Anda di halaman 1dari 2

kekenyalan pada mi non-terigu (mi basah jagung), tepung jagung perlu digelatinisasi terlebih dahulu agar dapat berfungsi

sebagai zat pengikat, sehingga menghasilkan adonan yang alastic-cohessive. Tabel 7. Interaksi antara konsentrasu NaCl dan kadar air terhadap kekenyalan mi NaCl KA 70 75 80 0,2324a 0,2589b 0,2823c 0 0,3257d 0,3925e 0,4302f 1 0,4601g 0,5184h 0,5575i 2

Berdasar uji lanjut Duncan, kenaikan konsentrasi NaCl dan kenaikan kadar air meningkatkan kekenyalan. Hal ini dikarenakan semakin meningkat kadar airnya maka meningkatkan derajat gelatinisasi. Dan semakin tinggi derajat gelatinisasi maka semakin tinggi kekenyalan mi tersebut. Tabel 8. Interaksi antara NaCi dan passing terhadap kekenyalan mi NaCl passing 1 2 3 0,2479a 0,2593a 0,2663a 0 0,3668b 0,3821b 0,3994b 1 0,4989c 0,5112c 0,5259c 2

Kenaikan jumlah passing dapat meningkatkan kekenyalan mi, hal itu dikarenakan kenaikan jumlah passing dapat meningkatkan kekenyalan pada mi.

Tabel 9. Interaksi antara kadar air dan jumlah passing terhadap kekenyalan air passing KA 70 0,3231a 1 0,3389a 2 0,3561a 3

75 80

0,3763b 0,4142c

0,3904b 0,4234c

0,4031b 0,4325c

Berdasarkan tabel 9, pada kadar air yang sama peningkatan kekenyalan pada mi akibat kenaikan jumlah passing tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa interaksi antara kadar air dan jumlah passing berpengaruh nyata terhadap kekenyalan mi.