Anda di halaman 1dari 4

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Setelah melaksanakan asuhan keperawatan pada klien Ny.

MD dengan luka bakar atau combustio di ruang bedah wanita RSUD Jayapura, penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Luka bakar atau combustio merupakan suatu masalah system integument, pernafasan, dan sirkulasi yang harus ditangani dengan segera, karena bila tidak diatasi maka dapat menimbulkan komplikasi bahkan dapat menyebabkan kematian terutama pada anak dan lansia. 2. Pengkajian asuhan keperwatan yang diterapkan sesuai dengan konsep dasar manusia secara komperensif, yaitu : aspek biologi, psikologi, social, dan spiritual. 3. Diagnosa keperawatan berdasarkan pengkajian pada klien Ny.MD adalah 4 (empat) diagnosa actual, yaitu : Nyeri akut berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan kulit, Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan kontraktur otot luka bakar, Gangguan citra tubuh berhubungan dengan Cedera luka bakar luas pada tangan kanan, kiri, dada dan punggung, Gangguan Personal Hygiene : Mandi dan Berhias berhubungan dengan keterbatasan gerak. Dan 1

142

(satu) diagnose potensial, yaitu : resiko infeksi berhubungan dengan kerusakan jaringan kulit. 4. Perencanaan disusun berdasarkan hasil pengkajian masalah pada klien dan implementasi asuhan keperawatan pada klien bertujuan untuk mengatasi masalah keperawatan lien berdasarkan

perencanaan. 5. Evaluasi yang dilakukan berdasarkan dari respon klien dan mengacu pada tujuan atau criteria hasil setelah dilakukan tindakan keperawatan. 6. Penanganan kasus luka bakar atau combustio membutuhkan perawatan yang khusus dan untuk proses penyembuhannya berdasarkan derajat luka bakar yang dialami. Sehingga penanganan kasus luka bakar atau combustio harus ditangani sesuai dengan standar asuhan keperawatan sehingga mampu mengatasi masalah sesuai criteria standar.

143

B. SARAN Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan, maka penulis dapat menyampaikan saran kepada : 1. Profesi Didalam upaya peningkatan mutu pelayanan asuhan

keperawatan, organisasi profesi perawat dituntut untuk senantiasa memperhatikan penerapan standar asuhan keperawatan yang berpedoman kepada kode etik dan falsafah keperawatan. 2. Rumah Sakit a. Keberhasilan proses asuhan keperawatan sangat ditunjang fasilitas yang memadai, oleh karena itu agar menyiapkan fasilitas yang cukup sesuai standar untuk menunjang pelaksanaan asuhan keperawatan. b. Penambahan tenaga dan meningkatkan profesionalisme pelayanan khususnya dalam bidang keperawatan melalui pelatihan dan mengikuti pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 3. Institusi Pendidikan a. Demi kelancaran proses penulisan Karya Tulis Ilmiah, perpustakaan perlu ditata dengan baik dan kelengkapan buku yang berhubungan dengan keperawatan.

144

b. Perlu adanya peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia khususnya dosen pelatihan dan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

145