Anda di halaman 1dari 51

[PRANIKAH] Kala Cinta Datang Menggoda

Author: Abu Aufa

"Jatuh cinta berjuta rasanya ...", begitu syair lagu ciptaan Titik Puspa. Konser
Dewa, Atas Nama Cinta, dihadiri ribuan penggemar mereka. Album terakhir mereka
pun, Cintailah Cinta pun terjual diatas 1 juta copy. Dan entah berapa banyak
lagi lagu, kata, ungkapan, syair, puisi yang berbau cinta begitu mengharu biru
dunia ini.

Hmm..perasaan jatuh cinta memang sukar dijelaskan dan ditebak, karena penuh
dengan gejolak. Semua saran dan nasihat ditolak, bahkan nalar pun bisa terdepak
oleh perasaan mabuk kepayang yang membikin rasa melayang-layang. Itulah
dahsyatnya perasaan yang satu ini. Gedubrak !!

Apakah karena itu kita tak boleh mencintai dan dicintai? Uups...tentu saja
boleh, karena cinta adalah pemberian Allah SWT. Mencintai dan dicintai adalah
karunia, sekaligus panggilan hidup kita. Tak pernah merasakan jatuh cinta,
bukanlah manusia, karena manusia pasti merasakan cinta [QS Al Imran:14] Bahkan,
cinta merupakan ruh kehidupan dan pilar untuk kelestarian ummat manusia.

Islam juga gak phobi sama yang namanya cinta kok, bahkan Islam mengakui fenomena
cinta yang tersembunyi dalam jiwa manusia. Namun, bukan dalam komoditas rendah
dan murah lho. Artinya, tingkatan mencintai sesuatu itu ada batasnya. Jika cinta
itu malah membawanya kepada perbuatan yang melanggar syariat, nah...kore wa dame
da!*

Hmm...cinta itu katanya jelmaan perasaan jiwa dan gejolak hati seseorang,
wuis...puitis banget! Nah, dalam Islam kalau kita merujuk QS: At Taubah 24, maka
cinta dapat dibagi dalam 3 tingkatan, yaitu:

1. Cinta kepada Allah, Rasul-Nya dan jihad di jalan-Nya


2. Cinta kepada orangtua, istri, kerabat dan seterusnya
3. Cinta yang mengedepankan cinta harta, keluarga dan anak istri melebihi cinta
kepada Allah, Rasul dan jihad di jalan Allah.

Lalu gimana dong, kalau cinta itu datang, menghampiri dan menggoda di luar
pernikahan? Nah lho, puyeng deh kalo gini! Padahal cinta itu kan timbul memang
dari sononya, muncul dari segi zat atau bentuknya secara manusiawi wajar untuk
dicintai. Normal aja kan, jika memandang sesuatu yang indah, kita akan
mengatakan bahwa itu memang indah, masa' sih dibilang jelek!

Menurut Imam Ibnu al-Jauzi, "Kecintaan, kasih sayang, dan ketertarikan terhadap
sesuatu yang indah dan memiliki kecocokan tidaklah merupakan hal yang tercela
serta tak perlu dibuang. Namun, cinta yang melewati batas ketertarikan dan
kecintaan, maka ia akan menguasai akal dan membelokkan pemiliknya kepada hal
yang tidak sesuai dengan hikmah yang sesungguhnya, hal seperti inilah yang
tercela."

Waduh...gimana dong, lagi jatuh cinta nih! Problem...problem... mana masih


kuliah, kerjaan belon ada, masih numpang ama orangtua, wah...nih cinta kok gak
pengertian ya!

Kalem dong, jangan blingsatan begitu. Emangnya jatuh cinta masalah kamu aja,
ya...gak lagi! Nabi Yusuf a.s. aja pernah jatuh cinta lho, bahkan kepada
seseorang wanita yang telah menjadi istri seseorang. Eits...protes deh! Iya deh,
kalau bukan cinta, paling gak, tertarik dan terpesona, boleh kan?

Buka deh surat Yusuf, romantika kisah beliau diceritakan dengan tuntas, awal,
proses, konflik hingga klimaks dan ending-nya. Nah lho...Nabi aja bias punya
'konflik' seperti itu, apalagi kamu, iya kan? Romantika cinta beliau bukan
kacangan, atau pepesan kosong, namun apa yang dialami beliau bisa menjadi
pelajaran buat kita bagaimana kalau cinta itu demen banget menggoda kita. Beliau
sadar, dan mengerti betul bahwa itu terlarang, meski ada gejolak di hatinya [QS
Yusuf: 24]

Namun...
Kondisi di atas itu gak terjadi begitu aja lho, karena sebelumnya Nabi Yusuf
a.s. pun telah berusaha untuk menolaknya saat wanita itu terus merayunya.
Eh...nabi Yusuf pun dikejarnya, dan yang dikejar malah lari terbirit-birit,
wuus...

Lantas apa dong pelajaran yang bisa kita ambil, saat cinta itu menggoda kita?
Pelajarannya adalah:

1. Setiap orang memiliki rasa tertarik dengan lawan jenisnya, perasaan ini
manusiawi, fitrah sekaligus anugerah.

2. Namun, gejolak itu harus diatur lho, kalau gak maka kita akan terperosok ke
jurang kenistaan, karena diperbudak gejolak jiwanya. Lantas jadi merana deh,
angan-angan melulu. Innan nafsa la ammaaratun bis-suu, sesungguhnya nafsu itu
selalu mengajak kepada kejahatan kecuali nafsu-nafsu yang diberi rahmat oleh
Allah [QS Yusuf:53].

3. Kalau kita jatuh cinta pada lawan jenis, dan mengharapkan terbalaskan
cintanya, maka saat itu ada sebagian dari akal dan logika yang hilang. Sekian
banyak pertimbangan akal sehat yang dipunyai jadi
ngadat, gak jalan! Gak percaya? Coba deh, ntar kalau kamu tambah dewasa, udah
nikah, mungkin mikir, "Kok, dulu begitu ya?", "Kok, dulu gak mikir ya?", dan
"kok-kok" yang lain.

4. Dulu waktu ngejar-ngejar, wah...dimana-mana hanya terpampang wajah dia


seorang, kekasih hati. Tidur gak nyenyak, makan pun terasa gak enak, bukan
karena banyak nyamuk atau lauknya gak enak, dunia ini pun hanya untuk berdua,
yang lain ngontrak, ck...ck...ck... Kalau gak ketemu, rasanya gimana gichuu.
Dikejar setengah mati deh, pokoke mesti dapet! Tapi begitu udah dapat, lalu
masuk dunia rumah tangga, gejolak itu bisa berganti dengan rutinitas dan bias
bosan. Itulah sifat manusia, karena itu bila mencintai seseorang, cintailah
sewajarnya, siapa tahu ntar kamu benci padanya. Begitu juga sebaliknya, kalau
benci, bencinya yang wajar aja deh, siapa tahu ntar malah aishite iru*

5. Ingat lho, gak semua yang kita inginkan itu harus terpenuhi, kalau gak mau
dibilang egois. Tidak semua cita-cita itu harus terkabul, dan tidak pula semua
gejolak harus dituruti. Di dunia ini ada banyak pilihan, kalau gak dapat yang
satu, pilihan lain masih banyak kan? Siapa tahu malah lebih baik. Makanya buka
mata lebar-lebar, masa' sih cuma ada dia aja di dunia ini, emang yang lain
kemana bo!

6. Tidak semua yang kita anggap baik itu baik, dan tidak semua yang dianggap
indah itu indah. Segala sesuatu itu pasti ada cacat dan cela-nya. Saat jatuh
cinta sih, wuah...indah buanget, tiada cacat dan cela.
Padahal bisa aja kan, cacat dan cela itu jauh lebih banyak dari baik dan
indahnya.

7. Akhirnya, kalau kamu udah sampai pada puncak cinta, yaitu pernikahan, ingat
deh kalo puncak masalah pernikahan itu bukanlah pada siapa yang akan jadi
pasangan kita, tapi gimana agar kita bisa survive di dalamnya, siapapun pasangan
kita.

Semoga membantu akhi wa ukhti, jangan lupakan Allah SWT kalau antum jatuh cinta
ya. Jatuh cinta-lah karena Allah SWT, karena kasih sayangnya akan meluruh ke
jiwa.

Wallahu a`lam bis-shawab.


*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Al-Hubb Fillah wa Lillah,

Abu Aufa

Notes:
* in Japanese:
kore wa dame da = this is not good
aishite iru = love

OriginalMessage-----From:RiTaSeTyaNingRuM Sent: Thursday, June 12, 2003 9:45 AM


To:Undisclosed-Recipient:;
Subject: Fw: Love Your Job...

POTENSI DIRI - Semangat


Wanda baru satu bulan bekerja di bidang pemasaran sebuah perusahaan kosmetik. Bulan pertama ini ia
bekerja dengan penuh semangat. Ia banyak memberikan masukan baru, ide-ide baru yang, menurut dia,
akan membantu penjualan.

Ia datang paling pagi karena rumahnya jauh dari tempat kerja. Ia sangat bangga dengan pekerjaannya. Bila
orang lain menanyakan di mana ia bekerja, ia menjawabnya dengan penuh semangat dan kebanggaan.

Anehnya, rekan-rekan kerjanya, Andi dan Tuti, yang sudah bekerja lebih lama menganggap remeh
semangat Wanda ini. Mereka berkata: "Maklum, dia masih baru, sih." Mereka sudah bekerja dua belas tahun
lebih dan ternyata semangat mereka sudah hampir hilang.

Mereka tidak lagi bekerja dengan menggebu-gebu. Tuti merasa ia tidak perlu terlalu bersemangat karena
toh gajinya tidak akan menjadi dua kali lipat kalau ia rajin. Untuk apa bekerja mati-matian? Begitu pikirnya.

Lain lagi dengan Linda, ia sering mengajak Wanda berdiskusi. Wanda belajar banyak dari Linda, demikian
juga sebaliknya. Mereka sering berlomba sendiri untuk menjual lebih banyak, padahal Linda sudah sebelas
tahun bekerja. Bisa dibilang semangat mereka seimbang. Pada saat yang satu agak lemah, maka yang lain
membantunya.

Memang ada orang-orang seperti Andi dan Tuti yang berpikir untuk apa bekerja keras kalau gajinya sama
saja. Mau malas, mau rajin, tidak ada bedanya. Untuk apa bekerja rajin-rajin, begitu kata mereka.

Mereka tidak lagi memiliki tujuan dalam bekerja. Mereka melihat pekerjaan sebagai beban, bukan lagi suatu
tantangan atau kegiatan yang menyenangkan. Bagi orang yang menganggap pekerjaan sebagai beban,
biasanya ia akan merasa cepat lelah.

Pada waktu ia bangun tidur, ia sudah merasa lelah untuk berangkat bekerja. Begitu sampai di kantor ia
otomatis ingin beristirahat karena merasa lelah. Maka, ia lalu baca koran, sarapan, atau melanjutkan tidur.
Kemudian apa lagi? Mungkin ia akan menghabiskan waktu untuk menunggu jam pulang kantor yang terasa
tak kunjung tiba.
Mereka menganggap bahwa perusahaan diuntungkan dan mereka dirugikan kalau mereka bekerja lebih
rajin. Mereka lupa bahwa mereka sendirilah yang rugi kalau mereka tidak bersemangat.

Gerakan fisik pasti berkurang, belum lagi kemampuan otak yang dihambat karena dipaksa untuk pasif. Lagi
pula, kinerja yang kurang baik bisa menyebabkan tertutupnya kemungkinan promosi ke jabatan yang lebih
tinggi.

Ingat kisah Udin yang tadinya bekerja sebagai pembersih lift di sebuah gedung perkantoran, kemudian ada
orang yang menawarkan pekerjaan sebagai office boy dengan gaji lebih tinggi. Mengapa ia yang ditawari
pekerjaan? Mengapa bukan temannya yang lain?

Karena Udin tidak menganggap pekerjaannya sebagai beban. Pembersih lift yang lain tidak mempedulikan
para pengguna lift, tapi Udin lain. Ia selalu membantu menekan tombol untuk membuka pintu lift, atau
mengulurkan tangannya untuk menahan pintu lift tertutup pada saat ada orang yang ke luar atau masuk lift.

Seandainya ia dulu bekerja malas-malasan, atau kurang bersemangat karena gaji kecil, pasti dia akan
kelihatan loyo dan tidak akan terpilih untuk ditawari pekerjaan lain. Lagi pula benarkah anggapan bahwa
semangat akan menurun bila sudah lama bekerja? Justru sebaliknya, Linda membuktikan bahwa ia tetap
bersemangat tinggi meskipun ia sudah lama bekerja. Ia menyenangi pekerjaannya. Ia menikmati hari-hari
kerjanya.

Kesenangannya bekerja terpancar di wajahnya yang selalu bersemangat. Tingkah lakunya sigap, selalu
bersedia membantu orang lain dan tidak pernah melakukan korupsi waktu selama di tempat kerja. Sama
dengan Wanda, ia tidak pernah terlambat datang ke kantor.

Andi dan Tuti lupa bahwa keadaan hati yang loyo, sikap malas, rasa tidak puas dan hal-hal lain yang mereka
rasakan, akan terpancar di wajah dan tingkah laku mereka sehari-hari. Kalau sudah begitu, tentu atasan
dapat melihat dan merasakannya. Akhirnya siapa yang rugi? Tentu diri sendiri bukan? Nah, kalau semangat
memang sudah berkurang, apa yang harus kita lakukan? Mudah sekali.

Pertama, cari kesenangan baru dalam pekerjaan. Misalnya Tuti malas mengetik proposal, nah ia bisa mulai
dengan menetapkan target untuk membuat proposal lebih cepat.

Atau ia bisa mengubah proposalnya menjadi lebih menarik, lebih jelas, atau sekadar mencari-cari jenis huruf
yang lebih sesuai. Ia akan menemukan keasyikan baru sehingga mendongkrak semangatnya.

Kedua, anggaplah hambatan sebagai tantangan yang harus dikalahkan. Hambatan dan tantangan adalah
hal yang sama, yang berbeda hanya sudut pandangnya. Bila dianggap sebagai hambatan, maka langkah
kita menjadi lebih berat.

Seperti orang berlomba lari, bila ia melihat batu-batuan sebagai hambatan, maka ia akan merasa berat. Tapi
bila ia melihatnya sebagai tantangan, maka langkahnya malah lebih panjang, lompatannya akan lebih tinggi
karena ia berfokus pada cara terbaik untuk mengatasinya. Di samping itu ia akan menemukan kesenangan
baru.

Love your job! Enjoy!

Oleh: Lisa Nuryanti


International Director John Robert Powers
From: Dewi Kancana Sunarya
Sent: Friday, June 13, 2003 10:40 AM
To: 's.surachman@cgiar.org'
Subject: FW: Autumn in Sidney

Dear Susy,

Bagus sekali........!

-----Original Message-----
From: Rini Diana
Sent: Thursday, June 12, 2003 3:11 PM
Subject: Autumn in Sidney

Allahu Akbar
Di atas Langit Australia, 8 Oktober 2002
Aku terperangah menyaksikan akhir film Autumn in New York. Tragis dan
menyedihkan. Richard Gere yang melakonkan Will Keane, juragan restoran setengah
baya di New York itu, harus menangis karena kekasihnya Winona Ryder yang
melakonkan Charlotte Fielding yang masih belia meninggal karena penyakit kronis
yang dideritanya.

Aku teringat Cindy, istri Australia-ku yang kunikahi empat tahun silam. Empat
tahun menikah, tak sekalipun ia mau ke Indonesia. Pun sekarang, saat aku harus
ke Bandung untuk menikahkan Sarah, adik bungsuku.

Cindy adalah tipikal perempuan Aussie. Mandiri, humanis, fair, assertif,


namun begitu cuek dengan keluarga. Jangankan urusan pernikahan, ketika ayah
meninggal empat bulan silam-pun Cindy enggan ke Jakarta. "Take it easy, Tommy,
semua orang pasti mati," katanya santai.

Cindy tumbuh dalam keluarga broken home. Ayah ibunya bercerai ketika Ia
berusia tiga tahun. Cindy tumbuh matang dan mandiri. Ia bekerja dan belajar 16
jam sehari. Tanpa keluhan. Pagi hari bersekolah, sore dan malam hari menjadi
pelayan restoran. Ia menamatkan high school-nya dan melanjutkan ke School of
Law, di Sydney hingga mencapai gelar master bidang hokum internasional dengan
predikat summa cum laude. Sesudahnya, dunia begitu ramah bagi Cindy. Hampir
semua law firm besar di kota ini melamarnya.

Cindy memilih salah satu yang terbesar. Semuanya berjalan begitu lugas, sampai
ia bertemu aku yang dikirim untuk studi S-3 dan magang di kantor mitra asing
kami di Sydney, Krueger and Associates.

Studi di University of New South Wales sambil magang bukanlah pekerjaan


mudah. Aku hampir tak memiliki waktu untuk kehidupan sosialku. Aku nyaris tak
punya waktu untuk manusia. Kecuali tiga jam saja setiap pekan, ketika shalat
Jum'at di Masjid Indonesia Wabash Street, dan pengajian Ahad.

Pada saat-saat sibuk itu, ternyata ada sepasang mata yang selalu
memperhatikanku. Aku tak sadar sampai pemilik mata biru ini menegurku dengan
bahasa Inggris aksen Australia yang khas. "Mengapa anda selalu menggelar kain
merah dan sujud ke arah barat laut setiap pukul dua siang, lima sore, delapan
sore, dan sembilan malam? Apakah anda pengikut suatu aliran kepercayaan di Asia
Selatan?" Tanya pemilik mata biru tersebut setengah menyelidik.

"Oh No. Saya seorang muslim. Seorang muslim wajib melaksanakan ibadah shalat
lima kali setiap hari," jawabku sedikit heran. Tak biasa wanita Aussie membuka
percakapan dengan pria asing.

Kemudian dialog pun mengalir lancar. Si mata biru itu ternyata Cindy Stuart
Masterson, junior lawyer di Krueger sekaligus kandidat Doktor di UNSW.
Perjumpaan yang semakin sering membuat kami saling tertarik, sampai Suatu
hari Cindy menanyaiku serius, "Tommy, will you marry me?" Aku kontan gelagapan.
Akhirnya, aku hanya berkata, " Ah, ya. Insya Allah!"

Kami menikah pada 21 Februari 1997. Sepekan setelah Iedul Fitri 1417 H. Dua
hari sebelumnya Cindy mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Wabash Street.
Imam masjid memberinya nama Aisyah Muthmainah.

Setahun pertama pernikahan, kami adalah pasangan yang amat harmonis. Petaka
mulai timbul setelah anak pertama kami lahir. Aku ngotot memberinya nama Islam,
Faiz atau Raihan. Cindy protes. "Aku akan memberinya nama Ian."

Aku malas berdebat. Setelah kejadian itu Cindy menjadi sangat berkuasa. Cindy-
lah yang menentukan Ian sekolah dimana. Makan apa. Boleh ke masjid atau tidak.

Ketika anak kedua kami lahir, aku ingin memberinya nama Nadia atau Yasmin,
yang kurasa agak akrab dengan telinga Australia. "No, Tommy. Namanya Nicole. Ia
akan seperti Nicole Kidman. Mudah-mudahan ia akan mulus menapak Hollywood
seperti Nicole Kidman," lanjut Cindy santai.

Cindy semakin sulit diatur. Janjinya untuk belajar Islam, membaca Al Qur'an,
dan shalat tak pernah terwujud. Ia pun membatasi Ian dan Nicole untuk
berinteraksi dengan komunitas muslim Indonesia. Rencanaku untuk membawanya
pindah ke kawasan muslim Lakemba juga ditolaknya mentah-mentah.

Kesabaranku habis saat Cindy enggan ta'ziah ke Bandung saat ayah meninggal
empat bulan yang lalu. Pekerjaannya terlalu berharga baginya. Mertuanya tak
lebih berharga dari appointment dan contract yang harus dibuatnya. Tragisnya,
Cindy melarang aku membawa Ian dan Nicole dengan alasan takut terkena virus
tropis Indonesia. Dua minggu kemudian aku meninggalkan rumah tanpa pamit. Sudah
hampir tiga bulan aku 'menggelandang' dari rumah ke rumah teman-teman
Indonesiaku. Malam hari aku tidur di masjid, siang belajar di UNSW. Aku tak
pernah lagi ke Krueger and Associates. Aku belum sanggup bertemu Cindy.

Permintaan Sarah via e-mail sepekan silam menghentikan petualanganku. Aku


senang pulang ke Indonesia. Satu saja yang membuatku resah. Permintaan Sarah
bawa Teh Cindy, Ian, dan Nicole, ya Mas'!

Bandung, 11 Oktober 2002


Pernikahan Sarah dan Syamsul tergolong unik. Perkenalan, lamaran, dan akad
nikah semuanya berlangsung kilat. Tukar menukar biodata berlangsung via
internet, telepon dan teleconference. Baru empat hari mereka berjumpa. Allah
menyatukan hati mereka kendati mereka tak sempat mengenal lama satu sama lain.

Aku 'cemburu' melihat kemesraan Sarah dan Syamsul. Sedangkan aku? Pergi dari
Sydney seorang diri setelah 'terusir' dari rumah. Meninggalkan istri dan dua
anak yang masih balita tanpa pamit.

Sabtu, 12 Oktober 2002


Aku berkemas-kemas. Sore nanti flight Ansett Aussie 247 tujuan Sydney telah
menungguku di Bandara Soekarno Hatta. Aku tengah memasukkan oleh-oleh Ibu ke
dalam tas, ketika berita tentang meledaknya bom di Bali kudengar di televisi.
Innalillahi, Bali diserang? Dan kebanyakan korbannya adalah warga Australia.
Negeri keduaku...tanah tumpah darah istriku.

Belum habis rasa terkejutku, setengah jam kemudian aku mendengar semua
penerbangan ke Australia ditunda sampai waktu yang tak ditentukan.

Senin, 14 Oktober 2001


Headlines Sydney News yang aku baca via internet sungguh mengejutkanku.
Gelombang anti muslim dan anti Indonesia yang merebak di seluruh Australia pasca
ledakan bom di Bali memakan korban warga muslim mancanegara yang tinggal disana.
Islamic Center dan Masjid di Brisbane-Queensland diserang. Juga di Perth,
Western Australia. Kata-kata kotor dituliskan di tembok masjid, bahkan kotoran
manusia dilemparkan ke masjid.

Beberapa muslim Indonesia di Sydney, Melbourne, dan Perth diinterograsi oleh


dinas intelijen Australia. Beberapa diinterogasi dan digeledah rumahnya dengan
sangat tidak manusiawi.

Aku murka, sekaligus sedih. Aku teringat shohibku di Masjid, Buranda-Holland


Park. Terbayang wajah Imam Masjid Brother Abdul Quddus. Juga Brother Dwi dan
Seno di University of Queensland.

Rabu, 16 Oktober 2002


Subuh aku tiba kembali di Australia. Petugas imigrasi menginterogasiku habis-
habisan. Dia bertahan bahwa aku tak bisa masuk ke Australia karena status visa-
ku tidak jelas. Aku ngotot. Aku adalah permanent resident dan bisa menjadi
citizen karena menikah dengan wanita Australia. Juga, bahwa aku adalah lawyer
dan kandidat doktor di bidang hukum yang bisa menggugatnya ke pengadilan.
Ternyata yang terakhir itu mujarab.

Sabtu, 19 Oktober 2002


Hari ini aku giliran jaga malam di masjid Wabash Street. Masjid ini
berulangkali menerima ancaman. Jum'at kemarin satu grup pemuda rasis bolak-balik
di depan masjid sambil menunjuk-nunjuk masjid. Jarum jam menunjukkan pukul dua
dinihari. Aku membangunkan Brother Bahri untuk bergantian ronda. Lalu bersiap
shalat malam. Dari samping tempat wudhu kudengar suara-suara slank Australia dan
bunyi cat disemprotkan. Aku menyeret Brother Bahri keluar masjid. Sederet kata-
kata kotor di tembok mesjid yang dibuat dengan cat pylox yang masih basah. Kata-
kata kasar keluar dari empat mulut berbau minuman keras. Mereka juga
mengeluarkan double stick dan pisau.

Kami bersiap menghadapi mereka. Tidak lama kemudian kami telah terlibat
perkelahian. Syukurlah, lawan kami tak begitu lihai. Dalam dua menit si tinggi
besar roboh. Tragisnya, pisau yang dipegangnya menikam dirinya sendiri.

Aku terhenyak. Kenapa sampai sejauh ini? Raungan sirene polisi semakin dekat.
Kami digelandang ke kantor polisi terdekat.

Selasa, 22 Oktober 2002


Tiga hari kami menginap di kantor polisi. Tuduhannya : penganiayaan dan
percobaan pembunuhan ! Selama itu kami tetap bungkam. Aku hanya mau bicara kalau
aku didamping oleh pengacara. Polisi memberi waktu hingga Kamis jam dua belas
siang. Jika kami tidak mendapat pengacara, polisi akan menyediakan pengacara
negara. Akankah mereka berpihak pada kami? Aku tidak yakin.

Teman-teman kami telah menghubungi hampir semua pengacara, tapi nihil.


Sebenarnya ini perkara biasa. Tapi setting sosial politik-nya tidak biasa.
Beribu orang mencaci kami. Gelombang aksi massa menyerbu kantor polisi.

Kamis, 24 Oktober 2002


Hampir jam 12.00. Aku masih belum punya pengacara. Semenit sebelum pukul dua
belas. Langkah-langkah panjang polisi penjara memasuki lorong. "Yeah, lady ini
mengajukan diri untuk menjadi pengacara anda," 'Namanya Lady Cindy Stuart
Masterson!" Aku tertegun.

Kamis, 5 Desember 2002


Hari ini sidang terakhir. Setelah sebulan lebih menghadiri sidang, kini aku
dan Brother Bahri menanti putusan hakim. Aku dituntut tujuh tahun penjara atas
tuduhan penganiayaan dan percobaan pembunuhan. Brother Bahri dituntut empat
tahun penjara atas tuduhan penyertaan dalam penganiayaan dan percobaan
pembunuhan.

Alhamdulillah, sejak pemeriksaan polisi, pemeriksaan district attorney


(kejaksaan) hingga pengadilan di district court aku selalu didampingi Cindy.
Pengacara muda lulusan terbaik School of Law UNSW dan sebentar lagi menggaet
Ph.D di bidang hukum. Dan, yang terpenting, ia istriku!

Cindy memang luar biasa. Kemampuan beracara-nya sangat piawai. "Yang mulia,
terdakwa harus dibebaskan dari semua tuduhan karena telah terbukti ia tak
sedikitpun memiliki niat untuk menganiaya ataupun membunuh. Ia hanya self
defense, membela diri karena empat orang berandal menyerang masjid-nya."

"Yang mulia, terdakwa harus dibebaskan dari semua tuduhan, pisau itu tidak
digenggamnya, bukan miliknya dan tidak diarahkan untuk menusuk korban. Lihat,
tak ada satupun sidik jarinya di pisau tersebut. Pisau itu menancap ke tubuh
korban oleh peran korban sendiri.

"Yang mulia, ini tak adil. Terdakwa hanya membela diri dan rumah ibadahnya.
Sementara keempat penyerangnya merusak rumah ibadahnya dan menyerangnya denga
pisau dan double stick. Kedua terdakwa hanya melawan dengan tangan kosong. Ini
tidak seimbang. Ini bela paksa. Sekarang mereka berdua jadi pesakitan, sementara
sang penyerang masih bebas berkeliaran.

"Yang mulia, korban sekarang sudah sembuh dari lukanya. Ia berfikir semua
muslim militan, dan kejam. "Yang Mulia, itu adalah prasangka. Kalaupun memang
benar, bolehkah kita menggeneralisir? menghukum seluruh muslim di seluruh dunia
atas kejahatan sekelompok radikal muslim? Ini absurd, irrasional, Yang Mulia.
Saya keberatan sekali!

"Yang Mulia, masjid bagi umat Islam adalah tempat yang sakral. Menyerang
tempat ibadah adalah kejahatan HAM Yang Mulia. Crime against humanity and Gross
Violation of Human Right. .........

Setengah jam kemudian hakim District Court Sydney membebaskan kami dari
tuduhan. Aku dan Brother Bahri menangis terharu. Cindy memelukku. Pers memotret
kami. Gelombang massa rasis dan ultranasionalis berteriak memprotes putusan
hakim. Aku sujud syukur.

Jum'at, 6 Desember 2002


Sydney di akhir musim semi. Sydney Bridge berdiri dengan gagahnya. Di
kejauhan, nampak Darling Harbour bermandi cahaya senja.

"Cindy, Honey, kenapa kamu mau membela aku di pengadilan ? " tanyaku dalam
Bahasa Inggris yang paling santun. "Kamu lupa, my dear Tommy. Aku masih istrimu.
Aku masih sayang kamu, " Cindy menyahut mesra. Hatiku berdebar. "Hanya itu?"
tanyaku gelisah. "Tidak. Aku salut. Kamu begitu mencintai Islam, begitu
mencintai masjid.

Kendati kerap diintimidasi dan dihina. Dalam lima tahun perkawinan kita, kamu
tak sekalipun meninggalkan shalat. Aku-lah yang jarang shalat. '

"Honestly, kami di sini sudah lama tak peduli dengan agama. Buat kami agama
adalah ilusi. Agama tak lebih dari urusan pribadi. Di negara ini ada dua
pertanyaan yang tabu, kamu juga tahu, agama dan status pernikahan. Karena itu,
jika ada orang yang patuh dengan ajaran agamanya kami sangat penasaran. Apa yang
membuat dia komit dengan Tuhan-nya?" Kata-kata itu diucapkannya perlahan.

"Honey, engkau telah membuat mataku terbuka. Mungkin, memang sudah saatnya
aku mengikuti langkahmu." Aku terharu. Matahari senja 1 Syawal 1423 H bersinar
semakin temaram.
Chicago, 13 November 2002
Terima kasih ya bu Dewi... indah..
saya share dengan teman2 yg lain

-----Original Message-----
From: Dewi Kancana Sunarya
Sent: Friday, June 06, 2003 3:47 PM
To: Ari Pujiastuti; Apriyani; Iriani; Widyawati; Yohanna R.
Tamberongan;
Magma R. Sontodipuro; Musanti; Abdul Gafur; Sunarya; Euis
Cc: 's.surachman@cgiar.org'
Subject: FW: Jikalah Pada Akhirnya

-----Original Message-----
From: Adriansyah_Sinaga@cnooc.co.id
Sent: Friday, June 06, 2003 2:54 PM
To: ibu_ariani@yahoo.com; dewi.kancana@semen-cibinong.com; Andhalia
Tyas
Utami; Rostina Devayanti; Dewi Suminar; Estu Trinanda; Hani Buntari;
Rosa Patrasari; Stanley Prasetyo; n_nicke@yahoo.com; Myra lucu;
ainiam@yahoo.com
Subject: Jikalah Pada Akhirnya

Jikalah Pada Akhirnya

Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya,


Maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa,
Sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti.

Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,


Maka mengapa tidak dinikmati saja,
Sedang ratap tangis tak akan mengubah apa-apa.

Jikalah luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa,
Sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama.

Jikalah kebencian dan kemarahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti diumbar sepuas jiwa,
Sedang menahan diri adalah lebih berpahala.

Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,


Maka mengapa mesti tenggelam di dalamnya,
Sedang taubat itu lebih utama.

Jikalah harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,


Maka mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri,
Sedang kedermawanan justru akan melipat gandakannya.

Jikalah kepandaian akan menjadi masa lalu pada akhirnya,


Maka mengapa mesti membusung dada dan membuat kerusakan di dunia,
Sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia agar sejahtera.

Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,


Maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama,
Sedang memberi akan lebih banyak menuai arti.

Jikalah bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya,


Maka mengapa mesti dirasakan sendiri,
Sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna

Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya,


Maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka,
Sedang begitu banyak kebaikan bisa dicipta.
Suatu hari nanti,
Saat semua telah menjadi masa lalu
Aku ingin ada di antara mereka
Yang bertelekan di atas permadani
Sambil bercengkerama dengan tetangganya
Saling bercerita tentang apa yang telah dilakukannya di masa lalu
Hingga mereka mendapat anugerah itu.

[(Duhai kawan, dulu aku miskin dan menderita, namun aku tetap berusaha
senantiasa bersyukur dan bersabar. Dan ternyata, derita itu hanya sekejap saja
dan cuma seujung kuku, di banding segala nikmat yang kuterima di sini)--
(Wahai kawan, dulu aku membuat dosa sepenuh bumi, namun aku bertobat dan tak
mengulang lagi hingga maut menghampiri. Dan ternyata, ampunan-Nya seluas alam
raya, hingga sekarang aku berbahagia)]

Suatu hari nanti


Ketika semua telah menjadi masa lalu
Aku tak ingin ada di antara mereka
Yang berpeluh darah dan berkeluh kesah:
Andai di masa lalu mereka adalah tanah saja.

[(Duhai! harta yang dahulu kukumpulkan sepenuh raga, ilmu yang kukejar setinggi
langit, kini hanyalah masa lalu yang tak berarti. Mengapa dulu tak kubuat
menjadi amal jariah yang dapat menyelamatkanku kini?)--
(Duhai! nestapa, kecewa, dan luka yang dulu kujalani, ternyata hanya sekejap
saja dibanding sengsara yang harus kuarungi kini. Mengapa aku dulu tak sanggup
bersabar meski hanya sedikit jua?)]

fyi.. for your children or relative..

-----Original Message-----
From: Santosa International [mailto:santosa@bdg.centrin.net.id]
Sent: Thursday, June 05, 2003 5:37 AM
To: Daarut Tauhid
Subject: [daarut-tauhiid] BEASISWA DI BRUNEI DARUSSALAM

------------------------ Yahoo! Groups Sponsor


---------------------~-->
Get A Free Psychic Reading! Your Online Answer To Life's Important
Questions.
http://us.click.yahoo.com/Lj3uPC/Me7FAA/ySSFAA/vbOolB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

Untuk informasi, semoga bemanfaat Negara Brunei Darussalam menerima setiap


tahun mahasiswa dari indonesia.

Keterangan beasiswa;
Penerima beasiswa akan diberikan :

1. Tunjangan sara Hidup B$ 500,00(1Brunei Dollar= Rp.5,100.-) setiap bulan


2. Uang Buku B$ 300 ( persemester)
3. Uang Kaca Mata $150 (satu kali)
4. Gratis biaya kesehatan, semua ditanggung oleh kerajaan Brunei Darussalam.
6. Disediakan asrama dan tempat tinggal secara cuma-cuma.
7. Disediakan Makan 3x sehari (gratis)
8. Tiket penerbangan setiap 2 tahun sekali

Jurusan yang yg ditawarkan:


- Msc Petroleum Geoscience, Phd Petroleum
- MBA
- MPP (master Public policy)
- Med ( By reasech or dessertation)
- BA. Education(s1)
- BA. Pendidikan(s1)
- Sarjana muda Syariah (s1)
- MA. Syariah (by reaseach)
- Sarjana muda Ushuluddin (s1)
- sarjana Muda Bhs Arab
- BA. Economics
- BA. Public Policy
dan lain lain
untuk informasi bisa hubungi :

Kedutaan Brunei Darussalam di Indonesia;


Wisma GKBI jl. Rasuna Said. lt 19
Jakarta Pusat

atau kunjungi website Universiti Brunei Darussalam www.ubd.edu.bn

-----Original Message-----
From: zoel [mailto:zoel@rbi.co.id]
Sent: Wednesday, June 04, 2003 4:45 PM
To: endah; susilowati Surachman; mimin; leLI@SEILINK.COM
Subject: [daarut-tauhiid] [KELUARGA] Duhai Suamiku...
[KELUARGA] Duhai Suamiku...
Author: Abu Aufa

Duhai suamiku...
Kadangkala mungkin tergambar di benak fikiranmu, bahwa engkau telah salah ketika
memilih diriku menjadi pasanganmu. Kadang kala ia mengganggu dalam pergaulan
sehari-harimu denganku, terkadang ku takut perasaan cintamu berubah menjadi
benci, limpahan kasih sayangmu menjelma menjadi kemarahan, dan ketenangan pun
berubah menjadi ketegangan.

Suamiku.....
Di saat engkau masih sibuk dengan pekerjaan yang tak kunjung selesai, tak jarang
aku kau abaikan. Waktu di rumah pun, kadang ku ikhlaskan demi masa depanmu.
Bukankah engkau tahu aku pun butuh perhatian darimu. Terkadang ku cari perhatian
itu, namun terlihat salah dipandanganmu. Kalaulah itu terlihat salah, semoga
engkau bisa melihat kebaikanku yang lain. Bukankah Allah SWT yang mempertemukan
dan menyatukan hati kita berpesan, "Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan
baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena
mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan
yang banyak." [QS: An Nisa' 19].

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam yang kita cintai pun berpesan,


"Sempurnanya iman seseorang mukmin adalah mereka yang baik akhlaknya, dan yang
terbaik (pergaulannya) dengan istri-istri mereka." Jika engkau melihat
kekurangan pada diriku, ingatlah kembali pesan beliau, "Jangan membenci seorang
mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu
kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai." (HR. Muslim)

Sadarkah engkau bahwa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya?
Bukankah engkau tahu bahwa hanyalah Allah yang Maha Sempurna. Tidaklah
sepatutnya bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu,
sedangkan engkau sendiri tak pernah sekalipun menghitung kekurangan dan
kesalahanmu. Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, padahal aku telah
taat kepadamu.

Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan orangtua dan sanak
audaraku, ku ingin engkaulah yang mengisi kekosongan hatiku. Naungilah diriku
dengan kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat aku ragu memilih
siapa pendampingku, ketakwaan yang terlihat dalam keseharianmu-lah yang
mempesona diriku. Bukankah sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, Ali
bin Abi Tholib saat ditanya oleh seseorang, "Sesungguhnya aku mempunyai seorang
anak perempuan, dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?" Ali r.a. pun
menjawab, "Kawinkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika
laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia tidak
menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya." Ku harap engkaulah laki-laki itu,
duhai suamiku.

Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan, mungkin saat itu engkau
mendambakan diriku sebagai istri tanpa kekurangan dan kelemahan, sadarlah,
sesungguhnya egois telah menguasai dirimu. Perbaikilah kekurangan diriku dengan
lemah lembut, janganlah kasar terhadapku. Bukankah Rasulullah Shallallahu
'Alaihi Wa Sallam telah mengajarkan kepada dirimu, saat Muawiah bin Ubaidah
bertanya kepada beliau tentang tanggungjawab suami terhadap istri, beliaupun
menjawab, "Dia memberinya makan ketika ia makan, dan memberinya pakaian ketika
dia berpakaian." Janganlah engkau keras terhadapku, karena Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar terhadap istri-
istrinya.

Duhai Suamiku...
Tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari Allah di akhirat kelak?
Tahukah engkau pula balasan yang akan dianugerahkan kepada suami-suami yang
berlaku baik terhadap istri-istri mereka? Renungkanlah bahwa, "Mereka yang
berlaku adil, kelak di hari kiamat akan bertahta di singgasana yang terbuat dari
cahaya. Mereka adalah orang yang berlaku adil ketika menghukum, dan adil
terhadap istri-istri mereka serta orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya."
[HR Muslim]. Kudoakan bahwa engkaulah yang kelak salah satu yang menempati
singgasana tersebut, dan aku adalah permaisuri di istanamu.

Jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah Allah berikan
kepadamu. Apabila engkau sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, namun tak akan
kulupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat
putra-putrimu. Bukankah seorang ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putra-
putrinya? Semoga engkau selalu mendampingiku dalam mendidik putra-putri kita dan
bertakwa kepada Allah.

Wahai Allah, Engkau-lah saksi ikatan hati ini...


Aku telah jatuh cinta kepada lelaki pasangan hidup ku, jadikanlah cinta ku pada
suamiku ini sebagai penambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu. Namun, kumohon
pula, jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu, hingga aku
tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu, jagalah hatiku padanya agar tidak
berpaling pada hati-Mu. Jika ia rindu, jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu lebih
ia rindukan daripada kerinduannya terhadapku, jadikan pula kerinduan terhadapku
tidak melupakan kerinduannya terhadap surga-Mu. Bila cintaku padanya telah
mengalahkan cintaku kepada-Mu, ingatkanlah diriku, jangan Engkau biarkan aku
tertatih kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta-Mu.

Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah


berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu
dalam dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kokohkanlah ya
Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah
hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami
dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.
Nyalakanlah hati kami dengan ma'rifat kepada-Mu. Matikanlah ia dalam syahid di
jalan-Mu. Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Amin ya rabbal alamin.

*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*


Al-Hubb Fillah wa Lillah,
Ass.wr.wb

Ada cerita bagus teman,


Siang tadi temanku tiba-tiba nelpon. Makan siang yuk, ajaknya. Oke, jawabku. So he picked me up at the lobby of
Menara Mulia. Selepas Menara Mulia, kami masih belum ada ide mau makan dimana. Ide ke soto Pak Sadi segera
terpatahkan begitu melihat bahwa yang parkir sudah sampai sebrang-sebrang.

Akhirnya kami memutuskan makan gado-gado di Kertanegara. Bisa makan di mobil soalnya. Sampai di sana masih sepi.
Baru ada beberapa mobil. Kami masih bisa milih parkir yang enak. Begitu parkir, seperti biasa, joki gado-gado sudah
menanyakan mau makan apa, minum apa. Kami pesan dua porsi gado-gado + teh botol.

Sambil menunggu pesanan, kami pun ngobrol. So, ketika tiba2 ada seorang pemuda lusuh nongol di jendela mobil kami,
kami agak kaget. "Semir om?" tanyanya. Aku lirik sepatuku. Ugh, kapan ya terakhir aku nyemir sepatuku sendiri? Aku
sendiri lupa. Saking lamanya. Maklum, aku kan karyawan sok sibuk...

Tanpa sadar tangan ku membuka sepatu dan memberikannya pada dia. Dia menerimanya lalu membawanya ke emperan
sebuah rumah. Tempat yang terlihat dari tempat kami parkir. Tempat yang cukup teduh. Mungkin supaya nyemirnya
nyaman.

Pesanan kami pun datang. Kami makan sambil ngobrol. Sambil memperhatikan pemuda tadi nyemir sepatuku.
Pembicaraan pun bergeser kepemuda itu. Umur sekitar 20-an. Terlalu tua untuk jadi penyemir sepatu. Biasanya pemuda
umur segitu kalo tidak jadi tukang parkir or jadi kernet, ya jadi pak ogah. Pandangan matanya kosong. Absent minded.
Seperti orang sedih. Seperti ada yang dipikirkan. Tangannya seperti menyemir secara otomatis. Kadang2 matanya
melayang ke arah mobil-mobil yang hendak parkir (sudah mulai ramai). Lalu pandangannya kembali kosong.

Perbincangan kami mulai ngelantur kemana-mana. Tentang kira2 umur dia berapa, pagi tadi dia mandi apa enggak,
kenapa dia jadi penyemir dll. Kami masih makan saat dia selesai menyemir. Dia menyerahkan sepatunya padaku.
Belum lagi dia kubayar, dia bergerak menjauh, menuju mobil-mobil yang parkir sesudah kami. Mata kami lekat
padanya. Kami melihatnya mendekati sebuah mobil. Menawarkan jasa. Ditolak. Nyengir. Kelihatannya dia memendam
kesedihan. Pergi ke mobil satunya. Ditolak lagi. Melangkah lagi dengan gontai ke mobil lainnya. Menawarkan lagi.
Ditolak lagi. Dan setiap kali dia ditolak, sepertinya kami juga merasakan penolakan itu.

Sepertinya sekarang kami jadi ikut menyelami apa yang dia rasakan. Tiba-tiba kami tersadar. Konyol ah. Who said life
would be fair anyway. Kenapa jadi kita yang mengharapkan bahwa semua orang harus menyemir? Hihihi...
Perbincangan pun bergeser ke topik lain. Di kejauhan aku masih bisa melihat pemuda tadi, masih menenteng kotak
semirnya di satu tangan, mendapatkan penolakan dari satu mobil ke mobil lainnya. Bahkan, selain penolakan, di
beberapa mobil, dia juga mendapat pandangan curiga. Akhirnya dia kembali ke bawah pohon. Duduk di atas kotak
semirnya. Tertunduk lesu...

Kami pun selesai makan. Ah, iya. Penyemir tadi belum aku bayar. Kulambai dia. Kutarik 2 buah lembaran ribuan dari
kantong kemejaku. Uang sisa parkir. Lalu kuberikan kepadanya. Soalnya setahu ku jasa nyemir biasanya 2 ribu Rp. Dia
berkata kalem "Kebanyakan om. Seribu aja". BOOM. Jawaban itu tiba-tiba serasa petir di hatiku. It-just-does-not-
compute-with-my-logic!

Bayangkan, orang seperti dia masih berani menolak uang yang bukan hak-nya. Aku masih terbengong-bengong waktu
nerima uang seribu Rp yang dia kembalikan. Se-ri-bu Ru-pi-ah. Bisa buat apa sih sekarang? But, dia merasa cukup
dibayar segitu. Pikiranku tiba-tiba melayang.

Tiba-tiba aku merasa ngeri.


Betapa aku masih sedemikian kerdil.
Betapa aku masih suka merasa kurang dengan gaji ku.
Padahal keadaanku sudah -sangat jauh- lebih baik dari dia.
Tuhan sudah sedemikian baik bagiku, tapi perilaku-ku belum seberapa
dibandingkan dengan pemuda itu, yang dalam kekurangannya, masih mau
memberi, ke aku, yang sudah berkelebihan.
Siang ini aku merasa mendapat pelajaran berharga.
Siang ini aku seperti diingatkan.
Bahwa kejujuran itu langka.
Bahwa kepuasan itu ada di rasa syukur

Sahabat muslim,
What do you think?
Kita2 yang sarjana ini, yang kerja di perusahaan minyak sptnya harus belajar banyak dari pemuda tadi mengenai "the
value of honesty" dan "mensyukuri atas ni'mat yang telah Allah SWT berikan kepada kita"....
Semoga di gajian hari ini kita sediakan budget khusus buat orang2 jujur spt pemuda tsb....

"Dan jika kamu menghitung2 ni'mat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (An Nahl:18)

Wass.wr.wb
Ds
---------------------------------------------------------------------~->

KARAKTERISTIK AYAH

Oleh: Rudy Himawan

Seorang Muslim sudah semestinya memikirkan masa depan dengan melakukan invesment
bukan dengan stock portofolio, 401K, rumah ataupun saving account, tetapi dengan
shodaqoh jariyah, menyebarkan ilmu yang bermanfaat, dan membina anak yang
sholeh/-ah. Ketiga aktivitas ini ternyata tercakup dalam proses pendidikan anak
dan apalagi Alhamdulillah banyak diantara kita yang telah dikaruniai anak,
sehingga saya tergerak untuk merangkum 6 karakteristik kepribadian seorang ayah
idaman.

1. Keteladanan

Suatu pagi, saya terperanjat ketika melihat cara putriku memakai sepatunya. Ia
langsung memasukkan kakinya ke dalam sepatu tanpa melepas talinya. Rupanya
selama ini ia memperhatikan bagaimana cara saya memakai sepatu. Karena malas
membuka simpul tali sepatu, sering kali saya langsung memakainya tanpa membuka
dan mengikat simpul tali sepatu. Saya berusaha melarangnya dengan memberikan
penjelasan bhw cara memakai sepatu seperti itu bisa mengakibatkan sepatu cepat
rusak. Namun hasilnya nihil. Ini merupakan satu contoh nyata bhw anak, terutama
pada usia dini, mudah sekali mencontoh orangtuanya. Tidak perduli apakah itu
benar atau salah. Nasehat kita tidak ada manfaatnya, jika kita tetap melakukan
apa yang kita larang.

Apakah kita sudah memberikan teladan yang terbaik kepada anak-anak kita? Apakah
kita lebih sering nonton TV dibandingkan membaca Al-Quran atau buku lain yang
bermanfaat? Apakah kita lebih sering makan sambil jalan dan berdiri dibandingkan
sambil duduk dengan membaca Basmallah? Apakah kita sholat terlambat dengan
tergesa-gesa dibandingkan sholat tepat waktu? Apakah bacaan surat kita itu-itu
saja?

Allah SWT berfirman dalam surat ash-shaff 61:2-3:


"Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu
perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang
tiada kamu kerjakan. "

Allah SWT juga mengingatkan untuk tidak bertingkah laku seperti Bani Israil
dalam firmanNya dalam surat Al-Baqoroh 2:44 "Mengapa kamu suruh orang lain
(mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri,
padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?"

2. Kasih Sayang dan Cinta

Kehangatan, kelembutan, dan kasih sayang yang tulus merupakan dasar penting bagi
pendidikan anak. Anak-anak usia dini tidak tahu apa namanya, tapi dengan
fitrahnya mereka bisa merasakannya. Lihatnya bagaimana riangnya sorot mata dan
gerakan tangan serta kaki seorang bayi ketika ibunya akan mendekap dan
menyusuinya dengan penuh kasih sayang. Bayi kecilpun sudah mampu menangkap raut
wajah yang selalu memberikan kehangatan, kelembutan, dan kasih sayang dengan
tulus, apalagi mereka yang sudah lebih besar.
Rasulullah SAW pada banyak hadisth digambarkan sebagai sosok ayah, paman, atau
kakek yang menyayangi dan mengungkapkan kasih sayangnya yang tulus ikhlas kepada
anak-anak. Sebuah kisah yang menarik yang diceritakan oleh al-Haitsami dalam
Majma'uz Zawa'id dari Abu Laila.

Dia berkata: "Aku sedang berada di dekat Rasulullah SAW. Pada saat itu aku
melihat al-Hasan dan al-Husein sedang digendong beliau. Salah seorang diantara
keduanya kencing di dada dan perut beliau. Air kencingnya mengucur, lalu aku
mendekati beliau. Rasulullah SAW bersabda, 'Biarkan kedua anakku, jangan kau
ganggu mereka sampai ia selesai melepaskan hajatnya.' Kemudian Rasulullah SAW
membawakan air."

Dalam riwayat lain dikatakan, 'Jangan membuatnya tergesa-gesa melepaskan


hajatnya.'

Bagaimana dengan kita?


Sudahkan kita ungkapkan kecintaan kita yang tulus kepada anak-anak kita hari
ini?

3. Adil

Siapa yang belum pernah dengar kata sibling rivalry dan favoritism? Jika belum
dengar, maka ketahuilah! Siapa tahu kita termasuk orang yang telah melakukannya.
Seringkali kita terjebak oleh perasaan kita sehingga kita tidak berlaku adil,
misalnya karena anak kita yang satu lebih penurut dibandingkan anak yang lain
atau karena kita lebih suka anak perempuan daripada anak laki-laki dll.

Rasulullah SAW bersabda: "Berlaku adillah kamu di antara anak-anakmu dalam


pemberian." (HR Bukhari)

Masalah keadilan ini dikedepankan untuk mencegah timbulnya kedengkian diantara


saudara. Para ahli peneliti pendidikan anak berkesimpulan bahwa faktor paling
dominan yang menimbulkan rasa hasad/ dengki dalam diri anak adalah adanya
pengutamaan saudara yang satu di antara saudara yang lainnya.

Anak sangat peka terhadap perubahan perilaku terhadap dirinya. Jika kita lepas
kontrol, sesegera mungkin untuk memperbaiki, karena anak yang diperlakukan tidak
adil bisa menempuh jalan permusuhan dengan saudaranya atau mengasingkan diri
(menutup diri dan rendah diri).

4. Pergaulan dan Komunikasi

Seringkali kita berada dalam satu ruangan dengan anak-anak, tapi kita tidak
bergaul dan berkomunikasi dengan mereka. Kita asyiik membaca koran, mereka
asyiik main video game, atau nonton TV.

Banyak ahadith yang menggambarkan bagaimana kedekatan pergaulan Rasulullah SAW


dengan anak-anak dan remaja. Beliau bercanda dan bermain dengan mereka.

Bagaimana dengan kita yang sudah sibuk kuliah sambil bekerja plus 'ngurusin'
IMSA (**smile**)? Mana ada waktu untuk bercengkrama dengan anak-anak? Sebenarnya
ada waktu, jika kita mengetahui strateginya. Misalnya, sewaktu menemani anak
bermain CD pendidikan di komputer, kita bisa menjelaskan cara
mengerjakan/bermainnya, lalu memberi contoh sebentar, lantas bisa kita
tinggalkan. Begitu pula dengan buku bacaan dan permainan lainnya. Repotnya ada
sebagian ayah yang tidak mau berkumpul dengan anak-anak, terutama yang menjelang
dewasa karena takut kehilangan wibawa atau kharismanya. Ini pandangan yang
keliru. Yang lebih tepat adalah kita jaga keseimbangan, artinya kita tidak boleh
terlalu kaku dalam memegang kekuasaan dan kharisma, tetapi juga tidak boleh
terlalu longgar.
5. Bijaksana Dalam Membimbing

Rasulullah SAW bersabda: "... Binasalah orang-orang yang berlebihan..." (HR


Muslim). Jadi metoda yang paling bijaksana dalam mendidik dan mengarahkan anak
adalah yang konsisten dan pertengahan - seimbang, yakni tidak membebaskan anak
sebebas-bebasnya dan tidak mengekangnya; jangan terlalu sering menyanjung, namun
juga jangan terlalu sering mencelanya. Bila ayah memerintahkan sesuatu kepada
anaknya, hendaknya ayah melakukannya dengan hikmah, penuh kasih sayang, dan
tidak lupa membumbuinya dengan canda seperlunya. Jelaskan hikmah dan manfaatnya,
sehingga anak termotivasi untuk melakukannya. Jangan lupa juga untuk
memperhatikan kondisi anak dalam melaksanakan perintah atau aturan tersebut.

Imam Ibnu al-Jauzi mengatakan bahwa melatih pribadi perlu kelembutan, tahapan
dari kondisi yang satu ke kondisi yang lain, tidak menerapkan kekerasan, dan
berpegang pada prinsip pencampuran antara rayuan dan ancaman.

6. Berdoa

Para nabi selalu berdoa dan memohon pertolongan Allah untuk kebaikan
keturunannya.

"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini
(Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada
menyembah berhala-berhala." (Ibrahim:35)

"Segala puji bagi Allah yang telah menganugrahkan kepadaku di hari tua(ku)Ismail
dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan)
doa. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap
mendirikan sholat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku." (Ibrahim:39-40)
---------------------------------------------------------
"Man 'arafa nafsahu faqad 'arafa Rabbahu"
"Barangsiapa mengenal nafsnya sungguh akan mengenal Rabbnya"

----Original Message-----
From:Djoko r. Soenadji [mailto:Djoko.Soenadji@petrochina.co.id]
Sent: Tuesday, June 03, 2003 2:46 PM
To: Susilowati Surachman
Subject: Fw: SMS MUSLIM SELASA 3/6/03
Ass.Wr.Wb
Sahabat muslim,
Apa yang membedakan antara batu koral dan batu mulia ?
Batu koral banyak ditemukan dimana2, sedang batu mulia tidak….dibutuhkan kerja keras untuk
mendapatkannnya, usaha yang gigih karena terletak jauh di dasar bumi….
Itulah yang membuat batu mulia menjadi mahal harganya….dicari orang dimana2…berani bayar
dengan harga yang tinggi karena mereka tahu "diamonds are forever"….
Sama2 batu tapi berbeda value-nya…
Sahabat muslim,

Jikalau batu mulia aja mahal harganya….apalagi….manusia yang berakhlak mulia ya?? Kira2 berapa
harganya? …hanya Allah SWT yang tahu…tp biasanya dalam kehidupan sehari2 kita dapat
merasakannya….karena hati tak dapat dibohongi kan? Berasa-lah hati kalo ada orang yang
berakhlak mulia dan tidak. Banyak hadits Rasulullah SAW yang menerangkan mengenai orang yang
berakhlak mulia spt
1. Orang mu’min yang paling sempurna imannya ialah mereka yang budi pekertinya/akhlaknya paling
baik
2. Orang Islam yang terbaik ialah orang Islam yang orang2 Islam sesamanya merasa aman dari
gangguan lidah dan tangannya.
Dan masih banyak lagi…ciri2 orang berakhlak mulia yang Rasulullah SAW jelaskan kepada kita
melalui hadits2nya.
Sahabat muslim,
Karena kita semua…belum sebenar2nya berakhlak mulia...iya kan?
Yuk pelan2 kita benahi diri kita dari hal2 yang kecil dulu aja
Spt bayar zakat, memberi makan ke fakir miskin dsb deh…yah minimal
Orang2 di lingkungan kita merasa aman dari gangguan lidah dan tangan kitalah
Spt yang Rasulullah SAW sampaikan kpd kita
Berikut ada artikel bagus mengenai Resep Kecantikan Hati dari seorang sahabat muslim, yuk rame2
mencoba Resep kecantikannya…

RESEP KECANTIKAN
Untuk mendapatkan bibir menawan, ucapkan kata-kata kebaikan.
Untuk mendapatkan mata yang indah, carilah kebaikan pada diri setiap orang.
Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, berbagilah makanan dengan mereka
yang kelaparan.
Untuk mendapatkan tubuh yang indah, berjalanlah dengan ilmu pengetahuan.
Kecantikan sejati terpancar dari jiwa.
Kecantikan perempuan tidak tergantung pada kehalusan wajahnya, tidak terletak pada
pakaian yang dikenakan, bukan pada bentuk tubuhnya.
Tetapi...pada matanya; cara dia memandang dunia, karena dimatanyalah terletak
gerbang menuju ke setiap hati manusia, di mana cintakasih dapat berkembang.
Kirimkanlah 'resep kecantikan' ini kepada semua perempuan yang anda sayangi.
Semoga resep ini dapat mendorong mereka memberi penghargaan pada dirinya sendiri.

Wass.wr.Wb
ds
Original Message-----
From: evi bawazier [mailto:evibawazier@yahoo.com]
Sent: Wednesday, June 04, 2003 9:22 AM
To: Mira Indrasari; Babay Permana; Dessy; Elfi Joelijarti; Kusye Nawawi; Koniah Suyapura; Murniati Sono;
Nina Handayani; Susi Surachman; Sri Angkati; Lestari Parikesit; Setiawan Mahajaya; Winiati Pasaribu
Subject: Penjual Tempe

Penjual Tempe
Ada seorang hamba Tuhan (yang berasal dari Surabaya), yang menceritakan kejadian seorang
ibu penjual tempe. Peristiwanya terjadi di sebuah desa di Ja
Pada suatu hari, seperti biasanya, pada saat ia akan pergi ke pasar untuk menjual tempenya,
ternyata pagi itu, tempe yang terbuat dari kacang kedele itu masih belum jadi tempe alias
masih setengah jadi. Ibu ini sangat sedih hatinya. Sebab jika
Dalam suasana hatinya yang sedih, si ibu yang memang aktif beribadah teringat akan firman
Tuhan yang menyatakan bahwa Tuhan dapat melakukan perkara-perkara ajaib, bahwa bagi
Tuhan tiada yang mustahil. Lalu iapun mengangkat kedua tangannya berdoa diantara beberapa
batangan kedele yang masih dibungkus dengan daun pisang tersebut.
Tuhan, aku mohon kepadaMu agar kedele ini menjadi tempe, Amin. Demikian doa singkat si
Ibu yang dipanjatkannya dengan sepenuh hatinya. Ia yakin dan percaya pasti Tuhan menjawab
doanya. Lalu, dengan tenang ia menekan-nekan dengan ujung jarinya bungkusan bakal tempe
tersebut. Dengan hati yang deg-deg-an ia
Si Ibu tidak kecewa. Ia berpikir bahwa mungkin doanya kurang jelas didengar Tuhan. Lalu
kembali ia mengangkat kedua tangannya berdoa diantara beberapa batangan kedele tersebut.
"Tuhan, aku tahu bahwa bagiMu tiada yang mustahil. Tolonglah aku supaya hari ini aku bisa
berdagang tempe karena itulah mata pencaharianku Aku mohon Tuhan jadilah ini menjadi
tempeDengan berharap iapun kembali membuka sedikit bungkusan tersebut. Lalu apa yang
terjadi? Dengan kaget ia melihat bahwa kacang kedele tersebut?????.. masih tetap begitu!
Sementara hari semakin siang dimana pasar tentunya akan semakin ramai. Si ibu dengan tidak
merasa kecewa atas doanya yang belum terkabul, merasa bahwa bagaimanapun sebagai
langkah iman ia akan tetap pergi ke pasar membawa keranjang berisi barang dagangannya itu.
Ia berpikir mungkin mujijat Tuhan akan terjadi di tengah perjalanan ia pergi ke pasar. Lalu
iapun bersiap-siap untuk berangkat ke pasar.
Semua keperluannya untuk berjualan tempe seperti biasanya sudah disiapkannya. Sebelum
beranjak dari rumahnya, ia sempatkan untuk mengangkat kedua tangannya untuk berdoa.
"Tuhan, aku percaya, Engkau akan mengabulkan doaku. Sementara aku berjalan menuju pasar,
Engkau akan mengadakan Mujijat buatku, Amin". Lalu ia pun berangkat. Di sepanjang
perjalanan ia tidak lupa membaca doa dalam hati.
Tidak lama kemudian sampailah ia di pasar. Dan seperti biasanya ia mengambil tempat untuk
menggelar barang dagangannya. Ia yakin bahwa tempenya sekarang pasti sudah jadi. Lalu
iapun membuka keranjangnya dan pelan-pelan menekan-nekan dengan jarinya bungkusan tiap
bungkusan yang ada.
Perlahan ia membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya. Apa yang terjadi?
Ternyata saudara - saudara ??? tempenya benar-benar??????? belum jadi!
Si Ibu menelan ludahnya. Ia tarik napas dalam-dalam. Ia mulai kecewa pada Tuhan karena
doanya tidak dikabulkan. Ia merasa Tuhan tidak adil.
Tuhan tidak kasihan kepadanya. Ia hidup hanya mengandalkan hasil menjual tempe saja.
Selanjutnya, ia hanya duduk saja tanpa menggelar dagangannya karena ia tahu bahwa mana
ada orang mau membeli tempe yang masih setengah jadi.
Sementara hari semakin siang dan pasar sudah mulai sepi dengan pembeli. Ia melihat
dagangan teman-temannya sesama penjual tempe yang Tempenya sudah hampir habis. Rata-
rata tinggal sedikit lagi tersisa.
Si ibu tertunduk lesu. Ia seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan hidupnya hari itu. Ia
hanya bisa termenung dengan rasa kecewa yang dalam. Yang ia tahu bahwa hari itu ia tidak
akan mengantongi uang sepeserpun.
Tiba-tiba ia dikejutkan dengan sapaan seorang wanita. "Bu...?..! Maaf ya..., saya mau tanya.
Apakah ibu menjual tempe yang belum jadi??". Soalnya dari tadi saya sudah keliling pasar
mencarinya. Seketika si ibu tadi terperangah. Ia kaget.
Sebelum ia menjawab sapaan wanita di depannya itu, dalam hati cepat-cepat ia berdoa
"Tuhan?.saat ini aku tidak butuh tempe lagi. Aku tidak butuh lagi. Biarlah daganganku ini
tetap seperti semula,Amin".
Tapi kemudian, ia tidak berani menjawab wanita itu. Ia berpikir jangan-jangan selagi ia duduk-
duduk termenung tadi, tempenya sudah jadi. Jadi ia sendiri saat itu dalam posisi ragu-ragu
untuk menjawab ya kepada wanita itu. "Bagaimana nih ?" ia pikir. "Kalau aku katakan iya,
jangan-jangan tempenya sudah jadi. Siapa tahu tadi sudah terjadi mujijat Tuhan?" Ia kembali
berdoa dalam hatinya, "Ya, Tuhan, biarlah tempeku ini tidak usah jadi tempe lagi. Sudah ada
orang yang kelihatannya mau beli. Tuhan tolonglah aku kali ini. Tuhan dengarkanlah doaku ini.."
ujarnya berkali-kali.
Lalu, sebelum ia menjawab wanita itu, ia pun membuka sedikit daun penutupnya. Lalu??apa
yang dilihatnya Saudara-Saudara....???..? Ternyata.... memang benar tempenya belum jadi Ia
bersorak senang dalam hatinya. "Alhamdulillah", katanya.
Singkat cerita wanita tersebut memborong semua dagangan si ibu itu. Sebelum wanita itu
pergi, ia penasaran kenapa ada orang yang mau beli tempe yang belum jadi. Ia bertanya
kepada si wanita.
Dan wanita itu mengatakan bahwa anaknya di Yogya mau tempe yang berasal dari desa itu.
Berhubung tempenya akan dikirim ke Yogya jadi ia harus membeli tempe yang belum jadi,
supaya agar setibanya disana, tempenya sudah jadi. Kalau Apa yang bisa kita simpulkan dari
kejadian ini ?
Pertama : Kita sering memaksakan kehendak kita kepada Tuhan pada waktu kita berdoa
padahal sebenarnya Tuhan lebih mengetahui apa yang kita perlukan.
Kedua : Tuhan menolong kita dengan caraNya yang sama sekali di luar perkiraan kita
sebelumnya.
Ketiga : Tiada yang mustahil bagi Tuhan
Keempat: Percayalah bahwa Tuhan akan menjawab doa kita sesuai dengan rancanganNya.
Thanks Ndro.. beautiful..
saya share ya..

-----Original Message-----
From: Endro Ibnu S [mailto:eisubagijono@marthatilaar.net]
Sent: Tuesday, June 03, 2003 8:10 PM
To: Undisclosed-Recipient:;
Subject: Fw: [Ukhuwah-MTG] Fw: Allah menjawab, Tidak.

----- Original Message -----


From:
Subject: [Ukhuwah-MTG] Fw: Allah menjawab, Tidak.

Doa Yang Indah

Aku meminta kepada Allah untuk menyingkirkan penderitaanku. Allah menjawab,


Tidak. Itu bukan untuk Kusingkirkan, tetapi agar kau mengalahkannya.

Aku meminta kepada Allah untuk menyempurnakan kecacatanku.


Allah menjawab, Tidak. Jiwa adalah sempurna, badan hanyalah sementara.

Aku meminta kepada Allah untuk menghadiahkanku kesabaran.


Allah menjawab, Tidak. Kesabaran adalah hasil dari kesulitan; itu tidak
dihadiahkan, itu harus dipelajari.

Aku meminta kepada Allah untuk memberiku kebahagiaan.


Allah menjawab, Tidak. Aku memberimu berkat. Kebahagiaan adalah tergantung
padamu.

Aku meminta kepada Allah untuk menjauhkan penderitaan.


Allah menjawab, Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian duniawi dan
membawamu mendekat padaKu.

Aku meminta kepada Allah untuk menumbuhkan rohku.


Allah menjawab, Tidak. Kau harus menumbuhkannya sendiri, tetapi Aku akan
memangkas untuk membuatmu berbuah.

Aku meminta kepada Allah segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup.
Allah menjawab, Tidak. Aku akan memberimu hidup, sehingga kau dapat
menikmati segala hal.

Aku meminta kepada Allah membantuku mengasihi orang lain, seperti Ia


mengasihiku.
Allah menjawab.., akhirnya kau mengerti. HARI INI ADALAH MILIKMU JANGAN
SIA-SIAKAN. Bagi dunia kamu mungkin hanyalah seseorang, Tetapi bagi
seseorang kamu adalah dunianya. Wassalam,

Thanks ya mbak novi..saya share lagi dengan temen2


sorry for double posting

-----Original Message-----
From: Saida Rasnovi
Sent: Friday, May 16, 2003 11:23 AM
To: Andree Ekadinata; Atiek Widayati; Danan Hadi Prasetyo; Degi Harja; Desi A. Suyamto; Elok Mulyoutami;
Erwin Sanjaya; Ery Nugraha; Fahmuddin Agus; Farida; Imas Kurniati; Kusuma Wijaya; Muslihudin Sharbinie;
Ni’matul Khasanah; Nugraha, Riza (CIFOR); Retno Setyowati; Rina Amalia; Rizki Pandu Permana; Silvie
Hamzah; Subekti Rahayu; Susilowati Surachman; Tikah Atikah; Tiza Iskandar; Wiyono; Wiwid Sih Pratiwi;
Yuni Agus; ICRAF Muara Bungo; ICRAF Sanggau
Subject: FW: [muslimah] Hidupkan dan Pelihara Roh Anda !

Agak sedikit panjang, tetapi bagus juga untuk nambah-nambah wawasan kita tentang roh.
-----Original Message-----
From: Lies [mailto:lparish@english-indonesian.com]
Sent: Thursday, May 15, 2003 6:39 AM
To: Muslimah Indonesia
Subject: [muslimah] Hidupkan dan Pelihara Roh Anda !

Hidupkan dan Pelihara Roh Anda !


KH. Jalaluddin Rakhmat

Pada suatu hari Abu Bashir berada di Masjid A-Haram. la terpesona rnenyaksikan ribuan orang yang
bergerak mengelilingi Kabah, mendengarkan gemuruh tahlil, tasbih, dan takbir mereka. Ia membayangkan
betapa beruntungnya orang-orang itu. Mereka tentu akan mendapat pahala dan ampunan Tuhan. Imam
Jafar Al-Shadiq, tokoh spiritual yang terkenal dan salah seorang ulama besar dari keluarga Rasulullah saw,
menyuruh Abu Bashir menutup matanya. Imam Ja'far mengusap wajahnya. Ketika ia membuka lagi matanya,
ia terkejut. Di sekitar Ka'bah ia melihat banyak sekali binatang dalam berbagai jenisnya- mendengus,
melolong, mengaum. Imam Jafar berkata, "Betapa banyaknya lolongan atau teriakan; betapa sedikitnya
yang haji."

Apa yang disaksikan Abu Bashir pada kali yang pertama adalah tubuh-tubuh manusia. Apa yang dilihat
kedua kalinya adalah bentuk-bentuk roh mereka. Kita adalah makhluk yang hidup di dua alam sekaligus.
Tubuh kita hidup di alam fisik, terikat dalam ruang dan waktu. Para ulama menyebut alam fisik ini sebagai
alam nasut, alam yang bisa kita lihat dan kita raba, Kita dapat menggunakan pancaindera kita untuk
mencerapnya. Sementara itu, roh kita hidup di alam metafisik, tidak terikat dalam ruang dan waktu. Para
ulama menyebut alam ini alam malakut. Menurut Al-Quran, bukan hanya manusia, tetapi segala sesuatu
mempunyai malakut-nya. "Maka Mahasuci (Allah) yang di tangan-Nya malakut segala sesuatu. Dan kepada-
Nyalah kamu dikembalikan.' (QS. Yasin 83); 'Dan demikianlah kami perlihatkan kepada Ibrahim, malakut
langit dan bumi." (QS. Al-An'arn 75)

Roh kita, karena berada di alam malakut, tidak dapat dilihat oleh mata lahir kita. Roh adalah bagian batiniah
dari diri kita. Ia hanya dapat dilihat oleh mata batin. Ada sebagian di antara manusia yang dapat melihat roh
dirinya atau orang lain. Mereka dapat menengok ke alam malakut. Kemampuan itu diperoleh karena mereka
sudah melatih mata batinya dengan riyadhah kerohanian atau karena anugrah Allah (al-mawahib al-
rabbaniyyah). Para Nabi, para walli, dan orang-orang saleh seringkali mendapat kesempatan melihat ke
alam rnalakut itu.

Makanan Roh

Roh -seperti tubuh-juga dapat berada dalam berbagai keadaan. Imam Ali kw berkata, 'Sesungguhnya tubuh
mengalami enam keadaan; sehat, sakit, mati, hidup, tidur, dan bangun. Demikian pula roh. Hidupnya adalah
ilmunya, matinya adalah kebodohannya., sakitnya adalah keraguannya, dan sehatnya adalah keyakinannya,
tidurnya adalah kelalaiannya, dan bangunnya ialah penjagaannya.' (BiharAl-Anwar 61:40)

Seperti tubuh, roh pun memerlukan makanan. Mulla Shadra tidak menyebutnya makanan. Ia menyebutnya
rezeki. Ia berkata, 'Setiap yang hidup perlu rezeki, dan rezeki arwah adalah cahaya-cahaya ilahiah dan ilmu-
ilmu rabbaniah.' (Mafatih AI-Ghaib 545)

Untuk meningkatkan kualitas roh, supaya ia sehat dan kuat, kita perlu memberikan kepadanya cahaya-
cahaya ilahiah dalam bentuk zikir, doa, dan ibadat-ibadat lainnya seperti salat, puasa, dan haji. Pada Bulan
Ramadhan, kita berusaha menerangi roh kita dengan berbagai makanan rohani. Kita mandikan roh kita
dengan proses pensucian batin, seperti istighfar, mengendalikan hawa nafsu, dan menjauhi kemaksiatan.
Karena itu Nabi saw bersabda, 'Bulan Ramadhan adalah bulan yang diwajibkan atas kamu puasanya dan
disunnahkan bagimu bangun malamnya. Barangsiapa yang berpuasa dan melakukan salat malamnya
dengan iman dan ikhlas, Tuhan akan mengampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (Dalam riwayat lain) la
akan keluar dari dosa-dosanya seperti ketika ia keluar dari perut ibunya.'

Kita menghidupkan roh dengan ilmu-ilmu rabbaniah. Inilah yang kita maksud dengan dimensi intelektual dari
keberagamaan kita. Ada ilmu-ilmu yang membantu kita untuk memelihara kesehatan tubuh kita seperti ilmu
gizi, kedokteran, ekologi, dan sebagainya. Di samping itu, ada ilmu-ilmu yang menolong kita untuk
menyehatkan roh kita: ilmu-ilmu tentang Al-Quran dan Sunnah (syariat), ilmu-ilmu tentang cara
mendekatkan diri kita kepada Allah (thariqat), dan ilmu-ilmu berkenaan dengan pengalaman rohaniah
(haqiqat).

Seperti tubuh, roh yang tidak diperhatikan dan dipelihara, roh yang kekurangan makanan akan menjadi roh
yang lemah, sakit-sakitan, dan akan dikuasai setan. Roh yang sakit tampak dalam gejala-gejala seperti
kegelisahan, keresahan, kebingungan, hidup yang tidak bermakna, hidup tanpa tujuan, kosongan
eksistensial (existential vacuum). Pendeknya, roh yang sakit tampak dalam hidup yang tidak tentram. Al-
Quran melukiskannya, `Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya
penghidupan yang sempit dan kami menghimpunkannya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta." (QS.
Thaha 124); "Barangsiapa yang Allah menghendaki akan diberikan kepadanya pet-unjuk, niscaya dia
melapangkan dadanya untuk Islam. Dan barangsiapa dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah
menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah
menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.' (QS. Al-An'am 120).

Keindahan Roh

Seperti tubuh, arwah mempunyai rupa yang bermacam-macam: buruk atau indah; juga mempunyai bau
yang berbeda: busuk atau harum. Rupa roh jauh lebih beragam dari rupa tubuh. Berkenaan dengan wajah
lahiriah, kita dapat saja menyebut wajahnya mirip binatang, tapi pasti ia bukan binatang. Roh dapat betul-
betul berupa binatang -babi atau kera. Tuhan berkata, 'Katakanlah: apakah akan Aku beritakan kepadamu
tentang orang-orang yang lebih buruk kedudukannya di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan
dimurkai Allah, di antara mereka ada yang dijadikan kera dan babi dan penyembah Thagut? Mereka itu lebih
buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. (Al-Maidah 60)

Al-Ghazali menulis: 'Al-Khuluq dan Al-Khalq kedua-duanya digunakan. Misalnya si Fulan mempunyai khuluq
dan khalq yang indah -yakni indah lahir dan batin. Yang dimaksud dengan khalq adalah bentuk lahir, yang
dimaksud dengan khuluq adalah bentuk batin. Karena manusia terdiri dari tubuh yang mencerap dengan
mata lahir dan roh yang mencerap dengan mata batin. Keduanya mempunyai rupa dan bentuk baik jelek
maupun indah. Roh yang mencerap dengan mata batin memiliki kemampuan yang lebih besar dari tubuh
yang mencerap dengan mata lahir. Karena itulah Allah memuliakan roh dengan menisbahkan kepada diri-
Nya. Ia bersabda, 'Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, Aku menjadikan manusia dan' tanah.
Maka apabila telah kusempurna kan kejadiannya dan kutiupkan kepadanya rohku; maka hendaklah kamu
tersungkur dengan bersujud kepadanya.'(QS. Shad 71-72). Allah menunjukkan bahwa jasad berasal dari
tanah dan roh dari Tuhan semesta alam. (Ihya Ulum Al-Din, 3:58).

Khuluq -dalam bahasa Arab- berarti akhlak. Roh kita menjadi indah dengan akhlak yang baik dan menjadi
buruk dengan akhlak yang buruk. Dalam teori akhlak dari Al-Ghazali, orang yang selalu mengikuti hawa
nafsunya, akan memiliki roh yang berbentuk babi; orang yang pendengki dan pendendam akan memiliki roh
yang berbentuk binatang buas; orang yang selalu mencari dalih buat membenarkan kemaksiatannya akan
mempunyai roh yang berbentuk setan (monster) dan seterusnya.

Ketika turun ke bumi, karena berasal dari Mahasuci, roh kita dalam keadaan suci. Ketika kita kembali
kepadanya, roh kita datang dalam bentuk bermacam-macam. Ketika pohon pisang lahir ke dunia, ia lahir
sebagai pohon pisang. Ketika mati, ia kembali sebagai pohon pisang lagi. Ketika manusia lahir, ia lahir
sebagai manusia. Ketika mati, ia kembali kepada Tuhan dalam berbagai bentuk, tidak hanya dalam bentuk
manusia saja. Ia dapat kembali dalam bentuk binatang, setan, atau cahaya.

Walhasil, untuk memperindah bentuk roh kita, kita harus melatihkan akhlak yang baik. Meningkatkan kualitas
spiritual, berarti mernperindah akhlak kita. Kita menyimpulkan prinsip ini dalam doa ketika bercermin.
"Allahumma kama ahsanta khalqi fa hassin khuluqi.' (Ya Allah, sebagaimana Engkau indahkan tubuhku,
indahkan juga akhlakku).

Roh dalam Maut

Kita kutipkan di sini hadits yang panjang;

"Kami sedang mengantarkan jenazah di Baqi. Kemudian datanglah Nabi dan duduk bersama kami di dekat
jenazah. Kami tundukkan kepala kami seakan-akan burung hinggap di atasnya. Ia berkata: Aku berlindung
dari siksa kubur, 3X. Sesungguhnya manusia mukmin ketika hendak memasuki akhirat dan meninggalkan
dunia, turunlah malaikat kepadanya dengan wajah yang bersinar seperti cahaya matahari. Mereka duduk di
dekat rnayit sepanjang mata memandang. Lalu datanglah malakal maut dan duduk di dekat kepalanya dan
berkata: Hai roh yang baik, keluarlah menuju ampunan Allah dan keridhaannya. Maka keluarlah roh itu
mengalir seperti rnengalirnya tetesan air dari mulut cerek. Malaikat maut mengambilnya. Apabila ia sudah
mengambilnya, ia tidak membiarkannya berada di tangannya sekejap mata pun sampai ia menyimpannya di
dalam kafan. Dari roh itu keluarlah bau harum semerbak memenuhi permukaan bumi. Para malaikat naik
membawa roh itu. Setiap kali mereka rnelewati kelompok malaikat yang lain, mereka ditanya, `Siapa roh
yang baik ini?' Mereka menyebut Fulan bin Fulan dengan nama-nama yang indah yang diperolehnya di
dunia. Ketika sampai di langit dunia, dibukakanlah pintu baginya. Pada setiap langit, malaikat
mengantarkannya sampai ke langit berikutnya dan seterusnya sampai ke Allah Ta'ala.

Allah berfirman: 'Tuliskan kitab hamba-Ku di tempat yang tinggi. Kembalikan dia ke bumi karena aku
menciptakannya dari bumi, mengembalikannya ke bumi, dan mengeluarkannya dari bumi sekali lagi. Lalu
rohnya dikembalikan ke jasadnya. Dua malaikat datang dan duduk bersamanya seraya berkata: Siapa
Tuhanmu? Ia berkata: Tuhanku Allah. Apa agamamu? Agamaku Islam. Siapa laki-laki yang diutus
kepadamu? Rasulullah. Darimana kamu mengetahui hal ini? Aku membaca Kitabullah, beriman kepadanya,
dan membenarkannya. Seorang penyeru berseru dari langit: Benar hambaku.
Hamparkan baginya tikar dari surga. Bukakan baginya pintu dari surga. Lalu angin dan semerbak surga
datang kepadanya. Kuburan dilegakan seluas pandangan mata. Seseorang yang berwajah cantik datang
kepadanya dengan baju yang indah dan bau yang harum. Ia berkata: Bergembiralah dengan apa-apa yang
akan membahagiakan kamu. Inilah hari yang dijanjikan kepadamu. Mayit bertanya: siapakah kamu?
Wajahmu wajah yang membawa kebaikan. Ia berkata: Saya. amal shalehmu. Ia berkata: Tuhanku,
tegakkanlah hari kiamat supaya aku kembali kepada keluargaku dan kekayaanku.

Bila seorang kafir meninggalkan dunia dan memasuki akhirat, dari langit turunlah mialaikat berwajah buruk
dan membawa kain yang buruk. Mereka duduk di dekat mayit sepanjang mata memandang. Lalu datanglah
malakal maut dan duduk di dekat kepalanya dan berkata: Hai roh yang buruk, keluarlah menuju kemurkaan
Allah dan kemarahan-Nya.. Malaikat maut mencabut nyawanya seperti sisir besi mencabuti bulu yang basah.
Mailakat maut mengambilnya. Apabila ia sudah mengarnbilnya, ia tidak membiarkannya berada di
tangannya sekejap mata pun sampai ia menyimpannya di dalam kain buruk itu. Dari roh itu keluar bau yang
lebih busuk dari bau bangkai dan memenuhi permukaan bumi. Para malaikat naik mernbawa roh itu. Setiap
kali mereka melewati kelompok malaikat yang lain mereka ditanya. "Siapa roh yang buruk ini"? Mereka
menjawab; Fulan bin Fulan dan menyebutnya dengan nama-nama yang buruk yang diperolehnya dari dunia.
Ketika ia sampai ke langit dunia, ia minta dibukakan pintu langit, tetapi tidak dibukakan kepadanya.
Kemudian. Rasulullah saw membaca ayat Al-Quran, "Sesingguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-
ayat kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan kepada mereka pintu-
pintu langit dan tidak pula mereka masuk surga, seperti tidak mungkinnya unta masuk ke lubang jarum. (QS.
Al-A'raf 40)

Allah berfirman, 'Tuliskan kitabnya di bumi yang paling rendah.' Maka dilemparkanlah rohnya. Kemudian
Nabi membaca ayat Al-Quran, 'Dan barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia
seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. (QS.
AI-Haj 31) Lalu rohnya dikembalikan ke jasadnya. Dua malaikat datang dan duduk bersamanya, seraya
berkata: Siapa Tuhanmu? Ia berkata: Ah, aku tidak tahu. Seorang penyeru berteriak dari langit: Bohong
hambaku. Hamparkan kepadanya tikar dari api neraka. Bukakan baginya pintu neraka. Panas dan keringnya
neraka mendatanginya. Kuburannya disempitkan sampai pecah tulang-tulangnya. Seseorang yang berwajah
buruk, berpakaian buruk, berbau busuk datang kepadanya dan berkata: Terimalah berita yang enyusahkan
kamu. Inilah hari yang telah dijanjikan kepadamu. Mayit bertanya, 'Siapakah kamu? Wajahmu wajah yang
membawa keburukan.' Ia menjawab, 'Aku amalmu yang buruk.' Mayit itu berkata: Tuhanku jangan tegakkan
hari kiamat. (Ibn Qayyim Al-Jawziyyah, Al-Roh hal
44-45).

-----Original Message-----
From: ari arman
Sent: Thursday, May 29, 2003 8:46 AM
To: Yuni Agus; 'Aniek'; 'Atie Tri Juniati'; 'Yulianti, Rita'; Susilowati Surachman
Subject: kenapa aku diuji?
Assalammu'alaikum w.w.

KENAPA AKU DIUJI?

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan
mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya
Allah mengetahui org2 yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta." Surah Al-Ankabut ayat
2-3

KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai
sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." -Surah Al-
Baqarah ayat 216

KENAPA UJIAN SEBERAT INI?

"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya." -Surah Al-Baqarah ayat
286

RASA FRUSTASI?

"Jgnlah kamu bersikap lemah, dan jgnlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi
darjatnya, jika kamu org2 yg beriman." - Surah Al-Imran ayat 139

BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?

"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan
perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di
medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta
bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan)." -Surah Al-Imran ayat 200

"Dan mintalah pertolongan(kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan
sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk" -Surah Al-
Baqarah ayat 45

APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?

"Sesungguhnya Allah telah membeli dr org2 mu'min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk
mereka... ..-Surah At-Taubah ayat 111

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain drNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal." -Surah At-
Taubah ayat 129

AKU DAH TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!!!!


"... ..dan jgnlah kamu berputus asa dr rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat Allah
melainkan kaum yg kafir." -Surah Yusuf ayat 12

Dan apabila kamu diberikan penghormatan dengan sesuatu ucapan hormat seperti memberi salam), maka
balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya, atau balaslah dia (dengan cara yang
sama).Sesungguhnya Allah sentiasa menghitung tiap-tiap sesuatu. -Surah An-Nisaa' ayat 86

wallahua'lam bishshowwab

Afwan katsir

wassalammu'alaikum w.w.

Allahu Akbar

Original Message-----
From: L.Meilany
Sent: Thursday, May 22, 2003 5:31 PM
To: Undisclosed-Recipient:;
Subject: Fw: Terima Kasih Tetap Menjadi Sahabatku ...

Terima Kasih Tetap Menjadi Sahabatku ...


eramuslim - “Tetaplah menjadi dirimu sobat”. Baru saja kuletakkan gagang telepon setelah menghubungi
seorang sahabat untuk sesuatu hal. Entah, rasanya Allah menuntun tangan ini untuk menekan tombol-
tombol nomornya. Dan puji syukur, hari ini aku mendapatkan satu nasihat yang sangat berharga dalam
hidupku.
Sebagai manusia, terkadang kita tidak sekuat yang kita banggakan, tak pernah sehebat prasangka sendiri,
tak pernah setangguh bayang-bayang idealisme. Karena justru pada saat kebanggaan, prasangka diri dan
bayangan kehebatan itu menjadi tameng dalam menjalani kehidupan, sesungguhnya, semua itu adalah
tameng yang semu, yang tak pernah sanggup menahan sebutir debu pun untuk mengelabui mata ini, yang
tak pernah bisa mencegah sehelai duri halus menembus kulit kaki kita yang terus melangkah. Adalah
manusia yang sombong, yang tak pernah mengharapkan seorang sahabat sejati mengiringi setiap
langkahnya, meski hanya dalam do’a.

Kita bukan malaikat yang tak pernah bisa tersentuh kemaksiatan, yang tak mungkin berbuat dosa karena ia
memang terbuat dari dzat yang jauh dari kegelapan. Sedangkan kemaksiatan dan dosa, lebih banyak dari
sudut yang gelap yang seringkali tak tertangkap mata kehadirannya, setidaknya oleh mata hati yang lengah.
Kita bukan Rasul yang Allah beserta para malaikat setia mendampingi dan menjaga dari jalan yang salah.
Dan yang pasti, kita bukanlah syaitan yang dengan izin Allah, ia senantiasa melakukan perbuatan-perbuatan
yang mengabadikannya di neraka. Namun demikian, meski sebagai manusia, kita juga bisa bercahaya dan
saling menerangi sesama, jika kita saling menasihati, saling menegur jika mendapati yang salah. Meski
hanya seorang manusia biasa, kita juga punya Allah dan para malaikat yang senantiasa memperhatikan dan
melindungi kita, jika kita menginginkannya.

Tangan-tangan Allah, sentuhan para malaikat, bisa jadi tak secara langsung kita rasakan seperti saat Dia
membantu para Rasul-Nya mengemban missi dakwah. Dalam perjalanan mengarungi hidup, bukan tak
mungkin salah, khilaf menyebabkan diri ini tergelincir bahkan terjerumus pada lubang yang dalam. Yang
bahkan teramat sulit untuk kembali. Berjalan sendiri, bukan tak boleh, namun saat semakin derasnya hujan
dan angin yang bertiup, bukankah kehadiran seorang sahabat dapat lebih membantu memegangi payung
yang nyaris terbawa angin? Bertahan dalam badai topan maupun banjir bersama seorang teman, pasti lebih
memberikan kekuatan dan kesabaran dari kesendirian. Bahkan sekedar untuk mencabut uban di kepala, kita
membutuhkan bantuan orang lain.
Lalu, masih sombongkah kita untuk bersikeras berjalan sendiri tanpa menghiraukan seruan-seruan dari
orang lain? Masih egoiskah diri ini untuk yakin tetap selamat tanpa mempedulikan nasihat-nasihat dari
siapapun? Percayalah, dari manapun datangnya, jika ia membawa nasihat, teguran yang terkadang teramat
pahit terasa, bahkan tamparan yang memilukan, namun jika untuk keselamatan kita, merekalah sahabat
sebenarnya. Bersyukurlah Allah masih berkenan menghadirkan mereka dalam hidup ini. Sesungguhnya,
tidak lain mereka adalah tangan-tangan Allah yang menyentuh dan melindungi kita.

(Pengirim : Buchori-SFT@fmi.com )

INTERMEZO LAAAH..

-----Original Message-----
From: diah vita
Sent: Wednesday, June 11, 2003 8:45 PM
To: Susilowati Surachman; iddan; Sakty Mulia; FLORENTINA RINI; ary
Subject: Fwd: Horoscopes in Love

Aries in Love
March 21-April 19
?2001 Linda Rankin

Aries is the cardinal-fire sign which translates into life loving and highly
energized and this describes their needs concerning love as well. As a partner
they make life exciting, albeit occasionally tiring, and you cannot help but
feel rather joyful and light hearted when you're in their company.
It's that blend of innocence (the lamb) with pure power (the ram) that is so
captivating about an Aries mate. They don't understand the meaning of the word
routine, however, and boredom is the number one killer of Aries romances. Aries
loves as boldly and as strongly as it experiences life.
From sports to personal challenges Aries are usually not happy unless they are
moving after something. With Mars as their ruling planet oftentimes their entire
lives are about channeling and putting that immense power to work for them. It's
not uncommon to find an Aries firmly committed to a long term volatile
arrangement that leaves those around them wondering why they would stay. The
truth is they often thrive on that kind of intensity and it can do far less
damage than existing within a relationship that has grown routine and stagnant.
When an Aries loves they LOVE. The partner is hoisted up onto a pedestal whether
they want to be there or not and they become a treasure to be protected and
guarded passionately. The love of an Aries life often becomes the driving
motivation for their challenging goals and the phrase, "I did this for YOU" is
one heard in many of the best Aries relationships.

Aries Sexuality: An Aries sexuality is driven, powerful and almost a feat of


showmanship when they are truly captivated. Since Aries tend to be action/goal
oriented sex can become a series of higher plateaus involving anything their
fertile imaginations can conjure up. Aries are the zodiac show-off and the
bedroom isn't excluded from their dramatic and captivating ability to get
partners undivided attention. The more appreciated they feel the more they
invest in their lovemaking and private boundaries exist only to give an Aries
something to leap over. Marathons of passion, spontaneous liaisons in the most
unexpected places and inexhaustible stamina are all part of the Aries basic
sexual make-up.

The long term story: Lots of pampering and a lot of attention is needed with an
Aries lover as they thrive on feeling they are number one in your life. They
love to do the initial chasing and are usually not attracted to being chased but
once their heart is given you can't ever over-do your displays of affection.
While they can be jealous and possessive you cannot show the same qualities and
any kind of clinging is a sure fire way to drive them into new pastures. Under
all the Aries bravado and show is actually a rather innocent child who simply
wants to explore the wonderful world around them and to be appreciated. The more
encouraged they are in either area the more exuberant they become.

Positive Traits in Love: Exuberance, expressiveness, passion, generosity,


adoration, protectiveness, adventuress, fun loving, creative and energized
lovemaking, and devotion.

Negative traits: Temperamental, jealous, possessive, ego oriented,


inconsiderate, reckless, fickle

What an Aries likes:


Being number one, A positive attitude, A life loving comrade, A partner who has
style or a 'look', Being Seen Getting gifts, Loyalty, Being active together.
Romance and dazzle.

What an Aries Dislikes:


Being bored, Being chased, Sloppiness in a mate, Criticism, Anything mundane,
Feeling unappreciated, Feeling inferior, Losing, Having to repeat things.
Displays of insecurity.

Aries Love Keywords:


Dramatic, romantic, original, passionate, energized, creative, spontaneous.

Taurus in Love
April 20-May 20
?2001 Linda Rankin

Taurus is a stable and earthy sign and their partnerships require an equally
strong and centered base. There is a definite serious approach to life which is
held by every Taurus in one degree or another and a partner who can at least
understand this facet of them is important. They make generous, loyal and
extremely supportive mates when they feel the relationship is true and secure
but getting them to that point generally takes a great deal of time and effort.
Taurus cherishes waiting, watching and being assured of something's value before
they invest their heart and feelings. They will retreat at any sign of flakiness
or instability and once a Taurus retreats getting them back to the point they
started at is difficult, if not impossible. Although they are slow to trust and
give once they do their trust is almost a magical thing and very little can
shake it. Even when the generosity is not earned a Taurus deeply committed will
very often hold on to the smallest shred of hope that everything is all right.
As partners they are homebodies and enjoy their surroundings and all things
which they can possess and embrace. They intuitively collect and protect and
their 'people' often fall into this category. A Taurus expects loyalty and
support from their mate and also to be the boss in the relationship.

Taurus Sexuality: Earthy, sensual and caring are hallmarks of Taurus sexuality.
For Taurus sex is a natural, healthy and all important part of their
relationship and they immerse themselves in it. Love and sex are one and the
same to a Taurus and it is only when firmly committed that most can truly let go
and enjoy. Bedroom Olympics and exciting kinky escapades are not their cup of
tea and they tend to hold onto their personal favorites. But they believe in
sharing their pleasure and work diligently to make sure their partner enjoys the
passion as much as they do.

The Long-term story: Keeping it together over the long term requires a thorough
understanding of the Taurean ways. As a fixed earth sign they are almost
immovable, especially if they feel they are being forced into something. Knowing
their ways and encouraging any change ever so slowly assures the relationship of
moving forward and remaining vibrant. It takes a great deal to truly anger a
Taurus once it is in love but disloyalty will usually be the ultimate factor.
Yet as slow as they are to attach they are equally slow to detach and break-ups
tend to hang on eternally. Once a Taurus truly closes its heart, however, there
is very little chance they will open back up.

The Problem Zone: In a relationship with a Taurus most of the troubles will
emerge over jealousy, possessiveness and inability to change. They can be
immovable forces when they so desire and if they have decided they are perfectly
happy with something exactly as it is no one can force them to change. There is
a tendency for them to see people they love as personal objects and this can
turn into a very strong jealousy factor. Letting go can also be a problem for
the same reasons.

Positive traits in love: Loyal, dedicated, generous, protective, caring, doting,


understanding, stability.

Negative Traits in love: Jealousy, possessiveness, control, immobility, over-


seriousness.

A Taurus Likes:
Feeling secure, Being pampered, Kept promises, Sensibility, Being on time,
Together time at home, Sharing good meals, Unhurried affection, Commitments,
Stability in a mate, Getting special gifts.

A Taurus Dislikes:
Being hurried, Being told what to do, Flightiness in a partner, Unexpected
changes in plans, Loud, noisy party scenes, Careless or unappealing
environments, Forgetfulness in a mate.

Taurus Love Keywords:


Loyal, stable, sentimental, sexual, loving, possessive, jealous,controlling.

Gemini in Love
May 21-June 21
?2001 Linda Rankin

Gemini is the mutable air sign ruled by the planet Mercury and that describes
much of their lively and thought oriented approach to love. They treasure being
mentally captivated, excited and dynamically active and the mates they choose
tend to be friends, first and foremost, and lovers second. Being able to share
and discuss new thoughts, new ideals and everything they conceive and learn is
an important quality they need to have in place within a relationship. This is
the talkative, communicative sign and their minds are constantly sifting through
information. As such they often speak before they think and their words, usually
not intended to hurt, can fall flat when they fail to carry through on an
intention or promise. A lover often feels left behind and unimportant as the
Gemini discovers a fascinating new subject or person to explore and words from
the past become empty and hurtful. At their best, however, a Gemini lover is the
most fascinating, joyful and enjoyable partner of the zodiac. When that is
backed up by their own feelings of wholeness and completeness (often the very
thing they are seeking from a partnership) they are dynamic and loyal mates.

Gemini Sexuality: Sex is a mind voyage for most Gemini's and they experience the
height of their passion through their thoughts and what the feelings mean to
them. They are open minded and experimental ,yet not necessarily driven by
passion to try out the new techniques and adventures, but more out of the hungry
curiosity that propels them to simply...discover something. They bring their wit
and laughter directly into the bedroom and can be disheartened (and even
shocked) that their partners may not always go along with their ever present
sense of humor. Their lust and their needs tend to come and go with speed and
suddenness and they can turn off as quickly as they turn on. Gemini's seldom
wait for anyone and that includes a lover who takes a little more time to feel
stimulated.

The long term story: Gemini's need friendship and companionship and a partner
who can share their mind explorations and journeys as deeply as they need a
lover and heart mate. They generally need someone who is secure or open enough
to not feel threatened by their quickly changing interests or whole hearted
experiments but one who can also help them ground out to penetrate one of their
intrigues in depth. Because Gemini is a dual sign they often project part of
them when they are attracted to a mate and the relationship becomes an external
way for them to work towards their merging of their two very different sides.
This polarity creates an intriguing and exciting spark in the beginning of the
relationship but can burn out once the Gemini has 'owned' up to its other half
or has grown bored and retreated back within self.

Positive Traits in Love: Joyful, good natured, broad minded, experimental,


radiant, friendly, enthusiastic, flexibility, gentleness.

Negative traits: Unreliability, fickleness, duality, insincerity, self focus,


restlessness, critical and temperamental.

What a Gemini likes:


Intellectual stimulation.
Ideas and thoughts.
New trends to investigate.
Friends and socializing.
Talking.
Sharing ideals.
Learning.
Upbeat, lively mates.

What a Gemini Dislikes:


Routines and ruts.
Feeling ignored.
Being confined.
Apathy.
Being the one to make all the decisions.
Slowness.
Being directed.

Gemini Love Keywords:


Friendly, mind oriented, spontaneous, verbal, joyful, experimental, open minded,
enthusiastic.

Cancer in Love
June 22-July 22
?2001 Linda Rankin

Cancer is the cardinal water sign indicating that strong and rushing feelings
and emotions guide their actions. When they love they love forever...period.
Their extremely tough outer shell makes it hard to truly get into their heart
but once in the loved one becomes pampered, adored and prone to being the
intense focus of their feelings and moods. A Cancer lover instinctively
nourishes and dotes on the object of their heart and can be all encompassing in
all ways. Being traditional and home oriented means male Cancers like to follow
the proper rules and ways to court, to fall in love and to make it permanent.
Likewise for females who tend to wait until the man makes his move regardless of
how strongly they may want to make a move. No one can do love and give love like
a Cancer can, but it is heart and maternally oriented as opposed to sexually
oriented and its worse tendency is to be smothering. A Cancer who feels insecure
in a relationship is apt to become demanding: either sulking silently hurt or
verbally making it clear what is wrong and why. The outer shell protects them
from giving too soon and too often but those outer claws (another Crab
attribute) serve to hold onto a loved one with a tenacious grasp that is almost
impossible to break. Yet their actions are always driven by the true depth of
their feelings and the loved one almost always holds a cherished spot in their
heart even long after the union is over. When it comes to protection...not even
Leo can outdo the fierce and loyal strength that a Cancer wields in the name of
protecting a loved one.

Cancers Sexuality: Sex is not definable without emotions for most Cancers and
they must feel something with relative strength for their truest feelings to
come out in a romantic and sexual interlude. They are tender and partner
oriented lovers and more concerned with pleasing their mates and feeling the
returning emotions as nurturing proof of the partners love. Sex for cancer is
attached to all things which mean security and loyalty and truth of the heart.
Their needs tend to fluctuate according to their moods and emotional state as
does their intensity and their desire levels. In many ways sexuality is an
empowered field for Cancer as they are the zodiacs maternal nurturers it is the
literal act of sex which has molded their 'job'. A cancer who is in love and
feels secure will intuitively understand that and will treat it as the joyful
gift it is.

The long term story: In a solid, secure relationship a Cancer can easily support
the nuances of a long term relationship as they naturally nourish and supplement
the changing nature of the union. On a lovers part it is important to understand
their emotional vulnerability and how they cope with that through their built in
defense mechanisms. Cancers are, undeniably, prone to a certain moodiness and
such is the way they can learn to bend and flow and give what is needed to
nurture those around them. The more a partner learns to enhance a cancers
ability to detach from what is going around them and to learn the truth of their
own power of emotional freedom the less this natural moodiness will manifest in
overt ways.

Positive Traits in Love: Loyal, supportive, nurturing, compassionate, caring,


dedication, faithfulness of emotions, tenderness, pampering, adoration.

Negative traits: Possessiveness, jealousy, moodiness, volatility, control


issues, dependency issues, depression

What Cancer likes:


Feeling appreciated, Sincerity, Tradition, Stability, Routine, Loyalty,
Commitment, Laughing, Feeling supported.
What Cancer Dislikes:
Erratic ness, Sudden, unexpected changes, Insincerity, Being ignored,
Dishonesty, Not knowing how you feel, Being uncomfortable

Cancer Love Keywords:


Emotional, fluid, nurturing, supportive, moody, insecure, loving, loyal,
tradition oriented, modest, generous, sincere.

Leo in Love
July 23-August 22
?2001 Linda Rankin

Leo is the fixed fire sign. Think contained flames. Like a campfire that needs
constant attention to keep alive and warm. There is a deep love for life and all
of its possibilities...including its luxuries and that love transfers over
beautifully into how a Leo expresses their feelings. Love with a Leo is like a
magnificent encounter with the sun. They are warm and supportive when their
heart is given and their affections grow stronger the more they feel that their
partners care about them and adore them in return. Leo's are dramatically
romantic and not afraid to show it. They enjoy pulling their loved ones out into
their world and radiate when they feel their partners compliment some quality
about themselves. Love becomes a thing of luxury and the partner receives the
abundance of their personal Leo's attention,. lust and emotions. Because Leo's
judge themselves on what they have around them (hence their love of luxury) they
can be too appearance conscious at times and too critical of a mates qualities,
appearance or talents. Because they truly need constant input to maintain their
vitality they can sometimes become self-serving...occasionally to a point that
it becomes egotistical. You'll find that love with a Leo is like no other
love...and when they decide to give you their heart....they also give you every
inch of their soul. In this lies the Leo vulnerability....when their trust is
broken they crumble. They, again, base their own self judgements on those they
adore. Take away the loved one...and you've taken away their own identity in
many ways. When Leos feel let down (and it usually takes a great deal) they
either fall into an abyss of pain and depression..or they get utterly cold and
without feeling. The lion....in protective mode.

Leo Sexuality: Leo's sexuality is as light filled and life filled as their
ruling planet, The Sun. They are usually full of showmanship and expressive
displays of attention. They enjoy the height of all feelings in life and sexual
pleasure is just another glorious field to explore the luxuries of the body
through. Leo's can be aggressive, passionate and encompassing lovers with exotic
tastes...remember it is the love of life that inspires Leo and they can be
wonderfully creative and experimental, especially when they feel secure. They
are as proud in passion as they are in any other area of life and perhaps more
so. The more appreciated and cherished they feel the more expressive and
passionate they become.

The long-term story: Leos being fire signs are rather high maintenance partners.
They require attention, nurturing and pampering. A mate has to be personally
strong in them to enhance the partnership but also willing to step occasionally
into their Leo's shadow. Leos are protective to the death for those they love
and they are generous and expressive in a long term union that is constantly
stoked and fed. Keep the campfire metaphor in mind. Unattended it dies
out...mistreated it flares into unpredictable life and burns...but kept constant
and tended it turns into a life giving warmth that is undying.

Positive Traits in Love: Protective, adoring, playful, inventive, generous,


supportive, sensual, warm, joyful.

Negative traits: Possessive, jealous, control issues, coldness, cruelty,


selfishness, egotistical, self serving.

What Leo likes:


Feeling Pampered, Being noticed, Being appreciated, Being the boss, Dramatic
unions, Mate with a love of life, Receiving gifts Socializing/parties.

What Leo Dislikes:


Apathy, Being ignored, Being criticized, Nagging, One up-manship, Competition,
Lying/deceit, Laziness

Leo Love Keywords:


Expressive, demonstrative, engulfing, proud, sensual, adoring, control,
egotistical, self-serving, jealousy, coldness, and cruelty.
Virgo in Love
August 23-September 22
?2001 Linda Rankin

Virgo is the mutable earth-sign. There is movement but it is controlled, thought


oriented and grounded. Virgo is a mind ruled person and they give their love
slowly and with great seriousness. They dislike overt and grand standing
displays of attention or emotion and will retreat inside themselves to escape
it. They are a controlled person and their emotions fall into that category.
When their heart is captured their loved on becomes a receptor to all the
feelings and passions that Virgo has been keeping inside. At times even more
expectations and conditions can be piled onto the lover simply because they are
now holding the Virgos cherished feelings and dreams. In love they are devoted,
loyal and nurturing. They have high self expectations and equally high
expectations of their loved ones. They adore strength especially the dignified
and quiet kind. They will tend to and take care of their loved one with
diligence and focus.....it has become their 'job'. Love has to make sense for
the Virgo...it has to fit into their idea and ideal of what their life is about.
Once a lover has managed to slip into one of their dreams or plans the Virgo
will hold onto that picture forever. They will go out of their way to make the
union work and will spare no sacrifice in keeping it alive.

Virgo Sexuality: Virgos needs a certain setting, a definite layer of built up


trust and privacy to allow their sexual sides to come out and play. Cleanliness
is always important as is the 'right' setting. Virgo is inherently shy
especially about their sensual needs but don't let that shyness fool you into
thinking there is no fire lurking below the surface. They can become as devoted
and focused on exploring their sexuality with a trusted lover as they are about
making their life work. They have a completely uninhibited (yes this word
applies to Virgo) potential that is lust filled and yet still retains a sense of
purity. Virgos are notorious for their high standards in selecting a sexual
partner but once those standards have been met pure sensual pleasure is the
reward.

The long term story: Life is orderly with a Virgo. Some may live in a messy
house with overflowing laundry and unorganized shelves but within your mate
there is some sense of strict control that is directed into some facet Of life.
They are caretakers and need to feel comfortable enough to slip into that role.
They can nag and criticize but they usually have their lovers' best interests at
heart. They don't mind taking on more than their share of work and once
committed they stay committed. They are time oriented, schedule craving souls
who cannot tolerate a late mate or a scattered life energy.

Positive Traits in Love: Nurturing, devoted, uninhibited, caring, loving,


sacrificial, quiet, considerate, protective.

Negative traits: Coldness, inability to be demonstrative, calculating, hard


edged, overly critical, judgmental, compulsive.

What Virgo likes:


Feeling secure. Personal cleanliness. Routines. Loyalty, Being pampered when
down. Equality, Subtle displays of romance. Dedication, Being active

What Virgo Dislikes:


Tardiness, Vulgarity, Loud displays of affection. Personal untidiness. Hypocrisy,
Weakness, complaining, Idleness

Virgo Love Keywords:


Loyal, loving, caring, nurturing, dedicated, devoted, cold, critical, unfeeling,
and self-serving.
Libra in Love
September 23-October 22
?2001 Linda Rankin

Libra is the cardinal-air sign ruled by Venus. This means heart processes
through the mind. Libra is an active and sociable lover who enjoys having people
around them as much as their intimacy. They are generally sensual and passionate
lovers whose love of luxury and beauty penetrates the bedroom and the
relationship. They are the peacekeepers of the zodiac and weigh all sides and
situations equally as such they often have difficulties in making hard and fast
decisions. This can be frustrating for their loved ones as they vacillate
between this and that...one way and another. Libra needs attention and the
company of other people and when deprived of that they can sink into a very real
depression and lose their inspiration. They are people oriented and enjoy the
stimulation of having their loved ones and friends an active part of their life.
This often creates a problem when the lover feels no more important then their
best friend. Libras are all around charming and good natured even when they
don't want to be and they can actively stifle any personal complaints until they
reach the boiling point. When a Libra has allowed the scales to become unfairly
tipped they often lash out explosively. Surprising their mates who have come to
see only their gentle and peaceable exterior. Libras love romance and all of its
finest attributes from flowers, to poetry to love songs. They like the
accessories that come along with being in love and the state of being in love
itself...is often their primary focus in life. Whether it is being in love with
their life, their job or their person.....they want to feel the connection of
their heart..to their world and their mind.

Libra Sexuality: Libras generally prefer the romantic, tender and extravagant
extensions of sexuality and lust. They like the goodies, the romantic gestures,
the love thoughts left in their morning mail. Love is an idealized vision to a
Libra and it comes complete with setting, tone and atmosphere. They often are
hesitant to speak their likes and dislikes and it is important to coax them into
speaking their minds. Rough and coarse interludes are usually a no-no and the
more artistically pleasing and overtly romantic the better.

The long term story: Libras need variety in the people around them. They feel
most comfortable and secure in peaceful and harmonious settings and wilt when
there is negativity or turmoil. The enjoy a partners receptivity to doing
'stuff' for them, running errands or taking the imitative on a'couple' project.
They have an amazing reservoir of strength behind them that can be startling and
they usually have remarkable minds behind their beauty. They enjoy having a
pleasing and pretty home and a lot of attention goes into the process of making
life beautiful. Including ignoring some of the harsher realities and avoiding
any kind of actions that can disturb the peace or status quo. They also have
tempers and when they feel the scales have become to unequal can explode
suddenly.

Positive Traits in Love: Demonstrative, affectionate, playful, sensual, easy


going, gentle, fair, giving, receptive.

Negative traits: Indecisive, self centered, detached, temperamental at times,


envious, dishonest.

What Libra likes:


Romance in all of its glory, Harmony, Beautiful things, Attention & admiration,
Having people around, Intelligence, Creativity & imagination, Gentleness,
Feeling supported

What Libra Dislikes:


Criticism, Loud arguments, Being forced into decisions, Coarseness/crudeness,
Confusion situations, Disloyalty, Lack of enthusiasm, Apathy

Libra Love Keywords:


Romantic, creative, artistic, loving, generous, pleasant, sensual, indecisive,
argumentative, envy and jealousy.

Scorpio in Love
October 23-November 21
?2001 Linda Rankin

Scorpio is the fixed-water sign indicating still waters that run very, very
deep. There is an intense and smoldering sexuality and sensuality within every
Scorpio as there's is the sign that rules lust and sex. There are three very
different types of Scorpio from the scorpion, to the eagle to either the phoenix
or the dove (depending on which symbolism one prefers). Yet each will have a
profound depth and attraction to love and what accompanies love in their life.
They are passionate when they invest their feelings and life is never boring
with a Scorpio lover. They thrive when they feel secure and stable within a
relationship and enjoy the physical gifts of being in love as much as the
emotional ones. They are mysterious...always....and you'll never know what is on
your Scorpio Lovers mind....except when it is being expressed through their
passion. They are watchful, quiet and dedicated mates who can be as protective
of the ones they love as they are of their own vulnerable emotions and feelings.
They tend to be the dominate one in any relationship even if it is done very on
inherently below the surface levels as feeling in control of a relationship is
one of the ways they can invest their hearts. They have a notorious jealousy and
possessiveness that has been well earned in Scorpio-Scorpios but which turns
into an unequaled level of trust and faith in the eagle and the phoenix/dove.

Scorpio Sexuality: Scorpio is the sign that rules sexuality and the powers of
lust. But their passion is only as deep and profound as it is because it is
connected with the ultimate gift of sex.....life. And these are the beings
unafraid to face either life or death and that fearlessness translates into
their sexual expressions. They can reach the highest highs or the lowest lows in
whatever passion they pursue and they are the most intense, uninhibited and
dynamic lovers in the zodiac. It comes with deep attachment and needs and a
driving urge to come to terms with the enormity of life.

The long term story: Scorpios require a solid security within a relationship
without feeling that they have a doormat as a mate. This is precarious balance
and is learned over time. The longer a relationship lasts with a Scorpio...the
more secure it tends to become. They are naturally suspicious (remember they
feel and see things the rest of us work to ignore) and with that depth comes the
need for some equally powerful self protective mechanisms. Their insecurity and
jealousy are by products of self preservation. Scorpios like to be in control
and are very seldom found in subservient roles unless they've opted to move into
that spot. They need passionate mates who can keep up with their desires and
they need someone capable of both maintaining a loyalty and their own sense of
Individuality in order to keep the relationship balanced. They are basically
homebodies feeling most comfortable when they are within their own domains. They
despise being surprised, embarrassed or humiliated and retaliate with
swiftness...and strength. Scorpios are capable of some amazing turn around and
growth. Even a Scorpio who seems entrenched in the scorpion phase can suddenly
and dramatically grow wings and sail up into the heavens. Never under estimate
their powers of rejuvenation on either physical, spiritual or emotional planes.

Positive Traits in Love: Loyal, supportive, protective, generous with their


strength and knowledge, humble, quiet, unshakable, passionate, encompassing.

Negative traits: Jealousy, possessiveness, obsessive, angry, suspicious,


mistrusting, secretive and unreliable.
What Scorpio likes:
Mystery, Secrets, Privacy, Trust/loyalty, Sensuality/passion, Strength, Knowing
where they stand, Being acknowledged Honesty/integrity

What Scorpio Dislikes:


Surprises, Lying and deceit, Apathy, Being analyzed/questioned, Being
'understood', Excessive compliments, Insincerity Being embarrassed, Passivity

Scorpio Love Keywords:


Intense, compelling, magnetic, sexual, sensual, intriguing, profound, loyal,
tenacious, possessive, jealous, obsessive, bad tempered, secretive.

Sagittarius in Love
November 22-December 21
?2001 Linda Rankin

Sagittarius treats love like any other adventure in their lives and embraces the
opportunities to discover new plateaus in the experience of love, lust and
passion. They are funny, charming, gregarious and usually highly intelligent
begins who make genuinely enjoyable company and are captivating in their
sparkling personalities. They have big dreams and far reaching goals and they
easily share what their minds are experiencing often forgetting that for some
words are meant to become reality. Sagittarius is not always capable of bringing
reality to their words and such is the way it is meant to be. They infuse us
with inspiration and allow us to see all the possibilities in the world around
us. In close personal relationships that can often cause troubles as they
promise more than they can deliver....or....have changes of emotions that put
them into completely different mind sets from one day to another. They are
active and vibrant and expect their loved ones to enjoy the same kind of
physical adventures. They are appearance conscious and Their wit is one of their
greatest assets and they enjoy the attention of others..this makes them the
natural flirts of the zodiac and most of it is harmless and meaningless.

Sagittarius Sexuality: Like the other fire signs Sagittarius has a definite
sense of passion and a love of physical connections but for them it becomes
almost a spiritual experience...or another occasion to have 'fun'. The more
exotic the local or the setting the more inspired a Sagittarian is and an
inspired Sagittarian is the consummate lover. There's is the sense of a dare
devil in them and they love walking on the risqu?side...playing with rules and
regulations usually just nudging the line rather than crossing it. They are
attracted to far away places and intriguing sexual imagery and fantasy is an
important component as Sagittarius needs to be inspired to inspire.

The long term story: Feeling trusted and free to pursue their adventures is a
pre-requisite to a long term encounter with a Sagittarian. They use words as
both weapons and tools and can be either supportive and uplifting or remarkably
sarcastic and cutting and sometimes both in the same breath. They are naturally
flirtatious but usually bottom line loyal and the more they feel 'understood'
the more they focus on the benefits of the relationship. Even a stay at home
Sagittarius will enjoy adventures through the mind and if they are not
physically taking on life challenges for adrenalin rushes they are arm chair
quarterbacks or avid game players. Their sense of competition is acute and it is
also one of the things that keeps them moving forward in life.

Positive Traits in Love: Joyful, playful, spontaneous, generous, captivating,


enchanting, supportive, good-natured.

Negative traits: Unreliable, fickle, sarcastic, temperamental, unable to commit,


freedom loving to the extreme, self centered, vain.
What Sagittarius likes:
A sense of adventure, Honesty, Freedom, Intellectual compatibility, Taking
risks, Flirting, Socializing, Feeling trusted, Active partner, Daydreaming

What Sagittarius Dislikes:


Jealousy, Possessiveness, Routine, Being doubted, Having to explain self,
Control, Being forced to make promises Apathy/laziness

Sagittarius Love Keywords:


Exuberant, charming, funny, far sighted, adventuress, adoring, non-possessive,
flighty, sarcastic, unreliable, self centered, dogmatic, judgmental.

Capricorn in Love
December 22-January 19
?2001 Linda Rankin

There is a rumor that Capricorns are the best lovers of the zodiac when they
feel stable and secure and can see the long term purpose of the union they are
in. The focused determination of Saturn as a guiding light brings the same
unequaled force into the bedroom and into the relationship as they apply to
building their life and their security. Capricorn is slow to trust and even
slower to love but once their heart is given there is very little they won't do
to back up and support and love their mate. The symbolism of Capricorn is the
Seagoat...a useful metaphor is the ability to penetrate both environments on
earth....water and land. Spiritually...they can conquer both the spirit and the
body. Love is nothing less than a goal and they are capable of approaching it
with the same dedication as they approach any other important endeavor in their
life. They are loyal, nurturing caregivers and supporters at their best. Cold,
calculating and emotionally repressed at their worst. The realm of feelings is
the hardest plane for Capricorns to come to terms with as it is based on an
energy that they cannot control . Once they accept and embrace their emotional
beings they are human dynamos who add strength, conviction and longevity to
love.

Capricorn Sexuality: When they are secure within themselves and within a
partnership they can take their lover to the peaks of sexual mountaintops. They
know how to apply patience and dedication to discovering how to please and their
leisurely approach to getting to know a mates intimate secrets promises that
they possess an almost push button control of their partners sexual desires. It
is not the pure and raw driving sexuality of Scorpio...nor the romantic and
enchanting passion of Libra...it is a combination of the human physical need for
sex and the spirits need to experience the height of a pleasure and to merge it
into one. A soul moving encounter that brings the primal...into the spiritual.
The long term story: Capricorns require patience and dedication. They are often
shy and awkward in their emotions early on growing in strength and acceptance
the longer they stay within a union. They need to have a purpose behind their
actions and a purpose behind the relationship. They take the initial investment
of heart to the building of a long term commitment with the same serious intent
that they conquer all their mountains in life. They can be domineering and cold
if they are not in touch with their feeling centers. Materialistic and self
serving as well. Once committed most Capricorns stay committed as they are bound
to a sense of responsibility. It takes a lot to sever a serious Capricorn tie
but once it is severed...they can be vengeful and hateful. They are not always
the best judge of character and so let downs and relationship break ups become
personal mistakes that they often repress and refuse to accept. They provide one
of the most secure and empowering bonds when they are completely in love.
Positive Traits in Love: Loyal, dedicated, patient, kind, generous, supportive,
serious, dependable, tolerant, attentive.

Negative traits: Possessiveness, control, coldness and aloofness, lack of


emotional tolerance or depth, materialistic, narrow minded, vindictive, bitter,
melancholy.

What Capricorn likes:


Loyalty, Feeling secure, Financial/material stability, Ambitious mates, Feeling
committed, Making long term relationship plans Dependability, Reliability,
Perseverance

What Capricorn Dislikes:


Flightiness, Being bossed around, Crudeness/coarseness, Dominance, Game playing,
Ego displays, Extravagance Being challenged by a lover, Indecisiveness

Capricorn Love Keywords:


Loyal, ambitious, dedicated, focused, honesty, disciplined, severe, possessive,
controlling, cold, calculating

Aquarius in Love
January 20-February 18
?2001 Linda Rankin

Aquarius is the fixed-air sign. They are progressive, liberal 'thinkers' who
also tend to hold onto their thoughts and ideals with tenacity. (The fixed
influence) They are generally more comfortable with a friendly love partnership
where they feel secure enough to continue pursuing their many varied interests.
They are hard to pin down and even harder to get into a solid commitment but
once there that fixed influence makes them loyal and trustworthy companions.
Albeit with an eclectic influence. Aquarians adore friendships of the impersonal
type and usually have a revolving door of buddies. They can be completely
enchanted by any one of their new acquaintances and the group they attract runs
the gamut from the off-beat and 'odd' to the powerful and the wealthy. Your
Aquarian doesn't judge people by 'what' they have rather by their principals and
actions. Aquarians require someone pretty secure within themselves as they are
inherently Self motivated and need the freedom to pursue their latest ideal or
whim. Yet they can be focused and dedicated to a relationship, especially if
they feel accepted and understood. They delight...in delighting and they regale
in having a companion who is eager to explore the world of thought and
possibilities with them. Freedom fighters with a shared cause build a bond that
the Aquarian will guard with strength and conviction. They are also tolerant,
lacking in jealousy or possessiveness and will over-look and understand all
kinds of human follies and mistakes from their partner. Once they are hurt
however....their emotions go off with a flip of the switch that does not
ever....go back on. Coldness is the opposite of Aquarians enchanting
friendship/commitment.

Aquarius Sexuality: Aquarius is the sign most likely to forget about sex
entirely. It isn't that they don't enjoy it....they do when they feel
comfortable and secure....but there are so many other things to explore with
their minds and so little time. When caught in the 'mood' they are explorative,
frisky and playful. They take obvious delight in the attention their partner
gives them. They can be extremely self conscious about their bodies or their
sexuality or completely uninhibited and sometimes both. The bedroom becomes a
playground to further solidify the bond of friendship that the Aquarian needs in
their life and they are delightful companions when they feel good about the
union..and about themselves.

The long term story: Lots of open mindedness, freedom to pursue their interests
and constant input to the friendship are the building blocks for maintaining a
long term relationship with an Aquarian. Remember that they are the rebels of
the zodiac and if they feel they are being controlled or ignored their defense
can be to automatically rebel against any incoming input from their partner.
Their natural instinct tells them to do the opposite of what is expected. They
jump wholeheartedly into their latest cause but can do about faces so suddenly
it takes ones breath away. It's important to have a 'go with the flow' system in
place and gradually the Aquarian learns to be more vocal and explanatory about
their thoughts, their movements and their actions. They make dedicated and
genuinely sincere and warm mates once they commit and they possess the spark
that can keep the friendship a dynamic and ever growing platform to journey into
eternity on.

Positive Traits in Love: Playful, friendly, spontaneous, open minded, caring,


devoted, liberal, understanding, tolerant, benevolent.

Negative traits: Erratic, undependable, self oriented, cold, aloof, mean, self
centered, unable to commit, judgmental, fickle.

What an Aquarius likes:


Friendship, Freedom, Intellectual stimulation, Camaraderie, Surprises,
Companionship, Feeling understood and Emotional safety

What an Aquarius Dislikes:


Jealousy, Possessiveness, Control, Ego plays, Narrow mindedness, Being
ridiculed, Routines, Fighting/violence Inequality, Being taken for granted Being
understood (note: this makes the Likes list as well...they're unique but you
already know that)

Aquarius Love Keywords:


Friendly, charming, open minded, liberal, accepting, non-judgmental, playful,
spontaneous, erratic, eccentric, undependable, non-committal, aloof.

Pisces in Love
February 19-March 20
?2001 Linda Rankin

Pisces is the mutable water sign and very much exist in their own universe,
tuned into the emotional, receptive qualities of life that most of us cannot
see, touch nor feel. In love they are dream filled and romantic, full of
enchanted visions and hopeful fantasies. They're eager to share their thoughts
and reveries when they feel secure, understood and appreciated. Of all the signs
Pisces needs the most encouragement to feel true within themselves and to learn
the validity of their own thoughts and needs. They make the most delightful
companions and are generally soft, gentle and easy going, especially if they
have a role model to look up to within the relationship. This is a delicate
balance that Pisces learns to control as they go through life as their
projections onto their mate can be helpful if it encourages them to motivate
their own lives and resources but can turn into tenacious co-dependency if the
Pisces refuses to embrace their own lives, needs and thoughts. They can be
confusing creatures never able to define their roles within the relationship and
constantly turning to sources outside of the union for definition and
explanation. This can slowly erode the bond between the lovers/partners as the
partner. A Pisces encouraged to find and embrace their answers within themselves
and one who has learned to trust their own thoughts, feelings and perceptions
make one of the most loving, sensual and devoted mates their is.

Pisces Sexuality: Pisces sexuality is always wrapped around those inner worlds
they exist in and becomes an emotional experience that can take them on voyages
into ecstasy and passion. But because they do exist within this world where
things are nebulous, mystical and emotion oriented if they are projecting
outwards to find validity of what they are seeing and feeling inside rather than
combining the experience of the physical intimacy with the thoughts and dreams
they can feel disappointed...or saddened. If they've learned to simply using
what is inside to inspire their participation in the literal reality based world
they can take their lover on their enchanted voyages with them..and create an
exciting and enchanting sexual companionship. The long term story: There is a
certain amount of inner strength combined with outer strength that is needed
when involved long term with a Pisces, as they must learn to become their own
sources of joy, inspiration and answers. A weak mate who goes along with every
Piscean whim or fantasy is as destructive as a mate who cannot see the validity
of those things they are experiencing internally. One can create a union with no
solidity or reality underneath of it and the other can cause the Pisces to
further doubt their own truth and inner strength. At the best the Pisces brings
to the relationship a touch of all that is universal and mysterious. They are
dreamy, poetic and romance filled beings who make life a true sojourn through
the world of feelings and passions. At worst they release any Feeling
vulnerable, Feeling alone/unloved, Having no goals to project towards, Feeling
invalidated, Being ignored Crude/harsh behavior, Noisy scenes/displays, Having
no dreams, Having no sense of structure

Pisces Love Keywords:


Mystical, enchanting, emotional, loving, devoted, reverent, creative, confused,
depressed, irresponsible, goal-less, lack of motivation or push, co-dependency
issues.
21 April 2003

Kemuliaan Wanita
Jihad adalah kewajiban bagi seluruh kaum Muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Begitu pula pada
masa Rasulullah, aktivitas jihad dalam meluaskan dakwah dan perluasan wilayah daulah khilafah ketika
sudah berdiri adalah kewajiban bagi kaum Muslimin. Sehingga, syahid adalah kata indah yang mendorong
kaum Muslimin untuk berlomba dalam menyongsong syahid dan keridaan Allah.

Wanita pun waktu itu tak kalah bersemangat dengan pria. Seorang dari mereka bahkan menghadap
Rasulullah, seperti tertuang dalam riwayat Ibn 'Abbas: Ada seorang wanita yang pernah meminta izin
kepada Nabi saw untuk ikut serta berjihad.

Ia berkata, "Wahai Rasulullah, aku diutus oleh kaum wanita untuk menghadap kepadamu, sebagai wakil
mereka dalam berjihad, yang telah ditetapkan oleh Allah kepada kaum laki-laki. Apabila mereka menang
(dalam jihad), mereka akan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah. Sementara itu, kami adalah kaum wanita.

Apabila kami membantu laki-laki (dalam berjihad) apakah kami akan beroleh pahala?"Nabi saw menjawab,
"Sampaikanlah salamku kepada kaum wanita yang mengutusmu. Menaati suami dan menjalankan semua
perintahnya adalah sama pahalanya dengan orang yang berjihad. Sayangnya mereka banyak yang tidak
menjalankan hal ini." (HR al Bazzar).

Jawaban Rasulullah itu merupakan indikasi prioritas tugas wanita. Di masa sekarang wanita banyak yang
telah terseret ide kapitalis dengan berusaha mencari-cari upaya pelegalan ide kebebasan wanita, feminisme,
gender, dan lain-lain. Padahal, Allah telah memuliakan dan melebihkan wanita atas laki-laki dengan
tugasnya sebagai ummun wa rabbah al bait (ibu dan pengatur rumah tangga).

Telah nyata kerusakan generasi muda dan masyarakat karena wanita lebih cenderung bersaing dengan laki-
laki di luar rumah daripada mengasuh, mendidik, dan bertanggung jawab atas moral anak-anaknya.
Bukankah menjadi ibu dan mengurus rumah tangga adalah amanah dan kewajiban dari Allah yang tidak bisa
digantikan oleh pembantu atau suami sekalipun?

Bagi wanita Muslim di Indonesia, bulan April ini adalah sarana perenungan untuk kembali pada tugas
utamanya. Selamatkan negeri ini dengan kembali pada tugas muliamu. Taati suami-suamimu dan didik
anak-anakmu agar menjadi generasi penerus ummah yang tangguh.

Insya Allah pahala yang akan diperoleh wanita sangatlah besar. Negeri inipun akan tegak dengan generasi
Muslim yang tangguh. Ada surga di bawah telapak kaki, betapa indah perumpamaan Allah bagi wanita
Muslim sesuai dengan fitrahnya.

Saya belajar,
bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya. Saya hanya dapat
melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai...

Saya belajar,
bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya
beberapa detik saja untuk menghancurkannya...

Saya belajar,
bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat, justru adalah orang yang
membangkitkan semangat hidup saya kembali serta orang yang begitu perhatian
pada saya....

Saya belajar,
bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal dan kami selalu
memiliki waktu terbaik....

Saya belajar, bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh walau dipisahkan


oleh jarak yang jauh. Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati...

Saya belajar,
bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan,
bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya....

Saya belajar,
bahwa sebaik-baiknya pasangan itu, mereka pasti pernah melukai perasaan saya
dan untuk itu saya harus memaafkannya......

Saya belajar,
bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain...., kalau
tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus....

Saya belajar,
bahwa tidak masalah berapa buruknya patah hati itu, dunia tidak pernah
berhenti hanya gara-gara kesedihan saya...

Saya belajar,
bahwa saya tidak dapat merubah orang yg saya sayangi, tapi semua itu
tergantung dari diri mereka sendiri....

Saya belajar,
bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya, tapi saya harus bertanggung
jawab untuk apa yang saya telah lakukan....

Saya belajar,
bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda, tapi kadang dari sudut pandang
yang berbeda....

Saya belajar,
bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi yang penting adalah siapa
saya ini sebenarnya....

Saya belajar,
Saya belajar,
bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini, semua butuh
proses dan pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati....

Saya belajar,
bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan
emosi itu yang menguasai diri saya...

Saya belajar,
bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya harus benci
dan berlaku bengis....

Saya belajar,
bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat perpisahan dengan orang yang
saya cintai...

Saya belajar,
bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering diambil segera dari
kehidupan saya....

Selamat belajar , semoga kamu sadar.. !!


Love doesn't make the world go round.
Love is what makes the ride worth while.

Original Message-----
From: shariffr
Sent: Tuesday, April 15, 2003 11:21 AM
To: 'L.Meilany'; (E-mail) Lakshmi Inhwa Triyanti; (E-mail) Lakshmi
Dwiati; Yelsi; 'Sussy Surachman'; Rita Setyaningrum; Lusi Arina;
'(E-mail) Yenny Tasha Agoestian'; '(E-mail) Sophie Nurbani'; '(E-mail)
Ria'; 'Istalitha Kumiwara'; (E-mail) Dina Bronkhorst - Nasution
Subject: Renungan bersama

Assalamualaikum wr wb, Rasulullah s.a.w. ada bersabda, katanya,


"Setiap anak Adam akan dijaga oleh dua malaikat. Malaikat yang di sebelah kanan
lebih berkuasa dari yang sebelah kiri. Sekiranya seseorang anak Adam melakukan
dosa maka malaikat yang di sebelah kiri akan bertanya pada malaikat di sebelah
kanan katanya, "Apakah yang harus aku catit?" Kata malaikat di sebelah kanan,
"Jangan kamu catit dahulu dosanya sehingga ia melakukan 5 kesalahan. Malaikat
yang di kiri bertanya lagi, "Kalau ia telah melakukan 5 kesalahan, apa yang
harus aku catitkan?" Jawab malaikat kanan, "Biarkannya, sehingga ia membuat
kebaikan kerana kami telah diberitahu oleh Allah s.w.t bahawa satu kebaikan akan
mendapat 10 pahala.
Oleh itu hapuskanlah 5 kesalahannya yang lalu sebagai tebusan dan kami masih
simpankan untuknya 5 pahala lagi."

Tercenganglah syaitan mendengarkannya lalu berkata, "Kalau macam ini sampai


bilakah aku dapat merosakkan anak Adam.

" Demikianlah rahmat Allah pada hambanya, kasih sayangNya melimpah ruah tiada
terbatas hanya hambanya saja yang lalai dan leka dengan keseronokkan serta
kemewahan dunia"

Wassalam

Pesan Roh Kepada Manusia


Apabila roh keluar dari jasad, ia akan berkata-kata pd seluruh isi alam semua
yg ada di langit atau bumi akan mendengarnya kecuali jin dan manusia.

Apabila mayat dimandikan, lalu roh berkata :


"Wahai orang yang memandikan, aku minta kepadamu kerana Allah untuk melepaskan
pakaianku dengan perlahan-lahan sebab pada saat ini aku beristirahat daripada
seretan malaikat maut".

Selepas itu, mayat pula bersuara :


"Wahai orang yang memandikan, janganlah engkau menuangkan airmu dalam keadaan
panas. Begitu juga jangan menuangnya dengan air yang dingin kerana tubuhku
terbakar apabila terlepasnya roh dari tubuh".

Apabila dimandikan, roh sekali lagi berseru:


"Demi Allah, wahai orang yang memandikan jangan engkau menggosok aku dengan
kuat sebab tubuhku luka-luka dengan keluarnya roh".

Setelah dimandi dan dikafankan, telapak kaki mayat diikat dan ia pun memanggil-
manggil dan berpesan lagi supaya jangan diikat terlalu kuat serta mengafani
kepalanya kerana ingin melihat wajahnya sendiri, anak-anak, isteri atau suami
buat kali terakhir kerana tidak dapat melihat lagi sampai Hari Kiamat.

Sebaik keluar dari rumah lalu ia berpesan :


"Demi Allah, wahai jemaahku, aku telah meniggalkan isteriku menjadi Balu. Maka
janganlah kamu menyakitinya.Anak-anakku telah menjadi yatim dan janganlah
kalian Menyakiti mereka. Sesungguhnya pada hari itu aku telah keluar dari
rumahku dan aku tidak akan dapat kembali kepada mereka buat selama-lamanya".

Sesudah mayat diletakkan pada pengusung, sekali lagi diserunya kepada jemaah
supaya jangan mempercepatkan mayatnya ke kubur selagi belum mendengar suara
anak-anak dan sanak saudara buat kali terakhir.

Sesudah dibawa dan melangkah sebanyak tiga langkah dari rumah, roh pula
berpesan:
"Wahai Kekasihku, wahai saudaraku dan wahai anak-anakku, jangan kamu diperdaya
dunia sebagaimana ia memperdayakan aku dan janganlah kamu lalai ketika ini
sebagaimana ia melalaikan aku.Sesungguhnya aku tinggalkan apa yang aku telah
aku kumpulkan untuk warisku dan sedikitpun mereka tidak mahu menanggung
kesalahanku. Adapun didunia, Allah menghisab aku, padahal kamu berasa senang
dengan keduniaan. Dan mereka juga tidak mahu mendoakan aku".

Ada satu riwayat drp Abi Qalabah mengenai mimpi beliau yang melihat kubur
pecah. Lalu mayat-mayat itu keluar dari duduk di tepi kubur masing-masing.
Bagaimanapun tidak seorang pun ada tanda-tanda memperolehi nur di muka mereka.
Dalam mimpi itu, Abi Qalabah dapat melihat jirannya juga dalam keadaan yang
sama.

Lalu dia bertanya kepada mayat jirannya mengenai ketiadaan nur itu. Maka mayat
itu menjawab: "Sesungguhnya bagi mereka yang memperolehi nur adalah kerana
petunjuk drpd anak-anak dan teman-teman. Sebaliknya aku mempunyai anak-anak
yang tidak soleh dan tidak pernah mendoakan aku".

Setelah mendengar jawapan mayat itu, Abi Qalabah pun terjaga. Pada malam itu
juga dia memanggil anak jirannya dan menceritakan apa yang dilihatnya dalam
mimpi mengenai bapa mereka. Mendengar keadaan itu, anak-anak jiran itu berjanji
di hadapan Abi Qalabah akan mendoa dan bersedekah untuk bapanya. Seterusnya
tidak lama selepas itu, Abi Qalabah sekali lagi bermimpi melihat jirannya.
Bagaimanapun kali ini jirannya sudah ada nur dimukanya dan kelihatan lebih
terang daripada matahari.

Baginda Rasullullah S.A.W berkata:


Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka : akan masuklah satu kumpulan
malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik
rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai kelutut. Setelah itu
datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga
sampai keperut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat
yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan
kemudiannya mereka keluar. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat
masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang
dikatakan saat nazak orang itu."

Sambung Rasullullah S.A.W. lagi:


"Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibrail A.S. akan
menebarkan sayapnya yang di sebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat
melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga,
maka dia akan lupa kepada orang yang berada di sekelilinginya. Ini adalah
kerana sangat rindunya pada syurga dan melihat terus pandangannya kepada sayap
Jibrail A.S.

"Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibrail A.S. akan menebarkan
sayap di sebelahkiri. Maka orang yang nazak tu dapat melihat kedudukannya di
neraka dan dalam masa itu orang itu tidak lagi melihat orang di sekelilinginya.
Ini adalah kerana terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi
tempat tinggalnya.

Dari sebuah hadis bahawa apabila Allah S.W.T. menghendaki seorang mukmin itu
dicabut nyawanya maka datanglah malaikat maut. Apabila malaikat maut hendak
mencabut roh orang mukmin itu dari arah mulut maka keluarlah zikir dari mulut
orang mukmin itu dengan berkata: "Tidak ada jalan bagimu mencabut rohorang ini
melalui jalan ini kerana orang ini sentiasa menjadikan lidahnya berzikir kepada
Allah S.W.T."

Setelah malaikat maut mendengar penjelasan itu, maka dia pun kembali kepada
AllahS.W.T.dan menjelaskan apa yang diucapkan oleh lidah orang mukmin itu.

Lalu Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud:


"Wahai malaikat maut, kamu cabutlah ruhnya dari arah lain." Sebaik saja malaikat
maut mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut pun cuba mencabut roh
orang mukmin dari arah tangan. Tapi keluarlah sedekah dari arah tangan orang
mukmin itu, keluarlah usapan kepala anak-anak yatim dan keluar penulisan ilmu.
Maka berkata tangan: Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut roh orang mukmin
dariarah ini, tangan ini telah mengeluarkan sedekah,tangan ini mengusap kepala
anak-anak yatim dan tangan ini menulis ilmu pengetahuan."

Oleh kerana malaikat maut gagal untuk mencabut roh orang mukmin dari arah
tangan maka malaikat maut cuba pula dari arah kaki. Malangnya malaikat maut
juga gagal melakukan sebab kaki berkata: Tidak ada jalan bagimu dari arah ini
Kerana kaki ini sentiasa berjalan berulang alik mengerjakan solat dengan
berjemaah dan kaki ini juga berjalan enghadiri majlis-majlis ilmu."

Apabila gagal malaikat maut,mencabut roh orang mukmin dari arah kaki,maka
malaikat maut cuba pula dari arah telinga. Sebaik saja malaikat maut
menghampiri telinga maka telinga pun berkata: "Tidak ada jalan bagimu dari arah
ini kerana telinga ini sentiasa mendengar bacaan Al-Quran dan zikir."

Akhir sekali malaikat maut cuba mencabut orang mukmin dari arah mata tetapi
baru saja hendak menghampiri mata maka berkata mata: "Tidak ada jalan bagimu
dari arah ini sebab mata ini sentiasa melihat beberapa mushaf dan kitab-kitab
dan mata ini sentiasa menangis kerana takutkan Allah."

Setelah gagal maka malaikat maut kembali kepada Allah S.W.T. Kemudian
AllahS.W.T. berfirman yang bermaksud:"Wahai malaikatKu, tulis AsmaKu ditelapak
tanganmu dan tunjukkan kepada roh orang yang beriman itu." Sebaik saja mendapat
perintah AllahS.W.T. maka malaikat maut menghampiri roh orang itu dan
menunjukkan AsmaAllah S.W.T. Sebaik saja melihat Asma Allah dan cintanya kepada
AllahS.W.T maka keluarl! ah roh tersebut dari arah mulut dengan tenang.
Abu Bakar R.A. telah ditanya tentang kemana roh pergi setelah ia keluar dari
jasad. Maka berkata Abu Bakar R.A: "Roh itu menuju ketujuh tempat:
1. Roh para Nabi dan utusan menuju ke Syurga Adnin
2. Roh para ulama menuju ke Syurga Firdaus
3. Roh mereka yang berbahagia menuju ke Syurga Illiyyina
4. Roh para shuhada berterbangan seperti burung di syurga mengikut kehendak
mereka
5. Roh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak di bumi dan tdk
di langit sampai hari Kiamat
6. Roh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik
7. Roh orang-orang kafir akan berada dlm neraka Sijjin,mereka disiksa beserta
jasadnya hingga hari Kiamat

Telah bersabda Rasullullah Saw :


Tiga kelompok manusia yang akan dijabat tangannya oleh para malaikat pada hari
mereka keluar dari kuburnya:
1. Orang-orang yang mati syahid
2. Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan suci ramadhan
3. Orang berpuasa di hari Arafah

Sekian untuk ingatan kita bersama.


Kalau rajin. Tolong sebarkan kisah ini kepada saudara Islam yang lain. Ilmu
yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang
mengajarnya meskipun dia sudah mati.

Sila panjangkan kisah ini kepada semua saudara islam kita.


Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda,
Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat ...

Hidup Adalah Surga

Oleh : M Arifin Ilham

Hidup adalah kumpulan hari, bulan, dan tahun yang berputar tanpa pernah kembali
lagi. Setiap hari umur bertambah, usia berkurang. Hal itu berarti kematian kian
dekat. Semestinya kita kian arif dan bijak menjalaninya, tetap dalam kesalehan,
bertambah kuat akidah, semakin khusyuk dalam beribadah, dan mulia akhlak. Pada
puncak kebaikan itu lalu kita wafat, itulah husnul khatimah.

Kehidupan jasad hanyalah sementara di dunia. Sedangkan kehidupan roh mengalami


lima fase, yaitu: arwah, rahim, dunia, barzah, dan akhirat. Berarti hidup di
dunia hanya terminal pemberhentian menuju akhirat. Allah SWT mengingatkan,
''Kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.''(QS: Al-A'laa [87]: 17).
Rasulullah saw menggambarkan bahwa hidup ini tak ubahnya seorang musafir yang
berteduh sesaat di bawah pohon yang rindang untuk menempuh perjalanan tanpa
batas. Karena itu, bekal perjalanan mesti disiapkan semaksimal mungkin. Sebaik-
baik bekal adalah takwa (QS Albaqarah [2]: 197).

Orang bertakwa adalah orang yang sangat cerdas. Ia tidak mau terjebak pada
''keenakan'' sesaat, tetapi menderita berkepanjangan. Karenanya, ia mengolah
hidup yang sesaat ini menjadi berarti untuk kehidupan panjang tanpa akhir nanti.
''Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan
sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka
mengetahui.'' (QS Al-Ankabuut [29]: 64).

Hidup ini di bawah tatapan dan aturan Allah. Segalanya digulirkan dan
digilirkan: hidup, lalu mati; kecil, akhirnya membesar; muda, lama-lama tua; dan
muncul kesenangan, terkadang berganti kesedihan. Semua fana. Tetapi, di tengah
kefanaan itu, umat Rasulullah yang paling sukses --sebagaimana dijelaskan dalam
hadis --adalah yang paling banyak mengingat mati, lalu mempersiapkan hidup
setelah mati.

Akhirnya, orang-orang cerdas akan tahu, sadar, dan yakin bahwa hidup bukan untuk
mati, tetapi mati itulah untuk hidup. Hidup bukan untuk hidup, tetapi untuk Yang
Mahahidup. Karenanya, jangan takut mati, jangan cari mati, jangan lupa mati, dan
rindukanlah mati. Mengapa? Karena, kematian adalah pintu berjumpa dengan-Nya--
perjumpaan terindah antara kekasih dengan Kekasihnya.

Subhanallaah, ternyata hidup ini surga, saudaraku.

Sorry for double posting..

-----Original Message-----
From: Achangel34 [mailto:gibril@bukopin.co.id]
Sent: Wednesday, April 16, 2003 3:12 PM
To: KAJIANet
Subject: [KAJIANet] *** 5 tingkat Iman ***

LIMA TINGKATAN IMAN


Dimanakah iman kita berada ?’

Suatu ketika Rasulullah saw duduk-2 bersama para sahabat didekat sebuah pohon. Seperti biasanya,
beliau senantiasa mengajari mereka dengan hal-hal baru, baik yang berupa hukum-2 maupun yang berupa
nilai-2 yang mengandung hikmah. Waktu itu, beliau bersabda bahwa bila seorang muslim masuk kedalam
masjid, maka hendaklah ia menunaiikan hak masjid. Yakni, melakukan sholat tahiyyatul masjid dua rakaat.
Dalam riwayat, segera setelah mendengar sabda Nabi saw ini, semua mereka berlarian ke masjid. Mereka
ingin segera melakukan sholat itu, tanpa bertanya-tanya lagi. Nabi ditinggal sendirian. Setelah mereka
selesai, merekapun datang kembali ke dekat Nabi saw satu persatu.
Itulah salah satu cerminan iman para sahabat, kader dan santrinya Rasulullah saw ; melakukan ketaatan
dengan segera di kesempatan pertama.
Dalam kehidupan seorang muslim, persoalan iman adalah persoalan yang amat penting dan merupakan
bagian yang paling sentral. Karena itu berbicara masalah iman selalu relevan, dari jaman ke jaman.
Dalam kajian-kajian tentang iman, telah disebutkan setidaknya ada 5 tingkatan iman. Tidaklah seorang
muslim hidup kecuali ia berada dalam salah satu dari tingkatan ini.

** Pertama, iman taqlid. Iman tingkatan paling rendah ini adalah imannya orang muslim yang tidak
mengetahui tentang hal-hal fundamental iman kecuali sangat sedikit, atau bila mengetahuinya maka ia tidak
meyakininya. Ia sayup-sayup saja mendengar tentang bahkan hal yang paling dasar sekalipun, semisal sifat
dan nama-2 Allah swt. ‘Apakah bukti dan dalil bahwa Allah itu ada ? Apakah bukti dan dalil bahwa malaikat
itu ada ? Apakah bukti dan dalil bahwa Muhammad itu utusan Allah ?’ Terhadap pertanyaan-2 ini dan
pertanyaan yang serupa, muslim yang berada dalam tingkat iman ini hanya dapat menjawab ‘saya pernah
mendengar orang lain berkata bahwa Allah itu ada, maka sayapun mengatakan demikian’. De mikian pula
ketika menjawab untuk yang lain. Biasanya, walaupun tidak selalu, muslim dengan iman taqlid ini juga tidak
fasih membaca al Qur’an dan tidak terlihat ikhtiarnya untuk belajar.

** Iman tingkat kedua adalah iman ilmu. Yakni iman yang tumbuh atas dasar ilmu-ilmu agama. Muslim
yang berada dalam tingkat ini mengerti dan memahami benar struktur keimanan beserta semua dalil, bukti
dan sistem logika yang mendukungnya. Mereka dapat dengan fasih menguraikan seluruh sifat-sifat Allah swt,
seperti bahwa Allah itu exist (wujud) sejak awal dulu hingga di akhir nanti (al-Awwalu wa al-Akhiru) sekaligus
pada saat yang sama – sesuatu yang sulit diterima dengan baik kecuali dengan penjelasan yang
‘mengeluarkan’ dzat Allah swt dari dimensi waktu dengan menggunakan teori-teori fisika modern. Mereka
juga dapat menjelaskan bahwa Allah swt itu bersifat kekal (baqa) dengan cara membandingkan ‘inner
characteristics’ milikNya dengan milik benda lain yang terlihat di alam ini. Orang islam yang berada pada
tingkat keimanan ini dapat dengan mudah menjelaskan tentang dalil adanya hari akhirat, tidak saja yang
bersifat naql (dari Qur’an dan hadist) maupun yang bersifat aql (logika), dan lalu menghubungkannya
dengan salah satu nama Allah swt, yakni al-‘Adl (yang adil).
Dalam hal surga dan nerakapun – satu tema dimana sesuatu yang virtual dan reality bertemu dalam
sejumlah besar ayat-ayat al Qur’an – mereka dapat menerangkannya pula. Pendeknya, basis keilmuan
mereka ini cukup kuat melandasi iman yang dipunyai. Dalam kehidupan bermsyarakat, mereka ini giat
membela kebenaran islam karena mereka sendiri percaya sepenuhnya bahwa islam adalah yang terbaik
dan terbenar diantara semua aliran dan agama yang lain.
Hanya saja, iman yang dipunyai muslim tingkat ini belum sepenuhnya masuk kedalam hati sehingga
belum terekspresikan dalam amal. Amalnya tidak lengkap. Sholatnya kadang-2 masih lubang-2, atau sering
melambatkannya.
Berinfaq-nya tidak rutin. Membaca al Qur’annya hanya kalau sempat dan luang waktu. Mereka melakukan
dakwah dengan syarat tidak mengganggu kehidupannya. Dan lalin-lain.

** Yang ketiga adalah iman ‘ayan. ‘Ayan artinya teguh, pasti, eksak. Muslim dengan iman ‘ayan adalah
muslim yang beriman atas dasar ilmu dan lalu mengekspresikannya dalam bentuk amal. Imannya telah
masuk kedalam hati. Iman ini adalah iman yang lengkap. Mereka yang berada ditingkat ini keyakinannya
pada Allah swt, malaikat dan semua yang menjadi rukun iman telah memenuhi ruang pikiran dan hatinya.
Mereka bukan sekedar menyadari dengan akal adanya Allah tetapi merasakan dengan hati wujudnya Allah.
Beberapa sifat mereka adalah sebagai berikut. ‘Mereka yang senantiasa mengingat Allah dalam
keadaan berdiri, duduk dan berbaring, dan selalu memikirkan semua peristiwa di bumi dan langit, lalu
setelah itu mereka menyadari dan berkeyakinan bahwa tidaklah semua makhluk ini dijadikan sia-sia, dan
mereka berlindung dari azab neraka karena kuatir tak dapat melaksanakan keinginan-2 Allah pada diri
mereka’ (seperti disebutkan dalam Ali Imran 19). Mereka ini juga disebut dalam Hujurat 15 : ‘Sesungguhnya
orang-2 yang benar-2 beriman adalah mereka yang beriman kepada Allah dan rasulNya kemudian mereka
tidak ragu-ragu sedikitpun, dan berjihad dengan harta dan diri mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-
2 yang benar’.
Di peringkat iman ayan ini, 24 jam sepenuhnya terpakai untuk ibadah dan dzikir kepada Allah swt. Sekali-
sekali mereka lalai dan berbuat dosa kecil, tetapi setiap kali terjadi demikian, mereka sangat menyesal.
Timbullah dalam hati mereka ini rasa malu dan takut dihisab oleh Allah swt. Karenanya mereka segera
bertaubat, mohon ampun dan berjanji sekuat tenaga tidak
akan mengulangi lagi.
Rasulullah saw menggambarkan sikap itu dengan sabdanya :
‘Orang mukmin itu menganggap dosa yang dilakukannya bagaikan gunung besar yang hendak
menimpanya’.
Didalam al Qur’an, banyak sekali disebutkan sifat orang dengan iman ayan ini, sebagai tambahan dari
yang telah disebutkan diatas. Untuk memudahkan dalam mendalaminya, berikut ini adalah ringkasannya

1. Khusyuk ketika sholat.


2. Melaksanakan puasa ramdlan.
3. Menunaikan zakat.
4. Pergi hajii bila telah sanggup.
5. Ridla menerima ketentuan Allah.
6. Sabar menanggung ujian Allah.
7. Bersyukur atas nikmatNya.
8. Menjauhkan diri dari perbuatan maksiat seperti zina, minum arak, berjudi,
membunuh, bicara kotor, mengumpat, memfitnah orang islam, menghibah orang islam, mengadu domba.
9. Bermujahadah melawan nafsu dan membuang sifat-2 buruk seperti ujub, riya’, sombong, hasad, dengki,
dendam.
10. Tidak bermewah-mewah, cukup dengan apa yang ada, sederhana dalam hidup, tidak susah dengan
kemiskinan.
11. Berkasih sayang sesama muslim, tegas dan keras dengan orang kafir.
12. Suka berbuat kebajikan dan menolong manusia terutama sanak saudara, kaum kerabat dan sahabat-
sahabat dekat.
13. Tidak pernah berputus asa dalam menghadapi semua persoalan hidup.
14. Menjadikan perjuangan dan jihad sebagai kerja tetap sepanjang hidup.

** Iman tingkat ke empat adalah iman haq. Mereka yang mencapai tingkat ini adalah mereka yang
dapat melihat Allah dengan mata hatinya ketika mata mereka melihat apa saja. Ingatan itu bukan dibuat-
buat tetapi datang secara spontan sekaligus bersama rasa takut, hebat, pujian, sanjungan dan kasih kepada
Allah swt.
Nafsu mereka yang dalam tingkatan ini sudah benar-benar ditundukkan dan syetan tidak berani lagi
mendekat. Mereka ini adalah ‘muqarrabin’, kaum yang didekatkan dengan Allah. Sifat istimewa mereka
adalah (dari Yunus 62-63) ‘Sesungguhnya para wali Allah itu tidak pernah merasa takut dan berduka cita.
Yaitu mereka yang selalu bertaqwa’. Mereka ini, sebagai hasilnya, senantiasa zuhud (hatinya tidak terkait
material), ikhlas, wara’ (waspada terus), tidak senang bila dipuji dan tidak merasa hina bila dicaci. Hati dan
imannya terkontrol.
Iman tingkat ke lima adalah imannya para rasul, para nabi, para syuhada’ (orang yang benar-2
menyaksikan), para shiddiqiin (mereka yang membenarkan).
Sifat mereka diantaranya adalah bila mereka berperang, mereka berperang di garis depan. Bila berinfaq,
infaqnya paling besar dan paling ikhlas. Bila mereka beribadah, ibadahnya paling bagus dan lama, - seperti
baginda rasul – sampai kakinya bengkak. Bila bergaul, paling baik akhlaknya. Bila berdzikir, paling banyak
air matanya. Mereka inilah sebaik-baik ciptaan dari semua yang pernah diciptakanNya.

‘Dimanakah letak iman kita, wahai saudaraku?’.

Diterbitkan oleh: Nahdlatul Ulama United Kingdom Untuk Ukhuwah Ummah.


Editor: Lukman Musa, Muhammad Agus.

Wassalaam,
Gibril Muhammad

Berikut email dari teman...


tentang lowongan kerja.....
semoga bermanfaat...

----- Original Message -----


From: <dwi.wahyono@exxonmobil.com>
Sent: Thursday, April 10, 2003 12:51 PM
Subject: FYI - lowongan untuk jadi presenter di TV

> Assalaamu'alaikum wr, wb,


> Ini ada lowongan untuk jadi presenter di TV,
>
> wassalaam,
> ---------------------------------------
> Dicari
> Presenter Acara Keluarga di Televisi
> BismillaahirRahmaanirRahiim
> Sebuah program televisi semi-talkshow membutuhkan dua orang presenter
perempuan dengan kualifikasi sebagai berikut:
> 1. Muslimah berjilbab
> 2. Usia presenter pertama antara 27-37 tahun
> 3. Usia presenter kedua antara 40-50 tahun
> 4. Fasih membaca ayat-ayat Qur'an dan Hadits
> 5. Memiliki wawasan Islam dan keluarga
> 6. Berkemampuan melakukan monolog
> 7. Berkemampuan seni peran dasar
> 8. Berkemampuan memandu dialog
> 9. Kreatif dan berkepribadian menarik (juga humoris)
> 10. Diutamakan yang sudah (pernah) berkeluarga
> 11. Diutamakan aktivis da'wah
> 12. Diutamakan yang menguasai bahasa asing
> Tahap pertama produksi program teve ini akan dilakukan sebanyak 26 episode,
disiarkan live setiap pagi hari.
> Bagi yang berminat, silakan mengikuti langkah berikut ini:
> 1. Mengirimkan curriculum vitae (CV) ke nomor
> faksimili 021-489 6497 dengan tulisan "Casting Presenter" di pojok kanan atas
> 2. atau kirimkan CV ke alamat e-mail: birojkt@hidayatullah.com dengan subject:
Casting Presenter
> 3. Bersedia hadir untuk di-test dan wawancara pada Senin pagi, 14 April 2003.
Tempat dan waktu akan diberitahukan setelah CV Anda kami terima. Karenanya
jangan lupa menuliskan nomor telepon rumah, kantor, atau ponsel Anda.
>
> Jakarta, 7 April 2003
> Produksi Bersama
> Majalah Jendela Keluarga dan Jari-Jari Communications
> =================================================
> Curriculum Vitae Calon Presenter
> Nama :
> Tempat Tanggal Lahir, Usia :
> Pekerjaan :
> Status Perkawinan :
> Nama Suami :
> Jumlah Anak :
> Alamat :
> Nomor telepon rmh/ktr/HP :
> Pengalaman kerja :
> Pendidikan/kursus/seminar :
> Organisasi & kegiatan lain :
>
> Motivasi mengikuti casting ini:

Original Message-----
From: RiTa SeTyaNingRuM
Sent: Tuesday, April 29, 2003 3:09 PM
To: Talita; Ning Setiasih; Ningsih; Meilany; Susilowati Surachman
Subject: Dalam 7 Hari Yang Telah Lalu Dan Mungkin Akan Terulang

Dalam 7 Hari Yang Telah Lalu Dan Mungkin Akan Terula

Hari per-1, tahajudku tetinggal


Dan aku begitu sibuk akan duniaku
Hingga zuhurku, kuselesaikan saat ashar mulai memanggil
Dan sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan azan magrib
Dengan niat kulakukan bersama isya itupun terlaksana setelah acara tv selesai

Hari ke-2, tahajudku tertinggal lagi


Dan hal yang sama aku lakukan sebagaimana hari pertama

Hari ke-3 aku lalai lagi akan tahujudku


Temanku memberi hadiah novel best seller yang lebih dr 200 hlmn
Dalam waktu tidak 1 hari aku telah selesai membacanya
Tapi... enggan sekali aku membaca Al-qur'an walau cuma 1 juzz
Al-qur'an yg 114 surat, hanya 1,2 surat yang kuhapal itupun dengan terbata-bata
Tapi... ketika temanku bertanya ttg novel tadi betapa mudah dan lancarnya aku menceritakan

Hari ke-4 kembali aku lalai lagi akan tahajudku


Sorenya aku datang ke selatan Jakarta dengan niat mengaji
Tapi kubiarkan ustazdku yang sedang mengajarkan kebaikan
Kubiarkan ustadzku yang sedang mengajarkan lebih luas tentang agamaku
Aku lebih suka mencari bahan obrolan dengan teman yg ada disampig kiri & kananku
Padahal bada magrib tadi betapa sulitnya aku merangkai
Kata-kata untuk kupanjatkan saat berdoa

Hari ke-5 kembali aku lupa akan tahajudku


Kupilih shaf paling belakang dan aku mengeluh saat imam sholat jum'at kelamaan bacaannya
Padahal betapa dekat jaraknya aku dengan televisi dan betapa nikmat,serunya saat perpanjangan
waktu sepak bola favoritku tadi malam

Hari ke-6 aku semakin lupa akan tahajudku


Kuhabiskan waktu di mall & bioskop bersama teman2ku
Demi memuaskan nafsu mata & perutku sampai puluhan ribu tak terasa keluar
Aku lupa .. waktu diperempatan lampu merah tadi
Saat wanita tua mengetuk kaca mobilku
Hanya uang dua ratus rupiah kuberikan itupun tanpa menoleh

Hari ke-7 bukan hanya tahajudku tapi shubuhkupun tertinggal


Aku bermalas2an ditempat tidurku menghabiskan waktu
Selang beberapa saat dihari ke-7 itu juga
Aku tersentak kaget mendengar khabar temanku kini
Telah terbungkus kain kafan padahal baru tadi malam aku bersamanya & ¾ malam tadi dia dengan
misscallnya mengingat aku ttg tahajud kematian kenapa aku baru gemetar mendengarnya?
Padahal dari dulu sayap2nya selalu mengelilingiku dan
Dia bisa hinggap kapanpun dia mau

¼ abad lebih aku lalai....


Dari hari ke hari, bulan dan tahun
Yang wajib jarang aku lakukan apalagi yang sunnah
Kurang mensyukuri walaupun KAU tak pernah meminta
Berkata kuno akan nasehat ke-2 orang tuaku
Padahal keringat & airmatanya telah terlanjur menetes demi aku

Tuhan andai ini merupakan satu titik hidayah


Walaupun imanku belum seujung kuku hitam
Aku hanya ingin detik ini hingga nafasku yang saat nanti tersisa
Tahajud dan sholatku meninggalkan bekas
Saat aku melipat sajadahku.....
Amin....

Bila di dunia ada syurga,


maka itulah kehidupan rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah.
Bila di dunia ada neraka,
maka itulah kehidupan rumah tangga yang tak selaras & jauh dari agama.

Bahagialah mereka yang diamnya berfikir,


Memandangnya mengambil pelajaran,
mendengarnya mengambil hikmah, dan
dalam tindakannya mengenal indahnya ajaran Islam.