Anda di halaman 1dari 6

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang
Kebudayaan Mengatur tingkah laku dan perbuatan dari anggota masyarakt terhadap lingkungan, interaksi social dan dunia gaib. Hal-hal yang dimaksud gaib adalah Tuhan dan Mahluk Tuhan lainnya yang tidak kasat mata. Tingkah laku dan perbuatan berpangkal dari cara berpikir dan cara merasa dari kebudayaan itu. Cara merasa dan berpikir tidak pernah tetap. Perbahan cara berpikir dan merasa membawa perubahan pada tingkah laku dan perbuatan terhadap lingkungan, interaksi social dan alam ghaib . Sebaliknya perubahan lingkngan dan perubahan interaksi sosial, akan mengubah cara berpikir dan merasa. Jadi antara keduanya saling berhubungan dan saling mempengaruhi .Kedua macam tesebut membawa kepada perbahan kebudayaan.. selanjutnya bagaimanakah perubahan itu dapat terjadi diindonesia, dan apakah penyebabnya?

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas adapun rumusan masalah yang kami angkat adalah 1. 2. 3. 4. 5. Apa yang dimaksud dengan kebudayaan Indonesia? Apa yang dimaksud dengan perubahan kebudayaan? Mengapa terjadi perubahan kebudayaan? Bagaimanakah pengaruh globalosasi terhadap perubahan Budaya Indonesia? Bagaimana sikap bangsa indonesia dalam menyikapi Budaya global?

C. Tujuan Penulisan
1. 2. 3. 4. 5. Untuk mengetahui pengertian kebudayaan Indonesia Untuk mengetahui pengertian perubahan kebudayaan Untuk mengetahui pengebab terjadinya perubahan kebudayaan Untuk mengetahui pengaruh globalisasi terhadap perubahan budaya Indonesia Untuk dapat mengetahui sikap bangsa indonesia dalam menyikapi budaya global

BAB II PEMBAHASAN
1) Pengertian Kebudayaan Indonesia Kebudayaan Indonesia adalah semua corak yang lahir,yang tumbuh, yang berkembang di indonesia. Kebudayaan Indonesia terdiri dari kebudayaan suku (Gazalba,1968:95). Suku atau ras (race) adalah bentuk kesatuan biologis yang menyatakan diri pada ciri-ciri yang dapat diturunkan. Bangsa atau ras volk (folk) ,bentuk kesatuan kebudayaan yang diwujudkan dari pada ciri-ciri rokhaniah. Nasion atau natie (nation) bentuk kesatuan polotik ,terutama beberapa negara yang dinyatakan terutama dengan ciri-ciri kemasyarakatan .Kebudayaan suku bangsa kemudian dikenal dengan kebudayaan daerah . 2) Pengertian perubahan kebudayaan Ialah perubahan yang terjadi dalam sistem ide yang dimiliki bersama oleh warga masyarakat yang bersangkutan,antara lain aturan-aturan, norma-norma yang digunakan sebagai pegangan dalam kehidupan, juga teknologi, selera, rasa keindahan (Soelaeman,2001:46). 3) Sebab-sebab terjadinya perubahan budaya Sebab sebab yang berasal dari masyarakat dan kebudayaan sendiri , Misalnya: perubahan jumlah dalam komposisi penduduk Perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang hidupnya terbuka, yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain berubah lebih cepat. Penemuan baru atau inovasi dari yang telah ada . hal ini karena kreatifitas dalam rangka adaptasi dengan perkembangan zaman Adanya ynsur-unsur kebudayaan yang tudak cocok lagi dengan lingkungan lalu ditinggalkan atau diganti dengsn yang lebih baik Apabila terjadi kegagalan dalam pewarisan dari satu generasi ke generasi lain sehingga terdapat unsur-unsur budaya yang hilang 4) Pengaruh globalisasi terhadap budaya indonesia Pengaruh budaya global di Indonesia sangat nampak sekarang ini dan mempengaruhi segala aspek kehidupan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Dan penyebaran budaya global sangat cepat sebagai akibat dari pengiriman informasi yang cepat dan mudah (globalisasi informasi) oleh penggunaan media elektronik yaitu: radio, tv, telp, hp, jaringan internet, dll. Sehingga berdampak ruang dan waktu menjadi kecil, para ahli menyebutnya time-space compression (menyusutnya ruang dan waktu). Budaya global adalah budaya kompetisi dengan menggunakan standar kualitas internasional, contohnya dari produk barang dan jasa sampai gaya hidup keseharian seakan dipaksa untuk mengikuti standar yang bersifat global. Sehingga interasi antar budaya semakin tinggi mendorong terjadinya difusi dan akulturasi secara cepat, masyarakat dan kebudayaan Indonesia tidak bisa menolak atau menghindarinya karena teknologi informasi telah menjangkau seluruh wilayah nusantara. Mencuatnya globalisasi berdampak terhadap manifestasi kebudayaan bangsa-bangsa sebagai kelanjutan dari makin meningkatnya pertemuan antar budaya sedunia. Pengaruh antar budaya tidak timbal balik melainkan satu arah dimana negara yang mempunyai keunggulan dalam penguasaan teknologi berarti mempunyai kemampuan untuk memperkenalkan berbagai gagasan serta memperagakan gaya hidup secara masal dan global. Sehingga pihak yang didukung teknologi tinggi berfungsi sebagai pengalih (transmitter) sedangkan pihak yang belum maju cenderung menjadi penerima (receiver) dan pihak penerima sering kali kurang kritis, cenderung menerima sebagai model gaya hidup masyarakat yang dianggap maju. Mulai dari cara memilih makanan, berpakaian, juga berpenampilan. Contohnya generarasi muda sekarang lebih memilih makanan berbau luar negeri seperti pizza, burger, steak, ciken, dll. Para selebritis juga memilih pakaian buka-bukaan seperti model dunia yang kini dicontoh oleh masyarakat. Gaya hidup masyarakat tersebut sudah sangat konsumtif, masyarakat sering membeli barang bukan karena kebutuhan tetapi karena gengsi atau dianggap lebih gaul. Pada kenyataanya globalisasi malah lebih banyak mengorbankan budaya daerah termasuk budaya lokal. Budaya global sulit diimbangi karena didukung oleh modal kuat serta teknologi tinggi

sedangkan budaya daerah hanya bisa bertahan secara tradisional. Karena tidak ada yang menyediakan modal. Contohnya anak-anak lebih suka tokoh-tokoh dari cerita yang ada dalam produk budaya global (seperti: doraemon, naruto, badman, dll) dari pada tokoh-tokoh dari budaya daerah. Dan anak-anak juga lebih memilih produk mutakhir dengan beragam merk terkenal didunia sehingga anak-anak tak disadari tumbuh menjadi generasi konsumtif. Apalagi dengan adanya internet anak-anak dapat menjelajahi dunia yang tak terbatas ruang dan waktu. Dunia anak pun menjadi semacam dunia yang tidak terkendali dan terbatas. Akibatnya identitas diri sebagai anak Indonesia telah terkikis dan lamakelamaan akan hilang jika kita tidak menyadari akan pentingnya untuk membimbing dan menanamkan nilai-nilai budaya luhur pada anak. 5) Sikap bangsa indonesia dalam menyikapi Budaya global Gejala-gejala diatas menyebabkan perubahan budaya dari tingkat lokal sampai tingkat nasional. Budaya lokal sebagai bagian dari kebudayaan suku bangsa secara umum berfungsi sebagai bagian dari kebudayaan suku bangsa secara umum berfungsi sebagai sarana penanaman nilai-nilai luhur bangsa pada generasi muda lewat pendidikan di lingkungan keluarga. Lewat keluargalah nilai-nilai budaya, norma, adat-istiadat, pranata-pranata sosial, dsb ditanamkan sejak dini. Maka akan terbentuk individuindividu yang mempunyai akar kuat pada budaya sendiri sehingga dapat sebagai filter dari pengaruh budaya global. Sehingga dalam menyikapi budaya global harus tertanam nilai-nilai luhur budaya bangsa dengan kuat. Agar identitas diri sebagai bangsa Indonesia semakin kuat dan teguh pendirian sehingga tidak terpengaruh dampak negatif dari budaya global.

KESIMPULAN
Jadi dapat disimpulkan bahwa globalisasi adalah sebuah gejala yang pada saat ini sulit dihindari, termasuk oleh bangsa Indonesia. Globalisasi membawa banyak pengaruh pada kebudayaan manusia dan bangsa di dunia termasuk bangsa Indonesia. Globalisasi dalam batasan tertentu tidak lagi mempersoalkan nasional-global, tetapi menghadapkan dialektika kesadaran lokal-global. Kebudayaan global telah menekan budaya lokal sampai ke sudut yang paling sempit. Jadi terjadi perubahan pada struktur dari lokal-nasional-global menjadi lokal-global. Tarik menarik antara budaya lokal-global akan seimbang apabila budaya lokal terus menerus diinternalisasikan dalam keluarga dan pemerintah juga turun tangan dengan modal dan teknologi sebagai sarana internalisasi budaya lokal Indonesia. Penanaman budaya lokal kepada anak sejak dini akan membentuk kepribadian Indonesia yang kokoh dan tangguh dalam terpaan budaya global.

Kata Pengantar
Segala puji bagi Allah Yang Maha besar lagi Maha mulia, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita. Sholawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, begitu pula terhadap keluarga beliau dan sahabat-sahabatnya. Selanjutnya maksud dari pada penulisan makalah yang berjudul Perubahan Kebudayaan dari Lokal Menuju Global ini adalah untuk memenuhi tugas Ilmu Sosial Budaya Dasar. Mengingat kemampuan kami yang sangat terbatas, maka banyaklah kekurangan atau kejanggalan dalam penulisan ini, boleh dikatakan jauh dari sempurna, sehingga kami mengharapkan kritikan serta saran demi kesempurnaan penulis selanjutnya. Akhirnya pada kesmpatan ini penulis hanya dapat memanjatkan doa pada Ilahi Robbil Izzati semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya. Amin ya robbal alamin.

Surabaya, 30 September 2009

Penulis

TUGAS MAKALAH
Ilmu Sosial Budaya Dasar (Manusia Sebagai Makhluk Budaya)

Perubahan Kebudayaan dari Lokal Menuju Global

Disusun Oleh:
Alfiana Rahmayani Gita Kartika S. Yuniarti Devi Rachmadani Agil Jafarulloh (083654009) (083654010) (083654017) (083654202) (083654217)

PRODI PENDIDIKAN SAINS 2008


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

2009