Anda di halaman 1dari 27

KEPERAWATAN SEMESTER III

CREATED BY .... Achmad Zazuli Ariyanto Desah Raka siwi Ferdiansyah M. Arief Setyo Ndaru Pebri Emilda Nurriska Rudiansyah Silvia Eka Putri Zikri

PEMBAHASAN HIPERTENSI
y LANDASAN TEORI y ASUHAN KEPERAWATAN y RESUME KASUS

LANDASAN TEORI
y PENGERTIAN y KLASIFIKASI y ETIOLOGI y PATOFISIOLOGI y PATHWAY y MANIFESTASI KLINIS y KOMPLIKASI

Hipertensi
y WHO-> peningkatan tekanan sistolik lebih besar atau

sama dengan 160 mmHg dan atau tekanan diastolic sama atau lebih besar 95 mmHg . y Hipertensi adalah keadaan menetap tekanan sistolik melebih dari 140 mmHg atau tekanan diastolic lebih tinggi dari 90 mmHg. (FKUI, 2001 : 453).

Klasifikasi . . .
y Berdasarkan WHO y Tekanan Darah normal yaitu, apabila sistolik kurang atau sama dengan 140 mmHg dan Diastolik kurang atau sama dengan 90 mmHg y Tekanan Darah Perbatasan ( Borderline ) yaitu, apabila Sistolik 141 149 mmHg dan Diastolik 91 94 mmHg. y Tekanan Darah tinggi yaitu, apabila Sistolik lebih besar atau sama dengan 160 mmHg dan Diastolik lebih besar atau sama dengan 95 mmHg.

y Berdasarkan The Sixth Report of The Join National

Committee, Prevention, Detection and Treatment of High Blood Pressure :


N o 1 2 3 4 Kategori Sistolik Diastoli (mmHg) k (mmHg) <120 120-129 130-139 140-159 160-179 180-209 >210 <80 81-84 85-89 90-99 100- 109 100-119 >120

Optimal Normal High Normal Hipertensi Grade I (Ringan) Grade II (Sedang) Grade III (Berat) Grade IV (Sangat berat )

ETIOLOGI
y Hipertensi Primer : Hipertensi yang tidak di ketahui

penyebabnya. y Hipertensi Sekunder : Hipertensi yg di sebabkan oleh penyakit. y Sebenarnya, Hipertensi terjadi sebagai respon peningkatan tekanan perifer dengan di pengaruhi faktor :Genetik, obesitas, elasitas jaringan, stres lingkungan.

PATOFISIOLOGI
y Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam

bentuk impuls yang bergerak ke bawah melalui saraf simpatis ke ganglia simpatis. Pada titik ini, neuron preganglion melepaskan asetilkolin, yang akan merangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah, dimana dengan dilepaskannya norepinefrin mengakibatkan konstriksi pembuluh darah.(Corwin, 2001)

PATHWAY

MANIFESTASI KLINIS
y Corwin (2000; 359) menyebutkan bahwa sebagian besar gejala klinis timbul setelah mengalami hipertensi bertahun- tahun berupa y nyeri kepala saat terjaga, y disertai mual dan muntah y Penglihatan kabur y Ayunan langkah yang tidak mantap y Nokturia y Edema dependen y Gejala lain yang umumnya terjadi pada penderita Hipertensi yaitu, pusing, muka merah, sakit kepala, keluaran darah dari hidung secara tiba- tiba, tengkuk terasa pegal dan lain- lain ( Wiryowidagdo, 2002 )

KOMPLIKASI
y Stroke y Infark Miokard y Gagal ginjal y Gagal jantung

y Pengkajian Umumnya akan ditemukan : y Aktivitas/ istirahat

ASUHAN KEPERAWATAN HIPERTENSI

Gejala : Kelemahan, Letih, Nafas pendek, Gaya hidup monoton. Tanda : Frekuensi jantung meningkat, perubahan irama jantung, Tachpnea Sirkulasi Gejala : Riwayat Hipertensi, aterosklerosis, penyakit jantung koroner Tanda : Kenaikan TD, Sianosis, Suhu dingin, Pengisian kapiler lambat. Makanan/ cairan Gejala : Makanan yang disukai mencakup makanan tinggi garam, lemak serta kolesterol, mual, muntah dan perubahan BB Tanda : Berat badan normal atau obesitas, adanya edema, Glikosuria Neurosensori Gejala : Keluhan pening, sakit kepala suboksipital ( terjadi saat bangun dan menghilangkan secara spontan setelah beberapa jam) tanda : Penurunan kekuatan genggaman tangan dan atau refleks tendon dalam Pernafasan Gejala : Dispnea, tachipnea, batuk dengan/ tanpa pembentukan sputum Tanda : Distres pernafasan, penambahan bunyi pernafasan/mengi.

DIAGNOSA YANG MUNCUL


y BERDASARKAN DOENGES (2000) & NANDA (2009-

2011) :

y Nyeri Akut berhubungan dengan peningkatan tekanan y

y y y y

vaskular serebral. Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan Ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen. Resiko tinggi penurunan curah jantung dengan faktor peningkatan vasokontriksi Nutrisi perubahan lebih dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan pola hidup monoton Kurang Pengetahuan, mengenai kondisi berhubungan dengan kurangnya informasi. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan menurunnya tekanan aliran darah.

RESUME KASUS
y Pengkajian dilakukan pada tanggal 16 Februari 2012 sekitar

pukul 13.30 WIB di Ruang St. Anna Rumah Sakit Bhakti Wara, Pangkalpinang.

Nama :Klien Ny. R umur :55 tahun, jenis kelamin :Perempuan, Diagnosa medis :Hipertensi Pernah di rawat di rumah sakit selama 5 hari dengan sakit yang sama. Mempunyai keturunan Hipertensi dari ibu.
y Riwayat kesehatan pasien dengan keluhan merasakan kepala

pusing terasa berat di tulang leher bagian belakang, skala 7. klien mengatakan kepala terasa pusing sejak 2 hari yang lalu hingga sulit tidur pada malam hari, terlebih lagi sakit kepala akan terasa memburuk ketika bangun tidur dan beraktivitas.

y Pada pemeriksaan fisik ditemukan kesadaran composmentis, dengan keadaan

umum lemas, tekanan darah 210/ 100 mmHg nadi 88 kali permenit Frekwensi nafas 27 kali permenit suhu 36,7r. y Pada sistem pernafasan klien mengeluh sesak, namun jalan nafas bersih tidak ada sumbatan. Irama nafas teratur tapi cepat, Inspeksi :pengembangan dada kiri dan kanan sama Palpasi :tidak di temukan nyeri tekan Auskultasi :Wheezing/ mengi. Tidak di temukan Pernafasan Cuping Hidung, menggunakan alat bantu oksigen terpasang 2 litter.
y Sistem Kardiovaskuler, Klien mengeluh nyeri kepala, pusing.

Inspeksi palpasi Perkusi Auskultasi

:Konjungtiva bewarna merah segar, kulit berwarna kemerahan, tidak di temukan clubbing finger. :akral terasa hangat, tidak ada udema, pengisian kapiler kurang dari 3 detik. :jantung terdengar bunyi pekak. :terdengar reguler, bunyi jantung 1 dan 2 jelas, tidak ada tambahan suara.

y ANALISA DATA

DIAGNOSA KEPERAWATAN !
y Gangguan rasa nyaman; nyeri akut berhubungan

dengan resistensi pembuluh darah di otak y Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen.

y INTERVENSI

IMPLEMENTASI
y Hari pertama

16 februari 2012 Dinas Pagi yang menerima klien pukul 13.00 dengan keadaan sudah terpasang Infus Ringer Laktat 20 tpm, keluhan nyeri kepala skala 7, sesak nafas,lemas. Keadaan umum: tekanan darah 210/ 100 mmHg, nadi 88 kali permenit, Frekwensi nafas 27 kali permenit. suhu 36,7r c. TINDAKAN : memasang oksigen 2 Litter.

y Dinas sore

- mengobservasi nyeri dan keluhan klien-> mengeluh lemah dan skala nyeri 6. TINDAK LANJUT : Menganjurkan nafas dalam dan beristirahat - memberikan obat oral : Neurobat 2x 1 Sanmol 2 x 1 Myonal 2 x 1 Biopress 1 x 16 mg - tanda2 vital : TD = 180/100 mmHg T/P= 37r C / 92 kali per menit - Injeksi invomit 2 x 1

Dinas malam
y Klien mengeluh pusing dan sesak belum berkurang

DINAS PAGI 17 FEBRUARI 2012 y Menanyakan keluhan pasien Klien mengeluh pusing belum berkurang, tapi sesak sudah berkurang RR= 20 X permenit > oksigen di hentikan y Memberikan terapi oral dan injeksi :Bioxon 1 vial
y Rocer 1 vial y Invotan 1 amp y Neurobat 1 tab y Myonal 1 tab y Biopres 1 tab

y Mengobservasi tanda- tanda vital

Tekanan darah : 130/80 mmHg, Suhu : 38,3 r c, Nadi : 80, Frekwensi Nafas ; 20 kali permenit y EVALUASI = Klien mengeluh sedikit pusing, tidak sesak.Tampak gelisah, nafas normal = 20 kali per menit

DINAS SIANG y Memberikan terapi oral


y Neurobat 1 tab y Myonal 1 tab y Sanmol 1 tab

y Memberikan terapi injeksi y Invomit : 1 amp y Bioxon : 1 gr

y EVALUASI =Pasien mengatakan pusing berkurang,

lemas berkurang,Tampak tenang, tekanan darah = 140/80 mmHg.

y DINAS MALAM y Menyakan keluhan klien - > SULIT TIDUR y Mengukur tekanan darah = 130/ 80 mmHG y EVALUASI = Klien lemas, mengeluh susah

tidur,Klien tampak lemah, dan mengantuk.

DINAS PAGI 18 FEBRUARY 2012


y Memantau kondisi klien :Klien tampak lemah dan

mengatakan tidak ada nyeri y Memberikan obat oral :


y Neurobat 1 taB, y Sanmol 1 tab, y Myonal 1 tab, y Biopres 16 mg

y Memberikan Injeksi : y Rocer 1 vial y Bioxon 1 gr

y Mengevaluasi : y S : klien mengatakan nyeri tidak ada lagi dan tidak lemas y O : Klien tampak tenang, Tekanan darah : 130/ 80 mmHg y A : Masalah teratasi y P : Di stop, klien pulang

EVALUASI

KESIMPULAN !
1. DIAGNOSA YANG MUNCUL PADA KASUS

SESUAI DENGAN TEORI


y y

Gangguan rasa nyaman; nyeri akut berhubungan dengan resistensi pembuluh darah di otak. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan tidak seimbangnya kebutuhan dan ketersediaan oksigen

2. DIAGNOSA YANG ADA DALAM TEORI TAPI

TIDAK MUNCUL DALAM KASUS


y y y

Resiko tinggi penurunan curah jantung dengan faktor peningkatan vasokontriksi Nutrisi perubahan lebih dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan pola hidup monoton Kurang pengetahuan, mengenai kondisi berhubungan dengan kurangnya informasi.