Anda di halaman 1dari 8

Daftar Pembangkit Listrik Di Indonesia

Ginting Simeon Selamat Pagi, Mohon sharing yang punya daftar Pembangkit Listrik Di Indonesia berikut kapasitasnya. Atau mohon info dimana saya bisa dapat data tersebut. hadi muttaqien Dear Simoen, Saya coba bantu data yang ada disaya; Lokasi pembangkit: UBP Tulang Duku = 20 MW UP Muara Karang = 1200 MW UP Muara Tawar = 640 MW UP Cirata = 1008 MW UP Gresik = 2260 MW PLTG Gili Timur = 14 MW UP Paiton = 800 MW UP Brantas = 281 MW UBP Kendari = 14 MW Tambahan yang akan datang = 10 MW, antara lain di Keramasan, Indramayu, pelabuhanratu, Labuan, Suralaya, dll. Mungkin rekan yang lain ada info..??

Ginting Simeon Dear Hadi, Terima kasih atas infonya. Mudah - mudahan ada tambahan info dari rekan-rekan lainya. Saya juga mohon info lainnya sehubungan dengan proyek 10,000 MW. Apakah proyek ini khusus untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap dengan bahan bakar batu bara? Kalau iya, mestinya lokasinya terletak

atau berdekatan dengan daerah2 penghasil batu bara seperti Kaltim, Sumsel, dll. hadi muttaqien Dear Simeon, Proyek 10.000 MW itu setahu saya merupakan Combine Cycle Power Plant, yaitu Memakai Batu bara dan Gas Alam. Bisa konfigurasinya 2-21 atau 1-1-1 atau lainnya, tergantung nilai ekonomisnya (salah satu pilihannya). Biasanya sebelum dipilih dibuatkan tabel Candidate CCGT (Combine Cycle Gas Turbine) Configuration, disitu akan kebaca pilihan % Output dan % Effisiensi, dan dilakukan pemilihan konfigurasi yang pas. Mengenai lokasi tidak harus selalu dekat sumber gas atau batu bara, tapi biasanya Power Plant berlokasi di pinggir pantai dan dibuatkan jalur pipa gas. Demikian sebagai info. Asclepias R. S. Indriyanto Pak Simeon, Data tentang proyek 10000MW ada di site berikut: <http://202.162.220.3/10000mw/index.asp> http://202.162.220.3/10000mw/index.asp Setahu saya semua rencananya pakai batu bara, ga ada gasnya. Sebagian besar lokasinya di Jawa, yang ga punya sumber batubara. Ginting Simeon Dear Bu Ami, Maaf ya sebelumnya saya kira Pak Ami. Mungkin Ibu punya informasi apakah PLTU yg di Sangatta (lokasinya berdekatan dengan konsesinya KPC) termasuk di program 10,000 MW? Saya kok tidak lihat di list yg disebutkan. hadi muttaqien Pak Ami,

Coba anda teliti lagi, apakah semua 10.000 MW memang hanya memakai batu bara? ada diversifikasi bahan bakar seperti di Power Plant di Sumatera Selatan yang akan memakai Gas Alam dari sumber Medco. Ginting Simeon Saya juga mikirnya begitu Pak. Mestinya plant yang dikeramasan di support oleh gas nya Medco di Keramasan yang sekarang lagi dikembangkan. hadi muttaqien hadimtq2000@yahoo.com Pak Ginting, Memang begitu adanya, anda sudah tahu tuh........ Thomas Yanuar Pak Hadi dan Pak Simeon, Sependek pengetahuan saya, bahan bakar utama CCPP (Combined Cycle Power Plant) adalah Gas. CMIIMW. Combined Cycle maksudnya adalah mengkombinasikan 2 jenis turbin pembangkit listrik dangan mendaya gunakan sisa/emisi dari hasil pengolahan turbin gas (gas turbine) untuk membangkitkan turbin uap (steam turbine) dengan menggunakan HRSG (Heat Recovery Steam Generator). Sebagai back up, disediakan juga bahan bakar diesel. Sistem ini biasanya disebut dual firing. Diesel bisa dipakai untuk start up dan pada saat pasokan gas tiba2 terhenti. Untuk daftar pembangkit listrik, PT PLN JE (Jasa Engineering) Jl. KS Tubun Tanah Abang Jakpus bisa merupakan sumber informasi yang Pak Simeon inginkan. PT PLN JE kalau tidak salah, ditugaskan untuk mendisain berbagai power plant dalam program 10.000 MW. hadi muttaqien hadimtq2000@yahoo.com Pak Thomas, Saya setuju dengan pendapat bapak (HRSG ada pada sisi gas Turbine), pertanyaan dari pak simeon adalah penggunaan bahan bakar batubara, sedangkan jawaban saya adalah bisa juga dengan GasBatubara, penggerak Generator bisa dengan Gas Turbine dan Steam Turbine, penjelasan tambahan saya mengenai konfigurasi 1-1-1 adalah

single shaft CCGT(Gas Turbin--Generator--Steam Turbine), dan 2-2-1 adalah Multi Shaft. Tapi sharing bapak sangat saya hargai. Dan kebetulan saya pernah ikut sebagai konsultan di 2 proyek Power Plant PLN, rapat koordinasi teknik memang di PLN JE atau Jasen di jalan KS. Tubun. Novianto Fitriawan nf1172@gmail.com Bapak2 sekalian, Sebelumnya saya mohon maaf, apa yang dimaksud dengan konfigurasi 1-1-1 pada CCPP bukan 1 GT, 1 HRSG dan 1 ST dan 2-2-1 adalah 2 GT, 2 HRSG dan 1 ST. PRINCE TAMBUNAN prince_me_its@yahoo.com Dear Novianto, Sedikit menambahkan apa yang saya tahu aja... Untuk combined cycle power plant bisa dikombinasikan berdasarkan jumlah turbin gas yang tersedia pada combined cycle power plant di pembangkit. Misalnya untuk PLTGU Grati dulu saya pernah TA, CCPP punya 3 turbin gas, 3 HRSG, dan 1 Turbin uap. Dimana tiap unit turbin gas pasti memiliki satu unit HRSG. Sehingga untuk CCPP dengan spec diatas ada 3 kemungkinan variasi operasi combined cycle: - Operasi 1-1-1: 1 Turbin gas, 1 HRSG, 1 Turbin Uap - Operasi 2-2-1: 2 Turbin gas, 2 HRSG, 1 Turbin Uap - Operasi 3-3-1: 3 Turbin gas, 3 HRSG, 1 Turbin Uap Tentu saja dengan operasi 3-3-1 menghasilkan daya total (MW) yang paling besar dari ketiga variasi operasi diatas. Untuk daya turbin uap (MW) yang dihasilkan juga lebih besar untuk operasi 3-3-1. Karena flow uap yang dihasilkan menuju turbin uap paling besar. Ketiga variasi operasi diatas dioperasikan tergantung kebutuhan beban oleh PLN. Setahu saya operasi 3-3-1 efisiensinya paling optimal untuk operasi CCPP diatas. Terimakasih....

Asclepias R. S. Indriyanto asclepia@cbn.net.id Pak Ginting & Pak Hadi, Setahu saya yang di Keramasan itu termasuk di kelompok percepatan diversifikasi BBM, tapi tidak termasuk di kelompok 10000MW. Pembangkit yang termasuk di kelompok 10000MW daftarnya ada di lampiran PerPres 71/2006 tentang "Penugasan Kepada PT PLN (Persero) Untuk Melakukan Percepatan Pembangkit Tenaga Listrik Yang Menggunakan Batubara". Pada daftar tsb di wilayah Sumbagsel cuma ada di Lampung, rencana kapasitasnya 2x100 MW, mestinya dengan bahan bakar batubara karena PerPres ini memang khusus untuk PLTU batu bara. O ya, mungkin di milis ini mayoritas para bapak. Kebetulan saya termasuk angota milis dari kelompok minoritas :-) Administrator Migas ranirama@centrin.net.id He... he... biar tidak salah lagi mengenai Ibu Ami, sedikit bocoran yah. Beliau adalah Direktur Eksekutif dari Institut Indonesia untuk Ekonomi Energi. Kebetulan juga teman satu angkatan sewaktu kuliah dulu di Bandung. Ami, gabung donk di jajaran Moderator KBK Keekonomian Proyek bersama-sama dengan Abdul Muin - BPMIGAS; Hanan Nugroho Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Dicky Suriakusumah BHP Billiton Petroleum. Ginting Simeon ginting.simeon@gmail.com Wah Maaf... saya kira Pak Ami :-) Sekalian deh saya mau tanya siapa tahu Bu Ami punya datanya.. Kalau rencana Power Plant yang lokasinya berdekatan dengan KPC yang di Sangatta apakah termasuk di program 10,000 MW? Karena saya tidak lihat di list yang dimaksud. hadi muttaqien hadimtq2000@yahoo.com Wah..salah deh sayanya, maaf ya Bu Ami, Ibu bukan termasuk minoritas, cowok atawa cewek sama saja koq, yang pentingkan karyanya ya gak?

Data lengkapnya yang saya tahu itu saja, "Keramasan Power Plant Extension Project" namanya, yang akan menggunakan Gas nya Medco, data gasnya yang dibutuhkan 950-1200 BTU/SCF, Tekanan di titik penyerahan 280-350 psig. itu data yang ada disaya. Detail data pastinya, mungkin PLN yang tahu persis, atau data PLN perlu di up-date? Akh. Munawir 2 Alasan paling realistis dalam menentukan Lokasi Plant adalah : 1. Dekat dengan bahan baku (Kal-Tim), atau 2. Dekat dengan konsumen (ex : di Jawa/Bali jika ini utk PJB) Asclepias R. S. Indriyanto Pak Simeon, Di link berikut ini ada list power plant di berbagai negara, termasuk Indonesia. Datanya cukup banyak, bukan hanya pembangkit milik PLN tapi juga captive power (punya perusahaan/industri umumnya untuk kepentingan sendiri). Lokasi lengkap dengan longitude & latitude, dan database disusun untuk monitoring CO2. Sayangnya kapasitas dan jenis bahan bakar tidak dimunculkan untuk umum, jadi kita tidak bisa lihat. http://carma.org/dig/show/country+91+plant#top Asclepias R. S. Indriyanto asclepia@cbn.net.id Pak Ginting dan Pak Hadi, Maaf koreksi sedikit, di daftar 10000MW Luar Jawa, untuk Sumbagsel selain Lampung ada juga PLTU Sumatera Barat 2x100MW, PLTU3 Bangka Belitung 2x25, dan PLTU4 Bangka Belitung 2x14MW. Untuk data lebih lengkap ttg program tsb, silakan langsung klik websitenya saja Pak.

ebahagia ebahagia@ebahagia.com Wah tambah seru diskusi soal energy Indonesia yg lagi krisis ini.

Saya sedikit penasaran soal pilihan technology pembangkit, apa ada data & laporan yang bisa di share soal pembangkit listrik tenaga sekam (rice husk) di haurgeulies? Kalo gak salah proyeknya Indonesia power & PT. Pertani.

alfi azhari azhari.alfi@gmail.com Pak Ibnu, klo pembangkit listrik tenaga sekam itu (yg di hauegeulis) pke engine diesel. selain menimbulkan masalh lingkungan (krn proses gasifikasi dr sekam), jg kapasitas pembangkitanya yg kecil : yaitu 100 kW (bukan MW ya...). Andy ebahagia@ebahagia.com (Bpk or ibu?) Alfi Azhari - thanks atas infonya. Memang PLTS (sekam) skala kecil 100 kW dengan penggunaan bahan bakar synthetic gas dari rice husk (sekam). Kalo soal polusi udara pada proses gasifikasi - mungkin design gasifier-nya yang tidak tepat, atau bila juga polusi udara saat "gas purification" dari polutan char (?) Mestinya PLTS jadi solusi atau minimal alternative solusi jangka pendek buat masalah listrik pedesaan. toh PLN mesti bikin listrik dengan biaya mahal lalu di "dumping" dengan harga murah. Kalo di amati listrik pedesaan dengan genset high speed yang menenggak BBM jenis solar aka HSD aka distillates diesel fuel - jatoh2nya jadi 3 ribu ~ 4 ribu perak/kWH. Note: minihydro dan source yg murah lainnya ... ya tetep aja di giatkan. Nah kalo pakai sekam pasti murah dimana pekerjaan "pembangkitan listrik jadi usaha sampingan" hehheehe kenapa? yang jadi duit ya dari sisi abu sisa pembakaran sekam itu sendiri, coba aja di tanya ke toko sebelah.... abu sekam adalah silica high grade, lumayanlah harga jualnya.... paling2 "~ seribu dolar per ton" ... nah lho... :) siapa yang mau beli? para produsen gelas & kaca bisa di ajak rundingan, mungkin via assosiasinya biar gampang. So bagaimana caranya "bikin listrik murah with fun" & ada additional income buat petani kita ... sodara-sodare kalo integrated dengan rice mill juga OK, dedak atau kulit ari beras bisa juga di jual dengan harga tinggi...

Di tunggu real action para pioneer & trend setter Indonesia - udah bosen kenal sama kaum "follower", tunggu apalagi? bau duit & bisnisnya udah keliatan kan...? hadi muttaqien hadimtq2000@yahoo.com Bu Ami, Memang benar 10.000 MW itu menggunakan batubara, apa tidak riskan ya bu, maksudnya apakah tidak ada masalah dengan supply batu baranya. Pengalaman yang lalu supply batu bara yang terganggu karena kondisi di laut sehingga terjadi gangguan atau pemadaman listrik di pulau Jawa. Apakah supply batubara mencukupi bila jadi mulai tahun 2010 power plant nya beroperasi, serta batu baranya mencukupi untuk berapa lama. Kenapa tidak ada yang memakai Gas, misalnya. Sedangkan investasi untuk power plant ini lumayan gede. kalau misalnya biaya membangun power plant 1 MW = USD. 1,2 juta berarti investasi yang dibutuhkan untuk 10.000 MW = USD. 12 Milyar. Apa kira demikian bu Ami. Erwin (Jakarta) Erwin@WorleyParsons.com Plus Carbon Cost pak ( Di Indonesia Umum Nya gak di hitung dalam CAPEX & OPEX )