Anda di halaman 1dari 6

Disusun oleh Kelompok 3:

Abdul Hamdi Mustapa NIM/BP: 17630/2010


Pendidikan Teknik Elektro

Azizatul Resti Husnia NIM/BP: 1105252/2011


Administrasi Pendidikan

Frenti Mutiara Welli


Pendidikan Sendratasik

NIM/BP: 1101132/2011 NIM/BP: 18674/2010

Rendi Shabri
Pendidikan Teknik Mesin

Vania Febri Utami


Administrasi Pendidikan

NIM/BP: 1100112/2011

A. ALIRAN KLASIK

a. Aliran Empirisme Aliran empirisme bertolak dari Lockean Tradition yang mementingkan stimulsi eksternal dalam perkembangan manusia, dan menyatakan bahwa perkembangan manusia, dan menyatakan bahwa perkembangan anak tergantung kepada lingkungan, sedangkan pembawaan tidak dipentingkan. Pengalaman yang diproleh anak dalam kehidupan sehari-hari didapat dari dunia sekitarnya yang berupa stimulan-stimulan. Stimulasi ini berasal dari alam bebas ataupun diciptakan oleh orang dewasa dalam bentuk pendidikan. Tokoh perintisnya adalah John Locke. b. Aliran Nativisme Aliran Nativisme bertolak dari Leinitzian Tradition yang menekankan kemampuan dalam diri anak, sehingga faktor lingkungan termasuk faktor pendidikan, kurang berpengaruh terhadap perkembangan anak. Hasil perkembangan tersebut ditentukan oleh pembawaan yang sudah diperoleh sejak kelahiran. Lingkungan kurang berpengaruh terhadap dan pendidikan anak. c. Aliran Naturalisme Aliran ini dipelopori oleh J.J Rosseau. Rosseau berpendapat bahwa semua anak baru dilahirkan mempunyai pembawaan BAIK. Pembawaan baik akan menjadi rusak karena dipengaruhi lingkungan. Pendidikan yang diberikan orang dewasa malah dapat merusak pembawaan baik anak itu. Aliran ini yang meragukan pendidikan untuk perkembangan seseorang karena dia dilahirkan dengan pembawaan yang baik. d. Aliran Konvergensi Aliran Konvergensi dipelopori oleh Wlliam Stern, ia berpedapat bahwa seorang anak dilahirkan di dunia sudah disertai pembawaan baik maupun pembawaan buruk. Proses perkembangan anak, baik faktor pembawaan maupun faktor lingkungan sama sama mempunyai peranan sangat penting. Bakat yang dibawa pada waktu lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa adanya dukungan lingkungan sesuai untuk perkembangan anak itu.

B. Gerakan Baru dalam Pendidikan

a. Pengajaran Alam Sekitar Gerakan pendidikan yang mendekatkan anak dengan sekitarnya adalah gerakan pengajaran alam sekitar, perintis gerakan ini adalah Fr. A. Finger di Jerman dengan heimatkunde, dan J. Ligthart di Belanda dengan Het Voll Leven. Prinsip prinsip pengajaran alam sekitar: 1). Dengan paengajaran alam sekitar guru dapat memperakgakan secara langsung. 2) Memberikan kesempatan yang sebesar besarnya supaya anak aktif. 3). Memungkinkan memberikan pelajaran totalitas karena tidak mengenal mata pelajaran, tapi dalam belajarnya terdapat unsur unsur dari setiap mata pelajaran yang berbeda. Keuntungan pengajaran alam sekitar: 1). Pelajaran ini menentang verbalisme dan intelektualisme. 2). Objek alam sekitar akan membangkitkan perhatian spontan dari anak yang akan mendorong melakukan kegiatan dengan sepenuh hati 3). Anak didorong untuk aktif dan kreatif.

b. Pengajaran Pusat Perhatian Pengajaran pusat perhatian dirintis oleh Ovideminat Decroly dari Belgia dengan pengajaran melalui pusat-pusat minat, disamping pendapatnya tentang pengajaran global. Decroly menyumbangkan dua pendapat yang sangat berguna bagi pendidikan dan pengajaran, yaitu:Metode Global dan Centre dinteret. Ciri Khas pusat pengajaran: 1). Metode global (keseluruhan), dari hasil yang didapat observasi dan tes, bahwa anak anak mengamati dan mengingat secara global ( keseluruhan). 2).Centre d interst(pusat pusat minat) bahwa anak anak mempunyai minat yang spontan. Asas asas pengajaran pusat perhatian: a. Didasarkan atas kebutuhan anak. b. Setiap bahan ajar harus merupakan suatu keseluruhan. c. Hubungan keseluruhan adalah hubungan simbiosis, yaitu hubungan salaing membutuhkan. d. Anak didorong untuk selalu aktif dan mandiri. e. Harus ada hubungan yang erat antara sekolah dan dirumah

c. Sekolah Kerja Gerakan sekolah kerja dapat dipandang sebagai titik kulminasi dari pandanganpandangan yang mementingkan pendidikan keterampilan dalam pendidikan. J.A. Comenius menekankan agar pendidikan mengembangkan pikiran, ingatan, bahasa, dan tangan. J.H. Pestalozzi mengajarkan bermacam-macam mata pelajaran pertukaran di sekolahnya. Dasar Dasar Sekolah Kerja: a. Anak aktif berbuat, mengamati sendiri dan mencari jalan keluar sendiri. b. Pusat kegiatan pelajaran adalah anak didik. c. Mendidik anak menjadi pribadi mandiri dan bertanggung jawab. d. Bahan pelajaran disusun dalam suatu totalitas. e. Mementingkan pengetahuan fungsional yang dapat dipergunakan untuk memprakarsa, mencipta, berbuat. f. Bentuk masyarakat kecil dimana anak mendapat latihan dan pengalaman yang amat penting artinya bagi pendidikan moral, sosial, kecerdasan. d. Pengajaran Proyek Pengajaran proyek biasa pula digunakan sebagai salah satu metode mengajar di Indonesia, antara lain dengan nama pengajaran proyek, pengajaran unit, dan sebagainya. Yang perlu ditekankan bahwa pengajaran proyek akan menumbuhkan kemampuan untuk memandang dan memecahkan persoalan secara konprehensif. Pendekatan multidisiplin tersebut makin lama makin penting, utamanya masyarakat maju.