Anda di halaman 1dari 4

MEMILIH TOPIK YANG TEPAT Topik adalah pokok pembicaraan atau pokok permasalahan.

Topik karangan adalah suatu hal yang akan digarap menjadi karangan. Topik karangan merupakan jawaban atas pertanyaan "Masalah apa yang akan ditulsi?" atau "Hendak menulis tentang apa?" Jika kita hendak membuat karangan, terlebih dahulu harus memilih dan menetapkan topik karangan. Permasalahan di sekitar kita banyak, seperti putus sekolah, pengangguran, kenaikan harga, bencana alam, polusi udara, dan kenakalan remaja. Jadi, ciri khas topik terletak pada permasalahan yang bersifat umum dan belum terurai. Adapun judul karangan pada dasarnya merupakan rincian atau penjabaran dari topik. Oleh karena itu, judul karangan lebih spesifik dan sering telah menyiratkan permasalahan atau variabel yang akan dibahas. Topik berfungsi sebagai arsitektur. Tetapi topik tidak harus sama dengan judul. Jika topik sekaligus menjadi judul, biasanya karangan akan bersifat umum dan ruang lingkupnya juga sangat luas. Topik dan judul dapat memiliki persamaan. Namun, antara keduanya terdapat perbedaan: 1. topik adalah "payung besar" yang bersifat umum dan belum menggambarkan sudut pandang penulisnya,
2.

judul lebih spesifik dan telah mengandung permasalahan yang

lebih jelas atau lebih terarah dan telah menggambarkan sudut pandang penulisnya. Dalam menggarap karangan ilmiah, misalnya tugas akhir atau skripsi, judul memang ditetapkan pada awal proses penulisan, yaitu pada waktu pengajuan outline. Namun, perlu diketahui bahwa proses pembuatan judul itu sebenarnya tetap berawal dari pemilihan topik.

CONTOH TOPIK DAN JUDUL TOPIK


1.

JUDUL

Pertandingan Sepak 1a. Mampukah Laskar Wong Pelembang Meredam Maung Bandung. 1b. Sriwijaya FC dan Persib akan menggoyang Stadion Jakabaring Palembang. 2a. Kiat Menekan Tingginya Angka Putus Sekolah. 2b. Tingginya Angka Putus Sekolah Merupakan Problem Pendidikan. 2c. Masalah Tingginya Angka Putus Sekolah, PR bagi Ahli Pendidikan.

Bola Sriwijaya FC Melawan Persib

2.

Putus Sekolah

Sebelum mengangkat sesuatu menjadi topik dalam tulisan, kita harus benar-benar mengetahui pokok persoalannya agar pembicaraan kita tidak melebar. Caranya dengan jalan: 1) Dengan memecah pokok pembicaraan menjadi bagian-bagian

yang makin kecil yang disebut subtopik; 2) Dengan menuliskan pokok umum dan membuat daftar aspek

khusus apa saja dari pokok itu secara berurutan ke bawah; Dengan mengajukan lima pertanyaan berikut mengenai pokok

3)

pembicaraan apa, siapa, di mana, kapan, dan bagaimana. (dengan membuat kolom-kolom untuk menjawab kelima pertanyaan itu). Contoh cara lain untuk mempersempit atau membatasi topik supaya lebih spesifik dari topik sebelumnya.

(1)

Menurut tempat: Negara tertentu lebih khusus daripada dunia;

Palembang lebih terbatas daripada pulau Sumatra. Topik "Pulau Sumatra Sebelum Indonesia Merdeka" dapat dipersempit lagi menjadi "Palembang Sebelum Indonesia Merdeka".
(2)

Menurut waktu/periode/zaman: "Kebudayaan Indonesia" dapat Menurut hubungan sebab-akibat: "Dekadensi Moral di

dikhususkan menjadi "Seni Tari Sriwijaya".


(3)

Kalangan Muda-mudi" dapat dikhususkan menjadi "Pokok Pangkal Timbulnya Krisis Moral di Kalangan Muda-Mudi".
(4)

Menurut pembagian bidang kehidupan manusia: politik,

sosial, ekonomi, kebudayaan, agama, kesenian. Karangan tentang "Usaha-Usaha Pemerintah dalam Bidang Ekonomi" dapat diperkhusus lagi menjadi "Kebijakan Deregulasi di Bidang Ekonomi pada Era Reformasi".
(5)

Menurut aspek khusus-umum/individual-kolektif: "Pengaruh

Siaran Televisi terhadap Masyarakat Sumatra Selatan" dapat dipersempit menjadi "Pengaruh Siaran Televisi terhadap Kaum Tani di Sumatra Selatan".
(6)

Menurut objek material dan objek formal: Objek material

ialah bahan yang dibicarakan; objek formal ialah sudut dari mana bahan itu kita tinjau, misalnya "Perekonomian Indonesia (objek material) Ditinjau dari Sudut Mekanisme Pasar" (objek formal) "Kepemimpinan Ditinjau dari Sudut Pembentukan Kader-Kader Baru", "Keluarga Berencana Ditinjau dari Sudut Agama".

TEMA

Tema adalah pokok pemikiran, ide atau gagasan tertentu yang akan disampaikan oleh penulis dalam karangannya. Tema dapat juga diartikan sebagai pengungkapan maksud dan tujuan. Tujuan yang dirumuskan secara singkat dan wujudnya berupa satu kalimat, disebut tesis. Tesis dapat juga diartikan sebagai pernyataan singkat tentang tujuan penulisan. Rumusan tema boleh lebih dari satu kalimat, asalkan seluruh kalimat bersama-sama mengungkapkan satu ide. Contoh kedudukan tema dalam suatu kerangka karangan. Topik : Kemacetan Lalu-lintas

Subtopik : Upaya Mengatasi Kemacetan Lalu-lintas Judul : (1) Macet Lagi, Macet Lagi, Pusing! (2) Lalu-lintas, Penyakit Modernisasi (3) Kemacetan Lalu-lintas Dapat Memicu stres Tema : Upaya mengatasi kemacetan lalu-lintas bukanlah semata-mata menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan juga menjadi tanggung jawab seluruh warga masyarakat pemakai jalan. Permasalahan lalu lintas tidak mungkin dapat dipecahkan tanpa bantuan semua pihak yang terkait. Dalam hal ini yang paling diperlukan adalah kesadaran berlalu-lintas.