernilai sedekah jika dilakukan oleh pasangan itu dengan niat menaati syariat Allah. Bahwa, hubungan suami-istri dinilai sebagai ibadah jika diniatkan untuk memenuhi hak dan kewajaban sebagai suami atau istri secara ma’ruf, atau untuk mendapatkan anak yang shalih, atau untuk menjauhkan diri dari zina, atau untuk tujuantujuan baik lainnya.

Siapapun dan Kapanpun
Terlihat, bahwa jalan untuk bersedekah itu sangat beragam. Tak mesti dengan harta. Tidak mesti dengan uang. “Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar ma’ruf dan nahi munkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah” (HR Tirmizi). Jadi, untuk bersedekah tak mesti menunggu kaya. Untuk bersedekah tak harus menanti hari atau bulan baik. Sebab, bersedekah itu bisa dilakukan siapa saja dan kapan saja. Soal pahala? Siapapun yang bersedekah, akan mendapatkan pahala melimpah, baik di dunia maupun di akhirat. []
Edisi 119 | Februari 2012 | 23

22

| Warta BAZ

hikmah

Bergegas Tunaikan Zakat, Terpuji!
Zakat (juga infaq dan sedekah) harus kita utamakan pelaksanaannya. Sungguh, akan mulia yang menunaikannya dengan baik. Sebaliknya, akan celaka yang mengabaikannya. Alat Dakwah yang Efektif
Dalam kaitan dengan hikmah, ada peristiwa menarik yang kemudian bisa kita simpulkan bahwa pemberian zakat, infaq, atau sedekah bisa menjadi alat dakwah yang strategis. Pada waktu futuh Mekkah (kaum Muslimin masuk kembali ke Mekkah sebagai pihak pemenang), Shafwan bin Umayyah diberi kebebasan / keamanan oleh Rasulullah SAW dan diberi kesempatan untuk memikirkan dirinya selama empat bulan. Lantas dia menghilang, lalu hadir kembali dan kemudian turut berperang bersama kaum Muslimin dalam Perang Hunain, yang ketika itu dia belum menjadi Muslim. Dalam peperangan itu Rasulullah

SAW meminjami Safwan bin Umayyah senjata-senjatanya. Kemudian Rasulullah SAW memberinya pula beberapa ekor unta. Pada peristiwa di atas, Imam Muslim dan Imam Tirmidzi telah meriwayatkan pula melalui Said bin Musayyib, bahwa Safwan bin Umayyah berkata: “Demi Allah, Rasulullah SAW telah memberi kepadaku, padahal beliau adalah orang yang paling aku benci. Akan tetapi, beliau tidak pernah berhenti memberi kepadaku, sehingga beliau menjadi orang yang paling aku sayangi” Dan, ternyata, . kemudian Safwan bin Umayyah menjadi Muslim yang baik. Sejalan dengan kisah itu, ada pula sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad Shahih dari Anas RA. Bahwa Rasulullah SAW tidak pernah dimintai sesuatu untuk kepentingan Islam, kecuali pasti beliau memenuhi permintaan tersebut. Pernah datang kepadanya seseorang meminta sesuatu, lalu beliau memerintahkan mengambil bagian yang banyak dari harta zakat, terletak di antara dua gunung. Lantas orang itu kembali kepada kaumnya dan berkata: “Wahai kaumku, masuk Islamlah kamu sekalian, karena sesungguhnya Muhammad itu memberi laksana pemberian orang yang tidak kuatir dirinya menjadi fakir” .

Buruk bagi Pengingkar
Inilah hal-hal yang harus ditakutkan oleh para pengingkar zakat: 1). Harta bendanya akan berubah menjadi azab di akhirat. “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan bathil dan mereka menghalanghalangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orangorang yang menyimpan emas serta perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah,

maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: ‘Inilah hartabendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu’.” (QS At-Taubah [9]: 34-35). 2). Dianggap mengambil harta para mustahik bagi yang enggan berzakat. Siapa mustahik? Perhatikanlah! “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana (QS At-Taubah [9]: 60). Maka, berdasar QS At-Taubah [9]: 60, ada delapan pihak yang berhak menerima zakat, yaitu: a). Orang fakir, yaitu orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya. b). Orang miskin, yaitu orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan. c). Pengurus zakat, yaitu orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat. d). Muallaf, yaitu orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah. e). Memerdekakan budak, mencakup juga untuk melepaskan muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir. f ). Orang berhutang, orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya. g). Pada jalan Allah (sabilillah),

yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. Di antara mufasirin ada yang berpendapat bahwa fii-sabilillah itu mencakup juga kepentingankepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain. h). Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat dan mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya. 3). Mengundang azab Allah dalam kehidupan di dunia ini, jika enggan berzakat. Misal, akan terjadi kemarau yang panjang. 4). Keberkahan harta dan kemaslahatan hidup akan hilang / berkurang. 5). Bisa diperangi, sebagaimana dulu Abu Bakar Ash- Shiddiq pernah memerangi orang yang enggan berzakat. 6). Bisa diisolasi, sebagaimana Rasulullah SAW dulu pernah akan melakukan isolasi sosial bagi orang yang enggan untuk berzakat.

Menuju Bahagia
Berdasarkan sejumlah penelitian, potensi zakat kita -terutama yang bersumber dari kota-kota besar- sangat besar, belasan triliun tiap tahun. Tapi, dari potensi itu yang tergali sungguh sangat sedikit. Padahal, jika potensi zakat itu terealisasi dengan sebaik-baiknya dan lalu dikelola dengan baik pula, maka hal itu –insyaAllahakan sanggup mendatangkan kesejahteraan bagi umat Islam. Jadi, ayo bekerja keras dan tetap jujur, sehingga kita bisa mendapat rizki yang banyak dan halal. Setelah kita berstatus muzakki, segera tunaikanlah zakat. Itu bukti kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Semoga, dengan sikap yang sigap bergegas ‘membereskan’ kewajiban berzakat, kita akan segera merasakan berbagai janji Allah tentang pelipat-gandaan ganjaran dari-Nya, baik berupa pahala maupun materi. InsyaAllah, balasan Allah yang membuat kita bahagia itu akan datang dengan cepat. Allahu-Akbar! []
Edisi 119 | Februari 2012 |

24 |

Warta BAZ

25

psikologi keluarga

Jangan Sepelekan Bersin Berulang-ulang

B

ersin merupakan mekanisme fisiologik yang normal dari hidung yang sering terjadi pada pagi hari untuk membersihkan diri dari benda asing. Bersin dianggap patologik jika terjadinya lebih dari 6 kali setiap serangan, sebagai akibat dilepaskannya histamin. Bersin berulang-ulang lebih dari 6 kali dan sering terjadi merupakan salah satu gejala dari rinitis alergik yang tidak boleh disepelekan karena akan mengganggu kualitas hidup dan aktifitas sehari-hari serta dapat menjadi kronis dan dapat menimbulkan komplikasi beberapa jenis penyakit. Rinitis alergik adalah gangguan fungsi hidung yang terjadi setelah paparan alergen melalui peradangan mukosa hidung yang diperantarai IgE. Reaksi mukosa hidung akan menimbulkan gejala obstruksi aliran udara, sekresi, bersin, dan rasa gatal. Sumbatan hidung disebabkan oleh pembengkakan mukosa dan secret yang kental. Penyakit yang disebabkan karena alergi (rinitis alergik, asma, eksim ) bersifat menurun (genetik). Rinitis alergik biasanya mulai timbul pada masa anak.

dan partikel, seperti debu rumah, tungau/ kutu debu rumah, jamur, bulu binatang peliharaan, bau-bauan menyengat, asap dan serbuk/tepung sari bunga yang ada di udara. Positif atau negatif alergi dapat diketahui dari uji laboratorium (IgE total, IgE spesifik) sedangkan pencetus alergi (allergen) dapat diketahui dari hasil skin test. Pencetus alergi, terutama makanan (alergen Ingestan, antara lain: susu, telur, coklat, ikan dan udang) pada masing-masing individu dapat berbeda. Alergen hirupan/ alergen inhalan merupakan alergen terbanyak penyebab serangan gejala rinitis alergika. sedang pada bayi dan balita, makanan masih merupakan penyebab yang penting. Susu sapi sering menjadi penyebab walaupun uji kulit sering hasilnya negatif Polutan seperti asap rokok, karbon oksida, nitrogen, dan sulfur dioksida. akan memperberat rinitis. Aspirin, dan obat anti inflamasi non steroid dapat mencetuskan rinitis alergik pada penderita tertentu. Dengan mengetahui faktor penyebab dan menghindarinya maka dapat mengurangi kekerapan timbulnya gejala alergi.

Paparan alergen dapat memicu rinitis alergi.
Rinitis alergik merupakan inflamasi mukosa saluran hidung dan sinus yang disebabkan alergi terhadap udara dingin

Gejala rinitis alegik
1. Bersin berulang-ulang (umumnya bersin lebih dari 6 kali) sering kali terjadi pada pagi dan malam hari. 2. Hidung mengeluarkan cairan/ingus encer dan banyak.

3. Dapat menyebabkan hidung tersumbat serta batuk parah. 4. Rasa gatal pada hidung, mata, telinga dan tenggorok. Terkadang disertai dengan lakrimasi (banyak air mata keluar) dan mata menjadi merah. 5. Badan menjadi lemah dan tak bersemangat. Sesuai dengan derajat beratnya penyakit, rinitis alergik dibagi menjadi dua, yaitu: rinitis alergik ringan dan rinitis alergik sedangberat. Pada rinitis alergik ringan, pasien dapat melakukan aktivitas sehari-harinya dengan baik, tidur tidak terganggu, dan tidak ada gejala yang berat. Sebaliknya pada rinitis alergik sedangberat, aktivitas sehari-hari pasien tidak dapat berjalan dengan baik, tidur terganggu, dan terdapat gejala yang berat. Meskipun bukan penyakit berbahaya yang mematikan, tetapi mempengaruhi kualitas hidup penderitanya, aktivitas sehari-hari menjadi terganggu dan perlu biaya untuk pengobatannya. Penatalaksanaan rinitis alergik meliputi: edukasi, pencegahan, farmakoterapi (dengan obat-obatan), operasi (konkotomi) dan imunoterapi. Yang terbaik adalah pencegahan, tetapi jika terjadi serangan segera lakukan farmakoterapi. Farmakoterapi untuk rhinitis sifatnya hanya mengurangi gejala pada saat serangan tetapi tidak bisa menghilangkan sifat alerginya, sedangkan imunoterapi memberi allergen dalam jumlah kecil secara bertahap dalam waktu yang lama (dapat lebih dari 3 tahun) dengan harapan dapat menghilangkan sensitivitas tubuh terhadap alergen. Jika rinitis tidak segera diobati, maka dapat menjadi kronis dan dapat menimbulkan komplikasi antara lain: asma bronchial, polip hidung, sinusitis paranasal,

hipertyopi tonsil , adenoid, gangguan kognitif, obstruksi tuba Eustachian, efusi telinga bagian tengah dan otitis media (terutama pada anak-anak). Pencegahan dengan cara menghindari kontak dengan alergen penyebabnya, misalnya dengan cara menghindari atau meminimalkan kontak dengan allergen: menjaga kebersihan rumah, tidak menggunakan karpet, tidak memelihara hewan peliharaan. Untuk penderita alergi dingin, ketika udara dingin gunakanlah baju tebal dan kumur-kumur dengan air hangat untuk menghilangkan rasa gatal pada tenggorokan. Jika alergi terhadap makanan, maka hindarkan mengonsumsi makanan pencetus alergi.

Farmakoterapi (terapi dengan obat-obatan)
Rinitis alergik tidak dapat disembuhkan secara total sehingga tujuan pengobatan adalah untuk menguragi gejala dan mencegah komplikasi. Terapi dengan obat-obatan seperti antihistamin H-1 (antihistamin generasi pertama: CTM, prometazin atau antihistamin generasi kedua: fexofenadine, terfenadin) yang dapat dikombinasi dengan kortikosteroid (oral: prednisone; semprotan: budesonid) dan dekongestan (semprotan hidung: nafazolin). Antihistamin generasi kedua lebih aman karena sedikit menyebabkan kantuk. Ada pula antihistamin dalam bentuk semprot hidung, yang berisi azelastin yang bekerja kurang dari 30 menit dan mempunyai efek samping yang relatif ringan. Antihistamin bekerja dengan baik untuk mengobati gejala alergi, terutama bila gejala tidak sering terjadi atau tidak berlangsung lama. [] Yuli Achtien
Edisi 119 | Februari 2012 |

26 |

Warta BAZ

27

tafakkur

M

“PUBER KEDUA”
Adanya ketertarikan pada wanita/pria lain, biasanya yang lebih muda, saling merayu, memuji, makan malam bersama, melihat bioskop bersama dan sebagainya. Hal ini bukan karena semakin matangnya organ reproduksi sebagaimana pubertas remaja, namun lebih pada pembuktian diri bahwa mereka masih produktif dalam urusan percintaan. Kondisi yang sebenarnya justru pada usia 40 tahunan, kemampuan reproduksi sudah mulai menurun, kekuatan fisik sudah mulai melemah. Namun karena pada usia tersebut justru sebagian besar pria/wanita mulai hidup mapan secara materi, karier menanjak, matang pola pikirnya, maka suami/istri memiliki dorongan untuk ‘bereksperimen’ dengan pasangan lain. Rentang usia 40 tahunan merupakan masa dimana seorang suami/istri memiliki kebutuhan agar eksistensi dirinya lebih diakui, dihargai dan diperhatikan. Sebab perhatian yang lebih dari pasangannya, membuat sesuatu yang menjadi kelemahan-kelemahan bukan lagi merupakan kekurangan dan apa yang menjadi kelebihan-kelebihan (karier, jabatan, dan lain-lain) semakin meningkat maksimal. Ketika kebutuhan-kebutuhan suami/istri pada masa “puber kedua” tersebut tidak terfasilitasi oleh pasangannya maka akan membuka peluang untuk para suami/istri mendapatkan fasilitas di luar rumah dengan pasangan lain. Ini merupakan awal terjadinya perceraian. Jadi, setiap suami/istri hendaknya menyadari dan memiliki antisipasi dalam menghadapi masa tersebut, sehingga “puber

Pertarungan di Masa

kedua” hanya dilewati bersama dengan pasangannya sahnya saja.

KOMITMEN MEMPERBAIKI DIRI
Semakin lama berumahtangga, problematika yang terjadi tentunya semakin kompleks, kesibukan pekerjaan yang semakin tinggi, acara-acara di luar rumah semakin padat, waktu bersama keluarga yang semakin berkurang, menyebabkan hak-hak suami/istri, keluarga tereliminasi, tidak adanya perhatian. Keadaan demikian berpotensi menimbulkan kejenuhan, kebosanan, ketidakpuasan, kekakuan berkomunikasi, pertengkaran, dan lain-lain. Perlu kita sadari, bahwa sebagai pasangan kita memiliki kekurangan. Di satu sisi terkadang membuat suami/istri terdholimi oleh sikap/perbuatan kita. Perlu kita sadari pula bahwa kecantikan/ ketampanan, kemolekan/kegagahan pasangan kita tidak akan abadi, itu akan memudar seiring bertambahnya usia. Oleh sebab itu hendaknya setiap suami/istri memiliki komitmen untuk selalu mengevaluasi diri dan perjalanan rumah tangganya, memperbaiki diri, mengingat kembali ‘MoU’ di awal pernikahan dan mengembalikan segala sesuatunya kepada aturan Allah. Dengan demikian masa-masa kritis pernikahan dapat dilalui dengan baik dan menjadikan hubungan yang semakin harmonis.

empertahankan usia pernikahan merupakan sebuah tantangan sekaligus perjuangan. Dibutuhkan seni dalam membina hubungan suami-istri, khususnya dalam masalah komunikasi. Dalam sejarah hidup bahtera rumah tangga, usia 40 tahunan dipandang sebagai usia kritis sebuah pernikahan, yang –jika tak berhati-hati- dapat berujung pada goyahnya sebuah ikatan suci. Sebagian besar beranggapan karena usia 40 tahunan merupakan masa “Puber kedua” sehingga , peluang setiap pasangan untuk jatuh cinta kepada yang lain sangat besar. Benarkah demikian?

LIKA LIKU “PUBER KEDUA?”
Pubertas dalam ilmu psikologi memiliki arti masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa remaja. Masa peralihan ini ditandai dengan matangnya organ reproduksi dan berkembangnya ketertarikan kepada masalah seksual. Pada masa ini remaja mulai memiliki perasaan suka, cinta, sayang terhadap lawan jenisnya. Seiring dengan perkembangan perasaannya tersebut, remaja mulai memperhatikan penampilannya sedemikian rupa untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Ketertarikannya pada lawan jenis biasanya ditunjukkan dengan perilakuperilaku tertentu, seperti; mengirimkan katakata romantis melalui SMS, menelpon tidak mengenal waktu, chatting, mengajak kencan berdua, dan lain-lain. “Puber kedua” merupakan analogi dari perilaku para suami/istri yang menyerupai perilaku remaja yang sedang jatuh cinta.

SAMPAI AKHIR HAYAT
Menjaga kesetiaan berarti membangun komitmen untuk tetap memberikan dan memupuk rasa sayang serta cinta hanya pada pasangan. Menjauhi penyimpangan, seperti perselingkuhan adalah wujud dari kesetiaan kepada pasangan. Dengan menjaga kehormatan diri dan kepercayaan terhadap pasangan, kesetiaan akan semakin terjalian kuat dan terhindar dari perselingkuhan.

Kesetiaan juga ditunjukkan dengan perilaku tidak saling membiarkan pasangannya dalam keburukan. Apabila berbagai Anandyah Retno Cahyaningrum, S.Psi. alumnus Psikologi Unair – peminat masalah sosial penyimpangan atau kemasyarakatan www.anandyah.com hal-hal yang tidak baik dibiarkan terjadi tanpa ada upaya pengingatan, merupakan pertanda memudarnya ikatan kesetiaan antara suami istri. Kesetiaan hendaknya harus senantiasa terjaga pada berbagai kondisi, baik dalam keadaan susah, senang, miskin, kaya, sakit, sehat, tua, muda, dan sebagainya. Bernostalgia dengan melihat foto kenangan bersama, mengungkapkan rasa cinta secara verbal, menyatakan cinta dengan ungkapan non-verbal (senyuman, belaian sayang, kemesraan hubungan, wajah ceria, intonasi kalimat yang lembut dan manja) akan semakin menguatkan perasaan cinta kepada pasangan kita. Rumah tangga yang baik dibangun oleh pribadi-pribadi yang baik, yang senantiasa meningkatkan kemampuan dan kapasitas diri untuk menjadi pasangan suami/istri yang baik. Kesadaran untuk istiqomah memperbaiki kekurangankekurangan pribadi merupakan modal sukses untuk mencapai kebahagiaan berumah tangga. []

28

| Warta BAZ

Edisi 119 | Februari 2012 |

29

uang dan saya

J

alan kaki dari rumah ke kantor. Sehat dan asyik kan? Ini adalah kalimat pembuka diskusi pada sebuah situs jejaring sosial yang saya tulis pada suatu pagi akhir januari 2012 ini. Saya menuliskannya sesaat sebelum berangkat meninggalkan rumah menuju kantor SNF Consulting yang bisa ditempuh sekitar 7 menit jalan kaki santai dari rumah. Ada banyak komentar menarik. Ada yang ingin melakukannya tetapi berat karena jarak dari rumah ke kantornya 23 kilometer. Ada yang menyebut nama Dahlan Iskan yang memang juga hobi jalan kaki dari rumah ke kantor sejak menjadi direktur PLN beberapa tahun lalu sebagai inspirasi. Ada yang selalu melakukannya karena rumah dan kantornya jadi satu. Masih banyak lagi komentar menarik lain.

Strategic Finance Specialist pada SNF Consulting, www.snfconsulting.com

Iman Supriyono,

Dari sekian komentar, ada satu yang menarik: Awas Xenia! Sebuah komentar yang mungkin bisa terasa tidak nyambung. Tetapi jadi nyambung karena beberapa hari yang lalu di Jakarta telah terjadi sebuah peristiwa tragis: 13 orang diseruduk mobil

Daihatsu Xenia saat sedang berjalan santai di trotoar kawasan Tugu Tani. Sembilan di antaranya meninggal dunia. Media harihari ini selalu dihiasi dengan pemberitaan besar-besar masalah ini. *** Hijaunya pepohonan dan tanaman hias di kampus ITS sungguh menarik hati untuk menjadi tempat olah raga lari pagi. Apalagi rumah saya memang tidak jauh dari kampus teknologi seluas hampir 200 hektar ini. Udaranya sejuk. Suasananya segar. Hampir di tiap ruas jalan ada jalur pedestrian yang bagus. Berolah raga sekaligus menikmati suasana. Apalagi olahraganya ditemani orang terdekat: istri. Makin cocok saja. Kampus ITS memang indah untuk lari pagi. Tetapi sebenarnya saya punya satu alasan lagi yang juga sangat penting: keselamatan. Ada poin penting dalam soal ini. Pertama, pemilihan olah raga lari pagi sudah mengandung unsur keselamatan. Saya tidak memilih misalnya bersepeda karena alasan ini. Bersepeda harus melalui jalan raya yang penuh dengan kendaraan yang bisa jadi kurang bersahabat dengan para pengendara sepeda. Kedua, lari pagipun harus memilih lokasi yang aman. Kampus ITS memenuhi point ini. Bukan semata mata karena lalu-lintasnya yang sepi. Tetapi yang lebih penting adalah karena jalur pedestriannya yang aman. Aman seperti apa? Salah satunya dan yang membuat saya senang adalah desainnya. Trotoar atau pedestrian pada

umumnya selalu dibuat persis di pinggir jalan. Tidak ada pemisah antara trotoar dengan badan jalan kecuali biasanya trotoar selalu dibuat dengan permukaan lebih tinggi daripada badan jalan. Di ITS, walaupun tidak seluruhnya, trotoar atau pedestriannya tidak mepet jalan. Antara pedestrian dengan badan jalan dipisahkan taman selebar sekitar 1 meter. Taman itu dipenuhi dengan tanaman hias, rumput hias dan pohon pohon tanaman keras. Di samping berfungsi untuk keindahan, keberadaan taman ini juga akan melindungi pejalan kaki dari ancaman kendaraan yang melaju dengan kencang di jalan. Lho, bukankah trotoar atau pedestriannya sudah lebih tinggi? Ternyata lebih tinggi saja tidak cukup. Berita kecelakaan Xenia yang saya tulis pada bagian awal dari tulisan ini menunjukkan ketidakcukupannya. Sembilan nyawa harus melayang karena kelalaian seorang pengemudi Xenia yang sedang terpengaruh efek sabu. Dengan kecepatan tinggi, mudah sekali bagi roda sebuah mobil untuk melompati ketinggian trotoar dan kemudian tanpa ampun membantai para pejalan kaki yang sedang bersantai atau berolahraga di pedestrian atau trotoar.

Andai saja trotoar di kawasan Tugu Tani Jakarta itu didesain seperti di ITS, tentu tidak akan ada berita melayangnya 9 nyawa itu. Laju Xenia akan tertahan pepohonan. Tentu media tidak menghiasi dirinya dengan berita kecelakaan itu. Ini pulalah rupanya yang menjadi alasan mengapa desain pedestrian atau trotoar di Singapura pada umumnya juga seperti yang ada di ITS. Ada taman pemisah antara badan jalan dengan jalur pedestrian. Desain yang aman. Aman bagi pejalan kaki. Supaya tidak ada lagi anak anak yang kehilangan ayah beserta seluruh peluang nafkah dari sang ayah gara-gara kelalaian pengemudi seperti kasus Xenia di Jakarta itu. Semoga Xenia di Tugu Tani Jakarta menjadi pelajaran. Semoga kelak segalanya menjadi lebih baik. Aamiin. []

30

| Warta BAZ

info BAZ

Bakti Sosial di Tiga Kabupaten

A

had (25/12/11) pagi, ratusan warga sudah antri di satu tempat di Dusun Dingin, Desa Siwalan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. Ada yang datang dengan berjalan kaki, naik sepeda motor juga ada sekelompok ibu-ibu yang naik mobil pickup. Ternyata mereka dari desa tetangga. “Kami bukan dari Desa Siwalan. Ada yang dari Desa Surowiti, Desa Prupuh dan yang lain. Kami dapat informasi ada pengobatan gratis. Makanya kami ke sini naik mobil bareng-bareng,” kata Mu’inah. Mereka tetap datang meskipun jalan menuju Desa Siwalan tidak mulus dan datar. Sekitar 1 km sebelum lokasi pengobatan, di kawasan hutan jati terdapat jembatan ambles pada salah satu sisi. Sementara di kedua sisinya juga miring sekitar 30 derajat. “Syukurlah sebelum kendaraan kami lewat, warga sudah menguruk. Tetapi ya tetap hati-hati karena jalannya miring,“ ujar sopir yang mengantar mereka.

Ya, pagi itu BAZ Jatim dan BAZ Gresik memang sedang menggelar bakti sosial di Desa Siwalan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Gresik, Moh Qosim dan Camat Panceng Hari Syawaluddin. Sementara dokter yang menangani ada 3 orang, dibantu 5 orang paramedis. Selain para pasien mendapat layanan pemeriksaan dan obat secara gratis, mereka juga diberi paket sembako senilai Rp 100 ribu berupa beras, gula, minyak goreng dan teh. Selain mengadakan bakti sosial di Gresik, BAZ Jatim juga menggelar kegiatan yang sama di dua kabupaten berbeda. Pada Ahad (22/01/12) pagi, BAZ Jatim memberikan layanan pemeriksaan dan obat secara gratis bagi warga Desa Sawotratap, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan dipusatkan di Masjid Sabilinnajah Sawotratap sejak pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB dengan dihadiri oleh sekitar 200 pasien. Kemudian pada Sabtu (28/01/12) pagi, BAZ Jatim bergeser ke Desa Sekardangan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri. Di sana, ada sekitar 200 pasien yang menerima layanan pemeriksaan dan obat secara gratis. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama BAZ Jatim dengan UKKI Universitas Negeri Surabaya.[]

Berbagi Kasih dengan Penderita Kanker
“Dalam kegiatan ini, BAZ Jatim dan DWP Jatim membagikan 50 kardus yang berisi susu dan beberapa macam makanan bernutrisi lainnya. Aksi kepedulian sosial ini diharapkan bisa membantu meningkatkan efektivitas pengobatan sekaligus menguatkan mental para penderita,” kata Kasno Sudaryanto. Poli Perawatan Paliatif dan Bebas Nyeri kini dapat berkembang dan menjadi sebuah instalasi tersendiri, bahkan kini menjadi salah satu pelayanan unggulan di RSUD Dr Soetomo. Sebelumnya, para petugas di poli tersebut harus bekerja keras. Sebab pada awalnya kurang mendapat respon karena paliatif adalah metode pengobatan yang relatif baru dan belum banyak yang mengerti. Tidak hanya itu, pasien penyakit kronis yang datang pun sempat berkurang karena kondisi fisik mereka yang buruk sehingga tidak mampu pergi ke rumah sakit. Akhirnya, untuk mengatasi kendala tersebut para dokter, perawat, dan relawan yang tergabung dalam tim sering mendatangi rumah pasien untuk melakukan perawatan paliatif yang dikenal dengan home care paliatif. Bahkan pada Ahad (15/05/10) lalu, Walikota Surabaya beserta elemen masyarakat melakukan deklarasi Surabaya sebagai Kota Paliatif di Taman Bungkul Surabaya. Deklarasi Surabaya sebagai Kota Paliatif merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota bersama lembaga dan elemen masyarakat kota surabaya dalam rangka membebaskan warga kota Surabaya dari penderitaan nyeri akibat penyakit kanker. []

S

iapa yang tidak merasa terpukul ketika mengetahui dirinya divonis penyakit kronis? Banyak pasien yang merasa putus asa setelah mengetahui dirinya mengidap penyakit kronis seperti kanker. Mereka bahkan kehilangan semangat hidupnya. Syukurlah, sejak 19 Februari 1992, RSUD Dr Soetomo Surabaya telah membuka poli pengobatan paliatif dan bebas nyeri. Paliatif dikenal luas sebagai metode pengobatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita. Metode ini dapat diterapkan pada penderita penyakit kronis seperti kanker ataupun korban kecelakaan yang sering kali merasa putus asa akan masa depannya. Dalam rangka turut meyukseskan program poli paliatif itulah, BAZ Jatim dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Jatim mengadakan kegiatan di tempat tersebut. Pada Kamis (29/12/11) pagi, sekitar 30 anggita DWP Jatim datang dipimpin oleh Ny. Rasiyo (istri Sekretaris Daerah Provinsi Jatim) bersama Wakil Sekretaris BAZ Jatim, Drs H Kasno Sudaryanto, MAg bersama sejumlah anggota tim pendistribusian BAZ Jatim.

32

| Warta BAZ

Edisi 119 | Februari 2012 |

33

info BAZ

Dapatkan foto bersama peserta outbound & harmony training BAZ Jatim ukuran A3

B

AZ Jatim berhasil mengantar warga Kelurahan Keputran Panjunan Surabaya menjadi Kelompok Binaan Zakat (KBZ) yang lolos verifikasi untuk bekerjasama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta, melakukan berbagai program pemberdayaan masyarakat di kampung tersebut.

Infaq Rp. ,(Hubungi juru pungut masing-masing UPZ)

15.000

Formulir Pendaftaran Donatur BAZ Jatim
Nama Tempat, Tanggal Lahir Alamat Rumah, telp Alamat Kantor, telp No. HP Jumlah donasi per bulan Mulai bulan Jenis donasi Cara pembayaran : : : : : : : : : .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. zakat infaq akad khusus ............................. Diambil di kantor Diambil di rumah Transfer bank

Sudahkah

Menghitung Zakat
dengan Benar

Anda

“Bismillahirrahmanirahim. Yaa Allah, jadikanlah ini simpanan yang menguntungkan dan jangan jadikan ini pemberian yang merugikan” Rekening Infaq Bank Syariah Mandiri Bank Jatim Rekening Zakat Bank Syariah Mandiri Bank Muamalat BNI Syariah 008 – 111 – 6666 001 – 108 – 8588

008 – 116 – 6661 701 – 099 – 6222 0707 – 0707-70

Informasi: BAZ Jatim 031-5613661

Info Lebih Lengkap Hub Kantor BAZ Jatim 031-5613661

B

NI Graha Pangeran Surabaya memiliki kepedulian terhadap pembinaan mental dan spiritual para karyawan. Salah satu kegiatannya adalah mengadakan kajian rutin Tafsir Tematik Al-Qur’an untuk karyawan dan karyawati muslim. Awal tahun ini, kegiatan tersebut diselelenggerakan bekerjasama dengan BAZ Jatim pada Kamis (26/01/12) sore di ruang CEO BNI Graha Pangeram Surabaya. Sebelum kajian dimulai, kegiatan diawali dengan membaca surat Yasin bersama, dilanjutkan dengan shalat maghrib berjamaah kemudian dialog tentang tafsir Al-Qur’an tematik bersama Ustadz H. Djunaedi Sahal. Firman Allah yang dibahas pada kesempatan itu adalah ayat yang menerangkan tentang kisah Nabi Ibrahim ketika diperintah oleh Allah untuk merenovasi Ka’bah sebagai “Rumah” Allah. Juga perintah kepada

Nabi Ibrahim agar menyeru kepada umat manusia untuk berziarah ke tanah suci itu. Di akhir kajian, Ustadz Djunaedi juga memberikan tips dan doa khusus kepada para peserta yang sebagian telah menjadi donator BAZ Jatim itu supaya bisa cepat naik haji. Mendengar uraian itu, para peserta tampak sangat antusias dan puas telah menerima ilmu baru.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->