Potensial Elektroda Standar Potensial elektroda standar suatu elektroda adalah DGL (Daya Geral Listrik) suatu sel

yang terdiri dari elektroda yang dicelupkan ke dalam larutan yang mengandung ionnya dengan keaktifan satu dan elektroda hydrogen standar. Sistem elektroda termodinamika harus reversible secara

Mn+ + ne  M IUPAC menetapkan untuk menggunakan potensial reduksi atau potensial elektroda EMn+|M = E0 Mn+|M – (RT/nF). Ln (1/ aMn+) EMn+|M = E0 Mn+|M – (RT/nF). Ln (1/ {Mn+}) Untuk sel: a) Pt, H2 | HCl (1M) || CuSO4 (1M) | Cu E0sel = E0Cu - E0 H2 0,34 = E0Cu – 0 E0Cu = 0,34 V
1

b) Pt, H2 | HCl (1M) || ZnSO4 (1M) | Zn E0sel = E0Zn - E0 H2 -0,76 = E0Zn – 0 E0Zn = -0,76 V Elektroda hidrogen digunakan sebagai standar dengan setengah-reaksi ½ H2 (1 atm) (g)  H+ (aq) + e dan ditetapkan potensial elektroda 0,000 V pada 25 0C. Dengan elektroda pembanding ini dapat diperoleh potensial elektroda lainnya yang sebagian tercantum dalam table potensial elektroda standar. Potensial elektroda standar suatu logam adalah beda potensial antara elektroda hydrogen standar dengan setengah-sel yang terdapat logam tercelup dalam larutannya dengan konsentrasi 1 molar pada 25 0C atau dengan kata lain DGL sel. Pt {H2 (g)} | 2H+ (aq) || Mn+ (aq) | M(s) Pt, H2 (g) | 2H+ (aq) || Mn+ (aq) | M(s)
2

Contoh: Suatu sel dengan diagram berikut, Cd(s) | Cd2+ (1M) || H+ (1 M) | H2 (g), Pt Mempunyai DGL 0,40 V. a) Tulis reaksi pada elektroda b) Tulis reaksi sel c) Hitung potensial elektroda standar dari Cd Jawab: a) Anoda : Cd (s)  Cd2+ (aq) + 2 e Katoda : 2H+ (aq) + 2 e  H2 (g) b) Reaksi sel adalah jumlah reaksi anoda dan reaksi katoda yaitu, Cd(s) + 2H+ (aq)  Cd2+ (aq) + H2 (g) c) E0sel = E0Katoda - E0anoda 0,40 = E0 H2 - E0Cd 0,40 = 0 - E0Cd E0Cd = - 0,40 V

3

Garis vertikal tunggal: pembatas antar muka fasa (padatan dan larutan) Garus vertikal dobel: partisi berpori atau jembatan garam Sel Daniell dapat dinyatakan dengan. Reaksi yang terjadi pada elektroda kiri ditulis sebagai reaksi oksidasi dan reaksi yang terjadi pada elektroda kanan ditulis sebagai reaksi reduksi Reaksi sel = jumlah 2 reaksi setengah-sel ini: 4 .KONVENSI 1.E0Oksidasi 2.  E0 = +1.10V Harga DGL menyatakan harga batas (untuk arus nol) dari (potensial listrik terminal KANAN) dikurangi (potensial listrik terminal KIRI)] E0sel = E0Kanan .E0anoda E0sel = E0Reduksi . Zn(s) | Zn2+ (aq) || Cu2+ (aq) | Cu(s).E0Kiri E0sel = E0Katoda .

Fe2+ (aq) | Pt.Zn(s) + Cu2+ (aq)  Zn2+ (aq) + Cu (s) 3. 4.(aq). Jika menggunakan elektroda inert.24 V 5. Potensial setengah sel Mn+ (aq) | M(s) adalah perbedaan potensial untuk sel Pt. reaksi berlangsung dengan spontan ke kanan apabila sel dihubungkan. I2 (aq) || Fe3+ (aq). E0sel = + (positif). misalnya untuk reaksi sel: Fe3+ (aq) + I.(aq)  Fe2+ (aq) + ½ I2 (g) Maka sel dinyatakan sebagai berikut: Pt | 2 I. Jika harga DGL.  E0 = 0. H2 (g) | 2H+ (aq) || Mn+ (aq) | M(s) Untuk setengah reaksi: ½ H2 + 1/n Mn+  H+ + 1/n M 5 .

(aq) | AgCl.+ Ag MANFAAT POTENSIAL ELEKTRODA 1) Membandingkan kekuatan relatif oksidator dan reduktor.(aq) | AgCl. Contoh: Li+ + e  Li (s) E0 = -3. Ag Dengan reaksi ½ H2 + AgCl  H+ + Cl. H2 (g) | 2H+ (aq) || Cl.(s) E0 = +2.Potensial setengah sel Cl.15 V ……………………………………………… ½ F2 (g) + e  F. Ag adalah perbedaan potensial sel: Pt.87 V F2 adalah oksidator yang lebih kuat dibandingkan dengan Li+ Li adalah reduktor yang lebih kuat dibandingkan dengan F6 .

10V E0 sel = E0 Cu2+/Cu . katoda) dengan elektroda kiri (negative.E0Anoda E0 sel = 0.  E0 = +1.2) Menghitung DGL sel DGL sel adalah selisih aljabar antara dua potensial elektroda DGL standar sel = selisih potensial elektroda standar antara elektroda kanan (positif. anoda) Contoh: Zn(s) | Zn2+ (aq) || Cu2+ (aq) | Cu(s).34 – (-0.1 V 3) Meramalkan apakah suatu reaksi berlangsung atau tidak menggunakan besaran termodinamika perubahan energi Gibs ∆G = .E0 Zn2+/Zn E0 sel = E0 Kanan .76) = +1.E0 Kiri E0sel = E0Katoda .n F E Suatu reaksi berlangsung spontan jika ∆G < 0 atau E>0 7 .

52 – (+0. E0= +1. PENGARUH KONSENTRASI DAN SUHU PADA NILAI POTENSIAL 1.77 V MnO4. karena 8 . Untuk reaksi: Mn+ (aq) + ne  M (s) Jika konsentrasi Mn+ bertambah maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri.+ 8 H+ + 5 Fe2+  Mn2+ + + 5 Fe3+ + 4 H2O E0 = +1.75 V Karena harga E0 positif naka reaksi berlangsung spontan ke KANAN.77) = +0.+ 8 H+ + 5 e  Mn2+ + 4 H2O.52 V Fe3+ + e  Fe2+.Contoh: MnO4. Reaksi sel: E0= +0.

potensial elektroda menjadi makin positif (berkurang harga negatifnya) Jika konsentrasi ion logam berkurang maka potensial elektroda berkurang harga positifnya 2. SUHU: Potensial elektroda makin positif jika suhu bertambah dan sebaliknya Pengaruh konsentrasi dan suhu pada potensial elektroda ditunjukkan oleh persamaan NERNST. Oksidant +ne (yang dioksidasi)  Reduktant (yang direduksi) E = E0 – (RT/nF). ln ({oksidant}/{Reduktant}) E = potensial elektroda dalam V E0 = potensial elektroda standar dalam V R = tetapan gas (8.mol) T = suhu dalam K F = tetapan Faraday (96500 coulomb) 9 . 314 J/K.

ln [{Zn2+}/{Cu2+}] Kadang-kadang ditulis: E = E0 + (RT/2F). ln [{C}c.314 x 298) / 96500 = 0.(RT/nF). ln [{Cu2+}/{Zn2+}] PERSAMAAN NERNST Untuk reaksi redoks dengan persamaan umum: aA + bB  cC + dD Persamaan Nernst: Esel = E0 sel .303RT/nF). {D}d / {A}a .(2.Misalnya untuk sel dengan reaksi: Zn(s) | Zn2+ (aq) || Cu2+ (aq) | Cu(s) E = E0 – (RT/2F). {B}b ] Pada 298 K: 2.303RT/F = (2. {B}b ] atau Esel = E0 sel .303 x 8. log [{C}c. {D}d / {A}a .0591V Sehingga 10 .

03 + 0. Co + Ni2+  Co2+ + Ni Esel = E0 sel .0591 = 0.1 M dan {Ni2+} = 0. log [{Co2+} / {Ni2+}] Esel = 0. log [{Co2+} / {Ni2+}] E = 0.08 volt b) jika {Co2+} = 0.(0. log [{Co2+} / {Ni2+}] E = 0.0591/n). log [{0.01 M E = 0.01 M dan {Ni2+} = 1 M E = 0.(0.(0.03 .1} / {0.Esel = E0 sel .03 . log [{0.(0.03 .03 .03 .(0. log ({C}c.0.0591/2). log [{Co2+} / {Ni2+}] Jika salah satu konsentrasi tidak sama dengan 1 M a) jika {Co2+} = 0.0591/2).0591/2).0591/2).(0. artinya reaksi yang terjadi adalah sebaliknya 11 .(0.01} / {1}] E = 0. {D}d / {A}a . {B}b ) Dengan menggunakan pers Nernst untuk sel dengan reaksi berikut.0591 = -0.03 volt Harga DGL negative.01}] E = 0.0591/2).03 .0591/n).

76 V Jika pH2 tetap pada 1 atm. berapa harga E0 sel jika a) {Zn2+} = 0.pH2) / {H+}2] {H+} = 1 M {H+} = 0.0591/2) log [1/(0.Co2+ (1M) + Ni  Co + Ni2+ (0.01 M) Contoh: Untuk reaksi sel: Zn + 2 H+  Zn2+ + H2 E0 = +0.0591/2).(0.(0.64 volt Kesimpulan: Jika {Zn2+} berkurang maka Esel bertambah Jika {H+} dikurangi maka Esel berkurang 12 .0591/2) log (0. b) {Zn2+} = 1 M.76 .01 M Esel = 0.819 V b) Esel = 0.(0.76 .76 – (0. log [({Zn2+}) / {H+}2] a) Esel = 0.76 .012)] Esel = 0.0591/2) log (1 x 104) Esel = 0.01 M. log [({Zn2+}.01) = 0. Jawab: Esel = E0 sel .0591/2).(0.

(2.01 M.303RT/nF).01 M 0.400 E0 =-2. c) 0.223 V Jawab: Esel = E0 sel .01 M dan {Cu2+} = 0.34 V Hitung DGL sel pada 25 0C jika {Mg2+} = 0.log {HCl} {HCl} 0.36 V E0 = +0.223 – 0.001 M 13 . log [{HCl} / (pH2)1/2] Esel = 0.001 M LATIHAN: 1.341 0.1 M.Contoh: Hitung DGL sel di bawah ini pada 25 0C Pt.1 M 0. Diketahui: Mg2+ + 2 e  Mg Cu2+ + 2 e  Cu Esel (V) 0. b) 0.0591. Ag Jika tekanan gas hydrogen 1 atm dan konsentrasi asam klorida: a) 0. H2 | HCl || AgCl.282 0.001 M dan DGL standar 0.

Perhatikan sel Daniell dengan reaksi Zn(s) + Cu2+ (aq)  Zn2+ (aq) + Cu (s) Zn2+ (aq) + 2e  Zn(s) Cu2+ (aq) + 2e  Cu (s) a) Pada keadaan standar E0 sel = +0.03 = +2.Jawab: Esel = +0. log [{Mg2+}/{Cu2+}] Esel = E0 – (0. log [{10-2}/{10-3}] Esel = E0 – (0.36) = +2.76) = +1. log 10 Esel = E0 – 0. 14 E0 = -0.34 V .1 M dan {Cu2+} = 0.70 V Reaksi sel: Mg + Cu2+  Mg2+ + Cu Esel = E0 – (0.34 – (-0.0591/2) .76 V E0 = +0.1 V b) Jika {Zn2+} = 0.01 M maka.34 – (-2.0591/2) .67 volt 2.0591/2) .

E0 sel = E0 – (0.03 = 1. log [{0.ln [aZn/aZn2+] E = E0Zn2+|Zn – (RT/2F).0591/2) . Elektroda gas bukan logam Contoh: Elektroda hidrogen (baca sebelumnya) 15 .1}/{0. log [{Zn2+}/{Cu2+}] (0. Logam – ion logam Zn2+(aZn ) | Zn(s) 2+ Zn2+(aZn ) +2e  Zn(s) 2+ E = E0Zn2+|Zn – (RT/2F).ln [1/aZn2+] 2.01}] 0.0591/2) .07 V E0 sel = 1.10 – SISTEM ELEKTRODA 1.10 – E0 sel = 1.

H+(aH+)|H2 (pH )|Pt 2 H+(aH+) + e  1/2 H2 (g. pCl ) + e  Cl.(aCl-)| Cl2 (pCl2) | Pt ½ Cl2 (g. ln [{aAg. pH ) 2 E = E0H+|H2 – (RT/F).(aCl-) E = E0AgCl | Ag – (RT/F). ln [aCl-/{pCl }1/2] 2 2 3.(aCl-) 2 E = E0 Cl |Cl.– (RT/F).ln [pH2/aH+] Elektroda klor: Cl.aCl-}/{aAgCl}] 16 . Elektroda Logam – Garam tak larut Yang terpenting adalah elektroda reversibel dengan anion Contoh: AgCl(s) + e  Ag(s) + Cl.

H2O | Pt 17 . Mn2+ (a)| Pt H2O2 (a). Elektroda Redoks: Sn2+ (a).1 M.(a) | PbSO4 | Pb(s) Br.E = E0AgCl | Ag – (RT/F). ln aCl- Contoh: Elektroda kalomel Mg2Cl2 (s) + 2 e  2 Hg(l) + 2Cl.(a). SO42BrI: : : SO42.0 M dan jenuh Untuk menyusun elektroda yang reversibel terhadap suatu anion. yang diperlukan hanya memilih logam yang dapat membentuk garam yang tidak melarut dengan anion itu.(a) | AgBr (s) | Ag (s) I.(a) | AgI(s) | Ag (s) 4.(aCl-) Ada 3 macam konsentrasi: 0. Sn4+ (a) | Pt MnO4. 1.

059 = 0.1 M) | Zn Reaksi anoda : Zn → Zn2+ (0. namun konsentrasi larutannya berbeda. ln [aFe(III)/aFe(II)] SEL KONSENTRASI Padas sel konsentrasi digunakan dua elektroda yang sama.1 M) → Zn2+ (0. Meskipun potensial standar dari sel adalah nol. Zn | Zn2+ (0.001/0.001 M) E = E0 – (0.1 M) → Zn Reaksi sel : Zn2+ (0. log [0.059 V Dalam sel terjadi suatu aksi spontan untuk menyamakan konsentrasi.1] = 0 + 0. tetapi terdapat potensial untuk menggerakkan aksi di atas.001 M) Reaksi katoda : Zn2+ (0.Contoh: Fe3+ (a) + e → Fe2+ (a) E = E0 Fe(III)|Fe(II) – (RT/F). 18 .001M) || Zn2+ (0.059/2) .

log [0.Elektroda dalam larutan pekat merupakan katoda Elektroda dalam larutan pekat merupakan anoda Contoh: Cu | Cu2+ (0. Hitung konsentrasi larutan Ag+ pada elektroda yang berperan sebagai anoda? Jawab: Oksidasi : Ag ⇄ Ag+ (x M) + e Reduksi : Ag+ (1 M) + e ⇄ Ag Reaksi sel : Ag+ (1 M) ⇄ Ag+ (x M) 19 .1] = 0.1 V.0259 V Contoh: DGL sel: Ag | Ag+ (x M) || Ag+ (1 M) | Ag Yang diukur pada 298 K ialah 0.01 M) | Cu E = E0 – (0.01 M) || Cu2+ (0.01/0.059/2) .

namun elektroda ini tidak praktis. a) Elektroda kaca Elektroda ini terdiri dari kaca berbentuk bola yang mengandung HCl 0. 20 .(298)/96500].31).[(8.02 M PENGUKURAN pH Salah satu penggunaan terpenting dari sel volta adalah penentuan pH larutan. ln (x/1) 0.1 M dan di dalamnya terdapat elektroda perak/perak klorida.1 = . Pada umumnya orang menggunakan elektroda kaca.E = . Meskipun elektroda standar untuk pengukuran pH adalah elektroda hydrogen. Ln x  0.(RT/F).

21 .

Ag. AgCl | HCl (0.RT)/F].Ph 22 . Jika dihubungkan dengan elektroda kalomel maka akan diperoleh diagram berikut.Elektroda ini dicelupkan ke dalam larutan yang akan diukur pH-nya. Kalomel Potensial elektroda gelas bergantung pH larutan E (gelas) = E0 (gelas) + [(2.1 M) | gelas | larutan || elek.303.

sedang elektroda standar adalah katoda. Jika suatu sel potensial menggunakan salah satu elektroda adalah elektroda standard dan yang lainnya bukan standar. maka 23 .ELEKTRODA HIDROGEN Potensial elektroda bergantung pada pH larutan.

242 V 24 .059 x 6 = 0.059 . E sel = 0.354 Suatu elektroda hidrogen dengan pH2 = 1 dihubungkan dengan elektroda kalomel standar yang setengah-reaksinya.059/1).pH2)] Jika pH2 pada kedua elektroda 1 atm dan menurut perjanjian {H+} std =1. E sel = 0. sedangkan E0sel = 0.059 x 4 = 0.059 pH Pada pH = 4. Hg2Cl2 (s) + 2e → 2Hg(l) + 2Cl-. log [({H+}.236 Pada pH = 6. log {H+} = 0. maka E sel = -0.E0 = 0.pH21/2)/({H+}.Anoda Katoda : ½ H2 (g) → H+ (std) + e : H+ (std) + e → ½ H2 (g) Reaksi sel : ½ H2 (g) + H+ (std) → H+ (std) + ½ H2 (g) E sel = E0 sel – (0.

242 V E sel = E0sel + 0. Jawab: Hg2Cl2 (s) + H2(g) → 2Hg(l) + 2Cl.242 + (0.8 V hitung pH larutan di sekitar elektroda hydrogen yang dicelupkan ke dalam suatu larutan netral.pH 0.Jika DGL sel 0.+ 2H+ E0sel = 0.pH pH = (0.242 + 0.242)/0.8 = 0.059. Cu2+ + 2 e → Cu(s) E0 = 0.65 V Contoh: Diketahui reaksi suatu sel seperti tersebut di bawah.059) x 7) = 0.059 = 9.8 – 0.5 Jika elektroda hydrogen dicelupkan ke dalam larutan netral (pH = 7) E sel = 0.059.34 V Cu2+ (1 M) + H2 (g) (1 M) → Cu (s) + 2H+ (? M) 25 .

059/2).059/2).059.pH2) E0 sel = E0 Cu .34 – 0.log {H+} = 0. Log {H+}2 = 0.4 Contoh: Diketahui suatu sel volta yang terdiri dari elektroda seng dan elektroda hydrogen.log {H+} – 0.34)/0.76 V E0 sel = 0 V 26 . Zn2+ (aq) + 2e → Zn (s) 2H+ (aq) + 2e → H2 (g) E0 sel = -0.34 V E = 0.log {H+} 0.48 = 0.34 -log {H+} = (0.34 – 0 = 0. jika E sel = 0.48 V.Hitung pH larutan di ruang anoda.48-0.log [{H+}2/({Cu2+}.34 – 0. Jawab: E = E0 sel – (0.059.34 – (0.E0 H2 = 0.059.48 – 0.059 pH = 2.

76 .46-0.log [({Zn2+}.059. pH2 = 1 atm.059 = -5 pH = -Log {H+} = 5 27 . hitung pH larutan di sekitar elektroda hydrogen.log {H+} Log {H+} = (0.059/2).log [1/{H+}2] 0.059/2). Jawab: Zn (s) + 2H+ (aq) → Zn2+ (aq) + H2 (g) E0 sel = 0 – (-0.46 = 0.(0.76 V E = E0 – (0.Jika potensial sel ini 0.76) = 0.46 = 0.76)/0.pH2)/{H+}2] 0.76 + 0.46 V pada 25 0C dan {Zn2+} = 1 M.

DGL DAN ENERGI BEBAS Energi listrik yang dihasilkan oleh sel Galvani / sel Volta adalah sama dengan pengurangan energi bebas. -∆G0 = nFE0 ∆G0 = -nFE0 Contoh: Zn | Zn2+ (1 M) || Cu2+ (1 M) | Cu E0 = 1.3 kJ Harga ∆G0 negatif menunjukkan bahwa reaksi sel di atas: Zn + Cu2+ → Zn2+ + Cu berlangsung secara spontan.1 V ∆G0 = . 28 .1) joule = 212.(2) (96500) (1.300 J = 212.

15 kJ Harga E0 sel yang negatif → energy bebas positif Menunjukkan bahwa reaksi diatas tidak berlangsung secara spontan. 29 .535 V.89 = -0.Dapat disimpulkan bahwa suatu reaksi redoks yang mempunyai DGL sel positif (mempunyai ∆G negative).→ 2I.+ ClO. E0 (ClO-|Cl-) = 0.535 – 0.5355 volt ∆G0 = -nFE0 = -2 x 96500 x (-0.+ 2OH.+ H2O Diketahui: E0 (I2|I) = 0. Contoh: Hitung perubahan energy bebas standar untuk reaksi. I2 + Cl. akan berlangsung secara spontan.355) = 685.89 V Jawab: E0 sel = 0.

05)||AgCl (s).25 volt 30 .Contoh: DGL sel: Zn|ZnCl2 (0.015 volt pada suhu 298 K a) Tulis reaksi sel b) Hitung energy bebas Jawab: a) Reaksi anoda : Zn → ZN2+ + 2e Reaksi katoda : 2 AgCl(s) + 2e → 2Ag + 2ClReaksi sel : Zn + 2AgCl(s) → 2Ag + Zn2+ + 2Clb) ∆G = -nFE = -2 x 1.900 J/mol = -195.015 x 96500 = -195.9 kJ/mol Contoh: Tunjukkan apakah logam Ni dapat mereduksi a) Zn2+ menjadi Zn b) Fe3+ menjadi Fe2+ Ni2+ + 2e → Ni E0 = -0. Ag Adalah 1.

E0 = 0.36 – (+0.76 volt E0 = +0.96 volt E0 > 0 ….77 volt 2ClO.40) = +0.Zn2+ + 2e → Zn Fe2+ + 2e → Fe Contoh: Dari data: E0 = -0. maka reaksinya: Cl2 + 2 OH. Cl2 + 2e  2Cl. Jawab: Jika Cl2 mengalami disproporsionasi.+ H2O E0 = +1. reaksi berlangsung spontan 31 .+ ClO.4 V E0 = +1.+ 2H2O + 2e  Cl2 + 4OH-.36 V reaksi Tunjukkan apakah Cl2 mengalami disproporsionasi dalam larutan basa. Cl.

09 3 =1. E 2 E 3= 5 32 . E 1 +2.23 ? n 5 2 3 nE0 7.55 2.70 volt Perhitungan dengan diagram Latimer: 0 MnO− ⃗ MnO 2 ⃗ Mn 2+ E0 4 E1 2 E0 3 0 0 0 3.51 1.DIAGRAM LATIMER Dengan menggabungkan 2 setengah-reaksi dapat menghitung E0 untuk reaksi lain ΔG =−nFE ΔG 0 − =nE 0 F 0 0 Berapa E0 untuk reaksi: Mn 4 +4H +3 e → MnO 2 +2H 2 O − + E0 dapat diperoleh dari reaksi berikut: Mn− +8H+ +5 e → Mn 2+ +4H 2 O 4 MnO 2 +4H +2 e → Mn +2H 2 O Mn− +4H + +3 e → MnO 2 +2H 2 O 4 + 2+ E0 1.46 5.09 E0 = 5.

47 V =? n 3 2 1 nE0 3 0.0 E 0 =1.51−2×1.94 0.23 5.47 0.77 Fe3+ + 3e  Fe Fe2+ + 2e  Fe Fe3+ + e  Fe2+ E0 … 0.77 V = 0. Fe 3+ ⃗ Fe2+ ⃗ Fe E0 E0 1 2 E0 3 33 .57 volt 3 Dengan diagram Latimer. E 3 =1.70 V 3 3 Contoh: Fe3+ + e  Fe2+ Fe2+ + 2e  Fe Fe3+ + 3e  Fe E0 1 E1 E1 0 0 = 0.23 V.51 V.71 =0.77 E 0= 1 1. 2 E 0= 1 5×1.09 = =1.

71 3 E 0 =0.3× E 3 =E 1 +2×E 2 3× E 0 =0.57 volt 3 0 0 0 34 .47=1.77+2×0.

0591 Reaksi ke kanan Spontan Kesetimbangan Tidak spontan Contoh: Cd|Cd2+ || Cu2+|Cu E0 Cu 2+ ΔG 0 0 + K >1 1 <1 E0 + 0 - ∣Cu =0.0591 E 0= 2. ln K −nFE 0 =−2. ln K nF nFE 0 RT nE 0 0. ln K ΔG 0 =−2.303. 0.HUBUNGAN ANTARA E0 dengan ΔG 0 =−RT .0591 ln K= log K= ln K= log K= K=e 0 nE 0. log K nF nFE 0 2 . RT nE 0 2.303 RT . log K ΔG 0 DAN K E 0= RT . 0. 303.303.34 volt E0 Cd 2+ ∣Cd =−0.0591 K= 10 0 nE 2.40 volt 35 .303 RT . log K ΔG 0 =−nFE 0 −nFE 0 =−RT .303 RT .

Hitung ΔG 0 dan K! JAWAB: E0 sel = 0. E0 Cl =1.8 kJ 0 E 0= RT .0591 RT . ∣Cu =0. ln K nF 0.40) = 0.74 volt ΔG =-nF E0 = -(2)(96500)(0. log K n log K= K = 1025 dan K untuk: Cu|Cu2+ || Cl. Pt E0 Cu 2+ Contoh: Hitung E0. Tulis reaksi sel: Anoda : ½ Cu(s)  ½ Cu2+ + e Katoda : ½ Cl2 (g) + e  Cl36 .36 ΔG 0 − ∣Cl .34 V.Pt 2 V.34 – (-0.0591 E 0= 0.| Cl2 (g).74) = -142820 J = -142.74×2 =25 0.

0591  K = 1017.76 V ½ I2 | I-= 0.3 0.02 volt ΔG = -nF E0 = .76 – (0.43 joule 0 log K= 1.Reaksi sel : ½ Cu(s) + ½ Cl2 (g)  ½ Cu2+ + ClE0 sel = 1.02 =17.34 = 1.3 Contoh: Diketahui potensial standar (E0 ) Fe3+| Fe2+ = 0.54 V Hitung ΔG 0 dan K pada 25 0C untuk reaksi: FeI3 ⇔ FeI2 + ½ I2 Jawab: E0 ΔG 0 = 0.54) = 0.(1) (9500)(1.22 V = -1 x 96500 x 0.36 – 0.02) = -98.22 37 .

= -21.22 x 96500 = -8.2 kJ/mol = -RT.ln K -0.314 x 298 x ln K ΔG 0 K = 5.3 x 103 38 .

28 3.0591 1 log 2 2 { Ag+ } 39 .POTENSIAL ELEKTRODA DAN TETAPAN KESETIMBANGAN Tetapan kesetimbangan suatu reaksi kesetimbangan misalnya. Misalnya diperoleh data berikut: E/V 0.10-3 10-2 E0 = 0.0 mol/L.23 {Ag+}mol/L 10-4 Diketahui: Cu2+ + 2 e  Cu 0. Cu(s) + 2 Ag+ (aq)  Cu2+(aq) + 2Ag(s) Dapat diukur dengan mengukur DGL sederetan sel yang ion tembaga dibuat tetap yaitu 1. E=E 0 − 0.31 0.10-4 10-3 0. sedangkan konsentrasi ion perak diubah-ubah.34 3.25 0.34 volt Sesuai dengan hukum Nernst.

52 -3. Dalam hal ini tidak perlu menghitung potensial elektroda setiap setengah-sel perak.0 40 . EAg = E0 sel + 0.31 0.34 V (selisih antara EAg dan E0 sel tetap yaitu 0.34 V) E0 /V log{Ag+} 0.0 0.52 -2. log { Ag+ } Konsentrasi ion Ag pada keadaan kesetimbangan dapat diperoleh dengan cara mengalurkan log{Ag +} terhadap DGL sel.E=E 0 + 2 0. karena setengahsel tembaga tidak berubah.0 0.25 0.0591.34 -2.23 -4.28 -3.0591 log { Ag +} 2 0 E=E +0.

10−9 )2 Kc = 1.6 x 1016 41 .9.E0/V 0 Log Ag + Titik dimana DGL sel = 0.1 {Ag+} = 7. yaitu pada konsentrasi ion perak berada dalam keadaan kesetimbangan dengan {Cu2+} = 1 M Dari gambar diperoleh: Log {Ag+} (aq) = 8.9 x 10-9 K c= {Cu 2+( aq) } 1 = + { Ag ( aq )} ( 7.

Diketahui suatu reaksi kesetimbangan pada 25 oC O2(g) + 4H+ (aq) + 4Fe2+ (aq)  4Fe3+ (aq) + 2H2O (l) Tentukan tetapan kesetimbangan reaksi ini jika diketahui: O2(g) + 4H+ (aq) +4e  2H2O (l).7991 V a) Tulis diagram sel b) Hitung DGL sel c) Hitung energi bebas 2. E0= 1.77 V 42 .LATIHAN SOAL: 1.1260 V E0 Ag+|Ag = +0.23 V Fe3+ (aq) + e  Fe2+ (aq). E0= 0. Reaksi suatu sel pada 25 oC sbb: ½ Pb (s) + Ag+ (1M)  ½ Pb2+(1M) + Ag(s) E0 Pb2+|Pb = -0.

3.2) |Pt E0 Cu2+|Cu = 0.34V E0 Fe3+| Fe2+ = 0.76 V Cu2 (aq) + 2e  Cu(s) E0= 0. Berapa harga tetapan kesetimbangan K.05 M dan larutan Cu2+ 5.34 V 5.0 M Zn2+ (aq) + 2e  Zn(s) E0= -0.8) || Fe2+ (a=5). Fe3+ (a=0. Berapakah DGL sel di bawah ini (pd 25 oC)? Cu|Cu2+ (a=0. pada 25 o C bagi reaksi ion di bawah ini? Hg2+ + Fe2+  Hg+ + Fe3+ 7. masing-masing dicelupkan ke dalam larutan Zn2+ 0.77V 6. Suatu sel Daniell yang terdiri dari elektroda Zn dan Cu. Reaksi suatu sel adalah: Pb2+ + Sn  Pb + Sn2+ Hitung E0 sel ! 43 .

• Tahun 1797 Luigi Galvani menemukan bahwa listrik dapat dihasilkan oleh reaksi kimia • Tahun 1800 Allesandro Volta membuat sel praktis pertama menghasilkan listrik berdasarkan reaksi kimia 1. 44 . reaksi sel bersifat reversible.SEL VOLTA Ada 2 macam sel yang bekerja berdasar prinsip Galvani dan prinsip Volta. 2. Sel Primer: jika salah satu komponen habis terpakai tidak dapat mengubah kembali hasil reaksi menjadi pereaksi Sel Sekunder: Disebut “Sel PENYIMPAN”.

+ 8H+ + 5e  Mn2+ + 4H2O Reaksi sel: 5Fe2+ + MnO4. Ce3+ (z M) | Pt (b) Pt | Fe2+ (x M).(y M).5 M) + e  Ag+ 3. Sel Ion dengan bilok yang berubah-ubah (a) Pt | Fe2+ (x M).05 M) + e Reaksi katoda: Ag+ (0.Contoh sel Primer: 1.05 M) || Ag+ (0.5 M) | Ag Reaksi anoda: Ag + Ag+ (0. H2SO4 || MnO4.+ 8H+  5 Fe3+ + Mn2+ + 4H2O 45 . H2SO4 | Pt Reaksi anoda: Fe2+  Fe3+ + e Reaksi katoda: MnO4. Sel Daniel: Reaksi sel: Zn + Cu2+  Zn2+ + Cu 2. Fe3+ (y M) || Ce4+ (w M). Sel Konsentrasi: Ag | Ag+ (0.

Sel Kering (Sel Leclanche) Zn: MnO2. CdSO4 (s) || Hg22+ (jenuh). ZnCl2 (pasta): C (grafit) Reaksi anoda: Zn  Zn2+ + 2e Reaksi katoda: (a) 2NH4+ + 2e  2NH3 + H2 (g) (b) H2 (g) + 2MnO2 (s)  Mn2O3(g) + H2O Reaksi sel: Zn(s) + 2NH4+ + 2MnO2(s)  Zn2+ + 2NH3 + Mn2O3 + H2O Zn(s) + 2NH4+ + 2NH3 + 2MnO2(s)  Zn(NH3)42+ + Mn2O3 + H2O 8. HgSO4 | Hg Reaksi anoda: Cd  Cd2+ + 2e Reaksi katoda: Hg22+ + 2e  2Hg Reaksi sel: Cd + Hg22+ Cd2+ + 2Hg 46 . NH4Cl.4. Sel Bervoltase-tetap Cd | Cd2+ (jenuh).

 PbSO4 + H+ + 2e Reaksi katoda: PbO2(s) + HSO4.2H+ 2. Sel Edison Fe | KOH (20%. sedikit LiOH) || Ni2O3. Fe(OH)2 (s) + 2e Sel katoda: Ni2O3(s)+ 3H2O + 2e  Ni(OH)2(s)+2OHSel reaksi: 47 .+ 3H+ + 2e  2PbSO4 (s) + 2H2O Reaks sel: Pb(s) + PbO2(s) + 2HSO4.2H+  2PbSO4 (s) + 2H2O Pada ‘pengisian’ aki: 2PbSO4 (s) + 2H2O + energi listrik  Pb(s) + PbO2(s) + 2HSO4.SEL PENYIMPAN: 1.xH2O(s) Sel anoda: Fe(s) + 2OH. Sel Penyimpan Timbal (Aki) Pb | H2SO4 (bj ± 1.30) | PbO2 Reaksi anoda: Pb(s) + HSO4.

nekel oksida-dengan elektrolit larutan KOH. Sel Bahan Bakar Suatu sel Galvani dimana selalu tersedia pereaksi yang dialirkan ke elektroda sehingga sel selalu bekerja secara kontinyu. Cd(OH)2+2e Reaksi katoda: Ni2O3(s)+ 3H2O + 2e  2Ni(OH)2(s)+2OH- Reaksi sel: Cd(s)+ Ni2O3(s)+ 3H2O  Cd(OH)2+ 2Ni(OH)2(s) 4. Elektroda tersebut berpori dan gas berdifusi sehingga bersentuhan dengan elektroda. 4H2O + 4e Reaksi katoda: O2 +2H2O + 4e  4OH48 . Sel NiCad (Nickel-Cadmium) Cd | KOH (20%) || Ni2O3.xH2O(s) Reaksi anoda: Cd + 2OH. Reaksi anoda: 2H2 + 4OH.Fe(s)+ Ni2O3(s)+ 3H2O  Fe(OH)2+ Ni(OH)2(s) 3. Sel Bacon terdiri dari anoda nekel dan katoda nekel.

anoda dan katoda KRAO = Katode – Reduksi. Sel Merkuri Reaksi anoda: Zn + 2OH. Anoda – Oksidasi Dari data potensial elektroda dapat dilihat kecenderungan berlangsungnya kedua proses di bawah ini. 49 .Reaksi sel: 2H2 + O2  2H2O E0 sel= 1V 5. ZnO + H2O + 2e Reaksi katoda: HgO + H2O + 2e  Hg + 2OHReaksi sel: Zn + HgO  ZnO + Hg ELEKTROLISIS Alat elektrolisis terdiri dari: 1. 2 elektroda. sel elektrolitik yang berisi elektrolit (larutan atau leburan) dan 2.

maka reaksi oksidasi yang mudah terjadi adalah yang mempunyai potensial elektroda ion negative. jika dlm larutan terdapat ion Cl.Mn+ + ne  M X2 + 2e  2 X Reaksi dengan harga potensial elektroda LEBIH POSITIF akan LEBIH MUDAH TERJADI. maka I.yang lebih dahulu mengalami oksidasi.80 V Cu2+ (aq) + 2e  Cu(s) E0 = +0. Ag+(aq) + e  Ag(s) E0 = +0.(aq) E0 = +0.34 V Lihat Tabel Oleh karena pada pembentukan ion negative adalah kebalikan dari pembentukan ion positif. I2 (aq) + 2e  2 I.36 V Jadi.54 V Cl2 (aq) + 2e  2 Cl. 50 .dan ion I-. Misal dalam larutan yang mengandung ion Cu 2+ dan ion Ag+ dengan konsentrasi yang sama.(aq) E0 = +0. ion yang lebih dahulu mengalami reduksi adalah ion Ag+ .

23 V E0 = +2.5 V Oleh karena itu pada elektrolisis larutan terbentuk oksigen.(aq) E0 = +0. pada anoda air mengalami oksidasi 2 H+ + ½ O2 + 2e  H2O F2 + 2e  2 F E0 = +1.Dlm larutan air. Demikian halnya. 1. Anoda: Katoda: H2O  2H+ + ½ O2 + 2e H2O + e  ½ H2 + OH- Perhatikan potensial elektroda berikut: Na+ (aq) + e  Na(s) E0 = -2.87 V Faktor yang menentukan Kimia Elektrolisis. air dapat mengalami oksidasi di anoda dan mengalami reduksi di katoda.71 V H2O + e  ½ H2 (g) + OH. jika mengelektrolisis larutan fluoride. Konsentrasi (keaktifan) elektrolit yang berbeda Contoh: a) Larutan NaCl pekat 51 .

) contoh: elektrolisis larutan CuSO4 dengan Cu sebagai anoda 52 . Komposisi Kimia Elektroda yang berbeda a) elektroda inert (tak aktif) contoh: elektrolisis larutan Na2SO4 reaksi anoda (+) 2H2O  O2 (g) + 4H+ + 4e reaksi katoda (-) 2H2O + 2e  H2 (g) + 2OHelektrolisis reaksi sel 6H2O  2H2 (g) + O2 (g) + 4H+ +4OHc) elektroda tidak inert (bukan Pt atau Cl.Reaksi anoda (+) 2Cl. Cl2 (g) + 2e Reaksi katoda (-) 2H2O + 2e  H2 (g) + 2 OHElektrolisis Reaksi sel 2Cl +2H O  Cl (g) + H (g) + 2OH 2 2 2 - b) Larutan NaCl yang sangat encer Reaksi anoda (+) 2H2O  O2 (g) + 4H+ + 4e Reaksi katoda (-) 2H2O + 2e  H2 (g) + 2OHElektrolisis Reaksi sel 6H O  2H (g) + O (g) + 4 H + 4 OH 2 2 2 + - 2.

(basa) 4OH. misalnya SO422H2O  4H+ + O2 (g) + 4e 2) Anoda tidak inert (bukan Pt atau C) 53 . 2H2O + O2 (g) + 4e b) Cl. Br -.+H2 (g) b) H+ dari asam 2H+ + 2e  H2 (g) c) Cu2+ + 2e  Cu 2. Reaksi pada anoda 1) anoda inert a) OH. I 2Cl. Reaksi pd katoda (katoda tidak berperan) a) K + Ca 2+ Na 2+ Mg 2+ 2H2O + 2e  2OH. Cl2 (g) + 2e c) sisa asam yg lain.reaksi anoda (+) reaksi katoda (-) Cu  Cu2+ + 2e Cu2+ + 2e  Cu Hasil elektrolisis dapat disimpulkan sbb: 1..

ELEKTROLISIS DAN ASPEK KUANTITATIF Michael Faraday berhasil kuantitatif dari elektrolisis. menemukan aspek

Hukum Faraday: Jumlah mol zat yang dioksidasi atau direduksi pada suatu elektroda adalah sama dengan jumlah mol electron yang melalui elektroda tersebut dibagi dengan jumlah electron yang terlibat dalam reaksi pada elektroda untuk setiap ion atau molekul zat. Perhatikan reaksi elektroda, Ag + (aq) + e  Ag(s) Cu2+ (aq) + 2e  Cu(s) Al3+ (aq) + 3e  Al(s) 2Cl- (aq)  Cl2 (g) + 2e 4OH- (aq)  2H2O (l) + O2 (g) + 4e maknanya:
54

1 mol electron akan mereduksi dan mengendapkan 1 mol Ag+ atau 0,5 mol Cu2+ atau 0, 333 mol Al3+ pada oksidasi 2 mol Clmelepaskan 2 mol electron menjadi 1 mol Cl2,

pada oksidasi 4 mol OH- menghasilkan 2 mol air dan 1 mol O2 (g), melepaskan 4 mol electron. Muatan 1 mol electron = 6,0229 x 1023 x 1,6021 x 10-19 = 96489 coulomb (~ 96500 coulomb) 1 Faraday = 96489 coulomb (~ 96500 coulomb) Jadi besarnya listrik yang diperlukan untuk mereduksi Ag +, Cu +, dan Al3+ berturut-turut 1 Faraday, 2 Faraday dan 3 Faraday. Perubahan massa zat yang terjadi dapat diungkapkan dengan rumus,
M=Q . A 1 . n F

M = massa (gram)
55

Q = jumlah listrik (coulomb) = i . t i = besarnya arus listrik amper) t = waktu (detik) A/n = massa ekivalen A = massa atom (massa molekul) relative n = perubahan bilok F = Faraday, 96500 coulomb Jadi: 1 Faraday = jumlah listrik yang diperlukan untuk perubahan zat sebanyak 1 ekivalen zat pada elektroda Contoh elektrolisis: Elektrolit NaCl (l) Elektroda Anoda: C Katoda: baja NaCl (aq) Anoda: baja Encer Katoda: baja NaCl(aq) Anoda: C Pekat Katoda: baja NaOH Anoda: C
56

Reaksi 2Cl-  Cl2 + 2e 2Na + + 2e  2Na H2O  2H+ +1/2O2 + 2e 2(H2O+e1/2H2 +OH-) 2Cl-  Cl2 + 2e 2(H2O+e1/2H2 +OH-) 4OH- 2H2O +O2 +4e

(aq) Katoda: C H2SO4 (aq) Anoda: Pt Katoda: Pt CuSO4 Anoda: C (aq) Katoda: C CuSO4 Anoda: Cu (aq) Katoda: Cu Al2O3 Anod: C dalam Katoda: Al Na3AlF6 4(H2O+e1/2H2 +OH-) H2O2H+ +1/2O2 + 2e 2H+ + 2eH2 H2O2H+ +1/2O2 + 2e Cu2+ + 2e  Cu Cu  Cu2+ + 2e Cu2+ + 2e  Cu 3(2O2. O2 + 4e) 4(Al3++ 3e  Al) Contoh perhitungan: Berapa gram klor yang dihasilkan pada elektrolisis leburan NaCl dengan arus 1 amper selama 15 menit. Jawab: 1 amper selama 15 menit = 1 x `15 x 60 = 900 C ingat: 1 F = 96500 C jadi 900 C = 900/96500 = 0.00933 F ingat: 57 .

00933 x 35.6 mol Mg Dalam setiap detik dihasilkan: 2057. F Dalam suatu industri pengolahan magnesium secara elektrolisis dihasilkan 50 kg magnesium per jam.14 x 96500 C = 110010 C 58 .1 F = 1 ekivalen zat 1 ekivalen = A/n 1 F = 70 (Mr Cl2 ) / 2 (perub.5 gram Cl2 jadi untuk 0. Hitung arus listrik yang diperlukan! Jawab: Mol = 50 kg Mg = 50000/24.57 mol Mg = 2 x 0.6 =0. bilok) = 35.14 F = 1.3 = 2057.5 = 0.57 mol Mg 60×60 1 mol Mg = 2 F -------------.57 F = 1.14 F 1.00933 F = 0.1 ekivalen = (1/n) mol jadi 0.331 gram Cl2 A Q RUMUS: m= n .

Hitung gas (STP) yang dihasilkan pada masingmasing elektroda.0 amper air dihidrolisis selama 1.contoh: Dengan arus 12.672 F pada anoda dihasilkan = (0.5 jam. jam = 12 x 90 x 60 = 64800 C 1 F = 96500 C jadi 64800 C = 64800/96500 = 0.672/4 ) mol O2 = 3.672/2) mol H2 = 7. Jawab: Reaksi pada anoda : 2 H2O  O2 +4H+ + 4e Reaksi pada katoda : 2 H2O + 2e  H2 + 2OHQ = 12 amper selama 1.76 L O2 pada katoda dihasilkan = (0.52 L H2 Ingat : Mol = QF n 59 .

Vol = mol x 22. jika diukur pada keadaan dimana 5 dm 3 gas N2 massanya 7 gram.4 L (keadaan STP) Contoh latihan: Air dielektrolisis dengan menggunakan arus sebesar 500 miliamper selama 1 jam.175 1 .5. N = 14) Jawab: Reaksi anoda: 2H2O  O2 + 4H+ + 4e Reaksi katoda: 2Cu2+ + 4e  2Cu 3. Hitung volume gas yang terjadi pada anoda. a) tulis reaksi-reaksi pada elektroda b) hitung jumlah oksigen dan hydrogen yang dihasilkan pada masing-masing elektroda Pada elektrolisis larutan CuSO4 yang menggunakan elektroda Pt terbentuk endapan logam Cu sebanyak 3.175 g Cu = 63.5 =20 mol Cu 1 1 mol Cu ~ 40 mol O2 20 7 gram N2 = 7/28 = ¼ mol N2 Volume 1 mol N2 = 4 x 5 dm3 = 20 dm3 Volume 1 mol O2 = volume 1mol N2 = 20 dm3 60 3. (Ar Cu = 63.175 gram pada katoda.

Z 96500 175×2×96500 Q= 63 . 54 M=Q .Volume N2 Volume 1/40 mol O2 = 20 dm3 = 1/40 x 20 dm3 = 0.000 C. Efisiensi arus untuk pengendapan logam adalah 90%.5 dm3 EFISIENSI ARUS Pada elektrolisis untuk mengendapkan logam dari larutan asam. Jawab: A 1 . 90 % arus digunakan untuk mengendapkan logam. =531.555 C 61 . Contoh: Dari wadah elektrolisis larutan tembaga(II) sulfat logam Cu sebanyak 0. dan 10 % arus untuk menghasilkan hydrogen. Hitung efisiensi arus dalam proses pengendapan logam ini.175 kg diendapkan jika dialiri listrik sebanyak 550. sedangkan untuk hydrogen 10%.

555 . Jawab: =9.78 Contoh: Pada peleburan aluminium. Al2O3.25×10 8 8 A 1 .diperlukan 2 mol electron atau 2 Faraday electron. Contoh: 250 ml NaCl dielektrolisis selama 30 menit dengan arus sebesar 0.200 amper.65 x 107 C Efisiensi Arus= 0.25 x 108 C diperoleh 9 kg Al. Jawab: 2 H2O + 2e  H2 (g) + 2OHUntuk menghasilkan 2 mol OH. 62 .dalam larutan. Hitung konsentrasi OH.2 1. dilarutkan dalam leburan aluminium fluoride kemudian dielektrolisis dalam sel yang mengandung elektroda karbon.Efisiensi Arus= 555000 531 .100=95 . Z 96500 900×3×96500 Q= 27 M=Q .100=77.965×10 . Dengan listrik sebanyak 1.

/ 250 mL Atau 1. Berbagai proses elektroda memerlukan potensial elektroda yang lebih besar dari perhitungan.73 x 10-3 mol OH.49 x 10-2 M. Potensial tambahan ini disebut “over voltage”.1 Faraday = 96500 coulomb = 1 mol =3.200×30×60 KOROSI Peristiwa korosi logam dapat dijelaskan dengan elektrokimia.73×10 Jumlah listrik= 96500 Faraday Akan menghasilkan 3. Setengah reaksi yang terjadi adalah: Fe  Fe2+ + 2e ½ O2 + H2O + 2e  2 OHAkan tetapi disebabkan oleh overvoltage setengah-reaksi yang kedua hanya terjadi pada bagian yang tidak murni atau bagian yang cacat di permukaan besi. Besi berkarat karena terbentuk F2O3.nH2O.43 x 10-2 mol/liter Konsentrasi OH. 63 .= 1. −3 0.

Pengendapan besi(II) hidroksida: Fe(s)  Fe2+ (aq) + 2e ½O2 (g) + H2O(l) +2e  2OH-(aq) Fe2+(aq)+2OH-(aq) Fe(OH)2 (s) 4. Oksidasi besi 2.xH2O jika x 2 2Fe(s) + 1.Mekanisme korosi dapat ditulis sebagai berikut: 1. sehingga pipa besi dapat terlindung dari korosi. Prinsip: Elektroda yang lebih negative (-) akan dioksidasi (+) Elektroda yang lebih positif (+) akan direduksi (-) 64 . batang seng atau magnesium ditanam dekat pipa besi kemudian dihubungkan dengan pipa yang akan dilindungi dari korosi.nH2O Salah satu cara mencegah korosi besi adalah proteksi katodik. Dalam hal ini pipa besi bertindak sebagai katoda dan logam seng yang mempunyai potensial elektroda lebih negative akan mengalami oksidasi. Misalnya. Pembentukan karat Reaksi total Fe(OH) (s) + ½ O2 (g) + (x-1) H2O (l) ½F2O3.5 O2 (g) + n H2O (l)  F2O3.xH2O Fe(s) + ¾ O2 (g) + x H2O (l)  ½F2O3. Reduksi oksigen 3.

Mengontrol keasaman  H dpt mengoksidasi atau sebagai katalis dalam peristiwa korosi 9.Beberapa cara untuk mengurangi laju korosi besi ialah: 1.(aq)  Fe(OH)2(s) 65 . Mengecat menutupi permukaan besi 3.xH2O Fe2+ (aq) + 2OH. Selanjutnya besi(II) hidroksida dioksidasi oleh O2 yang terdapat dalam air membentuk F2O3. Galvaniser melapisi besi dengan seng (seng atap) 5. Sepuh (melapisi) nekel dan kromium menutupi permukaan besi 36. Mengontrol atmosfir mengurangi konsentrasi O2 dan H2 pd permukaan besi 2. “Electrolyzing”  menggunakan batang Al atau Ag + 8. Melapisi dengan minyak/gemuk menutupi permukaan besi 4. Menjaga agar zat korosif dlm jumlah seminimal mungkin PROSES TERJADINYA KOROSI Besi melarut pada bagian anoda dan ion Fe 2+ berdifusi melalui air ke bagian katoda dan mengendap sebagai Fe(OH)2.yang diadsorpsi menutupi permukaan besi 7. “Sherardizing” dengan PO4  PO43.

Fe(OH)2(s) ⃗ O 2 .xH2O (s) KATODA ANODA 66 .H 2 O F2O3.

Berapa gram Zn yang diendapkan pada katoda jika digunakan arus sebesar 0. 3. a) hitung jumlah muatan listrik maksimum dalam coulomb yang dihasilkan oleh aki tanpa diisi kembali b) hitung dalam berapa jam aki ini dapat mengalirkan listrik sebanyak 1 amper (anggap arus ini selalu tetap) c) berapa data listrik maksimum yang dapat dihasilkan oleh aki dinyatakan dalam kwH. 6. Suatu aki timbal 12 volt mengandung 820 gram Pb (Ar Pb = 207) dan sejumlah ekivalen stoikiometri PbO 2 sebagai elektroda. Reaksi pada anoda sel Daniell ialah: Zn(s)  Zn2+ + 2e Hitung berapa Faraday yang dihasilkan jika 100 gram ZN melarut.SOAL-SOAL TUGAS 1.06 mol gas H2 pada katoda dalam elektrolisis larutan NaCl dalam air.02 amper selama 2 jam dalam elektrolisis leburan ZnCl2. 4.02 amper menghasilkan 0. Hitung waktu yang diperlukan agar arus sebesar 0. Reaksi suatu sel Galvani adalah: 67 . Hitung berapa Faraday yang diperlukan untuk menghasilkan 0. 5. 2.02 mol gas Cl2 dalam elektrolisis larutan NaCl dalam air.

0 amper? 10. Berapa lama harus dialirkan arus 20 amper melalui leburan CaCl2 untuk menghasilkan 15 gram kalsium? 9. Berapa menit yang diperlukan untuk menghasilkan 5. Reaksi pada anoda suatu aki adalah Pb(s) + HSO4.0 gram tembaga (Cu) dari larutan CuSO4 dengan arus 5.+ H2O  PbSO4(s) + H3O+ + 2e Suatu aki mempunyai kapasitas “150 amper-jam” berarti aki ini dapat menghasilkan 125 amper untuk 1 jam atau 1 amper untuk 125 jam.Zn(s) + Cl2(g)  Zn2+ + 2 ClHitung waktu yang diperlukan agar sel tersebut menghabiskan 30 gram Zn dan menghasilkan arus 0. Berapa gram Pb yang habis bereaksi sesuai dengan kapsitas di atas? 8.0 amper? 68 . Berapa gram Br2 yang dihasilkan pada elektrolisis leburan KBr selama 30 menit dengan arus 2.10 amper! 7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful