Anda di halaman 1dari 24

Fungsi Perencanaan Arti Pentingnya Perencanaan 1.

Perencanaan Menurut mondy, sharfin dan preumeux (1991) planning is process of determining in advance what should be accomplished and how it should be realized. Sependapat dengan bartal dan martin (1999) berpendapat bahwa perencanaan adalah peroses penentuan tujuan tujuan dan menetapkan cara cara terbaik untuk mencapainya. (planning is the proces of setting goals and deciding how best to achieve them). Begitupula akkof (1970) berpendapat bahwa perencanaan adalah sesuatu yang kita lakukan terlebih dahulu, dalamm pengambilan tindakan. (planning is some think we do in advance of taking action). Lalu plunkett dan attner (1997) mengatakan perencanaan adalah merupakan persiapan segala sesuatu hari ini, untuk keperluan hari esok, ( planning is preparing tomorrow,today). Sedangkan menurut g.r terry (1997) mendefinisikan perencanaan adlah tindakan memilih dan menghubungkan fakta fakta dan membuat serta menggunakan asumsi asumsi mengenai masa yang akan datang dalam hal menvisualisasikan dan merumuskan aktivitasativitas yang di anggap perlu untukmencapaihasilyang di inginkan. (planning is making and usingof assumption regarding the future in the visualization of prepared activities believe necessary to achive the desire goals). Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam perencanaan terkandung makna (a) adanya tujuan jelas yang ingin dicapai (b) adanya keputusan-keputusan yanmg ingin di ambil dalam melakukan pekerjaan. (c) perlunya tindaka-tindakan matang lebih lanjut untuk pelksanaanya. 2. Pentinya Perncanaan a. spesipikasi dalam perencanaan. Pentingnya perencanaan menurut rue dan byars ( 1990) sebagai berikut: 1. dengan perencanaan memungkan seorang manajer organisasi untuk mempengaruhi masa depan.

2. Perencanaan menyediakan wahana bagi keterlibatan personil secara aktif dari semua bagian organisasi : Ionput dari semua bagian organisasi akan mengembangkan kualitas Keterlibatan dalanm proses perencanaan akan mengembangkan Keterlibatan dalam proses perencanaan akann meningkatkan rencana (saran yang baik dapat datang dariberbagai level organisasi) pemahaman atas seluruh arahan, kebijakan, dan peraturan organisasi. komitmen dan loyalitas individu terhadap rencana yang dihasilkan. Rencana menjadi rencana kita/kami bukan rencana mereka. 3. perncanaan mempunyai efek yang positf terhadap kinerja kerja manajerial. 4. perencanaan merupakan pelatihan mental yang dibuthkan untuk mengembangkan rencana perusahaan. Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dalam peroses perancanaan dan pengembangan rencana yang diperlukan oleh manajer untukm berpikir di masa yang akan datang dan bila terjadi perubahnan di masa yang akan datang. b. tujuan perencanaan dengan adanya perencanaan seorang manajer dapat memberikan pengarahan, menganpaknegatif perubahan, meminimalkan pemborosan yang belebihan,dan menentukan terkoordinasi. Dasar pemikiran perencanaan. 1. Sifat-Sifat Perencanaan Suatu perencanaan yang baik pada umumnya didalamnya terdapat sifat-sifat berikut: (1) dibuat berdasarkan tujuan yang jelas. (2) adanya kesatuan rencana. (3) logis, masuk akal. (4) mengandung unsur kontinitas. (5) sederhana dan jelas. (6) mengandung unsur-unsur fleksibelitas. (7) mempunyai stabilitas. 2. Unsur-Unsur Perencanaan Unsur-unsur atau pokok-pokok dalam membuat suatu perencanaan biasa dikenal dengan istilah 5w+1h, yaitu: 1. tujuan apakah yang dicapai dalam pembuatan rencana tersebut (what) 2. mengapa hal tesebut perlu di lakukan (why) untuk mengendalikan perencanaan membuat usaha lebih

3. oleh siapa rencana itu akan di buat (who) 4. kapan dilakukan (when) 5. dimanakah rencana itu akan dilakukan (where) 6. dengan cara bagaimana dan dengan alat-alat apa tyang diperlukan untuk merealisasikan (how) 3. Perencanaan Komprehesif Langkah-Langkah Perencanaan Koprehesif

Penetapan tujuan

Penetapan strategi

Memformu lasikan fungsional

Penilaian tindakan

Implementa si rencana

Menyalurk an rencana fungsional

1. dalam penetapan tujuan, manajer menentukan saran-saran apa yang ingin dicapai baik mengenai jenis,mutu ataupun jumlahnya dari barang atau jasa yang akan dibuat. 2. apa yang diinginkan banyak faktor lingkungan yang mempengaruhi baik dari dalam maupun luar organisasi.maka perlu dibuat pola tujuan dan kebijakan yang menetukan bisnis dari pada perusahaan. Dengan demikian strategi akan menyangkut dua aspek pentin, yaitu perumusan (formulasi) dan pelaksanaan (implementasi). 3. dalam memformulasikan rencana, maka setiap bagian dari divisi perusahaan harus ditetapkan jenis tugas, tanggung jawab, baik mengenai produksi, keuangan, personalia maupun pemasaranya, sehingga mereka jelas masing-masing tugas dan tanggung jawabnya.

4. apabila tiap-tiap bagian dari organisasi sudah pas betul akan apa yang harus ada dan yang akan dilakukanya, semua harus diintegrasikan secara terpadu sehingga bisa menjadi sinergi untuk menyetujui putusan rencana. 5. implementasi dari rencana menyangkut aktivitas yang diperlukan memonitor pelaksanaan terhadap rencana dan untukmenjamin dasar yang konsisten. 6. evaluasi penilaian tindakan apa yang telah dilaksanakan diuji dengan standar, apakah apa yang dilaksanakan sesuai dengan hasilnya dan kalupun ada kesalahan dan kekurangan menjadi masukan untuk pebaikan. Proses perencanaan 1.Langkah-Langkah Perencanaan adapun langkah-langkah dari perencanaan adalah 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. pengumpulan dan pemerosesan data. diagnosa perumusan kebijakan. pekiraan kebutuhan masa yang akan datang. pembiayaan dari kebutuhan. penentuan target. perumusan masalah. perincian rencana. pelaksanaan rencana. penilaian (evaluation) revisi perencanaan kembali. Perencanaan adalah proses pengidentifikasian metede-metode yang

2. Proses Perencanaan Terpadu (Integrating The Planning Process) digunakan. Tugas-tugas yang akan dikerjakan dan batas waktu untuk menentukan implementasi dari metode-metode tersebut dalam organisasi. Perncanaan strtegik mengarah pada pemilihan strategi yang akan diimplemetasikan, sedangkan rencana adalah proses yang mengarahkan implementasi dari strategi yang telah dipilih (aldag stearn).

Beberapa kualifikasi yang harus dimiliki seorang perencana, yaitu : 1. 2. 3. harus meiliki pertimbangan-petimbangan pengalaman spesialis dalam Harus dapat melihat organisasi secara keselruhan. Perencana harus memiliki beberapa pengetahuan clan menaruh perhatian organisasional.

pada kegiatan kepentingan sosial, budaya, politik, teknik, ekonomi, informasi, dan beberapa yang berpengaruh kepada organisasi dimasa yang akan datang. 4. Perencana harus dapat bekeja dengan baik dengan semua staf yang terkait Ada tiga hal yang harus mendapat perhatian seorang perecana.
No 1

dan bekepentingan. Mempunyai wawasan keseluruhan mengenai peruses perencanaan Dapat mengevaluasi pengembangan perencanaan. Dapat memecahkan masalah-masalah perencanaan.
Tipe rencana Perencanaan anggaran pusat. strategis isi Tujuan, misi, dasar, strategis anggaran Dewan Persiden wakil jumlah Tingkat kepastian Terutama resiko adanya ketidakpastian dan

3. Perencanaan Pada Tingkat Organisasi


Tingkat manajemen Puncak(top) Manajemen strategis dan direksi

presiden bidang 2 oprasional Tengah (middle) Manajemen koordinatif Staf departemen Kepala 3 departemen Bawah (first level) Manajemen oprasional Perencanaan oprasional, waktu, jadwal program, Rencana harian, Ada resiko tetapi ringan karna ada kepastian Perencana kebijakan, menengah. taktis, aturan Rencana rencana kuartal, tetap, Terdapat kepastian, ketidakpastian dalam resiko.

prosedur, dan anggaran

subdivisi anggaran

rencana mingguan, anggaran rutin

Supervisor,

anggaran

mandor

4. Horizon Perencanaan Yaitu panjang waktu dari suatu khusus untuk suatu aktivitas yang di implementasikan. gambaran hubungan antara tujuan, manajer, dan horison perencanaan sebagai berikut: Tingkattingkat manajemen Manajer eksekutif Jangka panjang Manajer divisi Jangka menengah Manajer pertama unit Jangka pendek Pelaksanaan rencana Operatif Pejabat/official Horison pelaksanaan tujuan

5. Perencaan Kontingensi Perencanaan kontingensi adalahpengembangan dari rencana yang disesuaikan akibat suatu kejadian tertentu yang buruk.

Tingkatan-tingakatan dari perencanaan Manajemen puncak Perencanaan eksekutif Manajemen tengah Manajemen bawah
strategi Perencanaan kontingensi Perencanaan operasi

Perencanaan Strategi 1. Sifat Dasar Perencanaan Strategi Rencana strategi dari organisasi adalah sistematika dari manajemen yang dapat menjawab tiga dasar pertanyaan yaitu (1) apa yang akan kita kerjakan dan untuk siapa itu di kerjakan? (2) tujuan apa yang akan kita capai? (3) bagaimana kita mengelola aktivitas organisasi supaya tecapai tujuan yang telah ditentukan. 2. Tingkatan Perencanaan Strategi Tiga tingkatan strategi Strategi tingkat korporasi strategi tingkat bisnis strategi tingkat fungsional

Jenis bisnis Bagaimana kita dapat bersaing

Bagaimana kita dapat berbuat untuk Mendorong strategi tingkat bisnis

3. Proses Perencanaan Strategic

Dalam proses perencanaan tratgik terdapat 4 langkah yaitu: (1) penentuan visi dan misi organisasi (2) penilaian organisasi dan lingkunganya (3) penetapan tujuan khusus atau arah (4) penetuan strategi untuk mencapai tujuan 4. alat-alat analisis teknis perencanaan strategis Ada alat-alat atau teknik yang bisa dipakai dalam menformulasikan rencana strategis bedasrkan atas akibat hasil analisa lingkungan diantaranya: (1) analisa pertanyaan kritis, (2) analisa portopolio bisnis, (3) analisa SWOT, (4) analisa matrik, (5) analisa cluster. 5. Perumusan Strategi Ada tujuh ruang lingkup dalam perumusan strategi jangka panjang yaitu kemamulaban, produktivitas, posisi bersaing, hubungan karyawan, kepemimpinan teknologi dan tnggung jawab. Sedangkan criteria untuk memilih tujuan jangka panjang yaitu 1. Dapat diterima 2. Fleksible 3. Dapat diukur 4. Memotivasi 5. Cocok/sesuai 6. Dapat dimengerti 7. Dapat dicapai 6. Pemilihan Strategi Pemilihan strategi adalah keputusann untuk menyeleksi alternatif yang telah dipertimbangkan, untuk memilih strategi yang baik yang memenuhi tujuan perusahaan, keputusan yang akan diambil melibatkan pemusatan terhadap beberapa alternatif, pertimbangan factor-faktor seleksi, penilaian berbagai alternarif terhadap kriteria dan melakukan peilihan yang sesungguhnya 7. Implementasi Strategi Implementasi berarti menjabarkan strategi perusahaan kedalam tingkatan fungsional perusahaan. 8. Evaluasi Strategi

Evaluasi strategi berarti suatu proses ddengan manajer membandingkan apakah suatu rencana dapat dilaksanakan dengan tepat untuk mencapai tujuan. Aspek-aspek penting yang dapat dievaluasi umumnya akan menyangkut masalah: a. Mutu dan pengembangan manajemen b. Analisa dan diagnosa lingkungan, khususnya sehubungan dengan pemasaran c. Keuntungan keuangan. 9. Keterkaitan Tujuan Rencana Strategis, Taktis,Dan Oprasional Rencana-rencana : strategis, taktis, dan oprasional ditinjau dari segi waktu Tinggi Rencana strategis Rencana-rencana taktis Tengah taktis taktis Rencana oprasional Rendah Pendek Rencana-rencana tindakan Ada tiga jenis rencana yaitu: 1. Rencana fungsional 2. Rencana sekali pakai 3. Rencana tetap Manajemen berdasarkan sasaran (management by objective) Tujuan dari manajemen adalah mewujudkan pernyataan tujuan organisasional ke dalam tujuan operasi yang tepat, rencana dan anggaran belanja agar dapat mempengaruhi kegiatan anggota demi tercapainya tujuan yang telah disetujui. horizon waktu panjang taktis taktis

John humble mengartikan prinsip manajemen berdasarkan sasaran sebagai pelaksana fungsi-fungsi berikut: 1. Memberi pengertian kedalam saling berhubungan dan saling ketergantungan metode yang ada. 2. Memeberikan rangsangan keoada manajer untuk bersedia menghadapi tantangan dalam praktek 3. Memungkinkan manajer memperbaiki dan menyempurnakan pelaksanaan mereka dengan menyesuaikan dengan kebutuhan lingkungan yang menyeluruh 4. Menentukan secara bersama-sama cara-cara pelaksanaan yang akan digunakan bagi semua manajer hasil yang diorientasikan kepada aliran kuantitatif dan kerja tim secara konsep motivasi personal dari sikap-sikap keilmuan 5. Membantu semangat saling bantu membantu, saling memeriksa yang merupakan hal penting dalam suatu organisasi. Manajemen berdasarkan tujuan dapat terlihat dan terdapat tiga dasar utama dalam lingkaran ini: a. Mengidentifikasi tujuan, sasaran, tanggung jawab, dan tugas-tugas b. Mengembangkan standar pelaksanaan c. Pengukuran dan pengevaluasian pelaksanaan. Kesemua ini melibatkan sejumlah komunikasi antar manajer atasan Dengan semua bawahan. Dan pada akhirnya tujuan terakhir adalah mengubah tujuan organisasi kedalam tujuan personal.

Fungsi Pengorganisasian Pengertian pengorganisasian pengertian pengorganisasian secara statis yaitu merupakan kerangka proses atau wadah penyedia dari kegiatan manajemen sehingga mungkin dicapainya suatu tujuan. Pengertian pengorganisasian secara dinamis Yaitu suatu proses atau suatu sistem untuk memperinci dan membagikan kegiatan manusia yang berimbang dengan tugasnya secara harmonis untuk mencapai tujuan. Jadi pengertian pengorganisasian adalah merupakan suatu proses kegiatan untuk memperinci dan membagikan tugas secara harmonis dan berimbang diantara subsistem yang terkait secara terkoordinasi sehingga merupakan satu kesatuan yang terintegrasi untuk tercapainya suatu tujuan. 1. Pengertian Organisasi Organisasi dapat diartikan sebagai suatu kerja sama antara orang-orang yang saling mengadakan hubungan untuk memecahkan dan mencapai tujuan yang diinginkan. Beberapa syarat untuk menentukan suatu organisasi adalah : a. Adanya kumpulan dari orang-orang untuk bekerja sama dengan cara-cara yang dikoordinasikan untuk mencapai tujuan yang mungkin dikejakan perorangan. b. Menunjukan adanya kerangka kerja atau struktur yang menggambarkan pembagian tenaga spesialisasi dalam setiap pekerjaan kedalam kelompok fungsional atau unit kerja. c. Inklusif/implisit di dalamnya kompetensi yang keterampilan dan sikap perilaku budaya dan etika. 2. Organisasi Formal Dan Organisasi Informal Organisasi formal adalah suatu sistem dari tugas-tugas yang sudah didefinisikan dengan baik, masing0masing mempunyai suatu ukuran tertentu baik dari kekuasaan, tanggung jawab clan pertanggungjawaban. Dan pada organisasi

informal orang-orang bekerjasama karna setiap orang mempunyai kesukaan dan ketidak sukaan masing-masing. 3. prinsip-prinsip organisasi Yang menjadi prinsip dasar organisasi adalah sebagai berikut: a. Setiap organisasi hendaknya memounyai tujuan yang jelas. b. Melakukan departementasi. c. Mengadakan pembagian tugas pekerjaan d. Adanya koordinasi e. Adanya kesatuan komando f. Mengadakan pelimpahan wewennang g. Menentukan luasnya jenjang pengawasan h. Mempunyai daya lenting terhadap perubahan yang berubah-rubah i. Harus ada keseimbangan Rancangan organisasi Ada lima kimponen dasar sebuah organisasiformsl yaitu: a. Struktur b. Tugas c. Orang d. Keputusan dan balas jasa e. Organisasi informal dan budaya 1. Fit (Hubungan Kesesuaian/Kecocokan) Kelima unsure desain diatas menunjukan bahwa satu sama lain saling berhubungan, sehingga kecocokan sangat diperlukan untuk menunjang ksistensi. Pembebtukan disain organisasi sangat dipenaruhi oleh tiga poin penting yang Nampak pada bntuk lingkaran di sekeliling organisasi, yaitu: 1. Strateg pemasaran membawa pengaruh besar terhadap desaiin organisasi. 2. Desain organisasi juga dipengaruhi oleh factor-faktor lingkungan eksternal, teknologi yang dibutuhkan untuk memperlakukan organisasi dan ukuran organisasi.

3. Manajer harus bisa menjamin kesesuaian atas kecocokan dari kelima elemen desain organisasi tersebut sehingga hubungan desain ferfomance dapat tercapai. 2. Skema Organisasi Atau Badan Organisasi Skema organisasi menunjukan suatu lukisan untuk menggambarkan susunan tata hubungan kerja baik mengenai fungsi-fungsinya, bidang jabatanya, tingkattingkatanya, atau hubungan vertical horizontal antara bawahan dan atasanya disertai pula tanggung jawabnya. Untuk membuat skema organisasi ada empat macam yang dapat kita lakukan, yaitu: 1. Skema organisasi piramida 2. Skema organisasi standar 3. Skema organisasi lingkaran 4. Skema organisasi tegak lurus(vertical) 3. Jenis-Jenis Organisasi Formal Dalam kehidupan berorganisasi kita mengenal empat jenis sistem organisasional, yaitu: 1. Organisasi lini 2. Organisasi lini dan staf 3. Organisasi fungsional 4. Organisasi panitia 4. Organisasi Komite Orgnisasi komite adalah suatu perubahan dari rencana lini dan staf, dengan fungsi tugas dilakukan oleh anggota komite pada karyawan staf. 5. Departementasi Departementasi adalah aktivitas untuk menyusun satuan-satuan yang diperlukan untuk melaksanakn fungsi yang ada.

Penggunaan metode ilmiah dalam proses departementasi akan menunjukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Penentuan maksud dan tujuan-tujuan 2. Merumuskan melaksanakanya 3. Penentuan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan tersebut 4. Penjumlahan dan klasifikasi kegiatan-kegiatan 5. Penggolongan kegiatan-kegiatan demi daya guna sebesar-besarnya dalam arti maksud dan tujuan-tujuan 6. Pembatasan pada masing-masing golongan wewenang yangdiperlukan untuk menjalankan kegiatan biasanya melalui kepalanya. Pembentukan departementasi dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut: 1. Departementasi menurut fungsi 2. Departementasi menurut lokasi 3. Departementasi menurut waktu 4. Departementasi menurut proses 5. Departementasi berdasarkan hasil produksi 6. Departementasi berdasarkan langanan 7. Departementasi berdasarkan langganan 8. Departementasi berdasarkan jasa 9. Departementasi berdasarkan alat 6. Spesialisasi Dari Pimpinan Dan Tenaga Kerja Maksud dari spesialisasi pimpinan dan tenaga kerja adalah merupakan persoalan ditentukan Hal ini didasarkan pada empat hal yaitu: 1. Pengistimewaan menurut hierarki organisasi berdasarkan fungsi dari atasan ke bawahan dari organisasi kerja-kerja pimpinan dan pelaksana serta pembandinganya masing-masing sesuai dengan pembagian tugas yang telah rencana-rencana dan kebijakan-kebijakan untuk

2. Pengistimewaan menurut macam-macam kegiatan harus dilalui dalam pembuatan suatu produk 3. Pengistimewaan menurut dasar keja yang dipimpin pelaksanan kerja 4. Pengistimewaan menurut elemen-elemen dari kerja pimpinan 7. Koordinasi Azas dasar dari set5iap organsasi adalah bagaimana menghubungkan dan memperatukan usaha orang-orang itu agar dalam mencapai tujuan bekerja sama yang harmonis dan penuh tanggunag jawab. Prisip koordinasi sangat dirasakan kepentinganya, malahan merupakan landasan pokok dimana azas-azas lain separti perencaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan sudah banyak terkandung didalamnya dan hal-hal ini merupakan pelaksanaan lanjut dari azas koordinasi. Didalam definisi ini tergantung adanya kegiatan untuk mempersatukan seluruh kekuatan yang terorganisir dengan memperhatikan (a) menentukan arah tindakan yang akan dicapai, (b) menentukan waktu yang tepat untuk melakukan tindakan itu, (c)menetukan dan mengawasi kualitas dan kuantitas tindakan, (d) menciptakan suasana yang harmonis. 8. Koordinasi Melalui Proses Manajemen Factor-faktor yang melandasi pondasi dari koordinasi dalam mencapai tujuan adalah; 1. Wibawa 2. Jasa 3. Adanya suasana dokrin Wewenang dan tanggung jawab kekuatan (power0 dan wewenang (authory) Kekuasaan (power) menurut mooney adalah kemampuan untuk melaksanakan sesuatu hal. Power adalah kecakapan /kemampuan melaksanakan kekuatan kepada yang lain. Wewenang adalah hak yang melekat pada proses manajerial untuk memberikan perintah dan berharap perintahnya dituruti oleh bawahanya.

Daerah wewenang manajemen 1. Daerah Kekuasaan Manajemen Dan Pelaksana Tingkat-tingkat kepengurusan dalam beberapa organisasi biasanya dapat dibedakan kedalm tiga tingkatan yaitu: 1. kepengurusan tingkat tingghi 2. kepengurusan menengah 3. kepengurusan pelaksana

Fungsi pergerakan Arti Pergerakan Pergerakan merupakan salah satu fungsi manajemen yang berhubungan dengan aktifitas manajerial dalam pelaksanaan tugas. Dalam fungsi pergerakan terkandung makna, adanya tindakan yang dilakukan oleh manajer dengan caracara yang terbaik agar para pekerja mau menjalankan tugasnya dengan senang hati. Kepemimpinan 1. Definisi Kepemimpinan Kepemimpinan berarti kemapuan yang dimiliki oleh seseorang untuk dapat mempengaruhi orang lain, agar ia mau melakukan sesuatu yang dapat membantu pencapaian suatu maksud dan tujuan 2. Pembentukan Kepemimpinan Berdasarkan pengalaman p[engkajian empiric dan analisis para ahli ada tiga teori tentang timbulnya kepemimpinan, yaitu: 1. teori genetic 2. teolri social 3. teori ekologis kematangan kepemimpinan dipengaruhi: 1. nilai-nilai dan sikap pribadi 2. pengetahuanya 3. kecerdasanya 4. keterampilanya 5. komunikasi dan eklogi. 4. Syarat-Syarat Umum Pemimpin Yang Efektif Sepuluh syarat yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin, yaitu: 1. memiliki energi fisik dan ketegapan tubuh 2. perhatian pada tujuan dan pemberian petunjuk 3. semangat yang bergelora 4. keramahan dan kasih sayang 5. kejujuran

6. keahlian teknis 7. ketegasan 8. kecerdasan 9. keahlian mengajar 10. kuat iman 5. Tipe Dan Gaya Kepemimpinan Menurut g.r terry tipe-tipe kepemimpinan ada enam macam: 1. tipe kepemimpinan pribadi 2. tipe kepemimpinan non pribadi 3. tipe kepemimpinan otoriter 4. tipe kepemimpinan demokratis 5. tipe kepemimpinan paternalistic 6. tipe kepemimpinan menurut bakat 6. Pendekatan Dalam Kepemimpinan Berdasarkan penelitian,terdapat tiga teori pendekatan dalam kepemimpinan, yaitu: 1. sifat 2. perilaku 3. kontigensi komunikasi 1. Pengertian Komunikkasi Kmunikasi mempunyai arti menceriatakan, menyampaikan suatu maksud atau tujuan. 2. Maksud Dan Tujuan Komunikasi Komunikasi terutama dijukan adalah untuk: 1. menetapkan dan menyebarkan maksud dari suatu usaha 2. menemban rencana-reancana untuk mengemban tujuan 3. mengoorganisirkan sumber-sumber daya manusia dan sumber daya lainya seperti efektif dan efisien 4. memilih, mengembangkan,menilai anggota organisasi

5. memimpin, mengarahkan, memotivasi, dan menciptaka suatu iklim kerja dimana setiaporang mau memberikan kontribusi 3. Fungsi Komunikasi Sesuai dengan tujuan, melalui komunikasi maka dalam suatu organisasi memfunyai fungsi sebagai berikut: 1. funsi informasi 2. fungsi komando akan perintah 3. funsi mempengaruhi dan penyesuaian 4. fungsi integrasi 4. Jaringan Komunikasi Tedapat dua jaringan komunikasi yaitu: 1. jaringan komuikasi formal, yaitu:jaringan penyampaian informasi berita mengikuti struktur orgaisasi yang resmi baik secara vertical maupun diagonal 2. jaringan komunikasi informal, yaitu: komunikasi dan terjadinya pada saat orang bertukar pikiran,ide, atau informasi secara pribadi.

Fungsi Pengawasan Arti,tujuan, dan maksud pengawasan 1. Pengertian Pengawasan Proses pengawasan itu adalah meliputi semua kegiatan yang mencoba mengasumsikan kinerja dengan tujuan yang telah ditentukan. 2. Tujuan Pengawasan Tujuan pengawasan diantaranya adalah: 1. menyuplai pegawai-pegawai manajemen dengan infomasi-informasi yang tepat pada waktunya, teliti, dan lengkap tentang apa yang dilkaksanakan 2. memberikan kesemplatan pada mereka dalam meramalkan rintanganrintangan terhadap produktivitas secara telitidan mengambil langkahlangkah untuk menghapuskan atau mengurangiganguan semacam itu 3. tercxapainya produktivitas yang maksimum dan pencapaian yang memuaskan dari pada hasil-hasil yang diharapkan. 3. Proses Pengawasan Tedapat tiga unsure pokok atau tahapan-tahapan yang selalu terdapat dalam proses pengawasan: 1. ukuran-ukuran yang menyajikan bentk-bentuk yang diminta 2. perpandingan antara hasil yang nyta dengan ukuran hyang tadi 3. kegiatan mengadakan koreksi 4. Tingkatan Pengawasan Terdapat tiga tingkatan pengawasan yaitu: 1. pengawasan strategic 2. pengawasan taktik 3. pengawasan oprasional dasar system dan luang lingkup pengawasan 1. dasar sistem pengawasan Adapun langkah-langkah pengawasan di bagi menjadi tiga fase, yaitu: 1. pengawasan awal 2. pengawasan tengah berjalan

3. pengawasan akhir objek dari pada pengawasan tentang objek yang dikontrol dalam pengertrian manajemen meliputi kegiatan pengawasan terhadap tenaga manusia, uang, waktu dan produksi. standar, ukuran dan pedoman kerja standarkontrol dalam jenis standar-standar lainya yang meliputi: 1. metode dan funsi 2. personil 3. factor-faktor fisik metode, teknik dan alat pengawasan beberapa metode dalam proswes pengawasan yaitu:] 1. membuat program 2. pengembangan hasil 3. pelaksanaan program 4. peninjauan dan analisa-analisa 5. menginterpretasikan penemuan-penemuan 6. mengadakan perbandingan 7. mencari penyimpangan 8. pencatatan dengan table 9. tidakan yang bersifat memperbaiki 10. aspek pengawasan memperhaikan kritik 11. pengawasan sbagi pengendalian alat-alat pengawasan merupakan bentuk teknik pengendalian untuk memelihara arah tujuan yang akan di capai, sehingga tidak terjadi penyimpangan yang berarti bagi terlaksnanya suatu rencana yang telah ditentukan, diperlukan berbagai rencana atau teknik yang dapat mengendalikan jalanya roda organisasi maupun orang-orang beserta kelengkapanya: 1. pengendalian anggaran 2. analisis pulag pokok 3. pengendalian persediaan 4. program linear

5. teori waktu tunggu 6. analisa rasio 7. program evaluasi dan teknik review 8. penendalian mutu

RESUME PENGANTAR MANAJEMEN

FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN
DITUJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH PENGANTAR MANAJEMEN

Disusun Oleh: TAUFIK ZAELANI 0906642 UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULATAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS PENDIDIKAN MANAJEMEN PERKANTORAN A 2009