Anda di halaman 1dari 1

Semikonduktor: Dioda-Transistor Semikonduktor tipe N, dengan silicon diberi doping arsenic atau phosphorus bervalensi 5, menghasilkan kelebihan 1 elektron.

Semikonduktor tipe P, dengan silicon diberi doping boron, gallium, atau indium bervalensi 3, menghasilkan kekurangan 1 elektron. Dioda grafik arus dioda

Fungsi Dioda, mengalirkan arus secara searah. Terdiri dari plat semikonduktor tipe P dan semikonduktor tipe N.

Dioda bias maju, tegangan dari P ke N, electron dari N ke P. Dioda menjadi konduktor pada tegangan diatas 0,7v berbahan silicon dan 0,3 untuk germanium. Dioda bias mundur, tidak terjadi perpindahan electron. Tegangan breakdown diperbesar dengan memberikan doping. Beberapa jenis dioda dengan aplikasi yang berbeda-beda yaitu dioda tabung, dioda sambungan p-n, dioda kotak titik (point-contact diode), zener, thyristor, LED (dioda pemancar cahaya) dan sebagainya. Pengaplikasian dioda untuk menghasilkan tegangan searah dari tegangan bolak balik, untuk mengesan gelombang radio, untuk membuat berbagai bentuk gelombang isyarat, untuk mengatur tegangan searah agar tidak berubah dengan beban maupun dengan perubahan tegangan jala-jala (PLN),untuk saklar elektronik, LED, laser semikonduktor, mengesan gelombang mikro dan lain-lain. Transistor Penguat arus dan tegangan, stabilisasi Switcing, pemutus dan penyambung Kran listrik, pengaliran akurat dari sirkuit tegangan arus

Dua macam transistor: NPN atau PNP E (emitor/pengantar), B (Base/dasar), C (Colector/pengumpul)