Anda di halaman 1dari 8

ASPEK SOSIAL

A.

LATAR BELAKANG Manusia adalah makhluk individu yang tidak dapat melepaskan diri dari hubungan dengan manusia lain. Sebagai akibat dari hubungan yang terjadi di antara individu-individu (manusia) kemudian lahirlah kelompok-kelompok sosial (social group) yang dilandasi oleh kesamaan-kesamaan kepentingan bersama. Namun bukan berarti semua himpunan manusia dapat dikatakan kelompok sosial. Untuk dikatakan kelompok sosial terdapat persyaratanpersyaratan tertentu. Dalam kelompok social yang telah tersusun susunan masyarakatnya akan terjadinya sebuah perubahan dalam susunan tersebut merupakan sebuah keniscayaan. Karena perubahan merupakan hal yang mutlak terjadi dimanapun tempatnya.

B.

PENGERTIAN SOSIAL Sosial adalah segala sesuatu yang dipakai sebagai acuan dalam berinteraksi antar manusia dalam korteks masyarakat atau komuniti, sebagai acuan berarti sosial bersifat abstrak yang berisi simbolsimbol berkaitan dengan pemahaman terhadap lingkungan dan berfungsi untuk mengatur tindakan-tindakan yang dimunculkan oleh individu-individu sebagai anggota suatu masyarakat.

Hal-hal yang berkaitan dengan aspek sosial antara lain: y y y y Interaksi antar sesama (interaksi sosial) Mata pencaharian Strata sosial (pendidikan, kekayaan) Kebudayaan

Struktur

masyarakat

(hubungan

masyarakat

dengan

kelembagaan)

C.

MASALAH SOSIAL Di dalam pembangunan dapat menimbulkan suatu konflik, apabila struktur suatu aspek sosial berubah ini akan berdampak negatif maupun positif. Dampak negatifnya antara lain: hilangnya lahan tempat tinggal, mata pencaharian, perubahan pola hidup, perubahan kebudayaan, dan lain-lain. Dampak positifnya antara lain: semakin berkembangnya atau semakin maju suatu daerah akibat adanya pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat di daerah tersebut. Jadi, pengertian masalah sosial itu sendiri adalah suatu kondisi yang didefinisikan oleh suatu komuniti atau sekelompok orang sebagai sebuah penyimpangan dari suatu norma atau sosial yang sangat dihargai atau yang dianggap penting. Maksudnya adalah kondisi yang ada di lingkungan masyarakat tertentu dipahami berbeda oleh sekelompok individu yang juga anggota masyarakat yang bersangkutan dan akan tetapi mempunyai perbedaan

pemahaman terhadap gejala yang tampak nyata , sehingga hasil pemahaman tersebut menimbulkan ketegangan-ketegangan dengan kelompok sosial lainnya dan ini menciptakan suatu bentuk persaingan dan bahkan konflik.

Titik-titik penting yang dapat disebut sebagai masalah sosial adalah: y Sesuatu yang secara luas dipertimbangkan sebagai suatu yang jelek atau buruk dari suatu hal,kejadian atau tindakan. y Melibatkan jumlah orang banyak (dalam hal ini komuniti atau masyarakat atau organisasi atau kumpulan orang yang memiliki keterkaitan baik secara moral, hokum atau administrasi).

Sering, walaupun tidak selalu dirasakan telah memberikan kerugian bagi masyarakat atau kelompok orang tertentu.

Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat. Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, antara lain yakni: 1. Faktor Ekonomi 2. Faktor Budaya 3. Faktor Biologis 4. Faktor Psikologis : Kemiskinan, pengangguran, dll. : Perceraian, kenakalan remaja, dll. : Penyakit menular, keracunan makanan. : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.

Masalah sosial atau konflik sosial terjadi akibat beberapa hal, yaitu: y Perbedaan pendapat Suatu konflik yang terjadi karena pendapat dimana masingmasing pihak merasa dirinya benar tidak ada yang mau mengakui kesalahan dan apabila perbedaan pendapat tersebut amat tajam maka dapat menimbulkan rasa kurang enak ketegangan dan sebagainya. y Salah paham Hal ini merupakan hal yang dapat menimbulkan konflik. Misalnya tindakan dari seseorang yang tujuan sebenarnya baik tetapi diterima sebaliknya oleh individu yang lain. y Ada pihak yang dirugikan Tindakan salah satu pihak mungkin dianggap merugikan yang lain atau masing-masing pihak merasa dirugikan pihak lain

sehingga seseorang yang dirugikan merasa kurang enak, kurang senang atau bahkan membenci. y Perasaan sensitif Seseorang yang terlalu perasa sehingga sering menyalah artikan tindakan orang lain. Contoh: mungkin tindakan seseorang wajar, tetapi oleh pihak lain dianggap merugikan.

Cara penyelesaian suatu konflik atau masalah sosial,antara lain: y Melakukan pendekatan sosial (mengurangi dampak negatif dari pembangunan) y Partisipasi sosial (keikut-sertaan masyarakat terhadap

pembangunan) y Tujuan sekutu besar Hal ini melibatkan pihak-pihak yang berkonflik ke arah tujuan yang lebih besar dan kompleks. Misalnya dengan cara membangun sebuah kesadaran nasional yang lebih mantap. y Tawar-menawar integratif Maksudnya, dengan menggiring pihak-pihak yang berkonflik untuk lebih berkonsentrasi pada kepentingan individu, kelompok, golongan atau suku bangsa tertentu.

Untuk itu diperlukannya pemahaman dan pengertian sosial terhadap masyarakat merupakan salah satu usaha untuk memberikan informasi tentang proyek kepada masyarakat dan menggali informasi tentang proyek dari masyarakat, dari langkah ini akan diperoleh sinkronisasi antara kepentingan pembangunan sebuah proyek dengan masyarakat.

D.

PERUBAHAN SOSIAL 1) Pengertian Perubahan Sosial Perubahan sosial dialami oleh setiap masyarakat yang pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dengan perubahan kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. Perubahan sosial dapat meliputi semua segi kehidupan masyarakat, yaitu perubahan dalam cara berpikir dan interaksi sesama warga menjadi semakin rasional; perubahan dalam sikap dan orientasi kehidupan ekonomi menjadi makin komersial; perubahan tata cara kerja sehari-hari yang makin ditandai dengan pembagian kerja pada spesialisasi kegiatan yang makin tajam; Perubahan dalam kelembagaan dan kepemimpinan masyarakat yang makin demokratis; perubahan dalam tata cara dan alat-alat kegiatan yang makin modern dan efisien, dan lain-lainnya.

Dari beberapa pendapat ahli ilmu sosial yang dikutip, dapat disinkronkan pendapat mereka tentang perubahan sosial, yaitu suatu proses perubahan, modifikasi, atau penyesuaian-

penyesuaian yang terjadi dalam pola hidup masyarakat, yang mencakup masyarakat, nilai-nilai budaya, pola perilaku kelompok serta aspek

hubungan-hubungan

sosial

ekonomi, dalam

kelembagaan-kelembagaan

masyarakat,

baik

kehidupan material maupun nonmateri.

2) Teori-teori Klasik terhadap Perubahan Sosial Dalam kelompok teori-teori perubahan sosial klasik telah dibahas empat pandangan dari tokoh-tokoh terkenal yakni August Comte, Karl Marx, Emile Durkheim, dan Max Weber.

August Comte menyatakan bahwa perubahan sosial berlangsung secara evolusi melalui suatu tahapan-tahapan perubahan dalam alam pemikiran manusia, yang oleh Comte disebut dengan Evolusi Intelektual. Tahapan-tahapan pemikiran tersebut

mencakup tiga tahap, dimulai dari tahap Theologis Primitif; tahap Metafisik transisional, dan terakhir tahap positif rasional. setiap perubahan tahap pemikiran manusia tersebut

mempengaruhi unsur kehidupan masyarakat lainnya, dan secara keseluruhan juga mendorong perubahan sosial.

Karl Marx pada dasarnya melihat perubahan sosial sebagai akibat dari perubahan-perubahan yang terjadi dalam tata perekonomian masyarakat, terutama sebagai akibat dari

pertentangan yang terus terjadi antara kelompok pemilik modal atau alat-alat produksi dengan kelompok pekerja.

Di lain pihak Emile Durkheim melihat perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor ekologis dan demografis, yang mengubah kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi masyarakat modern yang diikat oleh solidaritas organistik. Sementara itu, Max Weber pada dasarnya melihat perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat adalah akibat dari pergeseran nilai yang dijadikan orientasi kehidupan masyarakat. Dalam hal ini dicontohkan masyarakat Eropa yang sekian lama terbelenggu berkembang oleh pesat nilai Katolikisme sosial Ortodox, kemudian atas

kehidupan

ekonominya

dorongandari nilai Protestanisme yang dirasakan lebih rasional dan lebih sesuai dengan tuntutan kehidupan modern.

3) Teori-teori Modern terhadap Perubahan Sosial Pendekatan ekuilibrium menyatakan bahwa terjadinya perubahan sosial dalam suatu masyarakat adalah karena terganggunya keseimbangan di antara unsur-unsur dalam sistem sosial di kalangan masyarakat yang bersangkutan, baik karena adanya dorongan dari faktor lingkungan (ekstern) sehingga memerlukan penyesuaian (adaptasi) dalam sistem sosial, seperti yang dijelaskan oleh Talcott Parsons, maupun karena terjadinya ketidakseimbangan internal seperti yang dijelaskan dengan Teori kesenjangan Budaya (cultural lag) oleh William Ogburn.

Pendekatan modernisasi yang dipelopori oleh Wilbert More, Marion Levy, dan Neil Smelser, pada dasarnya merupakan pengembangan dari pikiran-pikiran Talcott Parsons, dengan menitikberatkan pandangannya pada kemajuan teknologi yang mendorong modernisasi dan industrialisasi dalam pembangunan ekonomi masyarakat. Hal ini mendorong terjadinya perubahanperubahan yang besar dan nyata dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat termasuk perubahan dalam organisasi atau

kelembagaan masyarakat.

Adapun pendekatan konflik yang dipelopori oleh R. Dahrendorf dan kawan-kawan, pada dasarnya berpendapat bahwa sumber perubahan sosial adalah adanya konflik yang intensif di antara berbagai kelompok masyarakat dengan kepentingan berbedabeda (Interest groups). Mereka masing-masing memperjuangkan kepentingan dalam suatu wadah masyarakat yang sama sehingga terjadilah konflik, terutama antara kelompok yang

berkepentingan untuk mempertahankan kondisi yang sedang berjalan (statusquo), dengan kelompok yang berkepentingan untuk mengadakan perubahan kondisi masyarakat.

TUGAS INFRASTRUKTUR KOTA ASPEK SOSIAL

Disusun oleh : Dede Mawindo Metadilisa Habi M. Dinar Niken Laksmindra. H Prila Adam Sonjaya Siva Fauziah

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON BANTEN 2011