Anda di halaman 1dari 8

qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwerty uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx cvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq AUDIT ATAS SIKLUS PENDAPATAN wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui Fathimining Ayu Puspitasari opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg hjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxc vbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq

wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg hjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxc vbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg hjklzxcvbnmrtyuiopasdfghjklzxcvbn mqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwert yuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopas


A31107021 Universitas Hasanuddin Makassar 2010

Dalam tulisan ini akan menjelaskan mengenai sifat dan pentingnya siklus pendapatan serta pentingnya siklus pendapatan serta pentingnya tujuan audit dalam siklus tersebut. Tulisan ini akan membicarakan: y Penggunaan pengetahuan tentang bisnis dan industri klien unyuk membahas materialitas, menilai resiko inheren (inhernt risk), melakukan prosedur analitis, dan menilai resiko prosedur analitis untuk siklus pendapatan. y Pemahaman aspek-aspek pengendalian internal dan penilaian risiko pengendalian untuk siklus pendapatan. y Perancangan pengujian substantif rincian yang tepat untuk saldo piutang usaha, termasuk penyisihan piutang tak tertagih.

 SIFAT SIKLUS PENDAPATAN Siklus pendapatan (revenue cycle) perusahaan terdiri dari aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan pertukaran barang dan jasa dengan pelangganan dan penagihan pendapatan dalam bentuk kas.

TUJUAN AUDIT Tujuan audit untuk siklus pendapatan berkaitan dengan perolehan buki kompeten yang mencukupi tentang setiap asersi. Laporan keuangan yang signifikan menyangkut saldo dan transaksi siklus pendapatan.

PENGGUNAAN PEMAHAMAN TENTANG BISNIS DAN INDUSTRI KLIEN UNTUK MENGEMBANGKAN STRATEGI AUDIT Pemahaman Bisnis Industri Klien Auditor mengembangkan strategi audit berdasarkan resiko salah saji yang material. Langkah pertama dalam meniali resiko itu adalah memperoleh pemahaman tentang bisnis dan industri klien karena hal tersebut juga dapat membantu auditor dalam :   Mengembangkan ekspektasi tentang total pendapatan dengan memahami kapasitas klien, pasar, dan pelanggan klien. Mengembangkan ekspektasi tentang margin kotor dengan memahami pangsa pasar (market share) dan keunggulan kompetitif (competitive advantage) klien di pasar.

Mengembangkan ekspektasi tentang piutang bersih berdasarkan periode penagihan rata-rata untuk klien dan industri.

Materialitas Pendapatan merupakan ukuran volume aktivitas sebenarnya bagi setiap perusahaan. Pendapatan biasanya melibatkan volume transaksi yang tinggi, dan total pendapatan merupakan hal yang sangat penting pada laporan keuangan yang seringkali digunakan sebagai ukuran materialitas secara keseluruhan untuk penugasan ini. Pendapatan juga dapat menimbulkan piutang usaha dan kas akhir serta arus kas dari opersai. Piutang usaha yang disebabkan oleh transaksi penjualan kredit hampir bersifat meterial terhadap neraca. Risiko Inheren Faktor-faktor yang dapat mendorong manajemen untuk masalah sajian asersi siklis pendapatan:   Memaksakan untuk menyatakan terlalu tinggi pendapatan dalam rangka melaporkan pencapaian target pendapatan atau profitabilitas. Memaksakan untuk menyatakan terlalu tinggi kas dan piutang kotor atau menyatakan terlalu rendah penyisihan piurang tak tertagih (doubtful accounts) dalam rangka melaporkan tingkat modal kerja yang lebih tinggi untuk keburuhan mamenuhi akad (covenants) hutang. Faktor-faktor lainnya yang dapat menimbulkan salah saji dalam asersi siklus pendapatan termasuk hal-hal berikut:     Volume penjualan, penerimaan kas, dan transaksi penyesuaian penjualan seringkali tinggi, sehingga mengakibatkan sejumlah kesalahan terjadi. Penentuan waktu dan jumlah pendapatan yang akan diakui bertentangan dengan faktor-faktor. Pada saat piutang difaktorkan dengan tanggung renteng (recourse) transaksi yang benar atas transaksi tersebut sebagai penjualan atau pinjaman akan menjadi rancu. Piutang mungkin salah disajikan sebagai hutang lancar atau tidak lancar akibat kesulitan dalam mengestimasi kemungkinan penagihannya ditahun mendatang, atau sumber peristiwa dimasa penagihan bersifat kontinjen.

 

Transaksi penerimaan kas menghasilkan aktiva liquid yang rentan terhadap misapropriasi. Transaksi penyesuaian penjualan mungkin digunakan untuk menyembunyikan pencurian kas yang diterima dari pelanggan dengan menetapkan terlalu tinggi diskon, mencatat retur penjualan fiktif, atau menghapus saldo pelanggan sebagai tak tertagih.

Risiko Prosedur Analitis Risiko prosedur analitis merupakan unsur risiko deteksi bahwa prosedur analitis akan gagal mendeteksi salah saji yang material. Prosedur ini tidak haya efektif dalam mengidentifikasi salah saji yang potensial atas laporan keuangan, tetapi juga efektif dalam mengatasi masalah yang timbul ketika memberikan jasa yang bernilai tambah (valueaddened services) disamping laporan audit. MEMPERTIMBANGKAN KOMPONEN PENGENDALIAN INTERNAL Komponen pengendalian internal pada siklus pendapatan:      Lingkungan pengendalian Pengendalian risiko Informasi dan komuniksi (sistem akuntansi) Pemantauan Penilaian awal atas risiko pengendalian dan strategi audit pendahuluan

 AKTIVITAS PENGENDALIAN-TRANSAKSI PENJUALAN KREDIT Pesanan penjualan dapat dilakukan secara over-the-counter, atau melalui telepon, surat, representatif penjualan traveling (traveling sale representatives), fax, atau pertukaran data elektroik (electronic data interchange).

DOKUMEN DAN CATATAN YANG UMUM Sejumlah dokumen dan catatan yang digunakan oleh perusahaan besar dalam pemrosesan transaksi penjualan kredit seringkali mencakup hal-hal berikut: pesanan pelanggan, pesanan penjualan, dokumen pengiriman, faktur penjualan, daftar harga yang diotorisasi, file transaksi penjualan, jurnal penjualan, file induk pelnggan, file induk piutang usaha, laporan bulanan pelanggan.
4

FUNGSI-FUNGSI Pemrosesan transaksi pendapatan mencakup fungsi-fungsi pendapatan berikit:  Memprakarsai penjualan, permintaan oleh sebuah perusahaan untuk melakukan transaksi penjualan dengan perusahaan lain, meliputi : y y  Penerimaan pesanan pelanggan Persetujuan kredit

Pengiriman barang dan jasa, pengiriman fisik atau penyerahan barang dan jasa, meliputi: y y Pemenuhan pesanan penjualan Pengiriman pesanan penjualan

Pencatatan penjualan, pengakuan formal atas pendapatan oleh perusahaan, meliputi: y y Penagihan pelanggan Pencatatan penjualan

PEROLEHAN PEMAHAMAN DAN PENILAIAN RISIKO PENGENDALIAN Auditor harus memperoleh pemahaman atas siklus penjualan yang mencukupi untuk merencanakan audit. Yaitu, auditor perlu mempunyao pemahaman yang cukup untuk dapat: 1. Mengidentifiksai jenis salah saji yang potensial 2. Mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruho risiko salah saji yang material 3. Merancang pengujian substantif

 AKTIVITAS PENGENDALIAN-TRANSAKSI PENERIMAAN KAS Penerimaan kas merupakan hasil dari beberapa aktivitas.

DOKUMEN DAN CATATAN UMUM dokumen dan catatan penting yang digunakan dalam pemrosesanpenerimaan kas, adalah sebagai berikut: bukti penerimaan uang, pradaftar, lembar perhitungan kas, ikhtisar kas harian, slip deposit yang disahkan, file transaksi penerimaan kas, jurnal penerimaan kas.

FUNGSI-FUNGSI Fungsi penerimaan kas, yang meliputi pemrosesan penerimaan dan penjualan tunai dan kredit, termasuk subfungsi berikut:    Menerima penerimaan kas Menyetorkan kas ke bank Mencatat penerimaan kas

 AKTIVITAS PENGENDALIAN-TRANSAKSI PENYESUAIAN PENJUALAN Transaksi penyesuaian penjualan meliputi:    Pemberian potongan tunai Pemberian retur penjualan dan pengurangan harga Penentuan piutang tak tertagih

 PENGUJIAN SUBSTANSIF ATAS PIUTANG USAHA PENENTUAN RISIKO DETEKSI UNTUK PENGUJIAN RINCIAN Untuk tingkat risiko tertentu, risiko pengujian rincian berhubungan terbalik dengan penilaian tingkat risiko, inherent, risiko prosedur analitis, dan risiko pengendalian. Jadi faktor-faktor yang berkaitan dengan penilaian ini harus dipertimbangkan dalam penentuan tingkat risiko pengujian rincian yang dapat diterima untuk setiap asersi piutang usaha.

PERANCANGAN PENGUJIAN SUBSTANTIF Langkah selanjutnya adalah mengakhiri program audit untuk mencapai tujuan audit spesifik atas setiap kategori asetsi saldo akun.

PROSEDUR AWAL Titik awal untuk memulai setiap pengujian audit adalah memperoleh pemahaman tentang bisnis dan industri klien.

PROSEDUR ANALITIS Tujuan auditor dalam melakukan prosedur analitis adalah mengembangkan ekspektasi atas saldo piutang usaha, hubungan piutang usaha dengan penjualan, dan marjin kotor perusahaan.

Memvouching Catatan Piutang ke Transaksi Pendukung Dalam melakukan pengujian ini, sampel debet ke akun pelanggan dapat divouching ke faktur penjualan pendukung dan mencocokkan dokumen-dokumen iyu untuk memberikan bukti yang berkaitan dengan asersi eksistensi atau kejadian, hak dan kewajiban, serta penilaian dan alokasi.

Melakukan Pengujian Pisah Batas untuk Penjualan dan Retur Penjualan pengujian pisah batas penjualan (sales cut-off tests), dirancang untuk memperoleh kepastian yang layak bahwa (1) penjualan dan piutang usaha telah dicatat dalam periode akuntansi di mana transaksi tersebut terjadi dan (2) ayat jurnal yang berkaitan dengen persediaan dan harga pokok penjualan telah dibuat dalam periode yang sama.

Melakukan Pengujian Pisah Batas atas Penerimaan Kas Pengujian pisah batas penerimaan kas (cash receipts cutoff test), dirancang untuk memperoleh kepastian yang layak bahwa penerimaan kas telah dicatat dalam periode akuntansi yang tepat.

PENGUJIAN RINCIAN SALDO Dua bidang utama dari prosedur dalam kategori pengujian substantif untuk piutang usaha, akan dibahas dalam bagian berikut: 1. Konfirmasi piutang dan prosedur tindak lanjut 2. Prosedur untuk mengevaluasi kecukupan penyisihan piutang tak tertagih

KESIMPULAN Siklus pendapatan suatu perusahaan meliputi aktivitas yang berkaitan dengan transaksi penjualan, penerimaan kas, dan penyesuaian penjualan. Transaksi tersebut akan mempengaruhi beberapa akun yang signifikan dalam laporan keuangan, termasuk kas, piutang usaha, persediaan dan penjualan. Siklus pendapatan merupakan hal yang penting bagi setiapperusahaan, tetapi praktik bisnis dan pemicu ekonomi yang mendasari sangat bervariasi dari satu kien dengan klien lainnya.