Anda di halaman 1dari 12

FWD: 10 Langkah Jitu Membuat Artikel Canggih (DIJAMIN BERHASIL)

Ini forwardan dari artikel di newsletter alumni sma gw di http://www.kanaldua.org/, artikel serius yang mungkin bisa membantu elu yang mungkin berminat jadi seorang penulis.

Ingat orang terhormat lah yang mengingat jasa, bila anda berhasil atau menjadi terhina karena tips ini, kembalikan semuanya pada penulis artikel ya, saya tidak bertanggung jawab

=====

Ingin membuat artikel Anda terdengar canggih layaknya koran/majalah terkemuka sehingga kawan/dosen/selingkuhan/tukang bakso (coret yang tidak perlu) terperangah? Berikut ini tips sederhana yang berguna. Contoh:Judul artikel harus terdengar super hebat seperti: KELANGKAAN PANEN GANDUM DI ESTONIA ABAD 18 DAN HUBUNGANNYA PADA INPIRASI SOLZHENITSYN DALAM MENULIS GULAG ARCHIPELAGO.

1. Buka artikel dengan kalimat puitis seperti berakit-rakit ke hulu, berenang-

renang ketepian, bersakit-sakit dahulu, megap-megap kemudian kalau masih sulit kutip saja puisinya W.B Yeats.

2. Selanjutnya memperkenalkan persoalan yang akan dibahas, kalau Anda

hendak membahas fenomena penen gandum di Estonia awal abad 18 bukalah dengan deskripsi dimana Anda bertemu hantu petani Estonia di sebuah kafe di kawasan Shibuya, Tokyo ketika Anda menjadi juru runding dalam Konferensi G-8 tahun 1986 (kalau pada tahun tersebut Anda masih SMP atau bahkan masih dalambentuk Zigot, silahkan ubah tahunnya sendiri).

3. Pastikan perjumpaan Anda dengan hantu petani Estonia tersebut layaknya

Hamlet bertemu hantu ayahnya.

4. Sisipkan kutipan dari seorang ahli yang namanya hanya bisa dieja kalau Anda

mengunyah singkong rebus pada jam 12 malam lalu buat interpretasi liar dari kutipan sang ahli tersebut, contohnya, coba hubungkan efek Doppler dengan seksualitas pria.

5. Maka kutip lagi Freud, ingat Anda tak Freud asli, cukup baca karya sastra yang

selangkangan.

6. Turunkan kadar kecanggihan paragraf ini karena jangankan pembaca, Anda

mungkin mual membaca tulisan Anda sendiri.

7. Kutip Clifford Geertz, Fabian Barthez (penjaga gawang timnas Perancis pada

Piala Dunia 1998), Samuel Huntington, Jenna Jameson lalu Solzhenitsyn sendiri.

8. Bahas hubungan konsep sinematik Godard dan Fritz Lang serta komposisi

pupuk pada lahan gandum di Estonia yang berhubungan langsung dengan aforisma Nietzsche serta inspirasi Solzhenitsyn menulis Gulag Archipelago jangan lupa kutip juga statistik rating televisi di Ceko.

9. Tutup artikel dengan kalimat puitis contekan Gibran atau Hemingway jangan

lupa di bawah nama Anda tulis jabatan keren anda, contoh: Esais mandiri yang aktiv di lembaga sosial Timbuktu untuk membantu pelestarian badak bercula lima.

10. Kirim artikel tersebut ke koran ternama, dan jika benar dimuat, saya ingin 50

persen honor menulisnya.

Takdir '99

======

Saya terima sebagai perantara transferan, hehehe, potong 50% buat mr Takdir ya hihihi Diketik Agung Sagita at 14:50 Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare

Belajar Membuat Artikel

Membuat ,menulis bahkan menciptakan artikel yang segar dan enak di baca merupakan impikan kita semua .Bahkan kadang aku juga masih melihat kanan-kiri luar dalam bagaimana menulis artikel yang baik dan benar.Baik untuk dibaca diri sendiri maupun di baca untuk orang lain .Jadi ingat pas pertama ngetik ketikan pertamaku dalam sebuah blog ini.Ketika pulang ke rumah rumah seperti biasa aku dikenalkan sebuah blog, apa itu blog,makanan apa? .Tak putus asa suamiku menceritakan fungsi dan kegunaan serta aku di tuntut untuk dokumentasi artikel khusunya tentang kue basah ,Karena kalau aku lihat memang artikelku tentang resep resep kue basah begitu nggak karuan alias mora -marit .Jadi kalau mencari resep kue basah tertentu kadang hilang nggak tahu dimana.Dengan sabar suamiku menuntun aku ,bagaimana menulis di blog.Mulailah aku ketik seperti pada ketikan pertamaku.Dan lama kelamaan di suruhlah aku untuk membaca blog orang lain dan membaca2 cara bagamana sebuah blog itu bisa terindex di google,dan juga bagaimana seseorang bisa menulis dengan baik .Hal ini mungkin dikarenanan karena sudah terbiasa.Jangan menyerah ,bingung, di sekitar kamu itu secara

otomatis merupakan ide,bahan membuat artkel begitu dia mengajariku.Untuk Itu akhinya aku buat resep sendiri belajar membuat artikel rasa kuebasah an:

1. Ketik terserah apa ag kita lihat ,dengar,rasakan ,baik di koran,televisi,atau blog org lain

2. Jangan merasa artikel kita nggak bakal orang akan melihat.

3. Sebelum di publish kamu baca lagi apakah ada kata2 yang enak / tidak

4. Kita mungkin pernah lihat VCD dancows , teryata organ manusia menjadi artikel /film mulai episode 1- episode 10 kalau nggak salah.itu saja belum habis

5. Ketika pas enak mungkin malas, melihat tayangan televisi tiba2 ingat jadi pngin buat artikelkalau udah begini segera mungkin ketik..soalnya aku biasanya akan lupa.

6. Senang berpetualang /Blogwalking merupakan ide yang nggak ada habisnya untuk membuat artikel

Jadi hal2 diatas aku buat kesimpulan sendiri ,karena kalau kita udah merasa nggak bisa membuat artikel jadi alangkah baiknya untuk segera menulis dan membuat artikel.Karena semua intinya hanya karena kebiasaan

Cara Membuat Artikel Rate this Entry


Top of Form

Bottom of Form

0 Comments by Tjing_Wen

on 22nd July 2008 at 00:17 (14868 Views) Ta Cia Siek Tao Hao,

Hallo Rekan2 semua, ini saya ada merangkum dari beberapa tulisan tentang bagaimana cara membuat suatu artikel. Dikatakan bahwa menulis adalah suatu ketrampilan mengolah data, dalam suatu rangkaian kalimat-kalimat. Suatu artikel adalah merupakan karya tulis seperti halnya berita, esai atau kiat. Artikel adalah suatu esai yang membahas suatu permasalahan secara sepintas dari sudut pandang serta pendapat pribadi si penulisnya, tentunya setelah ia membaca berbagai pendapat dari berbagai sumber lainnya.

Prinsipnya sama seperti kita membuat suatu karya tulis, berita atau esai. Syarat utamanya dikatakan adalah kita harus rajin membaca, bisa dari Buku ; Majalah ; Artikel ; Koran dan lainnya, tujuannya adalah agar kita bisa memiliki banyak ide. Bahan lainnya mungkin sebagian besar berasal dari apa yang sudah ada dan melekat didalam benak kita, tapi mungkin saja masih banyak yang masih kurang tentunya. Yang mana bukanlah berarti bahwa kita ini tidak menguasai, tidak mengerti atau bahkan sama sekali belum pernah tahu.

Memilih judul, biasanya dari membaca judul suatu artikel saja, pasti pikiran kita minimal sudah terlebih dahulu "nerawang" dan sudah dapat meraba arah pembahasannya, Oh .. kira2 seperti ini lho yang dibicarakan ! Menentukan sebuah judul yang menarik, akhirnya menjadi persoalan penting yang harus kita perhatikan juga. Judul yang menarik akan merupakan pancingan, agar orang lain tertarik untuk membacanya. Judul sebuah artikel sebaiknya dibuat pendek, paling tidak satu sampai empat kata sudah cukup. Judul yang terlalu panjang akan membuat pembaca malahan jadi tidak tertarik untuk membacanya lebih lanjut, padahal pembahasan isinya mungkin saja sangatlah menarik. Dikatakan bahwa suatu judul yang menarik, tidak saja akan membuat orang lain jadi penasaran, tapi juga dapat menunjukkan keahlian si penulis dalam mengolah kata-kata.

Selanjutnya, bagaimana cara kita memilih tema atau topik ? Secara umum memilih tema atau topic, bisa kita ambil berdasarkan sesuatu hal yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan dan jadi pembahasan di masyarakat. Sehingga artikel tersebut tentunya akan jadi lebih mendapat perhatian dari para pembaca. Kemudian ambillah tema atau topic yang setidaknya sudah cukup kita kuasai, karena hal itu akan sangat mempengaruhi ISI pembahasan di

dalamnya.

Seperti yang sudah dikatakan di atas, kita juga membutuhkan yang namanya "referensi", referensi itu bisa kita ambil dari Buku ; Majalah ; Artikel ; Koran dan lain sebagainya yang tentunya berhubungan erat dengan judul tulisan atau topik yang akan kita bahas. Tapi, kita juga tidak boleh serta merta mengcopy paste dari apa yang tertera di buku atau di artikel orang lain dengan begitu saja. Baca terlebih dahulu secara keseluruhan, kemudian kita pahami lagi. Walaupun sebenarnya di dalam pikiran kita juga sudah dapat menjelaskannya dengan gamblang, karena sebenarnya kita sudah memahaminya misalnya, minimal secara garis besarnya. Tapi itu khan masih dalam pikiran ! Belum lagi ada kalimat2 yang tidak penting atau tidak terlalu penting atau malahan hanya sekedar intermezzo yang sama sekali tidak kita butuhkan.

Dari buku-buku atau artikel-artikel yang kita baca, ambil point-point yang pentingnya saja, kemudian point-point itu kita susun secara teoritis dan sebaiknya ditulis dikertas coretan. Kita sudah paham koq, kenapa masih dibutuhkan teori ? Mungkin saja, banyak pemahaman yang sebenarnya sudah kita mengerti yang tersimpan di dalam benak kita dan sudah sangat familiar sekali dalam pengertian keseharian kita. Tapi, jika kita hendak menuangkannya

kembali ke dalam bentuk tulisan, koq rasanya masih ada "sesuatu" yang kurang atau tertinggal yah ! Atau, koq kesannya malah jadi ngak berurutan yah ! Atau, oh . enak dibacanya ternyata menggunakan kata-kata seperti ini lho !

Untuk itu kita juga perlu memahami lebih banyak kosa kata atau perbendaharaan kata, agar tulisan kita jadi enak dibacanya dan tidak menjemukan pembacanya. Penguraian atau penjabarannya dalam bentuk katakata serta susunan kalimatnya gunakanlah gaya bahasa kita sendiri dan tuliskan juga pendapat pribadi yang mungkin berbeda dengan apa yang sudah pernah orang lain tulis (new idea). Maka hasil penguraian atau penjabaran kita itu tadi, bukan lagi disebut jiplakan atau copy paste, tapi sudah merupakan pemahaman secara tertulis dari hasil pemikiran diri kita sendiri, walaupun urutan penguraiannya (teori penyusunannya) kita mengambilnya dari buku-buku dan artikel-artikel hasil karya tulis orang lain.

Pada alinea terakhir, jangan lupa buatlah suatu kesimpulan sendiri dari tulisan tersebut. Semoga bermanfaat !!!

Salam Hangat TAO, Xie Shen En Categories Uncategorized