Anda di halaman 1dari 4

Profil Return-Risk Pasar Modal Indonesia

Bramantyo Djohanputro, PhD


Penulis: Dosen dan konsultan manajemen bidang keuangan, investasi, dan risiko Lecturer and consultant of management in finance, investment, and risk Sekolah Tinggi Manajemen PPM (PPM School of Management) Contact: brm@ppm-manajemen.ac.id bram.finance@gmail.com Blog: www.bram39.wordpress.com Harus diakui, kondisi makro dan industri telah menunjukkan perbaikan dalam beberapa aspek yang mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi. Namun pergerakan di pasar modal Indonesia masih jauh dari sempurna, yang lebih mendorong tindakan spekulasi daripada investasi. Apalagi dengan pecahnya perang Irak AS dan sekutunya. Risiko investasi dapat meningkat lagi. Beberapa indikator yang mengalami perbaikan. Pertama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cenderung menurun sejak akhir tahun 1999 sampai pertengahan tahun 2000 menunjukkan kestabilan jangka panjang. Bahkan akhir tahun 2002 dan memasuki 2003 menunjukkan tanda-tanda peningkatan.Perilaku IHSG tersebut mirip dengan perilaku indeks tiap sektor. Tingkat return pasar keseluruhan maupun sektoral menunjukkan terjadinya penurunan gejolak return. Fluktuasi terbesar terjadi pada sector properti, diikuti oleh sector perdagangan dan jasa dan sector keuangan. Besarnya fluktuasi ini sangat memungkinkan investor untuk melakukan perdagangan jangka pendek dan berspekulasi. Kedua, terdapat perubahan sektoral komposisi top gainers dan top losers. Sektor keuangan, yang mengalami kehancuran kinerja pada awal krisis, mulai menunjukkan perbaikan kinerja. Pada tahun 1999, terdapat tujuh perusahaan sector keuangan di antara 20 perusahaan top loser. Pada tahun yang sama, hanya terdapat 3 perusahaan dari sector keuanganyang termasuk ke dalam 20 top gainers. Pada kwartal pertama 2002, hanya terdapat 3 perusahan sector keuangan di antara 20 top losers dan 10 perusahaan sector keuangan di antara 20 top gainers. Ketiga, tingkat bunga juga cenderung menurun. Pada awal tahun 1999, suku bunga call money antar bank jauh di atas 40%. Angka tersebut terus turun dan sempat mencapai di bawah 10% pada semester pertama 2000. Saat ini bunga call money tersebut bergerak sekitar 12 15%.

Profil Return-Risk Pasar Modal Indonesia#

Keempat, inflasi cenderung terkontrol, hanya satu digit atau kalaupun lewat angka 10% tidak terlalu banyak, setelah nyaris lepas kendali sejak semester kedua 2000. **** Namun demikian, profil return-risk di pasar modal belum menunjukkan optimisme yang kuat mengenai prospek ekonomi. Seperti ditunjukkan dalam Gambar, pola profil return-risk tidak normal karena tidak mengikuti disiplin keuangan: high risk-high return. Sektor tambang, industri dasar dan pertanian memberikan return negatif dengan tingkat risiko yang tinggi. Gambar menunjukkan, tingkat return portofolio pasar atau IHSG hanya 1%. Hal ini tidak wajar karena investasi pasar modal jauh berisiko dibandingkan investasi dalam bentu SBI tetapi return portofolio pasar jauh di bawah return SBI yang sekitar 12%. Keganjilan yang lain adalah profil return-risk tidak menunjukkan profil yang konsisten dengan prinsip high risk-high return. Return sektor konsumsi misalnya, lebih tinggi dari return sector keuangan tetapi risiko sector konsumsi lebih rendah dari risiko sector keuangan.

Profil Return-Risk Pasar Modal Indonesia#

IHSG Mean Standar Deviasi Beta 1% 21% 1

Pertanian -6% 23% 0,79

Tambang -6% 13% 0,37

Ind Dasar -7% 20% 0,84

Konsumsi 3% 23% 1,03

Keuangan 1% 28% 1,16

Manufaktur 0% 21% 0,97

Indystri lain 1% 23% 0,99

Properti 2% 40% 1,77

Infrastruktur 2% 22% 0,91

Perdag&jasa 5% 34% 1,53

Profil Return-Risk Pasar Modal Indonesia#

30

Seharusnya

IHSG Keuangan Tambang Manufaktur

Properti

R et ur

Ind Dasar

Konsumsi

Aktual
Infrastruktur IHSG Konsumsi Ind Lain

Perdagangan & Jasa Properti Keuangan

Manufaktur

Risik

Tambang

Pertanian Ind Dasar

********

Profil Return-Risk Pasar Modal Indonesia#