Anda di halaman 1dari 3

BAB I PE NDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang mempunyai

17.508 pulau dengan berbagai kekayaan alam yang tersebar luas dari sabang hingga merauke. Indonesia terletak antara dua benua yaitu benua Asia dan Australia yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi. Selain itu masalah transportasi merupakan masalah vital bagi bangsa ini. Seluruh moda baik moda darat, moda laut, maupun moda udara tidak berjalan dengan baik. Semua moda transportasi memainkan peran dalam sistem transportasi di Indonesia dan umumnya saling melengkapi dan bukan kompetitif. Seluruh moda ini membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai agar sistem transportasi maupun sistem konstruksi jalan dapat berjalan dengan baik. Kostruksi jalan raya sebagai sarana transportasi merupakan unsur yang sangat penting dalam membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Dewasa ini, sistem keamanan dan kenyamanan sangat diperlukan oleh masyarakat sebagai pengguna jalan. Banyaknya kecelakaan menjadi masalah besar bagi sistem perencanaan jalan. Maka dari itu perencanaan geometri jalan sangat dibutuhkan untuk menunjang pembuatan jalan. Tujuan dari perencanaan geometri jalan adalah dalam rangka menghasilkan infrastruktur yang aman, efisiensi pelayanan arus lalu lintas dan memaksimalkan rasio tingkat penggunaan atau biaya pelaksanaan. Perencanaan geometri jalan didasarkan atas sifat gerakan dan ukuran kendaraan, sifat pengemudi dalam mengendalikan gerak kendaraannya, serta karakteristik dari arus lalu lintas. Dengan adanya perencanaan geometri jalan sesuai dengan syarat-syarat yang berlaku maka diharapkan masalah seperti kecelakaan, kenyamanan, keamanan dan ruang gerak yang cukup bagi pengguna jalan akan teratasi.

1.2

Maksud dan Tujuan Perencanaan geometri jalan harus sesuai dengan syarat-syarat yang

berlaku. Perencanaan geometri jalan yang kami lakukan adalah perencanaan trase dan penentuan medan, bentuk dan panjang kurva, penggambaran kurva, penentuan kemiringan melintang tiap tikungan dan penggambaran elevasi, superelevasi badan jalan, menghitung jarak pandang, menghitung alinyemen vertikal dan perhitungan volume galian dan timbunan. Selain faktor teknisnya perencanaan geometri jalan juga harus memperhatikan faktor keamanan maupun kenyamanan bagi pengguna jalan. Kita sebagai seorang yang berkecimpung di dunia teknik sipil harus cermat dalam memilih lokasi, penentuan tipe alinyemen, maupun dalam perhitungan setiap detail jalan yang akan dibuat sehingga diharapkan akan tercipta kenyamanan dan keamanan bagi para pengguna jalan. Untuk itu sebagai perencana kita wajib mempunyai ilmu yang baik dalam hal teknik perencanaan geometri jalan dan mengetahui segala permasalahan yang ada didalamnya sehingga jika terdapat kendala akan segera teratasi dengan baik.

1.3

Sistematika Penulisan Sistematika penulisan berisi tentang uraian isi laporan secara jelas dan

sistematis. Sistematika penulisan bertujuan untuk mempermudah penulis untuk membuat laporan sesuai dengan tujuan dan ruang lingkup yang direncanakan. Adapun sistematika penulisan yang disusun sebagai berikut :

BAB I

PENDAHULUAN

Pada bab ini berisi uraian tentang latar belakang, maksud dan tujuan, serta sistematika penulisan laporan responsi geometri jalan.

BAB II

PERENCANAAN DAN PERHITUNGAN JALAN

Pada bab ini dijelaskan tentang uraian umum perencanaan geometri jalan, klasifikasi jalan, penentuan medan, dan perhitungan perencanaan jalan yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan

BAB III ALINYEMEN HORIZONTAL Pada bab ini berisi tentang alinyemen horizontal, superelevasi, jari-jari tikungan dan perhitungan tikungan jalan yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.

BAB IV ALINYEMEN VERTIKAL DAN STASIUN Pada bab ini berisi tentang teori alinyemen vertikal, lengkung vertikal, persamaan lengkung vertikal, penentuan stasionning, galian dan timbunan.

BAB V

KRSIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini berisi kesimpulan dan saran dari berbagai perhitungan dan analisis yang telah dilakukan.