Anda di halaman 1dari 12

Konfigurasi VLAN Virtual LAN atau disingkat dengan VLAN.

Di dalam switch LAN, suatu fitur yang menggunakan standar 802.1Q. Fitur pada switch LAN ini, suatu port berjalan jika jika ada yang menuju segmen yang sama. Istilah lainnya pada fitur ini adalah V Segmen atau virtual segmen. Suatu device atau user yang pertukaran informasinya cukup banyak, biasa menempatkan informasinya pada segmen yang sama. Tujuannya adalah agar membantu operasi switch LAN berjalan dengan efisien, dengan cara memelihara isi informasi dari suatu trafik dengan port yang spesifik. Konsep utama dari VLAN ini adalah dengan cara menempatkan data berdasarkan penempatan port. (id.wikipedia.com) fitur VLAN terdapat pada Switch yang Manageable contoh : Switch Cisco Catalyst VLAN ini berfungsi untuk mengelompokan/mengsegmentasi suatu jaringan menjadi lebih kecil untuk mengurangi beban kerja Switch tersebut Nah ! pada kali ini kita akan mencoba mengkonfigurasi VLAN menggunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer kita akan menggunakan 1 buah Router yang dimana interface pada Router ini akan disubinterfacekan, kenapa harus menggunakan Router ? karena IP Network pada setiap VLAN berbeda, maka untuk menghubungkannya kita membutuhkan sebuah Router. kenapa harus disubinterface ? jika diimplementasi kan pada nyatanya, harga sebuah interface tersebut MAHAL sekali, maka dari itu fungsi subinterface adalah membagi sebuah interface menjadi beberapa subinterface hanya dengan 1 buah interface fisik saja.

Skema Jaringan VLAN pada Cisco Packet Tracer hubungkan fa0/0 pada Router ke fa 0/1 pada Switch menggunakan Straight, karena port fa0/1 yang akan ini akan bekerja sebagai TRUNK hubungkan hub pada setiap VLAN ke Switch berdasarkan nomor VLAN untuk memudahkan konfigurasi contoh :

/opt/scribd/conversion/tmp/scratch6296/85612254.doc

hub VLAN 2 hubungkan ke Switch Fa0/2 hub VLAN 3 hubungkan ke Switch Fa0/3 hub VLAN 4 hubungkan ke Switch Fa0/4 hub VLAN 5 hubungkan ke Switch Fa0/5 Skema IP Jaringan VLAN 2 IP Network 192.168.2.0/24 IP host = 192.168.2.2 255 VLAN 3 IP Network 192.168.3.0/24 IP host = 192.168.3.2 255 VLAN 4 IP Network 192.168.4.0/24 IP host = 192.168.4.2 255 VLAN 5 IP Network 192.168.5.0/24 IP host = 192.168.5.2 255 KONFIGURASI PADA ROUTER Router>en Router#conf t Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Mengaktifkan Interface FastEthernet 0/0 Router(config)#interface fa0/0 Router(config-if)#no shutdown -> untuk menghidupkan interface fa0/0 yang akan di subinterfacekan %LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up Router(config-if)#ex = Konfigurasi Sub-Interface untuk VLAN 2 Router(config)#interface fa0/0.2 -> membuat Subinterface untuk VLAN 2 Router(config-subif)# %LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0.2, changed state to up %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0.2, changed state to up Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 2 -> sebuah enkapsulasi yang disesuai kan dengan nomor VLAN Router(config-subif)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0 Router(config-subif)#no shut Router(config-subif)#ex = Konfigurasi Sub-Interface untuk VLAN 3 Router(config)#interface fa0/0.3 Router(config-subif)# %LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0.3, changed state to up %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0.3, changed state to up Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 3 Router(config-subif)#ip address 192.168.3.1 255.255.255.0

/opt/scribd/conversion/tmp/scratch6296/85612254.doc

Router(config-subif)#no shut Router(config-subif)#ex = Konfigurasi Sub-Interface untuk VLAN 4 Router(config)#interface fa0/0.4 Router(config-subif)# %LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0.4, changed state to up %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0.4, changed state to upen Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 4 Router(config-subif)#ip address 192.168.4.1 255.255.255.0 Router(config-subif)#no shut Router(config-subif)#ex = Konfigurasi Sub-Interface untuk VLAN 5 Router(config)#interface fa0/0.5 Router(config-subif)# %LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0.5, changed state to up %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0.5, changed state to up Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 5 Router(config-subif)#ip address 192.168.5.1 255.255.255.0 Router(config-subif)#no shut Router(config-subif)# KONFIGURASI PADA SWITCH MANAGEABLE Switch>en Switch#conf t Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. = Konfigurasi interface fa0/1 pada Switch. Switch(config)#interface fa0/1 Switch(config-if)#switchport mode trunk -> perintah untuk memfungsikan port fa0/1 sebagai port trunk sebagai jalur paket menuju Router Switch(config-if)# %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1, changed state to down %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1, changed state to up Switch(config-if)#ex = Konfigurasi interface fa0/2 pada Switch. Switch(config)#interface fa0/2 Switch(config-if)#switchport mode access -> perintah untuk memfungsikan fa0/2 sebagai port access Switch(config-if)#switchport access vlan 2 -> untuk memfungsikan port fa0/2 sebagai jalur komunikasi VLAN 2 % Access VLAN does not exist. Creating vlan 2 Switch(config-if)#ex = Konfigurasi interface fa0/3 pada Switch. Switch(config)#interface fa0/3 Switch(config-if)#switchport mode access Switch(config-if)#switchport access vlan 3

/opt/scribd/conversion/tmp/scratch6296/85612254.doc

% Access VLAN does not exist. Creating vlan 3 Switch(config-if)#ex = Konfigurasi interface fa0/4 pada Switch. Switch(config)#interface fa0/4 Switch(config-if)#switchport mode access Switch(config-if)#switchport access vlan 4 % Access VLAN does not exist. Creating vlan 4 Switch(config-if)#ex = Konfigurasi interface fa0/5 pada Switch. Switch(config)#interface fa0/5 Switch(config-if)#switchport mode access Switch(config-if)#switchport access vlan 5 % Access VLAN does not exist. Creating vlan 5 Switch(config-if)# Switch# %SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console setelah selesai konfigurasi, jangan lupa memberikan alamat ip ke setiap PC pada setiap VLAN, kemudian tes jaringan VLAN ini dengan perintah ping. dari setiap pc ping ke alamat gateway. dari setiap pc ping ke pc pada VLAN lain. SEHARUSNYA sudah berhasil, jika masih ada masalah, coba cek lagi konfigurasi nya. karena saya sudah berkali kali mencoba konfigurasi saya ini dan berhasil. semoga membantu.

Konfigurasi VLAN - VTP VTP (VLAN Trunk Protocol) adalah Cisco proprietary Layer 2 protocol yang mengatur penambahan, pengurangan, dan penamaan dari VLAN, jadi ketika ada VLAN baru yang dikonfigurasi pada salah satu VTP Server, VLAN tersebut akan langsung didistribusikan melalui trunk link ke semua switch yang terhubung dengan VTP Server. Keuntungan dari VTP ini adalah, kita tidak perlu mengkonfigurasi VLAN pada setiap switch, hanya tinggal meng-assign port-port masuk ke VLAN, jadi kita bisa menghemat waktu konfigurasi, hehe Nah ! langsung saja saya menjelaskan bagaimana cara mengkonfigurasi VTP pada Switch Cisco.

/opt/scribd/conversion/tmp/scratch6296/85612254.doc

Skema IP : VLAN 2 : IP Network : 192.168.2.0./24 IP Host : 192.168.2.2-255 VLAN 3 : IP Network : 192.168.3.0/24 IP Host : 192.168.3.2-255 Router 0 konfigurasikan subinterface pada fa 0/0 subinterface fa0/0.2 = ip 192.168.2.1/24 subinterface fa0/0.3 = ip 192.168.3.1/24 Switch 0 konfigurasikan port fa0/1 sampai fa0/3 sebagai trunk link hubungkan fa0/4 ke hub VLAN 2 hubungkan fa0/5 ke hub VLAN 3 konfigurasi VTP server, domain, dan password ( antara Server dan Client, domain dan password harus sama, yang hanya berbeda mode saja ) Switch 1 dan Switch 2 konfigurasikan port fa0/1 sebagai trunk link hubungkan fa0/2 ke hub VLAN 2 hubungkan fa0/3 ke hub VLAN 3 konfigurasi VTP client, domain, dan password ( hubungkan antar Switch menggunakan kabel Cross dan menggunakan Port yang berfungsi sebagai Trunk link, seperti skema jaringan diatas ) Konfigurasi Router 0

/opt/scribd/conversion/tmp/scratch6296/85612254.doc

Router>en Router#conf t Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)#interface fa0/0 Router(config-if)#no shut Router(config-if)#exRouter(config)#interface fa0/0.2 Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 2 Router(config-subif)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0 Router(config-subif)#exRouter(config)#interface fa0/0.3 Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 3 Router(config-subif)#ip address 192.168.3.1 255.255.255.0 Router(config-subif)#ex Router(config)# 1. Pastikan anda mengkonfigurasi VTP Server dan Client sebelum menambahkan VLAN Konfigurasi Switch 0 VTP Server Switch>en Switch#conf t Switch(config)#vtp mode server Switch(config)#vtp domain smk3 Switch(config)#vtp password smk3Switch(config)#interface range fa0/1 3 Switch(config-if-range)#switchport mode trunk Switch(config-if-range)#ex Konfigurasi Switch 1 dan Switch 2 VTP Client Switch#en Switch#conf t Switch(config)#vtp mode client Switch(config)#vtp domain smk3 Switch(config)#vtp password smk3 Switch(config)#ex Switch# Switch(config)#interface range fa0/1 Switch(config-if)#switchport mode trunk 2. Pastikan VTP Server dengan Client sudah terkoneksi pada Switch 0, Switch 1 dan Switch 2 Switch#show vtp statusVTP Version :2 Configuration Revision :0 Maximum VLANs supported locally : 255 Number of existing VLANs :5 VTP Operating Mode : Server VTP Domain Name : smk3 VTP Pruning Mode : Disabled VTP V2 Mode : Disabled VTP Traps Generation : Disabled MD5 digest : 0xA2 001 0xEE 053 0x0C 0x7C 075 0x0C Configuration last modified by 0.0.0.0 at 0-0-00 00:00:00 Local updater ID is 0.0.0.0 (no valid interface found) Switch# diatas adalah konfigurasi VTP pada Switch 0, karena Switch 0 bekerja sebagai Server

/opt/scribd/conversion/tmp/scratch6296/85612254.doc

perbedaanya pada Switch 1 dan Switch 2 adalah pada Operating Mode bekerja sebagai Client, jika Number of existing VLANs berjumlah sama pada ketiga switch tersebut, maka VTP sudah bekerja. 3. Menambahkan VLAN pada Switch 0 Konfigurasi VLAN 3 Switch(config)#vlan 3 Switch(config-vlan)#name Administrasi Switch(config-vlan)#ex Konfigurasi VLAN 4 Switch(config)#vlan 4 Switch(config-vlan)#name Lab.Jaringan Switch(config-vlan)#ex untuk memeriksa apakah VLAN sudah terdistribusi oleh Switch 0 gunakan perintah ini pada Switch 0, Switch 1, dan Switch 2 Switch#show vlan VLAN Name Status Ports - 1 default active Fa0/4, Fa0/5, Fa0/6, Fa0/7 Fa0/8, Fa0/9, Fa0/10, Fa0/11 Fa0/12, Fa0/13, Fa0/14, Fa0/15 Fa0/16, Fa0/17, Fa0/18, Fa0/19 Fa0/20, Fa0/21, Fa0/22, Fa0/23 Fa0/24, Gig1/1, Gig1/2 2 Admin active 3 Lab active 1002 fddi-default act/unsup 1003 token-ring-default act/unsup 1004 fddinet-default act/unsup 1005 trnet-default act/unsup VLAN Type SAID MTU Parent RingNo BridgeNo Stp BrdgMode Trans1 Trans2 - - - 1 enet 100001 1500 - 0 0 2 enet 100002 1500 - 0 0 3 enet 100003 1500 - 0 0 1002 fddi 101002 1500 - 0 0 1003 tr 101003 1500 - 0 0 1004 fdnet 101004 1500 ieee 0 0 1005 trnet 101005 1500 ibm 0 0 Remote SPAN VLANs Primary Secondary Type Ports - Switch# jika pada Switch 1 dan 2 sudah sama seperti diatas, maka VLAN sudah berhasil didistribusikan tinggal memasukan port-port kedalam VLAN

/opt/scribd/conversion/tmp/scratch6296/85612254.doc

4. Konfigurasi VLAN pada Switch 0 Switch(config)#interface fa0/4 hubungkan Daerah VLAN 2 ke port fa0/4 Switch(config-if)#switchport mode access Switch(config-if)#switchport access vlan 2 Switch(config-if)#ex Switch(config)#interface fa0/5 hubungkan Daerah VLAN 3 ke port fa0/5 Switch(config-if)#switchport mode access Switch(config-if)#switchport access vlan 3 Switch(config-if)#ex Switch(config)# 5. Konfigurasi VLAN pada Switch 1 dan Switch 2 Switch(config)#interface fa0/2 - hubungkan Hub VLAN 2 ke port fa0/2 Switch(config-if)#switchport mode access Switch(config-if)#switchport access vlan 2 Switch(config-if)#ex Switch(config)#interface fastEthernet0/3 - hubungkan Hub VLAN 3 ke port fa0/3 Switch(config-if)#switchport mode access Switch(config-if)#switchport access vlan 3 Switch(config-if)#ex tahap terakhir ini, anda tinggal menambahkan PC ke setiap VLAN, menuliskan alamat IP pada setiap PC, lalu testing ping ke gateway. Jika sudah berhasil, anda tes ping ke PC di VLAN lain . jika menemukan masalah, anda bisa add YM saya : bogor_pdn, atau mengisi pada komentar semoga membantu dan selamat mecoba. Konfigurasi RIP versi 2 Routing di bagi menjadi 2 tipe, yaitu routing static dan routing dynamic. Untuk melihat penjelasan dan konfigurasi routing static dapat dilihat dari blog adik kelas saya dan blog guru saya. protokol-protokol routing pada routing dynamic ada banyak jenis : RIP, RIPv2, OSPF, EIGRP, IGRP, BGP, dan lain-lain Posting kali ini saya akan menjelaskan tentang RIP atau Routing Information Protocol, RIP menggunakan hop count sebagai routing metric dan maksimum hop count adalah 15 hop count, maksudnya ? RIP membatasi banyaknya hop ke setiap router sebanyak 15 hop, jika melebihi dari itu RIP tidak bisa meneruskan paket lagi dan paket akan di buang.

/opt/scribd/conversion/tmp/scratch6296/85612254.doc

sekian untuk penjelasan singkat nya, saya akan menjelaskan konfigurasi RIP dengan menggunakan topologi seperti diatas Konfigurasi R1 Router>en Router#conf t Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)#interface fastEthernet 0/1 -> menjadi gateway untuk host Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0 Router(config-if)#no shutdown Router(config-if)#ex Router(config)#interface fastEthernet 0/0 -> menjadi jalur ke R2 Router(config-if)#ip address 10.0.0.1 255.0.0.0 Router(config-if)#no shutdown Router(config-if)#ex konfigurasi RIPv2 R1 ( kita menggunakan RIPv2, perbedaan RIPv1 dan RIPv2 adalah kemampuan untuk merouting jaringan yang disubnetting/VLSM sedangkan RIPv1 tidak bisa, tapi kita menggunakan RIPv2 meski kita tidak melakukan VLSM pada jaringan yang ada ) Router(config)#router rip Router(config-router)#version 2 -> untuk mengaktifkan RIPv2 Router(config-router)#network 192.168.1.0 > memasukan alamat network atau net ID yang terhubung langsung dengan R1 Router(config-router)#network 10.0.0.0 Router(config-router)#ex Router(config)#ex Konfigurasi R2 Router>en Router#conf t Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)#interface fastEthernet 0/1 -> menjadi gateway untuk host Router(config-if)#ip address 172.16.0.1 255.255.0.0 Router(config-if)#no shutdown Router(config-if)#ex Router(config)#interface fastEthernet 0/0 -> menjadi jalur ke R1 Router(config-if)#ip address 10.0.0.2 255.0.0.0 Router(config-if)#no shutdown Router(config-if)#ex konfigurasi RIPv2 R2 Router(config)#router rip Router(config-router)#version 2 Router(config-router)#network 10.0.0.0 Router(config-router)#network 172.16.0.0 Router(config-router)#ex Router(config)#ex untuk memastikan apakah RIPv2 sudah berfungsi, ketikkan perintah show ip route pada R1

/opt/scribd/conversion/tmp/scratch6296/85612254.doc

R1#sh ip route Codes: C connected, S static, I IGRP, R RIP, M mobile, B BGP D EIGRP, EX EIGRP external, O OSPF, IA OSPF inter area N1 OSPF NSSA external type 1, N2 OSPF NSSA external type 2 E1 OSPF external type 1, E2 OSPF external type 2, E EGP i IS-IS, L1 IS-IS level-1, L2 IS-IS level-2, ia IS-IS inter area * candidate default, U per-user static route, o ODR P periodic downloaded static route Gateway of last resort is not set C 10.0.0.0/8 is directly connected, FastEthernet0/0 R 172.16.0.0/16 [120/1] via 10.0.0.2, 00:00:11, FastEthernet0/0 <- routing ke network 172.16.0.0/16 C 192.168.1.0/24 is directly connected, FastEthernet0/1 R1# show ip route pada R2 R2#sh ip route Codes: C connected, S static, I IGRP, R RIP, M mobile, B BGP D EIGRP, EX EIGRP external, O OSPF, IA OSPF inter area N1 OSPF NSSA external type 1, N2 OSPF NSSA external type 2 E1 OSPF external type 1, E2 OSPF external type 2, E EGP i IS-IS, L1 IS-IS level-1, L2 IS-IS level-2, ia IS-IS inter area * candidate default, U per-user static route, o ODR P periodic downloaded static route Gateway of last resort is not set C 10.0.0.0/8 is directly connected, FastEthernet0/0 C 172.16.0.0/16 is directly connected, FastEthernet0/1 R 192.168.1.0/24 [120/1] via 10.0.0.1, 00:00:16, FastEthernet0/0 <- routing ke network 192.168.1.0/24 R2# Cukup simpel, kan ? kita hanya tinggal memasukan network yang terhubung langsung dengan router dan pastikan koneksi antar router sudah berjalan, ketikkan sh ip route di setiap router untuk melihat apakah RIP sudah berfungsi Semoga membantu dan selamat mencoba !

CCNA : VTP basic


holaa.tutorial kali ini tentang VTP. Bagaimana cara membuat VTP sederhana dengan Packet Tracer 5.3. Latar belakang VTP, fungsi, kegunaan dan segala yang berkaitan tentang teori tidak akan dibahas di sini. Rancangannya adalah:

/opt/scribd/conversion/tmp/scratch6296/85612254.doc

Memberi nama VLAN pada switch server: swtserver(config)#vlan 10 swtserver(config-vlan)#name vlan10 swtserver(config-vlan)#exit swtserver(config)#vlan 20 swtserver(config-vlan)#name vlan20 swtserver(config)#vtp ? domain Set the name of the VTP administrative domain. mode Configure VTP device mode password Set the password for the VTP administrative domain version Set the adminstrative domain to VTP version Ubah domain VTP: swtserver(config)#vtp domain cevest Changing VTP domain name from NULL to cevest Tentukan Mode VTP: swtserver(config)#vtp mode ? client Set the device to client mode. server Set the device to server mode. transparent Set the device to transparent mode. swtserver(config)#vtp mode server Device mode already VTP SERVER.

/opt/scribd/conversion/tmp/scratch6296/85612254.doc

LIHAT PERUBAHAN: swtserver#sh vtp status VTP Operating Mode : Server VTP Domain Name : cevest

KONFIGURASI ROUTER: Router(config)#int fa0/0.1 Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 10 Router(config-subif)#ip address 200.200.10.254 255.255.255.0 Router(config-subif)#no sh Router(config-subif)#exit Router(config)#int fa0/0.2 Router(config-subif)#en Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 20 Router(config-subif)#ip address 200.200.20.254 255.255.255.0 Router(config-subif)#no sh Router(config-subif)#exit Router(config)#interface FastEthernet0/0 Router(config-if)#no shutdown Konfigurasi CLIENT1 Switch(config)#vtp domain cevest Changing VTP domain name from NULL to cevest Switch(config)#vtp mode client Setting device to VTP CLIENT mode. Switch(config)#exit KONFIGURASI FA0/1 dan FA0/2 Client1(config-if)#switchport mode trunk Client1(config-if)#switchport trunk allowed vlan 10,20 KONFIGURASI FA0/3 Client1(config)#int fa0/3 Client1(config-if)#switchport mode access Client1(config-if)#switchport access vlan 10 KONFIGURASI FA0/4 Client1(config)#int fa0/4 Client1(config-if)#switchport mode access Client1(config-if)#switchport access vlan 20

/opt/scribd/conversion/tmp/scratch6296/85612254.doc