Anda di halaman 1dari 3

Ada seorang gadis yang lumayan manis. Dia sahabatku waktu di Jogjakarta.

Dia datang bersama seorang cowok, dan aku yakin itu pacarnya. Cowok itu kelihatan begitu memperlakukan gadis itu lebih dari sekedar manja. Aku yakin cowok itu menganggap gadis itu kekasihnya waktu aku tanya. Di hari lain gadis itu bilang kalau dia hanyalah sahabat biasa. aku tak habis mengerti. Gadis itu Anjas namanya, Kebetulan mainnya Anjas ketempatku membuat gundah seorang sahabatku. Agung naksir abis sama Anjas. Agung bilang suka sekali dan buat seriusan katanya. Memang gadis itu mengundang desiran angin panas di sekeliling bodynya. Katakata yang terlontar membikin bulu kuduk merinding mendengarnya. Senyum yang suka di sunggingkan seakan mengguncang dunia. Sikap manja dia mungkin yang membuat sahabatku Agung suka padanya. Aku hanya kasih support untuk mendekatinya lebih dari seorang teman. "Tapi rasa cintamu jangan terlalu di kekang padanya", aku hanya berkata begitu. Aku tahu karakter gadis itu yang boleh di bilang supel. Agung dengan hati yang aku lihat sedang mekar bilang mengerti. Singkat kata Agung mengucap cinta tulusnya pada Anjas. Gilanya waktu itu Anjas langsung menerima tanpa pikir panjang. Agung dengan senyum kemenangan terlihat bahagia. Tapi bagiku ada suatu pertanyaan, bagaimana dengan cowok yang aku tahu namanya Aldi itu..? Aku yakin dia ada apa apa dengan Anjas. Kalau tidak ngapain juga dia mau melakukan apa saja yang di kehendaki Anjas. Akan ada cerita yang baru nantinya, aku berfikir dalam angan yang aku anggap biasa. Agung mau masuk dalam kehidupan Anjas kerena Anjas sudah berani bersumpah demi Alloh kalau dia tak ada hubungan apa apa dengan Aldi. Nah di situlah Agung semakin positif serius ke Anjas. Anjas di pandang oleh Agung sedang tak ada yang punya. Waktu berjalan. Aldi telpon ke aku menanyakan keberadaan Anjas. Rupanya sejak peristiwa itu antara Anjas dan Aldi tak pernah bertemu. Aku pada Aldi bilang tak tahu. Karena pesan Anjas tak ingin aku memberi tahu keberadaannya. Memang benar dugaanku kalau Anjas dan Aldi ada ikatan cinta. Tapi kenapa Anjas menerima Agung sahabatku..? atau Aldi mengaku-aku saja dan Anjas tak cinta padanya..? itulah kesalahan Anjas pertama yang aku lihat. Aku lihat Anjas dan Agung semakin akrab aja. Aku sungguh merasa bahagia melihat mereka berdua bisa menikmati masa masa asmara yang terlihat baru. Pertemuan yang penuh rindu sempat aku saksikan. Semoga semua itu menjadi perjalanan cinta yang berpanjangan.

Aldi telpon lagi ke aku. Lagi-lagi dia tanya keberadaan Anjas. Dan Aldi sudah curiga kalau Anjas itu ada pria lain. Aku terkejut dengan kata-katanya. Aku jujur kalau Anjas sudah jadian dengan Agung. Aldi marah marah mendengar ceritaku. Aku bingung kenapa jadi begini. Aldi menganggap Anjas pacarnya, tapi Anjas menganggap aldi sobat biasa, mana yang benar?.Agung sempat bingung dengar ceritaku tentang masalah itu, dan Agung menyalahkan Anjas. Kalau saja Anjas jujur bahwa sudah ada pria di hatinya,Agung tidak akan masuk dalam kehidupannya. Agung aku lihat sudah dewasa, hingga dia tahu dan mengerti tentang masalah itu. Dia berusaha keras untuk mencari solusinya. Saat Agung berangkat kerja dan baru saja keluar, Anjas telpon mencari dia. Tapi aku bilang kalau Agung baru keluar. Anjas mengurungkan niatnya untuk menutup telpon hanya kerena tersirat di benaknya tentang aldi. Kerena Anjas sempat tanya Aldi telpon apa tidak, aku jawab iya tentunya. Aku ceritakan tentang Aldi yang marah-marah itu. apa? kamu bilang kalau aku udah jadian ama Agung??? kata Anjas gusar penuh amarah. eh dengerin dulu Njas, dia udah menduga kalau kamu sedang ama Agung, dan aku ceritakan semuanya, jawabku pelan tapi hatiku sebenarnya dongkol juga. Aku hampir marah pada Anjas. eh.. kamu apa~an seh pakai cerita ke dia segala , aku belum mau Aldi tahu hubunganku sama Agung , nada Anjas meninggi dan seakan menaruh geram di dadanya. Anjas, bukankah waktu itu kamu bilang, kalau kamu itu tak ada hubungan bathin ama dia,? lalu kenapa juga kamu menerima Agung, kalau kamu mencintai Aldi sebelum kedatangan Agung..? aku memberi pertanyaan yang membikin pusing Anjas. Sudah deh, aku benci semuanya pekik dia di balik gagang telpon. Bleetaakkkk, gagang telpon di tutupnya dengan kasar. Aku cuman mendesah, ternyata aku juga makan getahnya juga, bukan nangkanya. Sungguh cewek itu bikin pusing. Aku ceritakan kejadian semua itu ke Agung dan dia sempat marah juga, tapi aku redam dengan kata kata sebagai seorang sahabat. aku kasihan ke kamu Ben, katanya seperti tak enak. sudahlah, jangan terlalu di bikin masalah, jawabku singkat. Aku suruh Agung untuk menyelesaikan masalahnya dengan Anjas. Apalagi Aldi benar-benar suka pada Anjas juga. Dia bilang kalau hidup mati dia hanya untuk Anjas waktu itu ke aku lewat telpon. Tapi Anjas tak melirik sedikitpun, sekarang janjinya Anjas mungkin waktu masih bersama Aldi. Aldi sudah menganggap Anjas

adalah bagian dari hidupnya dan keluarganya. Tapi kenapa Anjas masih bisabisanya mencuri ketampanan seraut Agung. Betapa mempertahankan cinta itu memang sulit. Aku lihat apa memang begitu vigur seorang gadis/cewek. Betapa mudahnya menerima kedatangan cinta yang seperti membalikan telapak tangan saja. Padahal kondisi hati sedang mempunyai seorang kekasih. Berniat selingkuhkah.? apa mungkin cewek juga seperti cowok tata kehidupan bercintanya..?. Tidak fear dong kalau cewek suka bilang cowok di mana-mana sama saja, suka mempermainkan hati seorang wanita tapi kenyataan malah sebaliknya. Bila melihat gambaran ini.. kita akan tahu jawabannya... Jawabnya ada di hati nurani anda. *MALAIKAT TAMPAN PENJAGA HATI*