Anda di halaman 1dari 4

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga kita dapat berkumpul melakukan kegiatan Evaluasi Akbar kegiatan LKTD ini. Sebelum menuju topik utama , saya Firman Afandi meminta maaf karena tidak bisa hadir secara fisik di acara ini, dengan alasan pergi ke banten untuk menghadiri acara keluarga yang tidak bisa digantikan keberadaanya. Oleh sebab itu, sesuai posisi saya sebagai kader yang dimana harus turut memberikan sumbangsih nya kepada HIMA PMIPA, saya telah merumuskan apa saja yang menurut saya baik, perlu dilanjutkan dan yang buruk, sebaik nya untuk dihentikan atau diganti. Disini saya hanya membahas 2 hal yang menurut saya penting untuk dibenahi.

KESEHATAN :
Dalam mengikuti acara besar seperti LKTD, sebaik nya panitia harus lebih memperhatikan segi kesehatan peserta LKTD, memang LKTD kemarin saya yakin dari divisi kesehatan pun sudah berusaha dengan baik, dan cukup mendapat nilai A dari segi perlengkapan kesehatan dan reflek cepat tanggap dari divisi kesehatan. Tapi bukan itu yang akan saya bahas tetapi tentang asupan makanan yang diberikan ketika kita LKTD. hasil analisis saya, justru peserta mengalami sakit setelah mengikuti LKTD, memang dalam konteks ini diluar tanggung jawab panitia, tapi panitia juga tidak bisa lepas tanggung jawab karena menurut saya berdampak buruk bagi peserta, mahasiswa harus bolos kuliah karena kecapekan atau badan nya pegal pegal, memang tidak semua orang mengalami kecapekan atau pegal pegal, tapi jika kita lihat, kondisi kesehatan seseorang itu kan berbeda-beda. Lalu bagaimana kah cara mencegah ini terjadi? Mari kita diskusikan. Menurut saya, faktor yang menjadi peserta itu kelelahan dalam mengikuti LKTD adalah kurang nya asupan Vitamin C. Banyak nya jadwal kegiatan dan minim nya makanan bergizi membuat peserta kelelahan. Vitamin C merupakan senyawa penting yang diperlukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Imunitas atau daya tahan tubuh kita dapat menurun saat kita banyak beraktifitas tanpa disertai pola makan yang sehat dan teratur. Jadi salah satu solusi nya ada sebaik nya peserta membawa minuman yang kaya akan vitamin C seperti salah satu produk You C-1000 atau yang lain nya, dan diminum saat LKTD. Insya Allah peserta tidak akan mengalami kelelahan yang sangat dahsyat saat mengikuti LKTD dan setelah LKTD. Selain faktor vitamin C, sebaik nya kita lebih memperhatikan makanan yang kita makan saat LKTD, usahakan yang instant instant jangan dipakai, seperti Energen,dan Mie goreng. Saya kurang

setuju dengan penggunaan 2 makanan instant tersebut. Karena makanan yang instant mempunyai efek samping bagi kesehatan yang cukup berbahaya. Makanan instant sebaik nya kita gantikan oleh bahan bahan yang lebih alami, seperti kentang. Menurut saya kentang cukup efektif untuk menahan rasa lapar yang amat panjang, selain kentang mungkin ada masukan lain ? Sebaiknya kita bermain di dalam resep makanan. Dan selain makanan kita lebih baik memperhatikan lagi air minum. Di usahakan air minum terus diberikan kepada peserta, karena itu faktor utama dari segala nya. Oke untuk kesehatan saran dari saya itu saja, untuk tata cara makan seperti bersama sama di nampan , menurut saya itu tidak masalah, tetapi yang di permasalahkan adalah isi makanan yang dimakan itu bergizi apa tidak, layak atau tidak menjadi makanan.

KEDISIPLINAN:
Salah satu tujuan LKTD adalah membentuk kader kader yang mempunyai jiwa kepemimpinan yang disiplin dalam berbagai aspek.Untuk itulah disaat acara LKTD itu berlangsung diperlukan yang namanya Komisi Disiplin / Divisi Kedisiplinan. Tetapi hal yang akan saya angkat disini adalah cara memandang kedisiplinan itu sendiri. Banyak kata untuk mengungkapkan tentang disiplin. Disiplin berarti tepat waktu, disiplin berarti cepat, disiplin berati mematuhi peraturan, dan banyak lain nya. Tetapi apakah kita sadar, kita telah melebih lebih kan kedisiplinan itu sendiri? Tidak sadar kah kita kalo disiplin itu hanya alat untuk menggapai cita cita kita. Disiplin hanya dayung dari sebuah perahu yang kita tumpangi untuk menuju pulau yang berisi harta karun.Bukan perahu yang kita tumpangi. Di saat LKTD, banyak sekali penyalahgunaan kata DISIPLIN yang sering sangat terjadi. Kedisiplinan cenderung keras dan kasar? Suatu paradigma mendasar yang salah menurut saya. Keras bukan berarti kasar, Kasar bukan berarti keras. Saya lihat, kebanyakan orang menilai keras dan kasar itu seperti teriak teriak dengan nada yang tinggi, dengan kata kata kasar yang sangat di buat buat dan membuat orang itu SHOCK. Itu kah keras dan kasar? Kalo seperti itu jelas kembali kepada statement saya yang pertama, paradigma mendasar yang salah. Tindakan seperti membentak bentak para peserta LKTD hanya akan membuat hal hal negatif lain nya terjadi. Tindakan membentak / menghardik peserta dengan kata kata yang tidak berkenan apalagi dengan suara yang cukup lantang, membahana ke seluruh ruangan, akan menimbulkan efek negative bagi segi psikologis para peserta. Mengapa demikian? Sebuah filosofi memasak air dengan api. Jika kita memasak sebuah air didalam panci dengan api yang cukup besar, maka apakah yang akan terjadi? Air akan menjadi panas / mendidih, lalu bagaimanakah jika air yang panas itu mengenai salah satu tubuh kita? Pasti akan sakit. Kemudian setelah dibiarkan selama 30 menit, apakah air tetap menjadi panas? Saya yakin tidak, air akan kembali dingin, sesuai suhu lingkungan nya. Jika kita perhatikan dari kejadian itu, kita bisa analisis, bahwa sesuatu yang sifat nya kasar dan keras akan menimbulkan efek yang sama juga kepada yang diajarkan nya. Air yang tadi nya dingin, menjadi panas, karena dimasak oleh api. Manusia yang tadi nya tidak tahu apa apa di didik / diajarkan dengan tindakan teriak teriak akan menjadi manusia yang hati nya keras, dan cenderung akan bersifat seperti itu. Lalu

jika air yang panas itu mengenai tubuh kita, tentu akan merasakan sakit / kepanasan. Begitu juga manusia, jika di didik dengan cara seperti diatas, ketika dia sudah pada batas nya dia akan berontak. Kemudian jika air yang panas tadi di diamkan selama 30 menit, maka air akan kembali kepada suhu lingkungannya. Nah sama seperti itu juga apabila, apabila kita di didik dengan KEDISIPLINAN seperti itu, efek nya hanya ketika kita air di masak saja, atau saat LKTD saja, tetapi jika sudah di diamkan selama 30 menit, atau sudah tidak ikut LKTD lagi, maka akan kembali seperti semula. Apakah itu tujuan kedisiplinan selama LKTD? Tujuan jangka pendek yang hanya akan terjadi di lingkungan LTKD? Menjadi pemimpin yang jiwa kedisiplinan nya tinggi saat mengikuti acara saja? Tetapi ketika di dalam sehari hari tidak? Jadi apa dong inti masalah nya? Inti masalah nya adalah membentuk kewibawaan dalam menghadapi masalah. Bagaimana cara nya? Mungkin teman teman bisa berdiskusi cara nya. Budaya menghardik, teriak teriak itu merupakan budaya warisan PENJAJAH belanda yang diturunkan kepada kita. Silahkan teman teman cermati, hampir setiap acara latihan kepemimpinan pasti ada acara teriak teriak dan menghardik. Yah itulah kenyataan efek dijajah oleh belanda yang terlalu lama dan masih membekas. Kembali kepada pemecahan masalah, sebenar nya komisi disiplin LKTD saat ini sudah baik, dan cukup mendapat nilai B menurut saya. Apa dong yang perlu dibenahi? Tinggal cara berbicara nya saja yang tempo atau tinggi nya berbicara diturunkan sedikit saja, lalu tingkatkan kewibawaan , jadi dengan hanya kehadiran Komdis saja, para peserta tuh sudah diam, gak perlu teriak teriak. Dan tolong jangan suka mencari cari kesalahan yang semesti nya tidak perlu di bahas, seperti disuruh menghitung jumlah nasi yang tercecer di nampan lah , dan lain lain nya.

Demikian surat ini saya buat, saya ucapkan terimakasih atas perhatian teman teman , dan terimakasih kepada seseorang yang telah membacakan surat ini, sekali lagi saya mohon maaf karena saya tidak bisa datang dalam acara yang penting ini, dan saya tidak bisa mendengar kritik dan saran dari teman teman sekalian. Kritik dan saran yang saya sampaikan di atas bukan lah bentuk kekecewaan saya melainkan rasa sayang saya yang begitu dalam kepada HIMA PMIPA. Sedikit motivasi dari saya sebelum surat ini dibacakan, motivasi tentang filosofi Ikan di dalam kolam. Apakah teman teman ingin menjadi Ikan yang kecil di kolam yang besar? Atau Apa ikan yang besar di kolam yang kecil? 1. Ingin menjadi ikan kecil di kolam besar Artinya si kader memilih organisasi yang sudah maju, walaupun dia tetap menjadi kader level bawah terus, asalkan aman dan terjamin, serta bangga akan statusnya di organisasi yang besar 2. Ingin menjadi ikan besar di kolam yang kecil Artinya sang kader ingin menjadi ketua secara instant di organisassi yang kecil. Jadi tanpa adanya saingan yang kompetitif, ia sudah bisa menjadi minimal sebagai penyelia. Kedua filosofi tersebut tidak bisa dipungkiri adalah sebagian motif level yang suka berpindah-

pindah organisasi. Seharusnya, ada Filosofi ketiga yaitu Menjadi ikan kecil yang akan terus membesar dan kolamnya akan terus membesar karena keberadaannya artinya, dia akan menjadi kader yang dedikatif yang bekerja keras membangun organisasinya. Jadi filosofi ke-tiga ini akan membuat, sang ikan tidak akan meloncat ke kolam yang lain. Dan yang pasti si kader itu akan bangga nanti nya akan apa dia menjabat di organisasi tersebut, entah menjadi ketua atau anggota sekalipun karena kebahagiaan itu bukan lah hasil tapi cara untuk menempuh nya.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh