Anda di halaman 1dari 9

Pendahuluan Listrik telah menjadi kebutuhan primer dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan makin berkurangnya energi fosil yang menjadi bahan daasar pembangkit listrik di bumi ini,mendesak masyarakat untuk berfikir ulang dalam mencari energi lain dalam menghasilkan energi listrik. Salah satu media pembangkit listrik yang sekarang banyak digunakan adalah tenaga matahari atau dikenal dengan PLTS. Matahari adalah pembangkit listrik yang sumber energinya tidak terbatas. Indonesia menerima panas matahari yang lebih banyak daripada negara lain.Dengan begitu sangat cocok untuk menggunakan pembangkit tenaga surya. Energi matahari dapat dimanfaatkan melalui suatu alat dengan menggunakan sebuah metode yaitu dengan mengubah serapan intensitas cahaya matahari menjadi energi listrik dengan media solar cell (sel surya). Solar cell yang digunakan tidak secara langsung berfungsi sebagai catu daya listrik ke beban, tetapi energi yang diserap oleh solar cell akan didistribusikan untuk disimpan dalam dry battery (aki kering).Dari battery ini akan mengeluarkan tegangan DC.Dengan menggunakan inverter ,tegangan tersebut akan di konversikan ke tegangan DC.

M O D U L A R IN V E RT E R BCR MO D U L SU RY A A CCU LOAD 22 0V A C

Tujuan Tujuan dibuatnya proyek akhir dengan judul PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA adalah: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Sebagai energi alternatif pengganti sumber daya listrik yang biasa Memberikan sumber listrik kepada masyarakat terpencil yang belom Memperoleh sumber tenaga listrik bebas polusi dan tidak bising. Mengatasi kelangkaan tenaga listrik dari energi fosil. Memanfaatkan energi terbarukan yang tersedia. Membuka wawasan dalam penggunaan energi terbarukan. Menghasilkan listrik dengan bahan dari alam. dipergunakan setiap hari. terjamak oleh PLN.

Perumusan Masalah PLTS ini merupakan pembangkit listrik yang dapat di gunakan di daerah mana saja yang terkena sinar matahari. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan untuk membuat PLTS, antara lain: 1. Tegangan output dari solar cell dan besarnya tegangan. Tegangan keluaran dari solarcell ialah tagangan DC,jika kita menginginkan perubahan teganga maka diperlukan perngkat lain untuk merubah jenis tegangan yaitu inverter. 2. Daya yang di inginkan. Daya yang di inginkan menentukan banyaknya solar cell yg di gunakan dan kapasitas baterai untuk menyimpan tegangan 3. Pemeliharaan Solar cell

Sistematika Penulisan Sistematika penulisan yang digunakan dalam penyusunan tulisan ini terdiri dari beberapa bab, dengan susunan sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisikan latar belakang, tujuan, perumusan masalah, pembatasan masalah, metode penulisan dan sistematika penulisan. BAB II DASAR TEORI Bab ini berisikan uraian mengenai data-data yang dibutuhkan untuk menunjang teori tentang sel surya, pemilihan baterai (dry accu), BCR (Battery Charger Regulator) dan inverter. BAB III BAB IV DESKRIPSI KERJA PLTS Bab ini menjelaskan tentang uraian mengenai cara kerja PLTS. PERHITUNGAN DAN ANALISA SEL SURYA Bab ini menjelaskan tentang uraian pengujian alat yang berupa data hasil uji coba langsung terhadap sel surya dan di analisa dengan menggunakan perhitungan. BAB V PENUTUP Bab ini berisikan kesimpulan dari penganalisisan data yang diperoleh dari uji coba alat. No 1 2 3 4 5 6 Jenis Pekerjaan / Kegiatan Pengadaan Alat Pekerjaan Konstruksi Perancangan PLTS Pengujian PLTS Finishing Proyek Penulisan Tugas Akhir 1 Minggu 2 3 4 5

DESKRIPSI KERJA SEL SURYA

3.1 Deskripsi Kerja PLTS PLTS merupakan suatu perangkat sistem pembangkit tenaga surya yang dapat digunakan secara langsung dengan mencatu beban DC maupun AC. Cahaya matahari diserap oleh sel surya dan diubah menjadi energi listrik. Energi listrik yang dihasilkan dapat langsung digunakan kebeban ataupun disimpan terlebih dahulu ke dalam baterai (accu), dimana pada proyek tugas akhir ini menggunakan baterai (dry accu) yang memiliki kapasitas yang cukup besar sebagai media penyimpanan. Energi listrik yang diserap oleh sel surya akan disimpan kedalam baterai melalui sebuah rangkaian elektronik yang disebut BCR (Battery Charger Regulator), energi yang tersimpan dalam baterai dikeluarkan kembali menjadi tegangan DC untuk mencatu beban DC. PLTS portable ini dilengkapi dengan inverter, sehingga tegangan DC yang dihasilkan akan dikonversi menjadi tegangan AC 220V dan tegangan yang dikeluarkan inverter dapat langsung digunakan untuk mencatu beban AC, namun pemilihan jenis beban haruslah sesuai dengan kapasitas daya output yang dihasilkan oleh inverter.

Solar cell

Battery

Inverter

Sumber tegangan yang dihasilkan oleh sel surya dan disimpan dalam baterai kering adalah tegangan keluaran DC (searah). Sedangkan beban yang digunakan membutuhkan sumber tegangan yang lebih besar atau tegangan AC (bolak-balik). Untuk merubah sumber tegangan DC menjadi sumber tegangan AC maka digunakan inverter sebagai pengkonversi tegangan DC menjadi tegangan AC. Inverter adalah suatu alat yang mampu mengubah atau mengkonversi tegangan DC menjadi tegangan AC. Pada prinsipnya rangkaian inverter terdiri dari empat saklar yang bekerja secara bergantian. Dalam perkembangannya desain-desain inverter dibagi dalam beberapa kategori, yaitu Quasi Square Wave, Pulse Amplitudo Modulation (PAM) dan Pulse Width Modulation (PWM). Rangkaian inverter ada dua jenis yaitu rangkaian inverter satu phasa dan rangkaian inverter dua phasa. Inverter sendiri telah banyak digunakan oleh sebagian masyarakat, antara lain dapat digunakan sebagai: a. Catu daya darurat b. Catu daya tak terputus untuk computer c. Pengendali kecepatan motor Berdasarkan konfigurasinya, rangkaian daya inverter satu fasa dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu: 1. Inverter satu phasa setengah jembatan. 2. Inverter satu phasa jembatan penuh. 3. Inverter push-pull.

Gambar 2.19 Inverter

DAFTAR PERALATAN
NO. 1 NAMA Sollar cell SPESIFIKASI max.power : 50 Wp open circuit voltage : 21,6 volt optimum operation voltage : 17,2 Volt short circuit current 3,2 Ampere KOBA, Baterai MF55B24RS/12Volt/70AH/20Hrs/500 A CCA Power inverter/ZN 1000/12 VDC-220 Inverter VAC/1500W Meilan MCB Reilan/SZC45A/230/400Volt/C2/2Ampere Amperemeter Heles CR-45/class 2,5/5 Ampere Voltmeter Lampu Indikator Kabel Heles CR-45/class 2,5/300 Volt Merah/Kuning/Hijau/In : 25 mA DCS 1 x 1 mmMerah DCS 1x 1 mm Biru DCS 2 x 1 mm 9 10 11 12 13 14 15 Sepatu Kabel Kotak Kontak Saklar Fuse Spiral Fuse Holder Rangka 1,5 x 4mm Clipssal 220 Volt/5 Ampere 1 bh 700000 1 bh 1 bh 1 bh 2 bh 2 bh 3 bh 10 m 10 m 10 m 15 bh 2 bh 1 bh 2Ampere Diameter 8mm Kecil Besi Saldo 1 bh 1 bh 1 bh 1 pcs 2500000 15000 150000 150000 10000 30000 30000 40000 15000 10000 5000 4000 5000 5000 150000 6812000 2500000 JUMLAH HARGA

2 3 4 5 6 7 8