Anda di halaman 1dari 3

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.1

Kesimpulan Berdasarkan hasil kerja praktek profesi yang dilakukan di Apotek Kimia Farma 240, dapat diambil kesimpulan bahwa: 1. Apotek Kimia Farma 240 merupakan apotek pelayanan yang telah menjalankan tugas dan fungsinya sebagai tempat dilakukannya pekerjaan kefarmasian yang meliputi pelayanan dan penyaluran sediaan farmasi serta alat-alat kesehatan untuk memenuhi kebutuhan

masyarakat. 2. Apotek Kimia Farma 240 dalam melaksanakan kegiatan pelayanan perbekalan farmasi berusaha untuk selalu mengutamakan kepuasan konsumen dengan memberikan pelayanan yang terbaik karena hal ini merupakan upaya peningkatan mutu pelayanan kefarmasian dan memperoleh laba yang sebesar-besarnya untuk menjamin kelangsungan apotek tersebut tanpa mengabaikan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3. Kesimpulan tugas khusus, Pengobatan penyakit Tuberkulosis yang dilakukan berlangsung lama sesuai yang dianjurkan oleh dokter, sehingga dalam hal kepatuhan pasien dalam menggunakan obat perlu di pantau oleh Apoteker, selain itu pengobatan TB juga dipengaruhi faktor

87

88

motivasi dimana harus ada kerjasama antara tenaga kesehatan, penderita serta keluarga penderita. 4. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang farmasi, maka banyak obat-obat baru yang diproduksi. Oleh karena itu, dibutuhkan banyak pertimbangan untuk memilih obat-obat yang akan digunakan untuk menyembuhkan suatu penyakit. Obat yang digunakan untuk penyembuhan penyakit TB adalah Rifampisin, pirazinamide, dan etambutol, dipilih sebagai obat anti tuberkulosis yang memiliki mekanisme kerja berbeda, INH menghambat sintesa asam mikolat (kompenen penting dinding sel bakteri), Etambutol Menekan multiplikasi bakteri. 6.2 Saran Setelah melaksanakan Praktek Kerja Profesi Apoteker di Apotek Kimia Farma 240 Bandung, serta mengamati dan melakukan berbagai kegiatan, maka penulis ingin memberikan beberapa saran diantaranya : 1. Mempertahankan kondisi pelayanan yang ramah, cepat, dan tepat sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Apotek Kimia Farma 240 tetap terjaga sehingga minat para pelanggan untuk datang dapat terus meningkat. 2. Perlunya perhitungan waktu yang lebih cermat antara waktu pemesanan obat dengan jumlah stok obat di apotek karena kadang terjadi stok obat habis sebelum datang pesanan obat dari PBF.

89

3.

Program Pelayanan Informasi Obat (PIO) perlu terus ditingkatkan tidak hanya sebatas cara penggunaan, tetapi harus lebih luas lagi, seperti tentang khasiat, efek samping, dan interaksi obat dengan obat maupun interaksi obat dengan makanan, sehingga pelayanan kefarmasian kepada pasien dapat dioptimalkan, dan kesalahan pemakaian obat dapat dikurangi.

4.

Perlu lebih diperhatikan sistem pengadaan perbekalan farmasi, untuk mengurangi terjadinya kekurangan obat yang diberikan dalam resep dokter.

5.

Memberdayakan kotak saran dengan cara mensosialisasikannya kepada konsumen, sehingga apotek dapat memperbaiki kinerjanya secara terus menerus, dan dapat lebih memahami keinginan konsumen.