Anda di halaman 1dari 14

MANAJEMEN UMKM PERSIAPAN BERWIRAUSAHA

DISUSUN OLEH: Evi Wahyuni (10412141004) Septi Ika Pawestri (10412141018) Bahrun Assidiqi (10412141034) Denny Trisetyawan (10412141039)

AKUNTANSI A FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2011

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Adanya seseorang yang berminat memasuki dunia usaha sehingga memerlukan persiapan untuk berwirausaha. Karena dengan melakukan perencanaan atau persiapan dalam berwirausaha, setidaknya kita secara tidak langsung telah melakukan analisis tentang kekuatan dan kelemahan yang kita miliki. Demikian juga, kita secara tidak langsung mencoba menegnali kesempatan dan hambatan yang ada di sekitar lingkungan usaha. Berwirausaha memerlukan sejumlah pengorbanan, pengorbanan yang dimaksud berupa sumber daya, yang meliputi orang, uang, peralatan fisik, informasi, dan waktu. Dengan melakkan persiapan dalam berwirausaha kita juga mencoba mengenali beberapa kemungkinan akan terjadinya resiko yang sebenarnya tidak kita inginkan tersebut terjadi. Namun, apabila resiko tersebut terjadi, kita telah siap dan telah mencoba mengantisipasi untuk mengatasi. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah yaitu: 1. Apa saja hal-hal yang harus dilakukan untuk persiapan berwirausaha? 2. Bagaimana persiapan tersebut agar bisa berjalan sesuai rencana?

C. Tujuan 1. Untuk mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan untuk berwirausaha. 2. Untuk mengetahui rencana apa saja dan bagaimana cara melakukan rencana tersebut agar gapat berjalan lancar. 3. Untuk mengetahui bagaimana seorang wirausaha melakukan persiapan dalam berwirausaha.

BAB II PEMBAHASAN

A. Kesiapan Berwirausaha Seseorang yang berniat memasuki dunia usaha sebaiknya sejak awal telah mempersiapkan diri dengan berbagai bekal yang diperlukan dalam menjalankan kegiatan usaha. Dunia usaha yang akan dimasuki oleh seseorang memang tidak

serupa dengan dunia ketika seseorang menjadi pegawai ataupun menjadi karyawan pada organisasi Pemerintahan atau organisasi swasta. Meskipun organisasi tersebut merupakan organisasi yang dalam aktivitasnya juga adalah organisasi yang bertujuan mencari laba. Tidak serupanya terletak pada besarnya tanggung jawab dalam mengelola kesinambungan dan pertumbuhan usaha. Hal ini yang menjadi landasan utama bagi seseorang yang akan memasuki dunia usaha adalah komitmen terhadap tujuan dan rencana yang telah ditetapkan. Seseorang yang berniat untuk melakuakn berwirausaha tidak lagi bisa melepaskan diri dari seluruh kegiatan yang bertujuan untuk mencapai sasarannya. Tiga bekal kesiapan yang kiranya sangat penting untuk diantisipasi bagi seseorang untuk memasuki dunia usaha meliputi kesiapan mental, kesiapan pengetahuan, dan kesiapan sumber daya. 1. Kesiapan mental Kesiapan mental adalah kesiapan diri pribadi seseorang yang berniat memasuki dunia usaha akan merasa tertekan dirinya dengan kondisi lingkungannya, seperti malu apabila bertemu teman, saudara, atau kerabat atau kenalan lainnya. Apabila kondisi ini tidak dipersiapkan sebelumnya, maka bukan tidak mungkin sebelum sampai tahan berikutnya, maka calon wirausahawan ini akan mengalami kegagalan. Oleh karena itu, maka sejumlah persiapan mental perlu dipupuk dan dipersiapkan sejak awal sebelum seseorang memasuki dunia usaha. Seseorang yang akan melakuakan wirausaha seyogyanya menyiapkan diri melalui jalur bakat yang dimiliki sorang wirausahawan. Kesiapan bermaksud meliputi, a. Meningkatkan Rasa Percaya Diri. Rasa percaya diri akan meningkat apabila kita mengetahui dan memahami tentang suatu hal yang akan kita lakukan dan kita jalankan. Kekurang tahuan dan kekurangpahaman akan suatu bidang usaha akan

mengakibatkan

perasaan ragu,

dan

bila

diteruskan

mungkin

berdampak kegagalan. Karena itu dalam rangka meeningkatkan rasa percaya diri seorang wirausahaan perlu menggali banyak pengetahuan dan keterampilan. b. Berusaha selalu fokus pada sasaran Dalam kaitannya dengan hal ini, ketika pertama kali seseorang terjun ke dunia usaha., maka fokus sasaran pertama adalah dapat terwujudny usaha. Fokus sasaran yang kedua usaha tersebut mampu menjalankan kegiatannya. Berikutnya, fokus sasaran ketiga usaha dimaksud mampu bertahan hidup. Dan fokus sasaran berikutnya usaha yang telah bertahan hidup ini mampu berkembang serta memberikan manfaat bagi lingkungannya. c. Sumber daya yang dilibatkan dalam setiap usaha meliputi orang, peralatan fisik, dana, pola, informasi dan tentu saja waktu. Sesuai dengan besaran usaha pelibatan sumber daya bervariasi dari yang paling sederhana sampai dengan yang sangat canggih. d. Mempelajari cara menggali dan mengatasi risiko Risiko adalah suatu peristiwa yang tidak dikehendaki yang mungkin terjadi. Kapan terjadinya suatu peristiwa yang tidak dikehendaki dimaksud terjadi, belum dapat diketahui secara pasti. Apabila suatu risiko benar-benar terjadi maka akibatnya akan menimbulkan dampak kerugian baik materi maupun non materi. Maka perlu mengatasi dan menghambat risiko yang mungkin terjadi di kemudian hari agar tidak terjadi kegagalan yang lebih buruk yang telah dialami. e. Melatih diri untuk bekerja keras Hanya mereka yang mampu bertahan yang akam tampil menjadi pemenang. Bertahan dalam kegiatan sektor riil sama artinya dengan bekerja keras. Karena itu setiap pelaku usaha perlu mempersiapkan diri bekerja keras. Bekerja keras menuntut kesiapan fisik dan mental prima, artinya tidak mudah menyerah dalam kondisi apapun. f. Selalu mencoba berinovasi Inovasi diperlukan karena setiap pelaku usaha ingin tampil beda. Karena itu pelaku usaha harus selalu mencoba melakukan inovasi. g. Memahami Semua aspek guna meningkatkan rasa tanggungjawab

Seorang wirausahawan memang memikul tanggungjawab yang besar. Tanggungjawab besar tersebut utamanya terletak pada

mempertahankan agar kegiatan usahanya tetap mampu bertahan hidup ditengah dinamika kehidupan lingkungannya. 2. Kesiapan Pengetahuan dan Keterampilan Tidak setiap orang memiliki bakat baik sebagian apalagi seluruhnya sebagaimana telah digambarkan seebelum ini. Namun bukan berarti menjadi pelaku usaha tidak bisa dipelajari. Seorang wirausahawan tidak harus selalu dimulai dengan memiliki bakat. Maka dari itu sekarang ada kebijakan untuk meningkatkan jumlah sekolah kejuruan. Alasan utama diberlakukannya kebijakan tersebut untuk mengurangi jumlah pengangguran. Kebijakan ini sekaligus menunjukan bahwa kesempatan berwirausaha di masa depan semakin terbuka. Untuk sampai kepada paradigma baru dimaksud kiranya perlu kesiapan akan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang usaha, sebagai dijelaskan berikut, a. Pengetahuan Kewirausahaan Membekai diri dengan pengetahuan tentang bidang usaha yang akan digeluti adalah hal yang hal pertama yang harus dilakukan.Cara paling baik untuk membekali diri dengan pengetahuan terkait adalah memncoba mencari pertanyaan dari sejumlah pertanyaan, seperti apa, mengapa, dimana, kapan, bagaimna dan seberapa jauh. b. Kesiapan Keterampiln Yang dimaksud dengan keterampilan adalah kemampuan untuk merencanakan , menjalankan dan mengendalikan kemampuan yang dimiliki di dalam praktek usaha. Keterampilan bagi seorang pelaku usaha angat diperlukan, meskipun pada suatu saat ia tidak harus melaksanankan sendiri pekerjan tersebut atau paling tidak ia pernah melakukannya sendiri. 3. Kesiapan Sumber daya Sumber daya merupakan modal utama dalam setiap kegiatan usaha. Seorang pakar ilmu ekonomi menyebutkan sumber daya produksi meliputi orang

(man), uang ( money), barang ( materials), metoda (methods), dan pasar (market). Sedangkan pakar lain menyebutkan sumber daya usaha,meliputi sumber daya manusia, sumber daya financial, sumber daya fisik dan sumber

daya informasi. Dan pakar lain mengatakan bahwa masih ada lagi satu sumber daya yang sangat penting, yakni sumber daya waktu. a. Sumber Daya Manusia Sumber daya manusia yang pertama adalah diri yang bersangkutan sendiri, atau seseorang yang telah berniat dan bertekad memiliki dunia wirausaha. Sudah barang tentu yang bwersangkutan harus bersungguhsungguh dalam menghadapi permasalahn yang akan dihadapi dalam lingkungn usaha. b. Sumber Daya Keuangan Dari hasil pengamatan ternyata sebagian besar dari pengusaha kecil dan menengah, memiliki tanah, memiliki bangunan, rumah, seonggok bahan baku, dan barang jadi yang siap dipsarkan. Tapi mereka belum memahami bahwa barang-barang dimaksud sebenarnya merupakan sejumlah potensi kekayaan yang dapat digunakan untukmencari bantuan permodalan. Tapi jika tidak tersedia dokumen kepemilikan agaknya sulit bagi lembaga c. Sumber Daya fisik Pencatatan atas seluruh kekayaan yang dimiliki pelaku usaha kecil/menengah sangat penting namun sering kali diabaikan. Apabila seorang pelaku usaha memiliki beberapa jenis sumber daya fisik sebenarnya telah dianggap sebagai memiliki potensi modal. Sumber daya fisik dimksu tidak harus selalu dijual untu memperoleh modal, namun perlu dilengkapi dokumen kepemilikan, yang kelak dapat digunakan sebagai barang agunan manakala bena-benar diperlukan. d. Sumber Daya Informasi Dewasa ini informasi telah menjadi sebuah komoditi yang sangat penting. Mobilitas yang sangat dtinggi telah menyebabkan nilai sebuah nilai sebuah informasi menjadi sangat berharga. Perkembangan teknologi juga menyebabkan hubungan antar bangsa diseluruh

menjadi semakin luas. e. Sumber Daya Waktu Sumber daya waktu disinggung panjang lebar Peter F. Drucker

(2006), dalam bukunya yang berjudul The Effective Executive. Dikatakan bahwa tidak satuupun kegiatan usaha yang tidak melibatkan

komponen waktu. Disamping itu komponen waktu juga mengenal keterbatasan., yakni tidak tidak lebih dari dua puluh empat jam dalam sehari semalam. Karena begitu pentingnya komponen waktu sampaisampai pepatah mengatakan time is money. Dalam praktek sumber daya waktu banyak digunakan produk jasa, meskipun juga tidak sedikit digunakan dalam produk barang. Penggunaan komponen waktu pada produk jasa terutama guna menetapkan besarnya nilai harga jual.

B. Menyusun Rencana Usaha Sebagai seorang yang ingin berwirausaha harus memepersiapakan rencana yang matang dan bagus. Keluhan dari para wirausahawan tentang usahanya yang tidak berjalan lancar adalah hal yang wajar, karena memang tidak semua pelaku usaha mempersiapkan diri melaksanakan apa yang seharusnya dilakukan. Tidak

melaksanakan apa yang seharusnya dilakukan ini, bisa diakibatkan oleh bermacam sebab. Salah satunya akibat ketidaksiapan mengelola sebuah usaha. Sedangkan mengapa lembaga-lembaga tidak membantu karena ketidaktahuan tentang kemana seharusnya mencari informasi. sebelum terjun ke dunia usaha. Menjadi pelaku usaha harus tegar dan mencoba menghadapi semua persoalan tanpa rasa putus asa. Guna sedikit membantu meningkatkan kinerja usaha yang telah ada, cobalah menyusun kembali sebuah rencana tentang seluruh kegiatan yang akan dilakukan dalam beberapa tahun ke depan. Uraian kegiatan di bawah ini merupakan pengembangan kegiatan perencanaan yang dibuat oleh pakar manajemen usaha kecil dan menengah, Siropolis, 1. Niat Menjadi Pelaku Usaha Tetapkanlah secara bulat niat dan komitmen untuk menjadi seorang pelaku usaha. Ajaran membenarkan bahwa segala sesuatu yang akan kita kerjakan harus dilakndasi dengan niat yang baik. Dengan demikian ketika melangkah lebih jauh tidak ada sedikitpun perasaan ragu-ragu. 2. Menganalisis Kemampuan Pribadi Dengan jujur lakukan analisis terhadap diri yang akan malakukan wirausaha, meskipun telah memiliki niat dan tekat yang kuat. Niat dan tekat saja tidak cukup masih perlu didukung oleh pengetahuan dan ketrampilan. para pelaku usaha sebaiknya mempersiapkan diri

3. Menetapkan Pilihan Produk Barang atau Produk Jasa Tetapkan pilihan produk yang akan anda jadikan komoditi untuk dibuat dan dipasarkan.Pilihkan produk barang atau produk jasa, yang sangat menarik dan unik sehingga diminati oleh konsumen. 4. Mempelajari Pasar Salah satu pendekatan dalam memulai satu usaha ialah melalui peluang pasar. Pendekatan peluang pasar artinya kita membuka usaha untuk menjual barang atau jasa yang sedang laku dipasar. Dalam kaitannya dengan peluang atau jasa apakah yang pada saat ini paling laku dan sedang dicari oleh konsumen. 5. Merencanakan Hasil Penjualan Secara sederhana rumus untuk menghitung hasil penjualan sangat mudah, yakni total penjualan dikurangi biaya operasional. Hal yang sangat penting disini jangan sampai terjadi total penjualan dikurangi biaya operasional hasilnya minus. Jika demikian, maka hal yang harus dilakukan adalah meningkatkan total penjualan sedemikian rupa sehingga sesudah dikurangi biaya operasional hasilnya tidak minus. 6. Menentukan Lokasi Untuk beberapa mata dagangan lokasi atau tempat usaha memiliki peran yang sangat strategis. Dalam menentukan lokasi juga diperlukan kreatifitas dan dapat mengambil peluang yang bagus agar usahanya dapat berjalan dengan lancar. 7. Mengembangkan Produk Mengembangkan produk maksudnya menentukan jenis produk apa yang paling diminati di tempat berjualan dan mencoba memperkenalkan produk baru kepada pelanggan agar produk itu bisa menjadi produk yang diterima. 8. Mengembangkan Pemasaran Produk yang akan dipasarkan erat kaitannya dengan kelompok masyarakat yang akan membeli produk tersebut. Kelompok masyarakat pembeli ini disebut segmen pasar. Ketika merencanakan hasil penjualan sesuatu produk perlu dihitung perkiraan tentang besarnya segmen yang akan menjadi sasaran penjualan. Apabila di suatu arena pasar yang dituju tidak cukup banyak target pembeli, perlu dipikirkan kemungkinannya untuk masuk ke arena pasar

lainnya.

Mengembangkan

rencana

pemasaran,

mempunya

beberapa

alternative, yaitu: a) membuka pasar yang baru untuk produk yang telah ada. b) membuka pasar yang baru untuk produk yang baru, c) membuka pasar yang sudah ada untuk produk baru d) membuka pasar yang sudah ada untuk produk yang sudah ada. Alternatif yang manapun yang dipilih semuanya memerlukan perencanaan. Dan untuk menyusun rencana diperlukan informasi yang cukup mendukung 9. Mengembangkan Organisasi Seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya usaha ternyata sumber daya yang ada terasa menjadi kurang. Ruangan yang pada tahun lalu cukup menjadi sempit. Kondisi semacam itu menunjukkan bahwa dalam setahun terakhir ini terjadi peningkatan kegiatan, dan memerlukan tambahan sumber daya. Sumber daya yang dimaksud meliputi tenaga kerja, keuangan, peralatan fisik, dan data/informasi. Oleh karena itu, perlu direncanakan pengembangan organisasi dan manajemen. Untuk perencanaanpengembangan organisasi dan manajemen, ada baiknya menimba pengalaman dari perusahaan lain yang telah berhasil mengembangkan diri. 10. Mengembangkan Aspek Yuridis Sejalan dengan berjalannya waktu, nampaknya perusahaan perlu lebih menanamkan kepercayaan masyarakat. Apabila perusahaan belummempunyai status hokum yang kuat kiranya perlu dibentuk usaha yang memiliki badan hukum. Tujuannya jelas dengan memiliki badan hukum tanggungjawab terhadap masyarakat lebih jelas. Perusahaan berbadan hukum lebih memberikan kepercayaan terhadap masyarakat daripada perusahaan yang tidak berbadan hukum. 11. Mengembangkan Administrasi Ketika usaha telah berjalan beberapa waktu, untuk menjalankan langkah selanjutnya perlu melakukan rencana ke depan. Di samping itu juga perlu membuat keputusan-keputusan baik untuk kegiatan pembelian, kegiatan pabrikasi, penjualan, perluasan produk dan hal lainnya. Untuk itu diperlukan data dan informasi, maka untuk mendapatkan data dan informasi sudah sebaiknya diperlukan sistim adsministrasi yang baik juga. 12. Mengembangkan Proteksi Melalui Asuransi

Sebagaimana telah dibahas sebelumnya salah satu sifat wirausahawan adalah keberanian menghadapi risiko. Tentu saja sifat berani mengambil dan menghadapi risiko yang perlu diperhitungkan. Risiko merupakan bagian dari sebuah usaha atau pekerjaan yang dampaknya beraneka ragam. Risiko yang dimaksud adalah risiko yang disebabkan kecelakaan kerja, tabrakan, dibajak perusahaan pesaing, kebakaran, dan lain sebagainya. Untuk memberikan ketenangan akan potensi-potensi kerugian maka diperlukan proteksi terhadap bangunan, inventaris, pekerja dengan diproteksikan dengan asuransi sehingga memberikan kenyamanan dan keleluasaan dala melakukan pekerjaan. 13. Merencanakan Komputerisasi Sejalan dengan perkembangan teknologi maka pelaku usaha tidak lagi bisa menutup mata tentang fakta ini. Penggunaan teknologi dan utamanya komputer di lingkungan dunia usaha sudah menjadi suatu kebutuhan. Perkembangan teknologi dan peralatan yang canggih menuntut perusahaan untuk lebih inovatif dalam sitem komputerisasi agar tetap sesuai dengan jaman. 14. Mengembangkan Manajemen Mutu Tidak ada bisnis tanpa persaingan atau dengan kata lain setiap pelaku usaha harus selalu siap menghadapi persaingan usaha. Oleh akrena itu, seorang wirausahawan harus selalu melakukan monitoring terhadap perkembangan dunia usaha, utamanya yang terkait dengan bidang usahanya. Salah satu tujuan dan monitoring lingkungan usaha agar pelaku usaha selelu memiliki informasi yang terkini terutama yang berkaitan dengan persaingan dan strategi yang dijalankan serta perilaku konsumen. Untuk tetap mempertahankan

kepercayaan konsumen akan produk yang dihasilkan maka diperlukan manajemen mutu dan kualita syang ditawarka harus selalu memberikan kepuasan kepada konsumen. 15. Mengembangkan Rencana Keuangan Setelah berjalannya usaha maka akan menyadari intensitas mutasi uang keluar dan uang masuk yang terjadi. Dari informasi mutasi uang keluar dan uang masuk dapat terlihat mana yang lebih besar, antara uang masuk dengan uang yang keluar. Untuk melakukan analisis terhadap keuangan yang terjadi maka perlu dilakuakn pengembangan perencanaan keuangan agar dapat meneliti lalu lintas uang dalam perusahaan tersebut secara baik.

16. Menyiapkan Prasarana Surat Menyurat Sebagai media kegiatan komunikasi kepada masyarakat umunya dan relasi pada khususnya sebaiknya dipersiapkan sarana prasarana yang pendukung. Sarana pendukung dimaksud berupa cetakan seperti, kop surat, amplop , mapa, kuitansi, faktur, dan sejenis lainnya yang dilengkapi dengan loo dan nama perusahaan, serta alamat perusahaan yang lengkap. Hal ini dilakukan sebagai bukti perusahaan memang layak tampil secara nyata di masyarakat. Berbagai alat pendukung sebagaimana disebutkan di atas juga dimaksudkan sebagai sarana komunikasi perusahaan terhadap masyarakat maupun sebagai sarana informasi dari masyarakat kepada perusahaan.

C. Memilih Bentuk Badan Usaha Sebuah usaha sejatinya adalah sebuah organisasi badan usaha. Produk barang dan produk jasa yang dihasilkan akan lebih konsisten apabila dilakukan dengan sistemdan prosedur yang terselenggara dengan baik. Maka dari itu pelaku sebaiknya membentuk organisasi usaha. Di Indonesia bentuk-bentuk organisasi usaha telah diatur oleh undang-undang dalam berbagai bentuk. Pelaku usaha dapat memilih salah satu bentuk sesuai dengan sifat produk yang akan ditawarkan dan besarnya skala usaha. Berikut ini bentuk-bentuk organisasi usaha. 1. Perseroan Terbatas(PT) Perseroan terbatas adalah suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan, perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan. 2. Persekutuan Firma (Fa) Firma berasal dari bahasa Belanda venootschap onder firma adalah perserikatan dagang antara beberapa perusahaan atau sering juga disebut Fa, adalah sebuah bentuk persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan memakai nama bersama. Pemiliki firma terdiri dari beberapa orang yang bersekutu dan masing-masing anggota persekutuan

menyerahkan kekayaan pribadi sesuai yang tercantum dalam akta pendirian perusahaan. 3. Persekutuan Komanditer (CV) Persekutuan Komanditer (commanditaire vennootschap atau CV) adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang yang mempercayakan uang atau barang kepada seorang atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin. Dari pengertian di atas, sekutu dapat dibedakan menjadi dua, yaitu : a. Sekutu aktif atau sekutu Komplementer, adalah sekutu yang menjalankan perusahaan dan berhak melakukan perjanjian dengan pihak ketiga. Artinya, semua kebijakan perusahaan dijalankan oleh sekutu aktif. Sekutu aktif sering juga disebut sebagai persero kuasa atau persero pengurus. b. Sekutu Pasif atau sekutu Komanditer, adalah sekutu yang hanya menyertakan modal dalam persekutuan. Jika perusahaan menderita rugi, mereka hanya bertanggung jawab sebatas modal yang disertakan dan begitu juga apabila untung, uang mereka memperoleh terbatas tergantung modal yang mereka berikan. Status Sekutu Komanditer dapat disamakan dengan seorang yang menitipkan modal pada suatu perusahaan, yang hanya menantikan hasil keuntungan dari inbreng yang dimasukan itu, dan tidak ikut campur dalam kepengurusan, pengusahaan, maupun kegiatan usaha perusahaan. Sekutu ini sering juga disebut sebagai persero diam. 4. Perusahaan Dagang (UD) Perusahaan dagang adalah perusahaan yang usaha utamanya membeli barang untuk dijual kembali dengan mengharapkan laba tanpa mengubah sifat dan bentuk barang. Kegiatan utama perusahaan dagang adalah jual-beli. Berdasarkan ruang lingkupnya, perusahaan dagang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pedagang besar dan pedagang kecil. Pedagang besar adalah pedagang yang membeli barang dagangan dari produsen dan menjualnya kepada pedagang kecil secara partai, sedangkan pedagang kecil adalah pedagang yang membeli barang dagangan dari pedagang besar dan menjualnya kepada konsumen secara eceran.

5. Koperasi Koperasi di Indonesia, menurut UU tahun 1992, didefinisikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Di Indonesia, prinsip koperasi telah dicantumkan dalam UU No. 12 Tahun 1967 dan UU No. 25 Tahun 1992. Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa.

D. Menyiapkan Proposal Usaha Calon pelaku usaha yang telah membulatkan niatnya terjun ke dunia wirausaha untuk menjadi wirausahawan disarankan untuk membuat deskripsi perencanaan yang lazim disebut dengan proposal. Tujuan perlunya proposal sangat beragam. Untuk kebutuhan internal dapat dipakai sebagai pegangan dan acuan tentang sasaran yang dituju. Sedangkan untuk kebutuhan eksternal adalah untuk mengantisipasi apabila pada suatu saat diperlukan dukungan dari pihak terkait, antara lain perijinan, atau lembaga pembiayaan. Beberapa hal yang ada dalam proposal adalah. 1. Paparan singkat akan profil perusahaan 2. Gambaran umum tentang perusahaan 3. Rencana produk yang dipasarkan 4. Rencana pemasaran 5. Rencana Susunan Manajemen 6. Rencana Kegiatan Operasional 7. Rencan Keuangan 8. Rencana Bentuk Perusahaan 9. Sistem pengendalian manajemen

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Seseorang yang berniat memasuki dunia usaha sebaiknya sejak awal telah mempersiapkan diri dengan berbagai bekal yang diperlukan dalam menjalankan kegiatan usaha. Tiga bekal kesiapan yang kiranya sangat penting untuk diantisipasi bagi seseorang untuk memasuki dunia usaha meliputi kesiapan mental, kesiapan pengetahuan, dan kesiapan sumber daya. Sebagai seorang yang ingin berwirausaha harus memepersiapakan rencana yang matang dan bagus. Menjadi pelaku usaha harus tegar dan mencoba menghadapi semua persoalan tanpa rasa putus asa. Guna sedikit membantu meningkatkan kinerja usaha yang telah ada, cobalah menyusun kembali sebuah rencana tentang seluruh kegiatan yang akan dilakukan dalam beberapa tahun ke depan. Dan pilihlah jenis usaha yang sesuai denagn kemampuan kita dan kapasitas kita. Calon pelaku usaha yang telah membulatkan niatnya terjun ke dunia wirausaha untuk menjadi wirausahawan disarankan untuk membuat deskripsi perencanaan yang lazim disebut dengan proposal.